Modul AjarBab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Bab 3: Lihat Sekitar

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Bahasa Indonesia kelas 4 untuk Bab 3 "Lihat Sekitar", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Bab 3: Lihat Sekitar

Bahasa Indonesia - Kelas 4

Bab 3

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Bab 3 — Lihat Sekitar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikBab 3 — Lihat Sekitar
Alokasi Waktu28 JP (28 x 35 menit = 980 menit)
Jumlah Pertemuan14
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 4.3.1 Mengidentifikasi ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang petunjuk arah rute perjalanan di lingkungan sekitar
  2. TP 4.3.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan cetak tentang rambu lalu lintas dan denah lingkungan sekitar
  3. TP 4.3.3 Mengidentifikasi informasi dalam teks nonsastra berbentuk cetak tentang rambu-rambu lalu lintas di jalan
  4. TP 4.3.4 Menceritakan kembali informasi dari tipe teks nonsastra yang dibaca tentang cara membaca denah rute perjalanan
  5. TP 4.3.5 Menulis teks deskripsi sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang rute perjalanan menuju sekolah

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika ada orang menanyakan letak puskesmas terdekat, bagaimana kamu mengetahui inti petunjuk yang disampaikannya?
  2. Mengapa kita perlu mengetahui hal pokok yang dibicarakan dalam petunjuk arah jalan?
  3. Saat seseorang memberi petunjuk jalan dengan banyak belokan, bagaimana cara kita menangkap hal paling utama dari rute tersebut?
  4. Mengapa patokan jalan seperti pohon beringin atau pos ronda penting diperhatikan saat menyimak rute belokan?
  5. Bagaimana caramu menemukan inti pokok dari petunjuk jalan yang dibacakan orang lain agar tidak tersesat?
  6. Apa perbedaan antara ide pokok rute perjalanan dengan rincian belokan kecil di sepanjang jalan?
  7. Pernahkah kamu melihat tulisan atau lambang rambu berwarna kuning saat berjalan di jalan raya atau melihat gambar denah?
  8. Bagaimana cara kita membaca kata baru yang tampak sulit agar terdengar lancar dan tepat?
  9. Pernahkah kamu melihat tulisan atau lambang rambu petunjuk dan rambu larangan di peta atau pinggir jalan?
  10. Bagaimana caramu membaca kalimat pada denah yang memuat kata-kata baru tentang rambu agar terdengar lancar dan tidak terbata-bata?
  11. Kata-kata apa saja yang pernah kamu lihat pada rambu di jalan atau denah lingkungan sekitar yang baru kamu ketahui artinya?
  12. Bagaimana caramu membaca kata-kata baru pada bacaan rambu dan denah agar langsung terdengar lancar dan tepat tanpa mengeja?
  13. Pernahkah kamu melihat rambu bergambar lingkaran merah dengan garis silang di tengah jalan?
  14. Apa perbedaan warna dan bentuk antara rambu yang memberi peringatan bahaya dengan rambu yang melarang sesuatu?
  15. Pernahkah kamu melihat papan rambu berwarna biru dengan gambar panah putih di persimpangan jalan?
  16. Apa perbedaan kegunaan antara rambu yang memerintahkan kita wajib belok dengan rambu hijau yang menunjukkan nama arah kota?
  17. Apa fungsi tanda panah berhuruf U pada denah perjalanan?
  18. Bagaimana kotak keterangan atau legenda membantumu menemukan jalan menuju suatu tempat?
  19. Langkah apa yang pertama kali harus kita lakukan saat membaca denah rute perjalanan?
  20. Bagaimana urutan menceritakan langkah membaca denah agar temanmu dapat menemukan jalan dengan tepat?
  21. Langkah apa yang pertama kali harus kita lakukan saat membaca teks petunjuk denah rute perjalanan?
  22. Bagaimana urutan menceritakan langkah membaca denah dari titik awal sampai ke tempat tujuan agar orang lain tidak tersesat?
  23. Bagaimana caramu menjelaskan jalan dari rumahmu menuju sekolah agar temanmu bisa membayangkannya?
  24. Apa perbedaan antara kalimat pendek seperti 'Saya berjalan' dengan kalimat gabungan seperti 'Saya berjalan kaki lalu menyeberang di depan pos ronda'?
  25. Bagaimana caramu merangkai kalimat tunggal dan kalimat majemuk agar teks deskripsi rute sekolahmu terdengar lebih variatif dan enak dibaca?
  26. Mengapa kita perlu memvariasikan kalimat dalam teks deskripsi tentang perjalanan rute ke sekolah?
  27. Bagaimana caramu membuktikan bahwa kamu sudah mampu memahami petunjuk arah, membaca rambu lalu lintas, dan menjelaskan denah secara mandiri?
  28. Apa saja rangkaian kalimat yang kamu perlukan untuk menggambarkan rute perjalanan dari rumah menuju ke sekolah secara jelas?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengidentifikasi Ide Pokok Informasi Awal Petunjuk Arah Menuju Fasilitas Terdekat dari Teks Aural — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.3.1 Mengidentifikasi ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang petunjuk arah rute perjalanan di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengidentifikasi ide pokok informasi awal petunjuk arah menuju fasilitas terdekat dari teks aural (teks yang dibacakan guru) (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal dengan membacakan teks aural singkat: 'Jika kamu ingin pergi ke puskesmas dari gerbang sekolah, berjalanlah lurus ke arah utara sejauh lima puluh meter. Puskesmas berada tepat di sebelah kanan jalan.' Murid secara lisan atau acungan tangan memilih ide pokok teks tersebut di antara dua opsi: Opsi A: 'Petunjuk arah menuju puskesmas dari sekolah' atau Opsi B: 'Kegiatan berobat di puskesmas' (acuan jawaban tepat: Opsi A) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memberikan penjelasan terbimbing bahwa ide pokok adalah gagasan inti atau pokok masalah yang dibicarakan dalam suatu teks, yang dalam konteks petunjuk rute menunjukkan tujuan perjalanan dan inti arah yang dituju (7 menit).
  • Guru membacakan Teks Aural Contoh: 'Untuk menuju ke pos ronda dari balai warga, berjalanlah lurus ke timur melewati lapangan basket, lalu belok kiri di persimpangan pertama. Pos ronda terletak tepat di sudut persimpangan.' Guru bersama murid membedah bahwa ide pokok teks tersebut adalah 'Petunjuk arah jalan menuju pos ronda dari balai warga' (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan tebak inti aural 'Detektif Arah': guru membacakan 2 teks aural secara bergantian dan murid secara antusias mengangkat kartu bertuliskan huruf A, B, atau C untuk memilih ide pokok yang tepat. Teks Aural 1: 'Bagi warga yang hendak menuju ke apotek sehat dari pertigaan pasar, langkahkan kaki ke arah barat melewati toko kelontong. Bangunan apotek bercat hijau berada tepat di samping kiri bank.' (Pilihan ide pokok: A. Cara membeli obat di apotek; B. Petunjuk jalan menuju apotek dari pasar; C. Toko kelontong di pertigaan pasar. Acuan jawaban tepat: B). Teks Aural 2: 'Untuk sampai di kantor pos dari depan balai desa, jalanlah terus ke arah selatan sejauh seratus meter tanpa berbelok. Kantor pos berada di ujung jalan dekat taman kota.' (Pilihan ide pokok: A. Petunjuk arah menuju kantor pos dari balai desa; B. Jam buka layanan kantor pos; C. Suasana taman kota di selatan. Acuan jawaban tepat: A) (15 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja Menyimak secara mandiri. Guru membacakan Teks Aural Tugas: 'Jika kamu ingin menuju ke perpustakaan umum dari halte bus, berjalanlah lurus ke utara sampai menemukan perempatan lampu lalu lintas, lalu beloklah ke kanan. Gedung perpustakaan umum berada tepat di sebelah gedung serbaguna.' Pada lembar kerja, murid memilih dan mencentang satu dari tiga pilihan ide pokok yang tersedia: (1) Suasana di dalam ruang perpustakaan umum; (2) Petunjuk arah menuju perpustakaan umum dari halte bus; (3) Aturan meminjam buku di gedung serbaguna (acuan jawaban tepat: butir 2) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil jawaban Lembar Kerja Menyimak dan mengevaluasi bagaimana cara menemukan ide pokok dari teks aural petunjuk arah, yaitu dengan memperhatikan fasilitas tujuan dan titik awal yang diberitahukan dalam teks yang didengar (8 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman singkat: guru membacakan satu teks aural penutup: 'Apabila kamu hendak pergi ke taman bermain dari stasiun kereta, berjalanlah lurus ke arah barat sejauh dua ratus meter. Taman bermain ada di seberang jembatan penyeberangan.' Murid menyebutkan ide pokoknya secara mandiri (acuan jawaban tepat: Petunjuk arah jalan menuju taman bermain dari stasiun kereta) (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran pertemuan ini dan menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya pembelajaran akan dilanjutkan dengan mengidentifikasi rute belokan dan patokan jalan dari teks aural (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menyimak teks aural dengan kalimat yang lebih pendek dan dibacakan secara perlahan sebanyak 3 kali; murid yang cepat menyimak teks aural yang dibacakan 1 kali dengan rute yang sedikit lebih padat.
  • Proses: Murid dengan kesiapan belajar rendah diberi pendampingan langsung oleh guru saat mencocokkan kata kunci teks yang didengar; murid dengan kesiapan tinggi langsung menentukan ide pokok secara mandiri.
  • Produk: Murid dengan kesiapan rendah memilih ide pokok dari 2 opsi pilihan; murid dengan kesiapan tinggi memilih ide pokok dari 3 opsi pilihan serta menuliskan kembali rumusan kalimat ide pokok tersebut pada lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pemberian teks aural diagnostik singkat oleh guru: 'Jika kamu ingin pergi ke puskesmas dari gerbang sekolah, berjalanlah lurus ke arah utara sejauh lima puluh meter. Puskesmas berada tepat di sebelah kanan jalan.' Murid memilih ide pokok teks dari 2 opsi (acuan: Opsi A 'Petunjuk arah menuju puskesmas dari sekolah' adalah jawaban tepat; Opsi B 'Kegiatan berobat di puskesmas' adalah jawaban keliru).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid saat mengangkat kartu jawaban pada kuis tebak aural 'Detektif Arah' untuk Teks Aural 1 (acuan: B) dan Teks Aural 2 (acuan: A).
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Menyimak mandiri: ketepatan murid memilih ide pokok dari teks aural petunjuk arah rute halte bus menuju perpustakaan umum (acuan: butir 2 'Petunjuk arah menuju perpustakaan umum dari halte bus').

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: guru membacakan satu teks aural baru: 'Apabila kamu hendak pergi ke taman bermain dari stasiun kereta, berjalanlah lurus ke arah barat sejauh dua ratus meter. Taman bermain ada di seberang jembatan penyeberangan.' Murid mengidentifikasi ide pokoknya (acuan jawaban tepat: Petunjuk arah/rute menuju taman bermain dari stasiun kereta).

Formatif:

  • Tes lisan/respons kartu pada permainan tebak inti aural 'Detektif Arah' untuk melihat ketepatan mengidentifikasi ide pokok dari teks yang dibacakan guru.
  • Lembar Kerja Menyimak tertulis (memilih ide pokok yang tepat dari teks aural petunjuk arah rute perjalanan).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Ide Pokok Teks Aural Petunjuk ArahBelum mampu mengidentifikasi ide pokok teks aural petunjuk arah rute perjalanan meskipun telah diberi opsi pilihan dan bimbingan penuh.Mampu mengidentifikasi ide pokok teks aural petunjuk arah rute perjalanan dengan tepat setelah diberikan bimbingan pengulangan pembacaan teks dan petunjuk kata kunci.Mampu mengidentifikasi ide pokok teks aural petunjuk arah rute perjalanan dengan tepat secara mandiri sesuai acuan jawaban.Mampu mengidentifikasi ide pokok seluruh teks aural petunjuk arah rute perjalanan dengan tepat dan konsisten secara mandiri tanpa keraguan pada setiap tugas yang diberikan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks aural yang dibacakan sudah terdengar jelas dan dipahami intinya oleh seluruh murid?
  • Apakah aktivitas tebak inti 'Detektif Arah' efektif membantu murid mengidentifikasi ide pokok teks aural petunjuk rute?

Murid:

  • Bagian mana dari petunjuk arah yang kamu dengar yang paling membantumu menemukan ide pokoknya?
  • Apakah kamu dapat membedakan mana kalimat penjelas dan mana inti/ide pokok dari teks petunjuk arah yang didengarkan?

Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Ide Pokok Informasi Rute Belokan dan Patokan Jalan di Lingkungan Sekitar dari Teks Aural — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.3.1 Mengidentifikasi ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang petunjuk arah rute perjalanan di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, dan mengecek kehadiran murid (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi ide pokok dari petunjuk rute perjalanan berbelok dan patokan jalan melalui kegiatan menyimak (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal berupa tes diagnostik singkat dengan membacakan teks aural pembuka: 'Dari gerbang sekolah, berjalanlah lurus ke barat sampai melewati tugu tani, lalu belok ke kanan di pertigaan toko buku. Tujuanmu adalah gedung perpustakaan daerah di samping toko tersebut.' Murid diminta menuliskan ide pokok rute tersebut pada lembar catatan (acuan jawaban: rute perjalanan dari gerbang sekolah menuju gedung perpustakaan daerah melewati tugu tani dan belok kanan di toko buku) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan Teks Aural 1 dengan jelas: 'Rute Menuju Balai Warga: Dari persimpangan jalan melati, berjalanlah lurus ke arah timur sejauh lima puluh meter hingga melihat pos ronda kayu. Di pos ronda tersebut, berbeloklah ke kiri memasuki jalan kenanga. Setelah melewati pohon beringin besar di sebelah kanan jalan, kamu akan menemukan gedung balai warga bercat hijau.' (5 menit).
  • Guru memandu murid membedakan rincian belokan dan patokan jalan dengan ide pokok teks, menegaskan bahwa ide pokok teks aural tersebut adalah petunjuk arah perjalanan dari jalan melati menuju balai warga melalui pos ronda dan pohon beringin (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan menyimak menggembirakan 'Tebak Rute Rahasia', di mana guru membacakan Teks Aural 2: 'Dari lapangan sepak bola, berjalanlah lurus melewati jembatan merah, lalu belok ke kanan di pertigaan warung Bu Siti, maka kamu akan sampai di pos kesehatan desa.' Murid secara cepat mengangkat salah satu dari dua kartu pilihan ide pokok: Kartu A ('Rute perjalanan dari lapangan sepak bola menuju pos kesehatan desa melewati jembatan merah dan belok kanan di warung Bu Siti') atau Kartu B ('Kondisi dagangan dan makanan di warung Bu Siti') (acuan jawaban benar: Kartu A) (10 menit).
  • Guru membacakan secara bertahap Lembar Kerja Menyimak yang memuat 3 teks aural rute mandiri. Teks Aural Latihan 1: 'Dari halte bus, langkahkan kaki lurus ke utara sampai menemukan bundaran air mancur, lalu ambil belokan ke kiri di depan puskesmas hingga tiba di kantor pos.' Teks Aural Latihan 2: 'Dari stasiun kereta, berjalanlah lurus melintasi rel kereta api, lalu belok kiri di perempatan pohon asam besar menuju pasar tradisional.' Teks Aural Latihan 3: 'Dari gapura perumahan indah, beloklah ke kanan melewati masjid berkubah hijau, lalu lurus sampai tiba di taman bermain anak.' (10 menit).
  • Murid secara mandiri menuliskan ide pokok untuk masing-masing dari ketiga teks aural rute tersebut pada lembar kerja: Teks 1 (acuan: rute perjalanan dari halte bus menuju kantor pos melewati bundaran air mancur dan belok kiri di puskesmas); Teks 2 (acuan: rute perjalanan dari stasiun kereta menuju pasar tradisional melalui rel dan belok kiri di perempatan pohon asam); Teks 3 (acuan: rute perjalanan dari gapura perumahan indah menuju taman bermain anak melalui belok kanan di masjid berkubah hijau) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid memeriksa ketepatan identifikasi ide pokok dari ketiga teks aural latihan dan mencocokkan dengan patokan jalan serta belokan yang disimak (5 menit).
  • Murid menuliskan satu refleksi singkat pada kartu kendali diri mengenai kemudahan atau kendala saat menyaring rincian arah menjadi sebuah ide pokok (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kemampuan murid mengidentifikasi ide pokok informasi rute dan patokan jalan dari teks yang didengar (3 menit).
  • Guru bersama murid merangkum langkah menyimak ide pokok teks rute, lalu menutup pembelajaran dengan salam dan doa (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menyimak teks aural dengan kalimat tunggal bertahap per belokan, sedangkan murid yang siap menyimak teks aural dengan kalimat majemuk memuat dua patokan jalan sekaligus.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan diberikan penanda jeda intonasi guru saat menyebutkan patokan jalan, sedangkan murid mahir langsung menyimak teks utuh tanpa pengulangan berlebih.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan memilih kalimat ide pokok dari opsi tertulis yang disediakan, sedangkan murid mahir merumuskan kalimat ide pokok rute secara mandiri pada lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik menyimak 1 teks aural rute awal: 'Dari gerbang sekolah, berjalanlah lurus ke barat sampai melewati tugu tani, lalu belok ke kanan di pertigaan toko buku. Tujuanmu adalah gedung perpustakaan daerah di samping toko tersebut.' Murid mengidentifikasi ide pokok teks tersebut (acuan: petunjuk rute perjalanan dari gerbang sekolah menuju gedung perpustakaan daerah melewati tugu tani dan belok kanan di pertigaan toko buku).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan lembar kerja menyimak mandiri yang berisi 3 teks aural: Butir 1 (acuan: rute perjalanan dari halte bus menuju kantor pos melewati bundaran air mancur dan belok kiri di puskesmas); Butir 2 (acuan: rute perjalanan dari stasiun kereta menuju pasar tradisional melalui rel dan belok kiri di perempatan pohon asam); Butir 3 (acuan: rute perjalanan dari gapura perumahan indah menuju taman bermain anak melalui belok kanan di masjid berkubah hijau).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup dengan 1 pertanyaan teks aural kilat: 'Dari lapangan basket, belok kiri melewati kantin lama, jalan lurus sampai tiba di laboratorium komputer.' Murid menyebutkan ide pokok rute tersebut (acuan: petunjuk rute perjalanan dari lapangan basket menuju laboratorium komputer dengan belok kiri melewati kantin lama).

Formatif:

  • Penilaian tes tulis lembar kerja menyimak 3 butir teks aural petunjuk rute perjalanan berbelok dan patokan jalan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengidentifikasi Ide Pokok Informasi Rute Belokan dan Patokan Jalan dari Teks AuralBelum mampu mengidentifikasi ide pokok dari ketiga teks aural latihan rute perjalanan secara tepat (0 butir tepat sesuai acuan)Mampu mengidentifikasi ide pokok dari 1 teks aural rute perjalanan secara tepat sesuai acuanMampu mengidentifikasi ide pokok dari 2 teks aural rute perjalanan secara tepat sesuai acuanMampu mengidentifikasi ide pokok dari seluruh (3 butir) teks aural rute perjalanan secara tepat sesuai acuan secara mandiri

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks aural petunjuk rute yang dibacakan memiliki kejelasan lafal dan jeda yang memadai bagi murid kelas 4?
  • Bagian mana dari petunjuk belokan dan patokan jalan yang paling sering mengecoh murid saat menentukan ide pokok?

Murid:

  • Apa hal paling mudah saat menangkap pokok petunjuk jalan yang dibacakan oleh guru?
  • Kata atau patokan rute apa yang masih membuatmu bingung saat menentukan ide pokok?

Pertemuan 3 — Mengidentifikasi Ide Pokok Informasi Lengkap Petunjuk Arah Rute Perjalanan Terbimbing dari Teks Aural — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.3.1 Mengidentifikasi ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang petunjuk arah rute perjalanan di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan mengondisikan kesiapan belajar di kelas (3 menit).
  • Guru melakukan diagnostik awal aural dengan membacakan teks singkat rute perjalanan berikut: 'Jika ingin menuju taman kota dari gerbang sekolah, berjalanlah lurus ke arah barat melewati pertokoan, lalu belok ke kanan di persimpangan bank. Taman kota berada persis di sebelah kiri jalan.' Murid diminta memilih 1 dari 2 pilihan ide pokok yang disuarakan guru: (A) Letak pertokoan dan persimpangan bank, atau (B) Petunjuk arah rute perjalanan dari gerbang sekolah menuju taman kota (acuan jawaban benar: B) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi ide pokok informasi lengkap petunjuk arah rute perjalanan dari teks aural secara terbimbing (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperagakan teknik menemukan ide pokok dari teks aural petunjuk arah dengan membacakan Teks Pemodelan Aural: 'Untuk menuju Puskesmas Sehat dari kantor pos, telusuri Jalan Melati ke arah utara sejauh dua ratus meter. Setelah melihat pohon beringin besar di bundaran, beloklah ke kiri memasuki Jalan Kenanga. Puskesmas Sehat terletak tepat di samping kantor kelurahan.' (5 menit).
  • Guru membimbing murid menelaah bahwa rincian belokan dan patokan (pohon beringin, bundaran, kantor pos) merupakan penjelas, sedangkan ide pokoknya adalah petunjuk rute perjalanan dari kantor pos menuju Puskesmas Sehat (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan aural 'Tebak Inti Rute': guru membacakan Teks Aural 1 ('Rute Menuju Balai Warga': 'Dari halte bus Ahmad Yani, berjalanlah ke arah timur menyusuri trotoar. Lewati jembatan penyeberangan dan toko buku, lalu belok kanan di gang pertama. Balai warga berada di ujung gang sebelah kanan.'). Murid mencocokkan pada lembar kerja pilihan: (1) Suasana halte bus dan jembatan penyeberangan, (2) Petunjuk arah rute perjalanan dari halte bus menuju balai warga, (3) Jumlah toko buku di gang pertama (acuan jawaban benar: nomor 2) (12 menit).
  • Guru membacakan Teks Aural 2 ('Rute Menuju Perpustakaan Daerah': 'Bila berangkat dari stasiun kereta api menuju perpustakaan daerah, berjalanlah lurus ke arah selatan melintasi lampu lalu lintas pertama. Belok ke kiri tepat di depan masjid agung, lalu berjalanlah lima puluh meter hingga menemukan gedung perpustakaan berpagar hijau di sisi kanan jalan.'). Secara terbimbing, murid menandai ide pokok teks di lembar kerja dari 3 pilihan: (1) Bentuk pagar gedung perpustakaan dan masjid agung, (2) Keadaan stasiun kereta api di selatan, (3) Petunjuk arah rute perjalanan dari stasiun kereta api menuju perpustakaan daerah (acuan jawaban benar: nomor 3) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru membacakan Teks Aural 3 ('Rute Menuju Lapangan Olahraga': 'Dari gerbang pasar tradisional, arahkan langkah ke barat melewati deretan kios buah. Saat tiba di pertigaan lampu merah, beloklah ke arah utara. Lapangan olahraga berada tepat seratus meter di depan di sebelah barat jalan.'). Murid secara mandiri menuliskan/menandai ide pokoknya pada lembar kerja (acuan jawaban benar: Petunjuk arah rute perjalanan dari pasar tradisional menuju lapangan olahraga) (13 menit).
  • Murid bersama guru memeriksa hasil lembar kerja dan merefleksikan cara membedakan rincian patokan jalan dengan ide pokok rute perjalanan (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap keberhasilan murid dalam menyimak dan menemukan ide pokok teks aural petunjuk arah rute perjalanan (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan memberikan motivasi belajar dan salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan lebih, guru membacakan teks aural dengan tempo lebih lambat dan mengulang pembacaan sebanyak 3 kali; untuk murid yang cepat menangkap, teks dibacakan dengan kecepatan normal sebanyak 2 kali.
  • Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan dipandu guru dengan pertanyaan penuntun ('Dari mana mau ke mana rute perjalanan ini?'); murid yang mandiri langsung menentukan ide pokok secara langsung pada lembar kerja.
  • Produk: Murid yang memerlukan scaffolding memilih dari 3 opsi tertulis, sedangkan murid mahir menuliskan rumusan ide pokok secara langsung dengan kalimat sendiri sesuai acuan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik aural: Guru membacakan 1 teks rute singkat: 'Jika ingin menuju taman kota dari gerbang sekolah, berjalanlah lurus ke arah barat melewati pertokoan, lalu belok ke kanan di persimpangan bank. Taman kota berada persis di sebelah kiri jalan.' Murid menentukan ide pokok teks dari 2 opsi: (A) Letak pertokoan dan persimpangan bank, (B) Petunjuk arah rute perjalanan dari gerbang sekolah menuju taman kota. (Acuan jawaban benar: B).

Proses:

  • Formatif Mengaplikasi: Guru membacakan Teks Aural 1 dan Teks Aural 2. Murid menentukan ide pokok masing-masing teks pada lembar kerja. Kriteria ketepatan: (1) Teks 1 memilih opsi 2 'Petunjuk arah rute perjalanan dari halte bus menuju balai warga'; (2) Teks 2 memilih opsi 3 'Petunjuk arah rute perjalanan dari stasiun kereta api menuju perpustakaan daerah'.

Akhir Pertemuan:

  • Cek Pemahaman Refleksi: Guru membacakan Teks Aural 3 rute menuju lapangan olahraga. Murid menentukan ide pokok teks aural secara tepat. (Acuan jawaban benar: Petunjuk arah rute perjalanan dari pasar tradisional menuju lapangan olahraga).

