Modul AjarPertemuan 9Bab 7Fase ASemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 2: Menulis Kalimat Imbauan atau Ajakan tentang Menjaga Lingkungan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 2 dengan topik "Menulis Kalimat Imbauan atau Ajakan tentang Menjaga Lingkungan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 2: Menulis Kalimat Imbauan atau Ajakan tentang Menjaga Lingkungan

Bahasa Indonesia - Kelas 2

Bab 7 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Menulis Kalimat Imbauan atau Ajakan tentang Menjaga Lingkungan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMenulis Kalimat Imbauan atau Ajakan tentang Menjaga Lingkungan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menulis kalimat imbauan atau ajakan tentang menjaga lingkungan dengan ejaan dan tanda baca yang benar.
  2. Murid dapat membuat percakapan sederhana tentang lingkungan yang memuat kalimat imbauan atau ajakan secara tertulis.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat lingkungan yang kotor? Bagaimana perasaan kalian?
  2. Apa yang bisa kita lakukan agar lingkungan tetap bersih dan asri?
  3. Bagaimana cara mengajak teman-teman untuk menjaga kebersihan lingkungan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa bersama. (5 menit)
  • Guru mengajak murid bernyanyi lagu 'Membuang Sampah' untuk membangun suasana ceria dan fokus.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Siapa yang tadi pagi membuang sampah pada tempatnya?' dan 'Mengapa kita harus menjaga kebersihan lingkungan?'
  • Guru menampilkan gambar lingkungan bersih dan kotor, lalu mengajukan pertanyaan pemantik.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: 'Hari ini kita akan belajar menulis kalimat ajakan untuk menjaga lingkungan dan membuat percakapan sederhana.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan pengertian kalimat imbauan atau ajakan dengan bahasa sederhana: 'Kalimat ajakan adalah kalimat yang mengajak orang lain melakukan sesuatu.'
  • Guru menampilkan contoh kalimat imbauan: 'Mari kita jaga kebersihan kelas!', 'Ayo buang sampah pada tempatnya!', 'Yuk, kita tanam pohon bersama-sama!'
  • Murid mengamati ciri-ciri kalimat ajakan: dimulai dengan kata 'mari', 'ayo', 'yuk', atau 'marilah', dan diakhiri tanda seru (!).
  • Guru membacakan puisi sederhana tentang lingkungan yang memuat kalimat ajakan, murid menyimak dengan penuh perhatian.
  • Murid bersama guru mengidentifikasi kalimat ajakan dalam puisi tersebut dan menuliskannya di papan tulis.
  • Guru menjelaskan pentingnya ejaan (huruf kapital di awal kalimat) dan tanda baca (tanda seru untuk ajakan) dengan memberikan contoh yang salah dan benar.
  • Murid berlatih membaca contoh kalimat ajakan dengan intonasi yang tepat secara bersama-sama.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kerja bergambar (tempat sampah, sungai kotor, taman, pohon) kepada setiap murid.
  • Murid menulis 3-4 kalimat imbauan atau ajakan tentang menjaga lingkungan berdasarkan gambar yang dipilih, dengan memperhatikan ejaan dan tanda baca.
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan individual, terutama untuk murid yang kesulitan.
  • Setelah selesai menulis kalimat ajakan, murid berpasangan dengan teman sebangku.
  • Setiap pasangan membuat percakapan sederhana (4-6 baris) tentang lingkungan yang memuat minimal 2 kalimat imbauan atau ajakan.
  • Contoh kerangka percakapan: Andi melihat sampah berserakan → Andi mengajak Budi membersihkan → Budi setuju → Mereka mengajak teman lain.
  • Murid menuliskan percakapan mereka di kertas dengan rapi dan benar.
  • Beberapa pasangan maju ke depan kelas untuk membacakan percakapan mereka dengan intonasi dan volume yang tepat.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: 'Apa yang kalian rasakan setelah menulis kalimat ajakan tentang lingkungan?'
  • Murid merefleksikan proses belajarnya: 'Bagian mana yang mudah? Bagian mana yang sulit?'
  • Murid berbagi pengalaman: 'Apakah kalian akan menggunakan kalimat ajakan ini di rumah atau sekolah? Kepada siapa?'
  • Guru mengajak murid berpikir tentang tindakan nyata: 'Mulai besok, apa yang akan kalian lakukan untuk menjaga lingkungan?'
  • Murid menuliskan satu komitmen pribadi di sticky note: 'Saya akan...' dan menempelkannya di pojok kelas sebagai pengingat.
  • Guru memberikan apresiasi atas usaha dan karya semua murid dengan tepuk tangan bersama.

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-4 murid membacakan kalimat ajakan terbaik mereka.
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: 'Hari ini kita belajar menulis kalimat ajakan dengan kata mari, ayo, yuk dan diakhiri tanda seru. Kita juga membuat percakapan yang berisi ajakan menjaga lingkungan.'
  • Guru memberikan umpan balik positif dan konstruktif terhadap hasil kerja murid.
  • Guru memberikan penguatan: 'Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Mari kita jadi teladan!'
  • Murid mengumpulkan hasil karya (kalimat ajakan dan percakapan) untuk dinilai guru.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam. (5 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat dapat menulis 5-6 kalimat ajakan dengan variasi kata ajakan yang lebih beragam. Murid yang lambat cukup menulis 2-3 kalimat dengan bantuan kata kunci yang disediakan guru.
  • Proses: Murid yang kesulitan mendapat bimbingan intensif dan template percakapan sederhana. Murid yang cepat diberi tantangan membuat percakapan lebih panjang (8-10 baris) dengan alur cerita yang lebih kompleks.
  • Produk: Murid yang cepat dapat menambahkan ilustrasi gambar atau membuat poster ajakan. Murid yang lambat fokus menyelesaikan tulisan dengan ejaan benar terlebih dahulu, gambar menyusul jika ada waktu.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab tentang pengalaman murid menjaga kebersihan lingkungan.
  • Mengamati respons murid terhadap gambar lingkungan bersih dan kotor.
  • Menanyakan pengetahuan awal murid tentang kalimat ajakan.

