Modul AjarPertemuan 5Bab 6Fase BSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Berdiskusi Kelompok: Memilih Sikap yang Tepat Saat Tersesat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 dengan topik "Berdiskusi Kelompok: Memilih Sikap yang Tepat Saat Tersesat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Berdiskusi Kelompok: Memilih Sikap yang Tepat Saat Tersesat

Bahasa Indonesia - Kelas 3

Bab 6 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Berdiskusi Kelompok: Memilih Sikap yang Tepat Saat Tersesat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikBerdiskusi Kelompok: Memilih Sikap yang Tepat Saat Tersesat
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan diskusi kelompok tentang kaidah keselamatan di tempat umum, murid dapat menyampaikan pendapat tentang sikap yang tepat saat tersesat dengan pilihan kata yang sesuai dan volume suara yang tepat.
  2. Melalui diskusi kelompok, murid dapat menanggapi pendapat teman tentang cara menghadapi situasi tersesat sesuai tata cara diskusi yang benar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu atau seseorang yang kamu kenal pernah tersesat di tempat umum? Apa yang terjadi saat itu?
  2. Jika kamu tiba-tiba tidak bisa menemukan orang tuamu di tempat ramai, apa hal pertama yang akan kamu lakukan?
  3. Menurutmu, mengapa penting untuk bersikap tenang dan tidak panik ketika kita tersesat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kabar murid.
  • Asesmen awal/diagnostik: Guru meminta murid mengangkat tangan dan menjawab pertanyaan singkat, 'Siapa yang pernah pergi ke tempat umum seperti pasar, stasiun, atau mall? Apa yang kamu lakukan agar tidak terpisah dari orang tua?'—guru mencatat respons untuk memahami pengetahuan awal murid.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi waktu murid berpikir sebelum menjawab secara lisan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan berdiskusi kelompok untuk memilih sikap yang tepat saat tersesat, serta belajar menyampaikan dan menanggapi pendapat dengan baik.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat agar murid siap mengikuti pembelajaran.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membuka Buku Siswa halaman 138–143 dan membaca teks 'Di Mana Aku?' dengan cermat secara mandiri selama ±3 menit.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan untuk membangun pemahaman: 'Apa yang dilakukan tokoh ketika menyadari dirinya tersesat?' dan 'Mengapa penting untuk tetap tenang?'—murid menjawab bergantian.
  • Guru menayangkan atau menggambar di papan tulis gambar situasi 'tersesat di tempat ramai' dan meminta murid mengamatinya dengan saksama (berkesadaran: fokus pada detail gambar).
  • Guru menjelaskan empat kaidah keselamatan saat tersesat: (1) bersikap tenang, (2) berseru lantang memanggil nama orang tua, (3) tetap berada di tempat ramai, (4) menolak ajakan orang yang tidak dikenal—murid menyimak dan boleh mencatat poin penting.
  • Guru memodelkan cara menyampaikan pendapat dalam diskusi dengan pilihan kata yang tepat dan volume suara yang sesuai, contoh: 'Menurut saya, sikap yang tepat saat tersesat adalah tetap tenang karena...' (bermakna: dikaitkan langsung dengan pengalaman nyata murid).
  • Guru menjelaskan tata cara diskusi kelompok yang benar: berbicara bergiliran, mendengarkan dengan sabar, menanggapi dengan sopan, dan menggunakan kalimat seperti 'Saya setuju karena...' atau 'Saya kurang setuju karena...'.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil beranggotakan 4–5 orang secara heterogen.
  • Setiap kelompok mendapat Lembar Kerja Diskusi berisi 3 kartu situasi: Situasi A—'Kamu terpisah dari ibu di pasar'; Situasi B—'Kamu tidak bisa menemukan ayah di stasiun'; Situasi C—'Kamu tersesat di taman bermain yang ramai'. Setiap kartu memuat pertanyaan: 'Sikap apa yang tepat? Mengapa? Bagaimana cara meminta tolong dengan suara yang tepat?'
  • Murid berdiskusi dalam kelompok: setiap anggota wajib menyampaikan pendapatnya minimal sekali menggunakan kalimat opini yang sudah dicontohkan guru (bermakna: menerapkan langsung dalam konteks nyata).
  • Setiap anggota kelompok berlatih menanggapi pendapat teman dengan kalimat tanggapan yang sopan—guru berkeliling memantau jalannya diskusi dan memberikan bantuan scaffolding bila dibutuhkan.
  • Setelah diskusi kelompok selesai, satu perwakilan dari masing-masing kelompok menyampaikan kesimpulan diskusinya di depan kelas dengan volume suara yang tepat (menggembirakan: suasana berbagi yang positif dan saling menghargai).
  • Kelompok lain diberi kesempatan menanggapi presentasi kelompok yang tampil—guru memfasilitasi agar tanggapan disampaikan sesuai tata cara diskusi.
  • Guru memberikan penguatan positif dan umpan balik konstruktif setelah setiap kelompok menyampaikan pendapat.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid kembali ke tempat duduk masing-masing dan membagikan lembar refleksi sederhana.
  • Murid mengisi lembar refleksi dengan menjawab: (1) 'Satu hal baru yang aku pelajari hari ini adalah...', (2) 'Sikap yang paling penting saat tersesat menurut saya adalah... karena...', (3) 'Dalam diskusi tadi, saya sudah berhasil... dan masih perlu berlatih...'
  • Beberapa murid secara sukarela berbagi refleksinya secara lisan di depan kelas—guru merespons dengan hangat dan apresiatif.
  • Guru mengajak murid merenungkan bersama: 'Bagaimana perasaanmu jika bisa bersikap tenang dan tahu apa yang harus dilakukan saat tersesat?'—untuk membangun kesadaran diri dan makna personal dari pembelajaran (berkesadaran).
  • Guru memberikan asesmen akhir singkat: murid diminta menuliskan satu kalimat pendapat tentang sikap terbaik saat tersesat beserta alasannya di selembar kertas kecil (exit ticket).

