MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 3 (Fase B) Topik: Bab 2 — Yuk Berpendapat! INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Yuk Berpendapat! |
|---|
| Alokasi Waktu | 54 JP (54 x 35 menit = 1890 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 27 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 3.2.1 Mengidentifikasi ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang kegemaran yang dibacakan
- TP 3.2.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan cetak bertema kegiatan yang disukai
- TP 3.2.3 Menemukan ide pokok dan ide pendukung dalam teks nonsastra berbentuk cetak tentang pendapat
- TP 3.2.4 Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks
- TP 3.2.5 Menceritakan kembali isi dan/atau informasi dari berbagai tipe teks yang dibaca
- TP 3.2.6 Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang biasanya menjadi inti dari cerita atau bacaan yang kita dengar?
- Bagaimana cara kita mengetahui pokok pikiran utama dari cerita tentang kegemaran seseorang yang dibacakan?
- Apa hal terpenting yang sedang dibahas saat seseorang menceritakan olahraga kegemarannya?
- Bagaimana caramu menemukan pokok pikiran utama dari cerita olahraga yang hanya kamu dengarkan tanpa melihat tulisannya?
- Ketika guru membacakan sebuah cerita atau penjelasan, bagaimana cara kita mengetahui hal terpenting yang sedang dibahas?
- Mengapa dalam satu paragraf yang kita dengar biasanya hanya ada satu ide pokok utama?
- Saat mendengarkan teks yang dibacakan, apa tanda bahwa sebuah kalimat merupakan inti pembicaraan?
- Bagaimana cara kita membedakan hal pokok yang dibicarakan dengan penjelasan tambahan tentang manfaat bersepeda?
- Bagaimana cara membaca kata yang baru kita lihat agar terdengar lancar dan tidak tersendat?
- Apa perbedaan bunyi suku kata yang berakhiran huruf vokal saat kita lafalkan bersama teman?
- Bagaimana caramu membunyikan kata-kata baru yang belum pernah kamu dengar agar terdengar jelas?
- Mengapa kita perlu melafalkan bunyi huruf vokal dan konsonan dengan tepat saat membaca nyaring?
- Apa yang kalian rasakan ketika berhasil membaca sebuah kata baru tanpa terbata-bata?
- Bagaimana cara kita membaca kata yang belum pernah kita lihat sebelumnya agar terdengar jelas dan lancar?
- Bagaimana caramu melafalkan kata yang baru pertama kali kamu lihat agar terdengar lancar?
- Mengapa kita perlu berlatih membaca kata-kata baru tanpa mengeja hurufnya satu demi satu?
- Saat kalian membaca sebuah paragraf pendapat, bagaimana cara mengetahui inti pembicaraan yang disampaikan oleh penulis?
- Di bagian kalimat manakah inti atau ide pokok dalam sebuah paragraf pendapat biasanya ditemukan?
- Apa yang biasanya menemani atau menjelaskan kalimat utama dalam sebuah bacaan?
- Bagaimana cara kita mengetahui bahwa suatu kalimat berfungsi sebagai penjelas atau pendukung pendapat tentang makanan sehat?
- Bagaimana kita membedakan kalimat yang merupakan gagasan inti (pendapat utama) dengan kalimat yang menjadi penjelas (alasan)?
- Di mana letak ide pendukung jika disandingkan berdampingan dengan ide pokok dalam sebuah paragraf pendapat?
- Bagaimana cara kita membedakan kalimat yang menjadi pendapat utama dan kalimat yang menjadi penjelasnya dalam sebuah bacaan cetak?
- Mengapa ide pokok dalam bacaan selalu membutuhkan pasangan ide pendukung?
- Bagaimana caramu menyampaikan rasa setuju atau tidak setuju kepada teman agar mereka tetap merasa dihargai?
- Mengapa saat menyampaikan pendapat kita perlu menyertakan alasan yang jelas dan memakai kata yang santun?
- Bagaimana posisi tubuh yang baik saat kita menyampaikan pilihan atau pendapat di depan teman?
- Mengapa tangan dan tatapan mata perlu diarahkan dengan tepat saat kita berbicara mengemukakan alasan?
- Bagaimana caramu menyampaikan rasa setuju terhadap usul teman agar didengar jelas oleh semua orang di kelas?
- Mengapa saat menyatakan persetujuan di depan kelas suara kita harus diatur lantang dan jelas, bukan berbisik?
- Bagaimana caramu mengatakan 'tidak setuju' kepada teman tanpa membuatnya merasa tersinggung atau marah?
- Mengapa saat menolak ajakan atau usul teman, intonasi dan sikap tubuh kita harus tetap tenang dan santun?
- Bagaimana caramu menceritakan isi buku cerita yang baru saja kamu baca kepada teman?
- Mengapa kita perlu menceritakan peristiwa dalam cerita secara berurutan dari awal sampai akhir?
- Apa yang biasanya kamu ceritakan kepada keluarga setelah membaca sebuah teks bacaan?
- Bagaimana caramu menceritakan isi bacaan agar temanmu tahu urutan informasi utamanya dari awal sampai akhir?
- Pernahkah kalian menonton atau membaca cerita tentang film animasi buatan Indonesia?
- Bagaimana cara kita menceritakan kembali pokok informasi dari bacaan kepada teman secara berurutan?
- Bagaimana caramu menceritakan kembali isi bacaan yang panjang kepada teman tanpa harus menghafal setiap katanya?
- Mengapa kita sebaiknya menggunakan kalimat sendiri saat merangkum cerita tentang hobi seseorang?
- Apa perbedaan antara satu kalimat tunggal dan kalimat yang digabungkan dengan kata 'dan' atau 'karena'?
- Bagaimana cara kita menggunakan kata baru bermakna sebenarnya (denotatif) seperti 'udara' atau 'berteduh' dalam tulisan?
- Bagaimana cara merangkai kalimat pemikiran menjadi sebuah paragraf pendapat yang utuh?
- Mengapa kita perlu memilih kosakata denotatif yang maknanya sebenarnya saat menyampaikan alasan tertulis?
- Bagaimana cara kita mengembangkan sebuah pendapat agar alasannya jelas bagi pembaca?
- Mengapa kita perlu merangkai beberapa kalimat alasan yang berbeda bentuk serta memakai kosakata yang maknanya sebenarnya (denotatif) saat menulis pendapat?
- Bagaimana cara kita menyusun teks tulisan agar orang lain memahami alasan dari pendapat kita?
- Mengapa kita perlu memakai kalimat tunggal dan kalimat gabung serta kata yang bermakna sebenarnya saat menuliskan pendapat?
- Bagaimana caramu membedakan gagasan utama dengan alasan penjelas dalam bacaan tentang pendapat?
- Bagaimana cara menuliskan kembali pendapat orang lain menggunakan rangkaian kalimatmu sendiri dan kata bermakna lugas?
- Bagaimana sikap tubuh dan volume suaramu yang tepat ketika menyampaikan pendapat kepada teman sebangku?
- Apa saja informasi penting yang harus kamu ceritakan agar temanmu paham isi teks yang telah kamu baca?
- Bagaimana cara kita menemukan gagasan paling utama saat mendengarkan dan membaca sebuah teks argumentasi?
- Mengapa saat menyampaikan pendapat kita perlu memilih kata yang sopan, bersikap tegak, serta menggunakan suara yang jelas?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menemukan Pokok Pikiran Utama dari Teks Aural tentang Kegemaran Membaca Buku yang Dibacakan Guru — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.1 Mengidentifikasi ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang kegemaran yang dibacakan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyimak teks aural tentang kegemaran membaca dan menemukan ide pokok informasi di dalamnya (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik menyimak: membacakan teks pemantik singkat 'Dodi Suka Berenang: Dodi sangat gemar berenang di kolam setiap hari Minggu. Berenang membuat tubuh Dodi segar dan sehat' lalu meminta murid memilih pokok pikiran utamanya dari 2 opsi: (A) Dodi gemar berenang, (B) Air kolam dingin (acuan jawaban benar: A) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan konsep ide pokok sebagai gagasan utama atau inti bahasan yang mendasari suatu paragraf atau teks (5 menit).
- Guru membacakan teks aural nonsastra berjudul 'Safa Suka Membaca Buku' dengan intonasi wajar dan lafal jelas: 'Safa lebih suka membaca buku daripada menonton TV. Membaca buku dapat menambah pengetahuan tentang banyak hal di dunia. Membaca buku juga melatih Safa untuk berpikir. Membaca buku tidak membuat mata cepat lelah. Sementara itu, menonton TV terlalu lama dapat membuat mata cepat lelah. Oleh karena itu, menurut Safa, membaca buku lebih bermanfaat daripada menonton TV.' (5 menit).
- Guru bersama murid membedah teks aural tersebut melalui tanya jawab terbimbing untuk membedakan kalimat yang memuat ide pokok (Safa lebih suka membaca buku daripada menonton TV/kegemaran membaca buku Safa yang bermanfaat) dengan kalimat penjelas (menambah pengetahuan, melatih berpikir, mata tidak lelah) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengajak murid melakukan permainan tebak fokus 'Kuis Cepat Tanggap Ide Pokok': guru membacakan 3 cuplikan teks aural singkat tentang hobi, lalu murid secara berpasangan beradu cepat menunjukkan kartu huruf A, B, atau C untuk menentukan ide pokok yang tepat: Teks 1: 'Rian gemar membaca ensiklopedia karena ia ingin tahu nama-nama planet luar angkasa' (Pilihan: A. Rian gemar membaca ensiklopedia, B. Nama planet luar angkasa, C. Luar angkasa gelap; acuan: A); Teks 2: 'Membaca buku dongeng adalah hobi favorit Nina karena menghibur hatinya saat libur' (Pilihan: A. Hari libur sekolah, B. Hobi favorit Nina membaca buku dongeng, C. Tokoh dalam dongeng; acuan: B); Teks 3: 'Budi selalu meluangkan waktu membaca buku sains agar menjadi pintar' (Pilihan: A. Jam dinding di kamar Budi, B. Budi anak yang pintar, C. Budi gemar membaca buku sains; acuan: C) (10 menit).
- Guru membacakan teks nonsastra aural latihan mandiri berjudul 'Manfaat Membaca Buku Bagi Dani': 'Dani memiliki kegemaran membaca buku cerita setiap sore di teras rumah. Membaca buku cerita membuat Dani mengenal banyak kosakata baru. Melalui membaca, imajinasi Dani menjadi semakin berkembang. Membaca buku juga membuat waktu luang Dani terisi dengan kegiatan yang baik. Dani merasa membaca buku adalah hobi terbaik baginya.' (5 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja untuk menentukan ide pokok dari teks yang dibacakan guru dengan memilih dan menuliskan inti teks dari 3 pilihan yang disediakan pada lembar: (1) Dani suka duduk di teras, (2) Kegemaran Dani membaca buku cerita, (3) Dani bermain di sore hari (acuan jawaban benar: nomor 2) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru meminta perwakilan murid menyampaikan jawaban ide pokok yang ditemukannya, lalu guru memberikan konfirmasi dan umpan balik langsung terhadap ketepatan identifikasi ide pokok (acuan: Kegemaran Dani membaca buku cerita) (5 menit).
- Murid diajak merefleksikan cara mereka menemukan ide pokok saat menyimak teks yang dibacakan guru (menyimak kalimat yang sering dibahas atau menjadi payung bagi penjelasan lainnya) (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa ide pokok teks aural dapat ditemukan dengan menyimak apa yang menjadi inti atau topik utama yang dibicarakan dalam teks (3 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi atas ketelitian murid dalam menyimak dan memberi informasi singkat mengenai teks aural bertema olahraga untuk pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Teks aural dibacakan dengan artikulasi jelas dan tempo sedang; untuk murid yang memerlukan pendampingan visual, disediakan kartu kata kunci teks.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan menemukan kata yang paling sering diulang saat guru membacakan teks, sedangkan murid yang cepat diarahkan merumuskan kembali ide pokok menggunakan bahasanya sendiri.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pilihan jawaban ide pokok dengan melingkari opsi di lembar kerja atau menuliskannya langsung di buku tulis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik menyimak teks pemantik 'Dodi Suka Berenang: Dodi sangat gemar berenang di kolam setiap hari Minggu. Berenang membuat tubuh Dodi segar dan sehat' dengan meminta murid menentukan pokok pikiran utamanya dari 2 pilihan: (A) Dodi gemar berenang, (B) Air kolam dingin (acuan jawaban benar: A).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan jawaban kuis 3 cuplikan teks aural singkat: Teks 1 acuan opsi A, Teks 2 acuan opsi B, Teks 3 acuan opsi C.
- Pemeriksaan lembar kerja penentuan ide pokok teks aural 'Manfaat Membaca Buku Bagi Dani' yang terdiri atas 3 pilihan: (1) Dani suka duduk di teras, (2) Kegemaran Dani membaca buku cerita, (3) Dani bermain di sore hari (acuan jawaban benar: nomor 2).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru membacakan 1 kalimat simpulan 'Membaca buku adalah kegemaran utama Safa dan Dani yang memberi banyak manfaat' dan menanyakan kepada murid apakah kalimat tersebut menyatakan ide pokok atau rincian penjelas (acuan jawaban: menyatakan ide pokok).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal menyimak teks aural singkat (memilih opsi ide pokok)
- Pengamatan unjuk pemahaman saat kuis tebak kartu ide pokok
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri penentuan ide pokok teks 'Manfaat Membaca Buku Bagi Dani'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengidentifikasi Ide Pokok Teks Aural | Belum mampu mengidentifikasi ide pokok dari teks nonsastra aural yang dibacakan (salah memilih pada latihan terbimbing maupun mandiri). | Mampu mengidentifikasi ide pokok teks nonsastra aural yang dibacakan dengan bantuan atau arahan guru (tepat pada 1 dari 2 teks latihan). | Mampu mengidentifikasi ide pokok dari teks nonsastra aural yang dibacakan secara tepat dan mandiri (tepat memilih ide pokok teks 'Manfaat Membaca Buku Bagi Dani': Kegemaran Dani membaca buku cerita). | Mampu mengidentifikasi ide pokok dari seluruh teks nonsastra aural yang dibacakan secara konsisten, tepat, dan mandiri tanpa kesalahan pada seluruh butir kuis maupun tugas mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks aural yang dibacakan sudah cukup jelas artikulasinya dan dipahami murid?
- Apakah variasi kegiatan menyimak (kuis kartu dan lembar kerja) berhasil menjaga fokus murid?
- Langkah scaffolding apa yang paling efektif membantu murid yang kesulitan menangkap ide pokok teks simakan?
Murid:- Apa bagian teks yang paling membantumu mengetahui inti bacaan yang dibacakan guru?
- Apakah kamu merasa mudah atau sulit membedakan ide pokok dengan kalimat penjelas saat menyimak?
Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Informasi Inti dari Simakan Teks Aural Bertema Olahraga Kegemaran — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.1 Mengidentifikasi ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang kegemaran yang dibacakan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan memimpin doa bersama secara khidmat (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran bahwa hari ini murid akan berlatih menyimak teks aural bertema olahraga kegemaran dan menemukan informasi inti/ide pokok di dalamnya (3 menit).
- Asesmen Awal (Diagnostik Simak): Guru membacakan satu paragraf diagnostik pendek: 'Berenang adalah olahraga yang sangat digemari Diko. Setiap akhir pekan, Diko selalu pergi ke kolam renang bersama ayahnya. Diko merasa tubuhnya menjadi bugar dan segar setelah berenang.' Guru mengajukan satu pertanyaan pemetaan: 'Apakah informasi inti atau ide pokok dari teks yang baru saja dibacakan?' (acuan jawaban: Berenang adalah olahraga kegemaran Diko / Diko sangat gemar berenang) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memberikan pemahaman terpandu tentang konsep informasi inti/ide pokok dalam teks aural, yaitu gagasan utama yang mendasari seluruh isi paragraf dan biasanya terangkum dalam kalimat utama (5 menit).
- Guru membacakan teks pemodelan bertema olahraga kegemaran berjudul 'Sepak Bola Kegemaran Reno': 'Reno sangat menyukai olahraga sepak bola sejak kecil. Reno rajin berlatih menggiring dan menendang bola setiap sore di lapangan desa. Baginya, bermain sepak bola bersama teman-teman membuat hatinya gembira dan tubuhnya bertambah sehat.' Murid menyimak dengan saksama tanpa memegang teks bacaan (5 menit).
- Guru bersama murid membedah kalimat-kalimat yang didengar untuk memilah kalimat penjelas dan menemukan ide pokok teks pemodelan tersebut (acuan: Reno sangat menyukai olahraga sepak bola / kegemaran Reno bermain sepak bola) (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Aktivitas Menggembirakan 'Tebak Inti Gerak': Guru membacakan 2 teks aural mini bertema olahraga secara bergantian. Di akhir tiap teks, guru menyebutkan dua opsi gagasan, dan murid berdiri jika memilih opsi A atau merentangkan tangan ke atas jika memilih opsi B. Teks 1: 'Bulu tangkis menjadi olahraga favorit Siti karena sering dimainkan bersama kakaknya di halaman rumah.' Opsi A: Siti gemar bermain bulu tangkis; Opsi B: Halaman rumah Siti sangat luas (acuan: Opsi A berdiri). Teks 2: 'Senam irama digemari Lani karena gerakannya lincah dan diiringi musik yang ceria.' Opsi A: Musik ceria terdengar nyaring; Opsi B: Lani gemar melakukan senam irama (acuan: Opsi B merentangkan tangan) (10 menit).
- Latihan Mandiri Simak Informasi Inti: Guru membagikan lembar kerja berisi 3 nomor soal pilihan ganda ide pokok. Guru membacakan 3 teks aural nonsastra bertema olahraga kegemaran satu per satu secara berurutan: Teks 1: 'Lari pagi merupakan olahraga kegemaran Wayan. Setiap pagi Wayan berlari mengelilingi taman agar paru-parunya sehat.' Teks 2: 'Bermain bola basket sangat disukai Made karena menantang dan melatih kelincahan melompat.' Teks 3: 'Bela diri pencak silat menjadi hobi utama Dayu untuk melatih pertahanan diri dan disiplin.' (7 menit).
- Murid secara mandiri memilih dan menandai pilihan ide pokok yang tepat di lembar kerja masing-masing sesuai teks yang didengarkan (acuan jawaban: Butir 1 = Wayan gemar berolahraga lari pagi; Butir 2 = Made sangat menyukai bermain bola basket; Butir 3 = Pencak silat adalah hobi utama Dayu) (8 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru membahas kunci jawaban bersama murid dan membimbing murid mencocokkan hasil identifikasi ide pokok teks simakan mereka (acuan: butir 1 Wayan gemar lari pagi, butir 2 Made gemar bola basket, butir 3 Dayu gemar pencak silat) (5 menit).
- Murid mengevaluasi kemampuannya sendiri dalam menangkap pokok pikiran dari teks yang dibacakan serta menandai bagian teks yang paling membantunya menemukan ide pokok (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan cara mengidentifikasi informasi inti atau ide pokok dari teks nonsastra aural (menemukan hal utama yang dibahas dari keseluruhan kalimat yang dibacakan) (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif menyimak murid, mengingatkan pentingnya olahraga kegemaran bagi kebugaran tubuh, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan tambahan, guru membacakan teks aural dengan intonasi penekanan khusus pada kalimat utama; bagi murid yang berpencapaian tinggi, guru membacakan teks aural dengan variasi rincian kalimat penjelas yang lebih padat.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diperdengarkan pengulangan teks sebanyak 3 kali, sedangkan murid cepat cukup mendengarkan 2 kali pembacaan teks sebelum menentukan ide pokok.
- Produk: Murid cepat dapat menuliskan secara mandiri rumusan ide pokok dengan kalimat sendiri pada lembar kerja, sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan memilih langsung dari opsi jawaban terstruktur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik simakan lisan pada teks: 'Berenang adalah olahraga yang sangat digemari Diko. Setiap akhir pekan, Diko selalu pergi ke kolam renang bersama ayahnya. Diko merasa tubuhnya menjadi bugar dan segar setelah berenang.' Pertanyaan: 'Apakah ide pokok/informasi inti dari teks yang dibacakan?' Acuan jawaban benar: Berenang adalah olahraga kegemaran Diko / Diko sangat gemar berenang.
Proses:- Penilaian lembar kerja simakan mandiri berisi 3 teks aural olahraga kegemaran. Target ketuntasan: murid tepat mengidentifikasi minimal 2 dari 3 ide pokok teks aural. Acuan lengkap: Teks 1 = Wayan gemar berolahraga lari pagi; Teks 2 = Made sangat menyukai bermain bola basket; Teks 3 = Pencak silat adalah hobi utama Dayu.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir lisan: Guru membacakan satu kalimat penutup: 'Bersepeda keliling taman merupakan kegiatan olahraga paling menyenangkan bagi Eko setiap Minggu.' Murid serentak menyebutkan ide pokoknya. Acuan jawaban benar: Bersepeda adalah olahraga kegemaran/paling menyenangkan bagi Eko.
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek kesiapan menyimak ide pokok teks aural.
- Tes simakan objektif mandiri berupa identifikasi ide pokok dari 3 teks aural bertema olahraga kegemaran pada lembar kerja.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengidentifikasi Ide Pokok Teks Aural Olahraga Kegemaran | Belum mampu mengidentifikasi ide pokok dari teks nonsastra aural yang dibacakan (0 dari 3 teks tepat sesuai acuan: Wayan lari pagi, Made basket, Dayu pencak silat). | Mampu mengidentifikasi 1 dari 3 ide pokok teks nonsastra aural yang dibacakan secara tepat sesuai acuan (Wayan lari pagi / Made basket / Dayu pencak silat). | Mampu mengidentifikasi 2 dari 3 ide pokok teks nonsastra aural yang dibacakan secara tepat sesuai acuan. | Mampu mengidentifikasi seluruh (3 dari 3) ide pokok teks nonsastra aural yang dibacakan secara tepat dan mandiri sesuai seluruh acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks aural yang dibacakan sudah cukup jelas artikulasi dan temponya sehingga murid dapat menangkap ide pokok dengan baik?
- Bagian mana dari langkah menyimak yang paling efektif membantu murid membedakan ide pokok dari informasi pendukung?
Murid:- Apa yang membantumu paling mudah menemukan ide pokok dari cerita olahraga yang dibacakan guru?
- Kesulitan apa yang kamu alami saat mendengarkan teks tanpa melihat tulisan?
Pertemuan 3 — Menentukan Ide Pokok Kalimat Utama dalam Paparan Teks Aural Bertema Kegiatan Seni yang Disukai — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.1 Mengidentifikasi ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang kegemaran yang dibacakan
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi ide pokok dalam kalimat utama dari paparan teks aural bertema kegiatan seni yang disukai (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan membacakan teks lisan 2 kalimat: 'Menari saman sangat digemari anak-anak karena gerakannya kompak. Gerakan tepuk tangan dan tepuk dada membuat tarian ini sangat meriah.' Guru menanyakan: 'Apa ide pokok dari kalimat yang dibacakan tadi?' Acuan jawaban benar: menari saman sangat digemari anak-anak (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan konsep bahwa dalam paparan lisan (teks aural), ide pokok biasanya tersimpan di dalam kalimat utama yang menjadi inti pembicaraan, sedangkan kalimat lain adalah penjelas (5 menit).
- Guru membacakan Teks Aural 1 berjudul 'Seni Melipat Kertas Origami': 'Bermain melipat kertas origami memiliki banyak manfaat bagi anak. Melalui origami, kita belajar melatih kesabaran saat membuat lipatan rapi. Selain itu, melipat kertas juga dapat melatih kelenturan jari tangan kita.' Guru membimbing murid mencermati kalimat pertama sebagai letak ide pokoknya (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengajak murid bermain tebak cepat berpasangan 'Detektif Kalimat Utama' yang menggembirakan; setiap pasangan memegang kartu A, B, dan C untuk memilih kalimat utama yang memuat ide pokok saat guru membacakan Teks Aural 2 (10 menit).
- Guru membacakan Teks Aural 2 berjudul 'Asyiknya Bermain Alat Musik Kolintang': 'Bermain alat musik kolintang menjadi kegiatan seni tradisional yang sangat mengasyikkan. Bilah-bilah kayu kolintang menghasilkan nada yang merdu saat dipukul. Anak-anak dapat belajar memainkan lagu daerah bersama teman-teman.' Guru menyajikan 3 pilihan pada papan: Pilihan A = Bermain alat musik kolintang menjadi kegiatan seni tradisional yang sangat mengasyikkan; Pilihan B = Bilah-bilah kayu kolintang menghasilkan nada merdu saat dipukul; Pilihan C = Anak-anak dapat belajar memainkan lagu daerah bersama teman. Pasangan mengangkat kartu pilihan mereka (acuan benar: Pilihan A) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan menyimak teks aural; guru membacakan 2 teks berturut-turut. Teks Aural 3: 'Mewarnai gambar dengan cat air membutuhkan ketelitian tinggi. Kita harus berhati-hati agar air tidak meluber ke luar garis. Penggunaan kuas juga harus disesuaikan dengan ukuran bidang gambar.' (Acuan ide pokok: mewarnai gambar dengan cat air membutuhkan ketelitian tinggi). Teks Aural 4: 'Bermain teater boneka tangan melatih kita percaya diri bercerita. Kita dapat menirukan berbagai suara tokoh yang lucu di balik panggung. Penonton akan tertawa gembira mendengar cerita yang kita sampaikan.' (Acuan ide pokok: bermain teater boneka tangan melatih rasa percaya diri dalam bercerita). Murid memilih/menuliskan inti ide pokok dari 2 teks tersebut pada lembar kerja (13 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid mengevaluasi cara menyimak mereka: apakah lebih mudah menemukan ide pokok di awal paparan atau mendengarkan keseluruhan kalimat terlebih dahulu (5 menit).
