Modul AjarPertemuan 10Bab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Asesmen Sumatif Bab 3: Pengobar Semangat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 3: Pengobar Semangat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Asesmen Sumatif Bab 3: Pengobar Semangat

Bahasa Indonesia - Kelas 3

Bab 3 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 3: Pengobar Semangat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikAsesmen Sumatif Bab 3: Pengobar Semangat
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui asesmen sumatif, murid mampu menunjukkan pemahaman ide pokok dan permasalahan tokoh dari teks cerita bertema 'Pengobar Semangat' yang disimak dan dibaca secara mandiri.
  2. Melalui asesmen sumatif, murid mampu menulis ucapan penyemangat dalam kalimat sederhana menggunakan huruf tegak bersambung dan kosakata yang tepat sesuai konteks secara mandiri.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian merasa gagal atau sedih saat belajar sesuatu? Apa yang membuat kalian kembali semangat?
  2. Jika teman kalian sedang tidak semangat, kata-kata apa yang ingin kalian ucapkan kepadanya?
  3. Menurut kalian, mengapa memberi semangat kepada teman itu penting?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai kegiatan.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan memastikan kondisi kelas kondusif untuk pelaksanaan asesmen.
  • Guru mengajak murid melakukan 'Tepuk Semangat' bersama (angkat tangan tinggi-tinggi, turunkan sejajar bahu, tarik ke depan prok-prok, hiasi hari dengan se-ma-ngat!) untuk menciptakan suasana positif dan siap belajar.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian merasa gagal atau sedih? Apa yang membuat kalian kembali semangat?' — murid diberi waktu 1-2 menit untuk merespons secara lisan singkat.
  • Diagnostik awal: Guru meminta murid menyebutkan satu kata penyemangat favorit mereka untuk mengaktifkan pengetahuan awal tentang kosakata semangat.
  • Guru menjelaskan tujuan pertemuan hari ini: murid akan menunjukkan kemampuan terbaik mereka melalui asesmen sumatif Bab 3, mencakup menyimak, membaca, dan menulis.
  • Guru menjelaskan prosedur asesmen secara singkat dan jelas: ada dua bagian — bagian pertama membaca dan menjawab pertanyaan tentang teks, bagian kedua menulis ucapan penyemangat dengan huruf tegak bersambung.
  • Guru memastikan setiap murid memiliki lembar soal, lembar jawaban, dan alat tulis yang diperlukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan teks cerita pendek bertema 'Pengobar Semangat' (±5 menit) dengan lafal dan intonasi jelas — murid menyimak dengan seksama tanpa membuka buku (asesmen elemen Menyimak).
  • Setelah teks dibacakan, guru memberikan jeda hening selama 1 menit agar murid mengingat kembali isi teks yang baru disimak.
  • Murid menjawab 2-3 soal isian singkat tentang ide pokok teks yang disimak secara mandiri di lembar jawaban (misalnya: 'Apa masalah yang dihadapi tokoh dalam cerita yang baru kamu dengar?').
  • Selanjutnya, murid membuka teks cerita 'Giliranku Membantumu' di Buku Siswa halaman 78 dan membacanya dalam hati secara mandiri selama ±5 menit (asesmen elemen Membaca dan Memirsa).
  • Murid menjawab pertanyaan pemahaman bacaan secara mandiri: mengidentifikasi ide pokok cerita dan permasalahan yang dihadapi tokoh (Intan) dalam lembar jawaban yang telah disiapkan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengerjakan soal lanjutan tentang teks 'Giliranku Membantumu': menuliskan apa yang harus dilakukan Intan beserta alasannya — melatih kemampuan mengaitkan permasalahan tokoh dengan solusi yang logis.
  • Setelah menyelesaikan bagian membaca dan menyimak, murid beralih ke bagian menulis asesmen: menulis ucapan penyemangat kepada seorang teman nyata yang mereka pilih sendiri, menggunakan huruf tegak bersambung di lembar tulis khusus yang disiapkan guru.
  • Ucapan penyemangat ditulis minimal 2-3 kalimat sederhana, menggunakan kosakata yang tepat dan positif, dengan memperhatikan kerapian huruf tegak bersambung.
  • Guru berkeliling memantau proses pengerjaan, memastikan murid bekerja secara mandiri, serta mencatat observasi proses sebagai data asesmen formatif.
  • Murid yang telah selesai lebih awal diminta membaca ulang pekerjaannya dan memeriksa kembali kerapian tulisan tegak bersambung sebelum mengumpulkan.

