Modul AjarPertemuan 8Bab 4Fase BSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Melakukan Wawancara tentang Kegiatan Meliuk dan Menerjang

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 dengan topik "Melakukan Wawancara tentang Kegiatan Meliuk dan Menerjang". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Melakukan Wawancara tentang Kegiatan Meliuk dan Menerjang

Bahasa Indonesia - Kelas 4

Bab 4 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Melakukan Wawancara tentang Kegiatan Meliuk dan Menerjang

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMelakukan Wawancara tentang Kegiatan Meliuk dan Menerjang
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu melakukan wawancara dengan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks (elemen: Berbicara dan Mempresentasikan)
  2. Murid mampu menyimak dan memahami informasi dari hasil wawancara tentang tarian, bela diri, atau olahraga (elemen: Menyimak)

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu mewawancarai seseorang? Seperti apa rasanya dan apa yang kamu tanyakan?
  2. Jika kamu bisa mewawancarai seorang penari atau atlet pencak silat, apa hal paling menarik yang ingin kamu ketahui dari mereka?
  3. Mengapa volume suara dan nada bicara kita perlu disesuaikan saat melakukan wawancara?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: mengajukan pertanyaan lisan singkat — 'Siapa yang pernah mewawancarai orang lain? Ceritakan sebentar!' — untuk mengetahui pengalaman awal murid dengan wawancara.
  • Guru menampilkan gambar atau video pendek (15–20 detik) seorang anak yang sedang mewawancarai penari atau atlet, lalu mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apa yang sedang dilakukan anak itu? Bagaimana cara dia berbicara?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara ringkas: murid akan berlatih melakukan wawancara dengan suara dan nada yang pas, serta menyimak hasil wawancara temannya.
  • Guru menata murid secara berpasangan atau berkelompok kecil (3–4 orang) sebagai persiapan kegiatan inti.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengingatkan kembali struktur teks wawancara (pembuka, isi, penutup) dan komponen penting: pewawancara, narasumber, pertanyaan, dan jawaban.
  • Guru memberikan contoh langsung: melakukan simulasi wawancara singkat (2–3 pertanyaan) di depan kelas dengan salah satu murid sebagai narasumber bertopik kegiatan tari atau olahraga favorit. Guru secara sadar mendemonstrasikan volume suara yang tepat (tidak terlalu pelan/keras) dan intonasi yang natural.
  • Murid diminta mengamati simulasi dan mencatat: (1) pertanyaan apa yang diajukan, (2) bagaimana volume dan intonasi guru saat bertanya, dan (3) informasi apa yang berhasil diperoleh.
  • Diskusi kelas singkat (5 menit): guru bertanya 'Apa perbedaan berbicara dengan suara terlalu pelan vs terlalu keras saat wawancara? Kapan intonasi kita naik atau turun?' untuk membangun pemahaman bersama.
  • Guru membagikan lembar daftar pertanyaan wawancara yang sudah disiapkan sebagai panduan (topik: tarian, bela diri, atau olahraga) dan menjelaskan cara menggunakannya.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bekerja berpasangan: satu berperan sebagai pewawancara, satu sebagai narasumber yang menceritakan pengalaman atau pengetahuannya tentang tarian, bela diri, atau olahraga (boleh fiksi jika tidak memiliki pengalaman nyata).
  • Pewawancara menggunakan daftar pertanyaan panduan (minimal 4 pertanyaan) dan boleh menambahkan pertanyaan spontan dari informasi yang didapat. Kegiatan berlangsung selama ±8 menit per pasang.
  • Penyimak (narasumber) juga bertugas menyimak pertanyaan dengan seksama dan memberikan jawaban yang informatif.
  • Setelah sesi pertama selesai, peran ditukar: yang semula narasumber menjadi pewawancara dan sebaliknya (±8 menit).
  • Guru berkeliling memantau jalannya wawancara, memberikan umpan balik langsung (bisik atau isyarat) tentang volume dan intonasi yang perlu disesuaikan.
  • Dua atau tiga pasang diminta mempresentasikan ulang wawancara mereka di depan kelas selama ±2 menit per pasang, sementara kelas menyimak dan mencatat satu informasi menarik yang mereka dengar.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah presentasi, murid yang menyimak berbagi: 'Satu informasi menarik yang aku dengar dari wawancara teman adalah...' — dilakukan secara lisan bergilir selama ±3 menit.
  • Guru memimpin diskusi reflektif singkat: 'Apa yang sudah berhasil kalian lakukan dengan baik dalam wawancara tadi? Apa yang masih perlu diperbaiki — volume, intonasi, atau cara bertanya?'
  • Murid mengisi lembar refleksi diri singkat (3 pertanyaan ceklis + 1 kalimat terbuka): (1) Apakah aku berbicara dengan volume yang sesuai? (2) Apakah intonasiku natural dan tidak monoton? (3) Apakah aku menyimak jawaban narasumber dengan baik? (4) Satu hal yang ingin aku tingkatkan adalah...
  • Guru menegaskan kembali kaitan kegiatan hari ini dengan kehidupan nyata: wawancara adalah keterampilan yang digunakan jurnalis, peneliti, dan siapa pun yang ingin menggali informasi, termasuk mengenal budaya Indonesia seperti tari tradisional dan pencak silat.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman bersama: apa itu wawancara yang baik, ciri volume dan intonasi yang tepat, dan cara menyimak informasi dari wawancara.
  • Guru melakukan asesmen akhir lisan: memanggil 2–3 murid secara acak dan meminta mereka menyampaikan satu informasi yang mereka simak dari wawancara teman hari ini.
  • Guru memberikan apresiasi atas keberanian dan partisipasi murid selama kegiatan.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta mengamati satu orang di rumah (anggota keluarga atau tetangga) yang melakukan aktivitas gerak seperti menari, berolahraga, atau bela diri, dan memikirkan 2 pertanyaan yang ingin mereka tanyakan kepada orang tersebut sebagai latihan mandiri.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum familiar dengan topik tarian/bela diri/olahraga, guru menyediakan kartu informasi ringkas berisi fakta singkat tentang tari saman, pencak silat, atau bulu tangkis sebagai bekal pengetahuan sebelum berwawancara.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan daftar pertanyaan wawancara yang lebih terstruktur dan lengkap (7–8 pertanyaan siap pakai). Murid yang sudah cakap didorong untuk membuat pertanyaan sendiri tanpa panduan dan menambahkan pertanyaan lanjutan (follow-up questions) berdasarkan jawaban narasumber.
  • Produk: Murid yang sudah sangat berkembang dapat menuliskan ringkasan hasil wawancara mereka dalam 3–4 kalimat sebagai produk tambahan. Murid yang masih berkembang cukup menyampaikan hasil wawancara secara lisan.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik di pendahuluan: 'Siapa yang pernah mewawancarai seseorang? Apa yang kamu tanyakan?' — guru mencatat murid mana yang sudah memiliki pengalaman wawancara dan mana yang belum sebagai acuan diferensiasi.
  • Guru mengamati respons murid terhadap video/gambar simulasi wawancara untuk mengetahui pemahaman awal tentang konteks topik (tarian, bela diri, olahraga).

