Modul AjarPertemuan 8Bab 6Fase BSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Menulis Identitas Pribadi pada Kartu Nama Spesial

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 dengan topik "Menulis Identitas Pribadi pada Kartu Nama Spesial". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Menulis Identitas Pribadi pada Kartu Nama Spesial

Bahasa Indonesia - Kelas 3

Bab 6 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Menulis Identitas Pribadi pada Kartu Nama Spesial

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMenulis Identitas Pribadi pada Kartu Nama Spesial
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan klasikal membuat kartu nama spesial, murid dapat menulis identitas pribadi (nama, nama orang tua, alamat, nomor telepon) dengan menggunakan kombinasi huruf yang benar dan rapi.
  2. Melalui kegiatan membuat kartu nama, murid dapat memahami kegunaan identitas pribadi sebagai langkah keselamatan ketika tersesat di tempat umum dan menuliskan pendapat tentang hal tersebut.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian pergi ke tempat umum yang ramai dan merasa khawatir terpisah dari orang tua? Apa yang kalian rasakan saat itu?
  2. Jika kalian tersesat dan tidak tahu jalan pulang, informasi apa saja yang penting untuk diberitahukan kepada orang yang membantu kalian?
  3. Mengapa kartu nama bisa menjadi 'teman penyelamat' saat kita tersesat di tempat umum?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran. (3 menit)
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian pergi ke tempat umum yang ramai dan khawatir terpisah dari orang tua?' Beri waktu 2–3 murid menjawab secara lisan. (3 menit)
  • Asesmen awal diagnostik: Guru bertanya singkat, 'Siapa yang sudah tahu nama lengkap orang tua dan alamat rumahnya? Angkat tangan!' untuk memetakan pengetahuan awal murid. (2 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: membuat Kartu Nama Spesial dan memahami kegunaannya untuk keselamatan diri. (2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan contoh kartu nama spesial (fisik atau gambar di papan tulis) dan mengajak murid mengamati informasi apa saja yang ada di dalamnya: nama diri, nama orang tua/wali, alamat, nomor telepon. (3 menit)
  • Guru membacakan cerita singkat tentang seorang anak yang tersesat di stasiun (merujuk teks 'Di Mana Aku?' dari Buku Siswa Bab 6). Ajak murid mendengarkan dengan seksama. (3 menit)
  • Guru mengajukan pertanyaan diskusi kelas: 'Informasi apa yang paling membantu anak itu agar bisa pulang dengan selamat?' dan 'Mengapa kita perlu menyimpan identitas pribadi di kartu yang selalu dibawa?' (4 menit)
  • Guru menjelaskan cara penulisan identitas pribadi yang benar: penggunaan huruf kapital pada nama diri dan nama orang tua, tanda koma pada penulisan alamat, dan format nomor telepon. Guru menulis contoh di papan tulis. (3 menit)
  • Guru menekankan aturan keselamatan penting: kartu nama tidak boleh ditunjukkan kepada orang yang tidak dikenal, hanya kepada petugas keamanan berseragam dinas. (2 menit)