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Setelah semua murid mengumpulkan lembar jawaban, guru meminta beberapa murid (3-4 orang secara sukarela) untuk membacakan ucapan penyemangat yang telah mereka tulis kepada seluruh kelas.
  • Kelas memberikan tepuk tangan hangat setelah setiap murid membacakan ucapannya — menciptakan suasana apresiasi dan saling menghargai.
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan: 'Bagian mana yang terasa mudah dan bagian mana yang masih perlu kalian latih lagi?' — murid merespons secara terbuka.
  • Murid mengisi tabel refleksi diri singkat di Buku Siswa halaman 80 (centang 'Sudah Dapat' atau 'Masih Perlu Belajar Lagi') untuk kelima poin capaian Bab 3.
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat: 'Apa pelajaran paling berkesan dari Bab Pengobar Semangat ini?' untuk mengkonsolidasikan pemahaman bermakna murid.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: menegaskan bahwa memberi semangat kepada teman adalah tindakan nyata yang bisa dilakukan siapa saja, dan menunjukkan kepedulian.
  • Guru memberikan penguatan positif atas usaha dan keberanian murid dalam menyelesaikan asesmen dengan penuh semangat.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid yang hasilnya sudah bagus didorong untuk terus berlatih menulis tegak bersambung, sementara yang masih perlu belajar akan mendapat pendampingan pada pertemuan berikutnya.
  • Murid menuliskan satu kalimat penyemangat untuk diri sendiri di buku tulis masing-masing sebagai 'oleh-oleh' dari pelajaran hari ini.
  • Guru menutup pelajaran dengan mengajak murid berdoa bersama dan mengucapkan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan tambahan dapat menggunakan teks cerita yang telah dipotong-potong per paragraf dengan petunjuk visual (ikon tanda tanya untuk permasalahan, ikon bola lampu untuk ide pokok) agar lebih mudah memfokuskan perhatian. Murid yang sudah mahir diberikan teks yang lebih panjang atau pertanyaan tambahan yang menuntut analisis lebih dalam.
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan dapat menggunakan kartu kosakata berisi pilihan kata penyemangat sebagai referensi saat menulis ucapan penyemangat. Murid yang cepat selesai diminta mengembangkan ucapan penyemangat menjadi paragraf pendek (4-5 kalimat) dan mendekorasi kartu ucapan mereka.
  • Produk: Murid yang belum lancar menulis tegak bersambung dapat menuliskan ucapan penyemangat dalam 1-2 kalimat saja dengan fokus pada keterbacaan. Murid yang sudah mahir menulis tegak bersambung diminta membuat kartu ucapan penyemangat yang lengkap dan rapi untuk benar-benar diberikan kepada teman yang dipilih.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Siapa yang masih ingat satu tokoh dari cerita di Bab 3? Apa masalah yang dihadapi tokoh itu?' — untuk mengukur daya ingat murid terhadap materi yang telah dipelajari.
  • Guru meminta murid menyebutkan satu kata atau kalimat penyemangat favorit mereka — untuk mengukur kesiapan kosakata awal sebelum asesmen menulis.

Proses:

  • Guru berkeliling dan mencatat pada lembar observasi: apakah murid dapat mengidentifikasi permasalahan tokoh secara mandiri tanpa bertanya kepada teman.
  • Guru memperhatikan kualitas tulisan tegak bersambung murid selama pengerjaan dan memberikan isyarat nonverbal (anggukan, acungan jempol) sebagai umpan balik proses tanpa mengganggu kemandirian.
  • Guru mencatat murid yang tampak kesulitan untuk dijadikan dasar tindak lanjut dan pendampingan.

Akhir:

  • Penilaian lembar jawaban asesmen sumatif bagian menyimak dan membaca: ketepatan mengidentifikasi ide pokok dan permasalahan tokoh, dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Penilaian lembar tulis asesmen sumatif bagian menulis: kesesuaian isi ucapan penyemangat, ketepatan penggunaan huruf tegak bersambung, dan ketepatan kosakata, dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Tabel refleksi diri murid dikumpulkan sebagai data pelengkap untuk mengetahui persepsi diri murid terhadap capaiannya.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid mengerjakan soal: mencatat keterlibatan, kemandirian, dan ekspresi kesulitan yang terlihat.
  • Tabel refleksi diri murid di Buku Siswa halaman 80 (centang 'Sudah Dapat' atau 'Masih Perlu Belajar Lagi').
  • Respons lisan singkat saat pertanyaan pemantik di awal pembelajaran.
  • Pembacaan ucapan penyemangat secara sukarela di depan kelas sebagai unjuk kemampuan komunikasi lisan informal.

