Modul AjarPertemuan 5Bab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Membaca dan Memirsa Denah serta Peta Lingkungan Sekitar

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 dengan topik "Membaca dan Memirsa Denah serta Peta Lingkungan Sekitar". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Membaca dan Memirsa Denah serta Peta Lingkungan Sekitar

Bahasa Indonesia - Kelas 4

Bab 3 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Membaca dan Memirsa Denah serta Peta Lingkungan Sekitar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMembaca dan Memirsa Denah serta Peta Lingkungan Sekitar
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membaca dan memirsa denah atau peta sederhana untuk memahami informasi lokasi dan rute di lingkungan sekitar.
  2. Murid dapat menjelaskan informasi yang diperoleh dari denah kepada teman menggunakan volume dan intonasi yang tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu tersesat atau kebingungan mencari jalan? Bagaimana kamu akhirnya menemukan tempat yang kamu cari?
  2. Jika kamu diminta menunjukkan jalan dari kelas ke kantin sekolah kepada teman baru, kira-kira kamu akan menjelaskannya bagaimana?
  3. Apa bedanya denah dan peta? Kapan kita membutuhkan masing-masing?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama (2 menit).
  • Guru mengecek kehadiran dan mengondisikan murid agar siap belajar (1 menit).
  • ASESMEN AWAL — Guru menampilkan dua gambar: satu denah sekolah sederhana dan satu peta kecamatan. Murid diminta mengangkat tangan: 'Siapa yang pernah melihat gambar seperti ini? Dipakai untuk apa?' Guru mencatat respons murid sebagai data kesiapan belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi ruang murid merespons singkat: 'Pernahkah kamu tersesat? Bagaimana kamu menemukan jalan?' (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa ramah: 'Hari ini kita akan belajar membaca denah dan peta, lalu berlatih menjelaskannya kepada teman dengan suara yang jelas dan nada yang tepat.' (1 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan denah sekolah berukuran besar (poster atau layar proyektor). Murid diajak mengamati secara saksama selama 1 menit dalam keheningan — guru meminta murid 'memindai' denah dari atas ke bawah terlebih dahulu sebelum berbicara (prinsip Berkesadaran).
  • Guru memandu diskusi kelas: 'Apa saja yang kalian lihat di denah ini? Simbol apa saja yang ada?' Guru menuliskan temuan murid di papan tulis: simbol, legenda, arah mata angin, skala (sederhana), dan nama lokasi.
  • Guru menjelaskan perbedaan denah (gambar lokasi area terbatas, misalnya sekolah atau kompleks perumahan) dan peta (gambar wilayah yang lebih luas, misalnya kelurahan atau kecamatan) menggunakan contoh nyata dari lingkungan murid (prinsip Bermakna).
  • Guru memperagakan cara 'membaca' denah: menentukan posisi awal, menemukan tujuan, dan menelusuri rute menggunakan jari di atas gambar denah.
  • Murid secara berpasangan mendapat Lembar Kerja berisi denah sederhana lingkungan sekolah. Mereka diminta menjawab 3 pertanyaan tertulis: (1) Di mana letak perpustakaan? (2) Ruang mana yang paling dekat dengan gerbang? (3) Tuliskan rute dari kelas ke UKS. (8 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat satu 'Kartu Tantangan Rute' berisi situasi nyata, misalnya: 'Seorang murid baru ingin ke ruang guru dari gerbang sekolah. Bantu dia!' (prinsip Menggembirakan — konteks permainan peran).
  • Setiap kelompok mendiskusikan rute berdasarkan denah yang tersedia, lalu satu anggota kelompok berlatih menjelaskan rute tersebut secara lisan kepada anggota lain yang berperan sebagai 'murid baru' (prinsip Bermakna — situasi kehidupan nyata).
  • Guru berkeliling memantau, memberikan umpan balik langsung terkait kejelasan penjelasan, volume suara, dan intonasi. Murid yang selesai lebih awal diminta mencoba menjelaskan rute alternatif.
  • Setiap kelompok memilih satu wakil untuk mempresentasikan rute di depan kelas. Penyaji menjelaskan rute sambil menunjuk langsung pada denah yang ditampilkan. Pendengar diminta memperhatikan: apakah suara cukup keras? Apakah intonasi jelas saat menyebut nama tempat? (5 menit, sekitar 2 kelompok tampil bergantian)
  • Setelah tiap presentasi, kelas memberikan umpan balik menggunakan 'jempol naik' (sudah jelas) atau 'tangan melambai' (perlu lebih keras/jelas), guru merangkum poin perbaikan (prinsip Menggembirakan — umpan balik positif dan interaktif).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid kembali ke tempat duduk masing-masing. Murid diminta menutup mata sejenak (30 detik) dan mengingat kembali: 'Langkah apa yang kamu lakukan tadi saat membaca denah?' (prinsip Berkesadaran — metakognisi).
  • Murid mengisi Jurnal Refleksi singkat di lembar kerja (atau buku tulis): (1) Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang denah adalah... (2) Saat menjelaskan rute tadi, bagian yang menurutku sudah baik adalah... dan yang ingin aku perbaiki adalah... (3) Di kehidupan sehari-hariku, aku bisa menggunakan kemampuan membaca denah saat... (prinsip Bermakna — koneksi ke kehidupan nyata).
  • Guru mengajak 2–3 murid berbagi jawaban refleksi mereka secara sukarela.
  • Guru memberikan penguatan: menghubungkan kemampuan membaca denah dengan situasi nyata seperti mengunjungi tempat baru, membantu orang yang tersesat, atau mengikuti kegiatan pramuka.

