MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B) Topik: Bab 4 — Meliuk dan Menerjang INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Meliuk dan Menerjang |
|---|
| Alokasi Waktu | 28 JP (28 x 35 menit = 980 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 14 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 4.4.1 Mengidentifikasi ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural Dikenal karena Menari
- TP 4.4.2 Mengidentifikasi ide pokok dan ide pendukung dalam teks nonsastra berbentuk cetak Kuat untuk Melindungi
- TP 4.4.3 Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks kegiatan bergerak
- TP 4.4.4 Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam berupa teks wawancara bertema olahraga
- TP 4.4.5 Menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif untuk menulis teks sesuai dengan konteks seni tari atau bela diri
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Saat kita mendengarkan seseorang membacakan cerita atau bacaan, bagaimana cara kita mengetahui hal terpenting yang sedang dibicarakan?
- Apa yang membedakan hal utama dari penjelasan tambahan dalam kalimat yang kita dengar?
- Bagaimana cara kita menemukan hal paling utama yang dibicarakan dalam sebuah paragraf yang kita dengarkan?
- Mengapa setiap paragraf dalam teks yang kita simak memiliki satu ide pokok yang berbeda-beda?
- Bagaimana cara kita menemukan gagasan utama atau hal paling penting dari satu paragraf bacaan?
- Apa perbedaan antara pokok pikiran utama dengan kalimat penjelas yang menyertainya dalam teks cetak?
- Setelah kita menemukan ide pokok pada pertemuan sebelumnya, kalimat apa saja yang bertugas menjelaskan atau menguatkan ide pokok tersebut?
- Bagaimana cara kita membedakan kalimat yang merupakan gagasan utama dan kalimat yang berfungsi sebagai ide pendukung dalam sebuah paragraf?
- Bagaimana posisi tubuh yang baik saat kita menyampaikan pendapat di depan teman-teman?
- Mengapa kita perlu memilih kata yang sopan dan menggunakan suara yang jelas saat menyampaikan pendapat tentang kegiatan bergerak?
- Bagaimana suara dan intonasimu saat meyakinkan teman bahwa olahraga berlari pagi itu menyehatkan?
- Mengapa volume suara yang terlalu pelan membuat pendapat kita tentang kegiatan bergerak sulit dipahami teman satu kelas?
- Bagaimana sikap tubuh dan suaramu saat meyakinkan teman bahwa berlatih tari saman melatih kelincahan gerak?
- Mengapa saat menyampaikan pendapat tentang olahraga atau tari kita perlu menggunakan intonasi yang tegas dan tidak berbisik?
- Bagaimana sikap tubuh dan pandangan matamu saat menyampaikan pendapat di depan orang lain?
- Mengapa volume suara dan intonasi yang tepat membuat pendapatmu tentang kegiatan bergerak lebih mudah dipahami?
- Jika kamu ingin mengetahui rahasia latihan seorang atlet bulu tangkis atau pesenam, apa yang akan kamu tanyakan kepadanya?
- Mengapa kata tanya yang kita gunakan perlu bervariasi (seperti apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana) saat mencari informasi?
- Bagaimana bentuk tulisan jika kita mencatat percakapan tanya jawab saat mewawancarai seorang olahragawan?
- Mengapa kalimat tanya dan kalimat jawaban dalam teks wawancara perlu ditulis dengan susunan kalimat yang bervariasi?
- Bagaimana cara kita menyusun catatan hasil tanya jawab dengan narasumber agar tersusun rapi menjadi teks hasil wawancara yang utuh?
- Mengapa kita perlu menuliskan laporan hasil wawancara dengan kalimat yang beragam (ada kalimat tanya, kalimat berita, dan gabungan kalimat bertingkat/setara sederhana)?
- Apa arti sesungguhnya atau arti lugas (denotatif) dari kata 'meliuk' ketika seorang penari bergerak di panggung?
- Bagaimana cara kita menyusun kalimat yang jelas tentang seni tari dengan menggunakan kata-kata bermakna denotatif?
- Bagaimana cara kita menyusun kalimat-kalimat yang menggunakan kata bermakna denotatif menjadi satu paragraf yang utuh?
- Apa yang membedakan makna denotatif sebenarnya dari makna kiasan saat kita menulis tentang gerakan tari atau jurus bela diri?
- Bagaimana kita menunjukkan pemahaman terbaik tentang ide pokok dan ide pendukung dari teks yang kita dengar dan baca?
- Bagaimana menyusun teks wawancara dan paragraf bertema gerak tubuh dengan pilihan kata yang tepat dan kalimat yang bervariasi?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Informasi dan Ide Pokok Bagian Awal Teks Nonsastra Aural Dikenal karena Menari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.1 Mengidentifikasi ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural Dikenal karena Menari
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran, menyapa murid, dan mengondisikan kelas agar tenang untuk kegiatan menyimak teks lisan (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimak pembacaan teks nonsastra dan menemukan informasi serta ide pokok pada bagian awal teks (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan membacakan satu paragraf singkat: 'Tari Saman berasal dari Aceh. Tarian ini dimainkan oleh belasan penari yang duduk berlutut berjajar. Gerakan tepukan dada dan tangan para penarinya sangat kompak dan cepat.' Guru menanyakan apa ide pokok paragraf tersebut (acuan jawaban benar: Tari Saman berasal dari Aceh / pengenalan asal Tari Saman) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memberikan penjelasan bahwa menyimak teks nonsastra dilakukan dengan memusatkan perhatian pada hal utama yang dibicarakan dalam paragraf, bukan mencatat setiap kata (5 menit).
- Guru membacakan paragraf 1 dari teks nonsastra 'Dikenal karena Menari' dengan lafal dan kecepatan sedang: 'Indonesia memiliki banyak sekali budaya, khususnya tarian. Tari-tarian itu menjadi ciri khas suatu daerah. Berikut ini dihimpun lima desa yang terkenal dengan ciri khas tarian dan para penarinya.' (5 menit).
- Guru memandu murid membedakan kalimat utama yang memuat ide pokok dengan kalimat penjelas, lalu bersama-sama mengidentifikasi ide pokok paragraf 1 (acuan: lima desa yang terkenal dengan tarian dan para penarinya) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan tantangan tebak ide pokok 'Tangkap Ide Pokok': guru membacakan 2 potongan informasi pembuka tentang tari tradisional, lalu secara berpasangan murid memilih kartu ide pokok yang tepat di meja mereka (teks 1: 'Desa Olehsari di Banyuwangi terkenal dengan tari seblang. Tarian ini dibawakan oleh penari wanita yang menari dalam kondisi tidak sadar.', kartu pilihan: [A] Keunikan tari seblang di Desa Olehsari, [B] Wanita penari di Banyuwangi; teks 2: 'Desa Anjir Pasar di Kalimantan Selatan dikenal dengan tari baksa kembang. Tari ini ditarikan remaja putri untuk menyambut tamu kehormatan.', kartu pilihan: [A] Penyambutan tamu kehormatan, [B] Pengenalan tari baksa kembang di Desa Anjir Pasar; acuan kunci: teks 1 = A, teks 2 = B) (10 menit).
- Guru membacakan teks bagian awal 'Dikenal karena Menari' paragraf 2: 'Desa pertama adalah Desa Olehsari di Banyuwangi, Jawa Timur, yang terkenal dengan tari seblang. Tarian yang dilakukan setiap tahun ini diyakini untuk menghindarkan desa dari bahaya. Penarinya biasanya wanita dewasa yang wajahnya ditutupi daun kelapa. Penari memperagakan kegiatan membajak sawah sambil menggendong boneka mengikuti irama musik.' (5 menit).
- Murid secara mandiri menuliskan pada lembar kerja: (1) satu informasi penting yang disimak (pilihan jawaban yang diterima: nama Desa Olehsari / asal Banyuwangi / tari seblang / tujuan menghindarkan bahaya / penari wanita bertutup daun kelapa / gerakan membajak sawah) dan (2) ide pokok paragraf 2 (acuan jawaban: Desa Olehsari terkenal dengan tari seblang / pengenalan tari seblang di Desa Olehsari) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid mencocokkan hasil identifikasi ide pokok paragraf 2 serta membahas kata kunci yang membantu mereka menemukannya saat menyimak (5 menit).
- Murid merefleksikan cara menyimak masing-masing: strategi apa yang paling membantu mereka menangkap ide pokok saat guru membacakan teks (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini dalam menemukan ide pokok teks aural dan menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya identifikasi ide pokok akan dilanjutkan untuk paragraf-paragraf berikutnya (3 menit).
- Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan salam dan doa (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menyimak pembacaan teks dengan pemenggalan kalimat yang lebih lambat dan penekanan vokal pada kalimat utama, sedangkan murid cepat menyimak teks aural dengan pembacaan berkecepatan normal.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan berupa pertanyaan penuntun ('Membicarakan desa apa dan tarian apa?'), sedangkan murid yang mahir langsung menentukan ide pokok secara mandiri.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan dapat menuliskan ide pokok dalam frasa kunci inti, sedangkan murid mahir menuliskan ide pokok dalam kalimat lengkap yang padat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik menyimak 1 paragraf lisan singkat: guru membacakan 'Tari Saman berasal dari Aceh. Tarian ini dimainkan oleh belasan penari yang duduk berlutut berjajar. Gerakan tepukan dada dan tangan para penarinya sangat kompak dan cepat.' Pertanyaan: 'Apa ide pokok dari kalimat-kalimat yang kalian dengar tadi?' (Acuan jawaban benar: Tari Saman berasal dari Aceh / pengenalan tarian Saman dari Aceh; kriteria: murid dapat menyebutkan topik utama tari Saman dan asalnya tanpa menyebutkan detail gerakan tepuk tangan saja).
Proses:- Pengecekan lembar kerja mandiri menyimak teks paragraf 2 'Dikenal karena Menari'. Butir 1: Sebutkan 1 informasi penting yang disimak (acuan: Desa Olehsari / Banyuwangi / tari seblang / tolak bala / penari bertutup daun kelapa / gerak membajak sawah). Butir 2: Tuliskan ide pokok paragraf 2 (acuan: Desa Olehsari terkenal dengan tari seblang / identitas tari seblang di Desa Olehsari).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru membacakan kembali satu kalimat kesimpulan paragraf 1 dan meminta 3 orang murid secara acak menyebutkan kembali ide pokok paragraf 1 tersebut (acuan: lima desa di Indonesia yang terkenal dengan ciri khas tarian dan penarinya).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek pemahaman ide pokok teks lisan singkat
- Observasi unjuk kerja saat permainan tantangan berpasangan 'Tangkap Ide Pokok'
- Penilaian lembar kerja tertulis hasil menyimak teks aural paragraf 2 'Dikenal karena Menari'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi ide pokok teks nonsastra aural (paragraf 2 teks Dikenal karena Menari) | Belum mampu mengidentifikasi ide pokok teks aural; hanya menyebutkan rincian kecil/kata acak (misal hanya menyebut: daun kelapa atau boneka) meski telah dibimbing. | Mampu mengidentifikasi informasi teks aural namun masih menuliskan informasi pendukung sebagai ide pokok (misal: penarinya memperagakan kegiatan membajak sawah). | Mampu mengidentifikasi ide pokok teks aural secara tepat sesuai acuan (Desa Olehsari terkenal dengan tari seblang) dengan sedikit arahan guru. | Mampu mengidentifikasi ide pokok teks aural secara tepat sesuai acuan (Desa Olehsari terkenal dengan tari seblang) secara mandiri, lengkap, dan cepat. | | Mengidentifikasi informasi penting teks nonsastra aural | Belum mampu menyebutkan informasi penting yang disimak dari teks aural. | Mampu menyebutkan 1 informasi dari teks aural namun kurang tepat atau tidak sesuai dengan isi bacaan. | Mampu mengidentifikasi minimal 1 informasi penting teks aural sesuai dengan fakta isi bacaan secara tepat. | Mampu mengidentifikasi lebih dari 1 informasi penting teks aural secara tepat dan rinci secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah kecepatan membacakan teks aural sudah sesuai dengan daya simak murid kelas 4?
- Bagaimana keterlibatan murid selama permainan menyimak 'Tangkap Ide Pokok'?
- Berapa persen murid yang sudah mandiri membedakan ide pokok dari informasi penjelas pada teks yang diperdengarkan?
Murid:- Bagian mana dari kegiatan menyimak tadi yang paling membantumu menemukan hal terpenting dalam bacaan?
- Apa kesulitan yang kamu temui saat mendengarkan teks yang dibacakan guru?
Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Ide Pokok Setiap Paragraf Teks Nonsastra Aural Dikenal karena Menari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.1 Mengidentifikasi ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural Dikenal karena Menari
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimak pembacaan teks nonsastra 'Dikenal karena Menari' untuk mengidentifikasi ide pokok dari paragraf 2, 3, 4, dan 5 (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan membacakan satu paragraf singkat tentang tari: 'Tari Saman berasal dari Aceh. Tarian ini ditarikan oleh banyak penari secara kompak dalam posisi duduk bersimpuh. Kecepatan tepukan tangan dan dada menjadi ciri khas tarian ini.' Murid diminta menentukan ide pokoknya. Acuan jawaban benar: Tari Saman berasal dari Aceh / pengenalan tentang Tari Saman (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang konsep ide pokok paragraf sebagai hal utama atau pesan kunci yang mendasari suatu paragraf dalam teks nonsastra yang diperdengarkan (5 menit).
- Guru membacakan nyaring paragraf 2 teks 'Dikenal karena Menari': 'Desa pertama adalah Desa Olehsari di Banyuwangi, Jawa Timur, yang terkenal dengan tari seblang. Tarian yang dilakukan setiap tahun ini diyakini untuk menghindarkan desa dari bahaya. Penarinya biasanya wanita dewasa yang wajahnya ditutupi daun kelapa. Penari memperagakan kegiatan membajak sawah sambil menggendong boneka mengikuti irama musik.' Murid menyimak dengan saksama dan bersama guru mengidentifikasi ide pokoknya. Acuan: Desa Olehsari terkenal dengan tari seblang (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan menyimak 'Tangkap Pokok Suara': guru membacakan secara bertahap Paragraf 3, 4, dan 5 teks 'Dikenal karena Menari', lalu murid secara mandiri mencatat dan memilih rumusan ide pokok pada lembar kerja bersandi warna (Paragraf 3 = kartu biru, Paragraf 4 = kartu kuning, Paragraf 5 = kartu hijau). Teks yang dibacakan guru: Paragraf 3: 'Desa kedua adalah Desa Cempaga di Bali dengan tari baris. Tari ini ditarikan oleh laki-laki dewasa. Gerakannya lincah dan bersemangat menggambarkan ketangkasan prajurit.' Paragraf 4: 'Desa ketiga adalah Desa Barikin di Kalimantan Selatan dengan tari baksa kembang. Tarian penyambutan tamu ini dibawakan oleh putri-putri remaja yang memakai mahkota kembang.' Paragraf 5: 'Desa keempat adalah Desa Gigieng di Aceh dengan tari seudati. Tarian energik ini dibawakan oleh kelompok pemuda tanpa iringan alat musik melainkan tepukan tangan dan dada.' (18 menit).
