Modul AjarPertemuan 3Bab 4Fase BSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Berdiskusi tentang profesi tradisional dan modern di lingkungan sekitar

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 dengan topik "Berdiskusi tentang profesi tradisional dan modern di lingkungan sekitar". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Berdiskusi tentang profesi tradisional dan modern di lingkungan sekitar

Bahasa Indonesia - Kelas 3

Bab 4 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Berdiskusi tentang profesi tradisional dan modern di lingkungan sekitar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikBerdiskusi tentang profesi tradisional dan modern di lingkungan sekitar
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui diskusi kelompok tentang profesi di lingkungan sekitar, murid mampu menyebutkan perbedaan dua gambar profesi menggunakan kata kunci yang relevan dengan tepat.
  2. Melalui diskusi kelompok, murid mampu menyampaikan pendapat dan menanggapi pendapat teman menggunakan pilihan kata dan gestur yang sesuai dengan benar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat petani bekerja di sawah? Apa yang mereka gunakan untuk mengolah tanah?
  2. Menurutmu, apa bedanya petani yang menggunakan cangkul dengan petani yang menggunakan traktor?
  3. Apakah pekerjaan petani itu mudah atau sulit? Bagaimana perasaanmu melihat mereka bekerja?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan dua gambar (petani tradisional dengan cangkul/kerbau dan petani modern dengan traktor), lalu bertanya singkat kepada beberapa murid — 'Gambar apa ini? Apa yang sedang dilakukan orang ini?' — untuk mengukur pengetahuan awal tentang profesi petani.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan berdiskusi tentang perbedaan profesi petani tradisional dan modern, lalu saling berbagi pendapat dengan teman.
  • Guru memancing rasa ingin tahu dengan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian melihat petani bekerja? Apa bedanya petani yang memakai cangkul dan petani yang memakai traktor?'
  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil beranggotakan 3–4 orang secara heterogen.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan dua gambar berdampingan: (1) petani tradisional yang mencangkul atau membajak dengan kerbau, dan (2) petani modern yang mengoperasikan traktor di sawah.
  • Murid mengamati kedua gambar secara saksama selama 2–3 menit. Guru meminta mereka memperhatikan alat yang digunakan, kondisi sawah, dan ekspresi petani.
  • Guru memperkenalkan dan menuliskan kata-kata kunci di papan tulis: 'petani, kerbau, cangkul, traktor, sawah, padi, bahagia, tradisional, modern'. Guru membaca setiap kata dan murid menirukan bersama.
  • Guru menjelaskan secara singkat arti 'tradisional' (menggunakan alat atau cara lama) dan 'modern' (menggunakan alat atau cara baru/teknologi) dengan contoh konkret dari gambar.
  • Murid bertanya jika ada kata atau hal yang belum dipahami dari gambar. Guru merespons dengan mengaitkan pada pengalaman nyata murid.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok mendapat Lembar Kerja Diskusi yang berisi dua gambar petani (tradisional dan modern) serta panduan pertanyaan: (a) Apa perbedaan kedua gambar petani tersebut? (b) Apa kelebihan dan kekurangan masing-masing cara bertani? (c) Apakah para petani itu terlihat bahagia? Mengapa?
  • Murid berdiskusi dalam kelompok selama ±10 menit. Mereka diwajibkan menggunakan minimal 3 kata kunci dari daftar yang telah dituliskan guru di papan tulis dalam menyampaikan pendapat.
  • Setiap anggota kelompok mendapat giliran berbicara menyampaikan pendapatnya. Anggota lain mendengarkan, lalu menanggapi dengan kalimat seperti 'Aku setuju karena...' atau 'Aku punya pendapat berbeda, yaitu...'
  • Guru berkeliling mengamati jalannya diskusi di setiap kelompok, memberikan apresiasi verbal atas partisipasi murid ('Bagus sekali pendapatmu!', 'Coba gunakan kata kunci yang sudah kita pelajari ya.'), dan mencatat penggunaan kata kunci serta gestur murid pada lembar observasi.
  • Setelah diskusi kelompok selesai, perwakilan 2–3 kelompok menyampaikan kesimpulan diskusi mereka di depan kelas. Kelompok lain diperbolehkan menanggapi atau menambahkan.
  • Guru memberikan penguatan: menghargai semua jenis profesi, termasuk petani, karena mereka bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid untuk sejenak diam dan berpikir: 'Tutup mata sebentar. Bayangkan kamu adalah petani itu — bagaimana perasaanmu bekerja di sawah setiap hari?'
  • Setelah membuka mata, setiap murid menuliskan 1–2 kalimat pada kertas kecil (tiket keluar): 'Satu hal yang aku pelajari hari ini tentang profesi petani adalah...' dan 'Ketika berdiskusi tadi, aku sudah/belum bisa... karena...'
  • Beberapa murid secara sukarela berbagi tulisannya. Guru merespons dengan hangat tanpa menghakimi jawaban.
  • Murid memilih emoji dari kartu yang disediakan guru (😊 senang, 😐 biasa saja, 😕 masih bingung) untuk menggambarkan perasaan mereka selama diskusi berlangsung.
  • Guru mengumpulkan tiket keluar sebagai bahan asesmen dan tindak lanjut pembelajaran berikutnya.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman pembelajaran: menyebutkan perbedaan petani tradisional dan modern menggunakan kata kunci yang telah dipelajari.
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi aktif dalam diskusi.
  • Guru menyampaikan pesan nilai: semua profesi, termasuk petani tradisional, adalah pekerjaan yang mulia dan layak dihargai.
  • Guru memberikan informasi singkat tentang kegiatan pembelajaran berikutnya.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan gambar berlabel (kata kunci sudah ditempel langsung pada gambar, misal: 'traktor', 'cangkul', 'kerbau'). Murid yang sudah mahir diberikan gambar tambahan profesi lain (nelayan tradisional vs. modern) untuk perbandingan lebih lanjut.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan berbicara dapat menunjuk bagian gambar terlebih dahulu sebelum menjelaskan dengan kata-kata. Murid yang sudah lancar didorong untuk menanggapi pendapat teman dengan memberikan alasan yang lebih rinci dan menggunakan lebih dari 3 kata kunci.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan cukup menyebutkan 2 perbedaan secara lisan. Murid yang sudah mahir dapat menuliskan atau menggambar perbedaan tersebut di lembar kerja sebagai karya tambahan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar (petani tradisional dan modern) dan mengajukan pertanyaan lisan singkat kepada beberapa murid: 'Gambar apa ini? Apa yang dilakukan orang dalam gambar ini?' untuk mengetahui pengetahuan awal tentang profesi petani dan kosakata yang sudah dikuasai.
  • Guru mencatat murid yang sudah mengenal istilah 'tradisional' dan 'modern' serta yang belum, sebagai dasar penyesuaian dukungan selama pembelajaran.

