Modul AjarPertemuan 2Bab 3Fase ASemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 2: Menirukan gerakan menyeberang jalan yang aman berdasarkan instruksi lisan (4T)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 2 dengan topik "Menirukan gerakan menyeberang jalan yang aman berdasarkan instruksi lisan (4T)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 2: Menirukan gerakan menyeberang jalan yang aman berdasarkan instruksi lisan (4T)

Bahasa Indonesia - Kelas 2

Bab 3 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Menirukan gerakan menyeberang jalan yang aman berdasarkan instruksi lisan (4T)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMenirukan gerakan menyeberang jalan yang aman berdasarkan instruksi lisan (4T)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat melakukan instruksi menirukan cara menyeberang jalan yang aman (4T: Tengok kiri, Tengok kanan, Tengok kiri lagi, Tunggu) sesuai arahan guru dengan benar
  2. Murid dapat mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan tentang pentingnya berhati-hati saat menyeberang jalan dengan atau tanpa bantuan gambar

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian menyeberang jalan? Bagaimana caranya?
  2. Apa yang terjadi kalau kita tidak hati-hati saat menyeberang jalan?
  3. Siapa yang pernah melihat lampu penyeberangan di jalan? Warnanya apa saja?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dengan hangat dan mengajak bernyanyi lagu tentang keselamatan berlalu lintas untuk menciptakan suasana yang menggembirakan
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: Siapa yang pernah menyeberang jalan? Bagaimana caranya? untuk menggali pengalaman murid
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: Hari ini kita akan belajar cara menyeberang jalan yang aman dengan cara 4T dan menceritakan pentingnya berhati-hati
  • Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan dan meminta murid siap mendengarkan dengan baik

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan atau menunjukkan gambar lampu penyeberangan (merah dan hijau) serta zebra cross, murid mengamati dengan penuh perhatian
  • Guru menjelaskan arti 4T (Tunggu sejenak, Tengok kiri, Tengok kanan, Tengok kiri lagi) sambil memperagakan gerakan dengan jelas dan perlahan
  • Murid menyimak penjelasan guru tentang pentingnya 4T untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain
  • Guru membacakan cerita singkat tentang Davi yang hampir menyeberang tanpa hati-hati dari buku siswa halaman 42-43
  • Murid menjawab pertanyaan pemahaman: Apa yang dilakukan Davi? Mengapa teman-temannya mengingatkan Davi? Apa kepanjangan 4T?
  • Guru menunjukkan kartu kata: penyeberangan, pejalan, melintasi, aman, sejenak. Murid membaca bersama guru dengan jelas dan lantang

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengondisikan ruang kelas menjadi area simulasi penyeberangan jalan (menggunakan selotip sebagai zebra cross)
  • Guru memberikan instruksi lisan: Saat saya bilang lampu merah, kalian berhenti. Saat saya bilang lampu hijau, kalian mulai 4T
  • Murid secara berkelompok (4-5 anak) mempraktikkan gerakan 4T sesuai instruksi guru: Tunggu sejenak, Tengok kiri, Tengok kanan, Tengok kiri lagi, lalu menyeberang
  • Guru mengamati setiap murid dan memberikan umpan balik langsung jika ada gerakan yang kurang tepat
  • Murid bergiliran menjadi 'guru' yang memberikan instruksi kepada teman-temannya untuk melatih kepercayaan diri
  • Guru memberikan variasi: murid mempraktikkan 4T dengan kecepatan berbeda (lambat-cepat) agar memahami pentingnya kehati-hatian

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan bertanya: Bagaimana perasaan kalian setelah belajar cara menyeberang yang aman?
  • Murid secara sukarela mengungkapkan perasaan dan gagasan tentang pentingnya berhati-hati saat menyeberang jalan, dengan atau tanpa bantuan gambar
  • Guru memfasilitasi diskusi: Apa yang akan terjadi kalau kita tidak melakukan 4T? Kapan kalian akan menggunakan 4T di kehidupan sehari-hari?
  • Murid menceritakan pengalaman pribadi atau rencana menerapkan 4T saat pulang sekolah atau bersama keluarga
  • Guru memberikan penguatan positif atas partisipasi murid dan menekankan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama
  • Murid menuliskan atau menggambar satu hal yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini di buku catatan

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan pembelajaran: 4T adalah cara aman menyeberang jalan (Tunggu, Tengok kiri, Tengok kanan, Tengok kiri lagi)
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 2-3 murid secara acak mempraktikkan kembali gerakan 4T dan menjelaskan pentingnya
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi aktif mereka
  • Guru mengingatkan murid untuk mempraktikkan 4T saat menyeberang jalan di kehidupan nyata dan menceritakan kepada keluarga di rumah
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca kartu kata diberikan kartu bergambar dengan kata yang lebih besar, sedangkan murid yang sudah lancar diberikan kartu tanpa gambar dan diminta membaca kalimat lengkap
  • Proses: Murid yang cepat memahami 4T diberi kesempatan menjadi tutor sebaya yang membantu temannya, sedangkan murid yang membutuhkan lebih banyak latihan mendapat bimbingan intensif dari guru dengan pengulangan instruksi lebih sering
  • Produk: Murid yang sudah lancar diminta membuat poster sederhana tentang 4T dengan gambar dan tulisan, sedangkan murid yang masih membutuhkan bantuan cukup menggambar dan menyebutkan secara lisan

