Modul AjarPertemuan 10Bab 7Fase BSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Menulis Surat tentang Pengalaman Menanam dan Merawat Tanaman

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 dengan topik "Menulis Surat tentang Pengalaman Menanam dan Merawat Tanaman". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Menulis Surat tentang Pengalaman Menanam dan Merawat Tanaman

Bahasa Indonesia - Kelas 3

Bab 7 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Menulis Surat tentang Pengalaman Menanam dan Merawat Tanaman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMenulis Surat tentang Pengalaman Menanam dan Merawat Tanaman
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan menulis surat pribadi, murid dapat menuliskan pengalaman menanam dan merawat tanaman dengan struktur narasi sederhana untuk konteks dan tujuan yang jelas.
  2. Melalui kegiatan menulis surat, murid dapat menggunakan kosakata baru bermakna denotatif terkait tumbuhan dalam rangkaian kalimat yang beragam dengan benar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu menanam tanaman sendiri di rumah? Apa yang kamu rasakan saat merawatnya setiap hari?
  2. Jika kamu ingin bercerita tentang tanamanmu kepada teman atau nenek/kakekmu, cara apa yang akan kamu pilih?
  3. Kata-kata apa yang kamu kenal tentang tanaman — misalnya bagian-bagiannya, cara merawatnya, atau apa yang dibutuhkan tanaman agar tumbuh subur?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa bersama (2 menit).
  • Guru mengajak murid melakukan ice breaker singkat: menyebutkan satu kata yang berhubungan dengan tanaman secara bergantian dengan cepat (misalnya: akar, daun, benih, siram) untuk membangun semangat belajar (3 menit).
  • Asesmen awal — guru menampilkan dua gambar tanaman (satu tanaman sehat dan satu layu) lalu bertanya: 'Kira-kira tanaman mana yang dirawat dengan baik? Bagaimana kamu tahu?' Guru mencatat respons lisan murid sebagai gambaran pengetahuan awal (5 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi ruang murid untuk menjawab secara sukarela (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan belajar menulis surat kepada orang yang kita sayangi, menceritakan pengalaman menanam dan merawat tanaman kita.' (2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan satu contoh surat pribadi sederhana (bisa ditempel di papan tulis atau dibagikan sebagai lembar baca) yang berisi cerita pengalaman menanam tomat. Murid membaca bersama-sama dengan suara pelan (nyaring tapi lembut) selama 3 menit.
  • Guru mengajak murid mengamati bagian-bagian surat: pembuka (salam), isi (cerita pengalaman), dan penutup (salam penutup dan nama pengirim). Guru menunjuk setiap bagian sambil bertanya: 'Ini bagian apa? Apa isinya?' (5 menit).
  • Guru dan murid bersama-sama mengidentifikasi kosakata terkait tumbuhan yang muncul dalam surat contoh, misalnya: benih, menyiram, pupuk, tumbuh, akar, subur. Kosakata dituliskan di papan tulis beserta maknanya dalam bahasa sederhana (5 menit).
  • Guru mengingatkan murid untuk mengingat pengalaman menanam mereka sendiri di rumah (dari kegiatan Petani Cilik sebelumnya). Guru meminta murid menutup mata sejenak dan membayangkan proses menanam mereka — dari menanam benih hingga merawatnya selama dua minggu (teknik visualisasi berkesadaran, 2 menit).
  • Murid membuka mata dan secara berpasangan menceritakan pengalaman menanam mereka kepada teman sebangku dalam 1–2 kalimat lisan. Ini membantu mereka menyiapkan ide sebelum menulis (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kerja berisi kerangka surat (template sederhana) dengan bagian-bagian yang sudah diberi label: Tempat dan Tanggal, Salam Pembuka, Isi Surat (paragraf 1: menceritakan cara menanam; paragraf 2: menceritakan cara merawat; paragraf 3: pengalaman berhasil atau gagal atau keunikan tanaman), Salam Penutup, dan Nama Pengirim (2 menit).
  • Guru menjelaskan bahwa murid bebas memilih penerima surat: teman, saudara, kakek/nenek, atau paman/bibi. Pilihan ini membuat surat terasa nyata dan bermakna (1 menit).
  • Murid mulai menulis surat secara mandiri menggunakan kerangka yang telah disediakan. Guru berkeliling memberi pendampingan individual, terutama membantu murid yang kesulitan memulai kalimat pertama dengan memberikan prompt lisan: 'Coba ceritakan: pertama kamu lakukan apa?' (15 menit).
  • Selama menulis, guru mengingatkan murid untuk menggunakan minimal 3 kosakata tumbuhan dari daftar di papan tulis dalam surat mereka. Guru memberikan tanda bintang kecil di papan sebagai motivasi visual (2 menit).
  • Setelah selesai menulis, murid membaca ulang surat mereka sendiri dan memeriksa: apakah surat sudah punya salam pembuka? apakah isinya menceritakan pengalaman menanam dan merawat? apakah ada kosakata tumbuhan? Guru menyediakan daftar periksa sederhana (checklist) di papan tulis untuk panduan (3 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru mengundang 2–3 murid secara sukarela untuk membacakan surat mereka di depan kelas dengan bangga. Kelas memberikan apresiasi dengan tepuk tangan ringan setelah setiap pembacaan (5 menit).
  • Guru memandu diskusi singkat: 'Apa yang paling menyenangkan dari menulis surat ini? Apa yang terasa sulit?' Murid menjawab secara lisan bergantian (3 menit).
  • Murid mengisi lembar refleksi diri sederhana (3 pertanyaan dengan lingkaran emoji: 😊 sudah bisa / 😐 kadang bisa / 😕 belum bisa): (1) Aku bisa menulis surat dengan bagian-bagian yang lengkap. (2) Aku menggunakan kosakata tumbuhan dalam suratku. (3) Suratku menceritakan pengalaman menanam dan merawat tanaman (3 menit).
  • Guru menutup tahap inti dengan pesan penguatan: 'Menulis surat adalah cara indah untuk berbagi cerita. Pengalaman menanam kalian itu nyata dan berharga — dan sekarang kalian sudah bisa menuliskannya!' (1 menit).