Proses:

  • Observasi saat murid menulis kalimat ajakan: kemampuan memilih kata ajakan yang tepat, penggunaan huruf kapital dan tanda seru.
  • Mengamati kerja sama murid saat membuat percakapan berpasangan.
  • Memberikan umpan balik langsung saat guru berkeliling: mengoreksi ejaan, memberikan saran perbaikan struktur kalimat.
  • Penilaian diri murid: apakah mereka merasa sudah menulis dengan benar?

Akhir:

  • Mengumpulkan dan menilai hasil tulisan kalimat ajakan menggunakan rubrik.
  • Menilai percakapan tertulis yang dibuat berpasangan.
  • Observasi saat murid membacakan percakapan di depan kelas.
  • Refleksi tertulis murid pada sticky note tentang komitmen menjaga lingkungan.

Formatif:

  • Observasi saat murid menulis kalimat ajakan: kesesuaian dengan topik, penggunaan kata ajakan, ejaan, dan tanda baca.
  • Penilaian sejawat saat membaca percakapan: kesesuaian isi, kejelasan tulisan, dan intonasi.
  • Tanya jawab selama proses pembelajaran untuk mengecek pemahaman murid.

Sumatif:

  • Penilaian hasil tulisan kalimat ajakan dengan rubrik: ketepatan struktur, ejaan, tanda baca, dan kesesuaian tema.
  • Penilaian percakapan tertulis: kelengkapan unsur percakapan, kehadiran kalimat ajakan, kerapian tulisan, dan kreativitas.
  • Penilaian kemampuan membaca percakapan di depan kelas: kelancaran, intonasi, dan volume suara.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Struktur Kalimat AjakanKalimat tidak mengandung kata ajakan (mari, ayo, yuk) dan tidak sesuai tema lingkungan.Kalimat mengandung kata ajakan tetapi struktur belum tepat atau tema kurang sesuai.Kalimat mengandung kata ajakan dengan struktur tepat dan sesuai tema lingkungan.Kalimat mengandung kata ajakan bervariasi, struktur tepat, tema jelas, dan menunjukkan kreativitas.
Ejaan dan Tanda BacaBanyak kesalahan ejaan (huruf kapital, spasi) dan tidak ada tanda seru di akhir kalimat ajakan.Ada beberapa kesalahan ejaan dan penggunaan tanda seru belum konsisten.Ejaan sebagian besar benar, huruf kapital di awal kalimat tepat, dan menggunakan tanda seru.Ejaan dan tanda baca semua benar, tulisan rapi, dan mudah dibaca.
Isi PercakapanPercakapan tidak lengkap (kurang dari 4 baris) dan tidak memuat kalimat ajakan.Percakapan cukup lengkap tetapi hanya memuat 1 kalimat ajakan atau alur kurang jelas.Percakapan lengkap (4-6 baris), memuat minimal 2 kalimat ajakan, dan alur cerita sederhana jelas.Percakapan lengkap, memuat lebih dari 2 kalimat ajakan, alur jelas, dan menunjukkan kreativitas (dialog hidup, relevan).
Kemampuan Membaca/PresentasiMembaca terbata-bata, volume terlalu pelan, dan tanpa intonasi.Membaca cukup lancar tetapi intonasi datar atau volume kurang jelas.Membaca lancar dengan intonasi yang sesuai dan volume cukup jelas.Membaca sangat lancar, intonasi ekspresif, volume jelas, dan percaya diri.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil menulis kalimat ajakan dengan ejaan dan tanda baca yang benar?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif untuk murid yang kesulitan?
  • Apakah alokasi waktu cukup untuk semua tahapan pembelajaran?
  • Bagaimana saya dapat mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan lebih mendalam di pembelajaran berikutnya?
  • Apakah murid menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif selama pembelajaran?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menyenangkan dari pembelajaran hari ini?
  • Bagian mana yang paling sulit saat menulis kalimat ajakan?
  • Apa yang akan kamu lakukan untuk menjaga lingkungan mulai sekarang?
  • Apakah kamu merasa lebih percaya diri menulis kalimat ajakan setelah belajar hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 2 Kurikulum Merdeka: Keluargaku Unik (Edisi Revisi), Bab 7 Sayang Lingkungan, halaman 136-149
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas 2 Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi), halaman 185-187
  3. Gambar lingkungan bersih dan kotor (dicetak atau ditampilkan melalui proyektor)
  4. Lembar kerja bergambar (tempat sampah, sungai, taman, pohon)
  5. Kertas HVS, pensil, penghapus, krayon/spidol warna
  6. Sticky note untuk komitmen murid
  7. Lagu 'Membuang Sampah' atau lagu bertema lingkungan lainnya
  8. Contoh puisi sederhana tentang lingkungan yang memuat kalimat ajakan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.