Modul AjarPertemuan 4Bab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Menulis Kalimat dengan Kata Keterangan Arah dan Kosakata Lingkungan Sekitar

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 dengan topik "Menulis Kalimat dengan Kata Keterangan Arah dan Kosakata Lingkungan Sekitar". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Menulis Kalimat dengan Kata Keterangan Arah dan Kosakata Lingkungan Sekitar

Bahasa Indonesia - Kelas 4

Bab 3 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Menulis Kalimat dengan Kata Keterangan Arah dan Kosakata Lingkungan Sekitar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMenulis Kalimat dengan Kata Keterangan Arah dan Kosakata Lingkungan Sekitar
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menulis kalimat sederhana menggunakan kosakata arah (kiri, kanan, lurus, belok) dan kosakata lingkungan sekitar dengan makna denotatif yang tepat.
  2. Murid dapat menggunakan kaidah kebahasaan (huruf kapital, tanda titik, tanda koma) dengan benar dalam kalimat yang ditulis.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kamu harus menjelaskan jalan menuju kantin sekolah kepada teman baru, kata apa yang akan kamu pakai agar ia tidak tersesat?
  2. Pernahkah kamu memberi petunjuk arah kepada seseorang? Apakah orang itu bisa sampai ke tempat yang dituju? Mengapa?
  3. Apa bedanya 'belok kiri di depan pohon mangga' dan 'pergi ke sebelah kiri'? Menurutmu, mana yang lebih jelas?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kabar murid secara singkat.
  • Guru mengajukan asesmen awal: guru menampilkan gambar denah sederhana sekolah di papan tulis, lalu meminta 2–3 murid secara lisan menyebutkan cara menuju satu tempat ke tempat lain menggunakan kata arah. Guru mencatat murid yang sudah familiar dan yang belum.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik pertama: 'Jika kamu harus menjelaskan jalan menuju kantin kepada teman baru, kata apa yang akan kamu pakai?' dan memberikan waktu murid menjawab secara bebas.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa yang mudah dipahami: 'Hari ini kita akan belajar menulis kalimat menggunakan kata arah seperti kiri, kanan, lurus, dan belok, serta mempraktikkan penulisan huruf kapital dan tanda baca yang benar.'
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat agar murid tahu apa yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan kartu kata (flashcard) berisi delapan kosakata: kiri, kanan, lurus, belok, jalan, persimpangan, gedung, dan taman. Kartu ditempelkan di papan tulis.
  • Guru membacakan setiap kata dengan lantang, lalu murid menirukan bersama-sama sambil memperagakan gerakan tubuh (misalnya: kata 'kiri' sambil menunjuk ke kiri, 'belok' sambil memutar pergelangan tangan). Ini membantu murid menghubungkan kata dengan maknanya secara konkret. (Berkesadaran)
  • Guru menampilkan dua contoh kalimat di papan tulis: (1) 'Belok kiri di depan kantin, lalu jalan lurus menuju lapangan.' (2) 'Taman sekolah ada di sebelah kanan gedung perpustakaan.' Guru membaca nyaring dan murid mengikuti.
  • Guru mengajak murid menganalisis kalimat contoh bersama: 'Di mana huruf kapital dipakai? Di mana tanda titik diletakkan? Apakah ada tanda koma? Mengapa?' Murid menjawab secara bergantian dan guru memberikan konfirmasi. (Bermakna)
  • Guru menuliskan di papan kaidah sederhana: (a) Huruf kapital dipakai di awal kalimat dan nama tempat; (b) Tanda titik dipakai di akhir kalimat; (c) Tanda koma dipakai untuk memisahkan dua peristiwa dalam satu kalimat.
  • Murid mencatat kaidah tersebut di buku tulis masing-masing sebagai panduan saat menulis.

