Modul AjarPertemuan 9Bab 4Fase BSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Membaca Teks 'Tepuk Bulu' dan Mengenal Majas Personifikasi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 dengan topik "Membaca Teks 'Tepuk Bulu' dan Mengenal Majas Personifikasi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Membaca Teks 'Tepuk Bulu' dan Mengenal Majas Personifikasi

Bahasa Indonesia - Kelas 4

Bab 4 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Membaca Teks 'Tepuk Bulu' dan Mengenal Majas Personifikasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMembaca Teks 'Tepuk Bulu' dan Mengenal Majas Personifikasi
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu memahami ide pokok dan informasi penting dari teks 'Tepuk Bulu' tentang permainan bulu tangkis dengan menjawab pertanyaan secara lisan maupun tulisan.
  2. Murid mampu mengenali kalimat yang menggunakan majas personifikasi dalam teks 'Tepuk Bulu' dan menjelaskan maksud kalimat tersebut dengan kata-kata sendiri.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat atau bermain bulu tangkis? Apa saja yang kalian ketahui tentang permainan ini?
  2. Kalau seseorang berkata 'kok itu menari di udara', apakah kok sungguh bisa menari? Kira-kira apa yang dimaksud penulis dengan kalimat itu?
  3. Mengapa penulis memilih kata-kata seperti itu daripada menggambarkan gerakan kok secara biasa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru melakukan apersepsi dengan menampilkan gambar atau foto pemain bulu tangkis Indonesia (misalnya Rudi Hartono atau pemain terkenal lain) dan bertanya: 'Siapa yang pernah menonton atau bermain bulu tangkis?'
  • Guru menyampaikan dua pertanyaan pemantik pertama secara lisan dan memberikan kesempatan 2–3 murid untuk menjawab.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru menampilkan satu kalimat di papan tulis: 'Kok itu berlari kencang melewati net.' Guru bertanya: 'Menurut kalian, kalimat ini aneh atau biasa saja? Mengapa?' Jawaban lisan murid digunakan guru untuk mengukur pemahaman awal tentang bahasa kiasan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: membaca teks 'Tepuk Bulu', menemukan ide pokok, dan mengenali majas personifikasi.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan: membaca bersama → menemukan informasi penting → mengenal majas personifikasi → menulis kalimat sendiri → berbagi hasil.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membuka teks 'Tepuk Bulu' di buku siswa.
  • Guru membacakan paragraf pertama dengan nyaring dan ekspresif sebagai model, lalu meminta murid membaca bergantian satu paragraf per orang dengan intonasi yang sesuai.
  • Setiap satu paragraf selesai dibacakan, guru meminta satu murid lain menceritakan kembali isi paragraf tersebut dengan kalimat sendiri sebelum melanjutkan ke paragraf berikutnya.
  • Guru menjelaskan kosakata baru yang muncul dalam teks (misalnya: 'kok', 'net', 'smash', 'rally') menggunakan KBBI atau penjelasan sederhana.
  • Murid menjawab 3–4 pertanyaan pemahaman di buku tulis, misalnya: (a) Apa yang dimaksud dengan bulu tangkis? (b) Siapa pemain Indonesia yang disebut dalam teks? (c) Apa prestasi Indonesia di Olimpiade Munich 1972? (d) Tuliskan satu informasi menarik yang kamu temukan dari teks!

