Modul AjarPertemuan 1Bab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Siap Belajar: Mengamati Gambar Pembuka dan Berdiskusi tentang Pengalaman Bersemangat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 dengan topik "Siap Belajar: Mengamati Gambar Pembuka dan Berdiskusi tentang Pengalaman Bersemangat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Siap Belajar: Mengamati Gambar Pembuka dan Berdiskusi tentang Pengalaman Bersemangat

Bahasa Indonesia - Kelas 3

Bab 3 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Siap Belajar: Mengamati Gambar Pembuka dan Berdiskusi tentang Pengalaman Bersemangat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikSiap Belajar: Mengamati Gambar Pembuka dan Berdiskusi tentang Pengalaman Bersemangat
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan diskusi kelompok bertema 'Pengobar Semangat', murid mampu menceritakan pengalaman pribadi tentang usaha yang dilakukan berkali-kali dengan bahasa yang sopan dan runtut.
  2. Melalui pengamatan gambar pembuka bab 'Pengobar Semangat', murid mampu mengungkapkan pendapat tentang isi gambar dengan pilihan kata yang sesuai dan volume suara yang tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mencoba sesuatu tetapi gagal, lalu mencobanya lagi? Apa yang kalian rasakan?
  2. Ketika melihat gambar ini, apa yang kalian pikirkan tentang apa yang sedang terjadi?
  3. Mengapa seseorang tetap mau mencoba lagi meskipun sudah pernah gagal?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru memeriksa kehadiran dan memastikan semua murid siap belajar.
  • Asesmen awal: Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat, 'Siapa yang pernah gagal mencoba sesuatu dan tidak menyerah?' Murid mengangkat tangan atau menjawab singkat. Guru mencatat siapa yang sudah punya pengalaman relevan sebagai peta kesiapan belajar.
  • Guru memperlihatkan gambar pembuka Bab 3 'Pengobar Semangat' (dari Buku Siswa halaman bab 3) kepada seluruh kelas selama 30 detik tanpa penjelasan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan melihat gambar bersama, lalu bercerita tentang pengalaman kita saat bersemangat mencoba sesuatu.'
  • Guru menyampaikan bahwa kata 'pengobar' akan dipahami bersama di akhir bab, sehingga jika ada yang bertanya, minta murid bersabar sambil guru memberikan senyuman.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan kembali gambar pembuka Bab 3 'Pengobar Semangat' secara lebih jelas di depan kelas (bisa menggunakan proyektor atau meminta murid membuka Buku Siswa).
  • Murid diminta mengamati gambar secara saksama selama 1-2 menit secara mandiri tanpa berbicara terlebih dahulu — momen 'berhenti dan amati' untuk melatih kebiasaan berkesadaran.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan satu per satu: 'Siapa saja yang ada di gambar? Apa yang sedang mereka lakukan? Bagaimana ekspresi mereka?' Murid menjawab secara bergantian dengan tunjuk tangan.
  • Guru merangkum jawaban murid secara singkat di papan tulis, misalnya menuliskan kata-kata kunci yang muncul dari pengamatan (contoh: 'mencoba', 'jatuh', 'semangat', 'teman').
  • Guru menjelaskan secara singkat bahwa gambar ini adalah pengantar tema bab yang akan membahas tentang semangat untuk terus mencoba meski gagal.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil berisi 5-7 orang.
