Modul AjarPertemuan 4Bab 8Fase BSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Praktik Berkenalan: Menirukan Percakapan Perkenalan dengan Sahabat Baru

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 dengan topik "Praktik Berkenalan: Menirukan Percakapan Perkenalan dengan Sahabat Baru". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Praktik Berkenalan: Menirukan Percakapan Perkenalan dengan Sahabat Baru

Bahasa Indonesia - Kelas 3

Bab 8 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Praktik Berkenalan: Menirukan Percakapan Perkenalan dengan Sahabat Baru

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikPraktik Berkenalan: Menirukan Percakapan Perkenalan dengan Sahabat Baru
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan bermain peran berkenalan seperti melalui video call, murid mampu menyajikan percakapan perkenalan dengan pilihan kata yang santun, gestur yang sesuai, serta volume dan intonasi yang tepat.
  2. Melalui kegiatan menyimak percakapan perkenalan teman, murid mampu memahami isi percakapan dan menanggapi giliran berbicara sesuai tata cara diskusi dengan benar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian berkenalan dengan seseorang yang tinggal jauh dari kalian? Bagaimana caranya?
  2. Apa yang kalian sampaikan pertama kali saat berkenalan dengan orang baru, baik secara langsung maupun melalui video call?
  3. Menurutmu, apa bedanya berkenalan langsung dengan berkenalan lewat layar seperti video call?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru memeriksa kehadiran dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
  • Asesmen awal: Guru bertanya secara lisan, 'Siapa yang pernah berkenalan dengan teman baru? Apa saja yang kalian katakan?' Guru mencatat respons murid sebagai peta awal pemahaman.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana cara berkenalan lewat video call? Apa yang harus kita perhatikan agar terlihat sopan di layar?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar mempraktikkan percakapan perkenalan dengan kata santun, gestur, intonasi, dan volume yang tepat, serta menyimak percakapan teman dan menanggapinya sesuai giliran.
  • Guru memotivasi murid dengan menyampaikan bahwa kemampuan berkenalan dengan baik adalah bekal penting dalam kehidupan nyata, termasuk saat bertemu teman baru dari kota atau daerah lain.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan atau mensimulasikan contoh percakapan perkenalan melalui video call bersama satu murid yang diminta maju ke depan kelas.
  • Guru mencontohkan cara berkenalan dengan: (1) menyebut nama, (2) menanyakan asal, (3) menanyakan hobi, (4) mengakhiri percakapan dengan kalimat penutup yang sopan.
  • Guru secara eksplisit menunjukkan gestur yang sesuai (senyum, melambaikan tangan), volume suara yang jelas, dan intonasi yang ramah selama demonstrasi.
  • Murid diminta mengamati dan mencatat (atau mengingat) minimal 3 hal penting yang dilakukan dalam percakapan perkenalan tersebut.
  • Guru membuka sesi tanya jawab singkat: 'Apa yang kalian perhatikan dari cara saya berkenalan tadi? Apa yang membuat percakapan itu terasa sopan dan menyenangkan?' — mendorong murid berpikir kritis tentang unsur-unsur percakapan yang baik.
  • Guru menempelkan atau menuliskan di papan tulis 'Panduan Percakapan Perkenalan': ucapan salam → perkenalkan nama → tanya nama teman → tanya asal/hobi → ucapkan salam penutup.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi berpasangan. Setiap pasangan mendapat kartu peran: satu berperan sebagai 'Anak di Kota A' dan satu sebagai 'Anak di Kota B' yang sedang melakukan video call untuk pertama kali.
  • Setiap pasangan diberi waktu ±3 menit untuk berlatih percakapan perkenalan secara berpasangan berdasarkan panduan yang telah ditempel di papan tulis.
  • Guru berkeliling memantau, memberi umpan balik singkat tentang volume suara, intonasi, gestur, dan pilihan kata. Guru mencatat observasi untuk asesmen proses.
  • Setelah latihan, beberapa pasangan (3–4 pasang) diminta tampil di depan kelas mempraktikkan percakapan perkenalan melalui simulasi video call. Pasangan lain bertindak sebagai 'penonton yang menyimak'.
  • Murid yang menonton diberi tugas menyimak: mereka harus siap menjawab pertanyaan tentang isi percakapan (nama, asal, dan hobi teman yang berkenalan).
  • Setelah setiap pasangan tampil, guru mempersilakan 1–2 murid penonton untuk menyebutkan kembali informasi yang mereka simak dan memberikan tanggapan positif kepada pasangan yang tampil, dengan menggunakan giliran berbicara yang tertib.
  • Guru mengingatkan tata cara menanggapi: angkat tangan sebelum berbicara, tidak memotong pembicaraan teman, gunakan kalimat santun saat memberi tanggapan.