- Murid menandai simbol bintang pemahaman di lembar belajarnya sendiri untuk menunjukkan tingkat keyakinannya dalam menemukan ide pokok teks aural (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan cara menentukan ide pokok dari kalimat utama teks aural yang dibacakan, yakni mencari kalimat inti yang dijelaskan oleh kalimat-kalimat lainnya (3 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi atas ketertiban murid dalam menyimak dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, teks aural dibacakan dengan jeda intonasi penegas pada kalimat utama. Untuk murid yang cepat, teks aural disajikan dengan 4 kalimat yang memuat lebih banyak rincian penjelas.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipasangkan dengan teman sebaya yang dapat membacakan ulang teks secara perlahan atau diberi kartu penanda kata kunci.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pilihan ide pokok dengan melingkari pilihan A/B/C atau menuliskan kembali kalimat utama inti secara tertulis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Murid mendengarkan 2 kalimat tentang seni tari saman yang dibacakan guru ('Menari saman sangat digemari anak-anak karena gerakannya kompak. Gerakan tepuk tangan dan tepuk dada membuat tarian ini sangat meriah.') lalu menyebutkan ide pokoknya. Acuan jawaban benar: ide pokoknya adalah menari saman digemari anak-anak.
Proses:- Observasi partisipasi dan ketepatan pasangan saat mengangkat kartu A, B, atau C pada permainan 'Detektif Kalimat Utama' untuk Teks Aural 2 bertema musik kolintang (acuan: Pilihan A).
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri penentuan ide pokok dari Teks Aural 3 (acuan: mewarnai gambar dengan cat air membutuhkan ketelitian tinggi) dan Teks Aural 4 (acuan: bermain teater boneka tangan melatih percaya diri bercerita).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menjawab 1 pertanyaan lisan penutup dari teks singkat: 'Membuat kerajinan dari tanah liat dapat melatih daya cipta anak. Kita bisa membentuk vas bunga, mangkuk, atau patung hewan sesuai imajinasi.' Murid menyebutkan ide pokoknya (Acuan: membuat kerajinan tanah liat melatih daya cipta anak).
Formatif:- Tes lisan/tulis mengidentifikasi ide pokok dari 2 teks aural nonsastra bertema seni (Teks 3 dan Teks 4) yang dibacakan guru menggunakan lembar kerja.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengidentifikasi Ide Pokok Teks Aural | Belum mampu menemukan ide pokok dari 2 teks aural yang dibacakan (0 teks tepat). | Mampu menemukan ide pokok dengan tepat pada 1 dari 2 teks aural yang dibacakan. | Mampu menemukan ide pokok dengan tepat pada 2 teks aural yang dibacakan (Teks 3: mewarnai cat air butuh ketelitian; Teks 4: teater boneka melatih percaya diri). | Mampu menemukan seluruh ide pokok dari 2 teks aural secara tepat, mandiri tanpa pengulangan bacaan, serta tepat pada teks pengecek akhir. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah kecepatan dan kejelasan suara guru saat membacakan teks aural sudah memadai bagi seluruh murid di kelas?
- Apakah permainan kartu huruf A, B, C efektif membantu murid membedakan kalimat utama yang memuat ide pokok dari kalimat penjelas?
Murid:- Bagian mana dari teks yang dibacakan guru yang paling membantumu menemukan ide pokok?
- Apa yang akan kamu lakukan jika belum menangkap ide pokok saat teks dibacakan pertama kali?
Pertemuan 4 — Merumuskan Ide Pokok dari Teks Nonsastra Aural tentang Manfaat Kegemaran Bersepeda — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.1 Mengidentifikasi ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang kegemaran yang dibacakan
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengondisikan kelas agar siap menyimak secara tertib (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu merumuskan/mengidentifikasi ide pokok dari teks nonsastra lisan tentang manfaat bersepeda yang dibacakan oleh guru (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan membacakan 2 kalimat pendek: 'Bersepeda di pagi hari membuat badan menjadi bugar dan kuat. Kita juga bisa menghirup udara segar yang belum terkena polusi.' Lalu guru meminta murid memilih inti informasi yang dibicarakan dari 2 opsi: (A) Udara pagi belum terkena polusi, (B) Bersepeda di pagi hari membuat badan bugar dan sehat. Guru mengonfirmasi jawaban yang benar adalah opsi B (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membacakan teks aural nonsastra berjudul 'Manfaat Gemar Bersepeda' secara jelas: 'Bersepeda secara teratur memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Saat mengayuh sepeda, otot kaki dan tangan bergerak aktif sehingga menjadi semakin kuat. Jantung kita juga bekerja memompa darah dengan lebih lancar ke seluruh tubuh. Selain itu, bersepeda membantu membakar energi berlebih dan membuat tubuh terasa lebih segar sepanjang hari.' (5 menit).
- Guru memberikan panduan menemukan ide pokok dari simakan teks: ide pokok adalah gagasan atau inti utama yang dibahas oleh seluruh kalimat dalam teks, sedangkan kalimat lainnya hanya menjabarkan contoh atau rinciannya (5 menit).
- Guru memodelkan cara merumuskan ide pokok teks tersebut dengan membandingkan inti paragraf dengan rincian pendukungnya: intinya adalah 'bersepeda bermanfaat bagi kesehatan tubuh', sedangkan otot kuat dan jantung sehat adalah rincian penjelasnya (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengajak murid melakukan permainan tebak cepat 'Detektif Ide Pokok': guru membacakan 2 paragraf pendek aural bertema manfaat bersepeda secara bergantian, lalu murid mengangkat kartu A atau B untuk memilih rumusan ide pokok yang paling tepat (10 menit).
- Untuk Paragraf 1 yang dibacakan: 'Bersepeda keliling lingkungan rumah melatih kepekaan kita terhadap lingkungan sekitar. Kita dapat melihat pohon-pohon yang rindang, menyapa tetangga di jalan, dan memperhatikan jalanan yang aman dilewati.' Pilihan: A) Menyapa tetangga di jalan, B) Bersepeda melatih kepekaan terhadap lingkungan sekitar (acuan jawaban benar: B). Untuk Paragraf 2 yang dibacakan: 'Kegemaran bersepeda mengajarkan sikap disiplin dalam merawat perlengkapan. Pengendara harus rutin memeriksa tekanan ban sebelum berangkat. Rantai sepeda juga perlu diberi pelumas agar tidak mudah macet saat dikayuh.' Pilihan: A) Bersepeda melatih sikap disiplin merawat perlengkapan, B) Rantai sepeda perlu diberi pelumas (acuan jawaban benar: A) (10 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan lembar tugas menyimak: guru membacakan Teks Simakan Mandiri: 'Bersepeda bersama keluarga menjadi sarana rekreasi yang mempererat kebersamaan. Saat bersepeda bersama di akhir pekan, anggota keluarga bisa saling mengobrol dan bercanda di sepanjang jalan. Rasa lelah tidak terasa karena dinikmati bersama-sama dengan gembira.' Murid merumuskan/memilih ide pokok dari lembar kerja dengan 3 opsi: (1) Akhir pekan adalah waktu untuk bercanda, (2) Bersepeda bersama keluarga menjadi sarana rekreasi yang mempererat kebersamaan, (3) Rasa lelah bersepeda dapat dihilangkan dengan minum air (acuan jawaban benar: nomor 2) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid memeriksa jawaban lembar tugas mandiri dan membahas alasan mengapa pilihan (2) merupakan ide pokok, yaitu karena memayungi seluruh isi penjelasan dalam teks aural yang disimak (5 menit).
- Murid merefleksikan cara mereka menemukan ide pokok: membedakan kalimat yang merangkum keseluruhan isi dari kalimat yang hanya berisi contoh kegiatan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa ide pokok teks aural nonsastra adalah gagasan inti yang mencakup seluruh informasi dalam teks, bukan rincian bagian per bagian (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas ketepatan dan kemandirian murid dalam menyimak dan menentukan ide pokok teks hari ini, kemudian menutup sesi pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menyimak teks dengan kalimat pemantik yang diperlambat temponya oleh guru; murid yang mahir diberikan tantangan merumuskan ide pokok menggunakan kalimat sendiri tanpa memilih opsi bergambar.
- Proses: Pada tahap Mengaplikasi, murid yang butuh bantuan diberikan penegasan ulang pada kalimat pertama yang dibacakan guru sebagai petunjuk arah ide pokok.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman dengan melingkari pilihan rumusan yang tepat atau menuliskan langsung inti gagasan teks yang disimak.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman ide pokok teks lisan di kegiatan pendahuluan: Guru membacakan 2 kalimat tentang bersepeda pagi dan meminta murid memilih inti pokok pembicaraan di antara 2 opsi. Acuan jawaban benar: Opsi B ('Bersepeda di pagi hari membuat badan bugar dan sehat').
Proses:- Formatif 1 (Permainan kartu): Ketepatan mengangkat kartu pilihan rumusan ide pokok untuk Paragraf 1 (acuan: B) dan Paragraf 2 (acuan: A).
- Formatif 2 (Tugas menyimak mandiri): Ketepatan mengidentifikasi rumusan ide pokok teks aural 'Bersepeda bersama keluarga' dari 3 pilihan yang disediakan. Acuan jawaban benar: Opsi (2) 'Bersepeda bersama keluarga menjadi sarana rekreasi yang mempererat kebersamaan'.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menyebutkan atau mengonfirmasi satu alasan mengapa kalimat pilihan (2) disebut sebagai ide pokok teks yang dibacakan guru (acuan: karena kalimat tersebut merupakan gagasan inti yang menjelaskan seluruh rincian kegiatan bersepeda bersama keluarga).
Formatif:- Tes lisan/respon kartu pilihan ganda saat permainan 'Detektif Ide Pokok'
- Lembar tugas menyimak mandiri merumuskan ide pokok dari teks nonsastra aural
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengidentifikasi Ide Pokok Teks Nonsastra Aural | Belum mampu menentukan ide pokok teks aural yang disimak; masih memilih kalimat penjelas/rincian kecil meskipun telah dibimbing guru. | Mampu menentukan ide pokok teks nonsastra aural dengan tepat pada 1 dari 3 teks latihan yang dibacakan dengan bantuan arahan guru. | Mampu menentukan ide pokok teks nonsastra aural secara tepat pada minimal 2 dari 3 teks latihan yang dibacakan secara mandiri (sesuai kunci acuan). | Mampu menentukan ide pokok teks nonsastra aural secara tepat pada seluruh teks latihan (3 dari 3 teks: Paragraf 1, Paragraf 2, dan Teks Mandiri) secara mandiri dan konsisten tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah artikulasi dan tempo pembacaan teks nonsastra aural sudah cukup jelas didengar oleh seluruh murid?
- Apakah murid sudah dapat membedakan gagasan utama teks aural dari informasi rincian pendukungnya?
Murid:- Bagian mana dari teks yang dibacakan guru tadi yang paling membantumu menemukan ide pokoknya?
- Apakah kamu merasa terbantu saat mencari inti kalimat yang merangkum seluruh isi teks?
Pertemuan 5 — Melafalkan Kata-Kata Baru Berfonem Vokal dan Konsonan Terbuka dari Bacaan Kegiatan yang Disukai (Pengambilan Bukti Membaca Fasih 6 Murid) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan cetak bertema kegiatan yang disukai
Pendahuluan:- Guru mengkondisikan kelas, menyapa murid, dan bersama-sama memeriksa kehadiran murid (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melatih kemampuan membaca kata-kata baru berfonem vokal dan konsonan terbuka secara fasih dari bacaan cetak (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 kata contoh di papan tulis ('baca', 'buku') lalu meminta murid melafalkannya bersama secara langsung tanpa mengeja (acuan: pelafalan langsung tepat suku kata ba-ca dan bu-ku) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati bacaan cetak pendek berjudul 'Kegiatan yang Kusukai' yang memuat 6 kata target berfonem vokal dan suku kata konsonan terbuka: (1) hobi, (2) bola, (3) tari, (4) pita, (5) roda, (6) kayu (7 menit).
- Guru memodelkan cara membaca keenam kata target tersebut dengan fasih, lancar, tanpa mengeja suku katanya satu per satu (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan permainan 'Kartu Kata Berputar' secara berpasangan: murid mengambil giliran membaca cepat 6 kartu kata cetak: (1) hobi, (2) bola, (3) tari, (4) pita, (5) roda, (6) kayu, di mana pasangan menyimak kelancaran bacaannya (15 menit).
- Guru melakukan pengambilan bukti membaca fasih secara individual terhadap giliran 6 murid sasaran pertemuan ini menggunakan kartu teks cetak berisi 6 kata target: (1) hobi, (2) bola, (3) tari, (4) pita, (5) roda, (6) kayu, dengan kriteria fasih: melafalkan langsung tanpa mengeja, tanpa pengulangan, dan tanpa jeda ragu (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan proses latihan melafalkan kata-kata baru, menyadari kata mana yang sudah dapat dilafalkan secara spontan dan lancar tanpa mengeja (5 menit).
Penutup:- Murid melakukan cek pemahaman membaca cepat secara acak terhadap kata target yang ditunjuk guru (acuan 6 kata: hobi, bola, tari, pita, roda, kayu) (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian membaca fasih hari ini, menginformasikan bahwa latihan membaca fasih akan dilanjutkan pada pertemuan berikutnya, dan menutup kelas dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu kata cetak berukuran besar dengan penanda warna fonem terbuka bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih membaca kata dengan panduan ketukan ritme pelafalan, sedangkan murid yang sudah lancar membaca set kata target secara beruntun dengan tempo lebih cepat.
- Produk: Semua murid mendemonstrasikan unjuk kerja membaca fasih kata target secara lisan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik membaca cepat 2 kata berfonem terbuka di papan tulis ('baca', 'buku') untuk mengidentifikasi apakah murid masih mengeja huruf atau sudah mampu membaca suku kata secara utuh (acuan: pelafalan langsung tepat 'ba-ca' dan 'bu-ku' tanpa mengeja b-a ba).
Proses:- Observasi unjuk kerja melafalkan 6 kata target berfonem vokal dan konsonan terbuka: (1) hobi, (2) bola, (3) tari, (4) pita, (5) roda, (6) kayu. Bukti membaca fasih diambil untuk 6 murid sasaran dengan indikator ketepatan pelafalan langsung tanpa mengeja, tanpa pengulangan kata, dan tanpa jeda ragu (acuan seluruh target: kata 1 hobi, kata 2 bola, kata 3 tari, kata 4 pita, kata 5 roda, kata 6 kayu).
Akhir Pertemuan:- Cek pelafalan cepat di akhir sesi: murid melafalkan 2 kata acak dari 6 kata target yang ditunjuk guru (daftar acuan: hobi, bola, tari, pita, roda, kayu) secara lancar dan fasih tanpa mengeja.
Formatif:- Unjuk kerja membaca langsung kartu kata cetak berfonem vokal dan konsonan terbuka secara individual (fokus 6 murid sasaran).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan Membaca Kata Baru Berfonem Vokal dan Konsonan Terbuka | Membaca kata target dengan masih mengeja per huruf atau per suku kata pada sebagian besar kata (mampu membaca fasih 0-1 dari 6 kata target: hobi, bola, tari, pita, roda, kayu). | Membaca kata target secara langsung namun masih terdapat jeda ragu atau pengulangan lafal (mampu membaca fasih 2-3 dari 6 kata target: hobi, bola, tari, pita, roda, kayu). | Membaca kata target dengan lancar tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu pada sebagian besar kata (mampu membaca fasih 4-5 dari 6 kata target: hobi, bola, tari, pita, roda, kayu). | Membaca seluruh 6 kata target (hobi, bola, tari, pita, roda, kayu) secara fasih, lancar, tanpa mengeja, tanpa pengulangan, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah 6 murid yang dijadwalkan pengambilan bukti membaca fasih pada pertemuan ini telah teramati seluruhnya?
- Bagian bentuk fonem atau konsonan terbuka mana yang masih sering membuat murid mengeja saat membaca?
Murid:- Kata baru mana dari bacaan tadi yang paling mudah kamu baca secara langsung?
- Apakah kamu masih perlu mengeja saat membaca kata-kata tadi?
Pertemuan 6 — Membaca Kata-Kata Baru dengan Ketepatan Artikulasi pada Bacaan Cetak Hobi Kriya (Pengambilan Bukti Membaca Fasih 6 Murid) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan cetak bertema kegiatan yang disukai
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melatih ketepatan membaca nyaring kata-kata baru secara fasih dari teks cetak bertema hobi kriya (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan menunjukkan kartu kata contoh di papan tulis: 'kriya' dan 'pola', lalu meminta 2 murid membaca kata tersebut dengan artikulasi jelas (acuan: terbaca tepat 'kri-ya' dan 'po-la' tanpa mengeja atau tersendat) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan lembar bacaan cetak bertema hobi kriya berjudul 'Asyiknya Membuat Kolase Kertas' yang memuat 5 kata baru berfonem variatif: (1) kriya, (2) kolase, (3) rekat, (4) tekstur, (5) ornamen (acuan teks cetak: 'Kriya melatih ketelitian tangan. Hari ini Edo membuat kolase kertas warna-warni. Edo mengoleskan bahan perekat agar kertas dapat melekat atau rekat sempurna. Permukaan kertas memiliki tekstur yang berbeda. Edo juga menambahkan aneka ornamen hiasan yang rapi.') (5 menit).
- Guru mendemonstrasikan pelafalan dan pembacaan yang fasih untuk kelima kata baru tersebut dengan penekanan artikulasi vokal dan konsonan yang utuh tanpa mengeja huruf satu per satu (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain tantangan berpasangan 'Estafet Baca Cepat & Tepat': setiap pasangan bergantian menunjuk dan membaca nyaring 5 kata baru cetak dari kartu kata (kriya, kolase, rekat, tekstur, ornamen) secara bergantian dan saling menyimak kelancaran baca temannya (12 menit).
- Sementara kelas berlatih berpasangan secara mandiri, guru memanggil 6 murid giliran Pertemuan 6 (kelompok Bukti Membaca Fasih 6 Murid) satu per satu ke meja guru untuk membaca nyaring daftar 5 kata target pada teks cetak: (1) kriya, (2) kolase, (3) rekat, (4) tekstur, (5) ornamen (acuan penilaian kefasihan: membaca langsung utuh per kata tanpa mengeja, tanpa pengulangan fonem, tanpa jeda ragu) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menandai kata mana dari 5 kata target yang dirasa paling mudah dibaca dengan lancar dan kata mana yang sempat membuat ragu saat dibaca nyaring (8 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap latihan membaca fasih kata-kata baru dan menyampaikan apresiasi atas ketelitian murid dalam membaca teks cetak (5 menit).
- Guru bersama murid melakukan refleksi singkat akhir pertemuan mengenai kelancaran membaca kata baru hari ini dan menutup sesi dengan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan mendapat bantuan visual pemenggalan suku kata pada kartu kata bantuan (misal: kri-ya, ko-la-se, re-kat, teks-tur, or-na-men). Murid yang sudah mahir membaca kata target langsung dalam kalimat lengkap pada teks kriya tanpa tanda jeda.
- Proses: Murid yang masih ragu membaca mandiri diberi kesempatan membaca terbimbing mengulang setelah model bacaan guru, sedangkan murid yang lancar langsung membaca mandiri secara mandiri.
- Produk: Semua murid menunjukkan bukti unjuk kerja membaca nyaring kata baru; murid cepat membaca 5 kata target secara berurutan dan acak dengan kecepatan optimal, murid berkembang membaca 5 kata target sesuai tempo kemampuan membacanya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik lisan membaca 2 kata contoh di papan tulis: 'kriya' dan 'pola' (acuan kunci artikulasi: dibaca utuh 'kri-ya' dan 'po-la' tanpa mengeja huruf satu demi satu dan tanpa keraguan).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja membaca nyaring 5 kata baru pada teks cetak untuk 6 murid target: (1) kriya, (2) kolase, (3) rekat, (4) tekstur, (5) ornamen (acuan: kata dibaca utuh, artikulasi tepat tanpa mengeja, tanpa pengulangan, tanpa jeda ragu).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman membaca mandiri di akhir sesi: murid membaca kembali secara acak 2 kata dari daftar target yang ditunjuk guru (acuan: tepat melafalkan kata yang ditunjuk dari pilihan kriya, kolase, rekat, tekstur, ornamen).
Formatif:- Unjuk kerja membaca nyaring 5 kata-kata baru berartikulasi tepat dari teks cetak (pengambilan data performa 6 murid target).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan membaca kata-kata baru dari bacaan cetak | Membaca 0–1 dari 5 kata target (kriya, kolase, rekat, tekstur, ornamen) secara tepat; masih mengeja huruf satu per satu dengan banyak jeda ragu dan bantuan penuh guru. | Membaca 2–3 dari 5 kata target (kriya, kolase, rekat, tekstur, ornamen) secara tepat; terkadang masih tersendat atau mengulang fonem kata. | Membaca 4 dari 5 kata target (kriya, kolase, rekat, tekstur, ornamen) secara fasih, lancar, dan tepat tanpa mengeja secara mandiri. | Membaca seluruh (5 dari 5) kata target (kriya, kolase, rekat, tekstur, ornamen) secara fasih, lancar, dan tepat tanpa mengeja, tanpa pengulangan, serta mandiri secara konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 20 menit cukup efektif untuk mengambil bukti membaca fasih secara cermat pada 6 murid target?
- Bagaimana respons dan kemandirian murid lain saat menjalankan aktivitas tantangan membaca berpasangan ketika guru menguji 6 murid target?
Murid:- Kata baru mana yang paling mudah kamu baca dengan tepat hari ini?
- Bagaimana perasaanmu ketika berhasil membaca kata baru tanpa mengeja hurufnya?
Pertemuan 7 — Membaca Nyaring Kata-Kata Baru secara Runtut dan Lancar dari Teks Cetak Bertema Berkebun (Pengambilan Bukti Membaca Fasih 6 Murid) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan cetak bertema kegiatan yang disukai
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berlatih membaca nyaring kata-kata baru dari bacaan cetak bertema berkebun secara runtut, lancar, dan fasih (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menampilkan 2 kata contoh di papan tulis yaitu 'pupuk' dan 'siraman', lalu meminta murid melafalkannya secara klasikal dan acak untuk mengecek kesiapan kelancaran membaca kata cetak bertema tanaman (acuan baca: 'pu-puk' dan 'si-ra-man' dibaca utuh tanpa mengeja) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan lembar bacaan cetak berjudul 'Senangnya Berkebun Sayur' yang memuat 5 kata baru bertema berkebun berhuruf tebal: (1) bibit, (2) sekop, (3) gulma, (4) gembur, (5) panen (5 menit).
- Guru memodelkan cara membaca nyaring kelima kata baru tersebut secara fasih, runtut per suku kata lalu utuh kata: 'bi-bit' -> 'bibit', 'se-kop' -> 'sekop', 'gul-ma' -> 'gulma', 'gem-bur' -> 'gembur', 'pa-nen' -> 'panen' dengan artikulasi jelas tanpa jeda ragu (7 menit).
- Seluruh murid menirukan membaca nyaring kelima kata baru tersebut secara bersama-sama mengikuti aba-aba ketukan guru untuk menjaga kelancaran dan keruntutan membaca (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Secara berpasangan, murid bermain tantangan 'Estafet Baca Lancar': murid bergantian membaca nyaring kelima kata baru dalam teks bacaan cetak kepada temannya secara bergantian, saling menyimak kelancaran tanpa mengeja (10 menit).
- Guru memanggil giliran 6 murid sasaran pengambilan bukti kefasihan membaca pertemuan 7 (Murid 1 s.d. 6) untuk membaca nyaring mandiri 5 kata baru langsung dari teks cetak: (1) bibit, (2) sekop, (3) gulma, (4) gembur, (5) panen; sementara murid lain melanjutkan latihan berpasangan membaca teks cetak dengan runtut (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid mengulas kembali 5 kata baru yang telah dibaca, menanyakan kata mana yang paling mudah dibaca lancar dan kata mana yang sempat membuat ragu saat dibaca nyaring (5 menit).
- Murid menandai dengan lingkaran kecil pada lembar cetak mereka masing-masing pada kata yang sudah berhasil mereka baca secara lancar tanpa terbata-bata (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik umum terhadap kelancaran membaca nyaring murid dan mencatat hasil observasi kefasihan 6 murid (5 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa bersama dan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bantu suku kata terpisah bagi murid yang membutuhkan tahapan fonik sebelum membaca kata utuh.
- Proses: Murid yang membaca sangat cepat diberi tantangan membaca kalimat utuh dalam teks yang memuat kata baru tersebut secara mandiri dan runtut, sedangkan murid yang masih terbata-bata didampingi membaca suku kata per suku kata.
- Produk: Semua murid mendemonstrasikan unjuk kerja membaca nyaring kata baru yang sama, dengan toleransi jeda waktu pemrosesan bagi yang membutuhkan scaffolding.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kelancaran membaca kata cetak dasar: murid melafalkan kata 'pupuk' dan 'siraman' yang ditulis di papan tulis (acuan ketepatan: dibaca langsung utuh 'pupuk' dan 'siraman' tanpa mengeja huruf satu per satu).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja membaca nyaring 5 kata baru dari lembar teks cetak 'Senangnya Berkebun Sayur' untuk 6 murid target: (1) bibit, (2) sekop, (3) gulma, (4) gembur, (5) panen (acuan kefasihan: membaca kata tanpa mengeja, tanpa pengulangan kata, dan tanpa jeda ragu lebih dari 3 detik).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman membaca nyaring cepat: penunjukan cepat 1 kata acak dari 5 kata target (bibit, sekop, gulma, gembur, panen) pada teks cetak untuk dibaca seketika secara runtut dan lancar oleh murid sebelum mengakhiri kelas (acuan: terbaca tepat dan utuh seketika).
Formatif:- Unjuk kerja membaca nyaring 5 kata baru dari teks cetak bertema berkebun menggunakan lembar observasi kefasihan membaca (fokus 6 murid giliran pertemuan 7)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan Membaca Kata Baru | Membaca 0-1 dari 5 kata baru (bibit, sekop, gulma, gembur, panen) secara fasih; masih mengeja huruf demi huruf dengan banyak jeda ragu. | Membaca 2-3 dari 5 kata baru (bibit, sekop, gulma, gembur, panen) secara fasih tanpa mengeja. | Membaca 4 dari 5 kata baru (bibit, sekop, gulma, gembur, panen) secara fasih tanpa mengeja, tanpa pengulangan, dan lancar. | Membaca seluruh 5 kata baru (bibit, sekop, gulma, gembur, panen) secara fasih, lancar, dan runtut secara mandiri tanpa jeda ragu sama sekali. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 15 menit cukup untuk mengambil bukti membaca fasih secara cermat pada 6 murid target?
