MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B) Topik: Bab 2 — Di Bawah Atap INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Di Bawah Atap |
|---|
| Alokasi Waktu | 26 JP (26 x 35 menit = 910 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 13 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 4.2.1 Mengidentifikasi isi teks sastra berbentuk teks aural dari cerita Kepala Suku Len
- TP 4.2.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan cerita tentang tugas di rumah
- TP 4.2.3 Menemukan informasi dalam teks sastra berbentuk cetak cerita Ada Vampir di Rumah Ini
- TP 4.2.4 Menanggapi diskusi sesuai tata cara saat menentukan pembagian tugas di kelas
- TP 4.2.5 Menceritakan kembali isi dari teks yang dibaca mengenai hemat listrik
- TP 4.2.6 Menulis teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam mengenai tugas harian di rumah
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu menyimak sebuah cerita lalu membayangkan siapa saja yang ada di dalamnya?
- Bagaimana kita bisa mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh tokoh hanya dengan mendengarkan cerita yang dibacakan?
- Apa yang pertama kali dilakukan Tigor saat memegang selang air di kebun?
- Mengapa Kak Tiur melarang Tigor menyiram tanaman sukulen terlalu sering?
- Kata apa saja yang biasa kamu lihat atau dengar ketika anggota keluarga sedang berbagi tugas di rumah?
- Bagaimana caramu mengenali dan melafalkan kata-kata yang baru kamu lihat agar langsung lancar tanpa terbata-bata?
- Bagaimana cara membaca kalimat yang memuat kata baru agar terdengar lancar dan tidak terputus-putus?
- Apa perbedaan saat kita membaca kata yang berdiri sendiri dibandingkan saat kata itu sudah masuk ke dalam kalimat utuh?
- Bagaimana caramu agar bisa membaca seluruh paragraf dengan lancar tanpa tersendat saat menemukan kata baru?
- Apa yang kamu lakukan jika menjumpai kata seperti 'sukulen' atau 'sistematis' di tengah bacaan cerita?
- Apakah di rumah kalian ada alat elektronik yang tetap terhubung ke stopkontak meski sudah dimatikan?
- Mengapa dalam cerita ini alat listrik yang terus tercolok diibaratkan seperti 'vampir'?
- Siapa saja tokoh yang kalian temukan di dalam cerita Ada Vampir di Rumah Ini?
- Di mana saja peristiwa dalam cerita tersebut terjadi dan apa petunjuk tertulisnya dalam teks?
- Apa yang harus kita lakukan sebelum berbicara saat teman atau guru sedang menyampaikan pendapat dalam diskusi kelas?
- Bagaimana cara mengajukan pertanyaan yang baik ketika kita ingin tahu tugas piket yang harus kita kerjakan?
- Bagaimana cara kita menyampaikan usul atau saran agar teman kelompok merasa dihargai?
- Mengapa kita harus menunggu teman selesai berbicara sebelum memberikan masukan saat berdiskusi?
- Apa saja tindakan hemat listrik yang dilakukan oleh Kak Lita dan Sani dalam bacaan yang kita pelajari?
- Bagaimana urutan peristiwa dari teks cerita yang kamu baca saat Sani mengetahui tentang 'vampir listrik'?
- Bagaimana urutan peristiwa yang benar ketika Sani dan Kak Lita membahas cara menghemat listrik di rumah?
- Mengapa saat menceritakan kembali isi bacaan, kita harus menyampaikannya secara urut dari awal, tengah, hingga akhir?
- Apa saja tugas harian yang biasa kamu lakukan di rumah?
- Bagaimana caramu menggabungkan dua kegiatan di rumah menjadi satu kalimat majemuk yang padu?
- Bagaimana caramu membuktikan bahwa kamu telah memahami seluruh cerita dan bacaan di Bab 2 ini secara mandiri?
- Apa yang perlu diperhatikan saat menuliskan tugas harian di rumah agar memuat berbagai variasi kalimat tunggal dan majemuk?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Tokoh dan Tindakan dalam Teks Aural Kepala Suku Len serta Penilaian Lisan Murid 1-5 — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.1 Mengidentifikasi isi teks sastra berbentuk teks aural dari cerita Kepala Suku Len
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengajak murid menyadari pentingnya kemampuan menyimak dalam kehidupan sehari-hari (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi tokoh dan tindakan yang dilakukannya berdasarkan cerita yang dibacakan (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan membacakan teks mikro 2 kalimat: 'Kiki mengambil sapu lidi di sudut teras. Ia menyapu daun-daun kering yang berserakan hingga bersih.' lalu menanyakan: 'Siapakah tokohnya dan apa yang dilakukannya?' (acuan jawaban: tokoh = Kiki; tindakan = mengambil sapu lidi / menyapu daun kering) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membacakan teks sastra aural cerita 'Kepala Suku Len' bagian pengenalan dengan jelas dan meminta murid menyimak nama tokoh serta apa yang mereka lakukan (10 menit).
- Guru mengajukan pertanyaan pemandu isi teks untuk membedah tokoh dan tindakannya: (1) Siapa yang suka menyiram tanaman? (acuan: Tigor); (2) Apa yang dilakukan Tigor saat menyiram tanaman? (acuan: menyemprotkan air/membuat gerimis); (3) Siapa pemilik tanaman sukulen? (acuan: Kak Tiur); (4) Siapa yang mengendus-endus tanaman? (acuan: Molen si kucing) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru mengadakan permainan memasangkan cepat di papan tulis 'Tebak Siapa Berbuat': murid secara berpasangan menjodohkan 4 nama tokoh dengan 4 kartu tindakan yang dibacakan guru: (1) Tigor -> menyiram tanaman dan menamai kepala suku; (2) Kak Tiur -> merawat dan melarang menyiram sukulen berlebihan; (3) Molen -> mengendus-endus tanaman; (4) Inang -> mengingatkan Tigor agar tidak boros air (acuan pasangan: Tigor-menyiram/menamai; Kak Tiur-merawat/melarang menyiram; Molen-mengendus; Inang-mengingatkan hemat air) (15 menit).
- Guru melaksanakan penilaian lisan terfokus untuk Murid 1 s.d. 5 dengan memanggil secara bergiliran untuk menjawab 2 pertanyaan identifikasi isi teks aural: (1) Sebutkan 3 tokoh dalam cerita Kepala Suku Len! (acuan: Tigor, Kak Tiur, Molen, atau Inang); (2) Sebutkan masing-masing 1 tindakan yang dilakukan oleh ketiga tokoh tersebut! (acuan: Tigor menyiram tanaman, Kak Tiur merawat sukulen, Molen mengendus tanaman, Inang melarang boros air); sementara murid lain mengerjakan lembar ceklis identifikasi tokoh-tindakan secara mandiri (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid mengevaluasi hasil identifikasi tokoh dan tindakan dari cerita 'Kepala Suku Len', memastikan semua murid memahami perbedaan peran tiap tokoh (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan asesmen akhir singkat lisan kepada kelas untuk mengonfirmasi pemahaman: 'Apa tindakan yang dilakukan Tigor hingga Kak Tiur menegurnya?' (acuan: menyiram tanaman sukulen secara berlebihan) (3 menit).
- Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran hari ini mengenai pentingnya menyimak detail tokoh dan tindakan dalam cerita, lalu menutup pertemuan dengan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, guru membacakan ulang kutipan cerita yang memuat nama tokoh dan tindakannya secara perlahan; untuk murid yang cepat memahami, teks dibacakan secara utuh tanpa pengulangan.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu visual berisi nama tokoh untuk dibantu memilih tindakan yang sesuai; murid cepat diminta langsung mengidentifikasi 4 tokoh beserta tindakannya tanpa bantuan kartu.
- Produk: Murid cepat menyebutkan seluruh tindakan dari 4 tokoh cerita secara mandiri; murid yang butuh bimbingan cukup mengidentifikasi tindakan dari 2 tokoh utama (Tigor dan Kak Tiur).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik menyimak teks mikro 2 kalimat: Guru membacakan 'Kiki mengambil sapu lidi di sudut teras. Ia menyapu daun-daun kering yang berserakan hingga bersih.' Murid diminta menjawab nama tokoh dan tindakannya (acuan: tokoh = Kiki; tindakan = mengambil sapu lidi / menyapu daun-daun kering).
Proses:- Penilaian unjuk kerja lisan untuk Murid 1 s.d. 5: menyebutkan 3 tokoh dalam cerita 'Kepala Suku Len' beserta 1 tindakan masing-masing (acuan target: memilih 3 dari 4 tokoh: Tigor [menyiram/menamai], Kak Tiur [merawat sukulen/menegur Tigor], Molen [mengendus], Inang [mengingatkan hemat air]).
- Observasi keterlibatan dan ketepatan murid dalam permainan memasangkan kartu tokoh dan tindakan (acuan 4 pasangan: Tigor -> menyiram tanaman dan menamai kepala suku; Kak Tiur -> merawat dan melarang menyiram sukulen; Molen -> mengendus tanaman; Inang -> mengingatkan hemat air).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir sesi: Guru menanyakan pertanyaan cek akhir: 'Apa tindakan yang dilakukan Tigor hingga Kak Tiur menegurnya?' (acuan: menyiram tanaman sukulen secara berlebihan).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan teks mikro pada apersepsi (mengidentifikasi 1 tokoh dan 1 tindakan).
- Penilaian lisan individual untuk Murid 1 s.d. 5 mengenai identifikasi 3 tokoh dan tindakannya dalam cerita Kepala Suku Len.
- Lembar ceklis memasangkan tokoh dan tindakan pada kegiatan inti untuk murid lainnya.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Tokoh dalam Teks Aural | Belum dapat menyebutkan tokoh dalam teks aural cerita Kepala Suku Len dengan tepat. | Dapat menyebutkan 1 tokoh dalam teks aural cerita Kepala Suku Len secara tepat (acuan: Tigor, Kak Tiur, Molen, atau Inang). | Dapat menyebutkan 2 tokoh dalam teks aural cerita Kepala Suku Len secara tepat (acuan: Tigor, Kak Tiur, Molen, atau Inang). | Dapat menyebutkan minimal 3 tokoh dalam teks aural cerita Kepala Suku Len secara tepat (acuan: Tigor, Kak Tiur, Molen, Inang). | | Identifikasi Tindakan Tokoh dalam Teks Aural | Belum dapat mengidentifikasi tindakan yang dilakukan oleh tokoh dalam teks aural cerita Kepala Suku Len. | Dapat mengidentifikasi 1 tindakan yang sesuai dengan tokoh yang disebutkan (acuan: Tigor menyiram tanaman, Kak Tiur merawat sukulen/melarang Tigor, Molen mengendus, atau Inang mengingatkan hemat air). | Dapat mengidentifikasi 2 tindakan yang sesuai dengan masing-masing tokohnya secara tepat (acuan: sesuai tindakan tokoh di atas). | Dapat mengidentifikasi minimal 3 tindakan yang sesuai dengan masing-masing tokohnya secara tepat dan mandiri (acuan: sesuai tindakan tokoh di atas). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pelafalan dan tempo pembacaan teks aural sudah cukup jelas bagi seluruh murid untuk menyimak isi cerita?
- Bagaimanakah ketercapaian penilaian lisan pada Murid 1 s.d. 5, apakah ada kendala waktu atau konsentrasi murid?
Murid:- Bagian mana dari cerita Kepala Suku Len yang paling mudah kamu ingat tokoh dan perbuatannya?
- Apakah kamu dapat membedakan apa yang dilakukan Tigor dan apa yang dilakukan Kak Tiur?
Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Urutan Peristiwa dalam Teks Aural Kepala Suku Len serta Penilaian Lisan Murid 6-11 — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.1 Mengidentifikasi isi teks sastra berbentuk teks aural dari cerita Kepala Suku Len
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengidentifikasi urutan peristiwa dalam teks aural cerita Kepala Suku Len (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan singkat kepada 3 perwakilan murid mengenai 2 kejadian awal dalam cerita Kepala Suku Len untuk memetakan kesiapan murid mengingat urutan peristiwa (acuan: peristiwa 1 = Tigor menyiram tanaman; peristiwa 2 = Kak Tiur memperingatkan Tigor tentang tanaman sukulen) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membacakan kembali cuplikan runtutan cerita 'Kepala Suku Len' dengan lafal yang jelas sementara murid menyimak isi teks secara saksama (10 menit).
