Modul AjarPertemuan 4Bab 4Fase BSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Menulis Pengalaman Bergerak dan Kalimat Persuasif

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 dengan topik "Menulis Pengalaman Bergerak dan Kalimat Persuasif". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Menulis Pengalaman Bergerak dan Kalimat Persuasif

Bahasa Indonesia - Kelas 4

Bab 4 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Menulis Pengalaman Bergerak dan Kalimat Persuasif

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMenulis Pengalaman Bergerak dan Kalimat Persuasif
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menulis teks sederhana tentang pengalaman bergerak seperti menari atau berolahraga dengan rangkaian kalimat yang beragam.
  2. Murid mampu menggunakan kalimat persuasif untuk mengajak orang lain aktif bergerak.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu menari, berolahraga, atau melakukan gerakan seru lainnya? Bagaimana rasanya saat melakukan gerakan itu?
  2. Jika kamu ingin mengajak teman untuk ikut berolahraga bersamamu, kira-kira kata-kata apa yang akan kamu gunakan agar mereka mau?
  3. Menurutmu, mengapa penting bagi kita untuk berbagi pengalaman bergerak kepada orang lain?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan meminta murid duduk membentuk lingkaran atau setengah lingkaran.
  • Guru mengajak murid melakukan gerakan pemanasan ringan selama 2 menit (tepuk tangan berpola, gerakan tangan ke atas-bawah) untuk menciptakan suasana bersemangat.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberikan waktu murid berbagi secara singkat (masing-masing 1–2 kalimat lisan).
  • Asesmen awal: Guru meminta murid menuliskan satu kalimat di sticky note atau di buku tentang kegiatan bergerak favorit mereka, untuk memetakan kosakata dan kemampuan awal menulis.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menulis pengalaman bergerak dan berlatih membuat kalimat persuasif.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat agar murid tahu apa yang akan mereka lakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan atau membacakan dua contoh paragraf pendek: (1) teks pengalaman bergerak (misal: cerita singkat tentang pengalaman menari Saman atau bermain bulu tangkis) dan (2) satu kalimat persuasif (misal: 'Ayo bergabung bersama kami karena bergerak membuat tubuh kita kuat dan bahagia!').
  • Guru meminta murid mengamati kedua contoh dan bertanya: 'Apa perbedaan dua teks ini? Mana yang bercerita dan mana yang mengajak?'
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat (5 menit) untuk menemukan ciri-ciri teks pengalaman (menggunakan kata 'aku/saya', urutan kejadian, kata kerja aktif) dan ciri kalimat persuasif (menggunakan kata ajakan: ayo, mari, sebaiknya; menyebut manfaat; nada mengundang).
  • Guru menuliskan ciri-ciri tersebut di papan tulis sebagai panduan menulis (anchor chart) yang akan dijadikan referensi selama kegiatan.
  • Murid mencatat poin penting di buku tulis sebagai bekal menulis (berkesadaran: murid menyadari apa yang sedang dipelajari dan mengapa).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kerja 'Petualangan Gerakku' yang memuat: (a) kotak 'Pengalamanku Bergerak' untuk menulis teks pengalaman (minimal 3 kalimat beragam), dan (b) kotak 'Ajakku Bergerak!' untuk menulis 2 kalimat persuasif.
  • Sebelum menulis, murid diberi waktu 2 menit untuk menutup mata sejenak, membayangkan pengalaman bergerak favorit mereka (berkesadaran: visualisasi untuk mengaktifkan memori bermakna), lalu membuka mata dan mencatat kata-kata kunci yang muncul di benak mereka.
  • Murid mulai menulis teks pengalaman bergerak secara mandiri menggunakan kata-kata kunci yang sudah mereka catat, memperhatikan ciri-ciri yang ada di papan tulis.
  • Setelah teks pengalaman selesai, murid melanjutkan menulis 2 kalimat persuasif di kotak kedua, dengan memanfaatkan kata ajakan yang telah didiskusikan.
  • Guru berkeliling memantau proses menulis, memberikan umpan balik lisan singkat kepada murid yang membutuhkan dorongan (misal: 'Kalimatmu sudah bagus, coba tambahkan satu kata yang menggambarkan perasaanmu saat itu.').
  • Asesmen proses: Guru mengamati lembar kerja yang sedang dikerjakan dan menggunakan daftar cek untuk mencatat apakah murid sudah menggunakan rangkaian kalimat beragam dan kata ajakan yang tepat.

