MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 8 — Hobi yang Jadi Prestasi INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 8 — Hobi yang Jadi Prestasi |
|---|
| Alokasi Waktu | 36 JP (36 x 35 menit = 1260 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 18 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.8.1 Menyebutkan informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural berupa percakapan yang berkaitan dengan diri tentang hobi
- TP 2.8.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang diri mengenai hobi meraih prestasi
- TP 2.8.3 Menemukan isi bacaan tentang diri mengenai hobi yang menjadi prestasi
- TP 2.8.4 Merespons dengan bertanya tentang sesuatu dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri mengenai kegiatan hobi
- TP 2.8.5 Menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca tentang diri mengenai hobi yang ditekuni
- TP 2.8.6 Menulis berbagai tipe teks sederhana tentang diri mengenai hobi dengan beberapa kalimat sederhana
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa kegiatan yang paling kamu sukai saat waktu luang?
- Bagaimana kita bisa mengetahui jenis hobi seseorang saat mendengarkan percakapan mereka?
- Mengapa seseorang bisa sangat menyukai kegiatan hobinya?
- Bagaimana kita bisa tahu alasan teman menyukai hobinya saat mendengarkan percakapannya?
- Bagaimana sebuah kegiatan hobi bisa membawa seseorang menjadi juara atau berprestasi?
- Informasi penting apa saja yang dapat kita dengar saat dua orang bercerita tentang prestasi hobinya?
- Kata apa saja yang sering kamu temui saat membaca cerita tentang seseorang yang tekun berlatih?
- Bagaimana caramu agar bisa membaca kata yang baru dilihat tanpa mengeja terbata-bata?
- Kata apa saja yang sering kamu temui saat membaca cerita tentang seseorang yang menjadi juara?
- Bagaimana caramu membaca kata yang sudah sering kamu lihat secara lancar dan cepat tanpa mengeja hurufnya satu per satu?
- Kata apa saja yang sudah bisa kamu baca sendiri tanpa mengeja dari cerita Lani?
- Bagaimana caramu agar bisa membaca kata yang panjang secara lancar dan tepat?
- Siapakah tokoh yang ada di dalam cerita 'Aku Bisa Jadi Juara'?
- Apa kegiatan atau hobi yang disukai oleh tokoh tersebut?
- Apa yang dilakukan tokoh Lani saat gambarnya belum berhasil menjadi juara?
- Bagaimana usaha atau latihan yang dilakukan seseorang agar hobinya bisa menghasilkan piala atau prestasi?
- Apa tanda seseorang berhasil meraih prestasi dari kegemaran atau hobinya?
- Bagaimana kita bisa menemukan informasi tentang juara atau hadiah yang didapatkan tokoh di dalam cerita?
- Kata apa yang kamu gunakan ketika ingin mengetahui jenis hobi temanmu?
- Kata apa yang kamu gunakan ketika ingin mengetahui orang yang menemani temanmu melakukan hobi?
- Kata apa yang kita gunakan jika ingin tahu alasan teman menyukai hobinya?
- Kata apa yang kita gunakan jika ingin tahu cara teman melakukan hobinya?
- Kata tanya apa yang dapat kamu pakai saat ingin tahu hobi temanmu?
- Bagaimana caramu bertanya kepada teman dengan santun saat mengobrol tentang kegiatan hobi?
- Apa kegiatan yang pertama kali disukai Lani saat dibelikan buku cerita oleh Mama?
- Bagaimana awal mula Lani mulai belajar menggambar hingga akhirnya ikut kursus?
- Apa kesulitan atau masalah yang dihadapi Lani saat mulai mengikuti lomba menggambar?
- Bagaimana perasaan dan tindakan Lani ketika ia belum berhasil memenangkan lomba?
- Bagaimana urutan cerita Lani dari awal mulai suka menggambar sampai bisa menjadi juara?
- Apa yang terjadi ketika Lani pertama kali ikut lomba menggambar dan bagaimana akhirnya ia bisa berhasil?
- Apa kegiatan atau hobi yang paling kamu sukai di rumah atau di sekolah?
- Mengapa kamu menyukai kegiatan hobi tersebut?
- Apa kegiatan yang biasa kamu lakukan saat melakukan hobimu?
- Bagaimana urutan kalimat sederhana yang bisa kamu tulis untuk menceritakan kegiatan hobimu?
- Apa saja pengalaman menarik dan prestasi yang pernah kita pelajari dari berbagai kegiatan hobi di Bab 8 ini?
- Bagaimana cara kita menunjukkan kemampuan menyimak, membaca, berbicara, dan menulis tentang hobi hari ini secara mandiri?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menyebutkan Informasi Jenis-Jenis Hobi dari Percakapan Aural — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.8.1 Menyebutkan informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural berupa percakapan yang berkaitan dengan diri tentang hobi
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa, serta menyapa dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimak percakapan yang dibacakan guru dan menyebutkan jenis-jenis hobi yang ada di dalam percakapan tersebut (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan membacakan teks lisan 2 kalimat: 'Budi suka sekali menggambar pemandangan. Setiap sore, Budi selalu memegang pensil warna.' Guru menanyakan: 'Apa hobi yang disebutkan dalam kalimat yang didengar tadi?' (acuan jawaban: menggambar) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak teks aural percakapan nonsastra bertema diri yang dibacakan oleh guru sebanyak dua kali secara perlahan dan jelas. Teks percakapan: 'Made: Halo, Wayan! Apa kegiatan yang kamu sukai di hari Minggu? Wayan: Halo, Made! Hobiku adalah bermain sepak bola di lapangan. Kalau kamu apa, Made? Made: Aku sangat senang membaca buku cerita di perpustakaan.' (5 menit).
- Guru memandu murid mengidentifikasi makna kata hobi (kegiatan yang disukai) dan mencontohkan cara menyaring nama-nama hobi dari percakapan yang didengarkan (acuan informasi: bermain sepak bola dan membaca buku cerita) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan aural 'Tepuk Detektif Hobi' yang menggembirakan: Guru membacakan 4 rekaman/tuturan lisan pendek; murid bertepuk tangan satu kali saat mendengar kata jenis hobi dan langsung menyebutkannya secara bersama-sama. Daftar 4 tuturan lisan: (1) 'Siti membawa raket dan kok untuk bermain bulu tangkis.' (acuan hobi: bermain bulu tangkis); (2) 'Edo menyiapkan cat air dan kuas untuk melukis.' (acuan hobi: melukis); (3) 'Lani memakai kacamata renang lalu melompat ke air untuk berenang.' (acuan hobi: berenang); (4) 'Dayu menyalakan musik lalu bergerak mengikuti irama untuk menari.' (acuan hobi: menari) (10 menit).
- Murid menyimak teks percakapan aural kedua yang dibacakan guru: 'Percakapan Rafa dan Doni: Rafa: Doni, kemarin kamu membawa sepeda baru ya? Doni: Betul, Rafa. Hobiku bersepeda mengelilingi taman. Kalau hobimu apa, Rafa? Rafa: Hobiku memasak kue bersama ibu.' (5 menit).
- Murid secara berpasangan atau mandiri mengerjakan lembar tugas menyimak: menandai atau menyebutkan 2 jenis hobi tokoh dari percakapan Rafa dan Doni yang dibacakan (acuan jawaban: Doni hobinya bersepeda; Rafa hobinya memasak/membuat kue) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil sebutan jenis hobi dari teks percakapan dan mengonfirmasi bagian kalimat mana yang menunjukkan hobi tersebut (5 menit).
Penutup:- Guru mengajak murid menyimpulkan bahwa melalui percakapan lisan yang didengar dengan saksama, kita dapat mengetahui berbagai jenis hobi seseorang (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian menyimak murid hari ini serta menutup kegiatan pembelajaran dengan salam dan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menyimak teks aural dengan kalimat lebih pendek yang dibacakan berulang, sedangkan murid yang siap menyimak teks percakapan yang memuat 3-4 tuturan berturutan.
- Proses: Murid yang belum lancar mengingat informasi teks aural didampingi guru dengan petunjuk kata kunci (clue), sedangkan murid mahir menyebutkan jenis hobi langsung secara mandiri.
- Produk: Murid dapat menyebutkan informasi jenis hobi secara lisan langsung atau memilih gambar/kartu hobi yang sesuai dengan teks aural yang didengar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru memperdengarkan teks lisan 2 kalimat pendek: 'Budi suka sekali menggambar pemandangan. Setiap sore, Budi selalu memegang pensil warna.' Lalu guru meminta murid menyebutkan hobi Budi. Acuan jawaban benar: menggambar.
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid saat menyebutkan jenis hobi dalam permainan aural 'Tepuk Detektif Hobi' berdasarkan 4 tuturan lisan: (1) bermain bulu tangkis, (2) melukis, (3) berenang, dan (4) menari.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu di akhir sesi melalui lembar tugas menyimak teks percakapan Rafa dan Doni: Murid menyebutkan 2 jenis hobi yang terdapat dalam percakapan yang diperdengarkan. Acuan jawaban lengkap: (1) Bersepeda (hobi Doni), (2) Memasak kue (hobi Rafa).
Formatif:- Tes lisan/unjuk kerja menyimak: Murid menyebutkan 2 jenis hobi dari teks percakapan Rafa dan Doni yang dibacakan guru (acuan: Doni hobinya bersepeda; Rafa hobinya memasak kue)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menyebutkan informasi jenis-jenis hobi dari teks percakapan aural | Belum mampu menyebutkan jenis hobi dari percakapan aural yang dibacakan, meskipun telah diberi bimbingan penuh. | Mampu menyebutkan 1 dari 2 jenis hobi dengan tepat dari percakapan Rafa dan Doni yang dibacakan guru (acuan: bersepeda atau memasak kue). | Mampu menyebutkan 2 dari 2 jenis hobi dengan tepat dari percakapan Rafa dan Doni yang dibacakan guru (acuan: bersepeda dan memasak kue) secara mandiri. | Mampu menyebutkan 2 dari 2 jenis hobi dari teks utama (acuan: bersepeda dan memasak kue) serta seluruh 4 jenis hobi pada teks latihan pengayaan secara tepat dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks aural percakapan yang dibacakan terdengar jelas oleh seluruh murid di kelas?
- Bagaimana respons murid terhadap variasi kegiatan menyimak melalui permainan 'Tepuk Detektif Hobi'?
Murid:- Bagian mana dari kegiatan mendengarkan percakapan tadi yang paling kamu sukai?
- Apakah kamu dapat dengan mudah menemukan jenis hobi teman dari percakapan yang dibacakan?
Pertemuan 2 — Menyebutkan Informasi Alasan Menyukai Hobi dari Percakapan Aural — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.8.1 Menyebutkan informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural berupa percakapan yang berkaitan dengan diri tentang hobi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan mengajak murid berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimak percakapan lisan untuk menyebutkan alasan tokoh menyukai hobi mereka (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan membacakan cuplikan percakapan 1 kalimat: 'Bayu: Aku suka bermain sepeda karena membuat kakiku kuat dan hatiku gembira.' lalu bertanya: 'Mengapa Bayu suka bersepeda?' (acuan jawaban benar: karena membuat kaki kuat / hati gembira) untuk memetakan kesiapan murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperdengarkan teks aural percakapan nonsastra 1 berjudul 'Mengapa Kamu Suka Melukis?' antara Wayan dan Made: Wayan: 'Made, mengapa kamu suka sekali melukis pemandangan?' Made: 'Aku suka melukis karena aku bisa mencampur berbagai warna yang indah dan membuat pikiranku tenang.' (7 menit).
- Guru memandu murid mengidentifikasi kata kunci alasan (kata 'karena') dan membimbing murid bersama-sama menyebutkan alasan Made menyukai hobinya berdasarkan percakapan yang didengar (acuan: bisa mencampur warna indah / membuat pikiran tenang) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membacakan teks aural percakapan nonsastra 2 berjudul 'Hobi Baru Siti dan Edo': Edo: 'Siti, mengapa kamu rajin berlatih menari saman?' Siti: 'Aku menyukai tari saman karena gerakannya kompak dan seru dilakukan bersama teman.' Siti: 'Kalau kamu, Edo, mengapa memilih hobi berenang?' Edo: 'Aku senang berenang karena badanku terasa segar dan aku ingin tubuhku bertambah tinggi.' (10 menit).
- Permainan Menyimak 'Tebak Alasan': Secara berpasangan, murid menyimak 4 pernyataan kutipan alasan yang dibacakan guru, lalu memilih kartu nama tokoh yang sesuai (Siti atau Edo) serta menyebutkan alasan lengkapnya secara lisan: (1) 'Gerakannya kompak dan seru' -> Siti; (2) 'Badan terasa segar' -> Edo; (3) 'Ingin tubuh bertambah tinggi' -> Edo; (4) 'Bisa dilakukan bersama teman' -> Siti (acuan: butir 1 Siti, 2 Edo, 3 Edo, 4 Siti) (15 menit).
- Setiap murid secara mandiri mengerjakan lembar cek menyimak berisi 3 butir pertanyaan lisan dari percakapan Edo dan Siti untuk menyebutkan alasan tokoh (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa ketepatan informasi alasan yang berhasil disebutkan dari teks aural yang didengarkan (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan cara menemukan alasan hobi dalam percakapan lisan dengan menyimak kata penjelas seperti 'karena' (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas keberhasilan murid menyimak dan menyebutkan informasi alasan dengan tepat, serta menutup pelajaran dengan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, teks percakapan dibacakan dengan tempo lebih lambat dan penekanan intonasi intensional pada kata 'karena'. Untuk murid yang cepat, diberikan teks percakapan dengan 3 alasan sekaligus.
- Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan dibantu dengan panduan pertanyaan bertahap ('Apa kata setelah kata karena?'), sedangkan murid mahir langsung menyebutkan alasan secara mandiri.
- Produk: Murid yang belum lancar menulis dapat menyebutkan informasi alasan secara lisan langsung kepada guru, sedangkan murid yang sudah lancar dapat menuliskan kata kuncinya pada lembar cek.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik berdasarkan kutipan aural: 'Bayu: Aku suka bermain sepeda karena membuat kakiku kuat dan hatiku gembira.' Pertanyaan: Apa alasan Bayu menyukai hobi bersepeda? (acuan jawaban: membuat kaki kuat / hati gembira; minimal murid menyebutkan salah satu alasan secara tepat).
Proses:- Pengamatan keaktifan dan ketepatan murid menyebutkan pasangan tokoh dan alasan dalam permainan menyimak 'Tebak Alasan' (4 butir: 1 Siti - kompak/seru, 2 Edo - badan segar, 3 Edo - tambah tinggi, 4 Siti - bersama teman).
Akhir Pertemuan:- Lembar Cek Menyimak Mandiri (3 butir soal berdasarkan percakapan Siti dan Edo): (1) Mengapa Siti menyukai tari saman? (acuan: gerakannya kompak / seru bersama teman); (2) Mengapa Edo senang berenang berdasarkan alasan kesegaran badan? (acuan: badannya terasa segar); (3) Apa tujuan fisik Edo menekuni hobi renang? (acuan: ingin tubuhnya bertambah tinggi). Kriteria: tepat bila menyebutkan informasi sesuai isi percakapan.
