MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 3 (Fase B) Topik: Bab 4 — Menyelamatkan Lingkungan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Menyelamatkan Lingkungan |
|---|
| Alokasi Waktu | 54 JP (54 x 35 menit = 1890 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 27 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 3.4.1 Mengidentifikasi tokoh dan alur kejadian pada isi teks sastra berbentuk teks aural tentang penyelamatan lingkungan
- TP 3.4.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan bertema penyelamatan lingkungan
- TP 3.4.3 Menemukan pesan dalam teks sastra cetak bertema penyelamatan lingkungan
- TP 3.4.4 Menceritakan kembali isi dari teks yang didengar tentang penyelamatan lingkungan
- TP 3.4.5 Menulis teks narasi sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang kepedulian lingkungan
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Siapa saja hewan atau pelaku yang pernah kamu dengar dalam dongeng tentang alam?
- Bagaimana caramu mengenali siapa yang menjadi tokoh saat mendengarkan dongeng yang dibacakan?
- Bagaimana sifat tokoh Elok dan Poppi saat menghadapi sampah di Sungai Mahakam?
- Apa tindakan Elok dalam dongeng yang membuktikan bahwa ia adalah burung yang setia kawan?
- Bagian apa yang biasanya diceritakan pertama kali saat seseorang mendongeng?
- Bagaimana kita mengenali peristiwa pembuka sebelum masalah lingkungan muncul dalam cerita?
- Apa yang terjadi ketika tokoh dalam dongeng mulai menghadapi kesulitan atau masalah di tempat tinggalnya?
- Bagaimana kita mengetahui bahwa suatu peristiwa dalam dongeng termasuk bagian tengah cerita?
- Bagaimana kita mengetahui bahwa suatu masalah di dalam cerita sudah berhasil diatasi?
- Apa yang biasanya terjadi pada tokoh dan lingkungannya pada bagian akhir sebuah dongeng?
- Bagaimana cara kita membaca kata yang baru pertama kali kita lihat agar langsung terdengar lancar?
- Mengapa kita perlu berlatih membaca kata-kata baru tanpa mengeja hurufnya satu per satu?
- Bagaimana caramu melafalkan kata-kata yang baru pertama kali kamu lihat agar terdengar jelas?
- Mengapa kita perlu berlatih membaca kata bersama teman secara bergantian?
- Bagaimana caramu membaca kata baru di dalam kalimat panjang agar terdengar lancar?
- Mengapa kita perlu membaca kata-kata baru secara langsung tanpa mengeja hurufnya satu per satu?
- Bagaimana caramu membaca kata baru agar terdengar jelas dan lancar tanpa mengeja?
- Apa yang kamu lakukan jika menemukan kata baru bertema lingkungan saat membaca sebuah paragraf?
- Bagaimana caramu membaca kata baru yang panjang agar terdengar lancar dan tidak tersendat?
- Pernahkah kamu menemukan kata baru saat membaca cerita fabel tentang hewan dan alam sekitarnya?
- Pernahkah kamu membaca cerita tentang orang-orang yang bergotong royong membersihkan sungai?
- Bagaimana caramu mengetahui nasihat atau pesan kebaikan yang ingin disampaikan oleh penulis lewat cerita yang dibaca?
- Apa akibatnya jika sampah di suatu tempat terus ditumpuk dan tidak pernah dibersihkan?
- Bagaimana cara kita menemukan nasihat atau pesan kebaikan dari cerita yang kita baca?
- Apa yang terjadi jika rumah pohon atau tempat tinggal para hewan di hutan dirusak oleh manusia?
- Bagaimana cara kita mengetahui nasihat atau pesan kebaikan yang tersimpan di dalam cerita dongeng fabel?
- Apa pesan yang ingin disampaikan seorang penulis ketika menceritakan warga yang bergotong royong membersihkan parit?
- Bagaimana cara kita mengetahui pesan kebaikan atau tanggung jawab dari tindakan tokoh dalam cerita cetak?
- Ketika membaca cerita tentang hutan atau sungai yang rusak, nasihat apa yang biasanya ingin disampaikan oleh penulis kepada kita?
- Bagaimana cara kita mengetahui pesan kebaikan yang tersembunyi di balik perbuatan tokoh dalam dongeng?
- Siapa saja tokoh penyelamat lingkungan dalam dongeng yang pernah kamu dengarkan?
- Bagaimana awal mula kisah saat tokoh menyadari adanya masalah lingkungan di sekitarnya?
- Apa masalah lingkungan yang dialami oleh Poppi si pesut di Sungai Mahakam?
- Bagaimana caramu menceritakan kembali masalah atau konflik tersebut kepada temanmu?
- Bagaimana tokoh dalam dongeng yang kita dengar akhirnya menyelesaikan masalah lingkungan yang kotor?
- Bagaimana caramu menceritakan kembali cara tokoh menyelamatkan lingkungan kepada pasangan belajarmu?
- Bagaimana urutan cerita dongeng penyelamatan lingkungan yang pernah kamu dengar dari awal sampai akhir?
- Mengapa saat menceritakan kembali dongeng kita perlu menyebutkan tokoh, masalah, dan cara menyelesaikannya secara lengkap?
- Bagaimana urutan cerita yang tepat jika kita ingin menceritakan dongeng penyelamatan lingkungan kepada teman kelompok?
- Bagian mana dari dongeng penyelamatan lingkungan yang harus kita ceritakan lebih dahulu agar teman memahami ceritanya?
- Sebelum membuat cerita tentang merawat lingkungan, apa saja rencana kejadian yang perlu kita siapkan?
- Bagaimana urutan kejadian yang runtut agar cerita kepedulian lingkungan mudah dipahami pembaca?
- Bagaimana kalimat awal yang menarik untuk memulai cerita tentang membersihkan lingkungan?
- Mengapa kita perlu menggunakan jenis kalimat yang berbeda-beda saat menulis cerita?
- Masalah apa yang biasanya timbul di alam jika warga membuang sampah sembarangan?
- Bagaimana kita menceritakan kejadian masalah lingkungan itu menggunakan kalimat yang bervariasi agar cerita menjadi seru?
- Bagaimana caramu mengakhiri sebuah cerita penyelamatan lingkungan agar masalah sampahnya benar-benar teratasi?
- Kalimat apa saja yang bisa kamu gabungkan agar bagian penyelesaian ceritamu terdengar seru dan beragam?
- Bagaimana agar teks cerita lingkungan yang kita tulis tidak terasa membosankan saat dibaca?
- Mengapa kita perlu memvariasikan kalimat berita, kalimat tanya, dan kalimat seru dalam cerita lingkungan kita?
- Bagaimana kita menceritakan kembali kegiatan kerja bakti menggunakan kalimat yang bermacam-macam bentuknya?
- Kosakata baru apa saja tentang kebersihan lingkungan yang dapat membuat tulisan narasi kita lebih lengkap dan jelas?
- Bagaimana caramu membuktikan bahwa kamu sudah memahami isi dongeng penyelamatan lingkungan yang didengar dan dibaca?
- Mengapa kita perlu membaca kata baru dengan lancar dan menuliskan cerita tentang kepedulian lingkungan dengan kalimat yang bervariasi?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Tokoh dalam Teks Dongeng Aural tentang Penyelamatan Lingkungan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.1 Mengidentifikasi tokoh dan alur kejadian pada isi teks sastra berbentuk teks aural tentang penyelamatan lingkungan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan suasana ruang kelas yang rapi dan nyaman (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini, yaitu mengidentifikasi nama dan jenis tokoh dari dongeng yang dibacakan (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan membacakan teks mikro: 'Kiki si kancil melompat gembira melihat Boni si beruang menanam bibit pohon di tepi hutan.' Murid diminta menuliskan dua nama tokoh yang didengar pada secarik kertas kecil (acuan: Kiki si kancil dan Boni si beruang) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang konsep tokoh sebagai pelaku dalam cerita dongeng, serta petunjuk cara menangkap nama dan jenis tokoh saat mendengarkan cerita dibacakan (5 menit).
- Guru membacakan dongeng aural 'Penyelamat Sungai Mahakam' bagian pengenalan: 'Elok, si burung enggang, sedang bingung. Sudah lama ia tidak melihat Poppi, si pesut. Sahabatnya itu biasanya berenang di Sungai Mahakam. Kedua sahabat itu biasa bermain bersama di tepi sungai. Namun, sudah beberapa hari Poppi tidak muncul. Elok melihat banyak sampah di sungai. Apakah ini yang membuat Poppi tidak datang? Elok menyusuri Sungai Mahakam yang sangat luas. Akhirnya, ia bertemu Poppi di tempat yang jauh. Maaf Elok, kita tidak bisa bertemu di tempat biasa lagi, ujar Poppi.' (7 menit).
- Murid bersama bimbingan guru mengidentifikasi kedua tokoh dalam kutipan yang dibacakan tersebut beserta jenis hewannya (acuan: Tokoh 1 = Elok si burung enggang; Tokoh 2 = Poppi si pesut mahakam) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan menyimak menggembirakan 'Tebak Cepat Tokoh': guru memperdengarkan rekaman/bacaan 3 cuplikan narasi pendek bertema lingkungan secara bergantian, lalu murid berlomba mengangkat kartu nama tokoh yang tepat (10 menit).
- Murid menerima lembar kerja identifikasi tokoh individual yang memuat tugas menemukan 3 tokoh dari cuplikan aural yang dibacakan guru: 'Di sebuah bukit hijau, Riri si kelinci dan Dodo si landak terkejut melihat pohon-pohon ditebang. Mereka segera menemui Kakek Todi si kura-kura bijak untuk mencari tahu siapa pelaku penebangan itu.' Murid menuliskan nama tokoh dan jenis hewannya (acuan: (1) Riri si kelinci, (2) Dodo si landak, (3) Kakek Todi si kura-kura) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa ketepatan hasil catatannya bersama guru melalui pencocokan terhadap daftar acuan tokoh yang dibacakan ulang (5 menit).
- Murid memikirkan strategi yang paling membantu mereka dalam menangkap nama tokoh secara tepat saat menyimak dongeng aural (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan cara mengidentifikasi tokoh dalam dongeng aural, yaitu mendengarkan dengan saksama sebutan nama dan jenis pelaku yang muncul dalam cerita (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa 1 pertanyaan lisan cek pemahaman berdasarkan cuplikan pendek: 'Sita si bangau mengajak Mimi si katak membersihkan danau.' Siapakah dua tokohnya? (acuan: Sita si bangau dan Mimi si katak) (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan cuplikan dongeng dengan jumlah tokoh bertingkat (2 tokoh untuk murid yang memerlukan bimbingan, 3 tokoh untuk murid reguler/mahir).
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan berupa pilihan ganda nama tokoh, sedangkan murid mahir mengidentifikasi nama tokoh secara mandiri dalam bentuk isian bebas.
- Produk: Format hasil identifikasi tokoh dapat berupa isian tabel nama tokoh sederhana atau penulisan daftar nama tokoh berserta jenis hewannya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik menyimak: Guru membacakan kutipan mikro 'Kiki si kancil melompat gembira melihat Boni si beruang menanam bibit pohon di tepi hutan.' Murid diminta menyebutkan/menuliskan 2 tokoh yang didengar. Acuan jawaban benar: (1) Kiki / kancil, (2) Boni / beruang.
Proses:- Lembar Kerja Format Mandiri: Murid menyimak teks aural 'Di sebuah bukit hijau, Riri si kelinci dan Dodo si landak terkejut melihat pohon-pohon ditebang. Mereka segera menemui Kakek Todi si kura-kura bijak untuk mencari tahu siapa pelaku penebangan itu.' Murid mengidentifikasi 3 tokoh beserta jenisnya. Acuan jawaban benar: (1) Riri si kelinci, (2) Dodo si landak, (3) Kakek Todi si kura-kura. Skor: 1 poin untuk setiap tokoh yang diidentifikasi secara tepat (total skor maksimal 3).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Guru membacakan kalimat 'Sita si bangau mengajak Mimi si katak membersihkan danau.' Murid menyebutkan 2 tokoh yang terlibat. Acuan jawaban benar: Sita si bangau dan Mimi si katak.
Formatif:- Tes lisan identifikasi tokoh dongeng mikro pada asesmen awal
- Observasi unjuk kerja menyimak pada lembar kerja identifikasi tokoh individual (3 butir tokoh)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengidentifikasi Tokoh dalam Dongeng Aural | Belum mampu mengidentifikasi tokoh dongeng aural dengan tepat walau telah diberikan pengulangan pembacaan (0 dari 3 tokoh tepat sesuai acuan: Riri si kelinci, Dodo si landak, Kakek Todi si kura-kura). | Mampu mengidentifikasi 1 dari 3 tokoh dongeng aural secara tepat sesuai acuan (Riri si kelinci, Dodo si landak, Kakek Todi si kura-kura) dengan bimbingan guru. | Mampu mengidentifikasi 2 dari 3 tokoh dongeng aural secara tepat sesuai acuan (Riri si kelinci, Dodo si landak, Kakek Todi si kura-kura) secara mandiri. | Mampu mengidentifikasi seluruh (3 dari 3) tokoh dongeng aural secara tepat dan lengkap sesuai acuan (Riri si kelinci, Dodo si landak, Kakek Todi si kura-kura) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks aural yang dibacakan terdengar jelas oleh seluruh murid di ruang kelas?
- Bagian mana dari langkah menyimak yang paling efektif membantu murid menemukan nama tokoh cerita?
Murid:- Bagian cerita mana yang paling mudah kamu ingat tokohnya?
- Apa kesulitanmu saat mencari nama tokoh ketika mendengarkan cerita yang dibacakan?
Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Watak Tokoh dalam Dongeng Aural Penyelamat Sungai Mahakam — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.1 Mengidentifikasi tokoh dan alur kejadian pada isi teks sastra berbentuk teks aural tentang penyelamatan lingkungan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas, mengecek kehadiran, dan mengondisikan murid untuk siap menyimak dongeng aural (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan mengenai watak tokoh dari kutipan dongeng yang dibacakan singkat (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak dengan saksama pembacaan dongeng aural 'Penyelamat Sungai Mahakam' oleh guru yang memfokuskan pada perilaku dan perkataan tokoh Elok (burung enggang) dan Poppi (pesut) (10 menit).
- Murid mencocokkan perbuatan tokoh dengan sebutan sifatnya melalui pemodelan guru tentang cara mengenali watak tokoh dari tindakan dalam cerita (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan kuis cepat 'Tebak Watak Tokoh' secara interaktif: mengangkat kartu 'Setia Kawan/Peduli' atau 'Mudah Mengalah/Sabar' ketika guru membacakan 2 kutipan tindakan tokoh dongeng aural: (1) Elok terbang menyusuri sungai mencari sahabatnya yang hilang karena sampah; (2) Poppi memilih menepi ke tempat yang jauh agar tidak membebani teman tetapi tetap menyambut sahabatnya dengan ramah (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja identifikasi watak tokoh berdasarkan 3 cuplikan aural yang dibacakan ulang oleh guru (15 menit).
Merefleksi (Bermakna):- Murid memeriksa kebenaran hasil identifikasi watak bersama guru dan menandai tindakan tokoh yang menjadi bukti sifat tersebut (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan cara mengidentifikasi watak tokoh melalui tindakan tokoh dalam teks sastra aural (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat serta menutup kegiatan pembelajaran (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu kata sifat bergambar pilihan watak; murid mahir mendengarkan cuplikan aural tanpa opsi pilihan ganda.
- Proses: Guru membacakan ulang kutipan dongeng sebanyak dua kali dengan penekanan pada tindakan tokoh untuk kelompok yang membutuhkan perancah (scaffolding).
- Produk: Murid boleh menunjukkan identifikasi watak dengan mencentang tabel pilihan watak atau menuliskan nama watak secara mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru membacakan cuplikan: 'Elok melihat banyak sampah di sungai. Ia tidak tinggal diam, ia segera menyusuri sungai yang sangat luas untuk menemukan Poppi.' Guru bertanya: 'Apakah sifat Elok pada cuplikan tersebut: malas, pemarah, atau peduli sahabat?' (Acuan jawaban benar: peduli sahabat/setia kawan).
Proses:- Pengamatan saat murid memilih kartu watak pada kuis tebak watak tokoh berdasarkan 2 kutipan: kutipan 1 watak setia kawan/peduli, kutipan 2 watak sabar/ramah.
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri berisi 3 butir identifikasi watak tokoh: Butir 1: Tindakan Elok terbang jauh menyusuri sungai mencari Poppi -> Watak: peduli kawan/gigih; Butir 2: Ucapan Poppi 'Maaf, Elok, kita tidak bisa bertemu di tempat biasa lagi karena banyak sampah' -> Watak: jujur/sopan; Butir 3: Keputusan Elok dan Poppi mencari cara membersihkan sungai bersama -> Watak: bertanggung jawab/kerja sama. (Acuan: 3 identifikasi watak tepat sesuai tindakan tokoh).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan: Guru membacakan satu kalimat tindakan Poppi: 'Meskipun tempat bermainnya kotor oleh sampah, Poppi dengan sabar menjelaskan keadaannya kepada Elok tanpa marah-marah.' Murid mengidentifikasi watak Poppi dalam kalimat tersebut. (Acuan jawaban benar: sabar/tenang).
Formatif:- Kuis tebak watak tokoh (tindakan tokoh vs kartu sifat)
- Lembar kerja identifikasi watak tokoh berdasarkan cuplikan aural
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Watak Tokoh dari Teks Aural | Belum mampu mengidentifikasi watak tokoh dari 3 butir cuplikan dongeng aural yang diperdengarkan (0 butir tepat). | Mampu mengidentifikasi 1 dari 3 watak tokoh berdasarkan tindakan tokoh dalam dongeng aural secara tepat sesuai acuan. | Mampu mengidentifikasi 2 dari 3 watak tokoh berdasarkan tindakan tokoh dalam dongeng aural secara tepat sesuai acuan. | Mampu mengidentifikasi seluruh (3 dari 3) watak tokoh berdasarkan tindakan tokoh dalam dongeng aural secara tepat dan mandiri sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pelafalan dan pemenggalan saat membacakan cuplikan dongeng aural sudah cukup jelas bagi murid untuk menangkap perilaku tokoh?
- Apakah murid dapat membedakan antara tindakan fisik tokoh dengan sebutan sifat/watak tokoh?
Murid:- Bagian mana dari cerita yang membantumu mengetahui watak Elok?
- Apakah kamu merasa terbantu saat guru membacakan ulang kutipan tindakan tokoh?
Pertemuan 3 — Mengidentifikasi Alur Kejadian Awal dalam Dongeng Aural tentang Penyelamatan Lingkungan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.1 Mengidentifikasi tokoh dan alur kejadian pada isi teks sastra berbentuk teks aural tentang penyelamatan lingkungan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini: menyimak dongeng aural dan mengidentifikasi bagian alur kejadian awal cerita tentang penyelamatan lingkungan (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan membacakan sebuah kutipan mikro: 'Di sebuah hutan bakau yang tenang, hiduplah Kiki si kepiting kecil. Setiap pagi, ia senang berjalan di atas pasir bersih bersama kawan-kawannya.' Guru mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Siapa tokoh dan di mana tempat yang diperkenalkan?' (acuan: Kiki si kepiting kecil di hutan bakau); (2) 'Kapan peristiwa pembuka itu terjadi sebelum muncul masalah?' (acuan: setiap pagi saat berjalan di pasir bersih). Guru mencatat kesiapan murid dalam mengenali bagian awal (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membacakan dongeng aural bagian awal dari kisah 'Penyelamat Sungai Mahakam': 'Elok, si burung enggang, sedang bertengger di dahan pohon tepi Sungai Mahakam. Air sungai mengalir jernih dan udara pagi terasa sangat segar. Elok biasanya selalu menunggu sahabatnya, Poppi si pesut mahakam, untuk berenang dan bermain bersama di tepi sungai sebelum hari beranjak siang.' (5 menit).
- Guru bersama murid membedah konsep alur kejadian awal: bagian pembuka cerita yang berfungsi memperkenalkan tokoh utama (Elok si burung enggang dan Poppi si pesut), tempat kejadian (tepi Sungai Mahakam), serta keadaan atau kegiatan rutin sebelum masalah muncul (bermain bersama saat air masih jernih di pagi hari) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (beranggotakan 3-4 orang) untuk mengikuti permainan telaah aural 'Tepuk Awal Cerita': Guru membacakan 3 penggalan peristiwa acak dari dongeng lingkungan; murid bertepuk tangan sekali jika penggalan yang dibacakan adalah alur kejadian awal, dan menyilangkan tangan di dada jika bukan alur awal. Tiga penggalan tersebut adalah: (1) 'Tiba-tiba tumpukan sampah plastik mengotori air hingga Poppi tersedak' [Bukan awal/masalah]; (2) 'Di tepi danau yang hijau, Rara si kancil minum air jernih setiap fajar' [Alur awal]; (3) 'Warga akhirnya membersihkan sungai bersama-sama dan bersorak gembira' [Bukan awal/penyelesaian] (acuan respon benar: Penggalan 1 silang tangan, Penggalan 2 tepuk satu kali, Penggalan 3 silang tangan) (10 menit).
- Guru membagikan Lembar Kerja 'Mengidentifikasi Kejadian Awal Dongeng Lingkungan' dan membacakan teks aural kedua berjudul 'Pagi Damai di Pesisir Teluk': 'Suatu pagi yang cerah di pesisir Teluk Hijau, Boni si penyu sisik berenang meluncur perlahan di antara terumbu karang yang masih bersih. Ia mengunyah lumut laut sambil menanti sahabatnya, Todi si lumba-lumba, berkunjung menyapa.' Setiap kelompok mengidentifikasi 3 unsur peristiwa awal dongeng tersebut: (a) tokoh yang diperkenalkan (acuan: Boni si penyu sisik dan Todi si lumba-lumba); (b) latar tempat dan waktu pembuka (acuan: pagi cerah di pesisir Teluk Hijau / antara terumbu karang); (c) peristiwa/keadaan awal sebelum timbul bahaya lingkungan (acuan: Boni berenang meluncur perlahan di antara karang bersih sambil mengunyah lumut menanti sahabatnya) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan kelompok membacakan hasil isian lembar kerja mereka mengenai 3 unsur kejadian awal, sementara kelompok lain mencocokkan hasil identifikasi bersama penguatan langsung dari guru sesuai acuan kunci jawaban (10 menit).
- Murid menyimpulkan cara mengidentifikasi alur kejadian awal pada teks dongeng yang didengar, yaitu mencari perkenalan tokoh, tempat kejadian, dan suasana damai/rutinitas sebelum masalah lingkungan dimulai (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik atas ketepatan murid dalam menyimak dan menemukan ketiga unsur alur awal dongeng aural (3 menit).
- Guru menutup pertemuan pembelajaran dengan mengajak murid bersyukur atas kelestarian alam dan mengucapkan salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menyimak teks aural dengan pembacaan berulang 2 kali pada tempo yang lebih lambat, sedangkan kelompok mandiri menyimak pembacaan normal satu kali.
- Proses: Murid berkemampuan cepat diberikan pengayaan lembar kerja untuk mengidentifikasi detail tambahan berupa suasana lingkungan awal cerita, sedangkan murid yang sedang berkembang dipandu fokus pada 3 unsur inti (tokoh pembuka, latar tempat, dan kegiatan awal).