Formatif:

  • Tes aural memilih ide pokok dari teks petunjuk arah rute perjalanan yang diperdengarkan pada lembar kerja
  • Catatan observasi ketepatan murid mengidentifikasi ide pokok rute perjalanan terbimbing

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Ide Pokok Teks Aural Petunjuk ArahBelum mampu mengidentifikasi ide pokok dari teks aural petunjuk arah rute perjalanan (0 dari 3 teks tepat sesuai acuan).Mampu mengidentifikasi ide pokok dari 1 teks aural petunjuk arah rute perjalanan secara tepat sesuai acuan dengan bimbingan penuh.Mampu mengidentifikasi ide pokok dari 2 teks aural petunjuk arah rute perjalanan secara tepat sesuai acuan dengan sedikit arahan.Mampu mengidentifikasi seluruh ide pokok dari 3 teks aural petunjuk arah rute perjalanan secara tepat sesuai acuan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah artikulasi dan tempo pembacaan teks aural petunjuk rute perjalanan sudah cukup jelas didengar oleh seluruh murid?
  • Bagian mana dari petunjuk rute teks aural yang paling sering disalahartikan murid sebagai ide pokok alih-alih rincian penjelas?

Murid:

  • Apakah kamu dapat membedakan mana patokan jalan dan mana inti pokok rute perjalanan saat mendengarkan petunjuk tadi?
  • Langkah apa yang membantumu paling cepat menemukan tempat awal dan tujuan akhir dari rute yang dibacakan guru?

Pertemuan 4 — Membaca Kata-Kata Baru Rambu Peringatan dan Denah Lingkungan Sekitar secara Terbimbing dengan Fasih — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.3.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan cetak tentang rambu lalu lintas dan denah lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran membaca kata-kata baru rambu peringatan dan denah dengan fasih (4 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal berupa tes diagnostik membaca cepat 2 kata cetak: 'waspada' dan 'tikungan' pada kartu kata untuk memetakan kefasihan membaca awal murid (6 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru memodelkan cara membaca 5 kata baru rambu peringatan dan denah lingkungan sekitar dari teks cetak secara fasih, lancar, dan tanpa mengeja: (1) 'peringatan', (2) 'persimpangan', (3) 'penyeberangan', (4) 'tanjakan', (5) 'perlintasan' (10 menit).
  • Murid menyimak pemodelan guru dan membaca bersama-sama (choral reading) kelima kata baru tersebut dengan bimbingan ketukan ritme membaca fasih (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain tantangan membaca cepat 'Kartu Kata Meluncur' secara berpasangan, bergantian membaca cetakan 5 kata baru: 'peringatan', 'persimpangan', 'penyeberangan', 'tanjakan', dan 'perlintasan' secara fasih tanpa terbata-bata (15 menit).
  • Secara terbimbing, setiap murid satu per satu membaca kartu bacaan cetak berisi 5 kata baru target di hadapan guru untuk dinilai kefasihannya (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan proses membaca: mengidentifikasi kata mana yang sudah fasih dibaca langsung dan kata mana yang tadi masih sempat terbata-bata atau dieja (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap kelancaran membaca murid dan menyampaikan simpulan sesi latihan membaca kata baru (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan memberikan penguatan untuk terus berlatih membaca lancar di rumah serta doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu kata dengan pemenggalan suku kata berwarna bagi murid yang masih mengeja, serta kartu kata utuh dalam teks kalimat denah pendek bagi murid yang sudah lancar.
  • Proses: Bimbingan intensif dan pemodelan berulang diberikan kepada murid yang masih mengeja, sedangkan murid yang sudah lancar langsung melakukan tantangan membaca mandiri.
  • Produk: Unjuk kerja lisan membaca 5 kata baru target dengan tingkat kemandirian yang disesuaikan (dengan bimbingan ketukan ritme atau secara mandiri).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Uji lisan singkat diagnostik: guru menunjukkan 2 kartu kata cetak: (1) 'waspada' dan (2) 'tikungan'. Guru mencatat apakah murid dapat membaca langsung secara fasih (tanpa mengeja, tanpa jeda ragu) atau masih mengeja per suku kata. Acuan pelafalan tepat: 'was-pa-da' dan 'ti-ku-ngan'.

Proses:

  • Pengamatan kinerja membaca terbimbing selama latihan mandiri dan tantangan kartu kata pada 5 kata baru target: (1) 'peringatan', (2) 'persimpangan', (3) 'penyeberangan', (4) 'tanjakan', (5) 'perlintasan'. Kriteria fasih: dibaca utuh dan benar tanpa mengeja, tanpa pengulangan, dan tanpa jeda ragu.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman membaca lisan akhir: setiap murid membaca acak 3 dari 5 kata baru target cetak ('persimpangan', 'penyeberangan', 'perlintasan'). Acuan ketepatan: murid mampu membaca kata tersebut langsung secara lancar dan fasih tanpa mengeja huruf per huruf.

Formatif:

  • Kinerja lisan: observasi kefasihan membaca kata-kata baru rambu peringatan dan denah dari kartu bacaan cetak menggunakan lembar amatan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kefasihan Membaca Kata-Kata Baru Rambu Peringatan dan Denah (daftar target: peringatan, persimpangan, penyeberangan, tanjakan, perlintasan)Membaca 1 dari 5 kata target dengan fasih, masih mengeja huruf demi huruf pada sebagian besar kata dan memerlukan bimbingan penuh.Membaca 2-3 dari 5 kata target dengan fasih tanpa mengeja, namun masih memerlukan bimbingan guru pada kata-kata panjang.Membaca 4 dari 5 kata target dengan fasih secara mandiri tanpa mengeja, tanpa mengulang, dan tanpa jeda ragu.Membaca seluruh (5) kata target dengan fasih secara mandiri dan konsisten tanpa mengeja, tanpa pengulangan kata, dan tanpa jeda ragu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 70 menit cukup untuk membimbing setiap murid membaca kelima kata baru secara bergiliran?
  • Metode scaffolding apa yang paling efektif membantu murid yang masih mengeja kata panjang seperti 'penyeberangan'?

Murid:

  • Kata baru mana yang paling mudah kamu baca dengan lancar hari ini?
  • Apakah kamu masih perlu mengeja saat membaca kata 'persimpangan' dan 'penyeberangan'?

Pertemuan 5 — Membaca Kata-Kata Baru Rambu Petunjuk dan Larangan Lalu Lintas pada Kalimat Denah dengan Fasih — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.3.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan cetak tentang rambu lalu lintas dan denah lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melatih membaca fasih kata-kata baru rambu petunjuk dan larangan pada kalimat denah cetak (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal dengan meminta murid membaca nyaring 4 kata target pada kartu uji secara bergiliran: (1) halte, (2) dilarang, (3) memutar, (4) melintas. Guru mencatat kesiapan kelancaran murid (acuan: membaca utuh tanpa mengeja huruf per huruf) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid memirsa lembar cetak kalimat denah yang memuat 4 kata baru rambu petunjuk dan larangan: (1) halte, (2) parkir, (3) dilarang, (4) memutar, lalu memperhatikan guru mencontohkan pelafalan kata-kata tersebut secara fasih, utuh, tanpa mengeja suku kata (7 menit).
  • Murid bersama-sama menirukan pembacaan 4 kata target tersebut dengan fasih mengikuti ketukan ritme panduan guru (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan tantangan berpasangan 'Roda Kata Rambu': setiap pasangan bergantian mengambil kartu dan membaca nyaring dengan fasih 4 kalimat denah cetak berikut: (1) Di sebelah utara taman terdapat area parkir bus; (2) Pengendara dilarang melintas di depan gerbang sekolah; (3) Rudi menunggu angkutan di halte dekat persimpangan jalan; (4) Semua kendaraan tidak boleh memutar di depan kantor pos (12 menit).
  • Murid secara mandiri membaca nyaring lembar latihan berisi 4 kata baru dalam kalimat denah cetak di depan guru atau pasangannya tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu (13 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menandai kartu cek kelancaran membaca secara berkesadaran untuk mengevaluasi kata mana yang sudah dibaca lancar langsung tanpa mengeja dan kata mana yang masih tersendat (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya membaca kata-kata rambu pada kalimat denah secara fasih dan utuh tanpa mengeja (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan membaca fasih untuk latihan mandiri dan menutup kelas dengan doa bersama serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bacaan cetak dengan ukuran huruf lebih besar dan penandaan warna pemisah kata bagi murid yang membutuhkan scaffolding membaca.
  • Proses: Bagi murid yang masih mengeja, guru memberikan bimbingan membaca repetisi berbasis frasa; bagi murid yang sudah lancar, diberikan kartu bacaan kalimat denah yang memuat variasi kata rambu lebih padat.
  • Produk: Tingkat kemandirian pembacaan: murid yang memerlukan bimbingan membaca 2-3 kata dengan bantuan pemodelan guru, sedangkan murid yang mahir membaca penuh 4 kata baru secara mandiri langsung lancar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes membaca lisan singkat 4 kata baru pada kartu: (1) halte, (2) dilarang, (3) memutar, (4) melintas. (Acuan: fasih = melafalkan langsung kata secara utuh tanpa mengeja huruf/suku kata).

Proses:

  • Observasi kinerja membaca fasih 4 kata target pada kalimat denah cetak saat tantangan berpasangan dan latihan mandiri: (1) halte, (2) parkir, (3) dilarang, (4) memutar. (Acuan ketepatan: kata dilafalkan utuh, tanpa terbata-bata/mengeja, dan tanpa jeda ragu).

Akhir Pertemuan:

  • Cek kelancaran membaca mandiri: Murid membaca 4 kalimat denah cetak yang memuat kata target 'halte', 'parkir', 'dilarang', 'memutar'. (Acuan ketercapaian: murid mampu membaca minimal 3 dari 4 kata baru tersebut secara fasih dan utuh tanpa mengeja).

Formatif:

  • Kinerja lisan: Membaca nyaring 4 kata baru rambu petunjuk dan larangan pada lembar kalimat denah cetak.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kefasihan Membaca Kata-Kata Baru Rambu pada Kalimat DenahMembaca 1 dari 4 kata target ('halte', 'parkir', 'dilarang', 'memutar') dengan mengeja suku kata dan membutuhkan bimbingan penuh guru.Membaca 2 dari 4 kata target ('halte', 'parkir', 'dilarang', 'memutar') secara utuh tetapi masih tersendat atau ada pengulangan.Membaca 3 dari 4 kata target ('halte', 'parkir', 'dilarang', 'memutar') secara fasih, utuh, tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu secara mandiri.Membaca seluruh (4 dari 4) kata target ('halte', 'parkir', 'dilarang', 'memutar') secara fasih, lancar tanpa mengeja, tanpa pengulangan, secara konsisten dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah mampu membaca kata-kata baru rambu petunjuk dan larangan secara fasih tanpa mengeja?
  • Langkah kegiatan mana yang paling efektif dalam meningkatkan kelancaran membaca kata baru bagi murid yang masih tersendat?

Murid:

  • Kata baru mana tentang rambu dan denah yang sudah bisa kamu baca dengan lancar tanpa mengeja?
  • Apa yang akan kamu lakukan jika menemukan kata baru yang sulit dibaca pada denah?

Pertemuan 6 — Membaca Nyaring Kata-Kata Baru dari Bacaan Cetak Rambu dan Denah secara Mandiri (Portofolio Ambil Nilai 5 Murid) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.3.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan cetak tentang rambu lalu lintas dan denah lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan kesiapan belajar membaca secara mandiri (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu membaca nyaring kata-kata baru dari bacaan cetak bertema rambu lalu lintas dan denah lingkungan secara mandiri dan fasih, serta menjelaskan bahwa 5 murid giliran pertama akan diambil nilai portofolionya (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta seluruh murid bersama-sama membaca cepat satu kartu kata acuan pemanasan di papan tulis: 'peringatan' dan 'simpang' tanpa mengeja untuk mengecek kelancaran membaca (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar bacaan cetak berjudul 'Menjelajahi Denah Rute dan Rambu Kota' yang memuat 5 kata baru target: (1) trotoar, (2) rambu, (3) bundaran, (4) zebra cross, (5) persimpangan (5 menit).
  • Guru memodelkan pembacaan nyaring kelima kata target tersebut secara tepat dan fasih tanpa mengeja atau tersendat, kemudian murid menyimak pelafalan setiap suku kata (5 menit).
  • Murid secara serentak menirukan membaca nyaring kelima kata baru tersebut dari teks cetak dengan fasih (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid memainkan permainan tantangan baca 'Jalur Cepat Kosakata': secara bergiliran dalam baris, murid membaca cepat satu persatu dari 5 kata baru pada kartu secara bergantian dan ceria (10 menit).
  • Guru memanggil 5 murid target portofolio secara bergantian untuk membaca nyaring teks cetak berisi 5 kata baru secara mandiri di meja guru: (1) trotoar, (2) rambu, (3) bundaran, (4) zebra cross, (5) persimpangan, dengan indikator fasih: lancar tanpa mengeja, tanpa jeda ragu, dan tanpa mengulang kata (10 menit).
  • Sementara 5 murid dinilai portofolionya, murid lain secara mandiri berlatih membaca nyaring teks cetak yang sama di tempat duduk masing-masing untuk mempersiapkan giliran pertemuan berikutnya (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid memeriksa kata-kata mana yang paling mudah dibaca dengan fasih dan kata mana yang masih memerlukan kehati-hatian dalam pelafalan (contoh: 'zebra cross' atau 'persimpangan') (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap kelancaran membaca nyaring kata-kata baru pada bacaan cetak denah dan rambu yang telah dipraktikkan hari ini (5 menit).
  • Guru dan murid menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks cetak dengan pemisahan suku kata pada kata baru yang panjang (misal: per-sim-pang-an), sedangkan murid yang cepat membaca langsung teks cetak tanpa penanda.
  • Proses: Murid cepat langsung membaca mandiri seluruh kata target dalam satu tarikan kalimat, sedangkan murid yang masih terbata-bata diberi kesempatan mengulang sekali jika tersendat.
  • Produk: Unjuk kerja membaca nyaring 5 kata baru secara mandiri dinilai berdasarkan tingkat kelancaran/tanpa mengeja sesuai rubrik ketercapaian fasih.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Membaca cepat kartu kata pemanasan di papan tulis: murid diminta membaca nyaring kata 'peringatan' dan 'simpang' secara langsung. Acuan ketepatan: murid membaca kata 'pe-ring-at-an' dan 'sim-pang' secara langsung dan lancar tanpa mengeja huruf per huruf.