Formatif:- Tes lisan dan unjuk kerja menyimak percakapan aural pada lembar cek menyimak 3 butir pertanyaan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menyebutkan informasi alasan menyukai hobi dari percakapan aural | Belum mampu menyebutkan informasi alasan menyukai hobi dari teks percakapan yang diperdengarkan meski telah dibimbing. | Mampu menyebutkan 1 informasi alasan menyukai hobi dari 3 butir pertanyaan teks percakapan yang diperdengarkan secara tepat dengan bimbingan. | Mampu menyebutkan 2 dari 3 informasi alasan menyukai hobi dari teks percakapan yang diperdengarkan secara tepat dan mandiri. | Mampu menyebutkan seluruh (3 dari 3) informasi alasan menyukai hobi dari teks percakapan yang diperdengarkan secara tepat, lengkap, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah artikulasi pembacaan percakapan aural cukup jelas didengar oleh seluruh murid di ruang kelas?
- Bagian percakapan mana yang masih membuat murid kesulitan menangkap alasan hobi tokoh?
Murid:- Apakah kamu bisa mendengar dengan jelas alasan Siti dan Edo menyukai hobinya tadi?
- Kata apa yang paling membantumu mengetahui alasan hobi seseorang saat mendengarkan percakapan?
Pertemuan 3 — Menyebutkan Informasi Hobi Meraih Prestasi dari Percakapan Aural — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.8.1 Menyebutkan informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural berupa percakapan yang berkaitan dengan diri tentang hobi
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan membacakan percakapan mini: 'Dito: Wah, medali apa itu, Made? Made: Ini medali juara satu lomba catur tingkat kecamatan.' lalu menanyakan: 'Apa hobi Made dan prestasi apa yang diraihnya?' (acuan: hobi Made adalah catur; prestasi yang diraih adalah juara satu lomba catur tingkat kecamatan) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimak percakapan lisan dan menyebutkan informasi mengenai hobi serta prestasi yang diraih tokoh dalam percakapan (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak teks aural percakapan nonsastra yang dibacakan guru sebanyak dua kali secara perlahan: 'Lani: Hai, Made! Mengapa kamu membawa piala besar ke sekolah? Made: Halo, Lani! Piala ini aku dapatkan kemarin. Aku menang juara satu lomba melukis antarsekolah. Lani: Hebat sekali, Made! Apa rahasiamu bisa juara? Made: Hobiku melukis sejak kecil. Aku rajin berlatih setiap sore di sanggar seni.' (8 menit).
- Guru memberikan pemodelan cara menemukan dan menyebutkan 3 informasi inti dari percakapan aural tersebut: (1) hobi tokoh, (2) prestasi/kejuaraan yang diraih, dan (3) usaha yang dilakukan hingga berprestasi (acuan informasi: Made hobi melukis; meraih juara satu lomba melukis antarsekolah; usahanya rajin berlatih setiap sore di sanggar seni) (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan bahasa 'Detektif Prestasi' yang menggembirakan: guru membacakan naskah percakapan kedua antara Edo dan Siti: 'Edo: Wah, Siti, sepatumu bagus sekali! Mau latihan lari lagi ya? Siti: Iya, Edo. Kemarin aku berhasil meraih juara dua lomba lari cepat 60 meter. Edo: Keren! Berapa kali seminggu kamu berlatih lari? Siti: Karena aku sangat hobi lari, aku giat berlatih lari seminggu tiga kali bersama pelatih.' (10 menit).
- Murid secara individu menyebutkan secara lisan 3 informasi dari percakapan Siti dan Edo: (1) Apa hobi Siti? (2) Prestasi apa yang diraih Siti? (3) Apa usaha Siti untuk meraih prestasi? (acuan jawaban: (1) lari/berlari; (2) juara dua lomba lari cepat 60 meter; (3) giat berlatih lari seminggu tiga kali bersama pelatih) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan informasi yang disebutkan dengan isi naskah percakapan yang diperdengarkan untuk menyadari ketepatan hasil simakannya (5 menit).
- Murid memeriksa apakah seluruh 3 rincian informasi prestasi dari teks aural telah berhasil disebutkan dengan tepat tanpa tertukar (5 menit).
Penutup:- Guru membimbing murid merangkum cara menyebutkan informasi hobi meraih prestasi dari percakapan yang didengarkan (fokus pada nama hobi, capaian juara, dan latihan) (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung, mengapresiasi keaktifan menyimak murid, serta menutup sesi pembelajaran dengan doa penutup dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, naskah percakapan dibacakan dengan tempo lebih lambat dan penekanan intonasi pada kata kunci prestasi; untuk murid cepat, percakapan dibacakan dengan kecepatan wajar percakapan sehari-hari.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dibantu dengan pertanyaan pemandu bertahap per butir informasi; murid yang sudah mahir langsung menyebutkan ketiga informasi secara mandiri sekaligus.
- Produk: Semua murid menyebutkan informasi lisan yang sama, dengan toleransi bahasa sehari-hari bagi murid bertahap selama maknanya tepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru memperdengarkan teks aural percakapan mini: 'Dito: Wah, medali apa itu, Made? Made: Ini medali juara satu lomba catur tingkat kecamatan.' lalu meminta murid menyebutkan hobi Made dan prestasi yang diraihnya (acuan jawaban: Made hobi bermain catur; meraih juara satu lomba catur tingkat kecamatan).
Proses:- Guru memeriksa ketepatan murid dalam menyebutkan secara lisan 3 informasi dari teks percakapan Siti dan Edo: (1) Apa hobi Siti? (acuan: lari/berlari), (2) Prestasi apa yang diraih Siti? (acuan: juara dua lomba lari cepat 60 meter), (3) Apa usaha Siti untuk meraih prestasi? (acuan: giat berlatih seminggu tiga kali bersama pelatih).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru membacakan satu kalimat tuturan: 'Bima meraih juara tiga lomba robotik karena hobi merakit mainan sejak TK.' Murid diminta menyebutkan hobi Bima dan prestasinya (acuan jawaban: hobi merakit robot/mainan; prestasi juara tiga lomba robotik).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran untuk mengecek pemahaman informasi teks percakapan aural.
- Unjuk kerja lisan menyebutkan 3 informasi hobi meraih prestasi (nama hobi, prestasi juara, dan usaha latihan) dari teks aural percakapan Siti dan Edo.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan informasi hobi meraih prestasi dari teks percakapan aural | Belum mampu menyebutkan informasi atau hanya menyebutkan 1 dari 3 informasi (hobi, prestasi, usaha) dari teks percakapan Siti dan Edo secara tepat dengan bantuan penuh pendidik. | Menyebutkan 2 dari 3 informasi (hobi, prestasi, atau usaha) dari teks percakapan Siti dan Edo secara tepat (acuan: hobi lari, juara dua lari cepat 60 meter, giat berlatih seminggu tiga kali). | Menyebutkan seluruh 3 informasi (hobi, prestasi, dan usaha) dari teks percakapan Siti dan Edo secara tepat sesuai isi percakapan yang diperdengarkan (acuan: hobi lari; juara dua lomba lari cepat 60 meter; giat berlatih lari seminggu tiga kali bersama pelatih). | Menyebutkan seluruh 3 informasi (hobi, prestasi, dan usaha) dari teks percakapan Siti dan Edo secara tepat, lengkap rinciannya, serta mandiri tanpa jeda keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah artikulasi dan tempo pembacaan teks percakapan aural sudah cukup jelas didengar oleh seluruh murid di kelas?
- Bagian informasi mana (hobi, nama kejuaraan, atau usaha tokoh) yang paling sering terlewat oleh murid saat menyimak?
Murid:- Bagian mana dari percakapan tadi yang paling mudah kamu ingat?
- Apakah kamu bisa mendengar dengan jelas prestasi yang diraih oleh tokoh dalam cerita tadi?
Pertemuan 4 — Membaca Terbimbing Kata-Kata Sederhana Teks Aku Bisa Jadi Juara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.8.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang diri mengenai hobi meraih prestasi
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, serta memfasilitasi doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membaca terbimbing kata-kata sederhana dari teks 'Aku Bisa Jadi Juara' dengan fasih (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 3 kartu kata di papan tulis: (1) 'buku', (2) 'suka', (3) 'lomba' lalu meminta 3 murid bergantian membacanya langsung tanpa mengeja; acuan ketepatan: kata (1) dibaca 'buku', kata (2) dibaca 'suka', kata (3) dibaca 'lomba' dengan lancar tanpa terbata-bata (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan salinan teks bacaan 'Aku Bisa Jadi Juara' kepada setiap murid dan menampilkan 5 kata sederhana target di papan tulis: (1) 'cerita', (2) 'gambar', (3) 'kursus', (4) 'juara', (5) 'latih' (5 menit).
- Guru memodelkan cara membaca kelima kata target tersebut secara fasih dan jelas suku katanya tanpa mengeja lambat, lalu membimbing murid menirukannya bersama-sama sebanyak dua kali pengulangan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru memandu permainan membaca gembira 'Ketuk Kata Juara': murid dibagi berpasangan, guru menunjukkan kartu kata target secara bergantian dari 5 kata target [(1) 'cerita', (2) 'gambar', (3) 'kursus', (4) 'juara', (5) 'latih'], dan murid secara serempak dengan pasangannya berlomba membaca kata yang ditunjuk secara fasih dan cepat (10 menit).
- Guru berkeliling melakukan bimbingan terbimbing kepada tiap murid untuk membaca kelima kata target sederhana langsung di dalam kalimat teks 'Aku Bisa Jadi Juara' tempat kata tersebut berada (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama bimbingan guru merefleksikan proses membaca terbimbing yang baru dilakukan, mengenali kata yang paling mudah dibaca serta kata yang masih memerlukan latihan pengucapan berulang (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan pentingnya mengenali bentuk kata secara utuh agar dapat membaca kata-kata sederhana dengan fasih (5 menit).
- Guru memberikan penguatan dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu kata berukuran besar dengan pemisahan warna per suku kata untuk murid yang masih mengeja lambat.
- Proses: Memberikan pendampingan terbimbing lebih intensif bagi murid yang memerlukan penguraian suku kata, sementara murid yang sudah lancar diminta membaca kelima kata dalam kalimat teks secara mandiri tanpa jeda.
- Produk: Semua murid unjuk kemampuan membaca 5 kata target sederhana; tingkat kemandirian membaca disesuaikan dari terbimbing hingga mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Membaca cepat 3 kartu kata diagnostik: (1) 'buku', (2) 'suka', (3) 'lomba'. Acuan ketepatan: murid membaca kata (1) sebagai 'buku', kata (2) sebagai 'suka', dan kata (3) sebagai 'lomba' secara langsung dan tepat tanpa mengeja huruf satu per satu.
Proses:- Pengamatan unjuk kerja membaca terbimbing pada 5 kata target dari teks 'Aku Bisa Jadi Juara': (1) 'cerita', (2) 'gambar', (3) 'kursus', (4) 'juara', (5) 'latih'. Acuan ketepatan membaca fasih: (1) dibaca 'ce-ri-ta' tanpa jeda ragu, (2) dibaca 'gam-bar' tanpa mengeja huruf, (3) dibaca 'kur-sus' secara tepat, (4) dibaca 'jua-ra' secara tepat, (5) dibaca 'la-tih' secara tepat.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu membaca mandiri 5 kata target di akhir kegiatan: (1) 'cerita', (2) 'gambar', (3) 'kursus', (4) 'juara', (5) 'latih'. Acuan ketepatan: murid mampu membaca minimal 4 dari 5 kata target dengan fasih tanpa mengulang atau mengeja lambat.
Formatif:- Observasi unjuk kerja membaca 5 kata sederhana secara langsung saat sesi terbimbing dan permainan membaca
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan Membaca Kata-Kata Sederhana | Membaca 1–2 dari 5 kata target [(1) 'cerita', (2) 'gambar', (3) 'kursus', (4) 'juara', (5) 'latih'] dengan bimbingan penuh dan masih mengeja huruf demi huruf. | Membaca 3 dari 5 kata target [(1) 'cerita', (2) 'gambar', (3) 'kursus', (4) 'juara', (5) 'latih'] secara terbimbing dengan jeda mengeja suku kata. | Membaca 4 dari 5 kata target [(1) 'cerita', (2) 'gambar', (3) 'kursus', (4) 'juara', (5) 'latih'] dengan fasih, lancar, dan tanpa mengeja. | Membaca seluruh (5) kata target [(1) 'cerita', (2) 'gambar', (3) 'kursus', (4) 'juara', (5) 'latih'] dengan fasih secara mandiri tanpa jeda ragu dan tanpa mengulang. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah strategi pemodelan dan bimbingan membaca terbimbing efektif membantu murid mengenali kata-kata sederhana?
- Berapa orang murid yang masih membutuhkan penguraian suku kata saat membaca kata target?
Murid:- Kata mana dari cerita Lani yang paling mudah kamu baca?
- Apa yang kamu lakukan jika menemui kata yang belum lancar kamu baca?
Pertemuan 5 — Membaca Fasih Kata-Kata Sederhana Bertema Hobi Meraih Prestasi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.8.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang diri mengenai hobi meraih prestasi
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam pembuka, menyapa murid, dan mengajak murid memeriksa kesiapan diri sebelum memulai kegiatan (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan belajar hari ini, yaitu melatih kemampuan membaca kata-kata sederhana bertema hobi meraih prestasi secara fasih dan lancar (2 menit).
- Guru melakukan diagnostik awal dengan menunjukkan kartu 3 kata sederhana dari teks: 'suka', 'rapi', 'buku', lalu meminta murid secara bergiliran membaca kata-kata tersebut untuk memetakan kelancaran membaca (acuan: terbaca langsung secara utuh dan tepat tanpa mengeja huruf satu per satu) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak pemodelan dari guru yang membaca 5 kartu kata target bertema hobi meraih prestasi secara fasih tanpa mengeja: (1) hobi, (2) juara, (3) lomba, (4) gambar, (5) latih (5 menit).
- Murid bersama-sama menirukan pelafalan 5 kata target tersebut secara serempak dan berulang hingga lancar dan tepat (acuan target: 1. hobi, 2. juara, 3. lomba, 4. gambar, 5. latih) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid melakukan permainan berpasangan 'Tebak Kartu Kilat': secara bergantian murid mengambil dan membaca cepat kartu kata dari set 5 kata target (hobi, juara, lomba, gambar, latih) kepada teman pasangannya tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu (15 menit).
- Setiap murid membaca mandiri kartu 5 kata target di hadapan guru atau pasangannya untuk memastikan kefasihan pelafalan setiap kata (acuan ketepatan: terbaca fasih tanpa mengeja, tanpa pengulangan, dan tanpa jeda ragu pada kata hobi, juara, lomba, gambar, latih) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kemajuan diri dengan menandai daftar cek baca mandiri berisi 5 kata target (hobi, juara, lomba, gambar, latih) untuk mengenali kata mana yang sudah dibaca sangat fasih dan kata mana yang masih memerlukan latihan (5 menit).
