Modul AjarPertemuan 1Bab 4Fase BSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Siap-Siap Belajar: Mengenal Gerakan Meliuk dan Menerjang

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 dengan topik "Siap-Siap Belajar: Mengenal Gerakan Meliuk dan Menerjang". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Siap-Siap Belajar: Mengenal Gerakan Meliuk dan Menerjang

Bahasa Indonesia - Kelas 4

Bab 4 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Siap-Siap Belajar: Mengenal Gerakan Meliuk dan Menerjang

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikSiap-Siap Belajar: Mengenal Gerakan Meliuk dan Menerjang
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu mengidentifikasi berbagai kegiatan yang melibatkan gerakan meliuk dan menerjang seperti menari dan berolahraga melalui diskusi dan pengamatan gambar.
  2. Murid mampu menyebutkan minimal dua contoh kegiatan yang menggunakan gerakan meliuk dan menerjang dengan kalimat yang jelas dan percaya diri.
  3. Murid mampu menyampaikan pendapat tentang kegiatan yang berkaitan dengan gerakan meliuk dan menerjang dalam diskusi kelas dengan volume dan intonasi yang tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat atau melakukan gerakan menari atau berolahraga? Gerakan apa saja yang kamu lakukan?
  2. Menurutmu, apa yang dimaksud dengan gerakan meliuk dan menerjang? Kegiatan apa yang menggunakan gerakan tersebut?
  3. Mengapa kita perlu belajar tentang gerakan tubuh dalam kegiatan seni dan olahraga?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan mengajak berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru meminta murid merapikan kursi ke pinggir kelas agar ruang tengah lebih leluasa untuk kegiatan bergerak.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya singkat: 'Siapa di sini yang pernah ikut kursus menari atau olahraga? Gerakan apa yang biasa kalian lakukan?' (diagnostik lisan, guru mencatat respons untuk memetakan pengetahuan awal).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan mengenal berbagai kegiatan yang melibatkan gerakan meliuk dan menerjang melalui pengamatan gambar dan diskusi.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid.
  • Guru memberi kesempatan 1-2 murid untuk memperagakan gerakan favorit dari kegiatan ekstrakurikuler atau kursus yang mereka ikuti sebagai pembuka yang menyenangkan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru menampilkan atau membagikan gambar pembuka Bab 4 yang menunjukkan berbagai kegiatan seperti menari tradisional, pencak silat, senam, dan olahraga lainnya.
  • Murid diminta mengamati gambar secara seksama selama 2-3 menit, lalu guru bertanya: 'Kegiatan apa saja yang kalian lihat di gambar ini? Gerakan mana yang terlihat meliuk dan mana yang terlihat menerjang?'
  • Guru menjelaskan konsep sederhana gerakan meliuk (tubuh bergerak melengkung, lentur, mengalir) dan menerjang (tubuh bergerak cepat, tegas, menyerang ke satu arah) dengan contoh gerakan langsung di depan kelas.
  • Murid diajak mencoba memperagakan satu gerakan meliuk dan satu gerakan menerjang secara bersama-sama di tempat masing-masing (di ruang tengah kelas yang sudah dikosongkan).
  • Guru mengajukan pertanyaan pengecekan pemahaman: 'Apa perbedaan antara gerakan meliuk dan menerjang? Bisa kalian tunjukkan dengan gerakan tubuh?'

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (4-5 orang per kelompok).
  • Setiap kelompok mendapatkan kartu bergambar yang menampilkan berbagai kegiatan (menari tradisional, pencak silat, senam, basket, renang, yoga, dll.). Jika kartu tidak tersedia, guru menuliskan nama-nama kegiatan di papan tulis.
  • Setiap kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi: kegiatan mana yang menggunakan gerakan meliuk, kegiatan mana yang menggunakan gerakan menerjang, dan kegiatan mana yang menggunakan keduanya. Hasil diskusi dicatat di selembar kertas.
  • Setelah diskusi kelompok (± 8 menit), setiap kelompok memilih satu juru bicara untuk mempresentasikan hasil identifikasi mereka kepada kelas dengan suara yang jelas.
  • Kelompok lain diberi kesempatan menanggapi atau menambahkan informasi sesuai tata cara diskusi yang baik (angkat tangan sebelum berbicara, tidak memotong pembicaraan orang lain).
  • Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap setiap presentasi kelompok dan meluruskan jika ada miskonsepsi.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid untuk merefleksi proses belajar: 'Dari diskusi tadi, hal baru apa yang kalian pelajari tentang gerakan meliuk dan menerjang?'
  • Murid secara individual menuliskan di buku tulis mereka: satu contoh kegiatan yang menggunakan gerakan meliuk beserta alasannya, dan satu contoh kegiatan yang menggunakan gerakan menerjang beserta alasannya (tulisan 2-3 kalimat).
  • Guru meminta 2-3 murid secara sukarela membacakan hasil tulisan refleksi mereka di depan kelas.
  • Guru menutup tahap ini dengan mengaitkan pembelajaran pada nilai mencintai budaya Indonesia: 'Banyak tarian tradisional Indonesia menggunakan gerakan meliuk yang indah, seperti tari Bali atau tari Jawa. Ini adalah warisan budaya yang harus kita banggakan.'