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar atau kembali ke posisi duduk semula dan bersama-sama merenungkan pengalaman belajar hari ini.
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan: 'Bagian mana dari percakapan perkenalan yang terasa paling mudah? Bagian mana yang masih perlu dilatih?'
  • Murid secara bergantian (dengan giliran berbicara tertib) menyampaikan satu hal yang mereka pelajari dan satu hal yang ingin mereka perbaiki.
  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh: menyebutkan hal-hal positif yang sudah dilakukan murid hari ini dan memberikan catatan perbaikan secara konstruktif.
  • Murid mengisi lembar refleksi diri singkat (bisa lisan atau tertulis): 'Saya sudah bisa... / Saya masih perlu berlatih...' sebagai bentuk asesmen diri (assessment as learning).

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat simpulan pembelajaran: percakapan perkenalan yang baik menggunakan kata santun, gestur yang tepat, volume jelas, dan intonasi ramah.
  • Guru menyampaikan asesmen akhir lisan: meminta 2–3 murid secara acak untuk menyebutkan kembali langkah-langkah percakapan perkenalan yang baik.
  • Guru mengingatkan pesan penggunaan internet yang aman: berkenalan melalui internet harus ditemani orang tua atau orang dewasa terpercaya, tidak membagikan informasi pribadi, dan tetap bersikap sopan.
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi aktif mereka.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya secara singkat.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum percaya diri atau belum lancar berbicara dapat menggunakan kartu panduan percakapan (berisi daftar kalimat perkenalan) sebagai scaffolding selama praktik bermain peran.
  • Proses: Murid yang sudah cepat menguasai percakapan dasar didorong untuk mengembangkan percakapan lebih lanjut, misalnya menanyakan makanan favorit atau cita-cita, serta memberi tanggapan yang lebih detail saat menyimak. Untuk kelas besar, murid bisa berbaris berhadapan dan melakukan simulasi perkenalan bergantian secara bergilir.
  • Produk: Murid yang sudah sangat berkembang dapat diminta menjadi 'model demonstrasi' di depan kelas atau membantu teman yang belum percaya diri dengan berlatih bersama.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di awal pendahuluan: guru bertanya 'Siapa yang pernah berkenalan dengan teman baru? Apa saja yang kalian katakan?' untuk memetakan pengalaman dan pengetahuan awal murid tentang percakapan perkenalan.
  • Guru mengamati respons murid dan mencatat siapa yang sudah memiliki bekal pengetahuan dan siapa yang membutuhkan scaffolding lebih banyak.

Proses:

  • Observasi guru saat murid berlatih berpasangan menggunakan lembar observasi dengan indikator: pilihan kata santun, gestur sesuai, volume jelas, dan intonasi tepat.
  • Guru mencatat umpan balik individual selama berkeliling memantau latihan berpasangan.
  • Penilaian kemampuan menyimak: guru mengamati apakah murid mampu menyebutkan kembali informasi dari percakapan yang disimak (nama, asal, hobi) dan menanggapi sesuai giliran.