Proses:

  • Pengamatan keterbacaan nyaring mandiri 5 kata baru target pada teks cetak: (1) trotoar, (2) rambu, (3) bundaran, (4) zebra cross, (5) persimpangan. Acuan ketepatan: dibaca tepat sesuai bunyi kata tanpa mengeja, tanpa jeda ragu lebih dari 3 detik, dan tanpa mengulang kata.

Akhir Pertemuan:

  • Cek kelancaran membaca satu kalimat penutup yang memuat kata baru: 'Perhatikan rambu di persimpangan jalan.' Acuan: murid membaca kata 'rambu' dan 'persimpangan' secara fasih dan utuh tanpa mengeja.

Formatif:

  • Unjuk kerja membaca nyaring mandiri 5 kata baru dari bacaan cetak (Portofolio untuk 5 murid target) dengan lembar amatan ketercapaian membaca fasih.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membaca kata-kata baru dengan fasihMembaca 1 dari 5 kata baru target (trotoar, rambu, bundaran, zebra cross, persimpangan) dengan fasih; masih mengeja per suku kata dan memerlukan bimbingan penuh.Membaca 2-3 dari 5 kata baru target (trotoar, rambu, bundaran, zebra cross, persimpangan) dengan fasih tanpa mengeja secara mandiri.Membaca 4 dari 5 kata baru target (trotoar, rambu, bundaran, zebra cross, persimpangan) dengan fasih tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu secara mandiri.Membaca seluruh (5) kata baru target (trotoar, rambu, bundaran, zebra cross, persimpangan) dengan sangat fasih tanpa mengeja, tanpa jeda ragu, dan tanpa mengulang kata secara konsisten dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu penilaian mandiri portofolio untuk 5 murid sudah mencukupi dan berjalan tertib?
  • Bagian kata baru mana yang paling sering membuat murid tersendat atau mengeja saat membaca nyaring?

Murid:

  • Kata baru mana pada teks rambu dan denah yang menurutmu paling mudah dibaca dengan lancar?
  • Apakah kamu berhasil membaca kelima kata baru tersebut secara mandiri tanpa mengeja?

Pertemuan 7 — Mengidentifikasi Informasi Rambu Peringatan dan Larangan Lalu Lintas dari Teks Nonsastra Cetak (Lanjutan Portofolio TP 2 untuk 5 Murid) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.3.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan cetak tentang rambu lalu lintas dan denah lingkungan sekitar
  • TP 4.3.3 Mengidentifikasi informasi dalam teks nonsastra berbentuk cetak tentang rambu-rambu lalu lintas di jalan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan yaitu membaca kata-kata baru dan mengidentifikasi informasi rambu peringatan serta larangan dari teks cetak (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal membaca dan mengenali rambu: murid membaca 2 kartu kata cetak rambu ('peringatan', 'larangan') dan mengidentifikasi makna rambu lingkaran merah bertanda garis miring (acuan: rambu dilarang masuk/melintas) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati teks nonsastra cetak berjudul 'Mengenal Rambu Peringatan dan Rambu Larangan' yang memuat penjelasan bahwa rambu peringatan biasanya berlatar kuning berbentuk belah ketupat berisi peringatan bahaya/kehati-hatian, sedangkan rambu larangan berlatar putih dengan lingkaran atau garis silang merah berisi perbuatan yang tidak boleh dilakukan pengguna jalan (10 menit).
  • Secara bergantian terpimpin, guru memanggil 5 murid target portofolio TP 2 untuk membaca nyaring 5 kata baru dari teks cetak: (1) peringatan, (2) larangan, (3) tikungan, (4) melintas, (5) dilarang, sementara murid lain menyimak teks cetak di mejanya (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan 'Kuis Pasang Cepat Rambu': murid menerima lembar kerja teks cetak berisi 4 deskripsi situasi jalan untuk dipasangkan dengan jenis rambu yang tepat: (1) 'Jalan licin setelah hujan' -> Rambu Peringatan; (2) 'Kendaraan tidak boleh parkir di bahu jalan' -> Rambu Larangan; (3) 'Tikungan tajam ke kanan' -> Rambu Peringatan; (4) 'Pejalan kaki tidak boleh menyeberang di area jalan tol' -> Rambu Larangan (15 menit).
  • Murid secara mandiri membaca teks nonsastra cetak kedua dan mengidentifikasi informasi dengan menjawab 4 butir pertanyaan isian singkat pada lembar kerja: (1) Warna latar rambu peringatan (acuan: kuning), (2) Bentuk dasar rambu peringatan (acuan: belah ketupat), (3) Warna lingkaran pada rambu larangan (acuan: merah), (4) Makna rambu huruf P dicoret merah (acuan: dilarang parkir) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil identifikasi informasi berdasarkan teks cetak dan memeriksa ketepatan pembacaan kosakata baru (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan ciri informasi rambu peringatan dan larangan yang ditemukan dari teks cetak (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung kepada 5 murid target portofolio membaca nyaring serta menutup sesi pembelajaran (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu teks cetak dengan ukuran huruf lebih besar dan gambar rambu berwarna bagi murid yang memerlukan dukungan visual.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung pada pelafalan kata baru bagi murid yang belum fasih, serta memberikan teks cetak tambahan berisi 2 situasi jalan lanjutan bagi murid yang selesai lebih cepat.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan identifikasi informasi rambu melalui tanda silang/lingkar pada pilihan jawaban cetak atau menuliskan kata kunci secara mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik membaca dan identifikasi singkat di awal pertemuan: murid membaca cetak 2 kata ('peringatan', 'larangan') dan menyebutkan arti rambu lingkaran merah bergaris miring (acuan: kata terbaca tepat tanpa mengeja; arti rambu: tanda larangan/tidak boleh melintas).

Proses:

  • Penilaian membaca fasih 5 kata baru pada teks cetak untuk 5 murid target: (1) peringatan, (2) larangan, (3) tikungan, (4) melintas, (5) dilarang (acuan penskoran: fasih = membaca langsung tanpa mengeja, tanpa jeda ragu, dan tanpa mengulang kata).
  • Penilaian lembar kerja mengidentifikasi informasi dari teks nonsastra cetak (4 butir isian): (1) Warna latar rambu peringatan (acuan: kuning); (2) Bentuk rambu peringatan (acuan: belah ketupat); (3) Warna lingkaran rambu larangan (acuan: merah); (4) Arti rambu P dicoret (acuan: dilarang parkir).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: murid mengidentifikasi kategori 2 rambu dari pernyataan teks: 'Hati-hati banyak anak sekolah' (acuan: rambu peringatan) dan 'Dilarang putar balik' (acuan: rambu larangan).

Formatif:

  • Kinerja membaca nyaring 5 kata baru rambu lalu lintas dari teks cetak (catatan portofolio TP 2 untuk 5 murid target: lancar tanpa mengeja dan tanpa ragu).
  • Tes tertulis objektif lembar kerja mengidentifikasi informasi 4 butir rambu peringatan dan larangan dari teks nonsastra cetak (TP 3).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membaca kata-kata baru tentang rambu dari bacaan cetak (TP 4.3.2)Membaca kurang dari 2 kata baru dengan masih mengeja per huruf.Membaca 2-3 dari 5 kata baru dengan fasih, kata lainnya masih dieja atau diulang.Membaca 4 dari 5 kata baru dengan fasih tanpa mengeja dan tanpa ragu.Membaca seluruh 5 kata baru ('peringatan', 'larangan', 'tikungan', 'melintas', 'dilarang') dengan fasih secara mandiri tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu.
Mengidentifikasi informasi rambu peringatan dan larangan dari teks cetak (TP 4.3.3)Mengidentifikasi dengan tepat 1 butir informasi rambu dari 4 butir pertanyaan teks cetak.Mengidentifikasi dengan tepat 2 butir informasi rambu dari 4 butir pertanyaan teks cetak.Mengidentifikasi dengan tepat 3 butir informasi rambu dari 4 butir pertanyaan teks cetak.Mengidentifikasi dengan tepat seluruh 4 butir informasi rambu dari teks cetak (latar kuning, bentuk belah ketupat, lingkaran merah, dilarang parkir) secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pengambilan portofolio membaca fasih untuk 5 murid berjalan efektif tanpa mengurangi keterlibatan murid lainnya?
  • Apakah teks nonsastra cetak yang disediakan sudah cukup jelas memuat ciri pembeda rambu peringatan dan larangan bagi pemahaman murid?

Murid:

  • Kata baru mana tentang rambu yang paling mudah atau paling menantang kamu baca hari ini?
  • Bagaimana caramu membedakan antara rambu peringatan dan rambu larangan saat membaca teks cetak?

Pertemuan 8 — Mengidentifikasi Informasi Rambu Perintah dan Petunjuk Arah Jalan dari Teks Nonsastra Cetak — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.3.3 Mengidentifikasi informasi dalam teks nonsastra berbentuk cetak tentang rambu-rambu lalu lintas di jalan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 2 kartu rambu: Kartu A (lingkaran biru panah putih belok kiri) dan Kartu B (persegi panjang hijau bertuliskan 'Pasar Gede ->'), lalu meminta murid mengidentifikasi fungsi masing-masing rambu (acuan: Kartu A = rambu perintah wajib belok kiri; Kartu B = rambu petunjuk arah menuju Pasar Gede) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi informasi rambu perintah dan petunjuk arah jalan dari teks cetak nonsastra (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca teks cetak nonsastra berjudul 'Mengenal Rambu Perintah dan Petunjuk Arah' yang memuat penjelasan bentuk, warna dasar biru untuk perintah dan hijau untuk petunjuk arah, serta arti simbolnya (10 menit).
  • Guru memandu murid membedakan ciri dan informasi kedua jenis rambu berdasarkan teks: rambu perintah berbentuk bundar/persegi biru berisi keharusan yang wajib ditaati pengguna jalan, sedangkan rambu petunjuk berbentuk persegi panjang hijau/biru berisi panduan arah jurusan atau fasilitas (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti kuis tantangan visual cepat 'Tebak Rambu Biru & Hijau': guru menampilkan 4 gambar rambu berurutan pada slide/kartu besar: (1) Bundar biru panah ke kanan, (2) Persegi panjang hijau bertuliskan 'Terminal 2 km ->', (3) Persegi biru gambar orang menyeberang putih, (4) Persegi panjang hijau bertuliskan '<- Stasiun', lalu murid mengangkat kartu huruf pilihan identifikasi yang benar (acuan: 1=rambu perintah wajib belok kanan; 2=rambu petunjuk arah ke Terminal; 3=rambu perintah/petunjuk tempat penyeberangan pejalan kaki; 4=rambu petunjuk arah ke Stasiun) (12 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja mengidentifikasi informasi dari teks nonsastra cetak berisi 4 butir soal identifikasi rambu perintah dan petunjuk jalan: Butir 1 mencocokkan simbol panah memutar biru (jawaban acuan: perintah wajib mengikuti bundaran); Butir 2 menelaah rambu petunjuk hijau bertuliskan 'Bandara ->' (jawaban acuan: petunjuk jurusan arah menuju bandara); Butir 3 menentukan warna dasar rambu perintah wajib berdasarkan teks (jawaban acuan: biru); Butir 4 menentukan isi informasi rambu petunjuk warna hijau (jawaban acuan: memuat nama tempat, jurusan, atau jarak fasilitas) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dengan kunci acuan dan menandai secara mandiri butir yang sudah berhasil dijawab dengan tepat (5 menit).
  • Murid menyampaikan bagian informasi rambu mana yang paling mudah diidentifikasi dan bagian yang membutuhkan ketelitian membaca teks (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas keberhasilan murid mengidentifikasi seluruh informasi rambu perintah dan rambu petunjuk arah (3 menit).
  • Guru menginformasikan fokus pembelajaran pertemuan berikutnya tentang denah rute perjalanan, lalu menutup kelas dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar teks nonsastra dengan penanda visual warna kontras pada simbol rambu bagi murid yang memerlukan dukungan visual.
  • Proses: Bagi murid yang masih keliru membedakan perintah dan petunjuk arah diberikan panduan kata kunci teks cetak ('wajib' untuk biru, 'arah/jurusan' untuk hijau); bagi murid yang cepat diberikan 2 butir teks tambahan untuk mengidentifikasi jarak kilometer pada rambu petunjuk arah.
  • Produk: Murid menjawab butir identifikasi secara tertulis atau dengan melingkari pilihan opsi jawaban yang tepat pada lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik mengidentifikasi fungsi 2 rambu visual: Kartu A (lingkaran biru panah putih belok kiri) dan Kartu B (persegi panjang hijau bertuliskan 'Pasar Gede ->'). Acuan jawaban: Kartu A adalah rambu perintah wajib belok kiri; Kartu B adalah rambu petunjuk arah menuju Pasar Gede.

