Modul AjarPertemuan 10Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Menulis Cerita Singkat Pengalaman Bermain

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 dengan topik "Menulis Cerita Singkat Pengalaman Bermain". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3: Menulis Cerita Singkat Pengalaman Bermain

Bahasa Indonesia - Kelas 3

Bab 1 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Menulis Cerita Singkat Pengalaman Bermain

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMenulis Cerita Singkat Pengalaman Bermain
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan menulis terbimbing, murid dapat menulis cerita singkat tentang permainan yang disukai menggunakan rangkaian kalimat yang beragam dan kosakata bermakna denotatif.
  2. Melalui panduan penulisan, murid dapat menerapkan kaidah kebahasaan (huruf kapital, tanda baca, spasi) secara tepat dalam cerita pengalaman bermain.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa permainan kesukaan kalian dan mengapa kalian menyukainya?
  2. Bagaimana perasaan kalian ketika bermain permainan favorit?
  3. Apa yang ingin kalian ceritakan tentang pengalaman bermain kalian?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan menyapa murid dan mengajak berdoa bersama.
  • Guru mengajak murid bernyanyi atau melakukan gerakan ringan untuk menciptakan suasana yang menggembirakan.
  • Guru menanyakan kabar dan kesiapan murid untuk belajar.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang suka bermain? Permainan apa yang kalian mainkan kemarin atau saat liburan?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan menulis cerita singkat tentang permainan kesukaan kita dengan menggunakan kalimat yang beragam dan kaidah kebahasaan yang tepat.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid mengingat kembali permainan yang pernah mereka mainkan dengan berdiskusi bersama.
  • Guru menampilkan atau membacakan contoh cerita singkat tentang pengalaman bermain (dapat menggunakan referensi dari buku siswa atau cerita sederhana lainnya).
  • Murid menyimak dengan saksama dan mengidentifikasi bagian-bagian cerita: nama permainan, siapa yang bermain, di mana bermain, bagaimana cara bermain, dan perasaan saat bermain.
  • Guru membimbing murid memahami struktur cerita pengalaman: ada pembuka (apa permainannya), isi (bagaimana bermainnya, dengan siapa, di mana), dan penutup (perasaan atau manfaat bermain).
  • Guru menunjukkan contoh penggunaan huruf kapital di awal kalimat, tanda titik di akhir kalimat, dan spasi antar kata dalam cerita contoh.
  • Murid diberi kesempatan bertanya tentang hal yang belum dipahami.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan panduan penulisan cerita (dapat menggunakan panduan dari buku siswa halaman 28: nama permainan, mengapa suka, dengan siapa, di mana, bagaimana cara bermain, keamanan, dan manfaat).
  • Murid memilih satu permainan kesukaan mereka untuk diceritakan.
  • Murid menulis cerita singkat secara mandiri dengan bimbingan guru yang berkeliling membantu murid yang memerlukan dukungan.
  • Guru mengingatkan murid untuk memperhatikan penggunaan huruf kapital di awal kalimat, tanda baca (titik, koma, tanda tanya, tanda seru), dan spasi antar kata.
  • Murid yang sudah selesai menulis diminta membaca kembali tulisannya dan memeriksa kaidah kebahasaan (self-check).
  • Murid menukarkan hasil tulisan dengan teman sebangku untuk saling membaca dan memberikan masukan (peer review).
  • Murid memperbaiki tulisan berdasarkan masukan teman dan pengecekan sendiri.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Beberapa murid secara sukarela membacakan cerita yang telah mereka tulis di depan kelas.
  • Guru dan murid lain memberikan apresiasi dan tanggapan positif.
  • Guru membimbing murid merefleksi proses menulis: 'Apa yang kalian rasakan saat menulis cerita? Bagian mana yang mudah? Bagian mana yang sulit?'
  • Murid menuliskan atau menyampaikan refleksi secara lisan tentang pengalaman belajar hari ini.
  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya menulis dengan kaidah kebahasaan yang tepat agar cerita mudah dipahami orang lain.

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan memeriksa hasil tulisan murid menggunakan rubrik penilaian.
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: hari ini kita telah belajar menulis cerita singkat tentang pengalaman bermain dengan memperhatikan kaidah kebahasaan.
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas usaha dan hasil kerja mereka.
  • Guru meminta murid menjawab pertanyaan refleksi murid.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang masih kesulitan menulis dapat menggunakan panduan pertanyaan yang lebih terstruktur (template dengan kalimat pemandu). Murid yang sudah lancar dapat menulis cerita lebih panjang dengan detail yang lebih kaya.
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan lebih mendapat bimbingan intensif dari guru saat menulis (scaffolding). Murid yang sudah mahir dapat langsung menulis mandiri dan membantu teman yang kesulitan sebagai tutor sebaya.
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk produk: cerita tertulis biasa, cerita tertulis disertai gambar ilustrasi, atau cerita dalam bentuk komik sederhana (dengan teks dan gambar).