Akhir:

  • Unjuk kerja bermain peran di depan kelas dinilai menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) pada aspek pilihan kata, gestur, volume/intonasi, dan kemampuan menyimak.
  • Pertanyaan lisan penutup: guru meminta 2–3 murid secara acak menyebutkan kembali langkah-langkah dan unsur percakapan perkenalan yang baik sebagai konfirmasi pemahaman.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid berlatih berpasangan: guru memantau penggunaan kata santun, gestur, volume, dan intonasi menggunakan lembar observasi.
  • Penilaian sejawat (peer assessment) lisan: murid penonton diminta menanggapi percakapan pasangan yang tampil dengan menyebutkan kembali isi percakapan.
  • Lembar refleksi diri murid di akhir tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Penilaian unjuk kerja bermain peran: setiap pasangan dinilai menggunakan rubrik 4 level pada aspek pilihan kata, gestur, volume, dan intonasi saat tampil di depan kelas.
  • Penilaian menyimak lisan: kemampuan murid menceritakan kembali isi percakapan yang disimak dan menanggapi giliran berbicara dengan tertib.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pilihan Kata dan KesantunanMurid belum menggunakan kalimat perkenalan yang lengkap dan belum menunjukkan kesantunan dalam berbicara.Murid menggunakan beberapa kalimat perkenalan dengan sesekali menunjukkan kesantunan, namun masih perlu banyak dorongan.Murid menggunakan kalimat perkenalan yang lengkap dengan pilihan kata yang santun hampir di sepanjang percakapan.Murid menggunakan kalimat perkenalan yang lengkap, pilihan kata yang santun dan variatif, serta mampu mengembangkan percakapan secara alami dan menyenangkan.
Gestur dan Sikap TubuhMurid belum menunjukkan gestur yang sesuai; terlihat kaku atau tidak memperhatikan ekspresi saat berkenalan.Murid menunjukkan gestur yang sesuai (senyum atau melambaikan tangan) di beberapa bagian percakapan dengan dorongan guru.Murid menunjukkan gestur yang sesuai secara konsisten selama percakapan berlangsung.Murid menunjukkan gestur yang sesuai, ekspresif, dan natural yang membuat percakapan terasa hangat dan ramah selama keseluruhan interaksi.
Volume dan IntonasiSuara murid terlalu pelan atau monoton sehingga sulit dipahami pendengar.Volume suara cukup terdengar namun intonasi masih datar dan kurang ekspresif di sebagian besar percakapan.Volume suara jelas dan intonasi cukup ekspresif sehingga percakapan mudah dipahami pendengar.Volume suara jelas, intonasi ekspresif dan sesuai konteks, serta tempo berbicara yang tepat sehingga percakapan terasa hidup dan mudah diikuti.
Menyimak dan Menanggapi Giliran BerbicaraMurid belum mampu menyebutkan kembali isi percakapan yang disimak dan belum mengikuti tata cara giliran berbicara.Murid mampu menyebutkan 1 informasi dari percakapan yang disimak dan sesekali mengikuti giliran berbicara dengan bantuan guru.Murid mampu menyebutkan kembali sebagian besar isi percakapan yang disimak dan menanggapi sesuai giliran berbicara dengan cukup tertib.Murid mampu menceritakan kembali isi percakapan secara lengkap (nama, asal, hobi), memberikan tanggapan yang relevan, dan sepenuhnya mengikuti tata cara giliran berbicara dengan tertib.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang cukup untuk mempraktikkan percakapan perkenalan hari ini?
  • Apakah instruksi dan contoh yang saya berikan sudah cukup jelas sehingga murid dapat melakukan simulasi dengan mandiri?
  • Murid mana yang perlu mendapat perhatian dan pendampingan lebih lanjut pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau kebutuhan murid yang lambat maupun yang cepat?

Refleksi Murid:

  • Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang cara berkenalan dengan teman baru?
  • Bagian mana dari percakapan perkenalan yang sudah kamu kuasai dengan baik?
  • Apa yang masih ingin kamu perbaiki agar percakapan perkenalanmu semakin baik ke depannya?
  • Bagaimana perasaanmu saat mempraktikkan berkenalan di depan teman-teman hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia 'Kawan Seiring' untuk SD/MI Kelas III (Anna Farida K. & Helva Nurhidayah, Kemdikbudristek 2022)
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia 'Kawan Seiring' untuk SD/MI Kelas III
  3. Kartu peran percakapan (disiapkan guru: 'Anak di Kota A' dan 'Anak di Kota B')
  4. Papan tulis atau media tempel untuk 'Panduan Percakapan Perkenalan'
  5. Lembar observasi guru untuk penilaian unjuk kerja
  6. Lembar refleksi diri murid
  7. Gawai atau laptop (opsional, untuk simulasi tampilan video call jika tersedia)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.