Modul AjarPertemuan 4Bab 7Fase ASemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 2: Menemukan Kata Ulang dalam Puisi Lingkungan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 2 dengan topik "Menemukan Kata Ulang dalam Puisi Lingkungan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 2: Menemukan Kata Ulang dalam Puisi Lingkungan

Bahasa Indonesia - Kelas 2

Bab 7 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Menemukan Kata Ulang dalam Puisi Lingkungan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMenemukan Kata Ulang dalam Puisi Lingkungan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menemukan kata ulang dalam puisi bertema lingkungan dengan benar.
  2. Murid dapat menyalin kalimat yang memuat kata ulang dari puisi bertema lingkungan dengan ejaan dan tanda baca yang benar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mendengar kata-kata yang diucapkan dua kali, seperti anak-anak atau jalan-jalan?
  2. Mengapa menurutmu penyair menggunakan kata ulang dalam puisi tentang lingkungan?
  3. Apa yang terjadi jika kita menulis kata ulang tanpa tanda hubung?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu pendek tentang lingkungan untuk membangun suasana ceria.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Siapa yang masih ingat puisi Ketika Hujan Turun yang kita baca kemarin?' dan meminta 2-3 murid menyebutkan kata yang mereka ingat dari puisi tersebut.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menemukan kata ulang dalam puisi dan menyalinnya dengan benar.
  • Guru menampilkan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian mendengar kata anak-anak atau jalan-jalan? Mengapa kata itu diucapkan dua kali?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan puisi 'Ketika Hujan Turun' di papan tulis atau layar proyektor.
  • Guru membacakan puisi dengan intonasi yang jelas dan meminta murid menyimak dengan saksama (prinsip berkesadaran: murid fokus pada bunyi kata).
  • Guru menjelaskan konsep kata ulang: kata yang diulang persis seperti kata asalnya atau mendapat imbuhan, ditulis dengan tanda hubung (-).
  • Guru memberikan contoh konkret dari kehidupan sehari-hari: anak-anak, berjalan-jalan, rumah-rumah.
  • Guru membacakan kembali puisi dan berhenti sejenak setiap menemukan kata ulang, lalu menanyakan kepada murid: 'Apakah ini kata ulang?'
  • Murid bersama guru mengidentifikasi kata ulang pertama dalam puisi dan menuliskannya di papan tulis dengan tanda hubung yang benar.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kerja berisi puisi 'Ketika Hujan Turun' kepada setiap murid.
  • Murid secara mandiri membaca puisi dan mencari kata ulang yang ada di dalamnya (prinsip kemandirian).
  • Murid menandai kata ulang dengan stabilo atau pensil warna, kemudian menuliskan kata ulang tersebut di buku tulis mereka.
  • Guru berkeliling kelas untuk mengamati pekerjaan murid dan memberikan umpan balik langsung (asesmen proses).
  • Setelah menemukan kata ulang, murid menyalin kalimat lengkap yang memuat kata ulang tersebut di buku tulis dengan memperhatikan ejaan dan tanda baca (prinsip bermakna: menulis dalam konteks kalimat utuh).
  • Beberapa murid diminta maju ke depan untuk menuliskan hasil temuannya di papan tulis dan menjelaskan mengapa kata tersebut termasuk kata ulang.

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid membandingkan hasil temuan mereka: 'Berapa kata ulang yang kalian temukan? Mari kita hitung bersama!'
  • Murid diminta merefleksi: 'Apa yang kalian rasakan saat mencari kata ulang dalam puisi? Apakah mudah atau sulit?'
  • Guru memfasilitasi diskusi: 'Mengapa penyair menggunakan kata ulang dalam puisi tentang lingkungan? Apa yang membuat puisi lebih menarik?'
  • Murid diminta memeriksa kembali tulisan mereka: apakah kata ulang sudah ditulis dengan tanda hubung (-) yang benar? Apakah ejaan dan tanda baca sudah tepat?
  • Guru memberikan penguatan: 'Kalian hebat! Kalian sudah bisa menemukan dan menulis kata ulang dengan benar.'

