Modul AjarBab 3Fase ASemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 2 Bab 3: Berhati-hati di Mana Saja

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Bahasa Indonesia kelas 2 untuk Bab 3 "Berhati-hati di Mana Saja", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 2 Bab 3: Berhati-hati di Mana Saja

Bahasa Indonesia - Kelas 2

Bab 3

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Bab 3 — Berhati-hati di Mana Saja

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikBab 3 — Berhati-hati di Mana Saja
Alokasi Waktu36 JP (36 x 35 menit = 1260 menit)
Jumlah Pertemuan18
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 2.3.1 Mengidentifikasi pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang keselamatan menyeberang jalan di lingkungan sekitar
  2. TP 2.3.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar
  3. TP 2.3.3 Menemukan isi bacaan tentang lingkungan sekitar
  4. TP 2.3.4 Merespons dengan bertanya tentang sesuatu dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang lingkungan sekitar
  5. TP 2.3.5 Menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca tentang lingkungan sekitar
  6. TP 2.3.6 Menulis berbagai tipe teks sederhana tentang lingkungan sekitar dengan beberapa kalimat sederhana

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang terjadi jika kita langsung berlari saat menyeberang jalan raya?
  2. Pesan apa yang diingatkan orang tua saat kita hendak menyeberang jalan?
  3. Apa yang dinasihatkan Ibu Burung saat anak-anaknya hendak menyeberangi jalan ramai di dekat sarang mereka?
  4. Mengapa kita harus mendengarkan nasihat keselamatan sebelum menyeberang jalan raya di sekitar lingkungan kita?
  5. Apa bahaya yang bisa terjadi jika kita menyeberang jalan sambil berlari atau melamun?
  6. Nasihat keselamatan apa yang biasanya diberikan orang tua saat kita akan menyeberang jalan?
  7. Kata apa saja yang biasa kamu lihat tertulis di rambu atau jalan raya?
  8. Bagaimana caramu membaca kata baru yang belum pernah kamu lihat sebelumnya?
  9. Pernahkah kamu melihat garis putih-hitam atau jembatan saat menyeberang jalan?
  10. Bagaimana caramu membaca kata-kata petunjuk di tempat menyeberang jalan secara lantang dan lancar?
  11. Kata-kata apa saja yang sering kamu lihat di jalan raya atau papan aturan dekat sekolah kita?
  12. Bagaimana caramu membaca kata baru tanpa mengeja satu per satu hurufnya?
  13. Apa yang diceritakan pada bacaan dan gambar tentang cara menyeberang jalan?
  14. Bagaimana cara kita menemukan informasi penting di dalam bacaan berilustrasi?
  15. Apa yang harus kita lakukan sebelum melangkahkan kaki menyeberang jalan?
  16. Pernahkah kamu mendengar aturan 4T saat menyeberang jalan?
  17. Fakta keselamatan apa saja yang harus kita perhatikan saat berada di dekat jalan raya?
  18. Bagaimana caramu menemukan jawaban atas pertanyaan langsung dari kalimat di dalam bacaan?
  19. Kata apa yang kita ucapkan jika ingin menanyakan tempat menyeberang jalan?
  20. Bagaimana cara bertanya yang sopan saat kita sedang mengobrol dengan teman?
  21. Jika temanmu mengajak menyeberang jalan, pertanyaan apa yang ingin kamu tanyakan padanya?
  22. Bagaimana caramu bertanya kepada teman secara sopan dan santun saat membicarakan cara menyeberang jalan?
  23. Apa kata tanya yang kamu gunakan jika ingin mengetahui tempat aman menyeberang jalan?
  24. Bagaimana caramu bertanya secara santun kepada orang lain saat di jalan raya?
  25. Apa yang terjadi di awal cerita saat anak-anak hendak menyeberang jalan?
  26. Bagaimana urutan kejadian menyeberang jalan dari awal sampai akhirnya selamat sampai di seberang?
  27. Apa saja langkah aman yang harus kita lakukan sebelum menyeberang jalan?
  28. Bagaimana urutan langkah menyeberang jalan dari teks bacaan yang telah kita pelajari?
  29. Apa saja yang terjadi saat anak-anak hendak menyeberang ke taman sekolah?
  30. Bagaimana urutan kejadian dari awal sampai akhir ketika tokoh dalam bacaan menyeberang jalan?
  31. Di mana kita harus meletakkan huruf kapital dalam sebuah kalimat?
  32. Tanda apa yang harus kita tuliskan di akhir kalimat pernyataan?
  33. Apa yang selalu kamu perhatikan saat berjalan atau menyeberang di sekitar sekolah atau rumah agar tetap aman?
  34. Bagaimana caramu menceritakan pengalaman menjaga keselamatan itu dalam tiga kalimat sederhana?
  35. Bagaimana cara kita menyeberang jalan raya dengan aman dan tertib?
  36. Mengapa kita harus saling bertanya dan mengingatkan tentang keselamatan di jalan raya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengidentifikasi Pesan Keselamatan Menyeberang Jalan dari Dongeng Fabel Aural yang Dibacakan Guru — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.3.1 Mengidentifikasi pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang keselamatan menyeberang jalan di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan membacakan kutipan fabel pendek: 'Kancil langsung melompat menyeberangi jalan raya tanpa melihat kiri dan kanan. Tiba-tiba sepeda melintas kencang dan Kancil hampir tertabrak. Burung Pipit berteriak mengingatkan agar Kancil berhati-hati dan selalu melihat jalan.' Guru mengajukan 1 pertanyaan diagnostik lisan: 'Berdasarkan cerita yang dibacakan, apa pesan Burung Pipit kepada Kancil saat menyeberang jalan?' (acuan jawaban: harus berhati-hati dan melihat kendaraan/jalan sebelum menyeberang) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi pesan keselamatan menyeberang jalan dari dongeng fabel yang dibacakan guru (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mendengarkan dengan seksama pembacaan fabel aural berjudul 'Kiki Kelinci Belajar Menyeberang': 'Di tepi hutan kota, Kiki Kelinci ingin pergi ke kebun wortel di seberang jalan raya. Kiki terburu-buru ingin melompat ke seberang. Paman Kura-kura menahannya dan berkata, "Kiki, jangan langsung melompat! Berhentilah sejenak di tepi jalan. Tengoklah ke kanan dan ke kiri untuk memastikan tidak ada kendaraan yang lewat. Menyeberanglah hanya saat jalan sudah benar-benar aman dan sepi." Kiki mengangguk patuh lalu menengok kanan dan kiri sebelum melangkah menyeberang dengan selamat.' (10 menit).
  • Guru memandu pemahaman pesan fabel dengan mengajukan pertanyaan terarah kepada murid: 'Tindakan apa yang dilarang Paman Kura-kura?' (acuan: jangan langsung melompat menyeberang) dan 'Apa nasihat Paman Kura-kura agar selamat sampai di seberang?' (acuan: berhenti sejenak di tepi jalan, tengok kanan dan kiri memastikan tidak ada kendaraan lewat) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan 'Kartu Detektif Pesan': guru membacakan 3 pernyataan terkait isi dongeng secara lisan satu per satu, kemudian murid menunjukkan kartu hijau jika pernyataan tersebut merupakan pesan keselamatan dari dongeng dan kartu merah jika bukan. Tiga pernyataan yang dibacakan: (1) 'Kita harus berhenti sejenak dan menengok kanan-kiri sebelum menyeberang jalan' (acuan: kartu hijau/pesan keselamatan), (2) 'Kita boleh berlari kencang menyeberang jalan tanpa melihat kendaraan' (acuan: kartu merah/bukan pesan keselamatan), (3) 'Pastikan jalan sudah aman dan sepi sebelum melangkah menyeberang' (acuan: kartu hijau/pesan keselamatan) (15 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan lembar kerja mengidentifikasi pesan keselamatan dari dongeng fabel Kiki Kelinci dengan memberi tanda centang (V) pada pernyataan yang memuat pesan keselamatan dan tanda silang (X) pada yang bukan. Tiga pernyataan tertulis pada lembar: (1) Berhenti di tepi jalan dan periksa kendaraan kanan-kiri (acuan: V), (2) Langsung menyeberang terburu-buru agar cepat sampai (acuan: X), (3) Menyeberang hanya ketika jalanan sudah aman dan sepi (acuan: V) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dengan acuan jawaban yang benar dan menyimpulkan bersama pesan keselamatan menyeberang jalan dari fabel yang telah didengar (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 1 pertanyaan cek pemahaman lisan: 'Sebutkan 1 pesan keselamatan utama dari cerita fabel Kiki Kelinci saat hendak menyeberang jalan!' (acuan: berhenti sejenak di tepi jalan / tengok kanan dan kiri melihat kendaraan / menyeberang saat aman) (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap jawaban murid dan menutup sesi pembelajaran dengan doa dan salam tanpa menyimpulkan akhir bab (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru membacakan ulang kutipan kalimat langsung tokoh Paman Kura-kura dengan penekanan kata kunci keselamatan. Bagi murid yang lebih cepat, guru membacakan variasi teks fabel kedua yang sedikit lebih panjang untuk diidentifikasi pesannya.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi secara langsung saat menunjuk pilihan pernyataan benar/salah, sedangkan murid mandiri mengerjakan lembar kerja secara langsung.
  • Produk: Semua murid mengidentifikasi pesan keselamatan yang sama sesuai lembar kerja pernyataan tertutup (V atau X).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan setelah mendengar kutipan fabel pendek: 'Berdasarkan cerita yang dibacakan, apa pesan Burung Pipit kepada Kancil saat menyeberang jalan?' (acuan: harus berhati-hati dan melihat kendaraan/jalan sebelum menyeberang jalan).

Proses:

  • Pengamatan respon murid saat permainan 'Kartu Detektif Pesan' terhadap 3 pernyataan lisan: (1) Berhenti sejenak dan tengok kanan-kiri (acuan: Hijau), (2) Berlari kencang tanpa melihat kendaraan (acuan: Merah), (3) Pastikan jalan aman dan sepi sebelum melangkah (acuan: Hijau).
  • Pemeriksaan ketepatan lembar kerja mandiri 3 butir pernyataan pesan keselamatan: (1) Berhenti di tepi jalan dan periksa kendaraan kanan-kiri [acuan: V], (2) Langsung menyeberang terburu-buru agar cepat sampai [acuan: X], (3) Menyeberang hanya ketika jalanan sudah aman dan sepi [acuan: V].

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: 'Sebutkan 1 pesan keselamatan utama dari cerita fabel Kiki Kelinci saat hendak menyeberang jalan!' (acuan yang diterima: berhenti sejenak di tepi jalan / menengok kanan dan kiri / menyeberang hanya saat kondisi jalan aman dan sepi).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di pendahuluan mengenai pesan kutipan fabel Kancil
  • Pengamatan unjuk kerja permainan 'Kartu Detektif Pesan' (3 butir pernyataan lisan)
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri identifikasi pesan keselamatan fabel (3 butir pernyataan tertulis V/X)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi pesan teks sastra aural tentang keselamatan menyeberang jalanBelum mampu mengidentifikasi pesan keselamatan dari teks sastra aural yang dibacakan (0 dari 3 butir lembar kerja tepat).Mampu mengidentifikasi sebagian kecil pesan keselamatan dari teks sastra aural yang dibacakan dengan bimbingan (1 dari 3 butir lembar kerja tepat sesuai acuan).Mampu mengidentifikasi sebagian besar pesan keselamatan dari teks sastra aural yang dibacakan secara mandiri (2 dari 3 butir lembar kerja tepat sesuai acuan).Mampu mengidentifikasi seluruh pesan keselamatan dari teks sastra aural yang dibacakan secara tepat dan mandiri (seluruh 3 butir lembar kerja tepat sesuai acuan).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks fabel yang dibacakan guru terdengar jelas oleh seluruh murid sehingga pesan keselamatan dapat ditangkap dengan baik?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama kegiatan permainan interaktif Kartu Detektif Pesan?

