MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 6 — Bijak Memakai Uang INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 6 — Bijak Memakai Uang |
|---|
| Alokasi Waktu | 36 JP (36 x 35 menit = 1260 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 18 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.6.1 Menyebutkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang menabung dalam pantun
- TP 2.6.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari tayangan yang dipirsa tentang cara mendapatkan uang pada infografik
- TP 2.6.3 Menjelaskan isi bacaan yang dipirsa tentang bijak memakai uang dari teks fiksi Labih dan Arai
- TP 2.6.4 Mengungkapkan gagasan secara lisan dengan bantuan gambar tentang perbedaan keinginan dan keperluan saat membelanjakan uang
- TP 2.6.5 Menulis teks sederhana tentang keluarga terkait pekerjaan orang tua dengan beberapa kalimat sederhana
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang kalian dengar ketika guru membacakan baris 'Jangan suka menghabiskan uang'?
- Menurut kalian, apa ajakan yang disampaikan dalam pantun tentang uang yang kita dengar bersama?
- Jika mendengar bunyi akhir kata 'uang' dan 'buang', bunyi apa yang terdengar sama?
- Bagaimana kata-kata bersajak di baris isi pantun membantu kita mengetahui pesan tentang menabung?
- Mengapa kita perlu menyisihkan uang jajan untuk ditabung?
- Nasihat apa yang kita dengar dari pantun tentang cara menggunakan uang?
- Bagaimana bunyi suku kata pada tulisan di bawah gambar orang yang sedang bekerja?
- Bagaimana cara kita membaca kata 'karyawan', 'kantor', dan 'ojek' dengan tepat dan lancar?
- Kata apa saja yang kamu lihat pada gambar orang yang sedang bekerja mencari uang?
- Bagaimana caramu membaca kata-kata pada gambar agar terdengar jelas oleh teman di sebelahmu?
- Kata apa saja yang dapat kalian baca langsung dari gambar infografik cara mendapatkan uang?
- Bagaimana caramu membaca sebuah kata secara lancar tanpa mengeja suku katanya satu per satu?
- Apa yang biasanya kalian lakukan jika mendapat uang saku dari orang tua?
- Bagaimana sikap yang baik saat menggunakan uang saku agar tidak cepat habis?
- Apa masalah yang dihadapi Arai ketika ingin membeli kue dange?
- Mengapa uang saku Arai cepat habis dibandingkan uang saku Labih?
- Bagaimana cara Labih memakai uang sakunya setiap hari dalam cerita?
- Mengapa Arai kehabisan uang saku padahal hari masih berjalan?
- Mengapa Labih bisa membeli barang yang diinginkannya sedangkan Arai kehabisan uang?
- Apa makna nasihat hemat yang dipelajari tokoh Labih dan Arai dalam cerita?
- Jika kamu memiliki uang saku, apakah semua barang yang kamu sukai harus langsung dibeli?
- Apa perbedaan antara barang yang benar-benar kita perlukan dengan barang yang hanya kita inginkan saat melihatnya di toko?
- Jika uang sakumu hanya cukup untuk membeli satu barang, manakah yang kamu dahulukan: pensil tulis untuk belajar atau mainan robot kecil?
- Mengapa kita harus mengutamakan barang keperluan daripada barang keinginan saat membelanjakan uang?
- Jika kamu memegang uang saku, apakah semua barang yang kamu lihat di toko harus langsung dibeli?
- Bagaimana caramu membedakan barang yang benar-benar harus dibeli sekarang dengan barang yang hanya ingin dibeli?
- Apa nama pekerjaan ayah atau ibu kalian di rumah?
- Di mana biasanya ayah atau ibu bekerja saat menghasilkan uang?
- Apa kegiatan yang dilakukan ayah atau ibu kalian saat bekerja?
- Bagaimana kegiatan pekerjaan orang tua kalian dapat menghasilkan uang untuk keluarga?
- Di mana letak huruf kapital dan tanda titik pada sebuah kalimat?
- Bagaimana cara merangkai kalimat tentang pekerjaan ayah atau ibu agar menjadi teks yang utuh dan rapi?
- Bagaimana caramu membuat draf tulisan tentang pekerjaan orang tuamu menjadi lebih rapi dan mudah dibaca?
- Mengapa kita perlu menulis kembali tulisan kita dengan bentuk huruf dan spasi yang rapi?
- Apa saja hal penting tentang uang yang sudah kita pelajari bersama Labih dan Arai?
- Bagaimana kita menunjukkan bahwa kita sudah mampu membedakan keinginan dan keperluan secara bijak?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menyimak dan Menyebutkan Pesan Pokok Menabung pada Pembacaan Pantun Baris Demi Baris — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.1 Menyebutkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang menabung dalam pantun
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan memperdengarkan dua baris kalimat aural: 'Beli buku di pasar raya / Rajin menabung hidup bahagia' lalu menanyakan: 'Apa ajakan dari kalimat yang kalian dengar?' (acuan jawaban benar: ajakan untuk rajin menabung / menabung agar hidup bahagia) untuk memetakan kesiapan menyimak pesan menabung (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimak pembacaan pantun baris demi baris dan menyebutkan pesan pokok tentang menabung yang ada di dalamnya (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru bahwa sebuah pantun terdiri dari 4 baris yang dibacakan secara berurutan, di mana baris 1-2 adalah pengantar (sampiran) dan baris 3-4 memuat isi atau pesan (4 menit).
- Guru membacakan pantun 'Menabung' baris demi baris dengan intonasi jelas: Baris 1: 'Pagi hari telah berganti siang', Baris 2: 'Kucing tidur nyenyak di bawah meja', Baris 3: 'Jangan suka menghabiskan uang', Baris 4: 'Lebih baik ditabung saja' (5 menit).
- Murid bersama bimbingan guru mengidentifikasi baris mana yang memuat pesan ajakan tentang uang, yaitu berfokus pada baris ke-3 dan ke-4 (acuan: baris 3 mengingatkan agar tidak boros/menghabiskan uang, baris 4 mengajak menabung uang) (6 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan menyimak 'Tangkap Pesan Pantun' yang menggembirakan: guru membacakan satu pantun latihan aural: Baris 1: 'Pergi ke kebun memetik tomat', Baris 2: 'Tomat merah disimpan rapat', Baris 3: 'Gunakan uang dengan hemat', Baris 4: 'Simpan di celengan agar bermanfaat', lalu murid bertepuk tangan sekali ketika mendengar baris yang memuat pesan menabung (8 menit).
- Murid secara berpasangan saling menyebutkan pesan yang didengar dari baris ke-3 dan ke-4 pantun latihan tersebut (acuan pesan: ajakan berhemat memakai uang dan menyimpan/menabung uang di celengan) (9 menit).
- Guru membacakan teks pantun kedua secara aural: Baris 1: 'Pohon kelapa tumbuh berjajar', Baris 2: 'Daunnya lebat tertiup angin', Baris 3: 'Sisihkan uang jajanmu biar wajar', Baris 4: 'Kumpulkan tabungan untuk masa depan', lalu murid secara individu menuliskan tanda centang pada lembar pilihan pesan yang dibacakan guru: (A) Mengajak membeli mainan baru, (B) Mengajak menyisihkan uang jajan untuk ditabung masa depan (acuan benar: B) (6 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid dibimbing guru untuk memeriksa kembali bagaimana cara menemukan pesan pantun dengan memperhatikan baris ke-3 dan ke-4 yang didengarkan (7 menit).
- Murid menyebutkan kembali pesan pokok menabung dari pantun yang telah mereka dengar dengan bahasa sederhana mereka sendiri (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa pesan tentang menabung pada pantun aural terdapat pada baris ketiga dan keempat (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas fokus murid saat menyimak, mengingatkan pentingnya gemar menabung dalam keseharian, serta menutup pertemuan dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diperdengarkan pantun dengan jeda per baris yang lebih lambat dan penekanan khusus pada baris 3 dan 4; murid yang cepat diberikan teks aural pantun dengan variasi pilihan kata pesan yang lebih beragam.
- Proses: Murid yang masih kesulitan didampingi guru dengan bimbingan langsung saat membedakan baris 1-2 dan 3-4; murid yang mahir langsung menyebutkan pesan pokok secara mandiri.
- Produk: Murid dapat menyebutkan pesan secara lisan langsung atau memilih pernyataan pesan yang dibacakan guru.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pendidik memperdengarkan dua baris kalimat aural: 'Beli buku di pasar raya / Rajin menabung hidup bahagia'. Pendidik bertanya lisan: 'Apa pesan ajakan tentang uang yang kalian dengar?' (Acuan jawaban benar: ajakan rajin menabung / menyisihkan uang agar bahagia).
Proses:- Pengamatan keterlibatan murid dalam permainan 'Tangkap Pesan Pantun' saat guru membacakan baris pantun.
- Pemeriksaan ketepatan murid dalam menandai/menyebutkan pesan dari pantun kedua: Baris 1: 'Pohon kelapa tumbuh berjajar', Baris 2: 'Daunnya lebat tertiup angin', Baris 3: 'Sisihkan uang jajanmu biar wajar', Baris 4: 'Kumpulkan tabungan untuk masa depan'. Pilihan: (A) Mengajak membeli mainan baru, (B) Mengajak menyisihkan uang jajan untuk ditabung (Kunci: B).
Akhir Pertemuan:- Tanya jawab lisan singkat di akhir kegiatan inti: Murid menyebutkan pesan pokok dari 2 baris akhir pantun utama: 'Jangan suka menghabiskan uang / Lebih baik ditabung saja' (Acuan jawaban benar: tidak boleh boros/menghabiskan uang dan harus menabung uang).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat menyimak pembacaan baris demi baris pantun
- Cek lisan ketepatan menyebutkan pesan menabung dari teks aural pantun
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan pesan menabung dari teks aural pantun | Belum mampu menyebutkan pesan pokok menabung dari pantun aural meskipun telah dibimbing secara intensif baris demi baris (jawaban tidak sesuai acuan: tidak menyebutkan larangan boros atau ajakan menabung). | Mampu menyebutkan sebagian pesan menabung dari pantun aural dengan bantuan dan arahan guru (hanya menyebutkan salah satu: larangan menghabiskan uang ATAU ajakan menabung). | Mampu menyebutkan pesan pokok menabung dari pantun aural secara tepat sesuai acuan (tidak boros dan menabung uang) dengan sedikit arahan. | Mampu menyebutkan pesan pokok menabung dari pantun aural secara lengkap, runtut, dan tepat sesuai acuan secara mandiri tanpa bantuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pelafalan dan intonasi pembacaan pantun baris demi baris sudah cukup jelas didengar oleh seluruh murid?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam menemukan baris yang memuat pesan isi pantun?
Murid:- Apakah kamu dapat mendengar dengan jelas pesan menabung dari pantun yang dibacakan gurumu tadi?
- Di baris nomor berapa kamu menemukan pesan ajakan menabung?
Pertemuan 2 — Menyebutkan Pesan Menabung dari Pantun Aural Menggunakan Kata Kunci Bersajak — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.1 Menyebutkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang menabung dalam pantun
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid dan menyampaikan tujuan belajar menyimak pantun dan menemukan pesan menabung lewat kata kunci bersajak (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal secara lisan: guru membacakan 2 pasang kata, yaitu (1) uang - buang, dan (2) meja - saja, lalu meminta murid menyebutkan apakah bunyi akhirnya sama (acuan: keduanya memiliki rima/bunyi akhir yang sama) (5 menit).
- Guru menghubungkan bunyi kata bersajak tersebut dengan kegiatan menyimak pantun menabung hari ini (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membacakan teks aural pantun 'Menabung': 'Pagi hari telah berganti siang / Kucing tidur nyenyak di bawah meja / Jangan suka menghabiskan uang / Lebih baik ditabung saja' secara lantang dan jelas sebanyak 2 kali (5 menit).
- Murid menyimak dan bersama guru mengidentifikasi kata kunci bersajak pada dua baris terakhir (baris isi), yaitu kata 'uang' (baris ke-3) dan kata 'saja' (baris ke-4) yang berpasangan dengan baris sampiran 'siang' dan 'meja' (acuan: pasangan rima siang - uang, meja - saja) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membacakan 3 pasangan kata kunci bersajak dari pantun baru secara aural: Pasangan 1 'pinang - uang', Pasangan 2 'hati - nanti', Pasangan 3 'sarang - sekarang' dalam permainan tebak sajak cepat (5 menit).
- Guru membacakan teks aural Pantun A: 'Bersama teman memanjat pinang / Jangan lupa berhati-hati / Mari bijak memakai uang / Agar tidak menyesal nanti', kemudian meminta murid menyebutkan kata kunci bersajak pada baris isi (acuan kata kunci: uang - nanti) (10 menit).
- Murid menyebutkan pesan tentang menabung dari Pantun A tersebut dengan bantuan kata kunci bersajak yang disimak (acuan jawaban: ajakan/pesan untuk bijak memakai uang atau menyisihkan uang agar tidak menyesal di kemudian hari) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara mandiri memeriksa kembali apakah pesan menabung yang mereka sebutkan sudah sesuai dengan kata kunci bersajak pada baris isi pantun yang didengarkan (5 menit).
Penutup:- Guru memandu murid menyimpulkan bahwa kata-kata bersajak di akhir baris isi memudahkan kita menangkap pesan tentang menabung (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik dan asesmen akhir lisan singkat terkait pesan menabung berdasarkan pantun yang dibacakan (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, guru membacakan baris isi pantun secara lebih lambat dengan penekanan pada kata kunci bersajak; untuk murid yang cepat, guru membacakan teks pantun dengan pasangan sajak yang lebih bervariasi.
- Proses: Murid yang masih berkembang dibantu dengan mengulang kembali pembacaan dua kata kunci bersajak di baris akhir, sedangkan murid mandiri langsung menyebutkan pesan menabung secara utuh.
- Produk: Murid menyebutkan pesan pantun menabung secara lisan dalam 1 kalimat sederhana berdasarkan kata kunci yang ditangkap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Guru membacakan 2 pasang kata: (1) uang - buang, dan (2) meja - saja. Murid diminta menyebutkan apakah bunyi akhir kedua kata pada masing-masing pasangan terdengar sama atau berbeda (acuan: Pasangan 1 uang - buang berbunyi akhir sama '-ang'; Pasangan 2 meja - saja berbunyi akhir sama '-ja').
Proses:- Pengamatan langsung saat murid menyimak pembacaan Pantun A ('Bersama teman memanjat pinang / Jangan lupa berhati-hati / Mari bijak memakai uang / Agar tidak menyesal nanti'): (1) Murid menyebutkan pasangan kata kunci bersajak pada baris isi (acuan: uang - nanti); (2) Murid menyebutkan pesan menabung yang termuat (acuan: pesan agar bijak memakai uang/menabung agar tidak menyesal di kemudian hari).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru membacakan 2 baris isi pantun: 'Jangan suka menghabiskan uang / Lebih baik ditabung saja'. Murid menyebutkan pesan menabung dari baris tersebut (acuan: pesan untuk tidak menghabiskan uang dan memilih menabungnya).
