Modul AjarBab 7Fase ASemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 2 Bab 7: Sayang Lingkungan

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Bahasa Indonesia kelas 2 untuk Bab 7 "Sayang Lingkungan", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 2 Bab 7: Sayang Lingkungan

Bahasa Indonesia - Kelas 2

Bab 7

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Bab 7 — Sayang Lingkungan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikBab 7 — Sayang Lingkungan
Alokasi Waktu36 JP (36 x 35 menit = 1260 menit)
Jumlah Pertemuan18
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 2.7.1 Menyebutkan informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural berupa percakapan yang berkaitan dengan lingkungan sekitar
  2. TP 2.7.2 Menyebutkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang lingkungan sekitar
  3. TP 2.7.3 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar
  4. TP 2.7.4 Menjelaskan isi bacaan tentang lingkungan sekitar
  5. TP 2.7.5 Merespons dengan bertanya tentang sesuatu dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang lingkungan sekitar
  6. TP 2.7.6 Menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca tentang lingkungan sekitar
  7. TP 2.7.7 Menulis berbagai tipe teks sederhana tentang lingkungan sekitar dengan beberapa kalimat sederhana

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa saja yang biasanya membersihkan halaman rumah atau sekolahmu?
  2. Apa kegiatan yang dilakukan saat kita bersama-sama membersihkan lingkungan?
  3. Apa yang terjadi jika sampah basah dan botol plastik disatukan dalam satu wadah?
  4. Bagaimana caramu mengetahui tempat sampah mana yang harus dipakai saat membuang sisa makanan?
  5. Apa yang kita rasakan jika tanaman di sekitar kita layu dan kering?
  6. Menurutmu, apa pesan yang ingin disampaikan seseorang yang membuat puisi tentang bunga dan pohon yang dirawat?
  7. Apa yang terjadi jika kita membuang sampah sembarangan di halaman sekolah?
  8. Pesan apa yang disampaikan sebuah cerita ketika tokohnya rajin membersihkan lingkungan?
  9. Pernahkah kamu melihat tulisan di tempat sampah atau sudut kebun sekolah?
  10. Bagaimana caramu membaca tulisan yang ada pada kartu kata dengan cepat dan lancar tanpa mengeja?
  11. Bagaimana caramu membaca kalimat pendek agar langsung lancar tanpa terbata-bata?
  12. Kata apa saja tentang lingkungan yang sudah bisa kamu baca dengan cepat?
  13. Bagaimana keadaan halaman sekolah yang bersih dan terawat?
  14. Apa saja yang dapat kita temukan di halaman sekolah yang bersih berdasarkan sebuah bacaan?
  15. Mengapa air bersih di sekitar kita tidak boleh dibiarkan terbuang sia-sia?
  16. Apa yang terjadi jika kita lupa menutup keran air saat selesai mencuci tangan?
  17. Apa kata tanya dan kata santun yang kamu ucapkan ketika ingin menanyakan letak tempat sampah kepada teman?
  18. Mengapa kita perlu bertanya dengan santun saat mencari tempat sampah di lingkungan sekitar?
  19. Apa kata tanya dan kata santun yang dapat kita gunakan saat ingin mengetahui cara merawat tanaman di sekolah?
  20. Bagaimana caramu bertanya kepada teman jika melihat tanaman sekolah layu atau membutuhkan air?
  21. Apa yang terjadi dalam cerita jika warga bersama-sama membersihkan lingkungan?
  22. Bagaimana urutan kejadian dari awal, tengah, hingga akhir dalam cerita gotong royong yang kamu baca?
  23. Apa saja langkah yang harus kita lakukan agar pohon di sekitar kita tumbuh subur?
  24. Bagaimana caramu menceritakan kembali isi bacaan tentang merawat pohon kepada temanmu?
  25. Apa kegiatan bersih-bersih yang biasa kamu lakukan di rumah bersama keluarga?
  26. Bagaimana cara kita menceritakan urutan kegiatan bersih-bersih rumah itu menjadi dua kalimat tulisan?
  27. Apa saja benda dan tanaman yang dapat kita lihat di taman sekolah?
  28. Bagaimana cara kita menceritakan keadaan taman sekolah dalam bentuk tulisan kalimat sederhana?
  29. Pernahkah kamu memilah sampah di rumah atau sekolah?
  30. Kata apa saja yang biasa kamu lihat di tempat sampah atau tulisan tentang kebersihan lingkungan?
  31. Apa yang biasanya kamu lakukan jika melihat halaman kelasmu kotor?
  32. Bagaimana cara bertanya yang baik dan santun kepada teman tentang alat kebersihan yang ingin kamu pinjam?
  33. Apa saja yang biasa kalian lakukan saat ikut membersihkan lingkungan sekitar?
  34. Bagaimana caramu menceritakan kembali isi bacaan dan menuliskan ajakan menjaga kebersihan lingkungan dalam kalimat sederhana?
  35. Bagaimana kita menunjukkan hal-hal baik yang sudah kita pelajari tentang menyayangi lingkungan sekitar?
  36. Mengapa kita perlu mengerjakan tugas dengan mandiri, jujur, dan sungguh-sungguh?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menyebutkan Informasi Tokoh dan Kegiatan dari Percakapan Aural tentang Membersihkan Lingkungan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.7.1 Menyebutkan informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural berupa percakapan yang berkaitan dengan lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, dan memimpin doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimak percakapan dan menyebutkan tokoh serta kegiatan membersihkan lingkungan di dalamnya (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan membacakan teks aural 2 kalimat: 'Deni menyapu dedaunan kering di halaman sekolah. Siti mengumpulkan daun itu ke dalam keranjang sampah.' lalu meminta murid menyebutkan siapa tokoh dan apa kegiatannya (acuan: tokoh Deni berkegiatan menyapu dedaunan kering; tokoh Siti berkegiatan mengumpulkan daun ke keranjang sampah) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan teks percakapan aural 1 berjudul 'Kerja Bakti di Sekolah' dengan pelafalan jelas: Dani: 'Ayu, apa yang sedang kamu lakukan di sudut taman?' Ayu: 'Aku sedang mencabuti rumput liar, Dani. Kamu mau membantu apa?' Dani: 'Aku akan menyapu daun-daun kering ini lalu membuangnya ke tempat sampah.' Ayu: 'Terima kasih, Dani! Kebun kelas kita jadi bersih.' (7 menit).
  • Guru memberikan pertanyaan bimbingan kepada seluruh kelas untuk membedakan nama tokoh dan kegiatan yang dilakukan tokoh dalam percakapan yang baru didengar (acuan: tokoh = Dani dan Ayu; kegiatan = Ayu mencabuti rumput liar, Dani menyapu daun kering dan membuangnya ke tempat sampah) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid bermain tebak peran 'Siapakah Aku dan Apa Tugasku?' secara menyenangkan: guru membacakan petikan tuturan dari percakapan aural 1, lalu murid secara serempak dan bergantian menebak nama tokoh dan tindakannya (misal: 'Aku mencabuti rumput liar, siapakah aku?' -> Ayu) (10 menit).
  • Guru membacakan teks percakapan aural 2 berjudul 'Bersih-Bersih Rumah': Ibu: 'Budi, tolong bantu Ibu membersihkan ruang tamu ya.' Budi: 'Baik, Bu. Budi harus melakukan apa?' Ibu: 'Budi tolong mengelap meja dengan kain basah, Ibu akan mengepel lantai.' Budi: 'Siap, Bu! Budi segera ambil kain lapnya.' (5 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan lembar simak berisi 4 butir isian rumpang tentang percakapan aural 2: Butir (1) Siapa tokoh anak laki-laki? (acuan: Budi); Butir (2) Siapa tokoh yang mengajak bekerja bakti? (acuan: Ibu); Butir (3) Apa kegiatan yang dilakukan Budi? (acuan: mengelap meja); Butir (4) Apa kegiatan yang dilakukan Ibu? (acuan: mengepel lantai) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memandu murid memeriksa bersama hasil jawaban lembar simak sambil mencocokkan kembali dengan informasi tokoh dan kegiatan yang didengar dari percakapan aural 2 (7 menit).
  • Murid mengidentifikasi bagian informasi mana yang paling mudah diingat (nama tokoh atau jenis kegiatannya) dan strategi menyimak yang membantu mereka mengingat (3 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan cara menemukan informasi tokoh dan kegiatan dari teks percakapan yang didengarkan (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil belajar murid serta menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menyimak teks percakapan dengan kalimat lebih pendek yang dibacakan ulang secara perlahan; murid mahir menyimak percakapan dengan 3 tokoh sekaligus.
  • Proses: Murid yang memerlukan scaffolding dibantu dengan kartu visual gambar tokoh (Ibu dan Budi) serta gambar aktivitas (mengelap meja dan mengepel lantai) sebelum menuliskan jawaban; murid mahir langsung menyebutkan secara lisan dan mandiri.
  • Produk: Murid dengan kesiapan awal menjawab 2 butir informasi tokoh utama; murid mahir melengkapi 4 butir informasi tokoh dan kegiatan secara tepat tanpa bimbingan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru membacakan teks aural 2 kalimat: 'Deni menyapu dedaunan kering di halaman sekolah. Siti mengumpulkan daun itu ke dalam keranjang sampah.' lalu murid menyebutkan tokoh dan kegiatannya secara lisan (acuan: tokoh Deni menyapu daun kering; tokoh Siti mengumpulkan daun ke keranjang sampah).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan lembar simak mandiri berdasarkan teks percakapan aural 2 yang dibacakan guru: Butir (1) Siapa tokoh anak laki-laki? (acuan: Budi); Butir (2) Siapa tokoh yang mengajak bekerja bakti? (acuan: Ibu); Butir (3) Apa kegiatan yang dilakukan Budi? (acuan: mengelap meja); Butir (4) Apa kegiatan yang dilakukan Ibu? (acuan: mengepel lantai).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan singkat di akhir kegiatan: Guru membacakan satu tuturan cepat 'Pak RT mengimbau warga membersihkan selokan', murid menyebutkan siapa tokohnya (acuan: Pak RT) dan apa kegiatannya (acuan: membersihkan selokan / mengimbau warga membersihkan selokan).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran
  • Observasi unjuk kerja permainan tebak peran 'Siapakah Aku dan Apa Tugasku?'
  • Lembar simak mandiri menyebutkan 4 informasi tokoh dan kegiatan dari teks aural percakapan 2

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan informasi tokoh dari percakapan auralBelum mampu menyebutkan nama tokoh dari teks percakapan aural meski telah dibimbing guru.Menyebutkan 1 dari 2 nama tokoh secara tepat dari teks percakapan aural (acuan: tokoh Budi atau Ibu).Menyebutkan 2 nama tokoh secara tepat dari teks percakapan aural (acuan: tokoh Budi dan Ibu).Menyebutkan seluruh (2) nama tokoh secara tepat dan mandiri seketika setelah mendengarkan teks percakapan aural (acuan: tokoh Budi dan Ibu).
Menyebutkan informasi kegiatan membersihkan lingkungan dari percakapan auralBelum mampu menyebutkan jenis kegiatan membersihkan lingkungan dari teks percakapan aural.Menyebutkan 1 dari 2 kegiatan membersihkan lingkungan secara tepat dari teks percakapan aural (acuan: mengelap meja atau mengepel lantai).Menyebutkan 2 kegiatan membersihkan lingkungan secara tepat dari teks percakapan aural (acuan: mengelap meja dan mengepel lantai).Menyebutkan seluruh (2) kegiatan membersihkan lingkungan secara lengkap dan tepat sesuai peran masing-masing tokoh secara mandiri (acuan: Budi mengelap meja, Ibu mengepel lantai).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah artikulasi dan tempo pembacaan teks percakapan aural sudah cukup jelas bagi seluruh murid kelas 2?
  • Bagaimana respons murid saat mengidentifikasi kegiatan yang dilakukan masing-masing tokoh dalam percakapan?

Murid:

  • Bagian mana dari percakapan tadi yang paling mudah kamu ingat namanya?
  • Apakah kamu dapat menyebutkan kembali tugas Budi dan Ibu saat membersihkan rumah?

Pertemuan 2 — Menyebutkan Informasi Cara Memilah Sampah dari Percakapan Aural Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.7.1 Menyebutkan informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural berupa percakapan yang berkaitan dengan lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa, serta memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimak percakapan dan menyebutkan informasi tentang cara memilah sampah (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperdengarkan 1 kalimat percakapan pendek: 'Boni: Kulit pisang dibuang ke wadah hijau, sedangkan botol plastik ke wadah kuning.' Guru meminta murid menyebutkan wadah untuk kulit pisang (acuan: wadah hijau) untuk memetakan kesiapan menyimak informasi (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mendengarkan percakapan aural berjudul 'Memilah Sampah di Sekolah' yang dibacakan guru secara bertahap: (1) Sinta: 'Rino, mengapa tempat sampah di depan kelas kita ada dua warna?'; (2) Rino: 'Tempat sampah hijau untuk sampah basah seperti daun dan sisa makanan. Tempat sampah kuning untuk sampah plastik dan kaleng bekas.'; (3) Sinta: 'Berarti bungkus roti plastik ini masuk ke tempat sampah kuning?'; (4) Rino: 'Betul, Sinta, agar sampah plastik bisa didaur ulang.' (8 menit).
  • Guru memandu murid membedah informasi dari percakapan aural tersebut melalui tanya jawab terbimbing tentang jenis sampah dan wadahnya sesuai isi tuturan (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan menggembirakan 'Tebak Wadah Sampah': guru membacakan kembali potongan dialog aural tentang jenis sampah, lalu murid secara berkelompok mengangkat kartu bertuliskan warna wadah yang tepat (hijau/kuning) sesuai isi percakapan (10 menit).
  • Murid menyimak percakapan aural kedua berjudul 'Pilah Sampah Rumah' yang dibacakan guru: Ibu: 'Doni, tolong pisahkan sampah dapur ini.' Doni: 'Bagaimana caranya, Bu?' Ibu: 'Kumpulkan sisa sayur dan kulit buah ke ember hijau untuk dijadikan pupuk. Kumpulkan botol kaca dan kertas bekas ke kardus cokelat.' (7 menit).
  • Murid secara mandiri menyebutkan 4 butir informasi cara memilah sampah pada lembar tugas lisan/tulis sederhana berdasarkan percakapan yang didengar: (1) Sampah basah/sisa makanan masuk ke tempat mana?; (2) Sampah plastik/kaleng masuk ke tempat mana?; (3) Sisa sayur dan kulit buah masuk ke ember apa?; (4) Botol kaca dan kertas bekas ditaruh di mana? (acuan: 1=tempat sampah hijau; 2=tempat sampah kuning; 3=ember hijau; 4=kardus cokelat) (8 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil jawaban dengan menyimak kembali tuturan inti dari teks percakapan untuk mengonfirmasi ketepatan informasi yang diserap (5 menit).
  • Murid menyatakan secara lisan cara mereka menyimak agar tidak tertukar antara jenis sampah dan tempat pemilahannya (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan informasi yang disebutkan murid dari percakapan aural (5 menit).
  • Guru menyimpulkan inti pembelajaran menyimak hari ini dan menutup pelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, teks percakapan dibacakan dengan tempo lebih lambat dan penekanan vokal pada nama wadah; untuk murid cepat, teks dibacakan dengan tempo wajar percakapan sehari-hari.
  • Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan dipandu menjawab 2 butir informasi terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke butir berikutnya; murid mahir langsung menyimak 4 butir informasi sekaligus.
  • Produk: Murid diperbolehkan menyebutkan informasi cara memilah sampah secara lisan langsung kepada guru atau menuliskannya secara singkat pada lembar jawaban.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes lisan diagnostik: Guru membacakan tuturan 'Boni: Kulit pisang dibuang ke wadah hijau, sedangkan botol plastik ke wadah kuning.' Murid diminta menyebutkan wadah untuk kulit pisang (acuan: wadah hijau).