- Murid secara mandiri menuliskan identifikasi ide pokok untuk Paragraf 2, 3, 4, dan 5 pada lembar kerja masing-masing. Lembar kerja memuat 4 butir tugas identifikasi: Butir 1 (Paragraf 2, acuan: Desa Olehsari terkenal dengan tari seblang), Butir 2 (Paragraf 3, acuan: Desa Cempaga terkenal dengan tari baris), Butir 3 (Paragraf 4, acuan: Desa Barikin terkenal dengan tari baksa kembang), dan Butir 4 (Paragraf 5, acuan: Desa Gigieng terkenal dengan tari seudati) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memandu murid memeriksa ketepatan hasil identifikasi ide pokok paragraf dengan mencocokkan pada acuan kunci yang dibahas bersama secara transparan di papan tulis (5 menit).
- Murid menandai pencapaian dirinya (berapa ide pokok paragraf yang tepat diidentifikasi dari 4 paragraf yang disimak) dan menyadari strategi menyimak yang efektif untuk menemukan ide pokok paragraf (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap keterampilan menyimak dalam menemukan ide pokok setiap paragraf (3 menit).
- Guru menyampaikan tindak lanjut untuk pembelajaran berikutnya (mengidentifikasi ide pokok teks cetak) dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan panduan berupa pertanyaan penuntun ('Desa apa yang dibahas dan tarian apa ciri khasnya?'), sedangkan murid mahir langsung menyimak teks utuh tanpa penggalan penuntun.
- Proses: Untuk murid yang membutuhkan waktu lebih lama, guru membacakan ulang paragraf target sebanyak dua kali dengan jeda antarkalimat yang lebih panjang; murid mahir menyimak satu kali pembacaan.
- Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan dapat melengkapi pilihan rumpang penentuan ide pokok, sedangkan murid mahir menuliskan rumusan kalimat ide pokok paragraf secara mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di awal pembelajaran: Guru memperdengarkan teks aural satu paragraf: 'Tari Saman berasal dari Aceh. Tarian ini ditarikan oleh banyak penari secara kompak dalam posisi duduk bersimpuh. Kecepatan tepukan tangan dan dada menjadi ciri khas tarian ini.' Guru menanyakan: 'Apa ide pokok paragraf yang baru saja kamu dengar?' (Acuan jawaban benar: Tari Saman berasal dari Aceh / pengenalan asal tarian Saman).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja mandiri menyimak untuk mengidentifikasi 4 ide pokok paragraf teks 'Dikenal karena Menari'. Target 4 butir: (1) Paragraf 2: Desa Olehsari terkenal dengan tari seblang; (2) Paragraf 3: Desa Cempaga terkenal dengan tari baris; (3) Paragraf 4: Desa Barikin terkenal dengan tari baksa kembang; (4) Paragraf 5: Desa Gigieng terkenal dengan tari seudati. Dinilai berdasarkan jumlah paragraf yang ide pokoknya berhasil diidentifikasi secara tepat.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Guru membacakan satu kalimat penutup paragraf baru: 'Tari Kecak dari Gianyar Bali menampilkan puluhan pria yang duduk melingkar sambil berseru cak-cak-cak.' Murid secara cepat menuliskan ide pokoknya di secarik kertas keluar (exit ticket). Acuan jawaban benar: Tari Kecak dari Gianyar Bali / keunikan Tari Kecak dari Bali.
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan ide pokok paragraf di awal kegiatan.
- Asesmen formatif tertulis berupa lembar kerja identifikasi ide pokok Paragraf 2, 3, 4, dan 5 teks aural 'Dikenal karena Menari'.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengidentifikasi Ide Pokok Paragraf Teks Aural | Belum mampu mengidentifikasi ide pokok dari 4 paragraf yang diperdengarkan (0 butir tepat dari 4 butir acuan: Paragraf 2: Desa Olehsari terkenal dengan tari seblang; Paragraf 3: Desa Cempaga terkenal dengan tari baris; Paragraf 4: Desa Barikin terkenal dengan tari baksa kembang; Paragraf 5: Desa Gigieng terkenal dengan tari seudati). | Mampu mengidentifikasi 1-2 ide pokok paragraf teks aural secara tepat dari 4 butir acuan dengan bantuan bimbingan guru. | Mampu mengidentifikasi 3 ide pokok paragraf teks aural secara tepat dari 4 butir acuan secara mandiri. | Mampu mengidentifikasi seluruh 4 ide pokok paragraf teks aural secara tepat dari 4 butir acuan (Paragraf 2, 3, 4, dan 5) secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah kecepatan membaca guru saat memperdengarkan paragraf teks nonsastra sudah sesuai dengan daya tangkap murid Fase B?
- Bagian paragraf mana yang paling banyak disalahpahami oleh murid saat menentukan ide pokoknya?
Murid:- Bagian mana dari teks yang dibacakan tadi yang paling mudah kamu temukan ide pokoknya?
- Apa kesulitan yang kamu hadapi ketika mendengarkan paragraf yang panjang untuk menentukan ide pokoknya?
Pertemuan 3 — Mengidentifikasi Ide Pokok dalam Teks Nonsastra Cetak Kuat untuk Melindungi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.2 Mengidentifikasi ide pokok dan ide pendukung dalam teks nonsastra berbentuk cetak Kuat untuk Melindungi
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan yaitu membaca teks cetak Kuat untuk Melindungi untuk menemukan ide pokok (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 1 paragraf contoh di papan tulis: 'Bela diri pencak silat memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Gerakan silat melatih kelenturan otot dan keseimbangan. Selain itu, latihan fisik secara teratur membuat badan lebih bugar.' Murid diminta menunjuk kalimat mana yang memuat pokok pikiran utama (acuan: kalimat pertama 'Bela diri pencak silat memiliki banyak manfaat untuk tubuh') untuk memetakan kesiapan membaca kritis (5 menit).
- Guru menjelaskan tujuan kegiatan hari ini: membaca teks cetak Kuat untuk Melindungi dan mengidentifikasi ide pokok pada 3 paragraf bacaan secara tepat (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membaca dalam hati teks cetak Kuat untuk Melindungi (paragraf 1 sampai paragraf 3) yang dibagikan pada lembar teks (8 menit).
- Guru memandu telaah bersama paragraf 1: 'Kak Puspita adalah seorang pesilat tangguh. Dia telah banyak meraih gelar juara di pertandingan tingkat nasional maupun provinsi. Berikut ini hasil wawancara saya dengannya.' Guru mendemonstrasikan cara menentukan ide pokok, yaitu inti persoalan yang mendasari paragraf (acuan ide pokok paragraf 1: Kak Puspita adalah seorang pesilat tangguh yang berprestasi) (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan aktivitas interaktif 'Tebak Kalimat Kunci': murid berpasangan mencocokkan 2 kartu ide pokok dengan 2 kutipan teks paragraf 2 dan 3 yang disediakan guru. Butir kartu yang dicocokkan: (1) Kutipan paragraf 2: 'Sewaktu Kak Puspita masih kecil, dia tidak tertarik ilmu bela diri. Suatu saat dia diganggu beberapa anak yang lebih besar. Dia berusaha melawan, tetapi tidak bisa karena masih kecil. Dia malah ditertawakan. Sejak itu dia memikirkan cara supaya bisa membela dirinya sendiri.' dipasangkan dengan Ide Pokok A: 'Alasan awal Kak Puspita ingin belajar bela diri untuk membela diri dari gangguan'; (2) Kutipan paragraf 3: 'Ketika masuk SMP, ada ekstrakurikuler pencak silat. Dia segera mendaftar. Ternyata belajar silat itu asyik dan seru. Kak Puspita kemudian bergabung di sebuah perguruan silat.' dipasangkan dengan Ide Pokok B: 'Awal mula Kak Puspita mulai bergabung dan aktif berlatih pencak silat saat SMP' (acuan pasangan: Kutipan 1 -> Ide Pokok A; Kutipan 2 -> Ide Pokok B) (10 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan Lembar Kerja Siswa untuk merumuskan secara tertulis ide pokok dari 3 paragraf teks Kuat untuk Melindungi menggunakan kata-kata sendiri berdasarkan bacaan cetak (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru dan murid bersama-sama memeriksa ketepatan rumusan ide pokok yang dituliskan murid dengan membandingkannya terhadap acuan identifikasi ide pokok teks (acuan: Paragraf 1 = Sosok Kak Puspita sebagai pesilat tangguh berprestasi; Paragraf 2 = Pengalaman masa kecil yang memicu keinginan Kak Puspita membela diri; Paragraf 3 = Keputusan Kak Puspita mulai menekuni silat saat SMP) (9 menit).
- Murid menandai sendiri pada lembar kerjanya paragraf mana yang sudah berhasil diidentifikasi ide pokoknya dengan tepat serta menuliskan satu kalimat refleksi cara mereka menemukan kalimat utama (6 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap strategi menemukan ide pokok pada teks cetak: membaca utuh, mencari inti permasalahan, dan memilah dari rincian penjelas (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya pembelajaran berlanjut pada identifikasi ide pendukung dari teks yang sama, lalu menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks cetak dengan kalimat utama yang sudah ditandai cetak tebal sebagai bantuan visual, sedangkan murid mahir membaca teks polos tanpa penanda.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara bertahap kalimat per kalimat, sedangkan murid yang sudah mahir menganalisis langsung secara mandiri.
- Produk: Murid dengan hambatan menulis diperbolehkan menggarisbawahi kalimat yang memuat ide pokok langsung pada lembar bacaan, sementara murid reguler dan mahir menuliskan rumusan ide pokok dengan kalimat sendiri di lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman ide pokok melalui paragraf rintisan di papan tulis: 'Bela diri pencak silat memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Gerakan silat melatih kelenturan otot dan keseimbangan. Selain itu, latihan fisik secara teratur membuat badan lebih bugar.' Murid diminta menentukan gagasan utama paragraf tersebut (acuan jawaban: manfaat bela diri pencak silat bagi tubuh / kalimat pertama).
Proses:- Penilaian unjuk kerja mencocokkan kutipan paragraf dengan ide pokok pada aktivitas 'Tebak Kalimat Kunci' (acuan pasangan benar: Kutipan Paragraf 2 berpasangan dengan Ide Pokok A 'Alasan awal Kak Puspita ingin belajar bela diri untuk membela diri dari gangguan'; Kutipan Paragraf 3 berpasangan dengan Ide Pokok B 'Awal mula Kak Puspita mulai bergabung dan aktif berlatih pencak silat saat SMP').
- Pemeriksaan Lembar Kerja Siswa identifikasi ide pokok teks Kuat untuk Melindungi pada 3 paragraf dengan acuan: (1) Paragraf 1: Kak Puspita pesilat tangguh berprestasi; (2) Paragraf 2: Masa kecil Kak Puspita diganggu sehingga ingin bisa membela diri; (3) Paragraf 3: Kak Puspita mulai belajar dan bergabung perguruan silat sejak SMP.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di akhir pertemuan: murid menuliskan ide pokok paragraf 2 teks Kuat untuk Melindungi dalam satu kalimat ringkas di lembar refleksi (acuan: Kak Puspita ingin belajar bela diri karena diganggu teman saat kecil / pengalaman masa kecil yang memotivasi Kak Puspita membela diri).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: mengidentifikasi kalimat utama/ide pokok pada paragraf contoh di awal sesi.
- Asesmen proses: observasi pengerjaan aktivitas pencocokan kartu 'Tebak Kalimat Kunci' dan pemeriksaan Lembar Kerja Siswa identifikasi ide pokok paragraf 1, 2, dan 3 teks Kuat untuk Melindungi.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengidentifikasi Ide Pokok Paragraf Teks Kuat untuk Melindungi | Belum mampu mengidentifikasi ide pokok dari 3 paragraf teks cetak Kuat untuk Melindungi secara tepat meski telah diberi bimbingan penuh (0 dari 3 paragraf tepat). | Mampu mengidentifikasi ide pokok tepat pada 1 dari 3 paragraf teks cetak Kuat untuk Melindungi dengan bantuan bimbingan guru (acuan: Paragraf 1 = Kak Puspita pesilat berprestasi; Paragraf 2 = Alasan masa kecil ingin membela diri; Paragraf 3 = Bergabung silat saat SMP). | Mampu mengidentifikasi ide pokok tepat pada 2 dari 3 paragraf teks cetak Kuat untuk Melindungi secara mandiri sesuai acuan materi. | Mampu mengidentifikasi ide pokok seluruhnya (3 dari 3 paragraf) pada teks cetak Kuat untuk Melindungi secara tepat dan mandiri menggunakan rumusan kalimat sendiri yang runtut. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu membaca dan membimbing pemahaman ide pokok sudah mencukupi bagi seluruh murid?
- Bagian paragraf mana dari teks Kuat untuk Melindungi yang paling menantang bagi murid saat memisahkan ide pokok dari ide pendukung?
Murid:- Bagian mana dari teks Kak Puspita yang paling mudah kamu temukan ide pokoknya?
- Langkah apa yang paling membantumu mengenali ide pokok dalam sebuah paragraf?
Pertemuan 4 — Mengidentifikasi Ide Pendukung dalam Teks Nonsastra Cetak Kuat untuk Melindungi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.2 Mengidentifikasi ide pokok dan ide pendukung dalam teks nonsastra berbentuk cetak Kuat untuk Melindungi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas, menyapa murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (2 menit).
- Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang ide pokok dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi ide pendukung dalam teks nonsastra cetak 'Kuat untuk Melindungi' (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 kalimat di papan tulis: Kalimat A: 'Kak Puspita adalah pesilat tangguh.' dan Kalimat B: 'Dia telah meraih banyak gelar juara di tingkat nasional maupun provinsi.' Murid diminta menentukan kalimat mana yang merupakan ide pendukung (acuan jawaban benar: Kalimat B merupakan ide pendukung/penjelas untuk Kalimat A) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati kembali teks cetak 'Kuat untuk Melindungi' paragraf 2, 3, dan 4 pada buku siswa (7 menit).
- Guru memberikan penguatan konsep bahwa ide pendukung adalah informasi tambahan yang memperjelas, merinci, atau membuktikan ide pokok suatu paragraf (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan kuis tantangan berpasangan 'Detektif Kalimat Pendukung' yang menggembirakan: mencocokkan potongan kartu kalimat pendukung dengan kartu ide pokok paragraf yang tepat (10 menit).
