Modul AjarBab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3 Bab 1: Kawan Seiring

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Bahasa Indonesia kelas 3 untuk Bab 1 "Kawan Seiring", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3 Bab 1: Kawan Seiring

Bahasa Indonesia - Kelas 3

Bab 1

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Bab 1 — Kawan Seiring

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikBab 1 — Kawan Seiring
Alokasi Waktu54 JP (54 x 35 menit = 1890 menit)
Jumlah Pertemuan27
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 3.1.1 Mengidentifikasi isi teks sastra berbentuk teks aural tentang pertemanan
  2. TP 3.1.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan tentang pertemanan
  3. TP 3.1.3 Menemukan ide pokok dalam teks nonsastra berbentuk cetak tentang pertemanan
  4. TP 3.1.4 Menceritakan kembali isi teks yang dibaca tentang persahabatan
  5. TP 3.1.5 Menanggapi diskusi sesuai tata cara saat membahas cerita pertemanan
  6. TP 3.1.6 Menulis teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang kegiatan bersama teman

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana caramu mengetahui nama tokoh dan apa yang sedang dialaminya saat mendengarkan cerita yang dibacakan?
  2. Apa yang terjadi ketika salah satu teman dalam cerita mengalami kesulitan?
  3. Pernahkah kamu dan temanmu menghadapi masalah atau kesulitan saat belajar atau bermain bersama?
  4. Bagaimana cara kamu dan temanmu menyelesaikan masalah tersebut agar pertemanan tetap rukun?
  5. Apa saja perbuatan baik yang pernah dilakukan temanmu ketika kamu membutuhkan bantuan?
  6. Bagaimana kita bisa mengetahui sikap baik seorang tokoh saat mendengarkan cerita yang dibacakan?
  7. Pernahkah kamu mendengarkan dongeng tentang dua sahabat yang saling menolong?
  8. Bagaimana kita bisa mengetahui nasihat atau ajaran baik dari dongeng yang kita dengarkan?
  9. Apa yang kamu lakukan jika melihat kata baru yang belum pernah kamu baca sebelumnya?
  10. Bagaimana cara membaca kata baru agar terdengar lancar dan langsung dikenali bunyinya?
  11. Bagaimana caramu membaca kata yang memiliki awalan atau akhiran agar terdengar jelas dan lancar?
  12. Apa perbedaan bunyi kata saat masih kata dasar dibandingkan setelah mendapat imbuhan ber- atau me-?
  13. Bagaimana caramu membaca kata baru di dalam kalimat tanpa terbata-bata atau mengeja?
  14. Mengapa membaca kata-kata baru secara lancar membantu kita memahami isi kalimat tentang kawan seiring?
  15. Bagaimana caramu membaca kata-kata baru yang ada di dalam sebuah cerita tanpa tersendat?
  16. Mengapa membaca kata dengan lafal yang tepat membuat teman mudah memahami bacaan kita?
  17. Apa inti atau pesan utama yang ingin disampaikan oleh penulis dalam sebuah bacaan?
  18. Di bagian kalimat mana dalam sebuah paragraf kita biasanya menemukan pokok pikiran utama?
  19. Bagaimana cara kita mengetahui hal terpenting yang dibahas dalam sebuah paragraf?
  20. Jika inti bacaan berada di kalimat paling depan, bagaimana cara kita menentukannya?
  21. Di mana saja letak ide pokok yang biasa kita temukan dalam sebuah paragraf?
  22. Bagaimana cara mengetahui bahwa inti atau gagasan utama suatu teks berada di kalimat terakhir?
  23. Bagaimana cara kita mengetahui inti cerita atau gagasan utama dari sebuah bacaan?
  24. Apakah ide pokok setiap paragraf selalu berada di posisi yang sama, atau bisa berbeda-beda?
  25. Siapa saja tiga sahabat yang ada pada cerita 'Tiga Sahabat yang Kompak'?
  26. Bagaimana awal cerita persahabatan mereka bermula sebelum mereka saling membantu?
  27. Bagaimana urutan peristiwa yang terjadi saat Amel dan Elisa membantu Citra?
  28. Mengapa kita perlu menyebutkan peristiwa secara berurutan saat menceritakan kembali sebuah cerita?
  29. Bagaimana akhir dari cerita persahabatan yang pernah kamu baca?
  30. Pesan apa yang dapat kita petik dari teman yang saling membantu dalam cerita?
  31. Bagaimana urutan kejadian dalam sebuah cerita persahabatan dari awal sampai selesai?
  32. Mengapa kita perlu menceritakan peristiwa dalam bacaan secara runtut?
  33. Apa yang harus kita lakukan sebelum menyampaikan pendapat saat teman lain sedang berbicara?
  34. Mengapa kita perlu mendengarkan teman dengan tenang sampai ia selesai berbicara dalam diskusi?
  35. Apa yang harus kita lakukan sebelum berbicara saat teman lain sedang menyampaikan pendapat?
  36. Mengapa kita perlu menunggu giliran bicara saat berdiskusi tentang cerita pertemanan?
  37. Bagaimana caramu menyampaikan tanggapan jika tidak sependapat dengan teman saat berdiskusi agar pertemanan tetap rukun?
  38. Mengapa kita perlu memilih kata yang santun saat menanggapi pengalaman yang diceritakan kawan?
  39. Apa yang harus kita lakukan terlebih dahulu saat ingin menanggapi pertanyaan teman di lingkaran diskusi?
  40. Bagaimana tanggapan yang santun jika ada teman yang memberikan masukan tentang cerita yang sedang kita bahas?
  41. Apa saja kegiatan seru yang pernah kamu lakukan bersama teman di sekolah?
  42. Bagaimana cara merangkai kalimat-kalimat sederhana agar menjadi cerita kegiatan bersama kawan?
  43. Kata hubung apa yang biasa kalian gunakan untuk menggabungkan dua kegiatan bersama teman dalam satu kalimat?
  44. Bagaimana cara membuat tulisan tentang pengalaman bersama teman agar kalimat-kalimatnya bervariasi dan tidak monoton?
  45. Permainan apa yang paling berkesan saat kamu lakukan bersama kawan di sekolah?
  46. Bagaimana cara kita merangkai berbagai kalimat yang berbeda bentuk agar cerita bermain bersama teman menjadi paragraf yang asyik dibaca?
  47. Kegiatan apa yang paling seru saat kamu lakukan bersama temanmu kemarin?
  48. Bagaimana caramu menceritakan kegiatan itu menjadi dua bagian cerita yang tersusun rapi menggunakan kalimat yang berbeda-beda bentuknya?
  49. Bagaimana caramu mengetahui hal paling penting yang sedang dibahas dalam sebuah bacaan tentang kegiatan kawan?
  50. Bagaimana caramu menceritakan kembali kegiatan seru bersama teman ke dalam tulisan agar kalimat-kalimatmu tidak terdengar membosankan atau sama terus?
  51. Apa saja isi penting yang harus kita perhatikan saat mendengarkan cerita teman?
  52. Bagaimana cara menanggapi cerita teman dalam diskusi dengan tertib dan santun?
  53. Bagaimana kita menunjukkan semua hal baik yang sudah kita pelajari tentang kawan seiring dalam mendengarkan, membaca, berbicara, dan menulis hari ini?
  54. Mengapa kita perlu bersikap jujur, mandiri, dan tertib saat mengerjakan tugas penilaian akhir bab?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengidentifikasi Tokoh dan Peristiwa pada Teks Aural Pertemanan Amel, Citra, dan Elisa — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.1 Mengidentifikasi isi teks sastra berbentuk teks aural tentang pertemanan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengondisikan kesiapan belajar murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimak cerita yang dibacakan guru lalu mengidentifikasi tokoh dan peristiwa di dalamnya (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperdengarkan cerita cuplikan 2 kalimat: 'Reno dan Banu bermain layang-layang di lapangan. Tiba-tiba benang layang-layang Reno putus tersangkut pohon.' Guru menanyakan 2 pertanyaan diagnostik: (1) Siapa tokohnya? (acuan: Reno dan Banu); (2) Peristiwa apa yang terjadi? (acuan: bermain layang-layang lalu benang putus tersangkut pohon) untuk mengecek kesiapan murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan teks sastra aural 'Pertemanan Amel, Citra, dan Elisa' dengan intonasi jelas sementara murid menyimak isi teks secara saksama (8 menit).
  • Guru memandu tanya jawab terarah tentang isi teks: menyebutkan nama tokoh (Amel, Citra, Elisa) dan peristiwa awal (Citra sedih karena lupa membawa tugas menggambar) (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid berpasangan memainkan permainan interaktif 'Kartu Detektif Cerita': setiap pasangan menerima 4 kartu peristiwa untuk diurutkan dan dipasangkan dengan tokoh pelakunya: Kartu 1 'Tampak sedih karena lupa membawa tugas menggambar' -> tokoh Citra; Kartu 2 'Membuka tas dan membagikan selembar kertas gambar' -> tokoh Amel; Kartu 3 'Membantu mewarnai gambar bersama' -> tokoh Elisa; Kartu 4 'Tersenyum dan memuji kekompakan tugas' -> tokoh Bu Guru (acuan: pasangan kartu 1-Citra, 2-Amel, 3-Elisa, 4-Bu Guru) (15 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan lembar latihan identifikasi isi teks aural berisi 3 pertanyaan: (1) Sebutkan 3 teman akrab dalam cerita (acuan: Amel, Citra, Elisa); (2) Apa masalah yang dialami Citra saat istirahat? (acuan: sedih/takut dimarahi Bu Guru karena lupa membawa tugas menggambar); (3) Bagaimana peristiwa penyelesaiannya? (acuan: Amel memberikan kertas gambar dan Elisa membantu mewarnai hingga tugas selesai) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid memeriksa bersama jawaban lembar latihan berdasarkan isi teks yang telah didengarkan dan memberikan penguatan konseptual (5 menit).
  • Murid mengevaluasi pemahamannya sendiri dengan mengangkat kartu jempol (hijau: paham lengkap tokoh dan peristiwa, kuning: masih tertukar nama peristiwa) (5 menit).

Penutup:

  • Guru memfasilitasi murid menyimpulkan kembali cara mengenali tokoh dan peristiwa dari teks yang didengar (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik apresiatif atas keterlibatan murid dan menginformasikan fokus teks aural untuk pertemuan berikutnya sebelum menutup dengan doa dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, guru membacakan ulang bagian kalimat kunci dari teks secara perlahan; bagi murid cepat, disediakan teks aural penggalan kedua untuk diidentifikasi tokoh tambahannya.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dipasangkan dengan teman yang sudah memahami konsep tokoh dan urutan peristiwa dalam permainan kartu.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan jawaban dengan menempelkan kartu nama tokoh pada kartu peristiwa atau menuliskannya langsung di lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan singkat berdasarkan teks pemantik 2 kalimat yang dibacakan guru: menyebutkan tokoh (acuan: Reno dan Banu) dan peristiwa (acuan: benang layang-layang putus tersangkut pohon).

Proses:

  • Ketepatan memasangkan 4 kartu peristiwa dengan tokoh pelaku dalam permainan Kartu Detektif Cerita (acuan: Kartu 1-Citra, Kartu 2-Amel, Kartu 3-Elisa, Kartu 4-Bu Guru).
  • Pengerjaan mandiri lembar identifikasi teks aural dengan 3 butir soal: Butir 1 menyebutkan 3 tokoh (acuan: Amel, Citra, Elisa); Butir 2 menyebutkan masalah (acuan: Citra lupa membawa tugas menggambar); Butir 3 menyebutkan penyelesaian (acuan: Amel berbagi kertas gambar dan Elisa membantu mewarnai).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di akhir sesi: murid menjawab secara lisan 1 peristiwa penutup cerita saat Bu Guru melihat tugas Citra (acuan: Bu Guru tersenyum memuji kekompakan mereka).

Formatif:

  • Pemeriksaan lembar kerja identifikasi tokoh dan peristiwa teks aural
  • Observasi unjuk kerja permainan memasangkan kartu detektif cerita

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi Tokoh dalam Teks AuralBelum mampu menyebutkan nama tokoh cerita yang didengar meskipun dibimbing guru.Menyebutkan 1 dari 3 tokoh utama (Amel, Citra, Elisa) secara tepat berdasarkan cerita yang didengar.Menyebutkan 2 sampai 3 tokoh utama (Amel, Citra, Elisa) secara tepat dari cerita yang didengar.Menyebutkan seluruh tokoh utama (Amel, Citra, Elisa) serta tokoh pendukung (Bu Guru) secara lengkap dan tepat tanpa bantuan.
Mengidentifikasi Peristiwa dalam Teks AuralBelum mampu mengidentifikasi peristiwa atau kejadian dalam cerita yang didengar.Mengidentifikasi 1 peristiwa (misal: Citra sedih/lupa membawa tugas) dengan tepat sesuai isi cerita.Mengidentifikasi 2 peristiwa (masalah Citra dan tindakan Amel/Elisa membantu) dengan tepat sesuai isi cerita.Mengidentifikasi seluruh rangkaian peristiwa (masalah Citra, bantuan Amel dan Elisa, serta respons Bu Guru) secara tepat dan runtut.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah artikulasi dan tempo pembacaan teks aural sudah cukup jelas bagi seluruh murid?
  • Bagian peristiwa mana dalam teks aural yang paling sulit ditangkap oleh murid saat menyimak?

Murid:

  • Siapa tokoh dalam cerita tadi yang paling kamu sukai tindakannya?
  • Apakah kamu dapat mengingat apa yang dialami Citra saat mendengarkan cerita guru tadi?

Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Alur Masalah dan Penyelesaian dalam Teks Sastra Aural tentang Pertemanan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.1 Mengidentifikasi isi teks sastra berbentuk teks aural tentang pertemanan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimak cerita fiksi pertemanan untuk mengenali masalah yang dialami tokoh serta cara mereka menyelesaikannya (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan membacakan satu ilustrasi situasi: 'Budi dan Dito ingin bermain kelereng bersama, tetapi kelereng Dito tertinggal di rumah. Budi lalu membagi setengah kelereng miliknya agar mereka bisa bermain bersama.' Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Apa masalah dalam cerita tadi dan bagaimana penyelesaiannya?' (acuan: masalah = kelereng Dito tertinggal; penyelesaian = Budi membagi kelereng miliknya) untuk mengecek kesiapan murid membedakan masalah dan penyelesaian (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memberikan penjelasan terbimbing bahwa dalam isi cerita fiksi sering terdapat masalah (hal sulit, hambatan, atau perselisihan yang dihadapi tokoh) dan penyelesaian (cara atau tindakan tokoh untuk mengatasi hambatan tersebut) (5 menit).
  • Guru membacakan teks sastra aural berjudul 'Tugas Boneka Kertas': 'Bu Guru menugaskan Amel, Citra, dan Elisa membuat boneka kertas bersama. Amel membawa kertas lipat, sedangkan Citra membawa gunting. Ketika hendak merekatkan baju boneka, lem kertas milik Elisa tertinggal di rumah. Waktu pembuatan tersisa sedikit dan mereka mulai panik. Amel mengusulkan agar mereka saling membantu membuat lipatan perekat dari sisa kertas tanpa perlu lem. Citra dan Elisa menyetujui ide itu dan bekerja sama melipat dengan cepat sehingga boneka kertas selesai tepat waktu.' Murid menyimak pembacaan teks dengan saksama (7 menit).
  • Guru memandu tanya jawab klasikal untuk mengidentifikasi isi teks yang didengar: apa masalah yang dihadapi ketiga sahabat (acuan: lem kertas Elisa tertinggal di rumah dan waktu pengerjaan tersisa sedikit) dan bagaimana tindakan penyelesaiannya (acuan: Amel mengusulkan membuat lipatan perekat dari sisa kertas, lalu Citra dan Elisa bekerja sama melipatnya hingga tugas selesai tepat waktu) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid berpasangan dan membagikan lembar aktivitas berpasangan berisi 2 kolom: 'Masalah Tokoh' dan 'Penyelesaian Masalah' (2 menit).
  • Guru memainkan permainan aural menggembirakan 'Tantangan Detektif Cerita': Guru membacakan teks sastra aural kedua berjudul 'Pentas Seni Kelas Tiga': 'Kiki dan Rudi berteman baik dan berlatih drama bersama untuk pentas seni kelas. Pada hari pementasan, topeng kelinci yang dibuat Rudi tiba-tiba sobek di bagian tali pengikat karena tersangkut pintu. Rudi merasa sedih dan takut tidak bisa tampil. Kiki segera mengambil pita rambut cadangan dari sakunya dan membantu mengikatkan kembali topeng Rudi dengan rapi. Rudi tersenyum gembira dan mereka berhasil tampil bersama di panggung.' (8 menit).
  • Secara berpasangan, murid berdiskusi dan menuliskan hasil identifikasi isi pada lembar kerja detektif: (1) Masalah yang dialami tokoh (acuan: topeng kelinci Rudi sobek pada bagian tali pengikat karena tersangkut pintu); (2) Penyelesaian yang dilakukan tokoh (acuan: Kiki mengambil pita rambut cadangan dan membantu mengikatkan kembali topeng Rudi hingga mereka bisa tampil bersama) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru membacakan kunci jawaban dan memfasilitasi murid mencocokkan hasil identifikasi masalah dan penyelesaian yang telah ditulis bersama pasangan (5 menit).
  • Murid merenungkan apa yang membantu mereka menemukan masalah dan penyelesaian dalam cerita yang didengarkan (misalnya memperhatikan bagian saat tokoh mulai cemas/mengalami kesulitan dan bagian saat tokoh menemukan ide bantuan) (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan cara mengidentifikasi isi teks sastra aural, yaitu dengan mencermati kesulitan yang menimpa tokoh (masalah) dan tindakan tolong-menolong yang dilakukan tokoh (penyelesaian) (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini dan menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya pembelajaran akan dilanjutkan dengan mengidentifikasi isi dan sikap baik tokoh dalam teks sastra aural pertemanan (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menyimak pengulangan pembacaan kalimat kunci bagian masalah dan penyelesaian secara perlahan; murid cepat langsung menyimak teks secara utuh satu kali.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dipandu guru dengan pertanyaan penuntun ('Apa benda yang rusak?', 'Siapa yang menolong dan pakai apa?'); murid yang lebih mahir bekerja mandiri bersama pasangannya tanpa panduan tambahan.
  • Produk: Murid bebas menuliskan jawaban identifikasi menggunakan kalimat sederhana mereka sendiri atau kata-kata inti asalkan memuat inti masalah dan tindakan penyelesaian sesuai acuan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di pendahuluan: 'Budi dan Dito ingin bermain kelereng bersama, tetapi kelereng Dito tertinggal di rumah. Budi lalu membagi setengah kelereng miliknya agar mereka bisa bermain bersama. Apa masalahnya dan bagaimana penyelesaiannya?' (Kriteria acuan diagnostik: masalah = kelereng Dito tertinggal; penyelesaian = Budi membagi kelereng miliknya kepada Dito).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja berpasangan dari teks sastra aural 'Pentas Seni Kelas Tiga'. Butir yang dinilai: (1) Ketepatan mengidentifikasi masalah tokoh (acuan: tali topeng kelinci Rudi sobek karena tersangkut pintu); (2) Ketepatan mengidentifikasi tindakan penyelesaian masalah (acuan: Kiki memberikan pita rambut cadangan dan membantu mengikatkan topeng Rudi).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan mandiri dan umpan balik reflektif: murid memeriksa lembar kerja berdasarkan acuan kunci jawaban guru untuk memastikan kedua unsur isi cerita (masalah dan penyelesaian) telah teridentifikasi dengan tepat tanpa ada peristiwa yang tertukar.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di pendahuluan mengenai pengenalan masalah dan penyelesaian dari cerita pendek.
  • Asesmen formatif lembar kerja berpasangan 'Detektif Cerita' yang menilai ketepatan identifikasi masalah dan penyelesaian dari teks sastra aural yang dibacakan guru.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi masalah dalam teks sastra auralBelum mampu mengidentifikasi masalah yang dialami tokoh dalam teks sastra aural meski telah dibimbing.Mengidentifikasi masalah yang dialami tokoh tetapi masih kurang tepat atau tertukar dengan peristiwa lain (memerlukan bimbingan guru).Mampu mengidentifikasi masalah yang dialami tokoh secara tepat sesuai isi cerita (acuan: tali topeng kelinci Rudi sobek tersangkut pintu) dengan sedikit arahan.Mampu mengidentifikasi masalah yang dialami tokoh secara tepat, lengkap, dan mandiri tanpa bantuan.
Mengidentifikasi penyelesaian masalah dalam teks sastra auralBelum mampu mengidentifikasi tindakan penyelesaian masalah yang dilakukan tokoh dalam teks sastra aural.Mengidentifikasi tindakan penyelesaian masalah tetapi belum lengkap (hanya menyebutkan tokoh penolong tanpa menyebutkan tindakan pita cadangan/perbaikan).Mampu mengidentifikasi tindakan penyelesaian masalah secara tepat sesuai isi cerita (acuan: Kiki memakai pita cadangan dan mengikatkan topeng Rudi) dengan sedikit arahan.Mampu mengidentifikasi seluruh tindakan penyelesaian masalah secara tepat, runtut, dan mandiri tanpa bantuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks aural yang dibacakan memiliki tingkat kesulitan dan panjang yang sesuai dengan daya simak murid kelas 3?
  • Apakah kegiatan berpasangan 'Detektif Cerita' efektif dalam membantu murid membedakan unsur masalah dan unsur penyelesaian?

Murid:

  • Bagian mana dari cerita tadi yang paling mudah kamu kenali sebagai masalah tokoh?
  • Apakah kamu dapat menemukan cara tokoh menyelesaikan masalahnya saat mendengarkan cerita?

Pertemuan 3 — Mengidentifikasi Isi dan Sikap Baik Tokoh dalam Teks Sastra Aural Pertemanan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.1 Mengidentifikasi isi teks sastra berbentuk teks aural tentang pertemanan

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, memimpin doa singkat, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi isi cerita dan menemukan sikap-sikap baik tokoh dari teks aural bertema pertemanan (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan membacakan teks pemantik 2 kalimat: 'Dodi melihat pensil Budi patah saat menggambar. Dodi langsung meminjamkan pensil cadangannya kepada Budi.' Guru mengajukan 2 pertanyaan: (1) Siapa tokoh yang dibantu? (acuan: Budi); (2) Apa sikap baik yang ditunjukkan tokoh Dodi? (acuan: meminjamkan pensil cadangan/membantu teman) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membacakan teks sastra aural berjudul 'Payung Persahabatan Danu dan Galih': 'Hujan deras mengguyur halaman sekolah saat bel pulang berbunyi. Galih berdiri cemas di teras karena payungnya tertinggal di rumah. Danu yang membawa payung besar melihat Galih kebingungan. Danu menghampiri Galih lalu mengajaknya berjalan bersama di bawah satu payung hingga halte bus. Galih tersenyum lega dan mengucapkan terima kasih.' Murid menyimak teks aural dengan cermat (7 menit).
  • Guru membimbing tanya jawab terarah untuk membedah unsur isi teks aural: latar peristiwa, tokoh yang terlibat, masalah yang dialami tokoh, dan tindakan terpuji yang dilakukan tokoh Danu terhadap Galih (acuan: latar di teras sekolah saat hujan pulang sekolah; tokoh Danu dan Galih; masalah Galih tidak bawa payung; tindakan terpuji Danu membagi payung/mengajak jalan bersama di bawah payung) (8 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membacakan teks sastra aural kedua berjudul 'Kotak Bekal Rian dan Dimas': 'Saat jam istirahat tiba, Dimas terduduk lemas di bangku kelas karena kotak bekal makan siangnya tertinggal di meja makan rumah. Perut Dimas berbunyi karena lapar. Rian yang duduk di sebelahnya membuka kotak bekal miliknya yang berisi empat potong roti bakar. Rian segera membagi dua potong roti bakar miliknya dan menyodorkannya kepada Dimas agar mereka bisa makan siang bersama. Dimas menerima roti itu dengan gembira dan memakan bekal bersama Rian.' (5 menit).
  • Guru membagikan Lembar Kerja 'Detektif Kebaikan Teman' yang memuat 4 butir pertanyaan identifikasi isi dan sikap baik tokoh untuk dikerjakan secara berpasangan melalui permainan kartu jawab cepat: Butir 1: 'Siapa saja tokoh dalam cerita?' (acuan: Dimas dan Rian); Butir 2: 'Peristiwa apa yang dialami Dimas pada awal cerita?' (acuan: tertinggal kotak bekal makan siang / kelaparan saat istirahat); Butir 3: 'Tindakan baik apa yang dilakukan Rian kepada Dimas?' (acuan: membagi dua potong roti bakar miliknya); Butir 4: 'Sikap baik apa yang ditunjukkan oleh tokoh Rian?' (acuan: rela berbagi bekal makanan / peduli kepada teman yang lapar) (10 menit).
  • Murid berpasangan mencocokkan kartu jawaban mereka di papan pajang kelas dalam tantangan mini 'Mencocokkan Kebaikan Kawan' untuk memverifikasi 4 butir isi cerita teks aural secara seru dan aktif (8 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru bersama murid membahas ketepatan seluruh jawaban pada Lembar Kerja berdasarkan isi teks yang telah disimak dan mengonfirmasi bukti sikap baik tokoh (acuan: berbagi makanan adalah bukti kepedulian tokoh Rian) (8 menit).
  • Murid menyampaikan bagian isi cerita yang paling berkesan dan mengidentifikasi bagaimana tindakan baik tokoh Rian menolong Dimas menyelesaikan masalahnya (7 menit).

