Modul AjarPertemuan 7Bab 5Fase BSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Menulis dan Menggambar Poster Promosi Bola-Bola Cokelat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 dengan topik "Menulis dan Menggambar Poster Promosi Bola-Bola Cokelat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Menulis dan Menggambar Poster Promosi Bola-Bola Cokelat

Bahasa Indonesia - Kelas 3

Bab 5 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Menulis dan Menggambar Poster Promosi Bola-Bola Cokelat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMenulis dan Menggambar Poster Promosi Bola-Bola Cokelat
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan menulis terbimbing, murid mampu menulis teks promosi sederhana pada poster bola-bola cokelat menggunakan kosakata baru bermakna denotatif dan kaidah kebahasaan yang benar.
  2. Melalui kegiatan kreatif menggambar dan menghias poster, murid mampu membuat poster promosi bola-bola cokelat yang memuat informasi produk secara lengkap dan menarik.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kalian ingin menjual bola-bola cokelat buatan sendiri, apa yang perlu orang lain tahu supaya mereka mau membeli?
  2. Pernahkah kalian melihat poster di toko atau di jalan? Apa saja yang biasanya ada di dalam poster itu?
  3. Menurut kalian, poster yang menarik itu seperti apa — apakah cukup tulisan saja, atau perlu gambar juga? Mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru memberi salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran. (3 menit)
  • Guru menampilkan atau menempelkan 2–3 contoh poster promosi makanan di papan tulis. Murid diminta mengamati selama 1 menit tanpa komentar dulu. (2 menit)
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik satu per satu; murid merespons secara lisan singkat. Guru tidak langsung menilai jawaban — tujuannya menghidupkan rasa ingin tahu. (4 menit)
  • Asesmen awal diagnostik: Guru bertanya lisan, 'Siapa yang pernah membuat atau ikut membuat poster sebelumnya? Apa saja yang kalian tulis di sana?' Guru mencatat respons untuk mengetahui titik awal murid. (3 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan membuat poster promosi bola-bola cokelat — mulai dari menulis informasi penting sampai menghias posternya supaya tampak menarik.' (2 menit)
  • Guru membagikan kertas karton/HVS ukuran A4 dan alat warna kepada setiap murid. (1 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menunjuk bagian-bagian poster contoh satu per satu: nama produk, harga, keunggulan, foto/gambar produk, dan kontak penjual. Murid menyebutkan bersama-sama nama setiap bagian. (3 menit)
  • Guru menuliskan di papan tulis: 'Poster promosi yang baik memuat: (1) nama barang, (2) harga, (3) keunggulan produk, (4) gambar/foto produk, (5) kontak penjual.' Murid menyalin daftar ini ke buku tulis mereka sebagai panduan. (3 menit)
  • Guru memperkenalkan 3–4 kosakata baru bermakna denotatif yang relevan: 'lezat', 'renyah', 'terbuat dari', 'tersedia'. Guru mengucapkan tiap kata, murid menirukan, lalu guru menjelaskan artinya dengan contoh kalimat singkat. (4 menit)
  • Guru mencontohkan satu kalimat promosi di papan tulis, misalnya: 'Bola-bola cokelat kami lezat dan terbuat dari bahan pilihan.' Murid membaca kalimat itu bersama-sama, kemudian guru menunjukkan cara kalimat tersebut memenuhi kaidah: huruf kapital di awal, titik di akhir. (3 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid membuka Buku Siswa halaman 116–117 dan membaca panduan membuat poster secara mandiri selama 2 menit. Guru mengingatkan untuk menggunakan daftar panduan yang sudah disalin. (2 menit)
  • Murid mulai merancang tata letak poster di kertas karton/HVS yang sudah dibagikan: menentukan di mana akan menulis nama produk, harga, keunggulan, dan di mana akan menggambar. Guru membimbing dengan berkeliling dan memberi umpan balik singkat. (5 menit)
  • Murid menulis teks promosi pada poster — minimal memuat nama produk, satu kalimat keunggulan menggunakan kosakata baru, harga, dan kontak penjual. Guru mengingatkan kaidah penulisan: huruf kapital, tanda titik, dan spasi antar kata. (8 menit)
  • Murid menggambar atau menghias poster dengan alat warna, kolase kertas warna, atau elemen dekoratif lain. Guru mendorong kreativitas: 'Buat postermu semenarik mungkin sehingga orang langsung ingin membeli!' (8 menit)
  • Asesmen proses: Guru berkeliling, mengamati dan mencatat menggunakan lembar observasi — apakah poster memuat semua komponen wajib, apakah penulisan sudah menggunakan kosakata baru dengan tepat, apakah kaidah penulisan diterapkan. Guru memberikan umpan balik lisan langsung kepada murid yang membutuhkan perbaikan. (dilakukan bersamaan dengan langkah menulis dan menggambar)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menghentikan kegiatan menghias dan menggunakan Lembar Pemeriksaan dari Buku Siswa halaman 117 untuk memeriksa posternya sendiri: centang 'Ya' atau 'Tidak' pada tiap kriteria (informasi lengkap, kata dan kalimat benar, gambar tepat, penyajian menarik). (4 menit)
  • 2–3 murid secara sukarela maju ke depan kelas dan memperlihatkan posternya. Mereka menjelaskan satu kalimat: 'Poster saya sudah memuat... dan saya masih perlu memperbaiki...' Teman lain menyimak dan boleh memberi satu pujian atau satu saran singkat. (4 menit)
  • Guru memberikan umpan balik kelas secara umum: menyebutkan hal yang sudah baik (misal: sebagian besar sudah mencantumkan harga) dan hal yang perlu ditingkatkan (misal: beberapa kalimat belum menggunakan tanda titik). (2 menit)
  • Murid menuliskan di sudut bawah posternya satu kalimat refleksi pribadi: 'Besok saya ingin membuat poster yang lebih baik dengan cara...' Guru mengingatkan bahwa ini bukan penilaian, melainkan catatan untuk diri sendiri. (3 menit)