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengalaman bermain murid untuk mengukur pengetahuan awal dan kemampuan menyampaikan ide secara lisan.

Proses:

  • Observasi guru saat murid menulis cerita: memperhatikan cara murid menyusun kalimat, menggunakan huruf kapital, tanda baca, dan spasi.
  • Penilaian diri (self-check) saat murid membaca kembali tulisannya sendiri.
  • Penilaian sejawat (peer review) saat murid saling membaca tulisan teman dan memberikan masukan.

Akhir:

  • Penilaian hasil tulisan cerita singkat menggunakan rubrik yang mencakup struktur cerita, keberagaman kalimat, kosakata, dan kaidah kebahasaan.
  • Refleksi tertulis atau lisan murid tentang proses dan hasil belajar.

Formatif:

  • Observasi selama proses menulis: guru mengamati kemampuan murid dalam menggunakan kaidah kebahasaan dan menyusun kalimat.
  • Penilaian sejawat (peer review) saat murid saling membaca dan memberikan masukan terhadap tulisan teman.

Sumatif:

  • Penilaian hasil tulisan cerita singkat murid menggunakan rubrik yang mencakup aspek struktur cerita, keberagaman kalimat, penggunaan kosakata, dan kaidah kebahasaan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Struktur CeritaCerita tidak memiliki struktur yang jelas (tidak ada pembuka, isi, atau penutup).Cerita memiliki satu atau dua bagian struktur (misalnya hanya pembuka dan isi, tetapi tidak ada penutup).Cerita memiliki struktur lengkap (pembuka, isi, penutup) tetapi kurang runtut.Cerita memiliki struktur lengkap dan runtut dengan pembuka, isi, dan penutup yang jelas.
Keberagaman KalimatMenggunakan kalimat yang monoton dan sangat sederhana, banyak pengulangan pola yang sama.Menggunakan beberapa variasi kalimat sederhana, tetapi masih banyak pengulangan.Menggunakan variasi kalimat sederhana yang cukup beragam dengan sedikit pengulangan.Menggunakan rangkaian kalimat yang beragam, tidak monoton, dan menarik untuk dibaca.
KosakataMenggunakan kosakata sangat terbatas dan banyak kata yang tidak tepat makna.Menggunakan kosakata terbatas tetapi sudah sesuai makna denotatif (makna sebenarnya).Menggunakan kosakata yang cukup beragam dan sesuai makna denotatif.Menggunakan kosakata yang beragam, tepat makna denotatif, dan memperkaya isi cerita.
Huruf KapitalTidak menggunakan huruf kapital di awal kalimat dan nama orang/tempat.Kadang-kadang menggunakan huruf kapital di awal kalimat, tetapi tidak konsisten.Menggunakan huruf kapital di awal kalimat dengan konsisten, tetapi masih ada kesalahan pada nama orang/tempat.Menggunakan huruf kapital secara tepat di awal kalimat dan nama orang/tempat.
Tanda BacaTidak menggunakan tanda baca (titik, koma, tanda tanya, tanda seru) sama sekali.Kadang-kadang menggunakan tanda baca, tetapi sering salah atau tidak konsisten.Menggunakan tanda baca dengan cukup tepat, hanya ada sedikit kesalahan.Menggunakan tanda baca (titik, koma, tanda tanya, tanda seru) secara tepat sesuai fungsinya.
Spasi Antar KataTidak memberikan spasi antar kata atau spasi tidak konsisten.Kadang-kadang memberikan spasi antar kata, tetapi masih banyak yang salah.Memberikan spasi antar kata dengan cukup konsisten, hanya ada sedikit kesalahan.Memberikan spasi antar kata secara konsisten dan tepat di seluruh tulisan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Berapa persen murid yang mencapai tujuan pembelajaran?
  • Bagian mana dari kegiatan pembelajaran yang paling efektif membantu murid memahami dan mengaplikasikan materi?
  • Apa kendala yang dihadapi selama pembelajaran dan bagaimana mengatasinya di pembelajaran berikutnya?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Apa yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan untuk pembelajaran serupa di masa mendatang?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kalian pelajari hari ini tentang menulis cerita?
  • Bagian mana yang paling kalian sukai dari kegiatan menulis hari ini?
  • Apa yang kalian rasakan mudah dan apa yang kalian rasakan sulit saat menulis cerita?
  • Apa yang akan kalian lakukan agar tulisan kalian lebih baik lagi?
  • Apa manfaat yang kalian rasakan dari belajar menulis cerita hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (halaman 28-29)
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III
  3. Buku-buku cerita anak tentang permainan (dari perpustakaan sekolah atau digital)
  4. Alat tulis: buku tulis, pensil, penghapus, pulpen warna
  5. Panduan penulisan cerita (template pertanyaan pemandu dari buku siswa)
  6. Kartu kosakata atau poster tentang tanda baca dan huruf kapital
  7. Contoh cerita singkat tentang pengalaman bermain

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.