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman pembelajaran: empat kaidah keselamatan saat tersesat dan tata cara diskusi yang baik.
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi aktif dalam diskusi.
  • Guru menyampaikan pesan moral: bersikap tenang dan berani meminta tolong adalah tanda anak yang cerdas dan bertanggung jawab.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diajak berbagi cerita dengan orang tua di rumah tentang apa yang harus dilakukan jika tersesat, dan meminta orang tua untuk mendiskusikan hal ini bersama.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang belum lancar membaca, guru menyediakan versi teks 'Di Mana Aku?' yang sudah dipotong menjadi kalimat-kalimat pendek dengan ilustrasi pendukung, sehingga lebih mudah dipahami. Bagi murid yang sudah sangat lancar, guru menyediakan kartu situasi tambahan yang lebih kompleks, misalnya tersesat di tempat asing tanpa ada orang dewasa yang dikenal.
  • Proses: Bagi murid yang membutuhkan dukungan lebih, guru mendampingi secara langsung saat diskusi kelompok, memberikan prompt atau pancingan pertanyaan agar mereka dapat berpartisipasi. Bagi murid yang cepat memahami, guru meminta mereka berperan sebagai fasilitator diskusi dalam kelompok dan membantu teman yang kesulitan.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan dapat menyampaikan pendapat secara lisan dengan bantuan kata kunci di kartu. Murid yang sudah mahir dapat menuliskan ringkasan hasil diskusi kelompok mereka dalam 2–3 kalimat utuh sebagai bentuk produk tambahan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan diagnostik: 'Siapa yang pernah pergi ke tempat umum? Apa yang kamu lakukan agar tidak terpisah dari orang tua?'—respons murid digunakan untuk mengetahui pengetahuan awal tentang keselamatan di tempat umum.
  • Guru meminta murid menyebutkan secara spontan satu kata yang terlintas di pikiran mereka saat mendengar kata 'tersesat'—untuk mengukur pemahaman awal dan kosakata yang dimiliki.

Proses:

  • Observasi langsung oleh guru selama diskusi kelompok berlangsung menggunakan lembar ceklis: apakah murid (1) menyampaikan pendapat dengan pilihan kata yang sesuai, (2) menggunakan volume suara yang tepat, (3) menanggapi pendapat teman dengan sopan dan sesuai tata cara diskusi.
  • Guru memberikan umpan balik lisan langsung (on the spot feedback) kepada kelompok yang diskusinya belum berjalan sesuai tata cara.
  • Penilaian presentasi perwakilan kelompok secara langsung di depan kelas—guru mencatat catatan singkat per kelompok sebagai data proses.

Akhir:

  • Exit ticket: setiap murid menuliskan satu kalimat pendapat tentang sikap paling penting saat tersesat beserta alasannya—dinilai menggunakan rubrik aspek 'Menyampaikan Pendapat' dan 'Pilihan Kata'.
  • Lembar refleksi murid dikumpulkan dan dibaca guru sebagai bukti pemahaman dan kesadaran diri murid terhadap materi yang dipelajari.

Formatif:

  • Observasi partisipasi diskusi kelompok menggunakan lembar observasi: apakah murid menyampaikan pendapat minimal sekali dengan pilihan kata dan volume suara yang tepat.
  • Pengamatan guru selama kelompok berdiskusi terhadap kemampuan menanggapi pendapat teman sesuai tata cara diskusi (sopan, bergiliran, relevan).
  • Penilaian presentasi perwakilan kelompok: kejelasan penyampaian, kesesuaian pilihan kata, dan volume suara.

