Modul AjarPertemuan 3Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Kata Dasar dan Kata Berimbuhan 'me-' dalam Teks Tugas di Rumah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 dengan topik "Kata Dasar dan Kata Berimbuhan 'me-' dalam Teks Tugas di Rumah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Kata Dasar dan Kata Berimbuhan 'me-' dalam Teks Tugas di Rumah

Bahasa Indonesia - Kelas 4

Bab 2 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Kata Dasar dan Kata Berimbuhan 'me-' dalam Teks Tugas di Rumah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikKata Dasar dan Kata Berimbuhan 'me-' dalam Teks Tugas di Rumah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan membaca teks tentang kegiatan sehari-hari di rumah, murid mampu mengidentifikasi kata dasar dan kata berimbuhan 'me-' serta menjelaskan perubahannya dengan benar.
  2. Melalui latihan menulis, murid mampu menggunakan kata berimbuhan 'me-' dalam kalimat yang menggambarkan aktivitas harian di rumah dengan kaidah kebahasaan yang tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa saja tugas yang biasa kamu kerjakan di rumah setiap hari? Bagaimana cara kamu menyebutkannya dalam satu kata kerja?
  2. Pernahkah kamu memperhatikan bahwa kata 'sapu' bisa berubah menjadi 'menyapu'? Mengapa 'me-' bisa berubah bentuk seperti itu?
  3. Jika kamu diminta membuat daftar tugas rumahmu dalam sebuah kalimat lengkap, kata kerja apa saja yang akan kamu pakai?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru mengecek kehadiran dan mengondisikan murid agar siap belajar.
  • Asesmen Awal (diagnostik): Guru meminta murid menuliskan 3 kata kerja yang menggambarkan kegiatan mereka di rumah kemarin di selembar kertas kecil. Guru mengamati apakah murid sudah menggunakan awalan 'me-' atau belum.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Apa saja tugas yang biasa kamu kerjakan di rumah setiap hari? Bagaimana cara kamu menyebutkannya dalam satu kata kerja?' dan memberikan waktu 2 menit untuk murid berpikir dan berbagi jawaban secara lisan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar mengenal kata dasar dan kata berimbuhan 'me-', serta berlatih menggunakannya dalam kalimat tentang aktivitas di rumah.
  • Guru memotivasi murid bahwa kemampuan menggunakan kata berimbuhan 'me-' dengan benar akan membuat tulisan dan ucapan mereka terdengar lebih baik dan tepat.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan atau membagikan teks pendek berjudul 'Tugas di Rumah Kami' yang berisi 1 paragraf (5–7 kalimat) tentang kegiatan anggota keluarga di rumah, seperti menyapu lantai, memcuci piring, memasak nasi, membersihkan jendela, dan mengepel lantai.
  • Murid membaca teks tersebut secara mandiri selama 3 menit (prinsip Berkesadaran: membaca dengan penuh perhatian).
  • Guru mengajak murid mengidentifikasi kata-kata berimbuhan 'me-' yang ada dalam teks dengan cara menggaris bawahi atau melingkarinya.
  • Guru menuliskan temuan murid di papan tulis dalam dua kolom: Kata Dasar | Kata Berimbuhan 'me-'. Contoh: sapu → menyapu, cuci → mencuci, masak → memasak.
  • Guru membimbing murid mengamati pola perubahan: kapan 'me-' tetap, kapan menjadi 'men-', 'mem-', 'meny-', 'menge-', atau 'meng-', dengan menggunakan huruf pertama kata dasarnya sebagai petunjuk (prinsip Bermakna: murid menemukan pola sendiri, bukan sekadar menghafal).
  • Guru mengajukan pertanyaan: 'Mengapa kata dasar sapu menjadi menyapu, bukan mesapu? Huruf apa yang berubah?' dan memandu diskusi kelas singkat selama 3–4 menit.
  • Guru memberikan contoh tambahan di luar teks (menulis, memfoto, menginjak) untuk memperkuat pemahaman pola imbuhan.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru menyiapkan gulungan kertas kecil berisi kata dasar (minimal 15 kata, contoh: pel, bersih, rawat, jaga, goreng, rebus, lipat, susun, siram, ambil, buka, tutup, bantu, angkat, taruh). Kata-kata ini dipilih dari konteks aktivitas rumah tangga sehari-hari agar bermakna bagi murid.
  • Setiap murid mengambil satu gulungan kertas secara acak (prinsip Menggembirakan: unsur kejutan menambah semangat).
  • Murid menuliskan kata dasar yang mereka dapat, lalu menambahkan awalan 'me-' dengan bentuk yang tepat, dan menuliskan satu kalimat menggunakan kata berimbuhan tersebut dalam konteks aktivitas di rumah. Contoh: kata dasar 'siram' → menyiram → 'Adik menyiram tanaman di halaman setiap pagi.'
  • Setelah selesai (sekitar 5–7 menit), murid berpasangan dan saling membacakan kalimat masing-masing, lalu mendiskusikan apakah penulisan kata berimbuhan sudah tepat.
  • Beberapa pasang murid dipilih secara sukarela untuk membacakan hasil kerjanya di depan kelas. Guru dan kelas memberikan umpan balik singkat.
  • Asesmen Proses: Guru berkeliling kelas selama kegiatan menulis berlangsung, mengamati dan mencatat ketepatan penggunaan awalan 'me-' oleh setiap murid sebagai data formatif. Guru memberikan umpan balik langsung kepada murid yang mengalami kesulitan.

