Modul AjarPertemuan 9Bab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Tepuk Semangat dan Refleksi: Menyimpulkan Makna 'Pengobar Semangat'

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 dengan topik "Tepuk Semangat dan Refleksi: Menyimpulkan Makna 'Pengobar Semangat'". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Tepuk Semangat dan Refleksi: Menyimpulkan Makna 'Pengobar Semangat'

Bahasa Indonesia - Kelas 3

Bab 3 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Tepuk Semangat dan Refleksi: Menyimpulkan Makna 'Pengobar Semangat'

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikTepuk Semangat dan Refleksi: Menyimpulkan Makna 'Pengobar Semangat'
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan menyerukan 'Tepuk Semangat' secara berkelompok, murid mampu mempresentasikan yel-yel penyemangat dengan volume, intonasi, dan ekspresi yang tepat.
  2. Melalui kegiatan refleksi akhir bab, murid mampu menyimpulkan makna 'pengobar semangat' berdasarkan seluruh pengalaman belajar dalam bab ini menggunakan bahasa sendiri secara lisan maupun tulisan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat atau mendengar orang yang bisa membuat semangat orang lain bangkit kembali? Apa yang mereka lakukan?
  2. Menurut kalian, apa bedanya orang yang hanya diam saja dengan orang yang menjadi 'pengobar semangat' bagi temannya?
  3. Kalau kalian bisa menciptakan tepuk semangat sendiri, kira-kira kata-kata apa yang ingin kalian serukan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kabar murid dengan hangat.
  • Asesmen awal: Guru mengajukan pertanyaan diagnostik singkat secara lisan, 'Dari semua kegiatan yang sudah kita lakukan di Bab 3, kegiatan mana yang paling berkesan buat kalian dan mengapa?' — beberapa murid diberi kesempatan menjawab.
  • Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah pertemuan penutup Bab 3 'Pengobar Semangat', dan kita akan merayakannya dengan cara yang menyenangkan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: (1) mempresentasikan Tepuk Semangat dengan volume, intonasi, dan ekspresi yang tepat secara berkelompok; (2) menyimpulkan makna 'pengobar semangat' menggunakan bahasa sendiri.
  • Guru memotivasi murid dengan menyampaikan bahwa hari ini mereka bukan hanya belajar, tetapi juga merayakan perjalanan belajar mereka selama Bab 3.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru menampilkan teks 'Tepuk Semangat' dari Buku Siswa halaman 79 di papan tulis atau layar proyektor agar semua murid dapat melihat dengan jelas.
  • Guru membacakan teks 'Tepuk Semangat' dengan lantang sambil memeragakan gerakan: angkat tangan tinggi-tinggi, turunkan sejajar bahu, tarik ke depan (prok prok), lalu berseru 'Se...ma...ngat! Semangat!' — murid menyimak dan mengamati gerakan guru dengan saksama. (Berkesadaran)
  • Guru mengajak murid mendiskusikan secara singkat: 'Kata-kata apa dalam tepuk ini yang paling membuat kalian bersemangat? Mengapa kata itu terasa kuat?' — murid diberi waktu 1–2 menit berpikir sebelum menjawab. (Berkesadaran)
  • Guru menjelaskan unsur penyampaian yang perlu diperhatikan: volume (keras agar terdengar), intonasi (bervariasi, tidak datar), dan ekspresi wajah serta gerakan tubuh (semangat dan percaya diri). Guru memberikan contoh dua cara menyerukan tepuk — satu dengan volume kecil dan ekspresi datar, satu dengan volume keras dan ekspresi semangat — lalu bertanya kepada murid mana yang lebih menular semangatnya. (Menggembirakan)
  • Murid bersama-sama mencoba menyerukan Tepuk Semangat satu kali dipandu guru, untuk memastikan semua murid hafal teks dan gerakannya sebelum masuk ke tahap latihan kelompok.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi 4–5 kelompok dengan jumlah anggota yang seimbang.
  • Setiap kelompok diberi waktu ± 7 menit untuk berlatih menyerukan Tepuk Semangat bersama. Masing-masing kelompok menentukan siapa yang memimpin, bagaimana pembagian baris/bagian tepuk, dan gerakan yang akan mereka kompakkan. (Bermakna — murid mengambil keputusan bersama)
  • Guru memfasilitasi dan berkeliling memantau setiap kelompok, memberikan umpan balik singkat terkait volume, intonasi, dan kekompakan gerakan. Guru mencatat observasi untuk asesmen proses.
  • Setiap kelompok tampil secara bergiliran di depan kelas menyerukan Tepuk Semangat. Kelompok lain menyimak dan memberikan apresiasi dengan tepuk tangan. (Menggembirakan)
  • Setelah semua kelompok tampil, seluruh kelas menyerukan Tepuk Semangat bersama-sama sebagai penutup sesi presentasi — suara diperkuat, ekspresi dijaga sepenuh hati. (Menggembirakan)
  • Guru memberikan umpan balik singkat kepada kelas: menyebutkan hal-hal yang sudah bagus (volume, intonasi, ekspresi) dan satu hal yang bisa ditingkatkan. (Bermakna — umpan balik untuk perbaikan)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk dengan tenang dan nyaman, lalu mengondisikan suasana menjadi lebih hening sejenak setelah sesi tepuk yang meriah. (Berkesadaran — transisi sadar dari aktivitas fisik ke refleksi kognitif)
  • Guru membacakan pertanyaan refleksi dari Buku Siswa halaman 80: 'Setelah mempelajari Bab 3, jelaskan arti pengobar semangat.' Guru juga menyajikan definisi dari KBBI sebagai pijakan: pengobar = orang yang mengobarkan; mengobarkan = membangkitkan semangat hingga berapi-api; berapi-api = bersemangat sekali. (Bermakna — mengaitkan dengan makna bahasa resmi)
  • Murid mengisi tabel centang refleksi mandiri di Buku Siswa (kolom 'Sudah Dapat' dan 'Masih Perlu Belajar Lagi') untuk kelima poin kemampuan yang telah dipelajari selama Bab 3. Guru meminta murid jujur dalam menilai diri sendiri. (Berkesadaran — penilaian diri)
  • Murid menuliskan jawaban atas pertanyaan 'Jelaskan arti pengobar semangat' di buku tulis menggunakan bahasa mereka sendiri — minimal 2 kalimat. Guru mengingatkan bahwa tidak ada jawaban yang benar atau salah, yang penting menggunakan kata-kata sendiri dan berdasarkan pengalaman belajar selama bab ini. (Bermakna)
  • Beberapa murid (3–4 orang) diberi kesempatan membacakan atau menyampaikan secara lisan jawaban mereka di depan kelas. Guru dan teman-teman merespons dengan anggukan atau apresiasi singkat. (Berkesadaran — berbagi refleksi dengan sesama)
  • Guru menyimpulkan secara bersama: 'Kalian semua sudah menjadi pengobar semangat hari ini — dengan suara, gerakan, dan kata-kata kalian.' Guru mengaitkan pengalaman hari ini dengan pesan besar Bab 3 tentang saling memberi semangat. (Bermakna)