Proses:

  • Formatif pada tahap Mengaplikasi: Murid menjawab 4 pertanyaan informasi dari percakapan aural: (1) Wadah untuk sampah basah/sisa makanan (acuan: tempat sampah hijau); (2) Wadah untuk sampah plastik dan kaleng (acuan: tempat sampah kuning); (3) Wadah untuk sisa sayur dan kulit buah (acuan: ember hijau); (4) Wadah untuk botol kaca dan kertas bekas (acuan: kardus cokelat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menyebutkan kembali 1 cara memilah sampah plastik berdasarkan percakapan yang telah disimak (acuan: dibuang ke tempat sampah kuning / dipisahkan dari sampah basah).

Formatif:

  • Tes lisan/tulis menyebutkan 4 informasi cara memilah sampah dari percakapan aural
  • Pengamatan ketepatan murid dalam permainan 'Tebak Wadah Sampah' berdasarkan dialog yang didengar

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan informasi cara memilah sampah dari teks percakapan auralBelum mampu menyebutkan informasi atau hanya tepat 1 dari 4 informasi berdasarkan teks percakapan aural (daftar acuan: 1=tempat sampah hijau; 2=tempat sampah kuning; 3=ember hijau; 4=kardus cokelat).Menyebutkan 2 dari 4 informasi secara tepat berdasarkan teks percakapan aural (daftar acuan: 1=tempat sampah hijau; 2=tempat sampah kuning; 3=ember hijau; 4=kardus cokelat).Menyebutkan 3 dari 4 informasi secara tepat berdasarkan teks percakapan aural (daftar acuan: 1=tempat sampah hijau; 2=tempat sampah kuning; 3=ember hijau; 4=kardus cokelat).Menyebutkan seluruh (4 dari 4) informasi secara tepat dan mandiri berdasarkan teks percakapan aural (daftar acuan: 1=tempat sampah hijau; 2=tempat sampah kuning; 3=ember hijau; 4=kardus cokelat).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks percakapan aural yang dibacakan cukup jelas dan mudah ditangkap informasinya oleh murid kelas 2?
  • Bagian mana dari kegiatan menyimak yang paling efektif membantu murid membedakan wadah pemilahan sampah?

Murid:

  • Apakah kamu dapat mengingat dengan jelas wadah untuk setiap jenis sampah dari percakapan yang kamu dengar?
  • Apa yang membantumu mengingat informasi saat mendengarkan guru bercakap-cakap?

Pertemuan 3 — Menyebutkan Pesan Sayang Tanaman dari Teks Puisi Aural tentang Lingkungan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.7.2 Menyebutkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru membacakan teks aural pemantik berupa pantun 2 baris: 'Bunga melati harum baunya, siramlah ia setiap senja.' Murid diajak menjawab pertanyaan diagnostik awal: 'Apa ajakan atau pesan dari dua baris tadi?' (acuan jawaban: ajakan menyiram bunga/merawat tanaman) untuk memetakan kesiapan menyimak pesan teks sastra (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan teks puisi aural berjudul 'Bungaku Tersenyum' di depan kelas sebanyak dua kali: 'Bungaku mekar di halaman / Harum semerbak di pagi hari / Kusiram air setiap petang / Jangan dipetik jangan diinjak / Biarkan mekar menghias alam' (5 menit).
  • Guru memberikan panduan menyimak bahwa dalam puisi ada 'pesan' atau ajakan kebaikan tentang merawat lingkungan, lalu meminta murid memikirkan hal baik apa yang diminta oleh puisi yang telah didengar (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Menyimak yang memuat 3 butir pernyataan pilihan untuk menguji pesan teks puisi 'Bungaku Tersenyum' yang didengar: (1) Tindakan yang dipesankan puisi agar bunga tumbuh mekar [Pilihan: A. Menyiramnya setiap petang, B. Membiarkannya layu], (2) Larangan yang dipesankan puisi demi menjaga bunga [Pilihan: A. Memetik dan menginjaknya, B. Menyiramnya], (3) Pesan utama puisi terhadap tanaman [Pilihan: A. Menyayangi dan merawat tanaman bunga, B. Merusak tanaman di taman]. Acuan kunci jawaban: 1 = A; 2 = A; 3 = A (15 menit).
  • Permainan Menyenangkan 'Tebak Pesan Puisi': Guru membacakan satu bait puisi aural baru: 'Pohon mangga rindang daunnya / Tempat berteduh burung merpati / Beri pupuk siram akarnya / Rawat selalu sepenuh hati.' Guru menyediakan 3 kartu opsi pesan di papan tulis: Kartu 1: 'Tebanglah pohon saat rindang'; Kartu 2: 'Rawat dan siramlah pohon dengan penuh kasih sayang'; Kartu 3: 'Usirlah burung dari dahan'. Secara bergantian dan ceria, murid mengangkat kartu nomor atau berdiri jika guru menunjuk kartu yang memuat pesan yang tepat (acuan kunci: Kartu 2) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi murid menyebutkan kembali secara lisan dengan bahasa sederhana apa pesan puisi tentang menyayangi tanaman yang baru saja dipelajari (5 menit).
  • Murid mengecek apakah mereka dapat menemukan pesan kebaikan dari puisi secara mudah saat mendengarkan pembacaan puisi secara saksama (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali pesan penting menyayangi tanaman dari teks puisi aural yang telah disimak (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil belajar murid, menginformasikan materi pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, guru membacakan puisi secara perlahan bait demi bait dengan penekanan pada kata kunci pesan (seperti: 'kusiram air', 'jangan dipetik'); untuk murid yang mahir, teks puisi dibacakan satu kali dengan kecepatan wajar.
  • Proses: Murid yang memerlukan scaffolding dibantu dengan membacakan kembali opsi pilihan jawaban secara lisan berulang; murid mahir langsung menentukan pesan puisi secara mandiri.
  • Produk: Semua murid mencapai bukti kompetensi yang sama yaitu menentukan dan menyebutkan pesan teks puisi aural.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru melisankan pantun: 'Bunga melati harum baunya, siramlah ia setiap senja.' Murid diminta menyebutkan pesan kebaikan dari pantun tersebut (acuan kunci: pesan untuk menyiram atau merawat bunga/tanaman).

Proses:

  • Pengerjaan Lembar Kerja Menyimak berisi 3 butir penentuan pesan teks puisi aural 'Bungaku Tersenyum' (butir 1: tindakan yang dipesankan = menyiram setiap petang; butir 2: larangan yang dipesankan = jangan dipetik dan jangan diinjak; butir 3: pesan utama = menyayangi dan merawat tanaman bunga)
  • Ketepatan murid memilih kartu pesan pada bait puisi aural kedua dalam permainan kelas (acuan kunci: Kartu 2 = rawat dan siramlah pohon dengan penuh kasih sayang)

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan: Murid diminta menyebutkan satu pesan utama dari puisi tentang lingkungan/tanaman yang telah didengarkan hari ini (acuan penerimaan: menyebutkan intisari merawat/menyiram/tidak merusak tanaman).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran berupa menyebutkan pesan dari bait singkat
  • Lembar cek pemahaman pesan puisi aural 3 butir pada tahap Mengaplikasi
  • Observasi jawaban murid dalam permainan interaktif tebak pesan puisi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan pesan teks puisi aural tentang lingkungan sekitarBelum mampu menyebutkan pesan teks puisi aural atau jawaban tidak sesuai dengan isi puisi meski telah diberi bimbingan penuh.Mampu menyebutkan 1 pesan teks puisi aural secara tepat dengan bimbingan atau scaffolding dari guru.Mampu menyebutkan minimal 2 hingga 3 pesan teks puisi aural secara tepat dan mandiri sesuai acuan jawaban.Mampu menyebutkan seluruh pesan teks puisi aural (baik pesan tindakan, larangan, maupun pesan utama) secara tepat, lengkap, dan mandiri tanpa bimbingan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks puisi aural yang dibacakan memiliki diksi yang mudah dipahami oleh murid Fase A?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam menemukan pesan tersirat maupun tersurat dari puisi yang didengar?

Murid:

  • Bagian mana dari puisi tadi yang paling kamu sukai?
  • Apakah kamu dapat menemukan pesan untuk menyayangi tanaman dari puisi yang dibacakan gurumu?

Pertemuan 4 — Menyebutkan Pesan Menjaga Kebersihan dari Teks Cerita Pendek Aural tentang Lingkungan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.7.2 Menyebutkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimak cerita pendek dan menyebutkan pesan tentang menjaga kebersihan lingkungan (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan dengan membacakan cerita 2 kalimat: 'Dito selalu membuang bungkus biskuit ke tempat sampah agar kelas tetap bersih.' lalu menanyakan: 'Apa pesan kebersihan dari cerita Dito?' (acuan: membuang sampah pada tempatnya / menjaga kebersihan kelas) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan teks cerita pendek aural sastra berjudul 'Halaman Rumah Bimo': 'Bimo senang bermain di halaman rumah. Namun, banyak daun kering dan plastik berserakan. Bimo mengambil sapu lidi dan kantong sampah. Ia menyapu daun dan mengumpulkan sampah plastik ke dalam kantong. Halaman rumah Bimo kini menjadi bersih, rapi, dan nyaman untuk bermain.' (7 menit).
  • Guru memandu pemahaman terbimbing mengenai peristiwa dan akibat dalam cerita melalui tanya jawab lisan untuk menggali pesan cerita: apa yang dilakukan Bimo dan apa akibat setelah halaman dibersihkan (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengajak murid melakukan permainan kuis telinga cermat 'Detektif Pesan Cerita': guru membacakan cerita pendek kedua berjudul 'Sungai Desa Suka Maju': 'Sungai di Desa Suka Maju mengalir jernih. Penduduk desa tidak pernah membuang sampah ke aliran sungai. Mereka rutin mengumpulkan sampah di bak penampungan. Ikan-ikan berenang riang dan air sungai tidak pernah tersumbat atau banjir.' (10 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan lembar tugas lisan/tulis pilihan pesan kebersihan berdasarkan cerita 'Sungai Desa Suka Maju', memilih 1 dari 3 pilihan pesan: (A) Mengambil ikan di sungai; (B) Tidak membuang sampah ke sungai agar tidak banjir; (C) Bermain air di sungai saat hujan (acuan tepat: B) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru memeriksa ketepatan pesan kebersihan yang dipilih serta menyebutkan kembali secara lisan kalimat pesan menjaga kebersihan dari cerita yang didengarkan (8 menit).
  • Murid menyampaikan bagian pesan cerita yang paling berkesan bagi dirinya dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap pesan kebersihan dari kedua cerita pendek aural yang telah disimak (4 menit).
  • Guru memandu asesmen akhir singkat lisan dan menutup pembelajaran dengan salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, cerita pendek dibacakan berulang dengan penekanan intonasi pada kalimat akibat/pesan. Untuk murid berkemampuan cepat, diperdengarkan cerita pendek dengan 2 pesan kebersihan sekaligus.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pertanyaan penuntun ('Apa akibat jika membuang sampah sembarangan?'), sedangkan murid mahir langsung menyebutkan pesan cerita secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menyebutkan pesan cerita secara lisan langsung atau memilih kartu pilihan kalimat pesan cerita.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Menyimak cerita mikroskopis 2 kalimat guru: 'Dito selalu membuang bungkus biskuit ke tempat sampah agar kelas tetap bersih.' Pertanyaan diagnostik: 'Apa pesan kebersihan dari cerita Dito?' (acuan: membuang bungkus/sampah pada tempatnya agar lingkungan bersih).

Proses:

  • Penyelesaian lembar cek pesan cerita pendek aural 'Sungai Desa Suka Maju' yang memuat 3 pilihan: (A) Mengambil ikan di sungai, (B) Tidak membuang sampah ke sungai agar tidak banjir, (C) Bermain air di sungai saat hujan. (acuan benar: B).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru membacakan 1 kalimat situasi sastra: 'Rani mencabuti rumput liar dan menyapu daun di taman sekolah agar rumput tidak menutupi bunga yang indah.' Pertanyaan: 'Sebutkan pesan kebersihan dari cerita Rani!' (acuan: membersihkan dan merawat taman/mencabut rumput liar agar taman tetap rapi/indah).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan pesan cerita pada tahap pemahaman dan lembar cek pilihan pesan cerita pendek aural 'Sungai Desa Suka Maju'

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan pesan teks cerita pendek aural tentang lingkunganBelum mampu menyebutkan pesan menjaga kebersihan dari teks cerita pendek aural meskipun telah diberikan bimbingan.Mampu menyebutkan pesan menjaga kebersihan dari teks cerita pendek aural dengan bantuan pertanyaan penuntun penuh dari guru.Mampu menyebutkan pesan menjaga kebersihan dari teks cerita pendek aural secara tepat dengan bimbingan minimal (acuan: memilih opsi B / menyebutkan larangan membuang sampah ke sungai agar tidak banjir).Mampu menyebutkan pesan menjaga kebersihan dari teks cerita pendek aural secara tepat, lengkap, dan mandiri tanpa bantuan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks cerita pendek aural yang dibacakan memiliki tingkat kesulitan bahasa yang sesuai untuk murid kelas 2?
  • Apakah seluruh murid aktif menyimak dan mampu menangkap pesan moral lingkungan dari cerita?

Murid:

  • Cerita mana yang paling kamu sukai saat dibacakan oleh guru?
  • Pesan kebersihan apa yang akan kamu lakukan di rumah setelah mendengar cerita tadi?

Pertemuan 5 — Membaca Kata-Kata Sederhana Bertema Lingkungan Sekitar dengan Bimbingan Kartu Kata — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.7.3 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sesuai keyakinan masing-masing (3 menit).
  • Guru mengaitkan pembelajaran dengan tema lingkungan sekitar serta menyampaikan tujuan kegiatan hari ini, yaitu belajar membaca kata-kata sederhana bertema lingkungan dengan fasih menggunakan kartu kata (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik membaca cepat 2 kata contoh di papan tulis: 'daun' dan 'taman', untuk memetakan kesiapan membaca langsung tanpa mengeja (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru memperkenalkan 5 kartu kata bertema lingkungan sekitar yang ditulis jelas: (1) sampah, (2) bersih, (3) tanam, (4) rumput, (5) siram (5 menit).
  • Guru mendemonstrasikan cara membaca kelima kartu kata tersebut secara fasih (lancar, langsung per kata, tanpa mengeja huruf per huruf dan tanpa jeda ragu) (5 menit).
  • Murid bersama-sama menirukan membaca kelima kartu kata tersebut secara serempak dengan panduan ketukan ritme dari guru (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid dibagi berpasangan untuk memainkan permainan tantangan 'Tebak Kilat Kartu Kata', di mana setiap pasangan memegang set kartu berisi 5 kata: (1) sampah, (2) bersih, (3) tanam, (4) rumput, (5) siram (10 menit).
  • Secara bergantian dalam pasangan, murid A menunjukkan kartu dan murid B membaca kata tersebut secara langsung tanpa mengeja; kemudian bertukar peran hingga kelima kata terbaca fasih (10 menit).
  • Guru berkeliling melakukan asesmen proses observasi membaca mandiri pada setiap murid menggunakan lembar ceklis ketercapaian kefasihan membaca 5 kata target (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kata mana dari 5 kata yang sudah bisa dibaca langsung tanpa mengeja dan kata yang masih perlu dilatih (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan kegiatan hari ini bahwa membaca fasih dilakukan dengan melihat bentuk kata dan membacanya langsung tanpa mengeja huruf satu per satu (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kerja sama murid dalam berlatih membaca kartu kata dan menutup pertemuan dengan doa serta salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih membaca kata yang lebih pendek dan berpola suku kata terbuka-tertutup sederhana lebih dahulu, sedangkan murid yang sudah mahir membaca kartu kata tambahan yang terdiri atas 6 kata (misalnya: kompos, plastik, ranting, pupuk, tanah, selokan).
  • Proses: Murid yang belum lancar mendapatkan bimbingan permodelan membaca bertahap dari guru, sedangkan murid yang fasih membaca mandiri berpasangan dengan tempo lebih cepat.
  • Produk: Kefasihan membaca diukur dari jumlah kata yang berhasil dibaca langsung tanpa jeda ragu dan tanpa mengeja dari 5 kata target.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik membaca langsung 2 kata contoh di papan tulis: (1) 'daun', (2) 'taman'. Acuan ketercapaian: murid mampu melafalkan kedua kata tersebut secara langsung tanpa mengeja huruf demi huruf (d-a-u-n atau t-a-m-a-n).