- Metode scaffolding apa yang paling membantu murid yang masih mengeja kata baru berfonem konsonan ganda seperti 'gulma' dan 'gembur'?
Murid:- Kata baru mana yang paling mudah kamu baca dengan lancar hari ini?
- Apa yang membantumu bisa membaca kata baru tanpa terbata-bata?
Pertemuan 8 — Membaca Kata-Kata Baru dengan Fasih dan Jelas dalam Bacaan Cetak Aktivitas Bermain Bersama (Pengambilan Bukti Membaca Fasih 6 Murid) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan cetak bertema kegiatan yang disukai
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca 6 kata baru dengan fasih dan jelas dari teks cetak bertema bermain bersama (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal dengan memperlihatkan 3 kartu kata uji: (1) 'kompak', (2) 'gembira', (3) 'lincah'. Tiga orang murid perwakilan diminta membaca kata tersebut secara langsung tanpa mengeja untuk memetakan kesiapan membaca fasih (acuan ketepatan membaca: melafalkan kata 'kom-pak', 'gem-bi-ra', 'lin-cah' secara tepat tanpa mengeja per huruf) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati teks cetak berjudul 'Serunya Bermain Engklek Bersama' yang dibagikan guru, yang memuat 6 target kata baru bergaris bawah tebal: (1) strategi, (2) terampil, (3) seimbang, (4) rukun, (5) tangkas, (6) sportif (5 menit).
- Guru memodelkan cara membaca keenam kata baru tersebut dengan fasih, artikulasi jelas, suku kata utuh, dan tanpa jeda mengeja (5 menit).
- Seluruh murid menirukan pelafalan keenam kata baru secara bersama-sama (klasikal) dan bergantian per baris meja untuk mengenali bentuk kata cetak dan kelancaran pelafalannya (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan permainan tantangan berpasangan 'Lompat Kata Fasih': secara bergantian murid menunjuk kartu kata acak dari 6 kata target dan pasangannya membacanya langsung secara cepat dan lancar tanpa mengeja (10 menit).
- Sementara murid lain berlatih mandiri membaca teks berulang kali, guru memanggil 6 murid sasaran giliran Pertemuan 8 satu per satu ke meja guru untuk pengambilan bukti membaca fasih 6 kata baru pada lembar teks bacaan cetak: (1) strategi, (2) terampil, (3) seimbang, (4) rukun, (5) tangkas, (6) sportif (acuan: murid membaca langsung tiap kata tanpa terbata-bata, tanpa mengulang, dan artikulasi fonem jelas) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kemajuan keterbacaan dirinya dengan memberi tanda centang pada kartu kendali kata mandiri untuk kata-kata dari daftar 6 kata yang sudah dapat dibaca dengan lancar tanpa mengeja (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung kepada murid mengenai ketepatan pelafalan suku kata pada kata yang masih sering tersendat, seperti pemenggalan 'stra-te-gi' dan 'se-im-bang' (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan kembali cara membaca kata baru agar fasih, yaitu mengenali keutuhan bentuk kata dan langsung membacanya tanpa mengeja huruf demi huruf (5 menit).
- Guru menutup pembelajaran dengan apresiasi atas kelancaran membaca murid dan mengucap salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks cetak dengan pemenggalan visual warna suku kata pada 6 target kata, sedangkan murid cepat membaca teks pengayaan dengan kalimat yang memuat kombinasi kata baru tersebut.
- Proses: Murid yang belum lancar berlatih melafalkan kata dengan pendampingan langsung guru pada suku kata sulit, sementara murid yang sudah mahir berlatih membaca cepat secara mandiri bersama rekan pasangan.
- Produk: Semua murid tetap dinilai pada kompetensi membaca fasih 6 target kata baru, dengan toleransi jeda persiapan sedikit lebih panjang bagi murid yang masih merangkai suku kata.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik membaca cepat 3 kartu kata uji: (1) kompak, (2) gembira, (3) lincah. Acuan jawaban benar: murid melafalkan ketiga kata dengan benar dan utuh ('kom-pak', 'gem-bi-ra', 'lin-cah') tanpa mengeja huruf per huruf untuk mengetahui kesiapan membaca fasih.
Proses:- Penilaian unjuk kerja pengambilan bukti membaca fasih untuk 6 murid terhadap 6 target kata baru: (1) strategi, (2) terampil, (3) seimbang, (4) rukun, (5) tangkas, (6) sportif. Acuan kelulusan: murid membaca kata secara tepat, tanpa mengeja suku kata terputus-putus, dan tanpa mengulang.
Akhir Pertemuan:- Cek kefasihan akhir mandiri pada kartu kendali: murid membaca ulang secara acak 2 kata yang ditunjuk guru dari daftar 6 kata (acuan: terbaca tepat dan langsung dalam waktu kurang dari 3 detik per kata tanpa terbata-bata).
Formatif:- Unjuk kerja membaca nyaring 6 kata baru secara individual di meja guru menggunakan lembar observasi kefasihan (fokus 6 murid terjadwal)
- Observasi kelancaran dan ketepatan membaca pasangan saat permainan 'Lompat Kata Fasih'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan Membaca Kata Baru (Target: strategi, terampil, seimbang, rukun, tangkas, sportif) | Membaca kurang dari 3 kata baru dengan fasih (masih mengeja huruf per huruf atau terhenti lama pada sebagian besar kata). | Membaca 3 sampai 4 kata baru dengan fasih tanpa mengeja, namun masih terbata-bata atau mengulang pada 2 kata lainnya. | Membaca 5 sampai 6 kata baru dengan fasih dan lancar tanpa mengeja, meski ada sedikit jeda ragu pada 1 kata. | Membaca seluruh 6 kata baru secara fasih, lancar, seketika tanpa mengeja, dan tanpa pengulangan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 15 menit cukup efektif untuk mengambil bukti membaca fasih 6 murid secara mendalam tanpa mengabaikan aktivitas murid lainnya?
- Kata baru mana di antara keenam kata target yang paling sering memicu murid terbata-bata atau mengeja?
Murid:- Kata baru mana dari bacaan tadi yang paling mudah kamu baca dengan lancar?
- Bagian kata mana yang menurutmu masih sulit dibaca langsung tanpa mengeja?
Pertemuan 9 — Menemukan Kalimat Utama Berisi Ide Pokok dalam Paragraf Teks Nonsastra Cetak tentang Pendapat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.3 Menemukan ide pokok dan ide pendukung dalam teks nonsastra berbentuk cetak tentang pendapat
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca teks nonsastra cetak tentang pendapat dan menemukan kalimat utama yang memuat ide pokok paragraf (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan membagikan potongan teks 1 kalimat: 'Membaca buku setiap hari sangat bermanfaat bagi anak.' Murid diminta menentukan topik/inti dari kalimat tersebut (acuan: manfaat membaca buku setiap hari) untuk memetakan kesiapan membaca pemahaman teks (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati teks cetak pendek di papan tulis/lembar panduan: 'Saya berpendapat bahwa sarapan sehat itu penting. Sarapan memberi energi sehingga kita fokus belajar. Oleh karena itu, mari biasakan sarapan setiap pagi.' Guru membimbing murid menyadari bahwa kalimat pertama adalah kalimat utama yang memuat ide pokok (inti pendapat), sedangkan kalimat berikutnya adalah alasan/penjelas (12 menit).
- Murid secara berpasangan membedah satu contoh paragraf cetak kedua: 'Menurut saya, memilah sampah di sekolah sangat perlu dilakukan. Sampah yang dipilah membuat lingkungan kelas tetap bersih. Daur ulang sampah plastik juga menjadi lebih mudah.' Murid menggarisbawahi kalimat utama paragraf tersebut (acuan: 'Menurut saya, memilah sampah di sekolah sangat perlu dilakukan') (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan tantangan detektif kalimat 'Temukan Sang Pemimpin Paragraf' secara mandiri pada Lembar Kerja Detektif yang memuat 2 paragraf nonsastra cetak tentang pendapat: Paragraf 1 ('Bermain di luar ruangan lebih menyehatkan daripada bermain gawai. Udara segar membuat tubuh bugar. Bergerak aktif juga melatih otot anak.') dan Paragraf 2 ('Menurut pendapat saya, membawa bekal air minum ke sekolah sangat baik. Kita terhindar dari rasa haus saat belajar. Kita juga bisa menghemat uang jajan.') (12 menit).
- Murid menandai dan menuliskan kalimat utama serta rumusan ide pokok dari masing-masing paragraf pada kolom LKPD (acuan Paragraf 1: Kalimat utama = 'Bermain di luar ruangan lebih menyehatkan daripada bermain gawai', ide pokok = Bermain di luar ruangan menyehatkan tubuh; acuan Paragraf 2: Kalimat utama = 'Menurut pendapat saya, membawa bekal air minum ke sekolah sangat baik', ide pokok = Manfaat membawa bekal air minum ke sekolah) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil temuannya dengan kunci acuan dan menyadari letak kalimat utama yang merangkum keseluruhan isi gagasan pendapat dalam paragraf (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan cara menemukan kalimat utama berisi ide pokok dalam teks cetak pendapat (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid dan menyampaikan rencana kegiatan pertemuan berikutnya tentang kalimat penjelas (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks dengan kalimat pertama yang dicetak tebal sebagian sebagai panduan awal, sedangkan murid yang mahir diberikan teks dengan kosakata yang lebih kaya.
- Proses: Murid yang masih kesulitan didampingi dengan teknik membaca terbimbing (menemukan kata kunci penanda pendapat seperti 'menurut saya' atau 'berpendapat bahwa'), sedangkan murid yang cepat langsung membaca mandiri.
- Produk: Murid yang memerlukan pendampingan cukup menandai dengan garis bawah pada teks cetak, sedangkan murid yang mandiri menuliskan kembali kalimat utama dan inti ide pokoknya pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Membaca satu kalimat cetak: 'Membaca buku setiap hari sangat bermanfaat bagi anak.' Murid menjawab pertanyaan: 'Apa inti dari kalimat yang kamu baca?' (Acuan jawaban benar: tentang manfaat/kegunaan membaca buku setiap hari).
Proses:- Observasi keterlibatan dan bimbingan saat latihan berpasangan menentukan kalimat utama pada teks 'Memilah sampah di sekolah' (acuan kalimat utama: 'Menurut saya, memilah sampah di sekolah sangat perlu dilakukan').
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri menandai kalimat utama dan ide pokok pada 2 paragraf nonsastra cetak pendapat (acuan: Paragraf 1 = 'Bermain di luar ruangan lebih menyehatkan daripada bermain gawai'; Paragraf 2 = 'Menurut pendapat saya, membawa bekal air minum ke sekolah sangat baik').
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat: Murid membaca 1 paragraf mini: 'Bersepeda ke sekolah adalah pilihan yang baik. Bersepeda mengurangi polusi udara di sekitar sekolah.' Murid menuliskan kalimat utama paragraf tersebut (acuan: 'Bersepeda ke sekolah adalah pilihan yang baik').
Formatif:- Penilaian kinerja tertulis: Menemukan kalimat utama berisi ide pokok pada 2 paragraf nonsastra cetak bertema pendapat menggunakan lembar kerja beracuan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Menemukan Kalimat Utama Berisi Ide Pokok dalam Teks Cetak Pendapat | Belum mampu menemukan kalimat utama pada kedua paragraf latihan (0 dari 2 paragraf tepat sesuai acuan). | Mampu menemukan kalimat utama berisi ide pokok secara tepat pada 1 dari 2 paragraf latihan sesuai acuan. | Mampu menemukan kalimat utama berisi ide pokok secara tepat pada 2 dari 2 paragraf latihan sesuai acuan dengan sedikit arahan. | Mampu menemukan kalimat utama dan merumuskan ide pokok secara tepat pada 2 dari 2 paragraf latihan secara mandiri dan konsisten sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks bacaan pendapat yang dipilih tingkat kesulitannya sudah sesuai untuk murid kelas 3 membaca kalimat utama?
- Bagian mana dari langkah menemukan ide pokok yang masih membingungkan bagi sebagian murid?
Murid:- Apakah kamu dapat menemukan kalimat yang memuat inti pendapat dalam bacaan tadi dengan mudah?
- Langkah apa yang paling membantumu mengenali kalimat utama dalam paragraf?
Pertemuan 10 — Mengidentifikasi Kalimat Penjelas Berisi Ide Pendukung pada Teks Nonsastra Cetak tentang Pilihan Makanan Sehat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.3 Menemukan ide pokok dan ide pendukung dalam teks nonsastra berbentuk cetak tentang pendapat
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, dan memimpin doa pembiasaan (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi kalimat penjelas yang memuat ide pendukung dalam teks bacaan cetak bertema pilihan makanan sehat (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: Murid membaca 2 kalimat di papan tulis: Kalimat A: 'Sayur bayam sangat baik untuk tubuh kita.' dan Kalimat B: 'Bayam mengandung zat besi yang membuat badan kuat dan tidak mudah lelah.' Murid diminta menunjuk mana kalimat yang menjadi penjelas atau alasan pendukungnya (acuan jawaban: Kalimat B adalah penjelas/ide pendukung karena memberi alasan/bukti kandungan zat besi) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati pemaparan konsep bahwa dalam teks pendapat nonsastra, kalimat penjelas berisi ide pendukung berupa alasan, rincian, atau bukti yang memperjelas ide pokok (5 menit).
- Murid membaca bersama contoh paragraf pendek cetak tentang makanan sehat di papan tulis: 'Buah pepaya sangat bermanfaat bagi pencernaan. Pepaya banyak mengandung serat alami. Selain itu, vitamin di dalam pepaya membantu menjaga kesehatan usus.' Guru memodelkan cara menandai 2 kalimat penjelas yang mendukung ide pokok (acuan: Kalimat penjelas 1 = 'Pepaya banyak mengandung serat alami.'; Kalimat penjelas 2 = 'Selain itu, vitamin di dalam pepaya membantu menjaga kesehatan usus.') (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan memainkan permainan tantangan detektif kalimat 'Cari Si Penjelas': Setiap pasangan menerima teks cetak berjudul 'Bekal Sehat Buatan Ibu' yang terdiri atas 4 kalimat: (1) 'Membawa bekal buah potong ke sekolah adalah pilihan yang tepat.'; (2) 'Buah segar memberikan vitamin alami yang menyegarkan tubuh saat siang hari.'; (3) 'Bekal buah juga menghindarkan kita dari kebiasaan jajan sembarangan.'; (4) 'Kandungan air pada buah membantu mencegah rasa haus setelah berolahraga.' Pasangan murid bertugas mengidentifikasi dan mencatat 3 kalimat penjelas berisi ide pendukung dari teks tersebut (acuan jawaban: 3 kalimat penjelas adalah kalimat nomor 2, 3, dan 4) (10 menit).
- Murid secara mandiri membaca teks bacaan cetak kedua pada Lembar Kerja berjudul 'Sarapan Telur Rebus': (1) 'Telur rebus merupakan menu sarapan yang sangat baik.'; (2) 'Kandungan protein tinggi dalam telur membuat perut kenyang lebih lama.'; (3) 'Nutrisi telur membantu otak berkonsentrasi belajar di kelas.'; (4) 'Telur rebus juga diolah secara sehat tanpa minyak berlebih.' Murid menggarisbawahi dan menuliskan 3 kalimat penjelas yang berisi ide pendukung pada lembar kerja (acuan jawaban: kalimat nomor 2, 3, dan 4) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa ketepatan jawabannya bersama teman sebangku dengan mencocokkan ciri kalimat penjelas (berisi alasan, bukti rincian) (5 menit).
- Guru memberikan penguatan dan penegasan cara membedakan kalimat utama berisi ide pokok dan kalimat penjelas berisi ide pendukung dalam teks nonsastra pendapat (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa kalimat penjelas berfungsi memperkuat ide pokok dengan memuat ide pendukung berupa alasan nyata dan rincian (5 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi pembelajaran dan menginformasikan rencana pertemuan berikutnya yaitu menemukan ide pokok dan ide pendukung yang berdampingan dalam satu teks, lalu menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu teks dengan kalimat penjelas yang diberi tanda visual berupa warna latar berbeda untuk murid yang memerlukan bimbingan bertahap.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih mengidentifikasi 2 kalimat penjelas dengan panduan kata kunci ('karena', 'mengandung', 'membantu'), sedangkan murid mahir mengidentifikasi 3 kalimat penjelas dan memilah rincian penjelas yang berupa alasan kesehatan.
- Produk: Murid dapat menunjukkan kalimat penjelas dengan cara mewarnai langsung pada lembar bacaan atau menyalin nomor kalimat beserta isi kalimat penjelasnya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid membaca 2 kalimat di papan tulis: Kalimat A: 'Sayur bayam sangat baik untuk tubuh kita.' dan Kalimat B: 'Bayam mengandung zat besi yang membuat badan kuat dan tidak mudah lelah.' Guru mengecek kesiapan murid membedakan mana kalimat yang menjadi penjelas (acuan: Kalimat B adalah penjelas/alasan pendukung).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan hasil kerja mandiri pada teks 'Sarapan Telur Rebus': Murid menemukan 3 kalimat penjelas berisi ide pendukung (acuan: [1] 'Kandungan protein tinggi dalam telur membuat perut kenyang lebih lama.', [2] 'Nutrisi telur membantu otak berkonsentrasi belajar di kelas.', [3] 'Telur rebus juga diolah secara sehat tanpa minyak berlebih.').
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan singkat di penutup: Murid menyebutkan fungsi kalimat penjelas dalam teks pendapat (acuan: menjelaskan, memberi alasan, rincian, atau membuktikan ide pokok).
Formatif:- Lembar kerja membaca teks cetak: mengidentifikasi 3 kalimat penjelas berisi ide pendukung pada teks bertema pilihan makanan sehat
- Observasi ketepatan mengidentifikasi kalimat penjelas selama aktivitas berpasangan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengidentifikasi Kalimat Penjelas Berisi Ide Pendukung | Belum mampu mengidentifikasi kalimat penjelas berisi ide pendukung pada teks cetak makanan sehat meski dengan bimbingan penuh. | Mampu mengidentifikasi 1 dari 3 kalimat penjelas berisi ide pendukung secara tepat pada teks cetak makanan sehat. | Mampu mengidentifikasi 2 dari 3 kalimat penjelas berisi ide pendukung secara tepat pada teks cetak makanan sehat. | Mampu mengidentifikasi seluruh (3 dari 3) kalimat penjelas berisi ide pendukung secara tepat dan mandiri pada teks cetak makanan sehat (acuan: kalimat 2, 3, dan 4 pada teks target). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks nonsastra cetak bertema makanan sehat yang disediakan cukup jelas sehingga murid mudah membedakan kalimat utama dan kalimat penjelas?
- Bagian mana dari kegiatan mengidentifikasi kalimat penjelas yang masih membutuhkan bimbingan intensif bagi murid?
Murid:- Apa tanda atau kata yang membantumu mengenali bahwa suatu kalimat adalah kalimat penjelas?
- Apakah kamu dapat menemukan kalimat penjelas pada teks tentang makanan sehat tadi dengan mudah?
Pertemuan 11 — Menemukan Ide Pokok dan Ide Pendukung Berdampingan pada Teks Nonsastra Cetak 'Teman yang Baik' — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.3 Menemukan ide pokok dan ide pendukung dalam teks nonsastra berbentuk cetak tentang pendapat
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca teks cetak tentang pendapat berjudul 'Teman yang Baik' lalu menemukan ide pokok dan ide pendukung yang tersusun berdampingan di dalamnya (3 menit).
- Guru melakukan diagnostik singkat dengan memperlihatkan 2 kalimat acak di papan: (1) 'Saya berpendapat buah pisang menyehatkan tubuh.' dan (2) 'Pisang mengandung banyak vitamin dan serat.' Murid diminta menunjuk mana yang merupakan gagasan inti dan mana yang merupakan alasan penjelas (acuan: kalimat 1 adalah ide pokok; kalimat 2 adalah ide pendukung) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mencermati teks cetak berjudul 'Teman yang Baik' di Buku Siswa hlm. 65: 'Menurut saya, teman yang baik adalah teman yang suka menolong. Teman seperti itu dapat membuat kita senang dan merasa aman. Saat kesulitan, dia akan membantu kita tanpa diminta. Itulah sebabnya saya lebih suka berteman dengan yang suka menolong.' (5 menit).
- Guru membimbing analisis posisi kalimat: kalimat pertama sebagai pendapat utama/ide pokok, diikuti kalimat-kalimat kedua dan ketiga sebagai alasan penguat/ide pendukung yang letaknya berdampingan secara langsung (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru mengadakan permainan pasangan kartu 'Detektif Kalimat' secara berpasangan; setiap pasangan menerima 4 strip kalimat dari teks 'Teman yang Baik' lalu menempelkannya berdampingan pada lembar bagan dua kolom: kolom 'Ide Pokok' dan kolom 'Ide Pendukung' (acuan penempatan: Kolom Ide Pokok = 'Menurut saya, teman yang baik adalah teman yang suka menolong'; Kolom Ide Pendukung = (1) 'Teman seperti itu dapat membuat kita senang dan merasa aman', (2) 'Saat kesulitan, dia akan membantu kita tanpa diminta', (3) 'Itulah sebabnya saya lebih suka berteman dengan yang suka menolong') (15 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan lembar latihan membaca teks cetak pendapat kedua berjudul 'Pentingnya Sarapan Pagi' (Teks: 'Menurut saya, sarapan pagi sangat penting untuk anak sekolah. Sarapan memberi energi agar kita semangat belajar. Selain itu, sarapan membuat perut tidak sakit saat menerima pelajaran.') lalu menuliskan 1 kalimat ide pokok dan 2 kalimat ide pendukung pada kolom yang disediakan (acuan: Ide Pokok = 'Menurut saya, sarapan pagi sangat penting untuk anak sekolah.'; Ide Pendukung 1 = 'Sarapan memberi energi agar kita semangat belajar.'; Ide Pendukung 2 = 'Selain itu, sarapan membuat perut tidak sakit saat menerima pelajaran.') (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama teman sebangku saling menukar lembar jawaban untuk memeriksa kecocokan penempatan ide pokok dan ide pendukung berdasarkan kunci di papan tulis (5 menit).
- Guru mengonfirmasi hasil temuan murid dan menegaskan bahwa ide pokok adalah pendapat utamanya, sedangkan ide pendukung adalah alasan yang mendampingi dan memperjelas pendapat tersebut (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menemukan ide pokok dan ide pendukung yang letaknya berdampingan dalam paragraf pendapat (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini, mengingatkan murid untuk selalu gemar membaca, dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks cetak dengan kode warna (kalimat ide pokok diberi garis bawah tebal). Murid berkemampuan cepat diberikan teks cetak tambahan 'Manfaat Berjalan Kaki' tanpa penanda visual.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu langsung oleh guru saat memisahkan strip kalimat, sedangkan murid yang sudah mahir menganalisis teks mandiri.
- Produk: Semua murid menghasilkan pemetaan berdampingan ide pokok dan ide pendukung pada bagan/tabel yang disediakan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pembedaan kalimat gagasan inti vs kalimat penjelas pada 2 kalimat acak: (1) 'Saya berpendapat buah pisang menyehatkan tubuh.' dan (2) 'Pisang mengandung banyak vitamin dan serat.' (acuan jawaban: Kalimat 1 = ide pokok/gagasan inti; Kalimat 2 = ide pendukung/alasan penjelas).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pemetaan 4 strip kalimat teks 'Teman yang Baik' ke dalam bagan dua kolom (acuan: Ide Pokok = 'Menurut saya, teman yang baik adalah teman yang suka menolong'; 3 Ide Pendukung = (1) 'Teman seperti itu dapat membuat kita senang dan merasa aman', (2) 'Saat kesulitan, dia akan membantu kita tanpa diminta', (3) 'Itulah sebabnya saya lebih suka berteman dengan yang suka menolong').
- Pemeriksaan lembar kerja tertulis pemetaan ide pokok dan ide pendukung dari teks 'Pentingnya Sarapan Pagi' (acuan: 1 Ide Pokok = 'Menurut saya, sarapan pagi sangat penting untuk anak sekolah.'; 2 Ide Pendukung = (1) 'Sarapan memberi energi agar kita semangat belajar.', (2) 'Selain itu, sarapan membuat perut tidak sakit saat menerima pelajaran.').
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Murid menyebutkan kalimat mana dalam teks cetak yang berfungsi sebagai ide pokok dan kalimat mana yang mendampinginya sebagai ide pendukung pada teks 'Pentingnya Sarapan Pagi' (acuan: Kalimat 1 adalah ide pokok; Kalimat 2 dan 3 adalah ide pendukung).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja penempelan kartu strip kalimat pada bagan dua kolom 'Detektif Kalimat'
- Penilaian tes tertulis mandiri pemetaan ide pokok dan ide pendukung teks 'Pentingnya Sarapan Pagi'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menemukan ide pokok dalam teks nonsastra cetak | Belum mampu menemukan kalimat ide pokok pada teks nonsastra cetak meskipun dengan bimbingan guru. | Mampu menemukan kalimat ide pokok pada teks nonsastra cetak dengan bantuan dan arahan guru. | Mampu menemukan kalimat ide pokok pada teks nonsastra cetak secara tepat dan mandiri. | Mampu menemukan kalimat ide pokok pada teks nonsastra cetak secara konsisten, tepat, dan cepat tanpa bantuan. | | Menemukan ide pendukung berdampingan dalam teks nonsastra cetak | Belum mampu mengidentifikasi kalimat ide pendukung yang mendampingi ide pokok dalam teks cetak. | Mampu menemukan 1 kalimat ide pendukung yang mendampingi ide pokok dalam teks cetak secara tepat. | Mampu menemukan seluruh kalimat ide pendukung (2-3 kalimat) yang mendampingi ide pokok dalam teks cetak secara tepat. | Mampu memetakan seluruh kalimat ide pendukung berdampingan dengan ide pokok secara lengkap, tepat, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media kartu strip kalimat efektif membantu murid membedakan ide pokok dan ide pendukung?
