Modul AjarPertemuan 7Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Makna Denotatif Kosakata Baru dari Teks 'Suka dan Tidak Suka'

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 dengan topik "Makna Denotatif Kosakata Baru dari Teks 'Suka dan Tidak Suka'". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Makna Denotatif Kosakata Baru dari Teks 'Suka dan Tidak Suka'

Bahasa Indonesia - Kelas 4

Bab 1 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Makna Denotatif Kosakata Baru dari Teks 'Suka dan Tidak Suka'

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMakna Denotatif Kosakata Baru dari Teks 'Suka dan Tidak Suka'
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan makna denotatif kosakata baru yang ditemukan dari teks 'Suka dan Tidak Suka' dengan menggunakan kalimat sendiri.
  2. Murid dapat menggunakan kosakata baru bermakna denotatif dari teks 'Suka dan Tidak Suka' dalam kalimat tulis yang sesuai konteks.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu menemukan kata yang tidak kamu mengerti saat membaca? Apa yang kamu lakukan waktu itu?
  2. Menurutmu, apa bedanya arti kata yang kita tebak sendiri dengan arti kata yang ada di kamus?
  3. Kalau kamu menemukan kata 'fobia' di sebuah cerita, kira-kira artinya apa? Bagaimana cara kamu memastikannya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan suasana kelas agar siap belajar.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: menampilkan 3 kata dari teks 'Suka dan Tidak Suka' (contoh: 'jijik', 'fobia', 'khawatir') di papan tulis, lalu meminta murid menuliskan tebakan artinya di selembar kertas kecil tanpa membuka buku. Guru mengamati respons murid untuk memahami pengetahuan awal mereka.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar menemukan dan menjelaskan makna denotatif kosakata baru, lalu menggunakannya dalam kalimat tulis.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu murid dan mendiskusikannya secara singkat bersama kelas.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan hari ini secara singkat agar murid tahu apa yang akan mereka lakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan teks 'Suka dan Tidak Suka' dengan ekspresif, sementara murid menyimak dan membaca teks di buku masing-masing.
  • Setelah membaca, murid diminta menggaris bawahi atau melingkari kata-kata yang belum mereka pahami maknanya secara mandiri (mindful reading).
  • Murid mengisi tabel kosakata sederhana di lembar kerja: kolom 'Kata Baru', 'Tebakan Arti', dan 'Arti Menurut Kamus'. Murid menuliskan minimal 4 kata baru beserta tebakan artinya terlebih dahulu.
  • Murid memeriksa tebakan mereka menggunakan KBBI cetak yang disediakan guru atau daftar kata yang disiapkan guru. Murid menuliskan arti resmi dari kamus di kolom ketiga.
  • Guru memandu diskusi kelas singkat: 'Tebakan siapa yang paling mendekati arti di kamus? Apa yang membantumu menebak dengan benar?' — menghubungkan pengalaman murid dengan konsep makna denotatif.
  • Guru menegaskan konsep: makna denotatif adalah makna kata seperti yang tertulis di kamus — makna yang sebenarnya, bukan makna kiasan atau perasaan pribadi.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid memilih 3 kata baru dari tabel kosakata yang sudah mereka buat pada tahap Memahami.
  • Untuk setiap kata, murid menulis 1 kalimat tulis yang menunjukkan makna denotatif kata tersebut secara tepat dan sesuai konteks. Kalimat harus berkaitan dengan pengalaman atau hal-hal yang nyata di kehidupan sehari-hari murid.
  • Guru berkeliling mengamati pekerjaan murid. Guru memberikan umpan balik lisan langsung kepada murid yang membutuhkan bantuan, misalnya menanyakan 'Kalimatmu sudah menunjukkan arti kata ini dengan jelas?'
  • Setelah selesai, beberapa murid (2–3 orang sukarela) membacakan kalimat mereka di depan kelas. Kelas memberikan tanggapan: apakah kalimat tersebut sudah menunjukkan makna denotatif dengan tepat?
