MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 3 (Fase B) Topik: Praktik Berkenalan: Menirukan Percakapan Perkenalan dengan Sahabat Baru INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Praktik Berkenalan: Menirukan Percakapan Perkenalan dengan Sahabat Baru |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Melalui kegiatan bermain peran berkenalan seperti melalui video call, murid mampu menyajikan percakapan perkenalan dengan pilihan kata yang santun, gestur yang sesuai, serta volume dan intonasi yang tepat.
- Melalui kegiatan menyimak percakapan perkenalan teman, murid mampu memahami isi percakapan dan menanggapi giliran berbicara sesuai tata cara diskusi dengan benar.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian berkenalan dengan seseorang yang tinggal jauh dari kalian? Bagaimana caranya?
- Apa yang kalian sampaikan pertama kali saat berkenalan dengan orang baru, baik secara langsung maupun melalui video call?
- Menurutmu, apa bedanya berkenalan langsung dengan berkenalan lewat layar seperti video call?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
- Guru memeriksa kehadiran dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
- Asesmen awal: Guru bertanya secara lisan, 'Siapa yang pernah berkenalan dengan teman baru? Apa saja yang kalian katakan?' Guru mencatat respons murid sebagai peta awal pemahaman.
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana cara berkenalan lewat video call? Apa yang harus kita perhatikan agar terlihat sopan di layar?'
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar mempraktikkan percakapan perkenalan dengan kata santun, gestur, intonasi, dan volume yang tepat, serta menyimak percakapan teman dan menanggapinya sesuai giliran.
- Guru memotivasi murid dengan menyampaikan bahwa kemampuan berkenalan dengan baik adalah bekal penting dalam kehidupan nyata, termasuk saat bertemu teman baru dari kota atau daerah lain.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperlihatkan atau mensimulasikan contoh percakapan perkenalan melalui video call bersama satu murid yang diminta maju ke depan kelas.
- Guru mencontohkan cara berkenalan dengan: (1) menyebut nama, (2) menanyakan asal, (3) menanyakan hobi, (4) mengakhiri percakapan dengan kalimat penutup yang sopan.
- Guru secara eksplisit menunjukkan gestur yang sesuai (senyum, melambaikan tangan), volume suara yang jelas, dan intonasi yang ramah selama demonstrasi.
- Murid diminta mengamati dan mencatat (atau mengingat) minimal 3 hal penting yang dilakukan dalam percakapan perkenalan tersebut.
- Guru membuka sesi tanya jawab singkat: 'Apa yang kalian perhatikan dari cara saya berkenalan tadi? Apa yang membuat percakapan itu terasa sopan dan menyenangkan?' — mendorong murid berpikir kritis tentang unsur-unsur percakapan yang baik.
- Guru menempelkan atau menuliskan di papan tulis 'Panduan Percakapan Perkenalan': ucapan salam → perkenalkan nama → tanya nama teman → tanya asal/hobi → ucapkan salam penutup.
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi berpasangan. Setiap pasangan mendapat kartu peran: satu berperan sebagai 'Anak di Kota A' dan satu sebagai 'Anak di Kota B' yang sedang melakukan video call untuk pertama kali.
- Setiap pasangan diberi waktu ±3 menit untuk berlatih percakapan perkenalan secara berpasangan berdasarkan panduan yang telah ditempel di papan tulis.
- Guru berkeliling memantau, memberi umpan balik singkat tentang volume suara, intonasi, gestur, dan pilihan kata. Guru mencatat observasi untuk asesmen proses.
- Setelah latihan, beberapa pasangan (3–4 pasang) diminta tampil di depan kelas mempraktikkan percakapan perkenalan melalui simulasi video call. Pasangan lain bertindak sebagai 'penonton yang menyimak'.
- Murid yang menonton diberi tugas menyimak: mereka harus siap menjawab pertanyaan tentang isi percakapan (nama, asal, dan hobi teman yang berkenalan).
- Setelah setiap pasangan tampil, guru mempersilakan 1–2 murid penonton untuk menyebutkan kembali informasi yang mereka simak dan memberikan tanggapan positif kepada pasangan yang tampil, dengan menggunakan giliran berbicara yang tertib.