Proses:

  • Ceklis unjuk kerja membaca 5 kartu kata target: (1) sampah, (2) bersih, (3) tanam, (4) rumput, (5) siram. Acuan jawaban benar: pelafalan kata tepat sesuai teks kartu tanpa mengeja, tanpa pengulangan, dan tanpa jeda ragu lebih dari 3 detik untuk masing-masing kata.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman membaca kilat acak: guru menunjukkan 1 kartu acak dari 5 kata target (antara: sampah, bersih, tanam, rumput, siram) kepada setiap murid secara cepat. Acuan: murid membaca kata yang ditunjuk secara tepat dan seketika dalam waktu maksimal 3 detik tanpa mengeja.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja membaca langsung kartu kata sederhana bertema lingkungan menggunakan lembar ceklis ketercapaian.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kefasihan membaca kata-kata sederhana bertema lingkunganMembaca 0 hingga 1 dari 5 kata target (sampah, bersih, tanam, rumput, siram) dengan fasih; masih mengeja huruf demi huruf pada sebagian besar kata.Membaca 2 hingga 3 dari 5 kata target (sampah, bersih, tanam, rumput, siram) dengan fasih tanpa mengeja, namun masih memerlukan jeda ragu pada kata lainnya.Membaca 4 dari 5 kata target (sampah, bersih, tanam, rumput, siram) secara fasih, lancar tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu.Membaca seluruh 5 kata target (sampah, bersih, tanam, rumput, siram) secara fasih, lancar seketika tanpa mengeja, tanpa ragu, dan mandiri sepenuhnya.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media kartu kata efektif membantu murid membaca kata sederhana bertema lingkungan secara fasih tanpa mengeja?
  • Bagian mana dari langkah permainan membaca berpasangan yang membutuhkan bimbingan lebih intensif bagi murid yang belum lancar?

Murid:

  • Kata mana dari kelima kartu kata tadi yang paling mudah kamu baca langsung?
  • Apakah kamu merasa senang dan lebih cepat membaca saat bermain tebak kartu bersama teman?

Pertemuan 6 — Membaca Kata-Kata Sederhana dengan Fasih pada Kalimat Pendek tentang Lingkungan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.7.3 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa singkat (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membaca kata-kata sederhana dengan fasih pada kalimat pendek bertema lingkungan sekitar (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 3 kata di papan tulis: 'taman', 'bersih', 'sampah'. Murid membaca ketiga kata tersebut secara lisan satu per satu untuk memetakan kefasihan membaca kata lepas (acuan kata target: 1. taman, 2. bersih, 3. sampah; kriteria fasih: terbaca tepat tanpa mengeja huruf per huruf) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperagakan cara membaca kata-kata sederhana di dalam kalimat pendek secara fasih tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu pada 2 kalimat percontohan: (1) 'Taman sekolah sangat asri.' dan (2) 'Sapu halaman sampai bersih.' (5 menit).
  • Murid bersama bimbingan guru menunjuk kata per kata pada kalimat contoh dan membaca bersama-sama dengan lancar dan tegas (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar strip bacaan yang memuat 4 kalimat pendek bertema lingkungan berikut: (1) 'Pilah sampah pada tempatnya.', (2) 'Siram bunga setiap pagi.', (3) 'Kumpulkan daun kering di kebun.', (4) 'Rawat pohon agar tetap rindang.' (5 menit).
  • Murid melakukan latihan permainan tantangan pasangan 'Kereta Kata': secara bergantian berpasangan, murid membaca nyaring 4 kalimat tersebut kepada temannya; teman menyimak apakah setiap kata dibaca fasih tanpa jeda mengeja (15 menit).
  • Secara mandiri dan bergantian, setiap murid membaca nyaring 4 kalimat pada lembar strip bacaan di hadapan guru untuk dinilai kefasihan membaca kata-katanya (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menandai kartu kemajuan bacaan masing-masing: memberi tanda bintang pada kalimat yang sudah dibaca dengan fasih tanpa mengeja (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap kata-kata yang masih sering terbata atau dieja oleh murid dan mengulang pembacaannya bersama (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan kembali bahwa membaca kalimat pendek menjadi lancar jika kata-katanya dikenali secara utuh tanpa mengeja (3 menit).
  • Guru menyampaikan apresiasi atas ketekunan murid dan menutup sesi pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan bimbingan membaca kalimat pendek dengan kombinasi suku kata terbuka-tertutup sederhana (contoh: 'Pilah sampah'), sedangkan murid mahir membaca kalimat dengan variasi kata lingkungan 3-4 suku kata (contoh: 'Kumpulkan daun kering di kebun').
  • Proses: Murid yang belum lancar membaca didampingi dengan pelafalan suku kata terlebih dahulu oleh guru, sedangkan murid yang sudah fasih langsung membaca mandiri seluruh strip kalimat.
  • Produk: Seluruh murid membaca nyaring kata-kata dalam 4 kalimat target; murid yang berkembang membaca dengan kecepatan bertahap tanpa jeda panjang, murid sangat berkembang membaca seluruh kata langsung fasih dan lancar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes lisan diagnostik membaca 3 kata lepas bertema lingkungan di papan tulis: (1) taman, (2) bersih, (3) sampah. Acuan: murid membaca tepat ketiga kata tanpa mengeja satu per satu hurufnya untuk menentukan kesiapan membaca tingkat kalimat.

Proses:

  • Observasi unjuk kerja membaca nyaring 4 kalimat pendek bertema lingkungan: (1) 'Pilah sampah pada tempatnya.', (2) 'Siram bunga setiap pagi.', (3) 'Kumpulkan daun kering di kebun.', (4) 'Rawat pohon agar tetap rindang.' Acuan target: terdapat 16 kata total (Pilah, sampah, pada, tempatnya, Siram, bunga, setiap, pagi, Kumpulkan, daun, kering, di, kebun, Rawat, pohon, agar, tetap, rindang). Indikator ketercapaian: dibaca tepat tanpa mengeja huruf per huruf, tanpa pengulangan kata, dan tanpa jeda ragu yang panjang.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman membaca cepat 1 kalimat penutup: 'Jaga kebun kita tetap bersih.' Acuan jawaban tepat: seluruh 5 kata dibaca fasih secara langsung tanpa mengeja.

Formatif:

  • Unjuk kerja membaca nyaring kata-kata sederhana pada 4 kalimat pendek menggunakan lembar observasi kefasihan membaca.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kefasihan Membaca Kata-Kata Sederhana pada Kalimat PendekMembaca kata-kata pada 4 kalimat target dengan mengeja hampir seluruh huruf atau kata terbata-bata (kurang dari 8 kata terbaca fasih dari total 18 kata target: Pilah, sampah, pada, tempatnya, Siram, bunga, setiap, pagi, Kumpulkan, daun, kering, di, kebun, Rawat, pohon, agar, tetap, rindang).Membaca kata-kata pada 4 kalimat target dengan masih mengeja beberapa kata atau terdapat jeda ragu (8 sampai 12 kata terbaca fasih tanpa mengeja dari total 18 kata target).Membaca sebagian besar kata-kata pada 4 kalimat target secara fasih tanpa mengeja (13 sampai 16 kata terbaca fasih tanpa mengeja dari total 18 kata target).Membaca seluruh kata (17 sampai 18 kata target) pada 4 kalimat target secara fasih, lancar, tanpa mengeja, dan tanpa jeda ragu secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Kata bertema lingkungan mana yang paling sering dieja atau membutuhkan waktu lama dibaca oleh murid?
  • Apakah alokasi waktu unjuk kerja membaca berpasangan dan mandiri sudah cukup memberi kesempatan bagi setiap anak?

Murid:

  • Kalimat mana yang paling mudah dan lancar kamu baca tadi?
  • Kata apa yang masih terasa sulit kamu baca tanpa mengeja?

Pertemuan 7 — Menjelaskan Isi Bacaan Deskripsi Sederhana tentang Kebersihan Halaman Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.7.4 Menjelaskan isi bacaan tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan mengondisikan kelas siap belajar (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid membaca kalimat pendek di papan tulis: 'Halaman sekolahku bersih dan bebas dari sampah daun.' lalu menjawab pertanyaan guru: 'Bagaimana keadaan halaman sekolah pada kalimat tersebut?' (acuan jawaban: bersih dan bebas sampah daun) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid membaca bersama guru teks deskripsi sederhana berjudul 'Halaman Sekolahku Bersih': 'Halaman sekolah Doni sangat luas dan rapi. Pohon mangga tumbuh rindang di pojok halaman. Di bawah pohon ada dua tempat sampah, yaitu tempat sampah daun dan plastik. Tidak ada sampah berserakan di tanah. Halaman disapu setiap pagi oleh petugas dan murid piket.' secara cermat (10 menit).
  • Guru memberikan tantangan kuis 'Tebak Isi Bacaan' yang menggembirakan di mana murid secara bergiliran mengambil potongan kalimat tanya untuk dijawab langsung berdasarkan teks bacaan (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara mandiri membaca lembar kerja berisi teks deskripsi 'Taman Depan Kelasku': 'Taman depan kelas dua tampak indah dan asri. Rumput hijau dipangkas pendek. Bunga mawar mekar berwarna merah. Ada satu tempat sampah berwarna kuning di dekat pintu. Lantai selasar bersih disapu setiap hari.' lalu menjawab 4 pertanyaan isi bacaan berikut: (1) Apa warna bunga mawar yang mekar? (acuan: merah), (2) Bagaimana kondisi rumput di taman? (acuan: dipangkas pendek / hijau), (3) Di mana tempat sampah kuning diletakkan? (acuan: di dekat pintu), (4) Kapan lantai selasar disapu? (acuan: setiap hari) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru memeriksa hasil lembar kerja dengan mencocokkan kembali kalimat kunci yang ada di dalam teks bacaan (10 menit).

Penutup:

  • Guru memfasilitasi murid menyimpulkan kembali cara menjelaskan isi teks dengan mencari bukti kalimat yang ada di dalam bacaan (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penutup dan menyampaikan informasi kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan teks berhuruf lebih besar dan disertai penanda garis bawah pada kalimat penting bagi murid yang memerlukan bimbingan membaca.
  • Proses: Memberikan pendampingan terbimbing bagi murid yang membutuhkan bantuan dalam menunjuk bukti kalimat jawaban di teks, serta memberikan teks bacaan dengan 1 pertanyaan tambahan bagi murid yang cepat.
  • Produk: Murid menjawab pertanyaan isi bacaan secara tertulis sederhana atau melingkari kata jawaban yang tepat pada teks bacaan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan membaca 1 kalimat di papan tulis: 'Halaman sekolahku bersih dan bebas dari sampah daun.' Murid menjawab pertanyaan: 'Bagaimana keadaan halaman sekolah pada kalimat tersebut?' (acuan jawaban: bersih dan bebas dari sampah daun).

Proses:

  • Pengerjaan Lembar Kerja mandiri berisi 4 butir pertanyaan isi teks deskripsi 'Taman Depan Kelasku': Butir 1: Apa warna bunga mawar yang mekar? (acuan: merah); Butir 2: Bagaimana kondisi rumput di taman? (acuan: dipangkas pendek / hijau); Butir 3: Di mana tempat sampah kuning diletakkan? (acuan: di dekat pintu); Butir 4: Kapan lantai selasar disapu? (acuan: setiap hari).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid membaca 1 kalimat penutup: 'Tanaman di pot disiram setiap sore agar tidak layu.' lalu menjawab pertanyaan: 'Mengapa tanaman disiram setiap sore?' (acuan jawaban: agar tidak layu).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal membaca kalimat deskripsi dan menjawab pertanyaan isi.
  • Asesmen formatif unjuk kerja lembar kerja pengerjaan 4 pertanyaan pemahaman isi teks deskripsi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan isi bacaan deskripsi sederhana tentang lingkungan sekitarMampu menjelaskan 1 dari 4 isi bacaan secara tepat dengan bimbingan penuh guru.Mampu menjelaskan 2 dari 4 isi bacaan secara tepat sesuai acuan teks secara mandiri.Mampu menjelaskan 3 dari 4 isi bacaan secara tepat sesuai acuan teks secara mandiri.Mampu menjelaskan seluruh 4 isi bacaan secara tepat sesuai acuan teks secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks deskripsi yang disajikan mudah dipahami dan sesuai dengan tingkat kemampuan membaca murid kelas 2?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam menemukan jawaban langsung dari kalimat yang ada di teks bacaan?

Murid:

  • Bagian mana dari bacaan halaman sekolah yang paling kamu sukai?
  • Apakah kamu dapat menemukan jawaban pertanyaan langsung di dalam bacaan?

