Modul AjarPertemuan 10Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Membuat Kartu Ucapan Terima Kasih untuk Teman

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 dengan topik "Membuat Kartu Ucapan Terima Kasih untuk Teman". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Membuat Kartu Ucapan Terima Kasih untuk Teman

Bahasa Indonesia - Kelas 3

Bab 2 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Membuat Kartu Ucapan Terima Kasih untuk Teman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMembuat Kartu Ucapan Terima Kasih untuk Teman
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan membuat kartu ucapan terima kasih, murid dapat menulis teks sederhana yang mengungkapkan rasa terima kasih kepada teman menggunakan kosakata bermakna denotatif dan kaidah penulisan yang benar (huruf kapital, tanda baca, struktur kalimat SPOK).
  2. Melalui kegiatan presentasi kartu ucapan, murid dapat menyampaikan isi tulisannya kepada teman dengan pilihan kata, volume, dan intonasi yang sesuai.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melakukan sesuatu yang baik untuk temanmu, lalu temanmu mengucapkan terima kasih? Bagaimana perasaanmu saat itu?
  2. Menurutmu, apa bedanya mengucapkan terima kasih langsung dengan menuliskannya di sebuah kartu?
  3. Jika kamu ingin berterima kasih kepada teman melalui tulisan, kata-kata apa yang ingin kamu tulis?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan menanyakan kabar secara singkat.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: guru bertanya lisan, 'Siapa yang pernah menulis sesuatu untuk teman atau keluarga? Apa yang kamu tulis?' Beberapa murid diminta menjawab secara sukarela untuk menggali pengetahuan awal tentang menulis pesan/ucapan.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kamu menerima ucapan terima kasih dari teman? Bagaimana rasanya?' Murid diberi waktu 1–2 menit untuk berpikir dan berbagi jawaban singkat.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menulis kartu ucapan terima kasih untuk teman dan mempresentasikannya kepada kelas.
  • Guru memperlihatkan sebuah contoh kartu ucapan terima kasih sederhana (buatan guru) dan mengajak murid mengamatinya sebentar untuk membangun rasa ingin tahu.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan dua contoh kartu ucapan terima kasih di papan tulis: satu contoh yang baik (menggunakan huruf kapital di awal kalimat, tanda titik/koma, kalimat SPOK sederhana, kosakata denotatif) dan satu contoh yang kurang tepat (tanpa huruf kapital, tanpa tanda baca, kalimat tidak jelas).
  • Guru memandu murid membandingkan kedua contoh dengan pertanyaan: 'Apa perbedaan kedua kartu ini? Mana yang lebih mudah dipahami? Mengapa?'
  • Murid secara berpasangan mendiskusikan perbedaan kedua contoh selama 3 menit, kemudian beberapa pasangan berbagi hasil diskusinya kepada kelas.
  • Guru menjelaskan secara singkat tiga hal penting dalam menulis kartu ucapan: (1) menyebutkan nama teman dan perbuatan baiknya secara jelas (kosakata denotatif), (2) menggunakan huruf kapital di awal kalimat dan nama orang, serta tanda baca yang benar, dan (3) menyusun kalimat dengan urutan yang jelas (siapa – melakukan apa – kapan/di mana).
  • Guru membacakan contoh kalimat: 'Terima kasih, Budi, karena kamu sudah meminjamkan pensilmu kepadaku kemarin.' Guru mengajak murid mengidentifikasi unsur S-P-O-K bersama-sama.
  • Murid diajak melafalkan kalimat terima kasih tersebut bersama-sama dengan volume dan intonasi yang bersemangat untuk membangun suasana positif.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan selembar kertas kardus/karton atau kertas HVS tebal kepada setiap murid sebagai bahan kartu ucapan. Alat warna, spidol, dan hiasan sederhana (stiker, potongan kertas warna) juga disiapkan di meja.
  • Murid diminta memilih satu teman (di kelas atau teman dekat) yang ingin mereka berikan ucapan terima kasih, lalu memikirkan satu perbuatan baik nyata yang pernah dilakukan teman tersebut.
  • Murid menulis draf singkat isi kartu di buku tulis terlebih dahulu: menyebutkan nama teman, perbuatan baik yang dilakukan, dan ungkapan terima kasih. Guru mengingatkan untuk menggunakan kosakata bermakna denotatif (kata yang jelas dan tidak bermakna ganda).