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengalaman murid menyeberang jalan: Siapa yang pernah menyeberang jalan? Bagaimana caranya? Apakah ada yang pernah melihat lampu penyeberangan?
  • Observasi pengetahuan awal murid tentang keselamatan berlalu lintas melalui respons terhadap pertanyaan pemantik

Proses:

  • Observasi sikap menyimak murid saat guru menjelaskan 4T (postur tubuh, kontak mata, respon verbal)
  • Observasi praktik murid saat menirukan gerakan 4T: ketepatan urutan (Tunggu-Tengok kiri-Tengok kanan-Tengok kiri lagi), kejelasan gerakan, dan kepercayaan diri
  • Penilaian diri: murid mengacungkan jempol (sudah paham), tangan datar (masih ragu), atau jempol ke bawah (belum paham) setelah praktik
  • Tanya jawab spontan selama kegiatan untuk mengecek pemahaman murid

Akhir:

  • Unjuk kerja individual: 2-3 murid dipilih secara acak untuk mempraktikkan gerakan 4T dari awal hingga akhir tanpa bantuan, dinilai dengan rubrik
  • Penilaian lisan: murid mengungkapkan secara lisan pentingnya berhati-hati saat menyeberang jalan, dengan atau tanpa bantuan gambar
  • Hasil refleksi tertulis atau gambar murid tentang hal yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini

Formatif:

  • Observasi saat murid menyimak penjelasan guru (sikap tubuh, konsentrasi, respon)
  • Observasi saat murid mempraktikkan gerakan 4T (ketepatan urutan, kelengkapan gerakan)
  • Penilaian sejawat saat murid bergiliran menjadi instruktur
  • Tanya jawab lisan tentang kepanjangan 4T dan pentingnya berhati-hati

Sumatif:

  • Unjuk kerja: murid mempraktikkan gerakan 4T secara individual sesuai instruksi guru
  • Penilaian lisan: murid mengungkapkan perasaan dan gagasan tentang pentingnya berhati-hati saat menyeberang jalan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyimak instruksi lisanMurid tidak menunjukkan sikap menyimak yang baik (tidak menatap guru, sering menoleh, tidak merespon)Murid sesekali menatap guru tetapi masih sering terganggu oleh hal lain, respon minimalMurid menatap guru dengan baik, postur tubuh menunjukkan konsentrasi, memberikan respon saat ditanyaMurid sangat fokus menyimak, menatap guru dengan penuh perhatian, merespon dengan antusias, dan mampu mengulang instruksi yang didengar
Melakukan gerakan 4TMurid belum mampu melakukan gerakan 4T dengan urutan yang benar, atau hanya melakukan 1-2 gerakan sajaMurid mampu melakukan 3 gerakan dari 4T tetapi urutannya masih keliru atau membutuhkan banyak bantuan guruMurid mampu melakukan gerakan 4T dengan urutan yang benar (Tunggu-Tengok kiri-Tengok kanan-Tengok kiri lagi) dengan sedikit bimbinganMurid mampu melakukan gerakan 4T dengan urutan yang benar, lengkap, percaya diri, dan tanpa bantuan guru
Mengungkapkan gagasan lisanMurid belum mampu mengungkapkan gagasan tentang pentingnya berhati-hati, hanya diam atau menjawab tidak relevanMurid mampu menyebutkan 1 gagasan sederhana dengan bantuan gambar dan pertanyaan pemandu dari guruMurid mampu mengungkapkan 1-2 gagasan tentang pentingnya berhati-hati dengan kalimat sederhana, dengan atau tanpa bantuan gambarMurid mampu mengungkapkan beberapa gagasan tentang pentingnya berhati-hati dengan kalimat yang jelas, runtut, dan percaya diri tanpa bantuan gambar

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mampu mengikuti instruksi lisan dengan baik? Murid mana yang membutuhkan bimbingan lebih intensif?
  • Bagaimana respons murid terhadap kegiatan simulasi 4T? Apakah mereka antusias dan aktif berpartisipasi?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif untuk murid dengan kemampuan beragam?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami-Mengaplikasi-Merefleksi) sudah tepat? Perlu penyesuaian untuk pertemuan serupa?
  • Apa yang perlu saya perbaiki dalam memberikan instruksi lisan agar lebih jelas dan mudah dipahami murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang cara menyeberang jalan yang aman?
  • Bagaimana perasaanmu saat mempraktikkan gerakan 4T? Apakah mudah atau sulit?
  • Kapan kamu akan menggunakan cara 4T di kehidupan sehari-hari?
  • Apa yang paling menyenangkan dari pembelajaran hari ini?
  • Apakah ada yang masih belum kamu pahami? Apa yang ingin kamu tanyakan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Keluargaku Unik Kelas 2 (Edisi Revisi) halaman 42-45
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia Keluargaku Unik Kelas 2 (Edisi Revisi) halaman 82-84
  3. Gambar lampu penyeberangan jalan (merah dan hijau)
  4. Gambar zebra cross atau penyeberangan jalan
  5. Kartu kata: penyeberangan, pejalan, melintasi, aman, sejenak
  6. Selotip atau kapur untuk membuat simulasi zebra cross di kelas
  7. Alat peraga sederhana (kertas karton untuk membuat lampu penyeberangan tiruan)
  8. Video atau audio lagu tentang keselamatan berlalu lintas (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.