- Produk: Jawaban identifikasi alur awal dapat ditulis berupa kata kunci pengisi tabel rumpang terarah bagi murid yang memerlukan bimbingan atau berupa kalimat utuh bagi murid yang sudah mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan berdasarkan kutipan mikro hutan bakau: (1) Menyebutkan tokoh Kiki si kepiting dan tempat hutan bakau; (2) Menyebutkan waktu setiap pagi dan kegiatan berjalan di pasir bersih (acuan: kedua unsur pembuka tepat disebutkan murid).
Proses:- Observasi ketepatan murid merespons 3 penggalan pada permainan 'Tepuk Awal Cerita' (acuan: Penggalan 1 silang, Penggalan 2 tepuk tangan, Penggalan 3 silang).
- Pemeriksaan ketepatan pengisian lembar kerja identifikasi 3 unsur alur awal teks dongeng aural 'Pagi Damai di Pesisir Teluk': (1) Tokoh: Boni si penyu sisik dan Todi si lumba-lumba; (2) Latar: pagi hari di pesisir Teluk Hijau / terumbu karang bersih; (3) Peristiwa pembuka: Boni berenang meluncur dan makan lumut sambil menunggu sahabatnya sebelum ada masalah lingkungan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru membacakan satu kalimat singkat 'Rani si berang-berang mengumpulkan ranting di sungai yang masih jernih sebelum banjir lumpur datang.' Murid menyebutkan bagian awal yang menandai situasi sebelum masalah (acuan: Rani mengumpulkan ranting di sungai yang masih jernih).
Formatif:- Penilaian proses observasi respon menyimak saat permainan 'Tepuk Awal Cerita'
- Penilaian lembar kerja kelompok identifikasi 3 unsur alur kejadian awal dongeng aural
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Alur Kejadian Awal Dongeng Aural | Belum mampu mengidentifikasi tokoh, latar, maupun peristiwa pembuka pada alur kejadian awal dongeng aural (0 unsur tepat dari 3 unsur acuan). | Mampu mengidentifikasi 1 dari 3 unsur alur kejadian awal (tokoh, latar, atau peristiwa pembuka) dongeng aural dengan bantuan penuh guru. | Mampu mengidentifikasi 2 sampai 3 unsur alur kejadian awal dongeng aural secara tepat sesuai teks yang didengar. | Mampu mengidentifikasi seluruh 3 unsur alur kejadian awal dongeng aural secara lengkap, tepat, dan mandiri tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah cara pembacaan dongeng aural oleh guru cukup jelas sehingga murid mudah menangkap bagian alur awal cerita?
- Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam mengidentifikasi alur kejadian awal saat permainan dan kerja kelompok?
Murid:- Bagian mana dari cerita yang paling mudah membantumu mengetahui bahwa itu adalah peristiwa awal dongeng?
- Apa yang kamu rasakan saat bermain tepuk membedakan peristiwa awal cerita?
Pertemuan 4 — Mengidentifikasi Masalah dan Alur Kejadian Tengah pada Dongeng Aural Lingkungan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.1 Mengidentifikasi tokoh dan alur kejadian pada isi teks sastra berbentuk teks aural tentang penyelamatan lingkungan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi masalah utama dan alur kejadian tengah dari dongeng aural yang didengarkan (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperdengarkan rekaman/cuplikan lisan 2 kalimat: 'Kancil sedang asyik berjalan di kebun mentimun. Tiba-tiba kakinya terjerat perangkap pak tani dan ia tidak bisa bergerak.' Guru menanyakan kepada murid: apa masalah yang dihadapi tokoh Kancil? (acuan: kaki Kancil terjerat perangkap pak tani / Kancil terjebak dan tidak bisa bergerak) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan konsep alur kejadian tengah dongeng, yaitu bagian cerita saat masalah atau tantangan mulai muncul dan memuncak dialami oleh para tokoh (5 menit).
- Guru membacakan dongeng aural bagian tengah 'Penyelamat Sungai Mahakam': 'Elok si burung enggang terbang menyusuri sungai mencari Poppi si pesut. Saat sampai di muara, Elok melihat tumpukan sampah plastik dan limbah menutupi permukaan air. Poppi berenang menjauh dan tampak lemas karena air sungai kotor serta penuh sampah buangan manusia. Poppi tidak dapat mencari makan dan terancam sakit jika tetap berada di sana.' Murid menyimak dengan cermat (7 menit).
- Guru bersama murid membedah 2 pertanyaan identifikasi isi bagian tengah dongeng yang didengar: (1) Masalah apa yang dialami Poppi di sungai? (acuan: air sungai kotor penuh sampah plastik/limbah manusia sehingga Poppi lemas dan sulit mencari makan), (2) Kejadian apa yang dialami Elok saat menyusuri sungai? (acuan: melihat tumpukan sampah plastik menutupi permukaan air dan menemukan Poppi dalam keadaan lemas) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagi murid berpasangan untuk memainkan tantangan detektif alur 'Temukan Masalah Cerita' (prinsip Menggembirakan) (4 menit).
- Guru membacakan teks aural dongeng lingkungan kedua berjudul 'Hutan Bakau Milik Biko': 'Biko si kepiting bakau tinggal di tepi muara. Suatu siang, akar-akar pohon bakau tempat tinggalnya mulai patah dan tertutup lumpur pekat akibat penebangan liar. Air laut mulai mengikis daratan dengan kencang sehingga sarang kepiting dan ikan-ikan kecil terancam hanyut terbawa ombak.' (6 menit).
- Setiap pasangan berdiskusi mencatat lembar identifikasi berisi 2 tugas identifikasi isi alur tengah: (1) Menentukan masalah utama dalam dongeng (acuan: akar bakau patah/sarang terancam hanyut akibat penebangan liar dan kikisan air laut), (2) Menentukan peristiwa alur kejadian tengah yang dialami tokoh (acuan: akar tempat tinggal Biko patah tertutup lumpur dan sarang hewan hanyut terancam ombak) (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Dua perwakilan pasangan murid secara bergantian membacakan hasil identifikasi masalah dan alur tengah yang ditemukan, sementara guru dan pasangan lain mencocokkan dengan acuan isi cerita (5 menit).
- Murid bersama guru merefleksikan cara mengenali masalah dalam alur tengah dongeng yang didengar dengan membedakan peristiwa biasa dengan peristiwa yang memicu bahaya atau kesulitan bagi tokoh (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan cek pemahaman lisan akhir (asesmen akhir) kepada murid berdasarkan dongeng yang baru didengarkan (4 menit).
- Guru memberikan umpan balik dan mengapresiasi ketelitian murid dalam mengidentifikasi alur tengah, lalu menutup pembelajaran dengan doa penutup dan salam (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, guru membacakan ulang kutipan alur tengah dengan penekanan intonasi pada bagian yang memuat kalimat konflik/masalah. Untuk murid yang lebih cepat, disediakan bahan kutipan pendalaman teks aural ketiga untuk mengidentifikasi 2 masalah sekaligus.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu dengan pertanyaan pemandu langsung (misalnya: 'Apa yang membuat sarang Biko rusak?'), sedangkan murid yang cepat langsung menuliskan kedua rincian masalah secara mandiri.
- Produk: Jawaban identifikasi masalah dan alur kejadian tengah dapat disajikan berupa centang pilihan pada kartu kejadian atau penulisan kalimat ringkas pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Menjawab pertanyaan lisan identifikasi masalah berdasarkan kutipan aural 2 kalimat: 'Kancil sedang asyik berjalan di kebun mentimun. Tiba-tiba kakinya terjerat perangkap pak tani dan ia tidak bisa bergerak.' Pertanyaan: Apa masalah yang dialami oleh Kancil? (acuan jawaban: Kancil terjerat perangkap pak tani / tidak bisa bergerak).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam mengidentifikasi masalah dan alur tengah dongeng 'Hutan Bakau Milik Biko' pada lembar kerja pasangan dengan 2 butir target acuan: (1) Masalah utama: sarang/tempat tinggal rusak dan terancam hanyut akibat penebangan liar dan erosi ombak; (2) Alur kejadian tengah: akar bakau patah tertutup lumpur dan sarang hewan hanyut terbawa ombak.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir lisan: Murid menjawab 1 pertanyaan penutup dari cuplikan aural pendek: 'Mengapa rusaknya pohon bakau menjadi masalah besar bagi Biko?' (acuan jawaban benar: karena akar bakau adalah tempat tinggal Biko yang melindunginya dari ombak sehingga sarangnya terancam rusak/hanyut).
Formatif:- Tes lisan diagnostik awal mengenai identifikasi masalah tokoh dalam kutipan aural
- Penilaian kinerja lembar identifikasi masalah dan alur kejadian tengah berpasangan pada teks 'Hutan Bakau Milik Biko'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Masalah pada Alur Kejadian Tengah Dongeng Aural | Belum mampu mengidentifikasi masalah utama maupun alur kejadian tengah dari dongeng yang diperdengarkan meskipun telah diberi bantuan dan bimbingan guru. | Mampu mengidentifikasi salah satu dari masalah utama atau alur kejadian tengah dengan tepat sesuai acuan cerita melalui bimbingan guru. | Mampu mengidentifikasi masalah utama (sarang rusak/terancam hanyut akibat penebangan) dan alur kejadian tengah (akar patah tertutup lumpur dan air laut mengikis sarang) secara tepat sesuai acuan cerita. | Mampu mengidentifikasi masalah utama dan alur kejadian tengah secara tepat, lengkap, serta mandiri tanpa memerlukan pertanyaan penuntun dari guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks aural yang dibacakan memiliki kejelasan masalah dan alur tengah yang mudah dipahami murid kelas 3?
- Apakah murid dapat membedakan dengan jelas antara situasi pengenalan awal dengan kemunculan masalah di bagian tengah dongeng?
Murid:- Bagian mana dari cerita yang paling mudah menunjukkan bahwa tokoh sedang mengalami masalah?
- Apakah kamu dapat menemukan kejadian penting di bagian tengah dongeng yang kamu dengar tadi?
Pertemuan 5 — Mengidentifikasi Penyelesaian Alur Kejadian Akhir dalam Dongeng Aural Lingkungan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.1 Mengidentifikasi tokoh dan alur kejadian pada isi teks sastra berbentuk teks aural tentang penyelamatan lingkungan
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru mengaitkan materi alur tengah/masalah pada pertemuan sebelumnya dengan pertanyaan pemantik tentang bagaimana cerita dongeng berakhir (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan: membacakan kutipan singkat 'Kancil terjebak di lumpur licin. Pak Tani datang mengulurkan sebilah bambu sehingga Kancil dapat merayap naik dan selamat.' Murid diminta menunjukkan tindakan yang menjadi penyelesaian masalah (acuan: Pak Tani mengulurkan sebilah bambu sehingga Kancil dapat merayap naik dan selamat) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membacakan dongeng aural berjudul 'Kembalinya Kejernihan Sungai Mahakam' bagian akhir secara jelas dan meminta murid menyimak secara saksama isi alur kejadian penyelesaiannya (8 menit).
- Guru dan murid membahas konsep alur kejadian akhir, yaitu cara tokoh menyelesaikan masalah lingkungan yang dihadapi serta kondisi akhir lingkungan dalam dongeng (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain tantangan berpasangan 'Detektif Akhir Cerita', memilih 1 kartu penyelesaian yang tepat dari 3 kartu pilihan yang dibacakan guru: Kartu A 'Warga membiarkan sampah menumpuk di sungai', Kartu B 'Pesut Mahakam dan warga bergotong royong menjaring sampah plastik hingga sungai kembali jernih dan ikan bebas berenang', Kartu C 'Banjir bandang menenggelamkan seluruh desa selamanya' (acuan jawaban tepat: Kartu B) (15 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan lembar kerja mencocokkan 3 pasangan masalah dan alur kejadian penyelesaian akhir dari teks dongeng aural: (1) Masalah: Tumpukan sampah plastik menyumbat aliran air -> Penyelesaian: Warga bersama hewan air membuat jaring penyaring sampah dan membersihkannya setiap sore; (2) Masalah: Air sungai menjadi keruh dan berbau busuk -> Penyelesaian: Pabrik dilarang membuang limbah dan warga menanam pohon pembersih di sepanjang tepi sungai; (3) Masalah: Ikan-ikan kecil kehilangan tempat bertelur -> Penyelesaian: Bibit tanaman air ditanam kembali sehingga sarang ikan pulih (acuan: pasangan 1, 2, dan 3 tepat sesuai butir di atas) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil identifikasi alur penyelesaian masalah pada dongeng aural dan mengecek ketepatannya (5 menit).
- Murid mengemukakan hal yang telah dipahami tentang ciri-ciri alur kejadian akhir dalam dongeng penyelamatan lingkungan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan cara mengidentifikasi penyelesaian alur kejadian akhir pada teks sastra aural (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik dan menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menyimak cuplikan paragraf akhir yang diulang dua kali, sedangkan murid yang mahir menyimak satu kali pembacaan teks penuh.
- Proses: Murid yang masih kesulitan didampingi mengidentifikasi kata kunci tindakan penyelesaian masalah, sedangkan murid yang cepat mengidentifikasi 3 dampak lanjutan dari penyelesaian masalah tersebut pada isi dongeng.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pilihan penyelesaian masalah melalui kartu visual/pilihan ganda atau menuliskan poin tindakan penyelesaian pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru membacakan kutipan: 'Kancil terjebak di lumpur licin. Pak Tani datang mengulurkan sebilah bambu sehingga Kancil dapat merayap naik dan selamat.' Soal lisan: Manakah bagian yang menunjukkan penyelesaian masalah Kancil? (Acuan jawaban benar: Pak Tani mengulurkan sebilah bambu sehingga Kancil dapat merayap naik dan selamat).
Proses:- Tantangan Berpasangan 'Detektif Akhir Cerita': Murid memilih kartu penyelesaian alur akhir yang tepat untuk dongeng 'Kembalinya Kejernihan Sungai Mahakam' dari 3 kartu: Kartu A 'Warga membiarkan sampah menumpuk di sungai', Kartu B 'Pesut Mahakam dan warga bergotong royong menjaring sampah plastik hingga sungai kembali jernih dan ikan bebas berenang', Kartu C 'Banjir bandang menenggelamkan seluruh desa selamanya' (Acuan jawaban benar: Kartu B).
- Lembar Kerja Siswa Mandiri: Mencocokkan 3 pasangan masalah dan alur penyelesaian akhir. Daftar target dan acuan lengkap: (1) Masalah 'Tumpukan sampah plastik menyumbat aliran air' berpasangan dengan 'Warga bersama hewan air membuat jaring penyaring sampah dan membersihkannya setiap sore'; (2) Masalah 'Air sungai menjadi keruh dan berbau busuk' berpasangan dengan 'Pabrik dilarang membuang limbah dan warga menanam pohon pembersih di sepanjang tepi sungai'; (3) Masalah 'Ikan-ikan kecil kehilangan tempat bertelur' berpasangan dengan 'Bibit tanaman air ditanam kembali sehingga sarang ikan pulih'.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir sesi: Guru menanyakan tindakan penyelesaian akhir pada dongeng yang disimak hari ini. Kriteria penerimaan: Murid menyebutkan tindakan gotong royong membersihkan sampah dan terbebasnya sungai dari pencemaran sesuai isi cerita.
Formatif:- Tes lisan diagnostik pada apersepsi (mengidentifikasi tindakan penyelesaian masalah dari kutipan dongeng pendek)
- Observasi unjuk kerja berpasangan 'Detektif Akhir Cerita'
- Penilaian lembar kerja mengidentifikasi 3 alur kejadian penyelesaian akhir dongeng aural
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Penyelesaian Alur Kejadian Akhir Dongeng Aural | Belum mampu mengidentifikasi tindakan penyelesaian masalah dan alur akhir cerita dari 3 butir soal yang dibacakan. | Mampu mengidentifikasi 1 dari 3 alur kejadian penyelesaian akhir pada teks dongeng aural secara tepat sesuai acuan. | Mampu mengidentifikasi 2 dari 3 alur kejadian penyelesaian akhir pada teks dongeng aural secara tepat sesuai acuan. | Mampu mengidentifikasi seluruh (3 dari 3) alur kejadian penyelesaian akhir pada teks dongeng aural secara tepat dan mandiri sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks aural dongeng yang dibacakan memiliki alur akhir dan penyelesaian yang cukup jelas untuk diidentifikasi murid?
- Bagian mana dari kegiatan identifikasi alur akhir yang paling menantang bagi murid?
Murid:- Apa tanda atau kata yang membantumu mengetahui bahwa masalah dalam dongeng sudah selesai?
- Apakah kamu menyukai akhir dari dongeng penyelamatan lingkungan tadi?
Pertemuan 6 — Membaca Terbimbing Kata-Kata Baru dengan Fasih dari Dongeng Lingkungan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan bertema penyelamatan lingkungan
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca kata-kata baru bertema penyelamatan lingkungan dengan fasih dan lancar (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 kartu kata target: 'limbah' dan 'murung' lalu meminta 3 orang perwakilan murid membaca langsung secara cepat untuk memetakan kesiapan kelancaran membaca murid (acuan: terbaca tepat 'limbah' dan 'murung' secara langsung tanpa mengeja) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperlihatkan 4 kartu kata baru bertema lingkungan dari teks dongeng: (1) 'pesut', (2) 'limbah', (3) 'tercemar', dan (4) 'murung' di papan tulis (5 menit).
- Guru mencontohkan pelafalan membaca fasih keempat kata tersebut secara utuh dan jelas tanpa jeda mengeja suku kata, kemudian murid menyimak dan menirukan pelafalan bersama-sama (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan permainan tantangan membaca cepat 'Tepuk Kata Fasih': guru menunjuk kartu kata secara acak di antara 4 kata target: (1) 'pesut', (2) 'limbah', (3) 'tercemar', dan (4) 'murung', lalu murid yang ditunjuk membaca kata tersebut secara langsung dengan fasih dalam hitungan 3 detik (10 menit).
- Dalam bimbingan guru, setiap murid secara bergiliran membaca lembar daftar 4 kata target bertema lingkungan di mejanya secara mandiri dengan kriteria fasih (langsung terucap utuh, tanpa mengeja, tanpa pengulangan kata) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan pengalaman membaca kata baru: menandai kata mana di antara ke-4 kata target yang paling mudah dibaca dan kata mana yang masih membutuhkan latihan kelancaran (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian kelancaran membaca kata baru seluruh murid pada sesi latihan terbimbing ini (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara membaca kata-kata baru secara fasih yaitu dengan melihat bentuk kata secara utuh tanpa mengeja huruf per huruf (5 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut untuk membiasakan membaca kata baru secara mandiri di rumah dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu kata dengan pemenggalan suku kata bantu visual (pe-sut, lim-bah, ter-ce-mar, mu-rung) khusus bagi murid yang masih tahap awal belajar membaca lancar.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung (scaffolding) pemodelan berulang bagi murid yang masih mengeja, sedangkan murid yang sudah lancar diberikan tantangan membaca 4 kata target secara acak dalam waktu lebih cepat secara mandiri.
- Produk: Unjuk kerja membaca lisan 4 kata target baru secara langsung.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik membaca lisan 2 kartu kata target ('limbah' dan 'murung') secara langsung saat apersepsi untuk mengecek apakah murid membaca langsung atau masih mengeja per huruf (acuan ketercapaian: kata terbaca tepat dan utuh 'limbah' dan 'murung' tanpa mengeja suku kata).
Proses:- Observasi kelancaran membaca lisan saat permainan 'Tepuk Kata Fasih' dan pembacaan terbimbing daftar 4 kata target: (1) 'pesut', (2) 'limbah', (3) 'tercemar', (4) 'murung' (acuan kefasihan: terbaca tepat tanpa mengeja, tanpa jeda ragu lebih dari 3 detik, dan tanpa pengulangan kata).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman membaca lisan mandiri 4 kata target: (1) 'pesut', (2) 'limbah', (3) 'tercemar', (4) 'murung' di akhir kegiatan inti (acuan ketepatan: minimal 3 dari 4 kata dibaca dengan fasih secara langsung tanpa mengeja).
Formatif:- Tes lisan unjuk kerja membaca 4 kata baru bertema penyelamatan lingkungan ('pesut', 'limbah', 'tercemar', 'murung') secara terbimbing.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membaca kata-kata baru dengan fasih | Membaca kurang dari 2 kata dari 4 kata target ('pesut', 'limbah', 'tercemar', 'murung') dengan fasih, masih mengeja seluruh huruf/suku kata secara terbata-bata. | Membaca 2 kata dari 4 kata target ('pesut', 'limbah', 'tercemar', 'murung') dengan fasih tanpa mengeja, namun 2 kata lainnya masih perlu bimbingan mengeja. | Membaca 3 dari 4 kata target ('pesut', 'limbah', 'tercemar', 'murung') dengan fasih tanpa mengeja dan tanpa pengulangan kata secara mandiri. | Membaca seluruh (4) kata target ('pesut', 'limbah', 'tercemar', 'murung') dengan fasih, lancar seketika tanpa mengeja, tanpa ragu, dan tanpa pengulangan kata secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pemodelan pelafalan kata baru yang saya berikan cukup jelas untuk membantu murid membaca dengan fasih?
- Berapa banyak murid yang masih mengeja saat membaca kata baru dan memerlukan pendampingan lebih intensif?
Murid:- Kata baru mana yang paling mudah kamu baca dengan lancar hari ini?
- Apakah kamu masih mengeja saat membaca kata 'tercemar' atau sudah bisa membacanya langsung?
Pertemuan 7 — Membaca Berpasangan Kata-Kata Baru Bertema Lingkungan dengan Lafal Jelas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan bertema penyelamatan lingkungan
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran membaca kata-kata baru bertema lingkungan secara berpasangan dengan lafal yang jelas (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta 3 perwakilan murid membaca nyaring 3 kartu kata di papan tulis: (1) 'limbah', (2) 'pesut', (3) 'tercemar' untuk melihat kelancaran lafal awal tanpa mengeja (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menempelkan 6 kartu kata baru bertema lingkungan di papan tulis: (1) 'erosi', (2) 'reboisasi', (3) 'bandang', (4) 'jemawa', (5) 'silpin', (6) 'undagi', lalu memperagakan pelafalan tiap kata secara lugas dan fasih suku kata per suku kata tanpa jeda ragu (5 menit).
- Murid secara serempak menirukan pembacaan keenam kata baru tersebut mengikuti contoh pelafalan guru dengan memperhatikan ketepatan bunyi vokal dan konsonan tiap kata (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid secara berpasangan (teman sebangku) dan membagikan Lembar Baca Berpasangan berisi 6 kata target: (1) erosi, (2) reboisasi, (3) bandang, (4) jemawa, (5) silpin, (6) undagi (5 menit).
- Permainan 'Tantangan Kartu Giliran': Murid A membaca nyaring kata 1-3 sementara Murid B menyimak dan memberi tanda centang bila dibaca lancar tanpa mengeja, kemudian berganti peran untuk kata 4-6 (15 menit).