Pertemuan 8 — Menjelaskan Isi Bacaan Cerita tentang Cara Menghemat Air di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.7.4 Menjelaskan isi bacaan tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, dan memimpin doa bersama sebelum memulai pembelajaran (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjelaskan isi teks cerita tentang cara menghemat air di lingkungan sekitar (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menampilkan kalimat singkat di papan tulis: 'Bono mematikan keran air setelah ember penuh.' lalu menanyakan kepada murid: 'Apa yang dilakukan Bono berdasarkan kalimat tersebut?' (acuan jawaban: mematikan keran air setelah ember penuh) untuk mengecek kemampuan dasar membaca dan menemukan informasi literal (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca bersama teks cerita pendek berjudul 'Keluarga Banyu Menghemat Air' yang disajikan di lembar bacaan. Teks: 'Banyu dan kakaknya, Ratih, selalu berhemat air. Setiap pagi, Banyu menyiram tanaman cabai menggunakan air bekas cucian beras ibu. Ratih mematikan keran saat sedang menyabuni tangan. Ayah mengingatkan mereka untuk menutup keran rapat-rapat setelah mandi agar air tidak menetes terbuang sia-sia.' (8 menit).
  • Guru memandu murid menelusuri isi bacaan dengan membedah kalimat demi kalimat untuk menemukan fakta: siapa saja tokohnya, apa yang dilakukan masing-masing tokoh untuk menghemat air, dan mengapa air tidak boleh dibiarkan menetes (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid secara berpasangan memainkan permainan interaktif 'Kartu Detektif Air': murid mencocokkan 4 kartu pertanyaan isi bacaan dengan 4 kartu jawaban yang benar (10 menit). Daftar 4 kartu pertanyaan dan 4 kartu jawaban: (1) 'Apa yang disiram Banyu pada pagi hari?' dipasangkan dengan 'Tanaman cabai'; (2) 'Air apa yang dipakai Banyu untuk menyiram tanaman?' dipasangkan dengan 'Air bekas cucian beras ibu'; (3) 'Kapan Ratih mematikan keran air?' dipasangkan dengan 'Saat sedang menyabuni tangan'; (4) 'Mengapa keran harus ditutup rapat-rapat setelah mandi?' dipasangkan dengan 'Agar air tidak menetes terbuang sia-sia' (acuan pasangan: 1-tanaman cabai, 2-air bekas cucian beras ibu, 3-saat sedang menyabuni tangan, 4-agar air tidak menetes terbuang sia-sia).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja pemahaman bacaan yang memuat 4 pertanyaan isian singkat mengenai isi teks 'Keluarga Banyu Menghemat Air' (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil jawaban lembar kerja dan mengidentifikasi bagian teks yang menjadi bukti rujukan jawaban (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan isi teks cerita tentang 3 tindakan nyata menghemat air yang dilakukan tokoh dalam cerita (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini, membagikan umpan balik singkat, dan menutup pelajaran dengan doa (7 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bacaan yang kata kuncinya ditandai garis bawah tebal; murid yang mahir diberikan teks lengkap tanpa tanda bantuan.
  • Proses: Murid yang kesulitan dibimbing guru dengan teknik menunjuk baris teks yang memuat jawaban; murid mandiri menjawab langsung tanpa bantuan rujukan baris.
  • Produk: Murid yang masih berkembang diperbolehkan melingkari frasa jawaban tepat pada teks bacaan; murid yang berkembang menuliskan kalimat jawaban secara mandiri pada lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik membaca literal: Guru menuliskan kalimat 'Bono mematikan keran air setelah ember penuh.' lalu menanyakan: 'Apa yang dilakukan Bono berdasarkan kalimat tersebut?' (acuan jawaban: mematikan keran air setelah ember penuh).

Proses:

  • Pencocokan 4 pasangan kartu tanya-jawab detektif air: (1) Apa yang disiram Banyu? -> Tanaman cabai; (2) Air apa yang dipakai Banyu menyiram? -> Air bekas cucian beras ibu; (3) Kapan Ratih mematikan keran air? -> Saat sedang menyabuni tangan; (4) Mengapa keran harus ditutup rapat-rapat? -> Agar air tidak menetes terbuang sia-sia (acuan: tepat 4 pasangan benar).
  • Pengerjaan lembar kerja mandiri 4 butir pertanyaan isian isi bacaan: Butir 1: Siapa saja tokoh dalam cerita yang menghemat air? (acuan: Banyu, Ratih, Ayah); Butir 2: Bagaimana cara Banyu menghemat air? (acuan: menyiram tanaman dengan air bekas cucian beras); Butir 3: Apa yang dilakukan Ratih saat menyabuni tangan? (acuan: mematikan keran); Butir 4: Mengapa Ayah mengingatkan untuk menutup keran rapat-rapat? (acuan: agar air tidak menetes terbuang sia-sia).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Guru mengajukan pertanyaan lisan berdasarkan teks: 'Sebutkan 2 cara menghemat air yang dilakukan tokoh dalam cerita!' (acuan: menyiram tanaman menggunakan air bekas cucian beras dan/atau mematikan keran saat menyabuni tangan dan/atau menutup keran rapat-rapat setelah mandi; murid menyebutkan minimal 2 tindakan tersebut).

Formatif:

  • Tes tertulis isian singkat isi bacaan pada lembar kerja mandiri
  • Observasi unjuk kerja pencocokan kartu tanya-jawab detektif air

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan isi bacaan cerita tentang menghemat airMurid menjelaskan isi bacaan dengan tepat 0 hingga 1 dari 4 butir pertanyaan pada lembar kerja berdasarkan acuan kunci jawaban.Murid menjelaskan isi bacaan dengan tepat 2 dari 4 butir pertanyaan pada lembar kerja berdasarkan acuan kunci jawaban.Murid menjelaskan isi bacaan dengan tepat 3 dari 4 butir pertanyaan pada lembar kerja berdasarkan acuan kunci jawaban.Murid menjelaskan isi bacaan dengan tepat seluruh 4 butir pertanyaan pada lembar kerja berdasarkan acuan kunci jawaban secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks bacaan 'Keluarga Banyu Menghemat Air' memiliki tingkat keterbacaan yang sesuai dengan kemampuan membaca murid kelas 2?
  • Bagian mana dari pertanyaan isi bacaan yang paling sulit dijawab oleh murid dan memerlukan bimbingan lebih lanjut?

Murid:

  • Apakah kamu dapat menemukan jawaban dari pertanyaan tentang isi cerita di dalam bacaan tadi?
  • Cara menghemat air mana yang paling mudah kamu pahami dari cerita Banyu dan Ratih?

Pertemuan 9 — Merespons Percakapan dengan Bertanya tentang Tempat Sampah Menggunakan Kalimat Santun — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.7.5 Merespons dengan bertanya tentang sesuatu dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu merespons percakapan tentang tempat sampah dengan mengajukan pertanyaan yang baik dan santun (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan secara klasikal: Guru memperagakan kalimat pengantar 'Ayo kita buang bungkus ini,' lalu meminta 2 murid merespons dengan kalimat tanya santun (acuan respon dapat diterima: memuat kata tanya seperti 'di mana/apa' dan kata santun seperti 'tolong/permisi/maaf', misalnya: 'Permisi, di mana tempat sampahnya?' atau 'Maaf, tempat sampah organik yang mana?') (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan teks percakapan peraga bertema tempat sampah di sekolah antara Dodi dan Rani: Dodi berkata, 'Aku baru saja merapikan sisa makanan dan botol minum plastik ini.' (Berkesadaran) (5 menit).
  • Guru memodelkan cara merespons pernyataan Dodi dengan bertanya secara baik dan santun: menggunakan kata santun (misalnya: 'permisi', 'maaf', 'tolong') dan kata tanya yang relevan (misalnya: 'Permisi Dodi, di mana tempat sampah plastiknya?' atau 'Maaf Dodi, bolehkah aku bertanya tempat sampah untuk sisa makanan ini?') (Bermakna) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengadakan permainan pasangan komunikatif 'Lempar Tanya Ceria': Murid berpasangan, murid A memegang kartu situasi pernyataan dan membacakannya, lalu murid B merespons langsung dengan mengajukan pertanyaan yang santun tentang tempat sampah (Menggembirakan) (10 menit). Terdapat 2 situasi kartu: (1) Pernyataan: 'Sampah daun kering ini sudah terkumpul banyak.' -> Acuan respons pertanyaan murid B: Memuat kata santun ('permisi/maaf') dan kata tanya tentang tempat sampah (contoh: 'Maaf, di mana kita membuang sampah daun ini?'); (2) Pernyataan: 'Botol plastik bekas ini harus kita buang sekarang.' -> Acuan respons pertanyaan murid B: Memuat kata santun dan kata tanya tempat sampah (contoh: 'Permisi, tempat sampah untuk botol plastik sebelah mana?').
  • Pasangan murid bergantian peran untuk 2 situasi kartu berikutnya: (3) Pernyataan: 'Ada dua tong sampah berbeda warna di sudut halaman.' -> Acuan respons pertanyaan murid A: 'Maaf, tong sampah warna apa untuk sisa kertas?'; (4) Pernyataan: 'Aku mau membuang bungkus kue basah ini.' -> Acuan respons pertanyaan murid A: 'Permisi, bolehkah bertanya tempat sampah mana yang harus kupakai?' (Guru berkeliling mengobservasi ketercapaian respons murid) (10 menit).

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Beberapa pasang murid mempraktikkan percakapan respons tanya santun di tempat duduk mereka, dan guru bersama seluruh murid mencermati ketepatan penggunaan kata tanya dan kesantunan kalimatnya (Bermakna) (10 menit).
  • Murid bersama guru menyimpulkan bahwa merespons percakapan dengan bertanya santun membantu kita mendapatkan informasi letak dan jenis tempat sampah tanpa menyinggung teman (Berkesadaran) (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap performa murid dalam merespons dengan bertanya santun selama latihan (3 menit).
  • Guru meminta murid mengecek kembali perasaan dan keberhasilan mereka dalam bertanya santun hari ini, lalu menutup pelajaran dengan doa dan salam (7 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu situasi dengan gambar tempat sampah aneka warna bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan bantuan panduan awal berupa kartu frasa tanya santun ('Permisi, di mana...?'). Bagi murid yang sudah lancar, diberikan tantangan merespons situasi percakapan tempat sampah pilah (organik dan anorganik) secara langsung tanpa bantuan kartu panduan frasa.
  • Produk: Respons pertanyaan santun disampaikan secara lisan dalam percakapan berpasangan sesuai tingkat kesiapan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat: Guru melontarkan pernyataan pembuka 'Ayo kita buang sisa plastik ini ke tempat sampah!' dan meminta murid merespons dengan pertanyaan santun. (Kriteria penerimaan: respons berupa kalimat tanya yang memuat kata tanya relevan dan minimal 1 kata santun seperti 'permisi/maaf/tolong'; contoh acuan: 'Permisi, di mana tempat sampah plastiknya?').

Proses:

  • Penilaian performa saat latihan berpasangan pada 4 skenario kartu: (1) Skenario daun kering -> acuan respon: memuat kata santun dan menanyakan tempat sampah daun; (2) Skenario botol plastik -> acuan respon: memuat kata santun dan menanyakan tempat sampah botol plastik; (3) Skenario dua tong sampah warna berbeda -> acuan respon: memuat kata santun dan menanyakan tempat sampah yang sesuai jenisnya; (4) Skenario bungkus kue -> acuan respon: memuat kata santun dan menanyakan tempat pembuangan bungkus kue.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru memberikan satu pernyataan situasi lisan 'Aku memegang kulit pisang ini,' lalu meminta murid merespons dengan 1 kalimat tanya santun (acuan respon yang diterima: memuat kata tanya dan kata santun, misalnya: 'Maaf, di mana tempat sampah untuk kulit pisang ini?' atau 'Permisi, bolehkah saya bertanya di mana tong sampahnya?').

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja percakapan: Menilai kemampuan murid merespons percakapan lisan dengan mengajukan pertanyaan santun tentang tempat sampah menggunakan lembar observasi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Merespons percakapan dengan bertanya santun tentang tempat sampahBelum mampu mengajukan kalimat tanya untuk merespons percakapan tentang tempat sampah, atau hanya menjawab singkat tanpa bentuk tanya meskipun dibimbing penuh.Mampu merespons percakapan dengan mengajukan pertanyaan tentang tempat sampah, namun belum memuat kata santun (misalnya langsung: 'Di mana tempat sampahnya?') atau membutuhkan bimbingan untuk memilih kata santun.Mampu merespons percakapan dengan mengajukan pertanyaan yang relevan tentang tempat sampah disertai kata santun (misalnya: 'Permisi, di mana letak tempat sampah plastik?') secara mandiri pada minimal 3 dari 4 situasi.Mampu merespons percakapan dengan mengajukan pertanyaan yang sangat tepat dan santun tentang tempat sampah (menggunakan variasi kata santun: permisi, maaf, tolong) secara mandiri dan konsisten pada seluruh (4) situasi latihan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah percaya diri merespons percakapan dengan mengajukan pertanyaan santun?
  • Apakah variasi kartu situasi percakapan tempat sampah sudah memfasilitasi keterlibatan aktif semua murid?

Murid:

  • Kata santun apa yang paling sering kamu gunakan saat bertanya kepada teman tadi?
  • Apakah kamu merasa senang dan percaya diri saat bertanya letak tempat sampah dalam percakapan berpasangan?

Pertemuan 10 — Merespons Percakapan Berpasangan dengan Bertanya Santun tentang Tanaman Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.7.5 Merespons dengan bertanya tentang sesuatu dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu merespons percakapan dengan bertanya secara santun tentang tanaman sekolah (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan memberikan stimulus pernyataan: 'Tanaman mawar di halaman sekolah sedang disiram oleh penjaga sekolah.' Guru meminta 2-3 murid merespons pernyataan tersebut dengan satu kalimat tanya yang santun (acuan respon dapat diterima: menggunakan kata tanya seperti 'apa', 'siapa', 'kapan', 'mengapa', atau 'bagaimana' serta memuat kata santun seperti 'permisi', 'tolong', 'maaf', atau 'bolehkah', misalnya: 'Permisi, bolehkah saya tahu mengapa bunga mawar harus disiram setiap hari?') (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperdengarkan/mencontohkan percakapan model singkat antara dua murid tentang tanaman sekolah: Anak A berkata, 'Aku baru saja menanam bunga kertas di pot depan kelas.' Guru memandu kelas menelaah contoh kalimat respons tanya santun: 'Bolehkah aku tahu, berapa kali sehari bunga itu disiram?' (acuan unsur: memuat kata santun 'bolehkah/permisi' dan kata tanya 'berapa/apa/bagaimana' yang relevan dengan topik tanaman sekolah) (10 menit).
  • Guru menunjukkan 3 kartu situasi tentang tanaman sekolah di papan tulis: Situasi 1 (Daun tanaman lidah buaya menguning), Situasi 2 (Bibit bunga matahari baru bertunas di kebun sekolah), Situasi 3 (Tanaman cabai di pot tanahnya tampak kering). Bersama guru, murid menelaah contoh respons tanya santun yang sesuai untuk masing-masing situasi (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi berpasangan untuk memainkan 'Tantangan Detektif Tanaman', di mana Murid 1 membacakan satu dari 4 kartu pernyataan situasi tanaman: (1) 'Tanaman melati di dekat pagar sedang dipangkas', (2) 'Ada banyak ulat pada daun pohon mangga kecil', (3) 'Pupuk kompos baru saja ditaburkan pada pot bunga kamboja', (4) 'Bunga pacar air diletakkan di tempat yang teduh'. Murid 2 merespons secara lisan dengan mengajukan 1 pertanyaan santun yang relevan terhadap situasi tersebut (acuan respon: relevan dengan topik dan menggunakan kata santun permisi/maaf/tolong/bolehkah serta kata tanya apa/siapa/kapan/mengapa/bagaimana; contoh acuan: untuk situasi 1: 'Permisi, mengapa tanaman melati itu harus dipangkas?') (15 menit).
  • Pasangan bertukar peran secara bergantian sehingga setiap murid berkesempatan merespons pernyataan temannya dengan kalimat tanya santun, sementara guru berkeliling mengamati dan mencatat respon tanya setiap murid pada lembar observasi (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya saling menyebutkan kata santun apa saja yang paling sering mereka gunakan saat bertanya dalam percakapan tadi (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya menggunakan kata santun (seperti permisi, maaf, tolong, bolehkah) dan kata tanya yang jelas saat merespons percakapan mengenai lingkungan tanaman sekolah (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan kepada beberapa murid dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu situasi bergambar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual dan kartu teks deskriptif bagi yang sudah lancar membaca.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan frasa tanya santun (misal: 'Permisi, apa...?', 'Bolehkah saya tahu...?', 'Maaf, bagaimana...?'), sedangkan murid yang cepat langsung merespons situasi tanpa kartu panduan dan menyusun pertanyaan lanjutan.
  • Produk: Semua murid merespons percakapan berpasangan dengan mengajukan pertanyaan santun sesuai kemampuan artikulasi lisan masing-masing.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan di pendahuluan: Guru memberikan stimulus 'Tanaman mawar di halaman sekolah sedang disiram oleh penjaga sekolah.' Murid diminta merespons dengan satu pertanyaan santun. Acuan penerimaan: Murid mampu merespons dengan kalimat tanya yang memuat kata tanya (apa/siapa/kapan/mengapa/bagaimana) dan kata santun (permisi/maaf/tolong/bolehkah), misalnya: 'Permisi, bolehkah saya tahu mengapa bunga mawar harus disiram setiap hari?' atau 'Maaf, siapa yang menanam mawar itu?'