Formatif:- Tes lisan dan observasi unjuk kerja menyimak untuk menyebutkan pesan teks pantun menabung menggunakan kata kunci bersajak
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan pesan menabung dari pantun aural menggunakan kata kunci bersajak | Belum mampu menyebutkan kata kunci bersajak maupun pesan menabung dari pantun aural yang dibacakan meski telah dibimbing berulang kali. | Mampu menyebutkan kata kunci bersajak pada baris isi pantun (uang - nanti), namun membutuhkan bimbingan penuh untuk merumuskan dan menyebutkan pesan menabungnya. | Mampu menyebutkan kata kunci bersajak dan menyebutkan pesan menabung dari pantun aural dengan benar sesuai acuan isi bacaan secara mandiri. | Mampu menyebutkan seluruh kata kunci bersajak dan menyebutkan pesan menabung dari pantun aural dengan sangat tepat, runtut, dan konsisten tanpa bantuan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pelafalan dan intonasi guru saat membacakan pantun aural sudah cukup jelas membantu murid mengenali rima dan kata kunci bersajak?
- Apakah murid dapat menghubungkan kata kunci bersajak di akhir baris dengan pesan menabung yang ingin disampaikan pantun?
Murid:- Kata bersajak apa yang paling mudah kamu dengar dari pantun tadi?
- Pesan apa tentang menabung yang kamu ingat dari pantun yang dibacakan guru?
Pertemuan 3 — Menyebutkan Pesan Lengkap tentang Menabung dari Teks Aural Pantun secara Mandiri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.1 Menyebutkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang menabung dalam pantun
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama untuk memulai kegiatan dengan penuh kesadaran (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimak pantun yang diperdengarkan secara aural dan menyebutkan pesan tentang menabung di dalamnya secara mandiri (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan membacakan satu pantun singkat: 'Beli ketan di pasar baru / Simpan rapi di dalam saku / Dengarkan nasihat gurumu / Rajin menabung setiap waktu' lalu menanyakan kepada 3 murid secara bergantian: apa pesan yang disampaikan dalam pantun tersebut? (acuan: rajin menabung setiap waktu/jangan lupa menabung) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membacakan teks aural Pantun 1 secara jelas sebanyak dua kali: 'Pagi hari telah berganti siang / Kucing tidur nyenyak di bawah meja / Jangan suka menghabiskan uang / Lebih baik ditabung saja' (5 menit).
- Murid menyimak pantun dengan tenang, lalu guru membimbing murid mengidentifikasi baris ketiga dan keempat sebagai letak pesan pokok isi pantun (acuan: jangan menghabiskan uang, lebih baik ditabung) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan aural tebak pesan 'Telinga Emas' yang menggembirakan: guru membacakan Pantun 2: 'Pergi ke kebun memetik tomat / Buah tomat dibungkus kain / Sejak kecil hidup berhemat / Sisihkan koin di dalam celengan' lalu meminta murid mengangkat tangan untuk menyebutkan pesan tentang menabung (acuan: hidup hemat dengan menyisihkan uang koin ke dalam celengan) (10 menit).
- Guru membagikan lembar kerja mandiri yang memuat 2 butir pantun aural; guru memperdengarkan Pantun A: 'Burung tekukur di pohon rindang / Terbang tinggi ke pucuk mangga / Jangan boros membeli barang / Simpan uangmu untuk jaga-jaga' dan Pantun B: 'Bunga melati harum mewangi / Tumbuh subur dekat telaga / Rajin menabung setiap hari / Masa depan tenang bahagia' (10 menit).
- Murid secara mandiri memilih atau menuliskan pesan menabung dari kedua pantun aural tersebut pada lembar kerja (acuan Pantun A: jangan boros, simpan uang untuk jaga-jaga; acuan Pantun B: rajin menabung setiap hari untuk bekal masa depan) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru meminta 2 murid secara mandiri menyebutkan kembali pesan lengkap tentang menabung yang didengarnya dari lembar kerja tanpa bantuan guru (acuan: Pantun A berpesan agar tidak boros dan menyimpan uang; Pantun B berpesan agar rajin menabung setiap hari) (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa pesan pantun tentang menabung selalu terdapat pada baris ketiga dan keempat yang mengajak kita tidak boros dan rajin menyimpan uang (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid yang telah menyimak secara mandiri, menyampaikan materi pertemuan berikutnya (membaca infografik), dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menyimak pantun aural dengan tempo lebih lambat dan repetisi 3 kali, sedangkan murid yang sudah mahir menyimak pantun aural berima dengan panjang baris penuh.
- Proses: Murid lambat dibimbing menemukan kata kunci pesan pada baris ke-3 dan ke-4 sebelum menyebutkan pesannya; murid cepat menyebutkan pesan lengkap secara langsung tanpa petunjuk kata kunci.
- Produk: Murid lambat menyebutkan pesan melalui pilihan pernyataan visual yang tepat; murid cepat menyebutkan pesan secara verbal atau tulisan lengkap dengan bahasa sendiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik menyimak pantun: Guru membacakan pantun 'Beli ketan di pasar baru / Simpan rapi di dalam saku / Dengarkan nasihat gurumu / Rajin menabung setiap waktu' lalu murid menyebutkan pesannya (acuan: rajin menabung setiap waktu).
Proses:- Pengecekan lembar kerja mandiri atas 2 butir pantun aural yang diperdengarkan: (1) Pantun A 'Burung tekukur di pohon rindang / Terbang tinggi ke pucuk mangga / Jangan boros membeli barang / Simpan uangmu untuk jaga-jaga' (acuan jawaban: larangan boros dan menyimpan uang untuk jaga-jaga); (2) Pantun B 'Bunga melati harum mewangi / Tumbuh subur dekat telaga / Rajin menabung setiap hari / Masa depan tenang bahagia' (acuan jawaban: rajin menabung setiap hari demi kebahagiaan masa depan).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan lisan akhir: Menyebutkan satu pesan lengkap dari pantun yang diperdengarkan secara mandiri (acuan: menyebutkan larangan boros dan anjuran menyimpan uang/rajin menabung setiap hari secara tepat).
Formatif:- Tes lisan/tulis pemahaman teks aural menyebutkan pesan menabung dari pantun secara mandiri menggunakan lembar kerja beracuan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan pesan menabung dari teks aural pantun | Belum mampu menyebutkan pesan menabung dari kedua pantun aural yang diperdengarkan meskipun telah diberi bimbingan penuh (0 butir tepat dari 2 pantun acuan). | Mampu menyebutkan sebagian pesan menabung dari 1 pantun aural dengan bantuan dan arahan guru (tepat 1 butir dari 2 pantun acuan). | Mampu menyebutkan pesan menabung dari 2 pantun aural secara tepat sesuai acuan dengan sedikit pengulangan (tepat 2 butir dari 2 pantun acuan). | Mampu menyebutkan pesan menabung dari 2 pantun aural secara lengkap dan tepat secara mandiri pada pembacaan pertama tanpa bantuan guru (tepat 2 butir dari 2 pantun acuan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pelafalan dan artikulasi pantun aural sudah cukup jelas bagi seluruh murid di kelas?
- Apakah murid dapat memusatkan perhatian secara mandiri untuk menangkap pesan pantun pada baris isi?
Murid:- Pesan apa yang paling kamu ingat dari pantun yang dibacakan guru hari ini?
- Apakah kamu dapat menemukan pesan pantun sendiri tanpa dibantu teman?
Pertemuan 4 — Membaca Suku Kata dan Kata Sederhana Berbantuan Visual Infografik Cara Mendapatkan Uang — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari tayangan yang dipirsa tentang cara mendapatkan uang pada infografik
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca suku kata dan kata-kata sederhana yang terdapat pada infografik 'Cara Mendapatkan Uang' (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal: murid diminta membaca lisan 3 kata bergradasi pada kartu peraga: 'u-ang' (uang), 'ker-ja' (kerja), dan 'kan-tor' (kantor) untuk memetakan kesiapan membaca (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menayangkan infografik 'Cara Mendapatkan Uang' yang memuat 4 gambar dan teks: (1) Gambar karyawan di meja kerja dengan teks 'karyawan', 'bekerja', 'kantor'; (2) Gambar tukang ojek di motor dengan teks 'ojek', 'antar'; (3) Gambar pedagang di pasar dengan teks 'pedagang', 'jual', 'sayur'; (4) Gambar pelukis dengan teks 'pelukis', 'lukisan' (5 menit).
- Guru memodelkan cara membaca pemenggalan suku kata secara bertahap dengan menunjuk teks pada tayangan infografik: kar-ya-wan -> karyawan; be-ker-ja -> bekerja; kan-tor -> kantor; o-jek -> ojek; an-tar -> antar; pe-da-gang -> pedagang; ju-al -> jual; sa-yur -> sayur; pe-lu-kis -> pelukis; lu-ki-san -> lukisan, kemudian murid menirukan bersama-sama (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid secara bergiliran dalam kelompok kecil memainkan permainan 'Tunjuk Baca Gambar': satu murid menunjuk gambar pada lembar infografik, dan temannya membaca kartu suku kata lalu menggabungkannya menjadi kata utuh secara fasih (15 menit).
- Secara mandiri, setiap murid memegang lembar infografik berlabel kata rumpang/terpisah dan membaca 6 kata target terpilih: 'karyawan', 'kantor', 'ojek', 'pedagang', 'sayur', 'pelukis' di hadapan guru secara bergiliran tanpa mengeja terbata-bata (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan proses membaca suku kata menjadi kata: murid menunjukkan kartu kata yang dirasa paling mudah dibaca dan kartu kata yang membutuhkan latihan penggabungan suku kata lebih lanjut (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan pelafalan suku kata dan kefasihan membaca kata-kata infografik kepada seluruh murid (5 menit).
- Guru dan murid menutup kegiatan pembelajaran dengan menyimpulkan keterampilan membaca yang telah dikuasai hari ini serta berdoa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang masih mengeja per huruf disediakan kartu kata dengan bantuan warna berbeda pada tiap suku kata (misal: 'kan' warna biru, 'tor' warna merah); murid yang sudah lancar diberikan kata dengan pola suku kata tertutup yang lebih panjang seperti 'pe-da-gang' dan 'pe-lu-kis'.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan mendapatkan pendampingan terbimbing guru saat memenggal 2 suku kata sederhana; murid mandiri langsung membaca penggabungan kata pada infografik secara berpasangan.
- Produk: Murid yang berkembang membaca minimal 4 dari 6 kata target secara fasih; murid yang sangat berkembang membaca seluruh 6 kata target secara mandiri dan langsung tanpa jeda.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Membaca nyaring 3 kartu kata peraga oleh murid: (1) 'uang' (dibaca: u-ang / uang), (2) 'kerja' (dibaca: ker-ja / kerja), (3) 'kantor' (dibaca: kan-tor / kantor). Acuan: tepat dan lancar bila murid mampu melafalkan kata tersebut tanpa mengeja huruf satu per satu.
Proses:- Unjuk kerja membaca lisan 6 kata target dari infografik 'Cara Mendapatkan Uang': (1) karyawan, (2) kantor, (3) ojek, (4) pedagang, (5) sayur, (6) pelukis. Kriteria kefasihan: dibaca langsung secara utuh atau melalui penggabungan suku kata tanpa jeda ragu berulang dan tanpa salah sebut bunyi huruf.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir: setiap murid membaca 1 kata acak yang ditunjuk guru pada infografik dari 6 kata target (acuan kata: 'karyawan', 'kantor', 'ojek', 'pedagang', 'sayur', 'pelukis') untuk memastikan ketercapaian membaca mandiri.
Formatif:- Tes lisan diagnostik membaca 3 kata awal di pendahuluan
- Observasi unjuk kerja membaca lisan suku kata dan kata sederhana pada tayangan infografik selama kegiatan inti
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membaca kata-kata sederhana pada infografik | Membaca kurang dari 3 kata target pada infografik, masih mengeja huruf demi huruf secara terbata-bata dengan bimbingan penuh pendidik. | Membaca 3 sampai 4 kata target pada infografik melalui pemenggalan suku kata dengan bantuan atau dorongan guru. | Membaca 5 sampai 6 kata target pada infografik secara tepat dan lancar dengan sedikit jeda penggabungan suku kata secara mandiri. | Membaca seluruh 6 kata target pada infografik secara fasih, lancar tanpa mengeja, tanpa jeda ragu, dan mandiri sepenuhnya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan visual infografik efektif membantu murid Fase A mengenali dan membaca suku kata menjadi kata utuh?
- Bagian pemenggalan kata mana yang masih sering membuat murid terbata-bata atau ragu saat membaca nyaring?
Murid:- Kata apa pada gambar cara mendapatkan uang yang paling mudah kamu baca hari ini?
- Apakah kamu merasa senang saat membaca suku kata bersama teman dalam permainan tebak kata?
Pertemuan 5 — Membaca Nyaring Kata-Kata Sederhana Seputar Cara Mendapatkan Uang pada Infografik — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari tayangan yang dipirsa tentang cara mendapatkan uang pada infografik
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama dengan tertib (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran dan mengondisikan kesiapan fisik serta tempat duduk murid agar nyaman untuk kegiatan membaca nyaring (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menunjuk 2 kata sederhana pada kartu kata di papan tulis, yaitu: (1) 'uang' dan (2) 'kantor', lalu meminta beberapa murid membaca nyaring kata tersebut untuk memetakan kesiapan membaca kata secara utuh (acuan: terbaca tepat kata 'uang' dan 'kantor' tanpa mengeja per huruf) (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca nyaring kata-kata sederhana tentang cara mendapatkan uang pada infografik secara jelas dan tepat (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru menayangkan infografik 'Cara Mendapatkan Uang' di layar/papan tulis yang memuat gambar dan label kata: (1) 'bekerja', (2) 'kantor', (3) 'ojek', (4) 'sayur', (5) 'lukisan' (4 menit).
- Guru mencontohkan membaca nyaring kelima kata tersebut satu per satu dengan pelafalan kata yang jelas dan lantang tanpa mengeja suku kata satu demi satu (5 menit).
- Murid menirukan membaca nyaring kelima kata target bersama-sama mengikuti peragaan guru sambil memperhatikan bentuk visual kata pada infografik (6 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan lembar panduan baca yang memuat 5 kata target dari infografik: (1) 'bekerja', (2) 'kantor', (3) 'ojek', (4) 'sayur', (5) 'lukisan' kepada setiap meja (4 menit).
- Dalam aktivitas permainan 'Estafet Kata Nyaring', murid secara bergiliran membaca nyaring satu kata yang ditunjuk guru pada tayangan infografik secara lantang, tegas, dan tepat di depan teman sebangku (11 menit).
- Secara berpasangan, murid bergantian menyimak dan membaca nyaring 5 kata target pada lembar baca secara bergantian, memastikan setiap kata dibaca langsung tanpa terbata-bata (acuan kata: 'bekerja', 'kantor', 'ojek', 'sayur', 'lukisan') (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru meminta perwakilan beberapa murid membaca nyaring kembali 5 kata target secara acak di depan kelas untuk mengecek kemandirian membaca nyaring (5 menit).
- Guru memandu murid memeriksa kata mana yang dirasa paling mudah dibaca nyaring dan kata mana yang masih memerlukan kehati-hatian saat dibaca (4 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan membaca nyaring 5 kata sederhana seputar cara mendapatkan uang pada infografik (4 menit).
- Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas keberanian serta kelantangan seluruh murid saat membaca nyaring (4 menit).
- Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam penutup (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu kata dengan pemenggalan warna suku kata berbeda bagi murid yang membutuhkan bantuan visual awal sebelum membaca utuh.
- Proses: Bagi murid yang masih mengeja huruf per huruf, guru memberikan bimbingan membaca suku kata terlebih dahulu sebelum melafalkan kata utuh; bagi murid yang sudah lancar membaca, murid langsung membaca nyaring seluruh kata secara acak dan mandiri.