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Murid (LKM) berisi denah sederhana lingkungan sekolah dengan beberapa tempat berlabel (ruang kelas, kantin, perpustakaan, lapangan, UKS, toilet, ruang guru, dan gerbang). (Menggembirakan)
  • Murid diminta mengamati denah selama 2 menit, lalu guru memberikan instruksi Tugas 1: 'Tulislah 3 kalimat petunjuk arah dari gerbang sekolah menuju perpustakaan menggunakan kata kiri, kanan, lurus, atau belok. Perhatikan huruf kapital dan tanda baca!'
  • Murid mengerjakan Tugas 1 secara mandiri. Guru berkeliling memantau, memberikan umpan balik singkat kepada murid yang kesulitan tanpa langsung memberikan jawaban (misal: 'Coba perhatikan lagi, kalimat mulai dari huruf apa?'). (Berkesadaran, Bermakna)
  • Setelah Tugas 1 selesai (sekitar 8 menit), guru memberikan Tugas 2: 'Pilihlah satu tempat menarik di sekitar sekolahmu (boleh kantin, lapangan, atau taman). Tulislah 2 kalimat yang mendeskripsikan tempat itu menggunakan kosakata lingkungan sekitar dengan makna yang tepat.'
  • Murid mengerjakan Tugas 2 secara mandiri. Guru tetap berkeliling dan mencatat murid yang menunjukkan kemajuan atau kesulitan untuk keperluan diferensiasi dan asesmen proses. (Kemandirian)
  • Guru meminta 2–3 sukarelawan membacakan kalimat yang mereka tulis di depan kelas. Kelas memberikan tepuk tangan dan guru memberikan apresiasi serta koreksi konstruktif jika ada kesalahan kaidah. (Menggembirakan, Komunikasi)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid meninjau kembali hasil pekerjaan mereka dengan panduan pertanyaan refleksi diri: 'Sudahkah kamu menggunakan kata arah dengan tepat? Sudahkah kamu menulis huruf kapital di tempat yang benar? Apakah setiap kalimatmu diakhiri tanda titik?'
  • Murid diberi waktu 3 menit untuk membaca ulang kalimat yang sudah mereka tulis dan mengoreksi sendiri jika menemukan kesalahan (self-correction). Guru menekankan: 'Menemukan kesalahan sendiri dan memperbaikinya adalah tanda kamu sudah berpikir kritis.' (Berkesadaran, Kemandirian)
  • Guru menampilkan satu contoh kalimat yang sengaja mengandung 3 kesalahan (huruf kapital tidak tepat, tanda titik hilang, kata arah tidak sesuai konteks) di papan tulis. Murid diminta menemukan dan memperbaiki kesalahan tersebut secara berpasangan selama 3 menit. (Bermakna, Penalaran Kritis)
  • Pasangan berbagi jawaban dengan pasangan lain, kemudian guru membahas bersama seluruh kelas. Guru mengaitkan kembali dengan kaidah yang dicatat di awal.
  • Guru memberikan tiket keluar (exit ticket): murid menuliskan 1 kalimat baru menggunakan minimal satu kata arah dan satu kata lingkungan sekitar yang belum mereka pakai sebelumnya, beserta kaidah kebahasaan yang benar. Tiket dikumpulkan sebagai asesmen akhir.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bersama: 'Apa saja kata keterangan arah yang sudah kita pelajari? Kaidah apa yang harus diperhatikan saat menulis kalimat?'
  • Guru memberikan penguatan positif: menekankan bahwa kemampuan menulis petunjuk arah yang jelas sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat membantu orang yang tersesat atau membuat peta perjalanan.
  • Guru mengumpulkan exit ticket sebagai asesmen akhir dan LKM sebagai dokumen proses.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid yang sudah mahir dapat mencoba menulis petunjuk arah dari rumah ke sekolah sebagai latihan di rumah (opsional/pengayaan). Murid yang masih kesulitan diminta membaca ulang contoh kalimat di LKM dan berlatih menulis 1 kalimat arah lagi di rumah.
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan motivasi singkat.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah memahami kata arah dasar (kiri/kanan/lurus/belok) diberikan tambahan kosakata arah seperti 'memutar', 'menyeberang', atau 'menelusuri' untuk dipakai dalam kalimat mereka. Murid yang masih kesulitan cukup fokus pada empat kata arah utama dan diberikan kartu bantuan berisi daftar kata beserta gambar ikonnya.
  • Proses: Murid cepat mengerjakan Tugas 1 dan 2 secara mandiri tanpa kartu bantuan, kemudian diminta menulis tambahan 1 kalimat majemuk menggunakan kata penghubung 'lalu' atau 'kemudian'. Murid lambat mendapatkan bimbingan lebih intensif dari guru saat berkeliling, diperbolehkan menggunakan kartu kata sebagai referensi, dan cukup menulis 2 kalimat untuk Tugas 1.
  • Produk: Murid cepat dapat menyusun kalimat-kalimat mereka menjadi paragraf petunjuk arah yang utuh (3–4 kalimat). Murid lambat cukup menghasilkan 3 kalimat terpisah yang masing-masing mengandung kata arah dan kaidah yang benar.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan denah sederhana sekolah dan meminta 2–3 murid secara lisan mendeskripsikan rute dari satu tempat ke tempat lain. Guru mengidentifikasi murid yang sudah mengenal kata arah, murid yang mengenal kata arah namun belum menggunakannya dalam kalimat lengkap, dan murid yang belum familiar sama sekali.
  • Hasil observasi ini digunakan untuk menentukan kelompok diferensiasi dan intensitas bimbingan selama kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi langsung saat murid mengerjakan LKM: guru mencatat apakah murid menggunakan kata arah dengan tepat sesuai konteks denah, apakah huruf kapital dipakai di awal kalimat dan nama tempat, serta apakah tanda titik diletakkan di akhir kalimat.
  • Penilaian sejawat saat murid berpasangan menganalisis kalimat bermasalah: guru memantau ketepatan identifikasi kesalahan dan kemampuan memberikan perbaikan yang benar.
  • Umpan balik lisan guru kepada murid saat berkeliling kelas (feedback on-the-spot) dicatat sebagai bagian dari asesmen untuk pembelajaran (assessment for learning).