- Murid bersama guru menyimpulkan cara membaca kata sederhana secara fasih, yaitu dengan sering melihat dan membacanya langsung tanpa mengeja huruf demi huruf (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketercapaian membaca fasih 5 kata target kepada seluruh murid (3 menit).
- Guru menginformasikan kegiatan pertemuan berikutnya yaitu membaca mandiri kata-kata dalam teks dan menutup pembelajaran dengan salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih membaca kata target 2 suku kata berpola KV-KV terlebih dahulu (misalnya: hobi, rapi), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kata target 2 suku kata dengan kluster konsonan atau tertutup (misalnya: gambar, latih, juara, lomba).
- Proses: Bagi murid yang belum lancar membaca fasih diberikan panduan membaca berulang terbimbing bersama teman sebaya atau guru, sedangkan murid yang sudah lancar membaca mandiri dengan kartu acak berkecepatan tinggi.
- Produk: Semua murid menunjukkan bukti kefasihan membaca lisan pada 5 kata target, murid yang belum lancar menunjukkan keterbacaan minimal 3 kata secara fasih, sementara murid mahir membaca seluruh 5 kata secara langsung dan cepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes membaca lisan diagnostik singkat menggunakan 3 kartu kata sederhana: 'suka', 'rapi', 'buku'. Kriteria penilaian diagnostik: murid membaca kata secara langsung tanpa mengeja (acuan kata: suka, rapi, buku dibaca utuh dan benar).
Proses:- Observasi ketercapaian membaca fasih selama aktivitas 'Tebak Kartu Kilat' dan membaca mandiri pada 5 kata target: (1) hobi, (2) juara, (3) lomba, (4) gambar, (5) latih. Indikator fasih: kata dibaca secara utuh tanpa mengeja huruf per huruf, tanpa pengulangan, dan tanpa jeda ragu.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman membaca lisan mandiri 5 kata target di meja guru. Murid membaca kartu kata: (1) hobi, (2) juara, (3) lomba, (4) gambar, (5) latih (acuan: minimal 4 dari 5 kata dibaca fasih tanpa mengeja, tanpa pengulangan, dan tanpa jeda ragu).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja membaca fasih 5 kata target menggunakan lembar cek keterbacaan (hobi, juara, lomba, gambar, latih)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan Membaca Kata Sederhana | Membaca kurang dari 2 kata dari 5 kata target (hobi, juara, lomba, gambar, latih) secara fasih dan masih harus mengeja huruf per huruf dengan bimbingan penuh guru. | Membaca 2 sampai 3 kata dari 5 kata target (hobi, juara, lomba, gambar, latih) secara fasih tanpa mengeja, namun masih mengeja atau terdapat jeda ragu pada kata lainnya. | Membaca 4 dari 5 kata target (hobi, juara, lomba, gambar, latih) secara fasih tanpa mengeja, tanpa pengulangan, dan tanpa jeda ragu secara mandiri. | Membaca seluruh 5 kata target (hobi, juara, lomba, gambar, latih) secara fasih tanpa mengeja, tanpa pengulangan, dan tanpa jeda ragu secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah dapat membaca kata-kata sederhana bertema hobi meraih prestasi secara langsung tanpa mengeja huruf satu per satu?
- Metode atau media kartu kata seperti apa yang paling membantu murid yang masih mengeja agar dapat membaca lebih fasih?
Murid:- Dari kelima kata tadi (hobi, juara, lomba, gambar, latih), kata mana yang paling mudah kamu baca dengan cepat?
- Apakah kamu merasa senang saat bermain kartu kata membaca cepat bersama temanmu?
Pertemuan 6 — Membaca Mandiri Kata-Kata Sederhana pada Teks Aku Bisa Jadi Juara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.8.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang diri mengenai hobi meraih prestasi
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca mandiri kata-kata sederhana dari teks 'Aku Bisa Jadi Juara' secara fasih tanpa mengeja (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 kata pada kartu: 'juara' dan 'lomba'. Murid diminta membaca cepat secara lisan (acuan: murid membaca kata 'juara' dan 'lomba' dengan lancar, tanpa mengeja suku kata) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memperlihatkan 6 kartu kata bertema hobi meraih prestasi yang diambil dari teks 'Aku Bisa Jadi Juara': (1) buku, (2) gambar, (3) rapi, (4) lomba, (5) juara, (6) latih (acuan: pelafalan kata tepat sesuai bentuk tulisan) (7 menit).
- Guru membimbing murid mengamati bentuk huruf dan suku kata pada masing-masing dari 6 kata tersebut secara cermat untuk memastikan kesiapan membaca mandiri (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan tantangan membaca mandiri 'Lompat Kata Juara': murid secara bergiliran mengambil kartu dan membaca mandiri 6 kata target: (1) buku, (2) gambar, (3) rapi, (4) lomba, (5) juara, (6) latih secara cepat dan fasih (indikator fasih: membaca langsung tanpa mengeja, tanpa jeda ragu lebih dari 3 detik, dan tanpa mengulang) (11 menit).
- Setiap murid menerima lembar baca mandiri berisi 6 kalimat sederhana dari teks 'Aku Bisa Jadi Juara' yang memuat kata target: (1) Mama beli buku, (2) Lani suka gambar, (3) Hasil gambar rapi, (4) Lani ikut lomba, (5) Lani jadi juara, (6) Lani terus latih; lalu murid membaca mandiri kata-kata target tersebut satu per satu di hadapan guru (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kemampuannya sendiri dengan memberi tanda centang pada lembar cek mandiri untuk 6 kata yang berhasil dibaca fasih tanpa mengeja (acuan kata: buku, gambar, rapi, lomba, juara, latih) (8 menit).
- Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas kemandirian murid membaca kata-kata sederhana tersebut secara fasih (4 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan hari ini bahwa membaca mandiri secara berulang membuat kita makin fasih membaca kata-kata bertema hobi (3 menit).
- Guru melakukan cek pemahaman akhir dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih membaca kata dengan bantuan pemenggalan suku kata berwarna (misal: gam-bar, lom-ba), sedangkan murid yang sudah mahir membaca kata target dalam bentuk kalimat utuh.
- Proses: Murid yang belum lancar mendapatkan pendampingan membaca berulang secara individual, sedangkan murid cepat membaca mandiri secara langsung.
- Produk: Tingkat kemandirian dan jumlah kata sederhana yang dibaca secara fasih tanpa mengeja (minimal 4 kata untuk pemula, hingga 6 kata penuh untuk murid mahir).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes lisan diagnostik membaca cepat 2 kata sederhana pada kartu kata: (1) 'juara', (2) 'lomba'. Acuan: Murid membaca tepat kedua kata secara langsung tanpa mengeja suku kata.
Proses:- Pengamatan unjuk kerja membaca mandiri 6 kata sederhana: (1) buku, (2) gambar, (3) rapi, (4) lomba, (5) juara, (6) latih. Kriteria fasih: membaca tepat tanpa mengeja e-ja-an huruf/suku kata, tanpa mengulang, dan tanpa jeda ragu.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman membaca mandiri 3 kata acak yang ditunjuk guru dari daftar: 'gambar', 'juara', 'latih'. Acuan: Murid melafalkan ketiga kata tersebut dengan tepat dan fasih tanpa mengeja.
Formatif:- Unjuk kerja membaca mandiri 6 kata sederhana pada teks Aku Bisa Jadi Juara menggunakan lembar observasi kefasihan membaca.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan Membaca Mandiri Kata-Kata Sederhana | Membaca mandiri kurang dari 3 dari 6 kata target ((1) buku, (2) gambar, (3) rapi, (4) lomba, (5) juara, (6) latih) secara fasih, masih mengeja huruf demi huruf dan memerlukan bimbingan penuh. | Membaca mandiri 3 sampai 4 dari 6 kata target ((1) buku, (2) gambar, (3) rapi, (4) lomba, (5) juara, (6) latih) secara fasih tanpa mengeja, namun sesekali masih ada pengulangan kata. | Membaca mandiri 5 dari 6 kata target ((1) buku, (2) gambar, (3) rapi, (4) lomba, (5) juara, (6) latih) secara fasih tanpa mengeja, tanpa mengulang, dan tanpa jeda ragu. | Membaca mandiri seluruh 6 kata target ((1) buku, (2) gambar, (3) rapi, (4) lomba, (5) juara, (6) latih) secara fasih tanpa mengeja, tanpa mengulang, dan tanpa jeda ragu secara konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Berapa banyak murid yang sudah mampu membaca mandiri kata-kata sederhana tanpa mengeja?
- Kata mana dari teks 'Aku Bisa Jadi Juara' yang paling sering membuat murid ragu saat membaca mandiri?
Murid:- Kata apa yang paling mudah kamu baca sendiri tanpa bantuan guru?
- Apakah kamu merasa membaca mandiri hari ini menyenangkan?
Pertemuan 7 — Menemukan Tokoh dan Hobi pada Bacaan Fiksi Aku Bisa Jadi Juara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.8.3 Menemukan isi bacaan tentang diri mengenai hobi yang menjadi prestasi
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan kartu bergambar anak sedang memegang kuas cat dan menanyakan dua pertanyaan: '1) Siapa nama anak pada gambar jika kamu membaca judul cerita kita? 2) Apa kegiatan yang sedang ia lakukan?' (acuan jawaban: 1) Lani; 2) Menggambar/melukis) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menemukan siapa saja tokoh dan apa hobi tokoh di dalam teks fiksi 'Aku Bisa Jadi Juara' (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak teks bacaan fiksi 'Aku Bisa Jadi Juara' yang ditampilkan guru pada layar/papan tulis, sembari membuka Buku Siswa halaman 158-160 (5 menit).
- Guru memandu murid membaca bersama paragraf demi paragraf dengan fokus menandai kata yang menunjukkan nama orang (tokoh) dan nama kegiatan yang disukai (hobi) (10 menit).
- Guru memberikan pertanyaan bimbingan untuk mengonfirmasi pemahaman konsep isi teks: 'Siapa yang dibelikan buku cerita oleh Mama?' dan 'Apa kegiatan yang lama-kelamaan disukai Lani?' (acuan: Lani; menggambar) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid mengikuti permainan detektif kata 'Cari Jejak Tokoh dan Hobi' secara mandiri, di mana murid menerima Lembar Kerja Detektif berisi kutipan teks dan tabel isian (5 menit).
- Murid membaca teks secara cermat lalu menuliskan 3 tokoh yang muncul dalam bacaan (acuan: Lani, Mama, Kak Emma) serta 1 hobi utama tokoh Lani (acuan: menggambar) pada kolom lembar kerja yang tersedia (10 menit).
- Guru berkeliling mengamati pekerjaan murid, memberikan scaffolding bagi murid yang membutuhkan bimbingan menemukan kata kunci di dalam teks (5 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil temuan tokoh dan hobi berdasarkan bukti kalimat langsung pada teks cerita (5 menit).
- Murid menyimpulkan sendiri bagaimana cara menemukan tokoh dan hobi dalam sebuah bacaan (mencari nama orang dan kegiatan kegemarannya di teks) (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman 2 butir soal lisan/tulis cepat: 1) Siapa nama tokoh anak yang suka menggambar dalam cerita tadi? (acuan: Lani), 2) Siapa nama ilustrator dunia yang menjadi idola Lani? (acuan: Kak Emma) (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan hari ini dan menutup sesi dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks dengan penandaan warna/garis bawah pada nama tokoh bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Murid yang masih berkembang dibimbing langsung dengan pertanyaan penuntun letak paragraf tokoh, sedangkan murid yang sudah mahir menemukan tokoh pendukung lainnya secara mandiri.
- Produk: Murid dapat menuliskan nama tokoh dan hobi secara langsung atau menempelkan kartu kata yang sesuai pada tabel kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di pendahuluan dengan stimulus kartu ilustrasi Lani memegang kuas: 1) Siapa nama anak pada gambar jika merujuk cerita kita? 2) Apa kegiatan yang sedang ia lakukan? (acuan jawaban: 1) Lani; 2) Menggambar/melukis)
Proses:- Observasi formatif saat murid mengerjakan Lembar Kerja Detektif Teks untuk menemukan 3 tokoh teks (acuan: Lani, Mama, Kak Emma) dan 1 hobi tokoh Lani (acuan: menggambar)
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat 2 butir: 1) Siapa nama tokoh anak yang suka menggambar dalam cerita? (acuan: Lani); 2) Siapa nama ilustrator dunia yang menjadi idola Lani? (acuan: Kak Emma)
Formatif:- Penilaian kinerja penelusuran tokoh dan hobi pada Lembar Kerja Detektif Teks 'Aku Bisa Jadi Juara'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menemukan Tokoh dalam Teks Bacaan | Belum mampu menemukan tokoh dalam teks bacaan meskipun dengan bimbingan penuh guru (0 tokoh tepat dari 3 acuan: Lani, Mama, Kak Emma). | Mampu menemukan 1 dari 3 tokoh dalam teks bacaan (Lani, Mama, atau Kak Emma) dengan bimbingan guru. | Mampu menemukan 2 dari 3 tokoh dalam teks bacaan (Lani, Mama, Kak Emma) secara mandiri dan tepat. | Mampu menemukan seluruh 3 tokoh dalam teks bacaan (Lani, Mama, dan Kak Emma) secara mandiri dan tepat. | | Menemukan Hobi Tokoh dalam Teks Bacaan | Belum mampu menemukan hobi tokoh Lani dalam teks bacaan walaupun dibimbing (acuan: menggambar). | Menemukan hobi tokoh Lani tetapi kurang tepat (misalnya: membaca buku cerita) dan perlu pembetulan dari guru. | Mampu menemukan hobi tokoh Lani secara tepat (acuan: menggambar) dengan sedikit arahan guru. | Mampu menemukan hobi tokoh Lani secara tepat (acuan: menggambar) secara mandiri berdasarkan bukti kalimat dalam teks. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan antara nama tokoh dan kegiatan hobi di dalam bacaan?
- Bagian mana dari langkah membaca terbimbing yang paling efektif membantu murid menemukan informasi isi teks?
Murid:- Bagian teks mana yang paling mudah membantumu menemukan nama tokoh Lani?
- Apakah kamu dapat menemukan hobi yang disukai Lani dengan mudah?
Pertemuan 8 — Menemukan Upaya Tokoh Meraih Prestasi pada Bacaan Fiksi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.8.3 Menemukan isi bacaan tentang diri mengenai hobi yang menjadi prestasi
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 pertanyaan lisan tentang teks Aku Bisa Jadi Juara: (1) Apa hobi Lani? (acuan: menggambar); (2) Siapa yang mendaftarkan Lani kursus menggambar? (acuan: Mama) untuk memeriksa kesiapan murid memahami isi bacaan fiksi (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menemukan isi bacaan mengenai upaya atau usaha keras tokoh Lani dalam meraih prestasi dari teks fiksi Aku Bisa Jadi Juara (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak guru membacakan kembali paragraf 2 dan 3 teks fiksi Aku Bisa Jadi Juara yang berfokus pada perjuangan tokoh: 'Mama mendaftarkan Lani kursus menggambar. Lani belajar berbagai macam gaya gambar. Hasil gambar Lani makin bagus dan rapi. Lani pun mulai mengikuti banyak lomba menggambar. Awalnya Lani tidak pernah menang. Lani sedih, tetapi tidak putus asa. Lani terus berlatih sambil tetap mengikuti lomba.' (7 menit).
