Modul AjarBab 5Fase ASemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 2 Bab 5: Berteman dalam Keragaman

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Bahasa Indonesia kelas 2 untuk Bab 5 "Berteman dalam Keragaman", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 2 Bab 5: Berteman dalam Keragaman

Bahasa Indonesia - Kelas 2

Bab 5

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Bab 5 — Berteman dalam Keragaman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikBab 5 — Berteman dalam Keragaman
Alokasi Waktu36 JP (36 x 35 menit = 1260 menit)
Jumlah Pertemuan18
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 2.5.1 Menemukan informasi dari teks aural berupa percakapan yang berkaitan dengan lingkungan sekitar
  2. TP 2.5.2 Menemukan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang keragaman di lingkungan sekitar
  3. TP 2.5.3 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar
  4. TP 2.5.4 Menemukan isi bacaan yang dipirsa tentang lingkungan sekitar
  5. TP 2.5.5 Merespons dengan menjawab pertanyaan orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang lingkungan sekitar
  6. TP 2.5.6 Menulis berbagai tipe teks sederhana tentang lingkungan sekitar dengan beberapa kalimat sederhana

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa saja perbedaan yang kamu ketahui dari teman-teman di kelas kita?
  2. Bagaimana caramu mengetahui informasi tentang asal daerah atau kesukaan teman saat mereka sedang berbicara?
  3. Apa yang biasanya kamu lakukan jika temanmu menyukai permainan yang berbeda denganmu?
  4. Bagaimana kita bisa tahu cara bersikap rukun hanya dengan mendengarkan percakapan orang lain?
  5. Apa yang biasanya kita pelajari setelah mendengarkan cerita tentang hewan?
  6. Bagaimana sikap hewan-hewan yang berbeda bentuk tubuh saat ingin bermain bersama dalam cerita?
  7. Mengapa kita perlu saling menolong meskipun memiliki bentuk tubuh atau kebiasaan yang berbeda?
  8. Apa pesan kebaikan yang dapat kita ambil dari kisah hewan yang saling menghargai?
  9. Bagaimana cara kita membaca kata yang baru kita lihat agar terdengar lancar?
  10. Kata apa saja tentang teman di sekitar kita yang mudah dibaca bersama-sama?
  11. Bagaimana caramu membaca sebuah kata tanpa mengeja satu per satu hurufnya?
  12. Kata sifat apa saja yang biasanya kamu temukan saat membaca cerita tentang teman yang beragam?
  13. Bagaimana caramu membaca kartu kata dengan lancar tanpa mengeja satu per satu hurufnya?
  14. Kata sifat apa yang paling cocok untuk menggambarkan teman yang suka tersenyum dan menolong?
  15. Siapa saja binatang yang ada di dalam cerita bergambar yang kita baca?
  16. Apa yang terjadi pada tokoh binatang ketika berjalan menuju kolam?
  17. Apa kesulitan yang dialami oleh tokoh dalam cerita fabel yang kita baca?
  18. Bagaimana cara tokoh tersebut menyelesaikan kesulitannya bersama teman-temannya?
  19. Apa ciri istimewa yang dimiliki oleh tokoh itik pada fabel yang kita baca bersama?
  20. Bagaimana ciri khusus tokoh membantu itik saat berenang di air bersama teman-temannya?
  21. Apa kata ajaib yang kamu ucapkan saat tidak sengaja menyenggol meja teman?
  22. Mengapa kita perlu menjawab pertanyaan guru atau teman dengan kata santun seperti 'tolong' atau 'terima kasih'?
  23. Apa yang kamu katakan jika teman menanyakan permainan kesukaanmu?
  24. Bagaimana caramu menjawab pertanyaan teman bila makanan kesukaan kalian berbeda?
  25. Apa kata yang kita ucapkan saat teman menanyakan kesukaan atau asal daerah kita agar percakapan tetap menyenangkan?
  26. Bagaimana caramu menjawab jika teman bertanya tentang perbedaan mainan kesukaanmu secara sopan?
  27. Apa ciri fisik atau sifat yang dimiliki oleh Itik atau Burung Dara dalam fabel yang pernah kita baca?
  28. Bagaimana cara kita menyusun kalimat sederhana untuk menceritakan ciri tokoh binatang tersebut?
  29. Apa yang terjadi ketika Itik yang kakinya berselaput ingin berenang bersama Ayam?
  30. Bagaimana cara kita menuliskan kejadian tolong-menolong dalam cerita binatang menjadi kalimat yang mudah dipahami?
  31. Jika ada dua binatang yang sangat berbeda bentuk tubuhnya, cerita seru apa yang bisa terjadi saat mereka berteman?
  32. Bagaimana caramu menyusun cerita fabel pertemanan dalam 3 sampai 4 kalimat sederhana?
  33. Bagaimana caramu membuat cerita fabel yang sudah kamu tulis kemarin menjadi lebih rapi dan lengkap kalimatnya?
  34. Apakah kalimat-kalimat dalam cerita fabelmu sudah menceritakan tokoh dan kebaikan dalam pertemanan dengan jelas?
  35. Apa saja hal menyenangkan yang sudah kita pelajari bersama tentang berteman dalam keragaman?
  36. Bagaimana cara kita menunjukkan kemampuan menyimak, membaca, berbicara santun, dan menulis yang telah kita latih?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menemukan informasi pokok tentang keragaman teman dari teks aural percakapan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.1 Menemukan informasi dari teks aural berupa percakapan yang berkaitan dengan lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menyimak teks percakapan yang dibacakan dan menemukan informasi pokok tentang keragaman teman (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperdengarkan percakapan sangat pendek (2 kalimat): 'Budi: Aku suka makan rendang dari Padang. Siti: Kalau aku suka gudeg dari Yogyakarta.' lalu mengajukan pertanyaan cepat: 'Makanan apa yang disukai Budi?' (acuan: rendang/rendang dari Padang) dan 'Dari mana asal gudeg yang disukai Siti?' (acuan: Yogyakarta) untuk memetakan kesiapan menyimak informasi aural (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan teks aural percakapan 'Bermain Bersama di Jam Istirahat': Made: 'Halo Dimas, kamu sedang makan bekal apa?' Dimas: 'Halo Made! Ini nasi pecel buatan ibuku, makanan khas dari Jawa Timur. Bekalmu apa?' Made: 'Aku membawa nasi campur ayam betutu dari Bali. Ternyata bekal kita berasal dari daerah yang berbeda ya!' Dimas: 'Iya Made, meskipun daerah asal dan kesukaan kita berbeda, kita tetap bermain bersama dengan rukun.' (5 menit).
  • Guru memberikan pemodelan menemukan informasi pokok melalui pertanyaan penuntun: 'Siapa yang berbicara?', 'Apa yang sedang dibicarakan?', dan 'Apa saja keragaman yang disebutkan dalam percakapan?' (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid bermain permainan menyimak 'Tepuk Detektif Informasi': guru membacakan ulang teks percakapan, dan saat guru selesai, murid secara berpasangan saling menantang untuk menemukan informasi pokok (10 menit).
  • Guru membacakan teks aural percakapan kedua 'Kawan Baru di Kelas Dua': Lani: 'Hai Togar, kamu lahir di mana?' Togar: 'Hai Lani! Aku lahir di Medan, suku Batak. Kalau kamu?' Lani: 'Aku lahir di Bandung, suku Sunda. Meskipun suku kita berbeda, kita tetap saling menghargai.' (5 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Temuan Informasi berisi 4 butir pertanyaan pilihan berdasarkan teks percakapan kedua: (1) Siapa dua anak dalam percakapan? (acuan: Lani dan Togar); (2) Dari kota mana Togar berasal? (acuan: Medan); (3) Apa suku Lani? (acuan: Sunda); (4) Apa sikap yang dilakukan terhadap perbedaan suku mereka? (acuan: tetap saling menghargai / rukun) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi murid mengecek jawaban bersama-sama dan menyadari kata kunci apa yang membantu mereka menemukan informasi dari teks yang didengar (7 menit).
  • Murid mengangkat kartu jempol (jempol ke atas jika mudah menemukan informasi pokok dari percakapan aural, jempol ke samping jika masih perlu bantuan guru) (3 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa informasi pokok tentang keragaman teman (nama, asal daerah, suku, makanan khas) dapat ditemukan dengan mendengarkan isi percakapan secara saksama (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan materi, mengingatkan sikap saling menghargai teman dalam keragaman di lingkungan sekitar, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Teks percakapan aural dibacakan dengan artikulasi jelas dan pengulangan jeda intonasi bagi murid yang membutuhkan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci pertanyaan (Siapa, Dari mana, Apa), sedangkan murid yang cepat diberi tantangan menemukan 1 informasi tambahan dari detail percakapan.
  • Produk: Murid boleh menyampaikan jawaban Lembar Temuan Informasi secara lisan kepada guru atau mencentang opsi jawaban bergambar/bertuliskan kata kunci.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Menjawab 2 pertanyaan lisan singkat setelah menyimak percakapan pendek 2 kalimat: Butir 1: 'Makanan apa yang disukai Budi?' (acuan: rendang / rendang Padang); Butir 2: 'Dari mana asal gudeg yang disukai Siti?' (acuan: Yogyakarta).

Proses:

  • Pengerjaan Lembar Temuan Informasi berisi 4 butir berdasarkan teks aural 'Kawan Baru di Kelas Dua': (1) Tokoh dalam percakapan (acuan: Lani dan Togar); (2) Asal daerah/kota Togar (acuan: Medan); (3) Suku asal Lani (acuan: Sunda); (4) Sikap terhadap perbedaan suku (acuan: saling menghargai / tetap rukun).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi melalui 2 butir pertanyaan lisan: (1) 'Sebutkan 1 keragaman yang ada pada percakapan Made dan Dimas!' (acuan: daerah asal Bali dan Jawa Timur / bekal ayam betutu dan nasi pecel); (2) 'Bagaimana sikap mereka saat memiliki perbedaan?' (acuan: tetap bermain bersama dengan rukun).

Formatif:

  • Pemeriksaan Lembar Temuan Informasi (4 butir pertanyaan berdasarkan teks aural percakapan)
  • Pengamatan ketercapaian menyimak saat tanya jawab terbimbing

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan informasi pokok tentang keragaman dari teks aural percakapanMenemukan paling banyak 1 dari 4 informasi pokok pada teks aural percakapan dengan acuan kunci jawaban.Menemukan 2 dari 4 informasi pokok pada teks aural percakapan dengan acuan kunci jawaban.Menemukan 3 dari 4 informasi pokok pada teks aural percakapan dengan acuan kunci jawaban secara mandiri.Menemukan seluruh (4 dari 4) informasi pokok pada teks aural percakapan dengan tepat sesuai acuan kunci jawaban secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pelafalan dan tempo pembacaan teks percakapan aural sudah cukup jelas bagi seluruh murid kelas 2?
  • Bagian mana dari teks percakapan yang paling mudah dan paling sulit diidentifikasi informasinya oleh murid?

Murid:

  • Apa informasi baru tentang keragaman teman yang kamu dengar hari ini?
  • Apakah kamu bisa mendengar dengan jelas saat guru membacakan percakapan tadi?

Pertemuan 2 — Menemukan informasi rinci tentang sikap rukun dalam keragaman dari teks aural percakapan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.1 Menemukan informasi dari teks aural berupa percakapan yang berkaitan dengan lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menemukan informasi rinci tentang bentuk sikap rukun dalam keragaman dari percakapan yang diperdengarkan (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan membacakan satu kalimat situasi: 'Budi suka menggambar gunung, sedangkan Siti suka mewarnai bunga, lalu mereka bertukar krayon dengan gembira.' Guru meminta murid menyebutkan rincian sikap rukun yang terjadi (acuan: sikap rukunnya adalah bertukar krayon dengan gembira) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai cara menemukan informasi rinci (seperti tindakan khusus, benda yang dipakai, atau bentuk bantuan) saat mendengarkan percakapan (5 menit).
  • Guru membacakan Teks Percakapan 1: 'Lani: Wayan, kamu sedang merapikan mainan apa? / Wayan: Aku sedang mengumpulkan balok kayu dan origami kertas kita. / Lani: Mari kubantu memasukkan balok ke kotak agar cepat selesai, walau jenis mainan kita berbeda. / Wayan: Terima kasih, Lani! Kita tetap bisa merapikan bersama.' Murid mencermati tindakan rukun yang dilakukan para tokoh (5 menit).
  • Secara klasikal terbimbing, murid bersama guru menemukan rincian sikap rukun dari teks: (1) Lani menawarkan bantuan merapikan balok ke kotak, (2) Wayan mengucapkan terima kasih, dan (3) merapikan mainan bersama meski jenis mainannya berbeda (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan kuis dengar 'Detektif Sikap Rukun': Guru membacakan Teks Percakapan 2: 'Made: Edo, bekal makananmu baunya harum sekali. Itu apa? / Edo: Ini papeda dari daerahku, Made. Kalau kamu bawa apa? / Made: Aku bawa nasi uduk. Maukah kamu mencicipi sedikit nasi udukku? / Edo: Boleh, Made! Terima kasih sudah berbagi, silakan cicipi juga papedaku.' Murid berlomba mengangkat kartu simbol centang saat mendengar rincian tindakan rukun (10 menit).
  • Murid menerima lembar kerja yang memuat 4 butir pertanyaan pilihan ganda terkait informasi rinci sikap rukun dari Teks Percakapan 2 yang dibacakan ulang oleh guru: Soal 1: Makanan khas apa yang dibawa Edo? [Opsi: A. Papeda, B. Nasi uduk; acuan benar: A]; Soal 2: Makanan apa yang ditawarkan Made kepada Edo? [Opsi: A. Papeda, B. Nasi uduk; acuan benar: B]; Soal 3: Apa bentuk tindakan rukun yang ditawarkan Made? [Opsi: A. Bertukar tas, B. Mengajak mencicipi makanannya; acuan benar: B]; Soal 4: Bagaimana sikap Edo saat menerima tawaran Made? [Opsi: A. Menolak dan marah, B. Mengucapkan terima kasih dan membalas mengajak mencicipi; acuan benar: B] (10 menit).
  • Murid secara mandiri memilih jawaban yang tepat pada lembar kerja berdasarkan teks aural yang didengarkan (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru membacakan kembali kunci acuan jawaban dan murid memeriksa ketepatan informasi rincian sikap rukun yang telah mereka temukan (5 menit).
  • Murid menyampaikan bagian informasi rincian mana yang paling mudah atau paling menantang untuk diingat saat hanya mendengarkan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa informasi rinci tentang sikap rukun dapat ditemukan dari tindakan nyata yang diucapkan tokoh dalam percakapan (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketepatan murid dalam menyimak rincian percakapan dan menutup pembelajaran dengan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, percakapan dibacakan dengan tempo lebih lambat dan intonasi penekanan pada rincian tindakan; untuk murid yang sudah mahir, teks percakapan memuat detail variasi keragaman daerah dan makanan tanpa pengulangan berlebih.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan diberikan penegasan pada kata kunci tindakan rukun sebelum menjawab; murid mahir langsung menyimak teks secara utuh tanpa jeda pemandu.
  • Produk: Semua murid menyelesaikan 4 butir pilihan rincian informasi; murid yang butuh bantuan dapat menunjukkan pilihan secara lisan atau melingkari simbol, sedangkan murid mahir menandai lembar kerja mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik menyimak 1 kalimat situasi aural: 'Budi suka menggambar gunung, sedangkan Siti suka mewarnai bunga, lalu mereka bertukar krayon dengan gembira.' Murid diminta menyebutkan tindakan rukun yang dilakukan tokoh (acuan jawaban: bertukar krayon dengan gembira).