- Produk: Semua murid menunjukkan unjuk kerja membaca nyaring kata target secara lisan dengan tingkat kemandirian yang disesuaikan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran: Murid diminta membaca nyaring 2 kata pada kartu kata di papan tulis, yaitu (1) 'uang' dan (2) 'kantor' (acuan jawaban: terbaca tepat kata 'uang' dan 'kantor' tanpa terbata-bata atau mengeja huruf demi huruf).
Proses:- Pengamatan performa membaca nyaring selama aktivitas permainan 'Estafet Kata Nyaring' terhadap 5 kata target dari infografik: (1) 'bekerja', (2) 'kantor', (3) 'ojek', (4) 'sayur', (5) 'lukisan' (acuan penilaian: kelancaran membaca kata langsung tanpa mengeja, tanpa pengulangan kata, dan suara terdengar jelas).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman membaca nyaring mandiri di akhir kegiatan inti: Setiap murid membaca nyaring 5 kata target yang ditunjuk guru: (1) 'bekerja', (2) 'kantor', (3) 'ojek', (4) 'sayur', (5) 'lukisan' (acuan ketercapaian: tepat membaca minimal 4 dari 5 kata target secara langsung dan bersuara nyaring tanpa mengeja).
Formatif:- Unjuk kerja lisan: membaca nyaring 5 kata sederhana seputar cara mendapatkan uang pada tayangan infografik
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membaca nyaring kata-kata sederhana pada infografik (Daftar target 5 kata: 'bekerja', 'kantor', 'ojek', 'sayur', 'lukisan') | Membaca nyaring kurang dari 2 kata target dengan tepat, masih harus mengeja huruf per huruf, dan membutuhkan bimbingan penuh guru. | Membaca nyaring 2 sampai 3 kata target dengan tepat secara langsung, namun masih mengeja pada kata lainnya atau memerlukan pengulangan. | Membaca nyaring 4 dari 5 kata target dengan tepat dan bersuara jelas tanpa mengeja secara mandiri. | Membaca nyaring seluruh 5 kata target dengan tepat, lancar tanpa mengeja, tanpa pengulangan, dan bersuara jelas secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan infografik visual efektif membantu murid membaca nyaring kata-kata sederhana secara langsung tanpa mengeja?
- Bagian mana dari langkah membaca nyaring berpasangan yang paling memerlukan bimbingan tambahan bagi murid yang belum lancar?
Murid:- Kata mana dari infografik tadi yang paling mudah kamu baca dengan suara nyaring?
- Bagian mana yang membuatmu merasa senang saat membaca bersama teman tadi?
Pertemuan 6 — Membaca Fasih Kata-Kata Sederhana pada Tayangan Infografik Cara Mendapatkan Uang secara Mandiri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari tayangan yang dipirsa tentang cara mendapatkan uang pada infografik
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus belajar hari ini yaitu membaca fasih kata-kata sederhana dari tayangan infografik secara mandiri (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menayangkan 3 kata acak dari infografik pada kartu/layar: (1) 'uang', (2) 'jasa', (3) 'karya' untuk dibaca cepat oleh beberapa perwakilan murid guna memeriksa kesiapan membaca langsung tanpa mengeja (acuan ketepatan membaca kata: 'uang' dilafalkan /u-ang/, 'jasa' dilafalkan /ja-sa/, 'karya' dilafalkan /kar-ya/) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid memirsa tayangan infografik 'Cara Mendapatkan Uang' pada layar/papan tulis yang memuat 6 kata kunci sederhana: (1) 'bekerja', (2) 'kantor', (3) 'ojek', (4) 'sayur', (5) 'pelukis', (6) 'barang' (10 menit).
- Murid menyimak peragaan guru tentang cara membaca fasih setiap kata secara langsung dan lancar tanpa mengeja per suku kata atau terhenti di tengah kata (acuan: membaca langsung kata 'be-ker-ja' menjadi 'bekerja', 'kan-tor' menjadi 'kantor', 'o-jek' menjadi 'ojek', 'sa-yur' menjadi 'sayur', 'pe-lu-kis' menjadi 'pelukis', 'ba-rang' menjadi 'barang') (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan 'Tunjuk Cepat Kata Infografik' yang menggembirakan: guru mengarahkan lampu senter/penunjuk ke salah satu bagian gambar infografik, lalu murid secara serempak dan bergiliran membaca kata yang ditunjuk dengan cepat dan lancar (kata target: 'bekerja', 'kantor', 'ojek', 'sayur', 'pelukis', 'barang') (10 menit).
- Secara mandiri, setiap murid membaca 6 kata sederhana pada lembar tayangan infografik masing-masing di meja kerja guru/depan kelas secara bergiliran tanpa bantuan mengeja (daftar 6 kata target: (1) bekerja, (2) kantor, (3) ojek, (4) sayur, (5) pelukis, (6) barang; acuan kefasihan: dibaca utuh, tepat bunyi kata, tanpa mengeja suku kata, dan tanpa jeda ragu) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kemampuannya sendiri dengan memberi tanda centang pada kartu kendali baca mandiri untuk setiap kata yang berhasil dibaca lancar tanpa mengeja dari 6 kata yang dipelajari (daftar kata: bekerja, kantor, ojek, sayur, pelukis, barang) (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap kemandirian murid dalam membaca kata-kata pada infografik secara fasih, mengonfirmasi pelafalan kata yang masih dieja oleh sebagian murid, serta menutup pelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan membaca kata-kata infografik dengan ukuran huruf lebih besar atau pemisahan warna tipis antar-suku kata sebelum membaca utuh; murid yang mahir membaca seluruh 6 kata infografik ditambah kata keterangan pelengkap pada infografik ('pelanggan', 'pedagang').
- Proses: Murid yang belum fasih diberi kesempatan mencoba membaca mandiri setelah latihan senyap satu kali; murid yang mahir langsung membaca cepat secara acak sesuai penunjukan mandiri.
- Produk: Kefasihan membaca lisan dinilai dari ketercapaian pembacaan 6 kata target pada infografik.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes lisan diagnostik cepat di awal pembelajaran: murid diminta membaca langsung 3 kata sederhana dari kartu infografik: (1) 'uang', (2) 'jasa', (3) 'karya' (acuan jawaban tepat: membaca utuh kata /u-ang/, /ja-sa/, dan /kar-ya/ tanpa mengeja suku kata terlebih dahulu).
Proses:- Observasi unjuk kerja membaca mandiri saat tahap Mengaplikasi terhadap 6 kata sederhana pada tayangan infografik Cara Mendapatkan Uang: (1) bekerja, (2) kantor, (3) ojek, (4) sayur, (5) pelukis, (6) barang (acuan kefasihan: kata dilafalkan utuh, benar pelafalannya, tanpa mengeja per suku kata, dan tanpa jeda ragu).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di akhir kegiatan inti: murid membaca ulang secara acak 2 kata yang dipilihkan guru dari daftar 6 kata target (bekerja, kantor, ojek, sayur, pelukis, barang) secara langsung untuk membuktikan konsistensi membaca fasih (acuan ketepatan: kedua kata dilafalkan dengan tepat dan lancar tanpa mengeja).
Formatif:- Tes lisan unjuk kerja membaca mandiri 6 kata sederhana dari tayangan infografik
- Catatan anekdot/lembar ceklis observasi kefasihan membaca kata tanpa mengeja
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan Membaca Kata Sederhana pada Infografik | Membaca 1-2 kata dari 6 kata target pada infografik (bekerja, kantor, ojek, sayur, pelukis, barang) dengan masih mengeja seluruh suku kata dan membutuhkan bimbingan penuh guru. | Membaca 3-4 kata dari 6 kata target pada infografik (bekerja, kantor, ojek, sayur, pelukis, barang) secara tepat, namun masih mengeja suku kata atau ragu-ragu. | Membaca 5-6 kata target pada infografik (bekerja, kantor, ojek, sayur, pelukis, barang) dengan tepat dan fasih tanpa mengeja, dengan sedikit jeda. | Membaca seluruh 6 kata target pada infografik (bekerja, kantor, ojek, sayur, pelukis, barang) secara mandiri, fasih, lancar tanpa mengeja, dan tanpa jeda ragu secara konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah dapat membaca kata-kata sederhana pada infografik secara mandiri tanpa mengeja suku kata?
- Langkah apa yang perlu disiapkan untuk membantu murid yang masih mengeja agar lebih fasih membaca kata visual?
Murid:- Kata mana dari infografik yang paling mudah kamu baca dengan lancar?
- Apakah kamu sudah bisa membaca semua kata di infografik tanpa mengeja lagi?
Pertemuan 7 — Menjelaskan Sikap Tokoh dalam Teks Fiksi Labih dan Arai tentang Cara Memakai Uang Saku — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.3 Menjelaskan isi bacaan yang dipirsa tentang bijak memakai uang dari teks fiksi Labih dan Arai
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan mengajukan pertanyaan lisan: 'Jika kalian punya uang jajan, apa perbedaan antara anak yang hemat dan anak yang boros?' (acuan jawaban: anak hemat menyisihkan/menabung uang dan tidak membeli semua jajan; anak boros menghabiskan semua uangnya untuk jajan terus) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan sikap tokoh Labih dan Arai dalam menggunakan uang saku berdasarkan teks bacaan dan ilustrasi gambar (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid memirsa tayangan gambar ilustrasi dan teks bacaan cerita 'Labih dan Arai' di buku siswa halaman 118-120 bersama guru dengan penuh perhatian (5 menit).
- Guru membimbing murid membaca kalimat demi kalimat cerita secara bergantian terfokus pada bagian cara Labih dan Arai memperlakukan uang saku mingguannya (7 menit).
- Murid mengidentifikasi sikap masing-masing tokoh melalui tanya jawab terbimbing: apa yang dilakukan Labih dengan uang sakunya dan apa yang dilakukan Arai dengan uang sakunya (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan tebak tokoh 'Siapa Dia?': murid mendengarkan 4 pernyataan sikap lalu mengangkat kartu nama tokoh yang sesuai (Pernyataan 1: 'Tidak banyak jajan dan menyisihkan sisa uang' -> kartu Labih; Pernyataan 2: 'Sangat suka jajan hingga sering kehabisan uang' -> kartu Arai; Pernyataan 3: 'Menabung uang saku untuk membeli sepeda baru' -> kartu Labih; Pernyataan 4: 'Meminta uang kepada saudaranya karena uang jajannya habis' -> kartu Arai) (10 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan lembar kerja berpasangan berisi tugas menjelaskan sikap kedua tokoh: (1) Sikap Labih memakai uang saku (acuan: hemat, tidak banyak jajan, menabungkan sisa uang saku); (2) Sikap Arai memakai uang saku (acuan: boros/suka jajan, menghabiskan uang hingga tidak bersisa) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil penjelasan sikap tokoh dengan isi teks fiksi yang telah dibaca dan dipirsa (5 menit).
- Murid mengevaluasi pemahamannya tentang alasan sikap Labih patut dicontoh dibandingkan sikap Arai dalam memakai uang saku (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan intisari pelajaran mengenai perbedaan sikap hemat Labih dan sikap boros Arai dalam memakai uang saku (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar murid dan menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan membahas kejadian dan masalah memakai uang pada bacaan tersebut, lalu menutup sesi dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bacaan yang dilengkapi penanda visual warna pada kalimat kunci sikap tokoh, sedangkan murid yang cepat membaca teks secara mandiri tanpa penanda warna.
- Proses: Murid yang belum lancar menjelaskan dibimbing dengan pertanyaan penuntun terarah oleh guru, sedangkan murid yang sudah mahir langsung menuliskan penjelasan sikap kedua tokoh secara mandiri.
- Produk: Murid yang memerlukan pendampingan boleh melengkapi kalimat rumpang tentang sikap tokoh, sedangkan murid yang mahir menuliskan kalimat penjelas secara utuh.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Jika kalian punya uang jajan, apa perbedaan antara anak yang hemat dan anak yang boros?' (acuan jawaban: anak hemat menyisihkan/menabung uang dan tidak membeli semua jajan; anak boros menghabiskan semua uangnya untuk jajan terus).
Proses:- Permainan tebak 4 pernyataan sikap tokoh (Pernyataan 1: 'Tidak banyak jajan dan menyisihkan sisa uang' -> acuan: Labih; Pernyataan 2: 'Sangat suka jajan hingga sering kehabisan uang' -> acuan: Arai; Pernyataan 3: 'Menabung uang saku untuk membeli sepeda baru' -> acuan: Labih; Pernyataan 4: 'Meminta uang kepada saudaranya karena uang jajannya habis' -> acuan: Arai). Kriteria: tepat menebak minimal 3 dari 4 pernyataan.
- Lembar kerja tertulis menjelaskan sikap tokoh dalam memakai uang saku: Butir 1 Sikap Labih (acuan: hemat, tidak banyak jajan, menabungkan sisa uang saku); Butir 2 Sikap Arai (acuan: boros/suka jajan, menghabiskan uang saku hingga habis). Kriteria: kedua butir terisi sesuai acuan isi teks.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir: 'Sebutkan satu sikap Labih dan satu sikap Arai saat menggunakan uang saku berdasarkan cerita!' (acuan jawaban: Labih bersikap hemat/menabung sisa uang saku; Arai bersikap boros/menghabiskan uang sakunya untuk jajan).
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai konsep sikap hemat dan boros.
- Observasi unjuk kerja permainan tebak tokoh 'Siapa Dia?' dengan 4 butir pernyataan sikap.
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri tentang penjelasan sikap tokoh Labih dan Arai dalam memakai uang saku.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan Sikap Tokoh Labih dalam Memakai Uang Saku | Belum mampu menyebutkan sikap Labih dalam memakai uang saku meskipun diberikan bantuan teks dan pertanyaan penuntun. | Mampu menyebutkan sebagian sikap Labih (misal: hanya menyebut Labih menabung) dengan bantuan bimbingan guru. | Mampu menjelaskan sikap Labih secara tepat (hemat, tidak banyak jajan, menabungkan sisa uang saku) sesuai isi teks secara mandiri. | Mampu menjelaskan sikap Labih secara tepat, lengkap beserta tujuan menabungnya (untuk membeli sepeda baru) sesuai isi bacaan secara mandiri dan runtut. | | Menjelaskan Sikap Tokoh Arai dalam Memakai Uang Saku | Belum mampu menyebutkan sikap Arai dalam memakai uang saku meskipun dipandu dengan ilustrasi cerita. | Mampu menyebutkan sikap Arai (suka jajan) namun belum mengaitkannya dengan uang saku yang habis tanpa bantuan guru. | Mampu menjelaskan sikap Arai secara tepat (boros, suka jajan berlebihan, menghabiskan uang saku) sesuai isi teks secara mandiri. | Mampu menjelaskan sikap Arai secara tepat dan menyeluruh (boros, sering kehabisan uang saku, lalu meminta uang pada Labih) sesuai isi bacaan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan ilustrasi cerita Labih dan Arai mempermudah murid dalam memahami perbedaan sikap kedua tokoh?
- Bagaimana keterlibatan murid selama permainan tebak tokoh 'Siapa Dia?' berlangsung?
- Apakah murid yang kesulitan membaca terbantu dalam menjelaskan sikap tokoh melalui tanya jawab terarah?
Murid:- Siapakah tokoh yang sikap memakai uang sakunya paling kamu sukai di cerita tadi?
- Apakah kamu dapat menceritakan kembali perbedaan sikap Labih dan Arai kepada temanmu?