- Secara mandiri, murid membaca lembar kerja dan mengidentifikasi kalimat ide pendukung pada Paragraf 2, Paragraf 3, dan Paragraf 4 teks 'Kuat untuk Melindungi' (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil identifikasi ide pendukung dengan kunci acuan teks 'Kuat untuk Melindungi': Paragraf 2 ide pendukungnya 'Suatu saat dia diganggu beberapa anak yang lebih besar' dan 'Dia berusaha melawan, tetapi tidak bisa karena masih kecil sehingga ditertawakan'; Paragraf 3 ide pendukungnya 'Ternyata belajar silat itu asyik dan seru' dan 'Kak Puspita kemudian bergabung di perguruan silat'; Paragraf 4 ide pendukungnya 'Dia terpikir untuk suatu saat membalas perbuatan para pengganggunya' dan 'Setelah mendalami silat, Kak Puspita mengerti silat bukan untuk balas dendam, melainkan melindungi diri' (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan ciri ide pendukung, yaitu memuat rincian atau alasan yang mendukung ide pokok (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketelitian murid dalam membaca teks cetak dan menutup pertemuan (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks dengan penandaan warna (highlight) pada kalimat utama bagi murid yang membutuhkan panduan visual dalam memisahkan ide pendukung.
- Proses: Memberikan bimbingan terbimbing (scaffolding) dengan menuntun murid membaca per kalimat bagi yang masih kesulitan, serta memberikan tantangan mandiri menemukan seluruh ide pendukung bagi murid yang sudah mahir.
- Produk: Murid dapat menuliskan ide pendukung dalam bentuk tabel identifikasi atau menggarisbawahi langsung pada lembar teks kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik identifikasi fungsi kalimat: Diberikan dua kalimat: (1) 'Kak Puspita adalah pesilat tangguh.' dan (2) 'Dia telah meraih banyak gelar juara di tingkat nasional maupun provinsi.' Murid menentukan kalimat yang berfungsi sebagai ide pendukung (acuan jawaban: Kalimat 2 adalah ide pendukung karena berisi rincian bukti prestasi yang menjelaskan ketangguhan tokoh pada kalimat 1).
Proses:- Formatif mengidentifikasi ide pendukung pada teks cetak 'Kuat untuk Melindungi' Paragraf 2, Paragraf 3, dan Paragraf 4 pada lembar kerja murid (acuan jawaban: Paragraf 2 memuat ide pendukung tentang peristiwa diganggu anak besar dan tidak bisa melawan; Paragraf 3 memuat ide pendukung tentang rasa asyik belajar silat dan bergabung ke perguruan silat; Paragraf 4 memuat ide pendukung tentang niat awal membalas perbuatan pengganggu dan kesadaran bahwa silat bertujuan melindungi diri bukan balas dendam).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menentukan 1 ide pendukung dari Paragraf 3 teks 'Kuat untuk Melindungi' secara tepat dari pilihan yang tersedia (acuan jawaban benar: 'Ternyata belajar silat itu asyik dan seru' atau 'Kak Puspita kemudian bergabung di sebuah perguruan silat').
Formatif:- Penilaian proses lembar kerja identifikasi ide pendukung pada 3 paragraf teks cetak 'Kuat untuk Melindungi'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengidentifikasi Ide Pendukung Teks Cetak 'Kuat untuk Melindungi' | Belum mampu mengidentifikasi ide pendukung pada ketiga paragraf teks secara tepat meski telah dibimbing. | Mampu mengidentifikasi ide pendukung secara tepat pada 1 dari 3 paragraf teks cetak dengan bantuan bimbingan guru. | Mampu mengidentifikasi ide pendukung secara tepat pada minimal 2 dari 3 paragraf teks cetak secara mandiri. | Mampu mengidentifikasi seluruh ide pendukung secara lengkap dan tepat pada ketiga paragraf (Paragraf 2, 3, dan 4) teks cetak secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid dapat membedakan kalimat yang merupakan ide pokok dengan kalimat penjelas (ide pendukung) dalam teks cetak?
- Bagian teks mana yang paling sering membuat murid keliru antara gagasan utama dan gagasan pendukung?
Murid:- Bagaimana caramu mengenali bahwa sebuah kalimat dalam teks merupakan ide pendukung?
- Apakah kamu merasa terbantu menemukan isi bacaan dengan mencari kalimat-kalimat pendukungnya?
Pertemuan 5 — Menyajikan Pendapat Lisan Bertema Kegiatan Bergerak dengan Pilihan Kata dan Sikap Tubuh yang Sesuai (Latihan dan Penilaian Performa 6 Murid) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.3 Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks kegiatan bergerak
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-5, yaitu belajar menyajikan pendapat lisan tentang kegiatan bergerak dengan pilihan kata dan sikap tubuh yang sesuai, serta menginformasikan giliran penilaian performa untuk 6 murid pertama (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: meminta 2 murid secara bergiliran berdiri dan menyampaikan satu kalimat pendapat memilih antara 'berenang' atau 'bersepeda' beserta alasannya untuk mengecek kesiapan awal pilihan kata dan sikap tubuh saat berbicara di depan kelas (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendemonstrasikan dua peragaan kontras dalam menyajikan pendapat bertema kegiatan bergerak: Peragaan 1 (sikap bungkuk, pandangan ke lantai, kata tidak baku 'nggak jelas') vs Peragaan 2 (sikap tegap rileks, kontak mata wajar, gestur tangan terbuka, pilihan kata baku dan santun: 'Menurut saya, senam pagi menyehatkan karena membuat tubuh aktif meliuk') (5 menit).
- Murid bersama guru menganalisis unsur penting dalam menyajikan pendapat lisan yang baik: (1) Sikap tubuh/gestur: berdiri tegak rileks, pandangan tertuju ke pendengar, tangan bebas terbuka tanpa bersedekap; (2) Pilihan kata: menggunakan penanda pendapat seperti 'Menurut saya...', 'Saya memilih... karena...', serta kata sifat gerak yang sesuai (misal: 'lincah', 'sehat', 'semangat') (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan pasangan menggembirakan 'Cermin Pendapat Bergerak': seluruh murid berpasangan saling berhadapan, murid A menyampaikan pendapat singkat tentang pilihan kegiatan bergerak (lari pagi vs main bulu tangkis) selama 1 menit dengan sikap tubuh tegap dan gestur terbuka, sementara murid B bertindak sebagai 'cermin' yang mengamati ketegapan sikap dan kesantunan pilihan kata pasangannya, lalu bertukar peran (10 menit).
- Pelaksanaan penilaian performa terarah untuk 6 murid giliran pertama (Murid 1 s.d. 6): masing-masing maju menyajikan pendapat lisan selama 1-2 menit dengan memilih salah satu topik: (a) 'Pentingnya pemanasan sebelum menari/olahraga' atau (b) 'Alasan memilih aktivitas bela diri/senam', dinilai guru menggunakan lembar rubrik sikap tubuh dan pilihan kata (10 menit).
- Murid lainnya berlatih mandiri dalam kelompok kecil (masing-masing 4-5 anak) secara bergiliran menyajikan pendapat lisan tentang kegiatan bergerak kesukaan masing-masing dan saling memberikan umpan balik berbasis sikap tubuh dan pilihan kata yang digunakan (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memberikan umpan balik langsung dan konstruktif terhadap penampilan 6 murid yang dinilai, mengapresiasi keberanian sikap tubuh tegap serta ketepatan ragam kata pendapat yang santun dan jelas (5 menit).
- Murid mengevaluasi perasaannya saat menyajikan pendapat dan mengidentifikasi bagian sikap tubuh atau kata yang masih perlu diperbaiki untuk sesi pertemuan berikutnya (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kunci keberhasilan menyajikan pendapat lisan: sikap tubuh percaya diri dan pilihan kata yang santun terarah (3 menit).
- Guru mengingatkan bahwa 6 murid berikutnya akan dinilai pada pertemuan ke-6 dengan fokus tambahan volume dan intonasi suara, lalu menutup pertemuan dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid disediakan kartu panduan pembuka kalimat bertema gerak ('Menurut saya...', 'Alasan saya memilih olahraga ini adalah...') bagi yang membutuhkan scaffolding kosakata.
- Proses: Bagi 6 murid yang dinilai, guru memberikan jeda napas 5 detik untuk mengatur sikap tubuh sebelum mulai berbicara; murid yang belum percaya diri diperbolehkan memegang kartu kata pemantik.
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti sajian pendapat lisan langsung berdurasi 1-2 menit; murid yang lebih mahir ditantang menyajikan minimal 2 alasan pendukung dengan kosakata ragam gerak yang lebih bervariasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes performa awal lisan singkat: 2 murid diminta berdiri di tempat dan menyampaikan 1 kalimat pilihan kegiatan bergerak antara 'berenang' atau 'bersepeda' beserta alasannya. Acuan penilaian kesiapan: (1) Menyebutkan alasan dengan kata pendapat baku (misal: 'Saya memilih berenang karena melatih pernapasan'); (2) Posisi tubuh berdiri tegak menghadap guru/kelas.
Proses:- Penilaian unjuk kerja performa 6 murid terpilih saat menyajikan pendapat lisan di depan kelas mengenai topik kegiatan bergerak selama 1-2 menit. Acuan penilaian: (1) Pilihan kata memuat frasa pembuka pendapat santun ('Menurut saya', 'Saya berpendapat') dan kosakata kegiatan bergerak yang sesuai ('melenturkan', 'bersemangat', 'bugar'); (2) Sikap tubuh berdiri tegap rileks, tatapan mengarah ke audiens, dan gestur tangan wajar/terbuka mendukung penekanan pesan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk 2 murid acak untuk menyebutkan 2 hal penting yang harus diperhatikan pada sikap tubuh dan pilihan kata saat menyajikan pendapat di depan kelas (Acuan jawaban benar: Sikap tubuh berdiri tegak/rileks dan memandang audiens; pilihan kata menggunakan bahasa santun/kata pembuka pendapat yang runtut).
Formatif:- Observasi unjuk kerja performa penyajian pendapat lisan bertema kegiatan bergerak untuk 6 murid giliran pertama dengan fokus pilihan kata dan sikap tubuh/gestur menggunakan lembar rubrik.
- Catatan anekdotal dan umpan balik teman sebaya saat simulasi berpasangan 'Cermin Pendapat Bergerak'.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pilihan Kata dalam Menyajikan Pendapat | Menyajikan pendapat tanpa kata pembuka penanda pendapat; kosakata tidak sesuai atau menggunakan kata tidak baku/kurang santun. | Menyajikan pendapat menggunakan kata pembuka penanda pendapat sederhana (misal: 'Menurut saya'), namun pilihan kosakata bertema kegiatan bergerak masih sangat terbatas/berulang. | Menyajikan pendapat dengan frasa pembuka yang santun serta menggunakan pilihan kosakata kegiatan bergerak yang tepat dan bervariasi secara mandiri. | Menyajikan pendapat dengan ragam kalimat pembuka yang sangat runtut, santun, serta mengombinasikan kosakata kegiatan bergerak secara kaya dan tepat makna denotatifnya. | | Sikap Tubuh dan Gestur | Berdiri membungkuk, pandangan menunduk/menghindar dari pendengar, gestur kaku atau gelisah berlebihan. | Berdiri cukup tegak tetapi pandangan masih sering teralihkan ke bawah, gestur tangan masih canggung atau diam di samping badan. | Berdiri tegak rileks, kontak mata terarah wajar ke pendengar, serta menggunakan gestur tangan terbuka yang mendukung penyampaian pendapat. | Berdiri percaya diri dan luwes, pandangan menyapu seluruh audiens secara merata, serta gestur tubuh dan tangan sangat mendukung penekanan gagasan secara alami. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu untuk menilai performa 6 murid giliran pertama berjalan efektif tanpa mengurangi keterlibatan aktif murid lainnya?
- Apakah instruksi peragaan sikap tubuh dan gestur cukup konkret dipahami oleh seluruh murid kelas 4?
Murid:- Bagian mana yang paling terasa menantang saat menyajikan pendapat di depan teman: memilih kata yang sopan atau menjaga sikap tubuh tetap tegak?
- Apakah saya sudah merasa lebih percaya diri untuk berdiri dan menyampaikan pendapat setelah latihan hari ini?
Pertemuan 6 — Menyajikan Pendapat Lisan Bertema Kegiatan Bergerak Menggunakan Volume dan Intonasi yang Tepat (Latihan dan Penilaian Performa 6 Murid) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.3 Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks kegiatan bergerak
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa pembuka (3 menit).
- Guru mengecek kesiapan murid dan menyampaikan target pembelajaran hari ini, yaitu menyajikan pendapat lisan tentang kegiatan bergerak dengan fokus pada pengaturan volume dan intonasi yang tepat, serta penilaian performa untuk 6 murid bergiliran (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui permainan singkat 'Pengatur Suara': guru meminta 2 murid secara acak menyampaikan kalimat pendapat 'Menurut saya, senam pagi membuat badan segar' dengan volume bisikan lalu volume kelas yang terdengar jelas (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memberikan pemodelan dua cara berpendapat lisan tentang kegiatan bergerak: Model A (volume datar/monoton, lirih tidak terdengar sampai baris belakang) vs Model B (volume terproyeksikan jelas ke seluruh ruangan, intonasi bergelombang wajar dan meyakinkan pada penekanan kata penting) saat menyampaikan kalimat: 'Menurut saya, latihan melompat tali sangat menyenangkan karena melatih kelincahan kaki kita' (7 menit).
- Murid bersama guru membedah perbedaan Model A dan Model B serta menyimpulkan dua aturan utama: volume harus cukup terdengar oleh seluruh pendengar di ruangan tanpa berteriak, dan intonasi harus bertekanan dinamis untuk menegaskan kata kunci pendapat (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan tantangan 'Gema Olahraga': pasangan murid duduk berjarak 3 meter, lalu bergantian menyampaikan salah satu dari 2 pilihan topik: (1) 'Menurut saya, pemanasan sebelum menari itu wajib karena mencegah kram otot' atau (2) 'Menurut saya, berjalan kaki santai di sore hari bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah' dengan volume yang terdengar jelas oleh pasangannya dan intonasi yang tepat (12 menit).
- Pelaksanaan penilaian performa berbicara untuk giliran 6 murid terpilih; masing-masing murid berdiri di depan kelas menyampaikan pendapat lisan selama 1-2 menit dengan memilih satu kartu topik kegiatan bergerak dari 4 kartu yang disediakan: Kartu 1: 'Pentingnya pendinginan setelah berolahraga'; Kartu 2: 'Manfaat latihan kelenturan meliukkan badan'; Kartu 3: 'Alasan kita perlu rajin bergerak aktif setiap hari'; Kartu 4: 'Gerakan menerjang dalam pencak silat membutuhkan keseimbangan tubuh' dengan dinilai langsung oleh guru menggunakan rubrik volume dan intonasi (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid yang telah tampil mengutarakan kesadaran dirinya mengenai kendala yang dirasakan dalam mengatur napas, volume suara, atau intonasi saat berbicara di depan kelas (6 menit).