  • Guru memberikan contoh tandingan jika diperlukan — misalnya kalimat yang menggunakan kata secara kiasan dibandingkan secara denotatif — agar murid semakin memahami perbedaannya.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengisi bagian refleksi di lembar kerja: 'Dari 3 kalimat yang kamu tulis, kalimat mana yang paling menunjukkan makna denotatif dengan tepat? Mengapa?'
  • Murid menuliskan 1 hal baru yang mereka pelajari hari ini dan 1 hal yang masih membingungkan mereka tentang makna denotatif.
  • Murid saling bertukar lembar kerja dengan teman sebangku, membaca kalimat teman, dan memberikan tanda bintang pada kalimat yang menurut mereka paling tepat menggunakan makna denotatif (penilaian sejawat sederhana).
  • Guru memandu diskusi penutup inti: 'Mengapa penting menggunakan makna yang sebenarnya saat menulis?' — menghubungkan keterampilan ini dengan kebutuhan komunikasi nyata murid.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran bersama-sama: apa itu makna denotatif dan bagaimana cara menggunakannya dalam kalimat.
  • Guru memberikan asesmen akhir singkat: murid memilih 1 kata baru dari teks dan menulis 1 kalimat baru yang belum pernah mereka tulis hari ini, dikerjakan secara mandiri di buku tulis.
  • Guru mengumpulkan lembar kerja murid (tabel kosakata dan kalimat) sebagai bukti asesmen proses.
  • Guru memberikan umpan balik umum atas kegiatan hari ini: mengapresiasi usaha murid dan menyebutkan 1–2 contoh kalimat yang berhasil dibuat murid.
  • Guru menyampaikan kaitan topik hari ini dengan kegiatan berikutnya (menulis dalam tulisan tegak bersambung) agar murid memiliki gambaran ke depan.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: guru menyediakan daftar kata pilihan yang sudah ditentukan (bukan bebas memilih) beserta definisi singkat dalam bahasa yang lebih sederhana, sehingga murid dapat langsung fokus pada pembuatan kalimat. Untuk murid yang sudah cepat memahami: guru menyediakan kata-kata tambahan dengan tingkat kesulitan lebih tinggi dari teks yang sama atau teks pendek lain.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan dapat bekerja berpasangan saat mengisi tabel kosakata dan berdiskusi dengan teman sebelum menulis kalimat secara mandiri. Murid yang cepat selesai dapat langsung melanjutkan ke tantangan membuat kalimat majemuk menggunakan dua kata baru sekaligus.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan cukup menulis 2 kalimat tulis dari 2 kata baru. Murid pada umumnya menulis 3 kalimat dari 3 kata baru. Murid yang sudah sangat berkembang menulis 4–5 kalimat dari kata-kata yang lebih menantang dan dapat menjelaskan secara lisan mengapa kalimatnya menunjukkan makna denotatif.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 3 kata dari teks 'Suka dan Tidak Suka' di papan tulis sebelum teks dibaca.
  • Murid menuliskan tebakan arti masing-masing kata di kertas kecil secara mandiri tanpa membuka buku.
  • Guru mengamati respons murid untuk mengidentifikasi: murid yang sudah mengenal kata-kata tersebut, murid yang sama sekali belum tahu, dan murid yang mengetahui sebagian. Hasil ini digunakan untuk menyesuaikan intensitas bimbingan selama kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi langsung saat murid mengisi kolom 'Tebakan Arti' dan 'Arti Menurut Kamus' pada tabel kosakata — guru mencatat murid yang kesulitan menemukan kata di KBBI.
  • Pemeriksaan kalimat tulis saat guru berkeliling: guru menilai apakah murid menggunakan kata sesuai makna denotatif dan konteks yang tepat.
  • Penilaian sejawat: murid membaca kalimat teman dan memberikan masukan, guru mengamati kualitas umpan balik yang diberikan murid satu sama lain.
  • Pertanyaan lisan guru kepada murid secara acak: 'Apa arti kata ini menurutmu? Tunjukkan di kalimatmu.'