Pertemuan 8 — Menjelaskan Kejadian dan Masalah Memakai Uang pada Bacaan Fiksi Labih dan Arai — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.3 Menjelaskan isi bacaan yang dipirsa tentang bijak memakai uang dari teks fiksi Labih dan Arai
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjelaskan kejadian dan masalah memakai uang pada bacaan fiksi 'Labih dan Arai' (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan bertanya: 'Siapakah dua tokoh bersaudara dalam cerita yang kita baca sebelumnya?' (acuan jawaban: Labih dan Arai) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid memirsa kembali tayangan teks fiksi bergambar 'Labih dan Arai' pada Buku Siswa halaman 118-121 yang ditampilkan guru (5 menit).
- Guru memandu murid membedah 3 kejadian utama memakai uang dalam teks: Kejadian 1: Labih dan Arai mendapat uang saku mingguan; Kejadian 2: Arai suka jajan hingga uang sakunya habis pada hari keempat; Kejadian 3: Arai ingin membeli kue dange tetapi uangnya tidak cukup sehingga meminta uang kepada Labih (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan mengikuti permainan detektif bacaan 'Kartu Kejadian dan Masalah' untuk memasangkan 3 kartu deskripsi kejadian/masalah dengan kartu penjelasannya yang tepat. Isi 3 pasangan kartu: Kartu 1: 'Penyebab uang saku Arai cepat habis' -> Pasangan 1: 'Arai suka jajan berlebihan tanpa menabung'; Kartu 2: 'Masalah utama Arai saat melihat kue dange' -> Pasangan 2: 'Uang Arai tidak cukup untuk membeli kue dange'; Kartu 3: 'Tindakan Labih saat Arai meminta uang' -> Pasangan 3: 'Labih menolak memberi uang tetapi berbagi kerupuk ikan' (acuan: pasangan 1-3 tepat) (15 menit).
- Murid secara mandiri menjawab 3 pertanyaan penjelasan isi bacaan pada lembar tugas: Soal 1: 'Apa masalah yang dialami Arai terkait uang sakunya?' (acuan jawaban: uang sakunya habis sebelum waktunya karena terlalu banyak jajan); Soal 2: 'Apa yang terjadi saat Arai ingin membeli kue dange?' (acuan jawaban: uang Arai tidak cukup sehingga ia meminta uang kepada Labih); Soal 3: 'Bagaimana cara Labih mengatasi permintaan uang dari Arai?' (acuan jawaban: Labih menolak memberi uang dan mengingatkan pesan ibu/berhemat, tetapi tetap berbagi makanan/kerupuk ikan) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid membahas bersama acuan jawaban ketiga soal penjelasan kejadian dan masalah memakai uang dari cerita Labih dan Arai (5 menit).
- Murid memeriksa kembali lembar kerjanya sendiri berdasarkan acuan pembahasan dan menandai bagian penjelasan yang sudah tepat (5 menit).
Penutup:- Guru memandu murid menyimpulkan inti pembelajaran hari ini mengenai masalah keuangan Arai yang boros dan sikap Labih yang berhemat (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid dan menyampaikan gambaran kegiatan pertemuan berikutnya tentang perilaku bijak memakai uang (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bergambar dengan penandaan warna kuning pada kalimat kejadian dan masalah; murid yang lebih cepat membaca teks cerita utuh tanpa penanda warna.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dengan pertanyaan penuntun terstruktur saat mengisi lembar tugas; murid yang sudah mahir mengerjakan secara mandiri penuh.
- Produk: Murid dapat menjelaskan isi bacaan secara tertulis sederhana atau menyampaikan penjelasannya secara lisan langsung kepada guru jika belum lancar menulis kalimat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Siapakah dua tokoh bersaudara dalam cerita yang kita baca sebelumnya?' (acuan jawaban: Labih dan Arai)
Proses:- Unjuk kerja berpasangan memasangkan 3 Kartu Kejadian dan Masalah: Kartu 1: 'Penyebab uang saku Arai cepat habis' -> 'Arai suka jajan berlebihan tanpa menabung'; Kartu 2: 'Masalah utama Arai saat melihat kue dange' -> 'Uang Arai tidak cukup untuk membeli kue dange'; Kartu 3: 'Tindakan Labih saat Arai meminta uang' -> 'Labih menolak memberi uang tetapi berbagi kerupuk ikan' (kriteria: ketepatan memasangkan 3 kartu sesuai acuan).
- Lembar kerja tertulis mandiri menjawab 3 pertanyaan: Soal 1 tentang penyebab masalah uang Arai (acuan: uang habis karena terlalu banyak jajan), Soal 2 tentang kejadian saat ingin kue dange (acuan: uang tidak cukup lalu meminta uang ke Labih), Soal 3 tentang respon Labih (acuan: menolak memberi uang/mengingatkan hemat, tetapi berbagi kerupuk) (kriteria: ketepatan isi penjelasan sesuai acuan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: 'Mengapa Arai kehabisan uang untuk membeli kue dange?' (acuan jawaban: karena uang saku mingguan Arai sudah habis dipakai membeli banyak jajanan).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran tentang tokoh dalam teks fiksi 'Labih dan Arai'
- Observasi unjuk kerja memasangkan Kartu Kejadian dan Masalah secara berpasangan
- Pemeriksaan lembar tugas mandiri berisi 3 pertanyaan penjelasan kejadian dan masalah memakai uang
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan Kejadian dan Masalah Memakai Uang dalam Teks Labih dan Arai | Belum mampu menjelaskan kejadian maupun masalah memakai uang dari teks, atau hanya mampu menjelaskan 1 kejadian dengan bantuan penuh guru (acuan: Soal 1-3). | Mampu menjelaskan 1 sampai 2 kejadian dan masalah memakai uang dari teks dengan tepat sesuai acuan (acuan: Soal 1-3) dengan sedikit arahan guru. | Mampu menjelaskan seluruh 3 kejadian dan masalah memakai uang dari teks fiksi Labih dan Arai secara tepat sesuai acuan (acuan: Soal 1-3) secara mandiri. | Mampu menjelaskan seluruh 3 kejadian dan masalah memakai uang dari teks fiksi Labih dan Arai secara tepat sesuai acuan secara mandiri dan lengkap menguraikan hubungan sebab-akibat antar-kejadian. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat memahami alur kejadian dan masalah memakai uang yang dialami tokoh Arai melalui teks fiksi bergambar?
- Apakah media kartu kejadian dan masalah efektif membantu murid menjelaskan isi bacaan secara tepat?
Murid:- Apa masalah memakai uang yang dialami Arai dalam cerita tadi?
- Bagian cerita mana yang paling mudah kamu jelaskan kepada temanmu?
Pertemuan 9 — Menjelaskan Isi Bacaan Teks Fiksi Labih dan Arai tentang Perilaku Bijak Memakai Uang — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.3 Menjelaskan isi bacaan yang dipirsa tentang bijak memakai uang dari teks fiksi Labih dan Arai
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan mengajukan 2 pertanyaan terkait teks cerita: (1) Siapa nama tokoh yang suka menabung? (acuan: Labih); (2) Siapa nama tokoh yang suka menghabiskan uang saku untuk jajan? (acuan: Arai) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjelaskan isi bacaan teks fiksi Labih dan Arai tentang perilaku bijak memakai uang (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid memirsa tayangan ilustrasi dan membaca kembali teks fiksi 'Labih dan Arai' di Buku Siswa halaman 118-121 yang ditampilkan guru (7 menit).
- Guru memandu tanya jawab terarah tentang perilaku bijak memakai uang pada teks: 'Apa yang dilakukan Labih saat mendapat uang saku?' (acuan: Labih tidak banyak jajan dan menyisihkan sisa uang sakunya untuk ditabung membeli sepeda baru) dan 'Apa yang terjadi pada Arai karena suka jajan?' (acuan: uang Arai cepat habis sehingga tidak cukup untuk membeli kue dange) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan tantangan berpasangan 'Tebak Perilaku Bijak': setiap pasangan menerima 4 kartu pernyataan berikut: Kartu 1: 'Menyisihkan sisa uang saku untuk ditabung membeli sepeda baru'; Kartu 2: 'Menghabiskan seluruh uang saku pada hari pertama untuk banyak jajan'; Kartu 3: 'Mengingatkan adik agar berhemat dan tidak besar pasak daripada tiang'; Kartu 4: 'Meminta tambahan uang saku kepada kakak karena uang sendiri sudah habis'. Pasangan murid memilih 2 kartu yang menunjukkan perilaku bijak memakai uang (acuan kartu benar: Kartu 1 dan Kartu 3) (12 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja berisi 3 pertanyaan tentang isi bacaan terkait perilaku bijak memakai uang: (1) Perilaku bijak apa yang dilakukan Labih terhadap uang sakunya? (acuan: Labih tidak banyak jajan dan menabungkan sisa uangnya untuk membeli sepeda); (2) Mengapa tindakan Arai menghabiskan uang saku untuk banyak jajan bukan perilaku bijak? (acuan: karena membuat uangnya cepat habis dan tidak bersisa saat membutuhkan kue dange); (3) Nasehat hemat apa yang diingatkan Labih kepada Arai? (acuan: hemat pangkal kaya atau jangan besar pasak daripada tiang) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan jawaban lembar kerja dan mengecek pemahaman isi teks mengenai perilaku bijak memakai uang (6 menit).
- Murid mengidentifikasi perilaku tokoh Labih mana yang paling mudah mereka teladani dalam mengelola uang saku sehari-hari (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap hasil kerja murid dalam menjelaskan isi bacaan tentang perilaku bijak memakai uang tokoh Labih dan Arai (4 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan mengapresiasi keaktifan murid dan memimpin doa penutup (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bacaan yang telah ditandai stabilo pada bagian kalimat perilaku Labih dan Arai, sedangkan murid yang mahir menggunakan teks utuh.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dengan pertanyaan penuntun per kalimat, sedangkan murid yang mahir menjelaskan isi bacaan secara mandiri.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan dapat menjawab pertanyaan dengan memilih atau melengkapi kalimat rumpang yang disediakan, sedangkan murid yang mahir menuliskan kalimat penjelas secara utuh.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: (1) Siapa nama tokoh yang suka menabung? (acuan jawaban: Labih); (2) Siapa nama tokoh yang suka menghabiskan uang saku untuk jajan? (acuan jawaban: Arai)
Proses:- Observasi kinerja berpasangan dalam mengidentifikasi 2 kartu perilaku bijak memakai uang dari 4 kartu yang disediakan (acuan: Kartu 1 dan Kartu 3)
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri berisi 3 butir pertanyaan isi bacaan: Butir 1 (acuan: Labih tidak banyak jajan dan menabung sisa uang saku untuk membeli sepeda baru); Butir 2 (acuan: karena membuat uang Arai cepat habis dan tidak cukup saat ingin membeli kue dange); Butir 3 (acuan: hemat pangkal kaya atau jangan besar pasak daripada tiang)
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir sesi: murid menyebutkan satu perilaku bijak memakai uang yang ditunjukkan oleh tokoh Labih dalam bacaan (acuan: menyisihkan sisa uang saku untuk ditabung / tidak menghabiskan semua uang untuk jajan)
Formatif:- Penilaian proses pemahaman melalui tanya jawab terbimbing dan lembar kerja mandiri tentang isi bacaan Labih dan Arai terkait perilaku bijak memakai uang
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan isi bacaan tentang perilaku bijak memakai uang | Belum mampu menjelaskan isi bacaan tentang perilaku bijak memakai uang tokoh Labih dan Arai (0 butir lembar kerja dijawab sesuai acuan). | Mampu menjelaskan sebagian kecil isi bacaan tentang perilaku bijak memakai uang tokoh Labih dan Arai dengan bimbingan penuh guru (1 butir lembar kerja dijawab sesuai acuan). | Mampu menjelaskan isi bacaan tentang perilaku bijak memakai uang tokoh Labih dan Arai secara tepat (minimal 2 dari 3 butir lembar kerja dijawab sesuai acuan: Labih menabung sisa uang saku; Arai kehabisan uang karena banyak jajan; nasehat hemat Labih). | Mampu menjelaskan seluruh isi bacaan tentang perilaku bijak memakai uang tokoh Labih dan Arai secara tepat dan lengkap tanpa bantuan guru (ketiga butir lembar kerja dijawab tepat sesuai acuan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur pertanyaan pada bacaan fiksi Labih dan Arai memudahkan murid memahami konsep perilaku bijak memakai uang?
- Bagaimana keterlibatan murid selama permainan berpasangan tebak kartu perilaku bijak memakai uang?
Murid:- Bagian cerita Labih dan Arai mana yang paling kamu ingat tentang cara memakai uang?
- Perilaku tokoh siapa yang ingin kamu tiru saat memegang uang saku?
Pertemuan 10 — Menjelaskan Makna Cerita dan Perilaku Bijak Memakai Uang Tokoh Labih dan Arai secara Menyeluruh — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.3 Menjelaskan isi bacaan yang dipirsa tentang bijak memakai uang dari teks fiksi Labih dan Arai
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan suasana belajar yang tertib (3 menit).
- Guru mengaitkan ingatan murid tentang cerita fiksi Labih dan Arai yang telah dibaca pada pertemuan sebelumnya serta menyampaikan fokus pembelajaran hari ini yaitu menjelaskan makna cerita dan perilaku bijak memakai uang secara menyeluruh (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan ingatan dasar: (1) 'Siapa tokoh yang rajin menabung uang sakunya?' (acuan: Labih); (2) 'Siapa tokoh yang uang sakunya cepat habis karena banyak jajan?' (acuan: Arai) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid memirsa kembali tayangan ilustrasi dan teks fiksi Labih dan Arai secara berkesadaran, mencermati perbedaan perilaku Labih yang menyisihkan uang untuk membeli sepeda baru dan Arai yang sering kehabisan uang karena suka membeli jajanan (10 menit).
- Guru memfasilitasi tanya jawab terarah mengenai makna cerita dan nasihat bijak memakai uang yang dialami kedua tokoh: (1) arti tindakan Labih mengingat pesan 'sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit' dan (2) arti peristiwa saat Arai kehabisan uang hingga Labih mengingatkan peribahasa 'besar pasak daripada tiang' (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan memainkan permainan kartu tantangan detektif cerita gembira 'Siapa dan Mengapa?' untuk mencocokkan 4 kartu situasi perilaku dengan maknanya: (1) Kartu 'Labih menyisihkan sisa uang saku' dipasangkan dengan makna 'Berhemat demi mencapai tujuan membeli sepeda'; (2) Kartu 'Arai membeli banyak sekali jajanan di awal pekan' dipasangkan dengan makna 'Boros sehingga kehabisan uang sebelum waktunya'; (3) Kartu 'Labih menolak memberi uang tambahan tetapi membagi kerupuk ikannya' dipasangkan dengan makna 'Tegas menjaga aturan hemat namun tetap menyayangi adik'; (4) Kartu 'Arai tidak bisa membeli kue dange' dipasangkan dengan makna 'Akibat dari sikap belanja melebihi kemampuan/uang yang dimiliki' (12 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan lembar telaah pemahaman teks untuk menjelaskan 3 aspek isi cerita secara menyeluruh: (1) Mengapa tabungan Labih bisa bertambah banyak (acuan: karena Labih tidak banyak jajan dan menyisihkan sisa uang sakunya); (2) Mengapa uang saku Arai habis sebelum waktunya (acuan: karena Arai suka jajan dan membelanjakan uangnya tanpa berhemat); (3) Apa makna cerita tentang cara memakai uang secara bijak (acuan: kita harus berhemat/menabung dan tidak boros agar tidak kehabisan uang saat ada keperluan) (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil penjelasan yang telah ditulis pada lembar telaah dengan bimbingan konfirmasi guru terkait ketepatan isi bacaan (5 menit).