- Bagian mana dari teks yang paling menantang bagi murid saat memisahkan gagasan utama dengan alasan pendukung?
Murid:- Apakah kamu dapat mengenali perbedaan kalimat pendapat utama (ide pokok) dan kalimat alasan (ide pendukung)?
- Bagaimana perasaanmu saat bermain kartu 'Detektif Kalimat' bersama teman?
Pertemuan 12 — Memetakan Pasangan Ide Pokok dan Ide Pendukung dalam Bacaan Argumentasi Cetak Sederhana — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.3 Menemukan ide pokok dan ide pendukung dalam teks nonsastra berbentuk cetak tentang pendapat
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik cepat dengan memajang dua kalimat cetak di papan tulis: Kalimat A 'Membaca buku setiap hari sangat bermanfaat bagi anak' dan Kalimat B 'Membaca memperluas wawasan dan menambah kosakata baru'. Guru meminta murid menentukan kalimat mana yang merupakan ide pokok dan mana yang merupakan ide pendukung (acuan jawaban: Kalimat A = ide pokok; Kalimat B = ide pendukung) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu memetakan pasangan ide pokok dan ide pendukung dari bacaan argumentasi cetak sederhana ke dalam bagan peta pikiran (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membaca dalam hati teks nonsastra cetak berjudul 'Membawa Bekal Sehat ke Sekolah' pada lembar bacaan masing-masing: 'Membawa bekal dari rumah lebih sehat daripada jajan sembarangan. Makanan buatan ibu terjamin kebersihannya. Bekal sayur dan buah memberikan gizi seimbang bagi tubuh murid.' (5 menit).
- Guru memandu murid membedah struktur bacaan melalui tanya jawab terarah untuk menemukan ide pokok (pendapat inti) dan kalimat penjelas yang menjadi pendukungnya (acuan analisis: Ide Pokok = 'Membawa bekal dari rumah lebih sehat daripada jajan sembarangan'; Pasangan Ide Pendukung 1 = 'Makanan buatan ibu terjamin kebersihannya'; Pasangan Ide Pendukung 2 = 'Bekal sayur dan buah memberikan gizi seimbang bagi tubuh murid') (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Aktivitas Berpasangan berupa teks bacaan argumentasi cetak 2 paragraf berjudul 'Pentingnya Berjalan Kaki ke Sekolah'. Isi teks: Paragraf 1: '(1) Berjalan kaki ke sekolah membuat tubuh tetap bugar. (2) Aktivitas melangkah di pagi hari memperkuat otot kaki. (3) Berjalan kaki juga melancarkan peredaran darah sebelum belajar.' Paragraf 2: '(4) Berjalan kaki membantu mengurangi polusi udara di sekitar sekolah. (5) Asap kendaraan bermotor berkurang saat kita memilih melangkah. (6) Udara di depan gerbang sekolah menjadi lebih segar dan bersih.' (5 menit).
- Dalam aktivitas tantangan 'Detektif Pasangan Ide', murid bekerja secara berpasangan memetakan pasangan ide pokok dan ide pendukung dari kedua paragraf tersebut ke dalam bagan peta pikiran yang tersedia pada LKPD (acuan jawaban: Paragraf 1: Ide Pokok = kalimat 1; Pasangan Ide Pendukung = kalimat 2 dan 3. Paragraf 2: Ide Pokok = kalimat 4; Pasangan Ide Pendukung = kalimat 5 dan 6) (18 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap pasangan murid bertukar lembar kerja dengan pasangan sebelah untuk saling mencocokkan hasil pemetaan ide pokok dan pasangan ide pendukung berdasarkan kunci acuan yang dipajang guru di papan tulis (7 menit).
- Murid bersama guru menyimpulkan bagaimana ciri kalimat yang bertindak sebagai ide pokok (berisi gagasan inti) berpasangan secara padu dengan ide pendukung (berisi rincian/alasan yang memperkuat gagasan tersebut) (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap lembar kerja pemetaan murid serta mengapresiasi ketelitian murid dalam membedakan ide pokok dan pendukung (5 menit).
- Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan salam dan doa penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, teks cetak dilengkapi tanda garis bawah pada awal paragraf untuk memandu fokus pencarian; untuk murid cepat, diberikan teks bacaan tambahan tanpa petunjuk penanda visual.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dengan panduan pertanyaan pancingan 'Mana pendapat utamanya dan mana alasannya?'; murid mahir memetakan secara mandiri bersama pasangannya.
- Produk: Format penyajian pemetaan dapat berupa diagram lingkaran cabang atau tabel pasangan dua kolom sesuai preferensi pasangan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik cepat menentukan ide pokok dan ide pendukung dari 2 kalimat cetak: Kalimat A 'Membaca buku setiap hari sangat bermanfaat bagi anak' dan Kalimat B 'Membaca memperluas wawasan dan menambah kosakata baru' (acuan kunci: Kalimat A = ide pokok; Kalimat B = ide pendukung).
Proses:- Observasi keterlibatan murid saat menganalisis teks 'Pentingnya Berjalan Kaki ke Sekolah' dan ketepatan memasangkan ide pokok dengan ide-ide pendukungnya pada lembar kerja (acuan kunci lengkap: Paragraf 1 -> Ide pokok: kalimat 1, Ide pendukung: kalimat 2 dan 3; Paragraf 2 -> Ide pokok: kalimat 4, Ide pendukung: kalimat 5 dan 6).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (1 soal): Menentukan pasangan ide pendukung dari ide pokok 'Menjaga kebersihan meja kelas membuat belajar lebih nyaman'. Pilihan: (a) Meja yang bersih dan rapi membuat buku tidak kotor serta ruangan enak dipandang; (b) Sepeda yang rusak harus segera diperbaiki di bengkel (acuan kunci: pilihan a).
Formatif:- Penilaian kinerja pengerjaan LKPD bagan pemetaan pasangan ide pokok dan ide pendukung secara berpasangan dengan rubrik kriteria ketepatan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Menemukan Ide Pokok pada Bacaan Cetak | Belum mampu menemukan ide pokok pada paragraf 1 maupun paragraf 2 teks bacaan cetak. | Mampu menemukan ide pokok dengan tepat pada 1 dari 2 paragraf teks bacaan cetak (acuan: menemukan tepat pada paragraf 1 saja atau paragraf 2 saja). | Mampu menemukan ide pokok dengan tepat pada kedua paragraf (2 paragraf) teks bacaan cetak dengan sedikit bimbingan guru (acuan: paragraf 1 = kalimat 1; paragraf 2 = kalimat 4). | Mampu menemukan ide pokok dengan tepat pada kedua paragraf (2 paragraf) teks bacaan cetak secara mandiri dan tepat sesuai acuan (acuan: paragraf 1 = kalimat 1; paragraf 2 = kalimat 4). | | Ketepatan Memetakan Ide Pendukung pada Bacaan Cetak | Belum mampu memasangkan ide pendukung pada ide pokok di kedua paragraf teks bacaan cetak. | Mampu memetakan 1 sampai 2 kalimat ide pendukung secara tepat pada pasangannya dari total 4 kalimat ide pendukung. | Mampu memetakan 3 dari 4 kalimat ide pendukung secara tepat pada pasangan ide pokoknya (acuan target: kalimat 2, 3, 5, atau 6). | Mampu memetakan seluruhnya (4 kalimat ide pendukung: kalimat 2, 3 pada paragraf 1; kalimat 5, 6 pada paragraf 2) secara tepat berpasangan dengan ide pokoknya secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks nonsastra cetak yang dipilih sudah memiliki struktur ide pokok dan ide pendukung yang jelas untuk dipetakan murid?
- Bagian mana dari kegiatan pemetaan berpasangan yang paling efektif membantu murid memahami kaitan ide pokok dan ide pendukung?
Murid:- Apakah kamu dapat membedakan kalimat mana yang menjadi ide pokok dan kalimat mana yang menjadi ide pendukung dalam bacaan tadi?
- Bagian mana yang paling mudah atau paling menantang saat mengisi bagan peta pikiran berpasangan?
Pertemuan 13 — Menyajikan Pendapat Sederhana dengan Pilihan Kata Baku dan Santun Disertai Alasan Pokok — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.4 Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar menyajikan pendapat sederhana menggunakan pilihan kata baku dan santun serta disertai alasan pokok (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 1 pertanyaan pemantik: 'Siapa yang setuju bila waktu istirahat diisi dengan membaca di perpustakaan? Coba kemukakan pendapatmu beserta satu alasannya!' Guru mencatat kesiapan awal murid dalam menyajikan pendapat berformat pendapat dan alasan (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memodelkan cara menyajikan pendapat yang santun dan baku menggunakan pola: 'Menurut saya, ... karena ....' dengan gestur terbuka, volume cukup terdengar, dan intonasi tenang (misalnya: 'Menurut saya, membawa bekal dari rumah sangat baik karena makanan buatan orang tua lebih sehat dan bersih.') (7 menit).
- Murid bersama guru menelaah 3 contoh ungkapan penyampaian pendapat di papan tulis: (1) 'Menurut saya, menyiram tanaman setiap pagi itu baik karena tanaman membutuhkan air agar tidak layu.'; (2) 'Saya setuju berolahraga pagi karena membuat badan terasa segar.'; (3) 'Menurut saya, meminjam buku harus dikembalikan tepat waktu karena teman lain juga ingin membacanya.' Murid mengidentifikasi bagian kalimat pendapat, pilihan kata baku/santun ('menurut saya', 'karena'), serta alasan pokok pendukungnya (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan 'Kartu Pilihan Pendapat': setiap pasangan murid mengambil 1 dari 4 kartu topik situasi yang disediakan guru: Kartu A ('Membaca buku cerita di pojok baca'), Kartu B ('Merapikan mainan setelah digunakan'), Kartu C ('Makan sayur saat makan siang'), Kartu D ('Membantu teman yang menjatuhkan pensil') (10 menit).
- Secara berpasangan, murid bergantian menyajikan pendapatnya terhadap topik kartu yang diperoleh dengan formula baku dan santun disertai satu alasan pokok, dengan memperhatikan sikap tubuh tegak, volume terdengar jelas oleh pasangan, dan intonasi wajar. Guru berkeliling melakukan observasi formatif (15 menit).
- Beberapa perwakilan murid menyajikan pendapatnya di hadapan kelas secara langsung menggunakan topik kartu mereka (kriteria penerimaan: menyatakan sikap persetujuan/pendapat dengan kata santun seperti 'menurut saya'/'saya setuju' dan memuat 1 alasan pokok yang logis dengan kata hubung 'karena') (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan refleksi diri sederhana dengan menunjukkan gestur jempol ke atas bila sudah lancar menyajikan pendapat disertai alasan dengan kata santun, atau jempol ke samping bila masih merasa ragu merangkai alasan pokok (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran bahwa menyajikan pendapat harus menggunakan kata-kata santun dan disertai alasan yang jelas agar orang lain paham (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan atas unjuk kerja berbicara murid hari ini dan menutup kegiatan pembelajaran dengan salam serta doa (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu topik dengan kalimat perancah pemantik bagi murid yang membutuhkan bantuan (misal: 'Menurut saya, [topik] baik/kurang baik karena [...]').
- Proses: Murid yang masih ragu didampingi berpasangan dengan bimbingan langsung guru, sedangkan murid yang sudah mahir diberi tantangan menyajikan pendapat dengan memberikan alasan pendukung yang lebih rinci.
- Produk: Penyajian pendapat berfokus pada kelengkapan formula pendapat dan alasan pokok menggunakan kata baku dan santun secara lisan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: guru memberikan topik 'Membaca buku di perpustakaan saat istirahat' dan meminta 3-4 murid mengemukakan pendapatnya. Kriteria kesiapan: murid mampu menyatakan persetujuan/pendapat langsung disertai kata 'karena' dan alasan logis (acuan respons siap: 'Saya setuju membaca di perpustakaan karena kita bisa menambah ilmu baru').
Proses:- Pengamatan formatif saat latihan berpasangan pada 4 kartu topik: Kartu A ('Membaca buku cerita di pojok baca'), Kartu B ('Merapikan mainan setelah digunakan'), Kartu C ('Makan sayur saat makan siang'), Kartu D ('Membantu teman yang menjatuhkan pensil'). Kriteria ketercapaian: (1) Menyajikan pendapat menggunakan kata baku dan santun ('menurut saya', 'saya berpendapat', 'saya setuju'); (2) Memuat minimal 1 alasan pokok yang relevan dengan topik menggunakan kata penghubung 'karena'; (3) Disajikan dengan sikap tubuh wajar, volume suara jelas, dan intonasi tepat.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir sesi: 2-3 murid acak diminta menyajikan satu kalimat pendapat spontan atas situasi 'Menjaga ketenangan di dalam kelas'. Kriteria penerimaan operasional: murid menyampaikan formula pendapat dengan kata santun dan 1 alasan logis (contoh acuan jawaban yang diterima: 'Menurut saya, menjaga ketenangan di kelas itu penting karena agar teman-teman bisa belajar dengan fokus').
Formatif:- Observasi unjuk kerja berbicara berpasangan menyajikan pendapat sederhana dengan pilihan kata baku, santun, dan alasan pokok menggunakan lembar catatan pengamatan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penyajian Pendapat dan Alasan Pokok | Belum mampu menyajikan pendapat atau hanya menyebutkan kata setuju/tidak setuju tanpa menyertakan alasan pokok. | Menyajikan pendapat sederhana namun alasan pokok belum logis/belum jelas atau belum menggunakan kata penghubung alasan. | Menyajikan pendapat sederhana dengan pilihan kata baku dan santun serta disertai 1 alasan pokok yang logis dan relevan. | Menyajikan pendapat sederhana dengan pilihan kata baku dan santun secara mandiri, runtut, serta disertai lebih dari 1 alasan pokok yang relevan dan meyakinkan. | | Pilihan Kata, Sikap Tubuh, Volume, dan Intonasi | Pilihan kata belum santun, suara sangat pelan/tidak terdengar, intonasi monoton/ragu-ragu, dan sikap tubuh membungkuk/gelisah. | Pilihan kata cukup santun, volume suara cukup terdengar meski intonasi atau sikap tubuh masih tampak ragu-ragu. | Pilihan kata baku dan santun, disampaikan dengan sikap tubuh tegak, volume suara jelas terdengar, serta intonasi yang tepat. | Pilihan kata baku dan sangat santun, disampaikan dengan sikap tubuh tegak percaya diri, volume lantang teratur, serta intonasi yang luwes sesuai konteks. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu kegiatan praktik berpasangan cukup memberikan kesempatan bagi seluruh murid untuk menyajikan pendapatnya?
- Bagian mana dari bimbingan penyampaian alasan pokok yang masih membutuhkan penguatan pada pertemuan berikutnya?
Murid:- Bagian mana yang paling mudah: memilih kata pendapat atau memikirkan alasannya?
- Bagaimana perasaanmu saat menyampaikan pendapat secara langsung kepada teman?
Pertemuan 14 — Menyajikan Pendapat Memilih Kegiatan Ekstrakurikuler Menggunakan Sikap Tubuh Tegak dan Gestur Tepat (Pengambilan Bukti Berbicara 4 Murid) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.4 Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyajikan pendapat memilih kegiatan ekstrakurikuler dengan sikap tubuh tegak dan gestur tangan yang tepat (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal berupa diagnostik peragaan: meminta 2 orang murid secara bergantian maju mempraktikkan sikap tubuh saat berpendapat: (1) posisi berdiri tegak vs membungkuk, (2) pandangan ke arah pendengar vs menunduk ke lantai; lalu guru mencatat kesiapan awal murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendemonstrasikan dua peragaan kontras dalam menyampaikan pendapat memilih ekstrakurikuler: Peragaan A (berdiri tegak, kedua kaki menopang seimbang, tangan terbuka mengarah santun ke teman, pandangan menatap kawan bicara) dan Peragaan B (bersandar lesu di meja, tangan dimasukkan saku, pandangan menunduk ke bawah) (7 menit).
- Murid bersama guru membedah ciri-ciri sikap tubuh tegak (bahu rileks, punggung lurus tidak bersandar) dan gestur tepat (tangan terbuka menjelaskan, tidak memainkan baju/benda, kontak mata tertuju ke pendengar) melalui tanya jawab terbimbing (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru mengadakan permainan tantangan berpasangan 'Cermin Sikap Tegak': setiap murid berhadapan dengan pasangannya, bergantian menyajikan 1 kalimat pendapat memilih ekstrakurikuler (pilihan: Pramuka, Lukis, Tari, atau Futsal) dengan sikap tubuh tegak dan gestur tangan terbuka; pasangan bertugas mengecek apakah tubuh temannya tegak dan gesturnya tepat menggunakan kartu isyarat jempol (15 menit).
- Guru memanggil 4 murid target sesi ini secara bergantian ke depan kelas untuk menyajikan pendapat lengkap memilih ekstrakurikuler (format kalimat: 'Menurut saya, kegiatan ekstrakurikuler [nama pilihan] sangat bermanfaat karena [alasan]'), sementara guru mengambil bukti penilaian berbicara berfokus pada sikap tubuh tegak dan ketepatan gestur menggunakan lembar observasi; murid lain menyajikan pendapat dalam kelompok kecil beranggotakan 3-4 anak secara serempak (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama bimbingan guru merefleksikan pengalaman berbicara: mengevaluasi apa yang dirasakan tubuh saat berdiri tegak dibanding bersandar, serta menyadari pengaruh kontak mata dan gestur tangan terhadap kejelasan pendapat yang disampaikan (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap performa penyajian pendapat, mengapresiasi kemajuan sikap tubuh dan gestur seluruh murid khususnya 4 murid yang dinilai (3 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menyampaikan pendapat yang meyakinkan harus didukung oleh punggung tegak, pandangan tertuju pada kawan bicara, serta gestur tangan yang wajar, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan visual berisi gambar postur tubuh tegak dan contoh pilihan ekstrakurikuler berpiktogram bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Bagi murid yang masih cemas atau bersandar, guru memberikan scaffolding berupa berdiri sejajar di sampingnya atau memegang penanda garis lantai; bagi murid yang mahir, diberikan tantangan menyampaikan pendapat dengan 2 alasan terpadu secara mandiri.
- Produk: Penyampaian pendapat lisan berfokus utama pada ketegakan sikap tubuh dan ketepatan gestur, baik dengan kalimat panduan terstruktur maupun elaborasi bebas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik peragaan sikap tubuh: Guru meminta murid memperagakan sikap tubuh saat menyampaikan pendapat di depan kelas (kriteria penerimaan: murid mampu berdiri dengan kedua kaki seimbang, punggung lurus tidak membungkuk, dan mata mengarah ke depan/pendengar, bukan menunduk ke lantai).
Proses:- Formatif unjuk kerja lisan: Guru mengamati dan mencatat 4 murid target saat menyajikan pendapat memilih ekstrakurikuler di depan kelas berdasarkan 2 kriteria: (1) Sikap tubuh: berdiri tegak lurus, bahu rileks, tidak bersandar pada meja/dinding, (2) Gestur: gerakan tangan wajar dan santun mendukung penyampaian pesan, kontak mata konsisten ke arah pendengar (acuan format kalimat: 'Menurut saya, kegiatan ekstrakurikuler [Pramuka/Lukis/Tari/Futsal] sangat bermanfaat karena [alasan logis]').
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan refleksi cepat: Guru meminta seluruh murid memperagakan secara serentak sikap berdiri tegak siap bicara selama 10 detik dan menunjukkan gestur tangan terbuka santun saat mengucap 'Menurut saya' (acuan: seluruh tubuh tegak seimbang, dagu terangkat wajar, tangan rileks di depan dada mengarah keluar, tidak memegang saku/baju).
Formatif:- Observasi unjuk kerja berbicara pengambilan bukti 4 murid: penyajian pendapat memilih ekstrakurikuler dengan fokus sikap tubuh tegak dan gestur tepat
- Penilaian teman sejawat melalui permainan tantangan berpasangan 'Cermin Sikap Tegak'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Sikap Tubuh Tegak | Berdiri membungkuk, gelisah, atau bertumpu/bersandar pada dinding/meja sepanjang penyajian pendapat. | Berdiri tegak hanya di awal penyajian, lalu membungkuk atau bersandar saat mulai berbicara. | Berdiri tegak dengan posisi punggung lurus dan kedua kaki seimbang secara konsisten selama menyajikan pendapat. | Berdiri tegak secara stabil, percaya diri, dan rileks tanpa kekakuan atau sandaran sepanjang menyajikan pendapat. | | Ketepatan Gestur | Gestur tidak muncul, tangan kaku dimasukkan ke saku, memainkan baju/benda, atau pandangan menunduk penuh ke lantai. | Menunjukkan kontak mata sesekali, namun gerakan tangan masih kaku atau belum mendukung kata-kata yang diucapkan. | Menunjukkan kontak mata ke pendengar dan gestur tangan terbuka yang tepat mendukung penyampaian kalimat pendapat. | Menunjukkan kontak mata menyeluruh kepada pendengar dan variasi gestur tubuh/tangan yang sangat luwes dan santun memperkuat isi pendapat. | | Penyajian Pendapat Memilih Ekstrakurikuler | Belum mampu menyajikan nama ekstrakurikuler pilihan maupun alasannya secara mandiri. | Menyajikan pilihan ekstrakurikuler tetapi belum disertai alasan pemilihan. | Menyajikan pilihan ekstrakurikuler secara lengkap disertai satu alasan pendukung yang jelas. | Menyajikan pilihan ekstrakurikuler secara lengkap disertai lebih dari satu alasan pendukung yang relevan dan terstruktur. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 15 menit untuk pengambilan bukti berbicara 4 murid target dan kerja kelompok serempak terlaksana efektif?
- Bagaimana respons murid terhadap permainan berpasangan 'Cermin Sikap Tegak' dalam membantu mereka menyadari postur tubuhnya?
Murid:- Bagian mana yang paling mudah: merumuskan pilihan ekstrakurikuler atau menjaga badan tetap tegak saat berbicara?
- Apakah tangan dan mataku sudah mengarah ke teman-teman dengan baik saat aku berpendapat?
Pertemuan 15 — Menyajikan Pendapat Persetujuan dengan Pengaturan Volume Suara Lantang dan Jelas (Pengambilan Bukti Berbicara 4 Murid) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.4 Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memandu doa singkat bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: belajar menyajikan kalimat pendapat persetujuan dengan pengaturan volume suara yang lantang dan jelas sesuai konteks ruang kelas (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid membedakan tingkat volume suara: guru mencontohkan dua gaya pengucapan kalimat 'Saya setuju dengan usulmu' (gaya 1: suara berbisik sangat lirih; gaya 2: suara lantang, mantap, dan terdengar seisi kelas) lalu murid diminta menentukan mana volume yang tepat untuk menyampaikan pendapat di depan kelas (acuan jawaban tepat: gaya 2, karena lantang dan jelas sehingga terdengar seluruh kelas tanpa berteriak kasar) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memberikan pemodelan cara menyajikan pendapat persetujuan dengan struktur kalimat persetujuan ('Saya setuju dengan gagasan... karena...') serta mendemonstrasikan pengaturan volume suara lantang dan jelas dengan sikap tubuh menghadap pendengar (5 menit).
- Guru memodelkan 2 contoh situasi penyampaian persetujuan menggunakan kartu topik: (1) 'Merapikan rak buku kelas bersama setiap Jumat' -> 'Saya sangat setuju dengan kegiatan itu karena kelas kita menjadi rapi dan nyaman', (2) 'Mengadakan lomba kebersihan antarmeja belajar' -> 'Saya sepakat dengan rencana lomba kebersihan karena melatih kita menjaga kerapian' (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan 4 pilihan topik pernyataan persetujuan berikut kepada murid: (1) 'Menyiram tanaman pot di teras kelas setiap pagi', (2) 'Menyimpan sepatu di rak sepatu sebelum masuk kelas', (3) 'Membaca buku cerita selama sepuluh menit sebelum bel istirahat berbunyi', (4) 'Mengembalikan bola ke keranjang olahraga setelah bermain'. Seluruh murid berlatih berpasangan saling memperdengarkan pendapat persetujuan menggunakan volume lantang dan jelas (10 menit).
- Guru menyelenggarakan tantangan menggembirakan 'Suara Lantang Sang Juara', di mana murid berdiri berhadapan dalam jarak 3 meter untuk menyajikan kalimat persetujuan secara bergantian agar mitra bicaranya dapat mendengar kata-kata persetujuan dengan jelas tanpa berteriak (10 menit).
- Guru memanggil secara terarah 4 murid fokus pengambilan bukti berbicara (Murid A, Murid B, Murid C, dan Murid D) secara bergiliran ke depan kelas untuk menyajikan pendapat persetujuan memilih salah satu topik di atas dengan pengaturan volume suara lantang, artikulasi jelas, dan pilihan kata santun, sementara murid lain menyimak (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan bagaimana rasanya menyajikan pendapat persetujuan dengan volume lantang: apakah suaranya cukup sampai ke barisan bangku paling belakang dan apakah kata-kata yang diucapkan terdengar jernih (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan bahwa menyajikan pendapat persetujuan memerlukan volume suara yang diatur lantang dan jelas agar gagasan persetujuan kita dipahami pendengar dengan baik (5 menit).
- Guru memberikan penguatan apresiasi atas keberanian 4 murid yang telah unjuk kerja berbicara serta partisipasi aktif seluruh murid dalam tantangan bersuara lantang, lalu menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu pilihan topik bergambar bagi murid yang memerlukan bantuan visual dan kartu topik teks sederhana bagi murid yang siap langsung berbicara mandiri.
- Proses: Bagi murid yang masih bersuara lirih, guru memandu dengan berdiri di baris belakang memberi isyarat tangan penanda keterdengaran; bagi murid yang sudah percaya diri, diberikan tantangan menyampaikan pendapat persetujuan dengan 2 alasan pendukung secara runtut.