Penutup:

  • Guru memfasilitasi penarikan simpulan bersama tentang cara mengidentifikasi isi dan sikap baik tokoh melalui tindakan nyata tokoh dalam teks aural yang didengarkan (4 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini, menyampaikan rencana pembelajaran teks aural berikutnya tentang pesan moral, dan menutup sesi pembelajaran dengan doa (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menyimak penggalan teks aural yang dibacakan ulang per kalimat kunci peristiwa; murid yang sudah mahir menyimak teks utuh sekali baca.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bantuan dipandu mengidentifikasi tindakan nyata tokoh menggunakan kartu petunjuk kata kerja (menghampiri, membagi, mengajak); murid mahir menemukan sendiri bukti tindakan tokoh secara mandiri dalam kelompok berpasangan.
  • Produk: Murid menuangkan hasil identifikasi isi dan sikap baik tokoh dalam format isian singkat berpasangan sesuai tingkat kesiapan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat di pendahuluan berdasarkan teks pemantik 2 kalimat: Butir 1: 'Siapa tokoh yang dibantu dalam teks pendek?' (acuan: Budi); Butir 2: 'Sikap baik apa yang ditunjukkan oleh Dodi?' (acuan: meminjamkan pensil cadangan / membantu teman).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan pengerjaan 4 butir Lembar Kerja 'Detektif Kebaikan Teman' berdasarkan teks aural 'Kotak Bekal Rian dan Dimas': Butir 1 (tokoh: Dimas dan Rian); Butir 2 (peristiwa: Dimas tertinggal kotak bekal/kelaparan); Butir 3 (tindakan: Rian membagi dua potong roti bakar miliknya); Butir 4 (sikap baik: rela berbagi bekal/peduli teman).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup berupa 2 butir pertanyaan konfirmasi: Butir 1: 'Sebutkan masalah yang dialami Galih pada teks pertama Danu dan Galih!' (acuan: tidak membawa payung saat hujan deras); Butir 2: 'Sebutkan sikap baik Danu pada teks tersebut!' (acuan: mengajak jalan bersama di bawah satu payung / membagi payungnya hingga halte).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek kesiapan mengidentifikasi tokoh dan sikap baik dari teks aural pemantik pendek.
  • Asesmen formatif proses menggunakan Lembar Kerja 'Detektif Kebaikan Teman' berisi 4 butir pertanyaan identifikasi isi dan sikap baik tokoh dari teks aural 'Kotak Bekal Rian dan Dimas'.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi isi teks sastra aural (tokoh dan peristiwa)Belum tepat mengidentifikasi tokoh maupun peristiwa dari teks sastra aural yang didengarkan (0 butir tepat dari 2 butir acuan: tokoh Dimas & Rian; peristiwa kotak bekal tertinggal).Mampu mengidentifikasi 1 dari 2 unsur isi teks sastra aural secara tepat dengan bimbingan guru.Mampu mengidentifikasi 2 unsur isi teks sastra aural (tokoh Dimas & Rian serta peristiwa bekal tertinggal) secara tepat.Mampu mengidentifikasi 2 unsur isi teks sastra aural (tokoh dan peristiwa) secara tepat dan lengkap secara mandiri tanpa ragu.
Mengidentifikasi sikap baik tokoh dalam teks sastra auralBelum mampu menemukan tindakan maupun sikap baik tokoh dalam teks sastra aural (0 butir tepat dari 2 butir acuan: tindakan membagi roti; sikap rela berbagi/peduli).Mampu mengidentifikasi tindakan atau sikap baik tokoh secara tepat pada 1 butir acuan dengan bantuan arahan guru.Mampu mengidentifikasi tindakan tokoh (membagi roti) dan sikap baik tokoh (rela berbagi/peduli) secara tepat sesuai 2 butir acuan.Mampu mengidentifikasi tindakan nyata dan sikap baik tokoh secara tepat dan terperinci sesuai seluruh acuan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks aural yang dibacakan dengan intonasi wajar dapat disimak dengan jelas oleh seluruh murid?
  • Bagian mana dari kegiatan identifikasi sikap baik tokoh yang paling menantang bagi murid dan perlu pendampingan tambahan?

Murid:

  • Apa tindakan tokoh dalam cerita tadi yang menurutmu paling menunjukkan sikap teman yang baik?
  • Apakah kamu dapat menemukan sikap baik tokoh dengan mudah saat mendengarkan cerita yang dibacakan guru?

Pertemuan 4 — Mengidentifikasi Pesan Moral dalam Teks Sastra Aural Dongeng Pertemanan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.1 Mengidentifikasi isi teks sastra berbentuk teks aural tentang pertemanan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimak dongeng fabel aural dan mengidentifikasi unsur isi cerita serta pesan moral di dalamnya (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan: guru membacakan fabel mini 2 kalimat: 'Semut terjatuh ke sungai, lalu Burung Merpati menjatuhkan daun untuk menolongnya. Semut pun selamat berkat Merpati.' Guru mengajukan pertanyaan: 'Sebutkan perbuatan baik apa yang dilakukan Merpati?' (Acuan jawaban: menjatuhkan daun/menolong Semut yang terjatuh ke sungai) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang cara mengenali pesan moral dalam dongeng, yaitu dengan mencermati tindakan terpuji tokoh dan akibat baik yang diperoleh tokoh dalam cerita (5 menit).
  • Guru membacakan teks dongeng aural berjudul 'Kancil, Tupai, dan Buah Kenari': Di sebuah hutan, Tupai kesulitan memetik buah kenari di pohon tinggi karena kakinya terkilir. Kancil yang lewat segera membantu menggoyangkan dahan hingga buah jatuh, lalu membaginya bersama Tupai. Tupai berterima kasih dan berjanji akan selalu membantu Kancil bila membutuhkan (7 menit).
  • Guru mengajukan 3 pertanyaan pemandu isi teks: (1) Siapa tokoh yang kakinya terkilir? (Acuan: Tupai); (2) Bantuan apa yang diberikan Kancil? (Acuan: menggoyangkan dahan hingga buah kenari jatuh); (3) Apa ajaran/pesan baik dari cerita itu? (Acuan: sesama teman harus saling tolong-menolong saat kesulitan) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan tantangan menyimak menggembirakan 'Tebak Kartu Dongeng': Guru membacakan fabel aural berjudul 'Rusa dan Kura-Kura': 'Kura-kura diejek lambat oleh Katak. Rusa datang membela Kura-kura dan menemaninya berjalan bersama sampai ke tepi telaga. Kura-kura merasa senang memiliki sahabat yang setia' (5 menit).
  • Setiap murid menerima lembar latihan mandiri berisi 4 butir pilihan isi dongeng 'Rusa dan Kura-Kura' yang dibacakan guru: Butir 1: Siapa tokoh yang diejek Katak? (Acuan: Kura-kura); Butir 2: Siapa tokoh yang menemani Kura-kura? (Acuan: Rusa); Butir 3: Apa tindakan terpuji Rusa? (Acuan: membela dan menemani Kura-kura berjalan); Butir 4: Apa pesan moral dongeng tersebut? (Acuan: kita tidak boleh mengejek teman dan harus setia membela kawan yang kesulitan) (10 menit).
  • Murid memeriksa kecocokan identifikasi jawaban secara mandiri dengan bimbingan konfirmasi guru terhadap 4 acuan butir tersebut (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan proses menyimak: bagian mana dari cerita yang paling mudah diingat dan bagaimana cara menemukan pesan kebaikan dari tindakan tokoh (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan asesmen akhir cek pemahaman cepat: membacakan cerita 1 kalimat: 'Gajah membagi air minumnya kepada Kancil yang kehausan.' Murid menuliskan/menyebutkan pesan moralnya di lembar kecil (Acuan jawaban: saling berbagi kepada teman yang membutuhkan) (5 menit).
  • Guru mengapresiasi ketepatan murid menyimak isi dongeng, memberikan tindak lanjut untuk latihan menyimak teks berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru membacakan ulang dongeng dengan artikulasi lambat dan penekanan khusus pada bagian peristiwa tolong-menolong. Bagi murid yang cepat, disediakan tantangan mengidentifikasi akibat buruk dari perbuatan tokoh yang tidak terpuji pada dongeng aural tambahan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan perancah diberikan lembar kerja dengan petunjuk kata bantu kunci, sedangkan murid yang sudah mandiri langsung mengidentifikasi isi dan pesan tanpa kata bantu.
  • Produk: Semua murid menghasilkan identifikasi 4 butir isi dan pesan dongeng yang sama sesuai acuan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru membacakan teks aural singkat: 'Semut terjatuh ke sungai, lalu Burung Merpati menjatuhkan daun untuk menolongnya. Semut pun selamat berkat Merpati.' Guru meminta murid mengidentifikasi tindakan tolong-menolong tokoh. (Acuan: Merpati menjatuhkan daun untuk menolong Semut yang terjatuh ke sungai).

Proses:

  • Murid mengerjakan lembar identifikasi 4 butir teks aural dongeng 'Rusa dan Kura-Kura': Butir 1 (tokoh yang diejek; acuan: Kura-kura), Butir 2 (tokoh yang membela; acuan: Rusa), Butir 3 (tindakan terpuji tokoh; acuan: membela dan menemani Kura-kura), Butir 4 (pesan moral dongeng; acuan: tidak boleh mengejek teman dan harus setia menolong/membela kawan). Dinilai dari ketepatan menemukan isi dan pesan sesuai acuan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Guru membacakan teks 1 kalimat: 'Gajah membagi air minumnya kepada Kancil yang kehausan.' Murid mengidentifikasi pesan moral cerita tersebut. (Acuan jawaban: kita harus saling berbagi/menolong teman yang sedang kesusahan atau kehausan).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik singkat di awal pelajaran
  • Lembar cek identifikasi isi dan pesan moral teks aural dongeng pada kegiatan inti

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengidentifikasi Isi Teks Sastra Aural (Tokoh dan Peristiwa)Mengidentifikasi dengan tepat 0-1 dari 3 butir unsur tokoh dan peristiwa dongeng sesuai acuan.Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 3 butir unsur tokoh dan peristiwa dongeng sesuai acuan dengan bimbingan guru.Mengidentifikasi dengan tepat seluruh 3 butir unsur tokoh dan peristiwa dongeng sesuai acuan secara mandiri.Mengidentifikasi dengan tepat seluruh 3 butir unsur tokoh dan peristiwa dongeng secara mandiri serta tepat mengidentifikasi detail latar peristiwa.
Ketepatan Mengidentifikasi Pesan Moral dalam Teks Sastra AuralBelum mampu menyebutkan pesan moral dongeng sesuai acuan tindakan terpuji tokoh.Menyebutkan pesan moral dongeng yang mendekati maksud cerita namun masih membutuhkan arahan guru.Menyebutkan pesan moral dongeng dengan tepat sesuai acuan tindakan tokoh (tidak mengejek teman dan saling tolong-menolong) secara mandiri.Menyebutkan pesan moral dongeng dengan tepat sesuai acuan secara mandiri dan menghubungkannya secara tepat dengan tindakan kedua tokoh.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks aural dongeng yang dibacakan terdengar jelas oleh seluruh murid?
  • Apakah murid dapat membedakan antara tindakan tokoh dan pesan moral yang terkandung di dalam cerita?
  • Bagaimana pembagian waktu latihan mandiri dalam mengidentifikasi isi cerita aural?

Murid:

  • Bagian mana dari cerita dongeng tadi yang paling kamu sukai?
  • Apakah kamu dapat menemukan pesan baik dari dongeng yang dibacakan guru?
  • Apa yang akan kamu lakukan jika melihat temanmu mengalami kesulitan seperti tokoh dalam cerita?

Pertemuan 5 — Membaca Kata-Kata Baru dengan Fasih Menggunakan Kartu Kata Tema Pertemanan (Latihan dan Pengambilan Bukti Giliran Murid 1–6) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan tentang pertemanan

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan kelas siap belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melatih kelancaran membaca kata-kata baru bertema pertemanan menggunakan kartu kata (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal berupa tes cepat membaca 2 kata dasar di papan tulis: 'kawan' dan 'teman' untuk memetakan kesiapan membaca cepat tanpa mengeja huruf per huruf (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru memperkenalkan 6 kartu kata baru bertema pertemanan yang diambil dari bacaan: (1) 'sahabat', (2) 'favorit', (3) 'teras', (4) 'bekal', (5) 'hemat', dan (6) 'kompak' di papan tulis (5 menit).
  • Guru mencontohkan cara membaca masing-masing dari keenam kata tersebut secara fasih dan utuh (langsung dibaca per kata tanpa mengeja huruf, tanpa jeda ragu, dan tanpa mengulang) (5 menit).
  • Murid menirukan pembacaan keenam kata tersebut secara klasikal lalu berpasangan untuk membiasakan pelafalan kata utuh (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid dibagi berpasangan untuk memainkan permainan tantangan kartu kata: secara bergantian seorang murid membuka satu kartu acak dan pasangannya membaca kata tersebut dengan fasih seketika (10 menit).
  • Guru memanggil murid giliran 1–6 (Murid 1, Murid 2, Murid 3, Murid 4, Murid 5, dan Murid 6) secara bergiliran ke meja guru untuk mengambil bukti belajar dengan membaca 5 kartu kata target yang diacak dari set kata: (1) 'sahabat', (2) 'favorit', (3) 'teras', (4) 'bekal', (5) 'hemat', dan (6) 'kompak' (10 menit).
  • Sementara murid 1–6 unjuk kerja membaca di meja guru, murid 7–28 melanjutkan latihan mandiri dan berpasangan membaca kartu kata tema pertemanan di meja masing-masing (10 menit).

Merefleksi (Bermakna):

  • Murid diajak mengamati kartu kata mana yang terasa paling mudah dibaca langsung dan kartu mana yang sempat terbata-bata saat dibaca (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap kelancaran membaca murid, menegaskan pentingnya mengenali bentuk utuh kata agar membaca semakin lancar tanpa mengeja (2 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan teknik membaca kata baru dengan fasih langsung tanpa mengeja huruf (5 menit).
  • Guru memberikan cek pemahaman akhir berupa kartu cepat penutup dan menginformasikan bahwa giliran murid berikutnya akan dilanjutkan pada pertemuan selanjutnya, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu kata dengan pemenggalan suku kata samar di bagian belakang bagi murid yang memerlukan bantuan awal.
  • Proses: Murid yang belum lancar membaca kata utuh didampingi membaca suku kata terlebih dahulu, sedangkan murid yang sudah lancar diberikan tantangan kecepatan membaca 6 kartu secara beruntun.
  • Produk: Unjuk kerja membaca kata secara lisan dinilai berdasarkan tingkat kemandirian dan kelancaran (tanpa mengeja).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes lisan membaca 2 kata dasar bertema pertemanan di papan tulis: (1) 'kawan', (2) 'teman'. Kriteria: murid dikategorikan siap jika mampu membaca kedua kata tersebut langsung tanpa mengeja huruf demi huruf (acuan bacaan tepat: 'kawan', 'teman').

Proses:

  • Pengambilan bukti unjuk kerja membaca lisan untuk Murid Giliran 1–6 menggunakan 5 kartu kata yang dipilih acak dari daftar 6 kata target: (1) 'sahabat', (2) 'favorit', (3) 'teras', (4) 'bekal', (5) 'hemat', (6) 'kompak'. Acuan penilaian: membaca kata tepat sesuai tulisan, tanpa mengeja suku kata/huruf, tanpa mengulang, dan tanpa jeda ragu lebih dari 3 detik.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjukkan 2 kartu kata secara cepat di depan kelas ('sahabat' dan 'kompak'), murid membaca bersama secara langsung dan tegas tanpa mengeja (acuan: pembacaan langsung 'sahabat' dan 'kompak').

Formatif:

  • Tes lisan cepat membaca kata dasar di awal pembelajaran (diagnostik).
  • Unjuk kerja lisan membaca kartu kata baru bertema pertemanan dengan lembar observasi kefasihan (formatif proses untuk murid giliran 1–6).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kefasihan Membaca Kata BaruMembaca kata baru dengan mengeja huruf demi huruf pada 3 kata atau lebih dari 5 kata target.Membaca kata baru dengan mengeja suku kata atau memerlukan bimbingan guru pada 2-3 kata dari 5 kata target.Membaca dengan fasih minimal 4 dari 5 kata target secara langsung tanpa mengeja dan mandiri.Membaca seluruh 5 kata target dengan sangat fasih secara langsung tanpa mengeja, tanpa jeda ragu, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 15 menit cukup efektif untuk mengambil bukti membaca lisan bagi 6 murid secara bergiliran?
  • Bagaimana respons murid terhadap aktivitas membaca berpasangan menggunakan kartu kata?

Murid:

  • Kata baru mana yang paling mudah kamu baca hari ini?
  • Apa yang membantumu bisa membaca kata baru tersebut tanpa mengeja?

Pertemuan 6 — Membaca Nyaring Kata-Kata Baru Berimbuhan dalam Bacaan tentang Pertemanan (Latihan dan Pengambilan Bukti Giliran Murid 7–12) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan tentang pertemanan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca nyaring kata-kata baru berimbuhan dari bacaan tentang pertemanan secara fasih dan lancar (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid secara acak membaca nyaring 3 kata berimbuhan di papan tulis: 'berkawan', 'menolong', 'berbagi' untuk memetakan kesiapan membaca fasih tanpa terbata-bata (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memodelkan cara membaca nyaring dan fasih (tanpa mengeja, tanpa jeda ragu, dan tanpa mengulang) 5 kata baru berimbuhan dari teks pertemanan: (1) bersahabat, (2) meminjamkan, (3) mendengarkan, (4) bergantian, (5) merapikan (8 menit).
  • Seluruh murid menirukan membaca nyaring bersama-sama kelima kata berimbuhan tersebut dengan bimbingan ketukan ritme guru agar lancar (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan teks bacaan pendek bertema pertemanan berjudul 'Bekerja Sama di Kelas' yang memuat 6 kata berimbuhan target: (1) mendampingi, (2) merapikan, (3) membagikan, (4) bersalaman, (5) bergantian, (6) menyenangkan (5 menit).
  • Seluruh murid melakukan latihan terbimbing membaca teks secara mandiri dan berbisik untuk melancarkan pembacaan 6 kata target tersebut (10 menit).
  • Guru memainkan tantangan membaca menggembirakan 'Estafet Kata Berimbuhan', di mana murid secara bergiliran membaca cepat kata berimbuhan yang ditunjuk guru di papan tulis dengan riang gembira (10 menit).
  • Guru melakukan pengambilan bukti penilaian kinerja membaca nyaring dan fasih untuk kelompok murid giliran pertemuan 6 (Murid nomor absen 7–12) secara bergantian membaca nyaring ke-6 kata target dalam kalimat bacaan di meja guru, sementara murid lainnya melanjutkan membaca mandiri teks pertemanan di tempat duduk (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan bagian kata berimbuhan mana yang paling mudah dibaca langsung dan kata mana yang masih memerlukan ketelitian saat dibaca nyaring (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap pelafalan dan kelancaran membaca kata-kata berimbuhan yang baru saja dinilai pada murid nomor absen 7–12 (3 menit).
  • Guru mengingatkan murid nomor absen berikutnya untuk bersiap berlatih pada pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks dengan pemisahan visual suku kata pada kata berimbuhan (misal: ber-sa-ha-bat), sedangkan murid yang mahir membaca kata berimbuhan dengan variasi imbuhan gabungan me-kan dan ber-an.
  • Proses: Murid yang lancar langsung membaca kata berimbuhan secara utuh dalam konteks kalimat, sedangkan murid yang masih terbata-bata didampingi guru membaca kata per kata.
  • Produk: Pengambilan bukti difokuskan pada ketepatan dan kefasihan membaca 6 kata berimbuhan target sesuai giliran murid 7–12.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik membaca lisan 3 kata berimbuhan di papan tulis: (1) berkawan, (2) menolong, (3) berbagi. Kriteria ketercapaian diagnostik: murid membaca langsung secara fasih tanpa mengeja suku kata satu per satu (acuan: terbaca tepat 'berkawan', 'menolong', 'berbagi').

Proses:

  • Pengamatan kinerja membaca nyaring 6 kata target berimbuhan pada bacaan 'Bekerja Sama di Kelas': (1) mendampingi, (2) merapikan, (3) membagikan, (4) bersalaman, (5) bergantian, (6) menyenangkan. Acuan penilaian: fasih membaca kata target tanpa mengeja, tanpa mengulang suku kata, dan tanpa jeda ragu lebih dari 3 detik.

Akhir Pertemuan:

  • Cek kefasihan membaca cepat kartu kata berimbuhan acak penutup berisi 4 kata: (1) membantu, (2) berteman, (3) menyapa, (4) bermain. Kriteria penerimaan: murid dapat melafalkan minimal 3 dari 4 kata secara langsung dan lancar tanpa mengeja.

Formatif:

  • Tes unjuk kerja membaca nyaring kata-kata baru berimbuhan pada lembar bacaan pertemanan (fokus giliran murid 7–12)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kefasihan Membaca Kata-Kata Baru BerimbuhanMembaca 1–2 dari 6 kata baru berimbuhan dengan fasih; masih mengeja per suku kata dan memerlukan bimbingan penuh guru (Daftar kata: mendampingi, merapikan, membagikan, bersalaman, bergantian, menyenangkan).Membaca 3–4 dari 6 kata baru berimbuhan dengan fasih tanpa mengeja, namun masih terdapat jeda ragu atau pengulangan kata.Membaca 5 dari 6 kata baru berimbuhan dengan fasih, lancar, tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu secara mandiri.Membaca seluruh (6 dari 6) kata baru berimbuhan dengan fasih, lancar, tanpa mengeja, tanpa pengulangan, dan konsisten mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pengambilan bukti membaca giliran murid 7–12 berjalan efektif tanpa membuat murid lain kehilangan fokus belajar?
  • Metode scaffolding apa yang paling membantu murid yang masih terbata-bata saat membaca kata berimbuhan me- dan ber-?

Murid:

  • Kata berimbuhan mana yang menurutmu paling mudah dan lancar kamu baca hari ini?
  • Apa yang membantumu bisa membaca kata berimbuhan tanpa mengeja?

Pertemuan 7 — Membaca Kata-Kata Baru dengan Fasih pada Kalimat Berkonteks Kawan Seiring (Latihan dan Pengambilan Bukti Giliran Murid 13–18) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan tentang pertemanan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca kata-kata baru dengan fasih di dalam kalimat berkonteks kawan seiring, serta menjelaskan bahwa giliran pengambilan bukti penilaian difokuskan pada Murid 13–18 (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 kata di papan tulis: 'sahabat' dan 'favorit'. Murid diminta membaca cepat secara lisan tanpa mengeja (acuan pelafalan utuh langsung: sa-ha-bat -> /sahabat/, fa-vo-rit -> /favorit/) untuk memetakan kesiapan kelancaran awal (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru memperlihatkan 4 kartu kalimat bertema kawan seiring di papan tulis yang memuat kata-kata baru yang ditebalkan: (1) Amel adalah sahabat akrab Citra sejak kecil; (2) Roti isi cokelat adalah makanan favorit kami berdua; (3) Doni membawa bekal kue bolu untuk dimakan bersama teman; (4) Menabung sisa uang saku melatih kita hidup hemat (5 menit).
  • Guru mencontohkan teknik membaca fasih kata-kata baru tersebut langsung di dalam kalimat tanpa mengeja suku kata, tanpa mengulang kata, dan tanpa jeda ragu (acuan 4 kata target: 'sahabat', 'favorit', 'bekal', 'hemat') (5 menit).
  • Seluruh murid secara serempak menirukan membaca keempat kata target saat ditunjuk di dalam kalimat dengan pelafalan utuh, lancar, dan tepat (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru menggelar permainan tantangan membaca berpasangan 'Sambung Kalimat Cepat': tiap pasangan menerima kartu berisi 4 kalimat berkonteks kawan seiring dan secara bergantian membaca kalimat berfokus pada pelafalan fasih kata target (1) 'sahabat', (2) 'favorit', (3) 'bekal', dan (4) 'hemat' (10 menit).
  • Guru memanggil giliran Murid 13–18 satu per satu ke meja guru untuk mengambil bukti belajar dengan membaca nyaring lembar penilaian berisi 4 kalimat bertema kawan seiring: (1) Budi adalah sahabat sejati Andi di sekolah; (2) Membaca buku dongeng menjadi kegiatan favorit kami saat istirahat; (3) Siti membagikan bekal makan siangnya kepada kawan yang lupa bawa makan; (4) Sikap hemat sangat penting saat kita membeli perlengkapan regu (acuan ketercapaian: membaca 4 kata target 'sahabat', 'favorit', 'bekal', 'hemat' secara fasih tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu), sementara murid lain melanjutkan latihan membaca berpasangan (15 menit).