Proses:

  • Observasi respon murid saat permainan 'Detektif Sikap Rukun' dalam mengenali rincian sikap rukun dari Teks Percakapan 2.
  • Pengerjaan lembar kerja 4 butir pilihan ganda informasi rinci berdasarkan Teks Percakapan 2 (Butir 1 acuan: Papeda; Butir 2 acuan: Nasi uduk; Butir 3 acuan: Mengajak mencicipi makanannya; Butir 4 acuan: Mengucapkan terima kasih dan membalas mengajak mencicipi).

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan ketepatan hasil lembar kerja pengerjaan 4 butir soal informasi rinci sikap rukun (kriteria tuntas: minimal 3 dari 4 butir dijawab tepat sesuai acuan kunci).

Formatif:

  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri 4 butir pilihan ganda informasi rinci teks aural percakapan sikap rukun.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan informasi rinci tentang sikap rukun dari teks aural percakapanBelum mampu menemukan rincian sikap rukun dari teks aural percakapan (menjawab 0-1 butir dari 4 butir soal dengan tepat).Mulai mampu menemukan sebagian kecil rincian sikap rukun dari teks aural percakapan (menjawab 2 butir dari 4 butir soal dengan tepat).Mampu menemukan sebagian besar rincian sikap rukun dari teks aural percakapan dengan tepat (menjawab 3 butir dari 4 butir soal dengan tepat).Sangat mampu menemukan seluruh rincian sikap rukun dari teks aural percakapan secara tepat dan mandiri (menjawab 4 butir dari 4 butir soal dengan tepat).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks aural percakapan yang dibacakan cukup jelas dan mudah dipahami rincian isinya oleh seluruh murid?
  • Bagian mana dari aktivitas menyimak informasi rinci yang paling membutuhkan bimbingan tambahan bagi murid?

Murid:

  • Apakah kamu bisa mendengar dan menemukan sikap rukun apa saja yang dilakukan Made dan Edo?
  • Rincian apa yang paling mudah kamu ingat dari percakapan tadi?

Pertemuan 3 — Menemukan pesan kebaikan tentang keragaman dari teks fabel aural terbimbing — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.2 Menemukan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang keragaman di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimak cerita fabel yang dibacakan guru untuk menemukan pesan kebaikan tentang keragaman dan saling menghargai (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperdengarkan fabel aural mini 2 kalimat: 'Kancil yang lincah menolong Kura-Kura yang lambat menyeberangi parit. Kura-Kura berterima kasih dan mereka bersahabat.' Guru menanyakan: 'Apa pesan kebaikan dari cerita Kancil dan Kura-Kura?' (acuan jawaban benar: saling tolong-menolong walau berbeda/memiliki perbedaan kemampuan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan teks fabel aural berjudul 'Keluarga Bebek dan Burung Pipit' secara jelas: 'Keluarga Bebek pandai berenang dengan kaki berselaput, sedangkan Burung Pipit memiliki sayap gesit untuk terbang di udara. Suatu sore, anak Pipit kedinginan di tepi sungai dan tidak bisa berenang menyeberang. Bebek mengajak Pipit naik ke punggungnya lalu berenang bersama sampai ke seberang. Pipit membalas dengan memberi tahu pohon yang banyak buah manis dari atas langit. Mereka menyadari bahwa perbedaan bentuk tubuh dan kemampuan bukanlah halangan untuk saling menyayangi dan bekerja sama dalam kebaikan.' Murid menyimak dengan seksama (7 menit).
  • Guru memandu murid membedah makna pesan kebaikan melalui tanya jawab terarah berkesadaran: apa yang dilakukan Bebek kepada Pipit saat Pipit kesulitan, dan apa nasihat kebaikan yang ingin disampaikan cerita ini kepada kita tentang teman yang berbeda ciri tubuh (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan aural interaktif menggembirakan bertajuk 'Tebak Pesan Baik Fabel'. Guru memperdengarkan rekaman/bacaan fabel singkat kedua: 'Kelinci bertelinga panjang dan Landak berduri tajam ingin membuat rumah daun. Kelinci takut tertusuk duri Landak, tetapi Landak melipat durinya dengan hati-hati. Landak mengumpulkan dahan kayu yang berat, sementara Kelinci meloncat cepat menata dedaunan kering. Mereka tidak saling mengejek perbedaan rupa dan berhasil membangun rumah yang hangat bersama.' (10 menit).
  • Secara terbimbing, murid menyelesaikan lembar kerja pilihan ganda aural untuk menemukan pesan kebaikan fabel. Lembar memuat 2 butir soal: Butir 1 (Fabel Bebek dan Pipit): Pesan kebaikan apa yang ada dalam cerita? Pilihan: A. Mengejek teman yang tidak bisa berenang, B. Memanfaatkan perbedaan kemampuan untuk saling menolong, C. Menjauhi teman yang bersayap kecil (kunci: B). Butir 2 (Fabel Kelinci dan Landak): Nasihat baik apa yang disampaikan cerita tentang keragaman tubuh? Pilihan: A. Menghargai perbedaan ciri tubuh dan saling bekerja sama tanpa mengejek, B. Hewan berduri tidak boleh punya teman, C. Hewan bertelinga panjang harus bekerja sendiri (kunci: A) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru dan murid membahas bersama jawaban kedua butir lembar kerja. Murid mencocokkan hasil temuannya dengan acuan kebaikan tentang keragaman dan memeriksa pemahamannya (10 menit).

Penutup:

  • Guru memandu murid menyimpulkan kembali pesan kebaikan utama yang ditemukan dari fabel yang didengar: setiap teman berbeda, dan kebaikan hadir saat kita saling menolong serta menghargai perbedaan (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap proses menyimak murid, menyampaikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru membacakan ulang teks fabel dengan penekanan intonasi khusus pada kalimat yang memuat pesan kebaikan.
  • Proses: Murid cepat dipandu menemukan 1 contoh pesan kebaikan tambahan dari perbuatan tokoh dalam teks yang sama, sedangkan murid yang butuh bimbingan didampingi memilih opsi pesan kebaikan bergambar simbolik.
  • Produk: Semua murid menunjukkan ketercapaian dengan memilih opsi pesan kebaikan yang tepat pada 2 butir soal yang disediakan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik: 'Kancil yang lincah menolong Kura-Kura yang lambat menyeberangi parit. Kura-Kura berterima kasih dan mereka bersahabat. Apa pesan kebaikan cerita ini?' (Acuan jawaban benar: menolong teman yang membutuhkan/saling membantu walau memiliki perbedaan kemampuan atau kecepatan gerak).

Proses:

  • Cek pemahaman aural terbimbing pada lembar kerja 2 butir soal: Butir 1 (teks Fabel Bebek dan Pipit; acuan: opsi B 'Memanfaatkan perbedaan kemampuan untuk saling menolong'); Butir 2 (teks Fabel Kelinci dan Landak; acuan: opsi A 'Menghargai perbedaan ciri tubuh dan saling bekerja sama tanpa mengejek'). Kriteria ketercapaian: murid tepat memilih minimal 1 dari 2 pesan kebaikan teks fabel aural.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir lisan/tunjuk jari: 'Apakah pesan kebaikan fabel mengajarkan kita untuk mengejek teman yang berbeda atau hidup rukun saling membantu?' (Acuan jawaban benar: hidup rukun dan saling membantu teman yang berbeda).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran tentang pesan kebaikan fabel mini 2 kalimat
  • Tes aural terbimbing memilih pesan kebaikan teks fabel pada lembar kerja 2 butir

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan pesan kebaikan tentang keragaman dari fabel auralBelum mampu menemukan pesan kebaikan dari 2 teks fabel aural yang diperdengarkan (0 butir tepat dari 2 butir soal).Mampu menemukan pesan kebaikan dari teks fabel aural dengan bimbingan penuh guru (1 butir tepat dari 2 butir soal dengan arahan ulang).Mampu menemukan pesan kebaikan tentang keragaman dari teks fabel aural secara tepat (minimal 1 hingga 2 butir tepat dari 2 butir acuan secara mandiri).Mampu menemukan seluruh pesan kebaikan tentang keragaman dari kedua teks fabel aural secara tepat dan konsisten (2 butir tepat dari 2 butir acuan secara mandiri tanpa keraguan).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks fabel yang dibacakan secara aural cukup jelas dan mudah dipahami murid kelas 2 untuk menangkap pesan kebaikan keragaman?
  • Bagian mana dari langkah terbimbing yang paling efektif membantu murid menemukan pesan cerita?

Murid:

  • Pesan baik apa yang paling kamu sukai dari cerita hewan yang dibacakan guru tadi?
  • Apakah kamu bisa menemukan pesan cerita hewan saat mendengarkannya bersama teman?

Pertemuan 4 — Menemukan pesan saling menghargai perbedaan dari teks sastra fabel aural — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.2 Menemukan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang keragaman di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru mengaitkan materi fabel sebelumnya dengan menanyakan apa yang terjadi jika teman berbeda bentuk tubuh saling mengejek (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimak cerita fabel dan menemukan pesan saling menghargai perbedaan (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal secara lisan dengan membacakan kutipan mikro: 'Semut bertubuh kecil dan Gajah bertubuh sangat besar. Gajah tidak pernah menertawakan Semut, justru membantu Semut menyeberangi genangan air.' Guru bertanya: 'Pesan kebaikan apa yang ada di cerita tersebut?' (Acuan jawaban: kita tidak boleh mengejek perbedaan ukuran tubuh dan harus saling membantu/menghargai) (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan teks sastra fabel aural berjudul 'Keluarga Tupai dan Kura-Kura': 'Di tepi hutan, Tupai yang lincah melompat di dahan pohon melihat Kura-kura yang berjalan sangat lambat membawa bekal buah. Tupai tidak mengejek kelambatan Kura-kura. Saat hujan lebat turun, tempurung Kura-kura yang keras menjadi tempat berteduh bersama, sedangkan Tupai membagi buah di pohon tinggi untuk Kura-kura. Mereka sadar bahwa perbedaan kecepatan dan bentuk tubuh bukan untuk saling mencela, melainkan untuk saling melengkapi dan menghargai.' Murid menyimak dengan saksama (8 menit).
  • Guru memandu pemahaman dengan menanyakan hal-hal yang dilakukan tokoh: apa perbedaan Tupai dan Kura-kura, serta apa sikap baik yang mereka tunjukkan dalam cerita (7 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Memilih Pesan Fabel yang memuat 3 butir pernyataan pilihan ganda berbasis teks yang telah didengarkan: (1) Perilaku saling menghargai perbedaan ditunjukkan ketika: a. Tupai menertawakan Kura-kura, b. Tupai tidak mengejek kelambatan Kura-kura dan saling berbagi tempat teduh serta buah (Kunci: b); (2) Sikap yang benar terhadap teman yang berbeda kemampuan gerak adalah: a. Menghargai dan saling menolong, b. Menjauhi teman yang lambat (Kunci: a); (3) Pesan utama dari fabel Tupai dan Kura-kura adalah: a. Berlari cepat adalah yang paling hebat di hutan, b. Saling menghargai keunikan dan perbedaan membuat pertemanan rukun (Kunci: b) (10 menit).
  • Melalui permainan kuis gerak 'Pojok Pesan Kebaikan', guru membacakan kembali kutipan kedua: 'Landak memiliki duri tajam sedangkan Kelinci berbulu halus. Landak berhati-hati tidak melukai Kelinci, dan Kelinci tidak takut berteman dengan Landak.' Guru menyediakan 2 opsi pesan di papan tulis: Opsi A 'Menghargai perbedaan bentuk tubuh agar bisa hidup rukun' dan Opsi B 'Menjauhi teman yang memiliki duri'. Murid melompat ke sisi kiri untuk Opsi A atau ke sisi kanan untuk Opsi B (Acuan benar: Opsi A) (13 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid membahas ketepatan pilihan pesan dari kedua fabel yang telah disimak, memastikan setiap murid memahami alasan mengapa pesan tersebut bermakna saling menghargai (10 menit).
  • Murid menyimpulkan makna pesan saling menghargai perbedaan dalam fabel yang didengarkan dengan bimbingan guru (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil kerja menemukan pesan cerita fabel aural (3 menit).
  • Guru dan murid menyimpulkan intisari kegiatan menyimak pesan teks fabel keragaman (2 menit).
  • Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa dan salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pembacaan ulang fabel secara perlahan dengan penekanan pada kalimat inti peristiwa kebaikan tokoh, sedangkan murid yang lebih cepat mencakup analisis perbandingan 2 fabel pendek sekaligus.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dibantu dengan panduan memilih antara 2 opsi gambar simbolis pesan, sedangkan murid mahir langsung menentukan pesan secara mandiri.
  • Produk: Semua murid menghasilkan bukti ketercapaian yang sama berupa ketepatan menandai pesan saling menghargai perbedaan dari fabel yang didengar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: Guru membacakan kutipan mikro 'Gajah dan Semut' lalu meminta murid memilih/menentukan pesan kebaikan yang didengar. Acuan jawaban benar: saling menghargai perbedaan ukuran tubuh dan saling menolong/tidak mengejek.

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan pengerjaan Lembar Kerja Memilih Pesan Fabel (3 butir soal pilihan ganda). Acuan kunci jawaban: Butir 1 = b (Tupai tidak mengejek kelambatan Kura-kura dan saling berbagi tempat teduh serta buah); Butir 2 = a (Menghargai dan saling menolong); Butir 3 = b (Saling menghargai keunikan dan perbedaan membuat pertemanan rukun).
  • Observasi ketepatan murid memilih opsi pesan pada permainan gerak Pojok Pesan Kebaikan. Acuan kunci: Opsi A (Menghargai perbedaan bentuk tubuh agar bisa hidup rukun).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menanyakan satu pertanyaan penutup: 'Berdasarkan fabel Tupai dan Kura-kura tadi, mengapa kita tidak boleh mengejek perbedaan teman?' Acuan jawaban benar: karena setiap teman memiliki kelebihan dan perbedaan ada untuk saling menghargai serta saling melengkapi.

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik singkat pada kegiatan pendahuluan
  • Penilaian kinerja pengerjaan lembar kerja memilih pesan fabel dan partisipasi kuis gerak Pojok Pesan Kebaikan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan pesan saling menghargai perbedaan dari teks sastra fabel auralBelum mampu menemukan pesan saling menghargai perbedaan dari teks fabel aural yang diperdengarkan (menjawab 0 butir benar dari 3 butir lembar kerja).Mampu menemukan pesan saling menghargai perbedaan dari teks fabel aural dengan bimbingan intensif guru (menjawab 1 butir benar dari 3 butir lembar kerja).Mampu menemukan pesan saling menghargai perbedaan dari teks fabel aural secara tepat (menjawab 2 butir benar dari 3 butir lembar kerja).Mampu menemukan pesan saling menghargai perbedaan dari teks fabel aural secara konsisten, tepat, dan mandiri (menjawab seluruh 3 butir benar pada lembar kerja dan tepat pada kuis gerak).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks fabel yang dibacakan dengan intonasi vokal yang jelas telah memudahkan seluruh murid menangkap pesan keragaman?
  • Apakah aktivitas kuis gerak efektif membantu murid Fase A dalam menemukan pesan cerita secara menggembirakan?

Murid:

  • Bagian mana dari fabel Tupai dan Kura-kura yang paling kamu sukai?
  • Pesan baik apa yang akan kamu lakukan jika melihat teman yang berbeda denganmu?

