MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 3 (Fase B) Topik: Memperagakan Wawancara tentang Kewirausahaan Bola-Bola Cokelat INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Memperagakan Wawancara tentang Kewirausahaan Bola-Bola Cokelat |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Melalui kegiatan memperagakan wawancara, murid mampu menyajikan pendapat tentang kegiatan wirausaha bola-bola cokelat dengan pilihan kata, gestur, volume, dan intonasi yang tepat.
- Melalui latihan menulis kalimat langsung dan tak langsung, murid mampu menggunakan kalimat langsung dan tidak langsung secara tepat dalam teks percakapan wawancara wirausaha.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian melihat orang berjualan kue di sekitar rumah atau sekolah? Apa yang membuat orang mau membeli kue tersebut?
- Kalau kalian ingin tahu cara membuat bola-bola cokelat dari seorang koki, pertanyaan apa yang akan kalian tanyakan kepadanya?
- Mengapa ketika berbicara di depan orang lain, kita perlu memperhatikan suara dan sikap tubuh kita?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
- Guru mengecek kehadiran dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
- Asesmen awal: Guru bertanya secara lisan, 'Siapa yang tahu apa itu wawancara? Pernah melihat reporter di televisi?' Guru mencatat respons murid untuk mengetahui pengetahuan awal mereka tentang wawancara dan kalimat langsung.
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu: 'Kalau kalian ingin tahu cara membuat bola-bola cokelat dari seorang koki, pertanyaan apa yang akan kalian tanyakan?'
- Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini: memperagakan wawancara dengan baik dan berlatih menulis kalimat langsung serta tidak langsung.
- Guru memotivasi murid dengan menyampaikan bahwa hari ini mereka akan berperan sebagai reporter sungguhan yang mewawancarai seorang koki bola-bola cokelat.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan teks percakapan wawancara antara reporter dan koki bola-bola cokelat dari Buku Siswa halaman 125 di papan tulis atau layar proyektor.
- Guru membacakan teks percakapan tersebut dengan intonasi dan gestur yang jelas sebagai contoh, lalu meminta murid menyimak dengan seksama. (Berkesadaran)
- Guru menjelaskan pengertian kalimat langsung (ucapan yang dikutip langsung dengan tanda kutip) dan kalimat tidak langsung (ucapan yang dilaporkan kembali tanpa tanda kutip) menggunakan contoh dari teks wawancara yang sudah dibaca.
- Guru meminta beberapa murid menyebutkan contoh kalimat langsung dan tidak langsung dari teks percakapan tersebut, kemudian mendiskusikannya bersama kelas.
- Guru menjelaskan unsur penting dalam wawancara yang baik: pilihan kata yang sopan dan sesuai konteks, gestur tubuh yang percaya diri, volume suara yang terdengar jelas, dan intonasi yang sesuai dengan isi pertanyaan atau jawaban. (Bermakna)
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):- Guru membagi murid menjadi pasangan (dua orang per pasang): satu berperan sebagai reporter dan satu berperan sebagai koki. (Menggembirakan)
- Setiap pasangan mendapat teks percakapan dari Buku Siswa sebagai panduan awal, namun didorong untuk menambahkan dialog mereka sendiri sesuai kreativitas masing-masing.
- Pasangan berlatih memperagakan wawancara selama ±7 menit, memperhatikan intonasi, volume suara, dan gestur yang sesuai. Guru berkeliling memberi bimbingan dan umpan balik. (Bermakna)
- Setelah berlatih, 3–4 pasangan tampil memperagakan wawancara di depan kelas secara bergantian. Murid yang menonton memberikan tepuk tangan dan umpan balik singkat: 'Apa yang sudah baik?' dan 'Apa yang bisa ditingkatkan?' (Menggembirakan)
- Asesmen proses: Guru mengamati dan mencatat performa murid saat memperagakan wawancara menggunakan lembar observasi (pilihan kata, gestur, volume, intonasi).
- Setelah peragaan, guru membagikan lembar latihan menulis. Murid mengubah 3 kalimat langsung dari teks wawancara menjadi kalimat tidak langsung, dan 2 kalimat tidak langsung menjadi kalimat langsung secara mandiri di buku tulis. (Bermakna)
- Murid menukar hasil tulisan dengan teman sebangku untuk saling memeriksa ketepatan penggunaan tanda baca dan perubahan kalimat (penilaian sejawat). (Berkesadaran)
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memandu murid merefleksi pengalaman belajar hari ini dengan bertanya: 'Apa yang terasa mudah dan apa yang terasa sulit saat memperagakan wawancara tadi?' (Berkesadaran)
- Murid menuliskan satu kalimat refleksi di buku tulis: 'Hal baru yang saya pelajari hari ini adalah... karena...' (Bermakna)
- Guru mengajak murid mendiskusikan kaitan kegiatan wawancara dengan kehidupan nyata: 'Di mana lagi kita bisa menggunakan keterampilan wawancara seperti ini dalam kehidupan sehari-hari?' (Bermakna)
- Murid menilai diri sendiri dengan mengisi lembar refleksi singkat: apakah mereka sudah berbicara dengan intonasi dan volume yang tepat, serta apakah mereka sudah bisa membedakan dan menulis kalimat langsung dan tidak langsung.
