Modul AjarPertemuan 2Bab 8Fase ASemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 2: Menyimak Teks Prosedural: Membuat Origami Kucing

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 2 dengan topik "Menyimak Teks Prosedural: Membuat Origami Kucing". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 2: Menyimak Teks Prosedural: Membuat Origami Kucing

Bahasa Indonesia - Kelas 2

Bab 8 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Menyimak Teks Prosedural: Membuat Origami Kucing

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMenyimak Teks Prosedural: Membuat Origami Kucing
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan menyimak teks prosedural membuat origami kucing yang dibacakan guru, murid dapat memahami urutan langkah-langkah yang didengar dan menyebutkan kembali minimal 3 langkah secara lisan dengan benar
  2. Melalui kegiatan tanya jawab setelah menyimak teks prosedural, murid dapat merespons pertanyaan tentang isi teks yang didengar dengan bahasa yang santun

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat atau membuat origami?
  2. Hewan apa saja yang bisa dibuat dari kertas lipat?
  3. Menurutmu, apa yang harus kita lakukan agar berhasil membuat origami?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid tentang origami atau melipat kertas
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: kita akan belajar menyimak petunjuk membuat origami kucing
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian melihat atau membuat origami? Hewan apa yang bisa dibuat dari kertas lipat?
  • Guru mempersiapkan kertas lipat untuk setiap murid dan meminta murid duduk dengan nyaman agar bisa mendengarkan dengan baik

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan bahwa origami adalah seni melipat kertas dari Jepang dan membuat origami bisa menjadi hobi yang menyenangkan
  • Guru meminta murid untuk menjadi pendengar yang penuh perhatian dan mengamati petunjuk visual di buku siswa
  • Guru membacakan instruksi pembuatan origami kucing langkah demi langkah dengan tempo yang sesuai untuk murid kelas 2
  • Sambil membacakan, guru memperagakan setiap langkah pelipatan di depan kelas agar murid dapat memahami dengan jelas
  • Murid menyimak dan mengamati demonstrasi guru tanpa melipat terlebih dahulu, fokus pada urutan langkah-langkah
  • Guru memberi jeda di beberapa langkah penting untuk memastikan murid memahami urutan: letakkan kertas seperti belah ketupat, lipat sudut bawah ke atas, lipat sudut kiri ke kanan, dan seterusnya

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru meminta murid menyiapkan kertas lipat masing-masing dan mengikuti instruksi yang dibacakan kembali
  • Guru membacakan ulang instruksi origami kucing langkah demi langkah sambil murid mempraktikkan melipat kertas mereka sendiri
  • Guru berkeliling kelas untuk membantu murid yang kesulitan dan memastikan setiap murid mengikuti urutan langkah dengan benar
  • Setelah selesai membuat origami kucing, guru meminta murid mengamati hasil karya mereka dan menebak hewan apa yang telah mereka buat
  • Guru mengajukan pertanyaan: Menurutmu, langkah mana yang paling sulit? Mengapa?
  • Murid mengangkat hasil origami mereka dan menunjukkan kepada teman sebangku

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru melakukan tanya jawab dengan murid tentang isi teks prosedural yang telah disimak
  • Guru bertanya: Siapa yang bisa menyebutkan kembali 3 langkah pertama membuat origami kucing? Bagaimana posisi kertas di awal?
  • Beberapa murid maju ke depan secara sukarela untuk menyebutkan kembali langkah-langkah yang diingat dengan bahasa mereka sendiri
  • Guru memberikan apresiasi pada setiap jawaban murid dengan bahasa yang santun dan membantu melengkapi jika ada yang terlewat
  • Guru menanyakan perasaan murid: Bagaimana perasaanmu saat berhasil membuat origami kucing? Apakah menyimak dengan penuh perhatian membantumu mengikuti instruksi?
  • Murid merefleksikan pengalaman belajar: Apa yang sudah aku pahami hari ini? Apa yang masih perlu aku pelajari?

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 2-3 murid secara acak menyebutkan kembali langkah-langkah membuat origami kucing
  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya menyimak dengan penuh perhatian dan merespons dengan santun
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya: kita akan belajar membaca teks tentang hobi
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid bersyukur dan mengucapkan salam penutup