Penutup:

  • Guru mengajak murid merangkum bersama: apa itu gerakan meliuk, apa itu gerakan menerjang, dan contoh kegiatan yang menggunakannya.
  • Guru melakukan asesmen akhir lisan: menunjuk beberapa murid secara acak untuk menyebutkan satu kegiatan yang melibatkan gerakan meliuk atau menerjang beserta penjelasan singkatnya.
  • Guru membagikan lembar refleksi singkat (atau bertanya lisan): 'Seberapa paham kamu tentang gerakan meliuk dan menerjang hari ini? Tunjukkan dengan jempol ke atas (paham), jempol ke samping (cukup paham), atau jempol ke bawah (belum paham).'
  • Guru menyampaikan pratinjau pertemuan berikutnya: murid akan menyimak teks tentang penari tradisional Indonesia.
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid bertepuk tangan atas semangat belajar hari ini dan berdoa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum familiar dengan kegiatan menari atau berolahraga: guru menyediakan gambar tambahan yang lebih beragam dan sederhana, serta memberikan penjelasan verbal yang lebih rinci tentang ciri-ciri gerakan meliuk dan menerjang. Untuk murid yang sudah familiar: diajak mengidentifikasi gerakan yang lebih spesifik seperti gerakan dalam tari daerah tertentu.
  • Proses: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: ditempatkan dalam kelompok yang didampingi guru atau teman sebaya yang lebih paham, dan diberi panduan pertanyaan terstruktur saat diskusi kelompok (misalnya kartu pertanyaan: 'Apakah gerakan ini melengkung? Apakah gerakan ini cepat dan tegas?'). Untuk murid yang cepat memahami: diberi tantangan tambahan untuk mengidentifikasi perbedaan gerakan meliuk di tari Bali versus tari Sunda.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menyampaikan hasil identifikasi secara lisan dalam kelompok. Murid yang sudah mahir dapat menambahkan gerakan peragaan singkat saat mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di awal pembelajaran: 'Siapa yang pernah ikut menari atau berolahraga? Gerakan apa yang biasa kalian lakukan?' — guru memetakan pengetahuan awal dan pengalaman murid terkait gerakan tubuh.
  • Murid diminta memperagakan satu gerakan yang mereka ketahui dari kegiatan favorit mereka (menari, bela diri, olahraga) sebagai diagnostik kinestetik non-formal.

Proses:

  • Observasi guru selama diskusi kelompok menggunakan lembar ceklis: apakah murid aktif berdiskusi, mampu mengidentifikasi kegiatan dengan tepat, dan berani menyampaikan pendapat.
  • Umpan balik lisan guru selama presentasi kelompok: guru memberikan penguatan dan koreksi langsung untuk memastikan pemahaman konsep meliuk dan menerjang sudah tepat.
  • Penilaian teman sejawat (peer assessment) sederhana: setelah tiap kelompok presentasi, kelompok lain memberi respons dengan mengacungkan jempol untuk menunjukkan persetujuan atau mengangkat tangan untuk menambahkan informasi.

Akhir:

  • Tulisan refleksi individual (2-3 kalimat) di buku tulis: murid menuliskan satu kegiatan dengan gerakan meliuk dan satu kegiatan dengan gerakan menerjang beserta alasan mengapa termasuk gerakan tersebut.
  • Asesmen lisan acak di penutup: guru menunjuk beberapa murid untuk menyebutkan dan menjelaskan satu contoh kegiatan yang melibatkan gerakan meliuk atau menerjang — dinilai menggunakan rubrik ketepatan identifikasi dan kejelasan berbicara.
  • Respons 'traffic light jempol' (jempol atas/samping/bawah) sebagai penilaian diri murid terhadap tingkat pemahaman mereka sendiri.

Formatif:

  • Observasi partisipasi aktif murid selama diskusi kelompok: apakah murid mampu menyebutkan kegiatan yang melibatkan gerakan meliuk dan menerjang.
  • Penilaian presentasi kelompok: ketepatan identifikasi kegiatan, kejelasan penyampaian, dan kemampuan menanggapi pertanyaan.
  • Lembar catatan guru selama pengamatan gambar: mencatat murid yang aktif merespons dan yang masih pasif untuk tindak lanjut.