Proses:

  • Observasi partisipasi respon murid pada kuis cepat 4 gambar rambu serta pemeriksaan ketepatan lembar kerja mandiri 4 butir (acuan: Butir 1 = perintah wajib ikuti bundaran; Butir 2 = petunjuk jurusan arah menuju bandara; Butir 3 = warna dasar biru; Butir 4 = petunjuk nama daerah/jurusan/fasilitas).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri di akhir kegiatan inti: murid memeriksa dan menghitung jumlah butir lembar kerja yang dijawab tepat berdasarkan kunci acuan guru (skor target tuntas: minimal 3 dari 4 butir tepat).

Formatif:

  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri mengidentifikasi 4 butir informasi rambu perintah dan petunjuk arah dari teks nonsastra cetak.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengidentifikasi Informasi Rambu Perintah dan Petunjuk Arah Jalan dari Teks Nonsastra CetakTepat mengidentifikasi paling banyak 1 dari 4 butir informasi rambu perintah dan petunjuk arah jalan berdasarkan teks bacaan cetak.Tepat mengidentifikasi 2 dari 4 butir informasi rambu perintah dan petunjuk arah jalan berdasarkan teks bacaan cetak.Tepat mengidentifikasi 3 dari 4 butir informasi rambu perintah dan petunjuk arah jalan berdasarkan teks bacaan cetak.Tepat mengidentifikasi seluruh (4 dari 4) butir informasi rambu perintah dan petunjuk arah jalan berdasarkan teks bacaan cetak secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks bacaan cetak dan gambar rambu perintah serta petunjuk arah yang disajikan cukup jelas membantu murid menemukan informasi esensial?
  • Bagaimana ketercapaian murid dalam membedakan fungsi rambu perintah (warna biru) dan petunjuk arah (warna hijau)?

Murid:

  • Apakah kamu dapat membedakan rambu perintah dan rambu petunjuk jalan setelah membaca teks hari ini?
  • Informasi rambu nomor berapa yang paling mudah kamu temukan jawabannya dari teks?

Pertemuan 9 — Menceritakan Kembali Informasi Simbol Arah dan Legenda pada Cara Membaca Denah Rute Perjalanan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.3.4 Menceritakan kembali informasi dari tipe teks nonsastra yang dibaca tentang cara membaca denah rute perjalanan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas, menyapa murid, dan memandu doa pembuka (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menceritakan kembali cara membaca denah rute perjalanan berdasarkan simbol arah dan legenda yang dibaca dari teks nonsastra (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan mengenai arti 2 simbol dasar pada denah: simbol mata angin 'U' dan kotak 'Keterangan/Legenda' (acuan: U = arah utara untuk menentukan haluan; Legenda = daftar penjelasan arti gambar/simbol bangunan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid membaca teks petunjuk nonsastra 'Panduan Menemukan Lokasi dengan Simbol dan Legenda Denah' yang memuat 3 langkah: (1) Menyesuaikan arah hadap dengan simbol mata angin utara (U) di bagian atas denah, (2) Membaca kotak legenda untuk mengenali arti simbol bangunan (ikon buku = perpustakaan, ikon palang merah = UKS, ikon cangkir = kantin), dan (3) Merunut rute perjalanan dari titik awal ke titik tujuan (10 menit).
  • Guru memberikan pemodelan cara menceritakan kembali isi teks tersebut secara utuh dan sesuai urutan informasi teks tanpa menambah tafsiran pribadi (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Pandu Rekanmu': secara bergantian murid menceritakan kembali 3 langkah membaca denah berdasarkan teks petunjuk yang telah dibaca (langkah simbol arah, legenda, dan penelusuran rute) kepada pasangan sebangku (10 menit).
  • Murid secara mandiri menceritakan kembali kepada guru/kelas tentang cara membaca denah rute perjalanan berdasarkan teks nonsastra, mencakup fungsi simbol mata angin dan 3 arti simbol pada legenda (ikon buku = perpustakaan, ikon palang merah = UKS, ikon cangkir = kantin) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi diri tentang kelengkapan informasi yang diceritakan kembali dengan mencocokkan pada daftar langkah teks bacaan (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung mengenai ketepatan isi cerita kembali dengan informasi asli dalam teks nonsastra yang dibaca (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali 3 informasi penting cara membaca denah dari teks (arah mata angin, legenda/simbol, dan rute) (5 menit).
  • Guru menutup sesi dengan doa dan salam, mengingatkan untuk berlatih menceritakan rute denah pada pertemuan berikutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan membaca teks yang disertai penanda warna pada bagian simbol mata angin dan legenda; murid yang cepat membaca teks petunjuk dengan rute denah yang memuat legenda tambahan.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan menceritakan kembali dengan bantuan kartu pengingat alur 3 langkah; murid mahir menceritakan kembali secara mandiri tanpa kartu bantu.
  • Produk: Semua murid menceritakan kembali secara lisan isi teks cara membaca denah sesuai acuan teks nonsastra yang dibaca.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: 'Apa fungsi simbol huruf U dan kotak legenda pada denah?' (acuan: simbol U menunjukkan arah utara untuk penentu haluan/posisi; kotak legenda berisi penjelasan arti simbol atau gambar fasilitas pada denah)

Proses:

  • Pengamatan kinerja lisan saat murid menceritakan kembali isi teks nonsastra tentang cara membaca denah (acuan informasi yang harus muncul: [1] melihat panah penunjuk arah U untuk menentukan posisi atas/utara, [2] mencocokkan simbol pada peta dengan kotak legenda: ikon buku = perpustakaan, palang merah = UKS, cangkir = kantin, [3] menelusuri garis jalan dari titik awal ke titik tujuan)

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: meminta 2 orang perwakilan murid menceritakan kembali inti dari 3 langkah membaca denah berdasarkan teks petunjuk yang dibaca (acuan: urutan langkah 1 arah mata angin U, langkah 2 membaca simbol pada legenda, langkah 3 menarik rute jalan)

Formatif:

  • Kinerja lisan menceritakan kembali informasi cara membaca denah berdasarkan simbol arah dan legenda dari teks petunjuk yang dibaca

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Informasi yang Diceritakan Kembali dari TeksMenceritakan kembali kurang dari 2 informasi dari teks nonsastra cara membaca denah (tidak menyebutkan simbol arah maupun arti legenda).Menceritakan kembali 2 informasi dari teks nonsastra cara membaca denah (misalnya hanya menyebut simbol panah U dan 1 arti simbol legenda).Menceritakan kembali 3 informasi lengkap sesuai isi teks (menentukan arah dengan panah U, mencocokkan simbol pada legenda, dan menelusuri rute perjalanan).Menceritakan kembali seluruh informasi secara lengkap dan tepat sesuai urutan 3 langkah pada teks nonsastra tanpa ada fakta teks yang terlewat.
Ketepatan Isi Informasi Simbol dan LegendaKeliru menjelaskan arti simbol arah dan seluruh simbol legenda yang ada pada teks nonsastra.Tepat menyebutkan arti simbol arah U, namun keliru pada 2 arti simbol legenda (acuan: ikon buku = perpustakaan, palang merah = UKS, cangkir = kantin).Tepat menyebutkan arti simbol arah U dan tepat menyebutkan minimal 2 dari 3 simbol legenda sesuai teks bacaan.Tepat menyebutkan arti simbol arah U dan seluruh 3 simbol legenda (buku = perpustakaan, palang merah = UKS, cangkir = kantin) tepat sesuai teks nonsastra yang dibaca.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks nonsastra petunjuk membaca denah cukup jelas dipahami murid sehingga mereka mampu menceritakan kembali isinya?
  • Bagian mana dari langkah membaca denah (simbol arah atau legenda) yang paling sering terlewat saat murid menceritakan kembali?

Murid:

  • Informasi apa yang paling mudah kamu ceritakan kembali saat menjelaskan cara membaca denah?
  • Apakah kamu dapat menyebutkan arti ketiga simbol fasilitas pada denah sesuai teks yang kamu baca?

Pertemuan 10 — Menceritakan Kembali Rangkaian Langkah Membaca Denah Rute Perjalanan secara Berpasangan (Portofolio Ambil Nilai 5 Murid) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.3.4 Menceritakan kembali informasi dari tipe teks nonsastra yang dibaca tentang cara membaca denah rute perjalanan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan fokus pertemuan yaitu berlatih menceritakan kembali rangkaian langkah membaca denah rute perjalanan secara berpasangan (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal cepat: guru menunjukkan 1 teks panduan singkat berisi 3 urutan langkah membaca denah rute, lalu meminta 2 murid secara acak menyebutkan langkah pertama dan langkah terakhir dari teks tersebut (acuan: langkah pertama mencari titik awal, langkah terakhir menelusuri garis jalan hingga titik tujuan) (6 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid membaca teks nonsastra cetak berjudul '4 Langkah Tepat Membaca Denah Rute Perjalanan' yang dibagikan guru, dengan isi: (1) Temukan titik awal keberangkatan dan tanda arah mata angin; (2) Perhatikan legenda atau simbol bangunan sebagai patokan jalan; (3) Telusuri rute jalan lurus dan belokan yang dilalui; (4) Pastikan titik akhir atau tempat tujuan yang dituju sudah tercapai (10 menit).
  • Guru memberikan contoh cara menceritakan kembali isi teks tersebut dengan menyebutkan keempat langkah rute secara runtut tanpa mengubah maknanya (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Estafet Cerita Denah': bergantian menceritakan kembali 4 langkah membaca denah rute perjalanan kepada teman sebangku berdasarkan teks yang telah dibaca (Murid A menceritakan langkah 1 dan 2, Murid B menceritakan langkah 3 dan 4, kemudian bertukar peran menceritakan lengkap ke-4 langkah) (15 menit).
  • Guru mengamati proses latihan berpasangan dan mengambil nilai portofolio unjuk kerja lisan menceritakan kembali langkah membaca denah rute perjalanan untuk 5 murid sasaran giliran Pertemuan 10 dengan lembar observasi rubrik ketercapaian (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Pasangan murid saling mengecek kelengkapan informasi: murid memeriksa apakah pasangan sudah menyebutkan seluruh 4 langkah membaca denah secara runtut sesuai isi bacaan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali 4 langkah utama dalam membaca denah rute perjalanan berdasarkan teks nonsastra yang telah dipelajari (acuan: titik awal, legenda/patokan, penelusuran rute/belokan, titik tujuan) (5 menit).
  • Guru menyampaikan apresiasi atas kerja sama murid dalam berpasangan serta mengingatkan bahwa penilaian unjuk kerja menceritakan kembali langkah membaca denah secara mandiri akan dilanjutkan pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks cetak dengan penomoran langkah yang dipertebal (bold), sedangkan murid yang cepat diberikan teks denah rute perjalanan tambahan dengan 5 langkah panduan (termasuk langkah mengecek jalur alternatif).
  • Proses: Pada aktivitas berpasangan, murid yang masih ragu diperbolehkan melihat panduan kata kunci langkah (titik awal, simbol, telusuri rute, titik tujuan), sedangkan murid yang mahir langsung menceritakan kembali seluruh 4 langkah secara mandiri tanpa melihat teks.
  • Produk: Semua murid menceritakan kembali langkah membaca denah secara lisan, dengan target minimal 3 dari 4 langkah tepat bagi murid dalam bimbingan, dan seluruh 4 langkah tepat berurutan bagi murid yang berkembang cepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: Murid diminta menyebutkan langkah awal dan langkah akhir membaca denah dari teks panduan singkat yang ditayangkan (acuan jawaban: langkah pertama menentukan titik awal dan arah mata angin; langkah akhir memastikan titik tujuan perjalanan tercapai).

