Modul AjarPertemuan 3Bab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Menyimak Petunjuk Lisan tentang Arah dan Rute di Lingkungan Sekitar

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 dengan topik "Menyimak Petunjuk Lisan tentang Arah dan Rute di Lingkungan Sekitar". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Menyimak Petunjuk Lisan tentang Arah dan Rute di Lingkungan Sekitar

Bahasa Indonesia - Kelas 4

Bab 3 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Menyimak Petunjuk Lisan tentang Arah dan Rute di Lingkungan Sekitar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMenyimak Petunjuk Lisan tentang Arah dan Rute di Lingkungan Sekitar
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat memahami ide pokok informasi berupa petunjuk arah yang disampaikan secara lisan (teks aural) dengan benar.
  2. Murid dapat menceritakan kembali isi petunjuk arah yang didengar menggunakan kata-kata sendiri secara runtut.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu tersesat atau bingung mencari suatu tempat? Apa yang kamu lakukan?
  2. Bagaimana caramu menjelaskan jalan kepada seseorang yang belum tahu lokasi tertentu di sekolah kita?
  3. Kata-kata apa saja yang biasanya digunakan orang ketika memberikan petunjuk arah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa bersama (2 menit).
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
  • Asesmen awal (diagnostik): guru menampilkan gambar denah sederhana sekolah dan bertanya kepada 2–3 murid, 'Kalau kamu ingin ke ruang guru dari sini, kamu akan lewat mana?' untuk mengetahui pengetahuan awal murid tentang petunjuk arah (5 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid.
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan berlatih menyimak petunjuk arah dan menceritakan kembali isi petunjuk tersebut.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat agar murid tahu apa yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menempelkan atau menampilkan denah sederhana lingkungan sekolah di papan tulis/layar (misalnya: kelas 4, ruang guru, kantin, lapangan, perpustakaan).
  • Guru meminta murid mengamati denah sejenak dan mengenali nama-nama tempat yang ada (prinsip Berkesadaran: murid diminta fokus dan sadar terhadap apa yang diamati).
  • Guru membacakan petunjuk arah pertama secara lisan dengan jelas dan intonasi yang wajar, contoh: 'Dari ruang kelas empat, berjalanlah lurus ke depan. Setelah melewati pohon mangga besar, belok kiri. Kamu akan menemukan kantin di sebelah kananmu.' Murid diminta mendengarkan tanpa mencatat terlebih dahulu.
  • Guru membacakan ulang petunjuk arah yang sama untuk kedua kalinya. Kali ini murid boleh membuat coretan atau tanda pada denah mereka untuk membantu pemahaman.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman lisan: 'Dari mana titik awalnya? Ke mana arah tujuannya? Apa petunjuk yang disebutkan di tengah perjalanan?' (prinsip Bermakna: menghubungkan informasi lisan dengan representasi visual/denah nyata).
  • Murid secara berpasangan mendiskusikan jawaban mereka selama 2 menit, lalu beberapa pasang berbagi jawaban kepada kelas.
  • Guru memberikan konfirmasi dan meluruskan jika ada pemahaman yang keliru, sekaligus mengenalkan kosakata arah: lurus, belok kiri/kanan, melewati, sebelah, di antara, dst.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil beranggotakan 3–4 orang. Setiap murid mendapatkan lembar denah kosong sederhana sekolah untuk diisi sendiri.
  • Guru membacakan dua petunjuk arah baru secara lisan (berbeda dari contoh sebelumnya). Murid menyimak dan menandai jalur yang dimaksud pada denah mereka masing-masing (prinsip Menggembirakan: aktivitas memetakan rute terasa seperti permainan eksplorasi).
  • Setelah menyimak, setiap murid dalam kelompok menceritakan kembali isi petunjuk arah yang didengar kepada anggota kelompoknya secara bergantian menggunakan kata-kata sendiri. Anggota lain mendengarkan dan memberi tanda centang pada langkah petunjuk yang berhasil disebutkan.
  • Setiap kelompok menunjuk satu perwakilan untuk menceritakan kembali salah satu petunjuk arah di depan kelas. Murid lain menyimak dan membandingkan dengan pemahamannya sendiri (prinsip Bermakna: konteks nyata lingkungan sekolah membuat kegiatan terasa relevan).
  • Guru melakukan asesmen proses dengan mengamati kemampuan murid menceritakan kembali: apakah urutan runtut, apakah kata kunci arah digunakan, apakah informasi pokok tersampaikan.
  • Guru memberikan umpan balik langsung setelah setiap perwakilan selesai, memuji hal yang sudah baik dan menunjukkan satu hal yang dapat diperbaiki.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara mandiri mengisi lembar refleksi singkat (3 pertanyaan tertulis): (1) Apa bagian yang paling mudah dipahami dari petunjuk arah tadi? (2) Apa yang terasa sulit ketika menceritakan kembali? (3) Strategi apa yang kamu gunakan supaya tidak lupa isi petunjuk yang didengar? (prinsip Berkesadaran: murid memaknai proses belajar mereka sendiri).
  • Guru meminta 2–3 murid berbagi jawaban refleksi mereka secara lisan kepada kelas.
  • Guru memandu diskusi singkat: 'Strategi apa yang teman kamu gunakan yang bisa kita coba juga ke depannya?'
  • Murid menuliskan satu rencana tindak lanjut pribadi: 'Ke depan, saat menyimak petunjuk arah, aku akan...' di bagian bawah lembar refleksi mereka (prinsip Kemandirian: murid mengambil tanggung jawab atas strategi belajarnya).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: apa itu petunjuk arah, kata-kata kunci yang sering muncul, dan cara menceritakannya kembali secara runtut.
  • Asesmen akhir (sumatif): guru meminta setiap murid menuliskan secara singkat (3–4 kalimat) isi petunjuk arah terakhir yang dibacakan guru, menggunakan kata-kata sendiri. Tulisan dikumpulkan sebagai bukti capaian.
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid selama pembelajaran.
  • Guru menyampaikan pesan penutup: 'Kemampuan menyimak dan menyampaikan informasi dengan tepat sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat membantu orang yang tersesat atau memberi petunjuk kepada tamu.'
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan denah yang sudah dilabeli nama tempat secara lengkap. Murid yang sudah mahir diberikan petunjuk arah yang lebih panjang dan kompleks (lebih banyak persimpangan dan titik referensi).
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat mendengarkan petunjuk arah hingga tiga kali pembacaan dan boleh berdiskusi dengan teman satu kelompok sebelum menceritakan kembali. Murid yang sudah mahir diminta menceritakan kembali tanpa melihat denah sama sekali.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih menceritakan kembali petunjuk arah secara lisan saja kepada guru atau teman. Murid yang sudah mahir diminta menuliskan petunjuk arah versi mereka sendiri dalam bentuk teks petunjuk singkat yang bisa dibaca orang lain.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan denah sederhana sekolah dan mengajukan pertanyaan lisan kepada 2–3 murid: 'Kalau kamu ingin ke ruang guru dari kelas kita, kamu akan lewat mana?' untuk memetakan pengetahuan awal murid tentang petunjuk arah dan orientasi ruang.
  • Guru mencatat murid mana yang sudah familiar dengan kosakata arah dan mana yang belum, sebagai dasar pengelompokan dan diferensiasi.