- Guru mencontohkan cara mengidentifikasi kejadian mana yang mendahului kejadian lain berdasarkan kata penanda kronologis dalam teks (acuan contoh: kejadian Tigor bermain air mendahului kedatangan Kak Tiur yang menegurnya) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan tantangan menyusun secara mandiri 4 kartu peristiwa cerita 'Kepala Suku Len' yang dibagikan acak: Kartu A: Tigor asyik menyiram tanaman dan membuat gerimis; Kartu B: Kak Tiur melarang Tigor menyiram tanaman sukulen secara berlebihan; Kartu C: Kucing bernama Molen datang membuntuti dan mengendus tanaman; Kartu D: Tigor menamai Molen sebagai Kepala Suku Len (acuan urutan kronologis tepat: A - B - C - D) (15 menit).
- Guru melakukan penilaian lisan formatif khusus untuk Murid 6-11 secara bergantian dengan menanyakan urutan 4 peristiwa teks aural tersebut (acuan: urutan 1 = Kartu A, urutan 2 = Kartu B, urutan 3 = Kartu C, urutan 4 = Kartu D), sementara murid lainnya mencocokkan nomor urut 1 sampai 4 pada lembar masing-masing (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa ketepatan susunan urutan peristiwa kartu masing-masing berdasarkan konfirmasi isi teks yang dibacakan kembali oleh guru (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali urutan peristiwa dalam teks cerita Kepala Suku Len dari awal hingga akhir (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil identifikasi urutan peristiwa dan menyampaikan agenda pertemuan berikutnya tanpa menutup bab (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, kartu peristiwa dilengkapi kata penanda awal cerita ('Mula-mula', 'Lalu', 'Kemudian', 'Akhirnya'). Untuk murid yang cepat, kartu berisi kalimat peristiwa yang lebih padat rincian tanpa penanda waktu.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan menyusun urutan peristiwa dengan bantuan pemodelan runtutan peristiwa 1 dan 2 terlebih dahulu oleh guru; murid yang mahir langsung mengurutkan 4 peristiwa secara mandiri.
- Produk: Semua murid menghasilkan susunan 4 kartu urutan peristiwa teks cerita Kepala Suku Len yang benar (A - B - C - D).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di pendahuluan mengenai 2 kejadian awal dalam cerita Kepala Suku Len. Butir pertanyaan: (1) Apa yang dilakukan Tigor mula-mula di halaman? (2) Apa yang dikatakan Kak Tiur segera setelah melihat Tigor? (Acuan jawaban benar: (1) Tigor menyiram tanaman dan membuat air mancur/gerimis; (2) Kak Tiur memperingatkan/melarang Tigor agar tidak menyiram tanaman sukulen terlalu sering).
Proses:- Penilaian lisan ketercapaian TP 1 untuk Murid 6-11: Guru menanyakan urutan runtut dari 4 kejadian yang terjadi dalam cerita Kepala Suku Len. Daftar 4 kejadian: (1) Tigor menyiram tanaman dan membuat gerimis; (2) Kak Tiur memperingatkan tentang sukulen; (3) Kucing Molen datang mengendus tanaman; (4) Tigor memberi sebutan Kepala Suku Len kepada Molen. Skor penuh diperoleh bila murid menyebutkan urutan (1)-(2)-(3)-(4) dengan benar.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru membacakan dua peristiwa acak ('Molen datang mengendus tanaman' dan 'Kak Tiur menegur Tigor') lalu meminta murid menunjukkan mana peristiwa yang terjadi lebih dahulu (Acuan jawaban benar: Peristiwa Kak Tiur menegur Tigor terjadi lebih dahulu daripada Molen datang mengendus tanaman).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja lisan pengidentifikasian urutan peristiwa teks aural untuk Murid 6-11 menggunakan lembar observasi ketercapaian urutan kronologis.
- Pemeriksaan lembar susunan 4 kartu peristiwa (A-B-C-D) untuk seluruh murid di kelas.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Urutan Peristiwa Teks Aural | Belum mampu mengurutkan 4 peristiwa teks aural cerita Kepala Suku Len secara tepat meski dengan bimbingan penuh guru. | Mampu mengidentifikasi 1 sampai 2 urutan peristiwa teks aural cerita Kepala Suku Len secara tepat dari 4 peristiwa yang disediakan dengan bantuan arahan. | Mampu mengidentifikasi 3 sampai 4 urutan peristiwa teks aural cerita Kepala Suku Len secara tepat (urutan A - B - C - D) secara mandiri. | Mampu mengidentifikasi seluruh (4 dari 4) urutan peristiwa teks aural cerita Kepala Suku Len secara tepat (A - B - C - D) secara konsisten, mandiri, dan cepat tanpa ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi menyimak peristiwa teks aural dipahami dengan baik oleh seluruh murid?
- Bagaimana ketercapaian penilaian lisan urutan peristiwa untuk Murid 6-11 pada pertemuan ini?
Murid:- Bagian mana dari cerita Kepala Suku Len yang paling mudah kamu ingat urutannya?
- Apakah kamu dapat mengurutkan kejadian cerita dari awal sampai akhir tanpa tertukar?
Pertemuan 3 — Membaca Kata-Kata Baru dengan Fasih dari Bacaan Cerita Tugas di Rumah pada Tingkat Kata dan Frasa serta Penilaian Nyaring Murid 1-7 — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan cerita tentang tugas di rumah
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan menyampaikan fokus pembelajaran hari ini yaitu berlatih membaca kata dan frasa baru tentang tugas di rumah secara fasih (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal membaca cepat secara klasikal terhadap 2 kata di papan tulis: 'menyapu' dan 'mencuci' untuk memetakan kesiapan murid membaca kata tanpa mengeja (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memperlihatkan 6 kartu kata baru dari konteks bacaan tugas rumah: (1) stopkontak, (2) steker, (3) elektronik, (4) sistematis, (5) merapikan, (6) membuntuti, lalu mencontohkan pelafalannya secara utuh dan fasih tanpa mengeja suku kata (7 menit).
- Murid secara bersama-sama menirukan pelafalan keenam kata tersebut dengan bimbingan ketukan ritme guru agar terbiasa mengenali bentuk kata secara visual dan membacanya lancar (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan lembar berisi 5 frasa target: (1) mencabut steker, (2) memeriksa stopkontak, (3) alat elektronik, (4) bekerja sistematis, (5) merapikan sprei, lalu murid bermain 'Tantangan Kartu Kilat' berpasangan untuk saling mengetes pembacaan frasa tersebut secara bergantian dan lancar (15 menit).
- Guru memanggil Murid nomor urut 1 sampai 7 satu per satu ke meja penilaian untuk membaca nyaring 5 kata baru: (1) stopkontak, (2) steker, (3) elektronik, (4) sistematis, (5) membuntuti, serta 2 frasa pilihan: 'mencabut steker' dan 'bekerja sistematis' tanpa terbata-bata; sementara murid lain berlatih mandiri membaca daftar frasa di mejanya (18 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan kata mana yang terasa paling menantang untuk dibaca secara langsung tanpa jeda ragu dan bagaimana latihan kartu kilat membantu kelancaran membaca (7 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik umum mengenai kefasihan pelafalan kata dan frasa baru yang telah dilatih serta mencatat kemajuan bacaan Murid 1-7 (5 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa dan menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya latihan membaca fasih akan dilanjutkan ke tingkat kalimat untuk kelompok murid berikutnya (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu kata dengan pemisahan warna antar-suku kata sebelum membaca utuh (mis. sis-te-ma-tis); murid yang cepat langsung membaca variasi frasa kombinasi 3 kata tanpa bantuan visual suku kata.
- Proses: Guru memberikan scaffolding berupa pengulangan model lisan 2 kali bagi murid yang masih mengeja per huruf, sedangkan murid yang sudah lancar berlatih mandiri dengan tantangan waktu membaca cepat bersama teman sebangku.
- Produk: Unjuk kerja lisan: murid yang belum lancar cukup membaca tepat 5 kata target, sedangkan murid yang sudah mahir membaca 5 kata target ditambah 3 frasa gabungan secara berurutan dan lancar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Membaca cepat 2 kata di papan tulis: (1) menyapu, (2) mencuci secara bergiliran cepat (acuan ketepatan: murid langsung melafalkan kata utuh tanpa mengeja huruf 'm-e-ny-a-p-u' dan tanpa jeda ragu lebih dari 3 detik).
Proses:- Penilaian unjuk kerja membaca nyaring 5 kata target: (1) stopkontak, (2) steker, (3) elektronik, (4) sistematis, (5) membuntuti, dan 2 frasa: (1) mencabut steker, (2) bekerja sistematis (acuan ketepatan: dilafalkan langsung sebagai kata utuh tanpa mengeja, tanpa mengulang, dan tanpa jeda ragu).
Akhir Pertemuan:- Cek kefasihan akhir: murid membaca 1 frasa acak dari papan tulis: 'bekerja sistematis' atau 'memeriksa stopkontak' (acuan ketepatan: dibaca tepat dan lancar seketika tanpa mengeja per suku kata).
Formatif:- Tes lisan unjuk kerja membaca nyaring kata dan frasa baru (fokus penilaian Murid 1-7)
- Observasi kefasihan membaca saat permainan Tantangan Kartu Kilat berpasangan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan Membaca Kata Baru | Membaca 5 kata target (stopkontak, steker, elektronik, sistematis, membuntuti) masih terbata-bata dengan mengeja per huruf atau suku kata dan membutuhkan bimbingan penuh guru. | Membaca 2-3 dari 5 kata target secara langsung tanpa mengeja, namun masih terhenti atau mengulang pada kata panjang seperti 'sistematis' atau 'stopkontak'. | Membaca 4 dari 5 kata target secara langsung dan fasih tanpa mengeja serta tanpa jeda ragu secara mandiri. | Membaca seluruh (5) kata target dan frasa baru secara fasih, lancar, dan tepat tanpa jeda ragu maupun pengulangan kata sama sekali secara mandiri. | | Kefasihan Membaca Frasa Baru | Membaca frasa target (mencabut steker, bekerja sistematis) masih terputus-putus antar-kata dengan jeda lebih dari 3 detik di antara kata pertama dan kedua. | Membaca 1 frasa target dengan lancar, namun masih tersendat saat membaca frasa yang memuat kata berimbuhan/serapan. | Membaca kedua frasa target (mencabut steker, bekerja sistematis) secara berurutan dan lancar tanpa jeda jeda panjang di antara kata. | Membaca seluruh frasa target dan variasi frasa tambahan secara lancar, runtut, dan tepat tanpa keraguan sama sekali. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu penilaian membaca nyaring untuk Murid 1-7 cukup memadai tanpa mengurangi pendampingan bagi murid lainnya?
- Metode visual atau ritme apa yang paling efektif membantu murid yang masih mengeja kata panjang serapan seperti 'elektronik' dan 'stopkontak'?
Murid:- Kata baru mana yang menurutmu paling mudah dibaca hari ini dan kata mana yang paling sulit?
- Apakah permainan kartu kilat membantumu lebih cepat mengenali kata-kata baru tanpa mengeja?
Pertemuan 4 — Membaca Kata-Kata Baru dengan Fasih dalam Kalimat Cerita Tugas di Rumah serta Penilaian Nyaring Murid 8-15 — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan cerita tentang tugas di rumah
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengondisikan kelas agar siap belajar (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melatih membaca fasih kata-kata baru dalam konteks kalimat cerita tugas di rumah serta melakukan penilaian membaca nyaring untuk murid nomor urut 8 sampai 15 (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta 3 orang murid perwakilan membaca 1 kalimat uji di papan tulis: 'Ibu menyiram tanaman sukulen di teras rumah' untuk mengidentifikasi kelancaran membaca kata baru dalam kalimat (acuan ketercapaian: kata 'sukulen' dibaca tepat tanpa mengeja 'su-ku-len' dan tanpa pengulangan kata) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperagakan pemodelan membaca nyaring dengan fasih pada 5 kalimat berikut yang memuat kata baru (bercetak tebal): (1) Adik menutup keran air setelah bak mandi penuh; (2) Ibu merawat tanaman sukulen di pot kecil; (3) Kucing itu membuntuti Kakak yang membawa piring; (4) Ayah menyiram bunga mawar di halaman; (5) Kakak mengerjakan tugas rumah secara sistematis (10 menit).