- Guru bersama murid audiens memberikan umpan balik apresiatif terfokus mengenai keterdengaran volume dan ketepatan intonasi bagi teman yang baru saja tampil (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya mengatur kenyaringan volume suara dan variasi intonasi saat menyampaikan pendapat agar pesan tersampaikan dengan mantap (4 menit).
- Guru mengingatkan bahwa giliran performa berbicara berikutnya akan dilanjutkan pada pertemuan selanjutnya bagi kelompok murid yang belum tampil, lalu menutup kelas dengan doa bersama dan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu pilihan tema kegiatan bergerak dengan tingkat kerumitan ide yang bervariasi (kegiatan gerak harian yang sederhana seperti berjalan kaki/senam hingga kegiatan terstruktur seperti bela diri silat).
- Proses: Bagi murid yang masih ragu/pemalu diberikan panduan tanda baca pemenggalan jeda dan penanda visual panah intonasi naik/turun pada teks panduan; bagi murid yang sudah percaya diri ditantang menyajikan pendapat tanpa bantuan teks tertulis.
- Produk: Penyajian pendapat lisan dengan tingkat proyeksi volume dan variasi intonasi yang disesuaikan dengan jangkauan ruang kelas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan vokal lisan: Guru meminta 2 murid mengucapkan kalimat 'Menurut saya, senam pagi membuat badan segar' dari bangku belakang. Kriteria penerimaan kesiapan: Murid mampu memproduksi suara yang terdengar jelas hingga meja guru di depan kelas tanpa berteriak (volume memadai) dan memberi jeda wajar (intonasi tidak datar).
Proses:- Penilaian performa lisan 6 murid saat menyampaikan pendapat bertema kegiatan bergerak di depan kelas berdasarkan 4 kartu pilihan (Kartu 1 s.d. Kartu 4). Kriteria penilaian mencakup: (1) Volume suara (terdengar jelas dan stabil hingga sudut belakang kelas), (2) Intonasi (terdapat penekanan pada kata kunci argumen dan nada akhir kalimat berita/pendapat yang turun secara wajar, tidak monoton).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menguji 3 murid secara acak dengan pertanyaan: 'Jika kita berbicara di ruangan kelas yang luas, bagaimana seharusnya pengaturan volume suara dan intonasi kita saat menyampaikan pendapat?' Acuan jawaban yang diterima: (1) Volume suara harus cukup kuat dan terproyeksi agar terdengar oleh semua orang di ruangan tanpa berteriak; (2) Intonasi harus bervariasi/tidak datar dengan penekanan pada kata-kata penting agar pendengar yakin.
Formatif:- Observasi unjuk kerja penyajian pendapat lisan menggunakan lembar penilaian performa ketercapaian volume dan intonasi untuk 6 murid giliran pertemuan 6
- Umpan balik langsung teman sebaya (peer feedback) dalam latihan berpasangan 'Gema Olahraga' terkait keterdengaran suara dari jarak 3 meter
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Volume Suara dalam Menyajikan Pendapat | Volume suara sangat lirih/berbisik, tidak terdengar oleh teman di baris depan kelas, serta memerlukan dorongan guru berulang kali. | Volume suara hanya terdengar oleh teman di baris depan, belum menjangkau baris tengah dan belakang kelas secara stabil. | Volume suara terdengar jelas, mantap, dan stabil hingga seluruh ruangan kelas tanpa berteriak secara mandiri. | Volume suara terdengar sangat jelas dan terproyeksikan dengan sangat baik ke seluruh sudut ruangan kelas dengan modulasi dinamika vokal yang stabil dan luwes. | | Intonasi Bicara Sesuai Konteks Pendapat | Intonasi bicara datar (monoton) tanpa ada penekanan nada pada kata kunci pendapat. | Mulai menggunakan intonasi beragam, namun penekanan kata belum konsisten atau nada kalimat terputus-putus. | Menggunakan intonasi yang tepat, ada penekanan yang wajar pada kata kunci argumen kegiatan bergerak, dan alunan nada kalimat pendapat mengalir jelas. | Menggunakan intonasi yang sangat tepat, variatif, dan meyakinkan, serta mampu memberikan penekanan ekspresif yang hidup pada setiap kata penting. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu penilaian performa 6 murid berjalan efektif tanpa mengurangi waktu latihan murid lainnya?
- Bagaimana respons murid yang pemalu saat diminta melatih proyeksi volume suaranya dari jarak jauh?
Murid:- Bagian mana yang paling menantang bagiku: mengatur keras-lemahnya suara (volume) atau mengatur lagu kalimat (intonasi)?
- Apa yang akan aku perbaiki saat nanti berbicara atau menyampaikan pendapat lagi di depan banyak orang?
Pertemuan 7 — Menyajikan Pendapat Lisan Bertema Kegiatan Olahraga dan Tari secara Terpadu (Latihan dan Penilaian Performa 6 Murid) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.3 Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks kegiatan bergerak
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, serta meminta satu perwakilan murid memimpin doa sebelum memulai aktivitas belajar (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyajikan pendapat lisan bertema kegiatan olahraga dan seni tari secara terpadu dengan memperhatikan pilihan kata santun, sikap tubuh/gestur tegak terbuka, serta volume dan intonasi yang tepat (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan: guru menunjukkan 1 gambar anak sedang melakukan senam ritmik kombinasi tarian daerah, lalu menunjuk 2 murid untuk menyampaikan 1 kalimat pendapat sederhana tentang manfaat gerakan itu bagi tubuh guna memetakan kesiapan volume suara dan sikap tubuh murid (acuan respons: murid berdiri menghadap teman, suara terdengar jelas dari jarak 3 meter, menyatakan pendapat seperti 'Menurut saya, senam berpadu tari ini membuat tubuh kita lincah dan bersemangat') (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memberikan contoh permodelan menyajikan pendapat dengan 2 peragaan kontras bertema kegiatan bergerak: Peragaan 1 (sikap tubuh membungkuk, pandangan ke bawah, berbisik, pilihan kata ragu-ragu: 'Mmm... tari dan lari itu... ya begitu...') dan Peragaan 2 (sikap berdiri tegak, pandangan tertuju ke pendengar, gestur tangan terbuka, volume jelas menjangkau ruang kelas, intonasi mantap: 'Menurut saya, memadukan senam dan tari tradisional sangat menyenangkan karena melatih kelenturan tubuh sekaligus menjaga kebugaran') (5 menit).
- Murid bersama guru membedah 4 unsur penyajian pendapat lisan yang baik berdasarkan peragaan tadi: (1) Pilihan kata santun pembuka pendapat ('Menurut saya...', 'Saya berpendapat bahwa...'); (2) Sikap tubuh tegak percaya diri dan pandangan terarah; (3) Gestur tangan wajar dan terbuka yang mendukung penegasan pesan; (4) Volume suara terdengar jelas tanpa berteriak serta intonasi yang tegas dan tidak datar (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Permainan 'Estafet Pendapat Ceria': Secara berpasangan, murid mengambil satu kartu topik gerak terpadu dari 3 pilihan yang disediakan guru: Kartu A ('Lebih menyehatkan mana: berlatih pencak silat secara rutin atau senam irama bersama keluarga? Mengapa?'), Kartu B ('Mengapa seorang atlet bulu tangkis juga perlu melatih kelenturan tubuh seperti penari?'), Kartu C ('Apakah gerakan tari zapin atau tarian daerah lain dapat membuat tubuh kita sebugar bermain sepak bola? Jelaskan alasanmu!'). Setiap murid secara bergantian berlatih menyajikan pendapatnya selama 1 menit kepada pasangannya menggunakan sikap tubuh tegak, gestur terbuka, intonasi tegas, dan volume yang cukup terdengar (15 menit).
- Pelaksanaan penilaian performa lisan untuk 6 murid giliran Pertemuan 7 (sesuai pembagian jadwal ATP: Murid 13 sampai Murid 18): Setiap anak dari 6 murid tersebut maju bergiliran ke depan kelas menyajikan pendapat lisannya selama 1,5 hingga 2 menit memilih salah satu kartu topik (Kartu A, B, atau C) dengan menerapkan pilihan kata, sikap tubuh/gestur, serta volume dan intonasi yang tepat, sementara murid lain menyimak (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi refleksi bersama dengan meminta 2 murid yang telah tampil mengutarakan apa yang dirasakan saat mengontrol volume suara dan gestur tubuh di depan kelas (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung dan apresiasi terhadap performa lisan keenam murid, menyoroti keberhasilan penerapan gestur terbuka serta kelantangan volume suara yang telah memenuhi kriteria (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran bahwa menyampaikan pendapat lisan tentang kegiatan olahraga dan seni tari memerlukan paduan sikap tubuh tegap, gestur mendukung, serta intonasi yang meyakinkan agar pesan tersampaikan dengan baik (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama yang dipimpin perwakilan murid dan mengucapkan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu stimulus pilihan topik bertingkat: topik sederhana (perbandingan keseruan senam irama vs lari pagi) untuk murid yang membutuhkan panduan, dan topik analisis gerak (kebutuhan fleksibilitas penari pada kelincahan pesilat) untuk murid yang lebih mahir.
- Proses: Murid yang masih ragu diberi panduan frasa pemantik ('Menurut pendapat saya, gerak ... sangat bermanfaat karena ...') sebelum berbicara, sedangkan murid yang sudah percaya diri langsung menyajikan pendapat mandiri.
- Produk: Penyajian pendapat dinilai berdasarkan pemenuhan 4 kriteria: ketepatan pilihan kata, kesesuaian sikap tubuh/gestur, kelantangan volume suara, dan ketepatan intonasi sesuai konteks kegiatan bergerak.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: 'Perhatikan gambar senam berpadu tari ini. Berikan 1 kalimat pendapatmu mengenai manfaat gerakan tersebut bagi kebugaran tubuhmu!' (Kriteria penerimaan: murid berdiri menghadap pendengar, suara terdengar jelas dari jarak 3 meter tanpa berbisik, menyampaikan pendapat bermakna terkait gerak fisik, contoh acuan: 'Menurut saya, senam berpadu tari ini membuat tubuh lentur dan sehat').
Proses:- Pengamatan performa lisan 6 murid saat menyajikan pendapat di depan kelas menggunakan 3 pilihan kartu topik gerak: Kartu A ('Lebih menyehatkan mana: berlatih pencak silat secara rutin atau senam irama bersama keluarga? Mengapa?'), Kartu B ('Mengapa seorang atlet bulu tangkis juga perlu melatih kelenturan tubuh seperti penari?'), Kartu C ('Apakah gerakan tari zapin atau tarian daerah lain dapat membuat tubuh kita sebugar bermain sepak bola? Jelaskan alasanmu!'). Indikator ketercapaian: (1) Menggunakan frasa pendapat santun; (2) Posisi berdiri tegak dan gestur tangan wajar terbuka; (3) Volume suara terdengar menjangkau seluruh ruang kelas; (4) Intonasi meyakinkan dan tidak monoton.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan umpan balik penutup: Guru mengonfirmasi ketercapaian performa lisan keenam murid dan meminta seluruh murid melakukan gestur jempol mandiri (jempol ke atas jika sudah mampu mengontrol volume dan gestur saat berpendapat, jempol menyamping jika masih grogi) sebagai asesmen diri reflektif.
Formatif:- Asesmen awal diagnostik lisan berupa tanggapan singkat 1 kalimat terkait gambar senam ritmik dan tarian daerah.
- Asesmen performa unjuk kerja menyajikan pendapat lisan bertema olahraga dan tari terpadu menggunakan lembar observasi rubrik performa (fokus 6 murid sesi ini).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pilihan Kata | Belum menggunakan pilihan kata santun penyampai pendapat; kalimat terputus-putus dan dipenuhi gumaman tanpa kata bermakna tentang kegiatan bergerak. | Menggunakan kata pembuka pendapat namun pilihan kata terkait kegiatan gerak olahraga/tari masih sangat terbatas dan belum terangkai utuh. | Menyajikan pendapat dengan pilihan kata yang santun ('Menurut saya...', 'Saya berpendapat...') dan menggunakan kosakata kegiatan bergerak yang sesuai. | Menyajikan pendapat dengan pilihan kata yang sangat kaya, santun, terstruktur rapi, dan tepat menggambarkan perpaduan gerak olahraga dan seni tari secara mandiri. | | Sikap Tubuh dan Gestur | Berdiri membungkuk, pandangan selalu ke bawah/menghindar dari pendengar, serta tidak menunjukkan gestur pendukung. | Sikap tubuh cukup tegak namun masih kaku dan pandangan hanya terpaku pada satu arah tanpa menggunakan gestur tangan. | Berdiri dengan sikap tubuh tegak, mengarahkan pandangan ke teman/pendengar, serta menggunakan gestur tangan terbuka yang wajar. | Sikap tubuh sangat percaya diri, pandangan menyapu seluruh audiens secara luwes, disertai gestur tubuh dan tangan terbuka yang mempertegas isi pendapat secara konsisten. | | Volume dan Intonasi | Suara sangat lirih/berbisik sehingga tidak terdengar oleh pendengar, intonasi tidak beraturan atau datar. | Volume suara mulai terdengar di barisan depan namun intonasi masih terdengar ragu-ragu dan monoton. | Volume suara lantang menjangkau seluruh ruang kelas dengan intonasi yang tepat dan tegas sesuai konteks kalimat. | Volume suara sangat jernih dan stabil di seluruh ruangan, intonasi sangat ekspresif, tegas, dan meyakinkan tanpa berteriak sepanjang penyampaian pendapat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 20 menit cukup efektif untuk melatih dan menilai performa menyajikan pendapat lisan 6 murid giliran pertemuan ini?
- Bagaimana respons murid terhadap permainan berpasangan topik olahraga dan seni tari dalam menumbuhkan keberanian berbicara?
- Aspek apa yang paling banyak membutuhkan bimbingan lanjutan pada diri murid: pilihan kata, sikap tubuh/gestur, atau pengaturan volume suara?
Murid:- Bagian mana yang paling kamu sukai saat berlatih menyampaikan pendapat tentang olahraga dan seni tari bersama temanmu?
- Apakah kamu merasa sikap tubuh dan suaramu sudah cukup lantang dan percaya diri saat berbicara di depan kelas tadi?
- Apa hal yang ingin kamu perbaiki agar penampilan berbicaramu menjadi lebih baik pada kesempatan berikutnya?
Pertemuan 8 — Menyajikan Pendapat Lisan Mandiri Sesuai Konteks Kegiatan Bergerak (Latihan dan Penilaian Performa 6 Murid) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.3 Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks kegiatan bergerak
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu pemanasan pernapasan serta peregangan tubuh ringan bertema kegiatan bergerak (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyajikan pendapat lisan secara mandiri tentang kegiatan bergerak dengan pilihan kata, sikap tubuh/gestur, serta volume dan intonasi yang tepat (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan singkat kepada 2 perwakilan murid dengan menampilkan teks situasi: 'Temanmu ragu ikut latihan senam pagi karena takut lelah'. Murid diminta memberikan 1 kalimat pendapat lisan secara langsung untuk memetakan kesiapan volume, intonasi, dan sikap tubuh (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memberikan penguatan kriteria penyajian pendapat mandiri: pilihan kata relevan, sikap tubuh tegak menghadap audiens dengan gestur tangan terbuka yang wajar, volume suara terdengar jelas ke seluruh ruangan, dan intonasi tegas tidak datar (5 menit).