- Murid bersama guru mencermati isi teks dan menandai kalimat-kalimat yang menunjukkan tindakan atau perbuatan Lani untuk meraih prestasi melalui pemodelan tanya-jawab terpimpin (acuan: belajar berbagai gaya gambar, mengikuti kursus/banyak lomba, tidak putus asa saat kalah, terus berlatih) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan detektif teks 'Jejak Usaha Sang Juara': murid menerima Lembar Detektif berisi 4 kartu pernyataan upaya tokoh dan bertugas menandai (memberi centang) tindakan yang benar-benar merupakan upaya Lani berdasarkan isi teks Aku Bisa Jadi Juara: (1) 'Lani belajar berbagai macam gaya gambar' [centang Benar]; (2) 'Lani langsung menyerah dan berhenti menggambar saat kalah lomba' [centang Salah/bukan upaya]; (3) 'Lani terus berlatih menggambar sambil tetap ikut lomba' [centang Benar]; (4) 'Lani mengikuti kursus menggambar' [centang Benar] (15 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Temukan Upaya Tokoh untuk menemukan dan menuliskan/memilih 3 bentuk upaya tokoh Lani dalam bacaan fiksi berdasarkan 3 petunjuk kalimat rumpang: (a) Untuk memperbaiki gambarnya, Lani ikut ... (acuan: kursus/kursus menggambar); (b) Saat belum pernah menang, Lani sedih tetapi tidak ... (acuan: putus asa); (c) Agar gambarnya makin bagus, Lani terus ... (acuan: berlatih/latihan) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil pekerjaannya bersama guru dengan mencocokkan setiap jawaban langsung ke kalimat dalam teks fiksi (5 menit).
- Murid mengungkapkan bagian tindakan tokoh Lani yang paling berkesan baginya saat berusaha meraih prestasi (2 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan isi pembelajaran mengenai berbagai upaya tokoh fiksi (kursus, tidak putus asa, terus berlatih) dalam meraih prestasi dari hobi (3 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar murid hari ini dan menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan menemukan informasi utama mengenai prestasi yang diraih oleh tokoh (4 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks dengan penandaan warna/garis bawah pada kalimat kunci upaya tokoh bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan menemukan kata kunci paragraf per paragraf secara terbimbing, sedangkan murid yang sudah mahir langsung menemukan bukti upaya tokoh secara mandiri.
- Produk: Murid dapat menunjukkan upaya tokoh dengan melingkari pilihan kata yang tersedia atau menuliskan kata kunci secara langsung pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan sebelum kegiatan inti: (1) Apa hobi tokoh Lani pada bacaan? (acuan jawaban: menggambar); (2) Siapa yang mendaftarkan Lani kursus? (acuan jawaban: Mama).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam menandai 4 kartu pernyataan upaya tokoh pada permainan detektif teks: (1) 'Lani belajar berbagai macam gaya gambar' [Benar]; (2) 'Lani langsung menyerah dan berhenti menggambar saat kalah lomba' [Salah]; (3) 'Lani terus berlatih menggambar sambil tetap ikut lomba' [Benar]; (4) 'Lani mengikuti kursus menggambar' [Benar].
- Pemeriksaan ketepatan Lembar Temukan Upaya Tokoh: (a) Untuk memperbaiki gambarnya, Lani ikut ... (acuan: kursus/kursus menggambar); (b) Saat belum pernah menang, Lani sedih tetapi tidak ... (acuan: putus asa); (c) Agar gambarnya makin bagus, Lani terus ... (acuan: berlatih/latihan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menyebutkan 1 tindakan pantang menyerah yang dilakukan Lani saat kalah lomba (acuan jawaban: tidak putus asa / terus berlatih / tetap mengikuti lomba).
Formatif:- Penilaian kinerja berupa pemeriksaan ketepatan lembar kerja menemukan upaya tokoh fiksi dalam bacaan Aku Bisa Jadi Juara
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menemukan Upaya Tokoh Meraih Prestasi pada Bacaan Fiksi | Belum mampu menemukan upaya tokoh dalam bacaan fiksi Aku Bisa Jadi Juara (0 butir tepat dari 3 acuan: kursus menggambar, tidak putus asa, terus berlatih). | Mampu menemukan 1 dari 3 upaya tokoh dalam bacaan fiksi secara tepat dengan bantuan penuh pendidik (acuan: kursus menggambar, tidak putus asa, terus berlatih). | Mampu menemukan 2 dari 3 upaya tokoh dalam bacaan fiksi secara tepat dengan sedikit arahan (acuan: kursus menggambar, tidak putus asa, terus berlatih). | Mampu menemukan seluruh (3 dari 3) upaya tokoh dalam bacaan fiksi secara tepat dan mandiri (acuan: kursus menggambar, tidak putus asa, terus berlatih). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan antara tindakan hobi biasa dengan tindakan upaya meraih prestasi dalam teks?
- Bagian langkah manakah yang paling efektif membantu murid menemukan informasi tersurat dalam bacaan?
Murid:- Apa usaha Lani yang paling kamu ingat dari bacaan tadi?
- Apakah kamu mudah menemukan kalimat yang menceritakan usaha Lani pada teks tadi?
Pertemuan 9 — Menemukan Informasi Utama Prestasi Tokoh pada Bacaan Fiksi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.8.3 Menemukan isi bacaan tentang diri mengenai hobi yang menjadi prestasi
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menemukan informasi utama tentang prestasi tokoh pada bacaan fiksi 'Aku Bisa Jadi Juara' (2 menit).
- Asesmen Awal: Guru menampilkan satu kalimat cuplikan di papan tulis: 'Budi rajin berlatih catur hingga mendapat piala juara satu lomba catur tingkat kota.' Guru mengajukan 1 pertanyaan diagnostik: 'Apa prestasi yang diraih Budi dalam kalimat tersebut?' Acuan jawaban benar: 'mendapat piala juara satu lomba catur tingkat kota' atau 'juara satu lomba catur' (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang cara menemukan kalimat atau kata kunci yang memuat informasi prestasi tokoh pada teks fiksi (kata kunci: juara, menang, piala, medali, piagam) secara terfokus (5 menit).
- Murid bersama guru membaca bersama bagian akhir teks fiksi 'Aku Bisa Jadi Juara' yang memuat kalimat: 'Setelah tekun berlatih renang setiap sore, Made akhirnya berhasil meraih medali emas pada perlombaan renang antar-sekolah' (7 menit).
- Murid menjawab panduan guru untuk menunjukkan secara langsung kata yang menyatakan prestasi Made pada teks tersebut (acuan: 'meraih medali emas pada perlombaan renang antar-sekolah') (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan 'Detektif Prestasi': murid menerima lembar bacaan berisi teks fiksi pendek berjudul 'Piala untuk Sinta' yang terdiri dari teks: 'Sinta sangat gemar melukis pemandangan. Ia rajin berlatih mencampur warna setiap hari Minggu. Pada perayaan Hari Anak, Sinta mengikuti lomba melukis. Berkat kegigihannya, Sinta berhasil meraih juara pertama lomba melukis dan membawa pulang sebuah piala perak' (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja menemukan 3 informasi utama prestasi tokoh dari teks tersebut: (1) Nama tokoh yang meraih prestasi, (2) Jenis lomba yang diikuti, (3) Prestasi atau penghargaan yang didapatkan (acuan kunci jawaban: 1. Sinta; 2. lomba melukis / lomba melukis perayaan Hari Anak; 3. juara pertama dan membawa pulang sebuah piala perak / juara pertama lomba melukis) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa kecocokan jawaban dengan mencocokkan kata kunci pada teks bacaan secara teliti dan berkesadaran (5 menit).
- Murid mengecek hasil pekerjaannya sendiri dengan menandai apakah ketiga informasi prestasi tokoh berhasil ditemukan dengan tepat (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan cara menemukan informasi prestasi tokoh dalam bacaan fiksi melalui penelusuran kata kunci penghargaan atau hasil perlombaan (3 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar murid hari ini dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, teks bacaan dilengkapi dengan penebalan huruf (bold) pada kalimat yang memuat informasi prestasi tokoh. Untuk murid yang mahir, teks bacaan disajikan tanpa penanda khusus.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dengan panduan pertanyaan berarah saat mencari kata kunci. Murid yang mahir menemukan informasi prestasi secara mandiri penuh.
- Produk: Semua murid mengisi lembar kerja penemuan 3 butir informasi utama prestasi tokoh sesuai acuan yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat di awal pelajaran dengan 1 butir kalimat pemantik: 'Budi rajin berlatih catur hingga mendapat piala juara satu lomba catur tingkat kota.' Pertanyaan: 'Apa prestasi yang diraih Budi dalam kalimat tersebut?' (Acuan jawaban benar: mendapat piala juara satu lomba catur / juara satu lomba catur).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja mandiri 'Detektif Prestasi' berisi 3 butir penemuan informasi utama prestasi tokoh pada teks 'Piala untuk Sinta': (1) Siapa nama tokoh yang berprestasi? (acuan: Sinta), (2) Apa lomba yang diikutinya? (acuan: lomba melukis), (3) Apa prestasi yang diraihnya? (acuan: juara pertama / membawa pulang piala perak).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid membaca 1 kalimat penutup: 'Dina memenangkan medali perunggu pada kejuaraan bulu tangkis cilik.' Murid menunjukkan informasi prestasi tokoh (acuan: memenangkan medali perunggu pada kejuaraan bulu tangkis cilik).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja menemukan informasi utama prestasi tokoh pada lembar kerja bacaan fiksi
- Catatan anekdot pengamatan kemandirian murid saat menemukan informasi prestasi pada teks
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menemukan informasi utama prestasi tokoh pada teks fiksi | Belum mampu menemukan informasi utama prestasi tokoh dari 3 butir target pada teks fiksi. | Mampu menemukan 1 dari 3 informasi utama prestasi tokoh pada teks fiksi sesuai acuan kunci jawaban. | Mampu menemukan 2 dari 3 informasi utama prestasi tokoh pada teks fiksi sesuai acuan kunci jawaban. | Mampu menemukan seluruhnya (3 dari 3) informasi utama prestasi tokoh pada teks fiksi sesuai acuan kunci jawaban secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks fiksi yang digunakan sudah memudahkan murid kelas 2 dalam mengenali kata kunci prestasi?
- Bagian mana dari langkah bimbingan membaca yang paling efektif membantu murid menemukan informasi prestasi tokoh?
Murid:- Kata apa yang paling membantumu menemukan prestasi tokoh dalam cerita?
- Apakah kamu merasa mudah menemukan hadiah atau piala yang didapat tokoh cerita?
Pertemuan 10 — Merespons dengan Bertanya Menggunakan Kata Tanya Apa dan Siapa tentang Hobi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.8.4 Merespons dengan bertanya tentang sesuatu dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri mengenai kegiatan hobi
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu merespons tuturan teman tentang hobi dengan bertanya menggunakan kata tanya 'apa' dan 'siapa' secara santun (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan: guru membacakan 2 kalimat pernyataan tentang hobi: (1) 'Budi senang sekali melipat kertas warna-warni', (2) 'Siti berlatih bulu tangkis bersama kakaknya di lapangan'. Guru meminta murid memilih kata tanya yang tepat ('apa' atau 'siapa') untuk menanyakan benda/kegiatan pada kalimat (1) dan orang pada kalimat (2) (acuan: kalimat 1 menanyakan kegiatan/benda menggunakan kata tanya 'apa'; kalimat 2 menanyakan orang menggunakan kata tanya 'siapa') (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang fungsi kata tanya dalam percakapan mengenai hobi: kata tanya 'apa' untuk menanyakan benda atau jenis kegiatan hobi, dan kata tanya 'siapa' untuk menanyakan orang atau pelaku (5 menit).
- Murid menyimak pemodelan guru merespons pernyataan mitra tutur secara santun (diawali kata permisi/maaf atau intonasi ramah): pernyataan contoh 'Aku punya hobi baru' direspons dengan 'Apa hobi barumu?' dan pernyataan 'Aku sering bermain catur bersama seseorang di rumah' direspons dengan 'Siapa yang menemanimu bermain catur?' (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid mengikuti permainan berpasangan 'Tebak Tanya Ceria': murid A membacakan salah satu dari 2 kartu pernyataan yang dibagikan guru, yaitu Kartu 1: 'Setiap sore aku memainkan benda bersenar ini' atau Kartu 2: 'Ada orang yang mengajariku berenang gaya dada'. Murid B bertugas merespons dengan pertanyaan santun menggunakan kata tanya yang tepat (acuan respons: Kartu 1 ditanya dengan 'Apa nama alat musik itu?' / 'Apa hobimu?'; Kartu 2 ditanya dengan 'Siapa yang mengajarimu berenang?') (15 menit).
- Secara bergantian peran, murid melakukan latihan percakapan berpasangan di mana satu murid menceritakan hobi dirinya secara singkat (misal: 'Aku suka menggambar kartun' atau 'Aku suka bermain sepak bola bersama teman-teman'), lalu pasangannya merespons dengan mengajukan 2 pertanyaan santun: 1 pertanyaan memakai 'apa' (misal: 'Apa yang biasa kamu gambar?') dan 1 pertanyaan memakai 'siapa' (misal: 'Siapa tokoh yang paling kamu suka?') (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama bimbingan guru merefleksikan bagaimana perasaan mereka saat bertanya dan ditanya teman menggunakan kata tanya 'apa' dan 'siapa' serta pentingnya bertanya secara santun agar teman merasa dihargai (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali fungsi kata tanya 'apa' (menanyakan benda/kegiatan) dan 'siapa' (menanyakan orang/teman berlatih) dalam percakapan tentang hobi (5 menit).
- Guru dan murid menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu stimulus pernyataan hobi dengan bantuan gambar benda/tokoh bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru memberikan pola kalimat tanya terstruktur ('Apa hobi...?' / 'Siapa yang...?'); bagi murid yang mahir, murid merespons percakapan hobi secara spontan dan merangkai variasi pertanyaan santun secara mandiri.
- Produk: Respons pertanyaan santun disampaikan secara lisan dalam percakapan berpasangan sesuai tingkat kesiapan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan pra-pembelajaran: guru membacakan 2 kalimat pernyataan tentang hobi: (1) 'Budi senang sekali melipat kertas warna-warni', (2) 'Siti berlatih bulu tangkis bersama kakaknya di lapangan'. Murid diminta menyebutkan kata tanya yang tepat ('apa' atau 'siapa') untuk menanyakan hal/benda pada kalimat 1 dan pelaku/orang pada kalimat 2 (acuan jawaban: kalimat 1 menggunakan 'apa'; kalimat 2 menggunakan 'siapa').