- Pasangan murid melakukan putaran kedua membaca acak keenam kata tersebut secara bergantian dengan menunjuk kartu kata secara cepat untuk menguji kefasihan pelafalan (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap pasangan saling menyampaikan kata mana di antara 6 kata target yang dirasa paling mudah dan kata mana yang masih sering tersendat saat dibaca (5 menit).
- Guru memanggil 4 pasang murid secara acak untuk membacakan masing-masing 2 kata target pilihan guru di depan kelas guna mengonfirmasi ketepatan pelafalan seluruh kata (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap pelafalan kata-kata target yang telah dilatih bersama pasangan dan mengapresiasi kerja sama murid (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya berlatih membaca berpasangan agar pelafalan kata-kata baru bertema lingkungan semakin fasih, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu kata dengan pemenggalan suku kata berwarna (misal: e-ro-si, re-boi-sa-si, ban-dang), sedangkan murid mahir membaca kartu kata utuh.
- Proses: Murid mahir membaca seluruh 6 kata target secara cepat dan berulang, sementara murid berkembang berlatih per 2 kata secara bergantian dengan panduan teman.
- Produk: Tidak ada diferensiasi produk karena fokus pertemuan ini adalah performa membaca lisan berpasangan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Membaca 3 kata uji diagnostik pada kartu kata: (1) 'limbah', (2) 'pesut', (3) 'tercemar'. Kriteria kesiapan: mampu melafalkan kata secara langsung tanpa mengeja huruf satu per satu (acuan: pelafalan utuh lim-bah, pe-sut, ter-ce-mar).
Proses:- Pengamatan langsung saat aktivitas Membaca Berpasangan pada 6 kata target: (1) erosi, (2) reboisasi, (3) bandang, (4) jemawa, (5) silpin, (6) undagi. Indikator: kelancaran membaca setiap kata tanpa mengeja, tanpa pengulangan kata, dan dengan pelafalan suku kata yang tepat.
Akhir Pertemuan:- Cek unjuk kerja lisan di akhir sesi: Murid melafalkan 2 kata yang ditunjuk guru dari daftar 6 kata target (acuan kata: erosi, reboisasi, bandang, jemawa, silpin, undagi) secara langsung tanpa jeda ragu lebih dari 3 detik.
Formatif:- Observasi unjuk kerja membaca berpasangan menggunakan lembar ceklis kefasihan pelafalan 6 kata target bertema lingkungan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan Membaca Kata-Kata Baru Bertema Lingkungan (Daftar 6 kata target: erosi, reboisasi, bandang, jemawa, silpin, undagi) | Mampu melafalkan kurang dari 3 kata target dengan fasih (masih terbata-bata mengeja huruf atau memerlukan bantuan penuh guru). | Mampu melafalkan 3 sampai 4 kata target dengan fasih tanpa mengeja, namun masih tersendat atau mengulang pada kata lainnya. | Mampu melafalkan 5 kata target dengan fasih, jelas, dan lancar tanpa mengeja secara berpasangan. | Mampu melafalkan seluruh (6) kata target dengan fasih, lancar, dan tepat secara mandiri dan konsisten tanpa jeda ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu membaca berpasangan cukup untuk memberi kesempatan tiap murid membaca keenam kata target?
- Kata mana dari 6 kata target yang paling banyak mengalami kendala pelafalan oleh murid?
Murid:- Kata baru mana yang menurutmu paling mudah dibaca hari ini?
- Bagaimana perasaanmu saat mendengarkan dan memeriksa temanmu membaca kata-kata baru tadi?
Pertemuan 8 — Membaca Nyaring Kata-Kata Baru dalam Kalimat Bertema Penyelamatan Lingkungan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan bertema penyelamatan lingkungan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melatih membaca nyaring kata-kata baru bertema lingkungan yang berada di dalam kalimat dengan fasih dan lancar (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik membaca cepat: guru menunjukkan kartu bertuliskan 4 kata target bab: (1) limbah, (2) tercemar, (3) erosi, (4) reboisasi; lalu meminta 4 perwakilan murid membaca nyaring satu per satu secara bergantian untuk memetakan kesiapan membaca fasih tanpa mengeja (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menampilkan 4 kalimat bertema penyelamatan lingkungan di papan tulis dengan kata baru dicetak tebal: (1) Pabrik dilarang membuang limbah berbahaya ke aliran sungai. (2) Air sumur warga menjadi tercemar akibat tumpukan sampah plastik. (3) Akar pohon bakau dapat menahan tanah dari bahaya erosi. (4) Warga desa melakukan reboisasi di lereng bukit yang gundul (7 menit).
- Guru memodelkan cara membaca nyaring kalimat tersebut dengan teknik membaca fasih: mata melompat mengenali bentuk kata baru utuh tanpa memenggal/mengeja huruf, lalu murid mengikuti membaca bersama secara serempak (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Latihan Membaca Nyaring berisi 4 kalimat bertema penyelamatan lingkungan: (1) Sungai bersih terbebas dari limbah pabrik. (2) Ikan tidak bisa hidup di air yang tercemar racun. (3) Hujan deras dapat menyebabkan erosi di tanah tandus. (4) Gerakan reboisasi membuat bukit kembali hijau (5 menit).
- Murid memainkan tantangan membaca gembira 'Estafet Kalimat Nyaring': secara bergiliran dalam barisan bangku, setiap murid membaca nyaring satu kalimat bergiliran dengan target membaca fasih kata target bertanda tebal tanpa mengeja, tanpa jeda ragu, dan tanpa mengulang kata (15 menit).
- Guru berkeliling mengamati setiap murid membaca nyaring 4 kalimat tersebut secara mandiri di mejanya, serta mencatat kelancaran pelafalan kata-kata baru pada lembar observasi (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru meninjau kembali kata-kata baru yang dibaca hari ini: limbah, tercemar, erosi, dan reboisasi, mengidentifikasi kata mana yang paling lancar dibaca dan kata mana yang masih membutuhkan latihan (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek cepat membaca nyaring secara acak kepada murid yang membutuhkan konfirmasi ketercapaian pada 4 kata target (limbah, tercemar, erosi, reboisasi) dalam kalimat (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik apresiatif atas kelancaran membaca nyaring murid dan menginformasikan kegiatan pertemuan berikutnya untuk membaca nyaring paragraf pendek, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu kalimat dengan penanda visual warna kontras pada kata target untuk murid yang membutuhkan bimbingan kelancaran fonologis.
- Proses: Murid yang sudah sangat lancar diberi latihan membaca 4 kalimat dengan urutan acak secara mandiri dan cepat; murid yang masih mengeja didampingi guru dengan bimbingan membaca suku kata per suku kata sebelum membaca kata utuh.
- Produk: Semua murid menunjukkan unjuk kerja membaca nyaring kalimat yang sama dengan target kefasihan kata target.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik membaca cepat 4 kata target: guru memperlihatkan kartu kata (1) limbah, (2) tercemar, (3) erosi, (4) reboisasi; kriteria ketercapaian: murid membaca kata secara langsung tanpa mengeja huruf satu per satu (acuan kata baku: /lim-bah/, /ter-ce-mar/, /e-ro-si/, /re-bo-i-sa-si/).
Proses:- Observasi ketercapaian membaca nyaring 4 kata target di dalam kalimat bertema lingkungan pada Lembar Latihan: (1) limbah pada kalimat 'Sungai bersih terbebas dari limbah pabrik.', (2) tercemar pada kalimat 'Ikan tidak bisa hidup di air yang tercemar racun.', (3) erosi pada kalimat 'Hujan deras dapat menyebabkan erosi di tanah tandus.', (4) reboisasi pada kalimat 'Gerakan reboisasi membuat bukit kembali hijau.'; kriteria fasih: dibaca utuh tanpa mengeja, tanpa pengulangan kata, dan tanpa jeda ragu lebih dari 3 detik.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman membaca nyaring kalimat konfirmasi: murid membaca satu kalimat acak dari 4 kalimat latihan yang dipilihkan guru; acuan ketercapaian: kata target (limbah, tercemar, erosi, atau reboisasi) terucap fasih dan tepat tanpa mengeja.
Formatif:- Observasi unjuk kerja membaca nyaring 4 kalimat bertema penyelamatan lingkungan dengan fokus kefasihan kata target (limbah, tercemar, erosi, reboisasi).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan Membaca Kata Baru dalam Kalimat Bertema Lingkungan (limbah, tercemar, erosi, reboisasi) | Membaca kata baru dalam kalimat masih dengan mengeja huruf satu per satu pada seluruh (4) kata target (limbah, tercemar, erosi, reboisasi). | Membaca kata baru dalam kalimat secara utuh pada 1-2 kata target (dari 4 kata: limbah, tercemar, erosi, reboisasi) dengan bimbingan guru, sedangkan kata lainnya masih dieja atau mengulang. | Membaca kata baru dalam kalimat secara fasih tanpa mengeja dan tanpa mengulang pada minimal 3 dari 4 kata target (limbah, tercemar, erosi, reboisasi) secara mandiri. | Membaca kata baru dalam kalimat secara fasih, lancar tanpa mengeja, tanpa mengulang, dan tanpa jeda ragu pada seluruh (4) kata target (limbah, tercemar, erosi, reboisasi) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu membaca nyaring bergiliran cukup untuk mengamati kelancaran seluruh murid?
- Kata baru mana di antara 'limbah', 'tercemar', 'erosi', dan 'reboisasi' yang paling sering dieja oleh murid saat berada di dalam kalimat?
Murid:- Kata baru mana yang sudah bisa kamu baca langsung dengan lancar tanpa mengeja?
- Bagian kalimat mana yang masih membuatmu ragu atau terhenti saat membaca nyaring?
Pertemuan 9 — Membaca Nyaring secara Mandiri Paragraf Pendek Bermuatan Kosakata Baru Lingkungan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan bertema penyelamatan lingkungan
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru mengecek kesiapan belajar dan melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 4 kartu kata baru di papan tulis: (1) pesut, (2) limbah, (3) tercemar, (4) murung, lalu meminta beberapa murid membaca kata tersebut untuk memetakan kefasihan membaca (acuan: membaca lugas tanpa terbata-bata/mengeja per suku kata) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca nyaring secara mandiri paragraf pendek yang memuat kosakata baru tentang penyelamatan lingkungan secara fasih (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru mengenai indikator membaca fasih pada paragraf pendek, yaitu membaca kata demi kata secara lancar mengalir, tepat pelafalan bunyinya, dan tanpa mengeja huruf satu per satu (5 menit).
- Murid mencermati pemodelan dari guru yang membaca nyaring sebuah kalimat contoh di papan tulis: 'Sungai Mahakam tercemar karena limbah pabrik', dengan membedakan cara membaca yang terbata-bata ('ter-ce-mar') dan cara membaca yang fasih langsung satu kata utuh ('tercemar') (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan lembar bacaan berisi paragraf pendek bertema lingkungan: 'Sungai Mahakam kini tercemar. Seekor pesut tampak murung di tepi air yang keruh. Banyak limbah dibuang sembarangan hingga merusak rumah hewan air itu.' (5 menit).
- Murid memainkan permainan 'Kartu Detektif Kata': secara mandiri murid menandai 4 kosakata baru target pada paragraf tersebut, yaitu (1) tercemar, (2) pesut, (3) murung, (4) limbah, lalu mencoba melafalkannya secara berbisik dengan lancar (10 menit).
- Secara mandiri dan bergiliran, setiap murid membaca nyaring paragraf pendek tersebut di hadapan guru di meja baca atau sudut baca kelas, dengan target membaca fasih seluruh 4 kosakata baru (tanpa mengeja, tanpa jeda ragu, tanpa salah pelafalan) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan pengalaman membaca nyaring secara mandiri, mengidentifikasi kata mana yang paling mudah dibaca fasih dan kata mana yang masih memerlukan latihan pengucapan (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap performa membaca nyaring mandiri murid berdasarkan catatan pengamatan ketercapaian kefasihan (5 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan motivasi untuk membiasakan membaca nyaring di rumah dan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan membaca diberikan paragraf dengan ukuran huruf lebih besar dan penandaan warna pada 4 kata target. Murid yang sudah sangat lancar diberikan paragraf tambahan yang memuat variasi susunan kalimat dengan 4 kata target yang sama.
- Proses: Murid yang masih mengeja didampingi guru dengan latihan pelafalan suku kata terlebih dahulu sebelum membaca utuh satu paragraf secara mandiri; murid mandiri langsung membaca nyaring keseluruhan teks.
- Produk: Seluruh murid tetap membaca nyaring mandiri paragraf yang memuat 4 kata target, dengan toleransi jeda waktu membaca yang disesuaikan kesiapan membaca murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes membaca lisan singkat 4 kartu kata di awal sesi: (1) pesut, (2) limbah, (3) tercemar, (4) murung. Acuan ketepatan: Murid mampu melafalkan kata langsung secara utuh tanpa mengeja huruf per suku kata (misalnya langsung membaca 'limbah', bukan 'l-i-m lim, b-a-h bah').
Proses:- Pengamatan unjuk kerja membaca nyaring mandiri pada teks paragraf pendek: 'Sungai Mahakam kini tercemar. Seekor pesut tampak murung di tepi air yang keruh. Banyak limbah dibuang sembarangan hingga merusak rumah hewan air itu.' Acuan: Membaca fasih 4 kata target (tercemar, pesut, murung, limbah) tanpa mengeja, tanpa pengulangan kata, dan tanpa jeda ragu lebih dari 3 detik.
Akhir Pertemuan:- Cek kefasihan akhir mandiri: Guru menunjuk acak 2 dari 4 kata target pada teks paragraf di lembar murid untuk dibaca seketika secara nyaring dan fasih. Acuan: Kata yang ditunjuk (pilihan dari: tercemar, pesut, murung, limbah) dilafalkan tepat dan lancar dalam waktu kurang dari 2 detik per kata tanpa mengeja.
Formatif:- Observasi unjuk kerja membaca nyaring mandiri paragraf pendek dengan lembar ceklis kefasihan 4 kosakata baru (tercemar, pesut, murung, limbah).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan Membaca Kata-Kata Baru dalam Paragraf | Membaca 4 kata baru target (tercemar, pesut, murung, limbah) masih dengan mengeja per suku kata atau terbata-bata dengan bantuan penuh dari guru. | Membaca 1-2 kata baru target (dari daftar: tercemar, pesut, murung, limbah) secara fasih tanpa mengeja, sedangkan kata lainnya masih dieja atau dibimbing. | Membaca 3 kata baru target (dari daftar: tercemar, pesut, murung, limbah) secara fasih tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu secara mandiri. | Membaca seluruh 4 kata baru target (tercemar, pesut, murung, limbah) dalam paragraf secara fasih, lancar tanpa jeda ragu, dan mandiri tanpa kesalahan pelafalan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Berapa banyak murid yang sudah mampu membaca keempat kata baru secara fasih tanpa mengeja?
- Bagian kata mana dari keempat kosakata baru lingkungan yang paling sering membuat murid tersendat atau ragu saat membaca nyaring?
Murid:- Kata baru mana di antara pesut, limbah, tercemar, dan murung yang paling lancar kamu baca secara mandiri tadi?
- Apakah kamu masih perlu mengeja saat membaca kata baru di dalam paragraf?
Pertemuan 10 — Membaca Fasih Kata-Kata Baru dari Cuplikan Bacaan Fabel Lingkungan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan bertema penyelamatan lingkungan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melatih membaca kata-kata baru dengan fasih dari cuplikan fabel lingkungan tanpa mengeja atau tersendat (3 menit).
- Guru melakukan diagnostik membaca awal: menunjuk kartu berisi 3 kata dasar bertema lingkungan (sungai, hutan, pohon) lalu meminta 3 perwakilan murid membaca kata tersebut secara langsung tanpa mengeja (acuan: terbaca tepat dan langsung: 'sungai', 'hutan', 'pohon') (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan lembar cuplikan bacaan fabel lingkungan 'Kisah Si Kancil dan Hutan Lindung' yang memuat 5 kata baru bercetak tebal: (1) limbah, (2) tercemar, (3) reboisasi, (4) habitat, (5) ekosistem (5 menit).
- Guru mencontohkan membaca fasih kelima kata baru tersebut satu per satu secara berulang tanpa mengeja huruf, tanpa mengulang suku kata, dan tanpa jeda ragu (acuan 5 kata: lim-bah, ter-ce-mar, re-boi-sa-si, ha-bi-tat, e-ko-sis-tem) lalu diikuti seluruh murid secara serempak (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain tantangan berpasangan 'Estafet Kartu Kata Fabel' (joyful challenge): murid duduk berpasangan dan bergantian mengambil serta membaca langsung 5 kartu kata baru (limbah, tercemar, reboisasi, habitat, ekosistem) dengan target membaca lancar tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu (15 menit).
- Setiap murid secara mandiri membaca nyaring cuplikan teks fabel pendek (3 kalimat) yang memuat kelima kata baru di hadapan guru/pasangannya: 'Hutan ini adalah habitat kami. Air sungai tidak boleh tercemar oleh limbah pabrik. Semua hewan bergembira saat warga melakukan reboisasi demi menjaga ekosistem hutan.' (acuan ketercapaian: kelima kata baru terbaca fasih tanpa jeda ragu dan tanpa mengeja) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling memeriksa dan mencentang lembar cek membaca fasih terkait keterbacaan langsung kelima kata baru tersebut (5 menit).
- Murid menyadari kata mana di antara kelima kata yang masih terasa berat diucapkan dan berlatih melafalkannya kembali secara mandiri sebanyak dua kali (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap kelancaran membaca murid tanpa mengeja (3 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa bersama dan salam tanpa menyimpulkan akhir bab (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks cuplikan fabel dengan bantuan pemenggalan suku kata tipis pada kata baru (misal: re-boi-sa-si), sedangkan murid mahir membaca teks fabel tanpa pemenggalan suku kata.
- Proses: Murid yang masih mengeja didampingi guru dalam kelompok kecil untuk pelafalan bertahap, sedangkan murid yang sudah lancar langsung melakukan tantangan membaca mandiri 5 kata baru secara acak.
- Produk: Semua murid menunjukkan unjuk kerja membaca fasih 5 kata baru dari cuplikan fabel lingkungan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik lisan membaca cepat 3 kata dasar bertema lingkungan: sungai, hutan, pohon. Acuan ketercapaian: murid membaca kata secara utuh tanpa mengeja huruf demi huruf (acuan bacaan tepat: 'sungai', 'hutan', 'pohon').
Proses:- Observasi unjuk kerja membaca lisan 5 kata baru (limbah, tercemar, reboisasi, habitat, ekosistem) pada lembar bacaan cuplikan fabel lingkungan. Kriteria: membaca fasih tanpa mengeja, tanpa jeda ragu, dan tanpa mengulang kata.
Akhir Pertemuan:- Cek kefasihan membaca mandiri 5 kata baru dalam kalimat fabel: 'Hutan ini adalah habitat kami. Air sungai tidak boleh tercemar oleh limbah pabrik. Semua hewan bergembira saat warga melakukan reboisasi demi menjaga ekosistem hutan.' Acuan daftar kata target lengkap: (1) limbah, (2) tercemar, (3) reboisasi, (4) habitat, (5) ekosistem terbaca langsung tanpa mengeja.
Formatif:- Unjuk kerja membaca lisan kelancaran/kefasihan 5 kata baru pada cuplikan fabel lingkungan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan membaca kata-kata baru dari cuplikan fabel lingkungan (target: limbah, tercemar, reboisasi, habitat, ekosistem) | Membaca 1–2 dari 5 kata baru dengan masih mengeja per suku kata atau tersendat-sendat | Membaca 3 dari 5 kata baru secara lancar, namun 2 kata lainnya masih dieja atau terdapat jeda ragu | Membaca 4–5 kata baru dengan fasih tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu dengan bimbingan sesekali | Membaca seluruh (5) kata baru dengan fasih, lancar tanpa mengeja, tanpa jeda ragu secara mandiri dan konsisten |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid dapat membaca kelima kata baru tanpa mengeja hurufnya satu per satu?
- Metode scaffolding apa yang paling efektif bagi murid yang masih tersendat saat membaca kata empat suku kata seperti reboisasi?
Murid:- Kata baru mana dari cerita fabel tadi yang paling mudah kamu baca dengan lancar?
- Bagian mana yang membuatmu merasa terbantu saat belajar membaca kata panjang tadi?
Pertemuan 11 — Menemukan Pesan Kebaikan dalam Teks Sastra Cetak Bertema Bersih Sungai — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.3 Menemukan pesan dalam teks sastra cetak bertema penyelamatan lingkungan
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca teks sastra cetak dan menemukan pesan kebaikan yang ada di dalamnya (2 menit).
- Murid mengerjakan asesmen awal diagnostik singkat dengan membaca 1 kutipan cerita pendek di papan tulis dan memilih pesan kebaikan yang sesuai (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mencermati teks sastra cetak berjudul 'Bakti Ikan Gabus dan Kodok untuk Sungai Jernih' yang dibagikan guru pada lembar bacaan (7 menit).
- Guru memodelkan 3 langkah menemukan pesan kebaikan dari teks cetak: (1) membaca tindakan tokoh, (2) mencermati akibat perbuatan tokoh, dan (3) menyimpulkan pesan kebaikan yang dapat ditiru (8 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid bermain tantangan berpasangan 'Detektif Pesan Kebaikan', membaca teks sastra cetak secara mandiri lalu menentukan pesan kebaikan dari 3 bagian tindakan tokoh pada teks (15 menit).
- Murid menuliskan temuan pesan kebaikan pada Lembar Kerja Detektif Pesan yang memuat 3 tindakan tokoh: (1) Gabus dan Kodok memungut sampah plastik di sungai, (2) Warga hewan air bergotong royong memasang jaring sampah, (3) Burung bangau mengingatkan pengunjung agar tidak membuang bungkus makanan ke air (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangan mencocokkan hasil temuan pesan kebaikan dengan acuan yang ditampilkan guru di papan tulis untuk mengevaluasi ketepatan pemahamannya (7 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan cara menemukan pesan kebaikan dalam teks sastra cetak bertema bersih sungai (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini dan menginformasikan kegiatan membaca teks dongeng cetak untuk pertemuan berikutnya sebelum menutup kelas dengan doa bersama (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks cetak dengan kalimat inti yang dicetak tebal pada bagian tindakan tokoh; murid yang mahir diberikan teks lengkap tanpa penanda.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dibimbing guru menandai kata kunci tindakan tokoh secara bertahap; murid yang sudah mahir langsung menemukan pesan kebaikan secara mandiri.