  • Guru berkeliling kelas memberikan umpan balik formatif: mengecek penggunaan huruf kapital, tanda baca, dan kejelasan kalimat. Guru memberikan pertanyaan panduan seperti 'Perbuatan baik apa tepatnya yang dilakukan temanmu? Bisakah kamu tulis lebih jelas?'
  • Setelah draf disetujui guru, murid menyalin tulisannya ke kartu dengan tulisan rapi dan menghias kartu sesuai kreativitas masing-masing.
  • Murid yang sudah selesai membuat kartu berlatih cara mempresentasikannya: berdiri tegak, memegang kartu di depan dada, membaca dengan suara yang cukup keras dan intonasi yang menyenangkan.
  • Guru memberikan contoh cara presentasi yang baik dan kurang baik (suara terlalu pelan, terburu-buru) agar murid memahami perbedaannya secara konkret.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap murid mendapat giliran maju ke depan kelas untuk mempresentasikan kartu ucapannya: membacakan isi kartu dengan suara nyaring, menyebutkan nama teman yang dituju, dan menjelaskan perbuatan baik yang dimaksud.
  • Setelah setiap presentasi, murid lain diminta memberikan apresiasi dengan tepuk tangan dan satu komentar positif singkat, misalnya 'Suaramu sudah jelas' atau 'Tulisanmu rapi'.
  • Guru mencatat perkembangan tiap murid pada lembar observasi: kejelasan isi tulisan, penggunaan kaidah bahasa, dan kualitas presentasi (volume, intonasi, pilihan kata).
  • Setelah semua presentasi selesai, guru mengajukan pertanyaan refleksi kepada kelas: 'Bagaimana perasaanmu saat menulis ucapan terima kasih tadi? Apakah mudah menemukan kata-kata yang tepat? Apa yang ingin kamu perbaiki?'
  • Murid mengisi lembar refleksi mandiri singkat berupa tiga pertanyaan dengan ceklis atau gambar ekspresi: (1) Apakah aku sudah menulis kalimat dengan huruf kapital dan tanda baca yang benar? (2) Apakah aku sudah menyampaikan isi kartu dengan suara yang jelas? (3) Apa satu hal yang ingin aku perbaiki?
  • Kartu ucapan yang sudah selesai disimpan untuk diberikan kepada teman yang dituju sebagai hadiah nyata, sehingga murid merasakan makna dari kegiatan ini.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: apa saja yang dipelajari hari ini tentang menulis kartu ucapan dan cara mempresentasikannya.
  • Guru memberikan penguatan: mengucapkan terima kasih adalah perilaku mulia yang menunjukkan kita menghargai kebaikan orang lain, dan menulis ucapan terima kasih membuat pesan kita lebih berkesan.
  • Guru menyampaikan asesmen akhir: guru menunjukkan rubrik penilaian sederhana kepada murid dan menjelaskan bahwa tulisan serta presentasi mereka hari ini dinilai berdasarkan isi kartu, kaidah penulisan, dan cara berbicara.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: bagi murid yang ingin mengembangkan kartu lebih lanjut, mereka bisa menghiasnya lagi di rumah dengan bantuan orang tua menggunakan barang bekas.
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh kelas atas keberanian dan kreativitas yang ditunjukkan hari ini.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang mengalami kesulitan menemukan kata-kata dapat menggunakan daftar kosakata terima kasih yang disiapkan guru di papan tulis (misalnya: terima kasih, karena, sudah membantu, baik sekali, aku senang). Murid yang sudah mahir dapat diminta menulis lebih dari satu kalimat ucapan dan menambahkan kalimat harapan kepada temannya.
  • Proses: Murid yang membutuhkan perancah (scaffolding) mendapat template kartu dengan bagian yang sudah diisi sebagian, misalnya 'Terima kasih, _____, karena kamu sudah _____ kepadaku. Aku merasa _____.' Murid yang lebih cepat selesai dapat langsung berlatih presentasi di depan cermin atau kepada teman sebangku sebelum giliran maju ke depan kelas.
  • Produk: Murid bebas memilih cara menghias kartu sesuai kemampuan dan kreativitas masing-masing: bisa dengan mewarnai, menempel potongan kertas warna, menggambar ilustrasi, atau tetap sederhana dengan tulisan rapi. Yang terpenting adalah isi tulisan memenuhi kaidah yang dipelajari.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di awal pembelajaran: guru bertanya 'Siapa yang pernah menulis sesuatu untuk teman atau keluarga? Apa yang kamu tulis?' untuk menggali pengetahuan awal murid tentang menulis pesan/ucapan.
  • Guru mengamati respons murid terhadap pertanyaan pemantik untuk mengetahui pemahaman awal mereka tentang konsep berterima kasih melalui tulisan.