Proses:- Observasi ketercapaian saat latihan percakapan berpasangan: murid merespons 2 pernyataan kartu stimulus dengan mengajukan pertanyaan santun menggunakan kata tanya 'apa' (acuan: menanyakan benda/jenis kegiatan) dan 'siapa' (acuan: menanyakan pelaku/orang).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: guru memberikan pernyataan 'Rani menjadi juara menyanyi karena dilatih oleh seseorang'. Murid merespons langsung dengan 1 kalimat tanya santun menggunakan kata tanya yang tepat (acuan: menggunakan kata tanya 'siapa', misalnya 'Siapa yang melatih Rani?' dengan bahasa yang sopan).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja percakapan berpasangan: ketepatan penggunaan kata tanya 'apa' dan 'siapa' serta kesantunan dalam merespons pernyataan hobi.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Menggunakan Kata Tanya Apa dan Siapa dalam Merespons Percakapan Hobi | Belum mampu merespons pernyataan tentang hobi dengan kata tanya 'apa' maupun 'siapa' meski telah diberikan contoh panduan. | Mampu merespons dengan mengajukan pertanyaan menggunakan salah satu kata tanya ('apa' atau 'siapa') secara tepat dengan bimbingan guru. | Mampu merespons dengan mengajukan pertanyaan menggunakan kata tanya 'apa' dan 'siapa' secara tepat sesuai fungsi (menanyakan kegiatan/benda dan orang) dalam percakapan tentang hobi secara mandiri. | Mampu merespons secara konsisten dengan mengajukan beragam pertanyaan menggunakan kata tanya 'apa' dan 'siapa' secara tepat sasaran dalam percakapan tentang hobi tanpa ragu. | | Kesantunan Bertanya dalam Percakapan tentang Hobi | Mengajukan pertanyaan tanpa memerhatikan kesantunan tuturan dan memerlukan teguran. | Mengajukan pertanyaan dengan bahasa yang cukup santun setelah diingatkan guru. | Mengajukan pertanyaan dalam percakapan tentang hobi dengan pilihan kata yang baik dan santun secara mandiri. | Mengajukan pertanyaan dalam percakapan tentang hobi dengan pilihan kata yang sangat santun (menyapa atau mengawali dengan ramah) secara konsisten di setiap percakapan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi pemodelan bertanya santun dengan kata tanya 'apa' dan 'siapa' dapat dipahami dengan jelas oleh seluruh murid?
- Bagaimana keterlibatan murid selama kegiatan permainan percakapan berpasangan 'Tebak Tanya Ceria'?
Murid:- Kapan kamu menggunakan kata tanya 'apa' saat mengobrol dengan temanmu?
- Kapan kamu menggunakan kata tanya 'siapa' saat mengobrol tentang hobi temanmu?
Pertemuan 11 — Merespons dengan Bertanya Menggunakan Kata Tanya Mengapa dan Bagaimana tentang Hobi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.8.4 Merespons dengan bertanya tentang sesuatu dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri mengenai kegiatan hobi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini, yaitu belajar merespons percakapan dengan bertanya menggunakan kata tanya 'mengapa' dan 'bagaimana' secara santun mengenai hobi (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan: guru membacakan satu pernyataan cerita 'Budi rajin berlatih melukis setiap sore', lalu menanyakan kepada murid 'Bila ingin tahu alasannya, gunakan mengapa atau bagaimana?' dan 'Bila ingin tahu caranya, gunakan mengapa atau bagaimana?' (acuan: alasan menggunakan kata 'mengapa'; cara menggunakan kata 'bagaimana') (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru melalui pemodelan percakapan singkat tentang fungsi kata tanya 'mengapa' untuk menanyakan alasan/sebab ('Mengapa kamu suka berenang?') dan 'bagaimana' untuk menanyakan cara/proses ('Bagaimana kamu belajar berenang?') (8 menit).
- Murid berlatih bersama secara klasikal melengkapi 2 kalimat tanya rumpang yang disajikan guru: (1) '[...] kamu menyukai hobi membaca?' (acuan: Mengapa); (2) '[...] caramu membuat origami burung?' (acuan: Bagaimana) (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain tantangan berpasangan 'Lempar Tanya Hobi' yang menggembirakan: murid duduk berpasangan, lalu Teman A menyampaikan pernyataan hobinya, misalnya 'Aku suka bermain sepatu roda', dan Teman B merespons dengan mengajukan 1 pertanyaan menggunakan kata 'mengapa' untuk menanyakan alasan (misal: 'Mengapa kamu suka sepatu roda?') serta 1 pertanyaan menggunakan kata 'bagaimana' untuk menanyakan cara (misal: 'Bagaimana kamu menjaga keseimbangan saat meluncur?') secara santun (15 menit).
- Murid bertukar peran secara bergantian: Teman B menyampaikan hobi dirinya, lalu Teman A merespons santun dengan bertanya menggunakan kata 'mengapa' dan 'bagaimana' terkait hobi tersebut sementara guru berkeliling melakukan observasi formatif (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama bimbingan guru merefleksikan pengalaman bertanya dalam percakapan: memeriksa apakah kata tanya 'mengapa' sudah tepat menanyakan alasan dan 'bagaimana' menanyakan cara, serta memeriksa kesantunan bahasa yang digunakan saat bertanya kepada teman (10 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan fungsi kata tanya 'mengapa' (alasan) dan 'bagaimana' (cara) dalam percakapan tentang kegiatan hobi (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas keberanian dan kesantunan dalam bertanya, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bantu bertuliskan kata 'Mengapa' (disertai simbol tanda tanya/alasan) dan 'Bagaimana' (disertai simbol langkah/cara) bagi murid yang membutuhkan panduan visual.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan scaffolding berupa pola kalimat tanya rumpang ('Mengapa kamu ...?' dan 'Bagaimana caramu ...?'); bagi murid yang sudah mahir, murid ditantang merespons hobi teman dengan pertanyaan lanjutan yang lebih mendalam menggunakan kata tanya bagaimana.
- Produk: Respons lisan berupa pengajuan pertanyaan santun 'mengapa' dan 'bagaimana' dalam percakapan berpasangan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan saat pendahuluan: Guru membacakan pernyataan 'Budi rajin berlatih melukis setiap sore', lalu meminta murid memilih kata tanya yang tepat: (1) Kata tanya untuk menanyakan alasan Budi rajin melukis (acuan jawaban benar: Mengapa); (2) Kata tanya untuk menanyakan cara Budi melukis pemandangan (acuan jawaban benar: Bagaimana).
Proses:- Pengamatan formatif saat aktivitas Lempar Tanya Hobi: Menilai kemampuan murid merespons percakapan hobi teman dengan mengajukan 1 pertanyaan menggunakan kata 'mengapa' yang tepat menanyakan alasan (kriteria keterterimaan: menggunakan kata 'mengapa' dan memuat konteks alasan hobi teman) dan 1 pertanyaan menggunakan kata 'bagaimana' yang tepat menanyakan cara/proses (kriteria keterterimaan: menggunakan kata 'bagaimana' dan memuat konteks cara melakukan hobi teman) secara santun.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan 2 situasi hobi dan murid menentukan secara cepat kata tanya yang harus digunakan: (1) Ingin tahu alasan Siti gemar menari (acuan: Mengapa); (2) Ingin tahu langkah-langkah Siti memakai selendang tari (acuan: Bagaimana).
Formatif:- Observasi unjuk kerja percakapan berpasangan menggunakan lembar pengamatan respons bertanya dengan kata tanya 'mengapa' dan 'bagaimana'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Merespons dengan Bertanya Menggunakan Kata Tanya Mengapa dan Bagaimana | Belum mampu merespons percakapan dengan mengajukan pertanyaan menggunakan kata tanya mengapa maupun bagaimana. | Merespons percakapan dengan mengajukan 1 pertanyaan menggunakan kata tanya mengapa (alasan) atau bagaimana (cara) secara tepat dengan bimbingan guru. | Merespons percakapan dengan mengajukan pertanyaan menggunakan kata tanya mengapa (alasan) dan bagaimana (cara) secara tepat dan santun secara mandiri. | Merespons percakapan secara konsisten dengan mengajukan pertanyaan mendalam menggunakan kata tanya mengapa dan bagaimana secara tepat, runtut, dan sangat santun tanpa ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan penggunaan fungsi kata tanya 'mengapa' untuk alasan dan 'bagaimana' untuk cara dalam percakapan?
- Bagaimana keterlibatan dan interaksi aktif antar-murid saat melakukan aktivitas tanya jawab berpasangan?
Murid:- Kapan kamu menggunakan kata tanya 'mengapa' saat berbicara dengan teman?
- Kapan kamu menggunakan kata tanya 'bagaimana' saat bertanya tentang hobi teman?
Pertemuan 12 — Merespons dengan Bertanya Santun dalam Percakapan Berpasangan tentang Kegiatan Hobi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.8.4 Merespons dengan bertanya tentang sesuatu dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri mengenai kegiatan hobi
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, berdoa bersama, mengecek kehadiran, dan menyampaikan fokus pertemuan hari ini, yaitu merespons tuturan teman dengan bertanya santun dalam percakapan berpasangan mengenai kegiatan hobi (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan memperdengarkan pernyataan: 'Aku suka menggambar pemandangan.' Lalu meminta murid merespons dengan satu kalimat tanya yang santun (acuan respon tepat: pertanyaan memuat kata tanya relevan seperti 'Kapan kamu biasanya menggambar?' atau 'Apa alat yang kamu pakai untuk menggambar?' dan diawali/diucapkan dengan santun) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak contoh peragaan percakapan singkat berpasangan dari guru dan seorang model murid: Teman A: 'Setiap sore aku berlatih lompat tali.' Teman B: 'Wah seru, berapa kali kamu melompat setiap latihan?' Guru menjelaskan bahwa respon bertanya yang santun menggunakan pilihan kata yang sopan (seperti permisi, bolehkah, atau langsung bertanya dengan kata tanya yang sesuai) serta berkaitan langsung dengan kegiatan hobi yang dibicarakan (10 menit).
- Murid bersama guru menelaah 2 contoh respon percakapan di papan tulis untuk membedakan respon santun dan kurang santun: Butir 1 (Kurang santun): 'Ngapain main itu?' diubah menjadi respon santun: 'Mengapa kamu menyukai permainan itu?'; Butir 2 (Kurang santun): 'Kasih tahu sepedamu beli di mana!' diubah menjadi respon santun: 'Bolehkah aku tahu di mana kamu membeli sepedamu?' (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan permainan kartu percakapan menggembirakan bernama 'Tanya Hobi Berputar': Setiap pasangan menerima 3 kartu pernyataan tentang hobi teman: Kartu 1: 'Aku sering bermain sepatu roda di taman'; Kartu 2: 'Aku suka membaca buku cerita dongeng'; Kartu 3: 'Aku suka memasak kue bersama ibu'. Secara bergantian, satu murid membacakan kartu pernyataan dan pasangannya merespons dengan mengajukan 1 pertanyaan santun yang sesuai isi kegiatan hobi tersebut (15 menit).
- Murid melakukan praktik percakapan berpasangan tentang kegiatan hobi diri masing-masing, di mana setiap murid secara mandiri merespons cerita hobi teman pasangannya dengan mengajukan minimal 2 pertanyaan santun yang relevan menggunakan kata tanya yang tepat (seperti apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, atau bagaimana) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling mengecek apakah pertanyaan yang diajukan sudah menggunakan kata tanya yang tepat dan disampaikan secara santun tanpa memotong pembicaraan teman (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik dan penguatan lisan mengenai pentingnya merespons dengan bertanya santun saat bercakap-cakap dengan teman tentang kegiatan hobi (3 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan menutup sesi dengan doa serta salam tanpa merangkum bab secara keseluruhan (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu bantuan pemantik kata tanya ('Apa...', 'Kapan...', 'Di mana...'), sedangkan murid mahir menggunakan kartu pernyataan hobi tanpa kata panduan.
- Proses: Murid yang masih ragu didampingi guru dengan pemodelan langsung saat bertanya, sedangkan murid yang sudah lancar berlatih berpasangan secara mandiri.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan mengajukan 1 pertanyaan santun yang relevan, sedangkan murid berkemampuan cepat mengajukan 3 pertanyaan santun yang saling berkaitan mengenai hobi pasangannya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes lisan diagnostik: Guru membacakan pernyataan: 'Aku suka menggambar pemandangan.' Murid diminta merespons lisan dengan mengajukan 1 pertanyaan santun tentang hobi tersebut. Acuan respon diterima: memuat kata tanya yang relevan (misalnya 'Apa yang biasa kamu gambar?', 'Di mana kamu menggambar?', atau 'Kapan kamu berlatih?') dengan ungkapan santun.
Proses:- Observasi berpasangan saat permainan 'Tanya Hobi Berputar': Guru menilai kemampuan murid merespons 3 kartu pernyataan kegiatan hobi dengan mengajukan pertanyaan santun yang relevan. Acuan respon tepat: Kartu 1 ('Aku sering bermain sepatu roda di taman') direspons misal 'Kapan kamu biasanya bermain ke taman?' atau 'Dengan siapa kamu bermain?'; Kartu 2 ('Aku suka membaca buku cerita dongeng') direspons misal 'Apa judul buku yang paling kamu sukai?'; Kartu 3 ('Aku suka memasak kue bersama ibu') direspons misal 'Kue apa yang paling sering kamu buat?'
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Murid secara berpasangan mempraktikkan respon bertanya santun terhadap pernyataan hobi pasangannya dengan kriteria ketercapaian: pertanyaan menggunakan kata tanya yang sesuai, topiknya relevan dengan kegiatan hobi yang diceritakan pasangan, dan menggunakan bahasa yang santun.
Formatif:- Observasi unjuk kerja percakapan berpasangan menggunakan lembar amatan respon bertanya santun tentang kegiatan hobi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Merespons dengan bertanya santun dalam percakapan tentang kegiatan hobi | Belum mampu mengajukan pertanyaan yang relevan dengan pernyataan hobi teman meski telah dibimbing, atau pertanyaan belum menggunakan kata tanya yang sesuai. | Mampu merespons dengan mengajukan 1 pertanyaan tentang kegiatan hobi teman, namun masih membutuhkan bantuan contoh kata tanya dari guru agar terdengar santun dan relevan. | Mampu merespons dengan mengajukan 2 pertanyaan yang relevan mengenai kegiatan hobi teman menggunakan kata tanya yang tepat dan berbahasa santun secara mandiri. | Mampu merespons secara konsisten dengan mengajukan lebih dari 2 pertanyaan mendalam yang sangat relevan mengenai rincian kegiatan hobi teman secara santun dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah percaya diri merespons tuturan temannya dengan kalimat tanya santun?
- Bagian mana dari aktivitas percakapan berpasangan yang paling efektif membantu murid memilih kata tanya yang tepat?
Murid:- Apakah kamu merasa senang saat bertanya jawab tentang hobi bersama teman pasanganmu?
- Kata tanya apa yang paling mudah kamu gunakan saat menanyakan hobi teman?