Proses:

  • Formatif unjuk kerja saat kegiatan berpasangan: Guru mengamati ketercapaian respon tanya santun murid pada 4 skenario kartu situasi: (1) Situasi melati dipangkas (acuan pertanyaan: relevan dengan pemangkasan/perawatan melati + memuat kata santun), (2) Situasi ulat pada pohon mangga (acuan pertanyaan: relevan dengan keberadaan ulat/cara mengatasi ulat + memuat kata santun), (3) Situasi pupuk kompos pada bunga kamboja (acuan pertanyaan: relevan dengan fungsi pupuk/jadwal pupuk + memuat kata santun), (4) Situasi bunga pacar air di tempat teduh (acuan pertanyaan: relevan dengan kebutuhan sinar matahari/lokasi pot + memuat kata santun).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di penutup: Guru membacakan satu stimulus situasi baru: 'Pak Kebun memindahkan pot lidah mertua ke teras sekolah.' Guru menunjuk 3 murid berbeda untuk merespons dengan pertanyaan santun. Acuan respons: Kalimat tanya memuat kata santun dan kata tanya yang relevan (misalnya: 'Permisi, mengapa pot tanaman itu dipindahkan ke teras?' atau 'Bolehkah saya tahu di mana tanaman itu diletakkan sebelumnya?').

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja berpasangan: Mengamati kemampuan murid merespons percakapan dengan mengajukan pertanyaan santun bertema tanaman sekolah menggunakan lembar ceklis ketercapaian.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan merespons percakapan dengan bertanya santun tentang tanaman sekolahBelum mampu mengajukan kalimat tanya untuk merespons percakapan tentang tanaman sekolah walau telah dibimbing guru.Mampu merespons percakapan tentang tanaman sekolah dengan kalimat tanya, tetapi belum menggunakan kata santun atau relevansi pertanyaan masih kurang tepat tanpa bimbingan.Mampu merespons percakapan tentang tanaman sekolah dengan mengajukan kalimat tanya yang relevan dan menggunakan kata santun (seperti permisi, tolong, maaf, atau bolehkah) secara mandiri.Mampu merespons percakapan tentang tanaman sekolah secara konsisten dengan mengajukan berbagai variasi kalimat tanya yang sangat relevan dan selalu disertai pilihan kata santun yang tepat tanpa ragu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif berpartisipasi dalam latihan percakapan berpasangan?
  • Bagian mana dari pemberian stimulus kalimat situasi yang paling efektif memancing murid menyusun pertanyaan santun?

Murid:

  • Kata santun apa yang paling kamu sukai saat bertanya kepada teman tentang tanaman sekolah?
  • Apakah kamu merasa percaya diri saat bertanya dalam percakapan berpasangan tadi?

Pertemuan 11 — Menceritakan Kembali Isi Teks Cerita yang Dibaca tentang Gotong Royong Lingkungan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.7.6 Menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan kembali isi teks cerita yang dibaca tentang gotong royong membersihkan lingkungan (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: guru membacakan potongan cerita 2 kalimat ('Romi menyapu halaman. Daun kering dimasukkan ke karung.') lalu meminta 2 murid secara lisan menceritakan kembali apa yang dilakukan Romi (acuan: Romi menyapu halaman lalu memasukkan daun kering ke karung) untuk memetakan kesiapan murid dalam menceritakan kembali peristiwa bacaan (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid membaca teks cerita pendek berjudul 'Gotong Royong di Kampung Sehat' pada lembar bacaan: 'Hari Minggu pagi, warga Kampung Sehat berkumpul di lapangan. Pak RT membagi tugas kepada warga. Budi dan Edo mengumpulkan sampah botol plastik yang berserakan di selokan. Ibu-ibu menyapu daun kering di jalan. Akhirnya, kampung menjadi bersih dan rapi.' (8 menit).
  • Guru memandu murid membedah 3 bagian alur isi cerita secara bersama: (1) Awal: warga berkumpul di lapangan dan Pak RT membagi tugas; (2) Tengah: Budi dan Edo memungut botol plastik di selokan serta ibu-ibu menyapu daun kering; (3) Akhir: kampung menjadi bersih dan rapi (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid bermain 'Estafet Cerita Berpasangan': secara berpasangan, murid bergantian menceritakan kembali isi cerita 'Gotong Royong di Kampung Sehat' kepada pasangannya secara runtut mencakup bagian awal, tengah, dan akhir cerita (15 menit).
  • Guru memberikan tantangan individu di mana beberapa perwakilan murid menceritakan kembali seluruh isi teks cerita di depan pasangan lain secara mandiri sesuai alur cerita yang telah dibaca (12 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan kelengkapan penceritaan kembali dengan 3 bagian peristiwa (awal, tengah, akhir) yang ada pada teks cerita gotong royong (8 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan cara menceritakan kembali isi teks bacaan, yaitu menyebutkan peristiwa dari awal, kegiatan di tengah, hingga keadaan di akhir cerita (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas keberanian murid menceritakan kembali isi bacaan, memberikan umpan balik penguatan, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan disediakan kartu bantuan 3 alur visual (gambar warga berkumpul, gambar membersihkan sampah, dan gambar lingkungan bersih); untuk murid cepat disediakan teks cerita gotong royong tambahan dengan 4 runtutan kejadian peristiwa.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan berlatih menceritakan per bagian dengan bantuan pemantik pertanyaan dari guru; murid mahir langsung menceritakan seluruh isi cerita secara runtut mandiri.
  • Produk: Semua murid menceritakan kembali isi teks cerita secara lisan, dengan variasi tingkat kemandirian dan keruntutan bagian alur teks.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik menceritakan kembali teks mini 2 kalimat: 'Romi menyapu halaman. Daun kering dimasukkan ke karung.' (Kunci acuan jawaban benar: murid mampu menceritakan kembali secara lisan bahwa Romi menyapu halaman lalu memasukkan daun kering ke karung).

Proses:

  • Asesmen formatif unjuk kerja lisan menceritakan kembali teks 'Gotong Royong di Kampung Sehat'. Acuan 3 bagian peristiwa yang dinilai: (1) Peristiwa Awal: warga Kampung Sehat berkumpul di lapangan dan Pak RT membagi tugas; (2) Peristiwa Tengah: Budi dan Edo mengambil botol plastik di selokan serta ibu-ibu menyapu daun kering; (3) Peristiwa Akhir: lingkungan kampung menjadi bersih dan rapi.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: murid menyebutkan secara runtut 3 kejadian gotong royong dalam cerita yang baru saja dipelajari (acuan: awal warga berkumpul dan dibagi tugas, tengah membersihkan sampah botol dan daun, akhir kampung jadi bersih).

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja berbicara saat murid menceritakan kembali isi teks cerita gotong royong secara berpasangan dan mandiri menggunakan panduan 3 bagian alur peristiwa.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan Kembali Isi Teks CeritaBelum mampu menceritakan kembali peristiwa cerita, atau hanya menyebutkan 1 rincian peristiwa dengan bantuan penuh guru (acuan belum memuat bagian awal, tengah, atau akhir).Menceritakan kembali isi teks cerita dengan memuat 1 bagian peristiwa secara tepat (misal hanya menyebutkan bagian awal: warga berkumpul dan dibagi tugas Pak RT).Menceritakan kembali isi teks cerita dengan memuat minimal 2 bagian peristiwa secara tepat (misal bagian awal: warga berkumpul; dan bagian tengah: membersihkan botol plastik/daun kering).Menceritakan kembali isi teks cerita secara lengkap dan tepat memuat seluruh 3 bagian peristiwa (awal: warga berkumpul dan dibagi tugas; tengah: Budi, Edo, dan ibu-ibu membersihkan sampah; akhir: kampung menjadi bersih dan rapi) secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks cerita 'Gotong Royong di Kampung Sehat' mudah dipahami murid untuk diceritakan kembali?
  • Bagaimana keterlibatan murid saat giliran menceritakan kembali isi teks secara berpasangan?

Murid:

  • Bagian cerita mana yang paling mudah kamu ingat dan ceritakan kembali?
  • Apakah kamu bisa menceritakan kembali kegiatan warga dari awal sampai akhir cerita?

Pertemuan 12 — Menceritakan Kembali Isi Teks Informasi yang Dibaca tentang Merawat Pohon — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.7.6 Menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan dengan membacakan 2 kalimat fakta: 'Pohon mangga disiram setiap sore. Rumput liar di dekat pohon dicabut.' Murid diminta menceritakan kembali 2 fakta tersebut secara lisan (acuan: memuat menyiram pohon dan mencabut rumput) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan kembali isi teks informasi yang dibaca tentang merawat pohon secara lisan (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid membaca bersama guru teks informasi pendek berjudul 'Cara Merawat Pohon' yang ditampilkan di papan tulis: 'Pohon membuat udara segar. Kita harus merawat pohon dengan baik. Pertama, siram pohon setiap pagi atau sore. Kedua, beri pupuk pada tanah secukupnya. Ketiga, cabut rumput liar di sekitar pohon agar pohon tumbuh subur.' (7 menit).
  • Guru memodelkan cara menceritakan kembali isi teks informasi tersebut secara bertahap dan terfokus pada 3 langkah perawatan pohon tanpa menambah atau mengurangi informasi penting (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid berpasangan memainkan tantangan menggembirakan 'Estafet Cerita Pohon': bergantian menceritakan kembali isi teks bacaan 'Cara Merawat Pohon' kepada pasangannya, di mana satu murid menceritakan langkah 1 dan 2, lalu pasangan melanjutkan langkah 3 (15 menit).
  • Setiap murid secara mandiri menceritakan kembali seluruh isi teks informasi tentang merawat pohon di hadapan guru atau pasangannya dengan memuat 3 informasi penting: menyiram secara teratur, memberi pupuk, dan mencabut rumput liar (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru memeriksa kelengkapan isi yang telah diceritakan kembali dengan mencocokkan pada 3 poin teks informasi di papan tulis (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan kembali cara menceritakan isi teks informasi dengan tepat sesuai isi bacaan (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa umpan balik langsung terhadap kelengkapan informasi yang diceritakan murid serta menutup pembelajaran dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Teks informasi dilengkapi penomoran langkah (1, 2, 3) untuk murid yang membutuhkan panduan visual, sedangkan teks utuh tanpa penomoran untuk murid yang sudah mahir.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan menceritakan kembali per poin informasi dengan dipandu kata tanya guru, sedangkan murid yang mahir menceritakan kembali secara utuh dan mandiri.
  • Produk: Murid menceritakan kembali isi teks secara lisan sesuai tingkat kelengkapan informasi yang mampu diingatnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: guru memperdengarkan dua kalimat pendek ('Pohon mangga disiram setiap sore. Rumput liar di dekat pohon dicabut.') lalu meminta murid menceritakan kembali isi kalimat tersebut secara lisan (acuan ketepatan: memuat informasi menyiram pohon dan mencabut rumput liar).

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja saat murid menceritakan kembali teks bacaan 'Cara Merawat Pohon' yang berisi 3 langkah perawatan: (1) menyiram pohon setiap pagi atau sore, (2) memberi pupuk secukupnya, dan (3) mencabut rumput liar di sekitar pohon (acuan ketepatan: menyebutkan 1 s.d. 3 langkah perawatan tersebut secara akurat sesuai teks).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: murid menyebutkan secara runtut ketiga langkah merawat pohon yang tadi dibaca tanpa melihat teks (acuan jawaban: 1. menyiram, 2. memupuk, 3. mencabut rumput liar).

Formatif:

  • Unjuk kerja lisan menceritakan kembali isi teks informasi tentang merawat pohon berpedoman pada rubrik pengamatan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan kembali isi teks informasi tentang merawat pohonBelum mampu menceritakan kembali isi teks informasi, atau hanya menyebutkan 1 langkah perawatan dengan bantuan penuh guru (acuan 3 langkah: menyiram, memupuk, mencabut rumput).Mampu menceritakan kembali 1 dari 3 langkah perawatan pohon sesuai isi teks dengan sedikit bantuan arahan guru.Mampu menceritakan kembali 2 dari 3 langkah perawatan pohon sesuai isi teks secara tepat dan mandiri.Mampu menceritakan kembali seluruh (3 dari 3) langkah perawatan pohon sesuai isi teks (menyiram, memberi pupuk, dan mencabut rumput liar) secara lengkap, tepat, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks informasi yang disediakan mudah dipahami dan membantu murid mengingat langkah merawat pohon?
  • Bagaimana keterlibatan murid saat aktivitas tantangan 'Estafet Cerita Pohon' dalam melatih menceritakan kembali?

Murid:

  • Bagian mana dari cara merawat pohon yang paling mudah kamu ceritakan kembali?
  • Apakah kamu merasa senang saat bercerita bergantian dengan temanmu tadi?

Pertemuan 13 — Menulis Teks Narasi Sederhana tentang Kegiatan Bersih-Bersih Rumah dengan Dua Kalimat Sederhana — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.7.7 Menulis berbagai tipe teks sederhana tentang lingkungan sekitar dengan beberapa kalimat sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menulis teks narasi sederhana sebanyak dua kalimat tentang kegiatan bersih-bersih rumah (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 1 kartu gambar berseri kegiatan membersihkan rumah (Ibu menyapu teras lalu mengumpulkan sampah ke wadah) dan meminta murid melengkapi kalimat rumpang secara lisan/tulisan mini: 'Ibu ... teras rumah. Kemudian, Ibu memasukkan sampah ke ...' (acuan jawaban: menyapu; wadah/tong sampah/tempat sampah) untuk memetakan kesiapan murid dalam merangkai kalimat kegiatan bersih-bersih (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menyajikan contoh teks narasi sederhana dua kalimat di papan tulis: '1. Edo menyapu lantai ruang tamu. 2. Ayah mengepel lantai sampai bersih.' Guru memandu murid mengamati bahwa kedua kalimat tersebut menceritakan urutan peristiwa bersih-bersih rumah (10 menit).
  • Guru memberikan tantangan permainan tebak kata kerja bersih-bersih (seperti: menyapu, mengelap, mengepel, membuang) menggunakan kartu kata bergambar untuk memperkaya pilihan kata kerja aksi yang akan ditulis (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menerima lembar menulis yang memuat pilihan panduan gambar situasi bersih-bersih rumah (pilihan 1: merapikan tempat tidur dan menyapu kamar; pilihan 2: mencuci piring dan mengelap meja makan; pilihan 3: mencabut rumput liar dan menyiram tanaman teras) (5 menit).
  • Murid secara mandiri menulis teks narasi sederhana yang terdiri atas tepat dua kalimat sederhana menceritakan kegiatan bersih-bersih rumah berdasarkan pilihan gambar atau pengalaman nyata mereka di rumah (kriteria: memuat subjek pelaku dan kegiatan bersih-bersih rumah dalam dua kalimat berurutan) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil tulisan narasi dua kalimatnya secara berpasangan untuk memastikan jumlah kalimat sudah tepat dua dan menceritakan kegiatan bersih-bersih rumah (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman terhadap hasil tulisan dua kalimat yang telah disusun murid (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar menulis teks narasi sederhana hari ini dan menutup kegiatan pembelajaran dengan salam serta doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan pilihan kartu kosakata bantu berisi nama pelaku (Ibu, Ayah, Saya, Kakak) dan kata kerja bersih-bersih (menyapu, mengepel, mencuci, mengelap). Murid yang sudah mahir dapat menulis dua kalimat secara bebas tanpa kartu bantu.
  • Proses: Guru memberikan permodelan dan pendampingan bertahap bagi murid yang kesulitan menyusun kalimat lengkap, sedangkan murid yang mandiri langsung menulis.
  • Produk: Murid menghasilkan teks narasi sederhana tentang kegiatan bersih-bersih rumah yang terdiri atas dua kalimat sederhana.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Asesmen diagnostik melengkapi kalimat rumpang narasi: Guru menyajikan teks rumpang: 'Ibu ... teras rumah. Kemudian, Ibu memasukkan sampah ke ...' (acuan jawaban: kata kerja 'menyapu'/'membersihkan'; kata tempat 'tempat sampah'/'wadah'/'tong sampah'). Guru menandai murid yang sudah mampu memilih kata kerja kegiatan rumah secara tepat.