Murid:

  • Pesan keselamatan apa yang kamu ingat dari cerita Kiki Kelinci hari ini?
  • Apakah kamu merasa mudah menemukan nasihat keselamatan dari cerita yang dibacakan guru?

Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Nasihat dan Pesan Keselamatan dari Cerita Bergambar Aural tentang Menyeberang di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.3.1 Mengidentifikasi pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang keselamatan menyeberang jalan di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan mengondisikan tempat duduk melingkar agar murid nyaman menyimak (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan membacakan satu bait cerita penggalan fabel: 'Kancil melompat terburu-buru melintasi jalan raya tanpa melihat mobil yang kencang, lalu Kura-kura berteriak: Jangan menyeberang sembarangan, Kancil! Berhentilah dulu!'. Guru meminta murid menunjukkan nasihat keselamatan dari penggalan tersebut (acuan jawaban: Kura-kura menasihati Kancil agar jangan menyeberang sembarangan dan harus berhenti dulu) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi nasihat dan pesan keselamatan menyeberang jalan dari cerita bergambar aural yang dibacakan guru (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan ilustrasi buku cerita bergambar berjudul 'Langkah Cici di Jalan Raya' dan membacakan teks sastranya secara aural dengan intonasi hidup: 'Cici si Kelinci ingin menyeberang ke kebun wortel di seberang jalan kampung. Kakek Kelinci menasihati Cici: Tengok kanan, tengok kiri, dan tunggu kendaraan lewat sebelum melangkah di garis putih penyeberangan! Cici menurut sehingga bisa tiba di seberang jalan dengan selamat.' (8 menit).
  • Murid menyimak kembali pembacaan teks cerita bergambar aural bagian demi bagian yang difokuskan pada ucapan nasihat Kakek Kelinci kepada Cici saat berada di tepi jalan penyeberangan (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan menyimak menggembirakan bernama 'Tepuk Nasihat Cici': guru membacakan 4 pernyataan aural berikut satu per satu: (1) Berlari kencang saat lampu penyeberangan merah; (2) Tengok kanan dan tengok kiri sebelum melangkah; (3) Menyeberang sambil melompat-lompat tanpa melihat jalan; (4) Tunggu kendaraan berhenti dan gunakan garis penyeberangan jalan. Murid bertepuk tangan dua kali jika pernyataan merupakan nasihat pesan keselamatan dalam cerita, dan diam menyilangkan tangan di dada jika bukan (acuan: pernyataan 2 dan 4 ditepuk; pernyataan 1 dan 3 murid diam) (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja asesmen proses bergambar: murid menyimak 4 butir pilihan pesan keselamatan aural yang dibacakan guru untuk melingkari ikon centang (V) jika sesuai dengan nasihat keselamatan dalam cerita, atau silang (X) jika tidak sesuai: (1) 'Tengok kanan dan kiri sebelum menyeberang jalan' (acuan: centang/V); (2) 'Segera menyeberang meski ada mobil melaju kencang' (acuan: silang/X); (3) 'Tunggu kendaraan lewat sebelum melangkah di jalan' (acuan: centang/V); (4) 'Menyeberang di garis putih penyeberangan jalan' (acuan: centang/V) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid membahas bersama hasil lembar kerja dengan mengonfirmasi kembali 3 butir nasihat keselamatan sejati dari Kakek Kelinci pada cerita aural (tengok kanan-kiri, tunggu kendaraan lewat, dan gunakan garis putih penyeberangan) (5 menit).
  • Murid menyimpulkan makna pesan keselamatan dari cerita fabel bergambar yang telah didengarkan dan mengaitkannya dengan kesadaran menjaga diri saat menyeberang jalan di sekitar sekolah atau rumah (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan asesmen akhir berupa satu pertanyaan lisan cek pemahaman: 'Sebutkan 1 pesan keselamatan menyeberang jalan yang dinasihatkan Kakek Kelinci kepada Cici!' (acuan jawaban yang diterima: tengok kanan dan kiri, atau tunggu kendaraan lewat, atau menyeberang di garis putih penyeberangan) (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketepatan murid dalam menyimak pesan keselamatan, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menyimak cerita aural dengan dukungan kartu visual adegan Kakek Kelinci memberi nasihat, sedangkan murid yang lebih cepat menyimak langsung dari pembacaan aural.
  • Proses: Pada sesi mengidentifikasi pesan, murid yang memerlukan scaffolding didampingi guru dengan membacakan ulang kalimat nasihat Kakek Kelinci secara perlahan, sedangkan murid yang mahir mengidentifikasi seluruh pesan secara mandiri tanpa pengulangan teks.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan mengidentifikasi minimal 2 pesan keselamatan dengan tepat dari lembar kerja bergambar, sedangkan murid yang mahir mengidentifikasi seluruh (4 butir) pernyataan pesan keselamatan dengan tepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat di awal pelajaran berdasarkan penggalan fabel Kancil dan Kura-kura: Murid diminta menyebutkan nasihat keselamatan yang diucapkan Kura-kura kepada Kancil saat hendak menyeberang (acuan jawaban: Kura-kura menasihati Kancil agar jangan menyeberang sembarangan dan harus berhenti dulu).

Proses:

  • Asesmen formatif lembar kerja menyimak mandiri: murid menentukan kesesuaian 4 butir pernyataan aural tentang pesan keselamatan menyeberang jalan dari cerita bergambar 'Langkah Cici di Jalan Raya': (1) 'Tengok kanan dan kiri sebelum menyeberang jalan' (acuan: Benar/Centang); (2) 'Segera menyeberang meski ada mobil melaju kencang' (acuan: Salah/Silang); (3) 'Tunggu kendaraan lewat sebelum melangkah di jalan' (acuan: Benar/Centang); (4) 'Menyeberang di garis putih penyeberangan jalan' (acuan: Benar/Centang).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di penutup: Murid menyebutkan kembali 1 pesan keselamatan menyeberang jalan yang dinasihatkan tokoh Kakek Kelinci dari teks aural yang disimak (acuan jawaban yang diterima: tengok kanan dan kiri, atau tunggu kendaraan lewat, atau menyeberang di garis putih penyeberangan).

Formatif:

  • Observasi unjuk respon gerak pada permainan aural 'Tepuk Nasihat Cici' (mengidentifikasi nasihat yang tepat sesuai cerita).
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri menyimak: mengidentifikasi 4 butir pernyataan pesan keselamatan aural dari teks cerita bergambar 'Langkah Cici di Jalan Raya'.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi pesan keselamatan menyeberang jalan dari teks sastra auralBelum mampu mengidentifikasi pesan keselamatan dari teks sastra aural (hanya tepat 0-1 dari 4 butir pernyataan acuan) meski telah diberikan bimbingan penuh.Mampu mengidentifikasi sebagian pesan keselamatan dari teks sastra aural secara tepat (tepat 2 dari 4 butir pernyataan acuan: butir 1, 2, 3, atau 4) dengan bimbingan guru.Mampu mengidentifikasi pesan keselamatan dari teks sastra aural secara tepat (tepat 3 dari 4 butir pernyataan acuan: butir 1, 2, 3, dan 4) secara mandiri.Mampu mengidentifikasi seluruh pesan keselamatan dari teks sastra aural secara tepat dan lengkap (tepat 4 dari 4 butir pernyataan acuan: butir 1, 2, 3, dan 4) secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks sastra cerita bergambar aural yang dibacakan cukup jelas dan memikat perhatian murid untuk menyimak pesan keselamatan?
  • Apakah murid dapat membedakan dengan mandiri antara tindakan yang merupakan nasihat keselamatan dan tindakan yang membahayakan saat menyeberang jalan?

Murid:

  • Bagian cerita mana dari Kakek Kelinci dan Cici yang paling kamu ingat nasihatnya?
  • Apa yang akan kamu lakukan jika hendak menyeberang jalan raya setelah mendengarkan cerita tadi?

Pertemuan 3 — Mengidentifikasi Pesan Kehati-hatian Menyeberang Jalan dari Teks Sastra Aural secara Mandiri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.3.1 Mengidentifikasi pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang keselamatan menyeberang jalan di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa singkat, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyimak dongeng fabel aural secara saksama dan mengidentifikasi pesan keselamatan menyeberang jalan secara mandiri (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan membacakan kutipan fabel mikro: 'Tupai melompat ke jalan raya tanpa menengok ke kanan dan kiri, hampir tertabrak sepeda ontel Pak Beruang.' lalu menanyakan: 'Apa pesan kehati-hatian dari cerita singkat Tupai tadi?' (acuan jawaban: harus menengok kanan-kiri sebelum melintas/tidak boleh asal melompat ke jalan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan teks fabel aural berjudul 'Kancil dan Zebra Penyeberang Jalan': 'Kancil sedang terburu-buru hendak pergi ke kebun mentimun di seberang jalan kampung. Kancil hendak langsung melompat melintasi jalan beraspal yang sedang ramai dilalui gerobak dan sepeda. Tiba-tiba Paman Zebra berseru, "Tunggu Kancil! Jangan menyeberang sembarangan! Gunakan garis putih zebra cross, berhenti sejenak, dan tengok kanan serta kiri sampai jalan benar-benar aman! Jalan raya berbahaya jika kamu terburu-buru!" Kancil mendengarkan nasihat Paman Zebra, lalu mereka menyeberang bersama dengan tertib.' (8 menit).
  • Guru memberikan pertanyaan pemantik pemahaman terkait isi dan nasihat dalam teks fabel: (1) Apa yang ingin dilakukan Kancil?; (2) Apa nasihat yang disampaikan Paman Zebra kepada Kancil? (acuan jawaban: menyeberang di zebra cross dan berhenti sejenak melihat kanan-kiri/tidak menyeberang sembarangan) (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Mandiri berisi 4 pernyataan pilihan benar/salah (B/S) tentang pesan kehati-hatian dalam fabel aural yang dibacakan guru: Pernyataan 1: 'Kita boleh langsung berlari menyeberang jalan saat sedang terburu-buru' (acuan: Salah); Pernyataan 2: 'Menyeberanglah di tempat penyeberangan zebra cross agar aman' (acuan: Benar); Pernyataan 3: 'Sebelum menyeberang jalan, kita harus berhenti sejenak dan melihat kanan-kiri' (acuan: Benar); Pernyataan 4: 'Nasihat Paman Zebra mengajarkan kita untuk selalu berhati-hati dan tertib di jalan raya' (acuan: Benar) (12 menit).
  • Guru memainkan permainan interaktif 'Kartu Pesan Benar': guru membacakan 3 pesan aural tambahan dan murid secara mandiri mengangkat kartu 'Aman' jika pernyataan berisi pesan keselamatan atau kartu 'Bahaya' jika bukan: Pernyataan A: 'Menyeberang sambil melamun dan bercanda' (acuan: Bahaya); Pernyataan B: 'Memastikan kendaraan sudah berhenti sebelum melangkah' (acuan: Aman); Pernyataan C: 'Menyeberang di zebra cross dengan tenang' (acuan: Aman) (10 menit).
  • Guru memandu murid memeriksa lembar kerja mandirinya dan mencocokkan identifikasi pesan keselamatan sesuai teks aural secara mandiri (8 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri memilih dan melingkari 1 pesan keselamatan utama dari dongeng Kancil yang paling penting diterapkan saat pulang sekolah hari ini (acuan: menyeberang di zebra cross / berhenti dan tengok kanan-kiri sebelum melangkah) (5 menit).
  • Murid menyampaikan pesan yang dipilihnya kepada guru dan mengonfirmasi pemahamannya tentang alasan kehati-hatian tersebut penting di dunia nyata (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil identifikasi pesan kehati-hatian menyeberang jalan yang telah dilakukan seluruh murid secara mandiri (3 menit).
  • Guru menginformasikan materi pembelajaran untuk pertemuan berikutnya (membaca kata-kata tentang rambu keselamatan) lalu menutup kelas dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, guru membacakan ulang teks fabel dengan penekanan intonasi khusus pada kalimat nasihat Paman Zebra; untuk murid berpencapaian tinggi, teks aural diperdengarkan secara utuh tanpa pengulangan bagian.
  • Proses: Murid yang membutuhkan perancah (scaffolding) didampingi guru membaca simbol visual (centang/silang) pada lembar kerja mandiri; murid yang sudah mahir mengerjakan identifikasi 4 pernyataan secara mandiri penuh.
  • Produk: Seluruh murid menyelesaikan lembar kerja mandiri 4 butir pernyataan identifikasi pesan teks aural; murid berkemampuan lebih dapat memilih kartu pesan tantangan tambahan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan berdasarkan teks mikro fabel Tupai: 'Apa pesan kehati-hatian dari cerita singkat Tupai tadi?' (acuan: harus menengok kanan-kiri sebelum melintas/tidak boleh asal melompat ke jalan).