Merefleksi (Bermakna):

  • Murid bersama guru mereview kembali 4 kata target yang dipelajari hari ini dan menandai kata mana yang paling lancar dibaca serta kata mana yang masih membutuhkan latihan pengucapan (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung kepada murid tentang kunci kefasihan membaca kata dalam kalimat, yaitu mengenali bentuk kata secara utuh sebelum mengucapkannya (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini tentang membaca kata-kata baru dengan fasih pada kalimat berkonteks kawan seiring (5 menit).
  • Guru menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh murid, mengingatkan giliran murid berikutnya untuk pertemuan selanjutnya, serta menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu kalimat dengan tulisan kata baru berukuran lebih besar dan diberi penanda warna tebal bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Untuk murid yang masih mengeja, guru memberikan bimbingan membaca suku kata secara berulang terlebih dahulu sebelum membaca kalimat utuh; bagi murid cepat, diberikan kartu kalimat tantangan tambahan yang memadukan 2 kata baru dalam satu kalimat.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan membaca 2-3 kata target dengan fasih dalam kalimat sederhana, sedangkan murid mahir membaca lancar seluruh 4 kata target pada kalimat yang lebih panjang.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes lisan diagnostik: Murid membaca 2 kata target secara langsung tanpa mengeja di papan tulis: (1) 'sahabat' dan (2) 'favorit'. Acuan: dilafalkan langsung secara utuh (/sahabat/, /favorit/) tanpa terbata-bata mengeja per suku kata.

Proses:

  • Observasi unjuk kerja kefasihan membaca saat pengambilan bukti giliran Murid 13–18 pada 4 kalimat berkonteks kawan seiring. Acuan kata target: (1) 'sahabat', (2) 'favorit', (3) 'bekal', (4) 'hemat'. Kriteria fasih: kata dilafalkan utuh, tanpa mengeja, tanpa pengulangan kata, dan tanpa jeda ragu.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk acak kartu kata target ('bekal' dan 'hemat') di dalam kalimat acak penutup: 'Ibu menyiapkan bekal' dan 'Kawan harus hidup hemat'. Murid membacanya secara spontan dan fasih (acuan pelafalan langsung utuh: /bekal/, /hemat/).

Formatif:

  • Unjuk kerja membaca nyaring kata baru dalam kalimat berkonteks kawan seiring dengan lembar observasi kefasihan (fokus pengambilan bukti murid giliran 13–18).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kefasihan Membaca Kata-Kata Baru pada Kalimat Berkonteks Kawan SeiringMembaca kata-kata baru ('sahabat', 'favorit', 'bekal', 'hemat') dalam kalimat dengan mengeja huruf/suku kata secara terbata-bata atau membutuhkan bantuan penuh guru.Membaca 1–2 dari 4 kata baru target ('sahabat', 'favorit', 'bekal', 'hemat') dalam kalimat secara fasih tanpa mengeja, namun masih terdapat jeda ragu atau pengulangan kata pada kata lainnya.Membaca 3 dari 4 kata baru target ('sahabat', 'favorit', 'bekal', 'hemat') dalam kalimat secara fasih tanpa mengeja, tanpa pengulangan, dan tanpa jeda ragu secara mandiri.Membaca seluruh (4 dari 4) kata baru target ('sahabat', 'favorit', 'bekal', 'hemat') dalam kalimat secara fasih tanpa mengeja, tanpa pengulangan, dan tanpa jeda ragu secara konsisten dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 20 menit untuk pengambilan bukti membaca giliran Murid 13–18 berjalan efektif dan kondusif?
  • Metode atau media apa yang paling membantu murid yang masih terbata-bata dalam membaca kata baru di dalam kalimat?

Murid:

  • Kata baru mana yang paling mudah dan lancar kamu baca di dalam kalimat hari ini?
  • Apa yang akan kamu lakukan jika menemukan kata baru yang terasa sulit diucapkan saat membaca?

Pertemuan 8 — Membaca Nyaring Kata-Kata Baru dengan Lafal Tepat pada Paragraf Pendek (Latihan dan Pengambilan Bukti Giliran Murid 19–24) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan tentang pertemanan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru mengecek kesiapan murid dan menyampaikan target pertemuan, yaitu membaca nyaring kata-kata baru dengan lafal tepat pada paragraf pendek tentang pertemanan, sekaligus pengambilan bukti giliran murid 19–24 (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menunjuk 4 kata baru di papan tulis: (1) 'kompak', (2) 'merangkul', (3) 'bersepakat', (4) 'menghargai', lalu meminta beberapa murid membaca sekilas untuk memetakan kelancaran lafal (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menyajikan paragraf pendek di papan tulis: 'Lani dan Siti selalu kompak saat belajar. Mereka bersepakat membagi tugas secara adil. Jika ada perbedaan pendapat, Siti merangkul Lani agar tetap rukun. Keduanya saling menghargai pendapat satu sama lain.' (4 menit).
  • Guru mencontohkan cara membaca nyaring kata-kata baru bergaris bawah ('kompak', 'bersepakat', 'merangkul', 'menghargai') dengan lafal tepat, jelas, dan tanpa mengeja di dalam konteks paragraf (6 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan tantangan berpasangan 'Lompat Kata Nyaring': secara bergantian membaca nyaring kartu kata baru target ('kompak', 'merangkul', 'bersepakat', 'menghargai') yang dipasang di sudut meja dengan lafal langsung tanpa mengeja (8 menit).
  • Seluruh murid berlatih membaca mandiri paragraf pendek berisi kata-kata baru yang dibagikan pada lembar bacaan (8 menit).
  • Guru melakukan penilaian unjuk kerja secara bergantian kepada murid nomor giliran 19–24: tiap anak membaca nyaring paragraf pendek dan dinilai kefasihan pelafalan 4 kata target ('kompak', 'merangkul', 'bersepakat', 'menghargai'), sementara murid lain membaca berpasangan dengan teks pengayaan (18 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memberikan umpan balik langsung kepada murid giliran 19–24 dan kelas mengenai pelafalan kata-kata baru yang sudah dibaca lancar tanpa jeda ragu (5 menit).
  • Murid mengidentifikasi kata baru mana dari keempat kata ('kompak', 'merangkul', 'bersepakat', 'menghargai') yang paling mudah dan paling menantang untuk dilafalkan dengan lancar (4 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara membaca kata-kata baru secara langsung dan fasih dalam paragraf pendek (4 menit).
  • Guru menutup pelajaran dengan apresiasi atas latihan membaca hari ini dan mengakhiri sesi dengan doa bersama (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan teks paragraf pendek dengan ukuran huruf lebih besar dan penandaan warna khusus pada 4 kata baru bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Murid cepat membaca paragraf tambahan dengan 2 kata baru tambahan ('setia kawan', 'bermusyawarah'), sedangkan murid yang memerlukan bimbingan mendapatkan pengulangan pemodelan artikulasi kata suku per suku sebelum membaca utuh.
  • Produk: Tuntutan bukti unjuk kerja membaca nyaring 4 kata target tetap sama untuk seluruh murid giliran 19–24.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik membaca cepat 4 kata target di papan tulis: (1) kompak, (2) merangkul, (3) bersepakat, (4) menghargai. Acuan ketercapaian awal: murid mampu melafalkan minimal 2 dari 4 kata tersebut secara langsung tanpa mengeja huruf per huruf.

Proses:

  • Observasi unjuk kerja membaca nyaring paragraf pendek saat sesi pengambilan bukti giliran murid 19–24. Acuan target 4 kata: (1) 'kompak', (2) 'bersepakat', (3) 'merangkul', (4) 'menghargai'. Kriteria fasih: kata dibaca utuh dengan lafal benar, tanpa mengeja, tanpa pengulangan kata, dan tanpa jeda ragu lebih dari 3 detik.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman membaca nyaring cepat: guru menunjuk acak 2 kata dari daftar 4 kata target ('bersepakat', 'menghargai') kepada murid untuk dibaca seketika. Acuan: murid melafalkan kedua kata target dengan tepat dan langsung tanpa mengeja.

Formatif:

  • Unjuk kerja membaca nyaring 4 kata baru ('kompak', 'merangkul', 'bersepakat', 'menghargai') pada paragraf pendek menggunakan lembar observasi kefasihan (fokus murid 19–24).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kefasihan Membaca Nyaring Kata-Kata Baru pada Paragraf PendekMembaca 0–1 dari 4 kata baru ('kompak', 'bersepakat', 'merangkul', 'menghargai') dengan lafal tepat; masih mengeja huruf demi huruf dan memerlukan bimbingan penuh guru.Membaca 2 dari 4 kata baru ('kompak', 'bersepakat', 'merangkul', 'menghargai') dengan lafal tepat secara mandiri tanpa mengeja.Membaca 3 dari 4 kata baru ('kompak', 'bersepakat', 'merangkul', 'menghargai') dengan lafal tepat secara mandiri, lancar, dan tanpa jeda ragu.Membaca seluruh (4 dari 4) kata baru ('kompak', 'bersepakat', 'merangkul', 'menghargai') pada paragraf pendek dengan lafal tepat, lancar, tanpa mengeja, dan tanpa pengulangan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan waktu pengambilan bukti membaca nyaring untuk murid 19–24 berjalan efektif tanpa mengabaikan aktivitas latihan murid lainnya?
  • Bagian kata baru mana yang paling sering membuat murid tersendat atau mengeja saat membaca paragraf pendek?

Murid:

  • Apakah kamu dapat melafalkan kata 'bersepakat' dan 'menghargai' dengan lancar tanpa mengeja?
  • Apa yang membantumu membaca kata-kata baru secara lancar saat membaca paragraf pendek?

Pertemuan 9 — Menemukan Kalimat Utama Teks Nonsastra Cetak tentang Pentingnya Pertemanan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.3 Menemukan ide pokok dalam teks nonsastra berbentuk cetak tentang pertemanan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, serta menyampaikan tujuan pembelajaran menemukan kalimat utama dalam teks nonsastra cetak (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menampilkan 1 paragraf contoh pendek di papan tulis, lalu meminta murid memilih kalimat mana yang memuat pokok bahasan utama: (1) Di sekolah kita belajar bersama teman. (2) Teman membantu kita saat kesulitan belajar. (3) Kita tidak pernah merasa sendirian di sekolah. (4) Memiliki teman di sekolah memberikan banyak manfaat. Murid menjawab secara lisan/menunjuk (acuan: kalimat nomor 4 memuat inti seluruh kalimat) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca teks nonsastra cetak berjudul 'Pentingnya Memiliki Teman Baik' yang memuat paragraf: 'Memiliki teman yang baik sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Teman yang baik akan menemani kita bermain dan belajar bersama. Saat kita sedih, teman yang baik akan menghibur kita. Saat kita merasa kesulitan, teman akan membantu kita.' (8 menit).
  • Guru memodelkan cara menemukan kalimat utama dengan menganalisis mana kalimat yang memuat ide pokok/gagasan yang dijelaskan oleh kalimat-kalimat lain (acuan kalimat utama: 'Memiliki teman yang baik sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.') (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan tantangan berpasangan 'Detektif Kalimat Utama': tiap pasangan menerima lembar bacaan berisi 2 teks nonsastra cetak pendek bertema pertemanan. Teks A: '(1) Setiap hari Jumat, murid kelas tiga membersihkan kelas bersama kawan seiring. (2) Ada yang menyapu lantai dan merapikan meja. (3) Ada pula yang membersihkan papan tulis dan membuang sampah. (4) Mereka bekerja sama agar kelas bersih.' Teks B: '(1) Sahabat yang baik saling tolong-menolong. (2) Kita meminjamkan pensil jika sahabat lupa membawa. (3) Sahabat juga membantu menjelaskan pelajaran yang belum kita pahami. (4) Sikap saling menolong membuat pertemanan semakin rukun.' Pasangan berlomba menemukan dan melingkari kalimat utama (acuan teks A: kalimat nomor 1; acuan teks B: kalimat nomor 1) (15 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan lembar latihan cetak menemukan kalimat utama pada 2 paragraf mandiri berikut: Paragraf 1: '(1) Belajar kelompok bersama teman terasa sangat menyenangkan. (2) Kita bisa saling bertanya saat ada soal yang sulit. (3) Waktu belajar pun terasa lebih cepat berlalu.' Paragraf 2: '(1) Doni membagikan bekal roti kepada temannya. (2) Siti meminjamkan penghapus kepada Rani. (3) Berbagi dengan teman adalah perbuatan yang terpuji.' (acuan Paragraf 1: kalimat nomor 1; acuan Paragraf 2: kalimat nomor 3) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil latihan mandiri, membahas ciri kalimat utama yang memuat ide pokok umum dibandingkan kalimat pendukung yang berisi rincian (acuan: kalimat utama merangkum pokok pembahasan) (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan cek pemahaman akhir lisan kepada beberapa murid untuk menyebutkan letak kalimat utama dari paragraf yang dibaca hari ini (acuan: dapat terletak di awal atau di akhir paragraf yang memuat ide pokok) (3 menit).
  • Guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran, mengapresiasi kerja keras murid, dan menutup pelajaran dengan doa serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks cetak dengan penandaan warna/garis bawah pembantu pada tiap kalimat; murid berkemampuan cepat diberikan teks dengan letak kalimat utama bervariasi (di awal atau di akhir).
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu secara individual atau berpasangan terbimbing saat mengidentifikasi ide pokok; murid mandiri langsung menemukan kalimat utama tanpa bantuan pendampingan.
  • Produk: Semua murid menandai kalimat utama yang tepat pada lembar kerja cetak yang disediakan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik menentukan kalimat yang memuat ide pokok/pokok bahasan pada 1 paragraf contoh di papan tulis: '(1) Di sekolah kita belajar bersama teman. (2) Teman membantu kita saat kesulitan belajar. (3) Kita tidak pernah merasa sendirian di sekolah. (4) Memiliki teman di sekolah memberikan banyak manfaat.' (acuan: kalimat nomor 4 sebagai kalimat yang memuat ide pokok).

Proses:

  • Formatif latihan mandiri menemukan kalimat utama pada 2 paragraf teks nonsastra cetak: Paragraf 1 acuan: kalimat (1) 'Belajar kelompok bersama teman terasa sangat menyenangkan.'; Paragraf 2 acuan: kalimat (3) 'Berbagi dengan teman adalah perbuatan yang terpuji.' Skor: benar 2 = sangat baik, benar 1 = cukup, benar 0 = perlu bimbingan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir lisan: menyebutkan kembali ciri kalimat utama yang memuat ide pokok dari teks nonsastra cetak yang telah dipelajari (acuan: kalimat yang memuat gagasan pokok/inti bacaan yang dijelaskan oleh kalimat penjelas).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat permainan Detektif Kalimat Utama
  • Pemeriksaan hasil lembar kerja mandiri menemukan kalimat utama pada teks nonsastra cetak

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menemukan Kalimat Utama pada Teks Nonsastra CetakBelum mampu menemukan kalimat utama pada teks nonsastra cetak yang disediakan (0 dari 2 kalimat utama tepat).Mampu menemukan kalimat utama pada teks nonsastra cetak dengan bantuan penuh guru (hanya 1 dari 2 kalimat utama tepat dengan bimbingan).Mampu menemukan kalimat utama pada teks nonsastra cetak secara mandiri (1 dari 2 kalimat utama tepat secara mandiri, atau 2 kalimat utama tepat dengan sedikit konfirmasi guru; acuan: Paragraf 1 kalimat 1, Paragraf 2 kalimat 3).Mampu menemukan seluruh kalimat utama pada kedua paragraf teks nonsastra cetak secara tepat dan mandiri (tepat 2 dari 2 kalimat utama; acuan: Paragraf 1 kalimat 1 'Belajar kelompok bersama teman terasa sangat menyenangkan.', Paragraf 2 kalimat 3 'Berbagi dengan teman adalah perbuatan yang terpuji.').

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan kalimat utama yang memuat ide pokok dengan kalimat penjelas dalam teks nonsastra cetak?
  • Bagian mana dari langkah bimbingan menemukan kalimat utama yang paling efektif membantu pemahaman murid?

Murid:

  • Bagaimana caramu mengenali kalimat mana yang menjadi kalimat utama dalam paragraf yang kamu baca?
  • Apakah kamu merasa terbantu menemukan ide pokok setelah membaca kalimat utama?

Pertemuan 10 — Menemukan Ide Pokok pada Awal Paragraf Teks Nonsastra Cetak Bertema Pertemanan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.3 Menemukan ide pokok dalam teks nonsastra berbentuk cetak tentang pertemanan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa, serta mengecek kehadiran murid secara tertib (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menemukan ide pokok yang terletak pada awal paragraf dalam teks nonsastra cetak bertema pertemanan (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menampilkan satu paragraf pendek di papan tulis: 'Sahabat selalu ada saat kita membutuhkan bantuan. Mereka meminjamkan pensil saat alat tulis kita tertinggal. Mereka juga menemani kita ketika merasa sedih di sekolah.' Murid diminta menunjuk kalimat mana yang menjadi inti bahasan paragraf tersebut (acuan jawaban benar: kalimat pertama/awal, yaitu 'Sahabat selalu ada saat kita membutuhkan bantuan') (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar bacaan teks cetak nonsastra berjudul 'Belajar Kelompok Bersama Sahabat' yang memuat Paragraf 1: 'Belajar kelompok bersama teman memberikan banyak manfaat. Kita dapat saling bertanya jika ada materi pelajaran yang sulit dipahami. Tugas sekolah juga menjadi lebih cepat selesai jika dikerjakan bersama.' (5 menit).
  • Guru membimbing murid membedakan kalimat pertama sebagai ide pokok (gagasan utama) dan kalimat-kalimat berikutnya sebagai gagasan pendukung yang memperjelas ide pokok tersebut pada teks cetak tersebut (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memandu permainan tantangan berpasangan 'Detektif Kalimat Awal': tiap pasangan menerima kartu teks cetak berisi Paragraf 2: 'Bermain bersama kawan melatih kekompakan anak-anak. Saat bermain kasti, semua anggota tim harus saling bekerja sama. Mereka juga saling memberi semangat agar permainan berjalan menyenangkan.' Murid bekerja sama menandai ide pokok pada awal paragraf tersebut (acuan: 'Bermain bersama kawan melatih kekompakan anak-anak') (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja berisi Paragraf 3: 'Menghargai perbedaan pendapat sangat penting dalam menjaga kerukunan antarteman. Setiap anak memiliki kegemaran dan pemikiran yang tidak selalu sama. Kita tidak boleh memaksakan kehendak agar pertemanan tetap terjalin dengan baik.' Murid menemukan dan menyalin ide pokok paragraf tersebut (acuan: 'Menghargai perbedaan pendapat sangat penting dalam menjaga kerukunan antarteman') (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid memeriksa hasil pengerjaan lembar kerja mandiri dengan mencocokkan pada acuan kunci jawaban ide pokok di awal paragraf (5 menit).
  • Murid menyampaikan bagian mana dari teks yang paling mudah dan bagian mana yang memerlukan ketelitian saat mencari kalimat utama di awal paragraf (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa ide pokok pada awal paragraf merupakan kalimat utama yang menjadi pokok pikiran seluruh isi paragraf (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Teks bacaan cetak disajikan dengan penanda visual spasi yang jelas antarparagraf untuk memudahkan penelusuran kalimat.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pendampingan dengan menuntun membaca kalimat pertama dan membandingkannya dengan kalimat penjelas, sedangkan murid yang mahir langsung bekerja mandiri menentukan ide pokok.
  • Produk: Murid menuliskan kembali kalimat ide pokok secara utuh pada kolom jawaban yang tersedia di lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid membaca paragraf diagnostik singkat: 'Sahabat selalu ada saat kita membutuhkan bantuan. Mereka meminjamkan pensil saat alat tulis kita tertinggal. Mereka juga menemani kita ketika merasa sedih di sekolah.' lalu menentukan kalimat intinya (acuan jawaban: kalimat awal/pertama yaitu 'Sahabat selalu ada saat kita membutuhkan bantuan').

Proses:

  • Observasi keterlibatan dan ketepatan murid saat menandai ide pokok pada kartu Paragraf 2 'Bermain bersama kawan melatih kekompakan anak-anak' dalam aktivitas Detektif Kalimat Awal (acuan: kalimat pertama tepat ditandai).

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri Paragraf 3: menemukan ide pokok pada teks 'Menghargai perbedaan pendapat sangat penting dalam menjaga kerukunan antarteman. Setiap anak memiliki kegemaran dan pemikiran yang tidak selalu sama. Kita tidak boleh memaksakan kehendak agar pertemanan tetap terjalin dengan baik.' (acuan jawaban benar: menyalin atau menandai secara tepat kalimat pertama yaitu 'Menghargai perbedaan pendapat sangat penting dalam menjaga kerukunan antarteman').

Formatif:

  • Penilaian kinerja menemukan ide pokok pada lembar kerja teks nonsastra cetak

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menemukan Ide Pokok pada Awal ParagrafBelum mampu menemukan ide pokok pada awal paragraf teks nonsastra cetak meskipun diberikan bimbingan penuh.Mampu menemukan ide pokok pada awal paragraf dengan bantuan petunjuk berulang dari guru.Mampu menemukan ide pokok pada awal paragraf teks nonsastra cetak secara tepat dan mandiri sesuai acuan teks.Mampu menemukan seluruh ide pokok pada awal paragraf teks nonsastra cetak secara tepat, cepat, dan mandiri tanpa kesalahan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks nonsastra cetak yang dipilih sudah memiliki struktur deduktif (ide pokok di awal paragraf) yang jelas bagi pemahaman murid kelas 3?
  • Apakah strategi permainan Detektif Kalimat Awal efektif membantu murid mengidentifikasi kalimat inti secara mandiri?

Murid:

  • Bagian mana dari langkah membaca yang membantumu paling cepat menemukan kalimat utama di awal paragraf?
  • Apakah kamu sudah dapat membedakan kalimat inti dengan kalimat penjelas berikutnya?

Pertemuan 11 — Menemukan Ide Pokok pada Akhir Paragraf Teks Nonsastra Cetak Seputar Kegiatan Teman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.3 Menemukan ide pokok dalam teks nonsastra berbentuk cetak tentang pertemanan

Pendahuluan:

  • Guru mengkondisikan kelas, menyapa murid, dan memandu doa pembuka (3 menit).
  • Guru melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali pembelajaran sebelumnya tentang ide pokok di awal paragraf, lalu menyampaikan tujuan bahwa hari ini murid akan berlatih menemukan ide pokok yang terletak di akhir paragraf (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen awal diagnostik lisan dengan membacakan satu paragraf singkat: 'Beni membawa benih cabai. Edo menyiapkan pot dan tanah. Siti membantu menyiram tanaman yang sudah ditanam. Mereka semua bekerja sama merawat kebun kelas.' Murid diminta menunjuk kalimat mana yang menjadi inti bahasan (acuan jawaban benar: kalimat terakhir, yaitu 'Mereka semua bekerja sama merawat kebun kelas') (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati teks cetak berjarak renggang berjudul 'Belajar Kelompok Bersama Kawan': 'Dayu dan Lani membaca buku pelajaran bersama di teras. Mereka saling bertanya jika ada soal matematika yang sulit. Siti datang membawa pensil warna untuk melengkapi tugas gambar. Belajar bersama kawan membuat tugas sekolah terasa lebih mudah.' (5 menit).
  • Guru membimbing murid meneliti kalimat per kalimat untuk membedakan kalimat pendukung (rincian kegiatan) dengan kalimat simpulan di akhir yang memuat inti/ide pokok teks, didukung penanda simpulan seperti penegasan akhir (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan detektif membaca 'Kartu Jejak Simpulan': murid menerima lembar berisi 2 teks nonsastra cetak seputar kegiatan teman (Teks A dan Teks B) dan bertugas mewarnai/menggarisbawahi ide pokok di akhir paragraf. Teks A: 'Doni membagikan tugas piket kepada teman sekelas. Rani menyapu lantai kelas dengan bersih. Budi merapikan deretan meja dan kursi. Semua murid saling membantu menjaga kebersihan kelas.' (acuan ide pokok: 'Semua murid saling membantu menjaga kebersihan kelas'). Teks B: 'Saat jam istirahat, Made mengajak teman-temannya bermain lompat tali. Mereka bergantian memegang tali dengan riang. Jika ada teman yang tersandung, yang lain segera membantu berdiri. Bermain bersama kawan di sekolah sangat menyenangkan.' (acuan ide pokok: 'Bermain bersama kawan di sekolah sangat menyenangkan') (13 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Mandiri yang memuat 2 paragraf nonsastra cetak baru: Paragraf 1 ('Latihan Menari Bersama'): 'Amel berlatih gerak tangan dengan tekun. Citra menyelaraskan langkah kakinya sesuai irama musik. Elisa memperhatikan aba-aba guru pelatih. Tiga sahabat itu giat berlatih tari daerah.' (acuan ide pokok: 'Tiga sahabat itu giat berlatih tari daerah'). Paragraf 2 ('Merawat Mading Kelas'): 'Edo menempelkan puisi buatannya di papan mading. Dayu menambahkan hiasan kertas lipat berwarna-warni. Udin merapikan tulisan pengumuman kegiatan pramuka. Para siswa bekerja sama menghias majalah dinding kelas.' (acuan ide pokok: 'Para siswa bekerja sama menghias majalah dinding kelas') (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali ketepatan ide pokok yang telah digarisbawahi dengan mencocokkan acuan bersama guru, menyadari apakah kalimat di akhir paragraf tersebut merangkum seluruh kalimat sebelumnya atau hanya rincian pendukung (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa ide pokok sebuah paragraf nonsastra juga dapat berada di akhir paragraf sebagai kalimat simpulan atau inti rangkuman dari seluruh kegiatan (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir cek pemahaman berupa satu paragraf cepat di papan tulis, murid menuliskan letak dan kalimat ide pokoknya pada secarik kertas kecil (acuan: teks 'Tomi meminjamkan penggaris pada Made. Made mengucapkan terima kasih sambil tersenyum ramah. Saling tolong-menolong mempererat kerukunan teman.' -> ide pokok: 'Saling tolong-menolong mempererat kerukunan teman') (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks cetak dengan kalimat akhir yang dicetak tebal sebagai penuntun visual; murid yang cepat diberikan teks cetak dengan 5 kalimat pengembang tanpa penanda cetak tebal.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu guru membaca kalimat simpulan langkah demi langkah; murid yang mahir langsung bekerja mandiri menentukan ide pokok.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan ide pokok dengan cara mewarnai langsung kalimat terakhir pada teks cetak atau menyalin kalimat ide pokok ke dalam kolom LKPD.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan: Guru membacakan teks singkat: 'Beni membawa benih cabai. Edo menyiapkan pot dan tanah. Siti membantu menyiram tanaman yang sudah ditanam. Mereka semua bekerja sama merawat kebun kelas.' Murid diminta menunjuk kalimat yang menjadi ide pokok teks. Acuan jawaban benar: kalimat terakhir ('Mereka semua bekerja sama merawat kebun kelas').

