Modul AjarPertemuan 8Bab 7Fase BSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Menyimak Cerita 'Hewan Apa Itu?' dan Menebak Nama Hewan Berdasarkan Ciri-cirinya

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 dengan topik "Menyimak Cerita 'Hewan Apa Itu?' dan Menebak Nama Hewan Berdasarkan Ciri-cirinya". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Menyimak Cerita 'Hewan Apa Itu?' dan Menebak Nama Hewan Berdasarkan Ciri-cirinya

Bahasa Indonesia - Kelas 3

Bab 7 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Menyimak Cerita 'Hewan Apa Itu?' dan Menebak Nama Hewan Berdasarkan Ciri-cirinya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMenyimak Cerita 'Hewan Apa Itu?' dan Menebak Nama Hewan Berdasarkan Ciri-cirinya
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan menyimak cerita 'Hewan Apa Itu?' yang dibacakan guru, murid dapat memahami ide pokok teks aural tentang ciri-ciri hewan dengan benar.
  2. Melalui kegiatan menyimak, murid dapat menyebutkan nama hewan berdasarkan ciri-ciri yang disampaikan secara lisan dengan tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian memelihara hewan di rumah? Hewan apa, dan apa ciri khasnya?
  2. Bagaimana caranya kita mengenali seekor hewan hanya dari ciri-cirinya, tanpa melihat wujudnya langsung?
  3. Jika seseorang menyebutkan ciri 'berbulu, bersuara cit-cuit, dan suka terbang', kira-kira hewan apakah itu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru melakukan presensi dan memastikan murid siap belajar.
  • Asesmen awal diagnostik: Guru menampilkan 3–4 gambar hewan (misalnya kucing, burung, kelinci, ikan) dan bertanya secara lisan, 'Hewan apa ini? Apa ciri-cirinya?' Murid menjawab secara spontan; guru mencatat respons untuk memetakan pengetahuan awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid: 'Kalau ada teman yang bilang hewannya suka memanjat pohon, berbulu lebat, dan bersuara meong — hewan apa itu?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan menyimak cerita tentang hewan dan mencoba menebak nama hewan berdasarkan ciri-cirinya.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat agar murid memahami apa yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid duduk nyaman dan menyiapkan tabel 'Hewan Apakah Itu?' di buku siswa (halaman yang memuat kolom Binatang Pertama, Binatang Kedua, dst.).
  • Guru mengingatkan murid tentang cara menyimak yang baik: duduk tegak, mata fokus ke depan, tidak berbicara, dan pikiran siap menerima informasi. (Berkesadaran)
  • Guru membacakan cerita 'Hewan Apa Itu?' dengan suara jelas, intonasi menarik, dan tempo yang sesuai agar murid dapat mengikuti isi cerita. Cerita berisi deskripsi ciri-ciri beberapa hewan tanpa menyebutkan namanya secara langsung.
  • Saat membacakan setiap deskripsi hewan, guru memberikan jeda singkat agar murid dapat berpikir dan mencatat di tabel. (Berkesadaran)
  • Setelah cerita selesai dibacakan, guru mengajukan pertanyaan lisan untuk mengecek pemahaman ide pokok: 'Ciri apa saja yang disebutkan untuk hewan pertama? Apa warna tubuhnya? Bagaimana suaranya? Di mana ia biasa hidup?' (Bermakna)
  • Guru memandu diskusi kelas singkat: murid berbagi jawaban dan guru meluruskan pemahaman yang kurang tepat, sambil menghubungkan ciri hewan dalam cerita dengan pengalaman nyata murid.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid bermain 'Tebak Hewan' dalam kelompok kecil (4–5 orang). (Menggembirakan)
  • Setiap kelompok mendapat kartu berisi deskripsi ciri-ciri hewan (dibuat guru sebelumnya). Satu murid membacakan ciri-ciri dari kartu secara lisan, murid lain dalam kelompok menebak nama hewannya.
  • Setelah satu putaran, peran pembaca kartu digilir sehingga setiap anggota kelompok mendapat kesempatan membacakan dan menebak. (Bermakna — melatih keterampilan menyimak dalam konteks nyata)
  • Guru berkeliling memantau setiap kelompok, mendengarkan respons murid, dan memberikan umpan balik lisan secara langsung.
  • Guru mencatat observasi proses: murid mana yang dapat menyebutkan nama hewan dengan tepat berdasarkan ciri yang disampaikan, sesuai instrumen penilaian Tabel 7.4 dari buku guru.
  • Guru memimpin konfirmasi jawaban bersama seluruh kelas: 'Kelompok mana yang berhasil menebak semua hewan? Ciri apa yang paling membantu kalian?'

