Modul AjarPertemuan 1Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Mengenal Tema Kawan Seiring: Sikap Berteman yang Baik

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 dengan topik "Mengenal Tema Kawan Seiring: Sikap Berteman yang Baik". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Mengenal Tema Kawan Seiring: Sikap Berteman yang Baik

Bahasa Indonesia - Kelas 3

Bab 2 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Mengenal Tema Kawan Seiring: Sikap Berteman yang Baik

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMengenal Tema Kawan Seiring: Sikap Berteman yang Baik
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan menyimak instruksi guru tentang sikap teman yang baik dan tidak baik, murid dapat membedakan sikap berteman yang baik dan tidak baik dengan benar
  2. Melalui kegiatan mengamati gambar pembuka bab, murid dapat menyampaikan pendapat tentang pengalaman berteman menggunakan volume dan intonasi yang tepat

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa teman terdekat kalian di sekolah? Apa yang membuat kalian senang berteman dengannya?
  2. Pernahkah kalian merasa sedih atau kesal karena teman? Apa yang terjadi?
  3. Menurut kalian, bagaimana cara menjadi teman yang baik?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid
  • Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan: 'Siapa yang hari ini berangkat ke sekolah bersama teman?' dan 'Apa yang kalian lakukan bersama teman di sekolah?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: kita akan belajar tentang sikap berteman yang baik dan menceritakan pengalaman berteman
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Menurut kalian, apa saja sikap teman yang baik?' (mencatat beberapa jawaban murid)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid mengamati gambar pembuka Bab 2 di Buku Siswa halaman 42-43 tentang anak-anak yang sedang bermain bersama
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apa yang kalian lihat di gambar ini? Apa yang sedang dilakukan anak-anak di gambar?'
  • Murid duduk melingkar dalam kelompok 4-5 orang
  • Guru memberikan instruksi dengan jelas: 'Sekarang kita akan bermain Acungkan Tanganmu. Ibu akan membacakan kalimat tentang sikap berteman. Jika itu sikap teman yang baik, acungkan tangan kanan. Jika bukan sikap teman yang baik, acungkan tangan kiri'
  • Guru membacakan kalimat satu per satu dari Buku Siswa halaman 44: 'Mau membantu saat teman perlu bantuan', 'Meminta izin saat meminjam pensil', 'Berterima kasih setelah dibantu', 'Berbuat iseng sehingga membuat teman kesal', dan seterusnya
  • Murid menyimak dengan cermat dan mengacungkan tangan sesuai instruksi
  • Guru mengamati respon murid dan memberikan konfirmasi: 'Bagus! Membantu teman memang sikap yang baik'
  • Guru mengajak murid mendiskusikan: 'Mengapa meminta izin saat meminjam itu penting? Bagaimana perasaan kalian jika ada yang meminjam tanpa izin?'

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memberikan pertanyaan panduaan di Buku Siswa halaman 43 untuk diskusi kelompok: 'Berapa jumlah anggota kelompok kalian?', 'Siapa nama teman yang duduk di sebelah kanan kalian?', 'Apakah rumah kalian berdekatan?', 'Kegiatan apa yang paling sering kalian lakukan bersama di sekolah atau di rumah?'
  • Murid bercerita secara bergiliran dalam kelompok tentang pengalaman berteman mereka
  • Guru berkeliling memantau dan mendorong murid untuk berbicara dengan volume dan intonasi yang tepat: 'Coba bicara lebih keras agar teman-teman bisa mendengar', 'Wah, intonasimu sudah bagus, ceritanya jadi menarik!'
  • Guru memberikan bantuan kepada murid yang kesulitan dengan mengajukan pertanyaan dengan jawaban ya/tidak: 'Apakah kamu punya banyak teman?', 'Apakah kamu pernah bertengkar dengan mereka?'
  • Beberapa murid (3-4 orang) diminta maju ke depan kelas untuk menceritakan pengalaman berteman yang menyenangkan atau tidak menyenangkan
  • Murid lain menyimak dan memberikan tanggapan atau pertanyaan

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali ke tempat duduk dan duduk tenang sejenak
  • Guru memandu refleksi dengan pertanyaan: 'Setelah mendengar cerita teman-teman, apa yang kalian pelajari tentang berteman?'
  • Murid menyampaikan refleksi mereka secara lisan, misalnya: 'Saya belajar bahwa teman yang baik itu saling membantu', 'Saya ingin menjadi teman yang lebih baik'
  • Guru merangkum pembelajaran: 'Hari ini kita belajar membedakan sikap teman yang baik dan tidak baik. Kita juga berbagi cerita tentang pengalaman berteman. Semua orang bisa menjadi teman yang baik dengan saling menghargai dan membantu'
  • Guru memberikan penguatan positif: 'Ibu senang melihat kalian berbicara dengan percaya diri dan mendengarkan teman dengan baik'

