MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 2 (Fase A) Topik: Menulis Puisi Bebas Bertema Lingkungan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Menulis Puisi Bebas Bertema Lingkungan |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat membuat puisi bebas bertema lingkungan menggunakan bantuan gambar dengan kalimat sederhana
- Murid dapat mengungkapkan perasaan dan gagasan tentang lingkungan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian melihat lingkungan yang bersih dan indah? Bagaimana perasaan kalian?
- Apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga lingkungan tetap bersih?
- Bagaimana cara kita menyampaikan perasaan kita tentang lingkungan melalui puisi?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
- Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman murid tentang lingkungan sekitar rumah atau sekolah
- Guru menampilkan gambar lingkungan bersih dan kotor, kemudian meminta murid menyampaikan perbedaan yang mereka lihat (asesmen awal diagnostik)
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar membuat puisi tentang lingkungan
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan beberapa gambar bertema lingkungan (taman, sungai bersih, pohon, sampah) dan mengajak murid mengamatinya dengan saksama
- Guru membacakan contoh puisi sederhana tentang lingkungan dengan intonasi yang ekspresif
- Guru dan murid bersama-sama mendiskusikan isi puisi: kata-kata apa yang menarik, perasaan apa yang muncul
- Guru menjelaskan bahwa puisi bebas tidak harus berima, yang penting mengungkapkan perasaan dan pikiran kita
- Guru meminta murid menyebutkan kata-kata yang berhubungan dengan lingkungan (pohon, bunga, sampah, bersih, kotor, hijau) dan menuliskannya di papan tulis
- Guru memberikan contoh membuat satu baris puisi dari gambar: 'Aku punya bibit tanaman'
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagikan lembar kerja yang berisi 3-4 gambar bertema lingkungan kepada setiap murid
- Murid diminta mengamati gambar dan menuliskan perasaan atau pikiran mereka dalam bentuk kalimat sederhana untuk setiap gambar
- Murid menyusun kalimat-kalimat tersebut menjadi puisi bebas pendek (3-5 baris)
- Guru berkeliling membimbing murid yang membutuhkan bantuan, mengingatkan penggunaan huruf kapital di awal kalimat dan tanda baca
- Murid menghias puisi mereka dengan gambar atau warna sesuai kreativitas masing-masing
- Guru melakukan asesmen proses dengan mengamati kemampuan murid menulis kalimat, memilih kata, dan kreativitas
Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid secara sukarela maju ke depan kelas membacakan puisi yang telah mereka buat
- Murid lain memberikan apresiasi dengan tepuk tangan
- Guru memberikan umpan balik positif pada setiap karya murid, menekankan kekuatan dari puisi yang dibacakan
- Murid diminta merefleksikan pengalaman mereka: bagian mana yang paling menyenangkan, apa yang terasa sulit
- Guru mengajak murid berpikir tentang bagaimana puisi dapat menyampaikan pesan pentingnya menjaga lingkungan
- Murid menempelkan hasil karya puisi mereka di mading kelas
Penutup:- Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 2-3 murid menyebutkan kembali langkah-langkah membuat puisi
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: puisi adalah cara menyampaikan perasaan dan pikiran kita, puisi tentang lingkungan membantu kita peduli terhadap alam
- Guru memberikan penguatan positif atas partisipasi dan karya semua murid
- Guru memberikan tindak lanjut: murid diminta membuat satu puisi pendek tentang lingkungan rumah mereka sebagai tugas rumah
- Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam
Diferensiasi:- Konten: Murid yang cepat dapat diminta membuat puisi lebih panjang (5-7 baris) atau membuat 2 puisi berbeda. Murid yang lambat dapat dipandu dengan pertanyaan pengarah untuk setiap gambar
- Proses: Murid yang membutuhkan bantuan lebih dapat bekerja berpasangan dengan teman atau mendapat bimbingan intensif dari guru. Murid yang mandiri dapat bekerja sendiri dengan kreativitas penuh
- Produk: Murid yang cepat dapat menghias puisi dengan lebih detail atau membuat buku puisi mini. Murid yang lambat cukup menyelesaikan 1 puisi sederhana dengan 3 baris
ASESMENAwal:- Tanya jawab lisan tentang pengalaman murid dengan lingkungan sekitar
- Observasi kemampuan murid menyampaikan perbedaan gambar lingkungan bersih dan kotor
Proses:- Observasi saat murid menulis puisi: kemampuan menyusun kalimat, kreativitas pemilihan kata, penggunaan ejaan dan tanda baca
- Bimbingan dan umpan balik langsung kepada murid yang membutuhkan
- Penilaian sejawat: murid memberikan apresiasi pada karya teman
Akhir:- Penilaian hasil puisi menggunakan rubrik dengan 4 aspek utama
- Penilaian kemampuan murid membacakan puisi dengan percaya diri
- Refleksi diri murid tentang proses dan hasil belajar mereka
Formatif:- Observasi selama proses pembuatan puisi: kemampuan menulis kalimat, pemilihan kata, ejaan dan tanda baca
- Tanya jawab lisan saat murid membacakan puisi
- Catatan anekdotal tentang partisipasi dan antusiasme murid
Sumatif:- Penilaian hasil puisi menggunakan rubrik: kesesuaian tema, isi puisi, pemilihan kata, ejaan dan tanda baca, kreativitas
- Penilaian kemampuan membacakan puisi di depan kelas
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kesesuaian Tema | Tema tidak sesuai dengan lingkungan atau tidak jelas | Tema menyinggung lingkungan tetapi masih kabur | Tema mengangkat lingkungan dengan cukup jelas | Tema sangat jelas tentang lingkungan dan menarik | | Isi Puisi | Isi puisi tidak mewakili gambar atau tidak koheren | Isi puisi mulai mewakili gambar tetapi masih terbatas | Isi puisi mewakili gambar dengan baik | Isi puisi mewakili gambar dengan sangat baik dan menunjukkan pemahaman mendalam | | Pemilihan Kata | Kata-kata tidak sesuai atau sangat terbatas | Kata-kata mulai sesuai tetapi masih monoton | Kata-kata dipilih dengan baik dan sesuai tema | Kata-kata dipilih dengan sangat tepat, variatif, dan ekspresif | | Ejaan, Tanda Baca, dan Kreativitas | Banyak kesalahan ejaan dan tanda baca, tidak kreatif | Masih ada beberapa kesalahan ejaan dan tanda baca, mulai menunjukkan kreativitas | Ejaan dan tanda baca sebagian besar benar, cukup kreatif | Ejaan dan tanda baca benar, sangat kreatif dalam penyajian dan hiasan |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid dapat terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran?
- Bagian mana dari pembelajaran yang paling efektif membantu murid mencapai tujuan?
- Murid mana yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut?
- Apa yang perlu diperbaiki untuk pembelajaran serupa di masa depan?
Refleksi Murid:- Apa yang paling kamu sukai dari kegiatan membuat puisi hari ini?
- Bagian mana yang terasa sulit bagimu?
- Apa yang kamu pelajari tentang lingkungan dari kegiatan ini?
- Apakah kamu ingin membuat puisi lagi di lain waktu?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 2 Kurikulum Merdeka
- Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas 2 Kurikulum Merdeka
- Gambar-gambar bertema lingkungan (taman, pohon, sungai, sampah, daur ulang)
- Lembar kerja puisi dengan template gambar
- Kertas HVS atau buku tulis
- Pensil, penghapus, pensil warna atau krayon
- Papan tulis dan spidol
- Contoh puisi sederhana tentang lingkungan
|