Proses:

  • Observasi berkeliling: guru mengamati setiap kelompok selama diskusi dan mengisi tabel pengamatan — kolom: nama murid, jumlah kata kunci yang digunakan (1–2 / 3+ / tidak ada), kemampuan menanggapi pendapat teman (sudah / belum), dan gestur/sikap tubuh saat berbicara.
  • Pertanyaan pancingan: guru mengajukan pertanyaan spontan kepada murid yang belum aktif, misalnya 'Menurutmu, gambar mana yang lebih mudah? Kenapa?' untuk mendorong partisipasi dan mengecek pemahaman.

Akhir:

  • Tiket keluar tertulis: murid menuliskan (a) satu perbedaan antara petani tradisional dan modern menggunakan minimal satu kata kunci, dan (b) satu kalimat tentang bagaimana perasaan mereka saat berdiskusi.
  • Guru menilai tiket keluar menggunakan rubrik 4 level untuk aspek penggunaan kata kunci dan kemampuan menyampaikan pendapat.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid berdiskusi kelompok: mencatat penggunaan kata kunci, giliran berbicara, dan gestur yang digunakan (menggunakan Tabel Penilaian Penggunaan Kata Kunci).
  • Pengamatan kemampuan menanggapi pendapat teman: apakah murid menggunakan kalimat tanggapan yang sesuai dan santun.
  • Tiket keluar: murid menuliskan satu hal yang dipelajari dan satu refleksi diri tentang kemampuan berdiskusinya.