- Guru memodelkan 2 contoh penyajian pendapat lisan bertema kegiatan bergerak: Contoh A (kurang tepat: membungkuk, suara lirih, intonasi datar, kata tidak runtut) dan Contoh B (tepat: berdiri tegak rileks, gestur tangan wajar, volume mantap, intonasi meyakinkan, kata baku dan terarah: 'Menurut pendapat saya, pemanasan sebelum berlari sangat penting agar otot kita tidak cedera') lalu murid membedakan unsur yang membedakannya (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagikan kartu topik kegiatan bergerak kepada seluruh murid untuk dipilih 1 secara mandiri dari 3 pilihan: (1) 'Bermain lompat tali di waktu istirahat membuat tubuh bugar', (2) 'Pencak silat melatih kelincahan gerak dan kedisiplinan', (3) 'Latihan tari poco-poco secara rutin meningkatkan koordinasi tubuh', lalu murid merancang poin pendapat lisannya secara hening dan mandiri tanpa catatan panjang (5 menit).
- Sebagai aktivitas penyemangat yang menggembirakan, kelas memainkan simulasi cepat 'Estafet Suara Bergerak': murid dalam barisan melafalkan kalimat pendapat bertema gerak dengan mengatur volume (pelan-sedang-keras) dan intonasi bergantian sesuai aba-aba tangan guru secara seru dan dinamis (5 menit).
- Pelaksanaan penilaian performa mandiri giliran 6 murid target Pertemuan 8: masing-masing murid maju secara mandiri menyajikan pendapat lisannya selama 2-3 menit per anak di depan kelas sesuai kartu topik yang dipilih dengan menerapkan pilihan kata, sikap tubuh/gestur, volume, dan intonasi yang tepat; guru menilai dengan lembar observasi rubrik (20 menit).
- Murid-murid lain yang belum jadwal maju melakukan latihan mandiri berpasangan di tempat duduk masing-masing saling menyajikan pendapat lisan dengan saling memperhatikan volume dan kontak mata secara bergantian (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Enam murid yang telah tampil mengutarakan refleksi singkat 1 kalimat tentang bagian performa lisan yang paling mereka kuasai (sikap tubuh, volume, intonasi, atau pilihan kata) dan apa yang masih perlu ditingkatkan (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik umum apresiatif atas kemandirian performa berpendapat lisan ke-6 murid yang telah dinilai dan memotivasi seluruh kelas untuk terus percaya diri berbicara di depan umum (3 menit).
- Guru dan murid menyimpulkan pentingnya keselarasan kata, sikap tubuh, volume, dan intonasi dalam menyampaikan gagasan lisan, lalu menutup pertemuan dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid bebas memilih 1 dari 3 topik konteks kegiatan bergerak yang disediakan (lompat tali, pencak silat, atau tari poco-poco) sesuai minatnya.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kerangka pembuka kalimat ('Menurut pendapat saya, kegiatan ... sangat bermanfaat karena ...') sebelum maju mandiri; murid yang mahir langsung menyajikan pendapat secara mandiri tanpa bantuan kerangka kata.
- Produk: Seluruh murid menyajikan bukti yang sama berupa performa penyajian pendapat lisan mandiri bertema kegiatan bergerak yang teramati langsung oleh guru.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat di awal pelajaran dengan meminta 2 murid menyampaikan 1 kalimat pendapat lisan secara spontan atas situasi: 'Temanmu ragu ikut latihan senam pagi karena takut lelah'. Kriteria penerimaan diagnostik: murid mampu mengeluarkan suara dengan volume terdengar oleh guru, intonasi bersahabat, dan sikap tubuh menghadap ke arah guru (acuan contoh jawaban berterima: 'Menurut saya, senam pagi itu seru dan justru membuat badan kita segar, bukan lemas').
Proses:- Penilaian performa lisan individu terhadap 6 murid target Pertemuan 8 dengan mengamati 4 aspek: (1) pilihan kata bertema kegiatan bergerak, (2) sikap tubuh dan gestur yang sesuai, (3) volume suara yang jelas terdengar seisi ruang, dan (4) intonasi yang tepat dan meyakinkan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir sesi: guru meminta murid menyebutkan 3 hal fisik yang harus dijaga saat berpendapat di depan kelas (kunci acuan jawaban: sikap tubuh tegak/menghadap pendengar, pandangan/kontak mata terarah, serta gestur tangan yang wajar/terbuka).
Formatif:- Observasi unjuk kerja penilaian performa penyajian pendapat lisan mandiri bertema kegiatan bergerak untuk 6 murid menggunakan lembar amatan kriteria ketercapaian.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pilihan Kata | Menggunakan pilihan kata yang belum relevan dengan konteks kegiatan bergerak dan kalimat belum tersusun utuh. | Menggunakan pilihan kata yang sebagian berkaitan dengan konteks kegiatan bergerak namun masih terbata-bata. | Menggunakan pilihan kata yang tepat, santun, dan relevan dengan topik konteks kegiatan bergerak yang dipilih. | Menggunakan pilihan kata yang sangat tepat, variatif, runtut, dan kaya istilah kegiatan bergerak secara mandiri. | | Sikap Tubuh dan Gestur | Berdiri kaku atau membungkuk, menunduk tanpa kontak mata, dan tidak menunjukkan gestur yang mendukung. | Sikap tubuh cukup tegak namun masih sering menunduk atau gelisah dan gestur masih sangat terbatas. | Sikap tubuh tegak rileks, menjaga pandangan ke arah pendengar, dan menggunakan gestur tangan yang wajar dan sesuai konteks. | Sikap tubuh sangat percaya diri dan mantap, kontak mata terjaga menyeluruh ke pendengar, serta gestur sangat luwes dan mendukung pesan secara mandiri. | | Volume dan Intonasi | Volume suara sangat pelan/tidak terdengar oleh kelas dan intonasi datar atau monoton. | Volume suara hanya terdengar sebagian kelas dan intonasi sesekali bervariasi namun belum konsisten. | Volume suara lantang terdengar jelas di seluruh kelas dengan intonasi yang tepat dan meyakinkan sesuai konteks. | Volume suara sangat jelas dan terkontrol baik dengan dinamika intonasi yang hidup, tegas, dan ekspresif sesuai konteks tuturan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah 6 murid yang dinilai hari ini mampu menyajikan pendapat secara mandiri tanpa bergantung pada teks catatan?
- Bagaimana pembagian waktu tampil agar seluruh murid target mendapatkan durasi penyajian dan umpan balik yang adil?
Murid:- Apakah suara dan intonasi saya sudah terdengar jelas dan meyakinkan oleh teman-teman di kelas saat berpendapat?
- Bagian mana dari sikap tubuh saya yang masih perlu diperbaiki saat berbicara di depan kelas?
Pertemuan 9 — Menulis Draf Pertanyaan Teks Wawancara Bertema Olahraga dengan Rangkaian Kalimat Tanya yang Beragam — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.4 Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam berupa teks wawancara bertema olahraga
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa, serta mengecek kehadiran (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyusun draf daftar pertanyaan wawancara bertema olahraga dengan variasi kalimat tanya (2 menit).
- Asesmen diagnostik awal: Guru menampilkan 2 kalimat di papan tulis: (1) 'Olahraga apa yang sering kamu lakukan di sekolah?' dan (2) 'Mengapa pemanasan itu penting sebelum berenang?', lalu meminta murid mengidentifikasi kata tanya yang dipakai dan fungsi informasinya (acuan: Kalimat 1 menggunakan kata tanya 'apa' untuk menanyakan jenis kegiatan olahraga; Kalimat 2 menggunakan kata tanya 'mengapa' untuk menanyakan alasan/sebab perlunya pemanasan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru tentang fungsi ragam kata tanya dalam konteks olahraga: 'apa' (jenis olahraga/alat), 'kapan' (waktu latihan), 'di mana' (tempat latihan), 'siapa' (teman/pelatih), 'mengapa' (alasan memilih olahraga), dan 'bagaimana' (cara/teknik melakukan gerakan) (7 menit).
- Permainan Tebak Pasangan Pertanyaan: Murid secara cepat menjodohkan 3 kartu jawaban olahraga dengan kalimat tanya yang tepat di papan tulis. Kartu jawaban: (A) 'Di lapangan bulu tangkis sekolah', (B) 'Karena ingin badan bugar dan lincah', (C) 'Dengan mengayunkan raket dari bawah ke atas'. Pilihan kalimat tanya: (1) 'Bagaimana cara memukul bola servis?', (2) 'Di mana kamu biasa berlatih bulu tangkis?', (3) 'Mengapa kamu menyukai olahraga bulu tangkis?' (acuan pasangan benar: A-2, B-3, C-1) (8 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Guru membagikan lembar kerja penulisan draf wawancara bertema olahraga kepada setiap murid (2 menit).
- Murid secara mandiri memilih satu cabang olahraga yang diminati (misalnya bulu tangkis, sepak bola, renang, senam, atau lari) sebagai latar wawancara (3 menit).
- Murid menulis draf berisi minimal 4 kalimat tanya yang beragam (menggunakan minimal 4 kata tanya berbeda dari himpunan: apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana) yang relevan dengan topik olahraga yang dipilih pada lembar kerja (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali mandiri hasil tulisannya menggunakan daftar centang pribadi: memastikan terdapat minimal 4 kalimat tanya, kata tanya yang dipakai bervariasi/tidak seragam, serta seluruh pertanyaan berkaitan dengan olahraga yang dipilih (7 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap draf yang telah disusun dan mengonfirmasi kesiapan draf pertanyaan untuk dikembangkan pada pertemuan berikutnya (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya variasi kalimat tanya agar informasi olahraga yang diperoleh saat wawancara menjadi lengkap dan mendalam (5 menit).
- Guru mengumpulkan lembar draf pertanyaan murid untuk dinilai serta menutup sesi dengan salam dan doa (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata tanya beserta contoh konteksnya, sedangkan murid yang sudah mahir dapat mengeksplorasi cabang olahraga bela diri atau atletik yang lebih spesifik.
- Proses: Murid yang masih kesulitan merangkai kalimat dibimbing guru dengan pancingan kata tanya satu per satu, sementara murid mandiri langsung menyusun 4-6 kalimat tanya secara bebas.
- Produk: Murid yang memerlukan pendampingan menargetkan tepat 4 kalimat tanya beragam, sedangkan murid mahir menulis hingga 5 atau 6 kalimat tanya dengan rincian topik olahraga yang lebih mendalam.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Mengidentifikasi kata tanya dan fungsi informasi pada 2 kalimat tanya bertema olahraga: (1) 'Olahraga apa yang sering kamu lakukan di sekolah?' dan (2) 'Mengapa pemanasan itu penting sebelum berenang?' (acuan: Kalimat 1 menggunakan 'apa' untuk menanyakan jenis kegiatan/benda; Kalimat 2 menggunakan 'mengapa' untuk menanyakan alasan/sebab).
Proses:- Pemeriksaan draf tulisan murid selama pengerjaan mandiri: mengamati keterpenuhan minimal 4 kalimat tanya bertema olahraga dengan kata tanya yang bervariasi (kriteria: kalimat tanya relevan dengan olahraga yang dipilih dan menggunakan kata tanya berbeda seperti apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana).
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan hasil draf tertulis daftar pertanyaan wawancara pada lembar kerja murid (kriteria penerimaan: draf memuat minimal 4 kalimat tanya, bertema olahraga, dan menggunakan minimal 4 kata tanya yang beragam dari pilihan apa/siapa/di mana/kapan/mengapa/bagaimana).
Formatif:- Penilaian proses penulisan draf teks wawancara berupa daftar kalimat tanya bertema olahraga menggunakan lembar pengamatan dan rubrik ketercapaian.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keragaman Kalimat Tanya Bertema Olahraga | Menulis kurang dari 3 kalimat tanya, atau kalimat tanya tidak bertema olahraga serta hanya menggunakan 1 kata tanya yang sama. | Menulis 3 kalimat tanya bertema olahraga dengan variasi kata tanya yang masih terbatas (hanya 2 kata tanya berbeda). | Menulis 4 kalimat tanya bertema olahraga dengan rangkaian kalimat yang beragam (menggunakan 3-4 kata tanya berbeda secara tepat). | Menulis lebih dari 4 kalimat tanya bertema olahraga dengan rangkaian kalimat yang sangat beragam (menggunakan 5 atau lebih kata tanya berbeda secara tepat dan mendalam). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 18 menit cukup bagi murid untuk menyusun minimal 4 kalimat tanya bertema olahraga secara mandiri?
- Bagian kata tanya manakah (mengapa/bagaimana) yang paling membutuhkan bimbingan guru dalam penyusunan kalimat tanya murid?
Murid:- Kata tanya apa saja yang sudah berhasil kamu gunakan dalam daftar pertanyaan wawancaramu hari ini?
- Apakah pertanyaan yang kamu tulis sudah cukup untuk mencari tahu kegiatan olahraga yang kamu pilih?
Pertemuan 10 — Menulis Teks Wawancara Sederhana Bertema Olahraga Berupa Dialog Tanya Jawab dengan Rangkaian Kalimat yang Beragam — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.4 Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam berupa teks wawancara bertema olahraga
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan hari ini yaitu menulis teks wawancara sederhana bertema olahraga berupa dialog tanya jawab dengan rangkaian kalimat yang beragam (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menampilkan 2 kalimat di papan tulis: (A) 'Kapan Kakak mulai berlatih bulu tangkis?' dan (B) 'Sejak duduk di kelas tiga SD, saya sudah rajin berlatih bulu tangkis di klub dekat rumah.' Murid diminta menuliskan pada secarik kertas fungsi masing-masing kalimat: kalimat tanya atau kalimat jawaban (acuan: kalimat A adalah kalimat tanya pewawancara; kalimat B adalah kalimat jawaban narasumber) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati contoh teks wawancara tertulis bertema olahraga lari cepat antara 'Pewawancara' dan 'Narasumber (Atlet Lari)' yang ditayangkan guru, lalu mengidentifikasi bahwa teks tersebut tersusun atas format dialog tanya jawab langsung (10 menit).
- Murid membedakan variasi pola kalimat dalam teks dialog tersebut, yaitu kalimat tanya bersubjek di awal/akhir dan kalimat berita/jawaban yang bervariasi (keterangan di awal atau kalimat majemuk setara dengan kata hubung 'dan' atau 'tetapi') (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Tantangan Menyenangkan 'Pasang Tangkis': Murid berpasangan memilih satu dari 2 amplop peran olahraga yang disediakan guru (Amplop A: Olahraga Renang; Amplop B: Olahraga Pencak Silat). Setiap pasangan memainkan kuis cepat menyusun 1 kalimat tanya dan 1 kalimat jawaban olahraga dengan variasi kalimat yang saling bersambung secara riang (10 menit).