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menjelaskan konsep majas personifikasi: 'Majas adalah cara menyampaikan sesuatu melalui kiasan. Personifikasi artinya benda mati digambarkan seolah bisa bertingkah laku seperti manusia, misalnya bisa berlari, menari, atau berteriak.'
  • Guru menuliskan satu contoh kalimat dari teks di papan tulis dan menunjukkan bagian mana yang merupakan personifikasi serta menjelaskan maknanya.
  • Murid diminta membaca ulang teks 'Tepuk Bulu' secara mandiri dan mencari kalimat-kalimat lain yang mengandung majas personifikasi, lalu menuliskannya di buku tulis beserta penjelasan singkat maksudnya.
  • Setelah menemukan contoh dari teks, murid membuat minimal satu kalimat baru menggunakan majas personifikasi yang terinspirasi dari gerakan olahraga (bulu tangkis atau olahraga lain yang mereka kenal). Kalimat ditulis di kertas berwarna atau kertas putih yang kemudian boleh dihias atau diberi gambar.
  • Guru berkeliling memantau proses, memberikan umpan balik lisan kepada murid yang mengalami kesulitan, dan mendorong murid yang sudah selesai untuk memeriksa kembali kalimat buatannya.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Beberapa murid (3–4 orang secara sukarela) membacakan kalimat majas personifikasi buatan mereka di depan kelas atau dari tempat duduk masing-masing.
  • Murid lain memberikan tanggapan singkat: apakah kalimat tersebut sudah menggambarkan benda mati yang bertingkah laku seperti manusia? Apa yang menarik dari kalimat tersebut?
  • Guru memandu diskusi singkat: 'Mengapa penulis memilih majas personifikasi untuk menggambarkan gerakan dalam olahraga? Apa efeknya bagi pembaca?'
  • Murid menuliskan jawaban refleksi mandiri di buku tulis: (a) Satu hal baru yang kamu pelajari hari ini. (b) Satu hal yang masih ingin kamu ketahui lebih lanjut tentang majas.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran bersama: 'Tadi kita belajar apa saja?' — ide pokok teks dan majas personifikasi.
  • Asesmen akhir (sumatif singkat): Guru menampilkan dua kalimat di papan tulis dan meminta murid menuliskan di kertas kecil: (1) Manakah kalimat yang menggunakan majas personifikasi? (2) Tuliskan ide pokok paragraf pertama teks 'Tepuk Bulu' dengan kalimatmu sendiri. Kertas dikumpulkan.
  • Kertas berisi kalimat majas personifikasi buatan murid yang sudah dihias dapat dipajang sebagai hiasan kelas.
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi dan usaha murid selama pembelajaran.
  • Guru menutup pelajaran dengan salam dan pengingat untuk membaca teks lain di rumah yang mungkin menggunakan majas serupa.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca diberi teks 'Tepuk Bulu' versi yang sudah ditandai kalimat-kalimat kuncinya dengan garis bawah, sehingga mereka dapat fokus pada bagian penting. Murid yang sudah cepat memahami dapat diberikan tantangan tambahan: mencari contoh majas personifikasi dari teks lain di buku siswa atau membuat dua kalimat personifikasi, bukan hanya satu.
  • Proses: Untuk murid yang kesulitan memahami konsep personifikasi, guru mendampingi dengan analogi konkret: 'Bayangkan kamu melihat kok terbang — kalau kamu ceritakan seolah kok itu punya kaki dan berlari, itulah personifikasi.' Murid yang cepat selesai dapat berdiskusi berpasangan untuk saling menilai kalimat personifikasi yang mereka buat.
  • Produk: Murid dapat menyampaikan hasil kerja dalam bentuk tulisan di buku tulis, tulisan hias di kertas berwarna, atau secara lisan kepada guru jika mengalami kesulitan menulis. Semua bentuk produk diterima dan diapresiasi.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan kalimat 'Kok itu berlari kencang melewati net' dan bertanya secara lisan: 'Apakah kalimat ini terasa aneh? Mengapa?' Jawaban murid digunakan untuk mendeteksi pemahaman awal tentang bahasa kiasan sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Observasi lisan: guru memperhatikan ketepatan murid saat menceritakan ulang isi paragraf setelah membaca bersama.
  • Pengecekan tulisan: guru berkeliling memeriksa apakah murid menemukan kalimat personifikasi yang tepat dari teks dan apakah kalimat buatan mereka sudah mengandung unsur personifikasi.
  • Tanya jawab lisan saat diskusi kelas tentang efek penggunaan majas personifikasi dalam teks.

Akhir:

  • Murid mengerjakan dua soal singkat secara mandiri di kertas yang dikumpulkan: (1) Dari dua kalimat yang disajikan, manakah yang menggunakan majas personifikasi? Jelaskan. (2) Tuliskan ide pokok paragraf pertama teks 'Tepuk Bulu' menggunakan kalimatmu sendiri.