Proses:

  • Formatif kinerja Lembar Kerja Mandiri: Murid menggarisbawahi atau menuliskan ide pokok pada akhir paragraf untuk 2 teks cetak: Paragraf 1 'Latihan Menari Bersama' (acuan benar: 'Tiga sahabat itu giat berlatih tari daerah') dan Paragraf 2 'Merawat Mading Kelas' (acuan benar: 'Para siswa bekerja sama menghias majalah dinding kelas'). Ketuntasan tercapai jika murid tepat menemukan minimal 2 dari 2 ide pokok pada akhir paragraf teks tersebut.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid membaca teks: 'Tomi meminjamkan penggaris pada Made. Made mengucapkan terima kasih sambil tersenyum ramah. Saling tolong-menolong mempererat kerukunan teman.' Murid menuliskan kalimat ide pokoknya. Acuan jawaban benar: 'Saling tolong-menolong mempererat kerukunan teman'.

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenali letak kalimat inti
  • Penilaian kinerja menemukan ide pokok pada 2 teks nonsastra di Lembar Kerja Mandiri

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menemukan Ide Pokok pada Akhir Paragraf Teks Nonsastra CetakBelum mampu menemukan ide pokok pada akhir paragraf (0 dari 2 teks tepat sesuai acuan teks Paragraf 1 dan Paragraf 2).Menemukan ide pokok pada akhir paragraf secara tepat pada 1 dari 2 teks cetak sesuai acuan teks Paragraf 1 atau Paragraf 2 dengan bimbingan penuh.Menemukan ide pokok pada akhir paragraf secara tepat pada 2 dari 2 teks cetak sesuai acuan (Paragraf 1: 'Tiga sahabat itu giat berlatih tari daerah'; Paragraf 2: 'Para siswa bekerja sama menghias majalah dinding kelas') secara mandiri.Menemukan ide pokok pada akhir paragraf secara tepat pada seluruh teks cetak latihan (2 teks LKPD dan 1 teks asesmen akhir) secara mandiri dan konsisten tanpa keraguan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks nonsastra cetak seputar kegiatan teman yang disajikan memudahkan murid mengenali simpulan di akhir paragraf?
  • Bagaimana respons murid terhadap variasi letak ide pokok di akhir paragraf dibandingkan pertemuan sebelumnya yang berada di awal paragraf?

Murid:

  • Bagian mana dari teks yang membantumu mengetahui bahwa ide pokok ada di kalimat paling akhir?
  • Apakah kamu merasa lebih mudah menemukan inti bacaan setelah membaca seluruh kalimat rinciannya terlebih dahulu?

Pertemuan 12 — Menemukan Ide Pokok Tiap Paragraf Teks Nonsastra Cetak Kerja Sama Kawan Seiring — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.3 Menemukan ide pokok dalam teks nonsastra berbentuk cetak tentang pertemanan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menemukan ide pokok pada setiap paragraf dalam teks cetak bertema kerja sama kawan seiring (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal dengan memperlihatkan satu kartu paragraf pendek di papan tulis: 'Bermain lompat tali bersama teman sangat mengasyikkan. Setiap anak bergiliran memutar tali dan melompat dengan riang.' Guru meminta murid menentukan kalimat mana yang memuat inti/ide pokok paragraf tersebut (acuan jawaban benar: kalimat pertama / 'Bermain lompat tali bersama teman sangat mengasyikkan') (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati kembali penjelasan guru bahwa ide pokok adalah inti pembahasan dalam satu paragraf yang bisa terletak di awal atau di akhir paragraf (5 menit).
  • Murid menerima lembar teks nonsastra cetak berjudul 'Kerja Sama Membersihkan Kelas' yang terdiri atas 3 paragraf: Paragraf 1 ('Bekerja sama membersihkan kelas membuat pekerjaan cepat selesai. Doni menyapu lantai, sedangkan Rina merapikan meja guru. Semua siswa saling membantu.'), Paragraf 2 ('Tugas piket dibagi secara merata kepada seluruh anggota kelompok. Ada regu yang membuang sampah dan regu yang mengelap jendela. Tidak ada siswa yang berpangku tangan.'), Paragraf 3 ('Ruang kelas yang bersih membuat kegiatan belajar terasa nyaman. Udara di dalam kelas menjadi segar dan meja belajar tertata rapi. Itulah manfaat kerja sama merawat kebersihan kelas.') (7 menit).
  • Secara terbimbing, murid bersama guru membaca nyaring dalam hati teks tersebut dan menandai letak kalimat utama serta inti bahasan pada Paragraf 1 (acuan ide pokok Paragraf 1: Bekerja sama membersihkan kelas membuat pekerjaan cepat selesai / kerja sama membersihkan kelas membuat pekerjaan cepat selesai) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi berpasangan untuk memainkan tantangan detektif bacaan: menemukan ide pokok pada Paragraf 2 dan Paragraf 3 dari teks cetak 'Kerja Sama Membersihkan Kelas' dengan menandai kalimat yang menjadi inti lalu menuliskannya ke dalam lembar kerja (acuan Paragraf 2: Tugas piket dibagi secara merata kepada seluruh anggota kelompok; acuan Paragraf 3: Itulah manfaat kerja sama merawat kebersihan kelas / manfaat kerja sama merawat kebersihan kelas) (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan lembar latihan kedua yang berisi teks cetak 'Gotong Royong Menghias Mading' yang terdiri atas 2 paragraf: Paragraf 1 ('Siswa kelas tiga kompak menghias majalah dinding sekolah. Edo menempelkan puisi, Siti mewarnai bingkai, dan Dayu merapikan tulisan.') dan Paragraf 2 ('Mading kelas terlihat indah dan menarik perhatian seluruh warga sekolah. Gambar-gambar tampak cerah dan susunan artikel sangat rapi. Hasil kerja sama menghias mading sangat memuaskan.'); murid menemukan ide pokok tiap paragraf (acuan Paragraf 1: Siswa kelas tiga kompak menghias majalah dinding sekolah; acuan Paragraf 2: Hasil kerja sama menghias mading sangat memuaskan) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama teman sebangku mencocokkan hasil temuan ide pokok tiap paragraf dengan kunci jawaban yang dibuka guru di papan tulis, lalu mengevaluasi langkah yang dilakukan saat mencari letak ide pokok di awal atau di akhir paragraf (8 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menemukan ide pokok pada setiap paragraf, yaitu dengan membaca cermat seluruh kalimat lalu menemukan inti atau gagasan utama paragraf tersebut (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketepatan murid dalam menemukan ide pokok dan menutup pertemuan dengan doa bersama serta salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks cetak dengan kalimat awal dan akhir paragraf yang dicetak tebal untuk memudahkan pemindaian, sedangkan murid yang sudah mahir diberikan teks cetak dengan panjang 3 paragraf utuh tanpa bantuan penebalan huruf.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru secara berkala dalam membedakan kalimat inti dengan kalimat penjelas, sedangkan murid yang cepat bekerja mandiri.
  • Produk: Murid dapat menuliskan ide pokok dengan menyalin kalimat utama secara utuh atau menuliskan kembali inti bahasan dengan bahasa sendiri yang maknanya tepat sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemahaman ide pokok melalui 1 butir soal lisan/tulis paragraf pendek: 'Bermain lompat tali bersama teman sangat mengasyikkan. Setiap anak bergiliran memutar tali dan melompat dengan riang.' (Acuan jawaban benar: 'Bermain lompat tali bersama teman sangat mengasyikkan' / inti: bermain lompat tali bersama teman sangat mengasyikkan).

Proses:

  • Formatif lembar kerja latihan mandiri menemukan ide pokok tiap paragraf teks cetak 'Gotong Royong Menghias Mading' yang terdiri dari 2 paragraf: Paragraf 1 (Acuan jawaban benar: 'Siswa kelas tiga kompak menghias majalah dinding sekolah') dan Paragraf 2 (Acuan jawaban benar: 'Hasil kerja sama menghias mading sangat memuaskan'). Penilaian dinilai berdasarkan ketepatan menemukan ide pokok kedua paragraf tersebut.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di akhir sesi: Murid mencocokkan hasil penemuan ide pokok pada 2 paragraf teks 'Gotong Royong Menghias Mading' (Acuan: Paragraf 1 letak di awal kalimat 'Siswa kelas tiga kompak menghias majalah dinding sekolah'; Paragraf 2 letak di akhir kalimat 'Hasil kerja sama menghias mading sangat memuaskan'). Kriteria ketuntasan: murid tepat menemukan minimal 1 dari 2 ide pokok paragraf secara mandiri.

Formatif:

  • Tes tertulis objektif menemukan ide pokok tiap paragraf pada lembar kerja teks nonsastra cetak 'Kerja Sama Membersihkan Kelas' dan 'Gotong Royong Menghias Mading'.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan Ide Pokok Tiap Paragraf Teks Nonsastra CetakBelum mampu menemukan ide pokok pada paragraf teks nonsastra cetak, meskipun telah dibimbing guru.Mampu menemukan ide pokok pada 1 paragraf teks nonsastra cetak secara tepat dengan bantuan/arahan guru (acuan: Paragraf 1 'Siswa kelas tiga kompak menghias majalah dinding sekolah' atau Paragraf 2 'Hasil kerja sama menghias mading sangat memuaskan').Mampu menemukan ide pokok pada seluruh (2) paragraf teks nonsastra cetak secara tepat dengan sedikit bimbingan guru (acuan: Paragraf 1 'Siswa kelas tiga kompak menghias majalah dinding sekolah' dan Paragraf 2 'Hasil kerja sama menghias mading sangat memuaskan').Mampu menemukan ide pokok pada seluruh (2) paragraf teks nonsastra cetak secara tepat dan mandiri tanpa bimbingan guru (acuan: Paragraf 1 'Siswa kelas tiga kompak menghias majalah dinding sekolah' dan Paragraf 2 'Hasil kerja sama menghias mading sangat memuaskan').

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat membedakan letak ide pokok yang berada di awal paragraf dan di akhir paragraf?
  • Bagian mana dari langkah bimbingan menemukan ide pokok yang membutuhkan perbaikan untuk pembelajaran berikutnya?

Murid:

  • Apakah kamu dapat menemukan kalimat yang menjadi inti atau ide pokok dalam setiap paragraf?
  • Cara apa yang paling membantumu saat mencari ide pokok di dalam bacaan?

Pertemuan 13 — Menceritakan Kembali Awal Cerita Teks Persahabatan Tiga Sahabat yang Kompak secara Berpasangan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.4 Menceritakan kembali isi teks yang dibaca tentang persahabatan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan menyampaikan tujuan latihan menceritakan kembali bagian awal cerita 'Tiga Sahabat yang Kompak' secara berpasangan (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta 2-3 murid menjawab pertanyaan pemantik mengenai tokoh dan situasi pembuka pada teks 'Tiga Sahabat yang Kompak' (acuan: tokohnya Amel, Citra, dan Elisa; situasi awal: ketiganya memiliki hobi berbeda seperti menggambar, bercerita, dan bernyanyi, namun selalu kompak bermain bersama) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama guru membaca teks 'Tiga Sahabat yang Kompak' di buku siswa halaman 29 dengan memfokuskan perhatian pada bagian awal cerita (paragraf pembuka) (10 menit).
  • Guru memberikan panduan tiga unsur awal cerita yang harus diceritakan kembali: (1) pengenalan tokoh Amel, Citra, dan Elisa; (2) perbedaan hobi ketiganya (menggambar, bercerita, menyanyi); (3) sikap mereka yang tetap rukun dan selalu kompak saat bermain bersama (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid duduk berpasangan dan melakukan tantangan permainan 'Estafet Cerita Awal': murid A menceritakan unsur 1 dan 2, kemudian murid B melanjutkan menceritakan unsur 3 teks 'Tiga Sahabat yang Kompak' menggunakan kalimat sendiri tanpa membaca teks (acuan penceritaan: memuat nama ketiga sahabat, hobi mereka yang berbeda, dan kekompakan mereka bermain bersama) (10 menit).
  • Pasangan murid bertukar peran, murid B menceritakan kembali keseluruhan awal cerita secara utuh dari unsur 1 sampai 3 kepada murid A, sementara guru berkeliling mengamati ketercapaian penceritaan kembali (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Dua pasang murid secara sukarela menceritakan kembali bagian awal teks 'Tiga Sahabat yang Kompak' di hadapan teman sebangku lainnya, kemudian guru mengonfirmasi kelengkapan ketiga unsur isi awal cerita tersebut (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menceritakan bagian awal cerita berfokus pada pengenalan tokoh, perbedaan kegemaran, dan kerukunan mereka saat bermain (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kelengkapan isi cerita yang disampaikan setiap pasangan dan menutup pertemuan dengan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu pengingat alur awal cerita yang memuat tiga kata kunci: tokoh, hobi, dan kompak.
  • Proses: Murid yang sudah mahir menceritakan bagian awal cerita secara mandiri tanpa kartu bantu kata kunci, sedangkan murid yang masih ragu menceritakan dengan panduan bertahap bersama pasangannya.
  • Produk: Penceritaan kembali bagian awal cerita dapat disampaikan secara bergantian per kalimat atau langsung menyeluruh dalam tiga butir unsur awal cerita.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 3 tokoh dan bagaimana situasi awal mereka dalam bacaan Tiga Sahabat yang Kompak!' (acuan jawaban: tokoh Amel, Citra, Elisa; situasi awal memiliki hobi berbeda tetapi tetap kompak dan rukun bermain).

Proses:

  • Lembar pengamatan penceritaan kembali secara berpasangan terhadap pemenuhan 3 unsur awal cerita: (1) Menyebutkan tokoh Amel, Citra, dan Elisa; (2) Menyebutkan perbedaan hobi mereka (menggambar, bercerita, bernyanyi); (3) Menyebutkan kekompakan dan kerukunan mereka saat bermain bersama.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Setiap pasangan memverifikasi apakah cerita teman pasangannya telah memuat lengkap: ketiga nama tokoh, hobi masing-masing, dan sikap rukun di awal cerita (acuan: terpenuhi ketiga-tiganya secara tepat).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja berpasangan: Mengamati kemampuan murid menceritakan kembali 3 unsur pembuka cerita 'Tiga Sahabat yang Kompak' (tokoh, hobi berbeda, kekompakan awal).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan dan Ketepatan Menceritakan Kembali Bagian Awal CeritaMenceritakan kembali bagian awal cerita dengan memuat 1 unsur saja dari 3 unsur acuan (tokoh, perbedaan hobi, kekompakan awal), serta masih membutuhkan bimbingan penuh.Menceritakan kembali bagian awal cerita dengan memuat 2 dari 3 unsur acuan secara tepat.Menceritakan kembali bagian awal cerita dengan memuat seluruh 3 unsur acuan (tokoh Amel, Citra, Elisa; perbedaan hobi; kekompakan awal) secara tepat dan runtut.Menceritakan kembali bagian awal cerita dengan memuat seluruh 3 unsur acuan secara tepat, runtut, mandiri, serta mampu menjelaskan detail aktivitas hobi tokoh tanpa melihat teks.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu kegiatan bercerita berpasangan mencukupi bagi setiap murid untuk bergantian berbicara?
  • Apakah panduan 3 unsur awal cerita membantu murid menceritakan isi secara tepat tanpa melenceng dari teks bacaan?

Murid:

  • Bagian mana dari awal cerita 'Tiga Sahabat yang Kompak' yang paling mudah kamu ceritakan kepada temanmu?
  • Apakah kamu berhasil mengingat nama ketiga tokoh dan hobi mereka saat menceritakan kembali tadi?

Pertemuan 14 — Menceritakan Kembali Urutan Peristiwa Cerita Persahabatan (Latihan dan Pengambilan Bukti Giliran Murid 1–5) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.4 Menceritakan kembali isi teks yang dibaca tentang persahabatan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berlatih menceritakan kembali urutan peristiwa dalam teks bacaan persahabatan serta melakukan pengambilan bukti belajar lisan untuk giliran murid nomor absen 1 sampai 5 (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menanyakan kepada murid urutan peristiwa acak dari teks 'Pertemanan Amel, Citra, dan Elisa' yang dibaca sebelumnya, yaitu memilih mana yang terjadi lebih dulu antara 'Citra bersedih karena lupa membawa tugas' atau 'Amel dan Elisa membantu membuat tugas gambar' (acuan jawaban: peristiwa Citra bersedih terjadi lebih dahulu sebelum Amel dan Elisa membantu) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca kembali teks bacaan 'Boneka Kertas Temanku' secara mandiri dan mencermati 4 urutan peristiwa utama di dalamnya: (1) Bu Guru memberi tugas membuat boneka kertas dan cerita boneka, (2) Amel, Citra, dan Elisa sepakat membentuk kelompok bersama, (3) Mereka berkumpul sepulang sekolah untuk berbagi tugas membuat boneka, dan (4) Boneka kertas selesai dibuat dengan kompak dan rapi (10 menit).
  • Guru memandu pemahaman murid mengenai alur 4 peristiwa tersebut dan bagaimana mengurutkannya dari peristiwa awal, peristiwa tengah (kegiatan kelompok), hingga peristiwa akhir saat tugas selesai (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan berpasangan 'Estafet Cerita Sahabat': secara bergantian bersama teman sebangku saling menceritakan kembali 4 urutan peristiwa teks 'Boneka Kertas Temanku' dengan tantangan menyebutkan urutan 1 sampai 4 secara lengkap tanpa ada peristiwa yang tertukar (10 menit).
  • Guru memanggil murid giliran 1 sampai 5 (sesuai nomor presensi 1–5) satu per satu untuk menceritakan kembali secara lisan isi teks berdasarkan 4 urutan peristiwa tersebut di meja guru, sementara murid lainnya melanjutkan latihan berpasangan menceritakan urutan teks secara mandiri (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan jalannya latihan: murid mengidentifikasi apakah keempat peristiwa dalam cerita sudah tersampaikan secara urut dan lengkap saat bercerita (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung kepada murid giliran 1–5 terkait kelengkapan urutan peristiwa yang diceritakan, serta memotivasi murid lainnya untuk giliran pertemuan berikutnya (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali 4 urutan pokok peristiwa dalam cerita 'Boneka Kertas Temanku' (5 menit).
  • Guru menutup sesi pembelajaran dengan apresiasi atas keterlibatan murid dalam latihan bercerita dan mengingatkan giliran pengambilan bukti untuk nomor absen berikutnya pada pertemuan selanjutnya, lalu mengucap salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bantu urutan 4 gambar alur peristiwa bagi murid yang memerlukan dukungan visual saat mengingat urutan.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan panduan kata transisi urutan (pertama, lalu, kemudian, akhirnya); bagi murid yang sudah mahir, dipersilakan menceritakan kembali urutan peristiwa secara langsung dan mandiri tanpa kartu bantu.
  • Produk: Seluruh murid menceritakan kembali 4 urutan peristiwa secara lisan, dengan variasi tingkat kemandirian (dengan atau tanpa kartu bantu urutan).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: menentukan urutan kejadian yang lebih dulu terjadi antara Citra bersedih karena lupa tugas menggambar dan Amel membantunya (acuan jawaban: peristiwa Citra bersedih karena lupa membawa tugas terjadi lebih awal/dahulu).

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja menceritakan kembali lisan untuk murid 1–5 dengan acuan 4 urutan peristiwa teks 'Boneka Kertas Temanku': (1) Bu Guru memberi tugas boneka kertas, (2) Amel, Citra, dan Elisa membentuk kelompok, (3) Mereka berkumpul berbagi tugas, (4) Tugas boneka selesai dikerjakan bersama.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: murid menyebutkan secara runtut 4 urutan peristiwa utama teks 'Boneka Kertas Temanku' sesuai acuan urutan (1) Bu Guru memberi tugas, (2) membentuk kelompok, (3) berkumpul membagi tugas, dan (4) tugas selesai dengan kompak.

Formatif:

  • Unjuk kerja lisan menceritakan kembali 4 urutan peristiwa teks bacaan 'Boneka Kertas Temanku' untuk giliran murid 1–5 dengan rubrik pengamatan urutan peristiwa.
  • Observasi unjuk kerja berpasangan saat murid saling menceritakan kembali urutan peristiwa cerita.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan dan Keruntutan Urutan Peristiwa Cerita (Acuan: 4 peristiwa: 1. Tugas dari Bu Guru, 2. Pembentukan kelompok bertiga, 3. Kerja bersama berbagi tugas, 4. Tugas boneka kertas selesai)Menceritakan kembali kurang dari 2 urutan peristiwa atau urutan peristiwa terbolak-balik seluruhnya dengan bantuan penuh guru.Menceritakan kembali 2 dari 4 urutan peristiwa secara runtut sesuai acuan cerita.Menceritakan kembali 3 dari 4 urutan peristiwa secara runtut sesuai acuan cerita secara mandiri.Menceritakan kembali seluruh 4 urutan peristiwa cerita secara runtut dari awal hingga akhir sesuai acuan cerita secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 15 menit cukup untuk mengambil bukti unjuk kerja bercerita secara mendalam bagi murid giliran 1–5?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang berlatih berpasangan saat guru sedang mengambil data unjuk kerja murid giliran 1–5?

Murid:

  • Bagian mana dari urutan cerita 'Boneka Kertas Temanku' yang paling mudah kamu ingat saat menceritakan kembali?
  • Apakah kamu berhasil menceritakan semua urutan kejadian dari awal sampai akhir tanpa ada yang terlewat?

Pertemuan 15 — Menceritakan Kembali Bagian Akhir dan Pesan Cerita Persahabatan (Latihan dan Pengambilan Bukti Giliran Murid 6–10) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.4 Menceritakan kembali isi teks yang dibaca tentang persahabatan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa singkat bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan kembali bagian akhir dan pesan cerita persahabatan dari teks yang dibaca, serta mengumumkan giliran pengambilan bukti untuk Murid 6–10 (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menanyakan secara lisan cuplikan bagian akhir cerita pertemuan sebelumnya kepada kelas: 'Apa yang terjadi di akhir cerita saat Bu Guru melihat tugas Citra yang dibantu Amel dan Elisa?' (acuan jawaban benar: Bu Guru tersenyum memuji tugas Citra karena mereka saling membantu, pertemanan mereka menjadi lebih erat, dan mereka memahami arti teman sejati) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca dalam hati teks persahabatan 'Tiga Sahabat yang Kompak' yang dibagikan guru dengan teks acuan: 'Amel, Citra, dan Elisa mengerjakan tugas membuat boneka kertas. Saat Citra kesulitan mewarnai, Amel dan Elisa membantu sehingga tugas selesai dengan cepat. Pada akhir cerita, Bu Guru tersenyum memuji kerja sama mereka. Sejak saat itu, pertemanan mereka semakin erat dan mereka selalu rukun. Pesan dari cerita ini adalah sahabat sejati selalu siap tolong-menolong saat teman mengalami kesulitan' (10 menit).
  • Guru memandu murid membedakan unsur bagian akhir cerita (peristiwa penutup: Bu Guru tersenyum memuji tugas dan pertemanan mereka makin erat) serta pesan cerita (pelajaran yang dapat dipetik: sahabat sejati saling tolong-menolong saat teman kesulitan) secara terarah dan sadar (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid mengikuti aktivitas 'Estafet Tongkat Cerita': murid duduk melingkar dan menyanyikan bait lagu kawan seiring sambil mengestafetkan tongkat kayu; murid yang memegang tongkat saat lagu berhenti berlatih menceritakan 1 kalimat bagian akhir atau pesan cerita secara menyenangkan (10 menit).
  • Murid berlatih menceritakan kembali bagian akhir dan pesan cerita secara berpasangan di meja masing-masing menggunakan bahasa sendiri berdasarkan teks yang telah dibaca (10 menit).
  • Guru melakukan pengambilan bukti belajar unjuk kerja secara bergantian untuk Murid 6, 7, 8, 9, dan 10, di mana masing-masing murid menceritakan kembali bagian akhir dan pesan cerita di hadapan guru (acuan bagian akhir: Bu Guru memuji tugas mereka dan persahabatan ketiganya makin erat; acuan pesan: sahabat sejati harus tolong-menolong saat kawan kesulitan) sementara murid lainnya menyimak atau menuliskan catatan pengingat di buku (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan kemudahan dan kendala saat mengingat kembali peristiwa penutup serta merumuskan pesan yang terkandung dalam cerita persahabatan yang telah dibaca (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung kepada Murid 6–10 atas kelengkapan dan ketepatan isi penceritaan kembali bagian akhir serta pesan cerita yang disampaikan (3 menit).
  • Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran tentang cara mengenali peristiwa akhir dan memetik pesan cerita, lalu menutup pertemuan dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan teks cetak dengan penandaan visual (garis bawah tebal) khusus pada paragraf penutup bagi murid yang membutuhkan panduan visual.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan kartu panduan berisi 2 kata pemicu ('Peristiwa Akhir' dan 'Pesan Cerita'); bagi murid cepat, murid diminta menceritakan kembali tanpa melihat teks sama sekali.
  • Produk: Murid dengan hambatan berbicara terbimbing boleh menceritakan bagian akhir dan pesan cerita menggunakan panduan pertanyaan rincian lisan dari guru secara bertahap.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di awal pelajaran: 'Apa yang terjadi pada bagian akhir saat Amel dan Elisa membantu Citra?' (acuan: Bu Guru tersenyum memuji tugas Citra karena mereka saling membantu, dan pertemanan mereka menjadi semakin erat).