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti kinerja lisan menyajikan kalimat persetujuan, dengan rentang kompleksitas dari 1 alasan sederhana hingga 2 alasan lengkap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Uji kesiapan pendengaran dan persepsi volume: Guru memperdengarkan 2 volume suara pengucapan kalimat 'Saya setuju dengan usulmu' (volume 1 = berbisik sangat pelan di balik meja; volume 2 = lantang, jelas, menjangkau seluruh ruang kelas). Murid memilih volume yang tepat untuk menyampaikan pendapat persetujuan di ruang kelas (acuan jawaban: volume 2, karena terdengar jelas oleh seluruh peserta kelas tanpa menimbulkan distorsi atau teriakan).
Proses:- Observasi unjuk kerja lisan 4 murid target (Murid A, Murid B, Murid C, Murid D) saat menyajikan pendapat persetujuan di depan kelas terhadap salah satu dari 4 topik: (1) Menyiram tanaman pot, (2) Menyimpan sepatu di rak, (3) Membaca buku 10 menit, (4) Mengembalikan bola. Kriteria ketercapaian: mengucapkan frasa persetujuan baku ('Saya setuju...', 'Saya sependapat...'), volume suara terdengar jelas hingga deretan bangku paling belakang, dan lafal kata terucap jernih tanpa gumaman.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan singkat di akhir sesi: Guru menunjuk 2 murid secara acak untuk mengulang kembali rumus kalimat persetujuan yang baik beserta sikap volume suara yang benar (acuan jawaban: menyebutkan kata 'setuju/sepakat/sependapat' disertai alasan jelas dengan volume lantang yang terdengar seisi kelas).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja berbicara individu (fokus pengambilan bukti 4 murid) menggunakan lembar observasi volume lantang dan kejelasan ucapan.
- Cek saling dengar berpasangan dalam tantangan jarak 3 meter.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengaturan Volume Suara Pendapat Persetujuan | Menyajikan pendapat persetujuan dengan suara sangat pelan/berbisik sehingga tidak terdengar oleh teman di luar radius 1 meter. | Menyajikan pendapat persetujuan dengan volume yang cukup terdengar di barisan depan namun belum menjangkau bagian belakang kelas. | Menyajikan pendapat persetujuan dengan volume suara lantang, jelas, dan menjangkau seluruh ruangan kelas secara mandiri. | Menyajikan pendapat persetujuan dengan volume suara lantang dan jelas secara konsisten serta intonasi yang mantap dan tegas tanpa berteriak. | | Pilihan Kata Persetujuan | Belum menggunakan kata penanda persetujuan, hanya mengangguk atau mengucapkan kata tidak lengkap. | Menggunakan kata persetujuan sederhana ('iya' atau 'setuju') tetapi belum menyertakan alasan penjelas. | Menggunakan frasa persetujuan santun ('Saya setuju...', 'Saya sependapat...') disertai satu alasan pokok yang logis. | Menggunakan variasi kosakata persetujuan santun secara runtut disertai alasan penjelas yang utuh dan meyakinkan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah strategi tantangan jarak 3 meter efektif memotivasi murid mengatur volume suara agar lantang dan jelas?
- Bagaimana capaian 4 murid fokus pada pengambilan bukti unjuk kerja berbicara hari ini?
Murid:- Apakah teman di seberang dapat mendengar suara pendapat persetujuanmu dengan jelas?
- Bagian mana yang terasa menantang saat berbicara lantang di depan teman-teman sekelas?
Pertemuan 16 — Menyajikan Pendapat Penolakan Sopan Menggunakan Intonasi yang Tepat Sesuai Konteks Diskusi (Pengambilan Bukti Berbicara 3 Murid) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.4 Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memimpin doa singkat (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melatih cara menyajikan penolakan pendapat atau ajakan secara sopan dengan intonasi yang pas, sikap tubuh tegak santun, dan volume yang jelas (2 menit).
- Asesmen Awal: Guru memberikan 2 kalimat contoh penolakan di papan tulis: Kalimat A: 'Gak mau ah, ide kamu jelek banget!' dan Kalimat B: 'Maaf, saya kurang setuju karena buku kita sedang basah.' Guru meminta murid mengidentifikasi kalimat mana yang merupakan penolakan sopan (acuan: Kalimat B benar karena menggunakan kata maaf dan intonasi yang ramah tanpa merendahkan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memodelkan 2 gaya penyampaian penolakan terhadap topik usul bermain bola saat hujan deras: Gaya 1 (membentak, mata melotot, tangan berkacak pinggang: 'Gak mau! Pokoknya gak!') dan Gaya 2 (badan tegak sedikit membungkuk hormat, telapak tangan terbuka di dada, intonasi tenang menurun di akhir kalimat, volume pas: 'Maaf, saya kurang setuju bermain bola sekarang karena hujan sangat lebat dan berbahaya') (5 menit).
- Murid bersama guru membedah unsur penyajian penolakan sopan berdasarkan model Gaya 2: kata santun pembuka ('Maaf, ...', 'Saya kurang sependapat ...'), sikap tubuh tegak santun, gestur telapak tangan terbuka, volume suara cukup terdengar seisi kelompok tanpa berteriak, dan intonasi yang tenang/rendah (tidak membentak) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Permainan Bahasa 'Tolak Cantik': Guru membagikan lembar berisi 3 situasi diskusi kepada seluruh murid: Situasi 1: Usul mewarnai poster dinding kelas dengan cat minyak hitam; Situasi 2: Usul membeli jajanan di pinggir jalan raya tanpa izin guru; Situasi 3: Usul merobek kertas tugas teman yang salah tulis. Murid berlatih merancang kalimat penolakan sopan untuk situasi tersebut (10 menit).
- Murid berpasangan saling melatih penyampaian penolakan sopan bergantian untuk salah satu situasi, memeriksa apakah intonasinya sudah tenang (tidak membentak) dan sikap tubuhnya santun (10 menit).
- Pengambilan Bukti Berbicara (3 Murid Target: Murid 1, Murid 2, Murid 3): Tiga murid target maju satu per satu menyajikan penolakan sopan terhadap situasi diskusi yang dipilih secara mandiri di hadapan guru menggunakan intonasi tepat, volume terdengar jelas, dan sikap tubuh tegak santun, sementara murid lain menyajikan di meja masing-masing bersama pasangannya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memberikan umpan balik langsung kepada 3 murid yang dinilai serta apresiasi kepada seluruh kelas atas latihan intonasi dan sikap tubuh yang santun (5 menit).
- Murid merefleksikan perasaan mereka saat menolak dengan sopan: apakah lebih menenangkan dibanding menolak secara kasar (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan bahwa menyampaikan penolakan yang baik harus menjaga perasaan teman dengan kata maaf, intonasi tenang, volume sedang, dan sikap tubuh sopan (3 menit).
- Guru menyampaikan gambaran kegiatan pada pertemuan berikutnya (menceritakan kembali urutan teks cerita) dan menutup pembelajaran dengan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan frasa penolakan ('Maaf, menurut saya... karena...'), sedangkan murid mahir langsung merespons situasi tanpa kartu panduan.
- Proses: Pada latihan berpasangan, murid yang masih ragu intonasinya mendapatkan contoh peragaan ulang dari guru sebelum praktik.
- Produk: Variasi pilihan situasi diskusi (Situasi 1, 2, atau 3) yang dipakai murid untuk unjuk kerja lisan penolakan sopan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Identifikasi lisan perbandingan 2 kalimat penolakan (Kalimat A: 'Gak mau ah, ide kamu jelek banget!' vs Kalimat B: 'Maaf, saya kurang setuju karena buku kita sedang basah.'). Acuan penerimaan: Murid memilih Kalimat B dengan alasan ada kata 'maaf', tidak merendahkan, dan intonasi tenang.
Proses:- Pengamatan performa lisan menyajikan pendapat penolakan sopan untuk 3 situasi (Situasi 1: usul cat hitam; Situasi 2: usul jajan di jalan raya; Situasi 3: usul merobek kertas tugas). Kriteria penerimaan operasional: Menggunakan kata santun pembuka ('maaf'/'kurang setuju'), intonasi datar/tenang tanpa membentak, volume suara jelas terdengar, serta sikap tubuh tegak dengan gestur sopan (tangan terbuka/tidak menunjuk-nunjuk).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir: Menyebutkan 2 ciri cara menolak usul teman yang sopan saat berdiskusi (acuan jawaban: 1. Memakai kata maaf/permisi; 2. Intonasi suara tidak membentak/tenang; 3. Sikap tubuh tidak berkacak pinggang/menunjuk lawan bicara).
Formatif:- Unjuk kerja lisan penyajian pendapat penolakan sopan (fokus pengambilan bukti 3 murid dengan lembar amatan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penyajian Pendapat Penolakan (Pilihan Kata dan Sikap Tubuh/Gestur) | Menyajikan penolakan dengan kata-kata kasar/ketus dan sikap tubuh membungkuk lunglai atau berkacak pinggang menantang. | Menyajikan penolakan dengan pilihan kata santun namun masih memerlukan bimbingan guru dalam mengatur sikap tubuh dan gestur yang sesuai. | Menyajikan penolakan secara mandiri dengan pilihan kata santun (menggunakan kata maaf/kurang setuju) serta sikap tubuh tegak dan gestur sopan. | Menyajikan penolakan secara mandiri dan sangat konsisten dengan pilihan kata santun yang bervariasi serta sikap tubuh dan gestur terbuka yang sangat tenang dan bersahabat. | | Pengaturan Volume dan Intonasi Suara Sesuai Konteks Diskusi | Menyajikan penolakan dengan intonasi membentak/tinggi melengking atau volume berbisik tidak terdengar. | Menyajikan penolakan dengan volume yang cukup terdengar tetapi intonasi masih terkesan kaku atau meninggi saat menolak. | Menyajikan penolakan dengan volume yang pas/jelas terdengar dan intonasi yang tenang/terkontrol sesuai konteks diskusi santun. | Menyajikan penolakan secara luwes dengan pengaturan intonasi yang sangat tenang, runtut, dan volume suara yang stabil serta jelas sesuai konteks ruang kelas. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 15 menit cukup efektif untuk mengambil bukti performa berbicara mendalam bagi 3 murid target tanpa mengabaikan keterlibatan murid lainnya?
- Apakah pemodelan dua gaya penolakan berhasil membuat murid memahami pentingnya intonasi dan sikap tubuh?
Murid:- Bagaimana perasaanmu ketika harus menolak usul teman menggunakan kata-kata yang sopan?
- Apakah kamu sudah bisa menahan diri agar tidak memakai nada bicara tinggi saat tidak setuju dengan pendapat teman?
Pertemuan 17 — Menceritakan Kembali Urutan Kejadian Pokok dari Teks Cerita Bertema Kegemaran — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.5 Menceritakan kembali isi dan/atau informasi dari berbagai tipe teks yang dibaca
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca teks cerita bertema kegemaran lalu menceritakan kembali urutan kejadian pokoknya secara runtut (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: guru menampilkan 3 kartu kejadian acak di papan tulis [(A) Diko menaiki sepedanya di taman, (B) Diko memompa ban sepedanya yang kempis, (C) Diko pulang ke rumah dengan gembira] lalu meminta murid menentukan urutan logis cerita tersebut (acuan urutan benar: B - A - C) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membaca dalam hati teks cerita bertema kegemaran berjudul 'Pensil Warna Baru Zara' pada lembar bacaan masing-masing: (Teks: 'Zara sangat gemar menggambar bunga. Suatu hari, pensil warna merah muda miliknya patah saat asyik mewarnai. Zara merasa sedih karena gambarnya belum selesai. Kakak Zara datang membawakan rautan pensil dan membantu merautnya. Akhirnya, Zara bisa menyelesaikan gambar bunganya dengan rapi.') (7 menit).
- Guru memandu murid membedah 3 urutan kejadian pokok dari teks yang dibaca: Kejadian Awal (kegemaran Zara dan pensil warnanya yang patah), Kejadian Tengah (kesedihan Zara dan bantuan kakak meraut pensil), dan Kejadian Akhir (Zara berhasil menyelesaikan gambarnya) (8 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid secara berpasangan melakukan permainan 'Estafet Alur': murid bergantian menceritakan kembali urutan 3 kejadian pokok teks 'Pensil Warna Baru Zara' kepada teman sebangkunya menggunakan panduan kata sambung alur (Awalnya..., Lalu..., Akhirnya...) (12 menit).
- Setiap murid secara mandiri mendapatkan teks cerita baru berjudul 'Koleksi Perangko Bimo': (Teks: 'Bimo gemar mengoleksi perangko kuno dari surat-surat lama kakek. Suatu sore, salah satu perangko langkanya terjatuh dan terselip di bawah lemari. Bimo panik dan mencari perangko itu bersama adiknya menggunakan senter kecil. Mereka berhasil menemukan perangko tersebut dalam keadaan bersih. Bimo kembali menyimpan perangkonya ke dalam album khusus.') (10 menit).
- Guru memanggil murid secara bergiliran untuk menceritakan kembali isi teks 'Koleksi Perangko Bimo' secara lisan sesuai 3 kejadian pokok: (1) Awal: Bimo gemar mengoleksi perangko kuno kakek, (2) Tengah: Salah satu perangko langka terselip di bawah lemari dan dicari bersama adik dengan senter, (3) Akhir: Perangko berhasil ditemukan dan disimpan rapi ke dalam album (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid memeriksa kembali kelengkapan penceritaan mereka dengan bertanya: 'Apakah ada kejadian penting yang terlewat saat tadi bercerita?' (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menceritakan kembali isi cerita yang dibaca harus memuat kejadian pokok secara runtut dari awal, tengah, hingga akhir (4 menit).
- Guru memberikan umpan balik apresiatif atas keberanian murid menceritakan kembali isi bacaan secara runtut serta menutup pembelajaran dengan doa (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks cerita 'Koleksi Perangko Bimo' dengan penomoran visual paragraf alur kejadian untuk murid yang membutuhkan bimbingan bertahap.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan kartu bantuan kata penghubung alur (Awalnya, Kemudian, Akhirnya); bagi murid yang sudah mahir, menceritakan kembali secara mandiri tanpa kartu bantuan.
- Produk: Semua murid menceritakan kembali 3 kejadian pokok secara lisan, dengan perbedaan pada tingkat kemandirian dan keruntutan penjelasan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan mengurutkan kejadian: Guru menyajikan 3 kejadian acak cerita Diko [(A) Diko menaiki sepedanya di taman, (B) Diko memompa ban sepedanya yang kempis, (C) Diko pulang ke rumah dengan gembira]. Murid diminta mengurutkan kronologinya (acuan urutan tepat: B - A - C).
Proses:- Observasi formatif saat latihan berpasangan 'Estafet Alur': Memeriksa apakah murid memuat 3 kejadian pokok teks 'Pensil Warna Baru Zara' (kejadian awal: kegemaran dan pensil patah; tengah: kakak membantu meraut; akhir: gambar selesai).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan: Murid menceritakan kembali isi teks 'Koleksi Perangko Bimo' secara mandiri. Kriteria tercapai bila memuat 3 pokok informasi: (1) Kejadian awal: Bimo gemar mengoleksi perangko kakek, (2) Kejadian tengah: Perangko terselip di bawah lemari dan dicari menggunakan senter, (3) Kejadian akhir: Perangko ditemukan lalu disimpan ke album.
Formatif:- Penilaian unjuk kerja lisan menceritakan kembali 3 urutan kejadian pokok (awal, tengah, akhir) dari teks bacaan 'Koleksi Perangko Bimo'.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan dan Keruntutan Urutan Kejadian Pokok | Menceritakan kembali hanya 1 kejadian pokok dan alur melompat atau tidak runtut. | Menceritakan kembali 2 dari 3 kejadian pokok teks dengan bimbingan atau pertanyaan pemandu guru. | Menceritakan kembali ketiga kejadian pokok (awal: perangko kakek; tengah: perangko terselip dan dicari; akhir: perangko ditemukan dan disimpan) secara runtut secara mandiri. | Menceritakan kembali ketiga kejadian pokok secara lengkap, sangat runtut dari awal hingga akhir, serta mampu merincikan informasi penjelas kejadian secara mandiri dan utuh. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks bacaan yang disiapkan memiliki alur kejadian pokok yang cukup jelas dan mudah dipetakan oleh murid kelas 3?
- Bagaimana keterlibatan murid saat saling mendengarkan dan menceritakan kembali alur cerita bersama teman pasangan?
Murid:- Apakah kamu merasa mudah menceritakan kembali cerita setelah membaca bagian awal, tengah, dan akhirnya?
- Bagian cerita mana dari Bimo yang paling mudah kamu ingat dan ceritakan?
Pertemuan 18 — Menceritakan Kembali Isi Informasi Utama dari Teks Bacaan 'Pentingnya Pertemanan' secara Berurutan (Pengambilan Bukti Berbicara 4 Murid) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.5 Menceritakan kembali isi dan/atau informasi dari berbagai tipe teks yang dibaca
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan kembali isi informasi utama dari teks bacaan 'Pentingnya Pertemanan' secara berurutan (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal lisan dengan meminta murid mengurutkan 3 penggalan acak alur informasi: (1) Teman menghibur saat sedih dan membantu saat sulit, (2) Memiliki teman yang baik sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, (3) Kita harus saling menghormati dan bersikap baik kepada teman (acuan urutan benar: 2 - 1 - 3) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid membaca teks nonsastra 'Pentingnya Pertemanan' secara mandiri di buku masing-masing: 'Memiliki teman yang baik sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Teman yang baik akan menemani kita bermain dan belajar bersama. Saat kita sedih, teman yang baik akan menghibur kita. Saat kita mengalami kesulitan, teman akan membantu kita. Kita tidak akan merasa kesepian ketika memiliki teman yang baik. Oleh karena itu, kita harus saling menghormati dan selalu bersikap baik kepada teman.' (8 menit).
- Guru memandu murid membedah 3 bagian informasi utama teks berdasarkan urutannya: Bagian 1 (Awal): Pentingnya memiliki teman baik dalam kehidupan sehari-hari; Bagian 2 (Tengah): Manfaat teman baik (menemani bermain dan belajar, menghibur saat sedih, membantu saat kesulitan, mencegah kesepian); Bagian 3 (Akhir): Ajakan saling menghormati dan selalu bersikap baik kepada teman (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Permainan Estafet Tiga Kartu: Secara berpasangan, murid bergantian menyusun 3 kartu informasi utama dan berlatih menceritakan kembali teks 'Pentingnya Pertemanan' secara runtut kepada pasangannya menggunakan kalimat sendiri (12 menit).
- Guru memanggil 4 murid target (sesuai agenda jadwal ATP pengambilan bukti unjuk kerja berbicara 4 murid) secara bergiliran untuk menceritakan kembali isi informasi utama dari teks 'Pentingnya Pertemanan' secara berurutan, sementara murid lain menyimak atau melanjutkan latihan menceritakan kembali secara bergiliran dengan pasangannya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan proses menceritakan kembali: apa yang memudahkan kita menyampaikan isi informasi secara urut tanpa ada bagian utama yang tertinggal (5 menit).
- Murid menandai pada lembar refleksi diri apakah mereka sudah berhasil menceritakan bagian awal, tengah, dan akhir teks secara berurutan (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap penampilan berbicara murid dan mengingatkan kembali manfaat merangkai alur awal, tengah, dan akhir dalam menceritakan isi informasi (5 menit).
- Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan salam dan doa penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu panduan alur 3 kata kunci urutan (Awal: Pentingnya teman -> Tengah: Manfaat saling tolong -> Akhir: Saling menghormati); murid mahir menceritakan langsung dari pemahaman teks tanpa kartu bantu.
- Proses: Pada tahap latihan berpasangan, murid yang lancar menceritakan kembali terlebih dahulu sebagai model bagi temannya, lalu bergantian.
- Produk: Semua murid menceritakan kembali secara lisan; murid yang memerlukan bimbingan menceritakan dengan menghubungkan 3 ide pokok utama teks secara berurutan, sedangkan murid mahir menceritakan dengan menyertakan rincian lengkap tiap bagian.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Murid diminta menyusun urutan yang logis dari 3 pernyataan acak teks: (1) Teman menghibur saat sedih dan membantu saat sulit, (2) Memiliki teman yang baik sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, (3) Kita harus saling menghormati dan bersikap baik kepada teman. (Kunci jawaban acuan: Urutan benar adalah 2 - 1 - 3).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja menceritakan kembali isi informasi teks 'Pentingnya Pertemanan' untuk 4 murid target dengan indikator: menceritakan 3 informasi utama teks secara runtut (awal: pentingnya teman; tengah: manfaat teman membantu/menghibur; akhir: ajakan saling menghormati dan bersikap baik).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan singkat penutup: Murid menyebutkan 3 bagian urutan informasi utama yang harus ada saat menceritakan teks 'Pentingnya Pertemanan'. (Acuan jawaban: Awal = teman itu penting; Tengah = manfaat teman menemani/menolong/menghibur; Akhir = sikap saling menghormati dan berbuat baik).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan pengurutan potongan informasi teks
- Unjuk kerja menceritakan kembali isi informasi utama secara berurutan (fokus pengambilan bukti 4 murid dengan lembar amatan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan dan Keruntutan Isi Informasi Utama yang Diceritakan Kembali | Menceritakan kembali kurang dari 2 bagian informasi utama atau alur informasi melompat-lompat dan terbolak-balik tanpa bantuan guru. | Menceritakan kembali 2 bagian informasi utama secara berurutan (misal: hanya bagian awal dan tengah) dengan sedikit bimbingan pengingat alur. | Menceritakan kembali seluruh (3) bagian informasi utama (awal: pentingnya teman; tengah: fungsi/manfaat teman membantu dan menghibur; akhir: ajakan saling menghormati) secara berurutan dari awal hingga akhir secara mandiri. | Menceritakan kembali seluruh (3) bagian informasi utama secara berurutan secara mandiri serta dilengkapi seluruh rincian pendukung isi teks secara tepat tanpa ada informasi yang tertukar. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu giliran berbicara untuk 4 murid target mencukupi dan berjalan tertib?
- Bagian isi informasi teks mana yang paling sering terlewatkan saat murid menceritakan kembali?
Murid:- Bagian mana dari cerita 'Pentingnya Pertemanan' yang paling mudah kamu ingat dan ceritakan kembali?
- Apakah kamu terbantu dengan membagi cerita menjadi bagian awal, tengah, dan akhir?
Pertemuan 19 — Menceritakan Kembali Pokok Informasi dari Teks Bacaan 'Animasi Karya Anak Bangsa' (Pengambilan Bukti Berbicara 4 Murid) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.5 Menceritakan kembali isi dan/atau informasi dari berbagai tipe teks yang dibaca
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan menanyakan kesiapan murid untuk membaca teks bacaan baru (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan meminta murid menyebutkan 2 hal pokok dari kalimat pendek yang dibaca bersama di papan tulis: 'Film Jumbo adalah animasi buatan anak bangsa yang menceritakan petualangan Don' (acuan jawaban benar: 1) film Jumbo merupakan animasi karya anak bangsa/Indonesia, 2) mengisahkan Don) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membaca dalam hati dan menyimak teks 'Animasi Karya Anak Bangsa' dari Buku Siswa: (1) Jumbo adalah film animasi karya anak bangsa, (2) Film Jumbo ditayangkan di bioskop pada tahun 2025, (3) Jumbo mengisahkan anak bernama Don yang ceria, (4) Don menyayangi buku dongeng miliknya, (5) Don memiliki sahabat yaitu Nurman dan Mae (10 menit).
- Bersama bimbingan guru, murid membedah 4 pokok informasi utama bacaan tersebut secara terstruktur: (1) identitas film (animasi karya anak bangsa), (2) waktu penayangan (tahun 2025 di bioskop), (3) tokoh utama dan sifatnya (Don anak ceria penyayang buku dongeng), (4) tokoh sahabat Don (Nurman dan Mae) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan berpasangan tantangan estafet kartu alur: tiap pasangan menyusun 4 kartu pengingat pokok informasi teks dan saling berlatih menceritakan kembali isi bacaan secara berurutan kepada pasangannya (15 menit).
- Guru melakukan pengambilan bukti performa berbicara menceritakan kembali isi teks kepada 4 murid target giliran pertemuan 19 secara individual di meja guru menggunakan teks 'Animasi Karya Anak Bangsa', sementara murid lainnya saling menyimak penceritaan kembali pasangannya di meja masing-masing (acuan kelengkapan 4 pokok informasi: film Jumbo karya anak bangsa, tayang tahun 2025 di bioskop, kisah Don yang ceria dan sayang buku dongeng, Don bersahabat dengan Nurman dan Mae) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan kemudahan dan kendala saat mengingat dan menceritakan kembali pokok informasi dari bacaan tertulis tanpa membuka teks terus-menerus (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap penceritaan kembali isi bacaan yang disampaikan murid, menegaskan pentingnya menangkap informasi inti saat membaca (3 menit).
- Guru menutup pertemuan pembelajaran dengan apresiasi atas kerja fokus murid serta doa penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar teks 'Animasi Karya Anak Bangsa' dengan penanda warna pada pokok informasi untuk murid yang membutuhkan panduan visual.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dibantu dengan panduan pertanyaan penuntun urutan informasi, sedangkan murid yang cepat langsung menceritakan kembali 4 pokok informasi secara mandiri dan utuh.
- Produk: Bagi 4 murid target, bukti diambil langsung secara individual lisan di hadapan guru; bagi murid lainnya, bukti berupa penceritaan berpasangan yang dipantau guru.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat di pendahuluan membaca kalimat di papan tulis: 'Film Jumbo adalah animasi buatan anak bangsa yang menceritakan petualangan Don'. Guru meminta 2-3 murid menyebutkan apa saja isi pokok kalimat tersebut (acuan jawaban: 1) Jumbo adalah film animasi karya anak bangsa/Indonesia, 2) menceritakan tokoh Don).
