Modul AjarPertemuan 2Bab 6Fase BSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Membaca Teks Naratif 'Di Stasiun Kereta Api' dan Berpendapat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 dengan topik "Membaca Teks Naratif 'Di Stasiun Kereta Api' dan Berpendapat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Membaca Teks Naratif 'Di Stasiun Kereta Api' dan Berpendapat

Bahasa Indonesia - Kelas 3

Bab 6 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Membaca Teks Naratif 'Di Stasiun Kereta Api' dan Berpendapat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMembaca Teks Naratif 'Di Stasiun Kereta Api' dan Berpendapat
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui membaca teks naratif 'Di Stasiun Kereta Api', murid dapat memahami ide pokok dan isi cerita tentang pengalaman tersesat dengan tepat.
  2. Melalui membaca teks naratif 'Di Stasiun Kereta Api', murid dapat menyampaikan pendapat tentang isi cerita dengan mengaitkan ide pokok pada pengalaman pribadi secara lisan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian pergi ke tempat ramai seperti stasiun kereta api atau terminal dan merasa bingung tidak tahu arah? Apa yang kalian lakukan saat itu?
  2. Kalau kalian tersesat di tempat umum dan tidak ada orang yang dikenal, apa langkah pertama yang akan kalian lakukan?
  3. Menurutmu, apa yang paling penting dipersiapkan sebelum bepergian agar tidak tersesat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa bersama. (5 menit)
  • Guru mengecek kehadiran dan mengajak murid duduk nyaman sambil menarik napas dalam selama tiga hitungan untuk memfokuskan perhatian.
  • Guru melakukan asesmen awal: mengajukan pertanyaan diagnostik lisan, 'Siapa yang pernah ke stasiun kereta api? Ceritakan satu hal yang kamu ingat dari tempat itu.' Guru mencatat respons sebagai peta awal pengetahuan murid.
  • Guru menampilkan gambar atau video singkat suasana stasiun kereta api yang ramai, lalu mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: memahami isi teks naratif dan menyampaikan pendapat berdasarkan pengalaman pribadi.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat agar murid tahu apa yang akan mereka lakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru memperkenalkan kosakata baru sebelum membaca: 'arloji', 'gerbong', 'tiket', 'jalur', 'melintas'. Guru menuliskannya di papan dan mengajak murid menebak artinya dari konteks gambar stasiun. (Berkesadaran)
  • Murid membaca teks 'Di Stasiun Kereta Api' secara mandiri dalam hati selama ± 5 menit. Guru mengingatkan untuk memberi tanda pada bagian yang belum dipahami.
  • Guru mengajak membaca nyaring bergantian per paragraf: beberapa murid ditunjuk membacakan, murid lain menyimak. Guru membantu pelafalan dan intonasi bila diperlukan. (Menggembirakan)
  • Setelah membaca, guru mengajukan pertanyaan pemahaman lisan secara klasikal: 'Siapa tokoh dalam cerita ini?', 'Di mana cerita ini terjadi?', 'Apa masalah yang dihadapi tokoh?', 'Bagaimana masalah itu terselesaikan?'
  • Murid menjawab pertanyaan di buku siswa secara tertulis untuk memastikan pemahaman ide pokok cerita. Guru berkeliling memantau dan memberi umpan balik singkat. (Berkesadaran)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menjelaskan cara menyampaikan pendapat yang baik: menggunakan kalimat 'Menurut saya...', 'Saya berpendapat...', disertai alasan dari isi cerita atau pengalaman pribadi. (Bermakna)
  • Murid dibagi dalam kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendiskusikan satu pertanyaan panduan: 'Apa yang sebaiknya dilakukan tokoh agar tidak tersesat?' dan 'Pernahkah kamu mengalami hal serupa? Apa yang kamu lakukan?' (Bermakna, Menggembirakan)
  • Setiap anggota kelompok berlatih menyampaikan pendapatnya secara lisan kepada teman satu kelompok. Guru memantau dan mendorong murid yang kurang aktif untuk ikut berbicara.
  • Perwakilan tiap kelompok (1–2 murid) menyampaikan pendapat kelompoknya di depan kelas secara lisan. Murid lain menyimak dan boleh menanggapi dengan sopan. (Bermakna)
  • Guru memberikan umpan balik positif dan konstruktif setelah setiap presentasi kelompok: memuji keberanian berbicara dan mengingatkan cara menyampaikan pendapat dengan kalimat yang jelas.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu refleksi bersama dengan pertanyaan: 'Apa yang paling menarik dari cerita tadi? Mengapa?', 'Apa yang akan kamu lakukan berbeda jika kamu ada di posisi tokoh?' (Berkesadaran)
  • Murid menuliskan satu kalimat pendapat pribadi di buku tulis masing-masing: 'Menurut saya, hal yang paling penting agar tidak tersesat adalah... karena...' Kata kunci boleh digunakan: membantu, menghargai, memilih. (Bermakna)
  • Guru mengajak murid berbagi tulisan pendapat mereka secara sukarela. Dua hingga tiga murid membacakan kalimatnya di depan kelas.
  • Guru menegaskan pesan moral cerita: pentingnya persiapan dan keberanian meminta tolong saat tersesat, dan mengaitkannya dengan nilai sikap sehari-hari murid.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan ide pokok teks 'Di Stasiun Kereta Api' secara lisan. (5 menit)
  • Guru melakukan asesmen akhir: meminta 2–3 murid secara acak menyebutkan ide pokok cerita dan menyampaikan satu pendapat tentang isi cerita.
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi aktif selama pembelajaran.
  • Guru menyampaikan informasi singkat tentang kegiatan pembelajaran berikutnya.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca diberi teks yang sama dengan ilustrasi tambahan atau kalimat-kalimat kunci yang sudah digarisbawahi oleh guru untuk membantu pemahaman. Murid yang sudah sangat lancar membaca diberi tantangan tambahan: menemukan ide pendukung selain ide pokok cerita.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menjawab pertanyaan pemahaman secara lisan bersama guru atau teman sebangku, bukan tertulis. Murid yang cepat memahami didorong untuk memimpin diskusi kelompok dan membantu temannya merumuskan pendapat.
  • Produk: Murid yang belum percaya diri berbicara di depan kelas boleh menyampaikan pendapat hanya dalam kelompok kecil. Murid yang sudah percaya diri didorong untuk menyampaikan pendapat di depan seluruh kelas dengan menambahkan kalimat tanggapan terhadap pendapat teman.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di awal pembelajaran: 'Siapa yang pernah ke stasiun kereta api? Ceritakan satu hal yang kamu ingat dari tempat itu.' Guru mencatat murid yang sudah memiliki skema pengetahuan tentang stasiun dan murid yang belum pernah ke tempat sejenisnya untuk menyesuaikan pendekatan.
  • Guru menanyakan, 'Apakah kalian pernah membaca cerita tentang seseorang yang tersesat? Cerita seperti apa itu?' untuk mengetahui pengalaman membaca teks naratif murid sebelumnya.