Proses:

  • Pengamatan ketercapaian murid dalam menentukan status Benar/Salah pada 4 butir lembar kerja mandiri: Butir 1 (acuan: Salah), Butir 2 (acuan: Benar), Butir 3 (acuan: Benar), Butir 4 (acuan: Benar).
  • Pencatatan respons mandiri murid pada permainan kartu 'Aman'/'Bahaya': Pernyataan A 'Menyeberang sambil melamun dan bercanda' (acuan: Bahaya); Pernyataan B 'Memastikan kendaraan sudah berhenti sebelum melangkah' (acuan: Aman); Pernyataan C 'Menyeberang di zebra cross dengan tenang' (acuan: Aman).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid secara mandiri menentukan 1 pesan keselamatan utama dari teks fabel aural untuk diterapkan di jalan (acuan jawaban yang diterima: menyeberang di zebra cross / menunggu sejenak dan tengok kanan-kiri / tidak terburu-buru saat menyeberang).

Formatif:

  • Tes tertulis objektif (4 butir benar/salah pada Lembar Kerja Mandiri identifikasi pesan fabel)
  • Unjuk kerja respon gerak mandiri kartu 'Aman'/'Bahaya' terhadap pesan keselamatan aural

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi pesan keselamatan menyeberang jalan dari teks sastra auralMengidentifikasi dengan tepat 0-1 dari 4 pesan keselamatan pada pernyataan teks sastra aural.Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 pesan keselamatan pada pernyataan teks sastra aural dengan bimbingan guru.Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 pesan keselamatan pada pernyataan teks sastra aural secara mandiri.Mengidentifikasi dengan tepat seluruhnya (4 dari 4) pesan keselamatan pada pernyataan teks sastra aural secara mandiri tanpa keraguan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks fabel aural yang dibacakan cukup jelas intonasinya sehingga memudahkan seluruh murid menangkap pesan keselamatan?
  • Bagaimanakah tingkat kemandirian murid kelas 2 dalam membedakan pesan yang tepat dan perilaku yang berbahaya dari teks yang didengarkan?

Murid:

  • Pesan keselamatan apa dari Paman Zebra yang paling kamu ingat saat menyeberang jalan?
  • Apakah kamu merasa mudah mengenali nasihat keselamatan dari cerita yang dibacakan guru tadi?

Pertemuan 4 — Membaca Kata-Kata Sederhana tentang Rambu dan Keselamatan di Lingkungan Sekitar dengan Bimbingan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.3.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar membaca kata-kata sederhana tentang rambu dan keselamatan di lingkungan sekitar (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal berupa tes diagnostik membaca cepat 2 kata di papan tulis: 'rambu' dan 'jalan' untuk memetakan kesiapan membaca murid (acuan: dibaca tepat tanpa terbata-bata) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan 5 kartu kata sederhana bertema keselamatan jalan raya di papan tulis: (1) aman, (2) jalan, (3) rambu, (4) lampu, (5) henti (7 menit).
  • Guru mencontohkan cara membaca kelima kata tersebut dengan fasih, lancar, dan jelas suku katanya: a-man, ja-lan, ram-bu, lam-pu, hen-ti (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid secara bergantian dalam bimbingan guru melatih kefasihan membaca 5 kata target pada kartu kata: (1) aman, (2) jalan, (3) rambu, (4) lampu, (5) henti secara langsung tanpa mengeja (12 menit).
  • Guru mengadakan permainan membaca bergembira 'Tepuk Kata Rambu': guru mengacungkan salah satu dari 5 kartu kata secara acak ((1) aman, (2) jalan, (3) rambu, (4) lampu, (5) henti) dan murid secara bersama lalu berpasangan membacanya dengan fasih dan kompak setelah hitungan ketiga (12 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru membimbing murid mengecek kembali kata mana dari kelima kata tadi ((1) aman, (2) jalan, (3) rambu, (4) lampu, (5) henti) yang dirasa paling mudah dan mana yang masih perlu bantuan saat dibaca (8 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap latihan membaca kata hari ini serta apresiasi atas usaha murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan kegiatan membaca kata-kata tempat menyeberang untuk pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (8 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu kata dengan pemenggalan warna suku kata untuk murid yang butuh bantuan membaca, serta kartu kata utuh bagi murid yang sudah lancar.
  • Proses: Memberikan bimbingan terbimbing intensif (memandu pemenggalan suku kata) bagi murid yang masih mengeja, dan memberi kesempatan membaca mandiri secara langsung bagi murid yang sudah fasih.
  • Produk: Semua murid membaca daftar 5 kata target yang sama dengan tingkat bimbingan yang disesuaikan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Uji petik membaca 2 kata sederhana di papan tulis: (1) 'rambu', (2) 'jalan'. Acuan ketepatan: murid dapat membunyikan kata secara utuh tanpa mengeja huruf satu per satu.

Proses:

  • Pemeriksaan kefasihan membaca 5 kata target: (1) aman, (2) jalan, (3) rambu, (4) lampu, (5) henti. Acuan ketercapaian: dibaca tepat tanpa salah sebut huruf/suku kata dan tanpa jeda ragu yang panjang.

Akhir Pertemuan:

  • Cek membaca cepat perorangan terhadap 5 kata target: (1) aman, (2) jalan, (3) rambu, (4) lampu, (5) henti (acuan: minimal 4 dari 5 kata dibaca tepat dan fasih).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja membaca 5 kata target keselamatan jalan raya secara terbimbing.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kefasihan Membaca Kata SederhanaMembaca 1 kata atau belum mampu membaca kata dari 5 kata target ((1) aman, (2) jalan, (3) rambu, (4) lampu, (5) henti) secara benar meski telah dibimbing penuh.Membaca 2-3 kata dari 5 kata target ((1) aman, (2) jalan, (3) rambu, (4) lampu, (5) henti) secara tepat dengan mengeja per suku kata dan bimbingan guru.Membaca 4 dari 5 kata target ((1) aman, (2) jalan, (3) rambu, (4) lampu, (5) henti) dengan fasih tanpa mengeja melalui sedikit bimbingan guru.Membaca seluruh 5 kata target ((1) aman, (2) jalan, (3) rambu, (4) lampu, (5) henti) dengan sangat fasih tanpa mengeja dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Berapa banyak murid yang sudah mampu membaca kelima kata sederhana tanpa mengeja?
  • Apakah metode permainan kartu kata efektif membantu murid yang masih mengeja?

Murid:

  • Kata mana yang paling mudah kamu baca hari ini?
  • Apakah kamu sudah bisa membaca kata 'rambu' dan 'lampu' tanpa mengeja?

Pertemuan 5 — Membaca Kata-Kata Sederhana tentang Tempat Menyeberang Jalan secara Nyaring dan Fasih — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.3.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca kata-kata sederhana tentang tempat menyeberang jalan secara nyaring dan fasih (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal dengan menunjukkan 3 kartu kata sederhana di papan tulis: (1) jalan, (2) aman, (3) halte; lalu meminta 3 orang perwakilan murid membacanya secara nyaring (acuan ketepatan lafal: 'jalan', 'aman', 'halte') (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menempelkan 4 kartu kata utama tentang tempat menyeberang jalan di papan tulis: (1) trotoar, (2) zebra cross, (3) jembatan, (4) penyeberangan (5 menit).
  • Guru memodelkan cara membaca nyaring dan fasih untuk keempat kata tersebut tanpa mengeja: (1) trotoar, (2) zebra cross, (3) jembatan, (4) penyeberangan (5 menit).
  • Murid bersama-sama menirukan membaca nyaring keempat kata tersebut secara serempak mengikuti ketukan guru dengan lafal yang jelas (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru membagikan set kartu kata individu kepada setiap murid yang berisi 5 kata target: (1) trotoar, (2) zebra cross, (3) jembatan, (4) penyeberangan, (5) jalan (5 menit).
  • Murid bermain 'Tantangan Kartu Kilat': guru mengangkat salah satu kartu gambar tempat menyeberang, lalu secara berpasangan murid saling membaca nyaring kartu kata yang cocok secara bergantian dengan fasih tanpa terbata-bata (10 menit).
  • Setiap murid satu per satu membaca mandiri 5 kartu kata target di hadapan guru atau teman sebangku secara nyaring dan fasih (acuan 5 kata target: (1) trotoar, (2) zebra cross, (3) jembatan, (4) penyeberangan, (5) jalan) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kemampuan membacanya sendiri dengan memberi tanda centang pada lembar cek membaca mandiri untuk kata yang sudah dibaca fasih dan kata yang masih dieja (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap kata-kata yang masih sering dieja murid serta mengapresiasi kelancaran membaca seluruh murid (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali kata-kata tempat menyeberang yang telah dibaca hari ini: trotoar, zebra cross, jembatan, penyeberangan, dan jalan (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen akhir berupa cek membaca cepat pada 2 murid secara acak untuk kata 'jembatan' dan 'penyeberangan', kemudian menutup pelajaran dengan salam dan pesan tertib di jalan raya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan bimbingan membaca kartu kata yang dilengkapi pemenggalan suku kata (tro-to-ar, jem-ba-tan, pe-nye-be-rang-an), sedangkan murid yang sudah mahir membaca kartu kata utuh tanpa pemenggalan.
  • Proses: Murid yang masih mengeja didampingi guru dengan latihan membaca suku kata berulang, sedangkan murid yang sudah lancar berlatih membaca cepat secara mandiri berpasangan.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan membaca lancar minimal 3 dari 5 kata target, sedangkan murid mahir membaca lancar seluruh 5 kata target dengan kecepatan wajar tanpa jeda ragu.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes lisan diagnostik singkat pada pendahuluan: murid diminta membaca nyaring 3 kata sederhana di papan tulis: (1) jalan, (2) aman, (3) halte (acuan ketercapaian: murid membaca kata secara utuh/lancar tanpa mengeja huruf per huruf; acuan kata benar: 'jalan', 'aman', 'halte').

Proses:

  • Observasi unjuk kerja membaca nyaring saat aktivitas 'Tantangan Kartu Kilat' menggunakan 5 kata target: (1) trotoar, (2) zebra cross, (3) jembatan, (4) penyeberangan, (5) jalan. Kriteria fasih teramati: membaca langsung tanpa mengeja, tanpa pengulangan kata, dan tanpa jeda ragu yang panjang.

