Modul AjarPertemuan 3Bab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Membaca Cerita 'Bagaimana Caranya?': Memahami Perasaan dan Sifat Tokoh

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 dengan topik "Membaca Cerita 'Bagaimana Caranya?': Memahami Perasaan dan Sifat Tokoh". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Membaca Cerita 'Bagaimana Caranya?': Memahami Perasaan dan Sifat Tokoh

Bahasa Indonesia - Kelas 3

Bab 3 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Membaca Cerita 'Bagaimana Caranya?': Memahami Perasaan dan Sifat Tokoh

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMembaca Cerita 'Bagaimana Caranya?': Memahami Perasaan dan Sifat Tokoh
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan membaca teks cerita 'Bagaimana Caranya?', murid mampu menjelaskan perasaan dan sifat tokoh berdasarkan informasi yang terdapat dalam teks dengan tepat.
  2. Melalui kegiatan membaca teks cerita 'Bagaimana Caranya?', murid mampu membaca kata-kata baru yang ditemukan dalam bacaan dengan fasih.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu merasa kesulitan menghafal atau mempelajari sesuatu? Bagaimana perasaanmu saat itu?
  2. Menurutmu, apa yang biasanya dilakukan seseorang ketika ia merasa bingung dan butuh bantuan?
  3. Kalau kamu menjadi Raini yang sedang kesulitan menghafal puisi, apa yang pertama kali akan kamu lakukan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan menanyakan kabar murid.
  • Guru mengajak murid duduk nyaman, kemudian memimpin teknik 'napas tiga hitungan' agar murid siap dan fokus belajar.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat dan ramah: 'Hari ini kita akan membaca cerita tentang Raini yang sedang kesulitan menghafal puisi. Kita akan mencari tahu bagaimana perasaan dan sifat Raini, serta belajar membaca kata-kata baru dari cerita itu.'
  • Asesmen Awal — Diagnostik: Guru menampilkan dua gambar ekspresi wajah (senang dan bingung/sedih) di papan tulis. Guru bertanya, 'Tunjukkan gambar yang menggambarkan perasaanmu ketika kamu kesulitan belajar sesuatu.' Murid mengangkat tangan atau menunjuk gambar. Guru mengamati respons sebagai pemetaan awal pemahaman murid tentang konsep perasaan.
  • Guru memunculkan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian merasa kesulitan menghafal atau mempelajari sesuatu? Bagaimana perasaan kalian saat itu?' Beri waktu 2–3 murid menjawab secara lisan.
  • Guru menghubungkan pengalaman murid dengan topik cerita: 'Nah, hari ini kita akan membaca cerita seorang anak bernama Raini yang merasakan hal serupa.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menuliskan 3–4 kata baru dari teks di papan tulis: 'menatap', 'menghafalkan', 'membelit', 'berusaha'. Guru mengucapkan setiap kata dengan jelas dan meminta murid mengikuti bersama-sama (choral reading) dua kali. (Berkesadaran — murid memperhatikan bunyi dan makna kata secara sadar)
  • Guru menjelaskan makna kata baru secara singkat dengan bahasa sederhana dan dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari. Contoh: 'Menatap artinya melihat dengan serius, seperti ketika kalian menatap soal ujian yang sulit.'
  • Guru membaca nyaring teks cerita 'Bagaimana Caranya?' halaman 64–65 Buku Siswa dengan intonasi ekspresif. Murid menyimak sambil mengikuti teks di buku masing-masing.
  • Setelah membaca, guru mengajukan pertanyaan pemahaman literal: 'Siapa tokoh dalam cerita ini? Apa yang sedang Raini lakukan? Apa kesulitan yang dialami Raini?' Murid menjawab secara lisan bergantian. (Bermakna — mengaitkan isi cerita dengan pemahaman kontekstual)
  • Guru menunjukkan gambar ekspresi perasaan (heran, bingung, frustrasi, sedih) di papan tulis. Guru bertanya: 'Kira-kira, dari gambar-gambar ini, mana yang paling menggambarkan perasaan Raini? Temukan buktinya di dalam teks!' Murid membaca ulang teks secara senyap selama 3 menit untuk menemukan kalimat pendukung. (Berkesadaran — membaca dengan tujuan yang jelas)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat lembar kerja sederhana berisi dua kolom: 'Perasaan Raini' dan 'Bukti dari Cerita' serta satu kolom 'Sifat Raini'. (Menggembirakan — belajar bersama teman)
  • Kelompok berdiskusi untuk mengisi lembar kerja: (1) menuliskan minimal 2 perasaan Raini berdasarkan teks, (2) menuliskan kalimat dari teks yang menjadi bukti perasaan tersebut, dan (3) menyimpulkan sifat Raini berdasarkan tindakannya dalam cerita. Guru berkeliling membimbing dan memberikan pertanyaan pancingan bagi kelompok yang belum berkembang: 'Coba lihat kalimat ini, kira-kira Raini merasa apa ya?'. (Bermakna — menghubungkan informasi teks dengan simpulan)
  • Setiap kelompok memilih satu juru bicara untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Kelompok lain mendengarkan dan boleh memberikan tanggapan atau tambahan. Guru memberikan umpan balik positif dan meluruskan bila ada kesimpulan yang kurang tepat.
  • Guru mengajak seluruh kelas membaca bersama kata-kata baru yang ada di lembar kerja dengan nyaring dan semangat sebanyak dua kali. (Menggembirakan — membaca bersama dengan antusias)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi kepada murid secara klasikal: 'Setelah membaca cerita Raini, apakah kalian menemukan sifat Raini yang bisa kalian teladani? Mengapa?' Beri waktu beberapa murid untuk menjawab secara lisan. (Berkesadaran — menghubungkan cerita dengan nilai diri sendiri)
  • Guru meminta murid menuliskan di buku tulis masing-masing: (1) satu perasaan Raini beserta buktinya dari teks, dan (2) satu sifat Raini dan alasan mengapa mereka berpendapat demikian. Ini menjadi bukti asesmen akhir individual. (Bermakna — menuangkan pemahaman secara mandiri)
  • Guru mengajak murid membaca kembali 2–3 kata baru yang telah dipelajari hari ini, lalu meminta beberapa murid menyebutkan artinya tanpa melihat catatan. (Berkesadaran — mengecek pemahaman kosakata secara sadar)