Proses:

  • Observasi saat murid menandai jalur pada denah: apakah murid dapat menghubungkan informasi lisan dengan representasi visual dengan tepat.
  • Penilaian unjuk kerja lisan saat murid menceritakan kembali petunjuk arah kepada kelompok: fokus pada keruntutan urutan, penggunaan kata kunci arah, dan kelengkapan informasi pokok.
  • Lembar ceklis kelompok: anggota kelompok memberi tanda pada langkah-langkah petunjuk yang berhasil disebutkan oleh temannya.

Akhir:

  • Tulisan singkat mandiri (3–4 kalimat) berisi ringkasan petunjuk arah terakhir yang dibacakan guru, menggunakan kata-kata sendiri. Dinilai menggunakan rubrik berdasarkan dua aspek: (1) ketepatan ide pokok petunjuk arah dan (2) keruntutan penyampaian kembali.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid berdiskusi berpasangan tentang pemahaman petunjuk arah (tahap Memahami).
  • Pengamatan unjuk kerja saat murid menceritakan kembali petunjuk arah kepada kelompok dan kelas (tahap Mengaplikasi).
  • Lembar refleksi mandiri murid sebagai bukti kesadaran proses belajar (tahap Merefleksi).
  • Umpan balik lisan langsung dari guru setelah presentasi perwakilan kelompok.