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid kembali memperhatikan hasil pekerjaan mereka dan memikirkan: 'Apakah kata berimbuhan yang kamu tulis sudah tepat? Bagaimana cara kamu memastikannya?'
  • Murid mengisi lembar refleksi singkat berisi tiga pertanyaan: (1) Kata berimbuhan 'me-' apa yang sudah kamu pahami hari ini? (2) Bagian mana yang masih membingungkanmu? (3) Bagaimana kamu akan melatih diri agar semakin tepat menggunakan awalan 'me-'? (prinsip Berkesadaran: murid mengelola proses belajarnya sendiri).
  • Guru mengajak murid berbagi jawaban refleksi secara lisan dalam kelompok kecil (2–3 orang) selama 3 menit.
  • Guru merangkum poin-poin penting yang muncul dari refleksi murid dan mengaitkannya kembali dengan tujuan pembelajaran hari ini.
  • Guru mengingatkan murid bahwa pemahaman tentang awalan 'me-' akan semakin kuat jika dilatih dalam percakapan dan tulisan sehari-hari, bukan hanya di kelas.

Penutup:

  • Asesmen Akhir: Murid secara mandiri mengerjakan soal singkat: (1) diberikan 5 kata dasar, murid menuliskan bentuk kata berimbuhan 'me-'-nya yang tepat; (2) murid menuliskan 2 kalimat tentang aktivitas di rumah menggunakan kata berimbuhan 'me-' dengan benar.
  • Guru mengumpulkan lembar jawaban asesmen akhir sebagai data sumatif pertemuan ini.
  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran: 'Apa yang kita pelajari hari ini? Apa pola penting yang harus kita ingat tentang awalan me-?'
  • Guru memberikan pesan penutup: menggunakan kata kerja berimbuhan 'me-' yang benar saat berbicara dan menulis di rumah adalah cara berlatih yang paling efektif.
  • Guru menutup kelas dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah sangat lancar diberikan kata dasar dengan huruf awal yang lebih beragam (seperti yang berawalan f, v, q) untuk memperluas pemahaman pola. Murid yang masih kesulitan difokuskan pada kata dasar berawalan huruf yang lebih umum (s, c, m, b) dengan tabel panduan pola imbuhan.
  • Proses: Murid yang cepat dapat langsung membuat 3–5 kalimat dari gulungan kata yang mereka ambil tanpa scaffolding. Murid yang lambat didampingi guru atau teman sebaya untuk menuliskan ulang pasangan kata dasar–kata berimbuhan sebelum membuat kalimat, sesuai saran Buku Guru.
  • Produk: Murid yang sudah berkembang diminta membuat mini-paragraf (3–4 kalimat) bertema 'Tugas Harianku di Rumah' menggunakan minimal 3 kata berimbuhan 'me-'. Murid yang masih berkembang cukup menuliskan 2 kalimat terpisah menggunakan kata berimbuhan 'me-' yang tepat.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menuliskan 3 kata kerja tentang kegiatan mereka di rumah kemarin di kertas kecil (tanpa aturan khusus). Guru mengamati apakah murid sudah menggunakan awalan 'me-' secara spontan atau belum, sebagai peta pengetahuan awal sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Observasi oleh guru saat murid menggarisbawahi kata berimbuhan dalam teks: apakah identifikasi sudah tepat?
  • Pemantauan hasil tulisan kalimat dari gulungan kata: apakah bentuk awalan 'me-' yang dipilih sudah sesuai pola (men-, mem-, meny-, menge-, meng-, atau me-)?
  • Diskusi berpasangan: guru mendengar apakah murid mampu menjelaskan alasan pemilihan bentuk imbuhan kepada temannya.

Akhir:

  • Murid mengerjakan soal mandiri: mengubah 5 kata dasar (contoh: tulis, bersih, cuci, goreng, pel) menjadi kata berimbuhan 'me-' yang tepat.
  • Murid menulis 2 kalimat tentang aktivitas di rumah dengan menggunakan kata berimbuhan 'me-' secara mandiri, dinilai menggunakan rubrik 4 level.