- Produk: Semua murid mengisi tabel pesan kebaikan; murid mahir menuliskan rumusan pesan dengan kalimatnya sendiri secara utuh sesuai acuan makna.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik membaca cuplikan teks cetak: 'Pak Bangau selalu memungut sampah plastik yang mengapung di sungai agar anak-anak ikan tidak tersangkut.' Pertanyaan: Apa pesan kebaikan dari kutipan tersebut? Pilihan: (A) Jangan bermain di dekat burung bangau, (B) Kita harus menjaga kebersihan sungai dari sampah plastik agar makhluk air aman. (Acuan jawaban benar: B).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja pengerjaan 3 butir penemuan pesan kebaikan dari teks 'Bakti Ikan Gabus dan Kodok untuk Sungai Jernih': (1) Tindakan Gabus dan Kodok memungut sampah plastik -> acuan pesan: Kita harus peduli membersihkan sampah agar lingkungan tempat tinggal bersih dan sehat; (2) Tindakan gotong royong memasang jaring sampah -> acuan pesan: Bekerja sama atau gotong royong membuat pekerjaan membersihkan sungai menjadi lebih ringan dan cepat selesai; (3) Tindakan bangau mengingatkan pengunjung agar tidak membuang sampah ke air -> acuan pesan: Kita harus berani saling mengingatkan demi menjaga kelestarian sungai.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat di akhir sesi: Murid menjawab 1 pertanyaan reflektif tertulis: 'Berdasarkan teks yang dibaca hari ini, mengapa kita tidak boleh membiarkan sampah menumpuk di sungai?' (Acuan kriteria penerimaan: jawaban memuat pesan bahwa membiarkan sampah dapat mencemari air/membahayakan makhluk hidup di sungai sehingga sungai harus dijaga dan dibersihkan).
Formatif:- Penilaian kinerja berupa pemeriksaan ketepatan menemukan pesan kebaikan dari 3 tindakan tokoh dalam teks sastra cetak menggunakan Lembar Kerja Detektif Pesan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Menemukan Pesan Kebaikan dalam Teks Sastra Cetak | Belum mampu menemukan pesan kebaikan dari 3 tindakan tokoh dalam teks sastra cetak yang dibaca (0 butir tepat sesuai acuan). | Mampu menemukan 1 pesan kebaikan secara tepat dari 3 tindakan tokoh dalam teks sastra cetak yang dibaca sesuai acuan. | Mampu menemukan 2 pesan kebaikan secara tepat dari 3 tindakan tokoh dalam teks sastra cetak yang dibaca sesuai acuan. | |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah permodelan menemukan pesan kebaikan melalui tindakan tokoh memudahkan murid memahami isi teks sastra cetak?
- Apakah seluruh murid aktif berpartisipasi dalam tantangan detektif pesan berpasangan?
Murid:- Bagian mana dari cerita 'Bakti Ikan Gabus dan Kodok untuk Sungai Jernih' yang paling mudah kamu temukan pesan kebaikannya?
- Apa langkah yang paling membantumu menemukan pesan kebaikan saat membaca cerita?
Pertemuan 12 — Menemukan Pesan Kepedulian Sampah dalam Teks Dongeng Cetak Istana Bencana — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.3 Menemukan pesan dalam teks sastra cetak bertema penyelamatan lingkungan
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: murid membaca satu kutipan cerita pendek di papan tulis: 'Warga desa membuang sampah sembarangan ke selokan hingga mampet dan air meluap ke jalan saat hujan deras.' Murid diminta memilih 1 dari 2 pilihan pesan yang paling tepat: (A) 'Kita harus rajin membuang sampah ke selokan', atau (B) 'Kita tidak boleh membuang sampah sembarangan ke selokan agar tidak banjir'. Acuan jawaban benar: (B) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menemukan pesan kepedulian sampah dalam teks dongeng cetak berjudul 'Istana Pembawa Bencana' (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati teks sastra cetak dongeng berjudul 'Istana Pembawa Bencana' pada Buku Siswa halaman 153 yang menceritakan tentang tumpukan sampah yang menggunung di Kerajaan Rembi hingga menjadi istana sampah berbau busuk, menjadi sarang penyakit, dan akhirnya warga bersama raja sadar untuk membersihkannya (10 menit).
- Guru memodelkan 4 langkah menemukan pesan dalam dongeng: (1) Membaca isi teks dengan saksama; (2) Memperhatikan tindakan tokoh; (3) Melihat akibat dari tindakan tokoh; (4) Merumuskan nasihat atau hal baik yang dapat dipelajari (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan bahasa berpasangan 'Detektif Pesan Cerita': setiap pasangan menerima Lembar Detektif berisi 4 pernyataan pesan kepedulian sampah dari dongeng 'Istana Pembawa Bencana'. Keempat pernyataan tersebut adalah: (1) 'Kita harus mengelola dan membuang sampah pada tempatnya agar tidak menimbulkan penyakit', (2) 'Sampah sebaiknya dibiarkan menumpuk agar menjadi istana yang megah', (3) 'Menjaga kebersihan lingkungan dari sampah adalah tanggung jawab bersama warga dan pemimpin', (4) 'Membuang sampah sembarangan tidak merugikan siapa pun'. Murid menentukan status masing-masing pernyataan dengan tanda Centang (Sesuai Pesan Dongeng) atau Silang (Tidak Sesuai Pesan Dongeng). Acuan jawaban benar: Pernyataan 1 = Centang; Pernyataan 2 = Silang; Pernyataan 3 = Centang; Pernyataan 4 = Silang (15 menit).
- Secara mandiri, setiap murid menemukan dan menuliskan 1 rumusan pesan utama tentang kepedulian sampah berdasarkan dongeng 'Istana Pembawa Bencana' pada lembar kerja yang disediakan (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali rumusan pesan yang telah ditulis dengan mencocokkan tindakan tokoh dan akibat yang terjadi dalam teks dongeng (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pesan kepedulian sampah yang berhasil ditemukan murid dalam teks dongeng cetak (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan cara menemukan pesan dalam teks sastra cetak bertema kepedulian sampah (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen akhir berupa cek pemahaman singkat dengan meminta murid memilih rumusan pesan yang tepat dari dongeng (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan disediakan teks dengan kalimat kunci yang telah diberi tanda penegas (highlight) pada bagian akibat tindakan menimbun sampah; murid yang mahir membaca teks tanpa tanda bantuan.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dibimbing dengan pertanyaan penuntun bertahap (tindakan tokoh -> akibat -> pesan); murid yang mahir merumuskan pesan secara langsung dan mandiri.
- Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan menuliskan pesan dengan melengkapi kalimat rumpang pemandu pesan; murid yang mahir menuliskan rumusan pesan secara utuh dengan bahasanya sendiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik memilih pesan cerita dari kutipan pendek di papan tulis. Butir: 'Warga desa membuang sampah sembarangan ke selokan hingga mampet dan air meluap ke jalan saat hujan deras.' Pilihan: (A) 'Kita harus rajin membuang sampah ke selokan' atau (B) 'Kita tidak boleh membuang sampah sembarangan ke selokan agar tidak banjir'. Acuan jawaban benar: Pilihan (B).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan analisis 4 pernyataan pesan kepedulian sampah pada Lembar Detektif Pesan Cerita: Pernyataan 1 ('Kita harus mengelola dan membuang sampah pada tempatnya agar tidak menimbulkan penyakit' -> acuan: Centang/Sesuai); Pernyataan 2 ('Sampah sebaiknya dibiarkan menumpuk agar menjadi istana yang megah' -> acuan: Silang/Tidak Sesuai); Pernyataan 3 ('Menjaga kebersihan lingkungan dari sampah adalah tanggung jawab bersama warga dan pemimpin' -> acuan: Centang/Sesuai); Pernyataan 4 ('Membuang sampah sembarangan tidak merugikan siapa pun' -> acuan: Silang/Tidak Sesuai).
- Pemeriksaan rumusan 1 pesan kepedulian sampah yang ditulis mandiri. Kriteria penerimaan operasional: Rumusan memuat ajakan/anjuran tindakan menjaga kebersihan sampah atau larangan menumpuk/membuang sampah sembarangan yang didasarkan pada peristiwa akibat dalam dongeng 'Istana Pembawa Bencana' (misal: 'Kita tidak boleh membiarkan sampah menumpuk karena bisa menjadi sarang penyakit dan bencana' atau 'Kita harus bergotong royong membersihkan sampah agar lingkungan sehat').
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menentukan apakah pernyataan 'Pesan utama dongeng Istana Pembawa Bencana adalah kita harus hidup berdampingan dengan tumpukan sampah' adalah Benar atau Salah. Acuan jawaban benar: Salah (karena pesan dongeng justru melarang menumpuk sampah dan mengajak membersihkannya).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pada Lembar Detektif Pesan Cerita (4 butir pernyataan centang/silang).
- Penilaian tugas tertulis menemukan 1 rumusan pesan kepedulian sampah dari dongeng 'Istana Pembawa Bencana'.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menemukan pesan kepedulian sampah dalam teks dongeng cetak | Belum mampu menentukan kesesuaian pesan (0-1 dari 4 pernyataan tepat) dan belum mampu menuliskan pesan yang relevan dengan teks. | Mampu menentukan kesesuaian pesan secara tepat pada 2 dari 4 pernyataan, atau menuliskan pesan namun belum sepenuhnya sesuai dengan akibat tindakan tokoh dalam teks. | Mampu menentukan kesesuaian pesan secara tepat pada minimal 3 dari 4 pernyataan dan mampu menuliskan 1 rumusan pesan kepedulian sampah yang sesuai dengan isi teks dongeng. | Mampu menentukan kesesuaian pesan secara tepat pada seluruh (4 dari 4) pernyataan dan mampu merumuskan pesan kepedulian sampah secara mandiri, runtut mengaitkan tindakan tokoh dengan akibatnya dalam teks dongeng. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah menghubungkan tindakan tokoh dan akibatnya mempermudah murid menemukan pesan kepedulian sampah dalam teks sastra cetak?
- Bagian mana dari kegiatan yang paling efektif membimbing murid merumuskan pesan cerita dengan kata-katanya sendiri?
Murid:- Pelajaran apa yang kamu dapatkan tentang sampah setelah membaca dongeng 'Istana Pembawa Bencana'?
- Apakah kamu merasa mudah menemukan nasihat atau pesan kebaikan dari cerita yang kamu baca hari ini?
Pertemuan 13 — Menemukan Pesan Menjaga Habitat Hewan dalam Teks Sastra Cetak Fabel — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.3 Menemukan pesan dalam teks sastra cetak bertema penyelamatan lingkungan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menemukan pesan moral tentang menjaga habitat (rumah) hewan dalam teks fabel cetak (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan membagikan potongan 1 paragraf fabel pembuka: 'Kancil menangis karena pohon beringin tempat tinggalnya ditebang manusia untuk dijadikan jalan'. Guru mengajukan pertanyaan diagnostik: 'Apa akibat buruk bagi Kancil jika pohon ditebang?' (acuan jawaban benar: Kancil kehilangan tempat tinggal/rumah/habitatnya) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membaca teks fabel cetak berjudul 'Rumah Baru Burung Pipit' di lembar bacaan masing-masing: 'Di tepi Hutan Hijau, Pak Pipit dan Bu Pipit membuat sarang di ranting pohon jati yang rindang. Suatu hari, sekelompok penebang datang memotong pohon-pohon rindang itu hingga roboh. Sarang Pipit hancur, telur-telurnya pecah, dan hewan-hewan lain berlarian kebingungan kehilangan tempat tinggal. Pipit dan teman-temannya harus bersusah payah mencari hutan lain yang jauh. Akibat hutan ditebang sembarangan, hewan kehilangan habitat dan terancam punah. Oleh karena itu, manusia harus menjaga pohon agar habitat hewan tetap aman dan terlindungi.' (10 menit).
- Guru memodelkan 5 langkah terstruktur menemukan pesan fabel: (1) Baca teks cerita dengan cermat, (2) Kenali tindakan/kejadian yang dialami tokoh, (3) Temukan akibat dari kejadian/tindakan tersebut, (4) Temukan pelajaran berharga, (5) Tuliskan pesan cerita (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru menggelar permainan tantangan 'Kartu Jejak Pesan' di mana murid berpasangan menerima teks fabel cetak kedua berjudul 'Danau Katak yang Tercemar' dan menelusuri pesan menjaga habitat air (10 menit).
- Murid secara mandiri mengisi Lembar Kerja Menemukan Pesan Fabel berdasarkan teks 'Danau Katak yang Tercemar'. Teks: 'Danau Jernih adalah tempat tinggal Koko si Katak dan kawanan ikan. Orang-orang mulai membuang sampah plastik dan limbah ke danau hingga airnya berbau busuk. Koko dan ikan-ikan jatuh sakit dan kehilangan tempat tinggal yang bersih. Koko mengingatkan bahwa manusia tidak boleh merusak habitat air agar hewan air tetap lestari.' Murid menjawab 3 butir terstruktur: Butir 1 (Kejadian buruk pada habitat), Butir 2 (Akibat bagi hewan), dan Butir 3 (Pesan cerita). (Acuan jawaban: Butir 1: Air danau tercemar sampah dan limbah plastik; Butir 2: Koko si katak dan ikan jatuh sakit/kehilangan tempat tinggal bersih; Butir 3: Jangan merusak/mencemari air danau agar habitat hewan air tetap terjaga dan terlindungi) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil analisis pesan fabel dengan acuan langkah menemukan pesan yang benar (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan cek pemahaman akhir secara tertulis dengan 1 butir soal: 'Tuliskan 1 pesan cerita fabel tentang menjaga habitat hewan yang sudah kamu temukan hari ini!' (acuan jawaban: Kita harus menjaga habitat/lingkungan pohon atau air agar hewan memiliki tempat hidup dan tidak punah) (5 menit).
- Guru mengapresiasi kerja mandiri murid, menyimpulkan bahwa setiap cerita fabel bertema alam memuat pesan untuk menyayangi tempat tinggal hewan, serta menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks fabel cetak dengan penandaan warna (stabilo) pada kalimat peristiwa dan akibat bagi murid yang membutuhkan bimbingan membaca.
- Proses: Memberikan panduan bertahap (scaffolding lembar bantuan langkah 1-5) bagi murid yang belum mandiri, sedangkan murid cepat diminta langsung merumuskan pesan dari fabel pengayaan 'Hutan Bakau Tempat Kepiting'.
- Produk: Murid menuangkan pesan fabel dalam kalimat sederhana terstruktur sesuai lembar kerja yang disediakan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman awal melalui 1 cuplikan pembuka fabel: 'Kancil menangis karena pohon beringin tempat tinggalnya ditebang manusia untuk dijadikan jalan.' Pertanyaan: 'Apa akibat buruk bagi Kancil jika pohon ditebang?' (Acuan jawaban: Kancil kehilangan tempat tinggal/rumah/habitatnya).
Proses:- Penilaian formatif pada Lembar Kerja Menemukan Pesan Fabel 'Danau Katak yang Tercemar' yang memuat 3 butir: Butir 1: Kejadian buruk pada habitat (acuan: danau tercemar sampah dan limbah); Butir 2: Akibat bagi hewan (acuan: katak dan ikan sakit atau kehilangan tempat tinggal bersih); Butir 3: Rumusan pesan fabel (acuan: larangan mencemari lingkungan perairan/kewajiban menjaga habitat air agar hewan tetap hidup aman).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir tertulis 1 butir: 'Tuliskan 1 pesan cerita fabel tentang menjaga habitat hewan yang telah kamu temukan hari ini!' (Acuan: Murid menuliskan pesan menjaga/tidak merusak pohon atau danau agar tempat tinggal hewan tetap terlindungi).
Formatif:- Pemeriksaan lembar kerja mandiri penelusuran pesan teks sastra cetak fabel berdasarkan 3 butir indikator.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menemukan pesan dalam teks sastra cetak fabel tentang menjaga habitat hewan | Belum mampu menemukan kejadian, akibat, maupun pesan menjaga habitat hewan dalam teks fabel cetak (0 dari 3 butir terjawab tepat sesuai acuan). | Mampu menemukan kejadian atau akibat buruk pada habitat hewan, tetapi belum tepat merumuskan pesan teks fabel cetak (1-2 butir tepat sesuai acuan: butir kejadian dan/atau akibat). | Mampu menemukan kejadian, akibat, dan merumuskan pesan teks fabel cetak tentang menjaga habitat hewan secara tepat sesuai acuan (seluruh 3 butir terjawab tepat). | Mampu menemukan kejadian, akibat, dan merumuskan pesan teks fabel cetak tentang menjaga habitat hewan secara tepat pada teks utama (3 butir) serta tepat menemukan pesan pada teks fabel pengayaan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur 5 langkah menemukan pesan fabel membantu murid memahami pesan moral teks cetak secara terstruktur?
- Apakah teks fabel cetak yang disajikan cukup kontekstual dan mudah dipahami oleh seluruh murid kelas 3?
Murid:- Bagian mana dari cerita fabel tadi yang paling membantumu menemukan pesan tentang menjaga rumah hewan?
- Apakah kamu dapat menemukan pesan cerita fabel dengan mengikuti langkah-langkah yang dipelajari?
Pertemuan 14 — Menemukan Pesan Tanggung Jawab Warga dalam Teks Sastra Cetak Lingkungan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.3 Menemukan pesan dalam teks sastra cetak bertema penyelamatan lingkungan
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran, menyapa murid, dan memandu doa singkat bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menemukan pesan tanggung jawab warga dalam teks sastra cetak bertema lingkungan (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan membagikan cuplikan 2 kalimat cetak: 'Pak Kardi melihat selokan tersumbat sampah plastik. Bersama tetangga, ia segera mengambil cangkul dan mengangkat sampah agar banjir tidak melanda.' Murid diminta memilih 1 dari 2 pilihan pesan: A) Selokan tersumbat harus dibiarkan saja; B) Warga bertanggung jawab bersama membersihkan selokan agar tidak banjir (acuan benar: B) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati teks sastra cetak berjudul 'Kerja Bakti di Kampung Lestari' yang dibagikan guru, lalu menyimak penjelasan cara menemukan pesan melalui langkah: (1) membaca tindakan tokoh warga, (2) melihat akibat yang ditimbulkan, dan (3) merumuskan pesan perbuatan tersebut (10 menit).
- Murid secara mandiri membaca teks cetak paragraf 1 dan 2 yang menceritakan tokoh Pak RT dan warga yang menjadwalkan ronda kebersihan dan membuat bak sampah terpilah (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain tantangan seru 'Detektif Pesan Lingkungan': murid membaca lembar kerja cetak berisi 3 kutipan peristiwa warga dalam cerita dan memilih kartu pesan yang tepat untuk setiap kutipan: (1) Peristiwa: 'Warga memasang papan larangan membuang sampah di tepi sungai' dipasangkan dengan Pesan A: 'Warga bertanggung jawab menjaga kebersihan sungai bersama'; (2) Peristiwa: 'Anak-anak mengumpulkan daun kering untuk dijadikan pupuk tanaman warga' dipasangkan dengan Pesan B: 'Semua warga termasuk anak-anak bertanggung jawab merawat tanaman lingkungan'; (3) Peristiwa: 'Bu Siti menegur pedagang yang hendak membuang minyak ke selokan' dipasangkan dengan Pesan C: 'Warga bertanggung jawab saling mengingatkan agar saluran air tidak tercemar' (acuan: pasangan 1-A, 2-B, 3-C) (18 menit).
- Murid menuliskan 1 rumusan pesan tanggung jawab warga berdasarkan akhir cerita 'Kerja Bakti di Kampung Lestari' pada kolom lembar kerja secara mandiri (acuan: pesan memuat kewajiban/tanggung jawab warga menjaga lingkungan bersih/sehat) (7 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil penemuan pesan dengan teks cetak, mengecek ketepatan pesan tanggung jawab warga yang ditemukan dari bukti peristiwa bacaan (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan atas ketepatan menemukan pesan tanggung jawab warga dari teks cetak yang telah dibaca (3 menit).
- Guru dan murid menutup kegiatan pembelajaran dengan salam dan doa penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks cetak dengan kalimat inti peristiwa yang telah distabilo tebal; murid yang mahir diberikan teks cetak lengkap tanpa penanda.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing langsung menautkan tindakan tokoh ke kartu pilihan pesan; murid yang cepat bekerja mandiri menemukan pesan tersirat.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan mencentang pilihan pesan tanggung jawab yang tepat; murid yang mahir merumuskan pesan tanggung jawab warga dengan kalimat sendiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik membaca cuplikan teks cetak: 'Pak Kardi melihat selokan tersumbat sampah plastik. Bersama tetangga, ia segera mengambil cangkul dan mengangkat sampah agar banjir tidak melanda.' Pertanyaan: Apa pesan tanggung jawab warga dari kutipan tersebut? Pilihan: A) Selokan tersumbat harus dibiarkan saja; B) Warga bertanggung jawab bersama membersihkan selokan agar tidak banjir (acuan benar: B).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja 'Detektif Pesan Lingkungan' mencakup 3 butir penjodohan peristiwa-pesan: (1) Peristiwa 'Warga memasang papan larangan membuang sampah di tepi sungai' -> Pesan: 'Warga bertanggung jawab menjaga kebersihan sungai bersama'; (2) Peristiwa 'Anak-anak mengumpulkan daun kering untuk dijadikan pupuk tanaman warga' -> Pesan: 'Semua warga termasuk anak-anak bertanggung jawab merawat tanaman lingkungan'; (3) Peristiwa 'Bu Siti menegur pedagang yang hendak membuang minyak ke selokan' -> Pesan: 'Warga bertanggung jawab saling mengingatkan agar saluran air tidak tercemar'. Kriteria ketuntasan: minimal 3 butir penjodohan tepat sesuai acuan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di akhir kegiatan: Murid menuliskan 1 pesan tanggung jawab warga dari akhir cerita cetak 'Kerja Bakti di Kampung Lestari'. Kriteria penerimaan operasional: rumusan pesan secara eksplisit atau implisit menyatakan perbuatan tanggung jawab warga dalam memelihara kebersihan/kelestarian lingkungan sekitar sesuai isi teks (acuan contoh yang diterima: 'Menjaga kebersihan desa adalah tanggung jawab semua warga', 'Warga harus kompak merawat lingkungan agar terhindar dari bencana').
Formatif:- Tes diagnostik awal memilih pesan dari cuplikan teks cetak
- Penilaian kinerja lembar kerja 'Detektif Pesan Lingkungan' (menjodohkan 3 cuplikan peristiwa dengan pesan tanggung jawab warga yang tepat serta menuliskan 1 pesan penutup)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menemukan pesan tanggung jawab warga dalam teks sastra cetak | Belum mampu menemukan pesan tanggung jawab warga dari teks cetak (0 dari 3 butir penjodohan tepat). | Mampu menemukan sebagian kecil pesan tanggung jawab warga dari teks cetak dengan bimbingan (hanya 1 dari 3 butir penjodohan tepat sesuai acuan). | Mampu menemukan pesan tanggung jawab warga dari teks cetak secara mandiri (2 sampai 3 butir penjodohan tepat sesuai acuan). | Mampu menemukan seluruh pesan tanggung jawab warga secara tepat (3 butir penjodohan tepat sesuai acuan) dan menuliskan 1 pesan tanggung jawab tambahan dari akhir teks dengan tepat secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah menghubungkan tindakan tokoh dengan akibatnya membantu murid menemukan pesan tanggung jawab warga secara mandiri?
- Apakah teks sastra cetak yang digunakan memiliki tingkat keterbacaan yang tepat untuk murid kelas 3?
Murid:- Bagian cerita mana yang paling membantuku mengetahui pesan tanggung jawab warga?
- Apakah aku sudah bisa menemukan pesan kebaikan yang ada dalam cerita yang kubaca?
Pertemuan 15 — Menemukan Inti Pesan Moral Cerita Cetak Penyelamatan Lingkungan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.3 Menemukan pesan dalam teks sastra cetak bertema penyelamatan lingkungan
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan mengondisikan kelas siap belajar (3 menit).