Pertemuan 5 — Membaca kata-kata sederhana bertema keragaman dengan fasih secara klasikal — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.3 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca kata-kata sederhana bertema keragaman teman secara klasikal dan fasih (2 menit).
  • Asesmen awal diagnostik: Guru menunjukkan papan tulis berisi 3 kata uji awal yaitu (1) teman, (2) rukun, (3) beda. Tiga orang perwakilan murid diminta membaca masing-masing 1 kata secara lantang untuk memetakan kefasihan membaca kata bersuku kata sederhana (acuan: terbaca tepat tanpa mengeja satu per satu huruf) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru menempelkan bagan teks klasikal di papan tulis berisi 6 kata sederhana bertema keragaman: (1) teman, (2) rukun, (3) beda, (4) suku, (5) sama, (6) tolong (5 menit).
  • Guru mencontohkan pelafalan setiap kata dengan jelas dan fasih, kemudian mengajak seluruh murid memperhatikan bentuk kata dan bunyi suku katanya secara saksama (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Seluruh kelas membaca bersama secara klasikal keenam kata di bagan dengan bimbingan ketukan penunjuk guru secara serempak dan fasih tanpa mengeja (10 menit).
  • Permainan Kereta Kata: Kelas dibagi menjadi 4 kelompok deret bangku; guru menunjuk kata secara bergantian dan kelompok yang ditunjuk harus membacanya serempak dengan cepat dan tepat tanpa jeda ragu (15 menit).
  • Latihan membaca mandiri bergantian: Guru menunjuk murid secara bergiliran untuk membaca 1 dari 6 kata target yang dipilih acak di papan tulis (acuan kata target: teman, rukun, beda, suku, sama, tolong) guna mengecek kefasihan membaca langsung tanpa mengeja (10 menit).

Merefleksi (Bermakna):

  • Murid bersama guru merefleksikan pengalaman membaca kata secara bersama-sama dan mengenali kata mana yang paling lancar dibaca serta kata mana yang masih memerlukan kehati-hatian (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan cara membaca kata sederhana secara lancar langsung tanpa mengeja (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu kata berukuran besar dengan pemisahan warna per suku kata (misal: te-man, ru-kun) bagi murid yang masih tahap awal membaca.
  • Proses: Memberi bimbingan modeling ulang langsung bagi murid yang masih terbata-bata, sementara murid yang sudah sangat lancar diberi kesempatan membaca rangkaian kata lebih cepat.
  • Produk: Semua murid mendemonstrasikan kefasihan membaca kata sederhana bertema keragaman secara lisan sesuai tingkat kesiapan masing-masing.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes membaca lisan diagnostik 3 kata uji sederhana di papan tulis: (1) teman, (2) rukun, (3) beda. Kriteria acuan: murid mampu melafalkan kata secara utuh tanpa mengeja huruf per huruf (benar jika terbaca tepat).

Proses:

  • Pengamatan ketercapaian kefasihan membaca lisan terhadap 6 kata target: (1) teman, (2) rukun, (3) beda, (4) suku, (5) sama, (6) tolong. Acuan penilaian: fasih dibaca langsung, tanpa mengeja, tanpa pengulangan kata, dan tanpa jeda ragu.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk acak 2 kata dari daftar 6 kata target kepada murid yang dipilih bergantian untuk memastikan kemampuan membaca fasih mandiri (acuan: kata terbaca tepat dan spontan tanpa mengeja).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja kefasihan membaca kata secara klasikal dan individual selama kegiatan inti.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kefasihan Membaca Kata SederhanaMembaca kata dengan mengeja huruf satu per satu secara terbata-bata dan membutuhkan bantuan penuh guru untuk seluruh 6 kata target.Membaca dengan fasih 1 sampai 3 dari 6 kata target (teman, rukun, beda, suku, sama, tolong) tanpa mengeja, namun masih mengeja pada kata lainnya.Membaca dengan fasih 4 sampai 5 dari 6 kata target (teman, rukun, beda, suku, sama, tolong) secara langsung tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu.Membaca dengan fasih seluruh 6 kata target (teman, rukun, beda, suku, sama, tolong) secara langsung, mandiri, tanpa mengeja, dan tanpa pengulangan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah metode membaca klasikal dan permainan Kereta Kata efektif membantu murid membaca kata tanpa mengeja?
  • Berapa banyak murid yang masih memerlukan bantuan membaca suku kata sederhana?

Murid:

  • Kata mana dari papan tulis yang paling mudah dan lancar kamu baca?
  • Bagian kegiatan membaca mana yang paling menyenangkan hari ini?

Pertemuan 6 — Membaca kata sifat sederhana dalam bacaan keragaman dengan fasih — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.3 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 kartu kata sifat sederhana: 'ramah' dan 'sabar'. Murid diminta membaca kedua kata tersebut secara lisan untuk memetakan kefasihan membaca awal (acuan kefasihan: dibaca langsung 'ra-mah' -> 'ramah' dan 'sa-bar' -> 'sabar' tanpa tersendat atau mengeja huruf per huruf) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membaca kata-kata sifat sederhana yang ada di dalam bacaan bertema keragaman dengan lancar dan fasih (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid memirsa bacaan singkat berjudul 'Teman Baru di Kelas Dua' di papan tulis: 'Di kelas baru, Edo bertemu teman yang beragam. Siti anak yang ramah. Dayu anak yang sabar. Beni anak yang jujur. Lani anak yang ceria. Udin anak yang tekun. Walau berbeda sifat, mereka selalu rukun bermain bersama.' (5 menit).
  • Guru memodelkan membaca fasih (tanpa mengeja per huruf dan tanpa jeda ragu) pada 5 kata sifat sederhana yang terdapat di dalam bacaan: 'ramah', 'sabar', 'jujur', 'ceria', dan 'tekun' (5 menit).
  • Murid bersama-sama secara klasikal menirukan membaca kelima kata sifat sederhana tersebut dengan fasih mengikuti bimbingan guru (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid berpasangan memainkan permainan menggembirakan 'Tepuk Kata Cepat': secara bergantian, seorang murid menunjukkan kartu kata sifat bertema keragaman dan pasangannya membaca kata tersebut dengan fasih tanpa mengeja. Kartu yang digunakan berisi 5 kata: (1) 'ramah', (2) 'sabar', (3) 'jujur', (4) 'ceria', dan (5) 'tekun' (10 menit).
  • Setiap murid menerima lembar bacaan dan membaca mandiri kalimat yang memuat kata sifat keragaman: (1) 'Siti anak yang ramah', (2) 'Dayu anak yang sabar', (3) 'Beni anak yang jujur', (4) 'Lani anak yang ceria', (5) 'Udin anak yang tekun' (acuan kefasihan: membaca kata sifat tepat tanpa mengeja, tanpa pengulangan, dan tanpa jeda ragu) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid saling menyimak dan memeriksa kefasihan membaca pasangan menggunakan daftar ceklis sederhana berpasangan untuk kelima kata sifat target (5 menit).
  • Murid mengungkapkan kata sifat mana yang paling mudah dibaca langsung dan kata yang masih perlu dilatih kelancarannya (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik atas latihan membaca fasih yang telah dilakukan seluruh murid serta menegaskan kemajuan membaca mereka (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan membaca kata sifat hari ini dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang masih memerlukan bimbingan membaca diberikan kartu kata sifat dengan bantuan pemenggalan suku kata berwarna (misalnya: ra-mah, sa-bar), sedangkan murid yang sudah lancar membaca langsung kartu kata utuh.
  • Proses: Bagi murid yang belum fasih diberikan pendampingan langsung oleh guru saat melafalkan kata, sedangkan murid yang sudah lancar berlatih membaca cepat secara mandiri berpasangan.
  • Produk: Tidak ada perbedaan tagihan produk; seluruh murid unjuk kerja membaca lisan 5 kata sifat target sesuai tingkat kemandiriannya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik membaca lisan 2 kartu kata sifat: 'ramah' dan 'sabar' di awal pelajaran (acuan: terbaca tepat tanpa mengeja satu per satu huruf; murid yang terbata dipetakan untuk mendapat bimbingan suku kata).

Proses:

  • Pengamatan ketercapaian membaca fasih 5 kata sifat sederhana pada bacaan keragaman: (1) 'ramah', (2) 'sabar', (3) 'jujur', (4) 'ceria', (5) 'tekun' saat aktivitas bermain kartu kata dan membaca mandiri (acuan: membaca tepat, tanpa jeda ragu, tanpa mengeja, dan tanpa pengulangan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek kefasihan membaca mandiri pada 5 kata sifat target: (1) 'ramah', (2) 'sabar', (3) 'jujur', (4) 'ceria', dan (5) 'tekun'. Kriteria ketuntasan: murid mampu membaca minimal 4 dari 5 kata sifat tersebut dengan fasih (lancar tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja membaca lisan kata sifat sederhana secara berpasangan dan mandiri menggunakan rubrik kefasihan membaca.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kefasihan membaca kata sifat sederhana dalam bacaanMembaca 0 hingga 2 dari 5 kata sifat target ('ramah', 'sabar', 'jujur', 'ceria', 'tekun') dan masih mengeja huruf demi huruf.Membaca 3 dari 5 kata sifat target ('ramah', 'sabar', 'jujur', 'ceria', 'tekun') dengan fasih, namun masih terbata-bata atau mengulang pada kata lainnya.Membaca 4 dari 5 kata sifat target ('ramah', 'sabar', 'jujur', 'ceria', 'tekun') dengan fasih tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu.Membaca seluruh (5 dari 5) kata sifat target ('ramah', 'sabar', 'jujur', 'ceria', 'tekun') dengan fasih, lancar tanpa mengeja, dan tanpa jeda ragu secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media teks dan kartu kata sifat efektif membantu murid membaca dengan fasih tanpa mengeja?
  • Berapa banyak murid yang telah mencapai kriteria fasih dan siapa yang membutuhkan latihan pemenggalan suku kata pada pertemuan berikutnya?

Murid:

  • Kata sifat apa yang paling mudah kamu baca tanpa mengeja hari ini?
  • Bagian mana saat membaca kata bersama teman yang paling kamu sukai?

Pertemuan 7 — Membaca mandiri kartu kata-kata sederhana dan kata sifat dengan fasih — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.3 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid serta mengondisikan kesiapan belajar di kelas (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 2 kartu kata secara berurutan di depan kelas: (1) 'teman', (2) 'ramah'. Dua orang perwakilan murid diminta membaca langsung kata tersebut tanpa mengeja untuk memetakan kesiapan membaca fasih (acuan keterbacaan: dibaca utuh 'teman' dan 'ramah' tanpa jeda suku kata) (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berlatih membaca mandiri kartu kata-kata sederhana dan kartu kata sifat dengan fasih (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru memperagakan teknik membaca mandiri kartu kata secara langsung dan utuh (tanpa mengeja per huruf atau mengeja per suku kata) menggunakan set kartu kata percontohan berisi 4 kata: (1) 'suku', (2) 'rukun', (3) 'baik', (4) 'rajin' (5 menit).
  • Guru membimbing seluruh murid melafalkan keempat kata percontohan tersebut bersama-sama dengan fasih, memperhatikan kejelasan bunyi kata (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan amplop berisi 'Paket Kartu Kata Mandiri' kepada setiap murid yang terdiri atas 6 kartu kata: (1) 'sopan', (2) 'sabar', (3) 'jujur', (4) 'beda', (5) 'sama', (6) 'setia' (5 menit).
  • Murid memainkan permainan tantangan membaca mandiri 'Tebak Kilat Kartu Kata': murid membalik satu per satu kartu di mejanya lalu membacanya secara mandiri dengan cepat dan fasih tanpa mengeja (10 menit).
  • Secara bergantian di meja masing-masing, murid membaca mandiri ke-6 kartu kata tersebut di hadapan guru saat guru berkeliling melakukan observasi dan penilaian formatif langsung (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengelompokkan kartu kata yang sudah berhasil dibaca dengan sangat lancar dan kartu kata yang dirasa masih perlu dilatih kembali pelafalannya (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap kartu kata yang sering terbaca terbata-bata dan meminta murid membaca ulang kata tersebut secara utuh (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan hari ini bahwa membaca fasih dilakukan dengan membaca langsung kata secara utuh tanpa mengeja hurufnya satu per satu (5 menit).
  • Guru menutup pembelajaran dengan apresiasi atas kemandirian membaca murid dan mengucap salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan membaca kartu kata dengan bantuan pemenggalan warna suku kata pada kartu yang sama (misalnya: so-pan, sa-bar), sedangkan murid yang sudah mahir membaca kartu kata dengan ukuran huruf standar tanpa tanda bantu.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan diberikan kesempatan mengulang 1-2 kali dengan bimbingan langsung guru, sedangkan murid yang cepat langsung membaca mandiri secara acak.
  • Produk: Semua murid menunjukkan unjuk kerja membaca mandiri keenam kartu kata target secara lisan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes membaca lisan singkat saat apersepsi menggunakan 2 kartu kata: (1) 'teman', (2) 'ramah'. Guru mencatat apakah murid membaca langsung secara fasih atau masih mengeja huruf demi huruf (acuan keterbacaan: kata dibaca langsung 'teman' dan 'ramah' tanpa mengeja 't-e-m-a-n' atau mengeja suku kata 'te-man').

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja membaca mandiri 6 kartu kata target per murid saat sesi aplikasi: (1) 'sopan', (2) 'sabar', (3) 'jujur', (4) 'beda', (5) 'sama', (6) 'setia'. Kriteria penilaian: dibaca fasih secara utuh tanpa mengeja, tanpa pengulangan kata, dan tanpa jeda ragu lebih dari 3 detik untuk setiap kartu.

Akhir Pertemuan:

  • Cek kefasihan membaca cepat di akhir sesi: guru memilih acak 2 dari 6 kartu kata yang telah dipelajari ((1) 'sopan', (2) 'sabar', (3) 'jujur', (4) 'beda', (5) 'sama', (6) 'setia') untuk dibaca mandiri oleh murid dalam waktu maksimal 3 detik per kata (acuan: terbaca tepat dan fasih secara langsung tanpa mengeja).

Formatif:

  • Unjuk kerja membaca mandiri 6 kartu kata sederhana dan kata sifat menggunakan lembar ceklis ketercapaian kefasihan membaca.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kefasihan membaca mandiri kartu kata (Target 6 kata: sopan, sabar, jujur, beda, sama, setia)Membaca mandiri kurang dari 3 kata target dengan fasih (masih mengeja huruf atau suku kata pada sebagian besar kata).Membaca mandiri 3 sampai 4 kata target dengan fasih tanpa mengeja.Membaca mandiri 5 kata target dengan fasih tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu.Membaca mandiri seluruh 6 kata target dengan fasih tanpa mengeja, tanpa pengulangan, dan lancar seketika.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Berapa banyak murid yang sudah mampu membaca mandiri kartu kata tanpa mengeja?
  • Kartu kata mana dari 6 target yang paling sering membuat murid mengeja atau ragu-ragu?
  • Langkah perbaikan apa yang perlu disiapkan untuk murid yang belum lancar membaca kata sifat?

Murid:

  • Kata mana pada kartu kata yang paling mudah kamu baca dengan lancar?
  • Apakah kamu masih mengeja huruf saat membaca kartu kata tadi?