- Murid menyimpulkan intisari pemahaman tentang perilaku bijak memakai uang yang dicontohkan tokoh Labih serta pelajaran dari kekeliruan tokoh Arai dalam teks fiksi (4 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap penjelasan murid mengenai isi cerita dan perilaku tokoh Labih dan Arai (4 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan apresiasi atas ketertiban belajar murid serta mengajak bersyukur dan berdoa bersama (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks cerita 'Labih dan Arai' yang dilengkapi penanda visual warna pada kalimat penting bagi murid yang memerlukan panduan tambahan.
- Proses: Memberikan scaffolding bertahap dengan memandu kata kunci bagi murid yang membutuhkan bantuan, sementara murid yang lebih cepat diarahkan menjelaskan keterkaitan sebab-akibat perilaku tokoh secara mandiri penuh.
- Produk: Murid menuangkan penjelasan isi bacaan dalam bentuk tulisan kalimat sederhana atau melengkapi frasa panduan isi cerita yang disediakan pada lembar telaah.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: (1) 'Siapa tokoh dalam teks fiksi yang rajin menabung uang sakunya?' (acuan jawaban: Labih); (2) 'Siapa tokoh dalam teks fiksi yang uang sakunya cepat habis karena suka jajan?' (acuan jawaban: Arai).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan saat murid mencocokkan 4 kartu pasangan situasi cerita Labih dan Arai: (1) Labih menyisihkan uang -> Berhemat demi membeli sepeda; (2) Arai membeli banyak jajan -> Boros sehingga uang habis; (3) Labih membagi kerupuk -> Tegas menjaga hemat namun sayang adik; (4) Arai tidak bisa beli kue dange -> Akibat belanja melebihi kemampuan (acuan: seluruh 4 pasangan cocok tepat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri tertulis/lisan pada 3 butir telaah isi cerita: (1) Sebab tabungan Labih bertambah banyak (acuan: Labih tidak banyak jajan dan menyisihkan sisa uang sakunya); (2) Sebab uang Arai habis (acuan: Arai sangat suka jajan dan tidak berhemat); (3) Makna perilaku bijak memakai uang dari cerita (acuan: tidak boros/harus menabung agar uang tidak habis saat ada keperluan).
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai tokoh cerita Labih dan Arai
- Observasi unjuk kerja permainan kartu pasangan situasi cerita 'Siapa dan Mengapa?'
- Penilaian lembar telaah mandiri menjelaskan makna cerita dan perilaku bijak memakai uang tokoh Labih dan Arai
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan Isi dan Makna Cerita tentang Bijak Memakai Uang Tokoh Labih dan Arai | Belum mampu menjelaskan isi bacaan tentang perilaku tokoh Labih dan Arai maupun makna cerita bijak memakai uang (0 butir tepat dari 3 acuan). | Mampu menjelaskan isi bacaan tentang perilaku tokoh Labih atau Arai secara parsial dengan bantuan guru (tepat 1 butir dari 3 acuan). | Mampu menjelaskan isi bacaan tentang perilaku tokoh Labih dan Arai serta makna hemat memakai uang secara tepat (tepat 2-3 butir dari 3 acuan: tabungan Labih bertambah, uang Arai habis, dan makna tidak boros). | Mampu menjelaskan seluruh isi bacaan mengenai perilaku bijak memakai uang tokoh Labih dan Arai secara menyeluruh, tepat, runtut sebab-akibatnya, dan mandiri tanpa bantuan (tepat seluruh 3 butir acuan secara mandiri). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan teks visual dan ilustrasi cerita Labih dan Arai membantu seluruh murid memahami pesan bijak memakai uang?
- Bagaimana keterlibatan murid selama permainan pasangan kartu situasi cerita dan pengerjaan telaah mandiri?
Murid:- Apa hal paling penting yang kamu pelajari dari sikap Labih dan Arai dalam memakai uang?
- Bagian mana dari kegiatan membaca dan menjawab cerita hari ini yang paling kamu sukai?
Pertemuan 11 — Mengungkapkan Gagasan Lisan Membedakan Barang Keinginan dan Keperluan dengan Kartu Gambar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.4 Mengungkapkan gagasan secara lisan dengan bantuan gambar tentang perbedaan keinginan dan keperluan saat membelanjakan uang
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru mengaitkan materi dengan pengalaman murid berbelanja atau memakai uang saku sehari-hari (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan memperlihatkan 2 kartu gambar: Gambar A (buku tulis untuk sekolah) dan Gambar B (mainan robot baru padahal sudah punya di rumah). Guru meminta 2-3 perwakilan murid menyebutkan secara lisan mana yang merupakan keperluan dan mana yang merupakan keinginan (acuan: Gambar A buku tulis = keperluan; Gambar B mainan robot = keinginan) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru berbantuan papan bagan visual tentang arti kata 'keperluan' (barang yang wajib/harus dibeli untuk kebutuhan hidup atau sekolah) dan 'keinginan' (barang yang ingin dimiliki tetapi tidak mendesak atau tidak harus dibeli) saat membelanjakan uang (7 menit).
- Murid mengamati 4 kartu gambar contoh yang dipajang di papan tulis: (1) Nasi sayur untuk makan siang, (2) Pensil untuk menulis di kelas, (3) Permen lolipop, (4) Topeng mainan. Guru membimbing murid mengenali perbedaan kategori keempat barang tersebut (acuan: 1 dan 2 = keperluan; 3 dan 4 = keinginan) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan permainan kartu bergambar 'Pilah Belanja Bijak'. Setiap pasangan menerima 4 kartu gambar barang: (1) Penghapus pensil yang habis, (2) Boneka hiasan lucu, (3) Sepatu sekolah pengganti sepatu robek, (4) Mobil-mobilan remote control. Murid saling bergantian memegang kartu lalu mengungkapkan secara lisan apakah barang pada kartu tersebut merupakan keperluan atau keinginan (acuan: Kartu 1 dan 3 = keperluan; Kartu 2 dan 4 = keinginan) (10 menit).
- Guru memanggil setiap murid ke depan atau berkeliling meja untuk mendengarkan murid mengungkapkan gagasan lisan secara mandiri berdasarkan 4 kartu gambar uji: Kartu A (Air mineral saat haus), Kartu B (Kacamata gaya anak), Kartu C (Buku gambar pelajaran seni), Kartu D (Stiker karton hiasan) (acuan: Kartu A dan C = keperluan; Kartu B dan D = keinginan) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan makna memilah barang saat berbelanja agar uang saku tidak habis sia-sia dengan mengingat kembali konsep keperluan yang harus diutamakan (5 menit).
- Murid mengutarakan secara lisan apa yang mereka rasakan saat berhasil membedakan kartu gambar keinginan dan keperluan (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap ungkapan lisan murid mengenai perbedaan barang keperluan dan barang keinginan saat membelanjakan uang (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan menutup kegiatan pembelajaran dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar dengan label tulisan nama barang bagi murid yang sudah lancar membaca dan kartu gambar dominan visual bagi murid yang sedang berkembang.
- Proses: Memberikan pemodelan frasa lisan pembuka ("Gambar ini adalah ... karena ...") bagi murid yang memerlukan bimbingan, sementara murid mahir langsung mengungkapkan gagasan lisan secara mandiri.
- Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan cukup mengungkapkan minimal 2 status gambar dengan benar secara lisan, sedangkan murid mahir mengungkapkan seluruh 4 status kartu gambar beserta alasannya secara lisan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan berbantuan 2 kartu gambar: Gambar A (buku tulis sekolah) dan Gambar B (mainan robot baru padahal sudah punya di rumah). Guru meminta murid mengidentifikasi lisan status kedua barang. Kriteria kesiapan: Murid dapat membedakan secara lisan bahwa Gambar A adalah barang keperluan dan Gambar B adalah barang keinginan (acuan: Gambar A = keperluan; Gambar B = keinginan).
Proses:- Observasi unjuk kerja berbicara secara lisan saat aktivitas 4 kartu gambar uji: Kartu A (Air mineral saat haus), Kartu B (Kacamata gaya anak), Kartu C (Buku gambar pelajaran seni), Kartu D (Stiker karton hiasan). Kunci acuan: Kartu A = keperluan, Kartu B = keinginan, Kartu C = keperluan, Kartu D = keinginan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan singkat di penutup: Murid diminta mengungkapkan secara lisan definisi sederhana atau contoh cepat dari 'barang keperluan' dan 'barang keinginan' sebelum kelas diakhiri (kriteria penerimaan: keperluan dinyatakan sebagai barang yang harus dibeli/dibutuhkan; keinginan dinyatakan sebagai barang yang disukai/tidak harus dibeli).
Formatif:- Asesmen performa lisan: Guru mengamati dan mencatat ketepatan murid dalam mengungkapkan gagasan lisan membedakan barang keinginan dan keperluan berbantuan 4 kartu gambar uji.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengungkapkan Gagasan Lisan Membedakan Keinginan dan Keperluan Berbantuan 4 Kartu Gambar | Belum mampu mengungkapkan gagasan lisan status keinginan atau keperluan pada 4 kartu gambar uji dengan tepat meski dibimbing secara intensif (0-1 kartu tepat). | Mampu mengungkapkan gagasan lisan status keinginan atau keperluan dengan tepat pada 2 dari 4 kartu gambar uji dengan bantuan arahan guru (acuan: Kartu A = keperluan, B = keinginan, C = keperluan, D = keinginan). | Mampu mengungkapkan gagasan lisan status keinginan atau keperluan dengan tepat pada 3 dari 4 kartu gambar uji secara mandiri (acuan: Kartu A = keperluan, B = keinginan, C = keperluan, D = keinginan). | Mampu mengungkapkan gagasan lisan status keinginan atau keperluan dengan tepat pada seluruh (4 dari 4) kartu gambar uji secara tepat dan mandiri (acuan: Kartu A = keperluan, B = keinginan, C = keperluan, D = keinginan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media kartu gambar memudahkan murid kelas 2 dalam membedakan konsep abstrak antara keperluan dan keinginan secara lisan?
- Bagaimana keterlibatan setiap murid saat sesi berpasangan permainan kartu bergambar?
Murid:- Apakah kamu sekarang bisa membedakan mana barang yang benar-benar kamu perlukan dan mana yang hanya kamu inginkan?
- Bagian mana dari kegiatan bermain kartu gambar tadi yang paling kamu sukai?
Pertemuan 12 — Mengungkapkan Alasan Memilih Keperluan Dibandingkan Keinginan secara Lisan Berbantuan Gambar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.4 Mengungkapkan gagasan secara lisan dengan bantuan gambar tentang perbedaan keinginan dan keperluan saat membelanjakan uang
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menunjukkan 2 gambar berdampingan: Gambar A (buku tulis yang habis halamannya) dan Gambar B (stiker mainan berwarna-warni). Guru bertanya kepada beberapa murid: 'Bila uang saku terbatas, barang mana yang termasuk keperluan yang harus didahulukan dan barang mana yang keinginan?' (acuan diagnostik: Gambar A adalah keperluan belajar mendesak; Gambar B adalah keinginan hiburan yang bisa ditunda) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar mengungkapkan alasan secara lisan mengapa kita harus memilih barang keperluan dibandingkan barang keinginan dengan bantuan pasangan kartu gambar (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru memperlihatkan contoh pasangan Gambar 1: 'Sepatu sekolah yang robek' (keperluan) dan 'Sepatu roda mainan' (keinginan), lalu memodelkan cara mengungkapkan alasan pemilihan secara lisan: 'Saya memilih membeli sepatu sekolah yang robek karena sepatu sekolah harus dipakai setiap hari untuk belajar di sekolah, sedangkan sepatu roda hanya mainan yang bisa ditunda' (7 menit).
- Guru memandu murid menelaah pola penyampaian alasan lisan berdasarkan gambar: menyebutkan pilihan barang keperluan yang harus didahulukan, lalu menyebutkan alasan fungsinya (penting/mendesak untuk belajar/hidup) dibandingkan barang keinginan (hanya kesenangan sesaat/bisa ditunda) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagi kelas menjadi pasangan bermain 'Pilih dan Ungkapkan Alasan'. Setiap pasangan menerima 3 set kartu bergambar situasi belanja: Pasangan Kartu 1 (Gambar A1: 'Pensil tulis untuk mencatat' vs Gambar B1: 'Mobil-mobilan plastik'); Pasangan Kartu 2 (Gambar A2: 'Air putih hangat saat haus' vs Gambar B2: 'Minuman boba manis'); Pasangan Kartu 3 (Gambar A3: 'Kotak bekal makan siang' vs Gambar B3: 'Komik bergambar baru') (10 menit).
- Dalam suasana permainan yang menyenangkan dan bergantian peran, setiap murid mengambil salah satu pasangan kartu gambar, lalu mengungkapkan secara lisan kepada pasangannya alasan memilih barang keperluan dibanding barang keinginan (acuan alasan: Pasangan 1 memilih A1 karena pensil dibutuhkan langsung untuk menulis tugas; Pasangan 2 memilih A2 karena air putih penting untuk kesehatan tubuh saat haus; Pasangan 3 memilih A3 karena makan siang dibutuhkan agar tidak lapar di sekolah) (15 menit).
- Guru berkeliling mengamati dan meminta 3 orang murid secara bergantian maju memegang kartu gambar pilihannya dan mengungkapkan alasan pemilihannya secara lisan di depan kelas dengan acuan kriteria penerimaan yang jelas (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan makna penting mendahulukan keperluan daripada keinginan saat membelanjakan uang saku agar uang tidak lekas habis dan kebutuhan utama terpenuhi (5 menit).
Penutup:- Guru melakukan asesmen akhir lisan cepat: menunjukkan Pasangan Gambar 4 (Gambar A4: 'Obat penurun demam' vs Gambar B4: 'Boneka beruang kecil') dan menunjuk dua murid untuk mengungkapkan alasan lisan memilih keperluan (acuan: memilih A4 karena obat sangat penting agar cepat sembuh dari sakit, sedangkan boneka hanya mainan keinginan) (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kelogisan alasan lisan murid, menyimpulkan kegiatan hari ini, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kalimat lisan terstruktur 'Saya memilih ... karena ...', sedangkan murid yang cepat diberikan pasangan gambar situasi tambahan (Gambar A5: 'Jas hujan saat musim hujan' vs Gambar B5: 'Kacamata gaya').
- Proses: Murid yang masih ragu didampingi guru dengan pertanyaan penuntun ('Apa akibatnya jika kamu membeli mainan tetapi tidak punya pensil untuk menulis?'), sedangkan murid mahir langsung mengungkapkan alasan mandiri kepada teman pasangannya.
- Produk: Bagi murid reguler mengungkapkan 1 alasan pokok berdasarkan fungsi barang; bagi murid cepat mengungkapkan 2 perbandingan alasan logis secara lisan (kegunaan keperluan dan dampak menunda keinginan).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan berbantuan 2 gambar: Gambar A (buku tulis yang habis) dan Gambar B (stiker mainan) untuk memeriksa kesiapan murid membedakan keperluan mendesak dengan keinginan hiburan (acuan jawaban: Gambar A adalah keperluan belajar yang harus didahulukan; Gambar B adalah keinginan yang bisa ditunda).
