Modul AjarPertemuan 3Bab 5Fase ASemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 2: Berbicara: Menggunakan Lima Kata Ajaib dalam Percakapan tentang Keragaman

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 2 dengan topik "Berbicara: Menggunakan Lima Kata Ajaib dalam Percakapan tentang Keragaman". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 2: Berbicara: Menggunakan Lima Kata Ajaib dalam Percakapan tentang Keragaman

Bahasa Indonesia - Kelas 2

Bab 5 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Berbicara: Menggunakan Lima Kata Ajaib dalam Percakapan tentang Keragaman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikBerbicara: Menggunakan Lima Kata Ajaib dalam Percakapan tentang Keragaman
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menggunakan lima kata ajaib (maaf, tolong, permisi, silakan, terima kasih) dalam kalimat percakapan tentang berteman dalam keragaman dengan tepat dan santun
  2. Murid dapat menanggapi komentar teman dalam percakapan tentang keragaman menggunakan volume dan intonasi yang tepat

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kamu sering mengucapkan kata ajaib seperti tolong, maaf, dan terima kasih?
  2. Bagaimana perasaanmu ketika temanmu mengucapkan kata ajaib kepadamu?
  3. Mengapa kita perlu menggunakan kata ajaib saat berbicara dengan teman yang berbeda dari kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan memeriksa kehadiran murid
  • Guru mengajak murid bernyanyi lagu pendek tentang persahabatan untuk menciptakan suasana gembira
  • Guru melakukan asesmen awal dengan meminta murid mengangkat tangan: siapa yang sering mengucapkan kata maaf, tolong, permisi, silakan, dan terima kasih
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar menggunakan lima kata ajaib dalam percakapan dengan teman
  • Guru memunculkan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan poster lima kata ajaib (maaf, tolong, permisi, silakan, terima kasih) dan membacakannya dengan jelas
  • Guru menjelaskan kapan dan bagaimana mengucapkan setiap kata ajaib dengan contoh situasi nyata di kelas
  • Murid mengamati poster dan mendengarkan penjelasan guru dengan penuh perhatian
  • Guru membacakan percakapan sederhana antara Langit dan Bening (dari buku siswa) yang menggunakan kata ajaib
  • Murid menyimak percakapan dan mengidentifikasi kata ajaib yang digunakan dalam percakapan tersebut
  • Guru meminta murid mewarnai kata ajaib di buku siswa: hijau untuk yang sering diucapkan, merah untuk yang jarang diucapkan
  • Murid merefleksikan penggunaan kata ajaib dalam keseharian mereka sendiri melalui kegiatan mewarnai

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (4-5 orang) dengan anggota yang beragam
  • Guru memberikan kartu situasi percakapan tentang keragaman (misal: meminjam pensil warna dari teman yang berbeda suku, meminta maaf karena tidak sengaja menabrak teman, meminta tolong kepada teman untuk mengambilkan buku)
  • Setiap kelompok menyusun percakapan pendek menggunakan kata ajaib sesuai kartu situasi yang diterima
  • Guru membimbing murid dalam menyusun percakapan dengan volume dan intonasi yang tepat
  • Setiap kelompok mempraktikkan percakapan mereka di depan kelas dengan bermain peran
  • Kelompok lain menyimak dan memberikan tanggapan: kata ajaib apa yang digunakan, apakah volume dan intonasi sudah tepat
  • Guru memberikan umpan balik langsung dan positif kepada setiap kelompok

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan berdiskusi tentang pengalaman menggunakan kata ajaib dalam percakapan
  • Murid mengungkapkan perasaan mereka saat mengucapkan kata ajaib dan saat mendengar kata ajaib dari teman
  • Guru memandu murid merefleksikan: mengapa kata ajaib penting dalam berteman dengan orang yang berbeda
  • Murid menuliskan atau menggambar satu komitmen sederhana untuk menggunakan kata ajaib di kehidupan sehari-hari
  • Beberapa murid berbagi refleksi mereka dengan suara lantang di depan kelas

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid melengkapi percakapan rumpang menggunakan kata ajaib yang tepat
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: lima kata ajaib membuat percakapan kita santun dan membuat teman bahagia
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi aktif mereka
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid mengucapkan kata ajaib kepada teman di sebelah mereka
  • Guru memberikan tugas sederhana: menggunakan lima kata ajaib di rumah dan menceritakan pengalamannya di pertemuan berikutnya

Diferensiasi:

  • Konten: Murid cepat diberikan kartu situasi percakapan yang lebih kompleks (3-4 giliran bicara). Murid lambat diberikan kartu situasi sederhana dengan 2 giliran bicara dan panduan visual kata ajaib.
  • Proses: Murid cepat bekerja lebih mandiri dalam menyusun percakapan. Murid lambat mendapat bimbingan intensif dari guru atau pendamping dengan bantuan template percakapan.
  • Produk: Murid cepat diminta membuat percakapan dengan 3 kata ajaib atau lebih dan menambahkan gerakan/ekspresi. Murid lambat cukup menggunakan 2 kata ajaib dengan volume dan intonasi tepat.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid mengangkat tangan untuk menunjukkan kata ajaib mana yang sering mereka gunakan
  • Guru mengamati pemahaman awal murid tentang penggunaan kata santun dalam percakapan

Proses:

  • Observasi saat murid mewarnai kata ajaib: apakah mereka dapat mengidentifikasi kata yang sering/jarang digunakan
  • Pengamatan saat murid menyusun percakapan dalam kelompok: apakah mereka memilih kata ajaib yang tepat sesuai situasi
  • Penilaian kinerja saat bermain peran: ketepatan kata ajaib, volume suara, intonasi, dan sikap santun

Akhir:

  • Tes tertulis: murid melengkapi 5 kalimat percakapan rumpang dengan kata ajaib yang sesuai konteks
  • Praktik individu: murid berpasangan mempraktikkan percakapan singkat tentang keragaman menggunakan minimal 2 kata ajaib dengan volume dan intonasi tepat

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat menyimak penjelasan lima kata ajaib
  • Pengamatan aktivitas mewarnai kata ajaib di buku siswa
  • Observasi keterampilan berbicara murid saat bermain peran: ketepatan penggunaan kata ajaib, volume, dan intonasi

Sumatif:

  • Tes tertulis: melengkapi percakapan rumpang dengan kata ajaib yang tepat
  • Praktik bermain peran percakapan menggunakan kata ajaib tentang keragaman secara berpasangan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan penggunaan kata ajaibMurid belum dapat menggunakan kata ajaib dalam percakapan atau menggunakan kata yang tidak sesuai konteksMurid dapat menggunakan 1-2 kata ajaib dalam percakapan dengan bantuan guruMurid dapat menggunakan 3-4 kata ajaib dalam percakapan dengan tepat sesuai konteksMurid dapat menggunakan 5 kata ajaib dalam percakapan dengan tepat, santun, dan konsisten sesuai konteks
Volume dan intonasi dalam berbicaraMurid berbicara terlalu pelan atau keras, intonasi datar tanpa ekspresiMurid berbicara dengan volume cukup terdengar tetapi intonasi masih datar atau kurang sesuaiMurid berbicara dengan volume jelas dan intonasi cukup sesuai dengan konteks percakapanMurid berbicara dengan volume jelas, intonasi tepat, dan ekspresi yang sesuai dengan konteks percakapan
Menanggapi komentar temanMurid belum dapat menanggapi komentar teman atau tidak memberikan responsMurid menanggapi komentar teman dengan kata ajaib tetapi volume dan intonasi belum tepatMurid menanggapi komentar teman dengan kata ajaib, volume dan intonasi cukup tepatMurid menanggapi komentar teman dengan kata ajaib, volume dan intonasi tepat, serta sikap santun dan penuh perhatian
Sikap santun dalam percakapanMurid belum menunjukkan sikap santun saat berbicara dengan temanMurid mulai menunjukkan sikap santun tetapi masih perlu diingatkanMurid menunjukkan sikap santun saat berbicara dengan teman secara konsistenMurid menunjukkan sikap santun, menghargai perbedaan, dan menjadi pendengar yang baik secara konsisten

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah strategi bermain peran efektif membantu murid memahami penggunaan kata ajaib?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling menarik minat murid?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid cepat dan lambat?
  • Apa yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran berikutnya agar murid lebih terampil menggunakan kata ajaib?

Refleksi Murid:

  • Kata ajaib apa yang paling mudah kamu ucapkan?
  • Kata ajaib apa yang masih sulit kamu ucapkan? Mengapa?
  • Bagaimana perasaanmu saat temanmu mengucapkan kata ajaib kepadamu?
  • Kapan kamu akan menggunakan kata ajaib di rumah atau di sekolah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Bab 5
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Bab 5
  3. Poster lima kata ajaib (maaf, tolong, permisi, silakan, terima kasih)
  4. Kartu situasi percakapan tentang keragaman
  5. Kertas warna (hijau dan merah) untuk kegiatan mewarnai
  6. Spidol atau krayon

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.