Pertemuan 8 — Menemukan tokoh dan peristiwa dalam teks fabel Rahasia Kaki Itik — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.4 Menemukan isi bacaan yang dipirsa tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru melakukan apersepsi dan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan satu gambar fabel sederhana 'Kancil dan Buaya' di papan tulis lalu mengajukan 2 pertanyaan kesiapan: (1) 'Siapa tokoh pada gambar ini?' (acuan jawaban: Kancil dan Buaya) dan (2) 'Apa yang sedang dialami Kancil?' (acuan jawaban: Kancil menyeberang sungai / Kancil bertemu buaya) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menemukan nama tokoh dan peristiwa yang dialami tokoh dalam teks fabel bergambar berjudul 'Rahasia Kaki Itik' (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid memirsa tayangan/buku siswa fabel bergambar 'Rahasia Kaki Itik' bersama guru sambil memperhatikan detail gambar dan teks bacaan per adegan secara saksama (10 menit).
  • Guru memberikan pemodelan menemukan tokoh dan peristiwa dengan membaca bagian awal cerita: 'Itik berjalan menuju kolam lalu bertemu kawanan bangau yang mengejek kakinya'. Guru menunjukkan cara menandai nama tokoh (Itik, Bangau) dan peristiwa yang dialami (bertemu bangau dan diejek kakinya pendek) langsung pada teks bacaan (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Detektif Fabel' yang menggembirakan: setiap pasangan menerima 4 kartu peristiwa bergambar dari teks fabel 'Rahasia Kaki Itik' lalu mencocokkan kartu tokoh dengan kartu peristiwa yang tepat (15 menit). Bahan 4 kartu pasangan: (1) Tokoh Bangau -> Peristiwa mengejek kaki itik yang pendek dan kasar; (2) Tokoh Elang -> Peristiwa mengejek kaki itik yang berselaput; (3) Tokoh Ayam -> Peristiwa terpeleset dan tercebur di kolam lalu ditolong itik; (4) Tokoh Itik -> Peristiwa berenang menolong ayam dan merasa percaya diri (acuan: pasangan 1-1, 2-2, 3-3, 4-4).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja menemukan isi bacaan 'Rahasia Kaki Itik' berisi 4 butir pertanyaan isian: (1) Siapa saja 4 tokoh binatang dalam fabel 'Rahasia Kaki Itik'? (acuan: Itik, Bangau, Elang, Ayam); (2) Peristiwa apa yang dialami Itik saat bertemu kawanan bangau? (acuan: Bangau mengejek kaki Itik yang pendek dan kasar); (3) Peristiwa apa yang menimpa Ayam di dekat kolam? (acuan: Ayam terpeleset dan tercebur ke dalam kolam); (4) Apa yang dilakukan Itik saat melihat Ayam tercebur? (acuan: Itik melompat ke air dan berenang menolong Ayam) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dengan kunci acuan bacaan di papan tulis untuk memeriksa ketepatan identifikasi tokoh dan peristiwa yang ditemukan (5 menit).
  • Murid mengungkapkan bagian cerita yang paling mudah dan paling menantang untuk ditemukan tokoh serta peristiwanya (3 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menemukan tokoh dan peristiwa dari teks fabel yang dipirsa (4 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar murid hari ini dan menutup pertemuan dengan doa bersama (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bacaan yang dilengkapi tanda warna khusus pada nama tokoh dan garis bawah pada kalimat peristiwa; murid yang sudah mahir membaca teks fabel utuh mandiri.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara bertahap menunjuk gambar adegan sebelum menuliskan nama peristiwa; murid yang cepat bekerja mandiri.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan dapat melengkapi lembar kerja pilihan ganda tokoh dan peristiwa; murid mahir menuliskan jawaban rincian peristiwa secara mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik menggunakan 1 gambar fabel 'Kancil dan Buaya': (1) Siapa tokoh pada gambar? (acuan jawaban: Kancil dan Buaya); (2) Apa peristiwa yang dialami tokoh? (acuan jawaban: Kancil menyeberang sungai / bertemu Buaya)

Proses:

  • Observasi kinerja berpasangan mencocokkan 4 kartu tokoh dan peristiwa: Tokoh Bangau -> mengejek kaki pendek; Elang -> mengejek kaki berselaput; Ayam -> tercebur kolam; Itik -> menolong ayam (acuan: ketepatan memasangkan 4 pasang kartu)
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri 4 butir: (1) 4 tokoh teks (Itik, Bangau, Elang, Ayam); (2) Peristiwa dengan Bangau (Bangau mengejek kaki itik pendek/kasar); (3) Peristiwa menimpa Ayam (Ayam terpeleset/tercebur kolam); (4) Peristiwa pertolongan oleh Itik (Itik melompat ke air/menolong Ayam)

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan 2 butir di akhir kegiatan: (1) Sebutkan 1 tokoh yang tercebur kolam dalam fabel tadi! (acuan: Ayam); (2) Sebutkan peristiwa yang dialami Itik di akhir cerita! (acuan: Itik dipuji ayam / itik percaya diri karena bisa berenang menolong ayam)

Formatif:

  • Penilaian kinerja pengamatan aktivitas mencocokkan kartu 'Detektif Fabel'
  • Tes tertulis lembar kerja menemukan tokoh dan peristiwa teks 'Rahasia Kaki Itik'

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan Tokoh dalam Teks Fabel yang DipirsaMenemukan kurang dari 2 tokoh binatang dari 4 tokoh yang ada dalam teks fabel 'Rahasia Kaki Itik' (acuan: Itik, Bangau, Elang, Ayam) dengan bantuan penuh guru.Menemukan 2 dari 4 tokoh binatang dalam teks fabel 'Rahasia Kaki Itik' secara tepat dengan arahan guru.Menemukan 3 sampai 4 tokoh binatang dalam teks fabel 'Rahasia Kaki Itik' secara tepat dan mandiri.Menemukan seluruh (4) tokoh binatang dalam teks fabel 'Rahasia Kaki Itik' secara lengkap, tepat, cepat, dan mandiri.
Menemukan Peristiwa dalam Teks Fabel yang DipirsaMenemukan kurang dari 2 peristiwa dari 3 peristiwa inti yang dialami tokoh (acuan: Bangau mengejek kaki itik, Ayam terpeleset ke kolam, Itik berenang menolong ayam) dengan bantuan penuh guru.Menemukan 1 atau 2 peristiwa yang dialami tokoh secara tepat namun masih memerlukan bimbingan guru.Menemukan seluruh (3) peristiwa inti yang dialami tokoh dalam teks fabel secara tepat dan mandiri.Menemukan seluruh (3) peristiwa inti yang dialami tokoh secara tepat, runut sesuai urutan teks fabel, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan gambar pendukung pada teks 'Rahasia Kaki Itik' efektif membantu murid menemukan nama tokoh dan peristiwa cerita?
  • Bagian langkah pembelajaran mana yang memerlukan scaffolding lebih terarah bagi murid yang belum lancar membaca?

Murid:

  • Apakah kamu dapat menemukan nama-nama hewan yang ada di dalam cerita 'Rahasia Kaki Itik'?
  • Peristiwa apa dalam cerita tadi yang paling mudah kamu temukan jawabannya?

Pertemuan 9 — Menemukan masalah dan penyelesaian dalam teks fabel keragaman lingkungan sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.4 Menemukan isi bacaan yang dipirsa tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (2 menit).
  • Guru mengecek kehadiran murid dan menyiapkan media bacaan teks fabel bergambar di papan tulis/layar (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 1 gambar situasi fabel dan mengajukan pertanyaan pemantik kesiapan: 'Kelinci ingin mengambil wortel di seberang parit yang dalam tetapi tidak bisa melompat sejauh itu. Apa masalah yang dihadapi Kelinci?' (Acuan: masalahnya Kelinci tidak bisa menyeberangi parit untuk mengambil wortel) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid memirsa teks fabel bergambar berjudul 'Katak dan Tupai Menyeberang Kolam' yang ditampilkan guru (isi teks: Katak dan Tupai bersahabat di tepi kolam. Masalah terjadi ketika Tupai ingin memetik buah kenari di pulau kecil tengah kolam, tetapi Tupai tidak bisa berenang dan takut air. Penyelesaian: Katak menawarkan punggungnya untuk ditumpangi sepotong papan kecil dan membantu mendorong Tupai menyeberang kolam dengan aman) (10 menit).
  • Guru memandu murid membedah isi bacaan dengan mengenali bagian 'apa kesulitan/masalah tokoh' dan 'bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut' melalui tanya jawab terarah (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru membagikan Lembar Pasang Kartu 'Detektif Masalah dan Solusi' yang memuat 3 teks fabel mini bertema keragaman hewan: Teks 1 (Burung Pipit dan Kura-kura: Pipit sayapnya terluka sehingga tidak bisa mencari biji di tanah; Kura-kura mengumpulkan biji dan membawanya ke dekat pohon sarang Pipit), Teks 2 (Landak dan Kancil: Landak dijauhi karena durinya tajam membuat teman takut tertusuk; Kancil mengusulkan Landak memakai mantel jerami saat bermain bersama), Teks 3 (Bebek dan Ayam: Ayam tergelincir masuk kubangan lumpur dan tidak bisa keluar; Bebek menarik kaki ranting kayu untuk menolong Ayam keluar) (15 menit).
  • Dalam permainan seru berpasangan 'Tepuk Cocok Masalah-Solusi', murid membaca teks dan mencocokkan kartu Masalah dengan kartu Penyelesaian yang tepat pada lembar kerja masing-masing (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri memeriksa kembali hasil pasangannya dan memberi tanda centang pada lembar kerja setelah memeriksa kecocokan isi bacaan secara bersama-sama dipandu guru (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan kembali cara menemukan masalah (apa yang membuat tokoh kesulitan) dan penyelesaian (cara tokoh mengatasi kesulitan itu) dalam teks fabel yang dipirsa (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid, menyampaikan gambaran kegiatan membaca fabel berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks fabel dengan kalimat lebih pendek disertai ilustrasi visual penjelas masalah dan penyelesaian.
  • Proses: Murid yang sudah mahir menyelesaikan 3 teks fabel mini secara mandiri tanpa bantuan gambar petunjuk, sedangkan murid yang masih berkembang didampingi guru dengan pembacaan terarah kata demi kata.
  • Produk: Semua murid menghasilkan lembar kerja pemasangan masalah dan penyelesaian fabel yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran menggunakan 1 teks mikro lisan/visual: 'Kelinci ingin mengambil wortel di seberang parit yang dalam tetapi tidak bisa melompat sejauh itu. Apa masalah yang dihadapi Kelinci?' (Acuan jawaban: Kelinci tidak bisa menyeberangi parit/tidak bisa mengambil wortel di seberang parit).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid membaca dan memasangkan kartu masalah dan penyelesaian pada 3 teks fabel mini: Teks 1 (Masalah: Pipit sayapnya terluka sehingga tidak bisa mencari biji; Penyelesaian: Kura-kura mengumpulkan biji dan membawanya ke dekat sarang Pipit), Teks 2 (Masalah: Landak memiliki duri tajam sehingga teman takut tertusuk; Penyelesaian: Kancil mengusulkan Landak memakai mantel jerami saat bermain bersama), Teks 3 (Masalah: Ayam tergelincir masuk kubangan lumpur dan tidak bisa keluar; Penyelesaian: Bebek menarik kaki ranting kayu untuk menolong Ayam keluar). Ketuntasan: tepat 3 pasang masalah-penyelesaian.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di tahap penutup: Murid menyebutkan kembali masalah dan cara penyelesaian pada teks Katak dan Tupai Menyeberang Kolam (Acuan jawaban: Masalah = Tupai tidak bisa berenang untuk pergi ke pulau tengah kolam; Penyelesaian = Katak membantu mendorong Tupai yang naik di atas papan kecil menyeberangi kolam).

Formatif:

  • Penilaian kinerja berupa ketepatan memasangkan 3 kartu masalah dan penyelesaian dari teks fabel yang dipirsa pada lembar kerja 'Detektif Masalah dan Solusi'.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan masalah dalam teks fabel yang dipirsaBelum dapat menemukan masalah dalam teks fabel atau hanya menemukan 0 masalah dari 3 teks fabel acuan.Menemukan 1 masalah dengan tepat dari 3 teks fabel acuan.Menemukan 2 masalah dengan tepat dari 3 teks fabel acuan.Menemukan seluruh (3) masalah dengan tepat dari 3 teks fabel acuan secara mandiri.
Menemukan penyelesaian masalah dalam teks fabel yang dipirsaBelum dapat menemukan penyelesaian masalah dalam teks fabel atau hanya menemukan 0 penyelesaian dari 3 teks fabel acuan.Menemukan 1 penyelesaian masalah dengan tepat dari 3 teks fabel acuan.Menemukan 2 penyelesaian masalah dengan tepat dari 3 teks fabel acuan.Menemukan seluruh (3) penyelesaian masalah dengan tepat dari 3 teks fabel acuan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks fabel dan gambar yang disajikan cukup jelas membantu murid memahami alur masalah dan penyelesaian?
  • Bagian mana dari kegiatan memasangkan masalah dan penyelesaian yang paling membutuhkan bimbingan intensif?

Murid:

  • Cerita binatang mana yang paling kamu sukai saat mencari masalah dan penyelesaiannya tadi?
  • Apakah kamu bisa menemukan cara tokoh menyelesaikan kesulitannya dengan mudah?

Pertemuan 10 — Menemukan isi pokok dan makna keunikan tokoh pada fabel keragaman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.4 Menemukan isi bacaan yang dipirsa tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan menyampaikan fokus kegiatan menemukan isi pokok serta makna keunikan tokoh pada fabel bergambar (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 1 gambar tokoh burung unta berkaki panjang dan bertanya: 'Apa ciri khusus kaki burung ini dan apa gunanya berdasarkan gambar?' (acuan: ciri khusus = kaki panjang/kokoh; kegunaan = berlari cepat) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid memirsa teks fabel bergambar berjudul 'Rahasia Kaki Itik' yang ditayangkan di papan tulis atau buku bacaan, lalu bersama guru mencermati isi pokok bacaan serta keunikan tokoh Itik dan Ayam (10 menit).
  • Guru memandu pemahaman terbimbing mengenai isi pokok dan makna keunikan fisik tokoh: (1) Tokoh Itik memiliki kaki berselaput yang berguna untuk mengayuh saat berenang; (2) Tokoh Ayam memiliki cakar tajam yang berguna untuk mengais makanan di tanah (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan kartu detektif isi fabel secara berpasangan: murid mencocokkan 4 kartu keunikan tokoh dengan 4 kartu makna kegunaannya pada lembar kerja bergambar. Kartu 1: 'Kaki berselaput Itik' -> 'Bisa berenang dan mengapung di air'; Kartu 2: 'Cakar tajam Ayam' -> 'Bisa mengais tanah mencari cacing'; Kartu 3: 'Paruh lebar Itik' -> 'Menyaring makanan di dalam lumpur'; Kartu 4: 'Paruh runcing Ayam' -> 'Mematuk biji-bijian di tanah' (acuan kunci: pasangan 1-1, 2-2, 3-3, 4-4) (15 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan lembar kerja menemukan isi pokok bacaan dengan mencentang pernyataan benar/salah pada 4 butir isi teks: (1) Kaki Itik memiliki selaput (Benar); (2) Ayam bisa berenang secepat Itik karena punya selaput (Salah); (3) Keunikan kaki Itik membantunya berenang di kolam (Benar); (4) Perbedaan fisik membuat Itik dan Ayam saling mengejek (Salah) (acuan kunci: 1-Benar, 2-Salah, 3-Benar, 4-Salah) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru memeriksa hasil lembar kerja secara mandiri untuk mengonfirmasi ketepatan pemahaman isi bacaan dan makna keunikan tokoh fabel (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap isi pokok fabel yang telah dipirsa dan menyimpulkan bersama bahwa setiap tokoh hewan memiliki keunikan fisik dengan manfaat masing-masing (5 menit).
  • Murid menjawab 1 pertanyaan cek pemahaman akhir secara lisan/tunjuk jari: 'Apa isi pokok keunikan kaki Itik dalam fabel tadi?' (acuan: memiliki selaput untuk berenang) dan guru menutup pertemuan dengan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan teks fabel berpiktogram dan ilustrasi berukuran besar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi menunjuk langsung bagian gambar kaki berselaput pada teks, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan tantangan menemukan 4 pasangan fungsi keunikan paruh dan kaki secara mandiri penuh.
  • Produk: Jawaban dapat ditunjukkan melalui kartu pasangan bergambar atau centang pada tabel pernyataan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan memirsa 1 gambar tokoh burung unta: 'Apa ciri khusus kaki burung ini dan apa gunanya berdasarkan gambar?' (acuan: ciri khusus = kaki panjang/kokoh; kegunaan = berlari cepat).