Proses:

  • Observasi selama tahap Mengaplikasi terhadap lembar tulisan murid dengan memeriksa: (1) apakah tulisan berupa teks narasi bertema kegiatan bersih-bersih rumah; (2) apakah terdiri atas tepat dua kalimat sederhana yang runtut.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan hasil akhir teks narasi dua kalimat murid dengan kriteria ketercapaian operasional: teks memuat tepat dua kalimat sederhana, masing-masing kalimat memuat pelaku dan tindakan membersihkan rumah (contoh acuan produk yang diterima: 'Siti menyapu halaman rumah. Lalu, Siti membuang sampah ke tempat sampah' atau 'Saya mencuci piring di dapur. Kakak mengeringkan piring dengan lap').

Formatif:

  • Penilaian kinerja menulis teks narasi sederhana 2 kalimat tentang kegiatan bersih-bersih rumah menggunakan rubrik pengamatan proses menulis.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kesesuaian Tema Kegiatan Bersih-Bersih RumahBelum menuliskan kalimat yang berkaitan dengan kegiatan bersih-bersih rumah.Menuliskan 1 kalimat yang berkaitan dengan kegiatan bersih-bersih rumah.Menuliskan 2 kalimat yang seluruhnya berkaitan dengan kegiatan bersih-bersih rumah dengan sedikit bimbingan guru.Menuliskan 2 kalimat yang seluruhnya berkaitan dengan kegiatan bersih-bersih rumah secara mandiri dan tepat.
Jumlah dan Kelengkapan Kalimat Teks NarasiHanya menuliskan kata-kata lepas, belum membentuk kalimat sederhana yang utuh.Menuliskan teks berupa 1 kalimat sederhana menceritakan kegiatan.Menuliskan teks narasi yang terdiri atas 2 kalimat sederhana menceritakan rangkaian kegiatan dengan bimbingan.Menuliskan teks narasi yang terdiri atas tepat 2 kalimat sederhana yang menceritakan rangkaian kegiatan secara runtut dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 20 menit saat murid menulis dua kalimat narasi mandiri berjalan efektif?
  • Bagaimana respons murid terhadap kartu kata kerja aksi dalam membantu perumusan kalimat narasi?

Murid:

  • Apakah kamu berhasil menuliskan dua kalimat tentang kegiatan bersih-bersih rumah?
  • Bagian mana dari kegiatan menulis hari ini yang paling kamu sukai?

Pertemuan 14 — Menulis Teks Deskripsi Sederhana tentang Taman Sekolah dengan Kalimat Sederhana — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.7.7 Menulis berbagai tipe teks sederhana tentang lingkungan sekitar dengan beberapa kalimat sederhana

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menulis teks deskripsi sederhana tentang taman sekolah menggunakan kalimat sederhana (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 1 gambar taman sekolah berisi rumput hijau, bunga mawar merah, dan bangku kayu, lalu meminta murid menuliskan 1 kalimat sederhana yang mendeskripsikan apa yang dilihat pada papan tulis kecil/kertas (acuan kriteria penerimaan: kalimat menyebutkan minimal 1 objek pada gambar beserta ciri/keadaannya, misal: 'Bunga mawar berwarna merah' atau 'Rumput di taman sangat hijau') (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mencermati contoh teks deskripsi sederhana tentang taman sekolah yang ditunjukkan guru: 'Taman sekolahku bersih. Di sana ada bunga mawar merah. Rumput hijau tumbuh subur. Ada bangku kayu di bawah pohon.' (5 menit).
  • Guru membimbing murid mengidentifikasi bahwa teks deskripsi sederhana menggambarkan ciri atau keadaan objek (apa yang ada, warna, keadaan bersih/rapi) dalam beberapa kalimat sederhana bertema lingkungan (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan kreatif 'Kartu Kata Taman': murid secara bergantian mengambil kartu kata bergambar objek taman (tersedia 4 kartu: (1) 'bunga mawar' - 'merah wangi', (2) 'pohon mangga' - 'rindang teduh', (3) 'rumput taman' - 'hijau segar', (4) 'kolam ikan' - 'bersih jernih') lalu bersama teman sebangku berlatih merangkai 1 kalimat deskripsi lisan sebelum menulis (acuan pasangan kata: kartu 1 -> 'Bunga mawar merah dan wangi'; kartu 2 -> 'Pohon mangga rindang dan teduh'; kartu 3 -> 'Rumput taman hijau dan segar'; kartu 4 -> 'Kolam ikan bersih dan jernih') (10 menit).
  • Murid secara mandiri menulis sebuah teks deskripsi sederhana tentang taman sekolah pada lembar kerja, yang terdiri atas 2 sampai 3 kalimat sederhana yang menggambarkan objek, warna, atau keadaannya (contoh panduan: Kalimat 1 tentang keadaan umum taman; Kalimat 2 tentang tanaman/bunga; Kalimat 3 tentang benda/suasana) (18 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membaca kembali tulisan teks deskripsinya sendiri dan memeriksa apakah sudah memuat minimal dua kalimat sederhana yang mendeskripsikan taman sekolah secara berkesadaran (7 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik atas karya tulisan murid serta mengapresiasi kemandirian murid dalam menulis teks deskripsi lingkungan (5 menit).
  • Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bahwa menulis deskripsi adalah melukiskan keadaan lingkungan dengan kalimat sederhana, lalu menutup pelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Disediakan kartu bantu kata kunci (nama tanaman, warna, keadaan) bagi murid yang membutuhkan scaffolding kosakata.
  • Proses: Bagi murid yang masih mengeja/kesulitan menyusun kalimat diberikan format kalimat rumpang terbimbing; bagi murid yang cepat diberikan kesempatan menulis hingga 4 kalimat sederhana tanpa bantuan kartu.
  • Produk: Murid menghasilkan teks deskripsi sederhana tentang taman sekolah berjumlah 2 kalimat (tahap berkembang awal) hingga 3-4 kalimat sederhana (tahap mahir).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid menuliskan 1 kalimat sederhana mendeskripsikan gambar taman sekolah yang ditunjukkan guru (acuan kriteria penerimaan: kalimat memuat minimal 1 objek di taman beserta atribut ciri/keadaannya, misal: 'Bunga mawar itu merah' atau 'Taman sekolah sangat rapi').

Proses:

  • Observasi pengerjaan penulisan teks deskripsi sederhana tentang taman sekolah pada lembar kerja: menilai pemenuhan jumlah kalimat sederhana (minimal 2 kalimat) dan kesesuaian deskripsi dengan tema taman sekolah.

Akhir Pertemuan:

  • Cek hasil tulisan akhir murid: lembar kerja teks deskripsi taman sekolah diperiksa ketercapaian minimal 2 kalimat sederhana yang menggambarkan lingkungan taman secara runtut dan jelas (acuan kriteria: teks memuat minimal 2 kalimat sederhana yang relevan dengan objek taman sekolah seperti bunga, rumput, pohon, atau kebersihan area taman).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja menulis teks deskripsi sederhana tentang taman sekolah menggunakan lembar observasi dan rubrik penilaian tulisan kalimat sederhana.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kesesuaian Isi Teks Deskripsi Sederhana LingkunganBelum mampu menulis kalimat yang menggambarkan objek atau suasana taman sekolah.Mampu menulis 1 kalimat deskripsi tentang taman sekolah dengan bimbingan guru.Mampu menulis 2 kalimat deskripsi sederhana tentang taman sekolah yang sesuai konteks secara mandiri.Mampu menulis 3 kalimat deskripsi sederhana atau lebih tentang taman sekolah yang sangat jelas dan kaya kosakata lingkungan secara mandiri.
Kelengkapan Struktur Kalimat SederhanaTulisan hanya berupa kata lepas dan belum membentuk kalimat sederhana yang utuh.Menulis kalimat sederhana namun susunan katanya belum lengkap atau membutuhkan bantuan guru.Seluruh kalimat yang ditulis (minimal 2 kalimat) telah membentuk kalimat sederhana yang utuh secara mandiri.Seluruh kalimat yang ditulis (3 kalimat atau lebih) tersusun dengan kalimat sederhana yang utuh, runtut, dan variatif secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan kartu kata bergambar membantu mempermudah murid menemukan ide dalam menulis teks deskripsi sederhana?
  • Bagian mana dari kegiatan menulis yang membutuhkan bimbingan individual lebih intensif bagi murid?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang menuliskan keadaan taman sekolahmu hari ini?
  • Kalimat deskripsi mana yang paling kamu sukai dari tulisan yang kamu buat?

Pertemuan 15 — Menyimak Percakapan dan Membaca Nyaring Kata Sederhana tentang Pengelolaan Sampah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.7.1 Menyebutkan informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural berupa percakapan yang berkaitan dengan lingkungan sekitar
  • TP 2.7.3 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menyimak percakapan tentang pengelolaan sampah untuk menemukan informasi di dalamnya serta membaca nyaring kata-kata sederhana bertema lingkungan dengan lancar (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: guru membacakan 1 kalimat percakapan: 'Rani: Sampah plastik harus dipisah dari daun basah.' lalu bertanya: 'Apa yang harus dipisah menurut Rani?' (acuan: sampah plastik harus dipisah dari daun basah), kemudian menunjukkan 1 kartu kata 'sampah' untuk dibaca nyaring oleh perwakilan murid (acuan: membaca lancar kata 'sampah' tanpa mengeja) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperdengarkan teks percakapan aural bertema pengelolaan sampah: 'Budi: Mengapa botol plastik ini harus dicuci dulu, Siti? Siti: Botol plastik dicuci bersih agar mudah didaur ulang. Setelah bersih, botol dipadatkan ke dalam wadah khusus.' Murid menyimak tuturan tersebut secara saksama (5 menit).
  • Guru memandu tanya jawab terpimpin untuk mengonstruksi pemahaman isi percakapan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) Siapa yang berbicara dalam percakapan? (acuan: Budi dan Siti); (2) Mengapa botol plastik harus dicuci menurut Siti? (acuan: agar mudah didaur ulang) (7 menit).
  • Guru memperkenalkan 4 kartu kata sederhana bertema pengelolaan sampah yang tertulis di papan: (1) sampah, (2) pilah, (3) wadah, (4) bersih. Guru mencontohkan membaca nyaring setiap kata dengan fasih (tanpa mengeja, lancar, tanpa ragu) dan murid menirukan bersama-sama (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memperdengarkan teks percakapan aural kedua: 'Pak Guru: Edo, masukkan sampah daun ke lubang kompos. Edo: Baik, Pak Guru. Daun kering ini bisa menjadi pupuk tanaman.' Guru membagikan lembar cek informasi dan meminta murid melingkari atau menyebutkan jawaban atas 2 butir pertanyaan informasi: (1) Ke mana sampah daun dimasukkan? (acuan: ke lubang kompos); (2) Sampah apa yang bisa menjadi pupuk tanaman? (acuan: daun kering) (10 menit).
  • Permainan Menjodohkan dan Membaca Nyaring Ceria: murid dibagi berpasangan, masing-masing menerima set berisi 4 kartu kata sederhana bertema lingkungan: (1) botol, (2) plastik, (3) taman, (4) pupuk. Setiap murid secara bergiliran mengambil kartu dan membaca nyaring kata tersebut dengan fasih kepada pasangannya (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru meminta murid memeriksa kembali ketercapaian pembacaan 4 kartu kata bersama pasangannya untuk memastikan seluruh kata berhasil dibaca secara fasih tanpa jeda mengeja (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali informasi penting dari percakapan pengelolaan sampah (memilah sampah daun untuk kompos dan mencuci botol plastik) serta mengonfirmasi kelancaran membaca kata-kata sederhana yang telah dilatih (5 menit).

Penutup:

  • Guru melaksanakan asesmen akhir berupa cek cepat: membacakan satu kalimat percakapan singkat 'Ibu: Kumpulkan kertas bekas di kotak kardus.' lalu meminta murid menyebutkan informasi 'Di mana kertas bekas dikumpulkan?' (acuan: di kotak kardus), dilanjutkan meminta 2 murid membaca nyaring kata acak 'wadah' dan 'taman' secara fasih (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid, mengingatkan pentingnya memilah sampah di sekolah, dan menutup pelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, kartu kata disertai penggalan suku kata berwarna (mis. sam-pah, pi-lah); untuk murid yang mahir, kartu kata memuat kata 3 suku kata seperti 'da-ur u-lang' dan 'ke-ma-san'.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan membaca dipandu langsung oleh guru dengan teknik membaca bergantian; murid yang mahir membaca mandiri secara bergantian dalam pasangan.
  • Produk: Semua murid membaca nyaring 4 kartu kata target; murid yang memerlukan bimbingan membaca minimal 2 dari 4 kata dengan benar, sedangkan murid mahir membaca ke-4 kata secara langsung tanpa ragu.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes lisan menyebutkan informasi dari kutipan percakapan aural: 'Rani: Sampah plastik harus dipisah dari daun basah.' Pertanyaan: 'Apa yang harus dipisah menurut Rani?' (acuan: sampah plastik harus dipisah dari daun basah).
  • Unjuk kerja membaca nyaring 1 kartu kata sederhana 'sampah' (acuan: terbaca fasih tanpa mengeja, tanpa jeda ragu).

Proses:

  • Cek pemahaman menyebutkan informasi percakapan 2 butir: (1) Ke mana sampah daun dimasukkan? (acuan: ke lubang kompos); (2) Sampah apa yang bisa menjadi pupuk tanaman? (acuan: daun kering).
  • Observasi unjuk kerja membaca nyaring 4 kartu kata: (1) botol, (2) plastik, (3) taman, (4) pupuk (aturan penskoran kefasihan: terbaca tepat tanpa mengeja huruf per huruf, tanpa pengulangan kata, dan tanpa jeda ragu).

Akhir Pertemuan:

  • Cek lisan menyebutkan informasi dari tuturan singkat 'Ibu: Kumpulkan kertas bekas di kotak kardus.' Pertanyaan: 'Di mana kertas bekas dikumpulkan?' (acuan: di kotak kardus).
  • Uji membaca cepat nyaring 2 kata target: 'wadah' dan 'taman' (acuan: dibaca fasih dan tepat tanpa mengeja).