Proses:

  • Pengamatan performa lisan saat Murid 6–10 menceritakan kembali bagian akhir dan pesan cerita teks persahabatan (acuan bagian akhir: Bu Guru memuji tugas dan persahabatan mereka semakin erat; acuan pesan: sahabat sejati saling menolong saat teman menghadapi kesulitan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru mengonfirmasi kepada Murid 6–10 tentang perbedaan peristiwa akhir cerita dan pesan yang dapat dipetik dari bacaan 'Tiga Sahabat yang Kompak'.

Formatif:

  • Unjuk kerja lisan menceritakan kembali bagian akhir dan pesan teks persahabatan untuk Murid 6–10 menggunakan lembar observasi ketepatan isi cerita.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan Bagian Akhir Cerita PersahabatanBelum mampu menceritakan peristiwa bagian akhir cerita persahabatan meskipun telah diberikan pancingan pertanyaan oleh guru.Mampu menceritakan sebagian kecil peristiwa akhir cerita persahabatan dengan bantuan pancingan pertanyaan dari guru (hanya menyebut Bu Guru memuji atau hanya menyebut tugas selesai).Mampu menceritakan peristiwa akhir cerita persahabatan secara tepat sesuai teks (Bu Guru tersenyum memuji tugas mereka dan persahabatan ketiganya menjadi lebih erat) secara mandiri.Mampu menceritakan seluruh peristiwa bagian akhir cerita persahabatan secara lengkap, tepat, dan terperinci sesuai isi teks secara mandiri tanpa bantuan.
Menceritakan Pesan Cerita PersahabatanBelum mampu menyampaikan pesan moral/pelajaran dari cerita persahabatan yang dibaca.Menyampaikan pesan cerita persahabatan namun kurang sesuai dengan tema cerita atau masih memerlukan arahan penuh dari guru.Mampu menyampaikan pesan cerita persahabatan secara tepat sesuai isi bacaan (pentingnya tolong-menolong antar-sahabat saat ada teman kesulitan) secara mandiri.Mampu menyampaikan pesan cerita persahabatan secara tepat, utuh, dan mampu mengaitkannya dengan sikap tokoh dalam cerita secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 15 menit mencukupi untuk mengambil bukti unjuk kerja Murid 6–10 secara optimal?
  • Apakah murid dapat membedakan secara jelas antara peristiwa bagian akhir cerita dengan pesan moral yang terkandung di dalamnya?

Murid:

  • Bagian mana dari cerita yang paling mudah kamu ingat dan ceritakan kembali?
  • Pesan apa dari cerita persahabatan ini yang ingin kamu lakukan bersama temanmu di kelas?

Pertemuan 16 — Menceritakan Kembali Seluruh Alur Cerita Teks Persahabatan secara Runtut — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.4 Menceritakan kembali isi teks yang dibaca tentang persahabatan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan kembali seluruh isi teks persahabatan yang dibaca secara runtut dari awal, tengah (masalah), hingga akhir (penyelesaian) (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta murid membaca cepat satu kartu alur acak dan menentukan urutan logisnya (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca mandiri teks bacaan persahabatan berjudul 'Tiga Sahabat yang Kompak' (Teks: Tiga sahabat bernama Amel, Citra, dan Elisa belajar bersama. Citra sedih karena pensil warnanya tertinggal. Amel dan Elisa berbagi alat warna miliknya dan membantu mewarnai sehingga tugas selesai bersama) (8 menit).
  • Guru bersama murid membedah 3 bagian alur cerita melalui tanya jawab: (1) Awal: pengenalan sahabat dan aktivitas bersama, (2) Tengah/Masalah: Citra ketinggalan pensil warna dan sedih, (3) Akhir/Penyelesaian: Amel dan Elisa membantu sehingga tugas selesai dengan baik (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan 'Tantangan Kartu Estafet Alur': secara berpasangan, satu murid memegang 3 kartu penanda alur (Awal, Tengah, Akhir) dan murid pasangannya menceritakan kembali seluruh alur teks cerita persahabatan secara runtut dari awal sampai akhir tanpa terbalik (15 menit).
  • Setiap murid secara mandiri menceritakan kembali seluruh isi cerita persahabatan yang telah dibaca secara runtut (memuat peristiwa awal, masalah, dan penyelesaian) kepada guru/teman pasangan sambil dinilai ketercapaiannya (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali penceritaannya menggunakan daftar centang mandiri: apakah bagian awal, masalah, dan penyelesaian sudah diceritakan lengkap dan runtut (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap keberhasilan murid menceritakan kembali alur cerita secara utuh dan teratur (3 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan kembali cara menceritakan teks secara runtut berdasarkan urutan waktu kejadian (awal, masalah, penyelesaian) (4 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat tentang urutan peristiwa cerita persahabatan, memberikan apresiasi, dan menutup sesi pembelajaran (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan bagan visual alur 3 kotak (Awal - Masalah - Penyelesaian) sebagai pengingat isi teks; murid mahir menggunakan teks utuh tanpa bagan visual.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan menceritakan alur dibimbing langkah demi langkah oleh guru; murid yang cepat langsung menceritakan seluruh alur secara mandiri.
  • Produk: Semua murid menghasilkan bukti lisan menceritakan kembali isi teks persahabatan secara runtut.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik singkat mengurutkan 3 fragmen alur acak dari cerita persahabatan: (1) 'Amel dan Elisa meminjamkan pensil warna', (2) 'Amel, Citra, dan Elisa belajar bersama di kelas', (3) 'Citra sedih karena pensil warnanya tertinggal di rumah'. Murid diminta menyebutkan urutan yang benar (Acuan urutan tepat: 2 - 3 - 1).

Proses:

  • Pengamatan performa lisan saat murid menceritakan kembali seluruh isi teks 'Tiga Sahabat yang Kompak'. Kriteria ketuntasan: memuat 3 unsur alur secara berurutan: (1) Awal: Amel, Citra, dan Elisa belajar bersama, (2) Tengah/Masalah: Citra sedih karena pensil warnanya tertinggal, (3) Akhir/Penyelesaian: Amel dan Elisa membantu sehingga tugas selesai bersama.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan singkat penutup: guru menanyakan peristiwa penutup cerita 'Tiga Sahabat yang Kompak'. Murid menjawab penyelesaian cerita (Acuan jawaban benar: Amel dan Elisa meminjamkan alat warna dan membantu mewarnai sehingga tugas selesai dengan baik).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja menceritakan kembali seluruh alur isi teks bacaan tentang persahabatan secara runtut menggunakan lembar ceklis pengamatan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keruntutan Menceritakan Kembali Alur Isi Teks PersahabatanMenceritakan kembali isi teks dengan alur terbolak-balik dan hanya memuat 1 bagian peristiwa (awal saja atau akhir saja) secara terbimbing penuh.Menceritakan kembali isi teks dengan memuat 2 bagian peristiwa (awal dan masalah, atau masalah dan penyelesaian) namun urutannya masih perlu diarahkan guru.Menceritakan kembali seluruh alur isi teks persahabatan secara lengkap (awal, masalah, penyelesaian) dan runtut sesuai urutan bacaan.Menceritakan kembali seluruh alur isi teks persahabatan secara lengkap (awal, masalah, penyelesaian) secara runtut, utuh, dan mandiri tanpa bimbingan sama sekali.
Kelengkapan Unsur Peristiwa Cerita Persahabatan yang Diceritakan KembaliHanya menyebutkan salah satu unsur isi cerita (tokoh atau satu peristiwa lepas) tanpa mengaitkannya dengan alur teks.Menyebutkan sebagian unsur isi cerita (tokoh dan masalah, atau tokoh dan penyelesaian) dalam penceritaannya.Menyebutkan seluruh unsur isi utama teks (tokoh Amel, Citra, Elisa; situasi awal; masalah pensil tertinggal; penyelesaian saling membantu) secara tepat sesuai isi bacaan.Menyebutkan seluruh unsur isi utama teks beserta detail peristiwa keterkaitan antartokoh secara utuh dan tepat sesuai bacaan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah mampu menceritakan kembali isi teks persahabatan dengan urutan alur yang runtut dari awal hingga akhir?
  • Bagian alur manakah yang paling sering terlewatkan oleh murid saat menceritakan kembali?

Murid:

  • Apakah kamu sudah dapat menceritakan kembali kisah sahabat dari awal kejadian sampai akhir?
  • Bagian cerita mana yang paling mudah kamu ingat dan ceritakan kembali?

Pertemuan 17 — Mengenal dan Mempraktikkan Tata Cara Mengangkat Tangan dan Mendengarkan Teman dalam Diskusi Cerita Pertemanan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.5 Menanggapi diskusi sesuai tata cara saat membahas cerita pertemanan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa singkat bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenal dan mempraktikkan tata cara menanggapi diskusi secara santun (mengangkat tangan sebelum bicara dan mendengarkan teman hingga selesai) saat membahas cerita pertemanan (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 situasi gambar/tindakan diskusi: Situasi A (langsung memotong pembicaraan teman) dan Situasi B (mengangkat tangan dan menunggu dipersilakan), lalu meminta murid memilih tindakan yang sesuai tata cara diskusi (acuan jawaban: Situasi B) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru membacakan teks cerita pertemanan pendek: 'Tiga Sahabat yang Kompak' (tokoh: Amel, Citra, dan Elisa yang selalu saling membantu saat belajar dan bermain bersama) (5 menit).
  • Guru memodelkan 2 tata cara utama menanggapi dalam diskusi: (1) mendengarkan teman yang sedang berbicara hingga tuntas tanpa memotong, dan (2) mengangkat tangan dengan tenang sebelum menyampaikan tanggapan atau pendapat (5 menit).
  • Guru memberikan kuis interaktif cepat 'Pilih Sikap Benar': murid mengangkat kartu hijau jika tindakan sesuai tata cara (misal: 'Duduk tenang menyimak teman bicara' -> Benar; 'Mengangkat tangan sebelum menanggapi' -> Benar) dan kartu merah jika melanggar (misal: 'Langsung menyela saat teman belum selesai bicara' -> Salah) (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil beranggotakan 4 orang dan memberikan pertanyaan pemantik diskusi kelompok: 'Sikap baik apa yang ditunjukkan oleh Amel, Citra, dan Elisa dalam cerita pertemanan tadi?' (5 menit).
  • Secara bergantian di dalam kelompok, setiap murid mempraktikkan tata cara menanggapi diskusi: satu murid menyampaikan pendapatnya, anggota lain mendengarkan hingga selesai tanpa memotong, kemudian murid berikutnya mengangkat tangan terlebih dahulu sebelum memberikan tanggapan (10 menit).
  • Guru berkeliling mengamati setiap kelompok menggunakan lembar observasi untuk memeriksa keterlaksanaan dua tata cara: mendengarkan teman hingga selesai dan mengangkat tangan sebelum berbicara (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Perwakilan kelompok menyampaikan pengalaman mereka saat menerapkan aturan mengangkat tangan dan mendengarkan teman tanpa memotong (5 menit).
  • Murid bersama guru menyimpulkan manfaat mematuhi tata cara diskusi agar semua kawan merasa dihargai dan suasana diskusi pertemanan menjadi tertib (5 menit).

Penutup:

  • Murid mengerjakan cek pemahaman asesmen akhir mandiri berisi 3 butir pernyataan benar/salah mengenai tata cara menanggapi diskusi (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung, mengapresiasi partisipasi tertib seluruh murid, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu pengingat visual bergambar simbol 'Mengangkat Tangan' dan 'Mendengarkan dengan Saksama' di meja kelompok.
  • Proses: Murid yang masih sering menyela diberikan giliran bicara dengan bantuan tongkat bicara/giliran kartu, sedangkan murid yang sudah mahir diarahkan memberikan tanggapan dengan variasi kalimat persetujuan santun.
  • Produk: Seluruh murid dinilai berdasarkan ketercapaian mempraktikkan dua tata cara diskusi (mengangkat tangan dan mendengarkan hingga tuntas) saat diskusi kelompok berlangsung.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik cepat memilih tindakan santun dalam diskusi melalui 2 skenario singkat: (1) Menyela langsung ucapan teman yang sedang mengemukakan pendapat; (2) Mengangkat tangan dan menunggu teman selesai bicara sebelum menanggapi. Kriteria penerimaan/kunci jawaban: Tindakan yang sesuai tata cara diskusi adalah skenario nomor 2.

Proses:

  • Pengamatan formatif saat diskusi kelompok membahas cerita pertemanan menggunakan lembar observasi ketercapaian tata cara: (1) Mendengarkan teman yang berbicara sampai selesai tanpa menyela; (2) Mengangkat tangan sebelum menyampaikan tanggapan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri di akhir pertemuan melalui 3 pernyataan Benar/Salah: (1) Saat teman berbicara, kita boleh langsung memotong ucapannya (Kunci: Salah); (2) Sebelum berbicara menanggapi pendapat teman, kita sebaiknya mengangkat tangan terlebih dahulu (Kunci: Benar); (3) Mendengarkan teman sampai selesai menunjukkan sikap menghargai teman dalam diskusi (Kunci: Benar). Murid dinilai tepat bila menjawab minimal 2 dari 3 butir dengan benar sesuai kunci jawaban.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja praktik menanggapi diskusi kelompok sesuai tata cara (mengangkat tangan dan mendengarkan teman).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mempraktikkan Tata Cara Mengangkat TanganBelum mengangkat tangan sebelum berbicara dan langsung memotong pembicaraan teman walau telah diingatkan.Mengangkat tangan sebelum berbicara hanya jika diingatkan atau diberi aba-aba oleh guru/teman.Mengangkat tangan dengan tenang sebelum berbicara dalam diskusi kelompok secara mandiri pada sebagian besar giliran.Secara konsisten dan mandiri selalu mengangkat tangan sebelum berbicara serta menunggu dipersilakan pada setiap giliran menanggapi.
Mempraktikkan Tata Cara Mendengarkan TemanSering menyela atau berbicara sendiri saat anggota kelompok lain sedang menyampaikan pendapat tentang cerita pertemanan.Mendengarkan teman berbicara namun sesekali masih menyela sebelum teman selesai berbicara.Mendengarkan teman yang sedang berbicara hingga selesai tanpa memotong pembicaraan pada sebagian besar kesempatan.Secara konsisten mendengarkan teman yang berbicara hingga tuntas tanpa pernah menyela atau menginterupsi di sepanjang diskusi kelompok.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur pemodelan tata cara mengangkat tangan dan mendengarkan teman berjalan efektif dan dipahami murid?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang pemalu dalam menanggapi diskusi setelah diterapkannya aturan giliran bicara?

Murid:

  • Bagian mana dari tata cara diskusi hari ini yang paling mudah kamu lakukan?
  • Apakah kamu berhasil mendengarkan temanmu sampai selesai tanpa memotong ucapannya?

Pertemuan 18 — Menanggapi Diskusi Sesuai Tata Cara Giliran Bicara saat Membahas Cerita Pertemanan (Simulasi dan Pengambilan Bukti Murid 11–15) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.5 Menanggapi diskusi sesuai tata cara saat membahas cerita pertemanan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan memeriksa kehadiran serta kesiapan belajar di kelas (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mempraktikkan cara menanggapi diskusi cerita pertemanan sesuai tata cara giliran bicara (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: Guru mengajukan pertanyaan pemantik mengenai sikap yang benar saat ingin menanggapi cerita pertemanan yang sedang dibahas teman (acuan jawaban tepat: mengangkat tangan terlebih dahulu dan menunggu dipersilakan/tidak memotong pembicaraan) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang tata cara giliran bicara saat berdiskusi: (1) mendengarkan teman hingga selesai berbicara, (2) mengangkat tangan sebagai tanda ingin menanggapi, dan (3) mulai menanggapi setelah dipersilakan (6 menit).
  • Guru membacakan ringkasan cerita pertemanan singkat 'Tiga Sahabat yang Kompak' (Fahmi, Jesika, dan Vino yang bermusyawarah membagi tugas piket bersama) lalu mendemonstrasikan contoh menanggapi yang benar vs yang keliru (memotong pembicaraan) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain simulasi interaktif 'Tongkat Giliran Sahabat': sebuah tongkat kayu kecil diedarkan, hanya murid pemegang tongkat yang boleh berbicara menanggapi pertanyaan tentang cerita 'Tiga Sahabat yang Kompak', sementara murid lain mengangkat tangan bila ingin meminta giliran tongkat berikutnya secara tertib dan menyenangkan (14 menit).
  • Guru membagi kelas ke dalam kelompok kecil diskusi (termasuk kelompok target pengambilan bukti murid nomor urut 11–15) untuk membahas pertanyaan diskusi cerita: 'Bagaimana cara ketiga sahabat itu menyelesaikan pembagian tugas tanpa bertengkar?' (6 menit).
  • Murid mempraktikkan simulasi diskusi kelompok secara bergiliran menanggapi pendapat teman dengan tata cara mengangkat tangan dan menunggu giliran bicara, sementara guru mengambil bukti penilaian kinerja khusus untuk Murid 11–15 menggunakan lembar observasi ketercapaian tata cara diskusi (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama bimbingan guru merefleksikan proses diskusi: memeriksa apakah selama diskusi tadi semua anggota sudah menaati giliran bicara dan tidak saling memotong pembicaraan saat menanggapi cerita (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap simulasi giliran bicara yang telah dipraktikkan, mengapresiasi ketertiban murid terutama Murid 11–15 (3 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya mematuhi tata cara giliran bicara dalam diskusi agar suasana musyawarah pertemanan berjalan lancar dan saling menghargai (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan visual bergambar 'Angkat Tangan - Tunggu Giliran - Berbicara' bagi murid yang memerlukan pengingat konkret urutan langkah.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung berupa isyarat visual bagi murid yang masih terbiasa menyela, serta memberikan pertanyaan tanggapan cerita yang lebih mendalam bagi murid yang sudah mahir menaati giliran bicara.
  • Produk: Tanggapan lisan disampaikan dalam kalimat sederhana terbimbing bagi murid bertahap, dan tanggapan lisan yang disertai alasan rinci terkait cerita bagi murid yang mahir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik: 'Jika temanmu sedang menyampaikan pendapat tentang cerita pertemanan dan kamu ingin menambahkan tanggapan, apa yang harus kamu lakukan pertama kali?' (Acuan jawaban tepat: Mengangkat tangan dan menunggu teman selesai berbicara atau menunggu dipersilakan guru/pimpinan diskusi, bukan langsung berbicara atau memotong pembicaraan).

Proses:

  • Pengamatan keterlaksanaan tata cara menanggapi diskusi cerita pertemanan saat simulasi 'Tongkat Giliran Sahabat' dan diskusi kelompok kecil (terfokus pada Murid 11–15) dengan 3 indikator: (1) mendengarkan hingga selesai tanpa memotong, (2) mengangkat tangan sebelum berbicara, (3) menyampaikan tanggapan setelah diberi giliran.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta perwakilan murid menyebutkan kembali urutan 3 tata cara giliran bicara saat menanggapi diskusi cerita pertemanan (Acuan jawaban lengkap: (1) Diam mendengarkan teman bicara, (2) Mengangkat tangan untuk meminta giliran, (3) Berbicara menanggapi setelah dipersilakan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja simulasi diskusi menggunakan lembar ceklis tata cara giliran bicara (fokus pengambilan bukti Murid 11–15).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kepatuhan Tata Cara Giliran Bicara saat Menanggapi Diskusi CeritaBelum menunjukkan tata cara giliran bicara; langsung menanggapi dengan memotong pembicaraan teman tanpa mengangkat tangan dan terus berbicara meski belum dipersilakan.Mulai menanggapi dengan tata cara giliran bicara (misal mengangkat tangan), tetapi masih sesekali memotong pembicaraan teman atau berbicara sebelum dipersilakan sehingga memerlukan pengingat berulang dari guru.Menanggapi diskusi sesuai 3 tata cara giliran bicara (mendengarkan hingga selesai, mengangkat tangan, dan berbicara saat dipersilakan) secara konsisten dengan bimbingan minimal.Menanggapi diskusi sesuai 3 tata cara giliran bicara (mendengarkan hingga selesai, mengangkat tangan, dan berbicara saat dipersilakan) secara konsisten dan mandiri pada setiap kesempatan tanpa perlu diingatkan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu simulasi diskusi cukup bagi Murid 11–15 untuk menunjukkan bukti kompetensi tata cara giliran bicara?
  • Bagaimana respons dan ketertiban murid saat diterapkannya media 'Tongkat Giliran Sahabat' dalam melatih kesabaran menunggu giliran bicara?

Murid:

  • Apakah kamu merasa terbantu dengan aturan mengangkat tangan sebelum menanggapi cerita teman?
  • Bagian mana dari aturan giliran bicara yang menurutmu paling menantang untuk dilakukan saat berdiskusi?

Pertemuan 19 — Menanggapi Pendapat Teman dengan Kalimat Santun dalam Diskusi Pengalaman Bersama Kawan (Simulasi dan Pengambilan Bukti Murid 16–20) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.5 Menanggapi diskusi sesuai tata cara saat membahas cerita pertemanan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan mengondisikan kelas dalam suasana tertib dan nyaman (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mempraktikkan tata cara menanggapi pendapat teman dengan kalimat santun dalam diskusi pengalaman pertemanan, sekaligus pengambilan bukti penilaian kinerja untuk kelompok giliran murid nomor urut 16–20 (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen diagnostik singkat dengan membacakan 2 kalimat tanggapan, lalu murid mengangkat kartu hijau jika santun atau kartu merah jika tidak santun: (1) 'Pendapatmu jelek dan salah!' (acuan: Tidak Santun); (2) 'Maaf, saya kurang setuju dengan usulmu karena waktu kita sedikit' (acuan: Santun) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati pemodelan guru di papan tulis mengenai pola tanggapan santun saat berdiskusi pertemanan: menyetujui ('Wah, idemu menarik sekali karena...') dan menyatakan ketidaksetujuan ('Maaf, menurut saya... karena...') serta aturan tata cara (mengangkat tangan dan menunggu giliran dipersilakan) (7 menit).
  • Murid bersama guru menganalisis 3 contoh tanggapan terhadap cerita pertemanan: (1) 'Kamu tidak boleh begitu!' (acuan: tidak santun, memotong pembicaraan dan mendikte); (2) 'Terima kasih ceritamu, saya sependapat bahwa membantu kawan piket itu terpuji' (acuan: santun dan sesuai tata cara); (3) 'Maaf, menurut saya kawan yang terlambat sebaiknya tidak ditinggal, melainkan ditunggu sebentar' (acuan: santun dan sesuai tata cara) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (4-5 murid) untuk memainkan permainan simulasi diskusi 'Kawan Seiring Berkata': satu murid menceritakan pengalaman singkat bersama kawan (misal: pengalaman meminjamkan pensil atau bermain lompat tali), lalu teman kelompok berlatih mengangkat tangan dan menyampaikan tanggapan santun secara bergiliran (12 menit).
  • Guru memanggil kelompok fokus giliran murid nomor 16–20 untuk melakukan simulasi lingkaran diskusi terarah membahas pemantik cerita pengalaman 'Menghibur kawan yang sedih saat jam istirahat', di mana murid nomor 16–20 satu per satu mempraktikkan mengangkat tangan, menunggu dipersilakan, dan menyampaikan tanggapan santun menggunakan pola yang dipelajari, sementara guru mencatat lembar observasi penilaian (18 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru memeriksa kembali tata cara menanggapi: apakah tanggapan diawali dengan mengangkat tangan, menunggu giliran, serta menggunakan pilihan kata santun (misal: 'maaf', 'terima kasih', 'menurut saya') (5 menit).
  • Murid mengungkapkan perasaan dan kesadaran diri tentang pentingnya menjaga kesantunan agar kawan merasa dihargai saat bertukar pendapat (3 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan inti pembelajaran bahwa menanggapi pendapat teman dalam diskusi cerita pertemanan wajib mengikuti tata cara antre bicara dan memakai kata santun (4 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian kelas, mengumumkan giliran diskusi berikutnya untuk pertemuan selanjutnya, serta menutup pembelajaran dengan salam dan doa (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bantu kalimat pemantik tanggapan bertuliskan kata kunci 'Maaf, menurut saya...', 'Terima kasih atas ceritamu...', 'Saya sependapat karena...' bagi murid yang memerlukan dukungan.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung atau kesempatan mencoba ulang bagi murid yang masih terburu-buru berbicara tanpa mengangkat tangan; bagi murid yang sudah lancar diberikan kesempatan menanggapi topik pengalaman kawan yang lebih kompleks disertai alasan logis.
  • Produk: Semua murid menghasilkan bukti kinerja lisan yang sama (menanggapi secara santun sesuai tata cara diskusi), dengan kedalaman alasan tanggapan bervariasi sesuai kesiapan berbahasa murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes lisan/respons cepat menggunakan 2 butir pernyataan: (1) Pernyataan 'Pendapatmu jelek dan salah!' dinilai tepat bila murid menjawab 'Tidak Santun'; (2) Pernyataan 'Maaf, saya kurang setuju dengan usulmu karena waktu kita sedikit' dinilai tepat bila murid menjawab 'Santun'.