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid kembali ke tempat duduk masing-masing dan memberi waktu tenang sejenak untuk berpikir. (Berkesadaran)
  • Murid diminta melengkapi kalimat refleksi sederhana secara tertulis di buku tulis: 'Hewan yang berhasil aku tebak adalah... karena ciri yang membantuku adalah....' dan 'Saat menyimak, hal yang perlu aku perbaiki adalah....'
  • Beberapa murid secara sukarela membacakan hasil refleksinya di depan kelas. Guru merespons dengan positif dan mendorong murid lain untuk menanggapi. (Menggembirakan)
  • Guru memfasilitasi murid mengevaluasi strategi menyimak mereka: 'Apa yang kamu lakukan agar bisa menangkap ciri-ciri hewan dengan baik? Apakah mencatat membantu? Apakah mendengarkan dengan fokus membantu?'
  • Guru merangkum bersama murid: ide pokok apa saja yang berhasil dipahami dari cerita, dan hewan apa saja yang berhasil diidentifikasi.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat simpulan pembelajaran: 'Hari ini kita belajar bahwa dengan menyimak ciri-ciri hewan secara saksama, kita bisa mengenali nama hewannya.'
  • Guru melakukan asesmen akhir lisan: menyebutkan 2–3 ciri hewan secara spontan dan meminta 2–3 murid menjawab nama hewannya.
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi aktif mereka hari ini.
  • Guru menyampaikan pesan agar murid terus mengamati hewan di sekitar rumah dan mencatat ciri-cirinya sebagai latihan di rumah.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih, guru menyediakan kartu bergambar hewan yang dilengkapi ciri-ciri tertulis sebagai petunjuk visual saat kegiatan tebak hewan. Untuk murid yang sudah cepat memahami, diberikan kartu dengan deskripsi ciri-ciri yang lebih panjang dan rinci tanpa bantuan gambar.
  • Proses: Saat kegiatan menyimak, murid yang memerlukan dukungan boleh meminta guru membacakan ulang bagian tertentu atau mendapat teman duduk yang dapat membantu mencatat. Murid yang cepat dapat diminta mendeskripsikan satu hewan pilihannya sendiri kepada kelompok tanpa menggunakan kartu.
  • Produk: Murid yang memerlukan dukungan cukup menuliskan nama hewan di tabel dengan bantuan kata kunci ciri-ciri. Murid yang sudah berkembang dapat menuliskan minimal tiga kalimat deskripsi ciri hewan yang berhasil mereka tebak sebagai tantangan tambahan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 3–4 gambar hewan dan bertanya secara lisan: 'Hewan apa ini? Sebutkan satu ciri yang kamu ketahui dari hewan ini!' Jawaban murid dicatat guru sebagai peta pengetahuan awal untuk menyesuaikan kedalaman pembacaan cerita.

Proses:

  • Observasi langsung saat murid mengisi tabel 'Hewan Apakah Itu?' selama kegiatan menyimak: guru memperhatikan apakah murid menangkap ciri-ciri yang disebutkan dalam cerita.
  • Observasi saat kegiatan tebak hewan kelompok: guru menggunakan checklist sederhana (nama murid) untuk mencatat siapa yang dapat menyebutkan nama hewan dengan tepat berdasarkan ciri lisan.
  • Pemberian umpan balik lisan segera kepada murid atau kelompok yang memberikan jawaban kurang tepat, tanpa menghakimi, untuk mendorong perbaikan.

Akhir:

  • Guru menyebutkan 2–3 ciri hewan secara lisan di depan kelas dan menunjuk beberapa murid secara acak untuk menjawab nama hewannya — menilai kemampuan menyebutkan nama hewan berdasarkan ciri secara individu.
  • Guru menilai tabel 'Hewan Apakah Itu?' yang telah diisi murid menggunakan skala 1–4 sesuai Tabel 7.4 Buku Guru: 1 = belum bisa menyebutkan hewan berdasarkan cirinya, 2 = bisa menyebutkan 1–2 hewan, 3 = bisa menyebutkan 3 hewan, 4 = bisa menebak semua hewan berdasarkan cirinya.