Merefleksi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid berpasangan (think-pair-share): mereka saling membaca tulisan teman dan memberikan satu pujian dan satu saran menggunakan kalimat yang sopan (misal: 'Aku suka bagian... karena... Menurutku bisa ditambahkan...').
  • Setelah umpan balik teman, murid diberi waktu 3 menit untuk memperbaiki atau menyempurnakan tulisan mereka berdasarkan saran yang diterima.
  • Guru meminta 2–3 sukarelawan membacakan kalimat persuasif mereka di depan kelas dengan intonasi yang meyakinkan, sementara teman-teman merespons dengan acungan jempol atau tepuk tangan jika kalimat terasa mengajak.
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat: 'Kalimat persuasif mana yang paling membuatmu ingin bergerak? Mengapa?'
  • Murid mengisi bagian refleksi di lembar kerja: 'Satu hal baru yang aku pelajari hari ini adalah... Aku ingin mencoba... dalam tulisanku ke depan.'

Penutup:

  • Guru mengajak murid merangkum bersama: apa itu teks pengalaman bergerak dan apa ciri kalimat persuasif (bisa dengan tanya jawab cepat).
  • Asesmen akhir: Murid mengumpulkan lembar kerja 'Petualangan Gerakku' sebagai bukti hasil belajar yang akan dinilai menggunakan rubrik.
  • Guru memberikan apresiasi verbal atas semangat dan kreativitas murid hari ini.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid dapat menyempurnakan tulisan di rumah atau menceritakan pengalaman bergerak baru yang ingin mereka coba.
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan ajakan singkat: 'Tetap semangat bergerak, karena gerak membuat kita sehat dan bahagia!'

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar menulis dapat menggunakan bantuan gambar yang disediakan guru (ilustrasi orang menari, berlari, atau bermain bola) sebagai pijakan ide sebelum menulis. Murid yang sudah mahir dapat diminta menulis teks pengalaman lebih panjang (5 kalimat atau lebih) dan membuat 3 kalimat persuasif dengan variasi kata ajakan yang berbeda.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menggunakan kartu kata (kata kerja aktif dan kata ajakan) yang disediakan guru sebagai scaffold. Guru dapat mendampingi kelompok kecil murid yang mengalami kesulitan selama tahap Mengaplikasi. Murid yang cepat selesai dapat langsung berpasangan dan saling memberikan umpan balik tanpa menunggu arahan.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan cukup menghasilkan minimal 3 kalimat teks pengalaman dan 1 kalimat persuasif. Murid tipikal menghasilkan teks pengalaman dengan rangkaian kalimat beragam dan 2 kalimat persuasif. Murid yang sudah sangat berkembang dapat mengembangkan kalimat persuasifnya menjadi satu paragraf ajakan yang lengkap dengan alasan dan manfaat.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menuliskan satu kalimat tentang kegiatan bergerak favorit mereka di sticky note atau buku tulis di awal pembelajaran, untuk memetakan kosakata awal dan kemampuan menulis dasar.

Proses:

  • Observasi menggunakan daftar cek saat murid mengerjakan lembar kerja: apakah kalimat beragam, apakah menggunakan kata ajakan.
  • Umpan balik lisan singkat dari guru kepada murid secara individual saat berkeliling.
  • Kegiatan peer feedback (think-pair-share): murid saling menilai dan memberi saran pada tulisan teman.

Akhir:

  • Penilaian lembar kerja 'Petualangan Gerakku' menggunakan rubrik 4 level yang mencakup aspek: (1) kelengkapan dan keruntutan teks pengalaman bergerak, (2) keberagaman struktur kalimat, dan (3) ketepatan penggunaan kalimat persuasif.

