MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 4 — Keluargaku Unik INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Keluargaku Unik |
|---|
| Alokasi Waktu | 36 JP (36 x 35 menit = 1260 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 18 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.4.1 Menyebutkan informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural berupa percakapan yang berkaitan dengan keluarga
- TP 2.4.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang keluarga
- TP 2.4.3 Menjelaskan isi bacaan yang dipirsa tentang keluarga
- TP 2.4.4 Merespons dengan menjawab pertanyaan orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang keluarga
- TP 2.4.5 Menceritakan kembali isi teks yang dibaca tentang keluarga
- TP 2.4.6 Menulis teks sederhana tentang keluarga dengan beberapa kalimat sederhana
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Siapa saja nama orang yang tinggal bersamamu di rumah?
- Bagaimana caramu mengetahui siapa yang sedang berbicara ketika kamu hanya mendengarkan suara?
- Siapa saja yang biasanya berbagi tugas membersihkan rumah di keluargamu?
- Bagaimana caramu mengetahui peran atau tugas ayah, ibu, dan anak saat mendengarkan cerita percakapan?
- Apa saja tugas harian yang biasa dilakukan anggota keluargamu di rumah?
- Bagaimana caramu mengetahui tugas masing-masing orang saat mendengarkan percakapan keluarga?
- Bagaimana caramu memanggil orang tua atau saudaramu di rumah?
- Dapatkah kamu langsung membaca kata panggilan keluarga pada kartu ini tanpa mengeja hurufnya satu per satu?
- Benda apa saja yang biasa kamu lihat dipakai oleh kakek, nenek, ayah, atau ibu di rumah?
- Bagaimana caramu membaca kartu kata benda-benda itu secara langsung tanpa mengeja hurufnya satu per satu?
- Bagaimana ciri fisik atau penampilan yang khas dari anggota keluargamu?
- Apakah kamu bisa membaca langsung kata yang memperlihatkan ciri khas keluarga tanpa mengeja?
- Apa yang sedang dilakukan oleh keluarga pada gambar cerita ini?
- Mengapa tradisi atau kebiasaan pada gambar keluarga tersebut tampak unik bagi kita?
- Apa yang terjadi pada gambar saat keluarga sedang menyiapkan makanan bersama?
- Mengapa adik di dalam gambar tersenyum setelah dibantu oleh kakak?
- Apa kebiasaan unik yang selalu dilakukan oleh keluarga Alex dengan tas nokennya?
- Bagaimana gambar pada cerita membantu kita mengetahui apa yang sedang dilakukan keluarga dalam bacaan?
- Bagaimana caramu memanggil orang tua atau kerabatmu di rumah?
- Bagaimana caramu menjawab dengan santun saat teman bertanya tentang sapaan keluargamu?
- Apa tugas rumah yang biasa kamu kerjakan untuk membantu keluarga di rumah?
- Bagaimana caramu menjawab dengan santun jika ada teman yang bertanya tentang tugas rumahmu?
- Apa yang biasanya kamu katakan jika teman bertanya tentang aturan di rumahmu?
- Bagaimana cara menjawab pertanyaan teman agar terdengar ramah dan santun?
- Apa yang biasanya diceritakan di bagian paling awal sebuah bacaan cerita?
- Siapakah tokoh yang pertama kali muncul dalam cerita tentang tradisi noken keluarga Alex?
- Apa kegiatan yang pernah kamu lakukan bersama keluargamu di rumah?
- Jika menceritakan sebuah kegiatan, kejadian mana yang harus kamu ceritakan lebih dulu: saat mulai, saat kegiatan berlangsung, atau saat selesai?
- Apa saja yang terjadi pada keluarga Sasi dari pagi hingga malam hari?
- Bagaimana urutan cerita kegiatan keluarga Sasi dari awal sampai akhir?
- Siapa saja nama anggota keluargamu di rumah?
- Apa peran atau tugas yang biasa dilakukan ayah, ibu, atau dirimu di rumah?
- Apa kebiasaan khas yang biasa dilakukan keluargamu setiap pagi atau akhir pekan?
- Bagaimana caramu merangkai tiga kegiatan keluargamu menjadi sebuah teks sederhana?
- Kemampuan apa saja yang sudah kita pelajari bersama tentang keunikan keluarga kita di Bab 4?
- Bagaimana kita menunjukkan kemampuan menyimak, membaca, berbicara, dan menulis tentang keluarga secara mandiri hari ini?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menyimak dan Menyebutkan Nama Tokoh dalam Percakapan Aural tentang Keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.1 Menyebutkan informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural berupa percakapan yang berkaitan dengan keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimak percakapan yang dibacakan guru lalu menyebutkan nama-nama tokoh yang ada di dalamnya (2 menit).
- Asesmen awal diagnostik: Guru membacakan percakapan aural pemantik sangat pendek: Ibu: 'Budi, tolong ambilkan sendok di meja.' Budi: 'Baik, Bu, ini sendoknya.' Guru meminta murid secara lisan menyebutkan 2 nama tokoh yang berbicara dalam teks tersebut (acuan jawaban: Ibu dan Budi) untuk memetakan kesiapan menyimak awal (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan bahwa saat mendengarkan percakapan (teks aural), kita dapat mengenali siapa saja yang sedang berbicara melalui nama atau sapaan yang diucapkan para tokoh (5 menit).
- Guru membacakan Teks Percakapan 1 dengan artikulasi jelas sebanyak dua kali: Teks Percakapan 1: Ayah: 'Sasi, apakah kamu sudah merapikan meja belajarmu?' Sasi: 'Sudah, Ayah. Meja belajarku sudah bersih.' Ibu: 'Hebat, Sasi. Setelah ini bantu Ibu melipat pakaian, ya.' Sasi: 'Siap, Ibu!' (7 menit).
- Guru bersama murid membedah percakapan tersebut dengan bertanya secara terbimbing: 'Siapa tokoh pertama yang berbicara?', 'Siapa yang menjawab?', dan 'Siapa tokoh ketiga yang ikut berbicara?' (acuan: Ayah, Sasi, Ibu) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Permainan Menggembirakan 'Tebak Siapa Berbicara': Guru membacakan Teks Percakapan 2 yang baru: Teks Percakapan 2: Kakek: 'Beni, mari kita menyiram tanaman mawar bersama.' Beni: 'Ayo, Kakek! Beni ambilkan gembor air dulu.' Kak Nina: 'Kakek dan Beni, jangan lupa pakai topi ya, matahari mulai terik.' Beni: 'Terima kasih sudah mengingatkan, Kak Nina!' (10 menit).
- Secara mandiri pada lembar kerja ceklis, murid menyimak kembali pembacaan Teks Percakapan 2 lalu melingkari/menyebutkan 3 nama tokoh yang ada di dalam percakapan tersebut dari daftar pilihan nama yang disajikan (daftar pilihan: Ayah, Kakek, Beni, Sasi, Kak Nina; acuan jawaban benar: Kakek, Beni, Kak Nina) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengecek hasil jawabannya bersama bimbingan guru dan memeriksa apakah ketiga nama tokoh (Kakek, Beni, Kak Nina) sudah tepat disebutkan berdasarkan percakapan yang didengar (5 menit).
- Murid menyampaikan hal yang membantu mereka mengingat nama tokoh saat mendengarkan percakapan (misalnya mendengarkan sapaan tokoh secara seksama) (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar murid hari ini dalam menyimak dan menyebutkan nama tokoh dari percakapan aural (3 menit).
- Guru menginformasikan fokus belajar pertemuan berikutnya (menyebutkan pembagian peran anggota keluarga) dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks aural dengan 2 tokoh sederhana terlebih dahulu, sedangkan murid yang cepat diberikan teks aural dengan 4 tokoh keluarga lengkap.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibantu guru dengan penekanan intonasi/jeda khusus pada kata sapaan nama tokoh saat teks dibacakan.
- Produk: Murid dapat menyebutkan nama tokoh secara lisan langsung kepada guru atau dengan memberi tanda centang/lingkaran pada lembar pilihan nama tokoh.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Menyimak teks percakapan pendek yang dibacakan guru: Ibu: 'Budi, tolong ambilkan sendok di meja.' Budi: 'Baik, Bu, ini sendoknya.' Murid menyebutkan nama tokoh yang berbicara (acuan jawaban: Ibu dan Budi).
Proses:- Menyimak Teks Percakapan 2 yang dibacakan guru: Kakek: 'Beni, mari kita menyiram tanaman mawar bersama.' Beni: 'Ayo, Kakek! Beni ambilkan gembor air dulu.' Kak Nina: 'Kakek dan Beni, jangan lupa pakai topi ya, matahari mulai terik.' Beni: 'Terima kasih sudah mengingatkan, Kak Nina!' Murid menyebutkan 3 nama tokoh dari 5 pilihan nama yang tersedia (daftar pilihan: Ayah, Kakek, Beni, Sasi, Kak Nina; acuan jawaban benar: Kakek, Beni, Kak Nina).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru membacakan 1 kalimat percakapan singkat: Paman: 'Doni, ayo kita berangkat ke sekolah.' Murid langsung menyebutkan 2 nama tokoh di dalamnya (acuan jawaban: Paman dan Doni).
Formatif:- Tes lisan diagnostik singkat di awal pembelajaran menyebutkan nama tokoh percakapan pemantik
- Unjuk kerja mandiri menyebutkan/menandai 3 nama tokoh dari teks aural Percakapan 2 menggunakan rubrik ketepatan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menyebutkan nama tokoh dari teks percakapan aural | Belum mampu menyebutkan nama tokoh dari teks percakapan aural yang didengar (0 tokoh tepat dari 3 target acuan: Kakek, Beni, Kak Nina). | Menyebutkan 1 nama tokoh dengan tepat dari teks percakapan aural yang didengar dengan bantuan penuh guru (tepat 1 tokoh dari 3 target acuan: Kakek, Beni, Kak Nina). | Menyebutkan 2 nama tokoh dengan tepat dari teks percakapan aural yang didengar secara mandiri (tepat 2 tokoh dari 3 target acuan: Kakek, Beni, Kak Nina). | Menyebutkan seluruh 3 nama tokoh dengan tepat dari teks percakapan aural yang didengar secara mandiri dan lengkap (tepat 3 tokoh sesuai acuan: Kakek, Beni, Kak Nina). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks percakapan aural yang dibacakan memiliki kejelasan lafal dan kecepatan bicara yang sesuai untuk disimak murid kelas 2?
- Berapa banyak murid yang sudah mampu menyebutkan seluruh nama tokoh secara tepat dan mandiri?
Murid:- Bagian mana dari percakapan yang paling mudah kamu ingat nama orangnya?
- Apakah kamu bisa mendengar dengan jelas nama-nama orang yang bercakap-cakap tadi?
Pertemuan 2 — Menyebutkan Pembagian Peran Anggota Keluarga dari Percakapan Aural yang Didengar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.1 Menyebutkan informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural berupa percakapan yang berkaitan dengan keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran murid di kelas (5 menit).
- Guru memberikan apersepsi dan pertanyaan pemantik singkat terkait peran harian dalam keluarga serta menyampaikan tujuan belajar menyimak percakapan hari ini (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membacakan teks aural percakapan keluarga Sasi: Percakapan berbunyi: 'Ibu: Sasi, tolong bantu Ibu menyapu lantai ruang tamu. Sasi: Baik, Bu, setelah selesai merapikan meja belajar, Sasi langsung sapu. Ayah: Ayah bantu mencuci piring di dapur ya, Bu. Ibu: Terima kasih, Ayah. Ibu akan memasak sarapan di dapur.' (10 menit).
- Guru membimbing murid mengidentifikasi siapa saja yang berbicara dan apa peran tugas masing-masing tokoh dalam teks tersebut dengan mengajukan pertanyaan terarah (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru mengadakan permainan simak-tanggap menggembirakan 'Tebak Tugas Tokoh', di mana guru membacakan kembali kalimat dialog acak lalu murid mengangkat kartu nama tokoh yang sesuai (Ibu, Ayah, Sasi) secara serempak (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan menyimak dengan menandai/menjodohkan 3 peran anggota keluarga berdasarkan teks aural yang dibacakan guru: (1) Sasi -> menyapu lantai ruang tamu; (2) Ayah -> mencuci piring di dapur; (3) Ibu -> memasak sarapan di dapur (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru dan murid bersama-sama mencocokkan hasil jawaban lembar kerja serta merefleksikan cara menyimak kata kunci agar dapat mengetahui tugas masing-masing tokoh dengan tepat (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran tentang pentingnya menyimak pembagian peran keluarga dari percakapan aural (3 menit).
- Guru memberikan penguatan belajar, menyampaikan apresiasi atas ketertiban murid menyimak, dan menutup pertemuan dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Teks aural percakapan dibacakan dengan artikulasi jelas dan tempo sedang, dengan pengulangan 2-3 kali untuk murid yang memerlukan dukungan lebih.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan gambar tokoh (Ayah, Ibu, Sasi) saat teks dibacakan; murid yang cepat menyimak langsung mengisi lembar tugas tanpa bantuan gambar.
- Produk: Murid dapat menyebutkan informasi peran tokoh secara lisan langsung atau dengan menarik garis/menandai pilihan pada lembar kerja bergambar peran.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di pendahuluan setelah teks pancingan singkat 1 kalimat: 'Ayah sedang menyiram bunga di kebun.' Guru bertanya: 'Siapa yang bertugas dan apa yang dilakukannya?' (Acuan jawaban benar: Tokoh = Ayah; Tugas = menyiram bunga di kebun).
Proses:- Observasi saat permainan 'Tebak Tugas Tokoh' dan pengerjaan lembar kerja latihan menyimak 3 peran keluarga: Butir 1: Peran Sasi (Acuan: menyapu lantai ruang tamu); Butir 2: Peran Ayah (Acuan: mencuci piring di dapur); Butir 3: Peran Ibu (Acuan: memasak sarapan di dapur).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan satu tugas dari percakapan ('mencuci piring di dapur') dan murid serentak menyebutkan tokoh yang bertugas (Acuan: Ayah).
Formatif:- Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran tentang tokoh dan peran.
- Observasi unjuk kerja permainan 'Tebak Tugas Tokoh' selama proses menyimak.
- Pemeriksaan lembar latihan mandiri mencocokkan 3 peran anggota keluarga dari teks aural.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan Pembagian Peran Anggota Keluarga dari Teks Percakapan Aural | Belum dapat menyebutkan informasi pembagian peran anggota keluarga dari percakapan aural yang didengar meski telah dibimbing penuh (0 dari 3 peran tepat). | Dapat menyebutkan 1 dari 3 informasi pembagian peran anggota keluarga dari percakapan aural secara tepat dengan bantuan guru (Acuan peran: Sasi menyapu lantai ruang tamu, Ayah mencuci piring, Ibu memasak sarapan). | Dapat menyebutkan 2 dari 3 informasi pembagian peran anggota keluarga dari percakapan aural secara tepat (Acuan peran: Sasi menyapu lantai ruang tamu, Ayah mencuci piring, Ibu memasak sarapan). | Dapat menyebutkan seluruh (3 dari 3) informasi pembagian peran anggota keluarga dari percakapan aural secara tepat dan mandiri (Acuan peran: Sasi menyapu lantai ruang tamu, Ayah mencuci piring, Ibu memasak sarapan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks aural percakapan yang dibacakan memiliki kejelasan lafal dan kecepatan yang sesuai untuk daya simak murid kelas 2?