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah lancar memahami instruksi dapat diberikan tantangan untuk membuat origami binatang lain yang lebih kompleks. Murid yang masih kesulitan dapat diberikan instruksi visual tambahan dengan gambar langkah yang lebih besar.
  • Proses: Murid yang cepat menangkap dapat diminta menjadi tutor sebaya untuk membantu teman yang kesulitan. Murid yang lambat mendapat pendampingan lebih intensif dari guru dengan mengulang instruksi secara individual.
  • Produk: Murid yang sudah mahir dapat membuat 2 origami dan menjelaskan langkah-langkahnya kepada teman. Murid yang masih belajar cukup menyelesaikan 1 origami kucing dengan bimbingan guru.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan kepada murid: Apakah kalian pernah membuat origami sebelumnya? Binatang apa yang pernah kalian buat?
  • Guru mengamati respons murid untuk mengetahui pengalaman awal mereka tentang origami dan kemampuan menyimak instruksi

Proses:

  • Observasi saat murid menyimak instruksi: mencatat murid yang penuh perhatian dan yang masih mudah teralihkan
  • Observasi saat murid mempraktikkan melipat kertas: mencatat murid yang dapat mengikuti langkah dengan benar dan yang membutuhkan bantuan
  • Mendengarkan respons murid saat tanya jawab: mencatat murid yang dapat menyebutkan langkah dengan urut dan yang masih bingung

Akhir:

  • Meminta 2-3 murid secara acak menyebutkan kembali langkah-langkah membuat origami kucing (minimal 3 langkah) dan menilai ketepatan urutan serta kejelasan penyampaian
  • Menilai hasil origami kucing yang dibuat murid: apakah bentuknya sesuai dengan instruksi dan menunjukkan pemahaman terhadap urutan langkah
  • Mengamati sikap murid saat merespons pertanyaan: apakah menggunakan bahasa yang santun

Formatif:

  • Observasi selama murid menyimak: apakah murid menunjukkan sikap penuh perhatian, mengamati demonstrasi guru, dan tidak berbicara saat guru membacakan instruksi
  • Observasi saat murid mempraktikkan melipat kertas: apakah murid mengikuti urutan langkah dengan benar
  • Mendengarkan respons lisan murid saat tanya jawab: apakah murid dapat menjawab pertanyaan tentang isi teks dengan bahasa yang santun

Sumatif:

  • Tes lisan: murid diminta menyebutkan kembali minimal 3 langkah pembuatan origami kucing secara berurutan
  • Penilaian produk: hasil origami kucing yang dibuat murid menunjukkan pemahaman terhadap urutan langkah

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan menyimak dan memahami urutan langkahMurid tidak dapat menyebutkan kembali langkah-langkah yang didengar atau menyebutkan dengan urutan yang tidak tepatMurid dapat menyebutkan 1-2 langkah pembuatan origami dengan urutan yang kurang tepatMurid dapat menyebutkan 3 langkah pembuatan origami dengan urutan yang tepatMurid dapat menyebutkan lebih dari 3 langkah pembuatan origami dengan urutan yang tepat dan detail yang jelas
Kemampuan merespons pertanyaan dengan santunMurid belum dapat merespons pertanyaan atau merespons dengan bahasa yang kurang santunMurid dapat merespons pertanyaan tetapi dengan bahasa yang kurang santun atau kurang jelasMurid dapat merespons pertanyaan tentang isi teks dengan bahasa yang santun dan cukup jelasMurid dapat merespons pertanyaan tentang isi teks dengan bahasa yang sangat santun, jelas, dan percaya diri
Hasil praktik membuat origami kucingOrigami yang dibuat tidak membentuk kucing dan menunjukkan murid belum memahami instruksiOrigami yang dibuat mendekati bentuk kucing tetapi masih ada beberapa langkah yang terlewatOrigami yang dibuat sudah membentuk kucing dengan mengikuti sebagian besar langkah dengan benarOrigami yang dibuat membentuk kucing dengan sempurna dan menunjukkan pemahaman penuh terhadap semua langkah

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah tempo pembacaan instruksi sudah sesuai dengan kemampuan murid kelas 2?
  • Apakah demonstrasi visual yang diberikan cukup membantu murid memahami urutan langkah?
  • Murid mana yang masih membutuhkan pendampingan lebih dalam menyimak instruksi prosedural?
  • Strategi diferensiasi apa yang paling efektif dalam pembelajaran hari ini?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menyenangkan dari kegiatan hari ini?
  • Langkah mana yang paling mudah dan paling sulit bagimu?
  • Apakah kamu bisa mengikuti instruksi dengan baik? Apa yang membantumu?
  • Apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang origami?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 2: Keluargaku Unik (Edisi Revisi), Bab 8, halaman 156-157
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas 2: Keluargaku Unik (Edisi Revisi), Bab 8, halaman 215-216
  3. Kertas lipat warna-warni ukuran 15x15 cm (1 lembar per murid)
  4. Petunjuk visual origami kucing (gambar langkah-langkah) yang diperbesar untuk demonstrasi guru

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.