Proses:- Lembar observasi berbicara saat aktivitas 'Pilih dan Ungkapkan Alasan' dengan 3 set kartu gambar: (1) Pensil vs Mobil-mobilan; (2) Air putih vs Minuman boba; (3) Kotak bekal makan vs Komik bergambar. Kriteria penerimaan: murid secara lisan memilih barang keperluan (A1/A2/A3) dan menyebutkan alasan fungsi/kebutuhan mendesaknya serta menyatakan bahwa barang keinginan (B1/B2/B3) dapat ditunda.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup berbantuan Pasangan Gambar 4: Gambar A4 (obat penurun demam) vs Gambar B4 (boneka beruang). Guru mengonfirmasi ketepatan alasan lisan murid (acuan jawaban: memilih obat penurun demam karena mendesak untuk menyembuhkan sakit, sedangkan boneka adalah keinginan hiburan yang bisa ditunda).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja lisan saat murid mengungkapkan alasan memilih barang keperluan dibanding keinginan berbantuan kartu gambar pada aktivitas berpasangan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengungkapkan Alasan Memilih Keperluan Dibandingkan Keinginan secara Lisan Berbantuan Gambar | Belum mampu mengungkapkan alasan lisan memilih barang keperluan dibanding keinginan meskipun telah dibimbing guru dengan kartu gambar. | Mampu memilih gambar barang keperluan, namun alasan lisan yang diungkapkan belum logis atau hanya menyebutkan nama benda tanpa kaitan kebutuhan. | Mampu mengungkapkan alasan lisan yang logis mengapa memilih barang keperluan dibandingkan barang keinginan berbantuan gambar secara tepat. | Mampu mengungkapkan alasan lisan yang sangat logis dan perbandingan yang runtut mengapa memilih keperluan dibanding keinginan berbantuan gambar secara fasih dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan kartu gambar pasangan barang efektif membantu murid menemukan alasan logis dalam membedakan keperluan dan keinginan?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas berbicara lisan berpasangan, apakah seluruh murid berani mengungkapkan alasannya?
Murid:- Apakah kamu merasa lebih mudah menjelaskan alasan memilih barang belanjaan setelah melihat gambar?
- Barang apa yang ada di rumahmu yang merupakan keperluan belajarmu?
Pertemuan 13 — Mengungkapkan Gagasan Lisan tentang Perbedaan Keinginan dan Keperluan Saat Membelanjakan Uang — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.4 Mengungkapkan gagasan secara lisan dengan bantuan gambar tentang perbedaan keinginan dan keperluan saat membelanjakan uang
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengondisikan kelas, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan memperlihatkan 2 kartu gambar: Gambar A (buku tulis untuk sekolah) dan Gambar B (mainan robot plastik). Guru bertanya: 'Di antara dua gambar ini, mana barang yang harus dibeli untuk sekolah (keperluan) dan mana yang hanya ingin dibeli untuk main (keinginan)?' (acuan jawaban: Gambar A adalah keperluan sekolah; Gambar B adalah keinginan bermain) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar mengungkapkan gagasan lisan tentang perbedaan keinginan dan keperluan saat membelanjakan uang dengan bantuan gambar (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menunjukkan 2 kartu bergambar di papan tulis: Kartu 1 bergambar 'Sepatu sekolah yang sudah jebol' dan Kartu 2 bergambar 'Kacamata mainan warna-warni'. Guru memberikan pemodelan lisan cara mengungkapkan gagasan perbedaannya: 'Sepatu sekolah adalah keperluan karena harus dibeli agar kita bisa berangkat ke sekolah, sedangkan kacamata mainan adalah keinginan karena tidak harus dibeli dan kita tetap bisa bersekolah tanpanya' (7 menit).
- Murid secara bergiliran mengamati 2 gambar baru yang ditempel guru: Gambar 1 'Pensil tulis untuk mencatat' dan Gambar 2 'Gantungan kunci lucu berbentuk boneka', lalu bersama-sama mengidentifikasi ciri pembeda saat membelanjakan uang: keperluan artinya harus dibeli untuk kebutuhan belajar/hidup, sedangkan keinginan artinya barang yang disukai tetapi tidak wajib dibeli sekarang (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan amplop permainan 'Detektif Belanja Bijak' kepada setiap pasangan duduk. Tiap amplop berisi 4 kartu gambar situasi belanja: Kartu 1: Gambar botol air minum untuk bekal sekolah; Kartu 2: Gambar permen lolipop warna-warni; Kartu 3: Gambar penghapus pensil karena penghapus lama hilang; Kartu 4: Gambar stiker mainan bergambar kartun (5 menit).
- Dalam permainan bergantian, Murid A mengambil Kartu 1 (botol air minum) dan Kartu 2 (permen lolipop), lalu secara lisan mengungkapkan gagasannya kepada Murid B: mana yang termasuk keperluan dan mana keinginan saat membelanjakan uang beserta alasannya (acuan gagasan: botol minum = keperluan karena penting untuk minum saat sekolah; permen lolipop = keinginan karena jajan manis yang tidak harus dibeli) (10 menit).
- Secara bergantian, Murid B mengambil Kartu 3 (penghapus pensil) dan Kartu 4 (stiker mainan) lalu mengungkapkan gagasannya secara lisan kepada Murid A tentang perbedaan keduanya saat membelanjakan uang (acuan gagasan: penghapus = keperluan karena dipakai menghapus catatan belajar; stiker = keinginan karena hanya hiasan mainan yang tidak harus dibeli) (10 menit).
- Guru berkeliling mengamati setiap murid mengungkapkan gagasan lisan secara mandiri menggunakan bantuan kartu gambar belanjaan dan memberikan catatan formatif ketercapaian (5 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memanggil 2-3 perwakilan murid untuk memperlihatkan salah satu kartu gambar pilihannya dan mengungkapkan kembali gagasan lisannya di depan kelas tentang perbedaan membelanjakan uang untuk keperluan dibanding keinginan (5 menit).
- Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran: saat membelanjakan uang, dahulukan keperluan (barang yang harus dibeli) sebelum membeli keinginan (barang yang sekadar ingin dimiliki) (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung atas ketepatan gagasan lisan murid yang telah disampaikan selama kegiatan berpasangan (3 menit).
- Guru mengajak murid melakukan refleksi singkat tentang manfaat membedakan keinginan dan keperluan saat memegang uang saku, lalu menutup pelajaran dengan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar dengan situasi belanja yang sangat konkret dan kontras bagi murid yang membutuhkan perancah (scaffolding), serta kartu gambar barang kebutuhan harian yang bervariasi bagi murid yang siap.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan panduan berupa kartu kalimat pemantik ('Gambar ini adalah ... karena harus/tidak harus dibeli'). Bagi murid yang sudah lancar, murid diminta langsung mengungkapkan gagasannya secara mandiri tanpa pemantik.
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti yang sama berupa pengungkapan gagasan secara lisan berdasar kartu gambar belanjaan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan menggunakan 2 kartu gambar: Gambar A (buku tulis) dan Gambar B (mainan robot). Pertanyaan: 'Manakah barang yang merupakan keperluan sekolah dan manakah yang merupakan keinginan?' (acuan: Gambar A = keperluan sekolah; Gambar B = keinginan bermain).
Proses:- Penilaian unjuk kerja lisan saat murid mengungkapkan gagasan membedakan 4 kartu gambar situasi belanja: Kartu 1: Botol air minum bekal (keperluan: harus dibeli untuk kebutuhan minum sekolah); Kartu 2: Permen lolipop (keinginan: jajan manis yang tidak wajib dibeli); Kartu 3: Penghapus pensil (keperluan: alat belajar yang harus dibeli karena hilang); Kartu 4: Stiker kartun (keinginan: hiasan mainan tambahan yang tidak harus dibeli). Kriteria ketercapaian: murid mampu mengungkapkan secara lisan status barang (keinginan/keperluan) beserta alasan logisnya berdasarkan gambar.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: murid memperlihatkan 1 kartu gambar pilihan dan menyatakan dalam satu kalimat lisan apakah barang itu keperluan atau keinginan saat membelanjakan uang (kriteria penerimaan: gagasan lisan menyatakan secara tepat kategori barang beserta kata kunci 'harus dibeli' untuk keperluan atau 'tidak harus dibeli' untuk keinginan).
Formatif:- Observasi kinerja lisan saat murid mengungkapkan gagasan membedakan keinginan dan keperluan menggunakan kartu gambar pada kegiatan 'Detektif Belanja Bijak'.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengungkapkan gagasan lisan tentang perbedaan keinginan dan keperluan berbantuan gambar | Belum mampu mengungkapkan gagasan lisan mengenai perbedaan keinginan dan keperluan meski telah dipandu dengan kartu gambar. | Mampu mengungkapkan gagasan lisan mengenai perbedaan keinginan dan keperluan berbantuan gambar untuk 1-2 kartu gambar dengan bantuan bimbingan guru. | Mampu mengungkapkan gagasan lisan mengenai perbedaan keinginan dan keperluan berbantuan gambar untuk seluruh 4 kartu gambar (Kartu 1 botol minum, Kartu 2 permen, Kartu 3 penghapus, Kartu 4 stiker) secara tepat dan mandiri. | Mampu mengungkapkan gagasan lisan mengenai perbedaan keinginan dan keperluan berbantuan gambar untuk seluruh 4 kartu gambar secara tepat, mandiri, serta memberikan alasan pembeda yang lengkap dan runtut. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media kartu gambar yang digunakan berhasil membantu seluruh murid membedakan konsep keinginan dan keperluan secara konkret?
- Apakah setiap murid mendapatkan kesempatan yang cukup untuk mengungkapkan gagasannya secara lisan saat aktivitas berpasangan?
Murid:- Bagian mana dari permainan kartu gambar belanjaan tadi yang paling kamu sukai?
- Apakah kamu sekarang bisa membedakan barang yang harus dibeli (keperluan) dan yang tidak harus dibeli (keinginan) saat jajan?
Pertemuan 14 — Menulis Permulaan Kalimat Sederhana tentang Nama dan Tempat Pekerjaan Orang Tua di Rumah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.5 Menulis teks sederhana tentang keluarga terkait pekerjaan orang tua dengan beberapa kalimat sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid dan berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menulis permulaan kalimat sederhana tentang nama pekerjaan dan tempat bekerja orang tua di lingkungan keluarga (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal: meminta murid melengkapi kalimat rumpang di papan tulis: 'Ibu saya seorang ... bekerja di ...' untuk memetakan kesiapan menulis nama pekerjaan dan tempat kerja (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mengamati kartu contoh kalimat di papan tulis: '1. Ayah Doni seorang penjahit. 2. Ayah bekerja di rumah.' dan '1. Ibu Siti seorang guru. 2. Ibu bekerja di sekolah.' (5 menit).
- Murid mengidentifikasi bagian nama pekerjaan dan tempat bekerja pada contoh kalimat secara terbimbing bersama guru (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid memainkan permainan kartu kata bergambar 'Tebak dan Pasang Pekerjaan': murid secara berpasangan mencocokkan 3 kartu nama pekerjaan dengan 3 tempat kerjanya: (1) Petani -> Sawah, (2) Koki -> Dapur restoran, (3) Pedagang sayur -> Pasar (8 menit).
- Murid menulis kalimat sederhana pada Lembar Kerja Menulis yang memuat nama pekerjaan ayah atau ibu serta tempat mereka bekerja (format panduan: Kalimat 1 menyebut nama profesi, Kalimat 2 menyebut tempat bekerja) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil tulisan kalimat sederhananya secara mandiri untuk memastikan nama pekerjaan dan tempat kerja orang tua sudah tertulis dengan benar (12 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan cara menyusun kalimat sederhana tentang nama dan tempat pekerjaan orang tua (7 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap hasil tulisan murid serta menutup sesi dengan doa (6 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu pilihan kata nama profesi dan tempat kerja bagi murid yang membutuhkan inspirasi kosakata.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung menyalin pola kalimat bagi murid yang sedang berkembang, serta mendorong murid yang mandiri untuk langsung menulis tanpa bantuan pola.
- Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan menulis 1 kalimat gabungan (nama dan tempat pekerjaan), sedangkan murid yang mandiri menulis 2 kalimat terpisah secara lengkap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik singkat melengkapi 1 kalimat rumpang di papan tulis: 'Ibu saya seorang [nama pekerjaan] bekerja di [nama tempat]'. Kriteria penerimaan operasional: murid mampu mengisi bagian rumpang dengan nama pekerjaan dan tempat yang saling bersesuaian (contoh acuan yang diterima: penjahit - rumah; perawat - puskesmas; pedagang - toko).
Proses:- Pengamatan formatif saat murid menyusun tulisan pada lembar kerja: menilai apakah tulisan memuat informasi nama pekerjaan orang tua dan tempat bekerjanya dalam kalimat sederhana.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan produk tulisan mandiri pada akhir sesi. Kriteria penerimaan operasional: tulisan memuat minimal satu kalimat sederhana yang memuat nama pekerjaan anggota keluarga (ayah/ibu) dan tempat bekerjanya secara logis (contoh acuan produk: 'Ayah saya seorang montir. Ayah bekerja di bengkel.' atau 'Ibu saya seorang penjahit di rumah.').
Formatif:- Penilaian unjuk kerja menulis kalimat sederhana tentang nama dan tempat pekerjaan orang tua pada lembar kerja murid
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menulis teks kalimat sederhana tentang nama pekerjaan orang tua | Belum mampu menuliskan nama pekerjaan orang tua ke dalam bentuk kalimat sederhana secara tepat. | Mampu menuliskan nama pekerjaan orang tua ke dalam kalimat sederhana dengan bimbingan penuh guru. | Mampu menuliskan nama pekerjaan orang tua ke dalam kalimat sederhana secara tepat dengan sedikit arahan guru. | Mampu menuliskan nama pekerjaan orang tua ke dalam kalimat sederhana secara lengkap dan mandiri tanpa bantuan. | | Menulis teks kalimat sederhana tentang tempat pekerjaan orang tua | Belum mampu menuliskan tempat pekerjaan orang tua ke dalam bentuk kalimat sederhana secara tepat. | Mampu menuliskan tempat pekerjaan orang tua ke dalam kalimat sederhana dengan bimbingan penuh guru. | Mampu menuliskan tempat pekerjaan orang tua ke dalam kalimat sederhana secara tepat dengan sedikit arahan guru. | Mampu menuliskan tempat pekerjaan orang tua ke dalam kalimat sederhana secara lengkap dan mandiri tanpa bantuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi penulisan kalimat sederhana tentang nama dan tempat kerja orang tua dapat dipahami oleh seluruh murid?
- Bagaimana keterlibatan murid saat menyusun kalimat mandiri tentang pekerjaan keluarganya?
Murid:- Apakah kamu dapat menuliskan nama pekerjaan ayah atau ibumu dengan benar?
- Apakah kamu dapat menuliskan tempat ayah atau ibumu bekerja?
Pertemuan 15 — Menulis Dua Kalimat Sederhana tentang Aktivitas Pekerjaan Orang Tua dalam Menghasilkan Uang — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.5 Menulis teks sederhana tentang keluarga terkait pekerjaan orang tua dengan beberapa kalimat sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, serta mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyusun dan menulis dua kalimat sederhana tentang aktivitas pekerjaan orang tua dalam menghasilkan uang (2 menit).
- Asesmen Awal: Guru menampilkan kartu kalimat rumpang di papan tulis: 'Ibu seorang pedagang. Ibu ... kue di pasar untuk mendapatkan uang.' Murid diminta melengkapi kata kerja aktivitas yang tepat (acuan jawaban: menjual / membuat / menjajakan) secara lisan bersama-sama (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Guru memodelkan contoh penulisan dua kalimat sederhana di papan tulis: (1) 'Ayah bekerja menangkap ikan di laut.' (2) 'Ayah menjual ikan itu untuk mendapatkan uang.' Murid mencermati bahwa kalimat pertama menceritakan aktivitas pekerjaan dan kalimat kedua menceritakan cara aktivitas itu menghasilkan uang (7 menit).