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan kertas tebal (karton) yang sudah dipotong seukuran kartu nama (±9x5 cm) kepada setiap murid, serta menyiapkan pensil warna/spidol tipis. (2 menit)
  • Murid mulai mengisi Kartu Nama Spesial mereka secara mandiri: menulis nama lengkap diri, nama orang tua/wali, alamat rumah, dan nomor telepon orang tua. Guru mengingatkan untuk menulis dengan huruf yang jelas dan rapi. (10 menit)
  • Murid boleh menghias kartu mereka dengan gambar atau warna agar lebih menarik dan mudah diingat—namun tulisan identitas harus tetap terbaca jelas. (3 menit)
  • Setelah kartu selesai, murid menuliskan pendapat singkat (2–3 kalimat) di buku tulis mereka: 'Menurutku, kartu nama spesial berguna karena...' (5 menit)
  • Guru berkeliling mengamati hasil kerja, memberikan umpan balik langsung kepada murid yang memerlukan bantuan penulisan (misalnya huruf yang belum terbaca atau identitas yang belum lengkap).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak 3–4 murid secara sukarela untuk memperlihatkan kartu nama mereka dan membacakan pendapat yang sudah mereka tulis. Guru memberikan apresiasi atas setiap jawaban. (5 menit)
  • Guru memandu diskusi refleksi singkat: 'Apakah ada informasi yang sulit kalian tulis tadi? Mengapa informasi itu penting?' (3 menit)
  • Murid diminta menjawab pertanyaan refleksi diri di buku tulis: 'Apa yang aku pelajari hari ini?' dan 'Apakah aku sudah hafal nama lengkap orang tua dan alamat rumahku?' (3 menit)
  • Guru mengingatkan murid untuk menyimpan kartu dengan aman (misalnya di dompet atau tas), membawa saat bepergian, dan tidak memperlihatkan kepada orang asing.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: identitas pribadi yang ditulis dengan benar di Kartu Nama Spesial dapat membantu kita mendapatkan pertolongan saat tersesat di tempat umum. (3 menit)
  • Guru memberikan penguatan nilai keselamatan diri: bersikap tenang, mencari petugas berseragam, dan menunjukkan kartu nama spesial. (2 menit)
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: jika ada informasi yang belum lengkap (nomor telepon, alamat lengkap), murid dapat bertanya kepada orang tua di rumah dan melengkapi kartu. (1 menit)
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan doa bersama. (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca/menulis dapat diberikan template kartu nama bergaris dengan label kolom sudah tercetak (Nama:, Nama Orang Tua:, Alamat:, Telepon:) sehingga mereka hanya perlu mengisi bagian yang kosong.
  • Proses: Murid yang lebih cepat selesai dapat diminta menambahkan informasi opsional seperti nama dan alamat tujuan yang biasa dikunjungi, serta menuliskan pendapat yang lebih panjang (minimal 4 kalimat) tentang pentingnya identitas pribadi. Murid yang memerlukan bantuan lebih dapat didampingi guru atau teman sebaya dalam mengingat dan menuliskan informasi identitas.
  • Produk: Murid yang belum bisa menulis dengan rapi diperbolehkan menggunakan huruf kapital semua asalkan terbaca. Murid yang sudah mahir dapat diminta membuat dua kartu: satu untuk diri sendiri dan satu berisi informasi orang yang hendak dituju saat bepergian.

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya lisan: 'Siapa yang sudah hafal nama lengkap orang tua? Siapa yang tahu alamat lengkap rumahnya? Siapa yang tahu nomor telepon orang tua?' untuk memetakan pengetahuan awal murid sebelum kegiatan inti.
  • Guru mencatat murid yang belum mengetahui informasi identitas pribadi mereka sebagai dasar untuk memberikan perhatian ekstra selama kegiatan.

Proses:

  • Observasi berkeliling selama murid mengisi kartu nama: guru mengecek kelengkapan dan kebenaran penulisan setiap kolom identitas.
  • Guru memberikan umpan balik langsung (lisan) kepada murid yang menulis tidak lengkap atau hurufnya tidak terbaca.
  • Guru mencatat hasil pengamatan pada lembar observasi sederhana: nama murid, aspek yang sudah baik, dan aspek yang perlu diperbaiki.

Akhir:

  • Penilaian produk Kartu Nama Spesial menggunakan rubrik 4 level: kelengkapan identitas, kebenaran kombinasi huruf, dan kerapian tulisan.
  • Penilaian tulisan pendapat di buku tulis: murid mampu menuliskan minimal 2 kalimat yang menjelaskan kegunaan identitas pribadi sebagai langkah keselamatan saat tersesat.
  • Refleksi diri murid: jawaban tertulis atas pertanyaan 'Apa yang aku pelajari hari ini?' digunakan sebagai bahan evaluasi guru terhadap ketercapaian tujuan pembelajaran.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid mengisi kartu nama: kelengkapan informasi (nama, nama orang tua, alamat, nomor telepon) dan keterbacaan tulisan.
  • Pengecekan tulisan pendapat di buku tulis: apakah murid mampu mengungkapkan kegunaan identitas pribadi dengan kalimat sendiri.
  • Tanya jawab lisan selama diskusi kelas untuk mengecek pemahaman tentang aturan keselamatan penggunaan kartu nama.