Proses:

  • Observasi terstruktur selama sesi wawancara berpasangan: guru menggunakan lembar ceklis untuk menilai volume suara (tepat/terlalu pelan/terlalu keras) dan intonasi (bervariasi/monoton) setiap murid.
  • Umpan balik formatif langsung kepada murid saat guru berkeliling, dengan fokus pada perbaikan volume dan intonasi secara spesifik.
  • Catatan murid penyimak selama presentasi pasangan lain digunakan sebagai bukti kemampuan menyimak dan memahami informasi dari wawancara.

Akhir:

  • Asesmen lisan: 2–3 murid secara acak diminta menyampaikan satu informasi yang berhasil mereka simak dari wawancara teman, dinilai dengan rubrik aspek menyimak.
  • Lembar refleksi diri murid (3 ceklis + 1 kalimat terbuka) dikumpulkan sebagai bukti kesadaran diri atas kemampuan berbicara dan menyimak yang telah dikembangkan.

Formatif:

  • Observasi guru selama kegiatan wawancara berpasangan: memantau volume suara dan intonasi murid menggunakan lembar observasi sederhana (ceklis per murid).
  • Umpan balik langsung (on-the-spot feedback) dari guru saat berkeliling selama sesi wawancara.
  • Penilaian sejawat: murid yang menyimak presentasi pasangan lain memberikan satu catatan positif dan satu saran perbaikan secara lisan.

