Modul AjarPertemuan 7Bab 4Fase BSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Menulis Teks Wawancara tentang Kegiatan Bergerak

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 dengan topik "Menulis Teks Wawancara tentang Kegiatan Bergerak". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Menulis Teks Wawancara tentang Kegiatan Bergerak

Bahasa Indonesia - Kelas 4

Bab 4 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Menulis Teks Wawancara tentang Kegiatan Bergerak

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMenulis Teks Wawancara tentang Kegiatan Bergerak
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menulis teks wawancara sederhana dengan pertanyaan yang sesuai tentang kegiatan menari, berolahraga, atau bela diri
  2. Murid mampu menggunakan kaidah kebahasaan yang tepat dalam menulis teks wawancara

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu mewawancarai seseorang? Bagaimana caranya agar orang yang kita wawancarai mau menjawab dengan senang hati?
  2. Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang kegiatan menari atau olahraga seseorang, pertanyaan apa saja yang ingin kamu tanyakan?
  3. Menurutmu, apa bedanya bertanya biasa dengan bertanya dalam wawancara?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan meminta mereka duduk dengan nyaman. Guru mengajak murid melakukan satu gerakan peregangan ringan (misalnya memutar bahu) selama 30 detik sebagai pemantik semangat dan pengait tema bergerak.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar menulis teks wawancara tentang kegiatan bergerak seperti menari, olahraga, atau bela diri.
  • Guru melakukan asesmen awal secara lisan: menanyakan kepada 3–4 murid apakah mereka pernah membaca atau menulis teks wawancara, dan apa yang mereka ketahui tentang isi teks wawancara.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membuka diskusi singkat (3–4 menit): 'Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang kegiatan menari seseorang, pertanyaan apa saja yang ingin kamu tanyakan?'
  • Guru memberikan gambaran alur kegiatan hari ini: membaca contoh teks wawancara → menelaah strukturnya → menulis teks wawancara sendiri → mempresentasikan dan merefleksi.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan teks wawancara contoh berjudul 'Laporan Wawancara' yang ada di buku siswa. Murid membaca teks tersebut secara mandiri selama 3 menit (Berkesadaran: membaca dengan fokus dan penuh perhatian).
  • Guru mengajak murid mencermati struktur teks wawancara: bagian pembuka (salam/perkenalan pewawancara), isi wawancara (pertanyaan dan jawaban), dan penutup.
  • Guru menampilkan atau menulis di papan tulis contoh kaidah kebahasaan teks wawancara: penggunaan kalimat tanya (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana), tanda tanya (?), tanda titik dua (:) untuk pemisah nama dan ucapan, serta bahasa yang santun.
  • Guru dan murid berdiskusi singkat: 'Dari teks contoh tadi, pertanyaan mana yang paling menarik dan mengapa?' — murid menjawab secara lisan bergantian (Bermakna: mengaitkan isi teks dengan pengalaman dan pendapat pribadi).
  • Guru memberikan panduan menulis teks wawancara dalam bentuk kerangka di papan tulis: (1) Topik wawancara, (2) Narasumber, (3) Daftar minimal 4 pertanyaan, (4) Kalimat pembuka dan penutup wawancara.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru meminta setiap murid memilih satu topik kegiatan bergerak yang mereka sukai: menari, olahraga (misalnya sepak bola, renang, bulu tangkis), atau bela diri (pencak silat, karate). Pilihan bebas agar murid merasa memiliki tulisannya (Menggembirakan: pilihan personal meningkatkan antusiasme).
  • Murid secara mandiri menulis teks wawancara sederhana di buku tulis atau lembar kerja yang disediakan guru. Teks harus memuat: nama pewawancara dan narasumber, minimal 4 pertanyaan seputar kegiatan bergerak yang dipilih, serta kalimat pembuka dan penutup wawancara (Bermakna: menulis untuk tujuan nyata — seolah akan mewawancarai tokoh atau teman sungguhan).
  • Selama murid menulis, guru berkeliling memantau dan memberikan umpan balik lisan singkat kepada individu: mengingatkan penggunaan kalimat tanya yang tepat, penulisan tanda tanya, dan bahasa yang santun.
  • Setelah selesai menulis (sekitar 12–15 menit), murid diminta membaca ulang tulisannya sendiri dan memberi tanda centang pada setiap pertanyaan yang sudah menggunakan kata tanya dan tanda baca yang benar (penilaian diri sederhana).
  • Dua atau tiga murid sukarela membacakan teks wawancara hasil tulisan mereka di depan kelas. Murid lain menyimak dan diminta memberikan satu komentar positif atau satu saran perbaikan (Menggembirakan: suasana saling menghargai dan bersemangat berbagi).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid berhenti sejenak dan merenungkan proses menulis yang baru mereka lakukan: 'Bagian mana yang terasa mudah? Bagian mana yang terasa sulit?' Murid menuliskan jawaban singkat di pojok lembar kerja mereka (Berkesadaran: mengenali proses belajar sendiri).
  • Guru memimpin diskusi kelas singkat: membahas kesalahan umum yang ditemukan saat berkeliling, misalnya lupa tanda tanya, atau pertanyaan yang tidak relevan dengan topik. Guru menawarkan cara perbaikannya.
  • Murid diminta mengisi lembar refleksi mini dengan 2 pertanyaan: (1) Satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang teks wawancara? (2) Apa yang akan kamu lakukan berbeda jika menulis teks wawancara lagi? (Bermakna: refleksi menghubungkan belajar hari ini dengan tindak lanjut nyata).
  • Guru mengumpulkan hasil tulisan teks wawancara murid sebagai bahan asesmen akhir.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat simpulan pembelajaran: struktur teks wawancara terdiri dari pembuka, isi (pertanyaan-jawaban), dan penutup; kaidah kebahasaan meliputi kalimat tanya, tanda tanya, tanda titik dua, dan bahasa santun.
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas usaha menulis teks wawancara hari ini, khususnya kepada yang berani membacakan hasil tulisannya.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid dapat mencoba mewawancarai anggota keluarga atau teman tentang kegiatan olahraga atau seni mereka sebagai latihan tambahan di rumah.
  • Guru menutup pembelajaran dan memimpin murid berdoa atau mengucapkan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang kesulitan diberikan kerangka teks wawancara yang sudah terisi sebagian (kata tanya sudah tersedia, tinggal melengkapi konteks dan narasumber). Murid yang cepat dapat menulis teks wawancara dengan narasumber berbeda untuk dua kegiatan bergerak sekaligus.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat bekerja berdampingan dengan teman sebangku sebagai 'mitra menulis' (saling membaca dan memberi masukan), sementara murid mandiri mengerjakan secara individual penuh.
  • Produk: Murid yang sudah berkembang dapat menambahkan paragraf narasi singkat di atas teks wawancara yang menggambarkan situasi wawancara berlangsung, sebagai pengayaan produktif.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di pendahuluan: guru menanyakan kepada 3–4 murid apakah mereka pernah membaca teks wawancara, dan apa saja yang biasanya ada dalam teks wawancara. Hasil digunakan untuk menentukan seberapa banyak scaffolding yang perlu diberikan selama kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi berkeliling selama murid menulis teks wawancara: guru mencatat kelancaran penulisan, ketepatan kata tanya, dan penggunaan tanda baca.
  • Penilaian diri murid dengan memberi tanda centang pada setiap pertanyaan yang sudah menggunakan kata tanya dan tanda baca yang benar.
  • Umpan balik lisan sejawat saat dua atau tiga murid membacakan hasil tulisan di depan kelas.