- Guru membagikan potongan teks pendek pengantar: 'Roni selalu membawa botol minum sendiri ke sekolah agar tidak menambah sampah plastik di lingkungannya.' Murid menjawab pertanyaan diagnostik lisan: 'Pesan kebaikan apa yang dilakukan Roni?' (acuan: pesan kebaikan adalah mengurangi sampah plastik dengan membawa wadah minum guna ulang) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menemukan inti pesan moral dari teks sastra cetak penyelamatan lingkungan (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid membaca teks sastra cetak berjudul 'Pohon Sahabat Tupai' pada lembar bacaan yang dibagikan guru: 'Dahulu ada sebatang pohon beringin tua di tepi bukit. Tupai dan burung-burung tinggal di sana dengan damai. Suatu hari, Pak Danu datang membawa kapak untuk menebang pohon itu demi kayu bakar. Tupai memohon dengan meletakkan buah kenari di dekat kapak Pak Danu sambil menatap sedih sarangnya yang berisi anak-anak tupai. Pak Danu tersadar bahwa jika pohon ditebang, rumah para hewan akan hilang dan bukit menjadi gundul rawan longsor. Pak Danu mengurungkan niatnya dan merawat pohon tersebut.' (8 menit).
- Guru membimbing murid menelusuri 3 langkah menemukan pesan moral: (1) tindakan tokoh (Pak Danu membatalkan penebangan pohon), (2) akibat tindakan (sarang hewan terlindungi dan bukit tidak longsor), (3) inti pesan moral yang dipetik (manusia wajib menjaga dan tidak menebang pohon sembarangan demi kelestarian alam dan tempat tinggal hewan) (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid membaca teks sastra cetak kedua berjudul 'Danau Kejujuran': 'Di tepi Danau Bening, Ikan Mas bersedih karena air danau tercemar oleh minyak dan sampah plastik yang dibuang sembarangan oleh pengunjung perkemahan. Kancil melihat kesedihan Ikan Mas dan mengajak anak-anak kemah memungut kembali sampah mereka ke dalam kantong karung. Kancil mengingatkan bahwa danau adalah sumber air bersih bersama.' (10 menit).
- Murid memainkan tantangan berpasangan 'Detektif Pesan Moral' dengan memilih 1 dari 3 kartu pilihan pesan yang paling tepat mewakili inti pesan moral teks 'Danau Kejujuran': Kartu A: 'Pengunjung boleh membuang sampah jika danau sangat luas', Kartu B: 'Kita harus bertanggung jawab menjaga kebersihan air danau bersama dengan tidak membuang sampah sembarangan', Kartu C: 'Kancil harus tinggal di dalam air bersama Ikan Mas' (acuan jawaban tepat: Kartu B) (12 menit).
- Secara mandiri, murid membaca lembar kerja berisi cuplikan fabel cetak 'Semut dan Daun Terakhir': 'Musim kemarau tiba, tanah retak dan tanaman mengering. Koloni Semut melihat manusia membuang puntung api membara di semak kering. Semut bergotong royong menimbun tanah basah untuk memadamkan api sebelum semak terbakar habis.' Murid menuliskan inti pesan moral dari tindakan semut pada lembar kerja (acuan jawaban: kita harus segera memadamkan api/mencegah kebakaran hutan agar lingkungan tidak rusak) (13 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali rumusan pesan moral yang telah ditulisnya pada lembar kerja mandiri dengan mencocokkan pada panduan: apakah pesan yang ditemukan sudah memuat ajakan berbuat baik menjaga lingkungan sesuai tindakan tokoh dalam cerita (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan cara menemukan inti pesan moral dari teks sastra cetak (melihat perbuatan tokoh dan akibat baiknya bagi lingkungan) (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketepatan pesan yang ditemukan murid dan menutup pertemuan dengan salam serta motivasi menjaga kebersihan kelas (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks cetak dengan kalimat inti yang dicetak tebal pada bagian perbuatan tokoh; murid yang mahir diberikan teks cetak dengan peristiwa sebab-akibat lingkungan yang lebih utuh.
- Proses: Murid yang membutuhkan bantuan dibimbing dengan pertanyaan penuntun ('Apa akibat perbuatan tokoh?'); murid yang cepat bekerja mandiri menemukan pesan moral tersirat.
- Produk: Murid boleh menuliskan pesan moral dalam bentuk satu kalimat ajakan langsung atau memilih dan melengkapi kalimat simpulan pesan moral yang disediakan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik lisan membaca kalimat stimulus pendek: 'Roni selalu membawa botol minum sendiri ke sekolah agar tidak menambah sampah plastik di lingkungannya.' Murid diminta menyebutkan pesan kebaikan dalam kalimat tersebut. Acuan jawaban: pesan kebaikannya adalah mengurangi sampah plastik dengan membawa botol minum guna ulang sendiri.
Proses:- Cek ketepatan pilihan pada tantangan berpasangan 'Detektif Pesan Moral' teks 'Danau Kejujuran' dari 3 kartu opsi (Kartu A, Kartu B, Kartu C) dengan acuan kunci: Kartu B ('Kita harus bertanggung jawab menjaga kebersihan air danau bersama dengan tidak membuang sampah sembarangan').
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri menemukan inti pesan moral teks fabel cetak 'Semut dan Daun Terakhir' dengan kriteria penerimaan operasional: pesan memuat kewajiban mencegah kebakaran hutan/memadamkan api demi menyelamatkan kelestarian alam dan tempat tinggal hewan (acuan: mencegah bahaya kebakaran demi menyelamatkan lingkungan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan satu tindakan tokoh cerita: 'Kelinci menanam kembali pohon yang patah di pinggir sungai.' Murid menyebutkan inti pesan moralnya. Acuan jawaban: kewajiban menanam kembali pohon untuk melestarikan lingkungan/menjaga tepi sungai.
Formatif:- Penilaian kinerja menemukan pesan moral dari teks fabel cetak melalui lembar kerja mandiri berdasarkan ketepatan mengaitkan tindakan tokoh dan akibat kelestarian lingkungan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Menemukan Pesan Moral dalam Teks Sastra Cetak | Belum mampu menemukan pesan moral dalam teks sastra cetak, rumusan pesan tidak sesuai dengan tindakan maupun akibat tokoh dalam teks. | Mampu menemukan pesan moral secara parsial namun masih memerlukan bantuan pertanyaan penuntun guru untuk mengaitkan tindakan tokoh dengan perlindungan lingkungan. | Mampu menemukan inti pesan moral dalam teks sastra cetak secara tepat dan mandiri sesuai dengan tindakan tokoh serta akibat kelestarian lingkungan. | Mampu menemukan inti pesan moral dalam teks sastra cetak secara tepat, mandiri, dan lengkap mengaitkan sebab perbuatan tokoh dengan akibat jangka panjang bagi lingkungan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pemilihan teks sastra cetak fabel lingkungan memudahkan murid memahami dan merumuskan inti pesan moral secara mandiri?
- Bagian mana dari langkah bimbingan 3 tahap menemukan pesan yang paling efektif membantu murid yang masih kesulitan?
Murid:- Langkah apa yang paling membantumu menemukan nasihat atau pesan kebaikan dari cerita yang kamu baca hari ini?
- Pesan moral lingkungan apa yang paling kamu sukai dari cerita yang dibaca?
Pertemuan 16 — Menceritakan Kembali Tokoh dan Peristiwa Awal Dongeng yang Didengar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.4 Menceritakan kembali isi dari teks yang didengar tentang penyelamatan lingkungan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas, mengecek kehadiran, dan mengondisikan murid untuk siap belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan kembali tokoh dan peristiwa awal dari dongeng aural bertema lingkungan (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal dengan membacakan cuplikan dongeng 2 kalimat: 'Di Hutan Bakau, Kiki si Kepiting melihat banyak botol plastik hanyut menutupi sarangnya. Kiki merasa cemas karena rumahnya tercemar.' lalu meminta murid menyebutkan tokoh dan peristiwa awal (acuan: tokoh adalah Kiki si Kepiting; peristiwa awal adalah Kiki melihat botol plastik hanyut menutupi sarangnya dan merasa cemas) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperdengarkan teks aural dongeng 'Penyelamat Sungai Mahakam' bagian awal: 'Elok si burung enggang terbang di atas Sungai Mahakam yang indah. Pagi itu, Elok heran karena tidak melihat sahabatnya, Poppi si pesut, berenang seperti biasa. Elok memperhatikan air sungai dan melihat tumpukan sampah plastik mengapung di tempat Poppi biasa bermain.' (7 menit).
- Guru memodelkan cara menceritakan kembali isi dongeng bagian awal secara fokus pada tokoh dan peristiwa awal: 'Dalam cerita tadi, tokohnya adalah Elok si burung enggang dan Poppi si pesut. Peristiwa awalnya, Elok mencari Poppi yang tidak muncul bermain, lalu Elok melihat tumpukan sampah plastik mencemari tempat bermain sahabatnya itu.' (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membacakan dongeng aural baru 'Sahabat Rimba Bersih': 'Bona si Gajah Muda sedang berjalan riang di tepi mata air rimba. Tiba-tiba Bona terkejut mendapati mata air itu tersumbat tumpukan ranting patah dan sampah kemasan yang ditinggalkan pengunjung, sehingga airnya tidak mengalir.' (10 menit).
- Permainan Estafet Kisah Berpasangan yang menggembirakan: murid berpasangan secara bergantian menceritakan kembali tokoh dan peristiwa awal dongeng 'Sahabat Rimba Bersih' kepada pasangannya menggunakan kata-kata sendiri tanpa mengubah isi cerita (15 menit).
- Murid secara mandiri menceritakan kembali tokoh dan peristiwa awal dongeng 'Sahabat Rimba Bersih' secara lisan di depan meja guru untuk dinilai (acuan isi lengkap: menyebutkan tokoh Bona si Gajah Muda; menceritakan peristiwa awal yaitu Bona berjalan di tepi mata air lalu terkejut menemukan mata air tersumbat sampah dan ranting) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru meninjau kembali ketepatan cerita yang disampaikan mengenai kesesuaian nama tokoh serta ketepatan urutan peristiwa awal yang didengar dari teks (5 menit).
Penutup:- Guru melaksanakan asesmen akhir berupa pengecekan pemahaman lisan singkat mengenai 2 butir isi cerita: (1) Siapa tokoh utama 'Sahabat Rimba Bersih'? (acuan: Bona si Gajah Muda) dan (2) Apa peristiwa yang mengawali cerita itu? (acuan: Bona terkejut mendapati mata air rimba tersumbat sampah) (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik pencapaian terhadap kelengkapan cerita murid dan menutup sesi pembelajaran hari ini (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Teks dongeng aural disajikan dengan jeda yang jelas bagi murid yang membutuhkan waktu menyimak lebih lama.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan bantuan panduan berupa 2 pertanyaan pemandu: 'Siapa hewannya?' dan 'Apa yang pertama kali ia temukan?'. Bagi murid yang sudah mahir, diminta menceritakan peristiwa awal secara mandiri tanpa jeda bantuan.
- Produk: Penyampaian cerita lisan dapat dilakukan dengan panduan kata kunci bagi murid yang membutuhkan scaffolding, atau penuturan runtut mandiri penuh bagi murid mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik setelah mendengarkan cuplikan 2 kalimat: 'Di Hutan Bakau, Kiki si Kepiting melihat banyak botol plastik hanyut menutupi sarangnya. Kiki merasa cemas karena rumahnya tercemar.' Guru menguji: (1) Tokoh cerita (acuan: Kiki si Kepiting), (2) Peristiwa awal (acuan: Kiki melihat botol plastik menutupi sarangnya dan merasa cemas).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja menceritakan kembali isi teks aural 'Sahabat Rimba Bersih' yang didengar secara lisan. Kriteria penilaian: ketepatan menyebut tokoh (Bona si Gajah Muda) dan ketepatan menceritakan peristiwa awal (Bona berjalan di tepi mata air dan terkejut menemukan mata air tersumbat sampah ranting/kemasan sehingga tidak mengalir).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup terhadap isi teks dongeng: Butir 1: Siapa tokoh dalam cerita 'Sahabat Rimba Bersih'? (acuan: Bona si Gajah Muda); Butir 2: Bagaimana peristiwa awal dalam cerita tersebut? (acuan: Bona terkejut mendapati mata air rimba tersumbat sampah).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja menceritakan kembali tokoh dan peristiwa awal teks aural 'Sahabat Rimba Bersih' menggunakan rubrik analitis
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan Tokoh Dongeng Aural | Belum dapat menyebutkan tokoh dongeng aural (Bona si Gajah Muda) meski telah diberi bimbingan. | Menyebutkan tokoh dongeng aural secara tepat (Bona si Gajah Muda) dengan bantuan pertanyaan penuntun guru. | Menyebutkan tokoh dongeng aural secara tepat (Bona si Gajah Muda) secara mandiri. | Menyebutkan tokoh utama dan tokoh pendukung dari seluruh dongeng aural yang diperdengarkan secara tepat dan mandiri. | | Menceritakan Peristiwa Awal Dongeng Aural | Belum dapat menceritakan peristiwa awal dongeng yang didengar (Bona terkejut mendapati mata air tersumbat sampah) atau isi cerita tidak sesuai dengan teks aural. | Menceritakan sebagian peristiwa awal dongeng yang didengar dengan bantuan petunjuk alur dari guru. | Menceritakan peristiwa awal dongeng secara runtut dan tepat sesuai teks aural (Bona berjalan di tepi mata air lalu terkejut menemukan mata air tersumbat sampah) secara mandiri. | Menceritakan peristiwa awal dongeng secara lengkap, runtut, dan detail sesuai seluruh kejadian pembuka pada teks aural tanpa ragu secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks aural yang dibacakan terdengar jelas oleh seluruh murid?
- Bagaimana ketercapaian murid dalam menceritakan kembali tokoh dan peristiwa awal dongeng secara runtut?
Murid:- Bagian cerita mana yang paling mudah kamu ingat dan ceritakan kembali?
- Apakah kamu dapat menyebutkan tokoh dan peristiwa awal cerita dengan lancar?
Pertemuan 17 — Menceritakan Kembali Konflik Lingkungan dari Teks Dongeng yang Didengar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.4 Menceritakan kembali isi dari teks yang didengar tentang penyelamatan lingkungan
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran, menyapa murid, dan mengondisikan kelas siap belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan kembali bagian konflik atau masalah lingkungan dari dongeng yang didengarkan (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan singkat: murid mendengarkan cerita 2 kalimat 'Rani sedih melihat kolam ikannya penuh plastik sehingga ikan tidak bisa bernapas' lalu guru menanyakan apa masalah yang dialami ikan (acuan: kolam penuh sampah plastik sehingga ikan terganggu bernapas) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membacakan nyaring cuplikan dongeng 'Penyelamat Sungai Mahakam' bagian tengah (konflik): 'Elok menyusuri Sungai Mahakam untuk mencari Poppi. Ketika bertemu, Poppi tampak lemas dan sedih. Poppi bercerita bahwa air sungai tempat tinggalnya kini kotor, keruh, dan penuh sampah plastik yang dibuang orang. Akibatnya, Poppi kesulitan mencari ikan kecil untuk makan dan kulitnya terasa gatal karena air tercemar' (6 menit).
- Guru memandu pemahaman dengan menanyakan 2 hal inti konflik: apa penyebab masalah dan apa dampak masalah bagi tokoh Poppi (acuan: penyebab = sungai kotor dan penuh sampah plastik; dampak = Poppi lemas, sulit mencari makan, kulit gatal) (6 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru menyajikan permainan berpasangan 'Estafet Cerita Konflik' yang menggembirakan: kartu bantuan bergambar 1 (sampah menumpuk di sungai) dan gambar 2 (pesut Poppi bersedih kelaparan), murid bergiliran menceritakan kembali masalah lingkungan tersebut secara lisan kepada pasangannya menggunakan kalimat sendiri (16 menit).
- Setiap murid secara mandiri menceritakan kembali isi konflik lingkungan dari dongeng yang didengar di hadapan guru atau teman pasangannya dengan memuat 3 unsur isi konflik: (1) wujud masalah lingkungan (sampah di sungai), (2) tokoh yang terkena masalah (Poppi), dan (3) akibat masalah bagi tokoh (sulit makan/kulit gatal) (acuan ketepatan: memuat ketiga unsur isi tersebut) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan proses menceritakan kembali konflik: memeriksa apakah cerita yang disampaikan sudah memuat penyebab dan akibat masalah lingkungan secara tepat (7 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik formatif atas ketepatan isi cerita konflik lingkungan yang dituturkan murid (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan membahas cara tokoh menyelesaikan masalah tersebut (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan 2 kata kunci visual (sampah plastik -> pesut sedih), sedangkan murid yang mahir menceritakan konflik tanpa bantuan visual.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan menceritakan kembali dengan scaffolding pertanyaan penuntun guru, sedangkan murid yang cepat langsung menceritakan kembali secara mandiri dan utuh.
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti belajar berupa tuturan lisan menceritakan kembali konflik lingkungan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan setelah menyimak cuplikan pendek: 'Rani sedih melihat kolam ikannya penuh plastik sehingga ikan tidak bisa bernapas. Apa masalah yang terjadi pada kolam tersebut?' (acuan jawaban benar: kolam tercemar/penuh sampah plastik sehingga ikan terganggu/tidak bisa bernapas).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja menceritakan kembali konflik lingkungan dongeng aural berdasarkan 3 unsur acuan: (1) wujud masalah lingkungan berupa air sungai penuh sampah plastik dan kotor, (2) tokoh yang terdampak yaitu Poppi si pesut, dan (3) akibat masalah yaitu Poppi lemas, sulit mencari makan, atau kulitnya gatal.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: meminta murid menyebutkan kembali secara ringkas apa inti masalah yang dihadapi Poppi dalam dongeng yang didengar (acuan: Poppi tidak bisa tinggal dan makan dengan nyaman karena Sungai Mahakam dipenuhi sampah).
Formatif:- Unjuk kerja lisan menceritakan kembali isi konflik lingkungan dari dongeng aural
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Isi Konflik Lingkungan yang Diceritakan Kembali | Menceritakan kembali isi dongeng namun belum memuat unsur masalah lingkungan (0 dari 3 unsur acuan tercapai). | Menceritakan kembali dengan memuat 1 dari 3 unsur acuan konflik lingkungan (hanya menyebut sampah, atau hanya menyebut tokoh Poppi, atau hanya menyebut akibat). | Menceritakan kembali dengan memuat 2 dari 3 unsur acuan konflik lingkungan secara tepat. | Menceritakan kembali dengan memuat lengkap 3 dari 3 unsur acuan konflik lingkungan (wujud sampah di sungai, tokoh Poppi yang terdampak, dan akibat kesulitan makan/sakit) secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks aural yang dibacakan cukup jelas sehingga murid mampu menangkap konflik lingkungan cerita?
- Bagaimana variasi kemampuan murid saat menceritakan kembali konflik secara lisan?
Murid:- Bagian cerita mana yang menunjukkan masalah paling gawat bagi Poppi?
- Apakah kamu dapat menceritakan kembali masalah lingkungan tersebut dengan kata-katamu sendiri?
Pertemuan 18 — Menceritakan Kembali Penyelesaian Masalah dalam Dongeng Aural secara Berpasangan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.4 Menceritakan kembali isi dari teks yang didengar tentang penyelamatan lingkungan
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, dan memandu doa pembuka (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan kembali bagian penyelesaian masalah dalam dongeng aural secara berpasangan (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal secara lisan dengan menanyakan: 'Apa tindakan akhir Elok dan Poppi untuk mengatasi sampah di Sungai Mahakam?' (acuan jawaban: Elok mengajak warga hewan bekerja bakti membersihkan sampah di sungai sehingga Poppi dapat kembali berenang) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperdengarkan kembali cuplikan bagian akhir dongeng 'Penyelamat Sungai Mahakam' tentang penyelesaian masalah tumpukan sampah di sungai (5 menit).
- Guru memodelkan cara menceritakan kembali penyelesaian masalah tersebut secara runtut yang memuat 3 hal: tokoh yang bertindak, cara menyelesaikan masalah sampah, dan keadaan akhir sungai (acuan pemodelan: 'Elok mengabarkan kepada hewan-hewan lain untuk bergotong royong mengambil sampah di aliran sungai, sehingga air kembali bersih dan Poppi bisa berenang riang bersama teman-temannya') (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid ke dalam pasangan dan menjelaskan aturan 'Estafet Cerita Akhir': murid A menceritakan tindakan tokoh membersihkan sungai, lalu murid B menyambung menceritakan hasil akhir sungai yang bersih (5 menit).
- Setiap pasangan melakukan latihan saling menceritakan kembali penyelesaian masalah dari dongeng yang didengar secara bergantian sesuai aturan estafet (10 menit).
- Dua pasang murid secara acak melakukan unjuk kerja menceritakan kembali bagian penyelesaian masalah dongeng aural di hadapan kelas secara bergantian (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya memeriksa apakah ketiga unsur penyelesaian masalah (tokoh yang bertindak, cara membersihkan sungai, dan keadaan akhir sungai) sudah lengkap mereka ceritakan (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap keberhasilan murid menceritakan kembali alur penyelesaian masalah dongeng dengan kata-kata sendiri secara runtut (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa bagian penyelesaian masalah dalam dongeng menceritakan tindakan nyata tokoh dan perubahan kondisi lingkungan menjadi baik (5 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut untuk menyimak dongeng secara utuh pada pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan kartu pengingat alur 3 langkah penyelesaian masalah (Siapa yang membantu -> Apa yang dilakukan -> Bagaimana akhir sungai); murid yang mahir menceritakan kembali tanpa kartu pengingat.
- Proses: Pada aktivitas berpasangan, murid yang membutuhkan bimbingan berlatih dengan pasangan yang lebih lancar dan mendapat bimbingan langsung dari guru saat bercerita.
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti lisan menceritakan kembali penyelesaian masalah; murid cepat menceritakan rincian tindakan tokoh secara mandiri dan runtut.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan: 'Apa tindakan akhir Elok dan Poppi untuk mengatasi sampah di Sungai Mahakam?' (acuan jawaban: Elok mengajak warga hewan bekerja bakti membersihkan sampah di sungai sehingga Poppi dapat kembali berenang)
Proses:- Observasi ketercapaian unjuk kerja menceritakan kembali penyelesaian masalah dongeng berpasangan dengan memeriksa kelengkapan 3 unsur isi: (1) tokoh yang bertindak: Elok dan warga hewan; (2) tindakan penyelesaian: bergotong royong mengambil sampah; (3) keadaan akhir: air sungai bersih dan Poppi dapat berenang kembali
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: meminta murid menyebutkan 1 tindakan penting tokoh dalam menyelesaikan masalah sampah sungai pada dongeng yang didengar (acuan jawaban: Elok mengumpulkan hewan lain / bergotong royong membersihkan sampah plastik di tepi dan aliran sungai)
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran
- Observasi unjuk kerja menceritakan kembali penyelesaian masalah dongeng aural secara berpasangan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Isi Penyelesaian Masalah yang Diceritakan Kembali | Belum mampu menceritakan penyelesaian masalah dari dongeng yang didengar atau hanya menyebutkan 1 unsur isi dengan bantuan penuh guru (acuan 3 unsur: tokoh bertindak, cara membersihkan sampah, kondisi akhir sungai). | Menceritakan kembali penyelesaian masalah dari dongeng yang didengar dengan memuat tepat 1 dari 3 unsur acuan secara mandiri (acuan: tokoh bertindak, cara membersihkan sampah, kondisi akhir sungai). | Menceritakan kembali penyelesaian masalah dari dongeng yang didengar dengan memuat tepat 2 dari 3 unsur acuan secara mandiri dan runtut (acuan: tokoh bertindak, cara membersihkan sampah, kondisi akhir sungai). | Menceritakan kembali penyelesaian masalah dari dongeng yang didengar secara utuh memuat seluruh 3 unsur acuan secara runtut dan mandiri (acuan: tokoh bertindak, cara membersihkan sampah, kondisi akhir sungai). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur kegiatan berpasangan 'Estafet Cerita Akhir' efektif mendorong setiap murid menceritakan kembali penyelesaian masalah dongeng?