- Secara mandiri pada lembar kerja, setiap murid menulis teks wawancara sederhana bertema olahraga berupa dialog tanya jawab utuh (minimal 3 pasang tanya-jawab) dengan rangkaian kalimat yang beragam, menggunakan draf pertanyaan yang telah dirancang sebelumnya atau topik olahraga pilihannya (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca kembali teks wawancara hasil tulisannya sendiri untuk memeriksa apakah setiap giliran bicara sudah berwujud dialog tanya jawab dengan kalimat yang bervariasi, bukan kalimat tanya-jawab yang selalu berpola tunggal sama (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan ciri teks wawancara berupa dialog tanya jawab bertema olahraga dan pentingnya menulis dengan rangkaian kalimat yang beragam (5 menit).
- Murid mengumpulkan lembar kerja teks wawancara dan guru memberikan apresiasi serta arahan singkat untuk kegiatan menata ulang hasil wawancara pada pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bantu pemantik variasi kalimat tanya/jawab untuk murid yang memerlukan panduan tambahan.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan menulis teks wawancara dengan format 3 pasang dialog terbimbing, sedangkan murid mahir menulis teks wawancara 4-5 pasang dialog tanya jawab dengan pola kalimat majemuk atau variasi inversi.
- Produk: Variasi panjang teks wawancara bertema olahraga (minimal 3 pasang tanya-jawab untuk standar, lebih dari 3 pasang untuk pengayaan).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik identifikasi fungsi kalimat: Guru menampilkan 2 kalimat: (1) 'Kapan Kakak mulai berlatih bulu tangkis?' dan (2) 'Sejak duduk di kelas tiga SD, saya sudah rajin berlatih bulu tangkis di klub dekat rumah.' Murid mengidentifikasi fungsi kalimat tersebut (acuan: nomor 1 adalah kalimat tanya wawancara; nomor 2 adalah kalimat jawaban/keterangan narasumber).
Proses:- Pemeriksaan teks wawancara tulisan murid pada lembar kerja: menilai apakah teks memuat minimal 3 pasang dialog tanya-jawab bertema olahraga dan apakah rangkaian kalimat yang ditulis menggunakan struktur yang beragam (kriteria: memuat kalimat tanya dengan kata tanya bervariasi serta kalimat jawaban dengan variasi susunan subjek-predikat atau keterangan di depan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di akhir penulisan: Murid menandai minimal 2 jenis variasi kalimat yang mereka gunakan dalam teks wawancara olahraganya sendiri (kriteria penerimaan: murid dapat menunjukkan 1 kalimat dengan keterangan di awal kalimat dan 1 kalimat dengan kata penghubung setara dalam dialog).
Formatif:- Penilaian proses lembar kerja menulis teks wawancara bertema olahraga (kesesuaian format dialog tanya jawab dan keragaman rangkaian kalimat)
- Observasi diagnostik asesmen awal identifikasi fungsi kalimat dialog
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kesesuaian Format Teks Wawancara Dialog Bertema Olahraga | Menulis teks yang belum berformat dialog tanya jawab bertema olahraga (kurang dari 2 pasang tanya-jawab). | Menulis teks berformat dialog tanya jawab bertema olahraga sebanyak 2 pasang tanya-jawab. | Menulis teks berformat dialog tanya jawab bertema olahraga secara tepat sebanyak minimal 3 pasang tanya-jawab. | Menulis teks berformat dialog tanya jawab bertema olahraga secara lengkap sebanyak 4 pasang tanya-jawab atau lebih secara mandiri. | | Keragaman Rangkaian Kalimat | Seluruh kalimat tanya dan jawaban menggunakan pola kalimat tunggal yang monoton dan sama persis. | Menulis dialog tanya jawab dengan sedikit variasi (hanya 1 pola kalimat yang bervariasi pada tanya atau jawab). | Menulis dialog tanya jawab dengan rangkaian kalimat yang beragam (memadukan variasi kata tanya serta kalimat jawaban berpola tunggal dan majemuk/berketerangan). | Menulis dialog tanya jawab dengan rangkaian kalimat yang sangat beragam dan mengalir wajar di seluruh giliran bicara secara konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 20 menit pada tahap aplikasi mencukupi bagi seluruh murid untuk menuliskan minimal 3 pasang dialog wawancara?
- Bagian mana dari variasi rangkaian kalimat yang masih sering diulang dengan pola sama oleh murid?
Murid:- Apakah aku sudah berhasil menulis teks wawancara berbentuk dialog tanya jawab bertema olahraga?
- Apakah kalimat tanya dan jawaban yang kutulis sudah beragam dan tidak membosankan?
Pertemuan 11 — Menulis dan Menata Ulang Hasil Wawancara Sederhana Bertema Olahraga Menjadi Teks Utuh dengan Kalimat yang Beragam — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.4 Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam berupa teks wawancara bertema olahraga
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus pembelajaran yaitu menata ulang catatan hasil wawancara bertema olahraga menjadi teks laporan hasil wawancara utuh dengan rangkaian kalimat yang beragam (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 contoh format penulisan teks hasil wawancara di papan tulis: Contoh A (format tanya-jawab dialog: Pewawancara: ..., Narasumber: ...) dan Contoh B (format teks narasi/laporan utuh: identitas pewawancara & narasumber, topik, lalu rangkuman penuturan narasumber), kemudian menanyakan kepada murid perbedaan tata susun kedua teks tersebut dan cara merangkai catatan menjadi teks utuh (acuan: Contoh A menyajikan kutipan langsung bergiliran, sedangkan Contoh B menata ulang hasil wawancara dalam bentuk laporan utuh yang merangkaikan informasi narasumber menggunakan kalimat berita dan kalimat penjelasan) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati panduan struktur teks laporan hasil wawancara di buku atau papan tulis yang memuat 4 bagian pokok: (1) Identitas wawancara [Topik olahraga, nama pewawancara, nama narasumber, waktu/tempat], (2) Bagian pembuka [tujuan wawancara], (3) Bagian isi [penataan hasil tanya jawab menggunakan variasi kalimat berita, kalimat tanya asal, dan kalimat majemuk/gabungan kata hubung seperti 'karena', 'sehingga', 'tetapi'], dan (4) Bagian penutup [simpulan dan ucapan terima kasih] (7 menit).
- Murid bersama guru membedah contoh catatan mentah wawancara olahraga bulu tangkis: Catatan 1: 'Kapan mulai latihan? Sejak kelas 2 SD.' diubah menjadi kalimat beragam: 'Narasumber menjelaskan bahwa beliau mulai menekuni bulu tangkis sejak duduk di kelas 2 SD karena menyukai gerakan lincah di lapangan.' Guru menekankan pentingnya variasi susunan kalimat agar tidak monoton (8 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Tantangan Permainan Bahasa 'Ubah Cepat Jadi Teks Utuh': Murid berpasangan memainkan gim cepat menata 3 kartu catatan wawancara acak berikut menjadi rangkaian kalimat laporan yang padu: Kartu 1: 'Olahraga renang dilakukan tiap hari Minggu pagi di kolam renang kota'; Kartu 2: 'Renang bermanfaat melatih pernapasan dan menguatkan otot kaki serta tangan'; Kartu 3: 'Peralatan yang wajib dibawa adalah kacamata renang dan baju renang.' Pasangan yang tercepat merangkaikan ketiga kartu menjadi 1 paragraf teks utuh dengan kalimat penghubung mendapat apresiasi tepuk olahraga (acuan: teks utuh memadukan ketiga informasi tersebut dalam rangkaian kalimat berita yang saling terhubung) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengambil draf dialog wawancara olahraga yang telah disusun pada pertemuan sebelumnya (atau menggunakan lembar catatan wawancara tema olahraga: sepak bola, renang, senam, atau lari) lalu menulis dan menata ulang catatan tersebut menjadi sebuah teks laporan hasil wawancara utuh dengan rangkaian kalimat yang beragam (memuat identitas, pembuka, minimal 4 butir informasi narasumber yang ditulis dalam variasi kalimat berita dan kalimat gabungan, serta penutup) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca kembali teks laporan hasil wawancara yang telah ditulisnya untuk memeriksa apakah semua informasi penting dari narasumber sudah tertata utuh dan kalimat yang digunakan sudah bervariasi serta tidak berulang-ulang kata awalnya (7 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari langkah menata ulang hasil wawancara menjadi teks laporan utuh dengan kalimat yang beragam (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kemandirian murid dalam menyusun teks, serta menutup sesi pembelajaran dengan doa dan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan lembar panduan kerangka laporan hasil wawancara rumpang (memuat petunjuk kolom identitas, pemantik kalimat pembuka, dan kata hubung bantu seperti 'menurut...', 'beliau juga menambahkan bahwa...'). Murid yang sudah mahir disediakan ruang untuk menata catatan wawancara dengan 5 rincian informasi olahraga serta variasi kalimat majemuk yang lebih kompleks.
- Proses: Bagi murid yang kesulitan mengubah tanya-jawab menjadi teks laporan, guru memberikan pemodelan bertahap dari satu pasang pertanyaan-jawaban menjadi satu kalimat penuturan utuh.
- Produk: Variasi panjang teks laporan hasil wawancara: minimal memuat 3 informasi hasil wawancara yang dirangkai dalam kalimat beragam bagi murid berkembang, dan 4 hingga 5 informasi lengkap bagi murid sangat berkembang.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran mengenai perbedaan format teks wawancara dialog langsung vs teks laporan hasil wawancara utuh berdasarkan 2 contoh teks di papan tulis (acuan: Contoh A memakai tanda petik/titik dua dialog langsung; Contoh B memakai susunan laporan utuh dengan identitas, kalimat pembuka, dan penuturan kembali hasil wawancara dalam kalimat berita).
Proses:- Observasi keterlibatan dan ketepatan murid merangkaikan 3 kartu catatan acak menjadi paragraf padu pada kegiatan permainan bahasa (acuan kartu: Kartu 1 jadwal renang, Kartu 2 manfaat renang, Kartu 3 perlengkapan renang; acuan penilaian: murid berhasil menyusun ketiganya menjadi kalimat-kalimat yang berkoherensi).
- Pemeriksaan draf tulisan teks laporan hasil wawancara mandiri murid dengan kriteria: memuat identitas lengkap (topik olahraga, narasumber, pewawancara), pembuka, penataan minimal 4 hasil tanya jawab dengan struktur kalimat yang beragam, dan penutup.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di akhir kegiatan penulisan: murid menunjukkan teks laporan hasil wawancara utuh bertema olahraga yang telah diselesaikannya (kriteria penerimaan: teks memiliki bagian pembuka-isi-penutup, memuat minimal 4 kalimat hasil penataan wawancara dengan bentuk dan panjang kalimat yang bervariasi, serta tidak monoton pada kata pembuka kalimat).
Formatif:- Penilaian proses penataan kalimat dalam permainan bahasa 'Ubah Cepat Jadi Teks Utuh' menggunakan lembar cek keterpaduan kalimat.
- Penilaian unjuk kerja menulis teks laporan hasil wawancara utuh bertema olahraga berdasarkan kelengkapan struktur dan keragaman rangkaian kalimat.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penataan Struktur Teks Hasil Wawancara | Belum mampu menata catatan wawancara; teks hanya menyalin ulang daftar pertanyaan mentah tanpa bagian pembuka atau penutup. | Menata sebagian catatan wawancara menjadi teks utuh tetapi bagian identitas atau penutup teks belum dituliskan. | Menata seluruh catatan wawancara menjadi teks laporan utuh yang lengkap memuat identitas, kalimat pembuka, bagian isi hasil wawancara, dan kalimat penutup. | Menata seluruh catatan wawancara menjadi teks laporan utuh yang sangat padu, terorganisasi dengan sangat runtut dari bagian identitas, pembuka, rincian isi, hingga penutup secara mandiri. | | Keragaman Rangkaian Kalimat | Belum menunjukkan keragaman kalimat; seluruh isi teks ditulis menggunakan pola kalimat tunggal yang seragam dan repetitif. | Menggunakan sedikit variasi kalimat, namun sebagian besar kalimat masih menggunakan struktur dan kata awal yang monoton. | Menggunakan rangkaian kalimat yang beragam (memadukan kalimat berita, kalimat bertingkat sederhana dengan kata hubung, dan kutipan penuturan narasumber) secara tepat dalam teks. | Menggunakan rangkaian kalimat yang sangat beragam dan mengalir lancar (kombinasi variatif antara kalimat tunggal luas, kalimat majemuk setara/bertingkat, dan kalimat penjelas) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat mengubah format dialog tanya jawab menjadi format laporan hasil wawancara utuh dengan lancar?
- Bagian mana dari penulisan variasi kalimat yang masih membutuhkan scaffolding tambahan bagi murid?
Murid:- Bagian mana yang paling mudah dan paling menantang saat mengubah catatan wawancara menjadi teks laporan utuh?
- Apakah teks hasil wawancara yang kutulis sudah menggunakan kalimat yang bervariasi dan enak dibaca?
Pertemuan 12 — Menggunakan Kaidah Kebahasaan dan Kosakata Baru Bermakna Denotatif untuk Menulis Kalimat Bertema Seni Tari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.5 Menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif untuk menulis teks sesuai dengan konteks seni tari atau bela diri
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat dengan meminta murid mencermati 2 kalimat di papan tulis: Kalimat A 'Penari itu meliuk ke kiri dan ke kanan mengikuti alunan kendang' dan Kalimat B 'Pikirannya meliuk ke sana kemari memikirkan masalah', lalu murid diminta memilih kalimat yang memuat kata 'meliuk' dengan makna denotatif/sebenarnya (acuan: Kalimat A, karena bermakna gerakan tubuh nyata, bukan arti kiasan) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru bertema seni tari yang bermakna denotatif untuk menulis kalimat (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang makna denotatif (makna lugas, sebenarnya, tanpa kiasan) dan kaidah kebahasaan kalimat efektif dasar (struktur subjek, predikat, dan objek/keterangan) dalam konteks seni tari (7 menit).
- Murid bersama guru membedah 4 kosakata baru bertema seni tari beserta makna denotatifnya yang tercantum pada bagan kelas: (1) meliuk = melengkung ke samping atau ke depan; (2) lentur = mudah berkeluk-keluk dan tidak kaku; (3) selendang = kain panjang yang disampirkan di bahu untuk menari; (4) gemulai = lemah lembut dan luwes (gerakan tari) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan kuis berpasangan 'Tantangan Kartu Kata Tari': pasangan murid bergantian mengambil salah satu dari 4 kartu kata (meliuk, lentur, selendang, gemulai) lalu menyusun 1 kalimat lisan bermakna denotatif sebelum menuliskannya di buku tulis sebagai pemanasan kreatif (8 menit).