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: apa saja bagian-bagian surat, dan kosakata tumbuhan apa yang mereka gunakan hari ini (3 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta menyempurnakan surat di rumah jika belum selesai, lalu membawa surat yang sudah rapi pada pertemuan berikutnya untuk dikirimkan kepada penerima yang dipilih (2 menit).
  • Guru memberi kesempatan murid bertanya atau menyampaikan perasaan mereka tentang pembelajaran hari ini dengan satu kata (misalnya: 'senang', 'bangga', 'bingung') — guru mencatat kata-kata ini sebagai bahan refleksi guru (2 menit).
  • Guru menutup dengan doa dan salam penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum memiliki pengalaman menanam di rumah dapat memilih topik alternatif: menceritakan tanaman yang pernah mereka lihat atau ingin mereka tanam. Guru menyediakan kartu bergambar tanaman beserta nama dan deskripsi singkatnya sebagai sumber inspirasi tambahan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan template surat yang lebih terstruktur dengan kalimat pembuka yang sudah tersedia (kalimat rumpang yang tinggal dilengkapi), serta pendampingan lebih intensif dari guru selama menulis. Murid yang sudah cepat menyelesaikan surat diberi tantangan tambahan: menambahkan satu paragraf berisi saran cara merawat tanaman untuk penerima surat.
  • Produk: Murid yang mengalami kesulitan motorik halus dalam menulis diperbolehkan mendiktekan isi surat kepada guru atau teman yang berperan sebagai penulis, sementara murid lain yang lebih mahir dapat menulis surat lebih panjang atau menambahkan ilustrasi gambar tanaman di sisi surat mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan saat pendahuluan: guru menampilkan gambar dua tanaman (sehat dan layu) dan bertanya 'Tanaman mana yang dirawat dengan baik? Bagaimana kamu tahu?' — untuk mengidentifikasi pengetahuan awal murid tentang perawatan tanaman dan kosakata yang sudah mereka kuasai.
  • Guru mencatat secara informal nama murid yang sudah mengenal kosakata tumbuhan (benih, pupuk, menyiram, dll.) dan yang belum, sebagai acuan pengelompokan bantuan selama kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi guru saat murid berpasangan menceritakan pengalaman menanam: apakah murid mampu menyampaikan ide secara lisan dengan kosakata yang relevan.
  • Pemantauan proses menulis surat secara individual: guru berkeliling, memberi umpan balik langsung (lisan, bukan mengoreksi tulisan) tentang penggunaan struktur surat dan kosakata tumbuhan.
  • Pengisian lembar refleksi diri 3 butir emoji oleh murid di akhir tahap Mengaplikasi sebagai asesmen untuk pembelajaran (assessment for learning) — hasilnya digunakan guru untuk menentukan siapa yang perlu pendampingan lanjutan.

Akhir:

  • Penilaian hasil surat pribadi murid menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) dengan dua aspek: (1) struktur narasi surat (salam pembuka, isi cerita pengalaman menanam dan merawat, salam penutup), dan (2) penggunaan kosakata tumbuhan bermakna denotatif dalam kalimat yang beragam.
  • Guru menggunakan hasil penilaian surat sebagai asesmen hasil pembelajaran (assessment of learning) yang dicatat dalam jurnal penilaian formatif kompetensi menulis.