Sumatif:

  • Produk Kartu Nama Spesial yang telah selesai dibuat dinilai menggunakan rubrik berdasarkan kelengkapan identitas, kebenaran penulisan, dan kerapian tulisan.
  • Tulisan pendapat (2–3 kalimat) di buku tulis dinilai berdasarkan kesesuaian isi dengan konsep kegunaan identitas pribadi untuk keselamatan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Identitas pada Kartu NamaMurid hanya menulis 1 informasi atau tidak menulis sama sekali (misalnya hanya nama diri).Murid menulis 2 informasi identitas (misalnya nama diri dan nama orang tua), namun belum lengkap.Murid menulis 3 dari 4 informasi identitas (nama, nama orang tua, alamat, atau nomor telepon) dengan cukup jelas.Murid menulis semua 4 informasi identitas (nama, nama orang tua, alamat, nomor telepon) dengan lengkap dan jelas.
Kebenaran Kombinasi Huruf dalam PenulisanTulisan banyak mengandung kesalahan penggunaan huruf kapital dan huruf kecil sehingga sulit dibaca.Tulisan terbaca namun masih ada beberapa kesalahan huruf kapital (misalnya nama tidak diawali huruf kapital).Tulisan sebagian besar menggunakan kombinasi huruf yang benar; hanya sedikit kesalahan pada penulisan nama atau alamat.Murid menggunakan kombinasi huruf kapital dan huruf kecil dengan benar dan konsisten pada seluruh identitas yang ditulis.
Kerapian dan Keterbacaan TulisanTulisan sangat sulit dibaca karena bentuk huruf tidak jelas atau terlalu kecil/besar dan tidak konsisten.Tulisan dapat dibaca sebagian, namun beberapa huruf atau kata masih kurang jelas bentuknya.Tulisan terbaca dengan baik dan cukup rapi, meskipun ada beberapa huruf yang kurang konsisten ukurannya.Tulisan sangat rapi, jelas, dan mudah dibaca; ukuran dan bentuk huruf konsisten dari awal hingga akhir kartu.
Penulisan Pendapat tentang Kegunaan Identitas PribadiMurid tidak menulis pendapat atau hanya menulis kata-kata yang tidak berhubungan dengan topik.Murid menulis 1 kalimat pendapat namun belum menjelaskan kaitannya dengan keselamatan saat tersesat.Murid menulis 2 kalimat yang menyebutkan kegunaan kartu nama untuk keselamatan, meskipun penjelasannya masih sederhana.Murid menulis 2–3 kalimat pendapat yang jelas dan logis, menjelaskan mengapa identitas pribadi penting sebagai langkah keselamatan saat tersesat di tempat umum.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil menyelesaikan kartu nama spesial dengan informasi yang lengkap dalam waktu yang tersedia?
  • Murid mana yang memerlukan pendampingan lebih lanjut dalam menulis identitas pribadi, dan apa tindak lanjut yang akan saya lakukan?
  • Apakah pertanyaan pemantik dan contoh cerita 'tersesat' berhasil membangun pemahaman murid tentang pentingnya identitas pribadi?
  • Apakah kegiatan menghias kartu membantu murid lebih antusias dan terlibat, atau justru mengalihkan fokus dari tujuan utama penulisan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang aku pelajari hari ini tentang kartu nama spesial?
  • Apakah aku sudah bisa menulis nama, nama orang tua, alamat, dan nomor telepon dengan benar di kartu nama ku?
  • Mengapa kartu nama spesial penting untuk aku bawa saat bepergian?
  • Apakah ada informasi di kartu namaku yang belum lengkap? Apa yang akan aku lakukan untuk melengkapinya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia 'Kawan Seiring' untuk SD/MI Kelas III, Bab 6 'Tersesat' halaman 144–146
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia 'Kawan Seiring' untuk SD/MI Kelas III, Bab 6 halaman 181–183
  3. Contoh kartu nama spesial (fisik atau gambar di papan tulis) yang disiapkan guru
  4. Kertas karton tebal yang dipotong seukuran kartu nama (±9x5 cm), 1 lembar per murid
  5. Pensil, pensil warna, atau spidol tipis untuk menulis dan menghias kartu
  6. Papan tulis dan kapur/spidol board untuk menulis contoh penulisan identitas

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.