- Bagian mana dari unsur penyelesaian masalah yang paling sering terlewat oleh murid saat menceritakan kembali?
Murid:- Apakah kamu berhasil menceritakan cara tokoh menyelesaikan masalah sampah di sungai kepada teman pasanganmu?
- Bagian cerita apa yang paling kamu sukai saat Elok dan Poppi berhasil membersihkan sungai?
Pertemuan 19 — Menceritakan Kembali Isi Utuh Teks Dongeng Aural tentang Penyelamatan Lingkungan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.4 Menceritakan kembali isi dari teks yang didengar tentang penyelamatan lingkungan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas, mengondisikan kesiapan murid, dan menyampaikan fokus kegiatan yaitu menceritakan kembali isi utuh dongeng aural tentang penyelamatan lingkungan yang didengar (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan memperdengarkan rekaman ringkas 3 kalimat: 'Rano si kura-kura sedih melihat danau penuh sampah plastik. Rano mengajak teman-teman mengambil sampah bersama. Kini danau kembali bersih dan airnya jernih.' Lalu guru meminta 2 perwakilan murid menyebutkan peristiwa awal, masalah, dan akhir dongeng tersebut (acuan: awal = Rano melihat danau penuh sampah; masalah/tengah = danau kotor dan hewan mengajak membersihkan sampah; akhir = danau bersih dan air jernih kembali) (6 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperdengarkan teks dongeng aural utuh berjudul 'Penyelamat Sungai Mahakam' secara lisan: 'Elok si burung enggang terbang di atas Sungai Mahakam dan bingung karena sahabatnya, Poppi si pesut, tidak terlihat berenang di tempat biasa. Ketika menyusuri sungai, Elok menemukan Poppi terjebak di ceruk sungai yang penuh tumpukan sampah plastik hingga tubuhnya terluka dan tidak bisa bergerak bebas. Elok segera memanggil kawan-kawan satwa hutan untuk bergotong royong menarik ranting dan kantong plastik yang menyumbat saluran air, hingga akhirnya aliran sungai bersih kembali dan Poppi dapat berenang bebas menyelamatkan rumahnya.' (10 menit).
- Murid bersama guru memetakan 3 bagian isi utuh dongeng yang didengar ke papan alur (acuan isi: Bagian Awal = Elok mencari Poppi yang hilang di Sungai Mahakam; Bagian Tengah/Masalah = Poppi ditemukan terjebak tumpukan sampah plastik di sungai; Bagian Akhir/Penyelesaian = Elok dan kawan satwa bergotong royong membersihkan sampah plastik sehingga Poppi bebas dan sungai kembali bersih) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan tantangan estafet tutur berpasangan 'Rantai Kisah Mahakam': secara bergantian murid 1 dan murid 2 menceritakan isi utuh dongeng yang telah didengar dengan menyambung 3 kartu panduan isi cerita: (Kartu 1) Bagian Awal: tokoh Elok dan Poppi di Sungai Mahakam; (Kartu 2) Bagian Tengah: masalah sampah plastik menjebak Poppi; (Kartu 3) Bagian Akhir: aksi pembersihan sampah hingga sungai pulih (15 menit).
- Setiap murid secara individu maju dan menceritakan kembali isi utuh dongeng 'Penyelamat Sungai Mahakam' di hadapan guru atau pasangannya dengan mencakup seluruh unsur isi: tokoh yang terlibat (Elok dan Poppi), latar tempat (Sungai Mahakam), peristiwa awal, masalah tumpukan sampah, dan penyelesaian pembersihan sungai (acuan kelengkapan isi: memuat 3 bagian runtut: awal, tengah/masalah, dan akhir/solusi) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kelengkapan penceritaan yang telah dilakukannya menggunakan lembar cek mandiri berlabel 3 bagian isi cerita (Apakah bagian awal, tengah, dan akhir sudah saya ceritakan seluruhnya?) (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menceritakan kembali isi utuh dongeng yang didengar harus memuat peristiwa dari awal, masalah di bagian tengah, hingga penyelesaian di bagian akhir (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap kelengkapan isi cerita yang disampaikan murid dan menutup sesi pembelajaran (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan melihat 3 kartu visual urutan kejadian dongeng sebagai stimulus memori lisan; murid yang mahir menceritakan kembali tanpa kartu visual pendukung.
- Proses: Murid yang membutuhkan scaffolding dipandu dengan pemantik bagian per bagian (Apa yang terjadi di awal? Apa masalahnya? Bagaimana akhirnya?); murid yang mandiri menceritakan langsung isi utuh secara mandiri.
- Produk: Semua murid menceritakan kembali isi utuh dongeng aural secara lisan, dengan target minimal memuat unsur tokoh, masalah lingkungan, dan penyelesaian cerita.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik menceritakan 3 bagian cuplikan dongeng Rano (acuan: awal = Rano melihat danau kotor penuh sampah; masalah = danau tercemar dan teman-teman diajak membersihkan; akhir = danau bersih kembali)
Proses:- Pengamatan unjuk kerja tutur lisan saat murid menceritakan kembali isi utuh dongeng 'Penyelamat Sungai Mahakam' menggunakan daftar cek 3 elemen isi utuh: (1) Peristiwa awal: Elok mencari Poppi di Sungai Mahakam, (2) Masalah lingkungan: Poppi terjebak sampah plastik, (3) Penyelesaian: gotong royong membersihkan sampah hingga sungai bersih dan Poppi selamat
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: meminta murid menyebutkan 3 peristiwa inti yang wajib ada saat menceritakan kembali dongeng aural bertema lingkungan (acuan: peristiwa pembuka/awal, masalah pencemaran/lingkungan di bagian tengah, dan tindakan pembersihan/penyelesaian di bagian akhir)
Formatif:- Unjuk kerja lisan: Menceritakan kembali isi utuh teks dongeng aural 'Penyelamat Sungai Mahakam' berdasarkan keruntutan peristiwa awal, tengah (masalah lingkungan), dan akhir (penyelesaian masalah)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan dan Keruntutan Menceritakan Kembali Isi Utuh Dongeng Aural | Hanya menceritakan 1 bagian peristiwa dari dongeng yang didengar (misal hanya menyebutkan tokoh atau masalah saja), isi cerita terputus dan belum utuh | Menceritakan 2 bagian peristiwa dari dongeng yang didengar (misal awal dan masalah saja, atau masalah dan penyelesaian saja) dengan bimbingan stimulus guru | Menceritakan kembali seluruh isi utuh dongeng yang didengar secara runtut mencakup 3 bagian: peristiwa awal (Elok dan Poppi di sungai), masalah lingkungan (sampah plastik menjebak pesut), dan akhir cerita (pembersihan sampah) | Menceritakan kembali seluruh isi utuh dongeng yang didengar secara runtut, lengkap dari awal hingga akhir tanpa ada peristiwa penting yang terlewat secara mandiri |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks aural yang dibacakan cukup jelas dan memfasilitasi murid mengingat isi utuh dongeng?
- Bagian mana dari isi dongeng (awal, tengah/masalah, atau penyelesaian) yang paling sering terlewat oleh murid saat menceritakan kembali?
Murid:- Bagian cerita mana dari dongeng 'Penyelamat Sungai Mahakam' yang paling mudah kamu ingat saat menceritakan kembali?
- Apakah kamu sudah berhasil menceritakan dongeng tadi dari bagian awal, tengah, sampai selesai?
Pertemuan 20 — Menceritakan Kembali secara Bergiliran Kisah Penyelamat Lingkungan dalam Kelompok — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.4 Menceritakan kembali isi dari teks yang didengar tentang penyelamatan lingkungan
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menceritakan kembali isi dongeng penyelamatan lingkungan secara bergiliran dalam kelompok (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 1 pertanyaan pemandu: 'Sebutkan 3 bagian pokok dalam menceritakan isi dongeng!' (acuan jawaban benar: bagian awal/pengenalan, bagian tengah/masalah, dan bagian akhir/penyelesaian) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak kembali pembacaan teks dongeng aural 'Penyelamat Hutan Bakau' oleh guru: 'Deni dan Kakek Saleh tinggal di dekat muara. Mereka melihat bibit bakau yang baru ditanam rusak tertutup tumpukan sampah plastik. Deni dan Kakek Saleh mengajak anak-anak desa memungut sampah plastik lalu memasang pagar bambu pelindung. Akhirnya, bibit bakau tumbuh subur dan muara terlindung dari gelombang.' (5 menit).
- Murid bersama guru membedah 3 bagian isi dongeng yang harus diceritakan kembali: (1) Bagian awal: Deni dan kakek Saleh tinggal di dekat muara dan melihat bibit bakau; (2) Bagian tengah: bibit bakau rusak oleh tumpukan sampah plastik; (3) Bagian akhir: Deni mengajak anak-anak memungut sampah dan memasang pagar pelindung sehingga bakau tumbuh subur (acuan: 3 bagian isi di atas) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 3 orang dan menerima 'Tantangan Tongkat Estafet Kisah': setiap kelompok menyiapkan giliran bercerita menyambung isi teks dongeng (5 menit).
- Secara bergiliran dalam kelompok, murid menceritakan kembali isi teks yang didengar sesuai giliran bagian: anggota 1 menceritakan bagian awal, anggota 2 menceritakan bagian tengah, dan anggota 3 menceritakan bagian akhir sesuai acuan isi teks (15 menit).
- Pada putaran kedua, kelompok melakukan rotasi peran secara bergantian sehingga setiap murid berkesempatan menceritakan keseluruhan 3 bagian isi teks dongeng secara mandiri kepada rekan kelompoknya (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok memeriksa kelengkapan bagian cerita temannya menggunakan panduan cek kelayakan isi: apakah bagian awal (tokoh dan tempat), tengah (masalah sampah), dan akhir (penyelesaian) sudah diceritakan lengkap (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menceritakan isi teks yang didengar dengan memuat bagian awal, tengah, dan akhir secara berurutan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik pencapaian kemampuan menceritakan isi teks dongeng dan menginformasikan rencana pembelajaran berikutnya yaitu menyusun kerangka narasi sederhana (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci berisi 3 pengingat alur: (1) Awal: Deni dan Kakek Saleh di muara, (2) Tengah: sampah plastik merusak bakau, (3) Akhir: gotong royong membersihkan sampah dan memasang pagar. Murid mahir menceritakan tanpa bantuan kartu pengingat.
- Proses: Pada giliran kelompok, murid yang belum lancar bercerita satu bagian kalimat terlebih dahulu sebelum menyambung, sedangkan murid mahir langsung menceritakan 3 bagian alur secara utuh.
- Produk: Semua murid menghasilkan penceritaan kembali isi dongeng secara lisan; kedalaman diukur dari kelengkapan 3 bagian isi cerita yang diceritakan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat: Guru bertanya 'Sebutkan 3 bagian pokok isi dongeng yang harus diceritakan!' (acuan jawaban: bagian awal, bagian tengah, dan bagian akhir).
Proses:- Penilaian unjuk kerja saat murid menceritakan kembali isi teks dongeng 'Penyelamat Hutan Bakau' secara bergiliran dalam kelompok (acuan isi lengkap: [1] awal: tokoh Deni dan kakek di muara; [2] tengah: masalah bibit bakau rusak tertutup sampah; [3] akhir: pembersihan sampah dan pemasangan pagar pelindung hingga bakau tumbuh subur).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk perwakilan murid untuk menyebutkan kembali 1 bagian penyelesaian masalah lingkungan dari dongeng yang didengar (acuan: Deni dan anak-anak memungut sampah serta memasang pagar bambu hingga bakau tumbuh subur).
Formatif:- Observasi unjuk kerja menceritakan kembali isi teks yang didengar secara bergiliran dalam kelompok menggunakan lembar cek ketercapaian 3 bagian isi teks (awal, tengah, akhir).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Menceritakan Kembali Isi Teks Aural | Belum mampu menceritakan kembali isi teks, atau hanya menyebut 1 bagian isi teks dengan bimbingan penuh pendidik. | Mampu menceritakan kembali 1 dari 3 bagian isi teks (awal/tengah/akhir) sesuai acuan cerita. | Mampu menceritakan kembali 2 dari 3 bagian isi teks (awal/tengah/akhir) sesuai acuan cerita secara mandiri. | Mampu menceritakan kembali seluruh 3 bagian isi teks (awal, tengah, dan akhir) secara lengkap dan tepat sesuai acuan cerita tanpa bantuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan berbicara dan menceritakan kembali isi teks secara bergiliran di dalam kelompoknya?
- Bagian isi cerita mana yang paling sering terlewatkan oleh murid saat bercerita lisan?
Murid:- Bagian cerita mana (awal, tengah, atau akhir) yang paling mudah kamu ceritakan kepada teman kelompokmu?
- Apakah kamu sudah berhasil menceritakan semua kejadian dalam dongeng 'Penyelamat Hutan Bakau' tanpa ada yang terlewat?
Pertemuan 21 — Menyusun Kerangka Teks Narasi Sederhana tentang Kepedulian Lingkungan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.5 Menulis teks narasi sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang kepedulian lingkungan
Pendahuluan:- Guru menyapa murid dan mengajak berdoa bersama untuk mengawali kegiatan (3 menit).
- Guru melakukan diagnostik awal singkat dengan meminta murid mengurutkan 3 potongan alur narasi acak di papan tulis: A. Warga bersama-sama membersihkan parit, B. Parit desa tersumbat banyak sampah plastik, C. Air parit kembali mengalir lancar dan desa terbebas dari banjir (acuan urutan tepat: B -> A -> C) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan belajar, yaitu menyusun kerangka teks narasi sederhana bertema kepedulian lingkungan yang memuat bagian pembuka/awal, masalah/tengah, dan penyelesaian/akhir (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru memodelkan cara menyusun kerangka narasi sederhana bertema lingkungan menggunakan bagan 3 bagian: (1) Situasi Awal/Pengenalan (tokoh & latar tempat/waktu), (2) Masalah/Tengah (persoalan lingkungan yang terjadi), dan (3) Penyelesaian/Akhir (tindakan nyata mengatasi masalah lingkungan) (7 menit).
- Murid mencermati contoh pemodelan kerangka yang ditulis guru di papan tulis: Awal (Dodi dan Rian di tepi danau), Tengah (timbunan botol plastik mengotori air), Akhir (Dodi dan Rian memunguti sampah dan memasukkannya ke tempat sampah) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan permainan tantangan kartu berpasangan: murid menerima lembar bagan kerangka kosong dan kartu petunjuk tema 'Pohon Lindung' atau 'Sungai Bersih' untuk dipilih secara menggembirakan (5 menit).
- Murid secara mandiri menuliskan draf kerangka teks narasi sederhana bertema kepedulian lingkungan pada lembar kerja yang memuat 3 komponen: (1) catatan awal (nama tokoh, latar tempat), (2) catatan masalah (kejadian rusaknya/kotornya lingkungan), dan (3) catatan penyelesaian (tindakan penyelamatan lingkungan) (18 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru berkeliling memeriksa draf kerangka tulisan murid dan memfasilitasi murid memeriksa kembali apakah kerangka narasinya sudah memiliki alur awal, masalah, serta penyelesaian yang selaras dengan tema kepedulian lingkungan (12 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan pentingnya kerangka narasi sebagai panduan sebelum mengembangkan tulisan lengkap (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil penyusunan kerangka tulisan dan menginformasikan bahwa kerangka ini akan dikembangkan pada pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu pilihan kata kunci masalah lingkungan (misal: 'selokan mampet', 'daun berserakan'); murid mahir menyusun kerangka dengan variasi rincian peristiwa masalah.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan diberikan bimbingan perancah pertanyaan pemandu per kotak; murid yang mandiri langsung mengisi bagan secara berurutan.
- Produk: Murid menuliskan kerangka narasi dalam bentuk bagan alir sederhana dengan kalimat gagasan singkat sesuai daya imajinasi masing-masing.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tugas diagnostik mengurutkan 3 strip peristiwa acak: A. Warga bersama-sama membersihkan parit, B. Parit desa tersumbat banyak sampah plastik, C. Air parit kembali mengalir lancar (kunci acuan tepat: B -> A -> C; dinilai dari ketepatan menata urutan kejadian sebelum menulis).
Proses:- Observasi keterisian bagan kerangka teks narasi pada LKPD (acuan kelengkapan: memuat 3 unsur yaitu bagian awal [tokoh dan latar], bagian tengah [masalah lingkungan], dan bagian akhir [tindakan penyelesaian lingkungan]).
Akhir Pertemuan:- Cek lembar draf kerangka narasi sederhana murid dengan kriteria penerimaan: ketiga kolom (awal, tengah/masalah, akhir/penyelesaian) terisi gagasan narasi bertema kepedulian lingkungan secara logis dan runtut.
Formatif:- Penilaian kinerja pengisian lembar kerja penyusunan kerangka teks narasi sederhana kepedulian lingkungan (memuat bagian awal, masalah, penyelesaian).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Unsur Kerangka Narasi Sederhana Bertema Lingkungan | Hanya menuliskan 1 bagian kerangka narasi (hanya awal, atau masalah, atau penyelesaian saja) dengan bimbingan penuh guru. | Menuliskan 2 dari 3 bagian kerangka narasi bertema lingkungan (misal awal dan masalah, tanpa penyelesaian). | Menuliskan lengkap 3 bagian kerangka narasi (awal, masalah, penyelesaian) bertema kepedulian lingkungan secara tepat. | Menuliskan lengkap 3 bagian kerangka narasi (awal, masalah, penyelesaian) bertema kepedulian lingkungan dengan rincian gagasan peristiwa yang sangat padu dan runtut secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu dan perancah bagan kerangka membantu seluruh murid merancang alur narasi bertema lingkungan secara runtut?
- Bagian mana dari penyusunan kerangka narasi (awal, masalah, penyelesaian) yang paling banyak memerlukan bantuan tambahan bagi murid?
Murid:- Bagian mana dari kerangka ceritamu yang paling menarik untuk diceritakan?
- Apakah kamu merasa terbantu membuat rencana cerita sebelum menulis narasi secara utuh?
Pertemuan 22 — Menulis Bagian Pembuka Narasi Sederhana dengan Kalimat Beragam tentang Lingkungan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.5 Menulis teks narasi sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang kepedulian lingkungan
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menulis bagian pembuka teks narasi sederhana dengan variasi bentuk kalimat tentang kepedulian lingkungan (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid memilih 1 dari 2 contoh kalimat pembuka cerita lingkungan: Kalimat A 'Di tepi Sungai Mahakam yang jernih, hiduplah seekor berang-berang rajin bernama Riko.' vs Kalimat B 'Sungai itu kotor sekali dan banyak sampah menumpuk.' Murid diminta menentukan kalimat yang merupakan pembuka narasi yang memperkenalkan tokoh dan latar (acuan: Kalimat A, karena mengenalkan tokoh Riko dan latar Sungai Mahakam) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang unsur pembuka narasi (pengenalan tokoh dan latar suasana/tempat) serta contoh keragaman bentuk kalimat pembuka (kalimat berita yang mengabarkan situasi dan kalimat tanya pemancing rasa ingin tahu pembaca) (10 menit).
- Murid mengamati dua contoh kalimat pembuka bertema lingkungan di papan tulis: Contoh 1 (kalimat berita) 'Setiap pagi hari, Danu selalu menyapu dedaunan kering di halaman rumahnya.' dan Contoh 2 (kalimat tanya) 'Pernahkah kamu melihat taman kota yang penuh dengan bunga warna-warni?' (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Guru mengadakan permainan tantangan bahasa 'Kotak Variasi Pembuka': murid mencabut kartu gambar lingkungan (taman bersih atau sungai bersih) lalu secara cepat mengubah kalimat berita sederhana menjadi variasi kalimat pembuka yang menggugah (10 menit).
- Murid secara mandiri menuliskan bagian pembuka narasi sederhana bertema kepedulian lingkungan sebanyak minimal 3 kalimat dengan rangkaian kalimat yang beragam (mengombinasikan kalimat berita pengenalan tokoh/latar dan kalimat tanya atau seruan ajakan peduli lingkungan) pada lembar kerja masing-masing (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil tulisan pembuka narasi mereka untuk memastikan adanya keragaman bentuk kalimat (tidak monoton hanya satu jenis kalimat) dan keterkaitan dengan tema lingkungan (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap variasi kalimat yang telah disusun murid dan mengonfirmasi pencapaian pembelajaran menulis pembuka narasi hari ini (3 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata awal kalimat (seperti: 'Pada suatu hari...', 'Di sebuah desa...', 'Apakah kamu tahu...'), sedangkan murid yang mahir menuliskan kalimat pembuka tanpa kartu panduan.
- Proses: Murid dengan kecepatan belajar tinggi diminta menuliskan minimal 4 kalimat pembuka dengan 3 jenis kalimat berbeda, sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan didampingi menulis 3 kalimat pembuka dengan 2 jenis kalimat berbeda.
- Produk: Hasil tulisan berupa paragraf pembuka teks narasi sederhana bertema lingkungan dengan variasi kalimat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid menentukan kalimat pembuka cerita narasi yang tepat dari 2 pilihan yang diberikan guru: Kalimat A 'Di tepi Sungai Mahakam yang jernih, hiduplah seekor berang-berang rajin bernama Riko.' vs Kalimat B 'Sungai itu kotor sekali dan banyak sampah menumpuk.' (kunci/acuan: Kalimat A, karena mengenalkan tokoh Riko dan latar lingkungan Sungai Mahakam).
Proses:- Pemeriksaan draf tulisan pembuka narasi murid selama tahap Mengaplikasi dengan kriteria penerimaan operasional: (1) teks berisi pembuka narasi pengenalan tokoh atau latar tempat bertema lingkungan, (2) terdiri atas minimal 3 kalimat, (3) memuat minimal 2 jenis variasi kalimat yang berbeda (misalnya perpaduan kalimat berita dengan kalimat tanya atau kalimat seruan kepedulian lingkungan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menunjukkan variasi kalimat dalam paragraf pembuka yang ditulisnya (kriteria penerimaan: murid dapat menunjukkan mana kalimat berita pengenalan tokoh/latar dan mana kalimat tanya/seruan yang bervariasi dalam teks buatannya).