Proses:

  • Penilaian lembar kerja berpasangan mencocokkan 4 kartu keunikan tokoh dan fungsinya: (1) Kaki berselaput Itik -> Bisa berenang dan mengapung di air; (2) Cakar tajam Ayam -> Bisa mengais tanah mencari cacing; (3) Paruh lebar Itik -> Menyaring makanan di dalam lumpur; (4) Paruh runcing Ayam -> Mematuk biji-bijian di tanah (acuan kunci: pasangan benar 1, 2, 3, 4).
  • Penilaian lembar kerja mandiri 4 pernyataan benar/salah isi fabel: (1) Kaki Itik memiliki selaput (Benar); (2) Ayam bisa berenang secepat Itik karena punya selaput (Salah); (3) Keunikan kaki Itik membantunya berenang di kolam (Benar); (4) Perbedaan fisik membuat Itik dan Ayam saling mengejek (Salah) (acuan kunci: Benar, Salah, Benar, Salah).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: 'Apa isi pokok keunikan kaki Itik dalam fabel tadi?' (acuan: memiliki selaput yang berguna untuk berenang di air).

Formatif:

  • Pemeriksaan lembar kerja mencocokkan kartu keunikan tokoh dengan makna/manfaatnya
  • Pengecekan lembar centang pernyataan benar/salah mengenai isi pokok fabel

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menemukan Isi Pokok dan Makna Keunikan Tokoh pada Fabel yang DipirsaMenemukan paling banyak 1 dari 4 butir isi pokok/makna keunikan tokoh secara tepat dengan bimbingan penuh guru (acuan: kartu pasangan 1-4 dan pernyataan 1-4).Menemukan 2 dari 4 butir isi pokok/makna keunikan tokoh secara tepat dengan arahan guru (acuan: kartu pasangan 1-4 dan pernyataan 1-4).Menemukan 3 dari 4 butir isi pokok/makna keunikan tokoh secara tepat dan mandiri (acuan: kartu pasangan 1-4 dan pernyataan 1-4).Menemukan seluruh (4 dari 4) butir isi pokok dan makna keunikan tokoh secara tepat, lengkap, dan mandiri tanpa kesalahan (acuan: kartu pasangan 1-4 dan pernyataan 1-4).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media teks fabel bergambar efektif memfasilitasi murid menemukan isi pokok dan makna keunikan tokoh?
  • Apakah alokasi waktu pada aktivitas mencocokkan kartu detektif fabel berjalan sesuai rencana?

Murid:

  • Bagian mana dari bacaan 'Rahasia Kaki Itik' yang paling mudah kamu temukan isinya?
  • Apakah kamu dapat menemukan keunikan kaki Itik dan cakar Ayam pada gambar?

Pertemuan 11 — Merespons pertanyaan guru dengan kata ajaib secara santun dalam percakapan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.5 Merespons dengan menjawab pertanyaan orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar merespons pertanyaan guru menggunakan 5 kata ajaib (maaf, tolong, terima kasih, permisi, silakan) secara santun (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 situasi singkat: (1) 'Apa yang kamu katakan jika guru membagikan pensil warna kepadamu?' (acuan jawaban: 'Terima kasih, Bu/Pak'); (2) 'Apa yang kamu katakan jika kamu ingin meminta bantuan guru mengambil buku di rak tinggi?' (acuan jawaban: 'Tolong bantu saya mengambil buku, Bu/Pak') untuk mengecek pengenalan kata ajaib (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui media poster 5 Kata Ajaib dan fungsinya: (1) 'Tolong' untuk meminta bantuan; (2) 'Maaf' saat melakukan kesalahan/tidak sengaja; (3) 'Terima kasih' saat menerima sesuatu/bantuan; (4) 'Permisi' saat lewat atau meminta izin; (5) 'Silakan' saat memberi izin/kesempatan (10 menit).
  • Guru membacakan teks percakapan rumpang antara Guru dan Murid di kelas: Guru: 'Edo, maukah kamu membantu membagikan buku ini?' -> Edo: 'Ya, Bu/Pak, ... (silakan/dengan senang hati).' Guru: 'Ini bukunya, Edo.' -> Edo: '... (terima kasih), Bu/Pak.' Murid bersama guru mengidentifikasi kata ajaib yang tepat untuk merespons percakapan tersebut (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid mengikuti permainan interaktif 'Kotak Kejutan Percakapan': murid berpasangan atau bergantian mengambil 1 dari 4 kartu skenario situasi percakapan dengan guru, lalu langsung merespons pertanyaan lisan guru secara santun menggunakan kata ajaib yang tepat (15 menit).
  • Daftar 4 skenario kartu dan respons target: Kartu 1: Guru bertanya, 'Beni, bolehkah Ibu meminjam penghapusmu?' -> Target respons: 'Silakan, Bu, ini penghapusnya.'; Kartu 2: Guru bertanya, 'Siti, mengapa kemarin kamu tidak sengaja menumpahkan air di meja?' -> Target respons: 'Maaf, Bu, saya tidak sengaja.'; Kartu 3: Guru bertanya, 'Dayu, apa yang kamu katakan jika butuh bantuan membuka tutup toples lem?' -> Target respons: 'Tolong bantu saya membuka tutup toples ini, Bu.'; Kartu 4: Guru berkata sambil menyerahkan buku tugas, 'Ini buku tugasmu yang sudah dinilai, Udin.' -> Target respons: 'Terima kasih banyak, Bu.' (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama guru merefleksikan perasaan setelah mempraktikkan tutur kata santun menggunakan kata ajaib dalam percakapan sehari-hari di kelas (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan cek pemahaman langsung secara acak: (1) 'Jika guru menanyakan apakah kamu bersedia meminjamkan krayon, kata ajaib apa yang kamu gunakan untuk merespons?' (acuan: 'Silakan'); (2) 'Jika kamu ingin lewat di depan guru yang sedang berdiri di pintu, kata apa yang kamu katakan?' (acuan: 'Permisi') (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pembiasaan tutur kata santun di lingkungan sekolah, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu skenario bergambar visual bagi murid yang membutuhkan bantuan pemahaman situasi konkret.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan pilihan 2 kartu kata ajaib (misal: Maaf atau Tolong) untuk membantu murid merespons; bagi murid yang sudah mahir, guru memberikan skenario percakapan dengan pertanyaan lanjutan yang lebih variatif.
  • Produk: Respons lisan santun berstruktur minimal 1 kalimat utuh yang memuat kata ajaib target.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan 2 butir: (1) Situasi guru membagikan pensil warna (acuan: 'Terima kasih'); (2) Situasi meminta bantuan guru mengambil buku di rak tinggi (acuan: 'Tolong'). Kriteria: Murid siap jika mampu menjawab minimal 1 dari 2 situasi dengan kata ajaib yang tepat.

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat permainan 'Kotak Kejutan Percakapan' dengan 4 skenario terstruktur: (1) Peminjaman barang guru -> target: 'Silakan'; (2) Menumpahkan air tidak sengaja -> target: 'Maaf'; (3) Meminta bantuan toples lem -> target: 'Tolong'; (4) Menerima buku tugas -> target: 'Terima kasih'. Dinilai berdasarkan ketepatan pilihan kata ajaib dan kesantunan kalimat respons.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: 2 butir pertanyaan situasi: (1) Mempersilakan guru memakai krayon (acuan: 'Silakan'); (2) Izin lewat di depan guru (acuan: 'Permisi'). Kriteria: Murid mampu menjawab dengan tepat kata ajaib sesuai situasi.

Formatif:

  • Unjuk kerja lisan merespons pertanyaan guru dalam simulasi percakapan menggunakan lembar observasi ketepatan kata ajaib dan kesantunan respons.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Merespons dengan Kata AjaibBelum mampu merespons pertanyaan guru dengan kata ajaib yang sesuai situasi meskipun telah diberi bimbingan.Mampu merespons pertanyaan guru dengan 1-2 kata ajaib yang sesuai dengan bimbingan dan arahan guru.Mampu merespons pertanyaan guru secara tepat menggunakan minimal 3 dari 4 skenario kata ajaib secara mandiri.Mampu merespons pertanyaan guru secara tepat pada seluruh (4 dari 4) skenario kata ajaib secara mandiri dan santun.
Kesantunan dalam Merespons PercakapanMerespons dengan kata-kata singkat tanpa disertai sikap atau pilihan kata yang santun.Merespons pertanyaan guru dengan menyertakan kata ajaib namun kalimat belum terangkai dengan santun.Merespons pertanyaan guru dengan kalimat santun dan menggunakan kata sapaan (Bu/Pak) serta kata ajaib yang tepat.Merespons pertanyaan guru dengan kalimat yang sangat santun, runtut, lengkap dengan kata sapaan dan kata ajaib yang sesuai di setiap percakapan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan merespons pertanyaan guru dalam simulasi percakapan?
  • Kata ajaib mana yang masih paling sering keliru digunakan oleh murid saat merespons pertanyaan guru?

Murid:

  • Kata ajaib mana yang paling mudah kamu ucapkan saat berbicara dengan guru hari ini?
  • Bagaimana perasaanmu ketika guru dan teman berbicara dengan kata-kata yang santun kepadamu?

Pertemuan 12 — Merespons pertanyaan teman tentang perbedaan kesukaan dengan baik dan santun — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.5 Merespons dengan menjawab pertanyaan orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama secara tertib (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: belajar merespons pertanyaan teman mengenai perbedaan kesukaan dengan baik dan santun (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 1 pertanyaan pemantik kepada murid secara acak: 'Apa warna kesukaanmu?' untuk mengecek kesiapan murid menjawab langsung dengan bahasa yang santun (kriteria penerimaan: menjawab nama warna disertai kata atau nada santun seperti 'Warna kesukaanku biru, Bu/Pak' atau 'Saya suka warna kuning') (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati pemodelan percakapan singkat yang diperagakan guru bersama seorang murid tentang perbedaan kesukaan makanan: Teman bertanya 'Kamu lebih suka makan buah apel atau pisang?', lalu direspons 'Aku lebih suka pisang, kalau kamu suka buah apa? Wah, seru ya kesukaan kita berbeda' (7 menit).
  • Murid bersama guru menelaah unsur jawaban yang baik dan santun: menjawab isi pertanyaan secara jelas, tidak mencela kesukaan teman, dan dapat menambahkan kata santun seperti 'terima kasih sudah bertanya' atau membalikkan sapaan ramah (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi berpasangan untuk memainkan kegiatan tantangan bertukar tanya-jawab bertajuk 'Roda Kesukaan Kita' yang menyenangkan, di mana tiap murid bergantian melempar pertanyaan dari kartu tanya dan pasangannya merespons (10 menit).
  • Setiap murid merespons secara lisan 3 pertanyaan dari pasangan belajarnya berdasarkan isi 3 kartu tanya yang dibagikan: Kartu 1 'Permainan apa yang paling kamu sukai saat istirahat?', Kartu 2 'Minuman apa yang kamu sukai saat haus?', Kartu 3 'Kegiatan apa yang paling kamu sukai di hari libur?' (kriteria penerimaan respon: murid menjawab langsung jenis kesukaannya dengan kalimat lengkap dan santun tanpa mengejek perbedaan, misalnya Kartu 1: 'Aku paling suka bermain petak umpet', Kartu 2: 'Aku suka minum air putih dingin', Kartu 3: 'Saat libur aku suka menggambar') (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya saling menyampaikan apresiasi lisan dengan mengucapkan terima kasih atas jawaban yang telah diberikan secara santun (5 menit).
  • Murid mengidentifikasi perasaan mereka saat menjawab dan mendengarkan jawaban teman yang memiliki kesukaan berbeda dalam suasana yang saling menghargai (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan cara merespons pertanyaan tentang perbedaan kesukaan dengan baik dan santun (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap respons santun murid selama latihan berpasangan, lalu menutup pertemuan dengan doa dan salam (7 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu pertanyaan dengan simbol gambar pendukung bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan frasa awal merespons ('Kesukaanku adalah...'), sedangkan murid yang sudah mahir merespons langsung 3 pertanyaan dan menambahkan alasan singkat kesukaannya secara santun.
  • Produk: Respons lisan disampaikan secara langsung berpasangan dengan tingkat kelengkapan kalimat sesuai kesiapan berbahasa murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat: Guru menanyakan satu hal kesukaan kepada beberapa murid ('Apa warna kesukaanmu?'). Kriteria penerimaan operasional: murid mampu menjawab dengan menyebutkan nama warna secara santun dan jelas (acuan: jawaban relevan nama warna, misalnya 'Saya suka warna biru' atau 'Warna kesukaanku hijau, Bu').

Proses:

  • Pengamatan langsung saat aktivitas berpasangan merespons 3 kartu pertanyaan kesukaan: (1) Permainan kesukaan istirahat, (2) Minuman kesukaan, (3) Kegiatan kesukaan hari libur. Indikator ketepatan: murid merespons ketiga pertanyaan sesuai isi pertanyaan dengan bahasa santun dan sikap menghargai perbedaan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta 2 perwakilan murid merespons pertanyaan spontan teman sekelas ('Apa hewan kesukaanmu?'). Kriteria penerimaan operasional: murid menjawab jenis hewan yang disukai secara lugas dan santun (acuan: jawaban relevan menyebut nama binatang dengan santun, misalnya 'Aku suka kucing karena lucu').

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja berbicara saat murid merespons 3 pertanyaan perbedaan kesukaan dari teman pasangan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan dan Kesantunan Merespons Pertanyaan TemanBelum mampu merespons pertanyaan teman tentang kesukaan, atau merespons dengan kata-kata yang kurang santun/mengejek perbedaan walau dibimbing guru.Merespons 1 dari 3 pertanyaan teman tentang kesukaan dengan kalimat relevan dan bahasa santun dengan bantuan dorongan guru.Merespons 2 hingga 3 pertanyaan teman tentang kesukaan dengan kalimat relevan, baik, dan santun secara mandiri.Merespons seluruh (3) pertanyaan teman tentang kesukaan dengan sangat runtut, santun, relevan, serta menambahkan ungkapan penghargaan atas perbedaan secara konsisten dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid berani merespons pertanyaan temannya dengan santun?
  • Bagian mana dari kegiatan berpasangan yang paling efektif membangun komunikasi santun antarmurid?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu ketika temanmu menjawab pertanyaanmu dengan ramah dan sopan?
  • Apakah kamu merasa senang menceritakan kesukaanmu kepada teman?