Akhir:

  • Exit ticket: murid menulis secara mandiri 1 kalimat yang memuat minimal satu kata keterangan arah (kiri/kanan/lurus/belok) dan satu kata kosakata lingkungan sekitar, dengan penerapan kaidah kebahasaan yang benar (huruf kapital, tanda titik, dan/atau tanda koma). Hasil dikumpulkan dan dinilai menggunakan rubrik 4 level sebelum pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi lisan saat murid menjawab pertanyaan pemantik di pendahuluan (guru mencatat tingkat pemahaman awal).
  • Pemantauan guru saat murid mengerjakan LKM Tugas 1 dan Tugas 2: guru mencatat murid yang menggunakan kata arah dengan tepat dan yang masih keliru dalam kaidah kebahasaan.
  • Kegiatan analisis kalimat bermasalah secara berpasangan di tahap Merefleksi sebagai asesmen sejawat informal.

Sumatif:

  • Exit ticket: murid menulis 1 kalimat baru menggunakan minimal satu kata arah dan satu kata lingkungan sekitar dengan kaidah kebahasaan yang benar. Dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penggunaan Kosakata ArahTidak menggunakan kata keterangan arah (kiri, kanan, lurus, belok) dalam kalimat, atau kata yang digunakan tidak sesuai konteks sama sekali.Menggunakan 1 kata keterangan arah, namun konteks pemakaiannya kurang tepat atau maknanya tidak sesuai dengan arah yang dimaksud dalam kalimat.Menggunakan 1 kata keterangan arah dengan konteks yang tepat dan makna denotatif yang sesuai.Menggunakan 2 atau lebih kata keterangan arah dengan konteks yang tepat dan makna denotatif yang sesuai, sehingga kalimat terasa jelas dan informatif.
Kosakata Lingkungan SekitarTidak menggunakan kosakata lingkungan sekitar, atau kata yang dipakai tidak bermakna denotatif (misalnya hanya kata umum seperti 'sana' atau 'sini').Menggunakan kosakata lingkungan sekitar, namun maknanya kurang tepat atau tidak sesuai konteks kalimat.Menggunakan minimal 1 kosakata lingkungan sekitar dengan makna denotatif yang tepat sesuai konteks.Menggunakan 2 atau lebih kosakata lingkungan sekitar dengan makna denotatif yang tepat dan memperkaya deskripsi kalimat.
Penggunaan Huruf KapitalTidak menggunakan huruf kapital di awal kalimat dan tidak menerapkan kaidah huruf kapital untuk nama tempat.Menggunakan huruf kapital di awal kalimat, namun belum konsisten menerapkan huruf kapital pada nama tempat dalam kalimat.Menggunakan huruf kapital di awal kalimat dengan benar dan setidaknya satu nama tempat ditulis dengan huruf kapital yang tepat.Menggunakan huruf kapital secara konsisten dan tepat: di awal kalimat dan pada semua nama tempat yang disebutkan dalam kalimat.
Penggunaan Tanda Titik dan Tanda KomaTidak menggunakan tanda titik di akhir kalimat dan tidak menggunakan tanda koma meskipun kalimat mengandung dua peristiwa atau lebih.Menggunakan tanda titik di akhir kalimat, namun lupa menggunakan tanda koma saat kalimat memerlukan pemisahan dua peristiwa.Menggunakan tanda titik di akhir kalimat dengan benar. Jika kalimat mengandung dua peristiwa, tanda koma digunakan, meskipun penempatannya belum selalu tepat.Menggunakan tanda titik dan tanda koma secara tepat dan konsisten sesuai fungsinya dalam kalimat yang ditulis.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat memahami dan menggunakan kata keterangan arah dengan konteks yang tepat? Murid mana yang masih perlu bimbingan tambahan?
  • Apakah penggunaan denah sekolah sebagai media kontekstual cukup efektif untuk membantu murid mengaitkan kata arah dengan situasi nyata?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah seimbang dan mencukupi? Tahap mana yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan berhasil mengakomodasi kebutuhan murid dengan kecepatan belajar berbeda?
  • Apa yang perlu diperbaiki atau diperkuat dalam pembelajaran berikutnya berdasarkan hasil exit ticket hari ini?

Refleksi Murid:

  • Kata keterangan arah apa yang paling mudah kamu gunakan hari ini? Kata mana yang masih terasa susah?
  • Saat kamu mengoreksi kalimatmu sendiri, kesalahan apa yang paling sering kamu temukan? Apa yang akan kamu lakukan agar tidak mengulangi kesalahan itu?
  • Apakah kamu merasa kalimat yang kamu tulis hari ini sudah cukup jelas untuk dipahami orang lain? Mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas IV SD/MI 'Lihat Sekitar' (Edisi Revisi) — Kemendikbudristek
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas IV SD/MI 'Lihat Sekitar' (Edisi Revisi) — Kemendikbudristek
  3. Lembar Kerja Murid (LKM) berisi denah sederhana lingkungan sekolah dengan label tempat — dibuat guru
  4. Kartu kata (flashcard) kosakata arah dan lingkungan sekitar — dibuat guru
  5. Papan tulis dan spidol / kapur untuk menampilkan contoh kalimat dan kaidah kebahasaan
  6. Lembar exit ticket (tiket keluar) — dibuat guru

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.