Proses:

  • Selama tahap Memahami: guru berkeliling dan mencatat murid yang dapat menjawab pertanyaan ide pokok (siapa, di mana, masalah apa, penyelesaian) dengan tepat versus murid yang masih kesulitan.
  • Selama diskusi kelompok di tahap Mengaplikasi: guru mengamati dan mencatat murid yang aktif menyampaikan pendapat dengan alasan yang relevan, murid yang hanya mengulang pendapat teman, dan murid yang belum mau berbicara.
  • Saat presentasi kelompok: guru menilai kejelasan kalimat pendapat, kesesuaian dengan ide pokok cerita, dan keterkaitan dengan pengalaman pribadi menggunakan catatan anekdotal.

Akhir:

  • Asesmen lisan individu: guru memanggil 2–3 murid secara acak untuk menyebutkan ide pokok teks dan menyampaikan pendapat satu kalimat tentang isi cerita. Hasil dicatat pada lembar penilaian berbicara.
  • Kalimat pendapat tertulis di buku tulis: dinilai berdasarkan rubrik 4 level — ketepatan ide pokok, keterkaitan dengan pengalaman pribadi, dan penggunaan kosakata yang sesuai.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid membaca nyaring: ketepatan pelafalan dan pemahaman kosakata baru.
  • Tanya jawab lisan selama kegiatan Memahami: guru mencatat murid yang mampu menjawab pertanyaan ide pokok dengan tepat.
  • Pemantauan diskusi kelompok: guru mengamati kemampuan murid menyampaikan pendapat dan mengaitkan dengan pengalaman pribadi.
  • Jawaban tertulis di buku siswa pada pertanyaan pemahaman teks sebagai bukti proses belajar.