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama dua hal yang dipelajari hari ini: (1) cara mempresentasikan Tepuk Semangat yang baik, dan (2) makna 'pengobar semangat'.
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas keberanian dan semangat yang ditunjukkan selama kegiatan hari ini.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid yang mengisi kolom 'Masih Perlu Belajar Lagi' akan mendapatkan kegiatan tambahan yang menyenangkan di waktu berikutnya. Jika diperlukan, guru akan berkomunikasi dengan orang tua.
  • Guru menyampaikan bahwa Tepuk Semangat ini bisa digunakan kapan saja di kelas — saat teman-teman terlihat lelah, bosan, atau butuh semangat.
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak seluruh murid menyerukan bersama 'Se...ma...ngat! Semangat!' satu kali terakhir sebagai tanda penutup Bab 3.
  • Guru menutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang kesulitan memahami makna 'pengobar semangat' diberi kartu kata bergambar yang menampilkan ilustrasi situasi (misalnya: teman yang jatuh lalu dibantu berdiri sambil diberi semangat) beserta kata kunci dari KBBI, sebagai scaffolding visual sebelum menulis.
  • Proses: Murid yang sudah cepat memahami dan selesai lebih awal diajak menciptakan variasi Tepuk Semangat mereka sendiri (sesuai tantangan di Buku Siswa halaman 79) — bisa untuk perayaan 17 Agustus, lomba antarkelas, atau acara lain — dan menuliskan teksnya. Murid yang membutuhkan lebih banyak waktu dalam menulis dapat menyampaikan jawaban refleksi secara lisan kepada guru.
  • Produk: Murid dapat memilih cara menyampaikan makna 'pengobar semangat': menulis di buku tulis (minimal 2 kalimat), menyampaikan secara lisan kepada guru atau teman, atau menggambar ilustrasi disertai keterangan singkat — sesuai kenyamanan dan kemampuan masing-masing.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan di awal: 'Dari semua kegiatan Bab 3, mana yang paling berkesan dan mengapa?' — untuk mengidentifikasi sejauh mana murid mengingat dan memaknai pengalaman belajar bab ini.
  • Guru meminta murid menyebutkan satu kata yang terlintas di pikiran mereka saat mendengar kata 'pengobar semangat' — jawaban dikumpulkan secara lisan (popcorn sharing) untuk memetakan pemahaman awal.