- Berapa banyak murid yang mampu mengidentifikasi seluruh peran anggota keluarga tanpa perlu pengulangan pembacaan teks?
Murid:- Apakah kamu dapat mendengar dengan jelas tugas Ayah, Ibu, dan Sasi tadi?
- Bagian mana dari mendengarkan cerita percakapan tadi yang paling kamu sukai?
Pertemuan 3 — Menyebutkan Informasi Rincian Tugas Harian dalam Teks Percakapan Aural tentang Keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.1 Menyebutkan informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural berupa percakapan yang berkaitan dengan keluarga
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperdengarkan rekaman percakapan 2 kalimat: 'Ibu: Budi, tolong sapu lantai teras ya. Budi: Baik, Bu, setelah itu Budi merapikan sepatu.' lalu menanyakan secara lisan tugas yang dilakukan Budi (acuan: menyapu lantai teras dan merapikan sepatu) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimak teks percakapan aural dan menyebutkan rincian tugas harian anggota keluarga (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperdengarkan teks aural percakapan nonsastra tentang pembagian tugas di rumah keluarga Sasi secara utuh: 'Ibu: Sasi, pagi ini Ibu memasak sarapan di dapur dan Ayah mencuci piring. Bisakah kamu membantu menyiram tanaman di teras? Sasi: Tentu, Bu! Nanti setelah belajar, aku juga akan merapikan buku-buku di meja belajarku. Ibu: Terima kasih, anak pintar.' (5 menit).
- Guru membimbing murid mengidentifikasi rincian tugas harian dari teks yang didengar melalui tanya jawab terarah tentang apa tugas Ibu (acuan: memasak sarapan di dapur), tugas Ayah (acuan: mencuci piring), dan tugas Sasi (acuan: menyiram tanaman di teras dan merapikan buku di meja belajar) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan aural 'Tebak Tugas Siapa': guru membacakan potongan dialog baru: (1) 'Ayah: Doni, bersihkan kandang kelinci ya, Ayah akan memotong rumput halaman.', (2) 'Kak Rani: Ibu, biar aku yang menjemur pakaian, Ibu lipat pakaian saja.', lalu murid secara berpasangan berdiskusi untuk menentukan rincian tugas masing-masing tokoh (acuan: Doni membersihkan kandang kelinci, Ayah memotong rumput halaman, Kak Rani menjemur pakaian, Ibu melipat pakaian) (10 menit).
- Murid secara mandiri menyimak teks percakapan lisan baru yang dibacakan guru: 'Keluarga Made': 'Ayah: Made, sebelum berangkat, tolong beri makan ikan di kolam ya. Ayah mau menyapu halaman depan. Kak Putu: Biar aku yang menyiapkan bekal di dapur, Ayah.' lalu murid menyebutkan secara lisan atau menandai secara tepat 3 rincian tugas harian sesuai tokoh pada lembar ceklist menyimak (acuan: Made bertugas memberi makan ikan di kolam; Ayah bertugas menyapu halaman depan; Kak Putu bertugas menyiapkan bekal di dapur) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mengecek ketepatan rincian tugas yang telah disebutkan dari teks aural yang didengarkan (5 menit).
- Murid merefleksikan cara mereka menangkap rincian informasi tugas saat orang berbicara dalam percakapan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menyimak percakapan keluarga dengan saksama membantu kita mengetahui rincian tugas harian setiap orang dengan tepat (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif murid dan menutup pertemuan dengan doa serta salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diperdengarkan penggalan percakapan yang lebih pendek per kalimat tokoh, sedangkan murid yang mahir menyimak percakapan lengkap yang memuat 4 rincian tugas sekaligus.
- Proses: Murid yang masih kesulitan didampingi guru dengan panduan pertanyaan pancingan langsung saat audio/pembacaan dijeda; murid mandiri langsung mengidentifikasi rincian tugas secara berpasangan.
- Produk: Murid dapat menyebutkan rincian tugas secara lisan langsung kepada guru atau dengan mencocokkan kartu gambar aktivitas tugas harian yang tepat sesuai teks percakapan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan menyimak informasi aural melalui teks lisan pendek: 'Ibu: Budi, tolong sapu lantai teras ya. Budi: Baik, Bu, setelah itu Budi merapikan sepatu.' Murid diminta menyebutkan 2 rincian tugas Budi (acuan jawaban: menyapu lantai teras dan merapikan sepatu).
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid dalam menjawab kuis 'Tebak Tugas Siapa' saat menyebutkan tugas tokoh (acuan: Doni = membersihkan kandang kelinci; Ayah = memotong rumput halaman; Kak Rani = menjemur pakaian; Ibu = melipat pakaian).
- Pemeriksaan ketepatan lembar ceklist menyimak 'Keluarga Made' yang terdiri atas 3 butir tugas tokoh: (1) Made -> memberi makan ikan di kolam; (2) Ayah -> menyapu halaman depan; (3) Kak Putu -> menyiapkan bekal di dapur.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru membacakan satu kalimat percakapan: 'Adik: Kakak, aku menyiram bunga mawar ya, Kakak yang membuang sampah ke depan.' Murid menyebutkan rincian tugas Adik dan Kakak (acuan: Adik bertugas menyiram bunga mawar; Kakak bertugas membuang sampah ke depan).
Formatif:- Tanya jawab lisan untuk menyebutkan rincian tugas harian dari teks percakapan aural yang diperdengarkan
- Lembar ceklist menyimak mandiri mencocokkan 3 tokoh dengan rincian tugas hariannya
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Menyebutkan Rincian Tugas Harian Tokoh dari Teks Aural | Belum mampu menyebutkan rincian tugas harian tokoh dari teks percakapan aural secara tepat (0 butir benar dari 3 butir acuan: Made, Ayah, Kak Putu). | Mampu menyebutkan 1 dari 3 rincian tugas harian tokoh secara tepat dari teks percakapan aural (acuan: Made memberi makan ikan, Ayah menyapu halaman depan, Kak Putu menyiapkan bekal di dapur). | Mampu menyebutkan 2 dari 3 rincian tugas harian tokoh secara tepat dari teks percakapan aural (acuan: Made memberi makan ikan, Ayah menyapu halaman depan, Kak Putu menyiapkan bekal di dapur). | Mampu menyebutkan seluruh (3 dari 3) rincian tugas harian tokoh secara tepat dan lengkap dari teks percakapan aural secara mandiri (acuan: Made memberi makan ikan, Ayah menyapu halaman depan, Kak Putu menyiapkan bekal di dapur). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks aural percakapan yang dibacakan cukup jelas dan mudah dipahami oleh murid?
- Bagian mana dari rincian tugas dalam percakapan yang paling menantang bagi murid untuk disimak dan diingat?
Murid:- Tugas tokoh mana yang paling mudah kamu ingat saat mendengarkan cerita tadi?
- Apa yang membantumu mengingat tugas-tugas dalam percakapan dengan baik?
Pertemuan 4 — Membaca dengan Fasih Kata-Kata Sederhana Mengenai Panggilan Anggota Keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam pembuka, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berlatih membaca kata-kata sederhana mengenai panggilan anggota keluarga dengan fasih dan lancar tanpa mengeja (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 3 kartu kata sederhana: 'ayah', 'ibu', dan 'adik', lalu meminta beberapa perwakilan murid membaca kata tersebut secara langsung tanpa mengeja huruf demi huruf (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menempelkan teks bacaan pendek sederhana di papan tulis yang memuat kata-kata panggilan keluarga: 'Di rumah ada ayah dan ibu. Kiki punya satu kakak dan satu adik. Kiki juga sayang kakek dan nenek.' (5 menit).
- Guru memodelkan cara membaca fasih (lancar suku katanya, tidak terbata-bata, dan tanpa mengeja) untuk 6 kata panggilan keluarga target dari bacaan: 'ayah', 'ibu', 'kakak', 'adik', 'kakek', 'nenek' (5 menit).
- Murid bersama-sama menirukan membaca nyaring keenam kata target tersebut dipandu guru hingga pelafalannya langsung dan utuh tanpa mengeja (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi kelas menjadi kelompok kecil beranggotakan 3-4 murid dan membagikan satu set 'Kartu Kata Panggilan' berisi 6 kartu: 'ayah', 'ibu', 'kakak', 'adik', 'kakek', 'nenek' (5 menit).
- Murid melakukan permainan menggembirakan 'Tepuk Kata Cepat': seorang murid mengambil kartu secara tertutup, membukanya ke meja, dan anggota kelompok bergantian membaca kata yang muncul secara langsung dan fasih (tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu) (10 menit).
- Guru berkeliling mengamati setiap murid membaca 6 kata panggilan keluarga tersebut secara individual untuk mencatat kefasihan bacaan murid (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mengecek kata panggilan mana yang sudah bisa dibaca sangat cepat tanpa mengeja dan kata mana yang masih sering terbata-bata (5 menit).
- Murid menyebutkan strategi yang membantu mereka membaca fasih, seperti langsung mengenali bentuk suku katanya tanpa mengeja huruf satu per satu (5 menit).
Penutup:- Murid melakukan cek pemahaman akhir dengan membaca acak 2 kata yang ditunjuk guru pada papan tulis dari daftar 6 kata target (acuan kata: ayah, ibu, kakak, adik, kakek, nenek) (5 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi atas kelancaran membaca murid hari ini, mengingatkan murid untuk terus membiasakan membaca langsung kata-kata di rumah tanpa mengeja, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang masih terbata-bata mengeja, disediakan kartu kata dengan bantuan warna berbeda per suku kata (misal: a-yah, i-bu). Bagi murid yang cepat, disediakan kartu kata panggilan daerah tambahan (misal: abah, umi, amang, inang).
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih membaca kata bersama guru dalam kelompok terbimbing, sedangkan murid yang sudah lancar berlatih berpasangan bergantian menguji kecepatan membaca kartu.
- Produk: Semua murid mendemonstrasikan pembacaan kata secara lisan; murid cepat membaca 6 kata secara acak dalam tempo singkat, sedangkan murid yang sedang berkembang membaca 6 kata dengan tempo teratur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik membaca lisan 3 kata panggilan keluarga: guru memperlihatkan kartu kata 'ayah', 'ibu', dan 'adik'. Kriteria kesiapan: murid mampu membaca kata tersebut langsung secara utuh tanpa mengeja huruf per huruf (acuan bacaan tepat: 'ayah', 'ibu', 'adik').
Proses:- Observasi membaca fasih 6 kata panggilan keluarga ('ayah', 'ibu', 'kakak', 'adik', 'kakek', 'nenek') pada permainan 'Tepuk Kata Cepat'. Kriteria: ketepatan pelafalan kata utuh tanpa mengeja, tanpa pengulangan suku kata, dan tanpa jeda ragu lebih dari 3 detik.
Akhir Pertemuan:- Cek kefasihan akhir: murid membaca 2 kata yang ditunjuk secara acak dari daftar 6 kata target (pilihan target: 'ayah', 'ibu', 'kakak', 'adik', 'kakek', 'nenek'). Kriteria keberhasilan: murid membaca kedua kata dengan tepat dan lancar tanpa mengeja.
Formatif:- Unjuk kerja membaca kata sederhana secara lisan menggunakan lembar observasi kefasihan membaca.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan Membaca Kata Sederhana Panggilan Keluarga | Membaca kurang dari 3 kata dari 6 kata target ('ayah', 'ibu', 'kakak', 'adik', 'kakek', 'nenek') dan masih harus mengeja huruf satu per satu dengan bimbingan penuh guru. | Membaca 3 sampai 4 kata dari 6 kata target ('ayah', 'ibu', 'kakak', 'adik', 'kakek', 'nenek') secara mandiri, namun masih mengeja suku kata atau terdapat jeda ragu sebelum menyebutkan kata. | Membaca minimal 5 dari 6 kata target ('ayah', 'ibu', 'kakak', 'adik', 'kakek', 'nenek') dengan fasih langsung sebagai kata utuh tanpa mengeja huruf dan tanpa jeda ragu. | Membaca seluruh 6 kata target ('ayah', 'ibu', 'kakak', 'adik', 'kakek', 'nenek') dengan sangat fasih, lancar tanpa mengeja, tanpa ragu secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Berapa banyak murid yang sudah mampu membaca kata sederhana panggilan keluarga langsung secara utuh tanpa mengeja?
- Apakah aktivitas permainan kartu kata efektif memotivasi murid membaca dengan fasih dan gembira?
Murid:- Kata panggilan keluarga mana yang paling mudah kamu baca tanpa mengeja?
- Apakah kamu merasa lebih percaya diri saat membaca kartu kata tadi?
Pertemuan 5 — Membaca Kartu Kata Sederhana Terkait Ragam Benda Khas Keluarga secara Fasih — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 2 kartu kata contoh: 'kain' dan 'topi', lalu meminta murid membaca langsung tanpa mengeja (acuan kata: 'kain' dibaca fasih /ka-in/, 'topi' dibaca fasih /to-pi/) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca kartu kata sederhana mengenai ragam benda khas keluarga dengan lancar dan fasih tanpa mengeja (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperagakan cara membaca 5 kartu kata sederhana tentang ragam benda khas keluarga secara utuh, jelas, dan fasih tanpa mengeja huruf: (1) 'kacamata', (2) 'sarung', (3) 'kebaya', (4) 'kopiah', dan (5) 'selendang' (7 menit).
- Guru mengajak seluruh murid membaca bersama-sama secara berulang kelima kartu kata yang ditunjukkan di papan tulis sampai lancar tanpa jeda ragu (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid membentuk pasangan untuk memainkan permainan 'Tantangan Buka Kartu Kata': setiap pasangan menerima 5 kartu kata yang berisi kata: (1) 'kacamata', (2) 'sarung', (3) 'kebaya', (4) 'kopiah', dan (5) 'selendang' (5 menit).
- Secara bergantian berpasangan, murid membuka satu per satu kartu dan membacanya dengan fasih langsung tanpa mengeja, sementara pasangan menyimak kelancaran bacaannya (acuan ketepatan: seluruh 5 kata dibaca tepat tanpa jeda mengeja) (15 menit).
- Guru berkeliling melakukan asesmen proses dan memberikan bimbingan bagi murid yang masih mengeja huruf serta memberi tantangan pembacaan lebih cepat bagi yang sudah lancar (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengidentifikasi kartu kata mana di antara 5 kata tersebut yang sudah dibaca dengan sangat lancar dan kata mana yang sempat membuat ragu atau terbata-bata (5 menit).