Formatif:

  • Observasi guru selama murid menulis: memantau penggunaan rangkaian kalimat beragam dan kata ajakan persuasif menggunakan daftar cek.
  • Umpan balik lisan guru kepada individu saat berkeliling di tahap Mengaplikasi.
  • Kegiatan think-pair-share: murid saling memberi pujian dan saran tertulis di lembar kerja teman.

Sumatif:

  • Pengumpulan lembar kerja 'Petualangan Gerakku' yang dinilai menggunakan rubrik 4 level pada aspek: kelengkapan teks pengalaman, keberagaman kalimat, dan ketepatan kalimat persuasif.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan dan Keruntutan Teks Pengalaman BergerakTulisan hanya berupa kata-kata lepas atau satu kalimat saja, belum membentuk teks pengalaman yang utuh.Tulisan terdiri dari 2 kalimat yang menceritakan pengalaman, namun urutan kejadian belum runtut atau ide kurang jelas.Tulisan terdiri dari 3 kalimat atau lebih yang runtut, menceritakan pengalaman bergerak dengan ide yang cukup jelas.Tulisan terdiri dari 4 kalimat atau lebih yang runtut dan detail, menceritakan pengalaman bergerak secara jelas dan hidup dengan penggambaran perasaan atau suasana.
Keberagaman Rangkaian KalimatSemua kalimat memiliki pola yang sama persis (misal: seluruhnya kalimat pendek atau seluruhnya kalimat tunggal) tanpa variasi.Terdapat sedikit variasi kalimat (misal: 1–2 kalimat berbeda pola dari yang lain), namun belum konsisten.Terdapat variasi kalimat yang cukup (misal: kalimat panjang-pendek, kalimat dengan kata sambung) dalam teks pengalaman.Kalimat-kalimat dalam teks bervariasi secara konsisten dalam panjang dan pola, menggunakan berbagai kata sambung dan ungkapan yang membuat tulisan mengalir dan enak dibaca.
Ketepatan Penggunaan Kalimat PersuasifTidak terdapat kalimat persuasif, atau kalimat yang ditulis tidak mengandung unsur ajakan sama sekali.Terdapat 1 kalimat yang mencoba mengajak, namun belum menggunakan kata ajakan yang tepat atau alasan yang mendukung.Terdapat 1–2 kalimat persuasif dengan kata ajakan yang tepat (ayo, mari, sebaiknya) dan disertai satu alasan atau manfaat.Terdapat 2 atau lebih kalimat persuasif dengan kata ajakan yang tepat, disertai alasan atau manfaat yang meyakinkan, dan nada penulisan terasa mengundang pembaca untuk bertindak.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil menulis teks pengalaman bergerak dengan rangkaian kalimat yang beragam hari ini? Jika belum, apa yang perlu saya ubah pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah kegiatan think-pair-share berjalan efektif untuk mendorong murid memperbaiki tulisan mereka?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan (scaffold kata, gambar, tugas tambahan) sudah menjangkau kebutuhan semua murid?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk menyelesaikan semua tahap kegiatan? Bagian mana yang perlu disesuaikan?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang menulis adalah...
  • Bagian menulis yang terasa mudah bagiku adalah... dan yang masih sulit adalah...
  • Kalimat persuasif yang paling aku suka dari teman adalah... karena...
  • Kalau aku bisa menulis ulang teks pengalamanku, aku ingin menambahkan...

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia 'Lihat Sekitar' Kelas IV, Kemdikbudristek 2023 (Bab IV: Meliuk dan Menerjang)
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia 'Lihat Sekitar' Kelas IV (Edisi Revisi), Eva Yulia Nukman & Cicilia Erni Setyowati, ISBN 978-623-118-511-2
  3. Lembar Kerja 'Petualangan Gerakku' (dibuat guru, berisi dua kotak: teks pengalaman dan kalimat persuasif)
  4. Anchor chart ciri-ciri teks pengalaman dan kalimat persuasif (papan tulis atau kertas plano)
  5. Kartu kata scaffold (kata kerja aktif dan kata ajakan) untuk murid yang membutuhkan dukungan
  6. Sticky note untuk asesmen awal
  7. Gambar ilustrasi kegiatan bergerak (menari, berlari, bulu tangkis) sebagai stimulus visual

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.