Akhir:

  • Pengumpulan lembar kerja/buku tulis: guru menilai teks wawancara yang ditulis murid menggunakan rubrik 4 level mencakup kelengkapan struktur teks, kesesuaian pertanyaan dengan topik kegiatan bergerak, dan ketepatan kaidah kebahasaan.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid menulis: mencatat murid yang kesulitan menentukan pertanyaan atau menggunakan tanda baca, dan memberikan umpan balik lisan langsung.
  • Penilaian diri murid: memberi tanda centang pada pertanyaan yang sudah menggunakan kata tanya dan tanda baca yang benar dalam tulisan sendiri.
  • Penilaian sejawat lisan: murid yang menyimak pembacaan hasil tulisan teman memberikan satu komentar positif dan satu saran perbaikan.

Sumatif:

  • Guru menilai hasil tulisan teks wawancara murid menggunakan rubrik 4 level pada dua aspek: (1) Kelengkapan dan kesesuaian pertanyaan wawancara, dan (2) Ketepatan penggunaan kaidah kebahasaan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan dan Kesesuaian Pertanyaan WawancaraMenulis kurang dari 2 pertanyaan, atau pertanyaan yang ditulis tidak berkaitan dengan topik kegiatan bergerak (menari/olahraga/bela diri).Menulis 2–3 pertanyaan yang sebagian sesuai dengan topik kegiatan bergerak, namun teks wawancara belum memiliki kalimat pembuka atau penutup.Menulis minimal 4 pertanyaan yang sesuai dengan topik kegiatan bergerak, dilengkapi kalimat pembuka dan penutup wawancara.Menulis minimal 4 pertanyaan yang sesuai, relevan, dan bervariasi (menggunakan berbagai kata tanya) tentang topik kegiatan bergerak, dilengkapi kalimat pembuka dan penutup yang lengkap dan santun.
Ketepatan Kaidah KebahasaanTidak menggunakan kata tanya dengan benar, tidak ada tanda tanya, dan tidak menggunakan tanda titik dua untuk memisahkan nama dan ucapan.Menggunakan kata tanya pada sebagian pertanyaan, namun tanda tanya dan tanda titik dua masih banyak yang kurang tepat.Menggunakan kata tanya dengan benar pada sebagian besar pertanyaan, tanda tanya dan tanda titik dua digunakan dengan cukup tepat, bahasa yang digunakan santun.Menggunakan kata tanya dengan benar pada seluruh pertanyaan, tanda tanya dan tanda titik dua digunakan dengan konsisten dan tepat, bahasa santun dan komunikatif sepanjang teks wawancara.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah contoh teks wawancara yang saya berikan cukup jelas untuk dipahami murid kelas 4?
  • Murid mana yang tampak kesulitan, dan scaffolding apa yang perlu saya siapkan untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional dan mencukupi?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan berbeda secara efektif?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang teks wawancara?
  • Bagian mana dari menulis teks wawancara yang terasa paling sulit bagimu? Mengapa?
  • Apa yang akan kamu lakukan berbeda jika kamu menulis teks wawancara lagi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia 'Lihat Sekitar' Kelas IV (Edisi Revisi), Kemendikbudristek 2023 — Bab IV 'Meliuk dan Menerjang', bagian teks wawancara 'Laporan Wawancara'
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia 'Lihat Sekitar' Kelas IV (Edisi Revisi), Eva Yulia Nukman & Cicilia Erni Setyowati, Kemendikbudristek 2023
  3. Lembar kerja menulis teks wawancara (disiapkan guru, berisi kerangka: topik, narasumber, kolom pertanyaan, kalimat pembuka dan penutup)
  4. Papan tulis dan spidol untuk menampilkan struktur dan kaidah kebahasaan teks wawancara
  5. Lembar refleksi mini murid (disiapkan guru, berisi 2 pertanyaan refleksi)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.