- Guru memandu murid mencermati posisi kata-kata baru tersebut dalam kalimat dan melatih pelafalan utuh tanpa jeda ragu atau pengulangan di tengah kalimat (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid bermain tantangan berpasangan 'Estafet Kalimat Tangkas': murid secara bergantian membaca 5 kalimat latihan yang disediakan pada lembar baca: (1) Kakak menutup keran dapur dengan rapat; (2) Tanaman sukulen diletakkan dekat jendela; (3) Anjing kecil itu membuntuti Ayah ke kebun; (4) Ibu memangkas tangkai mawar yang layu; (5) Pembagian jadwal piket rumah disusun secara sistematis (10 menit).
- Guru melakukan penilaian unjuk kerja membaca nyaring secara individual terhadap Murid 8-15 menggunakan lembar penilaian, di mana masing-masing murid membaca 5 kalimat target tersebut secara mandiri di meja guru, sementara murid lainnya melanjutkan latihan membaca mandiri (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mereviu kata-kata baru yang paling sering membuat pembacaan tersendat (misalnya kata 'sukulen' dan 'sistematis') serta mempraktikkan pelafalan ulang kalimat secara serentak dan lancar (5 menit).
- Murid menyampaikan bagian kalimat mana yang sudah berhasil dibaca lancar tanpa mengeja dan kalimat mana yang masih memerlukan latihan mandiri (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik umum terhadap kefasihan membaca kalimat, mencatat kemajuan Murid 8-15, dan mengingatkan bahwa pertemuan berikutnya akan melanjutkan membaca kata baru dalam taraf paragraf (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa dan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks kalimat dengan penanda visual (huruf tebal dan pemenggalan suku kata pada kata baru bila diperlukan), sedangkan murid yang cepat membaca diberikan variasi kalimat yang lebih panjang dengan kombinasi dua kata baru sekaligus.
- Proses: Murid yang lancar membaca berlatih secara mandiri dan saling menyimak antarteman, sedangkan murid yang masih tersendat didampingi guru secara terbimbing saat pelafalan.
- Produk: Kriteria unjuk kerja membaca kalimat disesuaikan tingkat kemandirian: murid berkembang membaca dengan pengulangan minimal, murid sangat berkembang membaca seluruh kalimat secara mandiri dan fasih.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Membaca 1 kalimat uji di papan tulis secara nyaring: 'Ibu menyiram tanaman sukulen di teras rumah.' Acuan: murid mampu melafalkan kata 'sukulen' secara utuh tanpa mengeja huruf/suku kata (bukan 'su-ku-len') dan tanpa jeda ragu lebih dari 3 detik.
Proses:- Penilaian membaca nyaring individual Murid 8-15 pada 5 kalimat target: (1) Kakak menutup keran dapur dengan rapat; (2) Tanaman sukulen diletakkan dekat jendela; (3) Anjing kecil itu membuntuti Ayah ke kebun; (4) Ibu memangkas tangkai mawar yang layu; (5) Pembagian jadwal piket rumah disusun secara sistematis. Acuan penilaian: ketepatan dan kelancaran membaca 5 kata baru dalam kalimat (keran, sukulen, membuntuti, mawar, sistematis) tanpa mengeja dan tanpa pengulangan kata.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman membaca cepat: Membaca acak 1 kalimat dari 5 kalimat target yang ditunjuk guru tanpa tersendat (acuan: kalimat terbaca lancar dalam sekali percobaan tanpa jeda ragu).
Formatif:- Unjuk kerja membaca nyaring kalimat yang memuat kata baru secara individual untuk Murid 8-15 menggunakan lembar observasi kefasihan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan Membaca Kata Baru dalam Kalimat (Daftar kata target: keran, sukulen, membuntuti, mawar, sistematis) | Membaca kata baru dalam kalimat masih dengan mengeja suku kata dan memerlukan bimbingan penuh guru untuk menyelesaikan 5 kalimat target. | Membaca 1-2 kata baru dalam kalimat dengan fasih tanpa mengeja, namun 3-4 kata lainnya masih terbata-bata atau diulang-ulang. | Membaca 3-4 kata baru dalam kalimat dengan fasih tanpa mengeja dan tanpa pengulangan kata secara mandiri. | Membaca seluruh (5) kata baru dalam kalimat dengan fasih, lancar tanpa jeda ragu, dan tanpa pengulangan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 15 menit cukup efektif untuk mengamati dan menilai kefasihan membaca nyaring bagi 8 murid (Murid 8-15)?
- Kata baru mana dalam kalimat yang paling banyak menimbulkan jeda atau kesalahan baca pada murid?
Murid:- Kalimat mana yang menurutmu paling mudah dibaca dengan lancar?
- Apakah kamu masih mengeja saat menemukan kata 'sukulen' atau 'sistematis' di dalam kalimat?
Pertemuan 5 — Membaca Kata-Kata Baru dengan Fasih dalam Paragraf Cerita Tugas di Rumah serta Penilaian Nyaring Murid 16-22 — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan cerita tentang tugas di rumah
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan yaitu membaca paragraf utuh cerita tentang tugas di rumah dengan fasih (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal membaca cepat secara klasikal untuk mengecek kesiapan kefasihan melafalkan 4 kata target yang ditampilkan di papan tulis: (1) keran, (2) membuntuti, (3) sukulen, (4) sistematis, dengan kriteria fasih: dilafalkan langsung tanpa mengeja suku kata, tanpa jeda ragu lebih dari 3 detik, dan tanpa pengulangan (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan lembar teks berisi paragraf cerita tentang tugas di rumah yang memuat 4 kata target: 'Tigor membuntuti ibunya menyiram tanaman di halaman rumah. Ia memeriksa keran air yang sedikit bocor lalu mematikan alirannya dengan cermat. Ibu menunjukkan tanaman sukulen yang tumbuh subur dan tersusun rapi. Tigor menyelesaikan semua tugas menyiram tanaman secara sistematis sebelum matahari terik.' (7 menit).
- Guru mencontohkan membaca nyaring paragraf tersebut secara fasih (lancar mengalir, pelafalan kata tepat, tanpa mengeja suku demi suku), lalu murid bersama-sama membaca paragraf dengan bimbingan guru (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Tantangan 'Estafet Membaca Paragraf': Murid berlatih membaca paragraf secara berpasangan secara bergantian, saling menyimak apakah temannya membaca 4 kata target (membuntuti, keran, sukulen, sistematis) secara fasih tanpa tersendat atau mengulang (15 menit).
- Guru melakukan penilaian unjuk kerja membaca nyaring secara individual terhadap Murid nomor urut 16 sampai 22 pada paragraf target, mengamati kefasihan membaca 4 kata baru: (1) membuntuti, (2) keran, (3) sukulen, (4) sistematis (acuan kefasihan: dibaca langsung dan tepat tanpa mengeja, tanpa jeda terputus-putus, dan tanpa koreksi berulang); sementara murid lain melanjutkan latihan membaca mandiri (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid yang dinilai maupun murid lainnya menandai kata dalam paragraf yang dirasa paling menantang untuk dilafalkan secara lancar, lalu melatih membaca kata tersebut sekali lagi secara mandiri (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik langsung terhadap kefasihan pelafalan 4 kata target (keran, membuntuti, sukulen, sistematis) dalam paragraf yang telah dibaca murid (3 menit).
- Guru dan murid menyimpulkan pentingnya kelancaran membaca dalam memahami bacaan, lalu guru menutup pelajaran dengan salam penutup tanpa rangkuman akhir bab karena proses bab masih berlangsung (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Paragraf bacaan disediakan dengan ukuran huruf standar untuk sebagian besar murid, serta versi huruf yang lebih besar bagi murid yang membutuhkan kejelasan visual.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih membaca kata per kata terlebih dahulu sebelum membaca seluruh paragraf, sedangkan murid yang sudah sangat fasih langsung membaca seluruh paragraf berturut-turut tanpa jeda.
- Produk: Unjuk kerja berupa membaca nyaring paragraf dengan fokus kefasihan pada 4 kata baru terukur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik singkat membaca lisan 4 kata target di papan tulis: (1) keran, (2) membuntuti, (3) sukulen, (4) sistematis. Acuan ketercapaian: murid mampu melafalkan keempat kata tersebut secara langsung tanpa mengeja suku kata, tanpa jeda lebih dari 3 detik, dan tanpa mengulang.
Proses:- Pengamatan unjuk kerja membaca nyaring paragraf cerita pada Murid 16-22 dengan mengamati kelancaran pelafalan 4 kata target: (1) membuntuti, (2) keran, (3) sukulen, (4) sistematis. Acuan penilaian: dibaca tepat dan mengalir tanpa mengeja, tanpa jeda terputus, dan tanpa ralat/pengulangan kata.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman membaca mandiri di akhir sesi: murid membaca ulang satu kalimat dalam paragraf yang memuat kata target 'sukulen' dan 'sistematis'. Acuan ketepatan: kedua kata tersebut dibaca secara fasih dan utuh tanpa mengeja.
Formatif:- Unjuk kerja membaca nyaring paragraf cerita untuk menilai kefasihan pelafalan kata-kata baru pada Murid 16-22 menggunakan lembar observasi kefasihan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan Membaca Kata Baru dalam Paragraf (target: keran, membuntuti, sukulen, sistematis) | Membaca 0-1 kata target dengan fasih dalam paragraf; masih banyak mengeja suku kata dan memerlukan bantuan penuh guru. | Membaca 2 kata target dengan fasih dalam paragraf tanpa mengeja, tetapi masih tersendat atau mengulang pada 2 kata target lainnya. | Membaca 3 kata target dengan fasih dalam paragraf secara lancar dan mandiri tanpa mengeja suku kata. | Membaca seluruh 4 kata target (keran, membuntuti, sukulen, sistematis) dalam paragraf dengan sangat fasih, lancar mengalir tanpa jeda ragu maupun pengulangan kata secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid 16-22 yang dinilai hari ini dapat melafalkan kata-kata baru dalam paragraf dengan fasih tanpa mengeja?
- Bagian kata mana yang paling sering membuat murid tersendat saat membaca paragraf secara utuh?
Murid:- Kata mana dari cerita tadi yang menurutmu paling mudah dibaca dengan fasih?
- Apakah kamu masih merasa tersendat ketika membaca kata 'sukulen' atau 'sistematis' dalam paragraf?
Pertemuan 6 — Menemukan Informasi Pokok Berbentuk Cetak dalam Cerita Ada Vampir di Rumah Ini — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.3 Menemukan informasi dalam teks sastra berbentuk cetak cerita Ada Vampir di Rumah Ini
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menemukan informasi pokok dalam teks sastra cetak 'Ada Vampir di Rumah Ini' (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menanyakan 2 pertanyaan diagnostik cepat untuk mengecek kesiapan membaca pemahaman murid: (1) 'Apa alat yang dinyalakan Sani saat merasa gerah?' (acuan: kipas angin); (2) 'Siapa tokoh yang mematikan alat tersebut?' (acuan: Kak Lita) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mandiri membaca dalam hati teks cetak cerita 'Ada Vampir di Rumah Ini' pada Buku Siswa halaman 36-37 dengan saksama (10 menit).
- Guru memandu pembedahan bacaan untuk memahami cara melacak informasi pokok dalam teks cetak (misalnya: mencari kata kunci pada pertanyaan lalu menelusuri letak kalimat penjelasnya di dalam teks) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan detektif teks 'Berburu Jejak Vampir Listrik', yaitu secara berpasangan murid saling melempar tantangan cepat menemukan nomor paragraf dari 3 petunjuk informasi: (1) Sani menyalakan kipas angin (acuan: paragraf 1); (2) Kak Lita menunjukkan gambar di koran (acuan: paragraf 6); (3) Sani menyadari listrik tetap mengalir jika kabel tercolok (acuan: paragraf 7) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Menemukan Informasi Pokok yang memuat 4 butir pertanyaan tertulis: Butir 1: Apa alasan Kak Lita mematikan kipas angin dan membuka jendela? (acuan: agar ruangan sejuk dari udara alami dan menghemat listrik); Butir 2: Mengapa Sani sempat merasa takut saat Kak Lita menyebut kata 'vampir'? (acuan: Sani mengira ada makhluk/kelelawar pengisap darah di rumah); Butir 3: Apa arti kiasan 'vampir' yang dimaksud oleh Kak Lita? (acuan: alat elektronik yang kabelnya tetap tercolok ke stopkontak sehingga tetap menyedot/mengalirkan listrik); Butir 4: Apa yang dilakukan Sani di akhir cerita setelah memahami penjelasan Kak Lita? (acuan: sikap Sani berubah paham bahwa kabel harus dicabut dari stopkontak walau alat sudah mati) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan jawaban lembar kerja dengan merujuk langsung pada letak kalimat dalam teks cetak (acuan: paragraf 1-8 teks 'Ada Vampir di Rumah Ini') (10 menit).