Penutup:- Guru melakukan cek pemahaman akhir dengan meminta beberapa murid membaca acak 1 kartu dari 5 kartu kata target secara cepat dan fasih (acuan: terbaca tepat tanpa mengeja) (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa membaca kata secara langsung tanpa mengeja membuat kita semakin fasih membaca benda-benda keluarga, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang masih mengeja diberikan kartu kata dengan bantuan pemisahan suku kata visual sederhana (misal: sa-rung, ke-ba-ya), sedangkan murid mahir membaca kata langsung dalam bentuk utuh.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru dengan pemodelan langsung, sedangkan murid yang sudah lancar membaca mandiri dalam pasangan.
- Produk: Tingkat kemandirian: membaca mandiri kelima kartu kata secara fasih tanpa mengeja atau membaca dengan bantuan ketukan suku kata sebelum menyebut utuh.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes lisan diagnostik membaca 2 kartu kata sederhana: 'kain' dan 'topi'. Acuan ketercapaian: murid membaca kata secara langsung dan tepat tanpa mengeja hurufnya satu per satu.
Proses:- Lembar observasi kefasihan membaca 5 kartu kata: (1) 'kacamata', (2) 'sarung', (3) 'kebaya', (4) 'kopiah', (5) 'selendang'. Kriteria: dibaca tepat tanpa mengeja, tanpa pengulangan, dan tanpa jeda ragu.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman membaca cepat 1 kartu acak dari 5 kartu kata target (kacamata, sarung, kebaya, kopiah, selendang). Acuan: kata dibaca seketika secara fasih dan tepat tanpa mengeja.
Formatif:- Observasi unjuk kerja membaca 5 kartu kata sederhana ragam benda khas keluarga saat aktivitas berpasangan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan Membaca Kata Sederhana | Membaca 1 sampai 2 dari 5 kartu kata target ('kacamata', 'sarung', 'kebaya', 'kopiah', 'selendang') dengan bimbingan penuh dan masih mengeja huruf satu per satu. | Membaca 3 dari 5 kartu kata target ('kacamata', 'sarung', 'kebaya', 'kopiah', 'selendang') secara benar namun masih dengan jeda mengeja atau mengulang. | Membaca 4 sampai 5 kartu kata target ('kacamata', 'sarung', 'kebaya', 'kopiah', 'selendang') dengan fasih tanpa mengeja secara mandiri. | Membaca seluruh (5 dari 5) kartu kata target ('kacamata', 'sarung', 'kebaya', 'kopiah', 'selendang') secara fasih, spontan tanpa jeda ragu, dan konsisten mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media kartu kata membantu murid membaca secara fasih tanpa mengeja?
- Berapa banyak murid yang masih memerlukan bantuan pemisahan suku kata untuk membaca kata sederhana terkait benda keluarga?
Murid:- Kata benda keluarga mana yang paling mudah kamu baca dengan lancar?
- Apakah kamu bisa membaca kartu kata tadi tanpa mengeja hurufnya?
Pertemuan 6 — Membaca Nyaring Kata-Kata Sederhana tentang Ciri Khas Keluarga secara Mandiri dan Fasih — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang keluarga
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, memimpin doa singkat, memeriksa kehadiran, serta menyiapkan suasana belajar yang nyaman (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca nyaring kata-kata sederhana tentang ciri khas keluarga secara mandiri dan fasih tanpa mengeja (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 kata contoh di papan tulis: 'rambut' dan 'tinggi', lalu meminta 3 orang murid membaca kata tersebut secara langsung tanpa mengeja untuk memetakan kesiapan membaca fasih (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menampilkan 5 kata sederhana tentang ciri khas keluarga di papan tulis: (1) 'keriting', (2) 'lurus', (3) 'kacamata', (4) 'gemuk', (5) 'ramah' (5 menit).
- Guru memodelkan cara membaca nyaring kelima kata tersebut dengan fasih (lancar, langsung terucap, tanpa mengeja huruf satu per satu, dan tanpa jeda ragu) (5 menit).
- Murid bersama-sama menirukan membaca nyaring kelima kata tersebut secara serempak sambil menyadari bentuk gabungan suku kata dari setiap kata yang dibaca (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagikan Lembar Baca Ciri Khas berisi 5 kata target baru: (1) 'pendek', (2) 'putih', (3) 'lesung', (4) 'tahi lalat', (5) 'mancung' kepada setiap murid untuk latihan mandiri selama beberapa saat (10 menit).
- Permainan 'Kartu Cepat Ciri Khas': Setiap murid maju secara bergiliran mengambil 1 kartu acak dari wadah yang berisi 5 kartu kata: 'keriting', 'lurus', 'kacamata', 'gemuk', 'ramah' dan langsung membaca nyaring kata tersebut di depan guru secara mandiri tanpa mengeja (15 menit).
Merefleksi (Bermakna):- Murid menandai pada kartu belajarnya kata mana yang sudah dapat mereka baca secara langsung dan kata mana yang masih terasa terbata-bata atau perlu dieja (5 menit).
- Guru memberikan penguatan kepada murid mengenai strategi mengenali bentuk kata secara utuh agar semakin lancar dan fasih saat membaca (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan hari ini bahwa membaca kata dengan fasih berarti membaca langsung kata secara utuh tanpa mengeja huruf demi huruf (5 menit).
- Guru melaksanakan cek pemahaman akhir secara acak kepada beberapa murid menggunakan 3 kata target penutup: 'tinggi', 'ramah', 'lurus' (acuan kefasihan: dibaca langsung, tepat, tanpa mengeja), memberikan apresiasi atas kemandirian belajar murid, dan menutup pelajaran dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kata dengan suku kata terbuka sederhana (misal: 'gigi', 'mata', 'pipi'), sedangkan murid yang sudah mahir diberikan kata dengan gabungan konsonan atau diftong (misal: 'keriting', 'mancung').
- Proses: Murid yang belum fasih dibimbing dengan teknik membaca bersama (choral reading) sebelum membaca mandiri, sedangkan murid yang sudah fasih langsung membaca mandiri secara bergantian.
- Produk: Semua murid membaca nyaring kata yang sama sesuai target kompetensi membaca kata tunggal secara fasih tanpa mengeja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes membaca lisan diagnostik: Murid membaca 2 kata target: 'rambut' dan 'tinggi'. Acuan penilaian: (1) Murid siap: membaca langsung kata 'rambut' dan 'tinggi' tanpa mengeja suku kata; (2) Murid butuh bimbingan: masih mengeja r-a-m-b-u-t atau t-i-n-g-g-i.
Proses:- Penilaian unjuk kerja membaca nyaring secara mandiri pada Permainan 'Kartu Cepat Ciri Khas' terhadap 5 kata target: (1) 'keriting', (2) 'lurus', (3) 'kacamata', (4) 'gemuk', (5) 'ramah'. Kriteria: ketepatan lafal kata dan kefasihan (langsung terucap tanpa mengeja, tanpa pengulangan, dan tanpa jeda ragu).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman membaca lisan di akhir sesi terhadap 3 kata target: (1) 'tinggi', (2) 'ramah', (3) 'lurus'. Acuan ketuntasan: murid dapat membaca minimal 2 dari 3 kata tersebut secara tepat dan fasih tanpa mengeja.
Formatif:- Observasi unjuk kerja membaca nyaring kata sederhana tentang ciri khas keluarga secara mandiri menggunakan lembar observasi kefasihan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan Membaca Kata Sederhana | Membaca kata sederhana tentang ciri khas keluarga dengan mengeja huruf demi huruf secara terbata-bata dan membutuhkan bantuan penuh dari guru. | Membaca 1-2 kata dari 5 kata target tentang ciri khas keluarga secara langsung tanpa mengeja, namun masih mengeja pada kata lainnya. | Membaca 3-4 kata dari 5 kata target tentang ciri khas keluarga secara fasih, lancar, dan mandiri tanpa mengeja. | Membaca seluruh (5) kata target tentang ciri khas keluarga ('keriting', 'lurus', 'kacamata', 'gemuk', 'ramah') secara fasih, lancar, dan mandiri tanpa mengeja sama sekali. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah mendapatkan giliran untuk membaca nyaring kata sederhana secara mandiri?
- Bagian kata atau kombinasi huruf mana yang paling banyak membuat murid mengeja saat membaca?
Murid:- Kata tentang ciri khas keluarga mana yang paling mudah kamu baca langsung hari ini?
- Apakah kamu masih perlu mengeja saat membaca kata-kata tadi?
Pertemuan 7 — Menjelaskan Isi Bacaan Bergambar tentang Keunikan Tradisi Keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.3 Menjelaskan isi bacaan yang dipirsa tentang keluarga
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menunjukkan satu gambar pembuka berupa keluarga Alex dari Papua yang membawa tas noken rajut berisi hasil kebun, lalu mengajukan pertanyaan diagnostik awal: 'Benda apa yang dibawa oleh keluarga pada gambar ini dan apa kegunaannya?' (acuan jawaban benar: tas noken/tas rajut khas Papua; kegunaannya untuk membawa hasil kebun/barang belanjaan) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati bacaan bergambar 'Tradisi Noken Keluarga Alex' yang ditayangkan di papan tulis. Teks bacaan bergambar: 'Keluarga Alex tinggal di Wamena, Papua. Setiap hari Sabtu, Ibu menganyam tas noken dari serat kayu. Alex dan Ayah membantu mengumpulkan serat pohon. Tas noken dipakai bersama di kepala untuk membawa ubi manis dari kebun.' (7 menit).
- Guru memandu murid membedah unsur isi bacaan bergambar melalui 3 pertanyaan panduan terstruktur: (1) Siapa saja tokoh dalam bacaan bergambar? (acuan: Alex, Ibu, Ayah); (2) Tradisi unik apa yang dilakukan keluarga Alex? (acuan: menganyam dan memakai tas noken); (3) Bagaimana cara keluarga Alex membawa ubi dari kebun? (acuan: tas noken ditaruh/dipakai di kepala) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan lembar aktivitas bergambar 'Kartu Detektif Tradisi Keluarga' yang memuat cerita bergambar tradisi 'Makan Bersama di Atas Daun Pisang Keluarga Wayan'. Teks bacaan: 'Keluarga Wayan memiliki tradisi makan bersama beralaskan daun pisang panjang saat hari raya. Nenek menyusun nasi kuning dan lauk pauk di atas daun. Seluruh keluarga duduk bersila di lantai dan makan bersama menggunakan tangan.' (8 menit).
- Dalam permainan seru berpasangan 'Tebak Tepat Detektif Gambar', murid bergantian mengambil 3 kartu pertanyaan dan menjelaskan isinya kepada pasangannya: Kartu 1: 'Apa alas makan yang digunakan keluarga Wayan?' (acuan: daun pisang panjang); Kartu 2: 'Apa posisi duduk keluarga Wayan saat makan bersama?' (acuan: duduk bersila di lantai); Kartu 3: 'Kapan tradisi makan bersama ini dilakukan?' (acuan: saat hari raya) (8 menit).
- Murid secara mandiri menuliskan penjelasan isi bacaan bergambar pada lembar kerja berisi 3 butir pertanyaan: (1) Apa tradisi unik keluarga Wayan? (acuan: makan bersama beralaskan daun pisang panjang); (2) Siapa yang menyiapkan makanan di atas daun? (acuan: Nenek); (3) Bagaimana cara keluarga Wayan menyantap makanan tersebut? (acuan: makan bersama menggunakan tangan) (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa kembali jawaban lembar kerja, mendiskusikan ketepatan informasi yang ditemukan dari gambar dan teks, serta menyimpulkan bahwa keunikan tradisi keluarga dapat dipahami dengan mengamati gambar dan membaca kalimat penjelasnya secara saksama (7 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan penjelasan isi bacaan bergambar yang telah dikerjakan murid (5 menit).
- Murid menjawab 1 pertanyaan cek pemahaman lisan penutup dari gambar kilas: 'Mengapa tas noken keluarga Alex ditaruh di kepala?' (acuan: untuk membawa hasil kebun/ubi manis sesuai tradisi Papua), lalu guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan bacaan bergambar dengan penanda warna (highlight) pada kata kunci informasi penting; murid yang mahir diberikan bacaan bergambar dengan 4 panel peristiwa.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan mendapatkan scaffolding berupa pertanyaan pancingan terarah saat mengamati gambar; murid yang mahir menjelaskan isi bacaan bergambar secara mandiri tanpa bantuan pertanyaan pancingan.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menjawab dengan melengkapi kalimat rumpang terkait isi bacaan bergambar; murid yang mahir menuliskan kalimat penjelasan isi bacaan bergambar secara lengkap dan mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran menggunakan 1 gambar stimulus keluarga Alex membawa noken: 'Benda apa yang dibawa oleh keluarga pada gambar ini dan apa kegunaannya?' (acuan jawaban: tas noken/tas rajut khas Papua; kegunaannya untuk membawa hasil kebun/barang belanjaan)
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja mandiri penjelasan isi bacaan bergambar tradisi keluarga Wayan yang memuat 3 butir: (1) Tradisi unik keluarga Wayan (acuan: makan bersama beralaskan daun pisang panjang); (2) Tokoh yang menyiapkan makanan (acuan: Nenek); (3) Cara menyantap makanan (acuan: makan bersama menggunakan tangan)
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir menggunakan 1 pertanyaan kilas: 'Mengapa tas noken keluarga Alex ditaruh di kepala?' (acuan jawaban: untuk membawa hasil kebun/ubi manis sesuai tradisi Papua)
Formatif:- Penilaian kinerja lisan saat permainan berpasangan 'Tebak Tepat Detektif Gambar' dan penugasan lembar kerja penjelasan isi bacaan bergambar
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menjelaskan isi bacaan bergambar tentang tradisi keluarga | Belum mampu menjelaskan isi bacaan bergambar tentang tradisi keluarga (0 butir tepat dari 3 butir acuan: tradisi makan di atas daun pisang, tokoh Nenek, cara makan memakai tangan). | Mampu menjelaskan sebagian kecil isi bacaan bergambar tentang tradisi keluarga dengan tepat (hanya 1 butir tepat dari 3 butir acuan). | Mampu menjelaskan sebagian besar isi bacaan bergambar tentang tradisi keluarga dengan tepat (2 butir tepat dari 3 butir acuan). | Mampu menjelaskan seluruh isi bacaan bergambar tentang tradisi keluarga secara lengkap dan tepat (3 butir tepat dari 3 butir acuan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan ilustrasi gambar dan teks sederhana membantu murid memahami keunikan tradisi keluarga?
- Bagaimana keterlibatan murid selama permainan berpasangan menemukan informasi isi gambar?
Murid:- Bagian gambar tradisi mana yang paling menarik perhatianmu hari ini?
- Apakah kamu dapat menemukan informasi kegiatan keluarga dari gambar dan teks dengan mudah?