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid mengerjakan soal singkat: menemukan 3 kata ulang dalam puisi baru yang pendek dan menyalin 1 kalimat yang memuat kata ulang.
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: kata ulang adalah kata yang diulang dan ditulis dengan tanda hubung (-).
  • Guru memberikan apresiasi kepada murid yang aktif dan memberikan semangat kepada semua murid.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya: menemukan kalimat imbauan dalam puisi lingkungan.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat diberikan puisi tambahan dengan lebih banyak kata ulang untuk dianalisis. Murid yang lambat diberikan puisi lebih pendek dengan kata ulang yang lebih sedikit dan mudah ditemukan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bantuan lebih dapat bekerja berpasangan dengan teman atau mendapat bimbingan langsung dari guru. Murid yang cepat dapat bekerja mandiri dan diminta membuat contoh kata ulang sendiri.
  • Produk: Murid yang cepat diminta menyalin 3-5 kalimat yang memuat kata ulang dan menjelaskan makna kata ulang tersebut. Murid yang lambat cukup menyalin 1-2 kalimat dengan bimbingan guru.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan pengalaman murid dengan puisi sebelumnya dan meminta mereka menyebutkan kata yang diingat dari puisi 'Ketika Hujan Turun'.
  • Guru mengajukan pertanyaan: 'Siapa yang pernah mendengar kata seperti anak-anak atau jalan-jalan?' untuk mengukur pengetahuan awal tentang kata ulang.

Proses:

  • Guru mengamati murid saat membaca dan menandai kata ulang dalam puisi (observasi).
  • Guru berkeliling dan memberikan umpan balik langsung saat murid mengerjakan lembar kerja.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemandu: 'Mengapa kamu memilih kata ini sebagai kata ulang?' untuk mengecek pemahaman murid.
  • Guru mencatat murid yang kesulitan untuk diberikan bimbingan tambahan.

Akhir:

  • Tes tertulis singkat: Guru memberikan puisi baru (4-6 baris) dan meminta murid menemukan minimal 3 kata ulang, lalu menyalin 1 kalimat yang memuat kata ulang dengan ejaan dan tanda baca yang benar.
  • Guru menilai hasil tulisan murid menggunakan rubrik: ketepatan menemukan kata ulang, kebenaran ejaan, dan kebenaran tanda baca.

Formatif:

  • Observasi saat murid mengidentifikasi kata ulang dalam puisi
  • Pemeriksaan hasil kerja murid saat menyalin kalimat
  • Tanya jawab lisan tentang konsep kata ulang

Sumatif:

  • Tes tertulis: menemukan kata ulang dalam puisi baru
  • Penugasan: menyalin kalimat yang memuat kata ulang dengan ejaan dan tanda baca yang benar

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan kata ulang dalam puisiMurid belum dapat menemukan kata ulang dalam puisi atau menemukan kata yang bukan kata ulangMurid dapat menemukan 1-2 kata ulang dengan bimbingan guruMurid dapat menemukan 3-4 kata ulang secara mandiri dengan tepatMurid dapat menemukan semua kata ulang dalam puisi (5 atau lebih) secara mandiri dan tepat
Menyalin kalimat dengan ejaan yang benarMurid menyalin kalimat dengan banyak kesalahan ejaan (lebih dari 3 kesalahan)Murid menyalin kalimat dengan 2-3 kesalahan ejaanMurid menyalin kalimat dengan 1 kesalahan ejaanMurid menyalin kalimat dengan ejaan yang sepenuhnya benar tanpa kesalahan
Penggunaan tanda baca dan tanda hubungMurid tidak menggunakan tanda hubung pada kata ulang atau tidak menggunakan tanda baca pada kalimatMurid menggunakan tanda hubung pada kata ulang tetapi masih salah menempatkan tanda baca kalimatMurid menggunakan tanda hubung pada kata ulang dengan benar dan tanda baca kalimat dengan 1 kesalahanMurid menggunakan tanda hubung pada kata ulang dan semua tanda baca kalimat dengan benar

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat menemukan kata ulang dalam puisi? Siapa yang masih membutuhkan bimbingan tambahan?
  • Apakah strategi pembelajaran yang saya gunakan efektif untuk membantu murid memahami konsep kata ulang?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan diferensiasi untuk mengakomodasi kebutuhan murid yang beragam?
  • Apakah alokasi waktu sudah tepat untuk setiap tahapan pembelajaran?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang kata ulang?
  • Bagian mana yang paling mudah dan paling sulit saat mencari kata ulang dalam puisi?
  • Apa yang akan kamu lakukan jika menemukan kata ulang dalam bacaan lain?
  • Apakah kamu senang belajar tentang kata ulang hari ini? Mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 2: Keluargaku Unik (Edisi Revisi) - Bab 7 Sayang Lingkungan
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas 2: Keluargaku Unik (Edisi Revisi) - Bab 7 Sayang Lingkungan
  3. Puisi 'Ketika Hujan Turun' (dari buku siswa)
  4. Lembar kerja: puisi bertema lingkungan untuk latihan
  5. Papan tulis dan spidol warna
  6. Pensil warna atau stabilo untuk menandai kata ulang
  7. Buku tulis murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.