Penutup:- Murid menyampaikan kesimpulan mengenai cara menemukan informasi pokok dalam teks bacaan cetak (misalnya dengan membaca teliti dan menandai kalimat kunci) (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik dan mengakhiri sesi dengan doa penutup pembelajaran (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks cetak dengan penomoran paragraf yang jelas serta cetak tebal pada kalimat kunci.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu menemukan letak baris kalimat kunci secara bertahap, sedangkan murid yang cepat langsung menemukan seluruh rincian informasi secara mandiri.
- Produk: Semua murid menjawab 4 butir pertanyaan lembar kerja yang sama mengenai informasi pokok cerita.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di awal pelajaran: (1) 'Apa alat yang dinyalakan Sani saat merasa gerah?' (acuan jawaban: kipas angin); (2) 'Siapa tokoh yang mematikan alat tersebut?' (acuan jawaban: Kak Lita).
Proses:- Pemeriksaan Lembar Kerja Menemukan Informasi Pokok (4 butir): Butir 1: Alasan Kak Lita mematikan kipas angin dan membuka jendela (acuan: menghemat listrik / memanfaatkan udara alami); Butir 2: Alasan Sani takut mendengar kata vampir (acuan: mengira ada monster/kelelawar pengisap darah sungguhan); Butir 3: Maksud sebutan 'vampir' dari Kak Lita (acuan: alat elektronik yang kabelnya tetap menancap ke stopkontak sehingga tetap menyedot listrik); Butir 4: Perubahan sikap/pemahaman Sani di akhir cerita (acuan: mengerti bahwa alat mati tetap menyedot listrik bila kabel tidak dicabut).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Murid menyebutkan kalimat bukti dalam teks cetak yang menjelaskan bahwa listrik tetap mengalir walau alat mati (acuan: kalimat 'walau televisi sudah dimatikan, kalau kabelnya tetap tercolok ke stopkontak, listrik tetap mengalir' pada paragraf 7).
Formatif:- Tes tertulis berupa lembar kerja menemukan informasi pokok cerita 'Ada Vampir di Rumah Ini' (4 butir)
- Observasi diagnostik tanya-jawab singkat di awal pembelajaran
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Menemukan Informasi Pokok dalam Teks Cetak | Belum mampu menemukan informasi pokok dengan tepat (menjawab 0-1 butir tepat dari 4 butir acuan). | Menemukan sebagian kecil informasi pokok dengan tepat (menjawab 2 butir tepat dari 4 butir acuan). | Menemukan sebagian besar informasi pokok dengan tepat (menjawab 3 butir tepat dari 4 butir acuan). | Menemukan seluruh informasi pokok dengan tepat secara mandiri (menjawab 4 butir tepat dari 4 butir acuan: Butir 1, 2, 3, dan 4). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat menemukan letak kalimat kunci dalam teks cetak secara mandiri?
- Apakah metode permainan berburu jejak efektif membantu murid memindai informasi dalam paragraf?
Murid:- Bagian mana dari cerita 'Ada Vampir di Rumah Ini' yang paling mudah kamu temukan jawabannya?
- Bagaimana caramu mencari jawaban pertanyaan saat membaca teks yang cukup panjang?
Pertemuan 7 — Menemukan Informasi Rinci Tokoh dan Latar Berbentuk Cetak dalam Cerita Ada Vampir di Rumah Ini — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.3 Menemukan informasi dalam teks sastra berbentuk cetak cerita Ada Vampir di Rumah Ini
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, dan memandu doa pembuka untuk membangun kesadaran belajar bersama (3 menit).
- Guru memberikan asesmen awal singkat untuk memetakan kesiapan murid dalam menemukan tokoh dan latar: murid diminta membaca satu kalimat cetak pada papan tulis ('Sani berdiri di depan rak buku di ruang tengah sambil menyalakan kipas angin') lalu menyebutkan siapa tokohnya dan di mana latarnya (acuan: tokoh = Sani; latar tempat = ruang tengah / depan rak buku) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati kembali teks cetak cerita 'Ada Vampir di Rumah Ini' pada Buku Siswa halaman 36-37 dengan bimbingan guru untuk menandai bagian kalimat yang menyebutkan nama tokoh serta keterangan latar tempat dan waktu (10 menit).
- Guru dan murid melakukan tanya jawab terarah untuk menemukan bukti tekstual rincian tokoh (Sani dan Kak Lita) beserta rincian latarnya (di rumah, ruang tengah, depan rak buku, dekat kipas angin dan stopkontak) berdasarkan kata-kata tertulis dalam teks (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Detektif Bacaan untuk menemukan 4 rincian informasi cetak dalam teks: (1) Siapa nama tokoh yang menyalakan kipas angin (acuan: Sani); (2) Siapa nama tokoh yang mematikan kipas angin dan menjelaskan tentang vampir listrik (acuan: Kak Lita); (3) Di mana Sani berdiri saat memilih buku (acuan: di depan rak buku / di dalam rumah); (4) Di dekat benda apa kabel kipas angin menancap yang menjadi latar perbincangan (acuan: stopkontak) (15 menit).
- Murid mengikuti permainan berpasangan 'Tantangan Detektif Kata' yang menggembirakan: berpasangan saling melempar kartu petunjuk kutipan kalimat dari teks cetak untuk menemukan rincian tindakan tokoh atau tempat kejadian dalam waktu 30 detik per kutipan (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil temuan informasi rincian tokoh dan latar dengan merujuk langsung pada nomor paragraf dan kalimat cetak di Buku Siswa untuk mengonfirmasi ketepatan bukti tekstual (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat mengenai 2 informasi rinci teks cetak: (1) Siapa tokoh yang menjawil dagu Sani di akhir cerita? (acuan: Kak Lita); (2) Di mana gambar penjelasan vampir listrik dibaca oleh kedua tokoh? (acuan: di koran) (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketelitian menemukan bukti teks tertulis dan menutup sesi pembelajaran dengan doa penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan teks cetak dengan penanda warna (stabilo kuning) pada kalimat yang memuat nama tokoh dan latar tempat; murid mahir menggunakan teks polos tanpa penanda.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dibantu dengan panduan nomor paragraf letak rincian berada, sedangkan murid mahir menemukan bukti informasi rincian secara mandiri dari keseluruhan teks.
- Produk: Murid yang memerlukan bantuan cukup menuliskan kata kunci nama tokoh dan latar; murid yang cepat menuliskan kalimat kutipan lengkap yang memuat informasi tersebut.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid membaca kalimat cetak diagnostik pada papan tulis: 'Sani berdiri di depan rak buku di ruang tengah sambil menyalakan kipas angin'. Guru mengajukan pertanyaan: (1) Siapa nama tokoh dalam kalimat tersebut? (acuan: Sani); (2) Di mana peristiwa tersebut berlangsung? (acuan: di depan rak buku / di ruang tengah).
Proses:- Penilaian lembar kerja mandiri 'Lembar Detektif Bacaan' yang memuat 4 butir informasi rinci dari teks cetak 'Ada Vampir di Rumah Ini': Butir 1: Siapa tokoh yang pertama kali menyalakan kipas angin? (acuan: Sani); Butir 2: Siapa tokoh yang mematikan kipas angin dan menunjukkan koran? (acuan: Kak Lita); Butir 3: Di mana latar tempat Sani memilih-milih buku? (acuan: di depan rak buku / rumah); Butir 4: Di mana letak kabel dicolokkan saat peristiwa berlangsung? (acuan: stopkontak). Penskoran: 1 poin untuk tiap butir tepat (total skor 4).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup berisi 2 butir penemuan informasi teks: Butir 1: Siapa tokoh yang menjawil dagu Sani? (acuan: Kak Lita); Butir 2: Di mana gambar penjelasan vampir listrik ditemukan oleh Kak Lita? (acuan: di koran). Kriteria ketercapaian: murid mampu menjawab tepat kedua butir sesuai bukti teks tertulis.
Formatif:- Asesmen awal berupa diagnostik lisan membaca 1 kalimat cetak dan menemukan tokoh serta latar
- Asesmen proses berupa Lembar Detektif Bacaan berisi 4 butir pertanyaan isian penemuan rincian tokoh dan latar teks cetak
- Asesmen akhir berupa cek pemahaman 2 butir pertanyaan penemuan informasi rincian teks
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menemukan informasi rinci tokoh dan latar dalam teks sastra cetak | Menemukan 0-1 dari 4 rincian informasi tokoh dan latar dalam teks cetak (acuan: Butir 1 Sani, Butir 2 Kak Lita, Butir 3 depan rak buku/rumah, Butir 4 stopkontak) dengan bimbingan penuh guru. | Menemukan 2 dari 4 rincian informasi tokoh dan latar dalam teks cetak (acuan: Butir 1 Sani, Butir 2 Kak Lita, Butir 3 depan rak buku/rumah, Butir 4 stopkontak) dengan arahan guru. | Menemukan 3 dari 4 rincian informasi tokoh dan latar dalam teks cetak (acuan: Butir 1 Sani, Butir 2 Kak Lita, Butir 3 depan rak buku/rumah, Butir 4 stopkontak) secara mandiri. | Menemukan seluruh 4 rincian informasi tokoh dan latar dalam teks cetak (acuan: Butir 1 Sani, Butir 2 Kak Lita, Butir 3 depan rak buku/rumah, Butir 4 stopkontak) secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan rincian tokoh dan latar langsung dari kalimat yang tercetak dalam cerita?
- Bagian cerita mana yang paling menantang bagi murid saat mencari rincian informasi teks?
Murid:- Apakah aku bisa menemukan nama tokoh dan tempat kejadian langsung dari tulisan di buku ceritaku?
- Rincian cerita apa yang paling mudah aku temukan dalam bacaan hari ini?
Pertemuan 8 — Menanggapi Diskusi Sesuai Tata Cara Bertanya dan Mengacungkan Tangan saat Menentukan Pembagian Tugas di Kelas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.4 Menanggapi diskusi sesuai tata cara saat menentukan pembagian tugas di kelas
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: belajar menanggapi diskusi dengan tata cara yang benar, yaitu mengacungkan tangan terlebih dahulu dan mengajukan pertanyaan yang sesuai dengan topik pembagian tugas di kelas (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menampilkan 2 situasi singkat: Situasi A (langsung memotong saat teman bicara) dan Situasi B (mengacungkan tangan dan menunggu dipersilakan sebelum bertanya). Murid diminta memilih mana tata cara yang benar dan menyebutkan alasannya (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memberikan pemodelan tata cara menanggapi diskusi: (1) mendengarkan pembicara sampai selesai, (2) mengacungkan tangan dengan tenang, (3) menunggu dipersilakan, dan (4) mengajukan pertanyaan yang relevan dengan tugas piket (misalnya: 'Kapan jadwal regu piket lantai mulai menyapu?') (7 menit).
- Guru membagikan lembar panduan contoh kalimat tanya dan mendiskusikan bersama murid perbedaan pertanyaan yang sesuai topik pembagian tugas kelas versus pertanyaan yang keluar dari topik (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok kecil berisi 4-5 murid untuk melakukan simulasi permainan peran 'Musyawarah Regu Piket Kelas' dengan topik penentuan tugas: menyapu lantai, merapikan meja guru, membersihkan papan tulis, dan membuang sampah (10 menit).