Pertemuan 8 — Menjelaskan Hubungan Kejadian pada Teks Bacaan Bergambar tentang Keragaman Keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.3 Menjelaskan isi bacaan yang dipirsa tentang keluarga
Pendahuluan:- Guru mengkondisikan kelas, menyapa murid, memimpin doa bersama, dan memeriksa presensi kehadiran (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjelaskan isi bacaan bergambar tentang keragaman keluarga, khususnya hubungan sebab-akibat antar-kejadian pada gambar (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 1 gambar pemantik (Ibu menata piring di meja makan dan piring tersusun rapi) lalu mengajukan pertanyaan sebab-akibat sederhana untuk memetakan kesiapan murid (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati teks bacaan bergambar berjudul 'Keragaman Tugas di Rumah Danu' yang ditampilkan di papan tulis: Teks memuat 3 panel bergambar berurutan: Panel 1: Ayah dan Danu menyiram tanaman cabai di kebun; Panel 2: Ibu dan Danu menata meja makan bersama; Panel 3: Adik merapikan mainan di kotak kardus (7 menit).
- Murid menyimak penjelasan terbimbing dari guru mengenai cara menemukan hubungan antar-kejadian (sebab dan akibat) dari gambar dan kalimat pendek penyertanya (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara berpasangan dalam suasana gembira melalui 'Tantangan Detektif Gambar', murid menerima Lembar Kerja Pasangan yang memuat 3 soal kejadian sebab-akibat berdasarkan teks bacaan bergambar 'Keragaman Tugas di Rumah Danu': Soal 1: 'Mengapa tanaman cabai tumbuh subur?' (Pilihan: A. Karena disiram Ayah dan Danu, B. Karena terkena hujan deras); Soal 2: 'Apa akibat dari Ibu dan Danu menata meja makan bersama?' (Pilihan: A. Meja menjadi rapi dan siap untuk makan, B. Meja menjadi kotor terkena tumpahan); Soal 3: 'Mengapa lantai kamar menjadi bersih dan aman untuk berjalan?' (Pilihan: A. Karena adik merapikan mainan ke dalam kotak, B. Karena adik sedang tidur) (15 menit).
- Setiap pasangan mendiskusikan dan mencocokkan alasan kejadian pada lembar kerja masing-masing secara aktif (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya memeriksa kembali jawaban mereka berdasarkan konfirmasi visual bersama guru di papan tulis (5 menit).
- Murid mengidentifikasi bagian kejadian yang paling mudah dan bagian yang masih membutuhkan ketelitian dalam mencermati gambar (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan bersama cara menjelaskan hubungan kejadian (mengapa suatu hal terjadi dan apa akibatnya) dari teks bacaan bergambar (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan cek pemahaman langsung dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bergambar dengan petunjuk visual berupa tanda panah hubungan sebab-akibat; murid yang sudah mahir diberikan teks bergambar dengan detail peristiwa yang lebih bervariasi.
- Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan didampingi secara intensif oleh guru saat menghubungkan gambar dengan teks, sedangkan murid yang cepat diarahkan bekerja mandiri bersama pasangan.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan dapat melingkari pilihan gambar jawaban yang tepat, sedangkan murid yang mahir menuliskan nomor kejadian yang berpasangan secara mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman hubungan kejadian: Guru menunjukkan 1 gambar pemantik (Ibu menata piring di meja makan) dan bertanya: 'Apa yang terjadi pada meja makan setelah Ibu menata piring?' (acuan jawaban: meja menjadi rapi/piring tersusun rapi; jika murid menjawab 'piring pecah' atau tidak relevan, murid dikelompokkan butuh bimbingan visual konkrit).
Proses:- Formatif Latihan Berpasangan: Penilaian ketepatan pengerjaan 3 butir soal hubungan kejadian pada teks bacaan bergambar 'Keragaman Tugas di Rumah Danu'. Soal 1: 'Mengapa tanaman cabai tumbuh subur?' (acuan: Karena disiram Ayah dan Danu); Soal 2: 'Apa akibat dari Ibu dan Danu menata meja makan bersama?' (acuan: Meja menjadi rapi dan siap untuk makan); Soal 3: 'Mengapa lantai kamar menjadi bersih dan aman untuk berjalan?' (acuan: Karena adik merapikan mainan ke dalam kotak). Target: minimal 2 dari 3 butir terjawab tepat.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Guru menampilkan 2 pernyataan kejadian dari teks bacaan bergambar dan murid memilih hubungan yang tepat: (1) 'Ayah dan Danu menyiram tanaman' menyebabkan... (acuan: tanaman tumbuh subur/segar); (2) 'Adik memasukkan mainan ke kotak' menyebabkan... (acuan: lantai kamar rapi/bersih). Kriteria ketercapaian: murid tepat menjawab minimal 1 dari 2 butir.
Formatif:- Pemeriksaan Lembar Kerja Pasangan 'Tantangan Detektif Gambar' yang memuat 3 butir soal pilihan sebab-akibat kejadian teks bacaan bergambar (acuan kunci: Soal 1 = A, Soal 2 = A, Soal 3 = A)
- Observasi partisipasi aktif pasangan saat menjelaskan hubungan kejadian dari gambar
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan Hubungan Kejadian pada Teks Bacaan Bergambar | Belum mampu menjelaskan hubungan sebab-akibat kejadian dari teks bacaan bergambar (0 butir tepat dari 3 butir acuan) | Menjelaskan hubungan sebab-akibat kejadian dari teks bacaan bergambar secara tepat pada 1 butir dari 3 butir acuan dengan bimbingan guru | Menjelaskan hubungan sebab-akibat kejadian dari teks bacaan bergambar secara tepat pada 2 dari 3 butir acuan secara mandiri bersama pasangan | Menjelaskan hubungan sebab-akibat kejadian dari teks bacaan bergambar secara tepat pada seluruh 3 butir acuan secara mandiri dan konsisten |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks bacaan bergambar yang digunakan cukup jelas membantu murid memahami hubungan sebab-akibat antar-kejadian?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas berpasangan Detektif Gambar, apakah scaffolding yang diberikan sudah efektif?
Murid:- Bagian gambar mana yang paling mudah kamu tebak penyebab atau akibatnya?
- Apakah kamu senang mencari rahasia hubungan kejadian bersama teman pasanganmu?
Pertemuan 9 — Menjelaskan Pesan dan Isi Teks Bacaan yang Dipirsa Mengenai Kebiasaan Unik Keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.3 Menjelaskan isi bacaan yang dipirsa tentang keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan diagnostik awal dengan memperlihatkan satu kartu gambar situasi kebiasaan keluarga Alex membawa noken ke kebun dan mengajukan pertanyaan: 'Apa kegiatan yang dilakukan keluarga pada gambar ini?' (acuan: keluarga berjalan bersama membawa tas noken ke kebun) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjelaskan pesan dan isi teks bacaan bergambar tentang kebiasaan unik keluarga (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati dan memirsa tayangan teks bacaan bergambar 'Noken Kebanggaan Kami' yang memuat teks: (1) 'Alex selalu memakai noken berwarna kuning buatan nenek', (2) 'Keluarga Alex memakai noken untuk membawa hasil kebun bersama', (3) 'Alex bangga memakai noken karena noken adalah tas istimewa warisan keluarga' (7 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru tentang cara menjelaskan isi bacaan yang dipirsa berdasarkan teks dan gambar pendukung (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam permainan seru 'Tebak Kartu Kisah', murid dalam kelompok kecil mencocokkan 3 kartu pertanyaan dengan 3 kartu jawaban isi bacaan: Kartu Tanya 1 'Siapa pembuat tas noken Alex?' berpasangan dengan Kartu Jawab 1 'Nenek Alex'; Kartu Tanya 2 'Apa kebiasaan keluarga Alex menggunakan noken?' berpasangan dengan Kartu Jawab 2 'Membawa hasil kebun bersama'; Kartu Tanya 3 'Mengapa Alex bangga memakai noken?' berpasangan dengan Kartu Jawab 3 'Karena noken tas istimewa warisan keluarga' (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar tugas memirsa yang memuat 3 butir pertanyaan penjelasan isi bacaan bergambar tentang kebiasaan keluarga Alex: Butir 1 'Benda khas apa yang selalu dipakai Alex?' (kunci: noken / tas noken kuning); Butir 2 'Apa kebiasaan bersama yang dilakukan keluarga Alex dengan noken?' (kunci: membawa hasil kebun bersama); Butir 3 'Apa pesan isi bacaan tentang noken keluarga Alex?' (kunci: bangga memakai dan menjaga tas noken warisan keluarga) (18 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dengan acuan jawaban di papan tulis untuk memastikan ketepatan penjelasan isi bacaan yang dipirsa (8 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap ketepatan murid dalam menjelaskan isi bacaan bergambar yang dipirsa (4 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan hari ini dan menutup pelajaran dengan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bacaan yang dilengkapi penanda visual berupa lingkaran warna pada kalimat kunci dalam teks bergambar.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi dengan pemodelan langsung cara menemukan isi dari gambar dan teks, sedangkan murid yang mahir langsung memirsa dan menjelaskan secara mandiri.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan dapat menjelaskan isi dengan melengkapi kalimat rumpang berpilihan kata, sedangkan murid yang telah mahir menjelaskan isi dengan kalimat sendiri secara lengkap sesuai 3 butir acuan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat di pendahuluan dengan menunjukkan 1 kartu gambar kebiasaan keluarga Alex: 'Apa kegiatan yang dilakukan keluarga pada gambar ini?' (acuan: keluarga berjalan bersama membawa tas noken ke kebun)
Proses:- Observasi pada permainan 'Tebak Kartu Kisah' saat murid menjodohkan 3 pasangan kartu tanya-jawab: (1) Siapa pembuat tas noken Alex? -> Nenek Alex, (2) Apa kebiasaan keluarga Alex menggunakan noken? -> Membawa hasil kebun bersama, (3) Mengapa Alex bangga memakai noken? -> Karena noken tas istimewa warisan keluarga
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri memirsa 3 butir pertanyaan isi bacaan: Butir 1 benda khas yang dipakai (kunci: noken/tas noken kuning), Butir 2 kebiasaan bersama (kunci: membawa hasil kebun bersama), Butir 3 pesan isi teks (kunci: bangga memakai dan menjaga tas noken warisan keluarga)
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir sesi saat mencocokkan lembar kerja: memastikan setiap murid dapat menjelaskan minimal 2 dari 3 butir isi teks bacaan yang dipirsa dengan tepat (acuan butir: 1. noken/tas noken kuning; 2. membawa hasil kebun bersama; 3. bangga memakai dan menjaga tas noken warisan keluarga)
Formatif:- Penilaian unjuk kerja mandiri menjelaskan isi bacaan yang dipirsa melalui lembar kerja berisi 3 butir pertanyaan tertulis
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menjelaskan isi bacaan yang dipirsa tentang kebiasaan keluarga | Belum mampu menjelaskan isi bacaan yang dipirsa (0 butir tepat dari 3 butir acuan: 1. noken/tas noken kuning; 2. membawa hasil kebun bersama; 3. bangga memakai dan menjaga tas noken warisan keluarga) meski dengan bimbingan penuh guru. | Mampu menjelaskan 1 butir isi bacaan yang dipirsa dengan tepat sesuai 3 butir acuan dengan bantuan guru. | Mampu menjelaskan 2 butir isi bacaan yang dipirsa dengan tepat sesuai 3 butir acuan secara mandiri. | Mampu menjelaskan seluruh 3 butir isi bacaan yang dipirsa dengan tepat dan lengkap sesuai 3 butir acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan gambar pendukung pada teks membantu murid memahami dan menjelaskan isi bacaan secara mandiri?
- Apakah alokasi waktu untuk tahap latihan mandiri sudah mencukupi bagi semua murid?
Murid:- Bagian mana dari cerita keluarga Alex yang paling mudah kamu pahami isinya?
- Apakah melihat gambar cerita mempermudahmu menjawab pertanyaan tentang kebiasaan keluarga Alex?
Pertemuan 10 — Merespons Pertanyaan Teman tentang Sapaan Khas Keluarga dengan Santun — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.4 Merespons dengan menjawab pertanyaan orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid dan memeriksa kehadiran serta kesiapan belajar di kelas (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu merespons pertanyaan teman tentang sapaan khas dalam keluarga dengan baik dan santun (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: guru mengajukan pertanyaan lisan 'Siapa nama sapaan untuk ibumu di rumah?', lalu meminta murid menjawab dengan kalimat santun (acuan jawaban santun: memuat sapaan ramah atau kata panggilan yang jelas dan nada sopan, seperti 'Di rumah, saya memanggil ibu dengan sebutan Ibu/Mama/Ambu') (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memperagakan contoh percakapan santun di depan kelas: Model Pertanyaan: 'Halo, bagaimana kamu menyapa kakekmu di rumah?' dan Model Jawaban Santun: 'Halo juga, aku menyapa kakekku dengan sebutan Opa' (5 menit).
- Murid bersama guru mencermati ciri respons santun dalam percakapan: menjawab sesuai isi pertanyaan tanpa memotong dan menggunakan kata pembuka yang baik (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan 3 kartu tanya kepada setiap pasangan murid yang memuat pertanyaan: Kartu 1 'Bagaimana kamu memanggil ayahmu?', Kartu 2 'Bagaimana kamu memanggil ibumu?', Kartu 3 'Bagaimana kamu memanggil saudara orang tuamu (paman/tante/om/bibi)?' (5 menit).
- Murid melakukan aktivitas permainan berpasangan 'Tanya Sapa': secara bergantian murid mengambil kartu tanya lalu teman pasangannya merespons dengan menjawab pertanyaan mengenai sapaan khas keluarganya dengan baik dan santun (acuan: jawaban relevan dengan panggilan anggota keluarga yang ditanyakan dan diucapkan dengan santun) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi pengalaman menjawab pertanyaan teman secara lisan: apakah sudah menjawab dengan santun dan sesuai pertanyaan (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan bahwa menjawab pertanyaan teman tentang sapaan khas keluarga harus dilakukan dengan baik, jelas, dan santun (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu tanya bergambar anggota keluarga untuk murid yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Bimbingan langsung berupa pemodelan kalimat respons bagi murid yang ragu, serta pemberian kesempatan bagi murid yang mahir untuk menjawab pertanyaan dengan tambahan variasi sapaan khas kerabat keluarga lainnya.
- Produk: Respons lisan menjawab pertanyaan disampaikan secara sederhana sesuai kesiapan tutur murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan: Guru menanyakan satu sapaan keluarga 'Siapa sebutan untuk ibu di rumahmu?' kepada perwakilan murid untuk mengecek kesiapan merespons dengan santun (acuan jawaban: murid menjawab secara jelas dan santun menyebutkan panggilan ibunya, misal 'Ibu', 'Mama', 'Umi', atau 'Ambu').
Proses:- Formatif praktik: Guru mengamati murid merespons 3 pertanyaan dari kartu tanya: (1) Sapaan ayah, (2) Sapaan ibu, (3) Sapaan saudara orang tua (acuan: jawaban relevan dengan sapaan keluarga yang ditanyakan serta disampaikan secara santun tanpa mencela).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir: Guru memberikan satu pertanyaan acak kepada murid 'Bagaimana caramu memanggil nenek di rumah?' (acuan: murid merespons dengan menyebutkan sapaan khas nenek, misal 'Nenek/Oma/Eyang' secara santun).