Proses:

  • Pengamatan ketercapaian saat unjuk kerja lisan berpasangan menceritakan 4 langkah membaca denah rute perjalanan berdasarkan teks: (1) menentukan titik awal dan arah; (2) membaca legenda/simbol patokan; (3) menelusuri garis rute lurus/belokan; (4) memastikan titik tujuan (acuan: ketepatan isi informasi dan kelengkapan 4 langkah).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk perwakilan murid untuk menyebutkan kembali 4 langkah membaca denah rute secara urut (acuan jawaban: 1. cari titik awal & arah, 2. amati simbol/legenda patokan, 3. telusuri arah rute dan belokan, 4. cek titik tujuan perjalanan).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja menceritakan kembali informasi langkah membaca denah rute perjalanan secara lisan berpasangan (portofolio ambil nilai untuk 5 murid pada lembar observasi).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan dan keruntutan informasi langkah membaca denahMenceritakan kembali 1 langkah membaca denah rute perjalanan dari teks yang dibaca dan masih memerlukan bantuan penuh guru (acuan 4 langkah: titik awal, legenda/simbol, rute belokan, titik tujuan).Menceritakan kembali 2 langkah membaca denah rute perjalanan dari teks yang dibaca secara tepat dengan sedikit arahan guru.Menceritakan kembali 3 hingga 4 langkah membaca denah rute perjalanan dari teks yang dibaca secara runtut dan tepat secara berpasangan.Menceritakan kembali seluruh 4 langkah membaca denah rute perjalanan dari teks yang dibaca secara lengkap, tepat, runtut, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu berpasangan cukup memberikan kesempatan bagi 5 murid sasaran portofolio untuk menceritakan kembali langkah membaca denah?
  • Bagian langkah membaca denah mana yang paling sering terlewat oleh murid saat menceritakan kembali?

Murid:

  • Apakah kamu sudah dapat menceritakan urutan 4 langkah membaca denah kepada temanmu tanpa tertukar?
  • Langkah membaca denah mana yang menurutmu paling mudah diingat dan diceritakan kembali?

Pertemuan 11 — Menceritakan Kembali Informasi Cara Membaca Denah Rute Perjalanan secara Mandiri dan Runtut (Lanjutan Portofolio TP 4 untuk 5 Murid) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.3.4 Menceritakan kembali informasi dari tipe teks nonsastra yang dibaca tentang cara membaca denah rute perjalanan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan fokus kegiatan hari ini yaitu menceritakan kembali langkah membaca denah rute perjalanan secara mandiri dan runtut (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan: murid diminta mengurutkan 3 langkah acak membaca denah: [A] Mengikuti jalur jalan dan belokan, [B] Menemukan titik awal keberangkatan, [C] Menemukan lokasi tujuan akhir. Murid menjawab langsung urutan yang benar (acuan: B - A - C) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid membaca dalam hati teks nonsastra panduan 'Langkah Tepat Membaca Denah Rute Perjalanan' yang memuat 4 urutan langkah: (1) Cari simbol titik awal keberangkatan pada denah, (2) Perhatikan arah mata angin untuk menentukan arah hadap, (3) Telusuri jalur rute belokan dan patokan gedung yang dilewati, (4) Temukan letak bangunan tujuan akhir di sisi jalan (10 menit).
  • Guru memberikan pemodelan menceritakan kembali urutan membaca denah dengan menggunakan kata penghubung urutan: 'pertama', 'kemudian', 'setelah itu', dan 'terakhir' secara runtut (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan alur tantangan 'Estafet Cerita Arah' secara ceria: murid berlatih mandiri menyiapkan tuturan lisan tentang 4 langkah membaca denah rute sesuai teks nonsastra yang dibaca (10 menit).
  • Secara bergantian, 5 murid target portofolio TP 4 maju ke meja asesmen untuk menceritakan kembali 4 urutan langkah membaca denah rute perjalanan secara mandiri dan runtut di hadapan guru (acuan 4 informasi: mencari titik awal, memperhatikan arah/mata angin, menelusuri rute belokan/patokan, menemukan tujuan akhir), sementara murid lain berlatih menceritakan hal yang sama di bangku masing-masing menggunakan lembar panduan runtutan langkah (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi ketercapaian tuturannya sendiri: apakah 4 langkah membaca denah sudah diceritakan berurutan dari awal sampai akhir tanpa ada informasi penting yang terlewat (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan kembali intisari 4 langkah membaca denah rute perjalanan yang telah diceritakan (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas kemandirian dan keruntutan informasi lisan murid, mengumumkan bahwa portofolio TP 4 selesai diambil untuk seluruh murid target, lalu menutup sesi (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks panduan yang memuat penomoran 1-4 secara tebal, sedangkan murid yang mahir menggunakan teks panduan tanpa bantuan angka.
  • Proses: Murid yang masih ragu dapat melihat denah visual sederhana sebagai pemicu alur cerita saat menceritakan langkah, sedangkan murid mahir menceritakan kembali murni dari informasi teks yang dibaca secara mandiri.
  • Produk: Semua murid menceritakan 4 langkah yang sama secara lisan; murid yang memerlukan bimbingan didampingi dengan pertanyaan pancingan urutan, sedangkan murid mahir menuturkan seluruh alur langsung dari awal hingga akhir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: Murid diminta mengurutkan 3 potongan langkah membaca denah: (1) Menelusuri jalur belokan, (2) Menentukan titik awal, (3) Menemukan titik tujuan akhir. (Acuan jawaban: Langkah 2 -> Langkah 1 -> Langkah 3).

Proses:

  • Pengamatan kinerja lisan mandiri (portofolio 5 murid target) saat menuturkan 4 langkah membaca denah dari teks nonsastra yang dibaca. Acuan 4 informasi urut: (1) Cari simbol titik awal, (2) Perhatikan petunjuk mata angin/arah, (3) Telusuri rute belokan dan patokan jalan, (4) Temukan lokasi tujuan akhir.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: Menjawab secara lisan menyebutkan 2 penanda urutan langkah yang digunakan saat menceritakan cara membaca denah (Acuan: kata urutan seperti 'pertama/mula-mula', 'lalu/kemudian', 'setelah itu', atau 'terakhir/akhirnya').

Formatif:

  • Kinerja lisan portofolio: Menceritakan kembali 4 langkah membaca denah rute perjalanan dari teks yang dibaca secara mandiri dan runtut (diambil nilai untuk 5 murid lanjutan TP 4).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan dan Keruntutan Informasi Langkah Membaca DenahMenceritakan kembali 1 langkah membaca denah secara terputus dan tidak runtut serta membutuhkan bimbingan penuh guru.Menceritakan kembali 2 dari 4 informasi langkah membaca denah secara berurutan dengan arahan pancingan guru.Menceritakan kembali 3-4 informasi langkah membaca denah rute perjalanan secara runtut dan mandiri sesuai isi teks yang dibaca (acuan: titik awal, arah mata angin, rute belokan/patokan, titik tujuan).Menceritakan kembali seluruh 4 informasi langkah membaca denah rute perjalanan secara lengkap, runtut, lancar, dan sepenuhnya mandiri tanpa jeda atau pancingan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 20 menit pada tahap aplikasi mencukupi untuk menguji dan mengambil nilai kinerja lisan 5 murid target portofolio secara mendalam?
  • Apakah teks nonsastra langkah membaca denah yang dibaca murid memiliki tingkat kesulitan kosakata yang tepat untuk Fase B?

Murid:

  • Apakah kamu dapat mengingat dan menceritakan kembali urutan membaca denah dari titik awal sampai tujuan tanpa bingung?
  • Bagian mana dari langkah membaca denah yang paling mudah kamu jelaskan kepada teman?

Pertemuan 12 — Menulis Draf Teks Deskripsi Sederhana tentang Rute Perjalanan Menuju Sekolah dengan Rangkaian Kalimat Tunggal dan Majemuk — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.3.5 Menulis teks deskripsi sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang rute perjalanan menuju sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama secara khidmat (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyusun draf teks deskripsi sederhana tentang rute perjalanan menuju sekolah menggunakan variasi kalimat tunggal dan kalimat majemuk (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 contoh kalimat di papan tulis: (1) 'Saya berangkat pukul enam pagi' dan (2) 'Saya berbelok ke kiri lalu saya melewati toko buku'. Murid diminta menentukan mana kalimat tunggal dan mana kalimat majemuk (acuan: kalimat 1 = kalimat tunggal karena berpola S-P-K; kalimat 2 = kalimat majemuk setara karena menggabungkan dua klausa dengan konjungsi 'lalu') (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati model teks deskripsi rute sederhana di papan tulis: 'Setiap pagi saya berangkat dari rumah menuju sekolah. Saya berjalan lurus ke arah timur. Di pertigaan jalan, saya berbelok ke kanan lalu melewati warung makan Bu Siti. Di sebelah kiri jalan terdapat lapangan bola. Akhirnya, saya tiba di gerbang sekolah yang megah.' Murid mengidentifikasi 3 bagian deskripsi rute: titik awal (berangkat dari rumah), rute/patokan jalan di tengah (arah timur, warung Bu Siti, lapangan bola), dan titik tujuan (gerbang sekolah) (10 menit).
  • Murid menganalisis rangkaian kalimat dalam teks model untuk membedakan struktur kalimat tunggal (1 klausa, misal: 'Saya berjalan lurus ke arah timur') dan kalimat majemuk (2 klausa dengan kata penghubung seperti 'lalu', 'dan', 'tetapi', misal: 'Saya berbelok ke kanan lalu melewati warung makan Bu Siti') dengan bimbingan guru (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan tantangan menggembirakan 'Rangkai Jalur': guru memberikan 3 pasang kalimat tunggal rute perjalanan, dan murid secara serempak berlomba menyambungnya menjadi kalimat majemuk menggunakan kata hubung yang tepat ('dan', 'lalu', 'kemudian'). Tiga pasangan kalimat: (1) 'Saya melangkah ke depan' + 'Saya melihat tiang bendera' (acuan: 'Saya melangkah ke depan lalu saya melihat tiang bendera'); (2) 'Sepeda melaju pelan' + 'Ayah membunyikan bel' (acuan: 'Sepeda melaju pelan dan Ayah membunyikan bel'); (3) 'Kami menyeberang zebra cross' + 'Kami memasuki pintu gerbang' (acuan: 'Kami menyeberang zebra cross kemudian kami memasuki pintu gerbang') (10 menit).
  • Murid secara mandiri menulis draf teks deskripsi sederhana tentang rute perjalanan dari rumahnya masing-masing menuju sekolah pada Lembar Kerja Draf Rute. Penulisan draf wajib memuat titik awal keberangkatan, rute/patokan yang dilalui di jalan, titik tujuan di sekolah, serta menggunakan rangkaian kalimat yang beragam (minimal memuat 2 kalimat tunggal dan 2 kalimat majemuk) (18 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali draf tulisan masing-masing dengan mencentang daftar periksa mandiri: keberadaan titik awal, rute/patokan jalan, titik tujuan, serta menandai minimal 2 kalimat tunggal dan 2 kalimat majemuk yang telah mereka tuliskan (7 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap draf rute yang telah ditulis murid dan mengonfirmasi pemahaman tentang variasi kalimat tunggal serta majemuk (3 menit).
  • Guru menginformasikan bahwa draf ini akan diselaraskan dan disempurnakan pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata hubung rute ('lalu', 'kemudian', 'dan') serta pola kalimat rumpang; murid yang mahir diberikan tantangan menuliskan rute alternatif jika jalan utama ditutup.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan merangkai kalimat didampingi secara berkala oleh guru melalui scaffolding pertanyaan panduan; murid yang mandiri langsung menyusun draf secara utuh.
  • Produk: Draf teks deskripsi minimal terdiri atas 4 kalimat (2 kalimat tunggal dan 2 kalimat majemuk) untuk murid reguler, sedangkan murid mahir dapat mengembangkan draf hingga 6-8 kalimat dengan variasi kosakata arah yang lebih kaya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik lisan/tulis singkat di pendahuluan: Murid membedakan jenis 2 kalimat yang ditampilkan guru di papan tulis. Butir: (1) 'Saya berangkat pukul enam pagi' dan (2) 'Saya berbelok ke kiri lalu saya melewati toko buku'. Kriteria acuan: Murid tepat menyebutkan kalimat (1) sebagai kalimat tunggal (hanya 1 subjek dan 1 predikat/klausa) dan kalimat (2) sebagai kalimat majemuk (terdiri dari 2 klausa yang dihubungkan konjungsi 'lalu').

Proses:

  • Pengamatan ketercapaian saat murid menyusun draf teks deskripsi pada kegiatan inti (Mengaplikasi). Kriteria penerimaan operasional: Draf teks mendeskripsikan rute perjalanan dari rumah ke sekolah (memuat titik awal, patokan rute perjalanan, dan titik akhir sekolah) serta memuat keragaman rangkaian kalimat (minimal 2 kalimat tunggal dan 2 kalimat majemuk dengan konjungsi seperti 'dan', 'lalu', 'atau', 'tetapi').

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di tahap penutup melalui pemeriksaan hasil draf pada Lembar Kerja: Murid mampu menunjukkan bukti konkret tulisan teks deskripsi rute perjalanannya yang memenuhi kriteria kelengkapan deskripsi rute (awal, perjalanan, tujuan) dan keragaman kalimat (tunggal dan majemuk).

