Modul AjarPertemuan 4Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Perasaan Tokoh dalam Teks Fiksi Bertema Permainan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 dengan topik "Perasaan Tokoh dalam Teks Fiksi Bertema Permainan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Perasaan Tokoh dalam Teks Fiksi Bertema Permainan

Bahasa Indonesia - Kelas 3

Bab 1 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Perasaan Tokoh dalam Teks Fiksi Bertema Permainan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikPerasaan Tokoh dalam Teks Fiksi Bertema Permainan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui membaca teks fiksi bertema permainan, murid dapat menyebutkan perasaan tokoh dan menjelaskan kejadian-kejadian dalam cerita berdasarkan informasi yang tersedia dalam teks.
  2. Melalui diskusi kelompok, murid dapat menyampaikan perasaan diri sendiri tentang peristiwa serupa dalam teks permainan dengan pilihan kata yang sesuai.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian merasa sedih atau senang saat bermain dengan teman? Ceritakan perasaan kalian!
  2. Apa yang kalian rasakan ketika menang atau kalah dalam permainan lompat tali?
  3. Bagaimana perasaan tokoh dalam cerita yang kita baca hari ini?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengajak murid bernyanyi atau melakukan ice breaking bertema permainan tradisional (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: kita akan membaca cerita tentang permainan dan menemukan perasaan tokoh di dalamnya (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: Siapa yang pernah bermain lompat tali? Bagaimana perasaan kalian saat bermain? (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan atau menampilkan teks fiksi 'Lompat Tali' dari Buku Siswa.
  • Murid membaca teks dalam hati selama 5 menit, guru berkeliling memastikan semua murid fokus.
  • Guru membacakan ulang teks dengan intonasi yang jelas, membantu murid memahami konteks cerita.
  • Murid mengidentifikasi tokoh dalam cerita dan peristiwa yang dialami tokoh (guru menuliskan di papan tulis).
  • Guru mengajukan pertanyaan: Apa yang terjadi pada tokoh? Bagaimana perasaan tokoh saat menang? Saat kalah?
  • Murid menjawab secara lisan, guru mencatat kata-kata perasaan yang muncul: senang, sedih, kecewa, bangga.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang per kelompok).
  • Setiap kelompok mendiskusikan: Pernahkah kalian mengalami kejadian serupa seperti tokoh dalam cerita? Apa perasaan kalian saat itu?
  • Setiap anggota kelompok menceritakan pengalaman pribadi mereka bermain dan perasaan yang dirasakan.
  • Kelompok memilih satu pengalaman untuk dibagikan ke kelas.
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi dengan pilihan kata yang santun dan jelas.
  • Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid duduk tenang dan memikirkan: Apa yang kalian pelajari hari ini tentang perasaan?
  • Murid menuliskan refleksi singkat di buku tulis: perasaan tokoh dalam cerita dan perasaan diri sendiri saat bermain.
  • Beberapa murid membacakan refleksi mereka secara sukarela.
  • Guru memberikan apresiasi dan menegaskan bahwa memahami perasaan sendiri dan orang lain itu penting dalam berteman dan bermain.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: hari ini kita belajar mengenali perasaan tokoh dalam cerita dan menghubungkannya dengan pengalaman kita sendiri (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menyebutkan satu perasaan tokoh dan satu perasaan diri sendiri (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan positif dan mengajak murid berdoa penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang kesulitan membaca diberikan versi teks dengan font lebih besar dan ilustrasi pendukung; murid cepat diberikan teks tambahan untuk dianalisis.
  • Proses: Murid yang lambat didampingi guru atau teman sebaya saat membaca dan berdiskusi; murid cepat diminta menjadi fasilitator kelompok.
  • Produk: Murid yang lambat cukup menyebutkan perasaan secara lisan; murid cepat diminta menuliskan paragraf refleksi lengkap dengan alasan.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: Siapa yang pernah bermain lompat tali? Bagaimana perasaan kalian? (untuk mengetahui pengalaman awal murid)

Proses:

  • Observasi saat membaca: apakah murid fokus dan memahami teks.
  • Observasi diskusi kelompok: partisipasi, kemampuan menyampaikan pendapat, pilihan kata.
  • Catatan anekdotal: respons murid terhadap pertanyaan pemantik.

Akhir:

  • Tulisan refleksi murid: perasaan tokoh dan perasaan diri sendiri.
  • Presentasi kelompok: ketepatan identifikasi perasaan dan kejelasan komunikasi.
  • Tanya jawab lisan di penutup: murid menyebutkan minimal 1 perasaan tokoh dan 1 perasaan diri sendiri.

Formatif:

  • Observasi selama diskusi kelompok: kemampuan murid menyampaikan perasaan dengan pilihan kata yang sesuai.
  • Tanya jawab lisan tentang perasaan tokoh dalam teks.

Sumatif:

  • Penilaian tulisan refleksi: kemampuan murid menjelaskan perasaan tokoh dan perasaan diri sendiri.
  • Presentasi kelompok: kemampuan komunikasi dan kolaborasi.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan perasaan tokoh dalam teks fiksiMurid belum dapat menyebutkan perasaan tokoh atau menyebutkan dengan tidak tepat.Murid dapat menyebutkan 1 perasaan tokoh tetapi belum dapat menjelaskan kejadian penyebabnya.Murid dapat menyebutkan 2 atau lebih perasaan tokoh dan menjelaskan sebagian kejadian penyebabnya.Murid dapat menyebutkan berbagai perasaan tokoh dan menjelaskan seluruh kejadian penyebabnya dengan rinci.
Menyampaikan perasaan diri sendiri dengan pilihan kata yang sesuaiMurid belum dapat menyampaikan perasaan atau menggunakan kata yang tidak sesuai.Murid dapat menyampaikan perasaan dengan pilihan kata sederhana tetapi kurang jelas.Murid dapat menyampaikan perasaan dengan pilihan kata yang tepat dan cukup jelas.Murid dapat menyampaikan perasaan dengan pilihan kata yang tepat, jelas, dan santun, disertai alasan.
Partisipasi dalam diskusi kelompokMurid tidak aktif dalam diskusi dan tidak menyampaikan pendapat.Murid sesekali berpartisipasi tetapi kurang aktif menyampaikan pendapat.Murid aktif berpartisipasi dan menyampaikan pendapat dengan cukup baik.Murid sangat aktif berpartisipasi, menyampaikan pendapat dengan jelas, dan menanggapi teman dengan santun.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami perasaan tokoh dalam teks?
  • Apakah strategi diskusi kelompok efektif untuk mendorong murid menyampaikan perasaan?
  • Murid mana yang memerlukan pendampingan lebih lanjut dalam membaca atau berbicara?
  • Apakah alokasi waktu sudah sesuai dengan kebutuhan pembelajaran?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kalian pelajari hari ini tentang perasaan tokoh dalam cerita?
  • Bagaimana perasaan kalian saat berdiskusi dengan teman?
  • Apa yang paling kalian sukai dari pembelajaran hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas III 'Kawan Seiring' (teks 'Lompat Tali')
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas III 'Kawan Seiring'
  3. Papan tulis dan spidol
  4. Lembar kerja kelompok (opsional)
  5. Alat tulis murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.