Akhir Pertemuan:

  • Cek membaca lisan pada penutup: guru menunjuk 2 kata acak dari daftar target pada kartu: (1) jembatan, (2) penyeberangan. Acuan ketepatan: murid membaca kedua kata tersebut secara langsung dan benar tanpa mengeja (acuan lafal: 'jembatan' dan 'penyeberangan').

Formatif:

  • Unjuk kerja membaca nyaring kartu kata tempat menyeberang jalan secara langsung (checklist observasi kelancaran dan ketepatan lafal).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kefasihan membaca kata sederhana tentang tempat menyeberang jalan (Daftar 5 kata acuan: trotoar, zebra cross, jembatan, penyeberangan, jalan)Membaca kata dengan mengeja huruf demi huruf pada sebagian besar kata dan memerlukan bimbingan penuh guru (hanya mampu membaca 1-2 kata dari 5 kata acuan).Membaca 3 dari 5 kata acuan secara utuh, namun masih terbata-bata atau mengulang kata pada kata yang lebih panjang (trotoar, penyeberangan).Membaca 4 dari 5 kata acuan secara nyaring dan fasih tanpa mengeja serta tanpa jeda ragu yang panjang.Membaca seluruh 5 kata acuan (trotoar, zebra cross, jembatan, penyeberangan, jalan) secara mandiri, nyaring, dan sangat fasih tanpa mengeja maupun mengulang.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah dapat membaca kata-kata sederhana tentang tempat menyeberang jalan tanpa mengeja?
  • Kata mana dari 5 kata target yang masih paling sering terbata-bata dibaca oleh murid?
  • Bagaimana efektivitas permainan tantangan kartu kilat dalam meningkatkan kelancaran membaca murid?

Murid:

  • Kata mana yang paling mudah kamu baca dengan lancar hari ini?
  • Apakah kamu masih mengeja saat membaca kata 'penyeberangan' atau 'trotoar'?

Pertemuan 6 — Membaca Kata-Kata Sederhana tentang Aturan Lalu Lintas di Lingkungan Sekitar secara Mandiri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.3.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa singkat (3 menit).
  • Guru mengecek kesiapan belajar dan menyampaikan bahwa hari ini murid akan berlatih membaca kata-kata aturan lalu lintas secara mandiri dan fasih tanpa mengeja (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik membaca cepat 3 kata dasar di papan tulis: (1) jalan, (2) aman, (3) henti secara lisan untuk memetakan kesiapan membaca mandiri (acuan: terbaca tepat tanpa mengeja) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak kartu kata bergambar aturan lalu lintas yang ditempel guru di papan tulis: (1) rambu, (2) helm, (3) jalan, (4) trotoar, (5) aman (5 menit).
  • Guru memodelkan cara membaca kelima kata tersebut dengan fasih langsung per kata (tanpa mengeja huruf demi huruf dan tanpa jeda ragu) (5 menit).
  • Murid bersama-sama menirukan membaca kelima kata tersebut secara serempak dengan pelafalan utuh (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar bacaan mandiri berisi 5 kata aturan lalu lintas: (1) rambu, (2) helm, (3) jalan, (4) trotoar, (5) aman (5 menit).
  • Murid melakukan permainan 'Jalur Kata Cepat', di mana setiap murid secara mandiri berlatih meluncurkan jari membaca kelima kata tersebut secepat dan setepat mungkin di mejanya masing-masing (10 menit).
  • Murid satu per satu secara bergiliran membaca mandiri kelima kata tersebut di hadapan guru atau di mejanya tanpa bantuan mengeja (acuan: kelima kata terbaca utuh dan tepat) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kemandirian membacanya dengan memberi tanda centang pada lembar kartu baca untuk setiap kata yang berhasil dibaca langsung tanpa mengeja (5 menit).
  • Murid memikirkan kata mana yang paling lancar dibaca dan kata mana yang tadi sempat membuatnya berhenti sejenak (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa membaca kata secara langsung per kata membuat kita lebih cepat memahami aturan di jalan (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kemandirian seluruh murid dalam membaca kata hari ini, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan bimbingan tambahan membaca 5 kata dengan bantuan penanda warna suku kata, sedangkan murid yang sudah lancar membaca 5 kata target ditambah 3 kata pengayaan: (6) lampu, (7) seberang, (8) tertib.
  • Proses: Murid yang masih mengeja didampingi guru dengan metode tunjuk-sebut suku kata langsung, sedangkan murid yang sudah mahir langsung membaca mandiri secara mandiri.
  • Produk: Semua murid membaca lisan mandiri; murid dengan ritme lebih cepat membaca set kata tambahan secara mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik membaca lisan 3 kata di papan tulis: (1) jalan, (2) aman, (3) henti. Kriteria kesiapan: terbaca fasih tanpa mengeja huruf satu per satu (acuan: ketepatan pelafalan kata utuh).

Proses:

  • Ceklis unjuk kerja membaca mandiri 5 kata aturan lalu lintas: (1) rambu, (2) helm, (3) jalan, (4) trotoar, (5) aman. Indikator fasih: membaca langsung per kata tanpa mengeja, tanpa mengulang, dan tanpa jeda ragu lebih dari 3 detik per kata (acuan: seluruh 5 kata terbaca tepat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri di akhir kegiatan: murid membaca cepat 2 kata acak dari daftar target yang ditunjuk guru (pilihan antara: 'trotoar' dan 'rambu') untuk memverifikasi ketepatan dan kemandirian membaca fasih (acuan: kedua kata terbaca langsung dengan tepat).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja membaca lisan mandiri 5 kata aturan lalu lintas menggunakan lembar ceklis kefasihan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kefasihan Membaca Kata Sederhana secara MandiriMembaca 1-2 kata dari 5 kata target, masih mengeja huruf demi huruf, dan membutuhkan bantuan penuh guru (daftar: rambu, helm, jalan, trotoar, aman).Membaca 3 kata dari 5 kata target secara tepat, terkadang masih mengeja suku kata atau ragu-ragu, dengan sedikit bimbingan guru.Membaca 4-5 kata target secara mandiri dengan fasih tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu.Membaca seluruh 5 kata target serta 3 kata pengayaan (rambu, helm, jalan, trotoar, aman, lampu, seberang, tertib) secara mandiri, sangat fasih dan tepat tanpa mengeja sama sekali.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah mampu mengenali dan membaca kelima kata aturan lalu lintas tanpa mengeja huruf satu per satu?
  • Bagaimana strategi pendampingan bagi murid yang masih membutuhkan pemenggalan suku kata saat membaca mandiri?

Murid:

  • Kata mana dari lima kata tadi yang paling mudah kamu baca tanpa mengeja?
  • Apakah kamu merasa lebih percaya diri membaca kata-kata aturan di jalan hari ini?

Pertemuan 7 — Menemukan Informasi Pokok Menyeberang Jalan dari Teks Bacaan Sederhana Berilustrasi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.3.3 Menemukan isi bacaan tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menampilkan gambar seorang anak berdiri di tepi jalan raya dan menanyakan: 'Berdasarkan gambar ini, apa yang sedang dilakukan anak tersebut?' (acuan: anak sedang bersiap menyeberang jalan) untuk memetakan kesiapan murid menemukan isi dari stimulus visual (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca teks sederhana berilustrasi dan menemukan informasi pokok tentang cara menyeberang jalan yang aman (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak teks bacaan sederhana berilustrasi berjudul 'Menyeberang Bersama Bu Guru' yang ditampilkan di papan tulis: 'Murid-murid kelas dua akan pergi ke taman kota di seberang sekolah. Mereka berjalan bersama Bu Guru. Bu Guru mengajak mereka menyeberang di zebra cross. Mereka menunggu lampu penyeberangan menyala hijau sebelum melangkah.' (8 menit).
  • Guru memodelkan cara menemukan isi bacaan dengan memandu murid menghubungkan kalimat dalam teks dengan gambar ilustrasi (misalnya mencocokkan kata 'zebra cross' dengan gambar garis-garis putih di jalan) (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid memainkan permainan tantangan berpasangan 'Detektif Bacaan': guru membacakan petunjuk pencarian isi, lalu murid berlomba menunjuk kalimat dan gambar yang sesuai pada lembar teks mereka secara gembira (12 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja berisi 4 pertanyaan untuk menemukan informasi pokok bacaan: (1) Ke mana murid-murid akan pergi? (acuan: ke taman kota di seberang sekolah); (2) Siapa yang menemani mereka berjalan? (acuan: Bu Guru); (3) Di mana mereka menyeberang jalan? (acuan: di zebra cross); (4) Kapan mereka boleh mulai melangkah menyeberang? (acuan: saat lampu penyeberangan menyala hijau) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan jawaban lembar kerja dan mengidentifikasi bagian teks mana yang menjadi bukti jawaban yang tepat (acuan 4 butir: taman kota, Bu Guru, zebra cross, lampu hijau) (8 menit).
  • Murid menyampaikan bagian informasi apa yang paling mudah dan paling menantang untuk ditemukan dalam bacaan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan cara menemukan isi bacaan berilustrasi, yaitu dengan membaca kalimat secara saksama dan mencocokkannya dengan gambar (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas ketelitian murid dalam membaca, menginformasikan kegiatan pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan teks berilustrasi dengan ukuran huruf lebih besar serta kata kunci yang disorot warna bagi murid yang memerlukan bimbingan membaca.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang masih kesulitan membaca mandiri saat menemukan isi bacaan, sedangkan murid yang sudah mahir langsung menemukan jawaban secara mandiri.
  • Produk: Murid yang belum lancar menulis diperbolehkan menandai/melingkari kalimat jawaban langsung pada teks, sedangkan murid yang sudah lancar menuliskan jawaban pada lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran menggunakan stimulus gambar anak di tepi jalan: 'Berdasarkan gambar ini, apa yang sedang dilakukan anak tersebut?' (acuan jawaban: anak sedang bersiap menyeberang jalan).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan lembar kerja menemukan informasi pokok dari teks berilustrasi (4 butir pertanyaan: [1] Ke mana murid-murid akan pergi? -> ke taman kota di seberang sekolah; [2] Siapa yang menemani mereka berjalan? -> Bu Guru; [3] Di mana mereka menyeberang jalan? -> di zebra cross; [4] Kapan mereka boleh mulai melangkah menyeberang? -> saat lampu penyeberangan menyala hijau).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di penutup: Murid diminta menyebutkan 1 aturan menyeberang jalan yang terdapat pada teks yang baru saja dibaca (acuan: menyeberang di zebra cross atau menunggu lampu penyeberangan berwarna hijau).

Formatif:

  • Tes tertulis objektif menemukan 4 butir informasi pokok pada lembar kerja bacaan berilustrasi
  • Observasi unjuk kerja menemukan kalimat pembuktian isi bacaan saat aktivitas Detektif Bacaan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan informasi pokok dari teks bacaan berilustrasiBelum mampu menemukan informasi pokok dari teks bacaan berilustrasi secara tepat (0-1 dari 4 butir tepat).Mampu menemukan 2 dari 4 informasi pokok dari teks bacaan berilustrasi dengan bimbingan guru.Mampu menemukan 3 dari 4 informasi pokok dari teks bacaan berilustrasi secara tepat.Mampu menemukan seluruh (4 dari 4) informasi pokok dari teks bacaan berilustrasi secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks bacaan berilustrasi yang dipilih sudah sesuai dengan tingkat keterbacaan murid kelas 2?
  • Bagaimana efektivitas permainan 'Detektif Bacaan' dalam membantu murid menemukan letak informasi di dalam teks?

Murid:

  • Apakah kamu dapat menemukan jawaban dari bacaan dan gambar tadi dengan mudah?
  • Informasi penting apa yang kamu temukan tentang cara menyeberang jalan yang aman?