Pertemuan 13 — Menceritakan Kembali Bagian Awal Bacaan Aku Bisa Jadi Juara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.8.5 Menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca tentang diri mengenai hobi yang ditekuni
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan memandu doa pembiasaan pagi (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-13, yaitu menceritakan kembali peristiwa pada bagian awal bacaan 'Aku Bisa Jadi Juara' (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan: guru menanyakan, 'Di awal cerita, siapa yang membelikan buku cerita bergambar kepada Lani dan apa yang dilakukan Lani dengan gambar itu?' (acuan jawaban: Mama membelikan buku cerita bergambar, dan Lani suka melihat ilustrasinya lalu meniru menggambar) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru memandu murid membaca kembali bersama-sama paragraf awal bacaan 'Aku Bisa Jadi Juara' dari Buku Siswa: 'Mama sering membelikan Lani buku cerita bergambar. Lani suka dengan ilustrasi di dalamnya. Dia mencoba meniru. Lama-kelamaan, Lani jadi suka menggambar. Mama mendaftarkan Lani kursus menggambar.' (10 menit).
- Guru mengajak murid membedah 3 peristiwa berurutan pada bagian awal teks: (1) Mama membelikan buku cerita bergambar kepada Lani, (2) Lani suka ilustrasinya dan meniru menggambar hingga menjadi hobi, (3) Mama mendaftarkan Lani ke tempat kursus menggambar (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru memperkenalkan permainan 'Estafet Kartu Cerita Awal' di mana murid duduk berpasangan dan memegang 3 kartu gambar berurutan yang memuat tulisan peristiwa awal: Kartu 1 (Mama membeli buku cerita), Kartu 2 (Lani meniru ilustrasi gambar), Kartu 3 (Mama mendaftarkan kursus menggambar); tiap murid secara bergantian menceritakan kembali peristiwa pada kartu 1, 2, dan 3 kepada pasangannya (15 menit).
- Murid secara individu maju atau bercerita di tempat untuk menceritakan kembali isi bagian awal bacaan 'Aku Bisa Jadi Juara' yang memuat ketiga peristiwa awal tersebut secara berurutan kepada guru dan kelas (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa kelengkapan penceritaan kembali bagian awal cerita berdasarkan acuan 3 peristiwa penting teks awal (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap kemampuan murid menceritakan kembali 3 peristiwa bagian awal teks 'Aku Bisa Jadi Juara' (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan melanjutkan menceritakan bagian tengah dan konflik cerita Lani (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan 3 kartu ilustrasi visual urutan peristiwa awal; murid yang sudah mahir menceritakan kembali langsung dari teks bacaan tanpa bantuan kartu ilustrasi.
- Proses: Murid yang masih ragu diberi kesempatan berlatih menceritakan kembali bersama pasangannya terlebih dahulu sebelum bercerita di depan guru; murid mahir langsung menceritakan 3 peristiwa secara mandiri dan utuh.
- Produk: Semua murid menghasilkan penceritaan kembali secara lisan yang memuat minimal peristiwa awal bacaan 'Aku Bisa Jadi Juara'.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: 'Di awal cerita, siapa yang membelikan buku cerita bergambar kepada Lani dan apa yang dilakukan Lani dengan gambar itu?' (acuan: Mama membelikan buku cerita bergambar untuk Lani, Lani menyukai ilustrasinya lalu mencoba meniru menggambar).
Proses:- Pengamatan lisan saat unjuk kerja menceritakan kembali bagian awal teks 'Aku Bisa Jadi Juara'. Acuan 3 peristiwa bagian awal: (1) Mama membelikan Lani buku cerita bergambar; (2) Lani menyukai ilustrasi dan meniru menggambar hingga jadi suka/hobi; (3) Mama mendaftarkan Lani ke tempat kursus menggambar.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan singkat pada penutup: meminta murid menyebutkan 3 peristiwa pembuka cerita Lani secara berurutan (acuan: [1] Mama membeli buku cerita bergambar, [2] Lani suka dan meniru menggambar, [3] Mama mendaftarkan Lani kursus menggambar).
Formatif:- Unjuk kerja lisan menceritakan kembali bagian awal bacaan 'Aku Bisa Jadi Juara' dengan acuan 3 peristiwa pokok awal cerita.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan dan Keruntutan Peristiwa Bagian Awal Cerita | Belum mampu menceritakan kembali atau hanya menceritakan 1 dari 3 peristiwa bagian awal (acuan 3 peristiwa: [1] Mama membelikan Lani buku cerita bergambar, [2] Lani suka ilustrasinya dan meniru menggambar hingga jadi hobi, [3] Mama mendaftarkan Lani ke kursus menggambar) meskipun diberi bimbingan penuh. | Mampu menceritakan kembali 1 atau 2 dari 3 peristiwa bagian awal bacaan (acuan: [1] Mama membeli buku cerita, [2] Lani meniru gambar, [3] Mama mendaftarkan kursus) dengan urutan yang masih terbolak-balik atau dengan bantuan arahan guru. | Mampu menceritakan kembali ke-3 peristiwa bagian awal bacaan (acuan: [1] Mama membeli buku cerita bergambar, [2] Lani meniru ilustrasi hingga menyukai hobi menggambar, [3] Mama mendaftarkan Lani kursus menggambar) secara runtut dan sesuai isi teks secara mandiri. | Mampu menceritakan kembali ke-3 peristiwa bagian awal bacaan (acuan: [1] Mama membeli buku cerita bergambar, [2] Lani meniru ilustrasi hingga menyukai hobi menggambar, [3] Mama mendaftarkan Lani kursus menggambar) secara runtut, lengkap tanpa ada bagian yang terlewat, serta menghubungkan keterkaitan antarperistiwa secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat mengenali 3 peristiwa penting yang terjadi pada bagian awal cerita?
- Apakah media kartu gambar urutan peristiwa efektif membantu murid yang kesulitan merangkai penceritaan kembali?
Murid:- Peristiwa apa yang paling kamu ingat dari awal mula Lani suka menggambar?
- Apakah kamu merasa mudah menceritakan kembali bagian awal cerita Lani kepada temanmu?
Pertemuan 14 — Menceritakan Kembali Bagian Tengah dan Konflik Bacaan Aku Bisa Jadi Juara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.8.5 Menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca tentang diri mengenai hobi yang ditekuni
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan kembali peristiwa bagian tengah dan masalah/konflik dalam cerita Aku Bisa Jadi Juara (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan singkat dengan menanyakan: 'Pada cerita Lani kemarin, setelah Lani kursus menggambar, apa yang terjadi saat ia mulai ikut lomba?' (acuan jawaban: Lani mulai ikut lomba menggambar tapi awalnya tidak pernah menang/kalah dan merasa sedih) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama guru mencermati kembali paragraf bagian tengah bacaan Aku Bisa Jadi Juara: 'Lani belajar berbagai macam gaya gambar. Hasil gambar Lani makin bagus dan rapi. Lani pun mulai mengikuti banyak lomba menggambar. Awalnya Lani tidak pernah menang. Lani sedih, tetapi tidak putus asa. Lani terus berlatih sambil tetap mengikuti lomba.' (7 menit).
- Guru memandu murid membedah 2 peristiwa penting bagian tengah dan 1 konflik utama cerita melalui 3 pertanyaan panduan terarah: (1) Apa yang dilakukan Lani saat keterampilannya membaik? (Acuan: Mengikuti banyak lomba menggambar); (2) Masalah apa yang dialami Lani saat ikut lomba? (Acuan: Lani tidak pernah menang dan merasa sedih); (3) Apa yang dilakukan Lani saat menghadapi masalah tersebut? (Acuan: Lani tidak putus asa dan terus berlatih sambil tetap ikut lomba) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru menggelar permainan menyenangkan 'Tantangan Kartu Cerita Bergambar' di mana murid berpasangan saling mengurutkan 3 kartu peristiwa bagian tengah lalu berlatih menceritakan kembali secara bergiliran kepada pasangannya: Kartu 1 (Lani ikut banyak lomba menggambar), Kartu 2 (Lani sedih karena tidak pernah menang), Kartu 3 (Lani tidak putus asa dan terus berlatih) (acuan: urutan kartu 1-2-3 diceritakan memuat peristiwa lomba, masalah kekalahan/sedih, dan tindakan tidak putus asa) (15 menit).
- Setiap murid secara mandiri menceritakan kembali isi bagian tengah dan konflik cerita Aku Bisa Jadi Juara secara lisan di depan guru/pasangan bergiliran dengan menyebutkan peristiwa lomba menggambar, masalah belum pernah menang/sedih, serta sikap tidak putus asa dan terus berlatih (acuan: memuat 3 hal: Lani ikut lomba, masalah kalah/sedih, tindakan terus berlatih/pantang menyerah) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi penceritaan yang dilakukannya dengan memeriksa kelengkapan isi cerita bagian tengah: apakah peristiwa ikut lomba, masalah kalah, dan bangkit kembali sudah terucap lengkap (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali isi bagian tengah dan konflik cerita Lani (Lani rajin ikut lomba, menghadapi kegagalan/kalah, tetapi tidak putus asa dan terus berusaha) (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kelengkapan isi cerita yang disampaikan murid serta menutup pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar berseri dengan kalimat panduan rumpang untuk murid yang membutuhkan bantuan visual, serta teks cerita lengkap bagi murid yang telah lancar.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu menceritakan konflik, guru memberikan pancingan pertanyaan berjenjang; bagi murid yang sudah mahir, murid menceritakan secara mandiri tanpa melihat kartu petunjuk.
- Produk: Semua murid menceritakan kembali secara lisan; murid yang memerlukan bimbingan menceritakan 2 unsur (lomba dan kekalahan), sedangkan murid mahir menceritakan seluruh 3 unsur secara lengkap dan runtut.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan guru di awal pelajaran: 'Pada cerita Lani kemarin, setelah Lani kursus menggambar, apa yang terjadi saat ia mulai ikut lomba?' (kriteria penerimaan/acuan: murid menyebutkan bahwa Lani mulai mengikuti lomba namun awalnya tidak pernah menang/kalah dan merasa sedih)
Proses:- Pengamatan performa saat murid menceritakan kembali secara lisan isi bagian tengah dan konflik cerita Lani. Acuan isi cerita yang harus dimuat: (1) Lani mengikuti banyak lomba menggambar, (2) Konflik/masalah: Lani tidak pernah menang dan merasa sedih, (3) Upaya: Lani tidak putus asa dan terus giat berlatih. Kriteria keberhasilan: memuat minimal 2 dari 3 unsur isi cerita tersebut secara tepat sesuai teks.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta murid menyebutkan kembali secara singkat masalah terbesar apa yang dialami Lani di tengah cerita dan bagaimana sikap Lani (acuan jawaban: Masalahnya Lani tidak pernah menang lomba menggambar/kalah, sikapnya sedih tetapi tidak putus asa dan terus berlatih).
Formatif:- Asesmen awal berupa tanya jawab diagnostik lisan tentang kejadian saat Lani mulai ikut lomba
- Observasi unjuk kerja menceritakan kembali bagian tengah dan konflik bacaan Aku Bisa Jadi Juara menggunakan rubrik kelengkapan dan kesesuaian isi cerita
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan dan Kesesuaian Isi Cerita Bagian Tengah dan Konflik (Acuan 3 unsur: 1. Peristiwa lomba, 2. Masalah tidak menang/sedih, 3. Sikap tidak putus asa/terus berlatih) | Belum mampu menceritakan bagian tengah dan konflik, atau hanya menyebutkan 1 unsur isi cerita dengan bimbingan penuh guru. | Menceritakan kembali bagian tengah dan konflik dengan memuat 1 unsur isi cerita secara tepat sesuai acuan secara mandiri, atau memuat 2 unsur namun masih memerlukan panduan pertanyaan guru. | Menceritakan kembali bagian tengah dan konflik bacaan secara mandiri dengan memuat minimal 2 dari 3 unsur isi cerita secara tepat sesuai acuan teks. | Menceritakan kembali bagian tengah dan konflik bacaan secara mandiri dengan memuat seluruh 3 unsur isi cerita (peristiwa lomba, masalah tidak menang/sedih, dan sikap terus berlatih) secara tepat dan lengkap sesuai acuan teks. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan kartu alur peristiwa membantu murid mengenali dan menceritakan masalah/konflik dalam bacaan?
- Bagian mana dari cerita yang paling sulit diceritakan kembali oleh murid secara lisan?
Murid:- Apakah kamu bisa menceritakan masalah yang dihadapi Lani saat belum menang lomba?
- Bagian mana dari cerita Lani yang paling kamu ingat saat bercerita tadi?
Pertemuan 15 — Menceritakan Kembali Seluruh Alur Bacaan Aku Bisa Jadi Juara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.8.5 Menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca tentang diri mengenai hobi yang ditekuni
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru mengaitkan pembelajaran dengan pertemuan sebelumnya mengenai bagian awal dan konflik bacaan 'Aku Bisa Jadi Juara' (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 3 pertanyaan pemetaan urutan cerita: (1) Apa yang dilakukan Lani di awal cerita? (acuan: Lani suka melihat ilustrasi buku cerita bergambar lalu mencoba meniru menggambar), (2) Masalah apa yang dihadapi Lani di tengah cerita? (acuan: Lani mengikuti banyak lomba tetapi awalnya tidak pernah menang/sedih), (3) Bagaimana akhir cerita Lani? (acuan: Lani terus berlatih hingga berhasil menjadi juara dua dan ingin menjadi ilustrator seperti Kak Emma) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak guru membacakan kembali teks 'Aku Bisa Jadi Juara' secara utuh sambil memperhatikan 3 kartu alur bergambar di papan tulis: Kartu A (Awal: Lani suka meniru gambar dari buku cerita lalu ikut kursus), Kartu B (Tengah: Lani ikut lomba namun awalnya kalah tetapi tidak putus asa dan terus berlatih), Kartu C (Akhir: Lani berhasil meraih juara dua dan bertekad menjadi ilustrator dunia) (10 menit).
- Murid bersama guru mengidentifikasi 3 rangkaian isi alur lengkap (awal, tengah/konflik, dan penyelesaian/akhir) berdasarkan kartu alur yang dibahas bersama (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan berpasangan 'Estafet Cerita Juara': murid bergantian menceritakan seluruh alur bacaan 'Aku Bisa Jadi Juara' kepada pasangannya secara runtut dari awal, tengah, hingga akhir tanpa melewatkan peristiwa utama (18 menit).
- Secara bergantian dan mandiri, beberapa perwakilan murid menceritakan kembali seluruh isi alur bacaan 'Aku Bisa Jadi Juara' di depan kelompok/kelas berdasarkan 3 rangkaian kejadian (awal: awal mula hobi dan kursus; tengah: kekalahan lomba dan ketekunan berlatih; akhir: keberhasilan meraih juara dua dan cita-cita) sementara guru mengamati ketercapaian penceritaan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid dan guru merefleksikan jalannya penceritaan kembali, mengevaluasi apakah seluruh alur cerita dari awal, tengah, hingga akhir sudah tersampaikan secara lengkap dan berurutan (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan cek pemahaman akhir dan umpan balik langsung terhadap kelengkapan isi cerita yang disampaikan murid sesuai 3 bagian alur (awal, tengah, akhir) (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan pembelajaran hari ini tentang menceritakan kembali seluruh alur bacaan serta menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu visual 3 panel alur bergambar sebagai panduan urutan isi cerita; murid yang sudah mahir menceritakan alur tanpa bantuan kartu visual.