Formatif:

  • Observasi lisan saat murid menceritakan pengalaman menanam kepada teman sebangku (tahap Memahami) — guru mencatat kemampuan mengingat dan mengungkapkan pengalaman secara lisan.
  • Pengamatan proses menulis: guru berkeliling dan mencatat pada lembar observasi apakah murid dapat menggunakan struktur surat dan kosakata tumbuhan secara mandiri.
  • Checklist diri murid (3 butir) yang diisi setelah menulis surat sebagai asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning).

Sumatif:

  • Surat pribadi yang dihasilkan murid dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan dua aspek utama: (1) kelengkapan struktur narasi surat dan (2) penggunaan kosakata tumbuhan bermakna denotatif dalam kalimat yang beragam.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Struktur Narasi SuratSurat tidak memiliki struktur yang dapat dikenali; tidak ada salam pembuka atau penutup, dan isi surat tidak bercerita tentang pengalaman menanam atau merawat tanaman.Surat memiliki 1–2 bagian struktur (misalnya hanya salam pembuka dan satu kalimat isi), namun isi surat belum menceritakan pengalaman menanam dan merawat secara utuh.Surat memiliki salam pembuka, isi yang menceritakan pengalaman menanam atau merawat tanaman (salah satu), dan salam penutup. Urutan cerita cukup runtut meski ada bagian yang kurang lengkap.Surat memiliki semua bagian lengkap (salam pembuka, isi yang menceritakan pengalaman menanam DAN merawat tanaman secara runtut, salam penutup, dan nama pengirim) dengan alur narasi yang jelas dan mudah dipahami pembaca.
Penggunaan Kosakata Tumbuhan Bermakna DenotatifMurid tidak menggunakan kosakata tumbuhan yang relevan dalam suratnya, atau menggunakan kata yang tidak tepat makna denotatifnya.Murid menggunakan 1–2 kosakata tumbuhan (misalnya hanya 'siram' atau 'tanaman') dalam surat, namun penggunaannya terbatas pada kalimat yang sama atau berulang.Murid menggunakan 3–4 kosakata tumbuhan bermakna denotatif (misalnya benih, pupuk, akar, subur) dalam kalimat yang beragam dengan penggunaan yang tepat.Murid menggunakan 5 atau lebih kosakata tumbuhan bermakna denotatif secara tepat dalam rangkaian kalimat yang beragam dan bervariasi strukturnya, sehingga surat terasa kaya dan deskriptif.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami struktur surat dengan contoh yang saya berikan? Apakah contohnya sudah cukup jelas dan sesuai usia?
  • Murid mana yang tampak kesulitan memulai menulis? Dukungan apa yang lebih efektif bisa saya berikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah waktu 2x35 menit cukup untuk semua murid menyelesaikan surat mereka? Bagaimana saya menyesuaikan alokasi waktu jika tidak cukup?
  • Apakah kosakata tumbuhan yang dilatihkan sudah relevan dengan pengalaman nyata murid? Apakah ada kosakata lain yang perlu ditambahkan?

Refleksi Murid:

  • Apa bagian yang paling menyenangkan saat menulis surat hari ini?
  • Kosakata tumbuhan baru apa yang kamu pelajari dan ingin kamu pakai lagi dalam tulisan berikutnya?
  • Apakah suratmu sudah menceritakan pengalamanmu menanam dan merawat tanaman dengan lengkap? Apa yang ingin kamu tambahkan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 3 'Kawan Seiring' — Bab 7 'Aku dan si Merah', halaman 175–177 (bagian Surat tentang Pohon dan Menjadi Petani Cilik)
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas 3 — Bab 7, panduan pembelajaran halaman 201 dan 215
  3. Contoh surat pribadi sederhana bertema tanaman (disiapkan guru, ditempel di papan tulis atau digandakan)
  4. Lembar kerja template surat (dibuat guru, berisi kerangka surat dengan label bagian-bagian)
  5. Lembar refleksi diri 3 butir dengan ikon emoji (disiapkan guru)
  6. Daftar kosakata tumbuhan (benih, menyiram, pupuk, tumbuh, akar, subur, merawat, pot, tanah, takaran) yang dituliskan di papan tulis
  7. Gambar dua tanaman (sehat dan layu) untuk asesmen awal — dapat dicetak atau ditampilkan melalui proyektor
  8. Laporan Petani Cilik milik murid dari kegiatan sebelumnya (sebagai bahan referensi pengalaman pribadi saat menulis surat)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.