Proses:- Pengamatan performa lisan penceritaan kembali 4 murid sasaran berdasarkan ketercakupan 4 pokok informasi teks: (1) Film Jumbo karya anak bangsa, (2) Tayang di bioskop tahun 2025, (3) Don tokoh ceria penyayang buku dongeng, (4) Don memiliki sahabat Nurman dan Mae.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di penutup berupa pertanyaan konfirmasi cepat: menyebutkan kembali secara lisan tokoh sahabat Don di dalam film animasi tersebut (acuan jawaban: Nurman dan Mae).
Formatif:- Unjuk kerja berbicara menceritakan kembali pokok informasi dari teks bacaan 'Animasi Karya Anak Bangsa' (pengambilan bukti formatif 4 murid target pertemuan 19) menggunakan panduan daftar periksa 4 pokok informasi.
- Observasi saling menceritakan kembali secara berpasangan dalam kegiatan kelas.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Menceritakan Kembali Pokok Informasi Teks | Hanya mampu menceritakan kembali 1 dari 4 pokok informasi teks 'Animasi Karya Anak Bangsa' (acuan 4 pokok: 1. Film Jumbo karya anak bangsa; 2. Tayang tahun 2025 di bioskop; 3. Kisah Don anak ceria penyayang buku dongeng; 4. Sahabat Don bernama Nurman dan Mae) dengan bimbingan penuh guru. | Mampu menceritakan kembali 2 dari 4 pokok informasi teks 'Animasi Karya Anak Bangsa' (acuan 4 pokok: 1. Film Jumbo karya anak bangsa; 2. Tayang tahun 2025 di bioskop; 3. Kisah Don anak ceria penyayang buku dongeng; 4. Sahabat Don bernama Nurman dan Mae) dengan bimbingan arahan guru. | Mampu menceritakan kembali 3 dari 4 pokok informasi teks 'Animasi Karya Anak Bangsa' (acuan 4 pokok: 1. Film Jumbo karya anak bangsa; 2. Tayang tahun 2025 di bioskop; 3. Kisah Don anak ceria penyayang buku dongeng; 4. Sahabat Don bernama Nurman dan Mae) secara mandiri. | Mampu menceritakan kembali seluruh (4 dari 4) pokok informasi teks 'Animasi Karya Anak Bangsa' (acuan 4 pokok: 1. Film Jumbo karya anak bangsa; 2. Tayang tahun 2025 di bioskop; 3. Kisah Don anak ceria penyayang buku dongeng; 4. Sahabat Don bernama Nurman dan Mae) secara utuh, runtut, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu pengambilan bukti berbicara untuk 4 murid berjalan efektif tanpa mengurangi keterlibatan murid lainnya?
- Bagian pokok informasi mana dari teks bacaan yang paling mudah diingat dan diceritakan kembali oleh murid?
Murid:- Informasi apa yang paling menarik dari teks 'Animasi Karya Anak Bangsa' yang kamu baca hari ini?
- Apakah kamu dapat menceritakan kembali isi bacaan tadi kepada temanmu tanpa kesulitan?
Pertemuan 20 — Menceritakan Kembali Rangkuman Isi Teks Bacaan Bertema Hobi Menggunakan Kalimat Sendiri (Pengambilan Bukti Berbicara 3 Murid) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.5 Menceritakan kembali isi dan/atau informasi dari berbagai tipe teks yang dibaca
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan kembali rangkuman isi teks bacaan bertema hobi menggunakan kalimat sendiri (2 menit).
- Asesmen Awal: Guru menampilkan 2 kalimat ringkas di papan tulis: (1) 'Bayu gemar merawat ikan hias di akuarium kaca' dan (2) 'Setiap sore, Bayu memberi makan pelet dan menguras air seminggu sekali'. Guru meminta 2 perwakilan murid menceritakan kembali isi kedua kalimat tersebut menggunakan kalimat sendiri secara lisan (acuan ketepatan: memuat informasi inti tentang hobi merawat ikan hias dan cara perawatannya yaitu memberi makan serta menguras air) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid secara mandiri membaca teks bacaan bertema hobi berjudul 'Asyiknya Berkebun Sayur hidroponik bersama Danu' yang berisi 3 pokok informasi utama: (1) Danu memilih hobi berkebun hidroponik karena halaman rumahnya sempit; (2) Danu merawat tanaman sawi dengan memeriksa air nutrisi setiap pagi; (3) Danu memanen sayuran segar bersama keluarga untuk dimasak bersama (10 menit).
- Guru memodelkan cara merangkum dan menceritakan kembali isi teks tersebut dengan kalimat sendiri, yaitu menyebutkan tokoh hobi, alasan/kegiatan perawatannya, dan hasil panennya tanpa menghafal kata per kata teks asli (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Tantangan Gembira 'Rangkum Berantai': Murid dibagi berpasangan dan bermain lempar bola kertas bergilir; murid yang memegang bola bertugas menceritakan kembali 1 pokok informasi dari teks Danu menggunakan kalimat sendiri secara bergantian dan menyenangkan (10 menit).
- Praktik mandiri: Setiap murid membaca teks baru berjudul 'Koleksi Perangko Kakek dan Tari' yang memuat 3 informasi utama: (1) Tari gemar mengoleksi perangko bersama Kakek sejak kelas dua; (2) Tari menata dan mengelompokkan perangko dalam album khusus berdasarkan gambar hewan dan bunga; (3) Manfaat hobi mengoleksi perangko membuat Tari mengenal berbagai daerah nusantara (10 menit).
- Pengambilan Bukti Berbicara: Guru memanggil 3 murid sasaran (giliran pemenuhan bukti berbicara kelas) ke meja guru untuk menceritakan kembali rangkuman isi teks 'Koleksi Perangko Kakek dan Tari' menggunakan kalimat sendiri secara lengkap, sementara murid lain berlatih menceritakan teks tersebut secara berpasangan di bangku masing-masing (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan kemudahan dan kendala saat menceritakan isi teks dengan kata-kata sendiri tanpa mengubah informasi aslinya (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap performa menceritakan kembali rangkuman isi bacaan, khususnya kelengkapan 3 informasi inti dari teks hobi (3 menit).
- Guru dan murid menyimpulkan bahwa menceritakan kembali isi teks dapat dilakukan dengan mengingat pokok peristiwanya lalu menyampaikannya dengan kata-kata sendiri, kemudian menutup kelas dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bergaris bawah pada 3 kalimat kunci, sedangkan murid yang mahir membaca teks utuh tanpa tanda bantu.
- Proses: Murid reguler berlatih berpasangan secara mandiri, sedangkan 3 murid sasaran asesmen dinilai langsung secara individual oleh guru di meja observasi.
- Produk: Murid menyampaikan penceritaan kembali secara lisan minimal memuat pokok isi; murid berpencapaian tinggi menceritakan secara lengkap dan runtut menggunakan variasi kosakata sendiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan membaca 2 kalimat pemantik: (1) 'Bayu gemar merawat ikan hias di akuarium kaca' dan (2) 'Setiap sore, Bayu memberi makan pelet dan menguras air seminggu sekali'. Kriteria penerimaan: Murid mampu menyampaikan kembali secara lisan informasi tentang hobi Bayu dan tindakannya merawat akuarium menggunakan bahasanya sendiri.
Proses:- Observasi unjuk kerja lisan menceritakan kembali 3 pokok isi teks 'Koleksi Perangko Kakek dan Tari'. Acuan pokok informasi: (1) Tari hobi mengoleksi perangko bersama kakek; (2) Cara merawat perangko disusun rapi dalam album bertema hewan/bunga; (3) Manfaat hobi membuat Tari mengenal berbagai daerah. Penilaian didasarkan pada jumlah informasi yang berhasil diceritakan kembali menggunakan kalimat sendiri.
Akhir Pertemuan:- Cek lisan acak penutup: Guru menunjuk salah satu murid menyebutkan kembali secara singkat 3 informasi inti yang baru saja dibaca dari teks hobi (acuan: tokoh & hobi mengoleksi perangko, cara menata dalam album, manfaat mengenal nusantara).
Formatif:- Unjuk kerja menceritakan kembali rangkuman isi bacaan 'Koleksi Perangko Kakek dan Tari' menggunakan lembar observasi berbicara untuk 3 murid sasaran.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Informasi yang Diceritakan Kembali | Belum mampu menceritakan kembali isi bacaan atau hanya menceritakan 1 informasi inti dengan kalimat yang sama persis seperti teks buku. | Mampu menceritakan kembali 1 dari 3 informasi inti teks hobi menggunakan kalimat sendiri secara terbimbing. | Mampu menceritakan kembali 2 dari 3 informasi inti teks hobi secara tepat menggunakan kalimat sendiri. | Mampu menceritakan kembali seluruh (3 dari 3) informasi inti teks hobi secara lengkap, tepat, dan mandiri menggunakan kalimat sendiri tanpa mengubah makna isi. | | Penggunaan Kalimat Sendiri dalam Merangkum | Seluruh kalimat yang diucapkan meniru/menghafal kata per kata teks asli tanpa merangkum. | Menceritakan kembali sebagian kecil isi teks dengan kalimat sendiri, namun sebagian besar masih mengulang kalimat teks secara kaku. | Menceritakan kembali sebagian besar isi teks dengan merangkumnya menggunakan susunan kalimat sendiri. | Menceritakan kembali seluruh rangkuman isi teks dengan kalimat sendiri secara lancar, runtut, dan bermakna utuh. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 15 menit cukup untuk mengambil bukti performa menceritakan kembali secara mendalam bagi 3 murid sasaran?
- Apakah murid telah mampu membedakan antara menghafal kata-kata teks dengan menceritakan kembali intinya menggunakan kalimat sendiri?
Murid:- Bagian mana dari cerita hobi tadi yang paling mudah kamu ceritakan kembali dengan bahasamu sendiri?
- Apa kesulitan yang kamu rasakan saat harus menceritakan isi bacaan tanpa melihat buku?
Pertemuan 21 — Menulis Kalimat Tunggal dan Kalimat Gabung Berpola Beragam Menggunakan Kosakata Baru Bermakna Denotatif — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.6 Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menulis kalimat tunggal dan kalimat gabung dengan pola yang beragam menggunakan kosakata baru bermakna sebenarnya (denotatif) (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal dengan menampilkan 2 contoh kalimat di papan tulis: (1) 'Pohon memberi udara segar.' dan (2) 'Pohon memberi udara segar dan lingkungan menjadi sejuk.' Murid diminta mengidentifikasi mana yang merupakan kalimat tunggal dan mana kalimat gabung (acuan: kalimat 1 adalah kalimat tunggal karena hanya memiliki 1 gagasan/klausa; kalimat 2 adalah kalimat gabung karena menyatukan 2 gagasan dengan kata hubung 'dan') (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati pemodelan guru tentang struktur kalimat tunggal (1 gagasan utuh) dan kalimat gabung (2 gagasan yang dihubungkan kata hubung seperti 'dan', 'karena', atau 'tetapi') (6 menit).
- Murid bersama guru membedah 3 kosakata baru bertema lingkungan dari teks nonsastra beserta makna denotatifnya (makna sebenarnya): (1) 'udara' (makna denotatif: gas yang dihirup untuk bernapas), (2) 'berteduh' (makna denotatif: berlindung di bawah naungan agar tidak kepanasan atau kehujanan), dan (3) 'sejuk' (makna denotatif: agak dingin dan segar) (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti tantangan menggembirakan 'Roda Kata Berpola': secara berpasangan, murid mengambil satu kartu kosakata denotatif ('udara', 'berteduh', atau 'sejuk') dan kartu tantangan pola (Kartu A: Tulis 1 Kalimat Tunggal; Kartu B: Tulis 1 Kalimat Gabung), lalu menyusun kalimat secara cepat di papan tulis mini (12 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar tugas menulis: menulis minimal 2 kalimat tunggal dan 2 kalimat gabung berpola beragam menggunakan kosakata baru denotatif yang disediakan: 'udara', 'berteduh', dan 'sejuk' (kriteria penerimaan: kalimat tunggal memuat 1 klausa utuh; kalimat gabung memuat 2 klausa dihubungkan kata sambung; kosakata baru digunakan sesuai makna sebenarnya/literal tanpa arti kiasan) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid saling menukarkan lembar tulisan dengan teman sebangku untuk memeriksa apakah terdapat variasi pola (ada kalimat tunggal dan kalimat gabung) serta memastikan kata 'udara', 'berteduh', dan 'sejuk' digunakan dengan makna sebenarnya (8 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan cara memvariasikan kalimat tunggal dan kalimat gabung dengan makna denotatif yang tepat (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil tulisan mandiri murid serta menutup pembelajaran dengan doa dan salam (7 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bantu pemantik berupa daftar kata hubung ('dan', 'tetapi', 'karena') bagi murid yang membutuhkan panduan dalam merangkai kalimat gabung.
- Proses: Memberikan bimbingan terfokus pada murid yang masih bingung membedakan kalimat tunggal dan kalimat gabung saat latihan mandiri; memberi kebebasan murid yang lebih cepat untuk memperluas pola gabungan dengan alasan bertingkat.
- Produk: Bagi murid yang masih berkembang cukup menulis 1 kalimat tunggal dan 1 kalimat gabung dengan kosakata denotatif; bagi murid yang mahir menulis 3 kalimat tunggal dan 3 kalimat gabung dengan variasi konjungsi yang berbeda.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Identifikasi lisan/tunjuk cepat terhadap 2 contoh kalimat di papan tulis: (1) 'Pohon memberi udara segar.' dan (2) 'Pohon memberi udara segar dan lingkungan menjadi sejuk.' (acuan ketepatan: kalimat 1 diidentifikasi sebagai kalimat tunggal; kalimat 2 diidentifikasi sebagai kalimat gabung yang ditandai kata hubung 'dan').
Proses:- Pengamatan saat tantangan 'Roda Kata Berpola' dan bimbingan saat penulisan mandiri untuk memastikan ketepatan pola kalimat tunggal, kalimat gabung, serta ketepatan pemakaian makna denotatif kata 'udara', 'berteduh', dan 'sejuk'.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan lembar kerja menulis mandiri: murid menulis minimal 2 kalimat tunggal dan 2 kalimat gabung menggunakan kata 'udara', 'berteduh', dan 'sejuk' (kriteria ketepatan: 2 kalimat tunggal berpola 1 klausa, 2 kalimat gabung menggunakan konjungsi antarklausa, dan ketiga kosakata denotatif digunakan sesuai makna harfiahnya).
Formatif:- Penilaian kinerja menulis mandiri berupa lembar penulisan kalimat tunggal dan kalimat gabung dengan kosakata denotatif.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keragaman Pola Kalimat (Tunggal dan Gabung) | Belum mampu menulis kalimat tunggal maupun kalimat gabung secara runtut; kalimat belum membentuk gagasan utuh. | Mampu menulis kalimat tunggal saja atau menulis kalimat gabung tetapi pola antarklausa belum tepat. | Mampu menulis kalimat tunggal dan kalimat gabung secara beragam dengan hubungan gagasan yang tepat. | Mampu menulis beragam kalimat tunggal dan gabung dengan variasi konjungsi yang sangat kaya dan mandiri sepenuhnya. | | Penggunaan Kosakata Baru Bermakna Denotatif | Belum menggunakan kosakata baru yang ditentukan, atau menggunakan kata dengan makna yang keliru. | Menggunakan 1 kosakata baru sesuai makna denotatif (makna sebenarnya) dalam konteks kalimat. | Menggunakan seluruh kosakata baru yang ditentukan ('udara', 'berteduh', 'sejuk') tepat sesuai makna denotatifnya dalam kalimat. | Menggunakan seluruh kosakata baru secara sangat tepat sesuai makna denotatif pada beragam konteks kalimat secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu penulisan mandiri cukup bagi seluruh murid untuk menyusun kalimat tunggal dan gabung?
- Bagian mana dari penjelasan pola kalimat gabung yang masih membingungkan bagi murid tertentu?
Murid:- Apa perbedaan paling mudah yang kamu ingat antara kalimat tunggal dan kalimat gabung?
- Kata baru mana yang paling kamu sukai saat membuat kalimat hari ini?
Pertemuan 22 — Menyusun Paragraf Pendapat Sederhana dengan Rangkaian Kalimat Pemikiran dan Kosakata Baru Bermakna Denotatif — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.6 Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid membaca 2 kalimat di papan tulis untuk memilih mana kalimat yang bermakna denotatif (makna sebenarnya), yaitu (1) 'Pohon rindang itu berdaun lebat dan memberi tempat berteduh' vs (2) 'Pohon itu memeluk anak-anak yang kepanasan', di mana murid menunjukkan bahwa kalimat (1) adalah makna denotatif (acuan: kalimat 1 adalah makna lugas/sebenarnya dari pohon rindang dan berteduh, sedangkan kalimat 2 adalah kiasan) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menulis sebuah paragraf pendapat sederhana yang berisi rangkaian kalimat pemikiran beragam dengan menyertakan kosakata baru bermakna denotatif (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mencermati model paragraf pendapat sederhana bertema 'Merawat Tanaman di Sekolah' di papan tulis: 'Menurut saya, merawat tanaman di sekolah sangat penting. Tanaman membuat udara halaman menjadi sejuk. Selain itu, dedaunan hijau menciptakan lingkungan yang asri dan indah.' (5 menit).
- Murid bersama guru membedah struktur rangkaian kalimat dalam contoh: mengenali kalimat pemikiran pendapat ('Menurut saya, merawat tanaman di sekolah sangat penting'), kalimat alasan tunggal ('Tanaman membuat udara halaman menjadi sejuk'), dan kalimat alasan gabung ('Selain itu, dedaunan hijau menciptakan lingkungan yang asri dan indah') (5 menit).
- Murid menelaah 3 kosakata baru bermakna denotatif yang terdapat pada contoh beserta makna sebenarnya: 'sejuk' (terasa dingin dan segar), 'lingkungan' (daerah di sekitar kita), dan 'berteduh' (berlindung dari panas atau hujan) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan permainan tantangan mini 'Kotak Kata Pendapat': murid secara berpasangan mengambil kartu acak berisi kata denotatif target ('sejuk', 'udara', 'lingkungan', 'berteduh') lalu berlatih menyebutkan satu kalimat pemikiran secara spontan sebelum mulai menulis (7 menit).
- Murid secara mandiri menulis sebuah paragraf pendapat sederhana bertema 'Pentingnya Menanam Pohon' atau 'Kegiatan Olahraga Pagi' pada lembar kerja, yang terdiri atas minimal 3 rangkaian kalimat beragam (1 kalimat gagasan pendapat pembuka, 1 kalimat tunggal pemikiran/alasan, dan 1 kalimat gabung dengan kata hubung seperti 'karena' atau 'dan') serta menyertakan minimal 2 kosakata baru bermakna denotatif (18 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali tulisan paragraf pendapat buatannya sendiri menggunakan daftar cek mandiri: apakah sudah memuat rangkaian kalimat pemikiran yang beragam dan apakah kosakata denotatif yang digunakan sudah tepat sesuai arti sebenarnya (6 menit).
- Beberapa murid secara sukarela menunjukkan lembar draf tulisannya kepada rekan sebangku untuk saling mengecek jumlah kalimat dan penggunaan kosakata denotatif (4 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menyusun paragraf pendapat tertulis memerlukan rangkaian kalimat pemikiran yang beragam serta pilihan kata baru yang tepat makna denotatifnya (6 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil tulisan murid, menyampaikan rencana latihan pada pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan salam (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan struktur kerangka paragraf (Kalimat Pendapat -> Kalimat Alasan 1 -> Kalimat Alasan 2) beserta daftar arti kata denotatif pilihan, sedangkan murid yang sudah mahir dapat memilih topik pendapat mandiri.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam menyusun pola penggabungan dua kalimat pemikiran, sementara murid yang telah lancar langsung menuliskan paragraf secara mandiri.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menulis paragraf pendapat minimal 3 kalimat dengan 2 kata denotatif, sedangkan murid yang mahir menuliskan paragraf pendapat yang lebih kaya dengan 4 hingga 5 kalimat beragam dan 3 kata denotatif.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid mengidentifikasi kalimat dengan kosakata denotatif (makna sebenarnya) dari 2 opsi kalimat di papan tulis: (1) 'Pohon rindang itu berdaun lebat dan memberi tempat berteduh' vs (2) 'Pohon itu memeluk anak-anak yang kepanasan' (acuan jawaban: kalimat 1 benar karena kata 'berteduh' dan 'rindang' digunakan secara lugas/makna denotatif, bukan kiasan).
Proses:- Pemeriksaan draf tulisan paragraf pendapat murid pada lembar kerja saat tahap mengaplikasi dengan indikator: (1) keterbangunan minimal 3 rangkaian kalimat pemikiran yang memuat variasi pola tunggal dan gabung, dan (2) penggunaan minimal 2 kosakata baru secara denotatif (acuan kata target: 'sejuk', 'udara', 'lingkungan', 'berteduh' dengan kriteria penerimaan: digunakan sesuai makna literal faktual, bukan makna kiasan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di akhir kegiatan: murid melingkari 2 kosakata denotatif yang berhasil mereka rangkai dalam paragraf buatannya sendiri dan memastikan kalimat pendapatnya sudah menyatakan alasan yang jelas (kriteria penerimaan: minimal 2 kosakata baru terbukti dipakai dengan makna sebenarnya dalam konteks kalimat pemikiran).
Formatif:- Penilaian produk draf tulisan paragraf pendapat sederhana menggunakan rubrik ketepatan rangkaian kalimat dan pemakaian kosakata bermakna denotatif
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keragaman Rangkaian Kalimat | Menulis paragraf pendapat kurang dari 3 kalimat dan pola kalimat yang digunakan seragam (hanya 1 pola). | Menulis paragraf pendapat berisi 3 kalimat, namun seluruhnya masih menggunakan satu jenis pola kalimat yang sama (belum beragam). | Menulis paragraf pendapat minimal 3 kalimat yang memadukan variasi kalimat tunggal dan kalimat gabung secara runtut. | Menulis paragraf pendapat lebih dari 3 kalimat dengan variasi rangkaian kalimat pemikiran yang kaya dan beragam secara mandiri. | | Penggunaan Kosakata Bermakna Denotatif | Belum menggunakan kosakata baru bermakna denotatif secara tepat dalam paragraf pendapat yang disusun. | Menggunakan 1 kosakata baru bermakna denotatif dengan makna yang tepat dalam konteks kalimat pendapat. | Menggunakan 2 kosakata baru bermakna denotatif secara tepat sesuai makna aslinya/sebenarnya dalam konteks kalimat pendapat. | Menggunakan 3 atau lebih kosakata baru bermakna denotatif dengan sangat tepat dan kontekstual dalam kalimat-kalimat pemikiran yang disusun. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi permodelan variasi kalimat pemikiran membantu murid menyusun paragraf pendapat secara runtut?
- Bagaimana ketercapaian murid dalam memilih dan menempatkan kosakata denotatif ke dalam kalimat tulisannya?
Murid:- Bagian mana yang paling mudah saat merangkai pendapatmu menjadi sebuah paragraf?
- Kata baru apa saja yang sudah berhasil kamu gunakan dengan arti sebenarnya dalam tulisanmu hari ini?
Pertemuan 23 — Mengembangkan Gagasan Pendapat Menjadi Teks Sederhana yang Memuat Variasi Kalimat Alasan dan Kosakata Denotatif — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.6 Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengembangkan satu gagasan pendapat menjadi teks sederhana yang memuat variasi kalimat alasan dan kosakata baru bermakna denotatif (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menampilkan 2 kalimat di papan tulis: (1) 'Saya memilih membawa bekal karena makanan rumahan lebih higienis.' dan (2) 'Sayuran segar membuat tubuh kita berenergi.' Murid diminta menuliskan di kertas kecil mana kata denotatif yang bermakna 'bersih dan bebas penyakit' serta 'daya/tenaga' (acuan jawaban: kata 1 adalah 'higienis', kata 2 adalah 'berenergi') (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru menyajikan satu contoh teks gagasan pendapat di papan tulis: 'Saya setuju diadakan piknik jalan kaki. Jalan kaki membuat napas teratur. Berjalan santai di pagi hari juga dapat menghirup oksigen segar. Oleh sebab itu, tubuh kita menjadi bugar.' Guru membedah bagaimana gagasan pendapat dikembangkan dengan variasi kalimat alasan dan pilihan kosakata denotatif ('oksigen', 'bugar') (7 menit).
- Murid secara berkelompok mengamati kartu contoh berisi 3 variasi pola kalimat alasan: Pola A (alasan langsung dengan kata hubung 'karena'): 'Murid perlu banyak minum air putih karena cairan melancarkan pencernaan'; Pola B (kalimat akibat): 'Air putih mencukupi hidrasi tubuh sehingga konsentrasi belajar terjaga'; Pola C (kalimat penegasan saran): 'Kebiasaan baik ini menyegarkan fisik kita sepanjang hari' (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan tantangan 'Sambung Kalimat Argumen': guru memberikan kartu topik 'Pentingnya Menanam Pohon di Sekolah' dan bank kata denotatif ('oksigen', 'rindang', 'polusi', 'resapan'); tiap pasangan murid berlomba menyusun 2 variasi kalimat alasan yang berbeda bentuk menggunakan minimal 2 kata dari bank kata tersebut (10 menit).
- Murid secara mandiri memilih satu gagasan pendapat dari topik yang disediakan ('Membawa Botol Minum Sendiri' atau 'Membaca Buku 15 Menit Sebelum Belajar') lalu menulis teks sederhana berisi 3–4 kalimat pendapat lengkap dengan variasi kalimat alasan dan memanfaatkan minimal 2 kosakata baru bermakna denotatif (misal: 'hemat', 'higienis', 'wawasan', 'informasi', 'sampah plastik') pada lembar kerja (15 menit).
- Guru berkeliling melakukan asesmen proses dan memberikan bimbingan bagi murid yang membutuhkan scaffolding dalam menyusun variasi kalimat alasan (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca kembali teks tulisannya sendiri untuk memeriksa apakah teksnya sudah memuat variasi kalimat alasan (tidak menggunakan bentuk kalimat yang seragam) dan memastikan kosakata baru digunakan sesuai makna denotatifnya (literal/sebenarnya) (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa teks pendapat yang kuat disusun dengan kalimat alasan yang beragam polanya serta menggunakan kosakata bermakna denotatif yang tepat (3 menit).