Sumatif:

  • Lembar soal asesmen sumatif bagian menyimak: menjawab pertanyaan tentang ide pokok dan permasalahan tokoh dari teks yang dibacakan guru.
  • Lembar soal asesmen sumatif bagian membaca: menjawab pertanyaan pemahaman teks 'Giliranku Membantumu' mencakup identifikasi ide pokok dan permasalahan tokoh beserta alasan.
  • Lembar tulis asesmen sumatif bagian menulis: menulis ucapan penyemangat minimal 2-3 kalimat menggunakan huruf tegak bersambung dengan kosakata yang tepat.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi Ide Pokok Teks (Menyimak dan Membaca)Belum dapat menentukan ide pokok teks yang disimak maupun dibaca meskipun diberikan panduan berupa pertanyaan pengarah.Dapat menentukan ide pokok dengan bantuan panduan berupa pertanyaan pengarah dari guru atau petunjuk pada soal.Dapat menentukan ide pokok teks yang disimak dan dibaca secara mandiri dengan tepat.Dapat menentukan ide pokok teks yang disimak dan dibaca secara mandiri dengan tepat, serta mampu menjelaskan alasan atau mengaitkannya dengan pengalaman/bacaan lain.
Mengidentifikasi Permasalahan Tokoh (Menyimak dan Membaca)Belum dapat menyebutkan permasalahan yang dihadapi tokoh cerita meskipun diberi panduan oleh guru.Dapat menyebutkan permasalahan yang dihadapi tokoh cerita dengan panduan pertanyaan pengarah.Dapat menyebutkan permasalahan yang dialami tokoh cerita secara mandiri dengan tepat.Dapat menyebutkan permasalahan yang dialami tokoh cerita secara mandiri dan mengaitkannya dengan pengalaman pribadi atau bacaan lain secara logis.
Menulis Ucapan Penyemangat (Isi dan Kosakata)Ucapan penyemangat yang ditulis tidak sesuai konteks atau hanya berupa satu kata tanpa kalimat, kosakata yang digunakan tidak tepat.Ucapan penyemangat ditulis dalam 1 kalimat sederhana dengan kosakata yang cukup tepat, namun belum sepenuhnya sesuai konteks.Ucapan penyemangat ditulis dalam 2-3 kalimat sederhana yang sesuai konteks dengan kosakata yang tepat.Ucapan penyemangat ditulis dalam 2-3 kalimat atau lebih yang sangat sesuai konteks, kosakata tepat dan variatif, serta mengandung pesan yang tulus dan bermakna.
Penulisan Huruf Tegak BersambungTulisan tidak menggunakan huruf tegak bersambung, atau bentuk huruf tidak dapat terbaca.Menggunakan huruf tegak bersambung pada sebagian tulisan, namun bentuk beberapa huruf masih kurang tepat sehingga agak sulit terbaca.Menggunakan huruf tegak bersambung pada seluruh tulisan dengan bentuk huruf yang tepat dan dapat terbaca dengan jelas.Menggunakan huruf tegak bersambung pada seluruh tulisan dengan bentuk huruf yang tepat, terbaca jelas, rapi, dan konsisten dalam ukuran serta kemiringan huruf.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat menyelesaikan kedua bagian asesmen (membaca/menyimak dan menulis) dalam alokasi waktu yang tersedia?
  • Murid mana yang tampak kesulitan pada bagian menyimak, dan apa kemungkinan penyebabnya — apakah teks terlalu panjang, lafal kurang jelas, atau murid belum terbiasa menyimak aktif?
  • Apakah murid secara umum sudah mampu menggunakan huruf tegak bersambung dengan benar, ataukah perlu lebih banyak latihan di bab berikutnya?
  • Apakah suasana asesmen terasa nyaman dan tidak menegangkan bagi murid? Apa yang perlu diperbaiki untuk asesmen sumatif berikutnya?
  • Tindak lanjut apa yang perlu disiapkan berdasarkan hasil asesmen ini — remediasi untuk yang belum mencapai target, pengayaan untuk yang sudah melampaui target?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari asesmen hari ini yang terasa paling mudah bagimu? Apa yang membuatnya mudah?
  • Bagian mana yang masih terasa sulit? Apa yang ingin kamu pelajari lagi agar lebih baik?
  • Apakah kamu sudah bisa menulis huruf tegak bersambung dengan rapi? Apa yang masih perlu kamu latih?
  • Ucapan penyemangat seperti apa yang paling ingin kamu berikan kepada temanmu, dan mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia 'Kawan Seiring' untuk SD/MI Kelas III, Kemdikbudristek 2022 — khususnya Bab 3 'Pengobar Semangat' halaman 78-80.
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia 'Kawan Seiring' untuk SD/MI Kelas III, Kemdikbudristek 2022 — panduan pembelajaran Bab 3 dan instrumen penilaian Tabel 3.4.
  3. Lembar soal asesmen sumatif Bab 3 (disiapkan guru): bagian menyimak, membaca, dan menulis.
  4. Lembar tulis khusus huruf tegak bersambung (disiapkan guru) bergaris tiga untuk membantu kerapian tulisan.
  5. Poster huruf tegak bersambung (jika tersedia di kelas) sebagai referensi visual murid.
  6. Kartu kosakata penyemangat (disiapkan guru sebagai alat diferensiasi) berisi contoh kata dan frasa positif.
  7. Alat tulis: pensil, penggaris, penghapus.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.