- Permainan Menggembirakan 'Tebak Gerak Aktivitas': Guru memperagakan gerakan salah satu pekerjaan (misal: menyetir mobil/memotong kain), murid menebak aktivitasnya, lalu bersama guru menyusun kalimat lisan sederhana dari aktivitas tersebut, misalnya 'Paman menyetir mobil untuk mengantar penumpang.' (8 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan lembar kerja menulis dan memberikan panduan panduan dua kalimat: Kalimat 1 berisi aktivitas orang tua saat bekerja (contoh: 'Ibu membuat kue lezat setiap pagi.'), Kalimat 2 berisi aktivitas menghasilkan uang (contoh: 'Ibu menjual kue itu ke warung untuk mendapat uang.') (5 menit).
- Murid secara mandiri menuliskan tepat dua kalimat sederhana tentang aktivitas pekerjaan orang tua (ayah/ibu/wali) masing-masing dalam menghasilkan uang pada lembar kerja yang disediakan (18 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru berkeliling memeriksa draf murid dan memberikan bimbingan langsung untuk memastikan tulisan terdiri dari dua kalimat sederhana yang memuat aktivitas kerja dan kaitannya dengan uang (12 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa orang tua melakukan aktivitas pekerjaan yang bermanfaat agar dapat menghasilkan uang untuk keperluan keluarga (5 menit).
- Asesmen Akhir: Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil tulisan murid dan menyampaikan bahwa tulisan ini akan dikembangkan pada pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan daftar pilihan kata kerja aktivitas (misal: menjual, merawat, mengantar, membuat, menjahit, mengajar) bagi murid yang membutuhkan inspirasi kosakata.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan berpola (Orang tua + melakukan apa + di mana; Orang tua + cara menghasilkan uang), sedangkan murid yang mandiri langsung menuliskan gagasannya secara bebas.
- Produk: Murid yang cepat selesai diperbolehkan menambahkan rincian benda/alat yang dipakai pada kalimat aktivitasnya tanpa mengubah target minimal dua kalimat sederhana.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Melengkapi kalimat rumpang terkait aktivitas pekerjaan orang tua pada tahap pendahuluan: 'Ibu seorang pedagang. Ibu ... kue di pasar untuk mendapatkan uang.' (Kriteria penerimaan: murid dapat menyebutkan kata kerja aktivitas yang tepat dan logis, seperti menjual, membuat, menjajakan, mengantar).
Proses:- Observasi ketercapaian murid saat menyusun dua kalimat sederhana di lembar kerja: (1) Memeriksa apakah kalimat 1 menyatakan aktivitas orang tua saat bekerja; (2) Memeriksa apakah kalimat 2 menyatakan aktivitas menghasilkan uang.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan hasil akhir lembar kerja menulis: memastikan murid menghasilkan tepat dua kalimat sederhana tentang aktivitas pekerjaan orang tua dalam menghasilkan uang (Kriteria keberhasilan: terdapat minimal 2 kalimat bermakna utuh dengan subjek orang tua, kata kerja aktivitas pekerjaan yang jelas, serta penyebutan konteks menghasilkan uang).
Formatif:- Pemeriksaan draf tulisan murid pada lembar kerja saat kegiatan mandiri menggunakan rubrik penilaian menulis kalimat aktivitas pekerjaan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penulisan Dua Kalimat Sederhana Aktivitas Pekerjaan | Belum mampu menulis kalimat sederhana yang bermakna atau hanya menuliskan potongan kata tanpa predikat aktivitas. | Menulis satu kalimat sederhana tentang aktivitas pekerjaan orang tua, namun belum memuat aktivitas menghasilkan uang. | Menulis dua kalimat sederhana yang memuat aktivitas pekerjaan orang tua dan cara menghasilkan uang dengan bantuan contoh/guru. | Menulis dua kalimat sederhana yang memuat aktivitas pekerjaan orang tua dan cara menghasilkan uang secara runtut, tepat, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 18 menit pada penulisan mandiri cukup bagi seluruh murid kelas 2?
- Bagian mana dari panduan aktivitas pekerjaan yang paling membantu murid merumuskan kalimatnya?
Murid:- Apakah kamu merasa mudah menceritakan apa yang dikerjakan orang tuamu lewat tulisan dua kalimat tadi?
- Aktivitas apa dari pekerjaan orang tuamu yang paling kamu sukai saat kamu tuliskan?
Pertemuan 16 — Menulis Teks Sederhana tentang Pekerjaan Orang Tua Menggunakan Huruf Kapital dan Tanda Titik — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.5 Menulis teks sederhana tentang keluarga terkait pekerjaan orang tua dengan beberapa kalimat sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: menulis teks sederhana berisi 3–4 kalimat tentang pekerjaan orang tua menggunakan huruf kapital di awal kalimat/nama orang serta tanda titik di akhir kalimat (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: murid menyimak 2 kalimat di papan tulis yang sengaja salah ejaannya, yaitu: (1) 'ibu sari bekerja di rumah sakit' dan (2) 'ayah budi seorang petani'. Murid diminta secara lisan menunjukkan di mana seharusnya diletakkan huruf kapital dan tanda titik (acuan perbaikan: (1) Huruf kapital pada 'Ibu Sari' dan tanda titik '.' di akhir; (2) Huruf kapital pada 'Ayah Budi' dan tanda titik '.' di akhir) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak contoh teks model 4 kalimat di papan tulis: 'Ayah Labih seorang nelayan. Dia pergi ke laut naik perahu. Ayah Labih menangkap ikan memakai jaring. Kemudian, ayah menjual ikan tangkapannya di pasar.' (5 menit).
- Murid mengamati dan mencermati letak huruf kapital pada awal kalimat dan nama diri (Ayah, Dia, Kemudian, Labih) serta posisi tanda titik di akhir setiap kalimat (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Tantangan 'Detektif Tanda Baca': Murid berpasangan memainkan permainan cepat melingkari huruf kecil yang harus diubah menjadi kapital dan menaruh tanda titik pada kartu contoh kalimat: 'paman beni membuat kue lezat' (acuan benar: 'Paman Beni membuat kue lezat.') (5 menit).
- Murid secara mandiri menulis teks sederhana berisi 3–4 kalimat tentang pekerjaan orang tua masing-masing pada Lembar Menulis menggunakan 4 pertanyaan pemandu: (1) Apa nama pekerjaan orang tua? (2) Di mana tempat bekerjanya? (3) Apa alat atau pakaian yang dipakai? (4) Apa yang dikerjakan atau dihasilkan? (kriteria: memuat fakta pekerjaan keluarga, huruf kapital tepat di awal kalimat/nama diri, dan tanda titik tepat di akhir kalimat) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan pemeriksaan mandiri (self-check) pada tulisannya sendiri dengan mencocokkan checklist: (a) Apakah setiap kalimat diawali huruf kapital? (b) Apakah setiap kalimat diakhiri tanda titik? (c) Apakah sudah terdiri dari 3–4 kalimat? (10 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan kembali aturan penggunaan huruf kapital pada awal kalimat/nama orang serta tanda titik pada akhir kalimat dalam teks sederhana (5 menit).
- Guru memberikan penguatan atas usaha murid dan menginformasikan bahwa draf teks ini akan diperiksa kembali untuk ditulis rapi pada pertemuan berikutnya (Pertemuan 17), lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Disediakan kartu kosakata bantu nama pekerjaan dan tempat kerja bagi murid yang membutuhkan inspirasi kata.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru secara intensif dengan bantuan pola kalimat terstruktur per nomor panduan; murid yang cepat menulis dipersilakan menyusun 4 kalimat lengkap secara mandiri.
- Produk: Jumlah kalimat disesuaikan dengan kesiapan: minimal 3 kalimat terstruktur untuk murid yang sedang berkembang, dan 4 kalimat lengkap untuk murid yang sudah mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran mengidentifikasi letak huruf kapital dan tanda titik pada 2 kalimat acuan di papan tulis: (1) 'ibu sari bekerja di rumah sakit' -> perbaikan: 'Ibu Sari bekerja di rumah sakit.' (2) 'ayah budi seorang petani' -> perbaikan: 'Ayah Budi seorang petani.' Kriteria kesiapan: murid mampu menyebutkan huruf kapital untuk awal kalimat/nama diri dan letak tanda titik di akhir kalimat.
Proses:- Observasi formatif saat murid menulis mandiri teks pekerjaan orang tua: guru mencermati ketepatan penerapan huruf kapital pada awal kalimat dan nama diri, ketepatan posisi tanda titik di akhir tiap kalimat, serta keterkaitan isi kalimat dengan pekerjaan orang tua.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri teks tulisan murid berdasarkan rubrik: teks memuat minimal 3 kalimat sederhana tentang pekerjaan orang tua dengan penggunaan huruf kapital di awal kalimat/nama orang dan tanda titik di akhir setiap kalimat.
Formatif:- Unjuk kerja menulis teks sederhana 3–4 kalimat tentang pekerjaan orang tua menggunakan huruf kapital dan tanda titik.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kesesuaian Isi Teks Pekerjaan Orang Tua | Menulis kurang dari 2 kalimat atau isi teks belum berkaitan dengan pekerjaan orang tua. | Menulis 2 kalimat sederhana yang berkaitan dengan pekerjaan orang tua dengan bantuan pertanyaan pemandu. | Menulis 3 kalimat sederhana yang runtut dan jelas menceritakan pekerjaan orang tua secara mandiri. | Menulis 4 kalimat sederhana yang sangat runtut, lengkap (alat/tempat/tugas), dan jelas menceritakan pekerjaan orang tua secara mandiri. | | Penggunaan Huruf Kapital | Belum menggunakan huruf kapital pada awal kalimat maupun nama diri orang tua dalam teks. | Menggunakan huruf kapital pada sebagian awal kalimat, namun masih ada nama diri atau awal kalimat yang terlewat. | Menggunakan huruf kapital dengan tepat pada seluruh awal kalimat dan nama diri dalam teks. | Menggunakan huruf kapital secara konsisten dan tepat pada seluruh awal kalimat, nama diri, serta nama tempat spesifik dalam teks tanpa bantuan. | | Penggunaan Tanda Titik | Belum membubuhkan tanda titik pada akhir kalimat yang ditulis. | Membubuhkan tanda titik hanya pada 1 kalimat di akhir teks. | Membubuhkan tanda titik dengan tepat di setiap akhir kalimat sederhana yang ditulis. | Membubuhkan tanda titik dengan tepat di setiap akhir kalimat secara konsisten tanpa ada kalimat yang terlewat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi penggunaan huruf kapital dan tanda titik dapat dipahami murid dengan mudah?
- Bagian mana dari penulisan teks tentang pekerjaan orang tua yang paling banyak membutuhkan bimbingan guru?
Murid:- Apakah aku sudah ingat memberi huruf besar di awal kalimat dan nama orang tuaku?
- Apakah aku sudah ingat memberi tanda titik pada setiap akhir kalimatku?
Pertemuan 17 — Menulis Kembali Draf Teks Sederhana tentang Pekerjaan Orang Tua dengan Rapi dan Benar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.5 Menulis teks sederhana tentang keluarga terkait pekerjaan orang tua dengan beberapa kalimat sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menulis kembali draf teks sederhana tentang pekerjaan orang tua menjadi tulisan yang rapi, bersih, dan terbaca jelas (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 contoh kalimat tulisan tangan di papan tulis (Kalimat A: jarak antarkata rapat dan coreng-moreng 'Ibu-bekerja-ditoko'; Kalimat B: jarak antarkata teratur dan bentuk huruf terbaca jelas 'Ibu bekerja di toko.') lalu meminta murid menunjukkan mana kalimat yang ditulis dengan rapi (acuan: Kalimat B benar karena memiliki spasi antarkata yang teratur dan huruf terbentuk jelas) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru tentang kriteria tulisan rapi dan benar saat menyalin draf: huruf tegak lurus/terbaca, jarak (spasi) satu jari antarkata, serta garis buku terjaga tanpa coretan tebal (7 menit).
- Murid diajak melakukan permainan menyenangkan 'Detektif Kerapian' secara berpasangan: murid mengamati draf tulisan pertemuan sebelumnya dan saling memeriksa kerapian bentuk huruf serta keterbacaan kata (8 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyiapkan draf tulisan tentang pekerjaan orang tua yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya (terdiri atas 3-4 kalimat sederhana tentang nama pekerjaan, tempat kerja, alat/tugas, dan barang/jasa yang dihasilkan) (5 menit).
- Murid menulis kembali draf teks sederhana tersebut secara mandiri di lembar bergaris bersih dengan rapi, menjaga keterbacaan bentuk huruf, ketepatan kata, dan keteraturan spasi (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa hasil tulisan barunya sendiri menggunakan lembar cek mandiri kerapian (apakah tulisan mudah dibaca dan bersih) (5 menit).
- Murid mengungkapkan rasa puas atau tantangan yang dihadapi saat berusaha menulis dengan lebih rapi dibandingkan draf awal (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas ketekunan murid menyalin dan merapikan tulisan mereka secara mandiri (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menulis dengan rapi membantu orang lain membaca informasi tentang keluarga dan pekerjaan orang tua kita dengan nyaman, lalu menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan buku bergaris tiga bagi murid yang membutuhkan panduan ukuran tinggi-rendah huruf saat menulis kembali draf.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung dalam mengatur jarak spasi antarkata bagi murid yang masih menulis terlalu rapat atau belum konsisten.
- Produk: Murid yang sudah mahir dapat menulis kembali 4 kalimat secara mandiri dan menambahkan 1 kalimat keterangan pekerjaan orang tua secara rapi; murid yang masih berkembang menulis kembali 2-3 kalimat sederhana dengan rapi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Identifikasi visual kerapian: Menunjukkan 2 contoh kalimat tulisan tangan di papan tulis (Kalimat A: 'Ibu-bekerja-ditoko' [tanpa spasi dan miring tak beraturan] dan Kalimat B: 'Ibu bekerja di toko.' [huruf proporsional dan berspasi satu jari]). Murid diminta memilih tulisan yang rapi dan benar (Acuan kunci: Kalimat B, karena bentuk huruf proporsional dan ada spasi teratur antarkata).
Proses:- Observasi formatif saat murid menyalin draf teks ke lembar bersih: memeriksa keterbacaan huruf, pemisahan antarkata, serta kerapian tanpa coretan berulang pada 3-4 kalimat sederhana tentang pekerjaan orang tua.
Akhir Pertemuan:- Cek hasil tulisan akhir: Guru memeriksa hasil tulisan akhir draf tentang pekerjaan orang tua berdasarkan kriteria keberhasilan: memuat minimal 3 kalimat sederhana tentang pekerjaan orang tua, bentuk huruf terbaca jelas, spasi antarkata teratur, dan lembar kerja bersih dari coretan (acuan: teks terdiri dari identitas pekerjaan, tempat/alat, dan aktivitas kerja yang tersusun rapi).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja menulis kembali draf teks sederhana tentang pekerjaan orang tua menggunakan lembar observasi kerapian dan kelengkapan kalimat.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kerapian Bentuk Huruf dan Keterbacaan Tulisan | Bentuk huruf belum proporsional, sebagian besar kata sulit dibaca, dan banyak coretan. | Bentuk huruf mulai terbaca meskipun ukuran belum konsisten dan masih ada beberapa coretan. | Bentuk huruf terbaca jelas, ukuran proporsional di garis buku, dan bersih dari coretan tebal secara mandiri. | Bentuk huruf sangat jelas dan konsisten, tata letak sangat rapi, garis buku terjaga sempurna, dan lembar kerja bersih tanpa coretan sama sekali secara mandiri. | | Keteraturan Spasi dan Penulisan Kalimat Sederhana | Menulis kembali kurang dari 2 kalimat sederhana dengan jarak antarkata yang belum teratur atau menempel. | Menulis kembali 2 kalimat sederhana tentang pekerjaan orang tua dengan jarak antarkata yang sebagian masih belum konsisten. | Menulis kembali 3 kalimat sederhana tentang pekerjaan orang tua dengan spasi antarkata yang konsisten (jarak satu jari). | Menulis kembali 4 kalimat sederhana atau lebih tentang pekerjaan orang tua dengan spasi antarkata yang sangat rapi dan konsisten secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu menulis kembali draf mencukupi bagi murid yang memiliki kecepatan motorik halus lebih lambat?