Pertemuan 8 — Menemukan Aturan Keselamatan Menyeberang (4T) dalam Teks Bacaan Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.3.3 Menemukan isi bacaan tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menemukan isi bacaan berupa aturan keselamatan menyeberang 4T (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan isi 1 kalimat tertulis di papan: 'Sebelum menyeberang, kita harus berhenti sejenak.' Pertanyaan: 'Berdasarkan kalimat ini, apa yang harus kita lakukan sebelum menyeberang?' (Acuan jawaban benar: berhenti sejenak) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati teks bacaan 'Menyeberang Jalan' yang ditampilkan di papan tulis: 'Murid-murid akan pergi ke taman di seberang sekolah. Bu Rida mengajari cara menyeberang jalan yang aman bernama 4T. Singkatan 4T adalah: 1. Tunggu sejenak, 2. Tengok kanan, 3. Tengok kiri, 4. Tengok kanan lagi. Davi ingin cepat menyeberang, tetapi Anton mengingatkannya agar menuruti aturan 4T.' (7 menit).
  • Guru memodelkan cara menemukan isi bacaan dengan menandai kata kunci singkatan 4T pada teks bacaan secara runtut bersama murid (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan detektif kata secara seru: mencari dan melingkari 4 langkah aturan 4T yang tersembunyi di dalam lembar teks bacaan masing-masing secara aktif (10 menit).
  • Murid secara mandiri melengkapi tabel isi bacaan aturan 4T pada Lembar Kerja berdasarkan teks yang dibaca: T pertama = Tunggu sejenak; T kedua = Tengok kanan; T ketiga = Tengok kiri; T keempat = Tengok kanan lagi (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mencocokkan hasil temuan isi aturan 4T miliknya dengan teks panduan di papan tulis untuk memeriksa ketepatan informasi yang ditemukan (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan isi bacaan tentang aturan 4T saat menyeberang jalan (5 menit).
  • Guru melakukan cek pemahaman akhir singkat, memberikan apresiasi atas ketelitian murid dalam membaca, dan menutup kelas dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Teks bacaan dilengkapi penomoran tebal pada langkah 4T untuk murid yang memerlukan bimbingan visual.
  • Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan dibimbing guru menunjuk baris kalimat aturan 4T satu per satu; murid yang cepat menemukan seluruh 4T secara mandiri tanpa bantuan tanda warna.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan dapat mencocokkan label teks langkah 4T, sedangkan murid mahir menuliskan kembali singkatan 4T secara lengkap berdasarkan teks.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik menemukan informasi satu kalimat: 'Berdasarkan kalimat "Sebelum menyeberang, kita harus berhenti sejenak.", apa yang harus kita lakukan sebelum menyeberang?' (Acuan jawaban tepat: berhenti sejenak).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid melingkari dan menemukan 4 rincian langkah 4T dalam teks bacaan 'Menyeberang Jalan': (1) Tunggu sejenak, (2) Tengok kanan, (3) Tengok kiri, (4) Tengok kanan lagi.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan hasil Lembar Kerja pengisian 4 langkah aturan keselamatan 4T berdasarkan teks bacaan (Acuan tepat: T1 = Tunggu sejenak; T2 = Tengok kanan; T3 = Tengok kiri; T4 = Tengok kanan lagi).

Formatif:

  • Tes tertulis berupa lembar menemukan isi bacaan aturan 4T berdasarkan teks bacaan sederhana.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan Aturan Keselamatan Menyeberang (4T) dalam TeksBelum mampu menemukan langkah aturan 4T dari teks bacaan secara tepat (menemukan 0 langkah dari 4 acuan: Tunggu sejenak, Tengok kanan, Tengok kiri, Tengok kanan lagi).Menemukan 1-2 langkah aturan 4T dari teks bacaan secara tepat dengan bimbingan guru (dari 4 acuan: Tunggu sejenak, Tengok kanan, Tengok kiri, Tengok kanan lagi).Menemukan 3 langkah aturan 4T dari teks bacaan secara tepat secara mandiri (dari 4 acuan: Tunggu sejenak, Tengok kanan, Tengok kiri, Tengok kanan lagi).Menemukan seluruh 4 langkah aturan 4T dari teks bacaan secara lengkap dan tepat secara mandiri (ke-4 acuan tepat: Tunggu sejenak, Tengok kanan, Tengok kiri, Tengok kanan lagi).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks bacaan yang disajikan mudah dipahami murid untuk menemukan aturan 4T?
  • Bagian mana dari langkah membaca terbimbing yang paling efektif membantu murid menemukan isi teks?

Murid:

  • Apakah kamu dapat menemukan kepanjangan aturan 4T di dalam teks tadi?
  • Langkah 4T mana yang paling mudah kamu temukan di dalam bacaan?

Pertemuan 9 — Menemukan Isi dan Fakta Keselamatan di Jalan Raya dari Teks Bacaan secara Mandiri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.3.3 Menemukan isi bacaan tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan memimpin doa pembuka (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menemukan isi dan fakta keselamatan di jalan raya secara mandiri dari teks bacaan (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperlihatkan satu kalimat di papan tulis: 'Pejalan kaki berjalan di trotoar.' Murid diminta menemukan dan menjawab secara lisan: 'Di mana pejalan kaki berjalan?' (acuan jawaban tepat: di trotoar) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak teks bacaan 'Aturan Aman di Jalan Raya' yang ditampilkan di papan tulis: 'Jalan raya selalu ramai oleh kendaraan bermotor. Pejalan kaki harus berjalan di atas trotoar. Jika ingin menyeberang, gunakan jembatan penyeberangan atau zebra cross. Kita harus menunggu sampai lampu penyeberangan menyala hijau. Jangan pernah bermain bola atau berlarian di tepi jalan raya.' Murid membaca dalam hati teks tersebut dengan saksama (10 menit).
  • Guru memberikan pemodelan cara menemukan fakta eksplisit dengan mencocokkan kata tanya pada teks, misalnya kalimat 'Pejalan kaki harus berjalan di atas trotoar' menjawab pertanyaan 'Di mana pejalan kaki harus berjalan?' (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan cepat 'Detektif Fakta': guru membacakan 2 kalimat kuis untuk pemanasan gembira, murid mengangkat kartu Benar atau Salah berdasarkan teks: (1) Pejalan kaki menyeberang di jembatan penyeberangan (Benar); (2) Boleh bermain bola di tepi jalan raya (Salah) (5 menit).
  • Murid secara mandiri membaca teks bacaan pada lembar kerja dan menjawab 4 butir pertanyaan isian singkat untuk menemukan isi bacaan: Soal 1: 'Apa yang membuat jalan raya ramai?' (acuan: kendaraan bermotor); Soal 2: 'Di mana pejalan kaki harus berjalan?' (acuan: di atas trotoar / trotoar); Soal 3: 'Apa warna lampu penyeberangan saat kita boleh menyeberang?' (acuan: hijau); Soal 4: 'Apa kegiatan yang dilarang di tepi jalan raya?' (acuan: bermain bola atau berlarian / bermain bola / berlarian) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil pekerjaannya secara mandiri dengan membandingkan jawabannya langsung pada kalimat di dalam teks bacaan (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan cara menemukan isi bacaan secara mandiri, yaitu dengan mencermati kata kunci pertanyaan dan mencarinya pada teks (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kemandirian murid dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks dengan garis bawah pada kata kunci penting, sedangkan murid yang cepat diberikan teks polos tanpa bantuan visual.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan membaca lancar dibimbing membaca per kalimat, sementara murid yang mahir langsung mengerjakan 4 pertanyaan secara mandiri.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan diperbolehkan menjawab dengan frasa pendek inti fakta, sementara murid mahir menuliskan jawaban kalimat lengkap.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik singkat: Guru menunjukkan kalimat 'Pejalan kaki berjalan di trotoar.' Guru bertanya: 'Di mana pejalan kaki berjalan?' (Acuan jawaban: di trotoar).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri murid berisi 4 butir pertanyaan isi teks 'Aturan Aman di Jalan Raya': 1. Apa yang membuat jalan raya ramai? (Acuan: kendaraan bermotor) 2. Di mana pejalan kaki harus berjalan? (Acuan: di atas trotoar / trotoar) 3. Apa warna lampu penyeberangan saat kita boleh menyeberang? (Acuan: hijau) 4. Apa kegiatan yang dilarang di tepi jalan raya? (Acuan: bermain bola atau berlarian / bermain bola / berlarian)

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri: Murid menjawab 1 pertanyaan fakta penutup dari teks: 'Sebutkan fasilitas untuk menyeberang yang tertulis dalam bacaan!' (Acuan: jembatan penyeberangan atau zebra cross).

Formatif:

  • Tes tertulis mandiri menjawab 4 pertanyaan isi bacaan teks lingkungan sekitar
  • Observasi unjuk kerja kemandirian menemukan fakta dalam teks

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menemukan Isi Bacaan tentang Lingkungan SekitarBelum mampu menemukan isi bacaan (0 butir tepat dari 4 butir soal teks keselamatan jalan raya).Menemukan sebagian kecil isi bacaan (1-2 butir tepat dari 4 butir soal teks keselamatan jalan raya) dengan bimbingan.Menemukan sebagian besar isi bacaan (3 butir tepat dari 4 butir soal teks keselamatan jalan raya) secara mandiri.Menemukan seluruh isi dan fakta bacaan (4 butir tepat dari 4 butir soal teks keselamatan jalan raya) secara mandiri dan tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid mampu menemukan informasi fakta di dalam teks tanpa bantuan guru?
  • Bagian pertanyaan mana yang paling banyak dijawab keliru oleh murid saat membaca mandiri?

Murid:

  • Apakah aku bisa menemukan jawaban dari bacaan sendiri?
  • Fakta keselamatan apa yang paling aku ingat dari bacaan tadi?