Formatif:- Penilaian kinerja menulis paragraf pembuka teks narasi sederhana bertema lingkungan berdasarkan keragaman bentuk kalimat dan ketepatan unsur pembuka (tokoh/latar lingkungan).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kesesuaian Isi Bagian Pembuka Narasi Lingkungan | Belum memuat pengenalan tokoh maupun latar lingkungan dalam teks pembuka yang ditulis. | Memuat pengenalan tokoh atau latar lingkungan namun belum terangkai dengan jelas sebagai bagian pembuka cerita. | Menulis bagian pembuka narasi yang memuat pengenalan tokoh dan latar kepedulian lingkungan secara jelas. | Menulis bagian pembuka narasi yang memuat pengenalan tokoh, latar kepedulian lingkungan, serta gambaran suasana secara rinci dan menarik secara mandiri. | | Keragaman Rangkaian Kalimat | Seluruh kalimat yang ditulis menggunakan pola dan bentuk kalimat tunggal yang sama tanpa variasi sama sekali. | Menulis pembuka narasi dengan rangkaian kalimat yang mulai beragam namun masih didominasi satu pola kalimat yang monoton. | Menulis pembuka narasi dengan rangkaian kalimat yang beragam (memadukan minimal dua bentuk kalimat yang berbeda seperti kalimat berita dan kalimat tanya/seruan). | Menulis pembuka narasi dengan rangkaian kalimat yang seluruhnya beragam dan bervariasi secara konsisten tanpa bantuan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah contoh keragaman bentuk kalimat yang disajikan memudahkan murid menyusun variasi kalimat pembuka narasi?
- Bagian mana dari bimbingan menulis yang paling memerlukan pendampingan intensif bagi murid?
Murid:- Apakah kamu berhasil membuat kalimat pembuka ceritamu bervariasi dan menarik dibaca?
- Jenis kalimat mana yang paling kamu sukai saat menulis bagian awal ceritamu?
Pertemuan 23 — Menulis Rangkaian Peristiwa Masalah Lingkungan dalam Teks Narasi Sederhana — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.5 Menulis teks narasi sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang kepedulian lingkungan
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru mengingatkan kembali bagian pembuka narasi lingkungan yang sudah ditulis pada pertemuan sebelumnya (2 menit).
- Guru melakukan diagnostik awal singkat: murid diminta mengubah 1 kalimat berita 'Sampah menumpuk di saluran air' menjadi 1 kalimat tanya dan 1 kalimat seru/perintah bertema masalah lingkungan di lembar draf (acuan kriteria: kalimat tanya memuat kata tanya/nada tanya seperti 'Mengapa sampah menumpuk di saluran air?'; kalimat perintah/seru menyatakan keheranan atau ajakan tindakan darurat seperti 'Lihatlah sampah itu menumpuk di saluran air!') (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru menyajikan contoh pemodelan bagian tengah/peristiwa masalah lingkungan pada papan tulis: 'Tiba-tiba air sungai meluap ke jalanan. Mengapa banyak sampah plastik menyumbat jembatan? Sampah-sampah itu berbau menyengat dan mengotori lingkungan sekitar! Warga mulai panik melihat banjir datang.' (5 menit).
- Murid mencermati bersama guru bagaimana rangkaian masalah lingkungan tersebut ditulis menggunakan beragam jenis kalimat (kalimat berita, kalimat tanya, dan kalimat seru/perintah) untuk menggambarkan ketegangan masalah lingkungan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan kartu tantangan variasi 'Kartu Kalimat Masalah': setiap murid mengambil 1 kartu tantangan acak dari 3 jenis kartu (Kartu A: kalimat tanya tentang penyebab sampah; Kartu B: kalimat berita tentang dampak saluran mampet; Kartu C: kalimat seru tentang air meluap) lalu dengan riang menuliskan contoh kalimatnya di papan tulis mini secara bergiliran (10 menit).
- Murid secara mandiri menuliskan rangkaian peristiwa masalah lingkungan (bagian tengah cerita) sebanyak 3-4 kalimat berkesinambungan pada draf teks narasi masing-masing dengan menerapkan keragaman bentuk kalimat (memadukan kalimat berita dengan kalimat tanya atau seru) tentang kepedulian lingkungan (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca ulang tulisannya sendiri untuk memeriksa apakah bagian peristiwa masalah lingkungan sudah memuat rangkaian kalimat yang beragam (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan cara menuliskan peristiwa masalah lingkungan dalam narasi menggunakan rangkaian kalimat yang beragam (5 menit).
- Guru memberikan penguatan dan menginformasikan bahwa bagian akhir/penyelesaian masalah akan ditulis pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata tanya (mengapa, apa) dan kata seru (aduh, lihatlah) untuk memicu ide kalimat masalah lingkungan; murid mahir diberikan stimulus masalah lingkungan yang lebih kompleks (misalnya pencemaran limbah detergen atau tumpukan plastik di muara).
- Proses: Murid yang memerlukan bantuan mendapat bimbingan bertahap dari guru dalam menyusun kalimat tanya dan seru; murid mandiri langsung menyusun rangkaian peristiwa secara mandiri.
- Produk: Jumlah kalimat dalam rangkaian peristiwa dapat disesuaikan: minimal 3 kalimat beragam untuk murid yang memerlukan bimbingan, dan 4 kalimat atau lebih dengan variasi struktur yang kaya untuk murid mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes unjuk kerja singkat pada tahap pendahuluan: Murid menuliskan variasi bentuk kalimat dari ide masalah sampah 'Sampah menumpuk di saluran air' menjadi 1 kalimat tanya dan 1 kalimat seru/perintah (Acuan kriteria: (1) Kalimat tanya: memuat kata tanya/intonasi tanya yang menanyakan penyebab/kondisi tumpukan sampah, contoh: 'Mengapa sampah menumpuk di saluran air?' atau 'Siapa yang membuang sampah ke saluran air?'; (2) Kalimat seru/perintah: memuat seruan kegentingan atau perintah memperhatikan masalah, contoh: 'Awas, saluran air tersumbat sampah!' atau 'Lihatlah sampah itu menyumbat saluran!').
Proses:- Observasi formatif saat pengerjaan mandiri: Memeriksa draf tulisan murid untuk memastikan rangkaian masalah lingkungan ditulis dengan minimal 3 kalimat yang memadukan ragam kalimat (berita, tanya, seru) sesuai tema kepedulian lingkungan (Acuan kriteria: teks narasi memuat uraian peristiwa masalah lingkungan, menggunakan sedikitnya 2 variasi bentuk kalimat yang berbeda, dan kalimat saling terangkai logis membentuk situasi masalah).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di lembar tulisan: Murid menandai bentuk ragam kalimat yang digunakannya pada bagian masalah (menggarisbawahi kalimat tanya dan melingkari tanda seru pada kalimat seru) (Acuan kriteria: ketepatan identifikasi ragam kalimat yang ditulisnya sendiri minimal memuat 1 kalimat berita dan minimal 1 kalimat tanya atau seru bertema masalah lingkungan).
Formatif:- Penilaian kinerja menulis bagian peristiwa masalah lingkungan dalam teks narasi sederhana menggunakan rubrik ketercapaian keragaman kalimat.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menulis rangkaian peristiwa masalah lingkungan bertema kepedulian lingkungan | Belum mampu menuliskan peristiwa masalah lingkungan dalam bentuk teks narasi sederhana. | Mampu menuliskan peristiwa masalah lingkungan tetapi hanya berupa 1 kalimat tunggal lepas. | Mampu menuliskan rangkaian peristiwa masalah lingkungan secara sederhana dalam 2-3 kalimat yang saling terhubung. | Mampu menuliskan rangkaian peristiwa masalah lingkungan secara utuh dan mengalir dalam 4 kalimat atau lebih yang saling terhubung dengan sangat baik. | | Keragaman bentuk kalimat dalam narasi masalah lingkungan | Belum menunjukkan keragaman kalimat (semua kalimat berbentuk berita monoton tanpa variasi). | Menuliskan rangkaian kalimat dengan mulai mencoba variasi namun bentuk kalimat lain belum tepat fungsinya. | Menuliskan rangkaian kalimat yang beragam (memadukan kalimat berita dengan kalimat tanya atau seru secara tepat). | Menuliskan rangkaian kalimat yang sangat beragam (memadukan kalimat berita, kalimat tanya, dan kalimat seru secara variatif, alami, dan tepat konteks). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pemodelan ragam kalimat membantu murid menuangkan masalah lingkungan ke dalam teks narasi?
- Bagian mana dari kegiatan merangkai kalimat masalah yang masih sulit bagi sebagian murid?
Murid:- Kalimat jenis apa (tanya, berita, atau seru) yang paling seru saat kamu pakai untuk menceritakan masalah lingkungan?
- Apakah kamu merasa ceritamu sudah menggambarkan masalah lingkungan dengan jelas?
Pertemuan 24 — Menulis Bagian Akhir dan Penyelesaian Masalah dalam Teks Narasi Lingkungan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.5 Menulis teks narasi sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang kepedulian lingkungan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang penulisan masalah lingkungan dengan menanyakan kelanjutan cerita: bagaimana cara tokoh menyelesaikan masalah tumpukan sampah tersebut (4 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik singkat: murid diminta memilih secara lisan dari 2 contoh kalimat di papan tulis mana yang menunjukkan tindakan penyelesaian masalah lingkungan: (Kalimat 1: 'Sungai meluap dan sampah menyumbat jembatan.' vs Kalimat 2: 'Warga bersama-sama mengeruk sampah dan menanami tepi sungai dengan pohon.') (acuan: Kalimat 2 merupakan tindakan penyelesaian masalah) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru memodelkan cara menyusun paragraf akhir cerita yang memuat tindakan penyelesaian masalah lingkungan dengan menggabungkan ragam jenis kalimat: kalimat berita ('Warga mengangkut sepuluh karung sampah plastik.'), kalimat seru/perintah ('Ayo, kita jaga sungai ini tetap bersih!'), dan kalimat tanya ('Siapa yang menyangka sungai kita bisa sejernih ini?') (10 menit).
- Murid mencermati contoh pemodelan guru dan mengidentifikasi 3 jenis kalimat yang digunakan dalam paragraf penyelesaian tersebut (acuan: mengenali kalimat berita bertanda titik, kalimat ajakan/seru bertanda seru, dan kalimat tanya bertanda tanya) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Tantangan 'Kartu Solusi Hijau': Murid bermain peran singkat berpasangan memilih 1 dari 3 kartu tindakan penyelamatan lingkungan untuk dijadikan bahan akhir cerita: (Kartu 1: Memilah sampah plastik dan organik; Kartu 2: Kerja bakti membersihkan selokan tersumbat; Kartu 3: Membuat bank sampah di sekolah) lalu saling menyebutkan 1 kalimat berita dan 1 kalimat ajakan berdasarkan kartu pilihannya secara bergembira (10 menit).
- Murid secara mandiri menuliskan bagian akhir teks narasi sederhana (minimal 3 kalimat yang memuat penyelesaian masalah lingkungan) pada buku tulis masing-masing, dengan menggunakan rangkaian kalimat yang beragam (misalnya gabungan kalimat berita, ajakan/perintah, dan tanya) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali draf akhir ceritanya secara mandiri dengan menandai keberadaan solusi penyelesaian masalah dan variasi jenis kalimat yang ditulis (acuan cek mandiri: minimal memuat 1 tindakan penyelesaian dan minimal 2 jenis kalimat berbeda) (7 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil tulisan penyelesaian narasi murid dan memuji usaha merangkai kalimat beragam (4 menit).
- Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bahwa bagian akhir narasi berfungsi menguraikan penyelesaian masalah secara tuntas menggunakan variasi kalimat yang menarik (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kerja aksi penyelesaian (misal: membersihkan, menanam, memilah), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan tantangan menuliskan 4 hingga 5 kalimat dengan 3 jenis kalimat berbeda.
- Proses: Bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan menyusun kalimat penyelesaian masalah secara langsung oleh guru saat sesi menulis mandiri.
- Produk: Produk tulisan berupa draf bagian akhir narasi sederhana bertema lingkungan dengan minimal 3 kalimat beraneka ragam bentuk bagi seluruh murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman fungsi bagian akhir narasi: Murid membedakan kalimat masalah dan kalimat penyelesaian dari 2 opsi yang disajikan guru di papan tulis. (Opsi A: 'Sampah plastik berserakan di tepi danau sehingga baunya menyengat.' Opsi B: 'Anak-anak memungut sampah plastik lalu memasukkannya ke dalam karung daur ulang.' Acuan jawaban tepat: Opsi B).
Proses:- Observasi saat murid menulis draf penyelesaian narasi: memastikan murid menulis minimal 3 kalimat yang memuat tindakan penyelamatan lingkungan dengan variasi minimal 2 bentuk kalimat (misalnya kalimat berita dan kalimat ajakan/tanya).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di lembar draf: Murid menggarisbawahi kalimat penyelesaian masalah dan memberi tanda bintang pada kalimat berita, tanda seru pada kalimat ajakan/perintah, atau tanda tanya pada kalimat tanya yang berhasil dirangkai dalam tulisannya (kriteria: tulisan memuat solusi nyata persoalan lingkungan dan minimal 2 bentuk kalimat berbeda).
Formatif:- Penilaian proses menulis bagian akhir narasi lingkungan menggunakan lembar observasi keragaman kalimat dan kesesuaian penyelesaian masalah.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kesesuaian Isi Penyelesaian Masalah Lingkungan | Belum menuliskan tindakan penyelesaian masalah lingkungan dalam bagian akhir narasi. | Menuliskan tindakan penyelesaian masalah lingkungan tetapi belum menyelesaikan masalah cerita secara jelas. | Menuliskan tindakan penyelesaian masalah kepedulian lingkungan secara tepat dan tuntas menyelesaikan persoalan cerita. | Menuliskan tindakan penyelesaian masalah kepedulian lingkungan secara sangat terperinci, runtut, dan tuntas menyelesaikan persoalan cerita secara mandiri. | | Keragaman Rangkaian Kalimat | Seluruh kalimat yang ditulis memiliki pola dan jenis yang sama (hanya 1 jenis kalimat) serta belum tersusun menjadi paragraf akhir. | Menulis bagian akhir narasi dengan 2 bentuk kalimat tetapi belum terangkai padu. | Menulis bagian akhir narasi dengan rangkaian minimal 2 jenis kalimat berbeda (misalnya kalimat berita dan ajakan/perintah/tanya) yang terangkai padu. | Menulis bagian akhir narasi dengan rangkaian 3 jenis kalimat beragam (berita, ajakan/perintah, dan tanya) yang terangkai sangat padu dan mengalir secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pemodelan ragam kalimat efektif membantu murid menyusun bagian akhir narasi?
- Apakah murid dapat menyelesaikan penulisan akhir cerita dalam alokasi waktu yang disediakan?
Murid:- Bagian mana dari penyelesaian ceritaku yang paling aku sukai?
- Kalimat beragam apa saja yang sudah berhasil aku tulis pada cerita penyelamatan lingkungan hari ini?
Pertemuan 25 — Menyempurnakan Teks Narasi Sederhana Bertema Lingkungan dengan Rangkaian Kalimat Beragam — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.5 Menulis teks narasi sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang kepedulian lingkungan
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyempurnakan draf teks narasi sederhana bertema kepedulian lingkungan dengan memvariasikan jenis kalimat (3 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik singkat dengan menampilkan 3 kalimat di papan tulis: (1) 'Warga membersihkan sampah di selokan.', (2) 'Siapa yang membuang sampah sembarangan?', (3) 'Ayo, kumpulkan sampah plastik itu!' lalu meminta murid menyebutkan jenis masing-masing kalimat (acuan: kalimat 1 = kalimat berita, kalimat 2 = kalimat tanya, kalimat 3 = kalimat perintah/ajakan/seru) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mengamati draf narasi percontohan pendek bertema lingkungan yang monoton: 'Kiki melihat sungai kotor. Kiki sedih melihat banyak sampah. Kiki mengajak Danu mengambil sampah. Danu setuju membantu Kiki.' (4 menit).
- Guru memodelkan cara menyempurnakan teks monoton tersebut menjadi rangkaian kalimat beragam: 'Kiki melihat sungai kotor. Mengapa banyak sampah berserakan di sini? Kiki sedih melihat air yang menghitam. Ayo, kita bersihkan sampah plastik ini bersama-sama!' sambil menunjukkan bagaimana kalimat berita, tanya, dan perintah berpadu memperkaya cerita (6 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid memainkan permainan kartu tantangan variasi 'Ubah Kalimat!': secara berpasangan, murid mengambil satu kartu kalimat berita monoton dan mengubahnya menjadi kalimat tanya atau seru tentang lingkungan (Kartu 1: 'Taman kota ini kotor sekali.' diubah menjadi seru/tanya: 'Alangkah kotornya taman kota ini!' atau 'Mengapa taman kota ini begitu kotor?'; Kartu 2: 'Kita harus memilah sampah plastik.' diubah menjadi perintah/seru: 'Pilah sampah plastik itu sekarang!'; Kartu 3: 'Sungai ini banyak ikannya dahulu.' diubah menjadi tanya: 'Ke mana perginya ikan-ikan di sungai ini?') (10 menit).
- Murid membuka kembali draf teks narasi sederhana tentang kepedulian lingkungan yang telah ditulis pada pertemuan sebelumnya (10 menit).
- Murid secara mandiri menyempurnakan draf narasinya dengan menyisipkan variasi jenis kalimat (memastikan terdapat minimal 1 kalimat berita, 1 kalimat tanya, dan 1 kalimat perintah/seru di dalam teks narasi bertema kepedulian lingkungan) (18 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali teks narasi yang telah disempurnakan menggunakan daftar cek mandiri untuk memastikan keragaman kalimat sudah terpenuhi (4 menit).
- Dua orang murid membacakan contoh satu kalimat variasi baru yang berhasil mereka tambahkan ke dalam teks narasi mereka, lalu guru memberikan penguatan (3 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menyempurnakan teks narasi dengan variasi kalimat (berita, tanya, perintah/seru) membuat cerita lingkungan lebih hidup dan menarik (3 menit).
- Guru menyampaikan kegiatan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya, yaitu menulis ulang draf bersih narasi lingkungan dengan kosakata baru, serta menutup kelas dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan contoh kata tanya ('mengapa', 'bagaimana') dan kata seru/ajakan ('ayo', 'mari') untuk disisipkan, sedangkan murid cepat dapat menyempurnakan variasi struktur kalimat secara mandiri.
- Proses: Guru memberikan pendampingan langsung bagi murid yang belum memvariasikan kalimat dalam narasinya, sementara murid yang sudah mahir langsung menyempurnakan teks secara mandiri.
- Produk: Semua murid menghasilkan teks narasi sederhana tentang kepedulian lingkungan yang memuat variasi kalimat; murid mahir menambahkan variasi kalimat langsung dan kalimat tak langsung.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes lisan diagnostik: Murid menentukan jenis kalimat dari 3 kalimat yang ditampilkan di papan tulis: (1) 'Warga membersihkan sampah di selokan.' (acuan: kalimat berita), (2) 'Siapa yang membuang sampah sembarangan?' (acuan: kalimat tanya), (3) 'Ayo, kumpulkan sampah plastik itu!' (acuan: kalimat perintah/ajakan).
Proses:- Observasi saat murid menyempurnakan teks narasinya: memeriksa keberadaan dan ketepatan variasi kalimat (minimal memuat kalimat berita, kalimat tanya, dan kalimat perintah/seru bertema kepedulian lingkungan).
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan teks narasi sederhana hasil penyempurnaan: teks bertema kepedulian lingkungan yang memuat minimal 4 kalimat dengan susunan yang bervariasi (kriteria: memuat minimal 2 jenis kalimat berbeda, misal kombinasi kalimat berita dan kalimat tanya atau seru; kriteria tuntas: memuat 3 jenis kalimat: berita, tanya, dan seru/perintah tentang kepedulian lingkungan).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja proses penyempurnaan teks narasi sederhana bertema lingkungan menggunakan lembar observasi keragaman kalimat.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keragaman Rangkaian Kalimat dalam Teks Narasi Lingkungan | Menulis teks narasi lingkungan yang seluruhnya hanya terdiri atas 1 jenis kalimat yang sama (hanya kalimat berita monoton). | Menulis teks narasi lingkungan dengan menyertakan 2 jenis kalimat yang berbeda (misalnya kalimat berita dan 1 kalimat tanya/perintah) dengan bimbingan guru. | Menulis teks narasi lingkungan yang disempurnakan secara mandiri dengan memadukan 3 jenis kalimat yang beragam (kalimat berita, kalimat tanya, dan kalimat perintah/seru). | Menulis teks narasi lingkungan yang disempurnakan secara mandiri dengan rangkaian kalimat yang sangat beragam (memadukan kalimat berita, tanya, perintah/seru, serta variasi kalimat langsung) secara luwes di sepanjang cerita. | | Kesesuaian Isi Narasi dengan Kepedulian Lingkungan | Menulis kalimat-kalimat yang belum menunjukkan peristiwa bertema kepedulian lingkungan. | Menulis narasi yang memuat peristiwa kepedulian lingkungan sederhana namun hubungan antarkalimat masih terputus. | Menulis teks narasi sederhana yang utuh dan jelas menceritakan tindakan atau peristiwa kepedulian lingkungan. | Menulis teks narasi sederhana yang utuh, mendalam, dan kaya peristiwa mengenai aksi penyelamatan lingkungan secara runtut. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pemodelan pengubahan kalimat monoton ke kalimat beragam cukup jelas dipahami oleh murid?
- Bagian mana dari draf narasi murid yang paling banyak membutuhkan bantuan variasi kalimat?
Murid:- Kalimat jenis apa yang paling kamu sukai saat kamu masukkan ke dalam ceritamu?
- Apakah ceritamu tentang penyelamatan lingkungan terasa lebih seru setelah kalimatnya diubah bervariasi?
Pertemuan 26 — Menulis Ulang Teks Narasi Bersih Lingkungan Lengkap dengan Kosakata Baru — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.5 Menulis teks narasi sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang kepedulian lingkungan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menulis ulang draf teks narasi bertema bersih lingkungan menjadi teks utuh dengan menyertakan kosakata baru dan variasi pola kalimat (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid diminta melengkapi 1 kalimat rumpang di papan tulis menggunakan pilihan kosakata lingkungan yang tersedia (1) relawan, (2) memilah, (3) kompos; guru memeriksa ketepatan penggunaan kosakata dalam kalimat sebagai pemetaan awal kemampuan menyusun kalimat narasi (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati teks narasi percontohan berjudul 'Aksi Bersih Sungai Melati' yang ditampilkan di papan tulis: (Kalimat 1) Warga berkumpul di tepi sungai pada pagi hari. (Kalimat 2) Pak RT membagikan karung kepada para relawan. (Kalimat 3) Mereka memilah sampah plastik dan sampah dedaunan. (Kalimat 4) Sampah organik segera diolah menjadi kompos. (Kalimat 5) Sungai Melati kini kembali asri dan mengalir lancar (6 menit).