- Guru mengingatkan tata cara menanggapi: angkat tangan sebelum berbicara, tidak memotong pembicaraan teman, gunakan kalimat santun saat memberi tanggapan.
Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):- Guru mengajak murid duduk melingkar atau kembali ke posisi duduk semula dan bersama-sama merenungkan pengalaman belajar hari ini.
- Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan: 'Bagian mana dari percakapan perkenalan yang terasa paling mudah? Bagian mana yang masih perlu dilatih?'
- Murid secara bergantian (dengan giliran berbicara tertib) menyampaikan satu hal yang mereka pelajari dan satu hal yang ingin mereka perbaiki.
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh: menyebutkan hal-hal positif yang sudah dilakukan murid hari ini dan memberikan catatan perbaikan secara konstruktif.
- Murid mengisi lembar refleksi diri singkat (bisa lisan atau tertulis): 'Saya sudah bisa... / Saya masih perlu berlatih...' sebagai bentuk asesmen diri (assessment as learning).
Penutup:- Guru bersama murid membuat simpulan pembelajaran: percakapan perkenalan yang baik menggunakan kata santun, gestur yang tepat, volume jelas, dan intonasi ramah.
- Guru menyampaikan asesmen akhir lisan: meminta 2–3 murid secara acak untuk menyebutkan kembali langkah-langkah percakapan perkenalan yang baik.
- Guru mengingatkan pesan penggunaan internet yang aman: berkenalan melalui internet harus ditemani orang tua atau orang dewasa terpercaya, tidak membagikan informasi pribadi, dan tetap bersikap sopan.
- Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi aktif mereka.
- Guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya secara singkat.
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang belum percaya diri atau belum lancar berbicara dapat menggunakan kartu panduan percakapan (berisi daftar kalimat perkenalan) sebagai scaffolding selama praktik bermain peran.
- Proses: Murid yang sudah cepat menguasai percakapan dasar didorong untuk mengembangkan percakapan lebih lanjut, misalnya menanyakan makanan favorit atau cita-cita, serta memberi tanggapan yang lebih detail saat menyimak. Untuk kelas besar, murid bisa berbaris berhadapan dan melakukan simulasi perkenalan bergantian secara bergilir.
- Produk: Murid yang sudah sangat berkembang dapat diminta menjadi 'model demonstrasi' di depan kelas atau membantu teman yang belum percaya diri dengan berlatih bersama.
ASESMENAwal:- Tanya jawab lisan di awal pendahuluan: guru bertanya 'Siapa yang pernah berkenalan dengan teman baru? Apa saja yang kalian katakan?' untuk memetakan pengalaman dan pengetahuan awal murid tentang percakapan perkenalan.
- Guru mengamati respons murid dan mencatat siapa yang sudah memiliki bekal pengetahuan dan siapa yang membutuhkan scaffolding lebih banyak.
Proses:- Observasi guru saat murid berlatih berpasangan menggunakan lembar observasi dengan indikator: pilihan kata santun, gestur sesuai, volume jelas, dan intonasi tepat.
- Guru mencatat umpan balik individual selama berkeliling memantau latihan berpasangan.
- Penilaian kemampuan menyimak: guru mengamati apakah murid mampu menyebutkan kembali informasi dari percakapan yang disimak (nama, asal, hobi) dan menanggapi sesuai giliran.
Akhir:- Unjuk kerja bermain peran di depan kelas dinilai menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) pada aspek pilihan kata, gestur, volume/intonasi, dan kemampuan menyimak.
- Pertanyaan lisan penutup: guru meminta 2–3 murid secara acak menyebutkan kembali langkah-langkah dan unsur percakapan perkenalan yang baik sebagai konfirmasi pemahaman.
Formatif:- Observasi guru saat murid berlatih berpasangan: guru memantau penggunaan kata santun, gestur, volume, dan intonasi menggunakan lembar observasi.
- Penilaian sejawat (peer assessment) lisan: murid penonton diminta menanggapi percakapan pasangan yang tampil dengan menyebutkan kembali isi percakapan.
- Lembar refleksi diri murid di akhir tahap Merefleksi.