Sumatif:

  • Tulisan singkat murid (3–4 kalimat) yang menceritakan kembali isi petunjuk arah terakhir menggunakan kata-kata sendiri, dikumpulkan di akhir pertemuan.
  • Unjuk kerja lisan: penilaian kemampuan murid menceritakan kembali petunjuk arah secara runtut saat presentasi kelompok.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Memahami Ide Pokok Petunjuk Arah (TP 4.3.3.1)Murid tidak dapat mengidentifikasi titik awal, titik tujuan, maupun petunjuk arah yang disebutkan dalam teks lisan.Murid dapat menyebutkan titik awal atau titik tujuan saja, tetapi belum dapat menghubungkan petunjuk arah yang disampaikan.Murid dapat mengidentifikasi titik awal, titik tujuan, dan sebagian besar petunjuk arah dalam teks lisan dengan benar.Murid dapat mengidentifikasi seluruh ide pokok petunjuk arah (titik awal, titik tujuan, semua petunjuk arah) dari teks lisan secara lengkap dan akurat.
Menceritakan Kembali Petunjuk Arah (TP 4.3.3.2)Murid tidak dapat menceritakan kembali isi petunjuk arah, atau informasi yang disampaikan tidak relevan dengan teks yang didengar.Murid dapat menceritakan kembali sebagian isi petunjuk arah, tetapi urutan tidak runtut dan banyak informasi yang terlewat.Murid dapat menceritakan kembali sebagian besar isi petunjuk arah dengan urutan yang cukup runtut menggunakan kata-kata sendiri.Murid dapat menceritakan kembali seluruh isi petunjuk arah secara runtut, lengkap, dan jelas menggunakan kata-kata sendiri dengan pilihan kosakata arah yang tepat.
Penggunaan Kosakata ArahMurid tidak menggunakan kosakata arah yang tepat (lurus, belok kiri/kanan, melewati, sebelah, dst.).Murid menggunakan 1–2 kosakata arah, meskipun penggunaannya belum selalu tepat konteks.Murid menggunakan beberapa kosakata arah dengan tepat sehingga petunjuk yang disampaikan dapat dipahami.Murid menggunakan kosakata arah secara variatif dan tepat sehingga petunjuk yang disampaikan sangat jelas dan mudah diikuti.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif menyimak saat petunjuk arah dibacakan? Jika tidak, apa yang perlu saya ubah dari cara penyampaian?
  • Apakah penggunaan denah visual membantu murid memahami petunjuk arah lisan dengan lebih baik?
  • Murid mana yang menunjukkan kesulitan dalam menceritakan kembali? Dukungan tambahan seperti apa yang perlu saya siapkan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu antar tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah seimbang dan efektif?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling kamu ingat dari petunjuk arah yang kamu dengar hari ini?
  • Apa yang terasa sulit saat kamu menceritakan kembali petunjuk arah kepada temanmu?
  • Strategi apa yang kamu pakai supaya bisa mengingat urutan petunjuk arah dengan lebih baik?
  • Di mana kamu bisa menggunakan kemampuan menyimak petunjuk arah ini dalam kehidupan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 4 Edisi Revisi — Bab 3 'Lihat Sekitar', bagian Menyimak (halaman terkait kegiatan 'Ada di Sana').
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas 4 Edisi Revisi — Panduan kegiatan menyimak petunjuk lisan.
  3. Denah sederhana lingkungan sekolah (disiapkan guru, bisa berupa gambar cetak atau ditampilkan di layar proyektor).
  4. Lembar kerja denah kosong untuk murid (satu per murid, disiapkan guru).
  5. Lembar refleksi mandiri murid (disiapkan guru).
  6. Papan tulis atau proyektor untuk menampilkan denah dan kata-kata kunci arah.
  7. Spidol atau alat tulis warna untuk murid menandai rute pada denah.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.