Sumatif:

  • Penilaian presentasi lisan perwakilan kelompok di depan kelas: kelengkapan perbedaan yang disebutkan dan ketepatan penggunaan kata kunci.
  • Penilaian kemampuan menanggapi pendapat dengan pilihan kata dan gestur yang sesuai konteks diskusi kelas.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penggunaan Kata Kunci dalam BerpendapatMurid tidak menggunakan kata kunci yang relevan saat menyampaikan pendapat, atau belum mampu menyampaikan pendapat secara lisan.Murid menggunakan 1–2 kata kunci yang relevan saat berpendapat, meskipun kalimat masih belum lengkap.Murid menggunakan 3 kata kunci yang relevan dan menyampaikan pendapat dalam kalimat yang cukup jelas.Murid menggunakan lebih dari 3 kata kunci yang relevan, menyampaikan pendapat dalam kalimat lengkap dan jelas, serta mampu memberikan alasan yang logis.
Menanggapi Pendapat TemanMurid tidak menanggapi pendapat teman, atau menanggapi dengan cara yang tidak sesuai (misal: mengejek, mengabaikan).Murid menanggapi pendapat teman dengan kalimat singkat, meskipun belum menggunakan pilihan kata yang tepat.Murid menanggapi pendapat teman menggunakan kalimat yang sopan dan pilihan kata yang sesuai, meskipun belum selalu disertai alasan.Murid menanggapi pendapat teman dengan kalimat sopan, pilihan kata yang tepat, disertai alasan yang jelas, dan menggunakan gestur yang sesuai (misal: mengangguk, menunjuk gambar).
Gestur dan Sikap Tubuh saat BerbicaraMurid tidak menunjukkan gestur yang mendukung komunikasi; kontak mata sangat minim atau menghindari bicara di depan kelompok.Murid sesekali menggunakan gestur yang sesuai (misal: menunjuk gambar) namun belum konsisten.Murid menggunakan gestur yang sesuai secara konsisten dan menjaga kontak mata dengan lawan bicara.Murid menggunakan gestur yang sesuai, menjaga kontak mata, menggunakan volume suara yang tepat, dan menunjukkan sikap tubuh yang percaya diri saat berbicara maupun mendengarkan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan yang cukup untuk berbicara dan menyampaikan pendapat dalam diskusi kelompok?
  • Apakah penggunaan kata kunci berhasil membantu murid dalam menyusun kalimat pendapat mereka?
  • Murid mana yang masih membutuhkan dukungan lebih dalam berbicara atau berdiskusi, dan apa tindak lanjut yang perlu dilakukan?
  • Apakah suasana diskusi terasa aman dan nyaman sehingga murid berani mengungkapkan pendapatnya?

Refleksi Murid:

  • Kata kunci apa yang paling sering kamu gunakan saat berdiskusi tadi? Apakah kamu merasa mudah atau sulit menggunakannya?
  • Saat temanmu menyampaikan pendapat yang berbeda denganmu, apa yang kamu lakukan? Bagaimana perasaanmu?
  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari tentang profesi petani hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia 'Kawan Seiring' untuk SD/MI Kelas III (Penulis: Anna Farida K. & Helva Nurhidayah, ISBN: 978-602-244-631-6) — Bab 4 'Senyum di Sekitarku', halaman 82–89.
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia 'Kawan Seiring' untuk SD/MI Kelas III — Bab 4, halaman 120–126.
  3. Dua gambar profesi petani: (1) petani tradisional menggunakan cangkul atau membajak dengan kerbau, dan (2) petani modern mengoperasikan traktor — dapat dicetak atau ditampilkan melalui proyektor.
  4. Kartu kata kunci (flash card): petani, kerbau, cangkul, traktor, sawah, padi, bahagia, tradisional, modern — untuk ditempel di papan tulis dan dibagikan ke kelompok.
  5. Lembar Kerja Diskusi kelompok berisi dua gambar dan panduan pertanyaan diskusi.
  6. Kartu emoji untuk refleksi perasaan murid (😊 senang, 😐 biasa saja, 😕 masih bingung).
  7. Kertas kecil atau sticky note untuk tiket keluar (exit ticket).
  8. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menuliskan kata kunci.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.