Pertemuan 10 — Merespons dengan Bertanya Menggunakan Kata Tanya Sederhana secara Santun dalam Percakapan Terbimbing — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.3.4 Merespons dengan bertanya tentang sesuatu dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar merespons percakapan dengan mengajukan pertanyaan secara santun menggunakan kata tanya sederhana tentang lingkungan sekitar (2 menit).
  • Asesmen Awal: Guru memberikan satu pernyataan situasi: 'Davi melihat garis putih-hitam di jalan raya.' Guru meminta murid memilih dan mengajukan satu kata tanya sederhana yang tepat (apa/di mana/siapa) untuk merespons situasi tersebut (acuan respon yang diterima: murid mengajukan pertanyaan seperti 'Apa nama garis itu?' atau 'Di mana letak garis itu?') (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memodelkan percakapan terbimbing bersama salah satu boneka tangan/media: Guru membacakan pernyataan teman: 'Kemarin aku melihat lampu lalu lintas menyala merah di dekat pasar.' Guru menunjukkan contoh cara merespons santun dengan bertanya: 'Permisi, apa arti lampu merah itu?' atau 'Di mana pasar itu?' (7 menit).
  • Guru memperkenalkan 3 kata tanya sederhana di papan tulis beserta fungsinya: 'apa' (menanyakan benda/kegiatan), 'di mana' (menanyakan tempat), dan 'siapa' (menanyakan orang), serta kata santun pembuka seperti 'permisi' atau 'bolehkah aku bertanya' (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Permainan 'Lempar Bola Tanya': Guru melempar bola kain ke murid dan menyebutkan 1 dari 3 pernyataan lingkungan sekitar berikut: (1) 'Pak Polisi sedang berdiri di zebra cross.' (2) 'Ada rambu dilarang parkir di depan gerbang.' (3) 'Murid-murid menunggu lampu hijau pejalan kaki di trotoar.' Murid yang menangkap bola langsung merespons dengan mengajukan 1 pertanyaan santun yang relevan (acuan respon yang diterima: untuk pernyataan 1 -> 'Siapa nama Pak Polisi itu?' atau 'Sedang apa Pak Polisi di sana?'; untuk pernyataan 2 -> 'Di mana rambu itu dipasang?' atau 'Apa arti rambu dilarang parkir?'; untuk pernyataan 3 -> 'Siapa saja murid yang menunggu?' atau 'Di mana mereka berdiri?') (15 menit).
  • Percakapan Terbimbing: Dalam kelompok kecil berisi 3 murid dengan bimbingan guru, seorang murid membacakan pernyataan tentang lingkungan sekitar yang disediakan guru, lalu teman sebelahnya merespons dengan mengajukan 1 pertanyaan menggunakan kata tanya 'apa', 'di mana', atau 'siapa' secara santun (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid mengingat kembali percakapan yang baru saja dilakukan: murid menyebutkan kata tanya apa saja yang paling mudah mereka gunakan untuk merespons teman secara santun (5 menit).
  • Guru mengonfirmasi pemahaman seluruh kelas tentang pentingnya bertanya dengan santun agar percakapan berjalan baik dan menyenangkan (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan simpulan singkat mengenai penggunaan kata tanya 'apa', 'di mana', dan 'siapa' secara santun dalam percakapan lingkungan sekitar (3 menit).
  • Guru memandu asesmen akhir singkat dan menutup pembelajaran dengan ucapan terima kasih serta salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bantu visual bergambar kata tanya (ikon tanda tanya dan pilihan kata: Apa, Di Mana, Siapa) bagi murid yang membutuhkan scaffolding.
  • Proses: Bimbingan langsung (scaffolding ketat) diberikan guru dengan mencontohkan struktur kalimat tanya bagi murid yang belum percaya diri merespons.
  • Produk: Murid cepat ditantang merespons dengan membuat 2 variasi pertanyaan santun yang berbeda untuk pernyataan yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes lisan diagnostik: Guru memberikan situasi 'Davi melihat garis putih-hitam di jalan raya.' Murid diminta mengajukan satu kata tanya sederhana yang tepat. Acuan respon diterima: Pertanyaan memuat kata tanya yang relevan (contoh: 'Apa nama garis itu?', 'Di mana Davi melihatnya?').

Proses:

  • Lembar observasi percakapan terbimbing: Guru mencatat ketepatan murid merespons 3 pernyataan pada tahap aplikasi menggunakan kata tanya sederhana ('apa', 'di mana', 'siapa') secara santun.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir: Guru memberikan 1 pernyataan: 'Roni menyeberang jalan di jembatan penyeberangan.' Guru meminta murid merespons dengan 1 pertanyaan santun. Acuan jawaban diterima: pertanyaan diawali kata tanya sederhana yang logis, misalnya 'Di mana letak jembatan itu?', 'Siapa yang menyeberang bersama Roni?', atau 'Kapan Roni menyeberang?'.

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja percakapan terbimbing: kemampuan merespons pernyataan teman dengan mengajukan pertanyaan secara santun menggunakan kata tanya 'apa', 'di mana', atau 'siapa'.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Merespons dengan BertanyaBelum mampu mengajukan pertanyaan untuk merespons pernyataan dalam percakapan meski telah dibimbing penuh oleh guru.Mampu merespons dengan mengajukan 1 pertanyaan menggunakan kata tanya sederhana, namun isi pertanyaan belum sepenuhnya relevan dengan topik lingkungan sekitar.Mampu merespons dengan mengajukan 1 pertanyaan yang relevan menggunakan kata tanya sederhana (apa/di mana/siapa) secara santun dalam percakapan terbimbing.Mampu merespons dengan mengajukan lebih dari 1 variasi pertanyaan yang sangat relevan menggunakan pilihan kata tanya sederhana secara santun dan mandiri.
Kesantunan dalam PercakapanBelum menunjukkan ucapan santun saat bertanya kepada lawan bicara dalam percakapan.Mengajukan pertanyaan dengan kata santun hanya apabila diingatkan dan diarahkan oleh guru.Mengajukan pertanyaan dengan kata santun (seperti 'permisi', 'bolehkah', atau menyapa nama teman) secara tepat dalam percakapan terbimbing.Konsisten menggunakan kata santun dan sikap bersahabat saat mengajukan pertanyaan dalam percakapan tanpa perlu diingatkan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur percakapan terbimbing memudahkan seluruh murid untuk aktif mengajukan pertanyaan?
  • Bagian mana dari kegiatan bertanya yang masih memerlukan bimbingan lebih intensif bagi murid?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang saat bertanya kepada temanmu tadi?
  • Kata tanya mana yang paling kamu sukai saat menanyakan sesuatu kepada teman?

Pertemuan 11 — Merespons dengan Bertanya tentang Tata Cara Menyeberang Jalan secara Santun dalam Percakapan Berpasangan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.3.4 Merespons dengan bertanya tentang sesuatu dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar merespons dengan bertanya secara santun tentang tata cara menyeberang jalan dalam percakapan berpasangan (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: Guru melontarkan pernyataan pembuka, 'Kita harus menyeberang jalan sekarang juga!', lalu meminta 2-3 murid merespons dengan mengajukan kalimat tanya yang santun (acuan respon tanya yang relevan dan santun: menggunakan kata tanya seperti 'Apakah...', 'Bagaimana...', atau 'Kapan...', diawali sapaan ramah/kata 'permisi', dan menanyakan keselamatan/aturan menyeberang, misalnya: 'Permisi, apakah lampunya sudah hijau?' atau 'Maaf, di mana kita menyeberang?') (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperagakan contoh percakapan bersama salah satu murid mengenai cara menyeberang jalan yang aman menggunakan aturan 4T (tunggu sejenak, tengok kanan, tengok kiri, tengok kanan lagi), dengan memperlihatkan contoh merespons menggunakan pertanyaan santun (misalnya: 'Permisi, apa yang harus kita lakukan sebelum melangkah?') (7 menit).
  • Murid bersama guru mencermati 3 contoh kata tanya untuk percakapan menyeberang jalan: (1) 'Apa' untuk menanyakan tindakan/arti rambu, (2) 'Di mana' untuk menanyakan tempat penyeberangan/zebra cross, (3) 'Kapan' untuk menanyakan waktu aman menyeberang, serta melatih penggunaan kata santun pembuka seperti 'Permisi', 'Tolong', atau 'Bolehkah saya bertanya?' (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru membagikan kartu situasi percakapan kepada setiap pasangan murid dan menjelaskan aturan permainan peran (role-play berpasangan). Terdapat 2 kartu peran situasi berpasangan: Kartu A berisi situasi teman yang terburu-buru ingin menyeberang dan temannya harus bertanya santun untuk mengingatkan aturan; Kartu B berisi situasi teman yang ragu melihat lampu penyeberangan dan temannya merespons dengan bertanya untuk memastikan keamanan (5 menit).
  • Dalam aktivitas tantangan berpasangan 'Tanya-Jawab Sahabat Pejalan Kaki' yang menggembirakan, setiap murid bergiliran berlatih: Murid 1 menyampaikan pernyataan situasi (misal dari Kartu A: 'Ayo cepat lari menyeberang sekarang!'), dan Murid 2 merespons dengan mengajukan minimal 1 pertanyaan santun terkait tata cara menyeberang jalan (misal: 'Permisi, bukankah kita harus tunggu sejenak dan tengok kanan kiri dulu?'), lalu bergantian untuk situasi Kartu B (acuan kriteria: respons berupa kalimat tanya, mengandung kata tanya apa/di mana/kapan/bagaimana/apakah, relevan dengan keselamatan menyeberang, dan memuat kata santun) (18 menit).
  • Beberapa pasang murid secara sukarela mempraktikkan percakapan berpasangan mereka di depan kelas secara bergantian sambil guru memberikan umpan balik langsung terhadap kesantunan dan ketepatan respons bertanyanya (7 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama pasangannya berdiskusi sejenak mengenai kemudahan atau kesulitan saat memilih kata santun ketika merespons dengan bertanya (5 menit).
  • Guru mengajak seluruh kelas menyimpulkan pentingnya bertanya dengan santun saat membicarakan keselamatan menyeberang di lingkungan sekitar agar teman merasa dihargai dan saling menjaga (5 menit).

Penutup:

  • Murid mengerjakan asesmen akhir lisan/tanya-jawab singkat berupa respons satu pertanyaan santun berdasarkan situasi yang disebutkan guru (acuan situasi: 'Temanmu hendak melangkah saat lampu orang masih merah'; murid merespons dengan bertanya santun, acuan: 'Maaf, bolehkah kita tunggu sampai lampunya hijau?') (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kerja sama murid dalam berpasangan, menyampaikan rencana kegiatan pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan berisi frasa awal kalimat tanya santun (scaffolding: 'Permisi, apa...', 'Maaf, kapan...') bagi murid yang membutuhkan bantuan kalimat.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih merespons dengan 1 kata tanya santun sederhana didampingi guru, sedangkan murid yang sudah mahir ditantang merespons dengan mengajukan 2 variasi pertanyaan santun berturut-turut pada situasi menyeberang yang berbeda.
  • Produk: Respons percakapan berpasangan dinilai dari kemampuan verbal murid mengajukan pertanyaan santun sesuai kemampuan artikulasi masing-masing.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan di awal pembelajaran: Guru memberikan satu pernyataan situasi menyeberang ('Kita harus menyeberang jalan sekarang juga!'), lalu meminta murid merespons dengan kalimat tanya yang santun (acuan jawaban yang diterima: kalimat tanya menggunakan kata tanya seperti 'Apakah...', 'Kapan...', atau 'Di mana...', diawali kata santun seperti 'Maaf/Permisi/Bolehkah', serta relevan dengan aturan menyeberang; contoh: 'Permisi, apakah kita sudah tengok kanan dan kiri?' atau 'Maaf, di mana penyeberangan jalannya?').

Proses:

  • Formatif unjuk kerja percakapan berpasangan pada kegiatan inti: Mengamati ketepatan murid merespons pernyataan teman menggunakan kalimat tanya tentang keselamatan menyeberang (acuan: menggunakan kata tanya apa/bagaimana/kapan/di mana/apakah, berkaitan dengan tata cara 4T atau tempat penyeberangan) serta kesantunan bertanya (acuan: menggunakan kata 'maaf', 'permisi', atau 'tolong', serta tidak memotong kalimat teman secara kasar).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan singkat pada penutup: Guru memberikan situasi 'Temanmu hendak melangkah saat lampu orang masih merah', murid merespons dengan mengajukan 1 pertanyaan santun (acuan jawaban: kalimat tanya relevan dengan lampu penyeberangan atau keselamatan, diiringi kata santun, misalnya: 'Maaf, bukankah lampunya masih merah?' atau 'Permisi, bolehkah kita tunggu sampai lampu hijau?').