Penutup:

  • Guru mengajak murid merangkum pembelajaran hari ini bersama: 'Apa saja yang sudah kalian pelajari hari ini?' Tampung 2–3 jawaban murid.
  • Guru memberikan penguatan: 'Hari ini kalian sudah hebat membaca cerita Raini dan menemukan perasaan serta sifatnya dari teks. Kalian juga sudah belajar kata-kata baru yang berguna.'
  • Guru membagikan lembar refleksi diri murid (atau guru membacakan pertanyaan refleksi lisan): 'Apakah hari ini kamu sudah bisa menemukan perasaan tokoh dari cerita? Kata baru mana yang paling kamu ingat?'
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya secara singkat.
  • Guru menutup kelas dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menggunakan teks cerita yang dilengkapi gambar ilustrasi ekspresi wajah Raini di setiap paragraf untuk membantu memahami perasaan tokoh. Murid yang sudah cepat memahami dapat membaca bagian lanjutan cerita atau teks pendek lain yang sejenis.
  • Proses: Murid yang memerlukan bantuan didampingi guru atau teman sebaya saat diskusi kelompok; guru memberikan kartu kata bergambar sebagai petunjuk ekspresi perasaan. Murid yang cepat dapat diminta menemukan lebih dari 2 perasaan tokoh dan mengurutkan peristiwa yang menyebabkan perasaan tersebut.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan cukup menuliskan satu perasaan tokoh dengan satu bukti kalimat dari teks. Murid yang sudah berkembang dapat menuliskan dua perasaan tokoh beserta buktinya dan menambahkan satu sifat Raini dengan penjelasan singkat berdasarkan tindakan tokoh dalam cerita.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar ekspresi wajah (senang dan bingung/sedih) dan meminta murid memilih gambar yang menggambarkan perasaan mereka ketika kesulitan belajar, sebagai pemetaan awal pemahaman murid tentang konsep perasaan.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Menurut kalian, apakah kita bisa tahu perasaan seseorang hanya dari membaca cerita tentangnya? Mengapa?' untuk mengetahui pengetahuan awal murid tentang inferensi perasaan tokoh.

Proses:

  • Observasi saat murid membaca senyap: guru memperhatikan apakah murid mampu menemukan kalimat yang menunjukkan perasaan Raini.
  • Pengamatan saat diskusi kelompok: guru berkeliling dan mencatat murid yang sudah mampu menghubungkan bukti teks dengan perasaan tokoh, serta yang masih memerlukan bimbingan.
  • Tanya jawab lisan saat presentasi kelompok: guru menilai kebenaran simpulan perasaan dan sifat tokoh yang disampaikan setiap kelompok.
  • Choral reading kata baru: guru mengamati dan mencatat murid yang belum fasih mengucapkan kata-kata baru untuk ditindaklanjuti.

