Modul AjarPertemuan 6Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Huruf Kapital dan Spasi dalam Kalimat Bertema Permainan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 dengan topik "Huruf Kapital dan Spasi dalam Kalimat Bertema Permainan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Huruf Kapital dan Spasi dalam Kalimat Bertema Permainan

Bahasa Indonesia - Kelas 3

Bab 1 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Huruf Kapital dan Spasi dalam Kalimat Bertema Permainan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikHuruf Kapital dan Spasi dalam Kalimat Bertema Permainan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan mengamati dan mengoreksi teks bertema permainan (contoh: teks 'Main Egrang'), murid dapat memeriksa penggunaan huruf kapital di awal kalimat dan spasi antar kata secara tepat.
  2. Melalui latihan menulis mandiri, murid dapat menuliskan kalimat tentang permainan dengan huruf kapital dan spasi yang benar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian menulis nama permainan favorit? Huruf apa yang kalian gunakan di awal kata?
  2. Mengapa kita perlu memberi jarak antara satu kata dengan kata lainnya saat menulis?
  3. Apa yang terjadi jika kita menulis kalimat tanpa spasi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru melakukan presensi dan mengecek kesiapan belajar murid.
  • Guru menanyakan pengalaman murid bermain di waktu luang sebagai apersepsi.
  • Guru menunjukkan contoh kalimat tanpa huruf kapital dan tanpa spasi di papan tulis, lalu meminta murid mengamati: 'adapertunjukanakrobat'
  • Guru melakukan asesmen awal dengan meminta 2-3 murid membaca kalimat tersebut dan menanyakan apakah mudah dibaca.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar menggunakan huruf kapital dan spasi dengan benar saat menulis tentang permainan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan teks 'Main Egrang' di papan tulis atau layar dengan ejaan yang salah (tanpa huruf kapital dan spasi yang tepat).
  • Murid diminta mengamati teks secara saksama dan mencermati bagian yang terasa 'aneh' atau sulit dibaca.
  • Guru membimbing murid menemukan masalah: kalimat tanpa huruf kapital di awal dan spasi yang tidak konsisten.
  • Guru menjelaskan fungsi huruf kapital (di awal kalimat, nama orang, nama tempat) dan spasi (memisahkan kata) dengan contoh konkret dari teks.
  • Murid mencatat aturan sederhana di buku tulis: 'Huruf kapital dipakai di awal kalimat' dan 'Spasi memisahkan kata'.
  • Guru membacakan kalimat yang benar sambil menunjuk huruf kapital dan spasi, murid mendengarkan dengan saksama.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid diberi lembar kerja berisi teks 'Main Egrang' dengan ejaan salah (seperti di buku siswa hal. 12).
  • Murid bekerja secara individu mengoreksi teks: menambahkan huruf kapital di awal kalimat dan memperbaiki spasi antar kata.
  • Guru berkeliling memberi bimbingan pada murid yang membutuhkan bantuan.
  • Setelah selesai, murid berpasangan dengan teman sebangku untuk saling memeriksa hasil koreksi.
  • Beberapa pasangan maju ke depan membacakan hasil koreksi mereka, guru memberi umpan balik langsung.
  • Guru menuliskan versi kunci jawaban di papan tulis, murid mencocokkan dengan hasil kerja mereka.
  • Murid kemudian menulis 3 kalimat sendiri tentang permainan favorit mereka dengan memperhatikan huruf kapital dan spasi yang benar.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid menukar buku tulis dengan teman sebangku untuk saling mengoreksi 3 kalimat yang sudah ditulis.
  • Murid memberi tanda centang jika huruf kapital dan spasi sudah benar, atau memberi tanda perbaikan jika masih salah.
  • Murid mengembalikan buku dan memperbaiki kesalahan berdasarkan masukan teman.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: 'Apa kesulitan yang kalian alami saat menulis dengan huruf kapital dan spasi?'
  • Murid berbagi pengalaman dan strategi yang mereka gunakan untuk mengingat aturan penulisan.
  • Guru mengajak murid merefleksi: 'Mengapa huruf kapital dan spasi penting dalam menulis? Bagaimana perasaan kalian setelah bisa menulis dengan benar?'

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: huruf kapital digunakan di awal kalimat, nama orang, nama tempat; spasi digunakan untuk memisahkan kata.
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menulis satu kalimat lengkap tentang permainan di kertas yang dikumpulkan.
  • Guru memberikan apresiasi kepada murid yang aktif dan memberikan semangat kepada yang masih perlu latihan.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya: menulis pendapat tentang permainan favorit.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang masih kesulitan diberi teks dengan kalimat lebih pendek (3-4 kata per kalimat). Murid yang sudah lancar diberi teks dengan kalimat lebih panjang dan kompleks.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bantuan lebih dibimbing guru secara individual atau berkelompok kecil. Murid yang cepat memahami diberi kesempatan menjadi tutor sebaya untuk membantu teman.
  • Produk: Murid yang masih belajar menulis 2 kalimat sederhana tentang permainan. Murid yang sudah mahir menulis 5 kalimat dengan variasi struktur (kalimat berita, tanya, perintah).