Penutup:- Guru bersama murid membuat rangkuman: poin-poin penting tentang cara wawancara yang baik dan perbedaan kalimat langsung dan tidak langsung.
- Asesmen akhir: Guru memberikan soal tertulis singkat — murid mengubah 2 kalimat langsung menjadi tidak langsung dari sebuah cuplikan wawancara baru yang belum pernah dibahas sebelumnya.
- Guru memberikan umpan balik umum kepada kelas tentang penampilan wawancara yang sudah dilakukan hari ini.
- Guru menyampaikan pesan penutup: 'Keterampilan berbicara dengan baik dan menulis dengan benar adalah bekal penting kalian, tidak hanya di sekolah tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.'
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang belum memahami kalimat langsung dan tidak langsung, guru menyediakan kartu contoh bergambar yang menunjukkan perbedaan kedua jenis kalimat secara visual. Bagi murid yang sudah paham, disediakan teks wawancara yang lebih panjang dan kompleks sebagai tantangan tambahan.
- Proses: Murid yang memerlukan dukungan lebih boleh memperagakan wawancara dengan membaca teks panduan dari Buku Siswa tanpa harus menghafal. Murid yang sudah lancar didorong untuk berimprovisasi dan menambahkan dialog baru di luar teks yang tersedia.
- Produk: Murid yang memerlukan dukungan cukup mengubah 2 kalimat langsung menjadi tidak langsung. Murid yang sudah berkembang dapat membuat 3–4 pasang kalimat langsung dan tidak langsung dari konteks wirausaha yang mereka buat sendiri.
ASESMENAwal:- Guru bertanya secara lisan: 'Siapa yang tahu apa itu wawancara?' dan 'Pernahkah kalian melihat reporter mewawancarai seseorang di televisi?'
- Guru meminta murid menyebutkan satu contoh pertanyaan yang biasa diajukan dalam wawancara.
- Guru menanyakan: 'Siapa yang sudah tahu perbedaan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung?' untuk memetakan pemahaman awal murid tentang aspek kebahasaan.
Proses:- Lembar observasi kinerja wawancara: guru mencatat performa setiap murid saat memperagakan wawancara di depan kelas berdasarkan indikator pilihan kata (sopan dan sesuai konteks), gestur (percaya diri dan natural), volume (terdengar seluruh kelas), dan intonasi (sesuai isi kalimat).
- Penilaian sejawat tertulis: murid menukar hasil latihan menulis kalimat langsung dan tidak langsung, lalu menandai bagian yang sudah tepat dan bagian yang perlu diperbaiki.
- Guru memberikan umpan balik verbal langsung kepada pasangan yang tampil memperagakan wawancara.
Akhir:- Soal tertulis individual: diberikan cuplikan wawancara baru bertema wirausaha (2–3 kalimat langsung), murid mengubahnya menjadi kalimat tidak langsung dengan memperhatikan perubahan kata ganti, tanda baca, dan konjungsi yang tepat.
- Guru menilai hasil tulisan menggunakan rubrik: ketepatan perubahan kata ganti orang, ketepatan penghilangan tanda kutip, dan ketepatan penambahan konjungsi 'bahwa' atau sejenisnya.
Formatif:- Observasi lisan saat murid menjawab pertanyaan pemantik dan asesmen awal (mengetahui pengetahuan awal tentang wawancara dan kalimat langsung).
- Observasi kinerja saat murid memperagakan wawancara: guru menggunakan lembar observasi dengan indikator pilihan kata, gestur, volume suara, dan intonasi.
- Penilaian sejawat: murid saling memeriksa hasil tulisan latihan kalimat langsung dan tidak langsung.
- Lembar refleksi diri murid di akhir tahap Merefleksi.
Sumatif:- Soal tertulis akhir pertemuan: murid mengubah 2 kalimat langsung dari cuplikan wawancara baru menjadi kalimat tidak langsung dengan tepat.