Pertemuan 13 — Merespons pertanyaan dalam simulasi percakapan tentang keragaman pertemanan dengan santun — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.5 Merespons dengan menjawab pertanyaan orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan suasana belajar yang nyaman (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini, yaitu bermain peran dan berlatih merespons pertanyaan teman dengan kata santun dalam percakapan tentang keragaman pertemanan (3 menit).
  • Asesmen Awal: Guru memberikan satu pertanyaan diagnostik kepada 3 murid sampel secara lisan: 'Jika temanmu bertanya: Kamu suka bermain apa saat istirahat?, bagaimana caramu menjawabnya dengan santun?' Guru memetakan kesiapan murid berdasarkan pemakaian respons santun (acuan jawaban santun: 'Saya suka bermain lompat tali, terima kasih sudah bertanya' atau 'Aku lebih suka bermain kelereng, kalau kamu?') (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru memperagakan dua contoh respons percakapan bersama salah satu murid di depan kelas: Contoh A (kurang santun): 'Enggak tahu, terserah!'; Contoh B (santun): 'Aku suka membaca buku cerita daerah, kalau kamu suka apa? Terima kasih sudah bertanya.' Murid bersama guru mengidentifikasi perbedaan kedua cara menjawab tersebut (7 menit).
  • Guru menjelaskan kriteria merespons dengan baik dan santun saat ditanya teman mengenai keragaman: (1) menjawab langsung inti pertanyaan dengan ramah, (2) menyertakan kata santun seperti 'terima kasih', 'permisi', atau 'maaf' bila tidak bisa menjawab langsung (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan Lembar Kartu Skenario Percakapan kepada setiap pasangan murid. Terdapat 3 skenario yang dimainkan bergantian: Skenario 1: Penanya: 'Dari suku atau daerah mana asal orang tuamu?' (acuan respons santun murid: 'Orang tuaku berasal dari Jawa/Sunda/Padang/daerah lain, terima kasih sudah bertanya'); Skenario 2: Penanya: 'Bolehkah aku tahu makanan daerah kesukaanmu?' (acuan respons santun murid: 'Tentu saja, aku suka makan rendang/pempek/gudeg'); Skenario 3: Penanya: 'Apakah kamu mau bermain permainan tradisional engklek bersamaku?' (acuan respons santun murid: 'Mau sekali, mari kita bermain bersama' atau 'Maaf, kali ini aku istirahat dulu ya, terima kasih ajakannya') (10 menit).
  • Permainan Tantangan Pasangan Santun: Setiap pasangan murid melakukan simulasi percakapan di tempat duduk masing-masing, saling melempar dan merespons pertanyaan pada 3 skenario secara bergantian secara riang dan bersemangat (15 menit).
  • Guru melakukan asesmen formatif proses berkeliling mengamati setiap pasangan dalam merespons pertanyaan pada ketiga skenario, serta meminta 2 pasangan mempraktikkan simulasi di depan kelas (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid diajak merenungkan perasaannya ketika bertanya dan mendapatkan jawaban yang santun dari teman saat simulasi (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menjawab pertanyaan teman secara baik dan santun saat berbicara tentang perbedaan kesukaan dan latar belakang (3 menit).
  • Asesmen Akhir (Cek Pemahaman Singkat): Guru melontarkan satu situasi cepat kepada seluruh murid secara serentak: 'Jika teman bertanya: Mengapa kamu suka warna itu?, kata santun apa yang kamu selipkan di akhir jawabanmu?' (acuan jawaban: 'Terima kasih sudah bertanya / Terima kasih ya') (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan frasa santun siap pakai (misal: 'Terima kasih sudah bertanya, aku suka...'), sedangkan murid yang sudah mahir diberikan kartu skenario dengan variasi pertanyaan keragaman yang lebih luas tanpa teks pembantu.
  • Proses: Murid yang masih ragu berlatih merespons dengan dipandu langsung oleh guru secara bertahap dalam pasangan kecil, sementara murid yang telah lancar langsung bermain simulasi mandiri bergantian peran.
  • Produk: Respons lisan murid yang memerlukan bimbingan cukup memuat jawaban inti dan minimal satu kata santun ('terima kasih'/'maaf'), sedangkan murid mahir merespons lengkap disertai alasan kesukaan secara santun.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: Guru mengajukan pertanyaan 'Jika temanmu bertanya: Kamu suka bermain apa saat istirahat?, bagaimana caramu menjawabnya dengan santun?' (Kriteria ketercapaian/acuan: Murid menjawab dengan menyebutkan permainan kesukaannya disertai sapaan ramah atau kata santun 'terima kasih sudah bertanya' / 'kalau kamu?'; bila hanya menjawab singkat tanpa kata santun, murid dipetakan butuh penguatan pemodelan).

Proses:

  • Pengamatan formatif saat murid mempraktikkan simulasi 3 skenario: Skenario 1 (pertanyaan asal daerah orang tua, acuan respons: menyebut nama daerah + terima kasih), Skenario 2 (pertanyaan makanan kesukaan, acuan respons: ramah menyebut makanan kesukaan), Skenario 3 (pertanyaan ajakan bermain, acuan respons: menerima dengan senang atau menolak dengan kata maaf dan terima kasih). Guru mencatat ketepatan dan kesantunan respons murid.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menanyakan satu situasi respons santun: 'Jika teman bertanya: Mengapa kamu suka warna itu?, kata santun apa yang kamu selipkan di akhir jawabanmu?' (Acuan jawaban benar: kata 'terima kasih sudah bertanya' atau 'terima kasih').

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja simulasi percakapan berpasangan menggunakan lembar pengamatan respons santun berdasarkan 3 skenario keragaman pertemanan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Merespons pertanyaan orang lain dengan baik dan santunBelum mampu merespons pertanyaan pada skenario keragaman pertemanan atau menjawab dengan ketus/tanpa kesantunan meskipun telah diarahkan guru.Mampu menjawab pertanyaan pada 1 dari 3 skenario keragaman pertemanan dengan santun (menggunakan kata terima kasih/maaf) dengan bantuan dan dorongan guru.Mampu menjawab pertanyaan pada minimal 2 dari 3 skenario keragaman pertemanan dengan tepat, baik, dan santun secara mandiri.Mampu menjawab seluruh pertanyaan pada 3 skenario keragaman pertemanan dengan tepat, runtut, dan santun secara konsisten dan mandiri tanpa diingatkan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur simulasi berpasangan memudahkan semua murid untuk aktif berlatih merespons pertanyaan dengan santun?
  • Apakah ada murid yang masih kesulitan menyelipkan kata santun saat menjawab pertanyaan teman?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menjawab pertanyaan temanmu dengan kata santun hari ini?
  • Kapan kamu akan memakai kata 'terima kasih' dan 'maaf' saat mengobrol bersama teman di sekolah?

Pertemuan 14 — Menulis kalimat sederhana tentang ciri tokoh binatang dalam fabel pertemanan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.6 Menulis berbagai tipe teks sederhana tentang lingkungan sekitar dengan beberapa kalimat sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menulis kalimat sederhana tentang ciri tokoh binatang dalam fabel pertemanan (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: meminta murid menyusun 1 kalimat lisan berdasarkan kartu kata acak di papan: 'Itik' - 'kaki' - 'berselaput' - 'punya' (acuan susunan tepat: 'Itik punya kaki berselaput') untuk mengecek kesiapan merangkai kalimat ciri tokoh (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati 3 gambar tokoh binatang fabel di papan tulis: Tokoh 1 (Itik), Tokoh 2 (Kelinci), dan Tokoh 3 (Kucing) beserta daftar kata ciri masing-masing (Itik: kaki berselaput, bulu tahan air; Kelinci: telinga panjang, gigi depan besar; Kucing: kumis peka, cakar tajam) (7 menit).
  • Guru memberikan contoh 2 kalimat sederhana yang mendeskripsikan ciri tokoh: (1) 'Itik memiliki selaput pada jari kakinya.' (2) 'Kelinci memiliki dua telinga yang panjang.' lalu membedah pola sederhana subjek (nama tokoh) dan ciri/perilakunya (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan bahasa 'Tantangan Tebak dan Susun Ciri' secara berpasangan: murid mengambil satu kartu gambar binatang (Kelinci/Itik/Kucing) lalu menuliskan 1 kalimat ciri secara cepat di papan mini, saling mencocokkan kelengkapan kalimat bersama teman (10 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja menulis 3 kalimat sederhana yang mendeskripsikan ciri tokoh binatang dalam fabel: kalimat 1 tentang tokoh Itik, kalimat 2 tentang tokoh Kelinci, dan kalimat 3 tentang tokoh Kucing (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membaca ulang kalimat yang telah ditulis sendiri untuk memeriksa apakah setiap kalimat sudah memuat nama tokoh binatang dan ciri fisiknya secara tepat (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid dan mengulas kembali pola kalimat sederhana untuk mendeskripsikan ciri fisik tokoh binatang fabel (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menyusun kalimat sederhana yang menyebutkan nama tokoh binatang dan ciri khasnya (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman 1 kalimat tulis di lembar keluar (exit ticket): murid menuliskan 1 kalimat sederhana tentang ciri tokoh Burung (acuan penerimaan: kalimat memuat kata 'burung' dan cirinya seperti 'punya sayap' / 'memiliki paruh' / 'berbulu lembut') lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu kata bantu berisi daftar kata ciri (misal: 'sayap', 'bulu', 'panjang'), sedangkan murid yang mahir memilih tokoh binatang fabel lain secara mandiri.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan menulis kalimat didampingi dengan pola kalimat rumpang (Tokoh ... memiliki ...), sedangkan murid mahir menulis kalimat secara mandiri langsung tanpa pola rumpang.
  • Produk: Murid yang butuh bimbingan cukup menuliskan 2 kalimat sederhana dengan bantuan pola, sedangkan murid mahir menulis 3 kalimat sederhana lengkap atau menambah detail ciri fisik.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan menyusun 1 kalimat dari kata acak: 'Itik' - 'kaki' - 'berselaput' - 'punya' (acuan susunan tepat: 'Itik punya kaki berselaput' atau 'Itik mempunyai kaki yang berselaput').

Proses:

  • Observasi keterlibatan dalam permainan menyusun kalimat berpasangan
  • Pemeriksaan hasil tulisan 3 kalimat sederhana pada lembar kerja mandiri: (1) Ciri Itik (acuan kriteria: menyebut Itik dan cirinya seperti kaki berselaput/bulu halus/paruh sudu); (2) Ciri Kelinci (acuan kriteria: menyebut Kelinci dan cirinya seperti telinga panjang/gigi depan besar/bulu tebal); (3) Ciri Kucing (acuan kriteria: menyebut Kucing dan cirinya seperti kumis peka/cakar tajam/ekor panjang).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lembar keluar (exit ticket): Menuliskan 1 kalimat sederhana tentang ciri tokoh burung (acuan kriteria penerimaan: kalimat memuat kata tokoh 'burung' dan minimal satu ciri fisiknya, contoh: 'Burung memiliki dua sayap untuk terbang' atau 'Burung punya paruh yang lancip').

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja tertulis pada lembar kerja menulis 3 kalimat sederhana tentang ciri tokoh binatang fabel
  • Pemeriksaan lembar keluar (exit ticket) 1 kalimat sederhana ciri tokoh binatang

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menulis kalimat sederhana tentang ciri tokoh binatang fabelBelum mampu menulis kalimat sederhana tentang ciri tokoh binatang (hanya menulis 1 kata nama tokoh tanpa ciri fisik, atau kalimat tidak membentuk arti).Mampu menulis 1 kalimat sederhana tentang ciri tokoh binatang sesuai acuan dengan bimbingan penuh guru.Mampu menulis 2 sampai 3 kalimat sederhana tentang ciri tokoh binatang (Itik, Kelinci, Kucing) sesuai kriteria acuan secara mandiri.Mampu menulis 3 kalimat sederhana tentang ciri tokoh binatang (Itik, Kelinci, Kucing) secara mandiri, lengkap dengan penyebutan ciri yang jelas dan variatif.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi penulisan kalimat sederhana mengenai ciri tokoh binatang dapat dipahami dengan jelas oleh murid kelas 2?
  • Bagian mana dari kegiatan menulis yang masih membutuhkan bantuan atau scaffolding lebih bagi murid?

Murid:

  • Apakah kamu bisa menulis kalimat tentang ciri tokoh binatang fabel hari ini?
  • Ciri tokoh binatang apa yang paling mudah kamu tuliskan dalam kalimat?

Pertemuan 15 — Menulis beberapa kalimat sederhana tentang peristiwa fabel keragaman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.6 Menulis berbagai tipe teks sederhana tentang lingkungan sekitar dengan beberapa kalimat sederhana

Pendahuluan:

  • Guru mengkondisikan kelas, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menulis 3 kalimat sederhana yang menceritakan peristiwa dalam fabel keragaman (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 1 gambar peristiwa (Itik menolong Ayam yang tercebur) dan meminta murid menuliskan 1 kalimat sederhana berdasarkan kata panduan yang disediakan (acuan minimal: kalimat memuat tokoh dan tindakan yang sedang dilakukan, misalnya 'Itik menolong Ayam di kolam') (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru memperlihatkan bagan runtutan 3 peristiwa fabel keragaman 'Persahabatan di Tepi Telaga' yang berisi 3 panel gambar berurutan: Gambar 1 (Itik dan Ayam berjalan bersama di tepi telaga), Gambar 2 (Ayam tergelincir ke air yang dalam dan panik), Gambar 3 (Itik berenang cepat lalu menarik sayap Ayam ke darat) (7 menit).
  • Guru memodelkan cara menyusun kalimat sederhana berpola subjek-predikat-objek/keterangan dari kata kunci peristiwa: 'Itik dan Ayam berjalan santai' (Peristiwa 1), 'Ayam terpeleset masuk ke air' (Peristiwa 2), dan 'Itik berenang menolong Ayam' (Peristiwa 3) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Guru mengadakan permainan menyusun kartu kata bergambar secara berpasangan ('Tantangan Rantai Peristiwa') di mana murid menyusun kata acak menjadi 1 kalimat peristiwa utuh dengan riang gembira (kartu: [Kelinci] [berlari] [membantu] [Kura-kura]) (10 menit).
  • Murid secara mandiri menuliskan 3 kalimat sederhana pada lembar kerja berdasarkan 3 runtutan peristiwa fabel keragaman hewan: Peristiwa awal (Burung Pipit dan Semut mencari makan bersama), Peristiwa tengah (Semut tersangkut di daun kering yang hanyut), dan Peristiwa akhir (Burung Pipit menjatuhkan ranting untuk menolong Semut) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membaca ulang tulisan 3 kalimat sederhananya secara berkesadaran untuk memeriksa apakah setiap kalimat sudah memuat peristiwa tindakan tokoh yang jelas (5 menit).
  • Dua perwakilan murid menunjukkan kalimat yang telah ditulis ke depan kelas, kemudian guru mengonfirmasi ketepatan isi peristiwa yang dituliskan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan cara menuliskan peristiwa cerita fabel, yaitu dengan menyebutkan nama tokoh binatang dan apa kejadian yang dialaminya (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen akhir/cek pemahaman singkat, memberikan apresiasi atas kemandirian menulis murid, menginformasikan kegiatan pertemuan berikutnya (menulis draf teks fabel), dan menutup pembelajaran dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan lembar kerja berbingkai kata bantu (subjek dan kata kerja peristiwa telah tercetak sebagian), sedangkan murid mahir menulis mandiri dari gambar runtutan peristiwa tanpa kata bantu.
  • Proses: Guru mendampingi secara intensif murid yang masih mengeja penulisan kata saat merangkai kalimat peristiwa fabel.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan cukup menuliskan 2 kalimat sederhana peristiwa secara utuh, sedangkan murid yang berkembang cepat menuliskan 3 hingga 4 kalimat peristiwa fabel runtut.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik menulis 1 kalimat dari gambar peristiwa: Murid menuliskan 1 kalimat dari gambar 'Itik berenang menolong Ayam'. (Kriteria penerimaan: kalimat minimal memuat nama tokoh binatang dan tindakan peristiwa, acuan jawaban yang diterima: 'Itik menolong Ayam' atau 'Itik membantu Ayam di kolam').