Formatif:- Observasi unjuk kerja berpasangan saat merespons pertanyaan mengenai sapaan khas keluarga dengan instrumen lembar ceklis ketercapaian.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Merespons pertanyaan tentang sapaan khas keluarga | Belum mampu menjawab pertanyaan teman mengenai sapaan khas keluarga walau telah diarahkan. | Mampu menjawab 1 pertanyaan teman mengenai sapaan khas keluarga dengan bimbingan guru secara santun. | Mampu menjawab 2 hingga 3 pertanyaan teman mengenai sapaan khas keluarga secara tepat dan santun secara mandiri. | Mampu menjawab seluruh pertanyaan teman mengenai sapaan khas keluarga secara tepat, sangat santun, dan konsisten tanpa bimbingan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan merespons pertanyaan tentang sapaan khas keluarga?
- Apakah aktivitas permainan berpasangan membuat murid aktif dan santun dalam berbicara?
Murid:- Bagaimana perasaanmu saat menjawab pertanyaan teman tentang panggilan keluargamu?
- Apakah kamu sudah bisa menjawab pertanyaan teman dengan ramah dan santun?
Pertemuan 11 — Merespons Pertanyaan Mengenai Pembagian Tugas Rumah dalam Percakapan Berpasangan secara Santun — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.4 Merespons dengan menjawab pertanyaan orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berlatih menjawab pertanyaan teman tentang pembagian tugas rumah secara baik dan santun dalam percakapan berpasangan (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan mengajukan 1 pertanyaan diagnostik kepada murid: 'Siapa yang bertugas mencuci piring di rumahmu?' Murid menjawab dengan kriteria santun dan jelas (acuan respons: menyebutkan pelaku tugas, misalnya 'Ibu yang mencuci piring' atau 'Saya membantu mencuci piring' dengan kata sapaan/kata yang santun) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memodelkan contoh percakapan santun bertema tugas rumah bersama seorang murid: Penanya: 'Halo Sasi, apa tugas rumah yang kamu lakukan setiap pagi?' Responden: 'Halo, saya bertugas merapikan tempat tidur setiap pagi.' Guru menjelaskan ciri respons yang baik dan santun (menjawab langsung sesuai isi pertanyaan, menatap teman, dan menggunakan kata ramah) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan 3 kartu panduan tanya-jawab kepada setiap pasangan murid yang memuat pertanyaan: Kartu 1: 'Siapa yang bertugas membersihkan lantai di rumahmu?', Kartu 2: 'Kapan kamu biasanya membantu menyiram tanaman?', Kartu 3: 'Apa tugas Ayah atau Ibumu di rumah?' (10 menit).
- Murid secara berpasangan mempraktikkan permainan peran 'Tanya Jawab Kartu Sahabat', di mana secara bergantian seorang murid membaca pertanyaan pada kartu dan pasangannya merespons dengan menjawab pertanyaan tersebut secara baik, santun, dan relevan sesuai kondisi pembagian tugas rumahnya (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Secara berpasangan, murid saling memberikan konfirmasi sederhana apakah pasangannya sudah menjawab ketiga pertanyaan dengan baik dan kata-kata santun, lalu 2 pasang perwakilan maju memperagakan satu tanya-jawab di depan kelas (10 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan pentingnya merespons pertanyaan orang lain tentang keluarga secara runtut, tepat, dan santun (5 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan mengapresiasi keaktifan seluruh murid dan doa penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan dengan gambar pendukung tugas rumah untuk murid yang membutuhkan scaffolding membaca pertanyaan.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih menjawab dengan kalimat pemantik berstruktur 'Tugas saya adalah...', sedangkan murid yang mahir langsung merespons pertanyaan tanpa teks bantuan secara mandiri.
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti respons lisan santun pada 3 pertanyaan kartu tugas rumah.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Guru bertanya kepada murid, 'Siapa yang bertugas mencuci piring di rumahmu?' Kriteria ketercapaian: Murid mampu merespons dengan menyebutkan anggota keluarga yang bertugas (acuan jawaban: menyebut nama anggota keluarga secara relevan seperti 'Ibu', 'Ayah', 'Kakak', atau 'Saya sendiri' disertai tuturan yang santun).
Proses:- Pengamatan formatif saat latihan berpasangan 'Tanya Jawab Kartu Sahabat' pada 3 kartu pertanyaan: (1) 'Siapa yang bertugas membersihkan lantai di rumahmu?' (acuan: menjawab nama anggota keluarga yang menyapu/mengepel); (2) 'Kapan kamu biasanya membantu menyiram tanaman?' (acuan: menjawab keterangan waktu seperti pagi/sore hari); (3) 'Apa tugas Ayah atau Ibumu di rumah?' (acuan: menyebutkan jenis pekerjaan rumah tangga yang dikerjakan orang tua secara santun dan tepat sasaran).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan acak di penutup: Guru membacakan satu pertanyaan cepat kepada 3 murid secara bergantian: 'Apa tugas yang kamu kerjakan setelah bangun tidur di rumah?' Kriteria penilaian: Murid merespons dengan jawaban relevan (acuan: menyebut tugas seperti merapikan kasur, melipat selimut, atau membuka jendela) dengan bahasa yang santun.
Formatif:- Observasi unjuk kerja percakapan berpasangan merespons 3 pertanyaan tentang tugas rumah menggunakan lembar ceklis ketercapaian respons santun dan relevan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan dan Kesantunan Merespons Pertanyaan Tugas Rumah | Belum mampu merespons atau menjawab tidak sesuai isi ketiga pertanyaan tugas rumah meskipun telah dibimbing. | Mampu merespons 1 dari 3 pertanyaan tugas rumah dengan relevan dan santun dengan bimbingan guru. | Mampu merespons 2-3 pertanyaan tentang pembagian tugas rumah secara tepat isi dan menggunakan bahasa yang santun secara berpasangan. | Mampu merespons seluruh (3) pertanyaan tentang pembagian tugas rumah secara tepat isi, menggunakan bahasa santun, lugas, dan mandiri tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan merespons pertanyaan dalam percakapan berpasangan?
- Apakah media 3 kartu pertanyaan efektif memandu percakapan santun tentang tugas rumah?
Murid:- Bagian mana yang paling kamu sukai saat menjawab pertanyaan dari temanmu tadi?
- Apakah kamu merasa sudah menjawab pertanyaan temanmu dengan sopan dan ramah?
Pertemuan 12 — Praktik Menjawab Pertanyaan Teman Mengenai Aturan Keluarga dengan Baik dan Santun — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.4 Merespons dengan menjawab pertanyaan orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa singkat bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini, yaitu berlatih merespons pertanyaan teman tentang aturan keluarga secara santun dan jelas (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan memberikan 1 pertanyaan pemantik: 'Apa aturan di rumahmu saat jam tidur malam?' dan memandu murid menjawab dengan santun (acuan: respons relevan menyebut aturan tidur, misalnya 'Di rumahku, aku harus tidur pukul delapan malam' dan menggunakan kata santun seperti 'Di rumahku...' tanpa membentak) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memodelkan percakapan tanya jawab berpasangan bersama satu boneka tangan mengenai aturan di rumah dengan menggunakan kata sapaan dan kalimat santun (misalnya: 'Kiki, bolehkah aku tahu apa aturan makan di rumahmu?' dijawab 'Tentu Budi, di rumahku kami harus mencuci tangan dan berdoa sebelum makan') (8 menit).
- Murid bersama guru mencermati 3 contoh kalimat tanya tentang aturan rumah dan contoh kalimat jawaban yang santun pada papan tulis: (1) Tanya: 'Jam berapa kamu harus pulang setelah bermain?' Jawab: 'Aku harus pulang sebelum matahari terbenam.'; (2) Tanya: 'Bolehkah kamu menonton televisi saat belajar?' Jawab: 'Tidak boleh, aku baru boleh menonton setelah selesai mengerjakan PR.'; (3) Tanya: 'Siapa yang merapikan tempat tidurmu?' Jawab: 'Aturan di rumahku, aku merapikan tempat tidurku sendiri.' (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid berpasangan dan membagikan 3 kartu pertanyaan bertema aturan keluarga kepada setiap pasangan: Kartu 1: 'Kapan kamu harus belajar di rumah?'; Kartu 2: 'Apa aturan merapikan mainan di rumahmu?'; Kartu 3: 'Bolehkah memakai gawai saat makan bersama?' (5 menit).
- Dalam suasana permainan berpasangan 'Kotak Bicara Santun', murid bergantian mengambil peran sebagai penanya dan penjawab: murid A membacakan pertanyaan pada kartu, dan murid B merespons dengan menjawab pertanyaan tersebut secara baik dan santun sesuai aturan keluarganya masing-masing (15 menit).
- Peran ditukar, murid B membacakan kartu pertanyaan berikutnya dan murid A merespons jawaban dengan santun dan runtut, sementara guru berkeliling mengobservasi respons murid (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling memberikan tanda jempol jika pasangannya sudah menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang baik dan tidak memotong pembicaraan (5 menit).
- Beberapa pasang murid secara sukarela mempraktikkan satu tanya jawab aturan keluarga yang sudah mereka latih di hadapan kelas (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya menjawab pertanyaan orang lain tentang aturan keluarga dengan jujur, jelas, dan santun (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas kerja sama berpasangan yang baik dan menutup pembelajaran dengan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan pilihan frasa awal jawaban (misal: 'Di rumahku, aturannya...'), sedangkan murid mahir merespons langsung tanpa bantuan kartu panduan frasa.
- Proses: Pada kegiatan berpasangan, murid yang masih ragu didampingi guru secara langsung saat menjawab pertanyaan teman.
- Produk: Respons lisan murid dapat berupa satu kalimat jawaban sederhana (bagi murid berkembang) atau jawaban terperinci dengan alasan aturan tersebut (bagi murid yang cepat).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan terpandu: Guru mengajukan pertanyaan 'Apa aturan di rumahmu saat jam tidur malam?' kepada sampel murid. (Acuan ketercapaian: Murid menjawab relevan dengan menyebutkan waktu atau aturan tidur, misalnya 'Aturan di rumahku, aku harus tidur jam delapan malam', disampaikan tanpa berteriak dan menggunakan bahasa santun).
Proses:- Observasi praktik percakapan berpasangan menggunakan 3 kartu pertanyaan: (1) 'Kapan kamu harus belajar di rumah?' (Acuan: Murid menjawab waktu belajarnya, misal 'Aku belajar sehabis salat Magrib'); (2) 'Apa aturan merapikan mainan di rumahmu?' (Acuan: Murid menyebutkan aturan membereskan mainan, misal 'Setelah selesai bermain, mainan wajib dimasukkan ke dalam kotak'); (3) 'Bolehkah memakai gawai saat makan bersama?' (Acuan: Murid menyebutkan boleh/tidaknya serta aturannya, misal 'Tidak boleh, saat makan gawai harus disimpan'). Dinilai dari ketepatan menjawab relevan dan kesantunan bertutur kata.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menunjuk murid secara acak dan bertanya 'Jika teman bertanya tentang aturan menonton TV di rumahmu, bagaimana cara menjawabnya dengan santun?' (Acuan: Murid merespons dengan jawaban informatif dan santun, misal 'Di rumahku, aku hanya boleh menonton TV di hari Sabtu dan Minggu').
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja berbicara berpasangan (merespons pertanyaan mengenai aturan keluarga secara santun)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Menjawab Pertanyaan tentang Aturan Keluarga | Belum mampu menjawab pertanyaan teman mengenai aturan keluarga atau jawaban tidak berhubungan dengan pertanyaan yang diajukan. | Mampu menjawab 1 pertanyaan teman tentang aturan keluarga secara tepat dan relevan. | Mampu menjawab 2 sampai 3 pertanyaan teman tentang aturan keluarga secara tepat dan relevan. | Mampu menjawab seluruh (3) pertanyaan teman tentang aturan keluarga secara lengkap, tepat sasaran, dan runtut. | | Kesantunan Berbicara dalam Merespons | Merespons dengan nada ketus, membentak, atau menyela sebelum teman selesai bertanya. | Merespons pertanyaan teman dengan bahasa yang cukup baik namun masih memerlukan teguran/arahan guru agar santun. | Merespons pertanyaan teman dengan pilihan kata yang santun dan nada ramah secara mandiri. | Merespons seluruh pertanyaan teman dengan sangat santun, menghargai penanya, dan konsisten menunjukkan sikap ramah tanpa diingatkan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif berpartisipasi merespons pertanyaan temannya dalam simulasi berpasangan?
- Bagian mana dari latihan percakapan santun ini yang masih memerlukan penguatan pada pertemuan selanjutnya?
Murid:- Apakah kamu merasa senang saat bercakap-cakap tentang aturan rumah bersama temanmu?
- Apakah kamu sudah bisa menjawab pertanyaan teman dengan kata-kata yang ramah dan sopan?
Pertemuan 13 — Menceritakan Kembali Bagian Awal Bacaan tentang Tradisi Unik Keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.5 Menceritakan kembali isi teks yang dibaca tentang keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran bahwa hari ini murid akan berlatih menceritakan kembali kejadian di bagian awal teks bacaan tentang tradisi keluarga Alex (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan membacakan cuplikan pembuka: 'Pagi hari di Wamena, Alex bersiap pergi ke sekolah bersama kakaknya.' lalu meminta murid menyebutkan siapa tokoh dan latarnya (acuan jawaban: tokoh = Alex dan kakaknya; latar tempat/waktu = Wamena / pagi hari) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid bersama guru membaca teks bacaan sederhana bagian awal tentang tradisi unik noken keluarga: 'Alex selalu memakai noken berwarna kuning buatan nenek. Noken ini sudah dipakai Alex selama dua tahun ke sekolah. Alex merasa nokennya mulai usang dan ingin tas baru seperti teman-temannya.' (7 menit).
- Guru memandu murid membedah unsur bagian awal cerita dengan panduan 3 kartu tanya di papan tulis: (1) Siapa tokohnya? (Alex); (2) Benda tradisi apa yang dipakai? (Noken kuning buatan nenek); (3) Apa yang dirasakan Alex di awal cerita? (Alex merasa nokennya sudah usang dan ingin tas baru) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Permainan Menggembirakan 'Estafet Cerita Pembuka': Dalam lingkaran kecil beranggotakan 4 murid, sebuah bola kain digulirkan; murid yang memegang bola menyebutkan 1 kalimat bagian awal bacaan secara bergantian hingga tersusun cerita awal yang utuh sesuai bacaan (10 menit).
- Murid secara berpasangan bergantian menceritakan kembali bagian awal bacaan 'Tradisi Noken Alex' kepada pasangannya secara lisan, memuat minimal 2 unsur kejadian awal: kepemilikan noken kuning buatan nenek dan keinginan Alex memiliki tas baru (15 menit).