- Murid mengidentifikasi 4 kosakata baru bertema lingkungan yang ada dalam teks: 'relawan', 'memilah', 'organik', dan 'kompos', serta menelaah keragaman bentuk kalimatnya (kalimat berpola Subjek-Predikat-Keterangan, Subjek-Predikat-Objek-Keterangan, dan kalimat inversi/pasif) secara bersama-sama (9 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan 'Tantangan Kartu Kata': setiap meja mengambil 1 set kartu berisi 4 kosakata target (relawan, memilah, organik, kompos), lalu berlatih menyusun 1 kalimat narasi lisan berbeda untuk setiap kata bersama teman sebangku secara ceria (10 menit).
- Murid secara mandiri menulis ulang teks narasi sederhana bertema bersih lingkungan pada lembar kerja masing-masing, dengan ketentuan menyusun 4 hingga 6 kalimat narasi yang memuat minimal 3 kosakata baru lingkungan (relawan, memilah, organik, atau kompos) serta menggunakan variasi rangkaian kalimat (tidak monoton dengan struktur yang sama terus-menerus) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca kembali teks narasi yang telah ditulis sendiri, memeriksa apakah minimal 3 kosakata baru lingkungan sudah masuk dan rangkaian kalimatnya sudah bervariasi (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap draf tulisan beberapa murid mengenai keberagaman kalimat dan pemakaian kosakata narasi lingkungan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran tentang cara menulis teks narasi lingkungan yang baik dengan variasi kalimat dan pemanfaatan kosakata baru (3 menit).
- Guru mengapresiasi kerja mandiri murid dalam menyelesaikan teks narasi dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan panduan daftar 4 kosakata beserta contoh pola kalimat sederhana; murid yang mahir diberikan tantangan menggunakan seluruh 4 kosakata baru dalam narasi 6 kalimat.
- Proses: Guru mendampingi secara intensif murid yang masih kesulitan merangkai kalimat beragam melalui bantuan kartu pemantik pola kalimat.
- Produk: Hasil tulisan narasi murid dapat berupa 4 kalimat beragam (tingkat dasar) hingga 6 kalimat beragam (tingkat mahir) tentang aksi bersih lingkungan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik melengkapi kalimat rumpang di awal pembelajaran: Murid melengkapi kalimat 'Para ... giat membersihkan tumpukan sampah plastik di selokan.' (Acuan jawaban benar: relawan) dan menentukan fungsi kata tersebut dalam kalimat narasi.
Proses:- Observasi formatif saat pengerjaan penulisan mandiri: Guru mencatat ketepatan penggunaan 4 kosakata target (relawan, memilah, organik, kompos) dan variasi pola kalimat narasi yang ditulis murid pada lembar kerja.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan teks narasi mandiri murid dengan kriteria penerimaan: teks narasi bertema bersih lingkungan terdiri atas minimal 4 kalimat, memuat minimal 3 dari 4 kosakata target (relawan, memilah, organik, kompos) yang digunakan sesuai maknanya, serta menggunakan minimal 2 variasi struktur kalimat yang berbeda.
Formatif:- Unjuk kerja tertulis: Menulis ulang teks narasi sederhana bertema bersih lingkungan yang memuat rangkaian kalimat beragam dan kosakata baru lingkungan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keragaman Rangkaian Kalimat Narasi | Menulis teks narasi dengan pola kalimat tunggal yang seragam/monoton dan belum menunjukkan variasi susunan kalimat. | Menulis teks narasi dengan menggunakan 2 jenis variasi susunan kalimat sederhana, tetapi masih didominasi pola kalimat yang sama. | Menulis teks narasi dengan rangkaian kalimat yang beragam (menggunakan minimal 2 hingga 3 variasi struktur kalimat berbeda) secara tepat. | Menulis teks narasi dengan rangkaian kalimat yang seluruhnya beragam dan mengalir runtut secara mandiri. | | Penggunaan Kosakata Baru Lingkungan dalam Narasi | Hanya memuat kurang dari 2 kosakata baru lingkungan dalam teks narasi yang ditulis. | Memuat 2 dari 4 kosakata target (relawan, memilah, organik, kompos) dengan tepat sesuai makna narasi. | Memuat 3 dari 4 kosakata target (relawan, memilah, organik, kompos) dengan tepat sesuai makna narasi. | Memuat seluruh 4 kosakata target (relawan, memilah, organik, kompos) dengan tepat sesuai makna narasi secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah strategi penulisan ulang narasi dengan variasi kalimat dan kosakata baru lingkungan sudah berhasil dipahami murid?
- Bagian mana dari langkah menyusun kalimat beragam yang masih memerlukan bimbingan tambahan bagi murid?
Murid:- Apakah aku sudah berhasil memasukkan kata-kata baru tentang kebersihan lingkungan ke dalam ceritaku?
- Bentuk kalimat narasi mana yang paling menarik saat aku tulis hari ini?
Pertemuan 27 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.1 Mengidentifikasi tokoh dan alur kejadian pada isi teks sastra berbentuk teks aural tentang penyelamatan lingkungan
- TP 3.4.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan bertema penyelamatan lingkungan
- TP 3.4.3 Menemukan pesan dalam teks sastra cetak bertema penyelamatan lingkungan
- TP 3.4.4 Menceritakan kembali isi dari teks yang didengar tentang penyelamatan lingkungan
- TP 3.4.5 Menulis teks narasi sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang kepedulian lingkungan
Pendahuluan:- Guru membuka sesi dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memimpin doa singkat (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 4 serta membacakan tata tertib pengerjaan asesmen mandiri secara tertulis dan unjuk kerja lisan bergilir (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Asesmen Sumatif Tertulis, membacakan instruksi pengerjaan secara jelas, lalu membacakan teks dongeng aural 'Penyelamat Sungai Mahakam' sebanyak dua kali dengan artikulasi jernih sementara murid menyimak dengan saksama tanpa membuka buku (teks menyajikan tokoh Elok si burung enggang dan Poppi si pesut; alur awal Elok mencari Poppi di tepi sungai yang penuh sampah; alur tengah Poppi mengungsi ke hulu karena air tercemar tumpukan limbah plastik; alur akhir Elok dan Poppi bersama warga satwa mengajak manusia membersihkan sampah hingga sungai kembali jernih) (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan Bagian 1 Asesmen Sumatif Tertulis secara serentak dan mandiri selama 35 menit: (a) Soal Menyimak: menuliskan nama 2 tokoh (acuan: Elok dan Poppi) serta 3 urutan alur kejadian [alur awal: Elok mencari Poppi dan melihat sampah; alur tengah: Poppi mengungsi karena sungai tercemar limbah; alur akhir: sungai dibersihkan bersama-sama hingga bersih]; (b) Soal Membaca Teks Cetak Fabel 'Istana Bencana': membaca teks cetak pendek fabel tentang tumpukan sampah yang runtuh menimpa sarang semut lalu menuliskan pesan cerita (acuan pesan: membuang sampah sembarangan merugikan makhluk hidup lain/kita harus menjaga kebersihan lingkungan bersama); (c) Tugas Menulis Narasi: menulis 1-2 paragraf karangan narasi sederhana bertema kepedulian lingkungan menggunakan minimal 3 variasi susunan kalimat dan memuat kata bertema lingkungan (35 menit).
- Bersamaan dengan penyelesaian tes tertulis pada 20 menit terakhir, guru memanggil giliran ke dalam 7 kelompok kecil terstruktur (masing-masing 4 murid) di sudut kelas untuk Bagian 2 Asesmen Unjuk Kerja Lisan secara bergantian (1 menit per murid): tiap murid membaca nyaring 4 kartu kata baru bertema lingkungan yang disiapkan guru yaitu (1) pesut, (2) limbah, (3) tercemar, (4) murung secara fasih tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu, lalu langsung menceritakan kembali isi dongeng aural yang didengar secara lisan mencakup tokoh dan runtutan peristiwa awal-tengah-akhir selama 1 menit, sementara guru mencatat performa pada lembar observasi ceklis (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban asesmen tertulis murid secara tertib, lalu memfasilitasi murid mengisi 2 pertanyaan ceklis refleksi diri tentang kenyamanan dan ketelitian mereka selama menyelesaikan tugas asesmen (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas usaha mandiri, ketertiban, dan kejujuran yang ditunjukkan selama pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 4 (1 menit).
- Guru merangkum perjalanan belajar Bab 4 'Menyelamatkan Lingkungan' serta menutup pertemuan dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: teks dongeng aural dibacakan dengan artikulasi yang lantang dan jelas sebanyak dua kali; lembar cetak fabel dicetak dengan ukuran huruf standar 14 pt yang mudah dibaca oleh semua murid.
- Proses: Akomodasi akses: murid yang memerlukan dukungan visual dapat membaca kartu kata berukuran besar (flashcard) saat giliran unjuk kerja lisan tanpa mengurangi standar kelancaran dan ketepatan lafal kata.
- Produk: Standar bukti belajar tetap sama untuk seluruh murid sesuai acuan rubrik sumatif; akomodasi berupa penulisan pada lembar bergaris lebih lebar bagi murid dengan kendala motorik halus.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan asesmen di awal sesi melalui tanya jawab singkat mengenai kesiapan alat tulis dan pemahaman terhadap 3 instruksi utama pelaksanaan ujian mandiri (acuan: murid siap dengan pensil, memahami larangan berdiskusi, dan memahami urutan pengerjaan tertulis lalu lisan).
Proses:- Pemantauan keterlibatan mandiri dan observasi kepatuhan terhadap alokasi waktu saat pengerjaan tes tertulis serta pencatatan langsung performa membaca fasih 4 kata dan bercerita lisan pada lembar observasi ketercapaian per kelompok kecil.
Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis-penugasan serentak dan unjuk kerja membaca-bercerita terpadu berpasangan/kelompok terstruktur: lembar kerja tertulis yang memuat identifikasi tokoh, alur, pesan moral, dan draf narasi sederhana bertema lingkungan, disertai catatan observasi performa lisan membaca fasih kata baru dan menceritakan kembali isi teks dongeng aural secara bergiliran dalam kelompok kecil
- tes tertulis dan penugasan menulis serentak: jawaban tertulis murid pada lembar asesmen yang memuat identifikasi nama tokoh dan 3 tahapan alur kejadian dari dongeng aural yang dibacakan guru di awal sesi, rumusan pesan moral teks cetak fabel lingkungan, serta 1-2 paragraf karangan narasi sederhana bertema kepedulian lingkungan dengan variasi kalimat (40 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban pemahaman bacaan dan rubrik analitik menulis narasi (kriteria: kesesuaian tema lingkungan, keberagaman rangkaian kalimat, dan ketepatan kosakata))
- unjuk kerja membaca nyaring dan menceritakan kembali berbasis kelompok kecil: kinerja lisan murid yang dinilai serentak melalui pembagian 7 kelompok kecil (masing-masing 4 murid): setiap murid secara bergiliran membaca nyaring 4 kata baru bertema lingkungan (seperti pesut, limbah, tercemar, murung) dengan artikulasi tepat lalu menceritakan kembali runtutan isi dongeng penyelamatan lingkungan selama 1 menit per anak di hadapan kelompok dan dipantau berkeliling oleh guru dengan lembar ceklis (30 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi dan rubrik performa lisan berjenjang (skala 1-4 untuk kefasihan lafal kata baru dan kelengkapan runtutan penuturan cerita))
Sumatif:- kombinasi tes tertulis-penugasan serentak dan unjuk kerja membaca-bercerita terpadu berpasangan/kelompok terstruktur: lembar kerja tertulis yang memuat identifikasi tokoh, alur, pesan moral, dan draf narasi sederhana bertema lingkungan, disertai catatan observasi performa lisan membaca fasih kata baru dan menceritakan kembali isi teks dongeng aural secara bergiliran dalam kelompok kecil
- tes tertulis dan penugasan menulis serentak: jawaban tertulis murid pada lembar asesmen yang memuat identifikasi nama tokoh dan 3 tahapan alur kejadian dari dongeng aural yang dibacakan guru di awal sesi, rumusan pesan moral teks cetak fabel lingkungan, serta 1-2 paragraf karangan narasi sederhana bertema kepedulian lingkungan dengan variasi kalimat (40 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban pemahaman bacaan dan rubrik analitik menulis narasi (kriteria: kesesuaian tema lingkungan, keberagaman rangkaian kalimat, dan ketepatan kosakata))
- unjuk kerja membaca nyaring dan menceritakan kembali berbasis kelompok kecil: kinerja lisan murid yang dinilai serentak melalui pembagian 7 kelompok kecil (masing-masing 4 murid): setiap murid secara bergiliran membaca nyaring 4 kata baru bertema lingkungan (seperti pesut, limbah, tercemar, murung) dengan artikulasi tepat lalu menceritakan kembali runtutan isi dongeng penyelamatan lingkungan selama 1 menit per anak di hadapan kelompok dan dipantau berkeliling oleh guru dengan lembar ceklis (30 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi dan rubrik performa lisan berjenjang (skala 1-4 untuk kefasihan lafal kata baru dan kelengkapan runtutan penuturan cerita))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Tokoh dan Alur Dongeng Aural (TP 3.4.1) | Menuliskan kurang dari 2 tokoh dan kurang dari 2 tahapan alur secara tepat (acuan tokoh: Elok, Poppi; acuan alur: awal-tengah-akhir). | Menuliskan 2 tokoh dengan tepat, namun hanya menyebutkan 1-2 tahapan alur kejadian secara tepat sesuai cerita yang didengar. | Menuliskan 2 nama tokoh (Elok dan Poppi) secara tepat dan menyebutkan 3 tahapan alur kejadian (awal, tengah, akhir) secara tepat sesuai isi dongeng aural. | Menuliskan 2 nama tokoh (Elok dan Poppi) secara tepat dan menguraikan 3 tahapan alur kejadian (awal, tengah, akhir) secara lengkap, runtut, dan tepat sesuai rincian cerita dongeng aural. | | Membaca Kata-Kata Baru dengan Fasih (TP 3.4.2) | Membaca 1 atau tidak ada kata yang fasih dari 4 kata target (daftar acuan: pesut, limbah, tercemar, murung), masih mengeja terbata-bata. | Membaca 2-3 kata target dengan fasih dari 4 kata target (daftar acuan: pesut, limbah, tercemar, murung) dengan sesekali mengeja atau mengulang. | Membaca seluruh 4 kata target (pesut, limbah, tercemar, murung) secara fasih, lancar tanpa mengeja, dan tanpa jeda ragu. | Membaca seluruh 4 kata target (pesut, limbah, tercemar, murung) secara sangat lancar seketika (otomatis), tanpa mengeja, tanpa jeda ragu, dan mandiri. | | Menemukan Pesan dalam Teks Cetak (TP 3.4.3) | Belum mampu merumuskan pesan teks cetak fabel 'Istana Bencana' atau rumusan pesan menyimpang dari tema cerita. | Menuliskan pesan teks cetak fabel, namun hanya menyebutkan sebagian kecil peristiwa cerita tanpa menangkap inti ajakan moral lingkungan. | Menemukan dan menuliskan pesan teks cetak fabel 'Istana Bencana' secara tepat (acuan: larangan membuang sampah sembarangan karena merugikan makhluk hidup lain/kewajiban menjaga kebersihan lingkungan bersama). | Menemukan dan merumuskan inti pesan moral teks cetak fabel 'Istana Bencana' secara tepat, jelas, dan mengaitkannya dengan kesadaran menjaga lingkungan hidup. | | Menceritakan Kembali Dongeng yang Didengar (TP 3.4.4) | Menceritakan kembali isi dongeng secara terputus-putus, tidak memuat tokoh maupun alur kejadian yang jelas. | Menceritakan kembali isi dongeng dengan menyebut tokoh, namun urutan alur kejadian masih melompat atau belum runtut. | Menceritakan kembali isi dongeng yang didengar secara lisan dengan memuat tokoh (Elok dan Poppi) serta runtutan alur awal, tengah, dan akhir secara runtut. | Menceritakan kembali isi utuh dongeng yang didengar secara lisan dengan runtut, lengkap (tokoh, masalah pencemaran sungai, dan penyelesaian pembersihan sampah), serta menggunakan kalimat sendiri secara lancar. | | Menulis Teks Narasi Sederhana tentang Kepedulian Lingkungan (TP 3.4.5) | Menulis teks narasi kurang dari 1 paragraf, belum sesuai tema kepedulian lingkungan, dan bentuk kalimat seragam. | Menulis teks narasi 1 paragraf bertema kepedulian lingkungan, namun susunan kalimat masih seragam (pola kalimat berulang). | Menulis teks narasi 1-2 paragraf bertema kepedulian lingkungan dengan rangkaian kalimat yang beragam (memuat variasi susunan subjek-predikat-objek dan kalimat keterangan) serta kosakata denotatif lingkungan yang tepat. | Menulis teks narasi 2 paragraf bertema kepedulian lingkungan secara padu dengan rangkaian kalimat yang sangat beragam, variatif, dan seluruh kosakata baru digunakan secara tepat denotatif. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 40 menit untuk tes tertulis dan 30 menit untuk unjuk kerja lisan kelompok kecil berjalan efektif dan memadai untuk seluruh murid?
- Bagian capaian kompetensi mana dari kelima TP yang sudah dikuasai sangat baik oleh mayoritas murid dan mana yang masih memerlukan tindak lanjut penguatan?
Murid:- Bagian asesmen mana yang paling mudah kamu selesaikan: menjawab pertanyaan dongeng, membaca kata baru, menemukan pesan, bercerita, atau menulis karangan narasi?
- Apakah kamu merasa puas dengan caramu menceritakan kembali dongeng dan menulis cerita kepedulian lingkungan hari ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Pusat Perbukuan 2025), Bab 4 Menyelamatkan Lingkungan
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Pusat Perbukuan 2025), Teks Dongeng 'Penyelamat Sungai Mahakam'
- Kartu nama tokoh dan lembar kerja menyimak tokoh dongeng
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Subbab A: Sahabat Sungai Mahakam
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Teks Dongeng 'Penyelamat Sungai Mahakam', hlm. 144
- Kartu bertuliskan pilihan sifat/watak tokoh ('Peduli Sahabat', 'Sabar', 'Gigih', 'Jujur')
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Kemendikdasmen, 2025)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III Bab 4 'Menyelamatkan Lingkungan'
- Naskah teks aural dongeng 'Penyelamat Sungai Mahakam' dan 'Pagi Damai di Pesisir Teluk'
- Lembar Kerja Murid 'Identifikasi Alur Awal Dongeng Lingkungan'
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2025)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2025) Bab 4
- Naskah dongeng aural 'Penyelamat Sungai Mahakam' dan 'Hutan Bakau Milik Biko'
- Lembar identifikasi tantangan alur dongeng
- Naskah teks aural dongeng 'Kembalinya Kejernihan Sungai Mahakam'
- Set kartu pilihan alur akhir cerita dan lembar kerja mencocokkan masalah-penyelesaian
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Bab 4 Subbab A
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III, Bab 4 Menyelamatkan Lingkungan, Halaman 146-147
- Kartu kata bertuliskan: pesut, limbah, tercemar, murung
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Bab 4 Menyelamatkan Lingkungan
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Bab 4 Menyelamatkan Lingkungan, teks dongeng 'Istana yang Membawa Bencana' (halaman 157)
- Set kartu kata bertema lingkungan: erosi, reboisasi, bandang, jemawa, silpin, undagi, limbah, pesut, tercemar
- Lembar centang bacaan berpasangan
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring Kelas III SD Bab 4 'Menyelamatkan Lingkungan'
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring Kelas III SD
- Kartu kata dan papan tulis berisikan 4 kalimat bertema penyelamatan lingkungan
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2025), Bab 4 'Menyelamatkan Lingkungan'.
- Buku Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2025).
- Kartu kata bertuliskan: pesut, limbah, tercemar, murung.
- Lembar teks paragraf pendek bacaan mandiri bertema lingkungan.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring Kelas III SD/MI Bab 4
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas III
- Kartu kata bertema lingkungan (limbah, tercemar, reboisasi, habitat, ekosistem)
- Lembar cuplikan cerita fabel 'Kisah Si Kancil dan Hutan Lindung'
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), 2023.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), 2023, Bab 4.
- Lembar bacaan teks sastra cetak 'Bakti Ikan Gabus dan Kodok untuk Sungai Jernih'.
- Lembar Kerja Detektif Pesan Kebaikan.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Bab 4 teks 'Istana Pembawa Bencana' halaman 153.
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi).
- Lembar Kerja Detektif Pesan Cerita bertema kepedulian sampah.
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Pusat Perbukuan, 2024)
- Lembar Teks Sastra Cetak Fabel 'Rumah Baru Burung Pipit' dan 'Danau Katak yang Tercemar'
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Menemukan Pesan Fabel
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023
- Teks sastra cetak 'Kerja Bakti di Kampung Lestari' dan lembar kerja 'Detektif Pesan Lingkungan'
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Bab 4 'Menyelamatkan Lingkungan'.
- Lembar bacaan teks sastra cetak fabel: 'Pohon Sahabat Tupai', 'Danau Kejujuran', dan 'Semut dan Daun Terakhir'.
- Kartu pilihan opsi pesan moral 'Detektif Pesan Moral'.
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III
- Naskah teks aural dongeng 'Penyelamat Sungai Mahakam' dan 'Sahabat Rimba Bersih'
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring Kelas III Bab 4 'Menyelamatkan Lingkungan'
- Naskah dongeng aural 'Penyelamat Sungai Mahakam'
- Kartu visual ilustrasi masalah lingkungan sungai tercemar
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi) Bab 4
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi) Bab 4, teks aural 'Penyelamat Sungai Mahakam'
- Kartu alur penyelesaian dongeng (tiga langkah penyelesaian masalah)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Bab 4 Menyelamatkan Lingkungan
- Teks dongeng aural 'Penyelamat Sungai Mahakam' yang dibacakan guru
- Kartu panduan alur isi cerita (Kartu 1 Awal, Kartu 2 Tengah/Masalah, Kartu 3 Akhir/Penyelesaian)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III Bab 4 Menyelamatkan Lingkungan
- Naskah teks dongeng aural 'Penyelamat Hutan Bakau'
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Aktivitas 6 Menulis Dongeng / Narasi Lingkungan
- Lembar Kerja Bagan Kerangka Narasi 3 Bagian (Awal - Masalah - Penyelesaian)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi)
- Kartu gambar bertema lingkungan (taman kota bersih, sungai jernih)
- Lembar kerja menulis narasi
- Kartu tantangan variasi kalimat (Kartu A: kalimat tanya, Kartu B: kalimat berita, Kartu C: kalimat seru)
- Papan tulis dan buku tulis murid
- Papan tulis dan spidol
- Set Kartu Solusi Hijau (3 kartu pilihan aksi lingkungan)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi) Bab 4
- Draf teks narasi murid dari pertemuan sebelumnya
- Kartu kalimat variasi 'Ubah Kalimat!'
- Kartu kosakata bertema lingkungan (relawan, memilah, organik, kompos)
- Lembar kerja menulis narasi murid
- Naskah Dongeng Aural 'Penyelamat Sungai Mahakam' (dokumen guru)
- Lembar Asesmen Tertulis Sumatif Bab 4 (memuat teks bacaan fabel 'Istana Bencana' dan lembar menulis narasi bergaris)
- Set Kartu Kata Bacaan Lisan bertema lingkungan: pesut, limbah, tercemar, murung
- Lembar Observasi dan Rubrik Penilaian Kinerja Lisan Guru
|