Penutup:

  • ASESMEN AKHIR — Guru membagikan 'Tiket Keluar': selembar kertas kecil berisi denah mini baru (berbeda dari yang dipakai saat inti). Murid secara mandiri menjawab: (1) Tunjukkan rute dari titik A ke titik B. (2) Tuliskan 1 kalimat penjelasan rute itu seolah kamu berbicara kepada teman. (5 menit)
  • Guru mengumpulkan tiket keluar sebagai data asesmen sumatif pertemuan ini.
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: 'Hari ini kita belajar bahwa denah dan peta adalah alat bantu navigasi. Kita bisa membacanya dengan memperhatikan simbol, legenda, dan arah. Saat menjelaskan kepada orang lain, kita perlu berbicara dengan suara jelas dan intonasi yang tepat.'
  • Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya secara singkat untuk membangun antisipasi murid.
  • Guru menutup kelas dengan salam dan apresiasi atas partisipasi murid hari ini.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan denah yang lebih sederhana dengan lebih sedikit ruangan dan keterangan legenda yang lebih lengkap. Murid yang sudah cepat memahami dapat diberikan peta wilayah (bukan sekadar denah sekolah) dan diminta menjawab pertanyaan dengan tingkat kerumitan lebih tinggi, misalnya menentukan rute terpendek dari dua pilihan.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan membaca denah dapat bekerja berdampingan dengan guru atau teman sebaya (tutor sebaya) saat mengerjakan Lembar Kerja. Murid yang sudah mahir dapat langsung mengerjakan Kartu Tantangan Rute tingkat lanjut secara mandiri tanpa panduan guru.
  • Produk: Murid yang sudah sangat berkembang dapat membuat penjelasan rute dalam bentuk rekaman suara singkat (jika tersedia gawai) atau membuat denah mini ruang kelas mereka sendiri sebagai produk tambahan. Murid yang masih berkembang cukup menyelesaikan Tiket Keluar dengan rute dasar.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan saat pendahuluan: guru menampilkan gambar denah dan peta, murid merespons apa yang mereka ketahui. Guru mencatat siapa yang sudah familiar dengan denah/peta dan siapa yang belum pernah menggunakannya sebagai dasar penyesuaian pendampingan selama kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi partisipasi murid saat diskusi berpasangan mengerjakan Lembar Kerja denah sekolah.
  • Penilaian presentasi lisan kelompok: guru menggunakan lembar ceklis sederhana untuk mencatat ketepatan informasi rute, volume suara, dan intonasi tiap penyaji.
  • Umpan balik langsung dari guru saat berkeliling memantau kelompok.