Sumatif:

  • Penilaian tulisan refleksi individual di buku tulis: murid mampu menuliskan minimal satu contoh kegiatan dengan gerakan meliuk dan satu dengan gerakan menerjang beserta alasannya.
  • Asesmen lisan di penutup: murid dapat menyebutkan dan menjelaskan kegiatan yang melibatkan gerakan meliuk atau menerjang secara mandiri.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Identifikasi KegiatanMurid belum mampu menyebutkan kegiatan yang melibatkan gerakan meliuk atau menerjang, atau contoh yang disebutkan tidak tepat.Murid mampu menyebutkan satu kegiatan yang melibatkan gerakan meliuk atau menerjang dengan bantuan guru atau teman.Murid mampu menyebutkan dua atau lebih kegiatan yang melibatkan gerakan meliuk dan menerjang secara mandiri dengan tepat.Murid mampu menyebutkan berbagai kegiatan yang melibatkan gerakan meliuk dan menerjang secara mandiri, tepat, dan mampu menjelaskan perbedaan karakteristik gerakan tersebut dengan kalimat yang jelas.
Kemampuan Berbicara dan MempresentasikanMurid belum berani menyampaikan pendapat dalam diskusi atau presentasi, suara sangat pelan dan tidak terdengar jelas.Murid mau menyampaikan pendapat dalam diskusi dengan dorongan guru, namun volume dan intonasi belum konsisten.Murid menyampaikan pendapat dalam diskusi dan presentasi dengan volume dan intonasi yang cukup jelas serta sikap tubuh yang wajar.Murid menyampaikan pendapat dengan percaya diri, volume dan intonasi tepat, sikap tubuh sesuai, dan mampu menanggapi pendapat teman dengan kalimat yang sopan dan relevan.
Partisipasi dalam Diskusi KelompokMurid tidak aktif dalam diskusi kelompok, tidak memberikan kontribusi ide, dan tidak merespons teman.Murid sesekali memberikan kontribusi dalam diskusi kelompok dengan dorongan teman atau guru.Murid aktif berdiskusi, memberikan pendapat, dan mendengarkan teman dengan baik sesuai tata cara diskusi.Murid sangat aktif dalam diskusi, memberikan kontribusi ide yang relevan, mendengarkan dan menanggapi pendapat teman dengan konstruktif, serta membantu kelompok mencapai kesepakatan.
Kemampuan Menulis RefleksiMurid belum mampu menuliskan contoh kegiatan atau tulisan tidak berkaitan dengan topik.Murid mampu menuliskan satu contoh kegiatan (meliuk atau menerjang) namun belum disertai alasan yang jelas.Murid mampu menuliskan satu contoh kegiatan meliuk dan satu contoh kegiatan menerjang disertai alasan yang cukup jelas.Murid mampu menuliskan contoh kegiatan meliuk dan menerjang disertai alasan yang jelas, runtut, dan menggunakan pilihan kata yang tepat dalam kalimat yang utuh.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah mampu membedakan gerakan meliuk dan menerjang setelah pembelajaran hari ini? Siapa yang masih perlu pendampingan?
  • Apakah kegiatan diskusi kelompok berjalan efektif? Apakah semua murid mendapat kesempatan berbicara?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil membangkitkan rasa ingin tahu dan keterlibatan aktif murid?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang perlu diperbaiki atau diperkuat pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah cukup memenuhi kebutuhan murid dengan beragam kemampuan?

Refleksi Murid:

  • Kegiatan apa yang kamu pelajari hari ini yang melibatkan gerakan meliuk atau menerjang? Ceritakan satu yang paling menarik bagimu!
  • Apakah kamu sudah bisa membedakan gerakan meliuk dan gerakan menerjang? Apa yang membantu kamu memahaminya?
  • Bagaimana rasanya berdiskusi dan presentasi bersama teman-teman? Apa yang ingin kamu tingkatkan saat berbicara di depan kelas?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia 'Lihat Sekitar' Kelas IV SD/MI (Edisi Revisi) — Penulis: Eva Yulia Nukman, Cicilia Erni Setyowati, Kemdikbudristek 2023
  2. Panduan Guru Bahasa Indonesia 'Lihat Sekitar' Kelas IV SD/MI (Edisi Revisi) — ISBN: 978-623-118-511-2
  3. Gambar pembuka Bab 4 yang menampilkan berbagai kegiatan menari dan berolahraga (dari buku siswa atau dicetak terpisah)
  4. Kartu bergambar kegiatan (menari tradisional, pencak silat, senam, basket, renang, yoga, dll.) — dapat dibuat sendiri oleh guru atau dicetak dari internet
  5. Papan tulis dan spidol untuk mencatat hasil diskusi kelas
  6. Lembar kerja kelompok sederhana (kertas HVS untuk mencatat hasil identifikasi)
  7. Video singkat gerakan tari tradisional Indonesia (opsional, jika tersedia proyektor/TV di kelas) sebagai pengayaan visual

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.