- Secara bergiliran, seorang murid membacakan rancangan pembagian tugas dan murid lainnya mempraktikkan tata cara menanggapi: mengacungkan tangan, menunggu dipersilakan oleh teman yang membaca, lalu mengajukan minimal 1 pertanyaan terkait rincian tugas (misalnya: 'Siapa yang menyiapkan ember untuk mengepel?') sementara guru mengamati ketercapaian tata cara tersebut (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan setiap kelompok memeragakan 1 adegan tanya-jawab penentuan tugas kelas di hadapan kelas, menerapkan aturan mengacungkan tangan sebelum bertanya (10 menit).
- Guru bersama murid membahas pengalaman selama simulasi: apa tantangan menunggu giliran dengan mengacungkan tangan dan bagaimana rasanya saat tanggapan kita didengar dengan tertib (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan 2 tata cara utama menanggapi diskusi yang telah dipelajari: mengacungkan tangan sebelum bicara dan mengajukan pertanyaan sesuai topik pembagian tugas kelas (4 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap praktik yang telah dilakukan, menyampaikan agenda pertemuan berikutnya tentang memberi masukan, dan menutup sesi dengan doa bersama (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu bantuan frasa tanya (misalnya: 'Bolehkah saya bertanya tentang...', 'Kapan tugas... dikerjakan?'), sedangkan murid yang sudah mahir menanggapi tanpa kartu bantuan.
- Proses: Murid yang masih ragu didampingi guru atau teman sebaya dengan memberi tanda visual untuk mengacungkan tangan, sementara murid yang mahir diberi kesempatan mengajukan pertanyaan lanjutan.
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti yang sama berupa tanggapan lisan (mengacungkan tangan dan mengajukan pertanyaan relevan), dengan perbedaan tingkat kemandirian dalam mematuhi giliran.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan berupa pilihan situasi: 'Jika Doni sedang menjelaskan tugas membersihkan papan tulis, apa yang kamu lakukan jika ingin bertanya? (A) Langsung berteriak bertanya, (B) Mengacungkan tangan dan menunggu dipersilakan.' Kriteria jawaban benar: Murid memilih opsi B dengan alasan mengacungkan tangan adalah tata cara sopan dan tidak memotong pembicaraan orang lain.
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja saat simulasi musyawarah regu piket. Kriteria yang dinilai: (1) Mengacungkan tangan dan menunggu dipersilakan sebelum berbicara, (2) Kalimat tanggapan berupa pertanyaan yang relevan dengan pembagian tugas kelas (Acuan pertanyaan relevan: memuat kata tanya apa/siapa/kapan/di mana/bagaimana terkait tugas membersihkan papan tulis, menyapu lantai, membuang sampah, atau merapikan meja).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menyebutkan 3 perilaku: (1) Mengacungkan tangan saat ingin bertanya, (2) Memotong pembicaraan teman yang sedang membaca jadwal, (3) Menunggu sampai dipersilakan baru berbicara. Murid diminta menentukan mana yang termasuk tata cara diskusi yang benar (Acuan kunci: nomor 1 dan 3 benar; nomor 2 salah).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat simulasi diskusi kelompok penentuan tugas piket kelas menggunakan lembar pengamatan tata cara (mengacungkan tangan dan mengajukan pertanyaan sesuai topik)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Tata Cara Mengacungkan Tangan Sebelum Menanggapi | Langsung berbicara memotong jalannya diskusi tanpa mengacungkan tangan meskipun telah diingatkan guru. | Mengacungkan tangan untuk meminta giliran berbicara tetapi masih sering berbicara sebelum dipersilakan. | Mengacungkan tangan dengan tenang dan selalu menunggu dipersilakan sebelum mulai menanggapi. | Konsisten mengacungkan tangan, menunggu dipersilakan, dan menjadi teladan ketertiban dalam memberi giliran kepada teman lain sepanjang diskusi. | | Kesesuaian Pertanyaan Tanggapan dengan Topik Pembagian Tugas | Tanggapan yang diajukan bukan berupa pertanyaan atau keluar sama sekali dari topik pembagian tugas di kelas. | Mengajukan pertanyaan, namun informasinya kurang terkait langsung dengan rincian pembagian tugas kelas. | Mengajukan pertanyaan yang jelas dan relevan dengan penentuan atau rincian pembagian tugas piket kelas. | Mengajukan pertanyaan yang sangat tepat, mendalam, dan relevan terkait pembagian tugas kelas sehingga memperjelas pelaksanaan tugas. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan tata cara mengacungkan tangan dan bertanya dalam simulasi kelompok?
- Bagaimana efektivitas simulasi musyawarah regu piket dalam melatih kesabaran murid menunggu giliran berbicara?
Murid:- Apakah kamu berhasil mengacungkan tangan dan menunggu dipersilakan sebelum berbicara hari ini?
- Pertanyaan apa yang kamu sampaikan saat membahas pembagian tugas piket kelas bersama teman kelompokmu?
Pertemuan 9 — Menanggapi Diskusi Sesuai Tata Cara Memberi Masukan saat Menentukan Pembagian Tugas di Kelas serta Observasi Menyeluruh — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.4 Menanggapi diskusi sesuai tata cara saat menentukan pembagian tugas di kelas
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu berlatih menanggapi diskusi dengan tata cara yang benar saat memberi masukan untuk menentukan pembagian tugas piket di kelas (3 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik singkat dengan memperagakan dua cara memberi masukan: (A) memotong pembicaraan teman secara langsung tanpa aba-aba, dan (B) mengacungkan tangan, menunggu dipersilakan, lalu menyampaikan saran dengan sopan; murid diminta memilih cara yang sesuai tata cara diskusi (kunci/acuan: cara B yang benar) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memodelkan tata cara memberi masukan dalam diskusi: (1) mengacungkan tangan terlebih dahulu, (2) menunggu teman selesai berbicara dan dipersilakan ketua diskusi, (3) menggunakan kalimat masukan yang santun seperti 'Saya ingin memberi masukan...', 'Bagaimana jika...', atau 'Menurut saya sebaiknya...' (10 menit).
- Murid bersama kelompoknya mencermati 3 contoh kalimat tanggapan pada kartu panduan: (1) 'Saya usul tugas menyapu diatur bergantian agar adil', (2) 'Bagaimana kalau jadwal membersihkan papan tulis ditambah satu orang?', (3) 'Menurut saya tempat sampah sebaiknya dikosongkan setiap istirahat kedua'; murid membaca bergantian untuk mengenali struktur kalimat masukan (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain peran interaktif 'Estafet Saran Piket' dalam kelompok kecil beranggotakan 4-5 orang untuk menentukan pembagian tugas piket kelas (menyapu, mengepel, membersihkan papan tulis, membuang sampah, merapikan meja guru); satu murid memegang peran juru bicara sementara murid lainnya secara bergiliran mengacungkan tangan dan menyampaikan masukan sesuai tata cara (10 menit).
- Guru melakukan observasi menyeluruh kepada seluruh murid di setiap kelompok menggunakan lembar observasi, mencatat keterpenuhan tata cara memberi masukan: menunggu giliran bicara, meminta izin dengan mengangkat tangan, dan menyampaikan isi masukan yang relevan dengan pembagian tugas (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid dalam kelompok saling memeriksa kesesuaian tata cara memberi masukan yang telah dipraktikkan menggunakan daftar ceklis sederhana berpasangan (5 menit).
- Perwakilan murid menyebutkan satu hal yang dirasakan paling menantang saat harus menahan diri menunggu giliran berbicara dalam kelompok (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik menyeluruh berdasarkan hasil observasi diskusi mengenai ketertiban mengacungkan tangan dan cara memberi masukan (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya mematuhi tata cara saat berdiskusi agar pembagian tugas kelas berjalan tertib dan adil, kemudian menutup pertemuan dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu frasa pemantik masukan ('Menurut saya...', 'Bagaimana jika...') bagi murid yang membutuhkan panduan verbal.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung kepada kelompok yang masih sering memotong pembicaraan teman, sementara kelompok yang sudah tertib diberi keleluasaan mengatur giliran tanggapan secara mandiri.
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti kinerja lisan yang sama yaitu menanggapi diskusi dengan tata cara memberi masukan; murid yang mahir didorong memberi masukan beserta alasan pendukung yang logis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan: Murid diminta menentukan sikap yang tepat dari dua pilihan tindakan saat ingin memberi saran dalam diskusi: Pilihan A: Langsung menyela saat teman sedang berbicara. Pilihan B: Mengacungkan tangan dan menunggu teman selesai berbicara lalu dipersilakan. (Acuan jawaban benar: Pilihan B).
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja guru terhadap seluruh murid saat diskusi pembagian tugas piket kelas, mengamati: (1) Mengacungkan tangan sebelum berbicara, (2) Tidak menyela saat teman sedang berbicara, (3) Menyampaikan masukan yang berkaitan dengan pembagian tugas piket.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir sesi: Guru menanyakan kepada murid: 'Sebutkan 2 langkah tata cara yang benar sebelum kita menyampaikan masukan dalam diskusi!' (Kriteria acuan jawaban: Menyebutkan (1) mengacungkan tangan dan (2) menunggu dipersilakan/menunggu teman selesai berbicara).
Formatif:- Observasi unjuk kerja keterlibatan menanggapi diskusi dengan lembar amatan ketercapaian tata cara memberi masukan (mengacungkan tangan, menunggu dipersilakan, bahasa santun).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menanggapi Diskusi Sesuai Tata Cara Memberi Masukan | Menyampaikan masukan tanpa mengacungkan tangan dan memotong pembicaraan teman yang sedang berbicara. | Mengacungkan tangan namun masih memotong pembicaraan teman atau menyampaikan masukan sebelum dipersilakan. | Menanggapi diskusi dengan mengacungkan tangan, menunggu teman selesai berbicara serta dipersilakan, lalu menyampaikan masukan tugas piket dengan santun. | Menanggapi diskusi secara konsisten sesuai tata cara (mengacungkan tangan, menunggu giliran, menyampaikan masukan tugas piket secara santun) pada setiap kesempatan tanpa perlu diingatkan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan tata cara memberi masukan saat diskusi kelompok?
- Bagaimana efektivitas simulasi 'Estafet Saran Piket' dalam membangun kesadaran murid untuk tidak memotong giliran bicara teman?
Murid:- Apakah aku sudah berhasil menahan diri untuk tidak memotong saat temanku sedang berbicara?
- Bagaimana perasaanku ketika masukanku didengarkan dan diterima oleh teman kelompok?
Pertemuan 10 — Menceritakan Kembali Isi dari Teks yang Dibaca Mengenai Hemat Listrik Secara Terbimbing serta Penilaian Lisan Murid 12-16 — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.5 Menceritakan kembali isi dari teks yang dibaca mengenai hemat listrik
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menceritakan kembali isi dari teks yang dibaca mengenai hemat listrik secara terbimbing menggunakan panduan urutan isi teks (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 1 pertanyaan pembuka kepada kelas mengenai isi teks cerita: 'Dalam cerita Ada Vampir di Rumah Ini, mengapa Kak Lita menyebut peralatan elektronik yang tetap tercolok sebagai vampir listrik?' (acuan jawaban benar: karena walau alat elektronik dimatikan, jika kabel tetap tercolok ke stopkontak dayanya tetap mengalir/menyedot listrik) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membaca kembali dalam hati teks pendek 'Ada Vampir di Rumah Ini' pada Buku Siswa halaman 37-40 yang berfokus pada peristiwa penghematan listrik di rumah (7 menit).
- Guru memodelkan cara menceritakan kembali isi teks mengenai hemat listrik dengan menggunakan bagan alur isi 4 butir: (1) Sani menyalakan pendingin/alat listrik; (2) Kak Lita mengingatkan bahaya membiarkan colokan tetap terpasang; (3) Kak Lita menjelaskan istilah 'vampir listrik' yang menyedot daya; (4) Sani dan Kak Lita membuka jendela lebar-lebar serta mencabut steker untuk menghemat listrik (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan berpasangan menggembirakan 'Estafet Cerita Berantai': secara bergantian dengan teman sebangku, murid 1 menceritakan bagian awal-tengah dan murid 2 melanjutkan bagian penyelesaian isi teks hemat listrik secara terbimbing menggunakan 4 kartu panduan isi teks: Kartu A 'Alat listrik menyala', Kartu B 'Peringatan Kak Lita', Kartu C 'Pengertian vampir listrik', Kartu D 'Tindakan hemat listrik (cabut steker dan buka jendela)' (12 menit).