Akhir:

  • Tugas tulis mandiri: murid memilih 1 kata baru dari teks 'Suka dan Tidak Suka' (yang belum digunakan dalam latihan sebelumnya) dan menulis 1 kalimat baru yang menunjukkan makna denotatif kata tersebut secara tepat.
  • Pengumpulan lembar kerja lengkap (tabel kosakata + 3 kalimat tulis) sebagai portofolio hasil belajar pertemuan ini.
  • Guru menilai menggunakan rubrik 4 level untuk dua aspek: (1) ketepatan penjelasan makna denotatif, dan (2) ketepatan penggunaan kosakata dalam kalimat tulis.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid mengisi tabel kosakata: apakah murid mampu mengidentifikasi kata baru dan membandingkan tebakan dengan arti di kamus.
  • Pengamatan saat murid menulis kalimat: guru berkeliling dan mencatat murid yang perlu bimbingan tambahan.
  • Penilaian sejawat sederhana: murid memberikan tanda bintang pada kalimat teman yang paling tepat menggunakan makna denotatif.
  • Diskusi kelas: guru menilai kemampuan murid menjelaskan alasan pilihan kalimat mereka secara lisan.

Sumatif:

  • Asesmen akhir tulis mandiri: murid memilih 1 kata baru dari teks dan menulis 1 kalimat baru yang tepat secara konteks dan makna denotatif — dikerjakan secara individual di buku tulis.
  • Lembar kerja tabel kosakata dan 3 kalimat tulis yang dikumpulkan sebagai bukti hasil belajar.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan Makna Denotatif Kosakata Baru (TP 4.1.7.1)Murid belum dapat menjelaskan makna kosakata baru, atau penjelasannya tidak berhubungan sama sekali dengan makna yang sebenarnya.Murid dapat menjelaskan 1–2 kosakata baru dengan makna yang sebagian mendekati makna denotatif, namun penjelasan masih bercampur dengan tafsiran pribadi atau kurang jelas.Murid dapat menjelaskan 3 kosakata baru dengan makna denotatif yang tepat sesuai kamus, menggunakan kalimatnya sendiri dengan cukup jelas.Murid dapat menjelaskan 4 atau lebih kosakata baru dengan makna denotatif yang tepat sesuai kamus, menggunakan kalimat sendiri yang jelas, runtut, dan menunjukkan pemahaman mendalam.
Menggunakan Kosakata Baru dalam Kalimat Tulis (TP 4.1.7.2)Murid belum dapat membuat kalimat, atau kalimat yang dibuat tidak menunjukkan makna denotatif kosakata baru sama sekali.Murid dapat membuat 1 kalimat yang menggunakan kosakata baru, namun penggunaan kata kurang tepat konteksnya atau maknanya menyimpang dari makna denotatif.Murid dapat membuat 2–3 kalimat yang menggunakan kosakata baru dengan makna denotatif yang tepat dan konteks yang sesuai.Murid dapat membuat 3 atau lebih kalimat yang menggunakan kosakata baru dengan makna denotatif yang tepat, konteks yang relevan dengan kehidupan nyata, dan struktur kalimat yang beragam dan komunikatif.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah dapat memahami perbedaan antara makna denotatif dan makna tebakan pribadi setelah pembelajaran ini?
  • Strategi mana yang paling efektif membantu murid menemukan makna kosakata baru — diskusi kelas, penggunaan KBBI, atau daftar kata yang disediakan?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk menyelesaikan seluruh tahapan kegiatan? Bagian mana yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
  • Murid mana yang masih memerlukan perhatian khusus dalam memahami makna denotatif, dan tindak lanjut apa yang akan saya berikan?

Refleksi Murid:

  • Kata baru apa yang paling menarik yang kamu temukan hari ini? Ceritakan artinya dengan kalimatmu sendiri.
  • Apakah kalimat yang kamu tulis sudah menunjukkan arti kata yang sebenarnya? Bagaimana kamu tahu?
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling mudah dan paling sulit bagimu? Apa yang akan kamu lakukan untuk menjadi lebih baik?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia 'Lihat Sekitar' Kelas IV SD/MI (Edisi Revisi) — teks 'Suka dan Tidak Suka'
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia 'Lihat Sekitar' Kelas IV SD/MI (Edisi Revisi)
  3. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) cetak — disediakan di kelas
  4. KBBI daring: https://kbbi.kemdikbud.go.id/ (opsional, bila tersedia perangkat)
  5. Lembar kerja tabel kosakata (dibuat guru): kolom 'Kata Baru', 'Tebakan Arti', 'Arti Menurut Kamus'
  6. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menampilkan kata-kata pemantik
  7. Kertas kecil untuk asesmen awal diagnostik

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.