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 2-3 murid menyebutkan contoh sikap teman yang baik dan tidak baik
  • Guru memberikan tugas sederhana: 'Di rumah, coba ceritakan kepada orang tua tentang teman kalian di sekolah'
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu tentang persahabatan atau mengucapkan yel-yel kelas
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar membaca, guru membacakan teks dengan lebih pelan dan menunjuk gambar sebagai bantuan visual. Untuk murid yang sudah lancar, dapat diminta membaca sendiri dan mencari contoh sikap berteman dari buku lain
  • Proses: Murid yang kesulitan berbicara di depan kelas dapat berbagi cerita hanya dalam kelompok kecil terlebih dahulu. Murid yang percaya diri dapat diminta menjadi pemandu diskusi kelompok atau menceritakan pengalaman lebih detail di depan kelas
  • Produk: Murid yang belum lancar dapat menggambar situasi berteman dan menjelaskan secara lisan. Murid yang sudah lancar dapat menuliskan 2-3 kalimat tentang pengalaman berteman mereka di buku tulis

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya secara lisan: 'Menurut kalian, apa saja sikap teman yang baik?' untuk mengetahui pemahaman awal murid tentang pertemanan
  • Guru mengamati respon dan antusiasme murid saat mendengar topik pembelajaran

Proses:

  • Observasi saat murid melakukan permainan Acungkan Tanganmu: apakah dapat mengikuti instruksi dan membedakan sikap dengan benar
  • Observasi saat diskusi kelompok: apakah murid aktif bercerita, menyimak teman, menggunakan volume dan intonasi yang tepat
  • Catatan anekdot untuk murid yang menunjukkan kemajuan atau kesulitan dalam berbicara

Akhir:

  • Pertanyaan lisan: 'Sebutkan 2 contoh sikap teman yang baik dan 2 contoh sikap teman yang tidak baik'
  • Penilaian presentasi lisan di depan kelas dengan rubrik (untuk murid yang maju)
  • Refleksi tertulis sederhana atau lisan: 'Apa yang sudah kamu pelajari hari ini tentang berteman?'

Formatif:

  • Observasi saat murid mengacungkan tangan dalam permainan Acungkan Tanganmu (apakah dapat membedakan sikap baik dan tidak baik)
  • Observasi saat murid bercerita dalam kelompok (volume, intonasi, konten cerita)
  • Tanya jawab selama proses pembelajaran

Sumatif:

  • Penilaian kemampuan menyampaikan pendapat di depan kelas dengan rubrik (isi cerita, volume suara, intonasi, sikap tubuh)
  • Penilaian pemahaman tentang sikap berteman melalui pertanyaan lisan di akhir pembelajaran

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membedakan sikap berteman yang baik dan tidak baikBelum dapat membedakan sikap baik dan tidak baik, sering salah mengacungkan tangan atau tidak meresponDapat membedakan 1-2 sikap dengan benar, masih memerlukan bimbingan guruDapat membedakan sebagian besar sikap (3-4 dari 5 contoh) dengan benarDapat membedakan semua sikap dengan benar dan menjelaskan alasannya
Menyampaikan pendapat dengan volume dan intonasi yang tepatBerbicara sangat pelan atau monoton, sulit didengar teman, belum dapat menceritakan pengalamanBerbicara dengan volume pelan, intonasi kurang bervariasi, dapat menceritakan pengalaman dengan bantuan pertanyaan guruBerbicara dengan volume cukup jelas, intonasi mulai bervariasi, dapat menceritakan pengalaman dengan lancarBerbicara dengan volume jelas dan intonasi bervariasi sesuai konteks, dapat menceritakan pengalaman dengan detail dan menarik
Menyimak instruksi dan mengikuti petunjukTidak mengikuti instruksi guru, sering bertanya ulang atau melakukan hal lainMengikuti instruksi dengan bimbingan berulang, kadang masih bingungMengikuti instruksi dengan baik setelah dijelaskan sekaliMengikuti instruksi dengan tepat dan dapat membantu teman yang belum paham
Sikap saat berbicara dan mendengarkanTidak fokus, mengganggu teman, tidak menyimak saat teman berbicaraKadang fokus, kadang tidak, sesekali menyimak temanFokus saat berbicara, menyimak teman dengan baik, sesekali memberikan tanggapanFokus, antusias, menyimak dengan aktif, memberikan tanggapan atau pertanyaan yang relevan

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mengikuti instruksi permainan Acungkan Tanganmu dengan baik?
  • Murid mana yang masih kesulitan berbicara di depan teman? Strategi apa yang perlu saya lakukan untuk membantu mereka?
  • Apakah alokasi waktu sudah sesuai? Kegiatan mana yang perlu ditambah atau dikurangi waktunya?
  • Apakah diferensiasi yang saya lakukan sudah efektif membantu murid dengan kebutuhan berbeda?
  • Apa yang perlu saya perbaiki untuk pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menyenangkan dari pembelajaran hari ini?
  • Apa yang sudah kamu pelajari tentang sikap berteman yang baik?
  • Apakah kamu merasa percaya diri saat berbicara di depan teman? Mengapa?
  • Apa yang masih sulit bagimu hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 3 'Kawan Seiring' halaman 42-44
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas 3 'Kawan Seiring' halaman 58, 76
  3. Gambar pembuka bab tentang anak-anak bermain bersama
  4. Alat tulis untuk mencatat
  5. Papan tulis dan spidol untuk mencatat poin penting
  6. Lagu atau yel-yel tentang persahabatan (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.