- Proses: Murid yang masih ragu menceritakan kembali dengan panduan pertanyaan pancingan bertahap dari guru; murid cepat langsung menceritakan alur utuh secara mandiri kepada pasangannya.
- Produk: Penceritaan kembali lisan oleh murid yang berkembang mencakup 3 peristiwa inti secara berurutan; murid mahir menceritakan seluruh rincian peristiwa dari awal hingga akhir dengan lengkap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran tentang urutan cerita bacaan 'Aku Bisa Jadi Juara': (1) Apa yang dilakukan Lani di awal cerita? (acuan: Lani suka melihat ilustrasi cerita bergambar lalu meniru menggambar hingga diikutkan kursus), (2) Apa masalah yang dialami Lani di tengah cerita? (acuan: Lani ikut lomba menggambar tapi awalnya tidak pernah menang), (3) Bagaimana akhir cerita Lani? (acuan: Lani terus berlatih sampai juara dua dan ingin menjadi ilustrator seperti Kak Emma).
Proses:- Pengamatan lisan formatif saat kegiatan berpasangan dan unjuk kerja individu menceritakan kembali seluruh isi alur bacaan 'Aku Bisa Jadi Juara'. Kriteria pemenuhan: memuat bagian awal (mulai suka menggambar & kursus), bagian tengah (kalah lomba & tidak putus asa/terus berlatih), dan bagian akhir (juara dua & bercita-cita jadi ilustrator).
Akhir Pertemuan:- Cek lisan pemahaman penutup: meminta murid menyebutkan kembali secara ringkas 3 tahapan alur utama cerita Lani. Acuan jawaban: awal = Lani gemar meniru gambar dan ikut kursus; tengah = Lani kalah lomba tapi tidak putus asa dan giat berlatih; akhir = Lani berhasil juara dua lomba menggambar.
Formatif:- Observasi kinerja lisan saat murid menceritakan kembali seluruh alur bacaan 'Aku Bisa Jadi Juara' menggunakan panduan lembar amatan ketercapaian alur.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Alur Isi Bacaan | Menceritakan kembali isi teks hanya 1 bagian alur (misalnya hanya menyebutkan bagian awal atau akhir saja; belum memuat bagian lainnya). | Menceritakan kembali isi teks memuat 2 dari 3 bagian alur cerita (hanya bagian awal dan tengah, atau tengah dan akhir). | Menceritakan kembali seluruh isi alur bacaan secara lengkap memuat 3 bagian (awal: mulai menggambar & kursus; tengah: kalah lomba & tekun berlatih; akhir: juara dua & cita-cita). | Menceritakan kembali seluruh isi alur bacaan secara mandiri, lengkap memuat 3 bagian (awal, tengah, akhir) secara runtut beserta seluruh rincian peristiwa penting tanpa bimbingan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan kartu alur 3 bagian efektif membantu murid merangkai kembali seluruh peristiwa cerita secara runtut?
- Bagian alur mana yang paling sering terlewatkan oleh murid saat menceritakan kembali teks 'Aku Bisa Jadi Juara'?
Murid:- Bagian cerita Lani mana yang paling mudah kamu ingat dan ceritakan kembali?
- Apakah kamu dapat menceritakan urutan kejadian Lani dari awal sampai menjadi juara kepada temanmu?
Pertemuan 16 — Menulis Kalimat Sederhana tentang Nama dan Alasan Menyukai Hobi Diri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.8.6 Menulis berbagai tipe teks sederhana tentang diri mengenai hobi dengan beberapa kalimat sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar menulis kalimat sederhana tentang nama hobi diri dan alasan menyukainya (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta 2-3 murid menjawab lisan pertanyaan: 'Sebutkan hobimu dan mengapa kamu suka?' lalu guru menuliskan contoh kata pembuka di papan tulis (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati model tulisan dua kalimat sederhana di papan tulis: Kalimat 1: 'Hobiku adalah menggambar.' dan Kalimat 2: 'Aku suka menggambar karena membuat hatiku senang.' (8 menit).
- Murid bersama guru membedah struktur isi kedua kalimat tersebut, yaitu kalimat pertama menyatakan nama hobi diri dan kalimat kedua menyatakan alasan menyukainya menggunakan kata bantu 'karena' (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan menggembirakan 'Estafet Kata Hobi': murid duduk melingkar, secara bergantian menyebutkan satu kata nama hobi (misal: membaca, menari, berenang) dan satu kata perasaan (senang, gembira, seru) sebelum mulai menulis di lembar kerja (10 menit).
- Murid secara mandiri menuliskan teks sederhana berisi minimal 2 kalimat pada lembar kerja: Kalimat 1 memuat nama hobi diri ('Hobiku adalah ...' atau 'Aku suka ...') dan Kalimat 2 memuat alasan menyukai hobi tersebut ('Aku menyukainya karena ...') (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca kembali tulisan sendiri dalam hati untuk memeriksa apakah nama hobinya sudah tertulis dan alasan menyukainya sudah jelas (7 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan cara menuliskan nama hobi dan alasan menyukainya dalam kalimat sederhana (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil tulisan murid, menyampaikan rencana latihan menulis kegiatan hobi pada pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (8 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu pilihan kata nama hobi (berenang, menggambar, menari, membaca, bermain bola) dan kata alasan (menyenangkan, membuat sehat, melatih konsentrasi) bagi murid yang membutuhkan inspirasi kosakata.
- Proses: Memberikan bimbingan terbimbing secara perorangan dalam merangkai kata menjadi kalimat bagi murid yang memerlukan scaffolding, serta memberikan keleluasaan menulis 3 kalimat sederhana bagi murid yang sudah cepat.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan dapat melengkapi pola kalimat rumpang, sedangkan murid yang mandiri menulis kalimat utuh secara bebas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek kesiapan menulis sederhana secara lisan/tulis di awal pelajaran dengan pertanyaan panduan: 'Sebutkan hobimu dan mengapa kamu suka?' (kriteria penerimaan: murid dapat menyebutkan minimal 1 nama kegiatan hobinya dan 1 kata alasan perasaan/penyebab, misalnya: 'Hobiku sepak bola karena seru').
Proses:- Pengamatan langsung saat murid menulis pada tahap Mengaplikasi dengan mencatat kemampuan murid menuliskan kalimat nama hobi diri dan kalimat alasan menyukainya pada lembar kerja.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan produk tulisan murid pada lembar kerja berisi minimal 2 kalimat sederhana (kriteria penerimaan operasional: Kalimat 1 memuat identitas nama hobi diri yang jelas; Kalimat 2 memuat alasan yang logis mengapa menyukai hobi tersebut).
Formatif:- Penilaian kinerja menulis teks sederhana tentang nama hobi diri dan alasan menyukainya melalui lembar kerja murid.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menuliskan nama hobi diri dalam kalimat sederhana | Belum mampu menuliskan nama hobi diri ke dalam bentuk kalimat sederhana. | Mampu menuliskan nama hobi diri dengan pola kalimat rumpang atau bimbingan penuh guru. | Mampu menuliskan 1 kalimat sederhana yang menyatakan nama hobi diri secara mandiri. | Mampu menuliskan lebih dari 1 kalimat sederhana yang menyatakan nama dan jenis hobi diri secara mandiri dan runtut. | | Menuliskan alasan menyukai hobi dalam kalimat sederhana | Belum mampu menuliskan alasan mengapa menyukai hobi ke dalam kalimat sederhana. | Mampu menuliskan alasan menyukai hobi dengan bantuan frasa panduan dari guru. | Mampu menuliskan 1 kalimat sederhana yang menyatakan alasan menyukai hobi diri secara logis dan mandiri. | Mampu menuliskan alasan menyukai hobi diri secara jelas dan terperinci dengan kalimat sederhana yang bervariasi secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah contoh model kalimat yang disajikan di papan tulis cukup jelas dipahami oleh murid Fase A?
- Bagian mana dari kegiatan menulis sederhana tentang nama dan alasan hobi yang paling banyak memerlukan bimbingan guru?
Murid:- Apakah kamu merasa senang menuliskan tentang hobimu hari ini?
- Apakah kamu sudah bisa menuliskan alasan mengapa kamu menyukai hobimu?
Pertemuan 17 — Menulis Beberapa Kalimat Sederhana tentang Kegiatan Hobi Diri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.8.6 Menulis berbagai tipe teks sederhana tentang diri mengenai hobi dengan beberapa kalimat sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menulis beberapa kalimat sederhana tentang kegiatan hobi diri (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: meminta murid menuliskan 1 kata tindakan/kegiatan yang biasa dilakukan saat menjalankan hobi masing-masing di selembar kertas kecil (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak permodelan teks sederhana di papan tulis yang berisi 3 kalimat tentang kegiatan hobi: 'Aku suka bermain sepeda. Aku mengayuh sepeda di taman. Aku bersepeda bersama teman-teman.' (7 menit).
- Murid mengidentifikasi 3 bagian informasi kegiatan hobi pada contoh kalimat (apa nama hobinya, di mana/bagaimana melakukannya, dan dengan siapa melakukannya) dengan bimbingan guru (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan 'Tantangan Kartu Aksi': murid mengambil 1 kartu petunjuk pola kalimat ('Aku suka...', 'Aku melakukan... di...', 'Aku...') lalu melisankan kalimat kegiatan hobinya secara bergantian dengan teman sebangku sebelum menuliskannya (10 menit).
- Murid secara mandiri menulis teks sederhana berisi 3 sampai 4 kalimat tentang kegiatan hobinya pada lembar tugas yang dibagikan guru (18 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil tulisan sendiri untuk memastikan jumlah kalimat sederhana tentang kegiatan hobinya sudah lengkap minimal 3 kalimat (7 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap kemajuan menulis beberapa kalimat sederhana yang telah dikerjakan murid (5 menit).
- Guru menutup pertemuan pembelajaran dan mengingatkan murid untuk bersiap mengikuti asesmen sumatif bab pada pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar menulis dengan garis bantu dan pemantik frasa pembuka bagi murid yang memerlukan bimbingan, serta lembar bergaris polos bagi murid yang sudah lancar.
- Proses: Guru memberikan bimbingan individual untuk menyusun struktur kalimat bagi murid yang kesulitan, sementara murid yang mahir menulis secara mandiri.
- Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan menulis 2-3 kalimat sederhana, sedangkan murid yang mahir menulis 4-5 kalimat sederhana tentang kegiatan hobinya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik menulis satu kata tindakan kegiatan hobi diri (kriteria penerimaan: kata yang ditulis merupakan kata kerja/tindakan yang relevan dengan hobi, misalnya 'menggambar', 'berlari', 'melipat', 'menendang', atau 'berenang').
Proses:- Pengamatan saat pengerjaan tugas mandiri menulis teks sederhana tentang kegiatan hobi diri: memeriksa apakah murid dapat merangkai minimal 3 kalimat sederhana yang berfokus pada kegiatan hobinya.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi berupa pemeriksaan hasil tulisan mandiri teks sederhana tentang kegiatan hobi diri (kriteria penerimaan operasional: teks memuat minimal 3 kalimat sederhana yang saling terkait tentang kegiatan hobi diri, seperti nama hobi, tempat/cara melakukan, dan aktivitas pendukungnya).
Formatif:- Penilaian proses menulis teks sederhana tentang kegiatan hobi diri menggunakan lembar ceklis ketercapaian jumlah dan struktur kalimat sederhana.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menulis teks sederhana tentang kegiatan hobi diri | Menulis 1 kalimat sederhana tentang kegiatan hobi diri dengan bimbingan penuh guru. | Menulis 2 kalimat sederhana tentang kegiatan hobi diri dengan sedikit bimbingan guru. | Menulis 3 kalimat sederhana tentang kegiatan hobi diri secara mandiri. | Menulis 4 kalimat sederhana atau lebih tentang kegiatan hobi diri secara runtut dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi permodelan kalimat sederhana tentang kegiatan hobi dapat dipahami dengan jelas oleh seluruh murid?
- Bagaimana variasi pendampingan guru terhadap murid yang masih mengalami kesulitan menyusun lebih dari satu kalimat?
Murid:- Berapa kalimat sederhana tentang hobimu yang berhasil kamu tulis hari ini?
- Bagian mana dari kegiatan hobimu yang paling kamu sukai saat kamu menuliskannya?
Pertemuan 18 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.8.1 Menyebutkan informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural berupa percakapan yang berkaitan dengan diri tentang hobi
- TP 2.8.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang diri mengenai hobi meraih prestasi
- TP 2.8.3 Menemukan isi bacaan tentang diri mengenai hobi yang menjadi prestasi
- TP 2.8.4 Merespons dengan bertanya tentang sesuatu dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri mengenai kegiatan hobi
- TP 2.8.5 Menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca tentang diri mengenai hobi yang ditekuni
- TP 2.8.6 Menulis berbagai tipe teks sederhana tentang diri mengenai hobi dengan beberapa kalimat sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 8 untuk mengukur capaian belajar menyimak, membaca, berbicara, dan menulis (3 menit).
- Guru membagikan lembar asesmen tertulis sumatif kepada seluruh 28 murid serta menjelaskan petunjuk pengerjaan bagian menyimak percakapan aural, membaca pemahaman teks 'Aku Bisa Jadi Juara', dan penulisan kalimat tentang hobi (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membacakan teks aural percakapan nonsastra tentang hobi sebanyak dua kali secara jelas di depan kelas: 'Tono: Halo Siti, apa hobi yang paling kamu sukai di waktu luang? Siti: Halo Tono, aku sangat suka melipat kertas membuat origami dan menggambar pemandangan. Tono: Mengapa kamu suka membuat origami? Siti: Karena membuat origami melatih kesabaranku dan hasilnya indah.' sementara murid menyimak instruksi dan menyiapkan pensil untuk menjawab 2 pertanyaan pada lembar kerja (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh 28 murid serentak mengerjakan lembar asesmen tertulis selama 35 menit yang mencakup: Bagian 1 (TP 1) menuliskan 2 informasi percakapan aural (soal 1: hobi yang disukai Siti [kunci: membuat origami dan menggambar pemandangan]; soal 2: alasan Siti menyukai hobi membuat origami [kunci: melatih kesabaran dan hasilnya indah]); Bagian 2 (TP 3) menemukan 3 butir isi teks 'Aku Bisa Jadi Juara' (soal 1: Siapa tokoh utama yang gemar bermain catur? [kunci: Doni]; soal 2: Apa upaya tokoh agar menjadi juara? [kunci: rajin berlatih setiap sore bersama kakak]; soal 3: Prestasi apa yang berhasil diraih tokoh? [kunci: meraih juara satu lomba catur antarsekolah]); Bagian 3 (TP 6) menulis teks mandiri berupa 5 kalimat sederhana tentang hobi diri dengan kriteria memuat nama hobi, alasan menyukai, waktu pelaksanaan, peralatan yang digunakan, dan manfaat hobi dengan penulisan huruf kapital di awal kalimat serta tanda titik di akhir kalimat secara tepat (30 menit).