Formatif:

  • Observasi lisan saat murid menceritakan kembali isi paragraf (mengukur pemahaman ide pokok).
  • Pemantauan berkeliling saat murid mencari kalimat personifikasi dan membuat kalimat baru (mengukur proses aplikasi konsep).
  • Umpan balik lisan guru saat murid membacakan kalimat personifikasi buatan mereka di depan kelas.

Sumatif:

  • Lembar jawaban singkat: murid mengidentifikasi kalimat personifikasi dari dua kalimat yang disajikan guru dan menuliskan ide pokok paragraf pertama teks 'Tepuk Bulu' dengan kalimat sendiri.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Memahami Ide Pokok TeksMurid tidak dapat menjelaskan ide pokok paragraf, atau jawabannya tidak berkaitan dengan isi teks.Murid dapat menyebutkan sebagian informasi dari teks, tetapi belum dapat merumuskan ide pokok dengan tepat.Murid dapat menuliskan ide pokok paragraf dengan tepat menggunakan kalimat sendiri meskipun masih sederhana.Murid dapat menuliskan ide pokok paragraf dengan tepat dan rinci, disertai informasi pendukung yang relevan dari teks.
Mengenali Majas Personifikasi dalam TeksMurid tidak dapat menemukan kalimat personifikasi dalam teks, atau salah dalam mengidentifikasi.Murid dapat menemukan satu kalimat personifikasi dalam teks, tetapi belum dapat menjelaskan mengapa kalimat tersebut termasuk personifikasi.Murid dapat menemukan kalimat personifikasi dalam teks dan menjelaskan maksudnya dengan benar.Murid dapat menemukan lebih dari satu kalimat personifikasi dalam teks, menjelaskan maksud masing-masing, dan membandingkan efek penggunaan majas tersebut dengan ungkapan biasa.
Membuat Kalimat Majas PersonifikasiKalimat yang dibuat tidak mengandung unsur personifikasi, atau tidak berkaitan dengan tema gerakan olahraga.Kalimat yang dibuat mengandung sedikit unsur personifikasi, tetapi masih tidak konsisten atau kurang tepat (misalnya benda mati diberi sifat tapi bukan tindakan manusia).Kalimat yang dibuat sudah mengandung personifikasi dengan tepat: benda mati digambarkan melakukan tindakan manusia dan berkaitan dengan tema gerakan olahraga.Kalimat yang dibuat mengandung personifikasi yang tepat, kreatif, dan menggugah imajinasi; murid juga mampu menjelaskan efek keindahan kalimat tersebut kepada teman atau guru.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan membaca nyaring dan menceritakan kembali isi teks? Bagaimana cara memastikan semua murid terlibat aktif?
  • Apakah penjelasan majas personifikasi sudah cukup konkret dan sesuai dengan pengalaman murid kelas 4? Perlu penyesuaian apa untuk pertemuan berikutnya?
  • Bagaimana respons murid terhadap kegiatan membuat kalimat personifikasi di kertas berwarna? Apakah kegiatan ini cukup memotivasi dan menggembirakan?
  • Murid mana yang masih perlu pendampingan lebih dalam memahami ide pokok atau konsep personifikasi? Tindak lanjut apa yang akan dilakukan?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang teks 'Tepuk Bulu' atau majas personifikasi adalah ...
  • Bagian pembelajaran yang paling aku sukai hari ini adalah ... karena ...
  • Satu hal yang masih ingin aku tahu lebih lanjut tentang majas adalah ...

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia 'Lihat Sekitar' Kelas 4 SD/MI — teks 'Tepuk Bulu' (Bab 4: Meliuk dan Menerjang)
  2. Panduan Guru Bahasa Indonesia 'Lihat Sekitar' Kelas 4 SD/MI — Panduan Khusus Bab IV
  3. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring: kbbi.kemdikbud.go.id — untuk penjelasan kosakata baru
  4. Gambar atau foto pemain bulu tangkis Indonesia (dapat dicetak atau ditampilkan melalui proyektor) sebagai apersepsi visual
  5. Kertas berwarna atau kertas putih untuk menulis dan menghias kalimat majas personifikasi buatan murid
  6. Papan tulis/whiteboard untuk menuliskan contoh kalimat dan poin-poin penting selama diskusi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.