Sumatif:- Penilaian unjuk kerja bermain peran: setiap pasangan dinilai menggunakan rubrik 4 level pada aspek pilihan kata, gestur, volume, dan intonasi saat tampil di depan kelas.
- Penilaian menyimak lisan: kemampuan murid menceritakan kembali isi percakapan yang disimak dan menanggapi giliran berbicara dengan tertib.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pilihan Kata dan Kesantunan | Murid belum menggunakan kalimat perkenalan yang lengkap dan belum menunjukkan kesantunan dalam berbicara. | Murid menggunakan beberapa kalimat perkenalan dengan sesekali menunjukkan kesantunan, namun masih perlu banyak dorongan. | Murid menggunakan kalimat perkenalan yang lengkap dengan pilihan kata yang santun hampir di sepanjang percakapan. | Murid menggunakan kalimat perkenalan yang lengkap, pilihan kata yang santun dan variatif, serta mampu mengembangkan percakapan secara alami dan menyenangkan. | | Gestur dan Sikap Tubuh | Murid belum menunjukkan gestur yang sesuai; terlihat kaku atau tidak memperhatikan ekspresi saat berkenalan. | Murid menunjukkan gestur yang sesuai (senyum atau melambaikan tangan) di beberapa bagian percakapan dengan dorongan guru. | Murid menunjukkan gestur yang sesuai secara konsisten selama percakapan berlangsung. | Murid menunjukkan gestur yang sesuai, ekspresif, dan natural yang membuat percakapan terasa hangat dan ramah selama keseluruhan interaksi. | | Volume dan Intonasi | Suara murid terlalu pelan atau monoton sehingga sulit dipahami pendengar. | Volume suara cukup terdengar namun intonasi masih datar dan kurang ekspresif di sebagian besar percakapan. | Volume suara jelas dan intonasi cukup ekspresif sehingga percakapan mudah dipahami pendengar. | Volume suara jelas, intonasi ekspresif dan sesuai konteks, serta tempo berbicara yang tepat sehingga percakapan terasa hidup dan mudah diikuti. | | Menyimak dan Menanggapi Giliran Berbicara | Murid belum mampu menyebutkan kembali isi percakapan yang disimak dan belum mengikuti tata cara giliran berbicara. | Murid mampu menyebutkan 1 informasi dari percakapan yang disimak dan sesekali mengikuti giliran berbicara dengan bantuan guru. | Murid mampu menyebutkan kembali sebagian besar isi percakapan yang disimak dan menanggapi sesuai giliran berbicara dengan cukup tertib. | Murid mampu menceritakan kembali isi percakapan secara lengkap (nama, asal, hobi), memberikan tanggapan yang relevan, dan sepenuhnya mengikuti tata cara giliran berbicara dengan tertib. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid mendapat kesempatan yang cukup untuk mempraktikkan percakapan perkenalan hari ini?
- Apakah instruksi dan contoh yang saya berikan sudah cukup jelas sehingga murid dapat melakukan simulasi dengan mandiri?
- Murid mana yang perlu mendapat perhatian dan pendampingan lebih lanjut pada pertemuan berikutnya?
- Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau kebutuhan murid yang lambat maupun yang cepat?
Refleksi Murid:- Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang cara berkenalan dengan teman baru?
- Bagian mana dari percakapan perkenalan yang sudah kamu kuasai dengan baik?
- Apa yang masih ingin kamu perbaiki agar percakapan perkenalanmu semakin baik ke depannya?
- Bagaimana perasaanmu saat mempraktikkan berkenalan di depan teman-teman hari ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Bahasa Indonesia 'Kawan Seiring' untuk SD/MI Kelas III (Anna Farida K. & Helva Nurhidayah, Kemdikbudristek 2022)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia 'Kawan Seiring' untuk SD/MI Kelas III
- Kartu peran percakapan (disiapkan guru: 'Anak di Kota A' dan 'Anak di Kota B')
- Papan tulis atau media tempel untuk 'Panduan Percakapan Perkenalan'
- Lembar observasi guru untuk penilaian unjuk kerja
- Lembar refleksi diri murid
- Gawai atau laptop (opsional, untuk simulasi tampilan video call jika tersedia)
|