Proses:

  • Observasi guru saat murid berdiskusi berpasangan: guru mencatat murid yang mampu mengidentifikasi perbedaan contoh kartu baik dan kurang baik.
  • Pengecekan draf tulisan secara individual: guru berkeliling dan memberikan umpan balik formatif langsung kepada setiap murid terkait kaidah penulisan dan kejelasan pesan.
  • Catatan anekdotal guru selama kegiatan menulis dan presentasi: mencakup perkembangan penggunaan kosakata denotatif, struktur kalimat, volume, dan intonasi.

Akhir:

  • Penilaian produk: kartu ucapan terima kasih yang sudah jadi dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan aspek isi pesan, kosakata denotatif, kaidah penulisan (huruf kapital dan tanda baca), serta kerapian tulisan.
  • Penilaian presentasi: penampilan murid saat membacakan isi kartu di depan kelas dinilai menggunakan rubrik aspek berbicara (kejelasan isi, volume suara, intonasi, pilihan kata).
  • Lembar refleksi mandiri murid dikumpulkan sebagai bukti asesmen diri (assessment as learning) yang menunjukkan kesadaran murid terhadap proses belajarnya.

Formatif:

  • Observasi lisan saat diskusi berpasangan membandingkan contoh kartu (tahap Memahami): guru mencatat pemahaman awal murid tentang kaidah penulisan.
  • Pengecekan draf tulisan secara berkeliling (tahap Mengaplikasi): guru memberikan umpan balik langsung terkait penggunaan huruf kapital, tanda baca, dan kejelasan kosakata denotatif.
  • Penilaian sejawat saat presentasi (tahap Merefleksi): murid memberikan komentar positif kepada teman yang presentasi sebagai bentuk asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning).
  • Lembar refleksi mandiri murid di akhir kegiatan inti: digunakan guru sebagai data formatif untuk merancang tindak lanjut.

Sumatif:

  • Penilaian produk kartu ucapan terima kasih: dinilai berdasarkan rubrik 4 aspek (isi/pesan, kosakata denotatif, kaidah penulisan, kerapian tulisan).
  • Penilaian presentasi: dinilai berdasarkan rubrik aspek berbicara (kejelasan isi saat disampaikan lisan, volume suara, intonasi, pilihan kata).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Isi Pesan Kartu (Menulis)Kartu tidak memuat ucapan terima kasih yang jelas; teman yang dituju dan perbuatan baiknya tidak disebutkan.Kartu memuat ucapan terima kasih tetapi hanya menyebutkan nama teman atau perbuatan baiknya saja, belum keduanya.Kartu memuat ucapan terima kasih yang jelas, menyebutkan nama teman dan satu perbuatan baik yang spesifik.Kartu memuat ucapan terima kasih yang jelas, menyebutkan nama teman, perbuatan baik yang spesifik, dan ungkapan perasaan atau harapan yang memperkuat pesan.
Kosakata Denotatif (Menulis)Pilihan kata tidak jelas atau bermakna ganda sehingga pesan sulit dipahami.Sebagian besar kata sudah bermakna jelas, tetapi ada beberapa kata yang masih ambigu atau tidak tepat konteksnya.Pilihan kata bermakna denotatif (jelas dan tidak ambigu) sehingga pesan mudah dipahami pembaca.Pilihan kata bermakna denotatif, tepat konteks, dan variatif; menunjukkan kemampuan memilih kosakata yang kaya dan sesuai.
Kaidah Penulisan (Menulis)Tidak menggunakan huruf kapital di awal kalimat dan nama orang; tanda baca tidak digunakan.Menggunakan huruf kapital dan tanda baca di beberapa bagian, tetapi masih banyak yang terlewat atau tidak konsisten.Sebagian besar kalimat menggunakan huruf kapital di awal kalimat dan nama orang serta tanda baca yang tepat; hanya ada 1–2 kesalahan kecil.Seluruh kalimat menggunakan huruf kapital dan tanda baca dengan benar dan konsisten; struktur kalimat jelas (SPOK).
Presentasi — Volume dan Intonasi (Berbicara)Suara sangat pelan sehingga tidak terdengar oleh teman; intonasi datar dan monoton.Suara cukup terdengar di sekitar tempat duduk; intonasi mulai bervariasi di beberapa bagian.Suara terdengar jelas oleh sebagian besar kelas; intonasi bervariasi sehingga isi kartu tersampaikan dengan menarik.Suara terdengar jelas oleh seluruh kelas; intonasi dan jeda digunakan dengan baik sehingga pesan tersampaikan secara ekspresif dan meyakinkan.
Presentasi — Pilihan Kata (Berbicara)Murid tidak dapat menyampaikan isi kartu secara lisan; membaca terbata-bata atau diam.Murid membacakan isi kartu dengan beberapa jeda panjang atau pengulangan kata yang tidak perlu.Murid membacakan isi kartu dengan lancar menggunakan pilihan kata yang sesuai dan mudah dipahami pendengar.Murid menyampaikan isi kartu dengan lancar, pilihan kata tepat dan bermakna jelas, serta mampu menambahkan kalimat pengantar singkat sebelum membacakan kartu.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil menulis kalimat ucapan terima kasih dengan kosakata denotatif dan kaidah penulisan yang benar? Murid mana yang masih memerlukan bimbingan tambahan?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah kegiatan presentasi berjalan dengan suasana yang aman dan mendukung keberanian murid? Apakah ada murid yang tampak tidak percaya diri dan perlu pendekatan khusus?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang cara menulis yang baik?
  • Bagaimana perasaanmu saat menulis ucapan terima kasih untuk temanmu? Apakah mudah atau sulit menemukan kata-kata yang tepat?
  • Apakah kamu sudah menyampaikan isi kartumu dengan suara yang cukup jelas saat presentasi? Apa yang ingin kamu tingkatkan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 3 SD/MI — 'Kawan Seiring' (Anna Farida K. dan Helva Nurhidayah, ISBN 978-602-244-651-4)
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas 3 SD/MI — 'Kawan Seiring'
  3. Contoh kartu ucapan terima kasih buatan guru (2 versi: baik dan kurang tepat) sebagai media komparasi
  4. Kertas kardus bekas kemasan makanan atau karton tebal sebagai bahan kartu
  5. Alat tulis: pensil, pulpen, spidol warna
  6. Alat hiasan: krayon/pensil warna, stiker, potongan kertas warna, lem
  7. Lembar template kartu (untuk murid yang membutuhkan perancah)
  8. Lembar refleksi mandiri murid
  9. Lembar observasi guru (catatan anekdotal perkembangan murid)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.