Formatif:

  • Observasi langsung saat murid mengidentifikasi kata berimbuhan 'me-' dalam teks (tahap Memahami): guru mencatat kata mana yang teridentifikasi dengan tepat.
  • Pemantauan berkeliling saat murid menulis kalimat dari gulungan kata (tahap Mengaplikasi): guru mengamati ketepatan penulisan bentuk awalan 'me-' dan memberikan umpan balik langsung.
  • Lembar refleksi diri murid (tahap Merefleksi): guru membaca dan mengidentifikasi murid yang masih mengalami miskonsepsi.

Sumatif:

  • Soal tertulis mandiri di akhir pertemuan: mengubah 5 kata dasar menjadi kata berimbuhan 'me-' yang tepat.
  • Penulisan 2 kalimat tentang aktivitas di rumah menggunakan kata berimbuhan 'me-' dengan kaidah kebahasaan yang benar.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi Kata Berimbuhan 'me-' dalam TeksMurid tidak dapat menemukan atau salah mengidentifikasi kata berimbuhan 'me-' dalam teks.Murid dapat menemukan 1–2 kata berimbuhan 'me-' dalam teks, tetapi beberapa masih terlewat atau keliru.Murid dapat menemukan sebagian besar kata berimbuhan 'me-' dalam teks dengan tepat dan dapat menyebutkan kata dasarnya.Murid dapat menemukan semua kata berimbuhan 'me-' dalam teks dengan tepat, menyebutkan kata dasarnya, dan menjelaskan pola perubahannya dengan benar.
Ketepatan Pembentukan Kata Berimbuhan 'me-'Murid tidak dapat membentuk kata berimbuhan 'me-' dari kata dasar, atau semua bentuknya salah.Murid dapat membentuk kata berimbuhan 'me-' dengan benar untuk 1–2 kata dari 5 kata yang diberikan.Murid dapat membentuk kata berimbuhan 'me-' dengan benar untuk 3–4 kata dari 5 kata yang diberikan.Murid dapat membentuk kata berimbuhan 'me-' dengan benar untuk semua 5 kata yang diberikan dan dapat menjelaskan alasannya.
Penggunaan Kata Berimbuhan 'me-' dalam KalimatMurid tidak dapat membuat kalimat yang menggunakan kata berimbuhan 'me-', atau kalimat tidak bermakna.Murid membuat kalimat dengan kata berimbuhan 'me-', tetapi bentuk imbuhan atau struktur kalimat masih kurang tepat.Murid membuat 2 kalimat yang menggunakan kata berimbuhan 'me-' dengan bentuk yang tepat dan konteks aktivitas di rumah yang sesuai.Murid membuat 2 kalimat atau lebih yang menggunakan kata berimbuhan 'me-' dengan bentuk tepat, kalimat lengkap (subjek–predikat–objek/keterangan), dan menggambarkan aktivitas di rumah secara jelas dan variatif.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil memahami pola perubahan awalan 'me-' setelah kegiatan hari ini? Mana bagian yang masih membingungkan bagi sebagian besar murid?
  • Apakah kegiatan gulungan kata efektif memotivasi murid untuk berlatih? Apa yang perlu diubah atau ditambahkan?
  • Apakah saya sudah memberikan umpan balik yang cukup dan tepat waktu kepada murid yang mengalami kesulitan?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah menjangkau kebutuhan murid yang lebih cepat maupun yang lebih lambat?

Refleksi Murid:

  • Kata berimbuhan 'me-' apa yang baru kamu pahami hari ini? Beri contoh satu kata yang paling kamu ingat.
  • Apakah ada bagian dari pelajaran hari ini yang masih membingungkanmu? Bagian mana?
  • Bagaimana kamu akan melatih diri menggunakan kata berimbuhan 'me-' yang benar di rumah atau saat berbicara dengan teman?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi) — Bab 2 'Di Bawah Atap', bagian Bahas Bahasa tentang awalan 'me-'
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas IV — Panduan Khusus Bab II beserta Tip Pembelajaran dan Inspirasi Kegiatan
  3. Teks buatan guru berjudul 'Tugas di Rumah Kami' (1 paragraf, 5–7 kalimat, memuat minimal 5 kata berimbuhan 'me-')
  4. Gulungan kertas kecil berisi kata dasar (minimal 15 kata dari konteks aktivitas rumah tangga, disiapkan guru)
  5. Lembar kerja murid: dua kolom Kata Dasar | Kata Berimbuhan 'me-' dan kolom kalimat
  6. Lembar refleksi diri murid (3 pertanyaan tertulis)
  7. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menampilkan tabel pola imbuhan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.