Formatif:

  • Penilaian proses menulis draf teks deskripsi rute melalui lembar observasi dan lembar kerja draf murid.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Isi Deskripsi Rute Perjalanan Menuju SekolahDraf teks belum menggambarkan rute perjalanan menuju sekolah (hanya memuat salah satu dari titik awal, rute jalan, atau titik tujuan).Draf teks memuat deskripsi rute perjalanan menuju sekolah tetapi hanya mencakup dua bagian (misal: titik awal dan titik tujuan saja tanpa menyebutkan patokan jalan).Draf teks mendeskripsikan rute perjalanan menuju sekolah secara utuh memuat titik awal, patokan rute di sepanjang jalan, dan titik tujuan di sekolah.Draf teks mendeskripsikan rute perjalanan menuju sekolah secara sangat rinci dan utuh memuat titik awal, beberapa patokan rute berurutan di jalan, dan titik tujuan di sekolah secara mandiri.
Keragaman Rangkaian Kalimat (Tunggal dan Majemuk)Draf teks hanya menggunakan kalimat tunggal sederhana tanpa variasi kalimat majemuk sama sekali.Draf teks memuat kalimat tunggal dan mulai mencoba menggunakan 1 kalimat majemuk namun kata hubung belum tepat.Draf teks memuat rangkaian kalimat yang beragam, minimal memuat 2 kalimat tunggal dan 2 kalimat majemuk dengan kata hubung yang tepat.Draf teks memuat rangkaian kalimat yang sangat beragam dengan lebih dari 2 kalimat tunggal dan lebih dari 2 kalimat majemuk dengan variasi konjungsi yang tepat dan runtut.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu penulisan draf mandiri mencukupi bagi murid yang membutuhkan pendampingan khusus?
  • Apakah permainan 'Rangkai Jalur' berhasil membantu murid memahami cara menyusun kalimat majemuk dengan mudah?

Murid:

  • Apakah kamu dapat menemukan minimal dua kalimat tunggal dan dua kalimat majemuk dalam draf tulisanmu sendiri?
  • Bagian mana dari rute perjalananmu dari rumah ke sekolah yang paling mudah kamu ceritakan?

Pertemuan 13 — Menulis dan Menyelaraskan Teks Deskripsi Sederhana tentang Rute Perjalanan Menuju Sekolah dengan Rangkaian Kalimat Beragam — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.3.5 Menulis teks deskripsi sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang rute perjalanan menuju sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan target kegiatan yaitu menulis dan menyelaraskan teks deskripsi rute perjalanan menuju sekolah agar memiliki rangkaian kalimat yang beragam (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan menampilkan 2 pasang kalimat di papan tulis: Pasangan A: (1) 'Saya berangkat naik sepeda.' (2) 'Jalannya menanjak.' Pasangan B: 'Saya berangkat naik sepeda, tetapi jalannya menanjak.' Murid diminta menunjukkan manakah yang merupakan kalimat majemuk (acuan: Pasangan B adalah kalimat majemuk dengan kata hubung 'tetapi') (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mencermati model perbandingan dua paragraf deskripsi rute: Paragraf 1 (hanya kalimat tunggal pendek monoton: 'Saya keluar rumah. Saya belok kanan. Toko roti ada di kiri. Saya sampai sekolah.') dan Paragraf 2 (rangkaian kalimat beragam: 'Setelah keluar dari gerbang rumah, saya berbelok ke arah kanan. Di sebelah kiri jalan berdiri toko roti yang harum, lalu saya terus berjalan lurus hingga tiba di gerbang sekolah.') (10 menit).
  • Murid menganalisis cara menggabungkan dan menyelaraskan kalimat tunggal menjadi majemuk setara atau bertingkat menggunakan kata hubung (seperti: 'dan', 'lalu', 'tetapi', 'karena', 'setelah') agar rute perjalanan tergambar hidup dan beragam (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan tantangan 'Sambung Rute Ceria': secara berpasangan, murid bergantian menyambung potongan kalimat tunggal tentang rute perjalanan yang diberikan guru ('Saya melewati jembatan penyeberangan...') dengan menambahkan klausa lain menggunakan kata hubung yang tepat ('...lalu saya melihat gedung kantor pos di sebelah kiri.') (10 menit).
  • Murid secara mandiri memeriksa kembali draf tulisan rute perjalanan menuju sekolah dari pertemuan sebelumnya, lalu menuliskan teks deskripsi rute versi selaras yang memuat minimal 2 kalimat tunggal dan 2 kalimat majemuk yang menggambarkan rute perjalanan secara runtut dari rumah ke sekolah (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membaca dalam hati teks hasil selarasan masing-masing dan menghitung secara sadar variasi kalimat yang telah berhasil ditulis (apakah sudah terdapat kombinasi kalimat tunggal dan majemuk yang jelas menggambarkan rute) (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa memadukan kalimat tunggal dan majemuk membuat teks deskripsi rute perjalanan menjadi lebih jelas dan tidak membosankan (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap proses menyelaraskan kalimat yang dilakukan murid dan mengumumkan bahwa teks deskripsi yang sudah rapi akan dikumpulkan sebagai portofolio menulis deskripsi rute (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan daftar kata hubung rute ('lalu', 'setelah itu', 'di samping itu') dan panduan pola kalimat rute; murid mahir diberikan tantangan menggunakan 3 jenis kata hubung yang berbeda untuk rute yang memuat lebih banyak patokan jalan.
  • Proses: Bimbingan langsung perorangan diberikan kepada murid yang masih kesulitan menggabungkan dua kalimat tunggal, sedangkan murid yang mandiri langsung menulis dan menyelaraskan draf.
  • Produk: Produk akhir berupa teks deskripsi sederhana rute perjalanan menuju sekolah dengan variasi kalimat tunggal dan kalimat majemuk yang selaras.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik identifikasi jenis kalimat: Murid menentukan jenis kalimat dari contoh 'Saya berjalan kaki menuju persimpangan dan berbelok ke kiri.' (acuan: kalimat majemuk setara dengan kata hubung 'dan').

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam menyelaraskan draf teks deskripsi rute: memastikan tulisan memuat deskripsi rute dari titik awal rumah ke sekolah dengan rangkaian kalimat tunggal dan kalimat majemuk yang selaras.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan hasil akhir tulisan teks deskripsi rute sekolah: Murid menyerahkan teks deskripsi rute yang memenuhi kriteria minimal memuat 2 kalimat tunggal dan 2 kalimat majemuk tentang rute menuju sekolah (kriteria penerimaan: teks memuat deskripsi rute perjalanan ke sekolah dengan variasi kalimat tunggal dan majemuk yang saling terangkai logis).

Formatif:

  • Penilaian proses menulis teks deskripsi rute perjalanan dengan lembar ceklis keragaman kalimat (teridentifikasi kalimat tunggal dan kalimat majemuk)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keragaman rangkaian kalimat dalam teks deskripsi rute perjalananBelum mampu menulis teks deskripsi rute dengan kalimat beragam; seluruh tulisan hanya berupa kalimat tunggal yang monoton dan belum selaras.Menulis teks deskripsi rute perjalanan dengan rangkaian kalimat yang mulai beragam, tetapi baru memuat 1 kalimat majemuk dan selebihnya kalimat tunggal dengan bantuan guru.Menulis teks deskripsi rute perjalanan menuju sekolah dengan rangkaian kalimat yang beragam (memuat minimal 2 kalimat tunggal dan 2 kalimat majemuk yang selaras) secara mandiri.Menulis teks deskripsi rute perjalanan menuju sekolah dengan rangkaian kalimat yang sangat beragam (memadukan berbagai pola kalimat tunggal dan majemuk dengan transisi penghubung yang padu dan kaya) secara konsisten dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi bagi murid untuk menyelaraskan draf tulisan rute mereka?
  • Bagian mana dari penjelasan rangkaian kalimat beragam yang paling cepat dipahami murid?

Murid:

  • Apakah teks deskripsi rute ke sekolah yang kutulis sudah memakai kalimat tunggal dan majemuk secara bervariasi?
  • Apa kesulitan yang kuhadapi saat menyambung dua kalimat menjadi satu kalimat majemuk?

Pertemuan 14 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.3.1 Mengidentifikasi ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang petunjuk arah rute perjalanan di lingkungan sekitar
  • TP 4.3.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan cetak tentang rambu lalu lintas dan denah lingkungan sekitar
  • TP 4.3.3 Mengidentifikasi informasi dalam teks nonsastra berbentuk cetak tentang rambu-rambu lalu lintas di jalan
  • TP 4.3.4 Menceritakan kembali informasi dari tipe teks nonsastra yang dibaca tentang cara membaca denah rute perjalanan
  • TP 4.3.5 Menulis teks deskripsi sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang rute perjalanan menuju sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan asesmen akhir Bab 3 untuk mengukur pemahaman teks aural petunjuk arah, teks cetak rambu lalu lintas, kemampuan menulis deskripsi rute sekolah, serta unjuk kerja membaca fasih dan denah (2 menit).
  • Guru membagikan lembar tes tertulis kepada seluruh 28 murid dan membacakan tata tertib asesmen sumatif yang menuntut pengerjaan secara mandiri, jujur, dan berkesadaran penuh tanpa saling berdiskusi (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan prosedur tes tertulis terintegrasi pemahaman aural dan teks cetak: guru akan membacakan teks aural petunjuk arah rute perjalanan sebanyak dua kali, kemudian murid menuliskan ide pokok informasi aural tersebut dan dilanjutkan membaca mandiri teks cetak tentang rambu lalu lintas untuk menjawab soal identifikasi rincian informasi rambu (1 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1: Seluruh 28 murid secara serentak mendengarkan guru membacakan teks aural 'Menuju Puskesmas Melati' sebanyak dua kali selama 5 menit: 'Dari gerbang sekolah di Jalan Kenanga, berjalanlah lurus ke arah utara sejauh lima puluh meter hingga menjumpai perempatan lampu lalu lintas. Di perempatan tersebut, beloklah ke arah barat menyusuri Jalan Anggrek sampai melihat patokan pohon beringin besar di sebelah kiri. Gedung Puskesmas Melati berada tepat di seberang pohon beringin tersebut.' Selanjutnya, murid secara mandiri menuliskan ide pokok teks aural tersebut (acuan: petunjuk arah rute perjalanan dari gerbang sekolah menuju Puskesmas Melati melalui Jalan Kenanga dan Jalan Anggrek) dan membaca mandiri teks cetak rambu lalu lintas untuk menjawab 3 butir soal rincian informasi rambu: (1) Rambu lingkaran merah dengan garis putih melintang di tengah berarti larangan masuk bagi semua kendaraan; (2) Rambu segitiga kuning dengan gambar anak sekolah menyeberang berfungsi sebagai peringatan bahwa banyak anak-anak menyeberang jalan; (3) Rambu persegi panjang biru dengan simbol tempat tidur putih dan palang merah menandakan petunjuk arah fasilitas rumah sakit/layanan kesehatan (15 menit). Total durasi pengerjaan Tugas 1 adalah 20 menit (20 menit).
  • Tugas 2: Guru membagikan lembar karangan produk dan memberikan instruksi penulisan teks deskripsi sederhana tentang rute perjalanan menuju sekolah selama 2 menit, kemudian seluruh 28 murid secara serentak menulis teks deskripsi rute sekolah masing-masing selama 25 menit secara mandiri dengan fokus pada variasi rangkaian kalimat (kalimat tunggal dan kalimat majemuk) serta kesesuaian fakta rute yang dilalui dari titik awal rumah hingga tiba di sekolah (27 menit).
  • Tugas 3: Secara paralel saat murid lain mengerjakan penulisan teks deskripsi secara tenang dan mandiri, guru memanggil 8 murid yang belum dinilai pada sesi latihan sebelumnya (pertemuan 6, 7, 10, 11) satu per satu ke meja penilaian guru untuk melaksanakan unjuk kerja lisan selama total 15 menit (rata-rata 1,8 menit per murid: membaca nyaring 5 kata baru rambu/denah yaitu 'trotoar', 'bundaran', 'zebra cross', 'perlintasan', 'simpang empat' tanpa mengeja dan lancar, lalu menceritakan kembali 3 langkah membaca denah yaitu melihat arah mata angin, mencari titik awal keberangkatan, dan menyusuri jalan belokan hingga titik tujuan) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan seluruh artefak lembar jawaban tes tertulis dan lembar produk tulisan teks deskripsi rute sekolah dari seluruh 28 murid secara tertib (1 menit).