Sumatif:

  • Exit ticket tertulis: murid menuliskan satu kalimat pendapat tentang sikap terbaik saat tersesat beserta alasan yang logis—dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Lembar kerja diskusi kelompok yang telah diisi dinilai kelengkapan dan kualitas pendapat yang dituliskan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyampaikan Pendapat (TP 3.6.5.1)Murid belum mampu menyampaikan pendapat tentang sikap saat tersesat, atau pendapat tidak relevan dengan topik.Murid menyampaikan pendapat dengan bantuan guru atau teman, pilihan kata kurang tepat, dan volume suara terlalu pelan atau terlalu keras.Murid menyampaikan pendapat yang relevan dengan pilihan kata yang cukup sesuai dan volume suara yang cukup tepat, meskipun masih sesekali perlu diingatkan.Murid menyampaikan pendapat yang relevan dan logis tentang sikap saat tersesat dengan pilihan kata yang tepat dan volume suara yang sesuai konteks secara mandiri.
Menanggapi Pendapat Teman (TP 3.6.5.2)Murid belum mampu menanggapi pendapat teman, atau tanggapan tidak relevan dan tidak mengikuti tata cara diskusi.Murid menanggapi pendapat teman dengan bantuan guru, tanggapan singkat dan kadang menyela giliran bicara teman.Murid menanggapi pendapat teman dengan cukup sopan dan sesuai giliran, meskipun alasan yang diberikan masih sederhana.Murid menanggapi pendapat teman dengan sopan, bergiliran, menggunakan kalimat tanggapan yang jelas dan disertai alasan yang logis sesuai tata cara diskusi.
Pilihan Kata dalam DiskusiMurid menggunakan kata-kata yang tidak sesuai konteks diskusi atau sulit dipahami teman.Murid menggunakan kata-kata sehari-hari yang cukup dipahami, namun belum menggunakan kalimat opini yang tepat.Murid menggunakan pilihan kata yang cukup sesuai dan sesekali menggunakan kalimat opini seperti 'menurut saya' atau 'saya setuju karena'.Murid secara konsisten menggunakan pilihan kata yang tepat dan kalimat opini yang jelas seperti 'menurut saya... karena...' atau 'saya setuju/kurang setuju karena...' dalam seluruh kegiatan diskusi.
Volume Suara saat BerbicaraMurid berbicara sangat pelan sehingga tidak terdengar atau sangat keras sehingga mengganggu, dan tidak menyesuaikan dengan konteks.Murid sesekali menyesuaikan volume suara, namun masih sering perlu diingatkan oleh guru.Murid cukup baik menyesuaikan volume suara dalam sebagian besar kegiatan diskusi dan presentasi.Murid secara mandiri dan konsisten menyesuaikan volume suara dengan tepat sesuai konteks: suara cukup keras saat presentasi, dan wajar saat diskusi kelompok.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan yang cukup untuk menyampaikan pendapatnya selama diskusi kelompok berlangsung?
  • Apakah instruksi tata cara diskusi yang saya sampaikan sudah cukup jelas dan mudah dipahami murid kelas 3?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif hari ini—apakah perlu penyesuaian untuk pertemuan berikutnya?
  • Sejauh mana murid mampu mengaitkan materi kaidah keselamatan dengan pengalaman nyata mereka?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang sikap saat tersesat adalah...
  • Saat berdiskusi tadi, aku sudah berhasil... dan aku masih perlu berlatih...
  • Menurut saya, sikap paling penting saat tersesat adalah... karena...
  • Bagaimana perasaanmu setelah belajar tentang cara bersikap tenang saat tersesat? Apakah kamu merasa lebih siap?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia 'Kawan Seiring' untuk SD/MI Kelas III (halaman 137–143, Bab 6 Tersesat)
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia 'Kawan Seiring' untuk SD/MI Kelas III (Bab VI, panduan pembelajaran Berdiskusi Memilih Sikap yang Tepat Saat Tersesat)
  3. Lembar Kerja Diskusi Kelompok berisi kartu situasi tersesat (dibuat guru)
  4. Lembar Refleksi Murid (dibuat guru)
  5. Lembar Observasi Diskusi Kelompok untuk guru (dibuat guru)
  6. Gambar/ilustrasi situasi tersesat di tempat umum (dari buku siswa atau dibuat guru di papan tulis)
  7. Papan tulis dan spidol/kapur untuk mencatat kaidah keselamatan
  8. Kartu kata kunci kaidah keselamatan sebagai alat bantu diferensiasi (dibuat guru)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.