- Guru memanggil secara bergantian Murid bernomor urut 12, 13, 14, 15, dan 16 untuk dinilai secara individual melalui unjuk kerja lisan menceritakan kembali isi teks mengenai hemat listrik berdasarkan 4 pokok isi teks acuan, sementara murid lainnya berlatih menceritakan teks secara berpasangan dengan kartu panduan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama bimbingan guru meninjau kembali kelengkapan unsur isi cerita hemat listrik yang berhasil diceritakan (awal, kejadian penting, dan tindakan penghematan) (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik formatif spesifik kepada Murid 12-16 serta apresiasi atas kelengkapan pokok isi cerita yang telah diceritakan kembali (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menceritakan kembali isi teks bacaan dapat dilakukan dengan mengingat pokok-pokok peristiwa penting mengenai tindakan menghemat listrik (5 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman singkat lisan dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam penutup (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu alur bergambar dan teks pemantik untuk murid yang memerlukan bantuan visual dalam mengingat isi teks.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pertanyaan pemandu bertahap per kartu alur; murid yang sudah mahir menceritakan kembali 4 pokok isi teks secara utuh dan mandiri tanpa melihat kartu panduan.
- Produk: Tuntutan penceritaan tetap sama pada 4 pokok isi teks hemat listrik, dengan variasi tingkat kemandirian (dengan kartu panduan alur vs mandiri tanpa kartu panduan).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan sebelum materi dimulai: 'Dalam cerita Ada Vampir di Rumah Ini, mengapa Kak Lita menyebut peralatan elektronik yang tetap tercolok sebagai vampir listrik?' (acuan jawaban: karena peralatan elektronik yang colokannya tidak dicabut tetap mengalirkan/menyedot daya listrik meskipun alat sudah dimatikan).
Proses:- Unjuk kerja lisan menceritakan kembali isi teks mengenai hemat listrik untuk Murid bernomor urut 12 sampai 16 dengan 4 pokok isi teks yang wajib diceritakan: (1) Sani menyalakan alat elektronik/kipas; (2) Kak Lita memperingatkan kabel yang masih tercolok; (3) Penjelasan bahwa vampir listrik adalah kabel tersambung yang terus menyedot daya; (4) Tindakan hemat listrik dengan mencabut steker kabel dan membuka jendela lebar-lebar (acuan kelengkapan: minimal 3 dari 4 pokok isi teks diceritakan secara tepat dan berurutan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir lisan: Guru menanyakan satu tindakan nyata hemat listrik yang dilakukan tokoh di akhir cerita (acuan jawaban benar: mencabut kabel/steker dari stopkontak dan membuka jendela lebar-lebar agar tidak perlu kipas angin).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja lisan menceritakan kembali isi teks mengenai hemat listrik untuk Murid 12-16 menggunakan lembar observasi dan rubrik ketercapaian
- Observasi latihan menceritakan kembali berpasangan menggunakan 4 kartu panduan isi teks
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Pokok Isi Teks Mengenai Hemat Listrik | Menceritakan kembali kurang dari 2 pokok isi teks mengenai hemat listrik dari 4 pokok isi acuan meskipun telah diberikan bantuan bimbingan guru. | Menceritakan kembali 2 dari 4 pokok isi teks mengenai hemat listrik sesuai acuan dengan bantuan panduan kartu/bimbingan bertahap guru. | Menceritakan kembali 3 dari 4 pokok isi teks mengenai hemat listrik sesuai acuan secara berurutan dan terbimbing. | Menceritakan kembali seluruh (4 dari 4) pokok isi teks mengenai hemat listrik sesuai acuan secara lengkap, berurutan, dan mandiri. | | Keruntutan Penyampaian Isi Cerita | Menyampaikan pokok isi teks secara melompat-lompat atau tidak runtut sehingga peristiwa awal dan akhir tertukar. | Menyampaikan pokok isi teks dengan urutan yang sebagian benar (minimal 2 peristiwa berurutan) dengan arahan guru. | Menyampaikan pokok isi teks secara runtut dari awal peristiwa, penjelasan vampir listrik, hingga tindakan hemat listrik. | Menyampaikan seluruh alur pokok isi teks dari awal hingga akhir secara runtut, utuh, dan lancar tanpa arahan ulang. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media kartu alur isi teks efektif membantu Murid 12-16 menceritakan kembali isi teks mengenai hemat listrik secara runtut?
- Apakah alokasi waktu 18 menit mencukupi untuk mengamati unjuk kerja lisan 5 orang murid secara saksama?
Murid:- Bagian mana dari cerita 'Ada Vampir di Rumah Ini' yang paling mudah kamu ingat dan ceritakan kembali?
- Apakah bantuan kartu alur membantumu mengingat urutan cerita tentang hemat listrik?
Pertemuan 11 — Menceritakan Kembali Isi dari Teks yang Dibaca Mengenai Hemat Listrik Secara Runtut serta Penilaian Lisan Murid 17-22 — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.5 Menceritakan kembali isi dari teks yang dibaca mengenai hemat listrik
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan kembali isi teks bacaan tentang hemat listrik secara runtut (awal, tengah, dan akhir), serta menginformasikan giliran penilaian lisan untuk Murid 17-22 (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menanyakan urutan pokok cerita: 'Peristiwa apa yang terjadi lebih dulu: Sani menyalakan kipas angin di siang terik atau Kak Lita mencabut kabel televisi yang tercolok?' (acuan jawaban benar: Sani menyalakan kipas angin di siang terik terjadi lebih dulu, kemudian Kak Lita menjelaskan dan mencabut colokan kabel) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membaca kembali teks bacaan 'Ada Vampir di Rumah Ini' dan teks informasi pendukung hemat listrik pada Buku Siswa halaman 37-40 secara mandiri untuk mengingat 3 bagian pokok alur: (1) Awal: Sani merasa gerah lalu menyalakan kipas angin; (2) Tengah: Kak Lita menjelaskan istilah 'vampir listrik' yaitu alat elektronik yang kabelnya tetap tertancap di stopkontak sehingga menyedot daya; (3) Akhir: Sani dan Kak Lita membuka jendela lebar-lebar serta mencabut kabel peralatan yang tidak dipakai agar hemat listrik (10 menit).
- Guru memodelkan cara menceritakan kembali isi teks secara runtut tanpa melewatkan bagian awal, tengah, dan akhir menggunakan kata penghubung urutan waktu (mula-mula, kemudian, akhirnya) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan tantangan berpasangan 'Estafet Alur Runtut': satu murid menceritakan bagian awal dan tengah isi teks hemat listrik, pasangannya melanjutkan bagian akhir teks; peran kemudian ditukar secara bergantian untuk memantapkan keruntutan isi teks (10 menit).
- Pelaksanaan penilaian unjuk kerja lisan mandiri: Guru memanggil Murid 17-22 satu per satu untuk menceritakan kembali isi teks hemat listrik secara runtut (awal-tengah-akhir) di meja guru, sementara murid lain (Murid 1-16) berlatih mandiri menceritakan isi teks secara runtut kepada pasangan bangkunya dengan lembar panduan cek alur (acuan isi teks: Bagian Awal = Sani kepanasan dan menyalakan kipas angin; Bagian Tengah = penjelasan Kak Lita tentang colokan kabel yang tetap menyedot listrik; Bagian Akhir = tindakan mencabut kabel dan membuka jendela untuk menghemat listrik) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa ketercapaian penceritaannya secara berpasangan dengan mencocokkan apakah ketiga bagian isi teks (awal, tengah, akhir) sudah terangkum lengkap dan berurutan sesuai teks bacaan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung kepada murid tentang ketepatan isi dan keruntutan alur peristiwa yang telah diceritakan kembali (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya menceritakan kembali isi teks secara runtut agar pendengar memahami informasi hemat listrik secara utuh (3 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi atas kelancaran penceritaan seluruh murid dan memberikan gambaran materi pertemuan berikutnya mengenai menulis teks sederhana tentang tugas harian di rumah, kemudian menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu pengingat alur 3 babak teks (Awal: kipas angin, Tengah: vampir colokan listrik, Akhir: cabut kabel dan buka jendela), sedangkan murid cepat langsung menceritakan kembali teks utuh secara mandiri.
- Proses: Murid 17-22 dinilai lisan secara bergantian di hadapan guru; murid lain berlatih saling menyimak keruntutan alur bersama pasangannya secara mandiri.
- Produk: Penceritaan kembali isi teks yang disampaikan secara lisan dengan memuat ketiga unsur peristiwa (awal, tengah, dan akhir) secara runtut sesuai isi teks bacaan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik urutan alur: Guru menanyakan urutan dua kejadian kunci teks hemat listrik: 'Manakah yang terjadi lebih dulu: Sani menyalakan kipas angin atau Kak Lita mencabut kabel stopkontak?' (acuan jawaban benar: Sani menyalakan kipas angin terjadi lebih dulu, kemudian Kak Lita mencabut kabel stopkontak).
Proses:- Penilaian performa lisan individu Murid 17-22: Murid menceritakan kembali isi teks secara runtut memuat 3 bagian (acuan peristiwa lengkap: Bagian Awal: Sani kegerahan dan menyalakan kipas angin; Bagian Tengah: Kak Lita menerangkan istilah vampir listrik dari kabel yang tetap tertancap; Bagian Akhir: membuka jendela lebar-lebar dan mencabut steker/kabel untuk berhemat listrik).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Setiap murid menyebutkan satu kata penghubung urutan yang mereka gunakan saat menceritakan alur (acuan jawaban yang diterima: mula-mula, awalnya, setelah itu, lalu, kemudian, akhirnya).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja lisan menceritakan kembali isi teks bacaan hemat listrik secara runtut (khususnya untuk Murid 17-22)
- Observasi latihan menceritakan kembali berpasangan (Estafet Alur Runtut)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keruntutan Penceritaan Kembali Isi Teks | Hanya menceritakan 1 bagian isi teks secara terpisah dan alurnya terbalik. | Menceritakan 2 dari 3 bagian isi teks (misal hanya awal dan tengah), alur belum sepenuhnya runtut. | Menceritakan seluruh 3 bagian isi teks (awal, tengah, dan akhir) secara runtut sesuai isi bacaan. | Menceritakan seluruh 3 bagian isi teks (awal, tengah, dan akhir) secara runtut, lengkap dengan detail peristiwa penting tanpa ragu secara mandiri. | | Kelengkapan Informasi Pokok Teks Hemat Listrik | Hanya memuat 1 informasi isi teks dan sebagian besar informasi tidak sesuai teks bacaan. | Memuat 2 informasi pokok (misal kegerahan dan menyalakan kipas, namun melewatkan penjelasan vampir listrik). | Memuat seluruh 3 informasi pokok isi teks (kepanasan menyalakan kipas, vampir listrik/kabel tercolok, dan tindakan mencabut colokan/membuka jendela). | Memuat seluruh 3 informasi pokok isi teks secara lengkap dan akurat beserta rincian tindakan pencegahannya secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 20 menit memadai untuk menyelesaikan penilaian unjuk kerja lisan bagi Murid 17-22 secara mendalam?
- Apakah teknik Estafet Alur Runtut efektif membantu murid menyusun alur cerita secara runtut dari awal sampai akhir?
Murid:- Bagian isi teks mana yang paling mudah dan paling sulit kamu ceritakan kembali?
- Apakah kamu sudah dapat menceritakan urutan kejadian dari awal, tengah, hingga akhir tanpa terbolak-balik?
Pertemuan 12 — Menulis Teks Sederhana dengan Rangkaian Kalimat Tunggal dan Kalimat Majemuk Mengenai Tugas Harian di Rumah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.6 Menulis teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam mengenai tugas harian di rumah
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kelas siap belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menulis teks sederhana mengenai tugas harian di rumah dengan memadukan kalimat tunggal dan kalimat majemuk (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta melengkapi 1 kalimat rumpang menggabungkan dua tugas rumah menggunakan konjungsi 'dan': 'Kakak menyapu lantai ... adik merapikan mainan' (acuan jawaban: konjungsi 'dan') (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati 2 contoh kalimat di papan tulis: Kalimat tunggal 'Ibu mencuci piring.' dan Kalimat majemuk 'Ibu mencuci piring, sedangkan Ayah membersihkan meja makan.' untuk memahami perbedaannya (5 menit).