Sumatif:

  • Asesmen lisan akhir: 2–3 murid dipilih acak untuk menyampaikan satu informasi yang berhasil mereka simak dari wawancara teman, dinilai menggunakan rubrik.
  • Lembar refleksi diri murid dikumpulkan sebagai bukti asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Volume Suara saat WawancaraSuara sangat pelan sehingga tidak terdengar oleh narasumber, atau terlalu keras sehingga mengganggu pasangan lain.Suara kadang tepat, tetapi sering berubah-ubah (terlalu pelan atau keras) sehingga narasumber perlu meminta pengulangan.Suara sebagian besar terdengar jelas dan sesuai konteks wawancara, dengan sedikit ketidaksesuaian.Suara selalu terdengar jelas, konsisten sesuai konteks wawancara, dan nyaman didengar oleh narasumber maupun pendengar lain.
Intonasi saat WawancaraIntonasi sangat monoton dan datar sehingga pertanyaan tidak tersampaikan dengan efektif.Intonasi mulai bervariasi pada beberapa pertanyaan, tetapi masih sering terdengar ragu-ragu atau tidak alami.Intonasi sebagian besar natural dan bervariasi sesuai jenis kalimat (tanya, pernyataan, lanjutan), dengan sedikit kesalahan.Intonasi selalu natural, bervariasi, dan tepat sesuai jenis kalimat dan konteks wawancara, membuat percakapan terasa hidup dan lancar.
Kemampuan Menyimak Informasi dari WawancaraTidak dapat menyampaikan kembali informasi apapun dari wawancara yang didengar.Dapat menyampaikan kembali satu informasi dari wawancara, tetapi kurang tepat atau tidak lengkap.Dapat menyampaikan kembali satu informasi dari wawancara dengan tepat dan cukup jelas.Dapat menyampaikan kembali dua atau lebih informasi dari wawancara dengan tepat, jelas, dan runtut, disertai penjelasan singkat.
Kelancaran dan Keberanian BerbicaraTidak berani berbicara atau sangat terbata-bata sehingga wawancara tidak dapat berjalan.Berani berbicara meski masih sering terhenti lama dan membutuhkan dorongan dari guru atau teman.Berbicara dengan cukup lancar dan percaya diri, dengan jeda yang wajar.Berbicara dengan lancar, percaya diri, dan mampu merespons jawaban narasumber dengan pertanyaan lanjutan secara spontan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang cukup untuk berlatih melakukan wawancara hari ini? Jika tidak, apa yang perlu diatur ulang?
  • Apakah simulasi wawancara yang saya demonstrasikan cukup jelas untuk dipahami dan ditiru murid?
  • Murid mana yang masih sangat kesulitan dengan volume/intonasi? Apa tindak lanjut yang akan saya berikan?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan (kartu informasi, panduan pertanyaan bertingkat) efektif menjangkau murid dengan kebutuhan berbeda?
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling membuat murid antusias? Bagaimana saya bisa memanfaatkan ini di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Satu hal yang sudah aku lakukan dengan baik saat wawancara hari ini adalah...
  • Satu hal yang masih ingin aku perbaiki dalam cara aku berbicara saat wawancara adalah...
  • Informasi menarik yang aku pelajari dari mendengarkan wawancara teman hari ini adalah...
  • Bagaimana perasaanku saat menjadi pewawancara? Apa yang membuatku merasa begitu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia 'Lihat Sekitar' Kelas IV (Edisi Revisi), Kemendikbudristek 2023 — Bab IV 'Meliuk dan Menerjang', bagian teks wawancara
  2. Panduan Guru Bahasa Indonesia 'Lihat Sekitar' Kelas IV (Edisi Revisi), Eva Yulia Nukman & Cicilia Erni Setyowati, ISBN 978-623-118-511-2
  3. Video pendek atau gambar ilustrasi kegiatan wawancara (disiapkan guru, berdurasi 15–20 detik)
  4. Lembar daftar pertanyaan wawancara (disiapkan guru, bertopik tarian/bela diri/olahraga)
  5. Lembar refleksi diri murid (disiapkan guru)
  6. Lembar observasi guru untuk penilaian proses (ceklis volume dan intonasi)
  7. Kartu informasi singkat tentang tari saman, pencak silat, dan bulu tangkis (untuk diferensiasi konten)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.