Proses:

  • Observasi keterlaksanaan tata cara menanggapi pada simulasi diskusi terarah untuk murid nomor 16–20, meliputi 2 indikator: (1) Menaati tata cara giliran bicara (mengangkat tangan dan menunggu giliran dipersilakan bicara sebelum menanggapi); (2) Menggunakan kalimat santun (memuat kata pembuka santun seperti 'Maaf', 'Terima kasih', atau 'Menurut saya' serta tidak memotong pembicaraan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup berupa pertanyaan langsung kepada murid: 'Sebutkan 1 kata pembuka yang santun saat kita hendak menyatakan pendapat berbeda dalam diskusi cerita pertemanan!' (Kriteria penerimaan: murid menyebutkan kata 'Maaf' atau frasa 'Maaf, menurut saya...').

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja simulasi diskusi menggunakan lembar pengamatan tata cara dan kesantunan menanggapi untuk murid nomor urut 16–20.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Tata cara giliran menanggapiLangsung berbicara memotong pembicaraan teman tanpa mengangkat tangan dan belum menunggu dipersilakan meski telah diingatkan.Mengangkat tangan untuk menanggapi namun langsung berbicara mendahului giliran sebelum dipersilakan oleh pemimpin diskusi/guru.Konsisten mengangkat tangan dan menunggu dipersilakan sebelum menyampaikan tanggapan dalam diskusi.Konsisten mengangkat tangan, dengan tertib menunggu giliran dipersilakan, dan tidak pernah memotong pembicaraan teman sepanjang simulasi diskusi.
Kesantunan kalimat tanggapanMenyampaikan tanggapan dengan kata-kata kasar atau menyalahkan teman tanpa ada kata santun.Menyampaikan tanggapan menggunakan kalimat santun namun hanya jika diarahkan dan dipandu oleh guru.Menyampaikan tanggapan dengan kalimat santun secara mandiri (menggunakan kata 'maaf', 'terima kasih', atau 'menurut saya') yang sesuai dengan topik cerita pertemanan.Menyampaikan tanggapan dengan kalimat santun secara luwes dan mandiri disertai alasan pendukung yang relevan dengan topik cerita pertemanan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pengambilan bukti giliran murid 16–20 berjalan efektif dan teratur?
  • Apakah instruksi penggunaan kalimat santun dapat dipahami dan dipraktikkan dengan mudah oleh seluruh murid?

Murid:

  • Bagian mana dari tata cara berdiskusi tadi yang paling mudah kamu lakukan?
  • Apa yang akan kamu katakan jika kamu memiliki pendapat berbeda dari kawanmu di kelas?

Pertemuan 20 — Mempraktikkan Tata Cara Menanggapi Pertanyaan dan Masukan Teman dalam Lingkaran Diskusi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.5 Menanggapi diskusi sesuai tata cara saat membahas cerita pertemanan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sebelum belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan tata cara menanggapi pertanyaan dan masukan teman saat membahas cerita pertemanan dalam formasi lingkaran diskusi (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid memilih respons santun atas situasi: Jika teman bertanya 'Mengapa tokoh Citra sedih?', respons mana yang sesuai tata cara? Opsi A: Langsung berteriak memotong; Opsi B: Mengangkat tangan, menunggu giliran, lalu menjawab 'Citra sedih karena sepedanya rusak, terima kasih pertanyaannya'. Murid mengacungkan satu jari untuk A atau dua jari untuk B (acuan jawaban benar: Opsi B, mengangkat tangan dan berbicara santun) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar di karpet kelas dan membacakan kembali ringkasan cerita pertemanan 'Tiga Sahabat yang Kompak' (tokoh: Vino, Fahmi, Jesika yang saling membantu saat belajar kelompok) (4 menit).
  • Guru memodelkan 3 tata cara menanggapi dalam lingkaran diskusi: (1) Mengangkat tangan dan menunggu dipersilakan, (2) Mendengarkan pertanyaan/masukan teman sampai selesai tanpa memotong, (3) Membuka tanggapan dengan kata santun seperti 'Terima kasih atas masukannya' atau 'Menurut saya...' (6 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi ke dalam lingkaran kecil diskusi (5-6 murid) untuk melakukan permainan interaktif 'Tongkat Bicara Kawan Seiring' di mana pemegang tongkat mendapat pertanyaan/masukan dari teman tentang cerita pertemanan 'Tiga Sahabat yang Kompak' dan mempraktikkan cara menanggapi sesuai tata cara yang telah dipelajari (15 menit).
  • Dalam lingkaran, setiap murid secara bergiliran mempraktikkan menanggapi 2 stimulus yang dibacakan teman: Pertanyaan 'Mengapa Vino mau meminjamkan pensil kepada Fahmi?' dan Masukan 'Menurutku sikap Vino baik sekali, sebaiknya kita tiru'. Murid yang menanggapi mempraktikkan tata cara: mengangkat tangan/menerima tongkat giliran, mendengarkan tuntas, dan merespons dengan santun: 'Terima kasih pertanyaannya, Vino meminjamkan karena Fahmi sahabatnya' dan 'Saya setuju dengan masukanmu' (14 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama teman sekelompok saling memeriksa keterlaksanaan tata cara menanggapi menggunakan kartu ceklis 3 langkah (mengangkat tangan/tunggu giliran, tidak memotong, ucapan santun) (8 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap praktik menanggapi dalam lingkaran diskusi yang sudah berjalan tertib dan saling menghargai (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya tata cara menanggapi agar diskusi berjalan lancar, lalu menutup pertemuan dengan doa bersama (8 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan frasa santun pembuka tanggapan ('Terima kasih...', 'Menurut saya...'), sedangkan murid yang cepat diberikan variasi pertanyaan pemantik diskusi yang lebih mendalam seputar konflik cerita pertemanan.
  • Proses: Pada lingkaran diskusi, murid yang masih ragu didampingi guru dengan isyarat giliran bicara, sedangkan murid yang sudah mahir menanggapi secara mandiri dalam kelompok kecil.
  • Produk: Semua murid menampilkan bukti unjuk kerja yang sama berupa praktik lisan menanggapi pertanyaan dan masukan sesuai tata cara diskusi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan/isyarat jari di awal pembelajaran mengenai pemilihan sikap santun saat menanggapi teman dalam diskusi. Soal: 'Jika ada teman bertanya tentang cerita, apa yang kita lakukan?' Pilihan: (A) Langsung menjawab tanpa menunggu teman selesai bicara, (B) Mengangkat tangan, menunggu giliran, lalu menanggapi dengan sopan. Acuan kunci jawaban: Pilihan B.

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid mempraktikkan menanggapi pertanyaan ('Mengapa Vino mau meminjamkan pensil?') dan masukan ('Menurutku sikap Vino baik sekali') dalam lingkaran diskusi. Kriteria acuan keberhasilan: (1) Menunggu giliran bicara/tidak memotong, (2) Menggunakan kata santun pembuka (misalnya 'Terima kasih...', 'Saya setuju...'), (3) Jawaban/tanggapan relevan dengan cerita.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: Murid menyebutkan secara lisan 1 tata cara yang berhasil mereka terapkan saat menanggapi pertanyaan teman di lingkaran diskusi hari ini (acuan jawaban: mengangkat tangan/menunggu giliran, tidak memotong pembicaraan, atau menggunakan ucapan santun).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja praktik menanggapi pertanyaan dan masukan sesuai tata cara dalam lingkaran diskusi menggunakan lembar pengamatan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Tata Cara Menanggapi Pertanyaan dan MasukanBelum mampu mempraktikkan tata cara menanggapi; memotong pembicaraan dan menanggapi tanpa menunggu giliran atau tanpa kalimat santun.Mampu mempraktikkan 1 dari 3 tata cara menanggapi (menunggu giliran, tidak memotong, atau menggunakan kalimat santun) dengan bimbingan penuh guru.Mampu mempraktikkan seluruh 3 tata cara menanggapi (menunggu giliran bicara, tidak memotong pembicaraan teman, dan menggunakan kata santun) dengan sedikit arahan.Mampu mempraktikkan seluruh 3 tata cara menanggapi (menunggu giliran bicara, tidak memotong pembicaraan teman, dan menggunakan kata santun) secara konsisten dan mandiri di setiap putaran diskusi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan yang merata untuk mempraktikkan tata cara menanggapi dalam formasi lingkaran diskusi?
  • Bagian mana dari tata cara menanggapi (menunggu giliran, tidak memotong, atau kesantunan kalimat) yang paling membutuhkan bimbingan lebih intensif?

Murid:

  • Apakah aku sudah bisa menunggu giliran dan tidak memotong saat temanku berbicara?
  • Bagaimana perasaanku saat giliranku tiba untuk menjawab pertanyaan atau masukan dari temanku?

Pertemuan 21 — Menulis Rangkaian Kalimat Tunggal Sederhana tentang Kegiatan Bersama Teman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.6 Menulis teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang kegiatan bersama teman

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan memfasilitasi doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menulis rangkaian kalimat tunggal sederhana bertema kegiatan bersama teman (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen diagnostik singkat: menampilkan contoh kalimat acak di papan tulis 'Citra membawa bekal roti' dan meminta 2 orang murid menyebutkan siapa yang melakukan (pelaku/subjek) dan apa tindakannya (predikat) (acuan: subjek = Citra, predikat/tindakan = membawa bekal roti) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memodelkan cara menyusun kalimat tunggal sederhana berpola Subjek-Predikat-Objek/Keterangan melalui 3 kartu contoh kegiatan bersama teman di papan tulis: (1) 'Amel meminjam pensil warna Citra.', (2) 'Budi dan Dodi bermain bola di lapangan.', (3) 'Siti membaca buku cerita bersama Lani.' (10 menit).
  • Murid secara berpasangan memainkan permainan tebak susun kata cepat 'Kartu Kata Kawan': menyusun kata acak 'bekal - memakan - kami - bersama' menjadi kalimat runtut 'Kami memakan bekal bersama' untuk melatih kepekaan pola kalimat tunggal yang utuh (acuan: urutan benar adalah subjek 'Kami' + tindakan 'memakan' + objek/keterangan 'bekal bersama') (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menerima lembar kerja 'Kegiatan Bersama Kawanku' yang memuat panduan menulis 3 rangkaian kalimat tunggal sederhana mengenai kegiatan yang nyata mereka alami bersama teman di kelas/sekolah (15 menit).
  • Murid secara mandiri menulis teks sederhana berisi minimal 3 rangkaian kalimat tunggal tentang kegiatan bersama teman (misal: kalimat 1 tentang siapa kawan dan apa yang dilakukan di awal, kalimat 2 tentang kegiatan inti yang dilakukan, kalimat 3 tentang suasana/kegiatan akhir) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil tulisannya secara mandiri menggunakan daftar periksa sederhana: memastikan setiap kalimat memiliki pelaku/kawan, tindakan yang jelas, dan saling menyambung membentuk cerita kegiatan bersama (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid dan mengulas kembali bahwa rangkaian kalimat tunggal sederhana dapat menceritakan peristiwa bersama teman secara jelas (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan memberikan motivasi belajar dan memimpin doa penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu pemandu kata kerja bantu (misal: bermain, membaca, membawa, merapikan); murid yang sudah mahir diarahkan memilih topik kegiatan yang lebih rinci (misal: piket kelas bersama, membuat hasta karya bersama).
  • Proses: Scaffolding bertahap: murid yang memerlukan bimbingan didampingi menyusun kalimat per kalimat, sedangkan murid mahir menulis secara mandiri.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menuliskan 3 kalimat tunggal sederhana; murid yang mahir menuliskan 4 hingga 5 rangkaian kalimat tunggal secara lengkap.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di papan tulis: mengidentifikasi pelaku dan tindakan pada contoh kalimat 'Citra membawa bekal roti' (acuan jawaban: pelaku/subjek adalah Citra; tindakan/predikat adalah membawa bekal roti).

Proses:

  • Observasi saat aktivitas permainan tebak susun kata 'Kartu Kata Kawan' dan pendampingan menulis teks sederhana 3 kalimat tunggal di lembar kerja murid (acuan kriteria: ketepatan susunan kalimat tunggal dan keutuhan hubungan antar-kalimat mengenai kegiatan bersama teman).

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan teks sederhana hasil tulisan mandiri murid (kriteria penerimaan: teks memuat minimal 3 kalimat tunggal sederhana tentang kegiatan bersama teman dengan kejelasan pelaku, tindakan, dan keterkaitan peristiwa antar-kalimat).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja menulis rangkaian kalimat tunggal sederhana bertema kegiatan bersama teman pada lembar kerja murid.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Rangkaian Kalimat Tunggal Sederhana tentang Kegiatan Bersama TemanBelum mampu menulis kalimat tunggal yang utuh (kalimat rumpang tanpa pelaku atau tindakan yang jelas) dan belum membentuk rangkaian cerita kegiatan.Mampu menulis 1–2 kalimat tunggal tentang kegiatan bersama teman, namun keterkaitan antar-kalimat belum padu membentuk rangkaian kegiatan.Mampu menulis minimal 3 rangkaian kalimat tunggal sederhana yang runtut dan saling berkaitan menceritakan kegiatan bersama teman secara mandiri.Mampu menulis lebih dari 3 rangkaian kalimat tunggal sederhana yang saling berkaitan erat menceritakan kegiatan bersama teman dengan variasi tindakan dan konteks yang sangat jelas secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 70 menit cukup memfasilitasi setiap murid menulis rangkaian kalimat tunggal sederhana secara mandiri?
  • Bagian mana dari bimbingan menulis yang paling efektif membantu murid menyusun kalimat tunggal yang utuh?

Murid:

  • Kegiatan bersama teman apa yang paling kamu sukai saat kamu ceritakan dalam tulisanmu tadi?
  • Apakah kamu merasa mudah merangkai kalimat-kalimat sederhana menjadi sebuah cerita pengalaman?

Pertemuan 22 — Menulis Rangkaian Kalimat Beragam Menggunakan Kata Hubung tentang Pengalaman Bersama Teman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.6 Menulis teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang kegiatan bersama teman

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mempresensi kehadiran murid (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menulis rangkaian kalimat beragam menggunakan kata hubung (dan, tetapi, lalu, karena) tentang pengalaman bersama teman (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menayangkan 2 pasangan kalimat tunggal di papan tulis: (1) 'Amel membawa pensil warna.' + 'Citra membawa buku gambar.' dan (2) 'Edo ingin bermain bola.' + 'Hujan turun deras.' Murid diminta memilih kata hubung yang tepat ('dan' untuk kalimat 1, 'tetapi' untuk kalimat 2) untuk menggabungkannya (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memodelkan cara menyusun rangkaian kalimat yang beragam tentang kegiatan bersama teman dengan membandingkan dua bentuk tulisan: contoh teks A yang hanya berisi kalimat tunggal monoton ('Saya bermain bola. Doni bermain bola. Kami lelah.') dengan contoh teks B yang menggunakan variasi kalimat tunggal dan majemuk setara dengan kata hubung ('Saya dan Doni bermain bola di lapangan, lalu kami beristirahat di bawah pohon karena merasa lelah.') (10 menit).
  • Murid bersama guru mencermati 4 kartu contoh kata hubung beserta fungsinya yang tertempel di papan tulis: (1) 'dan' (menggabungkan kesetaraan: 'Amel dan Citra merapikan meja'), (2) 'tetapi' (menunjukkan pertentangan: 'Beni ingin berlari cepat, tetapi kakinya tersandung'), (3) 'lalu' (menunjukkan urutan waktu: 'Kami meminjam buku di perpustakaan, lalu kami membacanya bersama'), dan (4) 'karena' (menunjukkan sebab: 'Dito tersenyum gembira karena dibantu oleh teman-temannya') (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan tantangan berpasangan 'Sambung Kata Hubung Menggembirakan': guru memberikan kartu pemicu berisi 2 klausa terpisah (klausa 1: 'Kami bermain lompat tali di halaman'; klausa 2: 'lonceng istirahat berbunyi nyaring'), murid secara berpasangan adu cepat menyambungkannya menggunakan kartu kata hubung yang tepat ('lalu' atau 'tetapi' sesuai konteks logis) (10 menit).
  • Secara mandiri, setiap murid menulis sebuah teks sederhana yang terdiri atas 4 sampai 5 rangkaian kalimat tentang pengalaman nyata atau imajinasi kegiatan bersama teman pada lembar kerja, dengan ketentuan memuat variasi kalimat tunggal serta minimal 2 kalimat yang menggunakan kata hubung berbeda dari pilihan ('dan', 'tetapi', 'lalu', 'karena') (17 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali draf tulisan masing-masing dengan menandai garis bawah pada kata hubung yang berhasil digunakan dan menghitung keragaman bentuk kalimat yang telah ditulis (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan bagaimana fungsi kata hubung ('dan', 'tetapi', 'lalu', 'karena') dalam membuat rangkaian kalimat menjadi lebih beragam dan enak dibaca (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik terhadap ketepatan penggunaan kata hubung dalam tulisan murid serta menutup sesi dengan salam penutup (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan panduan kata hubung bergambar dengan bingkai kalimat rumpang. Murid yang mahir disediakan pilihan 4 konteks pengalaman yang lebih variatif.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan menulis kalimat majemuk didampingi dengan pemberian scaffolding berupa penyusunan 2 kalimat tunggal terlebih dahulu sebelum disatukan dengan kata hubung. Murid mandiri langsung menyusun rangkaian kalimat secara utuh.
  • Produk: Murid yang masih berkembang menulis minimal 3 kalimat dengan 1 variasi kata hubung. Murid mahir menulis 5 kalimat dengan memvariasikan minimal 3 kata hubung yang berbeda secara runtut.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemahaman fungsi kata hubung pada awal pembelajaran: Murid melengkapi 2 pasangan kalimat dengan kata hubung yang sesuai. Butir 1: 'Amel membawa pensil warna [...] Citra membawa buku gambar.' (acuan jawaban: 'dan'). Butir 2: 'Edo ingin bermain bola [...] hujan turun deras.' (acuan jawaban: 'tetapi'). Kriteria: Murid siap jika mampu menjawab minimal 1 dari 2 butir dengan tepat.

Proses:

  • Pengamatan dan cek unjuk kerja pada tahap Mengaplikasi saat murid menulis 4-5 rangkaian kalimat tentang pengalaman bersama teman di lembar kerja. Kriteria penerimaan operasional: tulisan memuat topik kegiatan bersama teman, terdiri dari minimal 4 kalimat yang memiliki variasi (tidak hanya satu pola kalimat tunggal), dan minimal 2 kata hubung ('dan', 'tetapi', 'lalu', 'karena') digunakan secara tepat menghubungkan antarklausa/antarkata sesuai fungsinya.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri di akhir kegiatan inti: Murid melingkari kata hubung dalam hasil tulisan pribadinya dan menuliskan jumlah kata hubung yang berhasil digunakan (acuan kriteria: minimal ditemukan 2 kata hubung berbeda yang berfungsi tepat dalam menghubungkan kegiatan bersama teman).

Formatif:

  • Penilaian produk tertulis rangkaian kalimat sederhana tentang kegiatan bersama teman menggunakan lembar kerja dan rubrik analitis variasi kalimat serta ketepatan kata hubung.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keragaman KalimatMenulis teks hanya dengan kalimat tunggal berpola sama persis tanpa adanya variasi kalimat.Menulis teks dengan 2 kalimat tunggal berbeda pola, tetapi belum berhasil memvariasikan kalimat majemuk menggunakan kata hubung.Menulis teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam (kombinasi kalimat tunggal dan majemuk) menggunakan minimal 1 kata hubung yang tepat.Menulis teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang sangat beragam (kombinasi kalimat tunggal dan kalimat majemuk) menggunakan minimal 2 kata hubung yang berbeda secara tepat dan runtut.
Ketepatan Penggunaan Kata HubungBelum menggunakan kata hubung, atau kata hubung yang digunakan tidak sesuai dengan konteks makna kalimat.Menggunakan 1 kata hubung tetapi peletakannya belum tepat dalam menghubungkan peristiwa/kegiatan bersama teman.Menggunakan 1 sampai 2 kata hubung ('dan', 'tetapi', 'lalu', 'karena') dengan fungsi makna yang tepat dalam konteks kegiatan bersama teman.Menggunakan lebih dari 2 kata hubung ('dan', 'tetapi', 'lalu', 'karena') yang bervariasi dengan fungsi makna yang tepat dan logis dalam rangkaian kegiatan bersama teman.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah contoh perbandingan teks A dan teks B efektif membantu murid memahami perbedaan kalimat tunggal monoton dan kalimat beragam yang memakai kata hubung?
  • Bagian mana dari kegiatan menulis mandiri yang paling banyak membutuhkan bimbingan individual guru?

Murid:

  • Kata hubung apa yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu gunakan saat menulis cerita tentang temanmu?
  • Apakah tulisanmu sekarang terasa lebih enak dibaca setelah menggunakan kalimat yang beragam?

Pertemuan 23 — Menulis Paragraf Sederhana Kegiatan Bermain Bersama Kawan dengan Tanda Baca Titik dan Koma — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.6 Menulis teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang kegiatan bersama teman

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menulis satu paragraf sederhana bertema kegiatan bermain bersama kawan yang memuat variasi kalimat (kalimat tunggal dan kalimat majemuk berkata hubung) (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik cepat dengan memperlihatkan satu kalimat tanpa tanda baca di papan tulis: 'Edo membawa bola kasti kasti dan pemukul disimpan di loker' lalu meminta murid secara serentak menunjukkan kartu tanda baca mana yang tepat diletakkan di akhir (acuan: tanda titik) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati teks contoh satu paragraf di papan tulis: 'Kemarin sore, Bayu dan Made bermain lompat tali di lapangan. Bayu memegang ujung tali sebelah kiri, sedangkan Made memegang ujung sebelah kanan. Mereka tertawa gembira karena giliran melompat terasa sangat seru.' (5 menit).
  • Guru memandu murid membedah keragaman susunan kalimat dalam paragraf tersebut: ada kalimat yang diawali keterangan waktu, ada kalimat yang menggunakan kata hubung 'sedangkan', dan ada kalimat yang memakai kata hubung 'karena' (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan 'Tantangan Kartu Rancang Kalimat': setiap murid mengambil 1 kartu tantangan acak berisi 3 petunjuk jenis kalimat bertema bermain (misalnya: Kalimat 1 = kegiatan awal bermain bersama; Kalimat 2 = kegiatan dengan kata hubung 'tetapi' atau 'lalu'; Kalimat 3 = perasaan setelah bermain) (5 menit).
  • Murid secara mandiri menulis satu draf paragraf sederhana (minimal 3-4 kalimat beragam) tentang pengalaman bermain bersama teman di buku tulis masing-masing (15 menit).
  • Murid meneliti kembali teks paragraf yang telah ditulis untuk memastikan adanya ragam kalimat yang utuh dan padu tentang kegiatan bermain bersama kawan (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membaca kembali paragraf buatannya dalam hati dan memberi tanda centang pada daftar cek pribadi: (1) bercerita tentang kegiatan bersama kawan, (2) memuat kalimat yang beragam (5 menit).
  • Dua orang murid membacakan teks paragrafnya dari tempat duduk, dan guru memberikan umpan balik langsung terkait keberagaman bentuk kalimat yang digunakan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menulis paragraf yang menarik memerlukan rangkaian kalimat yang beragam bentuknya (3 menit).
  • Guru mengumpulkan buku tulis murid untuk diperiksa serta memberikan apresiasi atas ketekunan murid dalam menulis draf paragraf secara mandiri (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kerangka paragraf rumpang berisi pemantik kata awal kalimat, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan opsi mengeksplorasi ragam kata hubung yang lebih bervariasi (misalnya: 'meskipun', 'sehingga').
  • Proses: Guru memberikan bimbingan individual bagi murid yang masih kesulitan menyusun kalimat tunggal menjadi paragraf terpadu.
  • Produk: Hasil tulisan berupa satu paragraf sederhana tentang kegiatan bermain bersama teman; panjang tulisan berkisar antara 3 kalimat (kelompok bimbingan) hingga 5 kalimat atau lebih (kelompok mandiri/mahir).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik singkat lisan/tunjuk tanda: Murid mencermati kalimat 'Siti menendang bola dan Lani menangkapnya' lalu menentukan letak tanda baca jeda dan akhir (acuan: tanda koma sebelum kata hubung 'dan' opsional/jeda, tanda titik di akhir kalimat setelah kata 'menangkapnya').