- Murid mengerjakan cek pemahaman singkat akhir sesi dan guru memberikan tindak lanjut pembelajaran (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bank kosakata denotatif beserta artinya (misal: higienis = bersih/bebas kuman, polusi = pencemaran, wawasan = pengetahuan) untuk membantu murid yang membutuhkan referensi kosakata.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kerangka 3 kalimat terstruktur (Kalimat 1: Pendapat; Kalimat 2: Alasan langsung; Kalimat 3: Alasan akibat/manfaat), sedangkan murid yang lebih cepat diarahkan mengembangkan 4-5 kalimat dengan variasi pola alasan yang lebih kaya.
- Produk: Variasi panjang teks: minimal 3 kalimat terstruktur bagi murid berkembang, dan 4-5 kalimat bagi murid yang mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid mengidentifikasi 2 kosakata denotatif pada dua kalimat di papan tulis: (1) 'Saya memilih membawa bekal karena makanan rumahan lebih higienis.' (2) 'Sayuran segar membuat tubuh kita berenergi.' Kriteria penerimaan/acuan: Murid tepat menemukan kata 'higienis' (makna: bebas kuman/penyakit) dan kata 'berenergi' (makna: memiliki daya/tenaga).
Proses:- Pemeriksaan draf tulisan murid pada lembar kerja saat tahap Mengaplikasi. Kriteria yang dinilai: (1) Keberadaan gagasan pendapat utama, (2) Keragaman pola rangkaian kalimat alasan (minimal memuat 2 pola kalimat yang berbeda, misal pola 'karena/sebab' dan pola akibat/manfaat), (3) Ketepatan penggunaan minimal 2 kosakata bermakna denotatif sesuai konteks teks.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan teks akhir hasil tulisan mandiri murid. Kriteria penerimaan operasional: Teks terdiri atas minimal 3 kalimat yang saling bertautan mengenai gagasan pendapat yang dipilih, memiliki variasi kalimat alasan (tidak repetitif bentuknya), serta memuat minimal 2 kata denotatif yang digunakan secara harfiah/tepat.
Formatif:- Asesmen diagnostik awal tertulis mengidentifikasi kata bermakna denotatif dalam kalimat alasan
- Observasi unjuk kerja saat menyusun variasi kalimat alasan dalam permainan tantangan
- Penilaian produk teks sederhana pengembangan pendapat pada lembar kerja murid
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengembangan Teks dan Keragaman Pola Kalimat Alasan | Menulis kurang dari 3 kalimat dan seluruh kalimat alasan berpola sama/monoton. | Menulis 3 kalimat pendapat, namun kalimat alasan masih menggunakan pola struktur yang sama (hanya mengulang satu bentuk pola). | Menulis teks sederhana 3 kalimat pendapat dengan rangkaian kalimat alasan yang polanya bervariasi secara runtut. | Menulis teks sederhana 4 kalimat atau lebih dengan rangkaian variasi pola kalimat alasan yang beragam dan mengalir logis secara mandiri. | | Ketepatan Penggunaan Kosakata Bermakna Denotatif | Belum menggunakan kosakata baru bermakna denotatif atau salah menggunakannya dalam konteks kalimat. | Menggunakan 1 kosakata baru bermakna denotatif dengan tepat sesuai makna sebenarnya dalam konteks tulisan. | Menggunakan 2 kosakata baru bermakna denotatif dengan tepat sesuai makna lugas/sebenarnya dalam konteks tulisan. | Menggunakan lebih dari 2 kosakata baru bermakna denotatif dengan tepat dan kontekstual di seluruh teks secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi mengenai penyusunan variasi pola kalimat alasan dapat dipahami dengan jelas oleh murid?
- Bagaimana efektivitas kartu bank kata denotatif dalam memandu murid mengembangkan teks pendapat?
Murid:- Variasi kalimat alasan mana yang paling mudah kamu tulis dalam teks pendapatmu?
- Kata denotatif baru apa saja yang berhasil kamu gunakan dalam tulisanmu hari ini?
Pertemuan 24 — Menulis Teks Sederhana Pengungkapan Pendapat Lengkap dengan Variasi Kalimat dan Pilihan Kosakata Denotatif — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.6 Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menulis teks sederhana berisi pendapat dengan variasi kalimat dan kosakata bermakna denotatif (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 pasang kalimat pada papan tulis: Pasangan A: (1) 'Saya memilih sarapan telur.' (2) 'Saya memilih sarapan telur karena telur mengandung protein.' Pasangan B: (1) 'Buku cerita itu tebal.' (2) 'Buku cerita itu tebal dan memiliki banyak gambar.' Murid diminta menunjukkan kalimat tunggal dan kalimat gabung serta arti denotatif kata 'protein' (zat pembangun tubuh) dan 'tebal' (berjarak besar antara dua permukaan) untuk memetakan kesiapan menulis (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati contoh teks pendapat singkat yang disajikan guru di papan tulis: 'Saya menyukai kegiatan berkebun di halaman sekolah. Kegiatan ini sangat menyenangkan dan melatih kita merawat tanaman. Tanaman membutuhkan air serta pupuk agar tumbuh subur.' Guru membedah rangkaian teks tersebut yang memadukan kalimat tunggal ('Saya menyukai kegiatan berkebun di halaman sekolah.') dan kalimat gabung bertingkat/setara ('Kegiatan ini sangat menyenangkan dan melatih kita merawat tanaman.' serta 'Tanaman membutuhkan air serta pupuk agar tumbuh subur.') serta mengidentifikasi 3 kosakata bermakna denotatif: 'halaman' (tanah di sekitar rumah/sekolah), 'merawat' (memelihara), dan 'subur' (dapat tumbuh dengan baik) (12 menit).
- Murid memainkan permainan kartu cepat 'Pasangkan Kata Denotatif' secara berpasangan: murid mencocokkan 4 kartu kata denotatif dengan kartu arti sebenarnya: (1) 'nutrisi' -> 'zat makanan yang diperlukan tubuh', (2) 'olahraga' -> 'gerak badan untuk menguatkan tubuh', (3) 'kegemaran' -> 'hal yang disukai', (4) 'perpustakaan' -> 'tempat koleksi buku bacaan' (acuan: pasangan 1-4 sesuai definisi denotatifnya) sebagai bank kata sebelum menulis teks (8 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid memilih salah satu dari 3 topik pendapat yang disediakan: Topik 1 (Pentingnya sarapan bergizi sebelum ke sekolah), Topik 2 (Kegemaran membaca buku di waktu istirahat), atau Topik 3 (Manfaat bersepeda bersama teman di sore hari) (5 menit).
- Murid secara mandiri menulis teks sederhana pengungkapan pendapat yang terdiri atas 3-4 kalimat utuh pada lembar kerja, dengan ketentuan memuat variasi kalimat (minimal 1 kalimat tunggal dan 1 kalimat gabung dengan kata hubung 'karena', 'dan', atau 'tetapi') serta memanfaatkan minimal 2 kosakata baru bermakna denotatif dari bank kata (contoh: nutrisi, olahraga, kegemaran, buku, subur, protein, atau perpustakaan) yang digunakan sesuai makna sebenarnya (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca ulang teks tulisan masing-masing dengan lembar periksa mandiri: menandai kalimat tunggal yang dibuat, menandai kalimat gabung yang dibuat, dan menggarisbawahi 2 kosakata denotatif yang telah dimasukkan ke dalam teks pendapatnya (10 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan kembali ciri teks sederhana pengungkapan pendapat yang lengkap, yaitu adanya rangkaian kalimat yang bervariasi (tunggal dan gabung) serta pemilihan kata yang bermakna denotatif/sebenarnya (3 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap proses menulis murid dan menutup pembelajaran dengan salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bantu pemantik kata hubung ('karena', 'dan', 'sehingga') dan bank kata denotatif bergambar bagi murid yang membutuhkan bantuan; menyediakan pilihan topik yang lebih kaya bagi murid yang siap.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah (scaffolding) berupa kerangka pola kalimat bagi murid yang kesulitan merangkai kalimat gabung; membebaskan eksplorasi mandiri dalam mengembangkan variasi kalimat bagi murid yang mahir.
- Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan menulis teks pendapat minimal 3 kalimat (1 tunggal, 1 gabung, 2 kata denotatif); murid mahir dapat menulis teks pendapat hingga 4-5 kalimat dengan variasi kalimat gabung yang lebih beragam.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik membedakan bentuk kalimat dan arti kata denotatif pada 2 pasang kalimat di papan tulis: Kalimat Pasangan A: (1) 'Saya memilih sarapan telur.' [kalimat tunggal] dan (2) 'Saya memilih sarapan telur karena telur mengandung protein.' [kalimat gabung bertingkat dengan kata hubung 'karena']; Kalimat Pasangan B: (1) 'Buku cerita itu tebal.' [kalimat tunggal] dan (2) 'Buku cerita itu tebal dan memiliki banyak gambar.' [kalimat gabung setara dengan kata hubung 'dan']. Kriteria penerimaan arti kata denotatif: murid menyebut 'protein' sebagai zat makanan/pembangun tubuh dan 'tebal' sebagai ukuran jarak antara dua permukaan benda (bukan kiasan).
Proses:- Pemeriksaan teks pendapat murid pada lembar kerja mandiri. Kriteria penilaian: (1) Teks memuat kalimat pendapat utama dan alasan pendukung; (2) Teks memuat variasi rangkaian kalimat (minimal 1 kalimat tunggal dan minimal 1 kalimat gabung dengan kata hubung seperti 'karena', 'dan', atau 'tetapi'); (3) Teks memuat minimal 2 kosakata bermakna denotatif yang digunakan secara tepat sesuai makna leksikal sebenarnya (acuan kosakata yang dapat dipilih dari bank kata: 'nutrisi' = zat makanan, 'olahraga' = gerak badan, 'kegemaran' = kesukaan, 'perpustakaan' = gedung/ruang koleksi buku, 'protein' = zat pembangun, 'halaman' = pekarangan, 'merawat' = memelihara).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di akhir kegiatan: murid melengkapi daftar cek mandiri pada lembar kerja dengan mengidentifikasi dan menuliskan kembali: (1) satu kalimat tunggal dari teks buatannya, (2) satu kalimat gabung beserta kata hubungnya dari teks buatannya, dan (3) dua kata denotatif beserta maknanya sesuai teks yang ditulis (kriteria penerimaan: kalimat tunggal berpola subjek-predikat tanpa kata hubung antarklausa, kalimat gabung memuat kata hubung koordinatif/subordinatif, dan kosakata dipakai sesuai makna leksikal denotatif).
Formatif:- Penilaian proses lembar kerja menulis teks pendapat sederhana (memeriksa keragaman rangkaian kalimat dan ketepatan penggunaan kosakata bermakna denotatif).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keragaman Rangkaian Kalimat | Menulis teks hanya dengan satu pola kalimat tunggal yang seragam tanpa variasi kalimat gabung. | Menulis teks dengan kalimat tunggal dan mencoba membuat kalimat gabung namun kata hubung belum tepat. | Menulis teks dengan rangkaian kalimat yang beragam (memuat minimal 1 kalimat tunggal dan 1 kalimat gabung dengan kata hubung yang tepat). | Menulis teks dengan rangkaian kalimat yang sangat beragam (memadukan beberapa variasi kalimat tunggal dan kalimat gabung majemuk setara maupun bertingkat secara mandiri). | | Penggunaan Kosakata Bermakna Denotatif | Belum menggunakan kosakata baru bermakna denotatif ke dalam teks pendapat yang ditulis. | Menggunakan 1 kosakata baru bermakna denotatif ke dalam teks pendapat secara tepat sesuai makna sebenarnya. | Menggunakan minimal 2 kosakata baru bermakna denotatif ke dalam teks pendapat secara tepat sesuai makna sebenarnya. | Menggunakan lebih dari 2 kosakata baru bermakna denotatif ke dalam teks pendapat secara tepat sesuai konteks dan makna sebenarnya secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi perpaduan kalimat tunggal dan gabung dapat dipahami murid dengan mudah?
- Bagaimana efektivitas permainan kartu kata denotatif dalam memperkaya kosakata tulisan murid?
Murid:- Bagian mana yang paling mudah saat menulis teks pendapat hari ini: membuat kalimat tunggal atau kalimat gabung?
- Kata baru bermakna denotatif apa saja yang berhasil kamu tuliskan dalam teks pendapatmu?
Pertemuan 25 — Praktik Menemukan Ide Pokok dan Merangkum Teks Tertulis serta Menuliskan Ulang Pendapat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.3 Menemukan ide pokok dan ide pendukung dalam teks nonsastra berbentuk cetak tentang pendapat
- TP 3.2.6 Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif
Pendahuluan:- Guru membuka kelas, mengecek kehadiran, dan mengondisikan murid untuk siap belajar (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: membagikan strip teks mini 'Saya memilih bersepeda ke sekolah karena menyehatkan tubuh. Selain itu, bersepeda juga menghemat ongkos jajan.' lalu meminta murid menggarisbawahi 1 kalimat ide pokok dan 1 kalimat ide pendukung (acuan: ide pokok = 'Saya memilih bersepeda ke sekolah karena menyehatkan tubuh'; ide pendukung = 'Selain itu, bersepeda juga menghemat ongkos jajan') (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menemukan ide pokok dan ide pendukung pada teks pendapat cetak, lalu merangkum serta menuliskan kembali pendapat tersebut menjadi teks sederhana berkalimat beragam dan memuat kosakata bermakna denotatif (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mencermati teks cetak berjudul 'Pentingnya Membawa Bekal Sehat': Paragraf 1: (1) Membawa bekal makanan dari rumah ke sekolah sangat bermanfaat. (2) Makanan bekal buatan orang tua terjamin kebersihannya. (3) Murid juga dapat menghemat uang jajan setiap hari. Paragraf 2: (4) Makanan sehat memberi asupan gizi yang cukup untuk belajar. (5) Sayur dan buah segar membuat tubuh tidak mudah lelah saat mengikuti pelajaran di kelas (7 menit).
- Dalam permainan 'Tebak Peran Kalimat', murid secara berpasangan mengangkat kartu bertuliskan 'Ide Pokok' atau 'Ide Pendukung' ketika guru membacakan nomor kalimat dari teks di papan: kalimat (1) [acuan: Ide Pokok], kalimat (2) [acuan: Ide Pendukung], kalimat (4) [acuan: Ide Pokok], dan kalimat (5) [acuan: Ide Pendukung] (8 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menerima lembar kerja teks nonsastra baru berjudul 'Gemar Menanam Sayur di Pekarangan': (Kalimat 1) Menanam sayur di pekarangan rumah merupakan kegiatan yang sangat menguntungkan. (Kalimat 2) Sayuran yang dipetik sendiri terasa lebih segar dan bebas pestisida. (Kalimat 3) Halaman rumah menjadi asri dan hijau dipandang. (Kalimat 4) Kegiatan berkebun ini juga melatih kesabaran kita merawat tanaman (10 menit).
- Murid bekerja mandiri menemukan dan menuliskan pasangan gagasan dari teks tersebut pada tabel kerja: menentukan 1 ide pokok (acuan: Kalimat 1 'Menanam sayur di pekarangan rumah merupakan kegiatan yang sangat menguntungkan') dan minimal 2 ide pendukung (acuan pilihan: Kalimat 2 'Sayuran yang dipetik sendiri terasa lebih segar dan bebas pestisida', Kalimat 3 'Halaman rumah menjadi asri dan hijau dipandang', atau Kalimat 4 'Kegiatan berkebun ini juga melatih kesabaran kita merawat tanaman') (10 menit).
- Berdasarkan ide pokok dan ide pendukung yang ditemukan, murid menulis ulang teks pendapat sederhana sebanyak 3-4 kalimat dengan memvariasikan pola kalimat (menggabungkan minimal 1 kalimat tunggal dan 1 kalimat gabung dengan kata hubung 'karena' atau 'sehingga') serta wajib menyertakan minimal 2 kosakata bermakna denotatif yang disediakan: 'pekarangan' (makna denotatif: tanah di sekitar rumah), 'pestisida' (makna denotatif: zat pembasmi hama), 'asri' (makna denotatif: indah dan sedap dipandang), atau 'merawat' (makna denotatif: memelihara) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali tulisan mandirinya menggunakan daftar centang refleksi diri: (a) apakah ide pokok dan pendukung sudah ditemukan dengan tepat, (b) apakah sudah memuat variasi pola kalimat, dan (c) apakah kosakata baru digunakan sesuai arti denotatifnya yang sebenarnya (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik klasikal atas hasil tulisan murid, menegaskan ketepatan letak ide pokok serta pemakaian kosakata denotatif dalam merangkum pendapat (3 menit).
- Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan guru menginfokan aktivitas pertemuan berikutnya yaitu simulasi penyajian pendapat dan penceritaan kembali secara lisan (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks dengan kalimat yang diberi penomoran jelas dan glosarium mini kosakata denotatif, sedangkan murid mahir membaca teks tanpa bantuan penomoran kalimat.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan mendapatkan panduan bertahap saat menyusun variasi kalimat gabung menggunakan kartu penghubung 'karena' dan 'dan', sementara murid mahir langsung menulis mandiri dengan variasi konjungsi lebih beragam.
- Produk: Murid bertahap menuliskan 3 kalimat pendapat dengan 2 kosakata denotatif, sedangkan murid mahir menuliskan 4-5 kalimat dengan variasi 3 kosakata denotatif.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik identifikasi ide pokok dan pendukung pada strip kalimat mini di awal pelajaran (Teks: 'Saya memilih bersepeda ke sekolah karena menyehatkan tubuh. Selain itu, bersepeda juga menghemat ongkos jajan.'). Kunci acuan: Ide pokok = 'Saya memilih bersepeda ke sekolah karena menyehatkan tubuh'; Ide pendukung = 'Selain itu, bersepeda juga menghemat ongkos jajan'.
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja menemukan ide pokok dan ide pendukung pada teks 'Gemar Menanam Sayur di Pekarangan'. Kunci acuan: Ide Pokok tepat adalah Kalimat 1; Ide Pendukung tepat adalah Kalimat 2, Kalimat 3, dan/atau Kalimat 4.
- Pemeriksaan produk tulisan rangkuman pendapat sederhana. Kriteria penerimaan operasional: (1) memuat minimal 1 kalimat tunggal dan 1 kalimat gabung bertingkat/setara, (2) menggunakan minimal 2 kosakata target ('pekarangan', 'pestisida', 'asri', 'merawat') sesuai arti harfiah/lugasnya (denotatif), bukan kiasan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir melalui daftar centang evaluasi mandiri murid yang diverifikasi guru terhadap tulisan rangkuman pendapat: ketepatan letak ide pokok, keragaman pola kalimat (tunggal dan gabung), serta kebenaran makna denotatif 2 kosakata baru.
Formatif:- Penilaian kinerja menemukan ide pokok dan ide pendukung pada lembar teks 'Gemar Menanam Sayur di Pekarangan'
- Penilaian produk menulis teks rangkuman pendapat sederhana berdasarkan variasi kalimat dan ketepatan pemakaian kosakata bermakna denotatif
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menemukan Ide Pokok dan Ide Pendukung (TP 3.2.3) | Belum tepat menentukan ide pokok maupun ide pendukung dari teks cetak yang dibaca. | Menemukan ide pokok secara tepat, namun belum tepat menemukan ide pendukung (atau sebaliknya) dengan bantuan guru. | Menemukan 1 ide pokok dan minimal 2 ide pendukung pada teks cetak secara tepat sesuai acuan bacaan secara mandiri. | Menemukan 1 ide pokok dan seluruh (3) ide pendukung pada teks cetak secara tepat dan lengkap secara mandiri. | | Keragaman Rangkaian Kalimat (TP 3.2.6) | Hanya menuliskan 1 pola kalimat tunggal sederhana yang seragam tanpa variasi. | Menulis teks sederhana dengan mencoba merangkai pola kalimat berbeda tetapi masih memerlukan bimbingan penuh guru. | Menulis teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam (memadukan minimal 1 kalimat tunggal dan 1 kalimat gabung berkonjungsi) secara tepat dan mandiri. | Menulis teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang sangat beragam (memadukan lebih dari 2 variasi struktur kalimat tunggal dan majemuk) secara runtut dan mandiri. | | Ketepatan Kosakata Bermakna Denotatif (TP 3.2.6) | Belum menggunakan kosakata baru yang disediakan atau menggunakannya di luar arti lugasnya. | Menggunakan 1 kosakata baru sesuai makna denotatifnya dalam kalimat teks sederhana. | Menggunakan minimal 2 kosakata baru ('pekarangan', 'pestisida', 'asri', 'merawat') tepat sesuai makna denotatifnya dalam konteks kalimat secara mandiri. | Menggunakan 3 atau lebih kosakata baru secara tepat sesuai makna denotatifnya dalam konteks kalimat secara mandiri dan luwes. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks nonsastra cetak yang disediakan sudah memfasilitasi murid membedakan ide pokok dan ide pendukung secara jelas?
- Bagian mana dari penulisan variasi pola kalimat dan kosakata denotatif yang masih memerlukan scaffolding tambahan bagi murid?
Murid:- Bagaimana caramu tadi membedakan mana kalimat yang menjadi ide pokok dan mana kalimat yang menjadi ide pendukung?
- Kata baru mana yang maknanya paling mudah kamu gunakan saat menulis kalimat pendapatmu sendiri?
Pertemuan 26 — Simulasi Penyajian Pendapat Lisan dan Penceritaan Kembali Isi Teks Berpasangan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.4 Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks
- TP 3.2.5 Menceritakan kembali isi dan/atau informasi dari berbagai tipe teks yang dibaca
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan kelas agar siap belajar berpasangan (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melakukan simulasi berpasangan: menyajikan pendapat lisan dan menceritakan kembali isi teks yang dibaca (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta 2 murid secara bergantian: (1) Menyampaikan pendapat atas pertanyaan 'Apakah membaca di perpustakaan menyenangkan?' dengan kriteria: pilihan kata santun, sikap tegak, volume jelas, intonasi wajar; (2) Menyebutkan isi bacaan pendek yang dipajang di papan tulis 'Taman Sekolah Bersih': 'Taman sekolah kita indah karena ada bunga mawar. Setiap pagi regu piket menyiramnya agar tidak layu' (acuan isi teks: taman indah ada bunga mawar, disiram tiap pagi oleh regu piket agar tidak layu) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru mengenai kriteria penyajian pendapat lisan (pilihan kata santun, sikap tubuh/gestur tegak wajar menghadap mitra bicara, volume suara lantang terdengar, intonasi tepat tidak membentak) dan kriteria menceritakan kembali teks bacaan (kelengkapan isi/informasi teks) (5 menit).
- Guru memodelkan simulasi berpasangan bersama salah satu murid: Murid A membacakan kartu opini 'Belajar kelompok lebih seru daripada belajar sendiri' lalu menyajikan pendapatnya, sedangkan Murid B membaca teks singkat 'Manfaat Olahraga Pagi' (isi: lari pagi membuat badan bugar, menghirup udara segar, dan melancarkan peredaran darah) lalu menceritakan kembali isi informasi teks tersebut secara mandiri (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Pasangan Berbicara yang memuat 2 teks bacaan pendek dan 2 topik pendapat. Teks 1: 'Kelinci Peliharaan Doni' (isi informasi: Doni memelihara kelinci putih bernama Boni; setiap sore diberi wortel segar dan kandangnya dibersihkan seminggu dua kali agar tetap sehat). Teks 2: 'Sepeda Baru Rani' (isi informasi: Rani mendapat hadiah sepeda roda dua warna biru; ia berlatih bersama ayah di lapangan desa setiap akhir pekan hingga mahir meluncur lancar). Topik Pendapat A: 'Memilih membawa bekal makanan sehat dari rumah daripada membeli jajan sembarangan di luar gerbang'. Topik Pendapat B: 'Memilih merapikan tempat tidur sendiri setiap pagi daripada mengandalkan orang tua' (5 menit).
- Putaran 1 simulasi berpasangan ('Tantangan Bicara Ceria'): Murid 1 bertindak sebagai penyaji pendapat untuk Topik A (menyajikan alasan dengan pilihan kata santun, sikap tubuh tegak, volume terdengar jelas oleh pasangannya, dan intonasi tenang), sementara Murid 2 membaca Teks 1 dalam hati kemudian menceritakan kembali isi teks tersebut secara lengkap kepada Murid 1 (10 menit).
- Putaran 2 pertukaran peran: Murid 2 berganti peran menyajikan pendapat untuk Topik B (dengan sikap tubuh tegak, gestur ramah, volume lantang, intonasi lugas), sementara Murid 1 membaca Teks 2 dalam hati kemudian menceritakan kembali seluruh informasi utama Teks 2 kepada Murid 2 (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap pasangan saling memberikan umpan balik langsung menggunakan daftar cek berpasangan yang telah disediakan guru mengenai kelengkapan isi cerita yang disampaikan pasangannya dan kesesuaian gestur/volume/intonasi saat menyajikan pendapat (5 menit).
- Dua perwakilan pasangan menampilkan hasil simulasi di depan kelas, lalu guru dan murid bersama-sama merefleksikan keberhasilan penyampaian pendapat dan kelengkapan informasi teks yang diceritakan (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari kegiatan simulasi: pentingnya menyajikan pendapat dengan sikap tubuh, volume, intonasi, dan kata yang sesuai, serta kecermatan menyampaikan seluruh informasi saat menceritakan kembali isi bacaan (3 menit).
- Guru memberikan penguatan apresiatif atas kolaborasi yang baik, mengingatkan murid untuk tetap berlatih berbicara sopan di rumah, dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks cerita yang memuat 2 poin informasi inti dan panduan frasa pembuka pendapat ('Menurut saya... karena...'), sedangkan murid mahir menggunakan teks cerita dengan 3-4 poin informasi rinci.