Formatif:

  • Tes lisan menyebutkan informasi dari percakapan aural yang diperdengarkan guru
  • Unjuk kerja membaca nyaring kata-kata sederhana bertema lingkungan dari kartu kata

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan informasi teks aural percakapan (TP 2.7.1)Belum mampu menyebutkan informasi dari teks percakapan aural yang diperdengarkan walau dibimbing guru.Mampu menyebutkan 1 dari 2 informasi teks percakapan aural secara tepat dengan bimbingan guru.Mampu menyebutkan 2 dari 2 informasi teks percakapan aural secara tepat dan mandiri.Mampu menyebutkan 2 dari 2 informasi teks percakapan aural secara lengkap, tepat, dan menjelaskan rincian tuturan tokoh tanpa ragu.
Membaca kata-kata sederhana dengan fasih (TP 2.7.3)Belum dapat membaca kata-kata sederhana pada kartu kata; masih mengeja huruf demi huruf dengan terbata-bata (0-1 kata benar).Mampu membaca 2 dari 4 kata sederhana pada kartu kata dengan fasih, kata lainnya masih mengeja atau mengulang.Mampu membaca 3 sampai 4 kata sederhana pada kartu kata (botol, plastik, taman, pupuk) dengan fasih tanpa mengeja.Mampu membaca seluruh (4) kata sederhana pada kartu kata dengan sangat fasih, lancar seketika tanpa jeda ragu secara konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks percakapan aural yang dibacakan terdengar jelas dan dapat dipahami oleh seluruh murid?
  • Apakah variasi kartu kata sederhana cukup efektif memfasilitasi murid yang masih mengeja agar dapat membaca lebih fasih?

Murid:

  • Informasi apa yang kamu dapatkan dari percakapan tentang memilah sampah tadi?
  • Kata mana yang paling mudah dan kata mana yang paling menantang untuk kamu baca dengan lancar?

Pertemuan 16 — Menjelaskan Isi Bacaan dan Merespons Tanya Jawab Santun tentang Lingkungan Bersih — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.7.4 Menjelaskan isi bacaan tentang lingkungan sekitar
  • TP 2.7.5 Merespons dengan bertanya tentang sesuatu dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa singkat (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca teks deskripsi tentang lingkungan bersih, menjelaskan isinya, serta melakukan tanya jawab dengan santun (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperlihatkan satu kalimat pendek: 'Deni menyapu daun kering di halaman.' lalu mengajukan dua pertanyaan: (1) 'Siapa yang menyapu daun kering?' (acuan: Deni); (2) 'Bagaimana kalimat tanya yang santun untuk menanyakan alat yang dipakai Deni?' (acuan: 'Bolehkah saya tahu Deni menyapu memakai apa?' atau 'Deni, kamu menyapu menggunakan apa?') untuk memetakan kesiapan murid (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid membaca bersama secara bergantian teks pendek 'Halaman Sekolah Kita Bersih': 'Halaman sekolah Beni sangat bersih dan asri. Setiap pagi, murid kelas dua piket bersama. Siti menyapu dedaunan yang gugur di dekat pohon mangga. Edo mengumpulkan sampah plastik dan memasukkannya ke tempat sampah anorganik. Halaman sekolah menjadi nyaman untuk belajar dan bermain.' (8 menit).
  • Murid mencermati isi bacaan melalui bimbingan guru dan memahami cara merespons percakapan dengan mengajukan pertanyaan yang santun menggunakan kata tanya (apa, siapa, di mana) dan kata santun seperti 'tolong', 'permisi', atau 'bolehkah' (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid secara mandiri menjawab 3 pertanyaan pemahaman isi teks pada lembar latihan: (1) Apa yang dilakukan murid kelas dua setiap pagi? (acuan: piket bersama membersihkan halaman); (2) Di mana Siti menyapu dedaunan yang gugur? (acuan: di dekat pohon mangga); (3) Jenis sampah apa yang dimasukkan Edo ke tempat sampah anorganik? (acuan: sampah plastik) (15 menit).
  • Murid bermain peran berpasangan 'Tanya Jawab Detektif Lingkungan' secara bergembira: murid A memegang kartu situasi dan membaca pernyataannya, lalu murid B merespons dengan mengajukan satu pertanyaan santun terkait situasi tersebut, kemudian bergantian untuk 2 situasi yang disiapkan guru: Situasi 1: 'Tempat sampah di depan kelasku sudah penuh sampah daun.' (respons tanya santun acuan: 'Permisi, di mana kita bisa membuang daun ini ke tempat pengomposan?'); Situasi 2: 'Pak guru menaruh sapu lidi di dekat gerbang.' (respons tanya santun acuan: 'Bolehkah saya tahu untuk apa sapu lidi itu ditaruh di sana, Pak?') (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya saling memeriksa apakah pertanyaan yang diajukan sudah menggunakan kata santun dan sesuai dengan isi informasi lingkungan yang dibahas (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan penjelasan isi bacaan dan kesantunan kalimat tanya yang digunakan murid selama percakapan berpasangan (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan isi bacaan tentang lingkungan bersih dan cara bertanya santun saat membicarakan kebersihan lingkungan (3 menit).
  • Guru melakukan cek pemahaman akhir dan menginformasikan rencana kegiatan untuk pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan membaca teks dengan panduan garis penanda kata kunci, sedangkan murid cepat membaca teks tanpa bantuan penanda.
  • Proses: Murid yang belum percaya diri dibimbing guru dengan contoh kata pemulai tanya santun ('Bolehkah saya bertanya...'), sementara murid yang mahir langsung merespons situasi secara mandiri.
  • Produk: Semua murid menghasilkan penjelasan lisan/tertulis atas 3 pertanyaan isi bacaan dan mempraktikkan 1 pertanyaan santun per skenario.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan di pendahuluan menggunakan 1 kalimat pemantik 'Deni menyapu daun kering di halaman' dengan 2 pertanyaan: (1) Menyebutkan siapa tokoh yang menyapu (acuan: Deni); (2) Mengucapkan 1 kalimat tanya santun untuk menanyakan alat yang dipakai Deni (acuan: memuat kata tanya dan kata santun seperti 'Bolehkah saya tahu Deni menyapu menggunakan apa?').

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan penjelasan isi teks bacaan 'Halaman Sekolah Kita Bersih' pada 3 butir soal: (1) piket bersama; (2) di dekat pohon mangga; (3) sampah plastik.
  • Observasi kemampuan merespons dalam simulasi percakapan berpasangan: murid merespons pernyataan lingkungan dengan mengajukan pertanyaan yang memuat kata tanya tepat dan kata santun ('permisi', 'tolong', 'bolehkah', atau nada santun tanpa membentak).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir lisan: Guru menyebutkan situasi 'Edo membawa kantong sampah daur ulang' dan meminta murid merespons dengan 1 kalimat tanya santun (acuan: pertanyaan memuat kata santun dan relevan dengan kantong sampah, misalnya 'Bolehkah saya bertanya apa isi kantong sampah itu, Edo?').

Formatif:

  • Pemeriksaan lembar latihan 3 pertanyaan isi bacaan tentang lingkungan sekitar
  • Observasi unjuk kerja tanya jawab berpasangan mengenai percakapan lingkungan dengan kalimat santun

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan Isi Bacaan Lingkungan Sekitar (TP 2.7.4)Belum mampu menjelaskan isi bacaan (0 butir tepat dari 3 butir acuan).Mampu menjelaskan sebagian kecil isi bacaan (1 dari 3 butir acuan tepat: piket bersama / di dekat pohon mangga / sampah plastik).Mampu menjelaskan sebagian besar isi bacaan (2 dari 3 butir acuan tepat: piket bersama / di dekat pohon mangga / sampah plastik).Mampu menjelaskan seluruh isi bacaan secara tepat dan mandiri (seluruh 3 butir acuan tepat: piket bersama, di dekat pohon mangga, dan sampah plastik).
Merespons Percakapan dengan Bertanya Santun (TP 2.7.5)Belum mampu mengajukan pertanyaan respons dalam percakapan tentang lingkungan.Mampu mengajukan pertanyaan terkait topik lingkungan tetapi belum menggunakan kata/frasa santun.Mampu merespons dengan mengajukan 1 pertanyaan yang relevan dengan topik lingkungan menggunakan kata santun (misalnya 'bolehkah' atau 'permisi') secara tepat.Mampu merespons dengan mengajukan pertanyaan relevan pada kedua situasi percakapan lingkungan secara tepat, santun, dan mandiri tanpa bimbingan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks bacaan tentang kebersihan halaman sekolah mudah dipahami oleh seluruh murid?
  • Apakah kegiatan bermain peran berpasangan berhasil memicu keberanian murid bertanya dengan kalimat yang santun?

Murid:

  • Bagian mana dari cerita halaman sekolah tadi yang paling kamu ingat?
  • Bagaimana perasaanmu saat mencoba bertanya santun kepada temanmu hari ini?

Pertemuan 17 — Menceritakan Kembali Teks Lingkungan dan Menuliskan Kalimat Sederhana tentang Menjaga Kebersihan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.7.6 Menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca tentang lingkungan sekitar
  • TP 2.7.7 Menulis berbagai tipe teks sederhana tentang lingkungan sekitar dengan beberapa kalimat sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas, menyapa murid, dan memimpin doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini, yaitu menceritakan kembali isi teks yang dibaca tentang lingkungan dan menuliskan beberapa kalimat sederhana tentang menjaga kebersihan lingkungan (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan dengan meminta murid membaca kalimat pendek pada papan tulis: 'Warga membersihkan selokan agar air mengalir lancar', lalu menunjuk 2 murid untuk menceritakan isi peristiwa tersebut dengan bahasa sendiri (acuan jawaban: warga bergotong royong membersihkan selokan supaya air mengalir lancar dan tidak tersumbat) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca teks bacaan pendek berjudul 'Kerja Bakti di Kampung Asri': (1) Hari Minggu warga Kampung Asri mengadakan kerja bakti. (2) Pak RT membagi tugas membersihkan lingkungan. (3) Warga menyapu daun kering di jalan, mencabuti rumput liar, dan membersihkan selokan. (4) Lingkungan kampung menjadi bersih, rapi, dan bebas dari sarang nyamuk (10 menit).
  • Guru memandu murid membedah 3 bagian isi cerita berdasarkan teks tersebut: awal (warga berkumpul kerja bakti hari Minggu), tengah (pembagian tugas menyapu daun, mencabut rumput, dan membersihkan selokan), serta akhir (kampung menjadi bersih, rapi, dan bebas sarang nyamuk) (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Secara berpasangan, murid bergantian menceritakan kembali isi teks 'Kerja Bakti di Kampung Asri' kepada pasangannya secara runtut mencakup awal, tengah, dan akhir cerita tanpa mengubah alur teks (10 menit).
  • Melalui aktivitas permainan bahasa berpasangan yang menyenangkan 'Tantangan Kalimat Bersih', setiap murid menuliskan teks sederhana berupa 2 sampai 3 kalimat tentang menjaga kebersihan lingkungan pada lembar kerja (contoh acuan isi: 'Saya menyapu halaman setiap pagi. Sampah daun saya kumpulkan ke tempat sampah. Halaman rumah menjadi bersih dan rapi.') (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Beberapa perwakilan murid menceritakan kembali isi bacaan di depan kelas dan memperlihatkan kalimat sederhana tentang kebersihan yang telah ditulisnya (7 menit).
  • Murid bersama guru merefleksikan kemudahan dan kesulitan dalam mengingat urutan cerita serta merangkai kata menjadi kalimat sederhana bertema kebersihan lingkungan (3 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan kegiatan hari ini bahwa menceritakan kembali isi teks dilakukan dengan menyampaikan bagian peristiwa secara berurutan serta menuliskan kalimat sederhana menjaga kebersihan secara jelas (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi atas partisipasi murid dan mengakhiri kelas dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks berukuran huruf lebih besar dengan penanda warna pada bagian awal, tengah, dan akhir cerita; murid mahir membaca teks tanpa bantuan penanda warna.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dengan panduan pertanyaan bertahap saat menceritakan kembali; murid mahir menceritakan kembali secara mandiri langsung kepada pasangan.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menuliskan 2 kalimat sederhana dengan bantuan pola kata pemandu; murid yang mahir menuliskan 3 kalimat sederhana secara utuh dan mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat di pendahuluan: Murid membaca kalimat 'Warga membersihkan selokan agar air mengalir lancar' lalu menceritakan isi kalimat dengan bahasa sendiri (acuan jawaban: warga bekerja sama membersihkan selokan agar aliran air lancar/tidak mampet).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan penceritaan kembali teks 'Kerja Bakti di Kampung Asri' (acuan: memuat 3 bagian peristiwa yaitu awal: warga kumpul hari Minggu; tengah: tugas menyapu daun, mencabut rumput, dan membersihkan selokan; akhir: kampung bersih, rapi, dan bebas nyamuk).
  • Pemeriksaan produk penulisan teks sederhana bertema lingkungan (kriteria: terdiri atas minimal 2 kalimat sederhana yang bermakna sesuai topik menjaga kebersihan lingkungan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir sesi: Guru meminta murid menyebutkan urutan isi teks kerja bakti dan membacakan salah satu kalimat sederhana yang ditulisnya (acuan: menceritakan alur awal-tengah-akhir dan kalimat berisi tindakan nyata membersihkan/menjaga lingkungan sekitar).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menceritakan kembali isi teks bacaan lingkungan secara berpasangan
  • Penilaian produk tulisan berupa 2-3 kalimat sederhana tentang menjaga kebersihan lingkungan pada lembar kerja murid

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan kembali isi teks yang dibaca (TP 2.7.6)Menceritakan kembali kurang dari 1 bagian peristiwa dari teks 'Kerja Bakti di Kampung Asri' meski dengan bimbingan penuh guru.Menceritakan kembali hanya 1 dari 3 bagian peristiwa (awal, tengah, atau akhir) dari teks secara tepat dengan bimbingan guru.Menceritakan kembali 2 dari 3 bagian peristiwa dari teks secara tepat dan berurutan.Menceritakan kembali seluruh 3 bagian peristiwa (awal, tengah, dan akhir) dari teks secara lengkap, runtut, dan mandiri.
Menulis teks sederhana tentang lingkungan sekitar (TP 2.7.7)Belum mampu menyusun 1 kalimat sederhana tentang menjaga kebersihan lingkungan yang utuh meski dibimbing.Menulis 1 kalimat sederhana bertema kebersihan lingkungan dengan makna yang sesuai.Menulis 2 kalimat sederhana bertema menjaga kebersihan lingkungan dengan makna yang saling berhubungan.Menulis 3 kalimat sederhana bertema menjaga kebersihan lingkungan dengan makna yang runtut dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur kegiatan menceritakan kembali dan menulis teks sederhana berjalan efektif sesuai alokasi waktu?
  • Bagian mana dari kegiatan yang paling membantu murid memahami cara menceritakan kembali urutan teks dengan bahasa sendiri?

Murid:

  • Bagian cerita mana dari teks kerja bakti yang paling mudah kamu ingat dan ceritakan?
  • Apakah kamu dapat menuliskan kalimat tentang cara menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri?