  • Setiap murid dalam kelompok mendapat giliran bercerita menggunakan panduan dari Buku Siswa: 'Aku pernah gagal ketika... / Perasaanku saat itu... / Yang kulakukan saat itu... / Perasaanku sekarang...'
  • Guru mengingatkan tata cara berbicara yang sopan: berbicara dengan suara yang cukup (tidak terlalu pelan atau keras), menggunakan kata-kata yang santun, dan tidak menyela teman yang sedang bercerita.
  • Murid bercerita dalam kelompok selama 5-10 menit. Guru berkeliling antar kelompok untuk menyimak dan mencatat observasi (bukan mengoreksi, tapi memantau proses).
  • Guru juga bisa berbagi cerita pengalaman masa kecilnya secara singkat untuk membangun suasana hangat dan menyenangkan.
  • Setelah semua anggota bercerita dalam kelompok, guru meminta 2-3 murid sukarela untuk menceritakan ulang pengalamannya kepada seluruh kelas dengan volume suara yang tepat.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali menatap gambar pembuka dan bertanya: 'Setelah kita bercerita tadi, apakah kalian melihat sesuatu yang baru dari gambar ini yang belum kalian perhatikan tadi?'
  • Murid diminta menyampaikan satu kata atau satu kalimat pendek yang menggambarkan perasaan mereka setelah sesi bercerita (contoh: 'Saya merasa lega', 'Saya jadi ingat waktu belajar sepeda').
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi singkat secara klasikal: 'Apa yang membuat seseorang mau mencoba lagi setelah gagal? Siapa atau apa yang memberi semangat kepada kalian?'
  • Murid menjawab secara lisan bergantian. Guru menuliskan 2-3 jawaban menarik di papan tulis sebagai jembatan menuju kegiatan bab selanjutnya.
  • Guru menegaskan bahwa kemampuan bercerita dengan runtut dan sopan adalah keterampilan penting yang terus akan dilatih sepanjang bab ini.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan apa yang sudah dilakukan hari ini: mengamati gambar dan bercerita pengalaman bersemangat.
  • Asesmen akhir: Guru meminta setiap murid menuliskan satu kalimat di buku tulis — 'Satu hal yang aku pelajari hari ini adalah...' — sebagai exit ticket.
  • Guru memberikan apresiasi kepada murid yang sudah berani bercerita dan menyampaikan pendapat.
  • Guru menyampaikan gambaran singkat kegiatan pertemuan berikutnya (membaca cerita 'Gagal Lagi') agar murid penasaran.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum siap bercerita panjang dapat menggunakan panduan pertanyaan di Buku Siswa ('Aku pernah gagal ketika...') sebagai kerangka bantuan. Murid yang sudah lancar dapat diminta bercerita tanpa panduan dan menambahkan detail perasaan atau tindakan yang lebih lengkap.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan berbicara di depan teman-teman bisa bercerita hanya kepada satu teman dekat dalam kelompok terlebih dahulu, sebelum berbagi ke kelompok besar. Murid yang cepat dapat diminta membantu merangkum cerita teman-teman kelompoknya.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat mengekspresikan pengalaman mereka melalui gambar sederhana di buku tulis, lalu menceritakan gambar tersebut. Murid yang sudah berkembang dapat menyajikan cerita mereka dengan kalimat runtut yang lebih lengkap kepada seluruh kelas.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Siapa yang pernah gagal mencoba sesuatu dan tidak menyerah?' — murid merespons dengan mengangkat tangan atau menjawab singkat.
  • Guru mengamati respons murid untuk memetakan kesiapan awal: siapa yang sudah punya pengalaman relevan, siapa yang tampak ragu atau belum memahami konteks tema.