- Beberapa perwakilan murid menceritakan kembali bagian awal bacaan di depan kelas secara mandiri tanpa membaca teks (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid dan guru memeriksa bersama apakah penceritaan kembali bagian awal tadi sudah memuat tokoh, benda tradisi, dan peristiwa mula cerita secara tepat sesuai isi bacaan (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan bahwa menceritakan bagian awal bacaan berisi pengenalan tokoh, benda/tradisi, serta peristiwa mula cerita (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik dan cek pemahaman singkat kepada murid mengenai penceritaan kembali bagian awal teks (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu bantuan bergambar tokoh Alex dan noken kuning; murid yang telah mahir menggunakan teks utuh tanpa gambar pembantu.
- Proses: Murid yang masih kesulitan berlatih menceritakan kembali dibimbing guru dengan pertanyaan penuntun terstruktur; murid yang mandiri langsung menceritakan kembali secara penuh kepada pasangannya.
- Produk: Semua murid menceritakan kembali secara lisan; murid yang memerlukan bimbingan menceritakan minimal 2 kalimat awal cerita, sedangkan murid yang mahir menceritakan 3 kalimat awal cerita secara lengkap dan mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat di pendahuluan: Guru membacakan 1 kalimat pembuka 'Pagi hari di Wamena, Alex bersiap pergi ke sekolah bersama kakaknya' lalu meminta murid menyebutkan tokoh dan latarnya (acuan jawaban benar: tokoh adalah Alex dan kakaknya; latar adalah pagi hari / Wamena).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid menceritakan kembali bagian awal teks bacaan 'Tradisi Noken Alex' secara lisan. Acuan isi cerita awal yang dinilai mencakup 3 hal: (1) Tokoh Alex; (2) Tradisi memakai noken kuning buatan nenek yang sudah dipakai 2 tahun; (3) Peristiwa mula cerita yaitu Alex merasa nokennya usang dan ingin tas punggung baru.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk murid secara acak untuk menjawab pertanyaan pengecekan: 'Sebutkan 1 kejadian mula yang dialami Alex pada awal bacaan!' (acuan jawaban: Alex merasa noken kuningnya sudah usang / Alex ingin tas baru seperti temannya).
Formatif:- Unjuk kerja lisan menceritakan kembali bagian awal teks bacaan secara berpasangan dan mandiri menggunakan lembar ceklis amatan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan kembali bagian awal teks bacaan tentang tradisi keluarga | Belum mampu menceritakan kembali bagian awal bacaan secara lisan meski telah diberi pertanyaan penuntun (memuat 0 dari 3 unsur acuan: tokoh Alex, noken kuning buatan nenek, rasa malu/ingin tas baru). | Mampu menceritakan kembali bagian awal bacaan dengan memuat 1 dari 3 unsur acuan cerita secara lisan dengan bantuan arahan guru. | Mampu menceritakan kembali bagian awal bacaan dengan memuat minimal 2 dari 3 unsur acuan cerita secara lisan dengan lancar. | Mampu menceritakan kembali seluruh (3 dari 3) unsur acuan bagian awal bacaan (tokoh Alex, noken kuning buatan nenek selama 2 tahun, dan keinginan tas baru karena noken usang) secara lisan, runtut, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan permainan lingkaran bola kain efektif membantu semua murid berani menceritakan kembali secara lisan?
- Bagian mana dari unsur awal cerita yang paling sering terlewatkan oleh murid saat menceritakan kembali?
Murid:- Bagian cerita mana yang paling mudah kamu ingat dan ceritakan kembali?
- Apakah kamu bisa menyebutkan benda tradisi milik keluarga Alex dengan tepat?
Pertemuan 14 — Menceritakan Kembali Alur Kejadian dari Bacaan tentang Kegiatan Bersama Keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.5 Menceritakan kembali isi teks yang dibaca tentang keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan kembali isi teks bacaan tentang kegiatan bersama keluarga berdasarkan alur kejadian (kejadian awal, tengah, dan akhir) (3 menit).
- Asesmen Awal: Guru menampilkan 3 strip kalimat acak di papan tulis dari teks pemantik pendek: (A) 'Keluarga Nina menikmati kue bersama di teras', (B) 'Nina dan Ibu menyiapkan bahan tepung dan telur di dapur', (C) 'Ibu memasukkan loyang kue ke dalam oven lalu memanggangnya'. Guru meminta 2-3 perwakilan murid menunjukkan urutan alur kejadian yang benar (acuan urutan benar: Kejadian 1 = B, Kejadian 2 = C, Kejadian 3 = A) untuk memetakan kesiapan murid dalam memahami urutan peristiwa (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan teks bacaan berjudul 'Hari Minggu Bersama Keluarga Dimas' yang terdiri atas 3 paragraf pendek:
Paragraf 1: Pagi hari, Ayah, Ibu, Dimas, dan Ratih berkumpul di halaman belakang untuk membersihkan kebun.
Paragraf 2: Ayah memangkas dahan pohon, Ibu menyapu daun kering, sedangkan Dimas dan Ratih mengumpulkan sampah daun ke dalam kantong besar.
Paragraf 3: Menjelang siang, halaman kebun sudah bersih dan rapi, lalu mereka minum es teh manis bersama di beranda.
- Murid membaca teks tersebut bersama-sama dengan bimbingan guru (5 menit).
- Guru memandu murid mengidentifikasi alur peristiwa dari isi teks dengan mengisi bagan alur 3 kejadian di papan tulis: Kejadian 1/Awal (Keluarga Dimas berkumpul di halaman belakang untuk berkebun), Kejadian 2/Tengah (Ayah memangkas dahan, Ibu menyapu daun, Dimas dan Ratih memasukkan daun ke kantong), Kejadian 3/Akhir (Halaman kebun bersih dan rapi, mereka minum es teh bersama di beranda) (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru memperkenalkan permainan kartu tantangan bertajuk 'Estafet Alur Cerita': murid dibagi menjadi pasangan duduk. Masing-masing pasangan menerima teks bacaan baru berjudul 'Membuat Noken Bersama Nenek':
(1) Awal: Sore hari, Nenek mengajak Sari menyiapkan serat kulit kayu mahkota dewa di teras rumah.
(2) Tengah: Nenek mengajari Sari memilin serat benang dengan jemari, lalu Sari merajutnya perlahan menjadi anyaman tas noken kecil.
(3) Akhir: Noken kecil buatan Sari selesai dirajut, lalu Sari mengalungkannya di kepala dengan gembira sambil memeluk Nenek (8 menit).
- Setiap pasangan membaca teks secara mandiri, kemudian murid secara bergantian menceritakan kembali alur kejadian isi teks kepada pasangannya secara lisan dengan memuat 3 kejadian: apa yang terjadi di awal, apa yang dilakukan di tengah kejadian, dan bagaimana akhir ceritanya sesuai isi teks (12 menit).
- Asesmen Proses: Guru berkeliling menyimak penceritaan lisan setiap murid menggunakan lembar observasi ketercapaian penceritaan kembali 3 alur kejadian (awal, tengah, akhir) berdasarkan acuan isi teks 'Membuat Noken Bersama Nenek' (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling memeriksa apakah 3 urutan kejadian yang diceritakan teman sudah lengkap dan urut dari awal, tengah, hingga akhir cerita (5 menit).
- Guru mengajak 2 perwakilan murid menceritakan kembali alur kejadian teks secara sukarela dan memberikan penegasan bahwa menceritakan kembali isi teks dilakukan secara urut dari kejadian awal, kejadian tengah, hingga kejadian penutup/akhir (5 menit).
Penutup:- Asesmen Akhir: Guru memberikan cek pemahaman cepat secara lisan kepada seluruh murid: Guru menyebutkan kejadian 'Sari merajut noken perlahan', lalu menanyakan kepada murid apakah itu terjadi pada alur awal, tengah, atau akhir (acuan jawaban benar: alur tengah) (3 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bahwa dalam menceritakan kembali isi bacaan, alur kejadian harus disampaikan berurutan dari kejadian awal, tengah, sampai akhir (3 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi atas keberanian murid bercerita, berdoa bersama, dan mengucapkan salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, teks bacaan dilengkapi tanda penomoran visual (1, 2, 3) di setiap paragraf alur. Untuk murid yang berpencapaian tinggi, teks disajikan tanpa penomoran.
- Proses: Murid yang masih kesulitan menceritakan kembali didampingi guru dengan panduan pertanyaan bertahap ('Apa yang dilakukan pertama kali?', 'Lalu apa yang terjadi selanjutnya?', 'Bagaimana akhirnya?'). Murid yang sudah mahir menceritakan kembali secara langsung dan mandiri.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menceritakan kembali minimal 2 dari 3 alur kejadian dengan tepat. Murid mahir menceritakan kembali seluruh 3 alur kejadian secara lengkap dan runtut.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengurutan 3 strip kalimat acak alur kejadian dari teks pemantik pendek tentang membuat kue: (1) Menyiapkan bahan tepung dan telur, (2) Memanggang loyang kue di oven, (3) Menikmati kue bersama di teras (acuan urutan benar: strip B - strip C - strip A).
Proses:- Pengamatan lisan saat murid menceritakan kembali isi teks 'Membuat Noken Bersama Nenek'. Acuan 3 butir alur yang diceritakan: (1) Awal: Nenek mengajak Sari menyiapkan serat kulit kayu mahkota dewa di teras; (2) Tengah: Nenek mengajari memilin serat lalu Sari merajut anyaman tas noken kecil; (3) Akhir: Noken kecil selesai dirajut dan Sari mengalungkannya di kepala dengan gembira sambil memeluk Nenek. Kriteria keberhasilan: murid menyebutkan ketiga butir kejadian tersebut secara berurutan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Menentukan letak alur kejadian dari kalimat peristiwa 'Sari merajut noken perlahan' dalam teks yang dibaca (acuan jawaban benar: kejadian bagian tengah).
Formatif:- Observasi unjuk kerja lisan menceritakan kembali 3 alur kejadian (awal, tengah, akhir) dari isi teks bacaan bertema kegiatan keluarga
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan kembali alur kejadian isi teks bacaan tentang keluarga | Belum mampu menceritakan kembali alur kejadian isi teks bacaan atau hanya menyebutkan 1 kejadian secara acak/tidak sesuai isi teks meski dibimbing guru. | Mampu menceritakan kembali 1 alur kejadian isi teks bacaan secara tepat dengan bantuan pertanyaan pemandu guru (acuan teks: memuat salah satu dari kejadian awal/tengah/akhir). | Mampu menceritakan kembali 2 hingga 3 alur kejadian isi teks bacaan secara tepat dan runtut (awal, tengah, akhir) dengan sedikit arahan guru. | Mampu menceritakan kembali seluruh 3 alur kejadian isi teks bacaan secara tepat, lengkap (awal, tengah, dan akhir), serta runtut secara mandiri tanpa bantuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks bacaan yang disajikan memudahkan murid memahami urutan alur kejadian (awal, tengah, akhir)?
- Bagaimana keterlibatan murid saat giliran menceritakan kembali isi teks kepada pasangan duduknya?
- Langkah bimbingan apa yang perlu diperbaiki untuk membantu murid yang masih kesulitan merangkai alur kejadian isi teks?
Murid:- Bagian alur cerita mana yang paling mudah kamu ingat dan ceritakan kembali?
- Apakah kamu merasa senang menceritakan isi bacaan tadi kepada teman pasanganmu?
Pertemuan 15 — Menceritakan Kembali Keseluruhan Isi Teks Bacaan tentang Keluarga secara Runtut — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.5 Menceritakan kembali isi teks yang dibaca tentang keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan kembali keseluruhan isi bacaan tentang kegiatan keluarga secara runtut dari awal, tengah, hingga akhir (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan urutan kegiatan pada teks cerita pendek keluarga yang ditampilkan di papan tulis: 'Pagi hari Sasi bangun tidur, siang hari Sasi makan bersama, malam hari Sasi merapikan mainan. Peristiwa apa yang terjadi di awal dan akhir cerita?' (acuan jawaban benar: awal = Sasi bangun tidur; akhir = Sasi merapikan mainan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid membaca bersama guru teks bacaan 'Hari Minggu Bersama Keluarga Sasi' yang memuat 3 bagian runtut: (1) Awal: Pagi hari keluarga Sasi membersihkan rumah bersama; (2) Tengah: Siang hari Ayah, Ibu, dan Sasi memasak dan makan bersama di dapur; (3) Akhir: Sore hingga malam hari mereka berkumpul di ruang keluarga dan merapikan perlengkapan rumah bersama (7 menit).
- Guru memodelkan cara menceritakan kembali teks tersebut secara utuh dan berurutan menggunakan penanda alur: bagian awal (kegiatan pagi), bagian tengah (kegiatan siang), dan bagian akhir (kegiatan sore/malam) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi berpasangan untuk memainkan permainan tantangan 'Estafet Cerita Bergambar', di mana masing-masing pasangan mencocokkan 3 kartu alur kejadian keluarga Sasi (Kartu 1: Pagi membersihkan rumah; Kartu 2: Siang memasak dan makan bersama; Kartu 3: Malam berkumpul dan merapikan perlengkapan) lalu bergantian berlatih menceritakan urutannya kepada pasangannya secara runtut (12 menit).
- Setiap murid secara mandiri menceritakan kembali keseluruhan isi bacaan 'Hari Minggu Bersama Keluarga Sasi' secara lisan di hadapan guru atau pasangannya, mencakup keseluruhan peristiwa secara runtut: kejadian awal (pagi bersih-bersih), kejadian tengah (siang masak dan makan), dan kejadian akhir (malam merapikan perlengkapan) (acuan: memuat 3 bagian peristiwa secara urut tanpa terbalik) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid diajak mengevaluasi urutan cerita yang telah mereka sampaikan: apakah bagian awal, tengah, dan akhir sudah lengkap dan urut (4 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung kepada murid mengenai ketepatan urutan penceritaan kembali isi teks yang disampaikan (4 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menceritakan kembali teks bacaan harus disampaikan secara runtut mulai dari peristiwa awal, tengah, hingga akhir (5 menit).
- Guru melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat mengenai urutan peristiwa, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu alur bergambar dengan tulisan bagi murid yang membutuhkan panduan visual, serta teks cerita lengkap bagi murid yang sudah lancar.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu dengan pertanyaan pemancing per bagian alur ('Apa yang dilakukan pagi hari?'), sedangkan murid yang sudah mahir langsung menceritakan keseluruhan cerita secara mandiri tanpa bantuan kartu visual.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menceritakan dengan bantuan memegang 3 kartu gambar berurutan; murid mahir menceritakan kembali seluruh isi teks secara runtut tanpa melihat kartu panduan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan di awal pembelajaran: Murid menyimak teks pendek 3 kalimat di papan tulis: 'Pagi hari Sasi bangun tidur. Siang hari Sasi makan bersama. Malam hari Sasi merapikan mainan.' Guru bertanya: 'Peristiwa apa yang terjadi di awal dan akhir cerita?' (Acuan jawaban benar: awal = Sasi bangun tidur; akhir = Sasi merapikan mainan).