Proses:

  • Lembar observasi presentasi Tepuk Semangat: guru mengamati volume, intonasi, ekspresi, dan kekompakan setiap kelompok saat tampil, menggunakan rubrik 4 level.
  • Pemantauan saat latihan kelompok: guru berkeliling dan mencatat murid yang membutuhkan bantuan ekstra (volume terlalu pelan, gerakan tidak sesuai, kurang percaya diri).
  • Penilaian diri: murid mengisi tabel centang 'Sudah Dapat / Masih Perlu Belajar Lagi' secara jujur dan mandiri.

Akhir:

  • Tulisan refleksi di buku tulis: murid menuliskan makna 'pengobar semangat' menggunakan bahasa sendiri (minimal 2 kalimat), dinilai dengan rubrik aspek 'Menyimpulkan Makna'.
  • Penyampaian lisan refleksi: beberapa murid menyampaikan jawaban mereka secara lisan, guru menilai kejelasan, kesesuaian makna, dan kepercayaan diri.

Formatif:

  • Observasi guru saat kelompok berlatih Tepuk Semangat: memantau volume suara, intonasi, dan ekspresi masing-masing murid menggunakan lembar observasi sederhana.
  • Observasi saat presentasi kelompok di depan kelas: guru menilai kekompakan, volume, intonasi, dan ekspresi setiap kelompok dengan rubrik 4 level.
  • Umpan balik lisan langsung dari guru kepada kelompok setelah tampil, menyebutkan kekuatan dan satu area yang bisa ditingkatkan.
  • Penilaian diri murid melalui tabel centang refleksi di Buku Siswa halaman 80.

Sumatif:

  • Tulisan refleksi murid: jawaban tertulis atas pertanyaan 'Jelaskan arti pengobar semangat' di buku tulis, dinilai menggunakan rubrik aspek 'Menyimpulkan Makna'.
  • Presentasi lisan saat murid menyampaikan jawaban refleksi di depan kelas, dinilai dari kejelasan dan kesesuaian makna yang disampaikan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Volume dan Intonasi dalam Tepuk SemangatMurid menyerukan tepuk dengan suara sangat pelan dan intonasi datar sehingga tidak terdengar jelas oleh teman-teman di kelas.Murid menyerukan tepuk dengan suara yang cukup terdengar namun intonasi masih datar dan kurang bervariasi.Murid menyerukan tepuk dengan volume yang cukup keras dan intonasi yang bervariasi sesuai teks, meskipun sesekali masih kurang konsisten.Murid menyerukan tepuk dengan volume keras, intonasi bervariasi dan tepat di setiap bagian teks, serta konsisten dari awal hingga akhir.
Ekspresi dan Gerakan dalam Tepuk SemangatMurid tidak menunjukkan ekspresi wajah yang semangat dan tidak mengikuti gerakan yang diajarkan.Murid menunjukkan sedikit ekspresi dan mengikuti sebagian gerakan, namun terlihat ragu-ragu atau kurang percaya diri.Murid menunjukkan ekspresi yang semangat dan mengikuti hampir semua gerakan dengan cukup tepat.Murid menunjukkan ekspresi wajah yang sangat semangat, percaya diri, dan mengikuti semua gerakan dengan tepat dan kompak bersama kelompok.
Kekompakan Kelompok dalam Presentasi Tepuk SemangatAnggota kelompok menyerukan tepuk tidak serentak, tidak ada koordinasi, dan tampak tidak memperhatikan satu sama lain.Sebagian besar anggota kelompok menyerukan tepuk bersama, namun ada beberapa yang tidak sinkron dalam waktu atau gerakan.Kelompok menyerukan tepuk dengan cukup kompak dan terkoordinasi, meskipun ada satu-dua bagian yang sedikit tidak sinkron.Seluruh anggota kelompok menyerukan tepuk dengan sangat kompak, serentak, dan terkoordinasi dengan baik dari awal hingga akhir.
Menyimpulkan Makna 'Pengobar Semangat'Murid tidak dapat menuliskan atau menyampaikan makna 'pengobar semangat', atau jawabannya tidak berkaitan dengan topik.Murid menuliskan atau menyampaikan makna 'pengobar semangat' namun masih sangat terbatas (1 kata atau frasa saja) dan belum menggunakan kalimat sendiri.Murid menuliskan atau menyampaikan makna 'pengobar semangat' dalam 1–2 kalimat menggunakan bahasa sendiri dengan makna yang cukup sesuai.Murid menuliskan atau menyampaikan makna 'pengobar semangat' dalam 2 kalimat atau lebih menggunakan bahasa sendiri dengan makna yang tepat, jelas, dan dikaitkan dengan pengalaman nyata atau contoh konkret dari bab ini.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat berpartisipasi aktif dalam sesi Tepuk Semangat? Jika ada yang tidak, apa penyebabnya dan apa yang bisa saya lakukan berbeda?
  • Apakah instruksi yang saya berikan tentang volume, intonasi, dan ekspresi cukup jelas dan mudah dipraktikkan murid?
  • Apakah pertanyaan refleksi tentang makna 'pengobar semangat' sudah memicu murid berpikir secara mendalam, atau masih perlu diperkuat dengan scaffolding lebih?
  • Murid mana yang mengisi kolom 'Masih Perlu Belajar Lagi' pada tabel refleksi, dan apa tindak lanjut yang akan saya lakukan untuk mereka?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit terasa cukup untuk kedua kegiatan (Tepuk Semangat dan Refleksi)? Bagian mana yang perlu disesuaikan di pertemuan serupa berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari Bab 3 'Pengobar Semangat' yang paling kamu sukai? Mengapa?
  • Apakah kamu sudah bisa menyerukan Tepuk Semangat dengan suara keras, intonasi yang tepat, dan ekspresi yang semangat? Apa yang ingin kamu tingkatkan?
  • Dengan kata-katamu sendiri, siapa itu 'pengobar semangat'? Apakah kamu sudah pernah menjadi pengobar semangat bagi temanmu? Ceritakan!
  • Dari semua yang sudah kamu pelajari di Bab 3, hal apa yang ingin kamu ingat terus dan kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia 'Kawan Seiring' untuk SD/MI Kelas III (Penulis: Anna Farida K. & Helva Nurhidayah, Kemdikbudristek 2022) — halaman 79–80
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia 'Kawan Seiring' untuk SD/MI Kelas III — Panduan Bab 3 'Pengobar Semangat', halaman 113
  3. Papan tulis atau layar proyektor untuk menampilkan teks Tepuk Semangat
  4. Kartu kata bergambar (dibuat guru) untuk diferensiasi murid yang membutuhkan scaffolding visual
  5. Buku tulis murid untuk kegiatan menulis refleksi
  6. Lembar observasi presentasi kelompok (dibuat guru berdasarkan rubrik)
  7. Referensi KBBI online (kbbi.kemdikbud.go.id) untuk definisi: pengobar, mengobarkan, berapi-api

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.