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja percakapan berpasangan merespons dengan bertanya secara santun tentang tata cara menyeberang jalan menggunakan lembar pengamatan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Merespons dengan Bertanya tentang Tata Cara Menyeberang JalanBelum mampu mengajukan kalimat tanya untuk merespons percakapan tentang menyeberang jalan meskipun telah dibimbing penuh oleh guru.Mampu merespons percakapan dengan kalimat tanya tentang menyeberang jalan, tetapi bentuk pertanyaan belum sepenuhnya relevan dengan tata cara menyeberang atau memerlukan arahan guru berulang kali.Mampu merespons percakapan dengan mengajukan kalimat tanya yang relevan tentang tata cara menyeberang jalan secara mandiri dalam percakapan berpasangan.Mampu merespons percakapan dengan mengajukan berbagai variasi kalimat tanya yang tepat dan mendalam tentang tata cara menyeberang jalan secara mandiri dan konsisten.
Kesantunan dalam PercakapanBelum menunjukkan kata santun (seperti permisi, maaf, atau tolong) saat bertanya dalam percakapan berpasangan.Mulai menggunakan kata santun saat bertanya dalam percakapan berpasangan setelah diingatkan atau dipandu oleh teman/guru.Menggunakan kata santun (seperti permisi, maaf, tolong) secara tepat saat mengajukan pertanyaan dalam percakapan berpasangan tanpa diingatkan.Menggunakan kata santun secara konsisten dan menunjukkan tata krama percakapan yang sangat baik (seperti mendengarkan lawan bicara selesai berbicara sebelum merespons dengan bertanya) sepanjang latihan berpasangan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk latihan bermain peran berpasangan mencukupi bagi setiap murid untuk berlatih merespons dengan bertanya?
  • Bagaimana efektivitas kartu situasi dalam memancing murid menyusun kalimat tanya yang santun?
  • Apakah ada murid yang mengalami kesulitan dalam merangkai kata tanya santun dan memerlukan bimbingan tambahan?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu saat berlatih bertanya kepada temanmu hari ini?
  • Kata santun apa yang paling sering kamu ucapkan saat bertanya kepada temanmu tadi?

Pertemuan 12 — Merespons dengan Bertanya tentang Keselamatan Lalu Lintas di Lingkungan Sekitar secara Mandiri dan Percaya Diri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.3.4 Merespons dengan bertanya tentang sesuatu dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu merespons tuturan lawan bicara dengan mengajukan pertanyaan secara mandiri, baik, dan santun mengenai keselamatan lalu lintas (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan: Guru memberikan satu pernyataan pemantik ('Lampu lalu lintas untuk pejalan kaki sudah berwarna merah.') dan meminta 2 orang murid secara bergantian merespons dengan satu kalimat tanya yang santun (acuan respon yang diterima: menggunakan kata tanya seperti 'Apakah...', 'Mengapa...', 'Kapan...' secara santun, contoh: 'Apakah kita harus berhenti sekarang, Bu?' atau 'Kapan kita boleh jalan, Bu?') (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak peragaan guru yang membacakan 3 contoh kalimat situasi keselamatan lalu lintas: (1) 'Pak Polisi membantu anak-anak di dekat garis penyeberangan zebra cross', (2) 'Banyak motor melintas dengan kencang di depan gerbang sekolah', dan (3) 'Jembatan penyeberangan orang (JPO) ada di seberang halte' (5 menit).
  • Murid bersama guru mencermati contoh respons bertanya yang baik dan santun menggunakan kata tanya (apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, bagaimana) serta kata santun (tolong, permisi, maaf) untuk merespons tuturan tentang situasi keselamatan tersebut (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan kartu situasi 'Detektif Penanya Keselamatan': Guru membagikan 1 kartu situasi kepada setiap murid secara acak dari 3 kartu situasi berikut: Kartu A: 'Temanmu ingin menyeberang jalan saat lampu penyeberangan masih berwarna merah'; Kartu B: 'Kamu dan temanmu melihat trotoar terhalang oleh pedagang kaki lima'; Kartu C: 'Kamu melihat seseorang menyeberang jalan raya tanpa menggunakan zebra cross' (8 menit).
  • Secara mandiri, setiap murid maju atau berdiri di tempatnya untuk merespons situasi pada kartu yang diterimanya dengan mengajukan 1 pertanyaan yang santun dan relevan secara lisan kepada guru atau teman kelas tanpa bantuan/pancingan kata dari guru (acuan respon benar: Kartu A merespons dengan bertanya misalnya 'Mengapa kamu menyeberang saat lampu masih merah?' / 'Bolehkah kita menunggu lampu hijau dulu?'; Kartu B merespons dengan 'Permisi, di mana kita sebaiknya berjalan jika trotoar terhalang?' / 'Bagaimana cara kita lewat dengan aman?'; Kartu C merespons dengan 'Mengapa kamu tidak menyeberang di zebra cross?' / 'Apakah menyeberang di sini aman?') (18 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mengevaluasi kegiatan: murid menceritakan perasaannya ketika harus menyusun dan mengajukan pertanyaan sendiri secara mandiri di depan kelas (7 menit).
  • Murid menyimpulkan pentingnya merespons pembicaraan dengan bertanya secara santun saat membicarakan aturan keselamatan di jalan raya (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik langsung terhadap performa seluruh murid dalam merespons dengan bertanya secara santun dan mandiri (5 menit).
  • Guru menyampaikan agenda pembelajaran berikutnya dan menutup pertemuan dengan doa serta salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu situasi bergambar konkret yang memperjelas peristiwa lalu lintas, sedangkan murid yang sudah mahir menerima kartu situasi berupa teks deskripsi kejadian.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan kesempatan merespons situasi dengan memilih 1 kata tanya yang sudah disiapkan di papan tulis, sedangkan murid mahir langsung merespons secara spontan dan mandiri.
  • Produk: Murid merespons secara lisan dengan 1 pertanyaan santun; murid yang lebih mahir ditantang mengajukan 2 variasi pertanyaan santun yang berbeda untuk situasi yang sama secara mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: Guru membacakan 1 kalimat situasi 'Lampu lalu lintas untuk pejalan kaki sudah berwarna merah.' Guru meminta murid merespons dengan 1 pertanyaan santun (acuan respon dapat diterima: menggunakan kata tanya yang tepat seperti apa/mengapa/kapan/apakah dan kata santun seperti permisi/maaf, contoh: 'Apakah kita harus berhenti menunggu lampu hijau, Bu?' atau 'Mengapa kita tidak boleh menyeberang sekarang, Bu?').

Proses:

  • Pengamatan performa individu saat permainan 'Detektif Penanya Keselamatan' pada 3 kartu situasi: (1) Kartu A: menyeberang saat lampu merah (acuan: 'Mengapa kamu menyeberang saat lampu merah?' / 'Bolehkah kita menunggu sebentar?'); (2) Kartu B: trotoar terhalang pedagang (acuan: 'Permisi, di mana kita bisa berjalan dengan aman?' / 'Bagaimana kita melewati trotoar ini?'); (3) Kartu C: menyeberang tanpa zebra cross (acuan: 'Mengapa tidak lewat zebra cross?' / 'Apakah aman menyeberang di sini?'). Kriteria penilaian: ketepatan fungsi merespons, penggunaan kata tanya, kesantunan kata/tuturan, dan kemandirian.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir kegiatan: Guru membacakan situasi penutup 'Ada mobil mogok di dekat tikungan jalan.' Murid secara acak merespons dengan 1 pertanyaan santun (acuan respon yang diterima: pertanyaan yang relevan dengan situasi tikungan/mobil mogok, misalnya 'Permisi, apakah mobil itu menghalangi jalan kita?' atau 'Bagaimana cara kita lewat dengan hati-hati?').

Formatif:

  • Unjuk kerja lisan: Observasi kemampuan merespons tuturan/situasi lalu lintas dengan bertanya menggunakan kata tanya dan bahasa yang santun secara mandiri.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Merespons dengan bertanya secara santun dan mandiri tentang keselamatan di lingkungan sekitarBelum mampu merespons dengan kalimat tanya meskipun telah diberi pancingan kata tanya dan bimbingan penuh oleh guru.Mampu merespons dengan kalimat tanya tentang keselamatan lalu lintas, tetapi masih memerlukan bantuan contoh kata tanya dari guru dan belum konsisten menggunakan kata santun.Mampu merespons situasi keselamatan lalu lintas dengan mengajukan 1 kalimat tanya yang tepat dan santun secara mandiri tanpa bantuan guru sesuai acuan respon.Mampu merespons situasi keselamatan lalu lintas dengan mengajukan lebih dari 1 variasi kalimat tanya yang tepat, sangat santun, dan relevan secara mandiri dan percaya diri tanpa bantuan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah berani merespons tuturan keselamatan dengan kalimat tanya secara mandiri tanpa dituntun kata per kata?
  • Bagian mana dari variasi situasi lalu lintas yang paling memicu rasa ingin tahu murid untuk bertanya?

Murid:

  • Apakah kamu merasa mudah membuat pertanyaan sendiri saat melihat situasi di jalan raya?
  • Kata tanya apa yang paling kamu sukai saat bertanya kepada teman atau gurumu?

Pertemuan 13 — Menceritakan Kembali Alur Awal hingga Akhir Bacaan Keselamatan Menggunakan Bantuan Urutan Gambar Seri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.3.5 Menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan kembali alur awal hingga akhir dari teks bacaan keselamatan dengan bantuan gambar seri (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan singkat: menunjukkan 2 gambar acak dari teks (Gambar X: Anak berjalan di zebra cross saat lampu hijau; Gambar Y: Anak berhenti menunggu di tepi jalan) dan bertanya, 'Di antara dua gambar ini, mana kejadian yang terjadi lebih dulu?' (acuan: Gambar Y terjadi lebih dulu sebelum Gambar X) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama guru membaca teks sederhana berjudul 'Menyeberang Jalan Bersama Bu Rida': (1) Awal: Murid-murid berdiri di tepi jalan menunggu lampu penyeberangan berwarna hijau; (2) Tengah: Bu Rida mengingatkan aturan 4T (tunggu sejenak, tengok kanan, tengok kiri, tengok kanan lagi); (3) Akhir: Lampu hijau menyala dan murid-murid menyeberang melewati zebra cross dengan selamat sampai di taman seberang (7 menit).
  • Guru memodelkan cara menceritakan kembali alur cerita secara runtut (kejadian awal, tengah, dan akhir) dengan menunjuk 3 kartu gambar seri berurutan di papan tulis: Gambar 1 (menunggu di trotoar), Gambar 2 (melihat kanan dan kiri/menerapkan 4T), dan Gambar 3 (berjalan di zebra cross sampai ke seberang) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Prinsip Menggembirakan: Guru menyelenggarakan permainan berpasangan 'Tebak dan Ceritakan Alur'. Setiap murid menerima set 3 kartu gambar seri acak (Kartu A: Berjalan menyeberang di zebra cross; Kartu B: Berdiri menunggu di tepi jalan; Kartu C: Menengok ke kanan dan ke kiri). Murid menata kartu menjadi urutan yang benar (B - C - A) lalu secara bergiliran menceritakan kembali alur cerita dari awal, tengah, hingga akhir kepada pasangannya (15 menit).
  • Secara individu, beberapa perwakilan murid menceritakan kembali alur teks keselamatan di hadapan guru menggunakan bantuan gambar seri sesuai urutan isi bacaan (12 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama bimbingan guru memeriksa apakah bagian awal, tengah, dan akhir cerita sudah lengkap diceritakan sesuai isi bacaan (6 menit).
  • Murid mengidentifikasi bagian alur mana yang paling mudah atau masih memerlukan bantuan gambar seri saat diceritakan kembali (4 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap kemampuan murid menceritakan urutan alur awal, tengah, dan akhir (5 menit).
  • Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran mengenai pentingnya mengingat urutan peristiwa saat menceritakan kembali isi teks, lalu menutup sesi dengan doa (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan 3 gambar seri dengan nomor urut pemandu (1, 2, 3), sedangkan murid yang sudah mahir menerima 3 gambar seri tanpa nomor pemandu.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan dipandu guru dengan pertanyaan penuntun per gambar saat menceritakan kembali, sedangkan murid mahir menceritakan alur secara mandiri dari awal sampai akhir.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menceritakan alur minimal memuat 2 bagian peristiwa (awal dan akhir), sedangkan murid mahir menceritakan lengkap 3 bagian peristiwa (awal, tengah, akhir) sesuai isi teks.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran menggunakan 2 kartu gambar acak dari teks keselamatan: Gambar X (anak berjalan di zebra cross) dan Gambar Y (anak berdiri menunggu di trotoar). Pertanyaan: 'Manakah peristiwa yang terjadi lebih dulu?' (Acuan jawaban benar: Gambar Y terjadi lebih dulu, lalu Gambar X).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja menceritakan kembali alur peristiwa isi teks bacaan 'Menyeberang Jalan Bersama Bu Rida' dengan bantuan 3 gambar seri. Acuan alur isi bacaan: Bagian Awal = anak-anak menunggu di tepi jalan/trotoar; Bagian Tengah = menerapkan 4T (tengok kanan dan kiri); Bagian Akhir = menyeberang jalan melewati zebra cross dengan selamat saat lampu hijau menyala.