- Secara mandiri pada lembar kerja, murid menulis 4 kalimat bertema seni tari menggunakan kaidah kebahasaan yang runtut dengan menggunakan masing-masing 1 kosakata berikut sesuai makna denotatifnya: (1) meliuk, (2) lentur, (3) selendang, dan (4) gemulai (kriteria penerimaan: kalimat memuat minimal subjek dan predikat, berlatar seni tari, dan kata digunakan dalam arti fisik/sebenarnya) (18 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali 4 kalimat yang telah ditulis dengan mencocokkan pada daftar periksa mandiri: apakah kata sudah bermakna denotatif (bukan kiasan) dan apakah susunan kalimat sudah jelas (9 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan pentingnya menggunakan kata bermakna denotatif agar kalimat tentang seni tari memberikan informasi yang lugas dan tepat (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil penulisan kalimat murid dan menginformasikan bahwa latihan penulisan kalimat berkaidah ini akan dilanjutkan menjadi penulisan paragraf pada pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan berisi contoh pola kalimat dasar (Subjek + Predikat + Keterangan) dengan kosakata target; murid yang cepat diberikan kartu kosakata tambahan (misal: 'iringan', 'gemerlap').
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dapat menyusun kalimat dengan bantuan peragaan gerakan singkat terlebih dahulu, sedangkan murid mandiri langsung menyusun kalimat secara tertulis.
- Produk: Murid yang memerlukan scaffolding menyusun 3 kalimat berkaidah sederhana; murid cepat menyusun 4 kalimat dengan keterangan tempat/alat yang lebih kaya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman makna denotatif melalui 2 kalimat pemantik: (1) 'Penari itu meliuk ke kiri dan ke kanan mengikuti alunan kendang' dan (2) 'Pikirannya meliuk ke sana kemari memikirkan masalah'. Murid diminta menentukan kalimat yang menggunakan kata 'meliuk' secara denotatif (acuan: Kalimat 1 adalah kalimat denotatif karena menunjukkan gerakan fisik yang melengkung nyata).
Proses:- Pengamatan dan pemeriksaan lembar kerja mandiri penulisan 4 kalimat dengan target kosakata: (1) meliuk, (2) lentur, (3) selendang, (4) gemulai. (Kriteria penerimaan: Setiap kalimat memuat minimal unsur Subjek dan Predikat bertema seni tari, serta kata target digunakan sesuai makna lugas/denotatifnya, bukan konotatif).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat di akhir sesi: Murid menentukan apakah kalimat berikut bermakna denotatif atau bukan: 'Tubuh penari Saman itu sangat lentur saat membungkuk ke lantai.' (acuan jawaban: Benar, bermakna denotatif karena 'lentur' merujuk pada kondisi fisik tubuh yang mudah berkeluk/tidak kaku).
Formatif:- Penilaian proses lembar kerja mandiri penulisan 4 kalimat bertema seni tari menggunakan kosakata baru bermakna denotatif sesuai kaidah kebahasaan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penggunaan Kosakata Bermakna Denotatif Bertema Seni Tari | Menggunakan 1 kosakata atau belum tepat menempatkan kosakata sesuai makna denotatifnya dalam konteks seni tari. | Menggunakan 2 kosakata baru secara tepat sesuai makna denotatifnya dalam konteks seni tari. | Menggunakan 3 kosakata baru secara tepat sesuai makna denotatifnya dalam konteks seni tari. | Menggunakan seluruh (4) kosakata baru (meliuk, lentur, selendang, gemulai) secara tepat sesuai makna denotatifnya dalam konteks seni tari. | | Penerapan Kaidah Kebahasaan dalam Menulis Kalimat | Kalimat yang ditulis belum membentuk struktur kalimat yang runtut (belum memiliki subjek dan predikat yang jelas). | Menulis 1-2 kalimat dengan kaidah kebahasaan yang runtut (memiliki unsur subjek dan predikat). | Menulis 3 kalimat dengan kaidah kebahasaan yang runtut (memiliki unsur subjek dan predikat). | Menulis seluruh (4) kalimat dengan kaidah kebahasaan yang runtut dan lengkap (memiliki subjek, predikat, serta objek/keterangan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan dengan jelas antara makna denotatif (sebenarnya) dan makna kiasan dalam konteks gerakan tari?
- Bagian mana dari langkah menyusun kalimat yang masih memerlukan bimbingan tambahan bagi murid?
Murid:- Apakah aku sudah bisa membuat kalimat sendiri menggunakan kata bertema tari seperti meliuk, lentur, selendang, dan gemulai secara tepat?
- Kata mana yang paling mudah dan paling menantang untuk dibuatkan kalimat denotatif?
Pertemuan 13 — Menggunakan Kaidah Kebahasaan dan Kosakata Baru Bermakna Denotatif untuk Menulis Paragraf Teks Bertema Seni Tari atau Bela Diri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.5 Menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif untuk menulis teks sesuai dengan konteks seni tari atau bela diri
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-13, yaitu menulis sebuah paragraf teks bertema seni tari atau bela diri menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru bermakna denotatif (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 pasang kalimat di papan tulis: Kalimat A: 'Pesilat itu pasang kuda-kuda kokoh di atas matras.' vs 'Pesilat itu memiliki kuda-kuda emas.'; Kalimat B: 'Penari meliukkan tubuh mengikuti irama gamelan.' vs 'Penari itu meliukkan hati penonton.'. Murid diminta menentukan kalimat yang menggunakan kosakata bermakna denotatif (makna sebenarnya) secara lisan bersama-sama (acuan jawaban tepat: Kalimat A yang denotatif adalah kalimat pertama karena kuda-kuda bermakna posisi kaki menapak kokoh; Kalimat B yang denotatif adalah kalimat pertama karena meliukkan tubuh bermakna membengkokkan/menggerakkan badan ke samping) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mencermati contoh paragraf bertema bela diri di papan tulis: 'Edo berlatih pencak silat dengan tekun. Ia memasang kuda-kuda yang kokoh untuk menjaga keseimbangan tubuh. Saat lawan mendekat, Edo melakukan tangkisan menggunakan kedua lengannya. Gerakan jurus yang ia tampilkan terlihat sangat bertenaga.' Guru menegaskan bagaimana 3 kosakata denotatif ('kuda-kuda', 'tangkisan', 'jurus') dirangkai dengan kaidah kebahasaan yang padu membentuk satu paragraf utuh (10 menit).
- Guru menyajikan daftar 6 kosakata baru bermakna denotatif tema tari dan bela diri beserta makna sebenarnya: (1) 'kuda-kuda' = posisi kaki menapak kukuh, (2) 'jurus' = rangkaian gerakan bela diri, (3) 'tangkisan' = gerakan menepis serangan, (4) 'gemulai' = lemah lembut dan luwes (tentang gerak tari), (5) 'meliuk' = melengkung atau berkeluk ke samping, (6) 'wiraga' = keterampilan ketepatan gerak tubuh dalam tari. Murid mengidentifikasi arti denotatif masing-masing kata (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid mengikuti permainan tantangan berpasangan 'Rangkai Kata Jadi Paragraf': setiap pasangan mengambil 1 kartu tantangan topik (memilih: 'Latihan Seni Tari' atau 'Latihan Bela Diri'), lalu bersama pasangannya menyusun draf 3 kalimat yang memuat minimal 2 kosakata denotatif pilihan mereka (10 menit).
- Secara mandiri, setiap murid menulis 1 paragraf teks utuh (terdiri atas 3-4 kalimat) bertema seni tari atau bela diri di buku tulis masing-masing, dengan syarat wajib menggunakan kaidah kebahasaan yang padu dan memasukkan minimal 2 kosakata baru bermakna denotatif dari daftar yang telah dipelajari (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali paragraf buatannya secara mandiri: menandai garis bawah pada kosakata baru denotatif yang digunakan, memastikan maknanya lugas/sebenarnya (bukan kiasan), serta memastikan hubungan antarkalimat saling berkaitan dalam satu tema (5 menit).
- Dua orang perwakilan murid membacakan paragraf yang ditulisnya, dan guru bersama kelas mencocokkan ketepatan penggunaan makna denotatif kosakata yang dipilih (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran tentang cara menyusun paragraf bertema gerak tubuh menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata bermakna denotatif yang tepat (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas latihan menulis murid dan menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya adalah asesmen sumatif bab (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan berisi pilihan 3 kosakata beserta arti lugas dan pola kalimat pembuka paragraf; murid yang mahir memilih topik bebas antara seni tari tradisional atau bela diri dengan tantangan menggunakan 3 kosakata denotatif.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan mendapatkan arahan langsung langkah demi langkah dari guru dalam merangkai kalimat menjadi paragraf; murid mandiri langsung menyusun paragraf mandiri.
- Produk: Murid pemula menghasilkan paragraf minimal 3 kalimat dengan 2 kosakata denotatif; murid yang mahir menghasilkan paragraf 4-5 kalimat dengan 3 kosakata denotatif yang saling berpaut logis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman makna denotatif: Murid menentukan kalimat yang menggunakan kosakata bermakna denotatif dari 2 pasang kalimat yang disajikan di papan tulis (Kalimat A: 'Pesilat itu pasang kuda-kuda kokoh di atas matras.' vs 'Pesilat itu memiliki kuda-kuda emas.'; Kalimat B: 'Penari meliukkan tubuh mengikuti irama gamelan.' vs 'Penari itu meliukkan hati penonton.'). Acuan jawaban: Kalimat A pilihan pertama (kuda-kuda = posisi tapak kaki kokoh); Kalimat B pilihan pertama (meliuk = menggerakkan/membengkokkan badan ke samping).
Proses:- Observasi formatif saat murid menyusun paragraf mandiri: Memeriksa apakah murid memilih topik seni tari/bela diri, merangkai minimal 3 kalimat yang padu, dan menerapkan minimal 2 kosakata baru secara denotatif (daftar acuan kata: kuda-kuda, jurus, tangkisan, gemulai, meliuk, wiraga) sesuai kriteria penerimaan makna lugas.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri akhir sesi: Murid menggarisbawahi minimal 2 kosakata baru bermakna denotatif dalam paragraf yang telah dibuatnya dan menuliskan makna lugasnya di bawah paragraf (kriteria penerimaan: kosakata dipakai sesuai makna leksikal/lugasnya dalam konteks tari/bela diri dan tidak bermakna kiasan).
Formatif:- Penilaian kinerja menulis: Lembar tugas menulis mandiri 1 paragraf teks bertema seni tari atau bela diri dengan kaidah kebahasaan dan kosakata baru bermakna denotatif.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penggunaan Kosakata Baru Bermakna Denotatif | Belum menggunakan kosakata baru bermakna denotatif dari daftar acuan dalam paragraf yang ditulis. | Menggunakan 1 kosakata baru dari daftar acuan tetapi maknanya belum tepat secara denotatif dalam konteks kalimat. | Menggunakan 2 kosakata baru dari daftar acuan (kuda-kuda, jurus, tangkisan, gemulai, meliuk, wiraga) dengan makna denotatif yang tepat sesuai konteks seni tari atau bela diri. | Menggunakan 3 atau lebih kosakata baru dari daftar acuan secara tepat dan mandiri sesuai makna denotatifnya dalam konteks seni tari atau bela diri. | | Penerapan Kaidah Kebahasaan dalam Penulisan Paragraf | Kalimat-kalimat yang ditulis terpisah-pisah dan belum terangkai menjadi paragraf yang padu sesuai tema seni tari atau bela diri. | Menulis 2 kalimat bertema seni tari atau bela diri tetapi keterpaduan antarkalimat dalam paragraf masih belum padu. | Menulis 3 kalimat yang terangkai padu membentuk satu paragraf utuh sesuai tema seni tari atau bela diri. | Menulis 4 kalimat atau lebih yang saling terangkai secara utuh dan padu membentuk paragraf bertema seni tari atau bela diri secara runtut. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah mampu membedakan makna denotatif dan menggunakannya secara benar dalam rangkaian paragraf?
- Bagian mana dari bimbingan merangkai kalimat menjadi paragraf yang masih membutuhkan penguatan pada pertemuan selanjutnya?
Murid:- Kosakata baru apa saja yang sudah berhasil saya gunakan dengan makna sebenarnya di dalam paragraf saya?
- Apakah kalimat-kalimat dalam paragraf yang saya buat sudah saling berhubungan menceritakan seni tari atau bela diri?
Pertemuan 14 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.1 Mengidentifikasi ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural Dikenal karena Menari
- TP 4.4.2 Mengidentifikasi ide pokok dan ide pendukung dalam teks nonsastra berbentuk cetak Kuat untuk Melindungi
- TP 4.4.3 Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks kegiatan bergerak
- TP 4.4.4 Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam berupa teks wawancara bertema olahraga
- TP 4.4.5 Menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif untuk menulis teks sesuai dengan konteks seni tari atau bela diri
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, mengondisikan tempat duduk murid secara mandiri berjarak, dan menjelaskan tujuan asesmen sumatif Bab 4 'Meliuk dan Menerjang' (3 menit).
- Guru membagikan Lembar Asesmen Sumatif Tertulis kepada 28 murid serta membacakan tata tertib asesmen secara jelas dan tenang (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memberikan petunjuk teknis pelaksanaan Bagian I (Tes Tertulis Pemahaman Teks Aural dan Cetak): guru akan membacakan teks aural 'Dikenal karena Menari' sebanyak dua kali dengan intonasi jelas, lalu murid menuliskan ide pokoknya secara mandiri; selanjutnya murid membaca mandiri teks cetak 'Kuat untuk Melindungi' untuk melengkapi tabel ide pokok dan ide pendukung (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengerjakan Tugas 1 (TP 1 dan TP 2) selama 22 menit: (a) Mendengarkan teks aural nonsastra yang dibacakan guru: 'Indonesia memiliki kekayaan budaya seni tari yang tersebar di berbagai pelosok nusantara. Ada lima desa di Indonesia yang sangat terkenal karena keunikan tarian tradisional serta dedikasi para penarinya dalam melestarikan warisan leluhur' lalu menuliskan ide pokoknya (kunci jawaban acuan: 'Lima desa di Indonesia terkenal karena tarian tradisional dan para penarinya' atau rumusan bermakna serupa); (b) Membaca mandiri teks cetak 'Kuat untuk Melindungi': 'Pencak silat merupakan seni bela diri tradisional asli Indonesia yang bertujuan utama untuk membela diri dan melindungi sesama. Melalui latihan jurus, kuda-kuda, dan langkah teratur, pesilat melatih kekuatan fisik, kewaspadaan mental, serta kedisiplinan batin' lalu menuliskan ide pokok (kunci jawaban: 'Pencak silat adalah bela diri tradisional Indonesia untuk perlindungan diri') dan 2 ide pendukung (kunci jawaban: 'Tujuan bela diri untuk membela dan melindungi sesama' dan 'Latihan fisik serta mental melatih kekuatan dan disiplin') pada tabel yang disediakan (22 menit).