Penutup:

  • Murid diajak melakukan refleksi singkat bersama tentang seluruh proses penyelesaian rangkaian asesmen sumatif Bab 3 dan mengapresiasi upaya kemandirian yang telah ditunjukkan selama sesi evaluasi (1 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap capaian pembelajaran Bab 3 'Lihat Sekitar' dan menutup pertemuan dengan doa serta salam penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: teks cetak untuk tes tertulis disajikan dengan ukuran font yang jelas dan kontras tinggi; bagi murid yang memerlukan bantuan visual disediakan salinan berformat cetak tebal tanpa mengubah isi soal.
  • Proses: Akomodasi akses waktu: pengelolaan giliran unjuk kerja lisan diatur dengan transisi yang tenang agar tidak mengganggu konsentrasi murid yang sedang menyelesaikan penulisan teks deskripsi.
  • Produk: Standar capaian produk tetap sama: seluruh murid menghasilkan artefak tulisan deskripsi rute sekolah dan menjawab butir tes tertulis sesuai kriteria acuan yang ditetapkan.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • Asesmen kombinasi yang terdiri atas tes tertulis terintegrasi pemahaman aural dan teks cetak, tugas menulis produk deskripsi sederhana, serta unjuk kerja membaca fasih dan berbicara terencana.: Lembar jawaban tertulis murid yang memuat identifikasi ide pokok teks aural petunjuk arah serta rincian informasi rambu lalu lintas teks cetak; lembar karangan teks deskripsi rute ke sekolah dengan variasi kalimat; serta rekaman catatan amatan rubrik unjuk kerja membaca nyaring kata-kata baru dan menceritakan kembali cara membaca denah secara fasih dan runtut.
  • tes tertulis serentak (pemahaman teks aural dan teks cetak): 28 murid secara serentak mendengarkan guru membacakan teks nonsastra petunjuk arah rute perjalanan (5 menit), lalu menuliskan ide pokok informasi aural tersebut pada lembar tes, dilanjutkan membaca mandiri teks cetak tentang rambu lalu lintas untuk menjawab soal identifikasi rincian informasi rambu (15 menit). Total 20 menit kerja serentak di kelas. Artefak lembar jawaban individual 28 murid diperiksa dan dinilai guru sesudah sesi menggunakan pedoman penskoran objektif. (20 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran tes tertulis)
  • tugas produk tulisan serentak: 28 murid secara serentak menulis teks deskripsi sederhana tentang rute perjalanan menuju sekolah selama 25 menit setelah mendapat penjelasan instruksi selama 2 menit (total 27 menit). Tulisan murid dinilai dari variasi rangkaian kalimat pembangun teks deskripsi dan kesesuaian konteks rute perjalanan. Artefak karangan individual diperiksa oleh guru sesudah sesi selesai dengan rubrik menulis teks deskripsi. (27 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian teks deskripsi sederhana)
  • unjuk kerja membaca nyaring dan berbicara menceritakan kembali: Unjuk kerja gabungan maksimal 2 TP lisan (TP 2 membaca fasih kata-kata baru teks rambu/denah dan TP 4 menceritakan kembali informasi cara membaca denah secara runtut). Waktu amatan per murid adalah 2,5 menit (1 menit membaca nyaring kata baru + 1,25 menit menceritakan kembali cara membaca denah + 0,25 menit transisi dan pencatatan rubrik). Untuk 28 murid, penilaian dilakukan melalui portofolio amatan bergiliran terencana: 20 murid telah dinilai pada 4 sesi pembelajaran latihan TP tersebut (masing-masing 5 murid × 2,5 menit = 12,5 menit per sesi latihan di pertemuan 6, 7, 10, dan 11 sementara murid lain berlatih mandiri), dan sisa 8 murid dinilai di slot sumatif akhir: 8 murid × 2,5 menit = 20 menit amatan langsung guru + 3 menit pembukaan/penutupan instruksi = tepat 23 menit. Seluruh 28 murid tuntas teramati dan dinilai menggunakan rubrik yang sama. (23 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja membaca fasih dan menceritakan kembali denah)

Sumatif:

  • Asesmen kombinasi yang terdiri atas tes tertulis terintegrasi pemahaman aural dan teks cetak, tugas menulis produk deskripsi sederhana, serta unjuk kerja membaca fasih dan berbicara terencana.: Lembar jawaban tertulis murid yang memuat identifikasi ide pokok teks aural petunjuk arah serta rincian informasi rambu lalu lintas teks cetak; lembar karangan teks deskripsi rute ke sekolah dengan variasi kalimat; serta rekaman catatan amatan rubrik unjuk kerja membaca nyaring kata-kata baru dan menceritakan kembali cara membaca denah secara fasih dan runtut.
  • tes tertulis serentak (pemahaman teks aural dan teks cetak): 28 murid secara serentak mendengarkan guru membacakan teks nonsastra petunjuk arah rute perjalanan (5 menit), lalu menuliskan ide pokok informasi aural tersebut pada lembar tes, dilanjutkan membaca mandiri teks cetak tentang rambu lalu lintas untuk menjawab soal identifikasi rincian informasi rambu (15 menit). Total 20 menit kerja serentak di kelas. Artefak lembar jawaban individual 28 murid diperiksa dan dinilai guru sesudah sesi menggunakan pedoman penskoran objektif. (20 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran tes tertulis)
  • tugas produk tulisan serentak: 28 murid secara serentak menulis teks deskripsi sederhana tentang rute perjalanan menuju sekolah selama 25 menit setelah mendapat penjelasan instruksi selama 2 menit (total 27 menit). Tulisan murid dinilai dari variasi rangkaian kalimat pembangun teks deskripsi dan kesesuaian konteks rute perjalanan. Artefak karangan individual diperiksa oleh guru sesudah sesi selesai dengan rubrik menulis teks deskripsi. (27 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian teks deskripsi sederhana)
  • unjuk kerja membaca nyaring dan berbicara menceritakan kembali: Unjuk kerja gabungan maksimal 2 TP lisan (TP 2 membaca fasih kata-kata baru teks rambu/denah dan TP 4 menceritakan kembali informasi cara membaca denah secara runtut). Waktu amatan per murid adalah 2,5 menit (1 menit membaca nyaring kata baru + 1,25 menit menceritakan kembali cara membaca denah + 0,25 menit transisi dan pencatatan rubrik). Untuk 28 murid, penilaian dilakukan melalui portofolio amatan bergiliran terencana: 20 murid telah dinilai pada 4 sesi pembelajaran latihan TP tersebut (masing-masing 5 murid × 2,5 menit = 12,5 menit per sesi latihan di pertemuan 6, 7, 10, dan 11 sementara murid lain berlatih mandiri), dan sisa 8 murid dinilai di slot sumatif akhir: 8 murid × 2,5 menit = 20 menit amatan langsung guru + 3 menit pembukaan/penutupan instruksi = tepat 23 menit. Seluruh 28 murid tuntas teramati dan dinilai menggunakan rubrik yang sama. (23 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja membaca fasih dan menceritakan kembali denah)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi ide pokok teks aural petunjuk arah dan informasi teks cetak rambu lalu lintas (TP 1 & TP 3)Belum mampu menuliskan ide pokok teks aural petunjuk arah secara tepat serta hanya menjawab tepat maksimal 1 dari 3 rincian informasi rambu teks cetak sesuai acuan kunci jawaban.Menuliskan ide pokok teks aural petunjuk arah secara kurang lengkap dan menjawab tepat 2 dari 3 rincian informasi rambu teks cetak sesuai acuan kunci jawaban.Menuliskan ide pokok teks aural petunjuk arah secara tepat (rute menuju Puskesmas Melati) dan menjawab tepat seluruh 3 butir rincian informasi rambu teks cetak (larangan masuk, peringatan penyeberangan anak, petunjuk fasilitas rumah sakit).Menuliskan ide pokok teks aural petunjuk arah secara sangat rinci beserta nama jalan patokan dan menjawab seluruh 3 butir rincian informasi rambu teks cetak secara tepat dan mandiri.
Membaca kata-kata baru dengan fasih (TP 2)Membaca dengan mengeja per huruf atau mengalami jeda keraguan pada 3 kata atau lebih dari 5 daftar kata acuan ('trotoar', 'bundaran', 'zebra cross', 'perlintasan', 'simpang empat').Membaca fasih tanpa mengeja pada 3-4 kata dari 5 daftar kata acuan, namun masih ada jeda keraguan pada kata lainnya.Membaca seluruh 5 kata baru dari daftar kata acuan secara fasih tanpa mengeja, tanpa pengulangan kata, dan lancar.Membaca seluruh 5 kata baru dari daftar kata acuan secara fasih seketika tanpa jeda sedikit pun dengan pelafalan mandiri yang konsisten.
Menceritakan kembali informasi cara membaca denah rute perjalanan (TP 4)Belum mampu menceritakan langkah membaca denah atau hanya menyebutkan 1 dari 3 langkah acuan (mata angin, titik awal, telusur rute).Menceritakan kembali 2 dari 3 langkah membaca denah sesuai acuan secara acak dan belum runtut.Menceritakan kembali seluruh 3 langkah membaca denah secara runtut (menentukan arah mata angin, menemukan titik awal keberangkatan, dan menelusuri rute belokan hingga tempat tujuan).Menceritakan kembali seluruh 3 langkah membaca denah secara sangat runtut dan lengkap disertai penyebutan patokan rute secara mandiri.
Menulis teks deskripsi sederhana tentang rute perjalanan menuju sekolah (TP 5)Teks deskripsi rute sekolah hanya terdiri atas kalimat tunggal yang seragam dan belum menggambarkan urutan rute perjalanan secara jelas.Teks deskripsi rute sekolah memuat urutan perjalanan namun variasi kalimat masih sangat terbatas (hampir seluruhnya berpola sama).Teks deskripsi rute sekolah menggambarkan perjalanan dari rumah ke sekolah secara jelas dengan rangkaian kalimat yang beragam (memadukan kalimat tunggal dan kalimat majemuk).Teks deskripsi rute sekolah menggambarkan rute secara jelas dan detail dengan perpaduan kalimat yang beragam secara konsisten dari awal hingga akhir teks.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pembagian sesi serentak (tes tertulis dan penulisan deskripsi) serta amatan lisan individu terlaksana secara efektif sesuai jadwal?
  • Bagaimana capaian ketuntasan 28 murid pada seluruh tujuan pembelajaran Bab 3 berdasarkan artefak dan catatan unjuk kerja yang terkumpul?

Murid:

  • Bagian mana dari tugas asesmen hari ini (menyimak, membaca teks rambu, menceritakan denah, atau menulis rute) yang paling mudah kamu selesaikan secara mandiri?
  • Apa hal terpenting yang telah kamu pahami tentang petunjuk arah dan rambu lalu lintas setelah menyelesaikan Bab 3 ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023).
  2. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023).
  3. Naskah teks aural petunjuk arah rute perjalanan fasilitas terdekat buatan guru.
  4. Kartu huruf A-B-C dan lembar kerja menyimak.
  5. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi)
  6. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi)
  7. Naskah teks aural rute perjalanan dan patokan lingkungan sekitar buatan guru
  8. Kartu pilihan ide pokok A dan B untuk aktivitas menyimak
  9. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD Kelas IV (Edisi Revisi)
  10. Naskah teks aural petunjuk rute perjalanan di lingkungan sekitar
  11. Lembar kerja murid berisi pilihan dan isian identifikasi ide pokok aural
  12. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD (Pusat Kurikulum dan Perbukuan).
  13. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD Bab 3.
  14. Kartu kata cetak rambu peringatan dan denah (kata: peringatan, persimpangan, penyeberangan, tanjakan, perlintasan).
  15. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek, 2023)
  16. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek, 2023)
  17. Kartu kata dan lembar cetak kalimat denah bergambar rambu lalu lintas
  18. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas IV: Lihat Sekitar (Kemendikbudristek, 2023), Bab 3.
  19. Lembar teks bacaan cetak 'Menjelajahi Denah Rute dan Rambu Kota' yang memuat 5 kata baru.
  20. Kartu kata bertuliskan kosakata rambu dan denah: trotoar, rambu, bundaran, zebra cross, persimpangan.
  21. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Kemendikbudristek 2023, Bab 3
  22. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Kemendikbudristek 2023
  23. Lembar teks cetak nonsastra 'Mengenal Rambu Peringatan dan Rambu Larangan' dan kartu kata bergambar rambu
  24. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Kemendikbudristek 2023
  25. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV Bab 3, Kemendikbudristek 2023
  26. Lembar teks nonsastra cetak dan kartu gambar rambu perintah (biru) serta rambu petunjuk arah (hijau)
  27. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV (Edisi Revisi 2023), Bab 3 Halaman 62 dan 66
  28. Teks cetak nonsastra petunjuk cara membaca denah lingkungan sekolah beserta simbol legenda
  29. Lembar denah rute sederhana lingkungan sekolah dengan simbol arah mata angin dan legenda
  30. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD/MI (Edisi Revisi), Bab 3.
  31. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD/MI (Edisi Revisi).
  32. Lembar teks cetak nonsastra '4 Langkah Tepat Membaca Denah Rute Perjalanan' dan denah rute visual pendukung.
  33. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD Kelas IV (Edisi Revisi 2023), Bab 3
  34. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD Kelas IV (Edisi Revisi 2023), Bab 3 Halaman 60-62
  35. Lembar teks nonsastra panduan 'Langkah Tepat Membaca Denah Rute Perjalanan' dan denah visual rute lingkungan sekitar
  36. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Bab 3 Halaman 62-64.
  37. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Bab 3 Halaman 62-64.
  38. Lembar Kerja Draf Rute Perjalanan Menuju Sekolah.
  39. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  40. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD.
  41. Contoh teks permodelan deskripsi rute perjalanan bertema lingkungan sekitar.
  42. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Kemendikbudristek RI, 2023
  43. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Kemendikbudristek RI, 2023
  44. Lembar Soal Asesmen Tertulis Bab 3 (Teks Aural Petunjuk Arah dan Teks Bacaan Rambu Lalu Lintas)
  45. Kartu Kata Baca Nyaring (trotoar, bundaran, zebra cross, perlintasan, simpang empat) dan Gambar Denah Rute Lingkungan Sekitar
  46. Lembar Karangan Produk Deskripsi Rute Perjalanan ke Sekolah

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.