- Secara paralel saat murid lain mengerjakan tugas tertulis secara mandiri, guru memanggil sampling 5 pasang (10 murid) secara bergantian ke meja observasi (alokasi 5 menit per pasang) untuk unjuk kerja lisan yang mencakup: (a) membaca nyaring 5 kata sederhana bertema hobi meraih prestasi dari kartu bacaan teks 'Aku Bisa Jadi Juara' secara fasih tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu [daftar kata: juara, tekun, latih, lomba, piala] (TP 2); (b) saling mengajukan dan merespons satu tuturan pertanyaan santun menggunakan kata tanya apa/siapa/mengapa/bagaimana tentang kegiatan hobi pasangan dengan kata santun seperti tolong/permisi/silakan [kriteria: pertanyaan santun dan relevan dengan hobi teman] (TP 4); dan (c) menceritakan kembali secara lisan alur teks 'Aku Bisa Jadi Juara' yang mencakup bagian awal pengenalan tokoh, bagian tengah saat berlatih tekun, dan bagian akhir saat meraih kemenangan lomba [kriteria: memuat tokoh Doni, usaha rajin latihan catur, dan hasil juara satu] (TP 5), sedangkan 18 murid lainnya akan diobservasi pada sesi penguatan berikutnya sesuai jadwal (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan seluruh lembar asesmen tertulis murid, lalu mengajak murid mengheningkan cipta sejenak untuk merefleksikan proses pengerjaan tugas mandiri dan kejujuran yang telah mereka tunjukkan (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas ketertiban, kemandirian, dan kesungguhan seluruh murid selama mengikuti rangkaian asesmen sumatif Bab 8 (2 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memberikan pengumuman singkat mengenai kegiatan pengayaan/tindak lanjut berikutnya serta mengakhiri pelajaran dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Memberikan naskah bacaan teks 'Aku Bisa Jadi Juara' dengan ukuran huruf lebih besar bagi murid yang membutuhkan akomodasi penglihatan tanpa mengubah isi teks maupun jumlah kata yang diuji.
- Proses: Memberikan pembacaan ulang instruksi soal secara individual bagi murid yang mengalami kesulitan membaca petunjuk tertulis tanpa membocorkan jawaban atau mengubah kriteria penilaian.
- Produk: Format bukti unjuk kerja lisan dan isian lembar asesmen tertulis tetap sama untuk seluruh murid sesuai acuan rubrik sumatif.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat tulis dan lembar asesmen serta konfirmasi pemahaman petunjuk pengerjaan tugas sumatif tertulis dan lisan.
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam menyimak pembacaan aural secara tenang dan kepatuhan mengerjakan lembar asesmen tertulis secara mandiri.
Sumatif Bab:- Asesmen tertulis serentak (menyimak aural, pemahaman bacaan, dan menulis kalimat) terpadu dengan unjuk kerja lisan berpasangan secara terstruktur (membaca nyaring, bertanya jawab santun, dan menceritakan kembali alur bacaan): Lembar kerja tertulis murid yang memuat jawaban isi percakapan aural, isian pemahaman bacaan, dan tulisan 5 kalimat sederhana tentang hobi, serta rekaman lembar observasi performa lisan berpasangan yang memuat kefasihan membaca kata, pengajuan pertanyaan santun, dan penceritaan kembali alur bacaan secara representatif melalui sampling 10 murid per sesi dan dilanjutkan pada sesi tindak lanjut berikutnya
- tes tertulis serentak: lembar asesmen tertulis murid yang dikerjakan seluruh 28 murid serentak, memuat: penulisan 2 informasi dari rekaman percakapan aural yang dibacakan guru tentang hobi (TP 1), 3 butir jawaban pemahaman isi bacaan Aku Bisa Jadi Juara (TP 3), dan produk paragraf pendek berisi 5 kalimat sederhana tentang hobi diri dengan huruf kapital serta tanda titik yang tepat (TP 6) (40 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban, pedoman penskoran pemahaman, dan rubrik penilaian penulisan kalimat sederhana)
- unjuk kerja lisan berpasangan: catatan observasi kinerja lisan berpasangan dengan alokasi 6 menit per pasang; untuk alokasi waktu sumatif pertemuan ini dinilai secara mendalam sampling 5 pasang (10 murid), sedangkan pasangan lainnya dinilai pada sesi penguatan/tindak lanjut berikutnya; performa mencakup pelafalan fasih kata sederhana pada teks Aku Bisa Jadi Juara (TP 2), pengajuan tuturan pertanyaan santun antarpasangan mengenai hobi (TP 4), dan penceritaan kembali alur cerita yang dibaca secara lisan (TP 5) (30 menit; individual; instrumen: lembar observasi ketercapaian dan rubrik unjuk kerja berbicara)
Sumatif:- Asesmen tertulis serentak (menyimak aural, pemahaman bacaan, dan menulis kalimat) terpadu dengan unjuk kerja lisan berpasangan secara terstruktur (membaca nyaring, bertanya jawab santun, dan menceritakan kembali alur bacaan): Lembar kerja tertulis murid yang memuat jawaban isi percakapan aural, isian pemahaman bacaan, dan tulisan 5 kalimat sederhana tentang hobi, serta rekaman lembar observasi performa lisan berpasangan yang memuat kefasihan membaca kata, pengajuan pertanyaan santun, dan penceritaan kembali alur bacaan secara representatif melalui sampling 10 murid per sesi dan dilanjutkan pada sesi tindak lanjut berikutnya
- tes tertulis serentak: lembar asesmen tertulis murid yang dikerjakan seluruh 28 murid serentak, memuat: penulisan 2 informasi dari rekaman percakapan aural yang dibacakan guru tentang hobi (TP 1), 3 butir jawaban pemahaman isi bacaan Aku Bisa Jadi Juara (TP 3), dan produk paragraf pendek berisi 5 kalimat sederhana tentang hobi diri dengan huruf kapital serta tanda titik yang tepat (TP 6) (40 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban, pedoman penskoran pemahaman, dan rubrik penilaian penulisan kalimat sederhana)
- unjuk kerja lisan berpasangan: catatan observasi kinerja lisan berpasangan dengan alokasi 6 menit per pasang; untuk alokasi waktu sumatif pertemuan ini dinilai secara mendalam sampling 5 pasang (10 murid), sedangkan pasangan lainnya dinilai pada sesi penguatan/tindak lanjut berikutnya; performa mencakup pelafalan fasih kata sederhana pada teks Aku Bisa Jadi Juara (TP 2), pengajuan tuturan pertanyaan santun antarpasangan mengenai hobi (TP 4), dan penceritaan kembali alur cerita yang dibaca secara lisan (TP 5) (30 menit; individual; instrumen: lembar observasi ketercapaian dan rubrik unjuk kerja berbicara)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan Informasi Teks Aural (TP 1) | Belum mampu menyebutkan informasi dari teks percakapan aural yang diperdengarkan (0 jawaban tepat). | Menyebutkan 1 dari 2 informasi percakapan aural secara tepat (hanya menyebutkan nama hobi Siti atau alasan menyukainya). | Menyebutkan 2 informasi percakapan aural secara tepat sesuai acuan kunci jawaban: (1) hobi Siti adalah origami dan menggambar; (2) alasan menyukai origami karena melatih kesabaran dan hasilnya indah. | Menyebutkan 2 informasi percakapan aural secara tepat dan lengkap dengan kalimat yang utuh dan runtut secara mandiri. | | Membaca Fasih Kata Sederhana (TP 2) | Membaca kurang dari 2 kata dari 5 kata target, masih mengeja terbata-bata. | Membaca 2-3 kata dari 5 kata target [juara, tekun, latih, lomba, piala] dengan fasih tanpa mengeja. | Membaca 4 dari 5 kata target [juara, tekun, latih, lomba, piala] dengan fasih tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu. | Membaca seluruh 5 kata target [juara, tekun, latih, lomba, piala] dengan fasih secara lancar, tepat, dan mandiri tanpa keraguan. | | Menemukan Isi Bacaan Fiksi (TP 3) | Belum mampu menemukan isi bacaan teks 'Aku Bisa Jadi Juara' (0-1 butir tepat). | Menemukan 2 dari 3 butir isi bacaan secara tepat sesuai teks. | Menemukan seluruh 3 butir isi bacaan secara tepat sesuai kunci acuan: (1) Tokoh utama Doni; (2) Upaya rajin berlatih catur setiap sore; (3) Prestasi meraih juara satu lomba catur. | Menemukan seluruh 3 butir isi bacaan secara tepat, lengkap, dan mandiri disertai penjelasan detail peristiwa teks. | | Bertanya Santun tentang Hobi (TP 4) | Belum mampu menyusun pertanyaan atau tuturan belum santun dan tidak relevan dengan kegiatan hobi. | Mengajukan pertanyaan tentang hobi teman menggunakan kata tanya (apa/siapa/mengapa/bagaimana) namun belum menyertakan kata santun. | Mengajukan pertanyaan tentang hobi teman menggunakan kata tanya yang tepat dan memuat kata santun (tolong/permisi/silakan) dengan baik. | Mengajukan pertanyaan tentang hobi teman secara santun, jelas, tepat sasaran, dan merespons balik jawaban teman dengan sangat baik secara mandiri. | | Menceritakan Kembali Alur Teks (TP 5) | Menceritakan kembali alur cerita hanya 1 bagian dan belum runtut atau tidak sesuai isi bacaan. | Menceritakan kembali isi teks mencakup 2 bagian alur (misal bagian awal dan tengah saja) sesuai teks 'Aku Bisa Jadi Juara'. | Menceritakan kembali alur teks secara runtut mencakup 3 bagian: awal (tokoh Doni gemar catur), tengah (upaya berlatih tekun bersama kakak), dan akhir (meraih juara satu lomba catur). | Menceritakan kembali seluruh alur bacaan (awal, tengah, akhir) secara lengkap, runtut, lancar, dan menggunakan bahasa sendiri secara mandiri. | | Menulis Kalimat Sederhana tentang Hobi (TP 6) | Menulis kurang dari 3 kalimat sederhana tentang hobi dan belum menggunakan kaidah huruf kapital serta tanda titik. | Menulis 3-4 kalimat sederhana tentang hobi diri dengan penggunaan huruf kapital di awal kalimat dan tanda titik yang sebagian tepat. | Menulis tepat 5 kalimat sederhana tentang hobi diri (memuat nama hobi, alasan, waktu, alat, manfaat) dengan huruf kapital di awal kalimat dan tanda titik di akhir kalimat secara tepat pada sebagian besar kalimat. | Menulis 5 kalimat sederhana atau lebih tentang hobi diri secara runtut, lengkap, serta konsisten menerapkan huruf kapital di awal kalimat dan tanda titik di akhir kalimat pada seluruh kalimat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 40 menit untuk asesmen tertulis dan 30 menit untuk observasi lisan sampling 10 murid terlaksana secara efektif dan kondusif?
- Bagaimana capaian murid pada masing-masing tujuan pembelajaran Bab 8 untuk merencanakan tindak lanjut pengayaan atau remedial?
Murid:- Bagian mana dari asesmen hari ini yang paling mudah dan paling menantang bagimu?
- Apakah kamu merasa puas dengan caramu bercerita, membaca, dan menulis tentang hobimu hari ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas II SD (Edisi Revisi 2024)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas II SD (Edisi Revisi 2024)
- Naskah teks aural percakapan bertema hobi karya guru
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024)
- Teks naskah percakapan aural yang disiapkan guru
- Kartu nama tokoh (Siti dan Edo) untuk permainan menyimak lisan
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024), Bab 8 'Hobi yang Jadi Prestasi'
- Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024), Bab 8
- Naskah percakapan aural bertema hobi yang meraih prestasi yang disusun oleh guru
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas II SD (Keluargaku Unik, Edisi Revisi)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas II SD (Halaman 158-160, teks 'Aku Bisa Jadi Juara')
- Kartu kata bertuliskan kata-kata sederhana: 'cerita', 'gambar', 'kursus', 'juara', 'latih'
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas II SD: Keluargaku Unik
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas II SD: Keluargaku Unik (Bab 8 Hobi yang Jadi Prestasi)
- Set kartu kata cetak berisi kosakata: suka, rapi, buku, hobi, juara, lomba, gambar, latih
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas II SD: Keluargaku Unik (Edisi Revisi), Bab 8 'Hobi yang Jadi Prestasi' teks 'Aku Bisa Jadi Juara'
- Kartu kata sederhana: buku, gambar, rapi, lomba, juara, latih
- Lembar bacaan kalimat sederhana mandiri
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SD Kelas II (Keluargaku Unik, Edisi Revisi)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia SD Kelas II Bab 8 Halaman 158-160 (Teks 'Aku Bisa Jadi Juara')
- Kartu gambar ilustrasi Lani dan Lembar Kerja Detektif Tokoh & Hobi
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik Kelas II SD/MI (Kemendikbudristek 2021) Halaman 158-160 Teks 'Aku Bisa Jadi Juara'
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik Kelas II SD/MI (Kemendikbudristek 2021)
- Lembar Aktivitas Detektif Teks dan Kartu Pernyataan Upaya Tokoh
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek 2024)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II Bab 8 'Hobi yang Jadi Prestasi'
- Lembar Teks Fiksi Sederhana 'Piala untuk Sinta' dan kartu kata kunci prestasi (piala, juara, medali)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024.
- Kartu stimulus pernyataan percakapan hobi.
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas II SD/MI Revisi
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas II SD/MI Revisi Bab 8
- Kartu kata tanya 'Mengapa' dan 'Bagaimana'
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II Bab 8
- Kartu teks pernyataan kegiatan hobi untuk permainan berpasangan
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Bab 8 'Hobi yang Jadi Prestasi' teks 'Aku Bisa Jadi Juara' hlm. 158-160
- Kartu gambar urutan peristiwa pembuka cerita 'Aku Bisa Jadi Juara'
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas II SD: Keluargaku Unik (Edisi Revisi), Bab 8 'Hobi yang Jadi Prestasi' teks cerita 'Aku Bisa Jadi Juara'
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas II SD (Edisi Revisi)
- Set Kartu Cerita Bergambar Bagian Tengah (Kartu 1: Lani ikut lomba, Kartu 2: Lani kalah/sedih, Kartu 3: Lani terus berlatih)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas II SD: Keluargaku Unik (Edisi Revisi), Bab 8 'Hobi yang Jadi Prestasi' halaman 158-160 (Teks 'Aku Bisa Jadi Juara' oleh Tyas).
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas II SD (Edisi Revisi).
- Media kartu alur bergambar 3 panel (Awal: Lani meniru gambar & kursus; Tengah: Lani kalah lomba & terus berlatih; Akhir: Lani juara dua & bercita-cita jadi ilustrator).
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Bab 8 Halaman 167.
- Papan tulis, spidol, dan lembar kerja menulis kalimat sederhana bertema hobi.
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas II SD: Keluargaku Unik (Kemendikbudristek, 2021/Edisi Revisi)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas II SD: Keluargaku Unik (Kemendikbudristek, 2021/Edisi Revisi) Bab 8
- Papan tulis dan spidol
- Kartu petunjuk pola kalimat sederhana
- Lembar kerja menulis bergaris
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Bab 8 'Hobi yang Jadi Prestasi'.
- Teks fiksi 'Aku Bisa Jadi Juara', naskah percakapan aural tentang hobi, kartu kata sederhana, dan lembar asesmen sumatif murid.
|