- Bagian mana dari bimbingan kerapian huruf dan spasi yang paling membantu murid menghasilkan tulisan yang rapi?
Murid:- Apakah tulisan barumu sekarang terlihat lebih rapi dan bersih daripada draf pertamamu?
- Bagian kalimat mana yang paling mudah atau paling menantang untuk kamu tulis kembali dengan rapi?
Pertemuan 18 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.1 Menyebutkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang menabung dalam pantun
- TP 2.6.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari tayangan yang dipirsa tentang cara mendapatkan uang pada infografik
- TP 2.6.3 Menjelaskan isi bacaan yang dipirsa tentang bijak memakai uang dari teks fiksi Labih dan Arai
- TP 2.6.4 Mengungkapkan gagasan secara lisan dengan bantuan gambar tentang perbedaan keinginan dan keperluan saat membelanjakan uang
- TP 2.6.5 Menulis teks sederhana tentang keluarga terkait pekerjaan orang tua dengan beberapa kalimat sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan menyampaikan bahwa hari ini adalah asesmen sumatif bab 6 untuk melihat kemampuan murid mengenai pantun menabung, kata infografik, cerita Labih dan Arai, perbedaan keinginan-keperluan, serta tulisan tentang pekerjaan orang tua (3 menit).
- Guru menjelaskan alur pelaksanaan asesmen: seluruh murid mengerjakan lembar tertulis serentak selama 25 menit, sementara guru memanggil murid secara bergantian ke meja guru untuk unjuk kerja lisan/membaca masing-masing sekitar 1,5 menit (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar tes tertulis dan membacakan petunjuk pengerjaan dua bagian tes tertulis: Bagian I Pemahaman Cerita Labih dan Arai (3 butir isian/pilihan: 1. Mengapa Labih menabung uang sakunya? [Acuan: untuk membeli sepeda baru]; 2. Siapa tokoh yang suka jajan hingga kehabisan uang? [Acuan: Arai]; 3. Apa peribahasa yang disampaikan ibu kepada Labih? [Acuan: sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit]) dan Bagian II Menuliskan 2-3 kalimat sederhana tentang nama dan aktivitas pekerjaan orang tua (acuan: memuat nama pekerjaan dan aktivitas yang dilakukan orang tua) (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Seluruh murid secara serentak dan mandiri mengerjakan lembar asesmen tertulis Bagian I dan Bagian II di meja masing-masing dengan tenang (25 menit).
- Secara paralel dengan pengerjaan tertulis dan berlanjut saat transisi aktivitas membaca mandiri, guru melakukan unjuk kerja lisan individual secara bergiliran di meja guru untuk 28 murid (1,5 menit per murid; total 42 menit). Guru menguji 3 tugas: (1) TP 2.6.1: Guru membacakan pantun: 'Pagi hari telah berganti siang, Kucing tidur nyenyak di bawah meja, Jangan suka menghabiskan uang, Lebih baik ditabung saja', murid menyebutkan pesan pantun tersebut (acuan: pesan agar tidak boros/menghabiskan uang dan lebih baik menabung); (2) TP 2.6.2: Murid membaca 3 kata sederhana dari infografik yang ditunjuk guru: 'kantor', 'sayuran', 'lukisan' (acuan kefasihan: dibaca lancar tanpa mengeja dan tanpa jeda salah); (3) TP 2.6.4: Guru menunjukkan 2 gambar (Gambar A: Buku tulis sekolah; Gambar B: Mainan robot baru), lalu murid mengungkapkan secara lisan barang mana yang merupakan keperluan dan mana yang keinginan beserta gagasannya (acuan: Gambar A adalah keperluan untuk belajar di sekolah, Gambar B adalah keinginan untuk bermain/hiburan) (32 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setelah seluruh instrumen tertulis dan unjuk kerja selesai dikumpulkan, guru mengajak seluruh murid duduk hening sejenak untuk menyadari capaian belajar mereka selama Bab 6 'Bijak Memakai Uang' (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan konfirmasi dan apresiasi atas kemandirian dan kejujuran seluruh murid selama pelaksanaan asesmen sumatif berlangsung (2 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran Bab 6 mengenai pentingnya mengelola uang saku dengan bijak, menghargai kerja keras orang tua, serta menutup sesi pembelajaran dengan doa dan salam (1 menit).
Diferensiasi:- Proses: Akomodasi akses: Bagi murid yang mengalami hambatan kelancaran membaca soal tertulis, guru membacakan butir soal tertulis secara netral tanpa memberi petunjuk jawaban.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat tulis dan pemahaman murid terhadap prosedur pelaksanaan asesmen sumatif mandiri (acuan: murid siap alat tulis dan memahami giliran panggilan ke meja guru).
Proses:- Observasi kepatuhan murid terhadap instruksi kemandirian saat pengerjaan tes tertulis berlangsung di kelas.
Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis dan unjuk kerja terpadu (tertulis serentak dan unjuk kerja membaca-berbicara bergantian): lembar kerja tertulis berisi jawaban pemahaman teks Labih dan Arai serta teks sederhana tentang pekerjaan orang tua; rekaman lembar observasi atas jawaban lisan pesan pantun, pelafalan membaca infografik, dan penjelasan lisan perbedaan keinginan vs keperluan dengan kartu gambar
- tes tertulis serentak: lembar asesmen tertulis murid yang memuat jawaban pertanyaan pemahaman teks fiksi Labih dan Arai (TP 3) serta tulisan 2-3 kalimat sederhana tentang nama dan aktivitas pekerjaan orang tua (TP 5) yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas (28 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban pemahaman bacaan dan rubrik penulisan kalimat sederhana)
- unjuk kerja bergiliran di meja guru: kinerja lisan individual dinilai secara rotasi ke meja guru (1,5 menit per murid; pengambilan bukti sumatif tuntas untuk 28 murid dengan rincian 14 murid pada 21 menit pertama dan 14 murid pada 21 menit berikutnya saat transisi lembar tertulis dan aktivitas literasi mandiri): murid menyebutkan pesan pantun yang diperdengarkan guru (TP 1), melafalkan 2-3 kata sederhana pada infografik (TP 2), dan menyebutkan perbedaan 2 gambar barang keinginan vs keperluan (TP 4) (42 menit; individual; instrumen: lembar ceklis dan rubrik unjuk kerja lisan analitik)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis dan unjuk kerja terpadu (tertulis serentak dan unjuk kerja membaca-berbicara bergantian): lembar kerja tertulis berisi jawaban pemahaman teks Labih dan Arai serta teks sederhana tentang pekerjaan orang tua; rekaman lembar observasi atas jawaban lisan pesan pantun, pelafalan membaca infografik, dan penjelasan lisan perbedaan keinginan vs keperluan dengan kartu gambar
- tes tertulis serentak: lembar asesmen tertulis murid yang memuat jawaban pertanyaan pemahaman teks fiksi Labih dan Arai (TP 3) serta tulisan 2-3 kalimat sederhana tentang nama dan aktivitas pekerjaan orang tua (TP 5) yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas (28 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban pemahaman bacaan dan rubrik penulisan kalimat sederhana)
- unjuk kerja bergiliran di meja guru: kinerja lisan individual dinilai secara rotasi ke meja guru (1,5 menit per murid; pengambilan bukti sumatif tuntas untuk 28 murid dengan rincian 14 murid pada 21 menit pertama dan 14 murid pada 21 menit berikutnya saat transisi lembar tertulis dan aktivitas literasi mandiri): murid menyebutkan pesan pantun yang diperdengarkan guru (TP 1), melafalkan 2-3 kata sederhana pada infografik (TP 2), dan menyebutkan perbedaan 2 gambar barang keinginan vs keperluan (TP 4) (42 menit; individual; instrumen: lembar ceklis dan rubrik unjuk kerja lisan analitik)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan pesan pantun aural menabung (TP 2.6.1) | Belum mampu menyebutkan pesan pantun menabung meski diperdengarkan berulang kali. | Menyebutkan pesan pantun menabung dengan bimbingan atau hanya menyebutkan sepenggal kata tanpa makna utuh. | Menyebutkan pesan pokok pantun secara mandiri sesuai acuan (anjuran tidak menghabiskan uang/menabung). | Menyebutkan pesan pokok pantun tentang menabung secara lengkap, jelas, dan mandiri tanpa ragu. | | Membaca kata infografik cara mendapatkan uang (TP 2.6.2) | Belum mampu membaca 3 kata target ('kantor', 'sayuran', 'lukisan') secara fasih (masih mengeja terbata-bata pada semua kata). | Membaca 1-2 dari 3 kata target dengan fasih tanpa mengeja. | Membaca seluruh 3 kata target ('kantor', 'sayuran', 'lukisan') dengan fasih tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu. | Membaca seluruh 3 kata target dengan sangat fasih, tepat, seketika, dan mandiri. | | Menjelaskan isi teks fiksi Labih dan Arai (TP 2.6.3) | Belum mampu menjawab dengan benar 3 pertanyaan pemahaman isi teks fiksi Labih dan Arai. | Menjawab dengan benar 1 dari 3 pertanyaan pemahaman isi teks fiksi Labih dan Arai sesuai acuan kunci. | Menjawab dengan benar 2-3 pertanyaan pemahaman isi teks fiksi Labih dan Arai sesuai acuan kunci. | Menjawab seluruh 3 pertanyaan pemahaman teks Labih dan Arai dengan tepat, lengkap, dan mandiri. | | Mengungkapkan gagasan perbedaan keinginan dan keperluan (TP 2.6.4) | Belum mampu membedakan atau mengungkapkan gagasan lisan mengenai gambar keperluan dan keinginan. | Menentukan status gambar keperluan atau keinginan namun belum mampu mengungkapkan alasannya secara lisan. | Mengungkapkan secara lisan pembedaan kedua gambar sesuai acuan (Buku tulis = keperluan sekolah; Robot = keinginan bermain). | Mengungkapkan secara lisan pembedaan kedua gambar beserta penjelasan peruntukannya secara tepat, runtut, dan mandiri. | | Menulis teks sederhana pekerjaan orang tua (TP 2.6.5) | Belum mampu menulis kalimat sederhana tentang pekerjaan orang tua. | Menulis 1 kalimat sederhana yang hanya memuat nama pekerjaan tanpa aktivitas pekerjaan. | Menulis 2-3 kalimat sederhana yang memuat nama pekerjaan dan aktivitas pekerjaan orang tua secara jelas. | Menulis lebih dari 2 kalimat sederhana yang memuat nama, tempat, dan aktivitas pekerjaan orang tua secara padu dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu tes tertulis serentak dan rotasi unjuk kerja individual di meja guru berjalan efektif tanpa mengganggu ketertiban kelas?
- Tujuan pembelajaran mana yang capaian muridnya paling tinggi dan mana yang masih memerlukan tindak lanjut penguatan?
Murid:- Bagian mana dari asesmen Bab 6 yang paling mudah dan paling menantang kamu kerjakan?
- Sikap bijak apa tentang memakai uang yang akan kamu terapkan mulai hari ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Bab 6: Bijak Memakai Uang.
- Teks pantun 'Menabung' dan pantun latihan aural.
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan
- Teks aural pantun bertema menabung dan kartu kata bersajak sederhana
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Halaman 113-115
- Teks aural pantun bertema menabung dan lembar kerja murid
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi) Halaman 117
- Tayangan/Poster Infografik 'Cara Mendapatkan Uang' (memuat gambar karyawan di kantor, tukang ojek, pedagang sayur, pelukis)
- Kartu suku kata dan kartu kata bergambar
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
- Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021, Bab 6 Halaman 117
- Infografik cetak/digital 'Cara Mendapatkan Uang'
- Kartu kata bertuliskan kata: bekerja, kantor, ojek, sayur, lukisan, uang
- Buku Siswa Bahasa Indonesia SD Kelas II: Keluargaku Unik (Bab 6: Bijak Memakai Uang, hlm. 117)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SD Kelas II (hlm. 170)
- Media tayangan/poster infografik 'Cara Mendapatkan Uang' dan kartu kata sederhana
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi) 2021
- Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi) 2021, Bab 6 Halaman 118-121
- Kartu nama tokoh (Labih dan Arai) untuk permainan tebak sikap
- Lembar kerja murid (LKPD) Menjelaskan Sikap Tokoh
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II Halaman 118-121 (Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek, 2021)
- Set Kartu Kejadian dan Masalah (3 pasang kartu teks bergambar)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Kejadian dan Masalah Memakai Uang
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Bab 6 Halaman 118-121
- Set kartu pernyataan perilaku memakai uang tokoh Labih dan Arai
- Lembar kerja pemahaman bacaan
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II, Bab 6 'Bijak Memakai Uang' halaman 118-121
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II
- Set 4 kartu situasi dan 4 kartu makna perilaku cerita Labih dan Arai
- Lembar telaah pemahaman isi bacaan fiksi
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Bab 6 'Bijak Memakai Uang'.
- Set kartu gambar berwarna tentang aneka barang belanjaan (makanan pokok, alat tulis, seragam, mainan, jajanan manis, aksesori).
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Bab 6 Halaman 125
- Kartu gambar pasangan benda keperluan dan keinginan (pensil, mainan mobil-mobilan, air minum, boba, kotak bekal, buku komik, obat, boneka)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi) Halaman 124-125
- Set kartu bergambar situasi belanja (buku tulis, robot mainan, sepatu sekolah, kacamata mainan, pensil, gantungan kunci, botol minum, permen lolipop, penghapus, stiker kartun)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas II SD: Keluargaku Unik (Bab 6: Bijak Memakai Uang)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas II SD: Keluargaku Unik
- Kartu kata dan gambar jenis-jenis pekerjaan dan tempat kerja
- Lembar Kerja Menulis Kalimat Sederhana
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD Kelas II (Edisi Revisi, 2021), Bab 6
- Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD Kelas II (Edisi Revisi, 2021), Bab 6 Halaman 128
- Kartu kalimat rumpang untuk asesmen awal
- Lembar Kerja Menulis Dua Kalimat Sederhana
- Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi) 2021
- Kartu tantangan 'Detektif Tanda Baca'
- Lembar menulis teks sederhana bergaris
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD Kelas II
- Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD Kelas II Bab 6
- Draf tulisan tangan murid tentang pekerjaan orang tua dari Pertemuan 16
- Lembar kertas bergaris bersih dan pensil
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi) Bab 6
- Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi) Bab 6
- Lembar Asesmen Sumatif Tertulis Bab 6 (Teks Labih & Arai serta Lembar Menulis Pekerjaan Orang Tua)
- Kartu Baca 3 Kata Infografik ('kantor', 'sayuran', 'lukisan')
- Kartu Bergambar Keperluan vs Keinginan (Gambar A: Buku tulis, Gambar B: Mainan robot)
- Teks Pantun Aural Menabung
|