Proses:

  • Observasi formatif saat murid menyusun kartu kata menjadi kalimat peristiwa pada permainan 'Tantangan Rantai Peristiwa' (acuan susunan tepat: 'Kelinci berlari membantu Kura-kura').
  • Pemeriksaan ketepatan isi 3 kalimat sederhana tentang peristiwa fabel keragaman Burung Pipit dan Semut (Acuan target: Kalimat 1 memuat peristiwa pencarian makan bersama [Burung Pipit dan Semut mencari makan]; Kalimat 2 memuat peristiwa Semut hanyut [Semut terjebak di daun yang hanyut]; Kalimat 3 memuat peristiwa pertolongan [Burung Pipit menolong Semut dengan ranting]).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat: Murid melengkapi 1 kalimat rumpang peristiwa penutup fabel: 'Kura-kura dan Kelinci akhirnya saling ...' (acuan kunci jawaban tepat: 'menghargai' / 'membantu' / 'menolong').

Formatif:

  • Penilaian performa unjuk kerja menulis 3 kalimat sederhana tentang peristiwa fabel keragaman pada lembar kerja murid.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kesesuaian Isi Peristiwa Fabel dalam KalimatBelum mampu menulis kalimat sederhana yang memuat peristiwa fabel keragaman (kalimat tidak berkaitan dengan peristiwa tokoh).Menulis 1 kalimat sederhana tentang peristiwa fabel keragaman secara tepat sesuai konteks alur gambar.Menulis 2 kalimat sederhana tentang peristiwa fabel keragaman secara tepat dan runtut sesuai konteks alur gambar.Menulis 3 kalimat sederhana tentang seluruh peristiwa fabel keragaman secara tepat, runtut (awal, tengah, akhir), dan mandiri.
Keutuhan Struktur Kalimat SederhanaHanya menulis kata lepas tanpa membentuk struktur kalimat peristiwa.Menulis kalimat sederhana peristiwa namun hanya memuat 1 unsur pokok (hanya tokoh atau tindakan saja).Menulis beberapa kalimat sederhana peristiwa dengan struktur pokok (tokoh binatang dan tindakan peristiwa) pada sebagian besar kalimat.Menulis seluruh kalimat sederhana peristiwa secara utuh dan jelas memuat tokoh binatang beserta tindakan peristiwanya.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media gambar berseri 3 peristiwa memudahkan seluruh murid menuliskan kalimat peristiwa fabel secara runtut?
  • Bagian mana dari pendampingan menulis kalimat sederhana yang memerlukan scaffolding lebih terarah pada pertemuan selanjutnya?

Murid:

  • Peristiwa fabel mana yang paling mudah kamu tuliskan ke dalam kalimat hari ini?
  • Apakah kamu merasa senang saat menyusun kartu kata peristiwa bersama temanmu?

Pertemuan 16 — Menulis draf teks fabel sederhana tentang pertemanan dalam keragaman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.6 Menulis berbagai tipe teks sederhana tentang lingkungan sekitar dengan beberapa kalimat sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan menyapa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan kegiatan menulis hari ini, yaitu menyusun draf cerita fabel sederhana tentang pertemanan binatang yang berbeda (2 menit).
  • Asesmen Awal: Guru memberikan kartu rumpang 1 kalimat di papan tulis: 'Katak dan Burung Pipit adalah dua sahabat yang ...' lalu meminta murid memilih satu kata pelengkap yang tepat: [rukun / bermusuhan] untuk mengecek kesiapan menulis kalimat pertemanan fabel (acuan jawaban: rukun, karena menggambarkan hubungan pertemanan fabel yang positif) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati model struktur draf fabel sederhana berisi 3 kalimat yang ditayangkan guru: Kalimat 1 mengenalkan tokoh yang berbeda ciri ('Itik berkaki selaput dan Ayam berkaki cakar tinggal berdekatan.'), Kalimat 2 memuat peristiwa bersama ('Mereka mencari makanan di tepi sungai.'), Kalimat 3 memuat sikap rukun dalam perbedaan ('Walau cara berjalan mereka berbeda, keduanya saling membantu.') (7 menit).
  • Murid bersama guru membedah 3 bagian draf tersebut secara terbimbing sehingga memahami alur menulis cerita fabel pertemanan dari kalimat awal hingga akhir (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Tantangan Menyenangkan 'Kartu Karakter Sahabat': Murid memilih 1 dari 3 pasang karakter binatang yang disiapkan guru: (1) Itik & Burung Pipit, (2) Kelinci & Kura-kura, atau (3) Kucing & Bebek untuk menjadi tokoh cerita fabelnya (5 menit).
  • Murid menulis draf teks fabel sederhana bertema pertemanan dalam keragaman secara mandiri pada Lembar Menulis Draf (minimal 3 kalimat: tokoh/ciri fisik berbeda, peristiwa bersama, dan sikap saling menerima/rukun) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membaca dalam hati draf tulisan masing-masing dan memeriksa keterpenuhan 3 kalimat sederhana tentang tokoh binatang yang berteman dalam keragaman (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung pada draf beberapa murid mengenai kelengkapan kalimat tentang pertemanan dalam keragaman (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan cara menyusun draf cerita fabel yang menceritakan pertemanan binatang yang berbeda (3 menit).
  • Cek pemahaman akhir: Murid melingkari jempol ke atas pada lembar draf jika telah berhasil menulis minimal 3 kalimat utuh tentang tokoh fabel yang berbeda dan rukun (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan lembar draf dengan panduan kata pemantik di awal setiap baris (Tokoh: ..., Mereka bermain di: ..., Walaupun berbeda mereka: ...); murid yang lebih mahir menulis langsung di lembar bergaris tanpa kata pemantik.
  • Proses: Guru memberikan pendampingan intensif bagi murid yang masih merangkai kalimat dengan membimbing penyusunan kalimat per baris.
  • Produk: Murid yang perlu bimbingan menulis draf fabel berisi 3 kalimat sederhana; murid mahir diperbolehkan mengembangkan hingga 4-5 kalimat sederhana yang memuat peristiwa pertemanan lebih terperinci.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan menulis kalimat fabel pertemanan: Murid melengkapi kalimat rumpang 'Katak dan Burung Pipit adalah dua sahabat yang ...' dengan memilih kata [rukun / bermusuhan]. Kriteria kesiapan: Memilih kata 'rukun' sebagai dasar pemahaman hubungan persahabatan dalam teks bertema keragaman.

Proses:

  • Pemeriksaan lembar menulis draf fabel mandiri saat tahap Mengaplikasi. Kriteria penerimaan operasional: (1) Menulis minimal 3 kalimat sederhana, (2) Memuat tokoh binatang dengan perbedaan ciri (misal: kaki, suara, ukuran, atau tempat tinggal), (3) Memuat peristiwa pertemanan/kebersamaan, (4) Memuat sikap rukun/saling menghargai dalam keragaman.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: Verifikasi fisik lembar draf tulisan murid oleh guru. Kriteria ketercapaian: Tersusun draf teks fabel yang terdiri atas minimal 3 kalimat sederhana utuh mengenai tokoh binatang yang berbeda dan saling berteman rukun.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal melengkapi 1 kalimat rumpang fabel pertemanan.
  • Asesmen proses melalui unjuk kerja menulis draf fabel sederhana 3 kalimat bertema pertemanan dalam keragaman.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Jumlah dan Kelengkapan Kalimat Draf FabelMenulis kurang dari 2 kalimat sederhana tentang tokoh fabel keragaman.Menulis 2 kalimat sederhana yang memuat tokoh binatang dan keragamannya namun belum memuat peristiwa pertemanan secara utuh.Menulis 3 kalimat sederhana secara utuh yang mencakup pengenalan tokoh berbeda, peristiwa bersama, dan sikap rukun dalam keragaman dengan sedikit bimbingan.Menulis 3 kalimat sederhana atau lebih secara mandiri dan utuh mencakup tokoh berbeda, peristiwa bersama, dan sikap rukun dalam keragaman tanpa bimbingan guru.
Kesesuaian Isi Pertemanan dalam KeragamanIsi kalimat belum memuat tokoh binatang maupun tema pertemanan dalam keragaman.Isi kalimat menyebutkan binatang tetapi belum memunculkan unsur perbedaan ciri maupun pertemanan rukun.Isi kalimat memuat binatang dengan perbedaan ciri dan peristiwa pertemanan yang saling membantu.Isi kalimat memuat binatang dengan perbedaan ciri, peristiwa kebersamaan, dan pesan kerukunan pertemanan secara runtut dan jelas.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur model draf fabel 3 kalimat membantu murid memahami langkah menyusun cerita fabel pertemanan?
  • Berapa persen murid yang mampu menulis 3 kalimat sederhana tentang keragaman tokoh binatang secara mandiri?

Murid:

  • Binatang apa saja yang kamu pilih untuk berteman dalam ceritamu?
  • Bagian mana dari ceritamu yang paling kamu sukai?

Pertemuan 17 — Menyempurnakan tulisan teks fabel sederhana bertema pertemanan dalam keragaman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.6 Menulis berbagai tipe teks sederhana tentang lingkungan sekitar dengan beberapa kalimat sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa singkat (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini, yaitu menyempurnakan draf fabel sederhana bertema pertemanan dalam keragaman yang telah ditulis pada pertemuan sebelumnya agar menjadi tulisan yang utuh dan rapi (3 menit).
  • Asesmen awal diagnostik: Guru menampilkan satu kalimat draf rumpang di papan tulis: 'Kiki Kelinci dan Koko Kura-kura bermain ... walau cara jalan mereka berbeda.' Murid diminta melengkapi kata tindakan/tempat secara tertulis pada secarik kertas kecil (acuan kata yang diterima: 'bersama' / 'di taman' / 'gembira' / 'bola' yang membuat kalimat menjadi padu) untuk memetakan kesiapan murid dalam merapikan kalimat (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui pemodelan menyempurnakan draf kalimat sederhana pada contoh fabel 'Kancil dan Semut yang Rukun' di papan tulis, memeriksa apakah jumlah kalimat sudah membentuk cerita utuh yang terdiri dari minimal 3–4 kalimat sederhana tentang pertemanan binatang (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Permainan menggembirakan 'Detektif Kalimat Fabel': Setiap murid menerima lembar draf tulisan masing-masing dari Pertemuan 16, lalu menggunakan pensil warna untuk menandai 3 bagian penting cerita fabel mereka: (1) kalimat perkenalan tokoh binatang yang berbeda ciri, (2) kalimat peristiwa bermain bersama, dan (3) kalimat pertemanan rukun (10 menit).
  • Murid secara mandiri menulis ulang dan menyempurnakan tulisan teks fabel sederhana mereka di lembar bergaris bersih menjadi 3 sampai 5 kalimat sederhana yang padu bertema pertemanan dalam keragaman (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil tulisan fabel sempurnanya menggunakan daftar cek mandiri sederhana: memastikan teks fabel berisi minimal 3 kalimat dan memuat cerita pertemanan binatang yang berbeda (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menyempurnakan draf membuat cerita fabel pertemanan tersusun rapi dengan rangkaian kalimat yang lengkap (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kemandirian murid dalam menuntaskan tulisan fabelnya, mengumpulkan lembar karya fabel, dan menutup pelajaran dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan format lembar bergaris dengan panduan tiga nomor kalimat rumpang berstruktur subjek-predikat. Murid yang lebih cepat disediakan lembar kosong bergaris penuh untuk menyempurnakan hingga 5 kalimat sederhana.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan merangkai kalimat didampingi guru secara individual untuk melengkapi kata yang belum selesai pada drafnya. Murid mahir bekerja mandiri sepenuhnya.
  • Produk: Murid menyajikan hasil penyempurnaan teks fabel sederhana bertema pertemanan dalam keragaman dengan rentang 3 hingga 5 kalimat sederhana.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Melengkapi 1 kalimat rumpang fabel pertemanan pada kertas diagnostik: 'Kiki Kelinci dan Koko Kura-kura bermain ... walau cara jalan mereka berbeda.' (Kriteria penerimaan: murid menuliskan kata yang membentuk kalimat padu, seperti 'bersama', 'di taman', 'gembira', atau 'lari').

Proses:

  • Pengamatan dan catatan anekdotal proses saat murid memeriksa draf cerita fabel dan menuliskan kembali kalimat-kalimat yang disempurnakan pada lembar karya mandiri.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan produk tulisan fabel sederhana yang telah disempurnakan murid (Kriteria penerimaan operasional: teks memuat minimal 3 kalimat sederhana yang berurutan, menceritakan tokoh binatang dengan ciri berbeda, serta memuat peristiwa berteman rukun).

Formatif:

  • Penilaian kinerja menulis: pemeriksaan ketercapaian penyempurnaan teks fabel sederhana berdasarkan keutuhan 3–5 kalimat sederhana bertema pertemanan dalam keragaman

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menulis teks fabel sederhana dengan beberapa kalimat sederhanaMenyempurnakan tulisan teks fabel kurang dari 2 kalimat sederhana dan belum memuat tema pertemanan binatang dalam keragaman.Menyempurnakan tulisan teks fabel menjadi 2 kalimat sederhana yang berkaitan dengan tema pertemanan binatang dalam keragaman dengan bimbingan penuh guru.Menyempurnakan tulisan teks fabel menjadi 3 kalimat sederhana yang runtut bertema pertemanan binatang dalam keragaman secara mandiri.Menyempurnakan tulisan teks fabel menjadi 4 sampai 5 kalimat sederhana yang padu dan runtut bertema pertemanan binatang dalam keragaman secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 20 menit cukup bagi seluruh murid kelas 2 untuk menyalin dan menyempurnakan draf teks fabel mereka secara mandiri?
  • Apakah pemodelan menyempurnakan kalimat yang saya berikan di papan tulis membantu murid yang masih kesulitan merangkai kalimat?

Murid:

  • Berapa kalimat yang berhasil kamu tulis rapi dalam cerita fabelmu hari ini?
  • Bagian mana dari ceritamu yang paling kamu sukai saat menceritakan pertemanan binatang yang berbeda?