Formatif:

  • Observasi lisan saat murid menjawab pertanyaan tentang ide pokok cerita setelah guru membacakan teks aural.
  • Observasi proses saat kegiatan tebak hewan berkelompok: guru mencatat kemampuan murid menyebutkan nama hewan berdasarkan ciri-ciri yang disampaikan secara lisan.
  • Pengecekan tabel 'Hewan Apakah Itu?' yang diisi murid selama kegiatan menyimak.

Sumatif:

  • Asesmen lisan di akhir pembelajaran: guru menyebutkan 2–3 ciri hewan secara lisan dan murid menjawab nama hewannya secara individu.
  • Penilaian berdasarkan instrumen Tabel 7.4 Buku Guru: skala 1–4 berdasarkan jumlah hewan yang berhasil disebutkan murid berdasarkan cirinya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Memahami ide pokok teks aural tentang ciri-ciri hewanMurid tidak dapat menyebutkan ide pokok atau ciri-ciri hewan dari cerita yang dibacakan meskipun sudah dibantu guru.Murid dapat menyebutkan 1 ciri hewan dari cerita yang dibacakan dengan bantuan pertanyaan pancingan dari guru.Murid dapat menyebutkan 2–3 ciri hewan dari cerita yang dibacakan secara mandiri.Murid dapat menyebutkan ciri-ciri hewan secara lengkap dan runtut dari cerita yang dibacakan, serta mampu menjelaskan mengapa ciri tersebut menjadi penanda hewan tertentu.
Menyebutkan nama hewan berdasarkan ciri-ciri yang disampaikan secara lisanMurid belum dapat menyebutkan nama hewan berdasarkan ciri-ciri yang disampaikan secara lisan.Murid dapat menyebutkan nama 1–2 hewan berdasarkan ciri-ciri yang disampaikan secara lisan.Murid dapat menyebutkan nama 3 hewan berdasarkan ciri-ciri yang disampaikan secara lisan dengan tepat.Murid dapat menyebutkan nama semua hewan berdasarkan ciri-ciri yang disampaikan secara lisan dengan tepat dan cepat, serta mampu menjelaskan alasan pilihannya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah cara saya membacakan cerita sudah cukup jelas dan menarik sehingga murid dapat menangkap ciri-ciri hewan dengan baik?
  • Murid mana yang belum mencapai tujuan pembelajaran, dan dukungan apa yang perlu saya berikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah kegiatan tebak hewan berkelompok berjalan efektif dan menyenangkan? Apa yang perlu diperbaiki dari sisi pengelolaan kelompok?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?

Refleksi Murid:

  • Hewan apa saja yang berhasil aku tebak hari ini? Ciri apa yang paling membantu aku menebaknya?
  • Saat menyimak cerita, apakah aku sudah berkonsentrasi penuh? Apa yang membuat aku sulit fokus?
  • Apa yang ingin aku ketahui lebih lanjut tentang hewan-hewan yang tadi disebutkan dalam cerita?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia 'Kawan Seiring' untuk SD/MI Kelas III (Penulis: Anna Farida K. & Helva Nurhidayah, ISBN: 978-602-244-631-6), halaman 169–171
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia 'Kawan Seiring' untuk SD/MI Kelas III, Bab 7 'Aku dan si Merah', halaman 209–211
  3. Teks cerita 'Hewan Apa Itu?' yang dibacakan guru (tersedia di Buku Siswa)
  4. Kartu deskripsi ciri-ciri hewan (dibuat guru sebelum pembelajaran untuk kegiatan tebak hewan berkelompok)
  5. Gambar-gambar hewan untuk asesmen awal (dapat dicetak atau ditampilkan melalui proyektor/papan tulis)
  6. Tabel 'Hewan Apakah Itu?' di Buku Siswa halaman 169
  7. Perpustakaan digital Badan Bahasa Kemdikbud: http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa (referensi bacaan tambahan tentang hewan)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.