Proses:

  • Pengamatan saat pengerjaan mandiri: Guru memeriksa draf tulisan murid untuk memastikan murid menyusun minimal 3 kalimat dengan pola yang bervariasi (tidak seluruhnya berpola sama atau monoton) tentang tema bermain bersama kawan.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan produk tulisan paragraf sederhana: Kriteria penilaian berbasis ketercapaian keberagaman kalimat (terdapat kombinasi kalimat tunggal dan kalimat berkata hubung) serta kesesuaian tema bermain bersama kawan (acuan: teks memuat minimal 3 kalimat runtut dan bertema relevan).

Formatif:

  • Penilaian proses menulis draf paragraf sederhana bertema bermain bersama kawan dengan memperhatikan keragaman kalimat melalui lembar observasi dan lembar tugas mandiri.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keragaman Kalimat dalam Teks SederhanaMenulis teks sederhana tetapi seluruh kalimat memiliki struktur yang seragam/monoton (hanya pola Subjek-Predikat sederhana berulang) dan belum membentuk paragraf padu.Menulis teks sederhana dengan mulai memvariasikan bentuk kalimat (misalnya 1 kalimat menggunakan kata hubung), namun sebagian besar kalimat masih monoton.Menulis teks sederhana berbentuk paragraf padu tentang bermain bersama teman dengan rangkaian kalimat yang beragam (mengombinasikan kalimat tunggal dan kalimat berkata hubung) secara tepat.Menulis teks sederhana berbentuk paragraf padu tentang bermain bersama teman dengan variasi rangkaian kalimat yang kaya dan sangat luwes secara mandiri.
Kesesuaian Isi Kegiatan Bersama TemanIsi teks belum menceritakan kegiatan bermain bersama teman.Isi teks memuat kegiatan bermain bersama teman tetapi alur peristiwanya belum jelas.Isi teks menceritakan kegiatan bermain bersama teman secara jelas dari awal hingga akhir peristiwa.Isi teks menceritakan kegiatan bermain bersama teman secara rinci, runtut, dan sangat menggambarkan kebersamaan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi mengenai ragam variasi kalimat mudah dipahami dan diterapkan murid dalam menulis paragraf?
  • Bagian mana dari kegiatan menulis mandiri yang paling banyak membutuhkan bimbingan guru?

Murid:

  • Kalimat mana dalam paragrafmu yang paling kamu sukai saat menceritakan kegiatan bermain bersama teman?
  • Apakah kamu merasa terbantu dengan kartu rancang kalimat saat menyusun paragraf tadi?

Pertemuan 24 — Menulis Draf Teks Sederhana Dua Paragraf tentang Kegiatan Bersama Teman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.6 Menulis teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang kegiatan bersama teman

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, serta mengondisikan kesiapan belajar dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menulis draf teks sederhana sebanyak dua paragraf tentang kegiatan bersama teman dengan rangkaian kalimat yang bervariasi (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 contoh kalimat di papan tulis: (1) 'Amel dan Citra merapikan mainan.' dan (2) 'Setelah bermain boneka, Citra mencuci tangan di wastafel karena tangannya kotor.' Guru meminta murid mengidentifikasi bentuk kalimat yang tunggal/pendek dan kalimat yang menggunakan kata hubung/lebih panjang (acuan jawaban benar: kalimat 1 adalah kalimat tunggal sederhana dengan struktur S-P-O; kalimat 2 adalah kalimat majemuk/beragam yang memakai kata hubung 'setelah' dan 'karena') (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru memodelkan struktur draf teks dua paragraf bertema kegiatan bersama teman di papan tulis: Paragraf 1 memuat rencana atau awal mula kegiatan (contoh: 'Kemarin sore, Edo dan Budi bermain layang-layang di lapangan. Angin berembus sangat kencang sehingga layang-layang mereka terbang tinggi.'), sedangkan Paragraf 2 memuat peristiwa inti dan penutup kegiatan (contoh: 'Tiba-tiba benang layang-layang Edo putus. Mereka berdua segera mengejarnya bersama-sama sampai ke tepi kebun.') (8 menit).
  • Murid bersama guru membedah keragaman kalimat pada teks percontohan tersebut, mengenali kombinasi kalimat tunggal pendek dan kalimat yang menggunakan kata hubung (seperti 'dan', 'sehingga', 'karena', 'tetapi') agar alur cerita tidak monoton (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid bermain tantangan interaktif 'Lempar Ide Kegiatan': guru menyebutkan 3 pilihan situasi kegiatan bersama teman ('Bermain bola di halaman', 'Mengerjakan tugas menggambar bersama', atau 'Berbagi bekal saat istirahat'), lalu murid memilih 1 situasi favoritnya sebagai ide penulisan draf (5 menit).
  • Secara mandiri, murid menyusun draf teks sederhana 2 paragraf di lembar kerja dengan ketentuan: Paragraf 1 berisi 2-3 kalimat mengenai persiapan/awal kegiatan bersama teman, dan Paragraf 2 berisi 2-3 kalimat mengenai jalannya kegiatan atau penutup, dengan memadukan variasi kalimat tunggal dan kalimat berpenghubung (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membaca kembali secara mandiri (self-check) draf teks dua paragraf yang telah ditulisnya untuk menghitung jumlah kalimat pada tiap paragraf serta memastikan variasi bentuk kalimat yang digunakan sudah beragam (8 menit).
  • Guru memberikan penguatan langsung dan masukan perorangan terhadap murid yang telah berhasil menuliskan rangkaian kalimat beragam dalam bentuk dua paragraf (4 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran mengenai cara menyusun draf teks sederhana dua paragraf dengan kalimat yang beragam tentang kegiatan bersama teman (5 menit).
  • Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan apresiasi atas kemandirian murid dalam berkarya, doa bersama, dan salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan kata hubung ('dan', 'lalu', 'karena', 'tetapi') bagi murid yang memerlukan inspirasi variasi kalimat.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan menyusun kalimat kedua, sedangkan murid yang cepat diarahkan menambah variasi panjang-pendek kalimat secara mandiri.
  • Produk: Murid yang masih berkembang menulis draf 2 paragraf dengan masing-masing minimal 2 kalimat per paragraf; murid yang mahir menulis 2 paragraf dengan 3 atau 4 kalimat per paragraf yang memadukan beragam struktur kalimat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik klasikal: Guru meminta murid mengidentifikasi perbedaan antara dua kalimat contoh di papan tulis: Kalimat A ('Amel dan Citra merapikan mainan.') dan Kalimat B ('Setelah bermain boneka, Citra mencuci tangan di wastafel karena tangannya kotor.'). Kriteria penerimaan/acuan jawaban: Murid tepat menyebutkan bahwa Kalimat A adalah kalimat tunggal/sederhana (hanya satu kegiatan langsung), sedangkan Kalimat B adalah kalimat yang lebih panjang/beragam menggunakan kata hubung ('setelah' dan 'karena').

Proses:

  • Pemeriksaan draf tulisan murid saat tahap Mengaplikasi: Guru memeriksa apakah tulisan murid telah terbagi menjadi 2 paragraf terpisah dan memuat minimal 4 kalimat secara keseluruhan (minimal 2 kalimat per paragraf) dengan struktur kalimat yang beragam (memadukan kalimat tunggal dan kalimat yang menggunakan kata hubung).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan mandiri pada akhir pembelajaran: Murid menandai drafnya dengan kriteria penerimaan operasional: (1) teks tersusun dalam 2 paragraf terpisah, (2) paragraf 1 menceritakan awal kegiatan bersama teman, (3) paragraf 2 menceritakan kegiatan inti/penutup, dan (4) terdapat minimal 1 kalimat tunggal dan 1 kalimat majemuk/berpenghubung di dalam draf tulisan.

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja penulisan draf teks sederhana 2 paragraf tentang kegiatan bersama teman menggunakan rubrik analitis variasi kalimat dan kelengkapan dua paragraf.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kesesuaian Bentuk Teks Dua ParagrafBelum mampu menyusun teks dalam dua paragraf (hanya menulis satu kalimat lepas atau satu paragraf saja).Menulis teks dalam bentuk dua paragraf tetapi salah satu paragraf hanya terdiri atas 1 kalimat pendek.Menulis teks sederhana yang terbagi jelas menjadi 2 paragraf, dengan masing-masing paragraf memuat minimal 2 kalimat tentang kegiatan bersama teman.Menulis teks sederhana yang terbagi rapi menjadi 2 paragraf secara mandiri, dengan masing-masing paragraf memuat 3 kalimat atau lebih tentang kegiatan bersama teman.
Keragaman Rangkaian KalimatSeluruh kalimat yang ditulis memiliki pola yang seragam dan monoton (hanya kalimat tunggal pendek berpola sama tanpa variasi).Menulis rangkaian kalimat tetapi sebagian besar masih berpola sama, hanya ada 1 kalimat yang menunjukkan variasi kata hubung.Menulis teks dengan rangkaian kalimat yang beragam (memadukan kalimat tunggal sederhana dan kalimat berpenghubung seperti 'dan', 'karena', 'lalu', 'tetapi').Menulis teks dengan rangkaian kalimat yang sangat beragam secara konsisten dan bervariasi (memadukan kalimat pendek, kalimat panjang berpenghubung, dan variasi urutan keterangan waktu/tempat) secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 20 menit pada tahap Mengaplikasi cukup memfasilitasi setiap murid untuk menyelesaikan penulisan draf dua paragraf?
  • Bagian mana dari penjelasan keragaman kalimat yang paling cepat dipahami atau paling memerlukan bimbingan tambahan bagi murid?

Murid:

  • Bagian cerita mana yang paling kamu sukai saat menuliskan kegiatan bersama temanmu tadi?
  • Apakah kamu merasa mudah atau sulit saat membagi ceritamu menjadi dua paragraf?

Pertemuan 25 — Latihan Menemukan Ide Pokok Teks Nonsastra dan Menulis Ulang Teks Sederhana Kegiatan Kawan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.3 Menemukan ide pokok dalam teks nonsastra berbentuk cetak tentang pertemanan
  • TP 3.1.6 Menulis teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang kegiatan bersama teman

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berlatih menemukan ide pokok dari teks nonsastra cetak dan menuliskan ulang teks sederhana tentang kegiatan bersama teman dengan rangkaian kalimat yang beragam (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal singkat dengan menampilkan teks cetak pendek 1 paragraf: 'Bermain lompat tali bersama kawan sangat menyenangkan. Bayu dan Made memegang ujung karet. Rasti melompat dengan lincah mengikuti putaran karet. Semua anak tertawa ceria.' Guru meminta murid secara lisan menunjuk kalimat yang menjadi ide pokok bacaan (acuan jawaban benar: 'Bermain lompat tali bersama kawan sangat menyenangkan' atau inti pembahasan mengenai kegiatan bermain lompat tali bersama kawan sangat menyenangkan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid secara mandiri membaca teks nonsastra cetak berjudul 'Kerja Bakti Merapikan Pojok Baca' pada lembar kegiatan: Paragraf 1: 'Siswa kelas tiga bekerja sama menata pojok baca kelas. Doni memilah buku cerita dan ensiklopedia ke dalam kotak terpisah. Siti menyusun buku-buku di rak kayu agar terlihat rapi. Edo menyapu remah kertas di lantai dekat meja baca.' Paragraf 2: 'Menjaga kebersihan meja kelompok dilakukan bersama kawan seiring. Made mengelap permukaan meja kayu menggunakan kain basah. Lani mengumpulkan wadah pensil warna yang berantakan. Kelas menjadi bersih dan nyaman karena semua saling membantu.' (8 menit).
  • Murid mengikuti tantangan ceria 'Detektif Inti Paragraf', yaitu menandai dengan stabilo atau pensil warna kalimat yang menjadi ide pokok pada Paragraf 1 dan Paragraf 2 (acuan jawaban Paragraf 1: 'Siswa kelas tiga bekerja sama menata pojok baca kelas'; acuan jawaban Paragraf 2: 'Menjaga kebersihan meja kelompok dilakukan bersama kawan seiring') (7 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid berlatih menyusun draf penulisan ulang teks kegiatan bersama kawan berdasarkan ide pokok yang telah ditemukan dari bacaan, dengan ketentuan merangkai minimal 4 kalimat yang beragam (mengombinasikan kalimat pendek tunggal dan kalimat yang menggunakan kata hubung seperti 'dan', 'lalu', atau 'tetapi') (20 menit).
  • Murid menuliskan hasil tulisan ulang teks sederhana kegiatan bersama teman secara mandiri di lembar kertas kerja dengan topik kegiatan merapikan kelas atau kegiatan belajar bersama kawan (kriteria penerimaan: teks memuat minimal 4 kalimat runtut tentang kegiatan bersama kawan, serta memuat variasi susunan kalimat tunggal dan kalimat dengan kata penghubung) (12 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali teks tulisan masing-masing untuk memastikan ide pokok tercermin dalam tulisan dan ragam kalimat sudah bervariasi (5 menit).
  • Murid menyimpulkan pengalaman berlatih: cara tercepat menemukan ide pokok teks nonsastra dan cara menyusun kalimat yang bervariasi saat menuliskan pengalaman kegiatan bersama kawan (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik formatif terhadap latihan penemuan ide pokok dan ragam kalimat yang dibuat murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan agenda latihan menyimak dan simulasi diskusi pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks cetak dengan bantuan kalimat pembuka yang digarisbawahi; murid yang lebih cepat diberikan teks cetak tanpa penanda visual.
  • Proses: Murid yang memerlukan bantuan mendapat bimbingan bertahap memilah kalimat utama; murid mahir langsung menulis mandiri dengan tantangan memperkaya variasi kata hubung.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menghasilkan draf sederhana 4 kalimat dengan minimal 1 variasi kalimat majemuk setara; murid cepat menghasilkan 5-6 kalimat dengan variasi pola kalimat yang lebih kaya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan membaca 1 paragraf cetak pendek: 'Bermain lompat tali bersama kawan sangat menyenangkan. Bayu dan Made memegang ujung karet. Rasti melompat dengan lincah mengikuti putaran karet. Semua anak tertawa ceria.' Murid diminta menunjuk kalimat utama/ide pokok paragraf tersebut. (Acuan jawaban benar: kalimat pertama 'Bermain lompat tali bersama kawan sangat menyenangkan' / inti bahasan bermain lompat tali bersama kawan menyenangkan).

Proses:

  • Lembar Latihan Menemukan Ide Pokok: Memeriksa ketepatan murid menemukan ide pokok pada 2 paragraf teks 'Kerja Bakti Merapikan Pojok Baca'. (Acuan Paragraf 1: Siswa kelas tiga bekerja sama menata pojok baca kelas; Acuan Paragraf 2: Menjaga kebersihan meja kelompok dilakukan bersama kawan seiring).
  • Tugas Menulis Mandiri: Memeriksa draf tulisan ulang teks sederhana kegiatan bersama kawan. Kriteria: teks terdiri dari minimal 4 kalimat tentang kegiatan bersama kawan dan menerapkan rangkaian kalimat yang beragam (kombinasi kalimat tunggal sederhana dan kalimat majemuk bertingkat/setara dengan kata hubung 'dan', 'lalu', atau 'tetapi').

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di penutup: Murid menyebutkan 1 ciri ide pokok paragraf dan membacakan 1 contoh kalimat berangkai kata hubung dari teks buatannya sendiri. (Acuan kriteria: menyebutkan bahwa ide pokok adalah inti/gagasan utama bacaan, dan kalimat yang dibacakan memuat kata penghubung seperti 'dan', 'lalu', atau 'tetapi').

Formatif:

  • Penilaian proses lembar latihan menemukan ide pokok teks cetak (kunci ketepatan terlampir).
  • Penilaian produk draf teks sederhana kegiatan kawan berdasarkan keterpenuhan variasi rangkaian kalimat.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan ide pokok dalam teks nonsastra cetak (TP 3.1.3)Belum mampu menemukan ide pokok pada kedua paragraf teks nonsastra cetak yang diberikan.Mampu menemukan ide pokok secara tepat pada 1 dari 2 paragraf teks nonsastra cetak dengan bantuan panduan guru.Mampu menemukan ide pokok secara tepat pada kedua paragraf teks nonsastra cetak secara mandiri.Mampu menemukan seluruh ide pokok pada kedua paragraf teks nonsastra cetak secara tepat, cepat, dan mandiri tanpa keraguan.
Menulis teks sederhana dengan rangkaian kalimat beragam (TP 3.1.6)Teks terdiri dari kurang dari 4 kalimat dan pola kalimat yang digunakan monoton tanpa variasi kata hubung.Teks terdiri dari 4 kalimat tentang kegiatan bersama teman, namun hanya memuat 1 variasi kalimat majemuk/kata hubung.Teks terdiri dari minimal 4 kalimat tentang kegiatan bersama teman dengan variasi kalimat tunggal dan kalimat berpenghubung yang seimbang.Teks terdiri dari lebih dari 4 kalimat tentang kegiatan bersama teman dengan rangkaian kalimat yang sangat beragam dan mengalir runtut secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks nonsastra cetak yang disajikan cukup mudah dipahami siswa untuk menemukan ide pokok secara mandiri?
  • Bagian mana dari penyusunan variasi kalimat yang masih menjadi kendala bagi sebagian murid?

Murid:

  • Bagian mana yang paling mudah: mencari ide pokok bacaan atau menyusun kalimat yang beragam?
  • Kata hubung apa yang paling kamu sukai saat merangkai kegiatan bersama temanmu?

Pertemuan 26 — Latihan Menyimak Cerita Pertemanan dan Simulasi Praktik Menanggapi Diskusi Bersama Kawan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.1 Mengidentifikasi isi teks sastra berbentuk teks aural tentang pertemanan
  • TP 3.1.5 Menanggapi diskusi sesuai tata cara saat membahas cerita pertemanan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimak cerita pertemanan untuk menemukan isinya serta mempraktikkan tata cara menanggapi diskusi (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan membacakan teks aural pendek: 'Amel dan Citra ingin bermain congklak, tetapi papan congklak Amel tertinggal di rumah. Citra mengusulkan mereka bermain lompat tali bersama Elisa di halaman sekolah.' Guru mengajukan 2 pertanyaan: (1) Siapa saja tokoh dalam cerita? (acuan jawaban benar: Amel, Citra, Elisa); (2) Apa masalah yang dihadapi dan bagaimana penyelesaiannya? (acuan jawaban benar: masalahnya papan congklak tertinggal di rumah; penyelesaiannya Citra mengusulkan bermain lompat tali bersama Elisa) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan teks cerita pertemanan aural berjudul 'Roda Sepeda Bayu': 'Bayu dan Danu berjanji bersepeda sore di lapangan desa. Di tengah jalan, ban sepeda Bayu kempis karena terkena duri pohon liar. Bayu merasa cemas karena tidak membawa pompa. Danu memeriksa ban sepeda Bayu lalu meminjamkan pompanya yang dibawa di keranjang. Akhirnya, ban sepeda terisi angin dan mereka dapat bersepeda bersama kembali ke lapangan.' (5 menit).
  • Murid bersama bimbingan guru mengidentifikasi unsur isi cerita aural tersebut (acuan: Tokoh = Bayu dan Danu; Peristiwa awal = berjanji bersepeda sore; Masalah = ban sepeda Bayu kempis terkena duri; Penyelesaian = Danu meminjamkan pompa di keranjangnya; Sikap tokoh = Danu suka tolong-menolong) (5 menit).
  • Guru memodelkan 3 tata cara menanggapi diskusi bertema cerita pertemanan: (1) Mengangkat tangan sebelum berbicara; (2) Menunggu giliran bicara dan tidak memotong saat teman berbicara; (3) Menggunakan kalimat tanggapan yang santun seperti 'Saya setuju dengan jawabanmu' atau 'Menurut saya, penyelesaiannya adalah...' (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membacakan cerita pertemanan kedua berjudul 'Bekal Makan Siang Nina': 'Nina dan Rina sedang duduk di bangku taman sekolah saat istirahat. Nina membuka kotak bekalnya, tetapi lauk telurnya terjatuh ke tanah berdebu. Nina merasa sedih dan lapar. Rina segera membagi nasi goreng dan sepotong rotinya ke piring Nina. Nina tersenyum gembira dan mereka makan bersama dengan rukun.' (5 menit).
  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 4-5 murid untuk mengadakan simulasi diskusi kelompok 'Estafet Tanggapan Sahabat' (aktivitas permainan diskusi menggembirakan). Setiap kelompok mendiskusikan 3 pertanyaan panduan: (1) Siapa saja tokoh dalam cerita Nina? (2) Apa masalah yang terjadi? (3) Bagaimana sikap Rina menolong temannya? (15 menit).
  • Dalam kelompok, murid secara bergantian mempraktikkan tata cara menanggapi: mengangkat tangan sebelum bicara, mendengarkan teman bicara tanpa menyela, dan menyampaikan tanggapan santun terhadap jawaban temannya. Guru berkeliling mengamati dan mencatat ketercapaian murid menggunakan lembar observasi proses (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap perwakilan kelompok menyebutkan satu hal yang telah dilakukan anggota kelompoknya dalam menaati tata cara berdiskusi (mengangkat tangan, tidak menyela, atau berbicara santun) (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik dan apresiasi atas ketertiban murid saat menyimak cerita serta mematuhi tata cara diskusi kelompok (3 menit).
  • Guru memberikan cek pemahaman akhir melalui 2 pertanyaan lisan: (1) 'Siapa tokoh penolong pada cerita Nina?' (acuan: Rina); (2) 'Sebutkan 2 tata cara yang benar saat menanggapi pendapat teman dalam diskusi!' (acuan: mengangkat tangan sebelum bicara, mendengarkan sampai selesai/tidak menyela, atau memakai kata santun) (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk kelompok yang membutuhkan bimbingan, guru menyediakan kartu pengingat alur menyimak isi (Tokoh, Masalah, Bantuan). Untuk kelompok mahir, cerita menyimak dilengkapi detail latar tempat dan waktu kejadian.
  • Proses: Murid yang belum percaya diri menanggapi diberi kalimat pemantik terstruktur seperti 'Saya setuju dengan...', sedangkan murid yang sudah mahir diminta memberikan alasan pendukung tanggapan.
  • Produk: Tanggapan diskusi kelompok dapat berupa jawaban lisan langsung dengan kalimat panduan sederhana atau tanggapan lisan lengkap disertai alasan kesesuaian isi cerita.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran berupa 2 butir pertanyaan berdasarkan teks aural 'Amel dan Citra': (1) 'Siapa saja tokoh dalam cerita tersebut?' (Acuan benar: Amel, Citra, Elisa); (2) 'Apa masalah dan bagaimana penyelesaiannya?' (Acuan benar: masalah papan congklak Amel tertinggal di rumah; penyelesaian Citra mengajak bermain lompat tali bersama Elisa).

Proses:

  • Lembar observasi identifikasi isi teks aural 'Bekal Makan Siang Nina' dengan 3 butir target: (1) Tokoh cerita (Acuan: Nina dan Rina); (2) Masalah cerita (Acuan: bekal telur Nina jatuh ke tanah berdebu / Nina sedih dan lapar); (3) Penyelesaian/sikap tokoh (Acuan: Rina membagi nasi goreng dan roti / saling menolong dan rukun).
  • Lembar ceklis observasi tata cara menanggapi dalam diskusi kelompok dengan 3 indikator: (1) Mengangkat tangan sebelum berbicara; (2) Mendengarkan teman berbicara tanpa memotong/menyela; (3) Menggunakan kalimat tanggapan yang santun.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup berupa 2 butir: (1) Identifikasi tokoh penolong dalam teks Nina (Acuan: Rina); (2) Menyebutkan 2 tata cara menanggapi diskusi (Acuan: mengangkat tangan sebelum bicara, mendengarkan tanpa menyela, berbicara santun/menghargai pendapat teman).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja menyimak isi teks sastra aural (identifikasi tokoh, masalah, dan penyelesaian cerita)
  • Observasi simulasi unjuk kerja tata cara menanggapi diskusi (mengangkat tangan, mendengarkan teman tanpa memotong pembicaraan, kalimat santun)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi isi teks sastra berbentuk teks aural tentang pertemananBelum mampu mengidentifikasi unsur isi cerita aural (tokoh, masalah, dan penyelesaian) atau hanya tepat 0 unsur.Mampu mengidentifikasi 1 dari 3 unsur isi cerita aural (tokoh, masalah, atau penyelesaian) secara tepat.Mampu mengidentifikasi 2 dari 3 unsur isi cerita aural (tokoh, masalah, penyelesaian) secara tepat.Mampu mengidentifikasi seluruh 3 unsur isi cerita aural (tokoh, masalah, dan penyelesaian) secara lengkap dan tepat.
Menanggapi diskusi sesuai tata cara saat membahas cerita pertemananBelum mempraktikkan tata cara menanggapi diskusi (berbicara tanpa izin, menyela teman, atau tanggapan tidak santun).Mempraktikkan 1 dari 3 tata cara menanggapi diskusi (mengangkat tangan, mendengarkan tanpa memotong, atau menggunakan kalimat santun) dengan bimbingan guru.Mempraktikkan 2 dari 3 tata cara menanggapi diskusi (mengangkat tangan, mendengarkan tanpa memotong, atau menggunakan kalimat santun) secara konsisten.Mempraktikkan ketiga tata cara menanggapi diskusi (mengangkat tangan, mendengarkan teman tanpa memotong pembicaraan, dan menggunakan kalimat santun) secara konsisten dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks aural yang dibacakan cukup jelas dan mudah dipahami alur isinya oleh murid kelas 3?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam mematuhi giliran bicara saat simulasi diskusi kelompok berlangsung?