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan kalimat tanpa huruf kapital dan spasi yang benar di papan tulis: 'adapertunjukanakrobat'
  • Guru meminta 2-3 murid membaca kalimat tersebut dan menanyakan apakah mudah dibaca.
  • Guru mencatat respon murid untuk mengetahui pemahaman awal tentang pentingnya huruf kapital dan spasi.

Proses:

  • Observasi saat murid mengamati dan mengidentifikasi kesalahan ejaan pada teks 'Main Egrang'.
  • Penilaian hasil koreksi teks menggunakan checklist: huruf kapital di awal kalimat, spasi antar kata.
  • Umpan balik lisan saat murid berpasangan mengoreksi pekerjaan teman.
  • Observasi kemampuan murid menulis 3 kalimat sendiri dengan memperhatikan huruf kapital dan spasi.

Akhir:

  • Murid menulis 1 kalimat lengkap tentang permainan di kertas yang dikumpulkan kepada guru.
  • Guru menilai kalimat tersebut menggunakan rubrik: ketepatan penggunaan huruf kapital dan spasi.
  • Guru memberi nilai dan catatan perbaikan untuk dikembalikan pada pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi saat murid mengoreksi teks 'Main Egrang'.
  • Penilaian hasil koreksi teks dengan checklist huruf kapital dan spasi.
  • Umpan balik langsung saat murid membacakan hasil koreksi di depan kelas.

Sumatif:

  • Penilaian hasil tulisan 3 kalimat tentang permainan dengan rubrik penggunaan huruf kapital dan spasi.
  • Penilaian asesmen akhir berupa 1 kalimat yang dikumpulkan untuk mengecek pemahaman.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penggunaan Huruf Kapital di Awal KalimatTidak menggunakan huruf kapital di awal kalimat sama sekali.Menggunakan huruf kapital di awal kalimat pada 1-2 kalimat dari 3 kalimat yang ditulis.Menggunakan huruf kapital di awal kalimat dengan benar pada 3 kalimat, tetapi masih ada 1 kesalahan.Menggunakan huruf kapital di awal kalimat dengan benar dan konsisten pada semua kalimat.
Penggunaan Spasi Antar KataTidak memberikan spasi antar kata atau spasi tidak konsisten di semua kalimat.Memberikan spasi antar kata dengan benar pada 1-2 kalimat dari 3 kalimat yang ditulis.Memberikan spasi antar kata dengan benar pada 3 kalimat, tetapi masih ada 1-2 kesalahan.Memberikan spasi antar kata dengan benar dan konsisten pada semua kalimat.
Kemampuan Mengoreksi TeksTidak dapat mengidentifikasi kesalahan huruf kapital dan spasi pada teks 'Main Egrang'.Dapat mengidentifikasi dan mengoreksi 1-2 kesalahan huruf kapital atau spasi pada teks.Dapat mengidentifikasi dan mengoreksi 3-4 kesalahan huruf kapital dan spasi pada teks dengan benar.Dapat mengidentifikasi dan mengoreksi semua kesalahan huruf kapital dan spasi pada teks dengan benar dan teliti.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami fungsi huruf kapital dan spasi dengan penjelasan yang diberikan?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling menarik bagi murid?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Apa yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran berikutnya agar murid lebih mahir menggunakan huruf kapital dan spasi?
  • Apakah alokasi waktu sudah cukup untuk semua kegiatan pembelajaran?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kalian pelajari hari ini tentang huruf kapital dan spasi?
  • Bagian mana yang paling mudah dan paling sulit saat belajar hari ini?
  • Bagaimana perasaan kalian setelah bisa mengoreksi teks dan menulis kalimat sendiri dengan benar?
  • Apa yang akan kalian lakukan agar bisa selalu ingat menggunakan huruf kapital dan spasi saat menulis?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas III: Kawan Seiring (Kemendikbudristek, 2022), halaman 11-12
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas III: Kawan Seiring (Kemendikbudristek, 2022), halaman 40-42
  3. Teks 'Main Egrang' (dari buku siswa)
  4. Papan tulis dan spidol
  5. Lembar kerja untuk mengoreksi teks
  6. Kertas untuk asesmen akhir
  7. Contoh kalimat bertema permainan untuk latihan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.