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: 'Apa saja yang harus ada di poster promosi yang baik?' Murid menjawab secara bergantian. (3 menit)
  • Asesmen akhir: Guru meminta murid mengumpulkan poster. Guru menilai poster menggunakan rubrik 4 level berdasarkan dua aspek: kelengkapan informasi dan teks promosi, serta kemenarikan tampilan poster. (dilakukan setelah kelas selesai)
  • Guru memberikan apresiasi atas kerja keras murid hari ini: 'Kalian semua sudah berusaha membuat poster yang informatif dan menarik. Itu adalah keterampilan yang sangat berguna!' (1 menit)
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid dapat melengkapi atau mempercantik poster di rumah jika ada waktu, dan poster akan dipajang di kelas sebagai galeri mini. (1 menit)
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama. (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar menulis diberi kartu kata bergambar berisi kosakata promosi (lezat, renyah, murah, enak, terbuat dari) sehingga mereka bisa memilih dan menempelkan kata tanpa harus mengeja dari nol. Murid yang sudah lancar menulis didorong untuk menambahkan kalimat slogan kreatif dan deskripsi bahan pembuatan bola-bola cokelat.
  • Proses: Guru memberikan scaffolding berupa kerangka poster kosong bertanda posisi (kotak bertuliskan 'Nama Produk', 'Harga', 'Keunggulan', 'Kontak') kepada murid yang membutuhkan bantuan struktural. Murid yang lebih mandiri bekerja di kertas karton polos tanpa kerangka dan menentukan tata letak sendiri.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan ekstra boleh menghasilkan poster dengan minimal 3 komponen (nama produk, harga, gambar) dan tulisan tangan yang terbaca. Murid yang sudah berkembang diharapkan menghasilkan poster dengan semua 5 komponen lengkap, minimal 2 kalimat promosi menggunakan kosakata baru, dan tampilan yang rapi serta kreatif.

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya secara lisan di awal pendahuluan: 'Siapa yang pernah membuat atau ikut membuat poster sebelumnya? Apa saja yang kalian tulis di sana?' Respons murid dicatat guru sebagai pemetaan awal — mana murid yang sudah memiliki pengetahuan tentang komponen poster dan mana yang belum, sehingga guru dapat menyesuaikan tingkat scaffolding.
  • Guru meminta murid mengamati poster contoh dan menyebutkan satu hal yang mereka lihat di dalamnya — digunakan untuk mengukur kemampuan membaca informasi visual awal.

Proses:

  • Observasi berkeliling menggunakan checklist komponen poster (nama produk, harga, keunggulan, gambar, kontak) selama tahap Mengaplikasi — guru memberi tanda centang untuk setiap komponen yang sudah ditulis murid.
  • Pemeriksaan penggunaan kosakata baru: guru memperhatikan apakah murid menggunakan minimal satu kata dari daftar kosakata baru (lezat, renyah, terbuat dari, tersedia) dalam kalimat promosi mereka.
  • Pemantauan kaidah penulisan: guru mengecek apakah murid menggunakan huruf kapital di awal kalimat dan tanda titik di akhir kalimat saat menulis teks promosi.
  • Penilaian diri murid menggunakan Lembar Pemeriksaan saat tahap Merefleksi — hasilnya menjadi umpan balik untuk murid dan data tambahan bagi guru.

Akhir:

  • Penilaian produk poster menggunakan rubrik 4 level dengan dua aspek utama: (1) kelengkapan informasi dan kebenaran teks promosi — dinilai dari kelengkapan komponen, penggunaan kosakata baru, dan kaidah kebahasaan; (2) kemenarikan tampilan poster — dinilai dari penggunaan gambar, warna, dan tata letak.
  • Catatan refleksi tertulis murid ('Besok saya ingin membuat poster yang lebih baik dengan cara...') dikumpulkan sebagai bukti kesadaran belajar dan digunakan guru untuk merencanakan tindak lanjut pembelajaran.