Proses:- Observasi formatif saat murid menceritakan kembali isi teks 'Hari Minggu Bersama Keluarga Sasi' secara mandiri. Kriteria: Murid menyampaikan 3 peristiwa teks bacaan secara runtut: (1) Awal: pagi hari membersihkan rumah bersama; (2) Tengah: siang hari memasak dan makan bersama; (3) Akhir: sore/malam hari berkumpul dan merapikan perlengkapan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan singkat pada penutup: Guru menguji 1 urutan terbalik secara lisan: 'Jika Sasi merapikan mainan di malam hari, apakah itu terjadi di awal atau akhir cerita?' (Acuan jawaban benar: terjadi di akhir cerita).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja menceritakan kembali teks bacaan keluarga secara lisan menggunakan lembar observasi ketuntasan alur (awal, tengah, akhir).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan dan Keruntutan Isi Cerita | Menceritakan kembali kurang dari 2 bagian cerita atau urutan kejadian terbalik dan belum runtut. | Menceritakan kembali 2 bagian cerita (misalnya awal dan tengah saja) secara berurutan dengan bantuan bimbingan guru. | Menceritakan kembali ketiga bagian cerita (awal: pagi bersih-bersih, tengah: siang masak/makan, akhir: malam merapikan perlengkapan) secara lengkap dan runtut sesuai teks bacaan. | Menceritakan kembali ketiga bagian cerita secara utuh, runtut, dan konsisten secara mandiri tanpa ragu atau bantuan petunjuk visual. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mampu mengingat dan merangkai urutan awal, tengah, dan akhir cerita teks keluarga?
- Bagian cerita mana yang paling sering terlewatkan oleh murid saat menceritakan kembali?
Murid:- Bagian cerita mana yang paling mudah kamu ingat dari kegiatan keluarga Sasi?
- Apakah kamu sudah bisa menceritakan kejadian keluarga Sasi dari pagi sampai malam secara berurutan?
Pertemuan 16 — Menulis Kalimat Sederhana Mengenai Identitas dan Peran Anggota Keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.6 Menulis teks sederhana tentang keluarga dengan beberapa kalimat sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menulis kalimat sederhana mengenai identitas dan peran anggota keluarga di buku tulis masing-masing (2 menit).
- Asesmen Awal: Guru memberikan tes diagnostik lisan singkat kepada murid untuk menyebutkan satu kalimat berisi identitas (nama) dan satu peran keluarga (acuan kriteria: menyebutkan nama anggota keluarga seperti 'Ini Ibu Siti' dan peran seperti 'Ibu memasak nasi') (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru di papan tulis tentang contoh teks sederhana 2 kalimat mengenai identitas dan peran: 'Ini Ayah Rudi.' (identitas) dan 'Ayah Rudi bekerja di kantor.' (peran) (7 menit).
- Murid bersama guru membedah contoh kalimat kedua: 'Ibu bernama Rani.' (identitas) dan 'Ibu merawat adik.' (peran) untuk memahami bahwa kalimat identitas menyatakan nama/panggilan dan kalimat peran menyatakan pekerjaan/tugas anggota keluarga (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan menggembirakan 'Roda Peran': guru memutar panah gambar pekerjaan rumah di papan tulis lalu murid menebak peran tersebut secara serempak sebelum mulai menulis (5 menit).
- Murid secara mandiri menulis teks sederhana berisi minimal 2 kalimat tentang identitas dan peran 2 anggota keluarganya di lembar kerja yang disediakan (15 menit).
- Guru berkeliling memberikan bimbingan bagi murid yang membutuhkan bantuan dalam merangkai kata menjadi kalimat utuh (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil tulisan kalimat sederhananya secara mandiri untuk memastikan kalimat identitas dan perannya sudah tertulis (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan cara menulis kalimat sederhana tentang nama dan tugas anggota keluarga (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas tulisan murid, mengingatkan persiapan untuk pertemuan berikutnya tentang menulis kebiasaan khas keluarga, dan menutup kelas dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan kata rumpang untuk murid yang membutuhkan bantuan: 'Ini [nama].' dan '[Nama] bertugas [peran].'
- Proses: Memberikan bimbingan langsung secara individual bagi murid yang masih meraba pembentukan kalimat, serta memberikan keleluasaan bagi murid yang mahir untuk menulis lebih dari 2 anggota keluarga.
- Produk: Murid dengan kesiapan belajar awal menulis 2 kalimat sederhana (1 anggota keluarga: nama dan peran), sedangkan murid siap/mahir menulis 4 kalimat sederhana (2 anggota keluarga: masing-masing nama dan peran).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan singkat pemetaan kesiapan menulis kalimat: murid diminta melengkapi kalimat lisan 'Ini ...' dan 'Tugasnya adalah ...' (acuan jawaban: murid mampu melafalkan nama tokoh keluarga dan satu peran/tugas konkret di rumah, misalnya 'Ini Kakak Doni' dan 'Tugasnya menyapu lantai').
Proses:- Observasi unjuk kerja menulis teks sederhana di lembar kerja selama tahap mengaplikasi (acuan tugas: menulis minimal 2 kalimat sederhana yang memuat 1 kalimat identitas dan 1 kalimat peran anggota keluarga, misalnya 'Ini Ibu Wati.' dan 'Ibu Wati mencuci piring.').
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: pengecekan kelengkapan teks sederhana murid di lembar kerja (kriteria penerimaan operasional: teks memuat minimal dua kalimat sederhana yang bermakna utuh, terdiri atas unsur subjek dan predikat/keterangan yang menyatakan identitas nama dan peran/tugas anggota keluarga).
Formatif:- Penilaian kinerja menulis teks sederhana tentang identitas dan peran anggota keluarga menggunakan lembar kerja murid.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penulisan Teks Sederhana (Identitas dan Peran) | Belum mampu menulis kalimat sederhana tentang identitas maupun peran anggota keluarga secara mandiri (butuh bantuan penuh guru). | Mampu menulis 1 kalimat sederhana yang memuat identitas atau peran anggota keluarga dengan bantuan sebagian. | Mampu menulis minimal 2 kalimat sederhana yang memuat identitas dan peran anggota keluarga secara mandiri sesuai acuan konteks. | Mampu menulis lebih dari 2 kalimat sederhana (3-4 kalimat) mengenai identitas dan peran beberapa anggota keluarga secara mandiri dan runtut. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat merangkai kata menjadi kalimat sederhana yang utuh mengenai identitas dan peran keluarganya?
- Bagian mana dari kegiatan menulis yang paling membutuhkan bimbingan intensif bagi murid?
Murid:- Apakah kamu merasa senang menuliskan nama dan tugas keluargamu hari ini?
- Kalimat tentang siapa yang paling mudah kamu tuliskan?
Pertemuan 17 — Menulis Teks Sederhana Berisi Tiga Kalimat tentang Kebiasaan Khas Keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.6 Menulis teks sederhana tentang keluarga dengan beberapa kalimat sederhana
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi murid menyiapkan buku serta alat tulis (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menulis teks sederhana berisi tiga kalimat tentang kebiasaan khas keluarga (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menayangkan 3 kata acak di papan tulis ('Keluargaku', 'makan', 'bersama') lalu meminta murid menuliskan satu kalimat utuh dari kata-kata tersebut di papan tulis mini masing-masing (acuan jawaban benar: kalimat utuh minimal memiliki subjek dan predikat, misalnya 'Keluargaku makan bersama') untuk memetakan kesiapan menyusun kalimat (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mencermati contoh teks sederhana berisi 3 kalimat tentang kebiasaan khas keluarga di papan tulis: (1) 'Setiap pagi keluargaku sarapan bersama.', (2) 'Ayah dan ibu minum teh hangat.', (3) 'Aku dan adik minum susu.' (5 menit).
- Murid bersama guru membedah struktur teks tersebut bahwa sebuah teks sederhana tentang kebiasaan khas keluarga dapat dibangun dari 3 kalimat sederhana yang berurutan menceritakan waktu kebiasaan, kegiatan orang tua, dan kegiatan anak (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid diajak bermain 'Kartu Kata Kebiasaan': guru menyediakan 3 kotak kartu bertuliskan (Kotak 1: 'Setiap hari Minggu', 'Setiap malam', 'Setiap sore'), (Kotak 2: 'keluargaku membersihkan rumah', 'keluargaku menonton televisi', 'keluargaku berkebun bersama'), (Kotak 3: 'kami merasa gembira', 'kami saling membantu', 'suasana terasa hangat'); murid secara antusias mengambil satu kartu dari tiap kotak lalu merangkainya menjadi satu kalimat pembuka yang menggembirakan (10 menit).
- Murid secara mandiri menulis teks sederhana berisi tepat 3 kalimat tentang kebiasaan khas keluarga masing-masing pada lembar tugas yang dibagikan (kriteria: teks terdiri dari 3 kalimat sederhana, bertema kebiasaan khas keluarga, dan kalimat bermakna utuh) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil tulisan teks sederhananya untuk memastikan jumlah kalimat sudah tepat tiga kalimat dan menceritakan kebiasaan keluarganya (5 menit).
- Guru memberikan penguatan langsung terhadap tulisan teks sederhana yang telah diselesaikan murid (5 menit).
Penutup:- Guru membimbing murid menyimpulkan bahwa teks sederhana tentang kebiasaan keluarga dapat disusun dengan menggabungkan tiga kalimat sederhana yang saling berkaitan (3 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut untuk pembelajaran berikutnya (asesmen sumatif bab) dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kerangka 3 kalimat rumpang (Kalimat 1: Pada hari..., keluargaku...; Kalimat 2: Ayah dan Ibu...; Kalimat 3: Aku...), sedangkan murid yang telah mahir menulis langsung secara bebas menentukan 3 kebiasaan unik keluarganya.
- Proses: Murid yang masih kesulitan menulis kalimat didampingi secara individual dengan bimbingan menyusun kata per kata, sedangkan murid yang lancar menulis secara mandiri.
- Produk: Seluruh murid menghasilkan teks sederhana berisi tiga kalimat tentang kebiasaan khas keluarga, dengan murid mahir menyusun kalimat yang memiliki variasi kosakata kebiasaan lebih kaya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes performa menulis 1 kalimat dari kata acak 'Keluargaku', 'makan', 'bersama' pada awal pembelajaran (acuan jawaban: murid menuliskan kalimat utuh bermakna, misalnya 'Keluargaku makan bersama' atau 'Makan bersama keluargaku').
Proses:- Observasi pengerjaan mandiri menulis teks sederhana 3 kalimat tentang kebiasaan keluarga pada lembar kerja (acuan kriteria: teks memuat tepat 3 kalimat sederhana, berfokus pada kebiasaan khas keluarga, dan setiap kalimat bermakna utuh).
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan teks sederhana 3 kalimat hasil karya murid (acuan kriteria keberhasilan: murid menuliskan tepat 3 kalimat sederhana bertema kebiasaan keluarga, contoh: Kalimat 1 menyebutkan waktu/kegiatan rutin keluarga, Kalimat 2 menyebutkan aktivitas anggota keluarga, Kalimat 3 menyebutkan perasaan/kegiatan penutup bersama).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja menulis teks sederhana berisi tiga kalimat tentang kebiasaan khas keluarga menggunakan lembar observasi dan rubrik.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Jumlah Kalimat Teks Sederhana | Menulis teks sederhana yang hanya terdiri dari 1 kalimat tentang kebiasaan keluarga. | Menulis teks sederhana yang terdiri dari 2 kalimat tentang kebiasaan keluarga. | Menulis teks sederhana yang terdiri dari tepat 3 kalimat tentang kebiasaan keluarga dengan sedikit bimbingan guru. | Menulis teks sederhana yang terdiri dari tepat 3 kalimat tentang kebiasaan keluarga secara mandiri. | | Kesesuaian Isi Kebiasaan Khas Keluarga | Isi tulisan belum memuat informasi tentang kebiasaan khas keluarga. | Hanya 1 kalimat yang memuat informasi kebiasaan khas keluarga, kalimat lainnya di luar topik. | Sebanyak 2 sampai 3 kalimat memuat informasi kebiasaan khas keluarga namun membutuhkan konfirmasi guru. | Seluruh 3 kalimat secara utuh dan jelas memuat rincian kebiasaan khas keluarga secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu menulis 3 kalimat sederhana mencukupi bagi seluruh murid kelas 2?
- Bagian mana dari langkah menyusun kalimat yang masih membutuhkan bimbingan intensif bagi murid?
Murid:- Apakah kamu merasa senang menuliskan kebiasaan khas keluargamu ke dalam tiga kalimat?
- Kalimat mana dari ketiga kalimat tulisanmu yang paling kamu sukai?
Pertemuan 18 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.1 Menyebutkan informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural berupa percakapan yang berkaitan dengan keluarga
- TP 2.4.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang keluarga
- TP 2.4.3 Menjelaskan isi bacaan yang dipirsa tentang keluarga
- TP 2.4.4 Merespons dengan menjawab pertanyaan orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang keluarga
- TP 2.4.5 Menceritakan kembali isi teks yang dibaca tentang keluarga
- TP 2.4.6 Menulis teks sederhana tentang keluarga dengan beberapa kalimat sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, mengondisikan kesiapan murid di tempat duduk masing-masing, dan menjelaskan bahwa pertemuan ini adalah pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 4 Keluargaku Unik untuk mengukur kemampuan menyimak, membaca, menjelaskan isi gambar, berbicara santun, bercerita, dan menulis sederhana (3 menit).
- Guru membagikan lembar kerja tertulis sumatif dan kartu unjuk kerja berpasangan kepada setiap murid serta membacakan aturan pengerjaan yang tertib dan mandiri (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menjelaskan petunjuk teknis pelaksanaan dua bagian asesmen sumatif: Bagian 1 berupa tes tertulis serentak (40 menit) yang terdiri atas menyimak percakapan aural, menjelaskan gambar teks, dan menulis 3 kalimat sederhana; serta Bagian 2 berupa unjuk kerja berpasangan serentak dengan observasi guru berkeliling (20 menit) untuk membaca kata, bercerita kembali, dan tanya-jawab santun (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengerjakan Tugas 1 (Tes Tertulis Serentak): (a) Murid menyimak teks aural percakapan yang dibacakan guru 2 kali: 'Ibu: Doni, tolong bantu Ayah menjemur pakaian di halaman. Doni: Baik, Ibu. Lalu siapa yang menyapu dapur? Ibu: Kak Sasi yang bertugas menyapu lantai dapur pagi ini.' lalu murid menjawab 3 isian singkat pada lembar kerja: butir 1 menyebutkan nama tokoh yang menyapu dapur (kunci: Kak Sasi), butir 2 menyebutkan tugas yang dilakukan Doni (kunci: membantu Ayah menjemur pakaian), butir 3 menyebutkan tempat Doni menjemur pakaian (kunci: halaman); (b) Murid memirsa gambar tradisi keluarga makan bersama beralaskan daun pisang dan menuliskan penjelasan 2 keunikan tradisi pada lembar kerja (kunci: 1. makan bersama keluarga di atas daun pisang panjang; 2. makan bersama tanpa menggunakan piring sendok/makan menggunakan tangan); (c) Murid menulis teks mandiri berupa paragraf pendek 3 kalimat sederhana mendeskripsikan ciri khas keluarganya di atas kertas bergaris dengan huruf tegak rapi (kriteria: memuat tepat 3 kalimat sederhana tentang identitas/peran/kebiasaan keluarga) (35 menit).