Proses:

  • Observasi berkelanjutan saat diskusi kelompok: guru mencatat nama murid yang mampu bercerita runtut, menggunakan bahasa sopan, dan menjaga volume suara yang tepat.
  • Tanya jawab spontan saat pengamatan gambar untuk memantau kemampuan murid mengungkapkan pendapat dengan pilihan kata yang sesuai.
  • Guru memperhatikan apakah murid mampu mendengarkan teman berbicara tanpa menyela sebagai indikator kolaborasi dan kesopanan.

Akhir:

  • Exit ticket: murid menuliskan satu kalimat refleksi di buku tulis tentang apa yang dipelajari hari ini.
  • Penilaian unjuk kerja lisan (bagi murid yang tampil di depan kelas) menggunakan rubrik 4 level untuk aspek keruntutan cerita dan cara berbicara.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid bercerita dalam kelompok: memperhatikan keruntutan cerita, kesopanan bahasa, dan volume suara.
  • Tanya jawab lisan saat pengamatan gambar: menilai kemampuan murid mengungkapkan pendapat dengan pilihan kata yang sesuai.
  • Catatan anekdotal guru selama berkeliling kelompok untuk merekam perkembangan kemampuan berbicara masing-masing murid.

Sumatif:

  • Exit ticket tertulis: murid menuliskan satu kalimat refleksi ('Satu hal yang aku pelajari hari ini adalah...') sebagai bukti keterlibatan bermakna.
  • Penilaian unjuk kerja lisan bagi murid yang sukarela bercerita di depan kelas menggunakan rubrik bercerita (keruntutan, kesopanan bahasa, volume suara).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keruntutan BerceritaMurid belum mampu menceritakan pengalaman secara runtut meskipun diberi panduan pertanyaan oleh guru.Murid dapat bercerita dengan bantuan panduan pertanyaan, namun urutan cerita masih melompat-lompat.Murid dapat menceritakan pengalaman dengan urutan yang runtut (awal kejadian, perasaan, tindakan) menggunakan panduan.Murid dapat menceritakan pengalaman secara runtut dan lengkap tanpa panduan, disertai detail perasaan dan tindakan yang jelas.
Kesopanan BahasaMurid belum menggunakan bahasa yang sopan saat bercerita, meskipun sudah diingatkan guru.Murid menggunakan bahasa sopan sesekali setelah diingatkan oleh guru.Murid menggunakan bahasa yang sopan dan santun secara konsisten selama bercerita.Murid menggunakan bahasa sopan secara konsisten dan mampu mengingatkan teman lain untuk berbicara dengan sopan.
Volume dan Kejelasan SuaraSuara murid terlalu pelan atau terlalu keras sehingga sulit dipahami pendengar, meskipun sudah diingatkan.Suara murid cukup terdengar namun tidak konsisten; kadang terlalu pelan atau terlalu keras.Murid berbicara dengan volume suara yang tepat dan cukup jelas sehingga dapat dipahami oleh kelompok.Murid berbicara dengan volume suara yang tepat, intonasi yang sesuai, dan ekspresi yang mendukung isi cerita.
Pengungkapan Pendapat tentang GambarMurid belum mampu mengungkapkan pendapat tentang isi gambar meskipun diberi pertanyaan pemandu.Murid dapat menyebutkan isi gambar secara singkat dengan bantuan pertanyaan guru, namun pilihan kata masih sangat terbatas.Murid dapat mengungkapkan pendapat tentang isi gambar dengan pilihan kata yang sesuai secara mandiri.Murid dapat mengungkapkan pendapat tentang isi gambar dengan pilihan kata yang tepat, disertai alasan atau kaitan dengan pengalaman pribadi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang cukup untuk bercerita dalam kelompok?
  • Murid mana yang tampak kesulitan berbicara runtut atau menggunakan bahasa sopan, dan apa yang perlu saya lakukan untuk mendukung mereka di pertemuan berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memancing rasa ingin tahu dan keterlibatan murid?
  • Apakah suasana diskusi kelompok berjalan aman dan nyaman bagi semua murid untuk berbagi pengalaman pribadi?

Refleksi Murid:

  • Cerita apa yang paling kamu ingat dari teman-temanmu hari ini? Mengapa?
  • Bagaimana perasaanmu setelah berbagi cerita pengalamanmu dengan teman-teman?
  • Apakah kamu sudah berbicara dengan suara yang cukup dan bahasa yang sopan hari ini? Apa yang ingin kamu tingkatkan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia 'Kawan Seiring' untuk SD/MI Kelas III (Penulis: Anna Farida K. & Helva Nurhidayah, Kemdikbudristek 2022) — halaman pembuka Bab 3 dan halaman panduan bercerita
  2. Gambar pembuka Bab 3 'Pengobar Semangat' dari Buku Siswa (dapat ditampilkan melalui proyektor atau dibuka langsung di buku)
  3. Buku tulis murid untuk menulis panduan bercerita dan exit ticket
  4. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menuliskan kata kunci hasil pengamatan gambar
  5. Panduan bercerita dari Buku Siswa: 'Aku pernah gagal ketika... / Perasaanku saat itu... / Yang kulakukan saat itu... / Perasaanku sekarang...'

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.