- Proses: Murid yang masih ragu berbicara didampingi langsung oleh guru saat giliran berbicara dengan pasangannya; murid mahir diberi kesempatan bergantian menyimulasikan kedua topik pendapat.
- Produk: Seluruh murid menyajikan unjuk kerja lisan berpasangan; murid berkembang menceritakan minimal 2 informasi teks, sedangkan murid mahir menceritakan seluruh informasi teks secara runtut dan lengkap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: (1) Murid menyajikan pendapat singkat atas topik perpustakaan (acuan: mengungkapkan alasan dengan kata santun, sikap tegak, intonasi wajar); (2) Murid menceritakan kembali isi teks 'Taman Sekolah Bersih' yang dibaca guru (acuan jawaban: taman indah karena bunga mawar, dan piket menyiram tiap pagi agar tidak layu).
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja simulasi berpasangan: Mengamati apakah murid menyajikan pendapat Topik A/B dengan pilihan kata santun, sikap tubuh tegak/gestur sesuai, volume terdengar jelas mitra, dan intonasi tepat.
- Lembar ceklis penceritaan kembali Teks 1 ('Kelinci Peliharaan Doni') dengan acuan 3 informasi: (1) Doni memelihara kelinci putih bernama Boni; (2) diberi makan wortel segar setiap sore; (3) kandangnya dibersihkan seminggu dua kali agar tetap sehat.
- Lembar ceklis penceritaan kembali Teks 2 ('Sepeda Baru Rani') dengan acuan 3 informasi: (1) Rani mendapat hadiah sepeda roda dua warna biru; (2) berlatih bersama ayah di lapangan desa tiap akhir pekan; (3) berhasil mahir meluncur lancar.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir sesi: Guru menunjuk acak 2 murid untuk menyebutkan kembali: (1) Sikap tubuh dan intonasi yang benar saat berpendapat (acuan: tubuh tegak menghadap teman, intonasi wajar/tidak membentak, kata santun); (2) Informasi penting yang tidak boleh tertinggal saat menceritakan teks (acuan: tokoh, peristiwa pokok, dan keterangan pendukung sesuai bacaan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja berpasangan: penyajian pendapat (pilihan kata, sikap tubuh/gestur, volume, intonasi) dan penceritaan kembali isi teks bacaan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyajikan Pendapat Lisan (Pilihan kata, sikap tubuh/gestur, volume, dan intonasi) | Menyajikan pendapat dengan sikap menunduk, kata kurang santun, volume lirih tidak terdengar mitra, serta intonasi monoton atau ragu-ragu. | Menyajikan pendapat dengan pilihan kata cukup santun, namun sikap tubuh masih kaku/membungkuk, volume suara naik-turun, atau intonasi belum stabil. | Menyajikan pendapat dengan pilihan kata baku dan santun, sikap tubuh tegak menghadap mitra dengan gestur wajar, volume suara jelas terdengar, serta intonasi tepat sesuai konteks. | Menyajikan pendapat secara sangat mandiri dengan pilihan kata santun dan variatif, sikap tubuh tegak mantap disertai gestur yang sangat luwes dan mendukung, volume suara lantang jelas, serta intonasi yang sangat meyakinkan dan tepat. | | Menceritakan Kembali Isi/Informasi Teks yang Dibaca | Hanya mampu menceritakan kembali 1 informasi teks atau isi yang disampaikan menyimpang dari bacaan yang dibaca. | Mampu menceritakan kembali minimal 2 informasi utama teks bacaan secara mandiri namun belum lengkap. | Mampu menceritakan kembali seluruh (3) informasi utama teks bacaan (Teks 1: nama kelinci, makanan wortel sore, jadwal pembersihan kandang; Teks 2: hadiah sepeda biru, latihan dengan ayah di lapangan tiap akhir pekan, berhasil mahir meluncur) secara tepat sesuai isi bacaan. | Mampu menceritakan kembali seluruh informasi utama teks bacaan secara lengkap, tepat, runtut, dan menggunakan kalimat sendiri secara lancar tanpa melihat teks kembali. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh pasangan murid aktif terlibat bergantian menyajikan pendapat dan menceritakan kembali teks?
- Apakah instruksi dan teks bacaan simulasi berpasangan cukup jelas dipahami murid kelas 3?
Murid:- Bagian mana yang lebih kamu sukai: menyajikan pendapat dengan sikap tegak atau menceritakan kembali isi teks kepada teman?
- Apakah teman pasanganmu dapat mendengar suaramu dengan jelas saat kamu berbicara tadi?
Pertemuan 27 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.1 Mengidentifikasi ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang kegemaran yang dibacakan
- TP 3.2.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan cetak bertema kegiatan yang disukai
- TP 3.2.3 Menemukan ide pokok dan ide pendukung dalam teks nonsastra berbentuk cetak tentang pendapat
- TP 3.2.4 Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks
- TP 3.2.5 Menceritakan kembali isi dan/atau informasi dari berbagai tipe teks yang dibaca
- TP 3.2.6 Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kesiapan fisik serta alat tulis murid untuk pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 2 (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif, aturan kemandirian, dan alur pengerjaan lembar tes tertulis serentak serta jadwal giliran unjuk kerja lisan di meja guru (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar asesmen tertulis sumatif dan memandu murid memahami petunjuk pengerjaan Bagian A (menyimak ide pokok), Bagian B (menemukan ide pokok dan ide pendukung teks cetak), serta Bagian C (menulis paragraf pendapat dengan kosakata denotatif) secara seksama (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Sebanyak 28 murid secara serentak mengerjakan Bagian A: menyimak teks aural 'Kegemaran Membaca Membuka Jendela Dunia' yang dibacakan guru 2 kali [Teks: 'Membaca buku memberikan banyak wawasan baru bagi anak. Dengan membaca setiap hari, kita dapat mengenal berbagai tempat dan pengetahuan tanpa harus bepergian langsung. Oleh karena itu, kegemaran membaca sangat bermanfaat untuk menambah kepandaian.'] lalu menuliskan rumusan ide pokok pada lembar kerja (acuan kunci: Membaca buku memberikan banyak manfaat/wawasan baru bagi anak) (10 menit).
- Seluruh 28 murid mengerjakan Bagian B: membaca mandiri teks cetak nonsastra argumentasi 'Pentingnya Sarapan Sehat Sebelum Sekolah' [Teks: 'Sarapan bergizi sangat penting bagi tubuh sebelum memulai pelajaran. Makanan sehat memberi pasokan energi yang cukup agar otak dapat berkonsentrasi penuh saat belajar. Selain itu, sarapan yang teratur mencegah timbulnya sakit perut di kelas.'] dan melengkapi tabel ide pokok (acuan kunci: Sarapan bergizi sangat penting bagi tubuh sebelum sekolah) serta ide pendukung (acuan kunci: Makanan sehat memberi pasokan energi/konsentrasi atau mencegah sakit perut di kelas) (15 menit).
- Secara serentak murid mengerjakan Bagian C: menulis satu paragraf pendapat sederhana (3-4 kalimat) mengenai topik pilihan (misal: pentingnya merapikan alat tulis sendiri atau membawa bekal air minum) dengan rangkaian kalimat beragam dan minimal 2 kosakata bermakna denotatif (misal: 'energi', 'nutrisi', 'teratur', 'wawasan', 'disiplin'; dinilai berdasarkan pemakaian makna sebenarnya tanpa makna kiasan) (14 menit).
- Bersamaan saat kelas mengerjakan Bagian B dan C secara hening mandiri, guru memanggil sisa 4 murid terakhir secara bergiliran ke meja guru (1 menit per murid) untuk membaca nyaring 5 kata baru bertema kegiatan [Daftar kata: 1. Teratur; 2. Wawasan; 3. Manfaat; 4. Kriya; 5. Kreatif] guna melengkapi bukti TP 3.2.2 tanpa mengeja dan lancar (5 menit).
- Guru melanjutkan memanggil sisa 6 murid terakhir secara bergiliran (3 menit per murid: 2,5 menit unjuk kerja + 30 detik transisi) untuk menceritakan kembali teks bacaan 'Pentingnya Pertemanan' secara runtut (TP 3.2.5) dilanjutkan menyajikan pendapat tentang memilih kegiatan ekstrakurikuler dengan sikap tubuh tegak, pilihan kata santun, dan intonasi tepat (TP 3.2.4) untuk melengkapi portofolio unjuk kerja lisan 28 murid (13 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan seluruh lembar asesmen tertulis murid yang telah selesai, lalu memfasilitasi murid merefleksikan proses penyelesaian tugas sumatif bab ini secara jujur dan mandiri (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan kejujuran seluruh murid selama menempuh asesmen sumatif Bab 2 (2 menit).
- Guru memimpin doa penutup dan menyampaikan rencana pembelajaran pada bab berikutnya (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Memberikan kertas asesmen dengan ukuran huruf yang lebih besar bagi murid yang membutuhkan akomodasi visual tanpa mengubah materi maupun tingkat kesulitan soal.
- Proses: Menjaga keheningan ruang kelas untuk murid yang membutuhkan konsentrasi tinggi serta memberikan kesempatan membaca pelan tanpa tekanan bagi murid yang menuntaskan giliran unjuk kerja lisan di meja guru.
- Produk: Format bukti asesmen tetap standar: lembar jawaban tertulis Bagian A, B, C untuk 28 murid serta lembar observasi unjuk kerja lisan terstruktur sesuai acuan TP.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek kesiapan operasional: konfirmasi pemahaman aturan pengerjaan tes mandiri dan kelengkapan alat tulis di atas meja masing-masing murid sebelum asesmen dimulai.
Proses:- Pencatatan observasi kelancaran dan ketepatan lafal 4 murid terakhir saat membaca 5 kata baru di meja guru (acuan kata: teratur, wawasan, manfaat, kriya, kreatif; kriteria: tanpa mengeja, tanpa jeda ragu).
- Pencatatan rubrik performa berbicara 6 murid terakhir untuk tugas menceritakan kembali pokok teks serta menyajikan pendapat berargumen.
Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis dan produk tulisan serentak di slot sumatif akhir, didukung portofolio unjuk kerja lisan terencana yang dihimpun bertahap: lembar asesmen tertulis pemahaman menyimak teks aural dan penemuan ide pokok/pendukung; lembar produk tulisan paragraf pendapat dengan kosakata denotatif; serta catatan portofolio unjuk kerja lisan membaca fasih, penyajian pendapat berargumen, dan menceritakan kembali isi teks
- tes tertulis dan produk tulisan serentak: 28 murid mengerjakan secara serentak lembar asesmen tertulis individual selama 45 menit. Bagian A: 10 menit menyimak teks aural bertema kegemaran yang dibacakan guru 2 kali lalu menuliskan rumusan ide pokok (TP 1). Bagian B: 15 menit membaca teks nonsastra cetak dan melengkapi tabel penemuan kalimat ide pokok serta ide pendukung (TP 3). Bagian C: 20 menit menulis paragraf sederhana berisi pernyataan pendapat pribadi dan alasan logis menggunakan variasi kalimat serta minimal 2 kosakata baru bermakna denotatif (TP 6). Guru memandu instruksi secara klasikal dan artefak tulisan bernama diperiksa sesudah sesi menggunakan pedoman penskoran objektif dan rubrik menulis. (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban ide pokok, tabel analisis ide pendukung, dan rubrik penilaian menulis teks pendapat)
- unjuk kerja membaca kata-kata baru secara bergiliran: Portofolio amatan membaca kata-kata baru bergiliran individu di meja guru (kapasitas guru: 1 menit per murid, membaca 5-6 kata baru bertema kegiatan yang disukai). Bukti 24 murid telah diambil bertahap pada 4 sesi latihan TP 2 sebelumnya saat jam pembelajaran reguler (6 murid × 1 menit = 6 menit per sesi saat murid lain membaca mandiri). Sisa 4 murid terakhir dinilai di slot sumatif ini: 4 murid × 1 menit = 4 menit + 1 menit transisi = 5 menit. Guru mencatat kelancaran artikulasi dan ketepatan lafal pada lembar amatan bernama. (5 menit; individual; instrumen: lembar cek kelancaran pelafalan kata-kata baru individual)
- unjuk kerja lisan terstruktur bergiliran: Portofolio unjuk kerja lisan terstruktur (maksimal 2 TP lisan berurutan per giliran: menceritakan kembali pokok teks dilanjutkan menyatakan pendapat dengan alasan, sikap santun, dan intonasi tepat; kapasitas guru: 2,5 menit per murid + 30 detik transisi = 3 menit). Bukti 22 murid telah diambil bertahap pada 6 sesi latihan berbicara sebelumnya (masing-masing 3-4 murid per sesi saat kelas melakukan kegiatan literasi/latihan menulis terbimbing). Sisa 6 murid terakhir dinilai di slot sumatif ini: 6 murid × 3 menit = 18 menit + 2 menit rekapitulasi = 20 menit. Nilai seluruh 28 murid lengkap dan terverifikasi di lembar rubrik. (20 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja berbicara (kriteria: urutan penceritaan kembali, kesesuaian pilihan kata, gestur, serta volume/intonasi))
Sumatif:- kombinasi tes tertulis dan produk tulisan serentak di slot sumatif akhir, didukung portofolio unjuk kerja lisan terencana yang dihimpun bertahap: lembar asesmen tertulis pemahaman menyimak teks aural dan penemuan ide pokok/pendukung; lembar produk tulisan paragraf pendapat dengan kosakata denotatif; serta catatan portofolio unjuk kerja lisan membaca fasih, penyajian pendapat berargumen, dan menceritakan kembali isi teks
- tes tertulis dan produk tulisan serentak: 28 murid mengerjakan secara serentak lembar asesmen tertulis individual selama 45 menit. Bagian A: 10 menit menyimak teks aural bertema kegemaran yang dibacakan guru 2 kali lalu menuliskan rumusan ide pokok (TP 1). Bagian B: 15 menit membaca teks nonsastra cetak dan melengkapi tabel penemuan kalimat ide pokok serta ide pendukung (TP 3). Bagian C: 20 menit menulis paragraf sederhana berisi pernyataan pendapat pribadi dan alasan logis menggunakan variasi kalimat serta minimal 2 kosakata baru bermakna denotatif (TP 6). Guru memandu instruksi secara klasikal dan artefak tulisan bernama diperiksa sesudah sesi menggunakan pedoman penskoran objektif dan rubrik menulis. (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban ide pokok, tabel analisis ide pendukung, dan rubrik penilaian menulis teks pendapat)
- unjuk kerja membaca kata-kata baru secara bergiliran: Portofolio amatan membaca kata-kata baru bergiliran individu di meja guru (kapasitas guru: 1 menit per murid, membaca 5-6 kata baru bertema kegiatan yang disukai). Bukti 24 murid telah diambil bertahap pada 4 sesi latihan TP 2 sebelumnya saat jam pembelajaran reguler (6 murid × 1 menit = 6 menit per sesi saat murid lain membaca mandiri). Sisa 4 murid terakhir dinilai di slot sumatif ini: 4 murid × 1 menit = 4 menit + 1 menit transisi = 5 menit. Guru mencatat kelancaran artikulasi dan ketepatan lafal pada lembar amatan bernama. (5 menit; individual; instrumen: lembar cek kelancaran pelafalan kata-kata baru individual)
- unjuk kerja lisan terstruktur bergiliran: Portofolio unjuk kerja lisan terstruktur (maksimal 2 TP lisan berurutan per giliran: menceritakan kembali pokok teks dilanjutkan menyatakan pendapat dengan alasan, sikap santun, dan intonasi tepat; kapasitas guru: 2,5 menit per murid + 30 detik transisi = 3 menit). Bukti 22 murid telah diambil bertahap pada 6 sesi latihan berbicara sebelumnya (masing-masing 3-4 murid per sesi saat kelas melakukan kegiatan literasi/latihan menulis terbimbing). Sisa 6 murid terakhir dinilai di slot sumatif ini: 6 murid × 3 menit = 18 menit + 2 menit rekapitulasi = 20 menit. Nilai seluruh 28 murid lengkap dan terverifikasi di lembar rubrik. (20 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja berbicara (kriteria: urutan penceritaan kembali, kesesuaian pilihan kata, gestur, serta volume/intonasi))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ide Pokok Teks Aural (TP 3.2.1) | Belum mampu menuliskan ide pokok dari teks kegemaran yang diperdengarkan (jawaban salah atau kosong). | Menuliskan informasi pendukung atau detail kecil, bukan gagasan utama dari teks yang didengar. | Menuliskan ide pokok teks aural secara tepat sesuai acuan inti (membaca buku menambah wawasan/pengetahuan). | Menuliskan ide pokok teks aural secara tepat, lengkap, dan dirumuskan secara mandiri dengan kalimat yang sangat jelas. | | Membaca Kata Baru (TP 3.2.2) | Hanya mampu melafalkan 1-2 dari 5 kata baru dengan benar atau masih mengeja per suku kata (Daftar: teratur, wawasan, manfaat, kriya, kreatif). | Melafalkan 3 dari 5 kata baru dengan tepat, namun masih ada keraguan atau pengulangan lafal. | Melafalkan 4 dari 5 kata baru dengan fasih, artikulasi tepat, dan tanpa mengeja. | Melafalkan seluruh 5 kata baru dengan sangat fasih, artikulasi tepat, lancar, dan tanpa ragu. | | Ide Pokok dan Pendukung Teks Cetak (TP 3.2.3) | Belum tepat menentukan kalimat ide pokok maupun kalimat ide pendukung pada teks cetak sarapan sehat. | Hanya tepat menemukan salah satu: kalimat ide pokok saja atau kalimat ide pendukung saja. | Tepat menemukan kalimat ide pokok (sarapan bergizi sangat penting) dan minimal satu kalimat ide pendukung (pasokan energi konsentrasi otak/mencegah sakit perut). | Tepat menemukan kalimat ide pokok dan kedua kalimat ide pendukung secara lengkap sesuai teks bacaan. | | Menyajikan Pendapat Lisan (TP 3.2.4) | Menyampaikan pendapat dengan kata tidak baku, sikap tubuh menunduk/gelisah, serta suara lirih tidak terdengar. | Menyampaikan pendapat dengan sikap cukup tenang, namun volume suara belum konsisten atau pilihan kata belum santun. | Menyajikan pendapat dengan pilihan kata santun, sikap tubuh tegak, serta volume dan intonasi yang jelas sesuai konteks. | Menyajikan pendapat secara meyakinkan dengan gestur wajar, sikap tubuh tegak mantap, pilihan kata sangat santun, serta volume dan intonasi tepat. | | Menceritakan Kembali Teks (TP 3.2.5) | Belum mampu menceritakan kembali isi teks yang dibaca atau alur cerita terputus-putus dan tidak runtut. | Menceritakan sebagian kecil isi informasi teks namun urutan alur pokoknya masih melompat-lompat. | Menceritakan kembali isi informasi utama dari teks yang dibaca secara runtut (awal, inti, akhir). | Menceritakan kembali seluruh informasi utama teks secara runtut, lengkap, dan lancar menggunakan kalimat sendiri. | | Menulis Paragraf Pendapat dan Kosakata Denotatif (TP 3.2.6) | Menulis kurang dari 2 kalimat sederhana dan belum menggunakan kosakata bermakna denotatif yang tepat. | Menulis paragraf pendapat namun pola kalimat masih seragam dan hanya menggunakan 1 kosakata denotatif secara tepat. | Menulis paragraf pendapat dengan rangkaian kalimat beragam (minimal 3 kalimat) serta menggunakan minimal 2 kosakata denotatif secara tepat maknanya. | Menulis paragraf pendapat terpadu dengan variasi pola kalimat yang kaya serta menggunakan lebih dari 2 kosakata denotatif secara tepat dan efektif. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 45 menit untuk pengerjaan tertulis dan pembagian giliran lisan di meja guru berjalan efektif tanpa mengganggu ketertiban kelas?
- Bagaimana ketercapaian seluruh 6 Tujuan Pembelajaran murid kelas 3 pada Bab 2 setelah seluruh bukti portofolio dan tes tertulis terhimpun lengkap?
Murid:- Bagian mana dari asesmen hari ini yang paling mudah dan paling menantang bagiku (menyimak, membaca, berbicara, atau menulis pendapat)?
- Apakah aku sudah mampu menyampaikan pendapat dan menuliskan alasan secara jelas dan jujur?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas III: Kawan Seiring (Edisi Revisi), Bab 2 'Yuk, Berpendapat!'
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas III (Edisi Revisi)
- Teks bacaan 'Safa Suka Membaca Buku' dan 'Manfaat Membaca Buku Bagi Dani'
- Set kartu huruf (A, B, C) untuk kuis tebak ide pokok
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023, Bab 2 'Yuk, Berpendapat!'.
- Naskah teks aural bertema olahraga kegemaran dan lembar kerja murid.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Bab 2 'Yuk Berpendapat!'.
- Naskah teks aural bertema kegiatan seni (origami, kolintang, cat air, teater boneka tangan, gerabah).
- Kartu huruf (A, B, C) untuk aktivitas detektif kalimat utama.
- Buku Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring Kelas III SD
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring Kelas III SD Bab 2 'Yuk, Berpendapat!'
- Naskah teks aural nonsastra bertema 'Manfaat Kegemaran Bersepeda' yang disiapkan guru
- Kartu respon A/B untuk kuis tebak ide pokok
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III Bab 2
- Kartu kata cetak (hobi, bola, tari, pita, roda, kayu)
- Lembar bacaan cetak 'Kegiatan yang Kusukai'
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III Bab 2 'Yuk, Berpendapat!'
- Lembar teks cetak 'Asyiknya Membuat Kolase Kertas' dan kartu kata (kriya, kolase, rekat, tekstur, ornamen)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring Kelas III SD
- Lembar teks cetak 'Senangnya Berkebun Sayur' berisi kata berhuruf tebal: bibit, sekop, gulma, gembur, panen
- Kartu kata dan papan tulis kelas
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2025), Bab 2 'Yuk, Berpendapat!'
- Teks cetak bertema bermain bersama berjudul 'Serunya Bermain Engklek Bersama'
- Kartu kata bertuliskan: strategi, terampil, seimbang, rukun, tangkas, sportif
- Kartu kendali membaca mandiri murid
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek, 2023 Bab 2)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek, 2023 Bab 2)
- Lembar Kerja Detektif Paragraf Cetak
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi, 2025)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi, 2025) Bab 2 'Yuk Berpendapat!'
- Lembar teks bacaan cetak bertema pilihan makanan sehat ('Bekal Sehat Buatan Ibu' dan 'Sarapan Telur Rebus')
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek, 2023
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Bab 2 'Yuk Berpendapat!' hlm. 65
- Set kartu strip kalimat teks 'Teman yang Baik' dan lembar kerja bagan dua kolom 'Detektif Kalimat'
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi, Kemendikdasmen 2025)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi, Kemendikdasmen 2025)
- Lembar teks bacaan cetak 'Pentingnya Berjalan Kaki ke Sekolah' dan LKPD bagan peta pikiran pemetaan ide pokok & pendukung
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, 2025.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Bab 2: Yuk, Berpendapat!.
- Media 4 Kartu Topik Pilihan Pendapat (Topik A, B, C, D) buatan guru.
- Kartu gambar pilihan ekstrakurikuler (Pramuka, Tari, Lukis, Futsal)
- Kartu isyarat jempol untuk umpan balik teman sejawat
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2025)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2025)
- Kartu 4 topik pilihan pendapat persetujuan kelas
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2023, Bab 2)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2023, Bab 2)
- Kartu Skenario Situasi Diskusi (Situasi 1, 2, dan 3)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), 2023.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), 2023.
- Lembar teks bacaan cerita bertema kegemaran ('Pensil Warna Baru Zara' dan 'Koleksi Perangko Bimo').
- Kartu alur kejadian untuk apersepsi.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Teks 'Pentingnya Pertemanan')
- Kartu alur informasi (Awal, Tengah, Akhir)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi) 2024
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi) 2024, Bab 2 Aktivitas 5 Teks 'Animasi Karya Anak Bangsa' halaman 66-67
- Kartu pengingat pokok informasi bacaan untuk aktivitas berpasangan
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring Kelas III SD Revisi
- Teks bacaan bertema hobi: 'Asyiknya Berkebun Sayur hidroponik bersama Danu' dan 'Koleksi Perangko Kakek dan Tari'
- Lembar observasi unjuk kerja menceritakan kembali isi teks
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring SD Kelas III (Bab 2 'Yuk, Berpendapat!')
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring SD Kelas III
- Papan tulis mini/kertas kartu kata denotatif ('udara', 'berteduh', 'sejuk')
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2023, Bab 2)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2023, Bab 2 Halaman 80-83)
- Kartu Kata 'Kotak Kata Pendapat' (berisi kata: sejuk, udara, lingkungan, berteduh)
- Lembar Kerja Menulis Paragraf Pendapat Siswa
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III Edisi Revisi (Bab 2)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III Edisi Revisi (Bab 2, Aktivitas 7)
- Kartu contoh pola kalimat alasan dan kartu bank kata denotatif
- Lembar kerja menulis teks pendapat sederhana
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi) 2024, Bab 2
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi) 2024, Bab 2
- Kartu Kata Denotatif dan Pasangan Makna
- Lembar Kerja Menulis Teks Pendapat Sederhana
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Pusat Perbukuan 2025)
- Lembar Teks Bacaan Nonfiksi Cetak Bertema Pendapat ('Pentingnya Membawa Bekal Sehat' dan 'Gemar Menanam Sayur di Pekarangan')
- Kartu Label 'Ide Pokok' dan 'Ide Pendukung'
- Lembar Kerja Siswa (Tabel Pemetaan Ide dan Kolom Menulis Rangkuman)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Bab 2 'Yuk, Berpendapat!')
- Kartu Teks Bacaan dan Topik Pendapat Berpasangan
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Pusat Perbukuan, Kemendikdasmen 2025)
- Lembar Asesmen Sumatif Tertulis Bab 2 (Bagian A, B, C)
- Kartu Teks Membaca Nyaring Kata Baru (TP 3.2.2)
- Format Rubrik Observasi Unjuk Kerja Lisan (TP 3.2.4 dan TP 3.2.5)
|