Formatif:

  • Observasi lisan saat pendahuluan: guru mencatat murid yang sudah punya pengalaman membuat poster sebelumnya sebagai data diagnostik awal.
  • Observasi berkeliling saat tahap Mengaplikasi: guru menggunakan lembar observasi sederhana (checklist) untuk memantau apakah setiap murid sudah menulis minimal 3 komponen poster dan menggunakan kosakata baru dengan benar.
  • Umpan balik lisan langsung saat murid menulis dan menggambar: guru memberikan petunjuk perbaikan segera kepada murid yang mengalami kesulitan.
  • Penilaian diri menggunakan Lembar Pemeriksaan (Buku Siswa hal. 117) pada tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Penilaian produk poster: guru menilai poster yang dikumpulkan menggunakan rubrik 4 level dengan dua aspek — (1) kelengkapan dan kebenaran teks promosi, dan (2) kemenarikan tampilan poster.
  • Catatan refleksi tertulis di sudut poster sebagai bukti kesadaran diri murid terhadap proses belajarnya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Informasi PosterPoster hanya memuat 1–2 komponen (misalnya hanya nama produk dan gambar); informasi tidak cukup untuk memperkenalkan produk.Poster memuat 3 komponen (misalnya nama produk, harga, dan gambar), tetapi komponen lain seperti keunggulan dan kontak penjual belum tercantum.Poster memuat 4 komponen lengkap (nama produk, harga, keunggulan, kontak penjual) dengan informasi yang dapat dipahami pembaca.Poster memuat semua 5 komponen secara lengkap dan jelas (nama produk, harga, keunggulan, gambar/foto, kontak penjual); informasi disajikan secara runtut dan mudah dipahami.
Penggunaan Kosakata Baru dan Kaidah KebahasaanTeks promosi tidak menggunakan kosakata baru; kalimat tidak menggunakan huruf kapital di awal dan/atau tanda titik di akhir; sulit dipahami.Teks promosi mencoba menggunakan kosakata baru tetapi kurang tepat; kaidah huruf kapital dan tanda titik diterapkan sebagian (misalnya hanya pada satu kalimat).Teks promosi menggunakan minimal 1 kosakata baru dengan tepat dan bermakna denotatif; sebagian besar kalimat sudah menggunakan huruf kapital dan tanda titik dengan benar.Teks promosi menggunakan 2 atau lebih kosakata baru dengan tepat dan bermakna denotatif; semua kalimat menggunakan huruf kapital di awal dan tanda titik di akhir secara konsisten.
Kemenarikan Tampilan PosterPoster hanya berisi tulisan tanpa gambar atau hiasan; tampilan sangat polos dan tidak menarik perhatian pembaca.Poster memiliki satu elemen visual (gambar atau warna) tetapi tata letak tidak teratur; tulisan dan gambar saling tumpang tindih atau sulit dibaca.Poster memiliki gambar yang relevan dengan produk dan menggunakan warna; tata letak cukup rapi sehingga informasi mudah dibaca.Poster menampilkan gambar relevan, kombinasi warna menarik, dan tata letak yang rapi dan estetis; keseluruhan tampilan mendorong minat pembaca untuk membeli produk.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil menulis teks promosi dengan minimal 3 komponen informasi? Murid mana yang memerlukan bimbingan lebih lanjut?
  • Apakah scaffolding yang diberikan (kartu kata, kerangka poster) cukup membantu murid yang mengalami kesulitan, atau perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu untuk menulis dan menggambar sudah seimbang? Apakah murid sempat menyelesaikan posternya sebelum waktu habis?
  • Seberapa efektif pengenalan kosakata baru di tahap Memahami? Apakah kosakata tersebut benar-benar digunakan murid dalam poster mereka?

Refleksi Murid:

  • Apa saja informasi yang kamu tulis di postermu? Apakah postermu sudah lengkap menurut Lembar Pemeriksaan?
  • Kata baru apa yang kamu pakai di poster kamu hari ini? Apakah kamu yakin artinya sudah benar?
  • Bagian mana dari membuat poster yang paling kamu sukai? Bagian mana yang terasa paling sulit?
  • Jika kamu bisa memperbaiki satu hal dari postermu, apa yang ingin kamu ubah dan mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia 'Kawan Seiring' Kelas III (Anna Farida K. dan Helva Nurhidayah, Kemdikbudristek 2022) — halaman 115–117
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia 'Kawan Seiring' Kelas III — Bab V Bola-Bola Cokelat
  3. Contoh poster promosi makanan (2–3 lembar, dicetak atau ditulis tangan oleh guru sebagai model)
  4. Kertas karton atau HVS ukuran A4 (1 lembar per murid)
  5. Alat warna (krayon, spidol, atau pensil warna)
  6. Kertas warna-warni untuk kolase (opsional)
  7. Lem dan gunting (jika menggunakan kolase)
  8. Kartu kata bergambar berisi kosakata promosi (lezat, renyah, murah, terbuat dari, tersedia) — disiapkan guru untuk diferensiasi
  9. Lembar kerangka poster kosong bertanda posisi komponen — disiapkan guru untuk murid yang membutuhkan scaffolding struktural
  10. Lembar observasi guru (checklist komponen poster) — disiapkan guru untuk asesmen proses

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.