Akhir:

  • Tiket Keluar individual: murid mengerjakan secara mandiri — (1) menandai/menuliskan rute dari titik A ke titik B pada denah mini baru, dan (2) menuliskan satu kalimat penjelasan rute seolah berbicara kepada teman. Hasil dikumpulkan dan dinilai guru menggunakan rubrik.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid berdiskusi berpasangan mengerjakan Lembar Kerja denah (ketepatan mengidentifikasi lokasi dan rute).
  • Umpan balik lisan dan gesture kelas (jempol naik/tangan melambai) saat presentasi kelompok berlangsung.
  • Pemantauan guru berkeliling saat kegiatan kelompok: mencatat murid yang menggunakan volume dan intonasi tepat vs. yang masih perlu bimbingan.

Sumatif:

  • Tiket Keluar: murid secara mandiri menunjukkan rute pada denah baru dan menuliskan satu kalimat penjelasan lisan — dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membaca dan Memirsa Denah (TP 4.3.5.1)Murid belum dapat mengidentifikasi lokasi atau rute pada denah meskipun dengan bantuan.Murid dapat mengidentifikasi lokasi tertentu pada denah dengan bantuan guru atau teman, tetapi belum dapat menelusuri rute secara mandiri.Murid dapat mengidentifikasi lokasi dan menelusuri rute sederhana pada denah secara mandiri dengan benar.Murid dapat mengidentifikasi lokasi, menelusuri rute, dan membandingkan beberapa pilihan rute pada denah secara mandiri dan akurat, serta dapat menjelaskan alasan pemilihan rute tersebut.
Menjelaskan Informasi Denah secara Lisan (TP 4.3.5.2)Murid belum dapat menjelaskan informasi rute dari denah secara lisan, atau penjelasan tidak dapat dipahami.Murid dapat menjelaskan rute secara lisan namun volume suara terlalu pelan atau intonasi datar sehingga kurang jelas.Murid dapat menjelaskan rute dari denah kepada teman dengan volume suara yang cukup dan intonasi yang tepat sehingga dapat dipahami dengan baik.Murid dapat menjelaskan rute secara runtut, jelas, menggunakan volume dan intonasi yang tepat, disertai penanda arah yang spesifik (kanan, kiri, lurus, melewati...) sehingga sangat mudah dipahami pendengar.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil mengidentifikasi setidaknya satu informasi lokasi dari denah secara mandiri? Murid mana yang perlu perhatian lebih pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah kegiatan diskusi berpasangan dan presentasi kelompok berjalan efektif untuk melatih kemampuan berbicara murid? Apa yang perlu diperbaiki dari manajemen kelompok?
  • Seberapa efektif Tiket Keluar sebagai alat ukur? Apakah instruksinya sudah cukup jelas bagi murid?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda-beda?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang denah atau peta adalah...
  • Saat menjelaskan rute kepada teman, bagian yang sudah aku lakukan dengan baik adalah... dan yang ingin aku tingkatkan adalah...
  • Di kehidupan sehari-hariku, kemampuan membaca denah akan berguna saat...

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase B — Bab 3 'Lihat Sekitar' (Kemendikbudristek)
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase B — Edisi Revisi (Kemendikbudristek)
  3. Poster atau tayangan denah sekolah (dibuat/dicetak guru, ukuran A2 atau ditampilkan via proyektor)
  4. Lembar Kerja Murid: denah sekolah sederhana dengan pertanyaan panduan (disiapkan guru)
  5. Kartu Tantangan Rute (disiapkan guru, satu set per kelompok)
  6. Tiket Keluar: lembar kerja mini berisi denah baru untuk asesmen akhir (disiapkan guru)
  7. Papan tulis / whiteboard dan spidol
  8. Proyektor atau layar (jika tersedia)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.