Akhir:

  • Murid menulis secara individual di buku tulis: satu perasaan Raini beserta satu kalimat bukti dari teks, dan satu sifat Raini beserta alasan berdasarkan tindakan tokoh.
  • Guru menggunakan rubrik 4 level untuk menilai ketepatan dan kelengkapan penjelasan perasaan dan sifat tokoh.
  • Guru menilai kelancaran membaca kata baru melalui pengamatan selama choral reading dan sesi menyebutkan arti kata di tahap Merefleksi.

Formatif:

  • Observasi diskusi kelompok: guru mengamati kemampuan murid mengidentifikasi perasaan dan sifat tokoh serta mencari bukti dari teks selama kegiatan kelompok.
  • Tanya jawab lisan selama kegiatan Memahami: guru menilai kemampuan murid menjawab pertanyaan literal dan inferensial tentang teks.
  • Choral reading dan pembacaan kata baru: guru mengamati kelancaran dan ketepatan pengucapan kata-kata baru.

Sumatif:

  • Tulisan individual di buku tulis pada tahap Merefleksi: murid menuliskan satu perasaan Raini beserta bukti kalimat dari teks dan satu sifat Raini beserta alasannya.
  • Guru menilai tulisan menggunakan rubrik 4 level untuk dua aspek: (1) ketepatan menjelaskan perasaan dan sifat tokoh, dan (2) kelancaran membaca kata baru.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan perasaan tokoh berdasarkan teksMurid belum mampu menyebutkan perasaan Raini, atau jawaban tidak berkaitan dengan isi teks.Murid menyebutkan perasaan Raini tetapi tidak disertai bukti dari teks, atau bukti yang diberikan kurang tepat.Murid menyebutkan perasaan Raini dengan tepat dan menyertakan satu kalimat bukti yang relevan dari teks.Murid menyebutkan perasaan Raini dengan tepat, menyertakan kalimat bukti yang relevan dari teks, dan mampu menjelaskan mengapa kalimat tersebut menunjukkan perasaan tersebut.
Menjelaskan sifat tokoh berdasarkan teksMurid belum mampu menyebutkan sifat Raini, atau jawaban tidak berkaitan dengan tindakan tokoh dalam teks.Murid menyebutkan sifat Raini tetapi belum mampu mengaitkannya dengan tindakan atau peristiwa dalam teks.Murid menyebutkan sifat Raini dengan tepat dan mengaitkannya dengan salah satu tindakan tokoh yang ada dalam teks.Murid menyebutkan sifat Raini dengan tepat, mengaitkannya dengan tindakan tokoh dalam teks, dan mampu memberikan alasan yang logis mengapa tindakan tersebut mencerminkan sifat tersebut.
Membaca kata-kata baru dengan fasihMurid belum mampu membaca kata-kata baru dengan benar; banyak kata salah diucapkan atau terbata-bata.Murid mampu membaca sebagian kata baru dengan benar, namun masih terbata-bata pada beberapa kata.Murid mampu membaca sebagian besar kata baru dengan lancar dan benar.Murid mampu membaca semua kata baru dengan lancar, benar, dan mampu menyebutkan artinya tanpa bantuan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat terlibat aktif dalam kegiatan diskusi kelompok dan presentasi hari ini?
  • Apakah pertanyaan yang saya ajukan sudah mendorong murid untuk berpikir lebih dalam tentang perasaan dan sifat tokoh?
  • Apakah strategi choral reading efektif membantu murid membaca kata-kata baru dengan lebih fasih?
  • Murid mana yang masih memerlukan dukungan lebih lanjut dalam memahami perasaan/sifat tokoh? Apa tindak lanjut yang perlu saya siapkan?

Refleksi Murid:

  • Hari ini aku belajar tentang perasaan dan sifat Raini. Satu hal yang aku pahami adalah ...
  • Kata baru yang paling aku ingat dari cerita hari ini adalah ... artinya ...
  • Aku merasa (mudah / agak sulit / sulit) ketika harus menemukan bukti perasaan tokoh dari teks, karena ...
  • Sifat Raini yang ingin aku tiru adalah ... karena ...

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia 'Kawan Seiring' untuk SD/MI Kelas III (Anna Farida K. & Helva Nurhidayah, Kemdikbudristek 2022) — halaman 64–65, teks 'Bagaimana Caranya?'
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia 'Kawan Seiring' untuk SD/MI Kelas III
  3. Lembar kerja kelompok (disiapkan guru): tabel dua kolom 'Perasaan Raini – Bukti dari Teks' dan kolom 'Sifat Raini'
  4. Gambar/kartu ekspresi wajah (heran, bingung, frustrasi, sedih) untuk ditempel di papan tulis
  5. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menulis kata-kata baru
  6. Buku tulis murid untuk asesmen akhir individual

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.