Modul AjarPertemuan 6Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Sopan Santun dalam Berteman: Kata Maaf, Tolong, dan Terima Kasih

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 dengan topik "Sopan Santun dalam Berteman: Kata Maaf, Tolong, dan Terima Kasih". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Sopan Santun dalam Berteman: Kata Maaf, Tolong, dan Terima Kasih

Bahasa Indonesia - Kelas 3

Bab 2 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Sopan Santun dalam Berteman: Kata Maaf, Tolong, dan Terima Kasih

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikSopan Santun dalam Berteman: Kata Maaf, Tolong, dan Terima Kasih
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan bermain peran, murid dapat mempraktikkan cara meminta tolong kepada teman menggunakan kata maaf, tolong, dan terima kasih dengan sopan dan percaya diri.
  2. Melalui menyimak contoh kalimat sopan santun dalam konteks pertemanan, murid dapat memahami fungsi kata maaf, tolong, dan terima kasih dalam percakapan sehari-hari dengan benar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian meminta bantuan teman? Kata apa yang kalian ucapkan?
  2. Bagaimana perasaan kalian ketika teman mengucapkan terima kasih setelah kalian membantu?
  3. Mengapa kita perlu menggunakan kata maaf, tolong, dan terima kasih saat berbicara dengan teman?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan tebak-tebakan teman yang baik: guru membacakan kalimat, murid mengacungkan tangan kanan untuk 'teman yang baik' dan tangan kiri untuk 'bukan teman yang baik'.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar menggunakan kata maaf, tolong, dan terima kasih saat berteman.
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian meminta bantuan teman? Kata apa yang kalian ucapkan?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memodelkan cara mengucapkan kata maaf, tolong, dan terima kasih dengan intonasi dan sikap tubuh yang sopan.
  • Murid menyimak guru membacakan contoh kalimat sopan santun dalam berbagai situasi pertemanan: meminjam pensil, meminta bantuan, dibantu teman.
  • Guru menjelaskan fungsi masing-masing kata: maaf (saat berbuat salah), tolong (saat meminta bantuan), terima kasih (saat menerima bantuan).
  • Murid duduk melingkar dalam kelompok kecil dan berdiskusi: kapan kita perlu menggunakan kata-kata tersebut?
  • Guru memberikan contoh tingkatan volume suara: berbisik, berbicara biasa, berseru, agar murid memahami cara berbicara yang sesuai konteks.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk bermain peran 'Andai Aku menjadi Raini'.
  • Setiap kelompok memilih satu situasi: meminjam alat tulis, meminta tolong mengambil buku, atau dibantu teman saat jatuh.
  • Murid dalam kelompok menyusun dialog singkat yang menggunakan kata maaf, tolong, dan terima kasih.
  • Guru memberikan kartu petunjuk berisi kata kunci 'maaf, tolong, terima kasih' untuk membantu murid yang lupa dialog.
  • Setiap kelompok tampil bermain peran di depan kelas dengan suara jelas, ekspresi wajah, dan sikap tubuh yang sopan.
  • Murid lain menyimak dengan duduk tenang, menghadap teman yang tampil, dan memberikan apresiasi dengan bertepuk tangan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: 'Bagaimana perasaan kalian saat mengucapkan kata-kata sopan tadi?'
  • Murid berbagi pengalaman: apakah mudah atau sulit menggunakan kata maaf, tolong, terima kasih?
  • Guru mengajak murid merefleksi: 'Kapan lagi kalian bisa menggunakan kata-kata ini di kehidupan sehari-hari?'
  • Murid menuliskan satu komitmen pribadi: situasi apa yang akan mereka lakukan dengan kata sopan santun (contoh: meminta tolong ibu di rumah).

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 2-3 murid secara acak mempraktikkan satu kalimat sopan santun sesuai konteks yang diberikan guru.
  • Guru memberikan penguatan positif atas penampilan dan partisipasi murid.
  • Murid mengisi lembar refleksi sederhana: menggambar emotikon perasaan mereka hari ini dan menulis satu kata sopan yang paling mereka sukai.
  • Guru memberikan tugas rumah: membuat kartu ucapan terima kasih untuk satu teman menggunakan kardus bekas kemasan makanan.
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid bernyanyi lagu pendek tentang kata sopan santun (opsional) dan berdoa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat memahami diberi tantangan membuat dialog dengan lebih dari satu situasi atau menambahkan gerakan tubuh yang lebih ekspresif. Murid yang lambat difasilitasi dengan kartu bergambar situasi konkret dan dialog sederhana yang sudah disediakan.
  • Proses: Murid yang percaya diri boleh tampil lebih dulu dan menjadi model bagi teman lain. Murid yang pemalu diberi waktu lebih banyak untuk berlatih dalam kelompok kecil sebelum tampil di depan kelas, atau boleh tampil berpasangan dengan teman yang lebih percaya diri.
  • Produk: Murid yang cepat dapat membuat kartu ucapan terima kasih dengan desain lebih rumit dan tulisan lebih panjang. Murid yang lambat cukup membuat kartu sederhana dengan satu kalimat dan gambar atau hiasan.