- Murid mengerjakan Tugas 2 (TP 4 dan TP 5) secara mandiri dan serentak selama 27 menit: (a) Menulis draf teks wawancara sederhana bertema olahraga berupa dialog tanya jawab (pewawancara dan narasumber) minimal 3 pasang pertukaran ujaran dengan ragam kalimat tanya (apa, bagaimana, mengapa) dan kalimat berita jawaban; (b) Menulis 1 paragraf (3-4 kalimat) bertema seni tari atau bela diri menggunakan kaidah kebahasaan kalimat efektif dan minimal 2 kosakata baru bermakna denotatif dari daftar acuan: jurus, kuda-kuda, kelenturan, meliuk, menerjang, iringan (kriteria penerimaan: kosakata dipakai sesuai makna leksikal/harfiah konteks gerak fisik) (27 menit).
- Bersamaan saat murid lain mengerjakan tugas tertulis, guru memanggil giliran 4 murid yang belum dinilai performa lisannya pada pertemuan 5-8 untuk unjuk kerja lisan berpendapat (TP 3) di meja guru secara bergantian selama 8 menit (masing-masing 2 menit): murid menyajikan pendapat lisan bertema kegiatan bergerak (topik pilihan: manfaat pemanasan sebelum olahraga atau alasan pentingnya kelenturan tubuh) dinilai pilihan kata, sikap tubuh/gestur tegak wajar, volume terdengar jelas, dan intonasi tepat sesuai konteks (8 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru menginstruksikan murid berhenti menulis, mengecek kelengkapan identitas pada lembar kerja, merapikan meja, lalu mengumpulkan lembar jawaban ke meja guru secara tertib (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas kejujuran, ketertiban, dan kemandirian seluruh murid selama menyelesaikan asesmen sumatif Bab 4 (2 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: teks cetak 'Kuat untuk Melindungi' disajikan dengan ukuran font lebih besar dan spasi longgar bagi murid yang memiliki kendala penglihatan ringan tanpa mengubah isi teks dan bobot soal.
- Proses: Akomodasi akses waktu: pembacaan teks aural diartikulasikan dengan jeda antar-kalimat yang cukup bagi murid yang membutuhkan waktu memproses informasi dengaran.
- Produk: Standar bukti tetap sama untuk seluruh murid (lembar jawaban tertulis mandiri dan amatan unjuk kerja lisan sesuai rubrik).
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- Asesmen campuran tertulis serentak (tes pemahaman dan penulisan teks) serta unjuk kerja lisan penyampaian pendapat: Lembar kerja tertulis individual berisi rumusan ide pokok teks aural, tabel ide pokok dan ide pendukung teks cetak, teks draf wawancara olahraga dengan variasi kalimat, paragraf seni tari/bela diri dengan kosakata baru denotatif, serta lembar amatan performa penyampaian pendapat lisan (pilihan kata, gestur, volume, intonasi).
- tes tertulis serentak: 28 murid mengerjakan lembar asesmen secara individual dan serentak selama 25 menit; guru membacakan teks aural nonsastra bertema gerak/tari untuk TP 1 lalu murid merumuskan ide pokoknya secara tertulis, dilanjutkan membaca teks nonsastra cetak untuk mengisi tabel ide pokok dan ide pendukung pada TP 2. Artefak diperiksa guru sesudah sesi menggunakan kunci jawaban dan rubrik. (25 menit; individual; instrumen: lembar soal tertulis, kunci jawaban, dan pedoman penskoran)
- produk tertulis serentak: 28 murid secara mandiri dan serentak menulis teks sederhana berupa draf wawancara bertema olahraga (TP 4) dan menyusun satu paragraf bertema seni tari atau bela diri menggunakan kosakata baru bermakna denotatif sesuai kaidah kebahasaan (TP 5) selama 30 menit. Guru mengawasi di kelas; hasil karya diperiksa sesudah sesi menggunakan rubrik analitis. (30 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk penulisan teks wawancara dan paragraf denotatif)
- unjuk kerja lisan individual: Portofolio amatan performa lisan berpendapat (pilihan kata, gestur, volume, intonasi) dalam konteks kegiatan bergerak dengan durasi 2 menit per murid. Dilakukan bertahap pada sesi latihan pembelajaran TP 3 yang sudah ada: 4 sesi × 6 murid = 24 murid dinilai saat kegiatan mandiri/kelompok di kelas berlangsung. Sisanya 4 murid dinilai langsung pada slot sumatif akhir: 4 murid × 2 menit = 8 menit, ditambah 4 menit perpindahan dan pencatatan (total 12 menit <= 15 menit durasi tugas; sisa 3 menit jeda pengumpulan lembar tugas lain). Guru mencatat skor pada lembar observasi. (15 menit; individual; instrumen: lembar amatan performa lisan berpendapat (pilihan kata, gestur, volume, dan intonasi))
Sumatif:- Asesmen campuran tertulis serentak (tes pemahaman dan penulisan teks) serta unjuk kerja lisan penyampaian pendapat: Lembar kerja tertulis individual berisi rumusan ide pokok teks aural, tabel ide pokok dan ide pendukung teks cetak, teks draf wawancara olahraga dengan variasi kalimat, paragraf seni tari/bela diri dengan kosakata baru denotatif, serta lembar amatan performa penyampaian pendapat lisan (pilihan kata, gestur, volume, intonasi).
- tes tertulis serentak: 28 murid mengerjakan lembar asesmen secara individual dan serentak selama 25 menit; guru membacakan teks aural nonsastra bertema gerak/tari untuk TP 1 lalu murid merumuskan ide pokoknya secara tertulis, dilanjutkan membaca teks nonsastra cetak untuk mengisi tabel ide pokok dan ide pendukung pada TP 2. Artefak diperiksa guru sesudah sesi menggunakan kunci jawaban dan rubrik. (25 menit; individual; instrumen: lembar soal tertulis, kunci jawaban, dan pedoman penskoran)
- produk tertulis serentak: 28 murid secara mandiri dan serentak menulis teks sederhana berupa draf wawancara bertema olahraga (TP 4) dan menyusun satu paragraf bertema seni tari atau bela diri menggunakan kosakata baru bermakna denotatif sesuai kaidah kebahasaan (TP 5) selama 30 menit. Guru mengawasi di kelas; hasil karya diperiksa sesudah sesi menggunakan rubrik analitis. (30 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk penulisan teks wawancara dan paragraf denotatif)
- unjuk kerja lisan individual: Portofolio amatan performa lisan berpendapat (pilihan kata, gestur, volume, intonasi) dalam konteks kegiatan bergerak dengan durasi 2 menit per murid. Dilakukan bertahap pada sesi latihan pembelajaran TP 3 yang sudah ada: 4 sesi × 6 murid = 24 murid dinilai saat kegiatan mandiri/kelompok di kelas berlangsung. Sisanya 4 murid dinilai langsung pada slot sumatif akhir: 4 murid × 2 menit = 8 menit, ditambah 4 menit perpindahan dan pencatatan (total 12 menit <= 15 menit durasi tugas; sisa 3 menit jeda pengumpulan lembar tugas lain). Guru mencatat skor pada lembar observasi. (15 menit; individual; instrumen: lembar amatan performa lisan berpendapat (pilihan kata, gestur, volume, dan intonasi))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Ide Pokok Teks Aural (TP 1) | Belum mampu menuliskan ide pokok teks aural secara tepat sesuai teks yang dibacakan. | Menuliskan informasi teks aural namun hanya berupa detail penjelas, belum menyentuh ide pokok (lima desa terkenal karena tarian/penarinya). | Menuliskan ide pokok teks aural dengan benar sesuai gagasan utama (desa yang terkenal dengan tarian dan penarinya) dengan sedikit bimbingan kalimat. | Menuliskan ide pokok teks aural secara mandiri, tepat, dan lengkap mencakup gagasan pokok lima desa terkenal dengan tarian tradisional dan para penarinya. | | Identifikasi Ide Pokok dan Ide Pendukung Teks Cetak (TP 2) | Belum tepat mengidentifikasi ide pokok maupun ide pendukung dari teks cetak 'Kuat untuk Melindungi'. | Hanya tepat menuliskan ide pokok ATAU 1 ide pendukung sesuai kunci acuan teks cetak. | Tepat menuliskan ide pokok dan 1 ide pendukung sesuai kunci acuan teks cetak secara mandiri. | Tepat dan lengkap menuliskan ide pokok serta 2 ide pendukung sesuai seluruh kunci acuan teks cetak secara mandiri. | | Menyajikan Pendapat Lisan Konteks Bergerak (TP 3) | Menyajikan pendapat dengan pilihan kata belum sesuai, sikap tubuh kaku/menunduk, serta volume suara lirih. | Menyajikan pendapat dengan pilihan kata sesuai tema gerak, namun sikap tubuh masih canggung dan volume suara belum stabil. | Menyajikan pendapat dengan pilihan kata sesuai, sikap tubuh tegak wajar, serta volume dan intonasi tepat terdengar jelas. | Menyajikan pendapat secara meyakinkan dengan pilihan kata variatif dan tepat, gestur luwes alami, serta kontrol volume dan intonasi yang sangat baik. | | Menulis Teks Wawancara Olahraga (TP 4) | Belum mampu menyusun format tanya jawab wawancara dan kalimat belum bervariasi. | Menulis draf wawancara olahraga tetapi hanya memuat 1-2 pasangan ujaran dan pola kalimat tanya masih seragam (satu jenis kata tanya). | Menulis teks wawancara olahraga minimal 3 pasangan dialog dengan ragam kalimat tanya (memuat minimal 2 kata tanya berbeda) dan jawaban informatif. | Menulis teks wawancara olahraga secara lengkap, rapi, memuat lebih dari 3 pasangan dialog dengan variasi kalimat tanya (apa, bagaimana, mengapa) yang sangat beragam dan padu. | | Menulis Paragraf Kosakata Denotatif Tari/Bela Diri (TP 5) | Belum menggunakan kaidah kalimat yang padu dan belum memuat kosakata baru bertema tari/bela diri. | Menulis paragraf bertema tari/bela diri dengan kaidah kalimat sederhana namun hanya memuat 1 kosakata baru denotatif yang tepat. | Menulis satu paragraf padu (3-4 kalimat) bertema seni tari/bela diri menggunakan kaidah kebahasaan runtut dan memuat minimal 2 kosakata baru denotatif dari daftar acuan secara tepat maknanya. | Menulis paragraf utuh yang sangat padu dan runtut bertema tari/bela diri dengan memanfaatkan lebih dari 2 kosakata baru denotatif dari daftar acuan secara tepat makna kontekstualnya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi bagi murid untuk menuntaskan tes pemahaman, penulisan produk, dan unjuk performa 4 murid secara tertib?
- Bagaimana ketercapaian murid kelas 4 pada kompetensi menulis ragam kalimat wawancara dan pemanfaatan kosakata denotatif Bab 4?
Murid:- Bagian tugas mana pada asesmen Bab 4 ini yang paling mudah dan paling menantang bagiku?
- Bagaimana perasaanku setelah menyelesaikan seluruh rangkaian belajar dan penilaian pada Bab 'Meliuk dan Menerjang' ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), 2023, Kemendikbudristek
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), 2023, Kemendikbudristek
- Teks aural 'Dikenal karena Menari' Bab 4
- Kartu permainan ide pokok berpasangan 'Tangkap Ide Pokok'
- Lembar kerja murid menyimak ide pokok
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023), Bab 4 hlm. 124-131.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023), teks 'Dikenal karena Menari' hlm. 71-76.
- Lembar kerja identifikasi ide pokok paragraf teks aural berwarna.
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Kemdikbudristek 2023
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Kemdikbudristek 2023 (Teks Kuat untuk Melindungi hlm. 134)
- Lembar Teks Cetak 'Kuat untuk Melindungi'
- Kartu Aktivitas 'Tebak Kalimat Kunci' (Kutipan Teks & Pilihan Ide Pokok)
- Lembar Kerja Siswa (Identifikasi Ide Pokok Teks Cetak)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD Kelas IV Halaman 80 (Teks 'Kuat untuk Melindungi')
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Tabel Ide Pendukung Paragraf
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023) Bab 4 Halaman 124-129.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023) Bab 4 Halaman 70-78.
- Kartu pemantik kalimat pembuka pendapat bertema kegiatan bergerak.
- Lembar pengamatan performa lisan guru.
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV Edisi Revisi 2023, Kemendikbudristek
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV Edisi Revisi 2023, Kemendikbudristek
- 4 Kartu Topik Pendapat Bergerak (Kartu 1: Pendinginan olahraga, Kartu 2: Kelenturan meliuk, Kartu 3: Aktif bergerak harian, Kartu 4: Keseimbangan menerjang)
- Lembar Observasi Penilaian Performa Berbicara (Volume dan Intonasi)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek 2023
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek 2023
- Gambar visual perpaduan gerak olahraga dan tari daerah (senam ritmik tarian tradisional)
- Kartu topik berpendapat (Kartu A, Kartu B, dan Kartu C bertema gerak terpadu)
- Lembar daftar observasi performa lisan murid
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV, Kemendikbudristek 2023.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV, Kemendikbudristek 2023, Bab 4 Halaman 70-78.
- Tiga lembar kartu topik kegiatan bergerak (lompat tali, pencak silat, tari poco-poco).
- Lembar rubrik penilaian performa berbicara dan mempresentasikan.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), 2023, Kemendikbudristek (Bab 4, Halaman 84-87)
- Kartu permainan kalimat tanya dan lembar kerja penulisan draf wawancara olahraga
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek, 2023
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek, 2023, Bab 4 Halaman 84-87
- Lembar Kerja Menulis Teks Wawancara Olahraga
- Amplop dan kartu skenario olahraga 'Pasang Tangkis'
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Bab IV: Meliuk dan Menerjang).
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Halaman 84-87: Menulis Teks dan Laporan Hasil Wawancara).
- Kartu latihan 'Ubah Cepat Jadi Teks Utuh' dan draf hasil wawancara tema olahraga milik murid.
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV Bab 4 'Meliuk dan Menerjang'
- Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) untuk rujukan makna denotatif kata
- Kartu kata seni tari (meliuk, lentur, selendang, gemulai)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Kemendikbudristek, 2023.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Kemendikbudristek, 2023 (Bab 4 Meliuk dan Menerjang).
- Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) untuk rujukan arti denotatif kosakata gerak.
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD (Kemendikbudristek 2023), Bab IV 'Meliuk dan Menerjang'
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD (Kemendikbudristek 2023), Bab IV 'Meliuk dan Menerjang'
- Lembar Soal Asesmen Sumatif Bab 4 (Teks Aural, Teks Cetak, Kolom Wawancara, Kolom Paragraf)
- Lembar Instrumen Rubrik Pengamatan Performa Lisan Berpendapat Guru
|