Murid:

  • Bagian cerita mana yang paling mudah kamu ingat saat mendengarkan gurumu bercerita?
  • Apakah kamu sudah berhasil mengangkat tangan dan menunggu giliran sebelum memberikan tanggapan kepada temanmu?

Pertemuan 27 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.1 Mengidentifikasi isi teks sastra berbentuk teks aural tentang pertemanan
  • TP 3.1.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan tentang pertemanan
  • TP 3.1.3 Menemukan ide pokok dalam teks nonsastra berbentuk cetak tentang pertemanan
  • TP 3.1.4 Menceritakan kembali isi teks yang dibaca tentang persahabatan
  • TP 3.1.5 Menanggapi diskusi sesuai tata cara saat membahas cerita pertemanan
  • TP 3.1.6 Menulis teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang kegiatan bersama teman

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kesiapan alat tulis serta lembar kerja sumatif murid (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 1 serta alur kegiatan: pengerjaan lembar tertulis serentak, konfirmasi membaca kata lisan individual di meja guru, dan simulasi unjuk kerja lisan lingkaran (1 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan petunjuk teknis pengerjaan lembar sumatif tertulis (bagian teks aural, teks cetak nonsastra, dan menulis teks sederhana) serta tata tertib menjaga ketenangan kelas selama sesi penilaian berlangsung (2 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid secara serentak mengerjakan Tugas 1 (lembar sumatif tertulis individual) selama 42 menit: (1) Menyimak pembacaan teks aural 'Pertemanan Amel, Citra, dan Elisa' oleh guru sebanyak 2 kali lalu menjawab 4 isian singkat mengenai tokoh, latar, dan peristiwa (11 menit; acuan butir 1 tokoh: Amel, Citra, dan Elisa; butir 2 tempat: halaman sekolah/taman bermain; butir 3 masalah: Citra tersandung dan bekalnya terjatuh; butir 4 penyelesaian: Amel dan Elisa membantu Citra berdiri dan membagi bekal makan bersama); (2) Membaca 1 teks cetak nonsastra bertema pertemanan 'Bekerja Sama Merapikan Pojok Baca' yang terdiri atas 2 paragraf lalu menuliskan kalimat ide pokok tiap paragraf (12 menit; acuan ide pokok paragraf 1: 'Siswa kelas tiga bekerja sama membersihkan dan menata pojok baca sekolah'; acuan ide pokok paragraf 2: 'Kerja sama antaranggota kelompok membuat penataan buku cepat selesai'); (3) Menulis teks narasi sederhana tentang pengalaman berkegiatan bersama teman minimal 2 paragraf dengan kalimat yang bervariasi dan kosakata yang tepat (19 menit; kriteria penerimaan: teks terdiri minimal 2 paragraf, menggunakan variasi minimal 2 kalimat tunggal dan 2 kalimat majemuk setara dengan kata hubung seperti 'dan'/'lalu'/'karena', serta memuat kosakata konteks pertemanan secara denotatif). Lembar jawaban dikumpulkan tepat waktu (40 menit).
  • Pelaksanaan Tugas 2: Guru memanggil 4 murid tersisa secara bergantian ke meja guru (masing-masing 1 menit) untuk mengonfirmasi kelancaran membaca nyaring 5 kartu kata baru tema pertemanan: (1) sahabat, (2) rukun, (3) berbagi, (4) kompak, (5) seiring (acuan kefasihan: membaca kata dengan lafal baku tepat, tanpa mengeja suku kata, tanpa jeda ragu lebih dari 3 detik, dan tanpa pengulangan), sementara 24 murid lainnya yang telah tuntas di sesi sebelumnya membaca buku pengayaan di pojok baca secara tenang dan tertib (7 menit).
  • Pelaksanaan Tugas 3: Guru menguji 8 murid tersisa dalam simulasi performa lisan yang dibagi ke dalam 2 kelompok lingkaran (Kelompok A 4 murid berdurasi 7 menit dan Kelompok B 4 murid berdurasi 7 menit). Dalam tiap kelompok, tiap anak secara bergiliran selama 1 menit menceritakan kembali bagian alur cerita teks fabel 'Kancil dan Burung Pipit Sahabat Karib' (acuan alur: awal menceritakan perkenalan Kancil dan Burung Pipit di tepi sungai; tengah menceritakan Kancil terjebak kubangan lumpur dan Pipit memanggil kawanan hewan; akhir menceritakan Kancil berhasil selamat dan mereka saling berterima kasih) (4 menit per kelompok), sedangkan anggota kelompok lain dinilai saat menanggapi giliran bicara sesuai tata cara mengangkat tangan sebelum berbicara dan mendengarkan teman tanpa memotong pembicaraan (3 menit per kelompok). Guru mencatat skor langsung pada rubrik performa lisan (14 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri memeriksa kelengkapan identitas pada lembar kerjanya dan mengendapkan pengalaman belajar selama menyelesaikan seluruh rangkaian asesmen Bab 1 (1 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh artefak lembar tertulis dan mengonfirmasi bahwa seluruh bukti asesmen 28 murid telah tuntas direkam (2 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas ketertiban dan kemandirian murid selama menyelesaikan seluruh rangkaian Bab 1 'Kawan Seiring' serta menutup kegiatan dengan doa bersama (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bahan tes dan kartu kata memiliki standar ketetapan yang sama untuk seluruh murid sesuai acuan kurikulum; bagi murid yang memerlukan bantuan akses visual disediakan teks cetak dengan ukuran huruf yang lebih jelas tanpa mengubah isi kalimat.
  • Proses: Pemberian instruksi lisan diulang dengan artikulasi yang jelas; pembagian giliran tes lisan dan simulasi kelompok diatur secara berurutan dan tenang agar tidak membuyarkan konsentrasi pengerjaan tertulis.
  • Produk: Format bukti sumatif mengacu ketat pada jadwal: artefak lembar tes tertulis individual (pemahaman aural, ide pokok, draf tulisan) serta lembar observasi performa lisan membaca kata dan simulasi diskusi penceritaan kembali.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan alat tulis dan konfirmasi pemahaman murid terhadap tata cara pengerjaan tugas sumatif secara jujur dan tertib (acuan kesiapan: murid telah menyiapkan lembar kerja dan alat tulis serta menyatakan siap mematuhi instruksi tanpa membuka catatan).

Proses:

  • Pencatatan observasi kelancaran murid membaca 5 kartu kata di meja guru pada lembar cek pelafalan kata baru.
  • Pencatatan rubrik observasi performa keteraturan berbicara saat menceritakan kembali dan kepatuhan mengangkat tangan saat menanggapi dalam lingkaran diskusi.

Sumatif Bab:

  • Campuran tes tertulis, unjuk kerja membaca terkonfirmasi, dan simulasi diskusi terpandu menceritakan kembali isi teks: Lembar tes tertulis berisi pemahaman teks aural dan penemuan ide pokok teks cetak; lembar kartu kata untuk konfirmasi kelancaran membaca nyaring kata baru; rekaman lembar amatan guru terhadap keruntutan penceritaan kembali dan kepatuhan tata cara diskusi; serta naskah karangan narasi sederhana tentang kegiatan pertemanan.
  • tes tertulis dan penugasan menulis sederhana secara serentak: 28 murid serentak mengerjakan lembar sumatif tertulis individual selama 45 menit: (1) mendengarkan 1 teks aural cerita pertemanan yang dibacakan guru lalu menjawab 4 isian singkat mengenai tokoh, latar, dan alur peristiwa (TP 1; 12 menit); (2) membaca 1 teks cetak nonsastra bertema pertemanan dan menandai/menuliskan kalimat ide pokok tiap paragraf (TP 3; 13 menit); (3) menulis teks cerita sederhana tentang pengalaman berkegiatan bersama kawan minimal 2 paragraf dengan variasi kalimat dan kosakata yang tepat (TP 6; 20 menit). Seluruh lembar artefak bernama dikumpulkan dan diperiksa setelah pembelajaran menggunakan kunci jawaban dan rubrik menulis analitis. (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban pemahaman aural dan ide pokok serta rubrik penilaian produk menulis)
  • tes lisan membaca kata baru secara bergiliran cepat: Guru telah mengumpulkan portofolio catatan kelancaran membaca 24 murid pada 4 sesi latihan membaca sebelumnya (6 murid × 1 menit per sesi saat kegiatan membaca mandiri). Di slot sumatif akhir berdurasi 7 menit, guru mengonfirmasi 4 murid tersisa secara bergiliran individual di meja guru (4 murid × 1 menit membaca 5 kartu kata baru = 4 menit, plus 3 menit transisi/pencatatan skor). Murid lain membaca buku pojok baca secara tenang. Guru mencatat ketepatan lafal dan kelancaran pada lembar observasi kefasihan. (7 menit; individual; instrumen: daftar kartu kata dan lembar cek pelafalan kata baru)
  • unjuk kerja terpadu penceritaan kembali dan kepatuhan diskusi dalam simulasi kelompok lingkaran: Penilaian performa 2 kompetensi lisan (maksimal 2 TP: menceritakan kembali dan menanggapi sesuai tata cara) dalam durasi 18 menit. Guru telah menyelesaikan penilaian performa 20 murid pada 4 sesi diskusi terpandu sebelumnya (5 murid per sesi × 3 menit). Di sesi sumatif ini, 8 murid tersisa dibagi dalam 2 kelompok kecil beranggotakan 4 murid: Kelompok A (9 menit) dan Kelompok B (9 menit). Setiap murid mendapat giliran 1,5 menit menceritakan kembali bagian alur teks fabel persahabatan (TP 4; 4 × 1,5 = 6 menit) sementara anggota lain dinilai saat menanggapi giliran bicara sesuai tata cara mengangkat tangan dan mendengarkan dengan santun (TP 5; 3 menit). Guru mencatat bukti kinerja langsung pada rubrik performa lisan. (18 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja berbicara dan lembar observasi tata cara diskusi)

Sumatif:

  • Campuran tes tertulis, unjuk kerja membaca terkonfirmasi, dan simulasi diskusi terpandu menceritakan kembali isi teks: Lembar tes tertulis berisi pemahaman teks aural dan penemuan ide pokok teks cetak; lembar kartu kata untuk konfirmasi kelancaran membaca nyaring kata baru; rekaman lembar amatan guru terhadap keruntutan penceritaan kembali dan kepatuhan tata cara diskusi; serta naskah karangan narasi sederhana tentang kegiatan pertemanan.
  • tes tertulis dan penugasan menulis sederhana secara serentak: 28 murid serentak mengerjakan lembar sumatif tertulis individual selama 45 menit: (1) mendengarkan 1 teks aural cerita pertemanan yang dibacakan guru lalu menjawab 4 isian singkat mengenai tokoh, latar, dan alur peristiwa (TP 1; 12 menit); (2) membaca 1 teks cetak nonsastra bertema pertemanan dan menandai/menuliskan kalimat ide pokok tiap paragraf (TP 3; 13 menit); (3) menulis teks cerita sederhana tentang pengalaman berkegiatan bersama kawan minimal 2 paragraf dengan variasi kalimat dan kosakata yang tepat (TP 6; 20 menit). Seluruh lembar artefak bernama dikumpulkan dan diperiksa setelah pembelajaran menggunakan kunci jawaban dan rubrik menulis analitis. (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban pemahaman aural dan ide pokok serta rubrik penilaian produk menulis)
  • tes lisan membaca kata baru secara bergiliran cepat: Guru telah mengumpulkan portofolio catatan kelancaran membaca 24 murid pada 4 sesi latihan membaca sebelumnya (6 murid × 1 menit per sesi saat kegiatan membaca mandiri). Di slot sumatif akhir berdurasi 7 menit, guru mengonfirmasi 4 murid tersisa secara bergiliran individual di meja guru (4 murid × 1 menit membaca 5 kartu kata baru = 4 menit, plus 3 menit transisi/pencatatan skor). Murid lain membaca buku pojok baca secara tenang. Guru mencatat ketepatan lafal dan kelancaran pada lembar observasi kefasihan. (7 menit; individual; instrumen: daftar kartu kata dan lembar cek pelafalan kata baru)
  • unjuk kerja terpadu penceritaan kembali dan kepatuhan diskusi dalam simulasi kelompok lingkaran: Penilaian performa 2 kompetensi lisan (maksimal 2 TP: menceritakan kembali dan menanggapi sesuai tata cara) dalam durasi 18 menit. Guru telah menyelesaikan penilaian performa 20 murid pada 4 sesi diskusi terpandu sebelumnya (5 murid per sesi × 3 menit). Di sesi sumatif ini, 8 murid tersisa dibagi dalam 2 kelompok kecil beranggotakan 4 murid: Kelompok A (9 menit) dan Kelompok B (9 menit). Setiap murid mendapat giliran 1,5 menit menceritakan kembali bagian alur teks fabel persahabatan (TP 4; 4 × 1,5 = 6 menit) sementara anggota lain dinilai saat menanggapi giliran bicara sesuai tata cara mengangkat tangan dan mendengarkan dengan santun (TP 5; 3 menit). Guru mencatat bukti kinerja langsung pada rubrik performa lisan. (18 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja berbicara dan lembar observasi tata cara diskusi)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi isi teks sastra aural (TP 3.1.1)Menjawab dengan tepat 1 dari 4 isian isi teks aural (acuan: butir 1 tokoh Amel, Citra, Elisa; butir 2 tempat halaman sekolah; butir 3 masalah Citra tersandung bekal jatuh; butir 4 solusi dibantu berdiri dan berbagi bekal).Menjawab dengan tepat 2 dari 4 isian isi teks aural sesuai kunci acuan.Menjawab dengan tepat 3 dari 4 isian isi teks aural sesuai kunci acuan.Menjawab dengan tepat seluruh 4 isian isi teks aural sesuai kunci acuan secara mandiri.
Membaca kata-kata baru dengan fasih (TP 3.1.2)Membaca dengan fasih 1–2 dari 5 kartu kata target (acuan kata: sahabat, rukun, berbagi, kompak, seiring; kriteria: lafal tepat tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu).Membaca dengan fasih 3 dari 5 kartu kata target sesuai kriteria kelancaran.Membaca dengan fasih 4 dari 5 kartu kata target sesuai kriteria kelancaran.Membaca dengan fasih seluruh 5 kartu kata target dengan lafal baku tepat tanpa mengeja dan lancar.
Menemukan ide pokok teks nonsastra cetak (TP 3.1.3)Belum tepat menuliskan kalimat ide pokok dari 2 paragraf teks nonsastra cetak yang dibaca.Menuliskan dengan tepat 1 kalimat ide pokok dari 2 paragraf teks cetak (acuan paragraf 1: 'Siswa kelas tiga bekerja sama membersihkan dan menata pojok baca sekolah'; paragraf 2: 'Kerja sama antaranggota kelompok membuat penataan buku cepat selesai').Menuliskan 2 kalimat ide pokok dari 2 paragraf teks cetak dengan maksud sesuai acuan namun redaksi belum lengkap.Menuliskan dengan tepat dan lengkap 2 kalimat ide pokok dari kedua paragraf teks cetak sesuai kunci acuan.
Menceritakan kembali isi teks yang dibaca (TP 3.1.4)Menceritakan kembali alur cerita fabel persahabatan hanya pada 1 bagian (awal saja, tengah saja, atau akhir saja) secara terputus-putus.Menceritakan kembali 2 bagian alur (awal dan tengah, atau tengah dan akhir) dari teks fabel persahabatan sesuai isi cerita.Menceritakan kembali 3 bagian alur peristiwa (awal, tengah, akhir) secara runtut sesuai isi cerita teks fabel persahabatan.Menceritakan kembali seluruh rangkaian alur (awal perkenalan, tengah konflik lumpur, akhir penyelamatan) secara runtut, lengkap, dan lancar tanpa bantuan guru.
Menanggapi diskusi sesuai tata cara (TP 3.1.5)Berbicara atau memotong pembicaraan teman secara langsung tanpa mengangkat tangan dan belum menunjukkan sikap mendengarkan.Mempraktikkan tata cara mengangkat tangan sebelum menanggapi namun masih sesekali memotong giliran bicara teman.Mempraktikkan tata cara mengangkat tangan dan mendengarkan teman hingga selesai sebelum menanggapi dalam lingkaran diskusi.Mempraktikkan tata cara mengangkat tangan, menunggu dipersilakan, dan mendengarkan tanggapan teman secara tertib dan konsisten sepanjang simulasi.
Menulis teks sederhana dengan rangkaian kalimat beragam (TP 3.1.6)Menulis teks narasi kurang dari 2 paragraf dan belum menunjukkan variasi bentuk kalimat.Menulis teks narasi 2 paragraf namun seluruh kalimat masih berupa pola kalimat tunggal yang seragam.Menulis teks narasi 2 paragraf tentang kegiatan bersama kawan dengan memadukan kalimat tunggal dan kalimat majemuk setara (menggunakan kata hubung 'dan'/'lalu'/'karena').Menulis teks narasi minimal 2 paragraf dengan rangkaian kalimat yang sangat beragam (variasi kalimat tunggal dan majemuk), pilihan kosakata denotatif tepat konteks, dan alur penceritaan utuh.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pembagian sesi tertulis (45 menit), konfirmasi membaca (7 menit), dan unjuk kerja performa lisan kelompok (18 menit) berjalan efektif dan tertib?
  • Bagaimana ketercapaian murid secara keseluruhan pada Bab 1 'Kawan Seiring', dan TP mana yang masih memerlukan penguatan sebelum melangkah ke Bab 2?

Murid:

  • Bagian tugas mana pada penilaian Bab 1 hari ini yang paling mudah dan paling menantang bagimu?
  • Apa hal paling berharga yang kamu pelajari tentang persahabatan dan kerja sama selama belajar di Bab 1 ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2024)
  2. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III, Bab 1 Halaman 4-5
  3. Set Kartu Detektif Cerita (4 kartu peristiwa dan 4 kartu nama tokoh)
  4. Lembar Kerja Murid: Mengidentifikasi Isi Teks Aural
  5. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023)
  6. Buku Siswa Bahasa Indonesia | Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023)
  7. Naskah teks sastra aural 'Tugas Boneka Kertas' dan 'Pentas Seni Kelas Tiga'
  8. Lembar Kerja Siswa 'Tantangan Detektif Cerita' (Format Identifikasi Masalah dan Penyelesaian)
  9. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023).
  10. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023).
  11. Naskah teks sastra aural 'Payung Persahabatan Danu dan Galih' serta 'Kotak Bekal Rian dan Dimas'.
  12. Lembar Kerja 'Detektif Kebaikan Teman' dan kartu jawab pencocokan peristiwa.
  13. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2024)
  14. Naskah dongeng fabel pertemanan (Kancil, Tupai, Rusa, Kura-kura)
  15. Lembar kerja identifikasi menyimak dongeng aural
  16. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi)
  17. Buku Siswa Bahasa Indonesia | Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi)
  18. Set Kartu Kata Tema Pertemanan ('sahabat', 'favorit', 'teras', 'bekal', 'hemat', 'kompak')
  19. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas III: Kawan Seiring
  20. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas III: Kawan Seiring
  21. Lembar bacaan teks pertemanan 'Bekerja Sama di Kelas'
  22. Kartu kata berimbuhan target pembelajaran
  23. Set kartu kalimat bertema pertemanan/kawan seiring dengan kata target: sahabat, favorit, bekal, hemat
  24. Lembar observasi kefasihan membaca kata baru
  25. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring Kelas III SD/MI
  26. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring Kelas III SD/MI
  27. Lembar bacaan paragraf pendek bertema pertemanan
  28. Kartu kata baru pertemanan: 'kompak', 'merangkul', 'bersepakat', 'menghargai'
  29. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 3 SD: Kawan Seiring (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  30. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas 3 SD: Kawan Seiring (Edisi Revisi), Kemendikbudristek
  31. Lembar kerja cetak teks nonsastra bertema pertemanan
  32. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III
  33. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III
  34. Lembar teks bacaan cetak nonsastra bertema pertemanan
  35. Kartu teks tantangan paragraf 'Detektif Kalimat Awal'
  36. Lembar Kerja Mandiri berisi teks nonsastra cetak seputar kegiatan teman
  37. Kartu teks 'Belajar Kelompok Bersama Kawan' dan spidol warna penanda ide pokok
  38. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III Edisi Revisi 2025, Bab 1 Kawan Seiring.
  39. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III Edisi Revisi 2025.
  40. Lembar teks bacaan nonsastra cetak bertema kerja sama kawan seiring ('Kerja Sama Membersihkan Kelas' dan 'Gotong Royong Menghias Mading').
  41. Buku Panduan Siswa Bahasa Indonesia Kelas III SD/MI: Kawan Seiring (Edisi Revisi), Halaman 29
  42. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas III SD/MI: Kawan Seiring (Edisi Revisi), Halaman 50 & 53
  43. Kartu kata pengingat tiga unsur alur pembuka cerita
  44. Buku Siswa Bahasa Indonesia Tingkat SD Kelas III: Kawan Seiring (Edisi Revisi), teks 'Boneka Kertas Temanku' halaman 6
  45. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Tingkat SD Kelas III (Edisi Revisi)
  46. Kartu bantu 4 urutan peristiwa bergambar untuk diferensiasi visual
  47. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III Edisi Revisi (Halaman 5–6 dan 29)
  48. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III Edisi Revisi
  49. Teks bacaan 'Tiga Sahabat yang Kompak'
  50. Tongkat kayu estafet untuk aktivitas bercerita
  51. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
  52. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring Kelas III SD/MI (Kemendikbudristek, 2022)
  53. Teks cerita persahabatan 'Tiga Sahabat yang Kompak'
  54. Kartu penanda alur (Awal, Masalah/Tengah, Akhir/Penyelesaian)
  55. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III, Bab 1
  56. Teks bacaan pertemanan 'Tiga Sahabat yang Kompak'
  57. Kartu visual tata cara diskusi (simbol angkat tangan dan mendengarkan)
  58. Buku Siswa Bahasa Indonesia | Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
  59. Tongkat kayu kecil penanda giliran bicara ('Tongkat Giliran Sahabat')
  60. Kartu visual pengingat tata cara giliran bicara (Simbol: Dengar - Angkat Tangan - Bicara)
  61. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Bab 1
  62. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi)
  63. Kartu respons hijau dan merah untuk asesmen diagnostik
  64. Kartu panduan kalimat santun ('Maaf...', 'Terima kasih...', 'Menurut saya...')
  65. Teks cerita pertemanan 'Tiga Sahabat yang Kompak'
  66. Media tongkat bicara (talking stick) dan kartu ceklis tata cara diskusi
  67. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, 2025.
  68. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), 2025.
  69. Kartu kata acak 'Kartu Kata Kawan' dan lembar kerja menulis cerita kegiatan bersama kawan seiring.
  70. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III Edisi Revisi 2025
  71. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III Edisi Revisi 2025 (Halaman 42-43)
  72. Papan tulis dan spidol
  73. Kartu contoh kata hubung ('dan', 'tetapi', 'lalu', 'karena')
  74. Lembar kerja menulis murid 'Pengalaman Bersama Teman'
  75. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), 2025.
  76. Contoh teks paragraf model tentang bermain bersama kawan pada bagan/papan tulis.
  77. Kartu Tantangan Rancang Kalimat.
  78. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2025)
  79. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2025), Bab 1 Halaman 42-43
  80. Papan tulis dan spidol untuk pemodelan draf dua paragraf
  81. Lembar kerja menulis draf teks berpetak/bergaris
  82. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, 2025.
  83. Lembar teks bacaan nonsastra cetak 'Kerja Bakti Merapikan Pojok Baca'.
  84. Lembar kerja menulis teks siswa.
  85. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023)
  86. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023)
  87. Naskah teks aural pertemanan: 'Roda Sepeda Bayu' dan 'Bekal Makan Siang Nina'
  88. Kartu panduan tata cara diskusi dan lembar observasi diskusi
  89. Naskah teks aural cerita 'Pertemanan Amel, Citra, dan Elisa'
  90. Lembar tes tertulis sumatif Bab 1 (soal isian teks aural, teks nonsastra 'Bekerja Sama Merapikan Pojok Baca', dan lembar menulis cerita)
  91. Set kartu kata bacaan (sahabat, rukun, berbagi, kompak, seiring)
  92. Naskah fabel persahabatan 'Kancil dan Burung Pipit Sahabat Karib'
  93. Lembar observasi penilaian lisan membaca kata dan rubrik performa diskusi kelompok

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.