- Penilaian peragaan wawancara berdasarkan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) dengan aspek: pilihan kata, gestur, volume, dan intonasi.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pilihan Kata dalam Wawancara | Menggunakan kata-kata yang tidak sesuai konteks wawancara atau tidak sopan, sehingga percakapan sulit dipahami. | Menggunakan beberapa kata yang sesuai konteks wawancara, namun masih ada pilihan kata yang kurang tepat atau kurang sopan. | Menggunakan pilihan kata yang sesuai konteks wawancara wirausaha dan sopan, meskipun sesekali masih ragu-ragu. | Menggunakan pilihan kata yang tepat, sopan, dan sesuai konteks wawancara wirausaha secara konsisten, termasuk menambahkan dialog baru yang relevan. | | Gestur saat Wawancara | Sikap tubuh tidak mendukung komunikasi: menunduk, membelakangi lawan bicara, atau tampak tidak percaya diri. | Sesekali menunjukkan gestur yang sesuai, namun masih sering terlihat kaku atau tidak fokus kepada lawan bicara. | Menunjukkan gestur yang cukup percaya diri dan terarah kepada lawan bicara selama sebagian besar percakapan. | Menunjukkan gestur yang percaya diri, natural, dan mendukung komunikasi secara konsisten selama seluruh peragaan wawancara. | | Volume dan Intonasi | Suara terlalu pelan atau terlalu keras, intonasi datar sehingga kalimat tanya dan kalimat pernyataan tidak dapat dibedakan. | Volume suara kadang terdengar jelas, kadang tidak. Intonasi mulai bervariasi namun belum konsisten sesuai jenis kalimat. | Volume suara terdengar jelas dan intonasi sebagian besar sudah sesuai dengan jenis kalimat (tanya, pernyataan, atau ekspresi). | Volume suara terdengar jelas oleh seluruh kelas dan intonasi sepenuhnya sesuai dengan isi dan jenis kalimat secara konsisten. | | Penggunaan Kalimat Langsung | Tidak dapat menuliskan kalimat langsung dengan benar; tanda kutip, huruf kapital, dan tanda baca tidak digunakan. | Dapat menuliskan kalimat langsung namun masih banyak kesalahan pada penempatan tanda kutip, huruf kapital, atau tanda baca akhir. | Dapat menuliskan kalimat langsung dengan tanda kutip, huruf kapital, dan tanda baca yang sebagian besar tepat. | Dapat menuliskan kalimat langsung secara konsisten dan tepat, termasuk penempatan tanda kutip, huruf kapital, tanda koma sebelum kalimat petikan, dan tanda baca akhir di dalam tanda kutip. | | Penggunaan Kalimat Tidak Langsung | Tidak dapat mengubah kalimat langsung menjadi tidak langsung; tidak ada perubahan kata ganti orang atau penambahan konjungsi. | Dapat mengubah sebagian kalimat langsung menjadi tidak langsung, namun kata ganti orang atau konjungsi masih sering salah. | Dapat mengubah kalimat langsung menjadi tidak langsung dengan perubahan kata ganti orang dan konjungsi yang sebagian besar tepat. | Dapat mengubah kalimat langsung menjadi tidak langsung secara tepat dan konsisten, termasuk perubahan kata ganti orang, penghilangan tanda kutip, dan penggunaan konjungsi yang sesuai. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid mendapat kesempatan yang cukup untuk memperagakan wawancara hari ini? Bagaimana cara saya memastikan semua murid aktif terlibat?
- Apakah penjelasan tentang kalimat langsung dan tidak langsung sudah cukup jelas dan dipahami oleh sebagian besar murid? Bagian mana yang perlu dijelaskan ulang di pertemuan berikutnya?
- Apakah diferensiasi yang saya terapkan hari ini sudah membantu murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda-beda?
- Bagaimana kualitas umpan balik yang saya berikan kepada murid selama kegiatan peragaan wawancara berlangsung?
Refleksi Murid:- Apa hal baru yang aku pelajari hari ini tentang wawancara dan cara berbicara yang baik?
- Apakah aku sudah berbicara dengan volume dan intonasi yang tepat saat memperagakan wawancara? Apa yang ingin aku tingkatkan?
- Apakah aku sudah bisa membedakan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung? Bagian mana yang masih terasa sulit?
- Bagaimana rasanya menjadi reporter atau koki dalam wawancara tadi? Apa yang paling aku sukai dari kegiatan hari ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Bahasa Indonesia 'Kawan Seiring' Kelas III (Anna Farida K. & Helva Nurhidayah, Kemendikbudristek 2022) — halaman 125
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia 'Kawan Seiring' Kelas III (Anna Farida K. & Helva Nurhidayah, Kemendikbudristek 2022)
- Papan tulis dan spidol untuk menuliskan contoh kalimat langsung dan tidak langsung
- Lembar kerja siswa (LKS) latihan mengubah kalimat langsung menjadi tidak langsung dan sebaliknya
- Lembar observasi kinerja wawancara untuk guru
- Lembar refleksi diri murid
- Kartu contoh bergambar kalimat langsung dan tidak langsung (untuk diferensiasi murid yang memerlukan dukungan tambahan)
- Teks wawancara tambahan yang lebih panjang (untuk diferensiasi murid yang sudah berkembang)
- Alat tulis (pensil, pulpen, penggaris)
|