- Murid melaksanakan Tugas 2 (Unjuk Kerja Berpasangan Serentak): 14 pasangan murid duduk berhadapan dan secara bergantian mempraktikkan: (a) membaca 3 kartu kata keluarga secara fasih tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu (kartu kata: 'paman', 'sepupu', 'keluarga'); (b) menceritakan kembali alur isi teks bacaan keluarga secara runtut bagian awal-tengah-akhir (acuan isi teks: awal = Hari Minggu keluarga Doni berkumpul di rumah; tengah = mereka berbagi tugas membersihkan halaman dan merawat tanaman; akhir = setelah selesai mereka menikmati kue buatan Ibu bersama); (c) saling bertanya dan merespons jawaban dengan baik dan santun mengenai sapaan khas keluarga (pertanyaan tertera pada kartu: 'Bagaimana caramu menyapa paman di keluargamu?' -> respon santun: 'Di keluargaku, aku menyapa paman dengan sebutan Om/Paman/Pak Cik'); sementara murid berpraktik berpasangan secara mandiri, guru berkeliling melakukan amatan terfokus dan mencatat penilaian pada lembar observasi ketercapaian lisan untuk 8-10 murid sampel (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan proses pengerjaan asesmen sumatif yang telah dilakukan secara jujur dan tertib dengan menyebutkan bagian tugas yang paling mudah dan bagian yang membutuhkan ketelitian lebih (2 menit).
Penutup:- Semua lembar kerja tertulis sumatif dan lembar catatan berpasangan dikumpulkan ke meja guru (2 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kemandirian dan kesungguhan seluruh murid selama mengerjakan asesmen sumatif serta merangkum pencapaian belajar Bahasa Indonesia sepanjang Bab 4 'Keluargaku Unik' sebelum menutup pelajaran dengan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Proses: Akomodasi akses: bagi murid yang mengalami hambatan visual atau fisik dalam menulis, lembar soal tertulis disediakan dengan huruf berukuran lebih besar dan posisi duduk di baris depan; standar isi pertanyaan, kriteria jawaban, dan durasi tetap sama tanpa mengubah kompetensi yang diuji.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat tulis dan pemahaman murid terhadap instruksi teknis pengerjaan lembar asesmen sumatif (acuan: murid mengonfirmasi telah memegang pensil, penghapus, dan lembar kerja yang memuat identitas nama/nomor absen secara lengkap).
Proses:- Observasi kepatuhan prosedur dan ketertiban murid saat menyimak pembacaan teks aural percakapan dan saat mengerjakan tes tertulis secara mandiri.
Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis serentak (menyimak, memirsa gambar cerita, dan menulis) serta unjuk kerja berpasangan serentak dengan teknik amatan berkeliling (membaca kata, bercerita, dan percakapan santun): lembar kerja tertulis murid yang memuat jawaban informasi teks aural tentang tokoh keluarga, penjelasan isi bacaan bergambar, dan paragraf pendek 3 kalimat tentang ciri khas keluarga, serta lembar observasi guru atas kelancaran membaca kata, keruntutan cerita lisan, dan kesantunan percakapan berpasangan
- tes tertulis serentak: lembar kerja murid berisi: (1) pilihan/isian singkat 3 informasi inti dari percakapan aural yang dibacakan guru tentang keunikan tugas tokoh keluarga di teks, (2) isian singkat penjelasan 2 keunikan tradisi keluarga pada teks bergambar, dan (3) tulisan mandiri berupa paragraf pendek 3 kalimat sederhana mendeskripsikan ciri khas keluarga di atas kertas bergaris dengan huruf tegak rapi (40 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban, pedoman penskoran pemahaman teks, dan rubrik penulisan kalimat sederhana)
- unjuk kerja berpasangan serentak dengan amatan terfokus: kinerja 14 pasangan murid yang berpraktik serentak di kelas: saling menyimak pelafalan 3 kartu kata keluarga secara fasih, menceritakan kembali alur isi teks bacaan keluarga secara bergantian (awal-tengah-akhir), dan saling bertanya-jawab tentang sapaan khas keluarga dengan santun; guru berkeliling mencatat ketercapaian pada sampel fokus 8-10 murid terpilih sesuai jadwal rotasi observasi (30 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi ketercapaian kompetensi lisan (kriteria pelafalan kata, urutan cerita, dan kesantunan sapaan))
Sumatif:- kombinasi tes tertulis serentak (menyimak, memirsa gambar cerita, dan menulis) serta unjuk kerja berpasangan serentak dengan teknik amatan berkeliling (membaca kata, bercerita, dan percakapan santun): lembar kerja tertulis murid yang memuat jawaban informasi teks aural tentang tokoh keluarga, penjelasan isi bacaan bergambar, dan paragraf pendek 3 kalimat tentang ciri khas keluarga, serta lembar observasi guru atas kelancaran membaca kata, keruntutan cerita lisan, dan kesantunan percakapan berpasangan
- tes tertulis serentak: lembar kerja murid berisi: (1) pilihan/isian singkat 3 informasi inti dari percakapan aural yang dibacakan guru tentang keunikan tugas tokoh keluarga di teks, (2) isian singkat penjelasan 2 keunikan tradisi keluarga pada teks bergambar, dan (3) tulisan mandiri berupa paragraf pendek 3 kalimat sederhana mendeskripsikan ciri khas keluarga di atas kertas bergaris dengan huruf tegak rapi (40 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban, pedoman penskoran pemahaman teks, dan rubrik penulisan kalimat sederhana)
- unjuk kerja berpasangan serentak dengan amatan terfokus: kinerja 14 pasangan murid yang berpraktik serentak di kelas: saling menyimak pelafalan 3 kartu kata keluarga secara fasih, menceritakan kembali alur isi teks bacaan keluarga secara bergantian (awal-tengah-akhir), dan saling bertanya-jawab tentang sapaan khas keluarga dengan santun; guru berkeliling mencatat ketercapaian pada sampel fokus 8-10 murid terpilih sesuai jadwal rotasi observasi (30 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi ketercapaian kompetensi lisan (kriteria pelafalan kata, urutan cerita, dan kesantunan sapaan))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan Informasi Teks Aural Percakapan (TP 2.4.1) | Belum dapat menyebutkan dengan tepat 3 informasi dari teks aural percakapan yang dibacakan (benar 0 butir). Acuan butir: 1. Kak Sasi; 2. membantu Ayah menjemur pakaian; 3. halaman. | Menyebutkan dengan tepat 1 dari 3 informasi dari teks aural percakapan yang dibacakan sesuai acuan kunci jawaban. | Menyebutkan dengan tepat 2 dari 3 informasi dari teks aural percakapan yang dibacakan sesuai acuan kunci jawaban. | Menyebutkan dengan tepat seluruh (3 dari 3) informasi dari teks aural percakapan yang dibacakan sesuai acuan kunci jawaban. | | Membaca Kata-Kata Sederhana dengan Fasih (TP 2.4.2) | Membaca terbata-bata dengan mengeja seluruh kata pada 3 kartu kata keluarga ('paman', 'sepupu', 'keluarga'). | Membaca dengan fasih tanpa mengeja 1 dari 3 kartu kata keluarga yang disajikan. | Membaca dengan fasih tanpa mengeja 2 dari 3 kartu kata keluarga yang disajikan. | Membaca dengan fasih tanpa mengeja, tanpa mengulang, dan lancar pada seluruh (3 dari 3) kartu kata keluarga ('paman', 'sepupu', 'keluarga'). | | Menjelaskan Isi Bacaan Bergambar (TP 2.4.3) | Belum dapat menjelaskan keunikan tradisi keluarga pada teks bergambar (0 penjelasan tepat sesuai acuan gambar makan bersama beralaskan daun pisang). | Menjelaskan 1 keunikan tradisi keluarga pada teks bergambar dengan bantuan arahan guru. | Menjelaskan 1 keunikan tradisi keluarga pada teks bergambar secara tepat dan mandiri (acuan: makan beralas daun pisang ATAU makan bersama tanpa piring/memakai tangan). | Menjelaskan 2 keunikan tradisi keluarga pada teks bergambar secara tepat dan mandiri (acuan: makan bersama beralaskan daun pisang DAN makan bersama tanpa piring/memakai tangan). | | Merespons Pertanyaan Percakapan dengan Santun (TP 2.4.4) | Belum memberikan respons jawaban terhadap pertanyaan pasangan mengenai sapaan khas keluarga. | Merespons pertanyaan teman mengenai sapaan khas keluarga namun belum santun atau belum sesuai pertanyaan. | Merespons pertanyaan teman mengenai sapaan khas keluarga dengan jawaban yang sesuai dan santun. | Merespons pertanyaan teman mengenai sapaan khas keluarga dengan jawaban yang sangat tepat, runut, dan bertutur kata santun secara konsisten. | | Menceritakan Kembali Isi Teks Bacaan (TP 2.4.5) | Belum mampu menceritakan kembali isi teks bacaan keluarga atau cerita tidak sesuai acuan alur. | Menceritakan kembali isi teks bacaan keluarga hanya pada 1 bagian alur (hanya awal, tengah, atau akhir saja). Acuan alur: awal (kumpul keluarga Minggu), tengah (berbagi tugas membersihkan halaman/merawat tanaman), akhir (menikmati kue buatan Ibu). | Menceritakan kembali isi teks bacaan keluarga yang mencakup 2 bagian alur (awal-tengah atau tengah-akhir) sesuai acuan isi. | Menceritakan kembali isi teks bacaan keluarga secara lengkap dan runtut mencakup ketiga bagian alur (awal, tengah, dan akhir) sesuai acuan isi. | | Menulis Teks Sederhana tentang Keluarga (TP 2.4.6) | Belum mampu menulis kalimat sederhana yang utuh mengenai keluarga (hanya menulis kata lepas/kurang dari 1 kalimat). | Menulis teks sederhana yang memuat 1 kalimat sederhana mengenai ciri khas/peran keluarga. | Menulis teks sederhana yang memuat 2 kalimat sederhana mengenai ciri khas/peran keluarga secara padu. | Menulis teks sederhana yang memuat tepat 3 kalimat sederhana mendeskripsikan ciri khas/peran keluarga secara padu, bermakna, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 40 menit tes tertulis dan 20 menit unjuk kerja berpasangan mencukupi bagi seluruh murid kelas 2?
- Bagaimana ketercapaian murid secara umum pada keenam tujuan pembelajaran di Bab 4 Keluargaku Unik berdasarkan hasil asesmen sumatif ini?
- Tindak lanjut pembelajaran apa yang perlu dipersiapkan untuk murid yang belum mencapai kriteria ketuntasan pada aspek membaca atau menulis?
Murid:- Bagian tugas mana yang paling mudah kamu selesaikan hari ini (menyimak, membaca kata, menceritakan kembali, atau menulis kalimat)?
- Apakah kamu merasa senang dan bangga dapat menceritakan keunikan keluargamu kepada teman?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024
- Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024
- Naskah teks aural percakapan bertema keluarga
- Lembar kerja pilihan nama tokoh
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SD Kelas II Edisi Revisi 2024 (Kemendikbudristek)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik SD Kelas II Edisi Revisi 2024 (Kemendikbudristek)
- Naskah percakapan aural keluarga Sasi dan kartu gambar tokoh (Ayah, Ibu, Sasi)
- Lembar kerja latihan menyimak peran keluarga
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024), Bab 4
- Teks naskah percakapan aural buatan guru tentang rincian tugas harian keluarga
- Lembar kerja ceklist menyimak tugas harian tokoh
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas II SD (Edisi Revisi 2024)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik Kelas II SD (Edisi Revisi 2024)
- Set kartu kata panggilan anggota keluarga ('ayah', 'ibu', 'kakak', 'adik', 'kakek', 'nenek')
- Papan tulis dan spidol
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas II SD (Keluargaku Unik, Edisi Revisi 2024)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas II SD Bab 4 Keluargaku Unik
- Set kartu kata ragam benda khas keluarga (kacamata, sarung, kebaya, kopiah, selendang)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024.
- Kartu kata ciri khas keluarga (keriting, lurus, kacamata, gemuk, ramah, pendek, putih, lesung, mancung).
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas II SD/MI: Keluargaku Unik (Kemendikbudristek 2024)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas II SD/MI: Keluargaku Unik (Kemendikbudristek 2024)
- Kartu bergambar cerita 'Tradisi Noken Keluarga Alex' dan 'Tradisi Makan Daun Pisang Keluarga Wayan'
- Lembar aktivitas 'Kartu Detektif Tradisi Keluarga'
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2024)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2024)
- Media visual: Lembar teks bacaan 3 panel bergambar 'Keragaman Tugas di Rumah Danu'
- Lembar Kerja Pasangan 'Tantangan Detektif Gambar'
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Bab 4, teks 'Noken Kebanggaan Kami'
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas II
- Kartu gambar cerita kebiasaan keluarga dan kartu permainan 'Tebak Kartu Kisah'
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas II SD/MI (Edisi Revisi)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas II SD/MI (Edisi Revisi)
- Kartu tanya sapaan khas keluarga buatan guru
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SD Kelas II (Edisi Revisi, 2024)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia SD Kelas II Bab 4 'Keluargaku Unik'
- Set Kartu Tanya Jawab Pembagian Tugas Rumah
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SD Kelas II
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik Kelas II
- 3 Set Kartu Pertanyaan Aturan Keluarga (Kartu Belajar, Merapikan Mainan, dan Pemakaian Gawai)
- Boneka tangan peraga percakapan
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2024)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2024, teks saduran 'Noken Kebanggaan Kami')
- Kartu panduan 3 tanya dan bola kain untuk estafet cerita
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek, 2024)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek, 2024)
- Lembar teks bacaan pendek 'Hari Minggu Bersama Keluarga Dimas' dan 'Membuat Noken Bersama Nenek'
- Kartu strip kalimat alur peristiwa untuk asesmen awal
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas II SD (Kemendikbudristek, 2024)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas II SD: Keluargaku Unik Bab 4 (Kemendikbudristek, 2024)
- Kartu gambar alur cerita 'Hari Minggu Bersama Keluarga Sasi'
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas II Revisi 2024
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas II Revisi 2024
- Lembar Kerja Menulis Kalimat Sederhana
- Papan tulis dan spidol warna
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas II SD: Keluargaku Unik (Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2024)
- Papan tulis mini atau buku tulis murid
- Kartu Kata Kebiasaan (Kotak 1 keterangan waktu, Kotak 2 kegiatan keluarga, Kotak 3 suasana/perasaan)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024
- Lembar Asesmen Sumatif Tertulis Bab 4 (berisi teks bergambar, panduan isian menyimak, dan kertas bergaris menulis kalimat)
- Set Kartu Kata Sederhana ('paman', 'sepupu', 'keluarga') dan Kartu Pertanyaan Sapaan Khas Keluarga
- Lembar Observasi Guru untuk Asesmen Kinerja Lisan Berpasangan
|