ASESMEN

Awal:

  • Tebak-tebakan teman yang baik: guru membacakan kalimat tentang sikap berteman, murid mengacungkan tangan kanan (teman baik) atau kiri (bukan teman baik) untuk mengidentifikasi pemahaman awal tentang sikap sopan.

Proses:

  • Observasi saat murid berdiskusi dalam kelompok: apakah mereka dapat menyebutkan situasi yang tepat untuk menggunakan kata sopan santun.
  • Observasi saat bermain peran: penggunaan kata maaf, tolong, terima kasih; kesesuaian intonasi, volume suara, dan sikap tubuh dengan konteks.
  • Pertanyaan lisan kepada beberapa murid: 'Mengapa kita perlu mengucapkan terima kasih kepada teman?'

Akhir:

  • Praktik individu di akhir pembelajaran: 2-3 murid secara acak diminta mempraktikkan kalimat sopan santun sesuai situasi yang diberikan guru (contoh: 'Bagaimana kamu meminta tolong temanmu mengambilkan buku?').
  • Lembar refleksi: murid menggambar emotikon dan menulis satu kata sopan yang paling mereka sukai.
  • Penilaian kartu ucapan terima kasih (tugas rumah, dinilai di pertemuan berikutnya).

Formatif:

  • Observasi selama bermain peran: penggunaan kata maaf, tolong, terima kasih; volume suara; sikap tubuh dan ekspresi wajah.
  • Pertanyaan lisan selama diskusi kelompok: pemahaman fungsi kata sopan santun.
  • Catatan anekdot tentang partisipasi dan kepercayaan diri murid.

Sumatif:

  • Praktik individu: murid mempraktikkan satu kalimat sopan santun sesuai konteks yang diberikan guru.
  • Produk kartu ucapan terima kasih (dinilai dari kelengkapan, kesesuaian, dan kerapian).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penggunaan kata maaf, tolong, terima kasihBelum menggunakan kata sopan santun dalam kalimat atau lupa menggunakannya.Menggunakan salah satu dari tiga kata sopan santun dengan bimbingan guru.Menggunakan dua dari tiga kata sopan santun secara tepat sesuai konteks.Menggunakan ketiga kata sopan santun secara tepat, konsisten, dan sesuai konteks percakapan.
Volume suara dan intonasiBerbicara terlalu pelan atau terlalu keras, tidak sesuai konteks.Volume suara terdengar tetapi intonasi masih datar atau kurang sesuai konteks.Volume suara jelas dan intonasi mulai sesuai dengan konteks percakapan.Volume suara jelas, intonasi tepat, dan sesuai dengan konteks percakapan yang dimaksud.
Sikap tubuh dan ekspresi wajahSikap tubuh kaku atau tidak sesuai, ekspresi wajah tidak terlihat.Sikap tubuh mulai sesuai tetapi ekspresi wajah masih datar atau ragu-ragu.Sikap tubuh sesuai dengan konteks, ekspresi wajah mulai menunjukkan kesopanan.Sikap tubuh dan ekspresi wajah sangat sesuai, menunjukkan kesopanan dan kepercayaan diri.
Kepercayaan diri saat tampilSangat ragu-ragu, tidak berani tampil, atau memerlukan banyak dorongan.Berani tampil dengan bimbingan dan dorongan dari guru atau teman.Tampil dengan sedikit ragu-ragu tetapi mampu menyelesaikan peran.Tampil dengan percaya diri, lancar, dan antusias tanpa banyak bimbingan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam bermain peran? Murid mana yang perlu dukungan lebih?
  • Apakah contoh dan model yang saya berikan cukup jelas dan kontekstual bagi murid kelas 3?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan kepercayaan diri murid yang pemalu di pembelajaran berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap sudah sesuai atau perlu penyesuaian?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang kata maaf, tolong, dan terima kasih?
  • Bagaimana perasaanmu saat bermain peran bersama teman?
  • Kapan kamu akan menggunakan kata sopan santun ini di rumah atau di sekolah?
  • Apa yang paling menyenangkan dari pembelajaran hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 3 'Kawan Seiring' Bab 2
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas 3 'Kawan Seiring'
  3. Kartu petunjuk dialog (kata kunci: maaf, tolong, terima kasih)
  4. Kardus bekas kemasan makanan untuk membuat kartu ucapan
  5. Alat tulis, kertas warna, lem, gunting
  6. Contoh kalimat sopan santun dalam situasi pertemanan (dibuat guru)
  7. Lembar refleksi sederhana dengan emotikon

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.