- Murid bersama guru menganalisis bahwa kalimat majemuk dibentuk dari gabungan kalimat tunggal dengan kata hubung seperti 'dan', 'tetapi', atau 'karena' (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain tantangan berpasangan 'Sambung Kalimat Tugas Rumah': murid pertama menulis 1 kalimat tunggal tentang tugas rumah (misal: 'Saya menyiram tanaman bunga'), lalu pasangannya menyambungnya menjadi kalimat majemuk menggunakan kata hubung (misal: 'Saya menyiram tanaman bunga dan adik mencabut rumput liar') (10 menit).
- Secara mandiri, murid menulis teks sederhana berisi 4 sampai 5 kalimat mengenai tugas harian di rumah masing-masing, yang memuat perpaduan kalimat tunggal dan kalimat majemuk (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali teks tulisan masing-masing untuk memastikan terdapat variasi bentuk kalimat tunggal dan kalimat majemuk yang menceritakan tugas harian di rumah (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan bersama cara menyusun teks sederhana dengan kalimat tunggal dan majemuk yang beragam (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil tulisan murid serta menginformasikan persiapan untuk asesmen sumatif bab pada pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan daftar kata hubung (dan, tetapi, lalu, sehingga) bagi murid yang memerlukan dukungan tambahan dalam menyusun kalimat majemuk.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan menyusun kalimat majemuk, sementara murid yang telah mahir dapat langsung menyusun teks dengan variasi kalimat tunggal dan majemuk secara mandiri.
- Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan menulis teks sederhana minimal 3 kalimat dengan minimal 1 kalimat majemuk, sedangkan murid mahir menulis teks 5 kalimat dengan variasi 2-3 kalimat majemuk.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Menjawab 1 butir tes diagnostik melengkapi kalimat rumpang konjungsi setara: 'Kakak menyapu lantai ... adik merapikan mainan' (acuan jawaban: kata hubung 'dan' / 'sedangkan').
Proses:- Observasi formatif saat latihan 'Sambung Kalimat Tugas Rumah' berpasangan: ketepatan menggabungkan kalimat tunggal menjadi kalimat majemuk.
- Pemeriksaan draf tulisan mandiri murid: keberadaan kalimat tunggal dan kalimat majemuk mengenai tugas harian di rumah.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan teks sederhana murid tentang tugas harian di rumah menggunakan kriteria: memuat minimal 4 kalimat dengan keberadaan minimal 1 kalimat tunggal dan minimal 1 kalimat majemuk yang berkaitan dengan tugas di rumah.
Formatif:- Penilaian unjuk kerja menulis teks sederhana dengan rangkaian kalimat tunggal dan kalimat majemuk mengenai tugas harian di rumah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keragaman Rangkaian Kalimat (Kalimat Tunggal dan Majemuk) | Belum memuat kalimat majemuk; seluruh kalimat dalam teks masih berupa kalimat tunggal. | Menulis teks dengan rangkaian kalimat yang memuat 1 kalimat majemuk namun struktur penggabungannya belum padu, dengan bantuan guru. | Menulis teks dengan rangkaian kalimat yang beragam (memuat minimal 1 kalimat tunggal dan 1 kalimat majemuk yang padu) secara mandiri. | Menulis teks dengan rangkaian kalimat yang sangat beragam (memuat perpaduan seimbang 2 kalimat tunggal dan lebih dari 1 kalimat majemuk dengan berbagai variasi kata hubung) secara mandiri dan konsisten. | | Kesesuaian Isi Mengenai Tugas Harian di Rumah | Isi kalimat dalam teks belum berkaitan dengan kegiatan tugas harian di rumah. | Hanya 1 kalimat dalam teks yang menceritakan tugas harian di rumah. | Seluruh kalimat dalam teks menceritakan rincian tugas harian di rumah dengan jelas. | Seluruh kalimat dalam teks menceritakan rangkaian tugas harian di rumah secara lengkap dan terperinci. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu menulis mandiri cukup bagi seluruh murid untuk menyelesaikan teks sederhana?
- Bagaimana respons murid terhadap permainan berpasangan menyambung kalimat sebelum menulis mandiri?
Murid:- Bagian mana yang paling mudah saat kamu menggabungkan kalimat menjadi kalimat majemuk?
- Tugas harian apa yang paling kamu sukai saat menuliskannya ke dalam cerita?
Pertemuan 13 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.1 Mengidentifikasi isi teks sastra berbentuk teks aural dari cerita Kepala Suku Len
- TP 4.2.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan cerita tentang tugas di rumah
- TP 4.2.3 Menemukan informasi dalam teks sastra berbentuk cetak cerita Ada Vampir di Rumah Ini
- TP 4.2.4 Menanggapi diskusi sesuai tata cara saat menentukan pembagian tugas di kelas
- TP 4.2.5 Menceritakan kembali isi dari teks yang dibaca mengenai hemat listrik
- TP 4.2.6 Menulis teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam mengenai tugas harian di rumah
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid secara tertib (2 menit).
- Guru menjelaskan tujuan pertemuan ke-13 sebagai pelaksanaan asesmen sumatif akhir Bab 2 'Di Bawah Atap', yang mencakup pengerjaan lembar tertulis serentak (menemukan informasi cerita 'Ada Vampir di Rumah Ini' dan menulis karangan deskripsi tugas harian di rumah) serta konfirmasi unjuk kerja lisan dan membaca nyaring bagi murid yang dijadwalkan (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar asesmen tertulis individual kepada 28 murid dan membacakan petunjuk teknis pengisian: Bagian A berisi 5 butir isian informasi cerita 'Ada Vampir di Rumah Ini', Bagian B menulis deskripsi tugas harian di rumah dengan kalimat tunggal dan majemuk, serta menegaskan aturan pengerjaan secara mandiri, tenang, dan jujur (5 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Sebanyak 28 murid secara serentak mengerjakan Bagian A lembar asesmen tertulis menemukan informasi cerita 'Ada Vampir di Rumah Ini' dengan 5 butir isian: (1) Siapakah tokoh yang menyalakan kipas angin? (acuan kunci: Sani); (2) Siapakah tokoh yang mematikan kipas angin? (acuan kunci: Kak Lita); (3) Di manakah peristiwa dalam cerita tersebut terjadi? (acuan kunci: di dalam rumah/di depan rak buku); (4) Apakah yang dimaksud dengan 'vampir' oleh Kak Lita dalam cerita tersebut? (acuan kunci: alat elektronik/televisi yang kabelnya tetap tercolok ke stopkontak meski sudah dimatikan sehingga tetap mengisap/mengalirkan listrik); (5) Mengapa sikap Sani berubah di akhir cerita? (acuan kunci: karena Sani paham bahwa kabel yang tetap tercolok tetap menyedot listrik sehingga ia mencabut steker/hemat listrik) (15 menit).
- Sebanyak 28 murid melanjutkan pengerjaan Bagian B lembar asesmen tertulis yaitu menulis karangan teks deskripsi sederhana mengenai tugas harian di rumah yang memuat minimal 4 kalimat tunggal dan minimal 2 kalimat majemuk setara dengan kata hubung (dan, tetapi, atau, sehingga), sementara guru mengawasi ketertiban ruang kelas (15 menit).
- Bersamaan saat murid lain mengerjakan tugas tertulis secara mandiri di meja masing-masing, guru memanggil 6 murid terakhir secara bergiliran ke meja guru untuk konfirmasi unjuk kerja lisan berdurasi 2 menit per murid (6 murid x 2 menit = 12 menit + 1 menit transisi = 13 menit): mengonfirmasi identifikasi teks aural Kepala Suku Len (acuan kunci: tokoh Kepala Suku Len; peristiwa Len membantu warga membelah kayu atau menjaga ketertiban desa) dan menceritakan kembali isi teks hemat listrik secara runtut (awal: mematikan lampu yang tidak dipakai; tengah: mencabut steker alat elektronik yang mati; akhir: tagihan listrik hemat dan aman) (13 menit).
- Guru melanjutkan pemanggilan 6 murid secara bergiliran ke meja guru untuk konfirmasi unjuk kerja membaca nyaring kata baru pada bacaan cerita tugas di rumah berdurasi 1,5 menit per murid (6 murid x 1,5 menit = 9 menit + 3 menit perpindahan/pencatatan = 12 menit): membaca nyaring 5 kata baru (stopkontak, steker, elektronik, sekring, sakelar) secara fasih tanpa mengeja, tanpa jeda ragu, dan tanpa mengulang (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Seluruh murid mengumpulkan lembar asesmen tertulis yang telah selesai dikerjakan ke meja guru tepat waktu, lalu murid duduk hening sejenak memeriksa kembali kelengkapan identitas nama dan nomor pada lembar kerjanya secara sadar (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas kejujuran, ketertiban, dan kemandirian seluruh murid dalam menyelesaikan rangkaian asesmen sumatif Bab 2 (1 menit).
- Guru bersama murid merefleksikan secara singkat pencapaian pembelajaran selama Bab 2 'Di Bawah Atap' dan menutup pembelajaran dengan doa penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada diferensiasi konten untuk menjaga standarisasi pembuktian sumatif; naskah soal dan daftar kata uji membaca berbobot sama untuk semua murid.
- Proses: Akomodasi akses berupa pembacaan ulang instruksi pengerjaan secara perlahan bagi murid yang memerlukan penegasan petunjuk tanpa memberi tahu jawaban soal.
- Produk: Format produk tulisan dan respons lisan seragam sesuai acuan ATP sumatif (lembar tes tertulis terpadu dan performa lisan individu).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan teknis asesmen sumatif: Guru menanyakan kesiapan alat tulis dan memastikan meja murid bersih dari catatan pendukung sebelum lembar tes dibagikan.
Proses:- Observasi keteraturan dan kemandirian pengerjaan tes tertulis di kelas.
- Observasi langsung unjuk kerja lisan dan membaca nyaring 6 murid pada sesi konfirmasi meja guru.
Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis terpadu membaca-menulis dan portofolio unjuk kerja lisan terencana: lembar asesmen tertulis individual (menemukan informasi cerita Ada Vampir di Rumah Ini dan karangan teks deskripsi sederhana tugas harian di rumah dengan variasi kalimat) serta lembar observasi guru atas performa lisan/unjuk kerja (identifikasi isi teks aural Kepala Suku Len, membaca nyaring kata baru, tata cara diskusi kelas, dan penceritaan kembali teks hemat listrik)
- tes tertulis dan produk tulisan serentak: 28 murid secara serentak mengerjakan lembar kerja individual selama 45 menit (5 menit penjelasan instruksi, 40 menit pengerjaan mandiri). Murid menjawab isian informasi cerita Ada Vampir di Rumah Ini (TP 3) dan menulis karangan teks deskripsi sederhana mengenai tugas harian di rumah yang memuat kalimat tunggal serta kalimat majemuk (TP 6). Guru mengawasi ketertiban kelas secara serentak; 28 lembar artefak bernama dinilai sesudah sesi dengan pedoman penskoran dan rubrik menulis. (45 menit; individual; instrumen: rubrik menulis karangan deskripsi dan lembar pedoman penskoran isian informasi)
- unjuk kerja menyimak dan berbicara lisan bergiliran: Portofolio unjuk kerja lisan terencana bergiliran untuk 2 kompetensi (menyebutkan nama tokoh dan urutan peristiwa teks aural Kepala Suku Len serta menceritakan kembali isi teks hemat listrik secara runtut). Guru memerlukan 2 menit per murid (termasuk jeda/catat). Untuk 28 murid total diperlukan 56 menit: 22 murid telah dinilai pada 4 sesi pembelajaran TP 1 dan TP 5 sebelumnya yang dijadwalkan (rotasi bertahap 5 hingga 6 murid per sesi × 2 menit = 10-12 menit saat murid lain latihan mandiri). Sisa 6 murid terakhir dikonfirmasi pada slot sumatif ini: 6 murid × 2 menit per murid = 12 menit <= 13 menit alokasi (tersedia 1 menit transisi kelas). (13 menit; individual; instrumen: lembar observasi ketercapaian teks aural dan rubrik penceritaan kembali)
- unjuk kerja membaca nyaring dan observasi diskusi: Portofolio unjuk kerja terencana untuk 2 kompetensi (kelancaran pelafalan kata baru teks tugas di rumah dan kepatuhan tata cara diskusi acung tangan/mendengarkan). Bukti diskusi (TP 4) telah tuntas diobservasi untuk 28 murid saat simulasi musyawarah pembagian tugas kelas pada sesi pembelajaran TP 4. Bukti membaca fasih (TP 2) memerlukan 1,5 menit per murid (42 menit total untuk 28 murid): 22 murid telah diobservasi pada 3 sesi pembelajaran TP 2 sebelumnya (7-8 murid per sesi × 1,5 menit = 10,5-12 menit saat murid lain membaca mandiri). Sisa 6 murid dikonfirmasi membaca nyaring pada slot sumatif ini: 6 murid × 1,5 menit = 9 menit + 3 menit perpindahan/pencatatan = 12 menit <= 12 menit alokasi. (12 menit; individual; instrumen: daftar centang kelancaran kata baru dan catatan amatan tata cara diskusi)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis terpadu membaca-menulis dan portofolio unjuk kerja lisan terencana: lembar asesmen tertulis individual (menemukan informasi cerita Ada Vampir di Rumah Ini dan karangan teks deskripsi sederhana tugas harian di rumah dengan variasi kalimat) serta lembar observasi guru atas performa lisan/unjuk kerja (identifikasi isi teks aural Kepala Suku Len, membaca nyaring kata baru, tata cara diskusi kelas, dan penceritaan kembali teks hemat listrik)
- tes tertulis dan produk tulisan serentak: 28 murid secara serentak mengerjakan lembar kerja individual selama 45 menit (5 menit penjelasan instruksi, 40 menit pengerjaan mandiri). Murid menjawab isian informasi cerita Ada Vampir di Rumah Ini (TP 3) dan menulis karangan teks deskripsi sederhana mengenai tugas harian di rumah yang memuat kalimat tunggal serta kalimat majemuk (TP 6). Guru mengawasi ketertiban kelas secara serentak; 28 lembar artefak bernama dinilai sesudah sesi dengan pedoman penskoran dan rubrik menulis. (45 menit; individual; instrumen: rubrik menulis karangan deskripsi dan lembar pedoman penskoran isian informasi)
- unjuk kerja menyimak dan berbicara lisan bergiliran: Portofolio unjuk kerja lisan terencana bergiliran untuk 2 kompetensi (menyebutkan nama tokoh dan urutan peristiwa teks aural Kepala Suku Len serta menceritakan kembali isi teks hemat listrik secara runtut). Guru memerlukan 2 menit per murid (termasuk jeda/catat). Untuk 28 murid total diperlukan 56 menit: 22 murid telah dinilai pada 4 sesi pembelajaran TP 1 dan TP 5 sebelumnya yang dijadwalkan (rotasi bertahap 5 hingga 6 murid per sesi × 2 menit = 10-12 menit saat murid lain latihan mandiri). Sisa 6 murid terakhir dikonfirmasi pada slot sumatif ini: 6 murid × 2 menit per murid = 12 menit <= 13 menit alokasi (tersedia 1 menit transisi kelas). (13 menit; individual; instrumen: lembar observasi ketercapaian teks aural dan rubrik penceritaan kembali)
- unjuk kerja membaca nyaring dan observasi diskusi: Portofolio unjuk kerja terencana untuk 2 kompetensi (kelancaran pelafalan kata baru teks tugas di rumah dan kepatuhan tata cara diskusi acung tangan/mendengarkan). Bukti diskusi (TP 4) telah tuntas diobservasi untuk 28 murid saat simulasi musyawarah pembagian tugas kelas pada sesi pembelajaran TP 4. Bukti membaca fasih (TP 2) memerlukan 1,5 menit per murid (42 menit total untuk 28 murid): 22 murid telah diobservasi pada 3 sesi pembelajaran TP 2 sebelumnya (7-8 murid per sesi × 1,5 menit = 10,5-12 menit saat murid lain membaca mandiri). Sisa 6 murid dikonfirmasi membaca nyaring pada slot sumatif ini: 6 murid × 1,5 menit = 9 menit + 3 menit perpindahan/pencatatan = 12 menit <= 12 menit alokasi. (12 menit; individual; instrumen: daftar centang kelancaran kata baru dan catatan amatan tata cara diskusi)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menemukan Informasi Teks Cetak 'Ada Vampir di Rumah Ini' (TP 3) [Acuan: (1) Sani; (2) Kak Lita; (3) Di dalam rumah/rak buku; (4) Alat elektronik/TV yang kabelnya tetap tercolok ke stopkontak; (5) Paham bahwa kabel tercolok tetap mengalirkan listrik/memboroskan listrik] | Menjawab dengan tepat 0-1 butir informasi dari 5 butir pertanyaan acuan. | Menjawab dengan tepat 2-3 butir informasi dari 5 butir pertanyaan acuan. | Menjawab dengan tepat 4 butir informasi dari 5 butir pertanyaan acuan. | Menjawab dengan tepat seluruh 5 butir informasi dari 5 butir pertanyaan acuan secara mandiri dan lengkap. | | Menulis Teks Deskripsi Sederhana dengan Rangkaian Kalimat Tunggal dan Majemuk (TP 6) [Target: Teks tugas harian di rumah memuat minimal 4 kalimat tunggal dan minimal 2 kalimat majemuk setara] | Teks hanya memuat kurang dari 3 kalimat tunggal dan belum memuat kalimat majemuk sama sekali. | Teks memuat 3-4 kalimat tunggal tetapi belum memuat kalimat majemuk, atau hanya memuat 1 kalimat majemuk yang belum lengkap. | Teks memuat minimal 4 kalimat tunggal dan minimal 1-2 kalimat majemuk setara mengenai tugas harian di rumah. | Teks memuat lebih dari 4 kalimat tunggal dan lebih dari 2 kalimat majemuk setara yang terangkai runtut dan padu secara mandiri. | | Membaca Nyaring Kata-Kata Baru dengan Fasih (TP 2) [Daftar kata target: (1) stopkontak, (2) steker, (3) elektronik, (4) sekring, (5) sakelar; Kriteria: tanpa mengeja, tanpa jeda ragu, tanpa mengulang] | Membaca dengan fasih 0-1 kata dari 5 kata target acuan (masih mengeja atau terbata-bata pada sebagian besar kata). | Membaca dengan fasih 2-3 kata dari 5 kata target acuan. | Membaca dengan fasih 4 kata dari 5 kata target acuan tanpa mengeja. | Membaca dengan fasih seluruh 5 kata target acuan secara lancar, tanpa mengeja, tanpa jeda ragu, dan tanpa mengulang. | | Menceritakan Kembali Isi Teks Hemat Listrik secara Runtut (TP 5) [Acuan alur peristiwa: Awal (mematikan lampu/alat yang tidak dipakai), Tengah (mencabut kabel/steker dari stopkontak), Akhir (manfaat tagihan hemat/keamanan rumah)] | Menceritakan kembali isi teks hanya mencakup 1 bagian alur peristiwa dan tidak berurutan. | Menceritakan kembali isi teks dengan mencakup 2 bagian alur peristiwa namun urutannya terbolak-balik. | Menceritakan kembali isi teks secara berurutan mencakup ketiga alur peristiwa (awal, tengah, dan akhir). | Menceritakan kembali isi teks secara utuh, lengkap, dan runtut (awal, tengah, dan akhir) menggunakan kalimat sendiri secara mandiri tanpa bimbingan guru. | | Mengidentifikasi Isi Teks Aural 'Kepala Suku Len' (TP 1) [Acuan: Tokoh Kepala Suku Len dan tindakannya membantu warga/membelah kayu] | Belum mampu menyebutkan nama tokoh dan tindakan tokoh dalam teks aural. | Hanya mampu menyebutkan nama tokoh tanpa dapat menyebutkan tindakannya dalam teks aural. | Menyebutkan nama tokoh dan 1 tindakan tokoh dalam teks aural secara tepat sesuai acuan. | Menyebutkan nama tokoh serta menguraikan lebih dari 1 tindakan tokoh dalam peristiwa teks aural secara tepat dan lengkap. | | Menanggapi Diskusi Sesuai Tata Cara (TP 4) [Acuan amatan: Mengacungkan tangan sebelum berbicara dan mendengarkan saat teman menyampaikan pendapat] | Belum mematuhi tata cara diskusi; berbicara memotong pembicaraan orang lain tanpa mengacungkan tangan. | Mematuhi tata cara mengacungkan tangan sesekali, namun masih perlu diingatkan guru saat menanggapi. | Mematuhi tata cara mengacungkan tangan dan mendengarkan tanggapan teman secara konsisten selama kegiatan diskusi. | Secara mandiri dan konsisten menerapkan seluruh tata cara diskusi (mengacungkan tangan, menunggu dipersilakan, dan mendengarkan aktif) di setiap kesempatan berdiskusi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 45 menit untuk pengerjaan tertulis dan 25 menit untuk rotasi konfirmasi lisan/membaca 6 murid berjalan efektif dan tertib?
- Bagaimanakah pencapaian murid secara keseluruhan pada Bab 2, dan kompetensi mana yang masih memerlukan tindak lanjut atau penguatan pada bab berikutnya?
Murid:- Bagian mana dari asesmen akhir Bab 2 ini yang berhasil saya kerjakan dengan sangat percaya diri?
- Apakah saya sudah mampu mengelola waktu dengan baik saat mengerjakan tes tertulis dan saat unjuk kerja membaca serta berbicara di depan guru?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Bab 2 (teks cerita 'Kepala Suku Len')
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Bab 2
- Kartu nama tokoh dan kartu kalimat tindakan untuk permainan kelas
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi) 2023, Bab 2 'Di Bawah Atap'
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi) 2023, Teks Cerita 'Kepala Suku Len' hlm. 27-28
- Set kartu urutan peristiwa cerita Kepala Suku Len (Kartu A, B, C, D)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Bab 2 'Di Bawah Atap'
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD
- Kartu kata dan frasa baru bertema tugas rumah dan kelistrikan (stopkontak, steker, elektronik, sistematis, merapikan, membuntuti)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas IV SD
- Lembar baca kalimat 'Estafet Kalimat Tangkas'
- Lembar observasi penilaian membaca nyaring guru
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV Bab 2 'Di Bawah Atap'
- Lembar teks paragraf cerita tugas di rumah memuat kata target: keran, membuntuti, sukulen, sistematis
- Papan tulis dan spidol kelas
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas IV: Lihat Sekitar (Edisi Revisi), Bab 2 Halaman 36-38
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas IV: Lihat Sekitar, Bab 2
- Lembar Kerja Menemukan Informasi Pokok
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Cerita 'Ada Vampir di Rumah Ini' halaman 36-38
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD Bab 2
- Lembar Detektif Bacaan dan Kartu Petunjuk Kutipan Kalimat Teks
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Bab 2: Di Bawah Atap)
- Kartu panduan simulasi tugas piket kelas dan kartu frasa pemantik pertanyaan
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD Kelas IV (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD Kelas IV (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023.
- Kartu panduan frasa masukan diskusi dan lembar kerja daftar tugas piket kelas.
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Kemendikbudristek 2023
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Bab 2 'Di Bawah Atap' halaman 37-40
- Set Kartu Alur Cerita 'Hemat Listrik' (4 kartu urutan pokok isi teks)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek 2023)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD/MI Bab 2 Halaman 37-40 (Cerita 'Ada Vampir di Rumah Ini')
- Kartu alur 3 babak teks (Awal, Tengah, Akhir) untuk panduan visual penceritaan
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Bab 2 'Di Bawah Atap'
- Papan tulis dan lembar kerja menulis siswa
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Kemendikbudristek 2021 (Bab 2 'Di Bawah Atap')
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Kemendikbudristek 2021 (Teks 'Ada Vampir di Rumah Ini', Teks Cerita 'Kepala Suku Len', dan materi tugas harian)
- Lembar Asesmen Tertulis Individual Bab 2 (Bagian A Isian Pemahaman Bacaan & Bagian B Karangan Deskripsi Kalimat Majemuk)
- Kartu Bacaan Kosakata Baru Kelistrikan untuk Uji Membaca Nyaring
- Format Lembar Observasi Ketercapaian Asesmen Unjuk Kerja Bab 2
|