Pertemuan 18 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.1 Menemukan informasi dari teks aural berupa percakapan yang berkaitan dengan lingkungan sekitar
  • TP 2.5.2 Menemukan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang keragaman di lingkungan sekitar
  • TP 2.5.3 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar
  • TP 2.5.4 Menemukan isi bacaan yang dipirsa tentang lingkungan sekitar
  • TP 2.5.5 Merespons dengan menjawab pertanyaan orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang lingkungan sekitar
  • TP 2.5.6 Menulis berbagai tipe teks sederhana tentang lingkungan sekitar dengan beberapa kalimat sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan mengajak murid berdoa bersama dengan tertib (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab bertema Berteman dalam Keragaman dan mengondisikan tempat duduk murid secara berjarak agar tenang dan mandiri (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membacakan teks aural percakapan dan fabel keragaman di depan kelas: Percakapan: 'Made: "Budi, kamu sedang membawa apa?" Budi: "Aku membawa kue lapis dari ibuku. Kamu mau mencicipi?" Made: "Wah, terima kasih, Budi! Kita bisa makan bersama di bangku taman."'; Fabel: 'Katak dan Burung Pipit berteman di tepi kolam. Burung Pipit tidak bisa berenang, sedangkan Katak tidak bisa terbang di udara. Burung Pipit bernyanyi di dahan menghibur Katak, dan Katak mencari teratai indah untuk Burung Pipit. Walau berbeda kemampuan, mereka selalu saling menyayangi dan hidup rukun.' (3 menit).
  • Guru memandu pelaksanaan Tugas 1: respons lisan terpandu serentak per baris meja untuk 2 pertanyaan teks aural: (1) 'Berdasarkan percakapan Made dan Budi, apa nama makanan yang dibawa Budi?' (Acuan jawaban: kue lapis); (2) 'Apa pesan kebaikan dari cerita persahabatan Katak dan Burung Pipit?' (Acuan jawaban: saling menyayangi / saling menghargai perbedaan / hidup rukun meski berbeda kemampuan); guru mencatat ketercapaian tiap baris pada lembar observasi (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Guru membagikan lembar tes tertulis dan penugasan menulis (Tugas 2) kepada seluruh murid (2 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Tugas 2 bagian pemahaman fabel Rahasia Kaki Itik dan menulis fabel 3-4 kalimat sederhana. Butir pemahaman: (1) Tokoh utama fabel Rahasia Kaki Itik (Acuan: Itik); (2) Keunikan kaki Itik (Acuan: memiliki selaput untuk berenang di air); (3) Masalah yang dialami Ayam saat berada di dekat kolam (Acuan: tidak bisa berenang / kakinya tidak berselaput). Bagian menulis: menuliskan 3-4 kalimat sederhana tentang pertemanan binatang dalam fabel keragaman (Kriteria penerimaan produk: tulisan terdiri atas 3-4 kalimat sederhana yang membentuk cerita pertemanan binatang dan menceritakan keragaman/perbedaan tokoh) (23 menit).
  • Secara paralel saat murid mengerjakan Tugas 2, guru memanggil bergiliran 10 murid perwakilan (sampling berkala @ 2 menit) ke meja guru untuk melaksanakan Tugas 3: membaca mandiri 3 kartu kata sifat/keragaman tanpa mengeja dan merespons 1 sapaan/pertanyaan guru menggunakan kata ajaib secara santun. Daftar 3 kartu kata target: (1) rukun, (2) ramah, (3) peduli (Acuan pelafalan fasih: dilafalkan tepat tanpa mengeja bunyi huruf, tanpa mengulang, dan tanpa jeda ragu). Pertanyaan sapaan guru: 'Bolehkah Ibu meminjam pensilmu sebentar?' (Acuan respons santun: 'Boleh, Bu, silakan.' / 'Tentu, Bu, ini pensilnya.' menggunakan intonasi ramah dan frasa kesantunan/kata ajaib 'silakan'/'terima kasih') (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis murid dan merangkum pelaksanaan tiga rangkaian tugas sumatif yang telah diselesaikan (2 menit).
  • Murid bersama guru merefleksikan proses pengerjaan asesmen sumatif mengenai tingkat kemandirian dan rasa percaya diri saat menyelesaikan tugas (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi menyeluruh atas kejujuran, ketertiban, dan ketuntasan murid dalam mengikuti seluruh rangkaian asesmen sumatif bab (2 menit).
  • Guru menginformasikan jadwal umpan balik hasil asesmen sumatif serta kelanjutan giliran membaca kartu untuk murid lainnya pada sesi berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: teks aural dibacakan ulang dengan tempo lebih lambat bagi murid yang membutuhkan penguatan pendengaran tanpa mengubah isi teks dan butir soal.
  • Proses: Akomodasi akses: murid yang memerlukan pendampingan motorik halus diberikan ruang baris bergaris lebih lebar untuk menuliskan 3-4 kalimat tanpa mengubah kriteria penilaian.
  • Produk: Standar bukti dan kriteria penilaian seragam bagi seluruh murid sesuai acuan rubrik sumatif.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan kesadaran menyimak dan membaca sebelum asesmen: Guru mengecek kesiapan murid mendengarkan instruksi dengan menanyakan aturan dasar asesmen mandiri (Acuan: murid tertib, tenang, dan mengerjakan tugas sendiri).

Proses:

  • Pengamatan observasi ketercapaian respon lisan teks aural, unjuk kerja membaca 3 kartu kata, respons santun sapaan guru, serta ketertiban pengerjaan lembar kerja tertulis.

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes lisan serentak berbasis kartu respon/tanda visual, tes tertulis pemahaman dan menulis fabel, serta unjuk kerja membaca nyaring dan percakapan santun secara sampling berkala: jawaban lisan dan tertulis pemahaman teks aural serta bacaan, kartu kata terbaca fasih, respons percakapan santun dengan kata ajaib, dan produk 3-4 kalimat tulisan fabel sederhana
  • tes lisan klasikal serentak terpandu: respons lisan terpandu seluruh kelas serentak (guru membacakan percakapan aural dan fabel, lalu mengajukan pertanyaan pokok informasi serta pesan kebaikan keragaman yang dijawab murid secara lisan terbimbing bergantian per baris meja) (20 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi ketercapaian pemahaman aural dan daftar ceklis pesan teks)
  • tes tertulis dan penugasan menulis serentak: lembar kerja murid berisi pilihan/isian sederhana pemahaman fabel Rahasia Kaki Itik serta produk tulisan tangan 3-4 kalimat sederhana tentang pertemanan binatang dalam fabel (30 menit; kelompok; instrumen: rubrik menulis kalimat sederhana dan kunci jawaban pemahaman bacaan)
  • unjuk kerja membaca kata dan respons percakapan santun bergiliran terarah: pelafalan lisan fasih saat membaca 3 kartu kata sifat/keragaman dan tuturan lisan santun merespons sapaan/pertanyaan guru menggunakan kata ajaib (dilaksanakan bergantian 2 menit per murid dengan alokasi 20 menit pada sesi ini untuk sampling 10 murid perwakilan, dilanjutkan pada sesi tindak lanjut berikutnya bagi murid lainnya) (20 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja membaca nyaring dan percakapan santun)

Sumatif:

  • kombinasi tes lisan serentak berbasis kartu respon/tanda visual, tes tertulis pemahaman dan menulis fabel, serta unjuk kerja membaca nyaring dan percakapan santun secara sampling berkala: jawaban lisan dan tertulis pemahaman teks aural serta bacaan, kartu kata terbaca fasih, respons percakapan santun dengan kata ajaib, dan produk 3-4 kalimat tulisan fabel sederhana
  • tes lisan klasikal serentak terpandu: respons lisan terpandu seluruh kelas serentak (guru membacakan percakapan aural dan fabel, lalu mengajukan pertanyaan pokok informasi serta pesan kebaikan keragaman yang dijawab murid secara lisan terbimbing bergantian per baris meja) (20 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi ketercapaian pemahaman aural dan daftar ceklis pesan teks)
  • tes tertulis dan penugasan menulis serentak: lembar kerja murid berisi pilihan/isian sederhana pemahaman fabel Rahasia Kaki Itik serta produk tulisan tangan 3-4 kalimat sederhana tentang pertemanan binatang dalam fabel (30 menit; kelompok; instrumen: rubrik menulis kalimat sederhana dan kunci jawaban pemahaman bacaan)
  • unjuk kerja membaca kata dan respons percakapan santun bergiliran terarah: pelafalan lisan fasih saat membaca 3 kartu kata sifat/keragaman dan tuturan lisan santun merespons sapaan/pertanyaan guru menggunakan kata ajaib (dilaksanakan bergantian 2 menit per murid dengan alokasi 20 menit pada sesi ini untuk sampling 10 murid perwakilan, dilanjutkan pada sesi tindak lanjut berikutnya bagi murid lainnya) (20 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja membaca nyaring dan percakapan santun)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan Informasi dan Pesan Teks Aural (TP 2.5.1 & TP 2.5.2)Belum mampu menemukan nama makanan dari percakapan dan pesan kebaikan fabel sesuai acuan jawaban.Menemukan 1 dari 2 acuan secara tepat (hanya menyebutkan nama makanan 'kue lapis' ATAU pesan kebaikan 'rukun/menyayangi').Menemukan kedua acuan secara tepat (makanan: 'kue lapis'; pesan: 'rukun/menyayangi/menghargai perbedaan') dengan sedikit bimbingan pengulangan pertanyaan.Menemukan kedua acuan secara tepat dan mandiri seketika setelah teks aural selesai dibacakan.
Membaca Kata Sederhana dengan Fasih (TP 2.5.3)Belum mampu membaca 3 kartu kata target secara fasih (masih mengeja per huruf dan banyak jeda ragu pada kata rukun, ramah, peduli).Membaca fasih 1 dari 3 kartu kata target (rukun, ramah, peduli) tanpa mengeja.Membaca fasih 2 dari 3 kartu kata target (rukun, ramah, peduli) secara tepat tanpa mengeja bunyi huruf.Membaca seluruh 3 kartu kata target (rukun, ramah, peduli) secara fasih, lancar tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu.
Menemukan Isi Teks Fabel yang Dipirsa (TP 2.5.4)Belum mampu menjawab 3 pertanyaan isian pemahaman fabel Rahasia Kaki Itik sesuai acuan kunci jawaban.Menjawab tepat 1 dari 3 butir pertanyaan pemahaman fabel Rahasia Kaki Itik sesuai daftar acuan.Menjawab tepat 2 dari 3 butir pertanyaan pemahaman fabel Rahasia Kaki Itik (Acuan 1: Itik; Acuan 2: selaput renang; Acuan 3: tidak bisa berenang).Menjawab tepat seluruh 3 butir pertanyaan pemahaman fabel Rahasia Kaki Itik sesuai daftar acuan kunci jawaban secara mandiri.
Merespons Pertanyaan dengan Santun dalam Percakapan (TP 2.5.5)Belum merespons pertanyaan peminjaman pensil oleh guru atau merespons tanpa menggunakan kata ajaib/kesantunan.Merespons pertanyaan guru dengan jawaban singkat namun belum menyertakan kata ajaib/frasa santun ('boleh' saja).Merespons pertanyaan guru dengan baik dan santun menyertakan kata ajaib/frasa santun (misal: 'Boleh, Bu, silakan' atau 'Ini pensilnya, terima kasih').Merespons pertanyaan guru dengan sangat baik, santun, lugas menggunakan kata ajaib secara wajar dan mandiri.
Menulis Beberapa Kalimat Sederhana Teks Fabel (TP 2.5.6)Menulis kurang dari 2 kalimat atau isi tulisan tidak berkaitan dengan cerita pertemanan binatang.Menulis 2 kalimat sederhana tentang pertemanan binatang dalam fabel keragaman.Menulis 3 kalimat sederhana yang membentuk rangkaian cerita pertemanan binatang dalam keragaman sesuai kriteria penerimaan.Menulis 4 kalimat sederhana yang padu dan runtut menceritakan peristiwa pertemanan binatang dalam keragaman secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh instrumen dan rincian tugas sumatif telah terlaksana sesuai alokasi waktu 70 menit?
  • Bagaimana capaian ketuntasan murid pada masing-masing tujuan pembelajaran Bab 5 untuk merancang tindak lanjut remidial atau pengayaan?

Murid:

  • Bagian tugas mana yang paling mudah dan paling menantang bagimu hari ini?
  • Apakah kamu merasa puas dan bangga dengan usahamu mengerjakan seluruh tugas sumatif secara mandiri?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024), Kemendikbudristek
  2. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024), Bab 5 Berteman dalam Keragaman
  3. Naskah teks aural percakapan bertema keragaman pertemanan
  4. Lembar Temuan Informasi Murid
  5. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek 2024)
  6. Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek 2024)
  7. Teks naskah aural percakapan buatan guru bertema rukun dalam keragaman
  8. Kartu simbol centang untuk permainan kuis dengar
  9. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD Kelas II (Edisi Revisi 2024)
  10. Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD Kelas II (Edisi Revisi 2024)
  11. Teks fabel aural 'Keluarga Bebek dan Burung Pipit' dan 'Kelinci dan Landak'
  12. Lembar kerja cek pemahaman pesan kebaikan teks aural
  13. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas II SD: Keluargaku Unik (Pusat Perbukuan, 2024)
  14. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas II SD: Keluargaku Unik Bab 5 (Pusat Perbukuan, 2024)
  15. Naskah teks aural fabel Tupai dan Kura-kura serta Landak dan Kelinci buatan guru
  16. Lembar Kerja Murid (Pilihan Pesan Kebaikan Fabel)
  17. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2024)
  18. Bagan dinding berisi kata-kata sederhana bertema keragaman
  19. Kartu kata bertema keragaman (teman, rukun, beda, suku, sama, tolong)
  20. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik SD Kelas II (Edisi Revisi 2024)
  21. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik SD Kelas II (Edisi Revisi 2024) Bab 5
  22. Kartu kata sifat keragaman ('ramah', 'sabar', 'jujur', 'ceria', 'tekun')
  23. Papan tulis dan teks bacaan 'Teman Baru di Kelas Dua'
  24. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kemendikbudristek 2024
  25. Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kemendikbudristek 2024
  26. Set kartu kata percontohan guru: 'suku', 'rukun', 'baik', 'rajin'
  27. Set kartu kata mandiri murid (berisi 6 kartu kata: 'sopan', 'sabar', 'jujur', 'beda', 'sama', 'setia')
  28. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek, 2024, Bab 5
  29. Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek, 2024, Bab 5 hlm. 92–95 teks 'Rahasia Kaki Itik'
  30. Set kartu berpasangan tokoh dan peristiwa teks fabel 'Rahasia Kaki Itik'
  31. Lembar Kerja Murid (LKM) Menemukan Tokoh dan Peristiwa
  32. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024), Bab 5
  33. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024), Bab 5
  34. Kartu bacaan bergambar 'Detektif Masalah dan Solusi' (teks fabel mini: Pipit & Kura-kura, Landak & Kancil, Bebek & Ayam)
  35. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik Kelas II SD/MI, Kemendikbudristek 2024, Bab 5
  36. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik Kelas II SD/MI, Kemendikbudristek 2024
  37. Kartu bergambar tokoh fabel (Itik dan Ayam) beserta kartu keunikan dan fungsinya
  38. Lembar kerja murid mencentang isi pokok teks fabel
  39. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024.
  40. Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Bab 5 'Berteman dalam Keragaman', Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024.
  41. Poster '5 Kata Ajaib' dan kartu situasi percakapan.
  42. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2024)
  43. Buku Siswa Bahasa Indonesia SD Kelas II: Keluargaku Unik (Kemendikbudristek, 2024)
  44. Set kartu tanya perbedaan kesukaan (3 kartu: permainan, minuman, kegiatan libur)
  45. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024)
  46. Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II Bab 5 (Edisi Revisi 2024)
  47. Kartu Skenario Percakapan Simulasi Keragaman Pertemanan (berisi 3 skenario teks pertanyaan lisan)
  48. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2024)
  49. Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II Bab 5 (Kemendikbudristek, 2024)
  50. Kartu gambar binatang fabel (Itik, Kelinci, Kucing) dan lembar kerja menulis
  51. Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II Bab 5 'Berteman dalam Keragaman'
  52. Kartu kata bergambar peristiwa fabel keragaman
  53. Lembar Kerja Menulis Tiga Peristiwa Fabel Berseri
  54. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024), Bab 5 Berteman dalam Keragaman.
  55. Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024), Bab 5 Berteman dalam Keragaman.
  56. Papan tulis dan spidol untuk pemodelan kalimat draf fabel.
  57. Kartu Karakter Sahabat bergambar binatang (Itik, Burung Pipit, Kelinci, Kura-kura, Kucing, Bebek).
  58. Lembar Kerja Menulis Draf Fabel Sederhana 3 Kalimat.
  59. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024), Bab 5 Berteman dalam Keragaman
  60. Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024), Bab 5
  61. Draf tulisan teks fabel karya murid dari Pertemuan 16
  62. Lembar kertas bergaris untuk tulisan akhir fabel
  63. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi, 2024)
  64. Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Bab 5: Berteman dalam Keragaman)
  65. Naskah aural percakapan keragaman dan fabel burung pipit-katak
  66. Teks fabel bacaan 'Rahasia Kaki Itik'
  67. Set kartu kata sifat/keragaman (kata: rukun, ramah, peduli)
  68. Lembar Asesmen Sumatif Bab 5 (soal pemahaman dan lembar menulis kalimat)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.