Pertemuan 18 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.7.1 Menyebutkan informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural berupa percakapan yang berkaitan dengan lingkungan sekitar
  • TP 2.7.2 Menyebutkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang lingkungan sekitar
  • TP 2.7.3 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar
  • TP 2.7.4 Menjelaskan isi bacaan tentang lingkungan sekitar
  • TP 2.7.5 Merespons dengan bertanya tentang sesuatu dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang lingkungan sekitar
  • TP 2.7.6 Menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca tentang lingkungan sekitar
  • TP 2.7.7 Menulis berbagai tipe teks sederhana tentang lingkungan sekitar dengan beberapa kalimat sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi sumatif, memeriksa kesiapan fisik dan alat tulis murid, memimpin doa, serta menyampaikan bahwa hari ini adalah asesmen sumatif untuk mengukur capaian belajar Bab 7 Sayang Lingkungan secara mandiri dan jujur (3 menit).
  • Guru menjelaskan alur 3 tugas sumatif yang akan dilaksanakan: tes tertulis menyimak dan membaca, unjuk kerja lisan di meja guru (sampling bergiliran), serta menulis kalimat sederhana tentang lingkungan (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Tes Tertulis Pemahaman Menyimak dan Membaca, lalu membacakan instruksi pengerjaan butir soal serentak di kelas secara jelas dan berkesadaran (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1 (Tes Tertulis Serentak): Murid secara mandiri mengerjakan lembar tes tertulis berisi 3 butir: (1) Menyimak teks aural percakapan guru: 'Kiki: Lala, mengapa daun kering dimasukkan ke wadah hijau? Lala: Karena wadah hijau untuk sampah organik yang bisa membusuk.' Butir 1: Apa nama sampah yang dimasukkan ke wadah hijau? (Acuan kunci: daun kering / sampah organik); (2) Menyimak teks puisi aural: 'Bungaku mekar berseri, kuhirup harum mewangi, kusiram tiap hari, agar mekar lestari.' Butir 2: Apa pesan puisi di atas? (Acuan kunci: merawat/menyiram bunga/tanaman setiap hari); (3) Membaca teks deskripsi: 'Halaman sekolahku bersih. Rumput liar dicabut bersama. Tanaman disiram setiap pagi agar tidak layu.' Butir 3: Mengapa tanaman disiram setiap pagi? (Acuan kunci: agar tidak layu) (22 menit).
  • Tugas 2 (Unjuk Kerja Lisan Bergilir): Bersamaan dengan pengerjaan mandiri di kelas, guru memanggil 10 murid terpilih secara bergilir ke meja guru (2,5 menit per murid) untuk: (a) membaca nyaring 4 kata sederhana pada kartu: 'taman', 'sampah', 'pupuk', 'bersih' (Acuan: membaca tepat tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu); (b) merespons gambar tempat sampah pilah dengan mengajukan 1 pertanyaan santun (Acuan: memuat kata tanya santun seperti 'Di mana/Mengapa/Apa' dengan santun); (c) menceritakan kembali secara lisan 2-3 kalimat pokok teks lingkungan yang dibaca (Acuan: memuat ide pokok tentang membersihkan lingkungan secara runtut) (25 menit).
  • Tugas 3 (Penilaian Produk Tulisan Serentak): Guru membagikan kartu kalimat bergaris, lalu seluruh murid secara serentak menulis 2-3 kalimat sederhana tentang cara menjaga kebersihan lingkungan sekolah (Acuan kriteria: karya memuat 2-3 kalimat sederhana yang bermakna jelas tentang menjaga kebersihan lingkungan, misalnya 'Saya membuang sampah di tempat sampah. Saya ikut menyapu halaman bersama teman.') (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban dan kartu tulisan murid, lalu mengajak murid berkesadaran merefleksikan pengalaman menyelesaikan seluruh rangkaian asesmen secara mandiri dan jujur (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan, kemandirian, dan kejujuran murid selama mengikuti asesmen sumatif, merangkum perjalanan belajar Bab 7 Sayang Lingkungan, serta menutup kelas dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses berupa pembacaan teks aural dengan intonasi jelas dan pengulangan dua kali untuk seluruh kelas tanpa mengubah isi butir soal.
  • Proses: Pemberian jeda waktu hening yang cukup bagi murid yang membutuhkan konsentrasi lebih saat menulis tanpa mengurangi kriteria penilaian.
  • Produk: Format kartu kalimat bergaris bantuan spasi bagi murid dengan hambatan motorik halus tanpa mengubah tuntutan jumlah kalimat (2-3 kalimat sederhana).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan alat tulis dan pemahaman aturan kerja mandiri pada sesi sumatif.

Proses:

  • Pengamatan keteraturan dan kemandirian murid selama menyelesaikan tes tertulis dan unjuk kerja bergiliran.

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis terpandu, unjuk kerja berpasangan berbasis stasiun terstruktur, dan penilaian produk tulisan: lembar asesmen tertulis pemahaman menyimak dan membaca, catatan amatan dialog tanya-jawab dan penceritaan lisan pada stasiun giliran, serta produk teks tulisan sederhana tentang merawat lingkungan
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban tertulis murid kelas 2 yang dikerjakan serentak berupa pilihan bergambar dan isian singkat terpandu untuk menyebutkan 2 informasi dari rekaman/pembacaan percakapan aural bertema pilah sampah, pesan kebaikan dari pembacaan puisi lingkungan, dan penjelasan isi bacaan teks deskripsi cara merawat tanaman (25 menit; kelompok; instrumen: lembar tes bergambar dan rubrik penskoran pemahaman aural-bacaan)
  • unjuk kerja bergiliran: unjuk kerja lisan individual terpilih sampling 10 murid per sesi pertemuan sumatif ini (alokasi 2,5 menit per murid di meja guru, sisa 18 murid dinilai pada jadwal formatif/sesi berikutnya secara berkelanjutan) untuk membaca nyaring 4 kata sederhana bertema kebersihan dengan fasih, mengajukan 1 pertanyaan santun terkait gambar pilah sampah, dan menceritakan kembali secara lisan 2-3 kalimat pokok isi bacaan lingkungan yang telah dibaca (25 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan analitik (kelancaran membaca kata, kesantunan bertanya, keruntutan menceritakan kembali))
  • penilaian produk: karya tulisan tangan murid berupa 2-3 kalimat sederhana tentang cara menjaga kebersihan lingkungan sekolah pada kartu kalimat bergaris yang dikerjakan serentak seluruh kelas (20 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk tulisan (keterbacaan tulisan tangan, kejelasan makna kalimat, kesesuaian tema lingkungan))

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis terpandu, unjuk kerja berpasangan berbasis stasiun terstruktur, dan penilaian produk tulisan: lembar asesmen tertulis pemahaman menyimak dan membaca, catatan amatan dialog tanya-jawab dan penceritaan lisan pada stasiun giliran, serta produk teks tulisan sederhana tentang merawat lingkungan
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban tertulis murid kelas 2 yang dikerjakan serentak berupa pilihan bergambar dan isian singkat terpandu untuk menyebutkan 2 informasi dari rekaman/pembacaan percakapan aural bertema pilah sampah, pesan kebaikan dari pembacaan puisi lingkungan, dan penjelasan isi bacaan teks deskripsi cara merawat tanaman (25 menit; kelompok; instrumen: lembar tes bergambar dan rubrik penskoran pemahaman aural-bacaan)
  • unjuk kerja bergiliran: unjuk kerja lisan individual terpilih sampling 10 murid per sesi pertemuan sumatif ini (alokasi 2,5 menit per murid di meja guru, sisa 18 murid dinilai pada jadwal formatif/sesi berikutnya secara berkelanjutan) untuk membaca nyaring 4 kata sederhana bertema kebersihan dengan fasih, mengajukan 1 pertanyaan santun terkait gambar pilah sampah, dan menceritakan kembali secara lisan 2-3 kalimat pokok isi bacaan lingkungan yang telah dibaca (25 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan analitik (kelancaran membaca kata, kesantunan bertanya, keruntutan menceritakan kembali))
  • penilaian produk: karya tulisan tangan murid berupa 2-3 kalimat sederhana tentang cara menjaga kebersihan lingkungan sekolah pada kartu kalimat bergaris yang dikerjakan serentak seluruh kelas (20 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk tulisan (keterbacaan tulisan tangan, kejelasan makna kalimat, kesesuaian tema lingkungan))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan Informasi dan Pesan Teks Aural serta Isi Bacaan (TP 2.7.1, 2.7.2, 2.7.4)Belum mampu menjawab ketiga butir soal pemahaman dengan tepat sesuai acuan kunci.Menjawab tepat 1 dari 3 butir soal pemahaman sesuai acuan kunci (Butir 1: daun kering/organik; Butir 2: menyiram/merawat bunga; Butir 3: agar tidak layu).Menjawab tepat 2 dari 3 butir soal pemahaman sesuai acuan kunci (Butir 1: daun kering/organik; Butir 2: menyiram/merawat bunga; Butir 3: agar tidak layu).Menjawab tepat seluruh 3 butir soal pemahaman sesuai acuan kunci (Butir 1: daun kering/organik; Butir 2: menyiram/merawat bunga; Butir 3: agar tidak layu) secara mandiri.
Membaca Fasih Kata Sederhana (TP 2.7.3)Belum mampu membaca 4 kata sederhana ('taman', 'sampah', 'pupuk', 'bersih') secara fasih (masih mengeja per huruf pada seluruh kata).Membaca dengan fasih 1-2 kata dari 4 kata target ('taman', 'sampah', 'pupuk', 'bersih') tanpa mengeja.Membaca dengan fasih 3 kata dari 4 kata target ('taman', 'sampah', 'pupuk', 'bersih') tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu.Membaca seluruh 4 kata target ('taman', 'sampah', 'pupuk', 'bersih') dengan fasih, lancar tanpa mengeja, dan tanpa jeda ragu.
Merespons dengan Bertanya Santun dan Menceritakan Kembali (TP 2.7.5, 2.7.6)Belum mampu mengajukan pertanyaan santun dan belum mampu menceritakan kembali isi teks.Mampu mengajukan pertanyaan santun tentang pemilahan sampah ATAU menceritakan kembali 1 kalimat pokok isi bacaan lingkungan.Mampu mengajukan 1 pertanyaan dengan kata tanya santun terkait gambar tempat sampah DAN menceritakan kembali 2 kalimat pokok isi bacaan secara runtut.Mampu mengajukan 1 pertanyaan santun secara tepat dan mandiri DAN menceritakan kembali 2-3 kalimat pokok isi teks secara lengkap dan runtut.
Menulis Teks Sederhana tentang Lingkungan (TP 2.7.7)Belum mampu menulis kalimat sederhana yang bermakna tentang menjaga kebersihan lingkungan.Menulis 1 kalimat sederhana tentang menjaga kebersihan lingkungan sekolah dengan makna yang dapat dipahami.Menulis 2 kalimat sederhana yang bermakna jelas dan runtut tentang menjaga kebersihan lingkungan sekolah.Menulis 3 kalimat sederhana yang bermakna jelas, runtut, dan tepat sesuai tema menjaga kebersihan lingkungan sekolah secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh instrumen asesmen sumatif terlaksana sesuai alokasi waktu dan acuan ATP?
  • Bagaimana ketercapaian murid kelas 2 terhadap tujuan pembelajaran Bab 7 secara keseluruhan?

Murid:

  • Bagian mana dari tugas hari ini yang paling mudah kamu kerjakan?
  • Apa hal paling penting yang sudah kamu pelajari tentang menyayangi lingkungan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek, 2024)
  2. Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek, 2024)
  3. Naskah teks aural percakapan bertema membersihkan lingkungan
  4. Lembar kerja simak murid
  5. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SD Kelas II (Edisi Revisi 2024)
  6. Buku Siswa Bahasa Indonesia SD Kelas II: Keluargaku Unik (Bab 7 Sayang Lingkungan)
  7. Naskah percakapan aural 'Memilah Sampah di Sekolah' dan 'Pilah Sampah Rumah'
  8. Kartu warna (kuning dan hijau) untuk permainan menyimak
  9. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas II SD: Keluargaku Unik (Edisi Revisi 2024)
  10. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas II SD: Keluargaku Unik (Edisi Revisi 2024)
  11. Teks puisi bertema merawat tanaman ciptaan guru ('Bungaku Tersenyum' dan 'Pohon Rindang')
  12. Kartu pilihan pesan puisi untuk permainan kelas
  13. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SD Kelas II Revisi 2024
  14. Teks cerita pendek sastra anak bertema lingkungan ('Halaman Rumah Bimo' dan 'Sungai Desa Suka Maju')
  15. Lembar aktivitas pilihan pesan cerita
  16. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), 2024.
  17. Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), 2024, Bab 7: Sayang Lingkungan.
  18. Kartu kata bertema lingkungan (sampah, bersih, tanam, rumput, siram).
  19. Papan tulis dan spidol.
  20. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas II SD: Keluargaku Unik (Kemendikbudristek 2024), Bab 7 Sayang Lingkungan
  21. Kartu kata bertema lingkungan (taman, bersih, sampah)
  22. Strip bacaan 4 kalimat pendek bertema lingkungan
  23. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 2 Edisi Revisi (Kemendikbudristek 2024)
  24. Teks deskripsi sederhana 'Halaman Sekolahku Bersih' dan 'Taman Depan Kelasku'
  25. Kartu kalimat kuis 'Tebak Isi Bacaan'
  26. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas II SD: Keluargaku Unik (Kemendikbudristek, 2024)
  27. Teks cerita pendek 'Keluarga Banyu Menghemat Air'
  28. Set 4 kartu pertanyaan dan 4 kartu jawaban 'Detektif Air'
  29. Lembar Kerja Murid (LKM) pemahaman isi bacaan
  30. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024), Bab 7: Sayang Lingkungan.
  31. Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024), Bab 7: Sayang Lingkungan.
  32. Kartu situasi percakapan tempat sampah bertema lingkungan sekolah.
  33. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas II Revisi
  34. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas II Revisi Bab 7 'Sayang Lingkungan'
  35. Kartu situasi bergambar dan teks percakapan tentang tanaman sekolah
  36. Area taman dan pot tanaman di lingkungan sekolah
  37. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 2 Kurikulum Merdeka (Bab 7 Sayang Lingkungan)
  38. Lembar teks cerita 'Gotong Royong di Kampung Sehat'
  39. Kartu alur gambar peristiwa gotong royong (awal, tengah, akhir)
  40. Buku Panduan Guru dan Siswa Bahasa Indonesia Kelas II Revisi (Bab 7)
  41. Teks informasi bacaan 'Cara Merawat Pohon' pada papan tulis/bagan kertas
  42. Gambar ilustrasi orang menyiram pohon, memberi pupuk, dan mencabut rumput
  43. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SD Kelas II: Keluargaku Unik (Kemendikbudristek 2024)
  44. Buku Siswa Bahasa Indonesia SD Kelas II: Keluargaku Unik Bab 7 Sayang Lingkungan (Kemendikbudristek 2024)
  45. Kartu gambar berseri kegiatan membersihkan rumah
  46. Kartu kata kerja aksi bertema kebersihan rumah
  47. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas II SD: Keluargaku Unik (Kemendikbudristek 2024)
  48. Gambar/foto taman sekolah
  49. Kartu kata dan kartu gambar objek taman (bunga mawar, pohon mangga, rumput taman, kolam ikan)
  50. Lembar kerja menulis murid
  51. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SD Kelas II: Keluargaku Unik (Kemendikbudristek, 2024)
  52. Buku Siswa Bahasa Indonesia SD Kelas II: Keluargaku Unik (Kemendikbudristek, 2024) Bab 7 'Sayang Lingkungan'
  53. Set kartu kata sederhana bertema lingkungan (sampah, pilah, wadah, bersih, botol, plastik, taman, pupuk)
  54. Teks aural naskah percakapan tentang pemilahan sampah
  55. Buku Siswa Bahasa Indonesia SD Kelas II Bab 7 'Sayang Lingkungan'
  56. Kartu situasi percakapan lingkungan sekitar buatan guru
  57. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2024)
  58. Buku Siswa Bahasa Indonesia SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2024)
  59. Teks bacaan 'Kerja Bakti di Kampung Asri' pada papan tulis/lembar bacaan
  60. Lembar kerja murid untuk menulis kalimat sederhana tentang lingkungan
  61. Lembar Asesmen Tertulis Pemahaman Menyimak dan Membaca
  62. Kartu Kata Bacaan ('taman', 'sampah', 'pupuk', 'bersih')
  63. Gambar Tempat Sampah Pilah
  64. Kartu Kalimat Bergaris

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.