Sumatif:

  • Asesmen lisan individu di penutup: murid menyebutkan ide pokok cerita dan menyampaikan satu pendapat tentang isi cerita secara lisan.
  • Tulisan satu kalimat pendapat pribadi di buku tulis dinilai berdasarkan ketepatan menggunakan ide pokok cerita dan keterkaitan dengan pengalaman pribadi.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Memahami Ide Pokok CeritaMurid tidak dapat menyebutkan ide pokok cerita meskipun dengan bantuan pertanyaan panduan dari guru.Murid dapat menyebutkan ide pokok cerita dengan bantuan pertanyaan panduan dari guru, namun penjelasannya masih tidak lengkap.Murid dapat menyebutkan ide pokok cerita secara mandiri dengan penjelasan yang cukup lengkap mencakup tokoh, masalah, dan penyelesaian.Murid dapat menyebutkan ide pokok cerita secara mandiri dengan penjelasan lengkap dan rinci, serta mampu mengidentifikasi ide pendukung dalam cerita.
Menyampaikan Pendapat Secara LisanMurid tidak menyampaikan pendapat atau hanya mengulangi kalimat dari teks tanpa menggunakan kalimat pendapat sendiri.Murid menyampaikan pendapat dengan kalimat yang sederhana namun belum menggunakan alasan yang berkaitan dengan isi cerita atau pengalaman pribadi.Murid menyampaikan pendapat dengan kalimat yang jelas, disertai alasan yang dikaitkan dengan isi cerita atau pengalaman pribadi.Murid menyampaikan pendapat dengan kalimat yang jelas, disertai alasan yang dikaitkan dengan ide pokok cerita dan pengalaman pribadi secara rinci, serta menggunakan kosakata yang tepat.
Kosakata Baru dalam KonteksMurid tidak dapat menggunakan atau menjelaskan kosakata baru (arloji, gerbong, tiket, jalur, melintas) meskipun sudah dibahas bersama.Murid dapat mengenali 1–2 kosakata baru dalam teks namun belum dapat menggunakannya dalam kalimat sendiri.Murid dapat memahami dan menggunakan 3–4 kosakata baru dalam konteks kalimat yang tepat.Murid dapat memahami dan menggunakan semua kosakata baru secara tepat dalam kalimat sendiri, termasuk saat menyampaikan pendapat lisan maupun tulisan.
Partisipasi dalam Diskusi KelompokMurid tidak berpartisipasi dalam diskusi kelompok meskipun sudah didorong oleh guru atau teman.Murid berpartisipasi dalam diskusi kelompok hanya jika diminta secara langsung, dengan respons yang singkat.Murid berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok, menyampaikan pendapat dan merespons pendapat teman dengan sopan.Murid berpartisipasi sangat aktif, memimpin diskusi kelompok, mendorong teman lain untuk berbicara, dan merespons pendapat teman dengan argumen yang relevan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan yang cukup untuk membaca teks dan memahami ide pokoknya? Murid mana yang masih perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah kegiatan diskusi kelompok berjalan efektif? Apakah semua murid aktif berpartisipasi, ataukah ada yang pasif dan perlu strategi berbeda?
  • Apakah pertanyaan pemantik dan panduan yang saya berikan cukup membantu murid untuk mengaitkan isi cerita dengan pengalaman pribadi mereka?
  • Apakah alokasi waktu per tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu disesuaikan untuk pertemuan serupa berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa ide pokok dari cerita 'Di Stasiun Kereta Api' yang paling kamu ingat? Mengapa bagian itu berkesan bagimu?
  • Apakah kamu berhasil menyampaikan pendapatmu hari ini? Bagian mana yang terasa mudah dan bagian mana yang terasa sulit?
  • Apakah cerita ini mengingatkanmu pada pengalamanmu sendiri? Apa yang ingin kamu ceritakan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia 'Kawan Seiring' Kelas III SD/MI (Bab 6: Tersesat)
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia 'Kawan Seiring' Kelas III SD/MI
  3. Gambar suasana stasiun kereta api (cetak atau ditampilkan di layar proyektor)
  4. Video singkat suasana stasiun kereta api (opsional, jika tersedia LCD proyektor)
  5. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menuliskan kosakata baru
  6. Buku tulis murid untuk menulis jawaban dan kalimat pendapat
  7. Kartu kosakata (opsional): kartu bergambar untuk kata arloji, gerbong, tiket, jalur, melintas

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.