Akhir Pertemuan:

  • Cek lisan pemahaman pada penutup: Guru meminta murid menyebutkan 3 tahap alur kejadian yang baru saja diceritakan. Kriteria penerimaan: Murid mampu menyebutkan kejadian awal (menunggu di trotoar), kejadian tengah (menengok kanan-kiri), dan kejadian akhir (menyeberang jalan dengan selamat).

Formatif:

  • Unjuk kerja menceritakan kembali alur awal hingga akhir bacaan keselamatan menggunakan media urutan gambar seri.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Alur Isi Teks (Awal, Tengah, Akhir)Hanya mampu menceritakan kembali 1 bagian alur peristiwa (hanya awal, tengah, atau akhir) dari teks bacaan dengan bimbingan penuh.Mampu menceritakan kembali 2 bagian alur peristiwa (misal: awal dan akhir saja) dari teks bacaan dengan bimbingan.Mampu menceritakan kembali seluruh alur (awal, tengah, dan akhir) sesuai isi teks bacaan keselamatan secara runtut.Mampu menceritakan kembali seluruh alur (awal, tengah, dan akhir) secara lengkap, runtut, dan mandiri tanpa bantuan pertanyaan pemandu guru.
Kesesuaian Cerita dengan Gambar SeriCerita yang disampaikan belum sesuai dengan urutan 3 gambar seri bantuan.Menceritakan kembali dengan mencocokkan sebagian gambar seri (hanya 1-2 gambar yang sesuai urutan alur teks).Menceritakan kembali seluruh peristiwa secara runtut sesuai urutan 3 gambar seri (Gambar 1: menunggu, Gambar 2: tengok kanan-kiri, Gambar 3: menyeberang zebra cross).Menceritakan kembali seluruh isi peristiwa secara runtut dan tepat menghubungkan setiap kejadian pada ketiga gambar seri secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan gambar seri efektif membantu murid menceritakan kembali alur bacaan secara runtut?
  • Bagian alur mana (awal, tengah, atau akhir) yang masih sering terlewat oleh murid saat menceritakan kembali?

Murid:

  • Apakah gambar seri membantumu mengingat urutan cerita menyeberang jalan?
  • Bagian mana dari cerita tadi yang paling kamu ingat saat menceritakan kembali?

Pertemuan 14 — Menceritakan Kembali Langkah Menyeberang Jalan Berdasarkan Teks Bacaan secara Berpasangan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.3.5 Menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru mengaitkan pembelajaran sebelumnya dengan membacakan diagnostik singkat berupa pertanyaan: 'Dalam cerita Menyeberang Jalan, apa singkatan cara aman yang diajarkan Bu Rida?' (acuan jawaban: 4T yaitu tunggu sejenak, tengok kanan, tengok kiri, tengok kanan lagi) untuk memetakan kesiapan murid (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan kembali langkah menyeberang jalan berdasarkan teks bacaan secara berpasangan dengan teman sebangku (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca bersama guru teks bacaan 'Menyeberang Jalan' yang memuat dialog Bu Rida, Anton, Davi, dan Ami serta memuat instruksi 4T (tunggu sejenak, tengok kanan, tengok kiri, tengok kanan lagi) dan menunggu lampu penyeberangan hijau (7 menit).
  • Guru memberikan pemodelan cara menceritakan kembali isi teks mengenai langkah menyeberang jalan secara berurutan: langkah 1 menunggu di tepi jalan/trotoar, langkah 2 tengok kanan, langkah 3 tengok kiri, langkah 4 tengok kanan lagi, dan langkah 5 melintasi jalan saat lampu penyeberangan berwarna hijau (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan panduan tugas berpasangan dan menjelaskan aturan permainan tantangan bercerita 'Bisik Cerita 4T': secara bergantian murid A menceritakan kembali isi teks mengenai langkah menyeberang jalan kepada murid B, kemudian murid B bergantian menceritakan kembali kepada murid A tanpa melihat teks (10 menit).
  • Murid secara berpasangan berlatih menceritakan kembali isi teks tentang langkah menyeberang jalan yang mencakup 5 langkah acuan: (1) tunggu sejenak di tepi jalan, (2) tengok kanan, (3) tengok kiri, (4) tengok kanan lagi, dan (5) melintasi penyeberangan saat aman/lampu hijau, sementara guru berkeliling melakukan observasi (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Perwakilan 2 pasang murid secara sukarela menceritakan kembali isi teks tentang langkah menyeberang jalan di depan kelas secara bergantian sesuai teks bacaan (5 menit).
  • Guru mengajak murid bersama-sama memeriksa kembali apakah seluruh langkah 4T dan kondisi lampu penyeberangan telah tercakup secara lengkap dalam cerita yang disampaikan (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap isi teks yang berhasil diceritakan kembali oleh pasangan murid serta mencocokkan kembali 5 langkah aman menyeberang jalan (5 menit).
  • Guru memandu asesmen akhir singkat dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu pengingat bertuliskan teks kata kunci 4T bagi murid yang memerlukan dukungan visual saat menceritakan isi teks.
  • Proses: Pasangan murid yang memerlukan bimbingan didampingi langsung oleh guru saat menceritakan langkah demi langkah, sedangkan pasangan yang mahir menceritakan kembali tanpa bantuan kartu kata kunci.
  • Produk: Semua murid menghasilkan penceritaan kembali secara lisan isi teks langkah menyeberang jalan; murid mahir menceritakan kelima langkah secara runtut dan lengkap, sedangkan murid yang membutuhkan bantuan minimal menyebutkan 3 dari 5 langkah acuan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan apa kepanjangan dari 4T saat menyeberang jalan sesuai cerita yang pernah kita baca!' (acuan jawaban: Tunggu sejenak, Tengok kanan, Tengok kiri, Tengok kanan lagi).

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja menceritakan kembali isi teks langkah menyeberang jalan secara berpasangan dengan acuan 5 rincian isi teks: (1) Tunggu sejenak di pinggir jalan/trotoar, (2) Tengok ke arah kanan, (3) Tengok ke arah kiri, (4) Tengok ke arah kanan lagi, (5) Melintasi jalan di tempat penyeberangan saat lampu penyeberangan pejalan kaki berwarna hijau/jalan aman.

Akhir Pertemuan:

  • Cek lisan acak penutup: Meminta murid secara bergiliran menyebutkan kembali urutan 4T dan tindakan saat lampu penyeberangan hijau (acuan jawaban: 1. Tunggu sejenak, 2. Tengok kanan, 3. Tengok kiri, 4. Tengok kanan lagi, 5. Menyeberang saat lampu hijau).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja berpasangan: Mengamati kemampuan murid menceritakan kembali isi teks langkah menyeberang jalan berdasarkan teks 'Menyeberang Jalan'.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan dan keruntutan menceritakan kembali isi teks langkah menyeberang jalan (Acuan: 1. Tunggu sejenak, 2. Tengok kanan, 3. Tengok kiri, 4. Tengok kanan lagi, 5. Melintasi jalan saat lampu hijau/aman)Menceritakan kembali kurang dari 2 langkah acuan isi teks dengan bimbingan penuh.Menceritakan kembali 2 sampai 3 langkah acuan isi teks secara runtut dengan sedikit bimbingan guru.Menceritakan kembali 4 langkah acuan isi teks secara runtut dan tepat bersama pasangan.Menceritakan kembali seluruh 5 langkah acuan isi teks secara runtut, lengkap, dan mandiri bersama pasangan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur kegiatan berpasangan memberi kesempatan seimbang bagi setiap murid untuk menceritakan kembali isi teks?
  • Bagian langkah penyeberangan mana yang paling sering terlewat oleh murid saat menceritakan kembali isi teks?

Murid:

  • Apakah kamu dapat menceritakan kembali semua langkah menyeberang jalan dari teks bacaan kepada temanmu?
  • Langkah menyeberang mana dari cerita yang paling kamu ingat?

Pertemuan 15 — Menceritakan Kembali Isi Teks Bacaan tentang Berhati-hati di Jalan Raya secara Runtut dan Mandiri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.3.5 Menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan diagnostik awal kesiapan menceritakan isi teks dengan menanyakan urutan peristiwa sederhana: 'Apa yang dilakukan sebelum melangkah menyeberang jalan dan apa yang dilakukan setelah lampu pejalan kaki hijau?' (acuan jawaban: sebelum menyeberang menerapkan 4T/tengok kanan-kiri; setelah lampu hijau baru melangkah melintasi penyeberangan jalan) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menceritakan kembali seluruh isi teks bacaan 'Menyeberang Jalan' secara runtut dan mandiri (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid membaca mandiri dalam hati teks bacaan berjudul 'Menyeberang Jalan' yang memuat 3 bagian isi: (1) Awal: Murid-murid bersama Bu Rida bersiap pergi ke taman di seberang sekolah dan belajar cara menyeberang 4T; (2) Tengah: Davi tergesa-gesa ingin menyeberang lebih dulu, lalu diingatkan oleh Anton dan Ami untuk menunggu serta mengingat 4T (tunggu sejenak, tengok kanan, tengok kiri, tengok kanan lagi); (3) Akhir: Lampu penyeberangan menyala hijau dan seluruh murid melintasi jalan dengan aman (10 menit).
  • Guru memfasilitasi pemahaman alur dengan permainan kartu alur di papan tulis: murid mencocokkan potongan alur isi teks bacaan ke dalam bagan alur awal, tengah, dan akhir (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara mandiri menyiapkan penceritaan kembali isi teks bacaan dengan mengingat 3 bagian pokok: peristiwa awal (rencana ke taman dan aturan 4T), peristiwa tengah (Davi diingatkan teman-temannya), dan peristiwa akhir (menyeberang saat lampu hijau) (10 menit).
  • Setiap murid secara mandiri menceritakan kembali isi teks bacaan 'Menyeberang Jalan' secara lisan di hadapan guru atau bergiliran mandiri di kelompok pengamatan, mencakup seluruh alur isi teks dari awal hingga akhir tanpa bantuan teks (acuan kelengkapan isi: memuat peristiwa awal rencana ke taman/aturan 4T, peristiwa tengah Davi ditegur teman, dan peristiwa akhir menyeberang saat lampu hijau) (18 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mereviu keberhasilan menceritakan kembali isi bacaan, memeriksa apakah ada bagian awal, tengah, atau akhir yang terlewat (4 menit).
  • Murid menyampaikan bagian isi cerita yang paling mudah dan paling menantang untuk diingat secara mandiri (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik atas kemandirian dan keruntutan murid dalam menceritakan kembali isi teks bacaan (3 menit).
  • Guru menyampaikan simpulan pembelajaran hari ini dan menutup pertemuan dengan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bacaan dengan penanda visual warna pada bagian awal, tengah, dan akhir; murid yang sudah mahir menggunakan teks utuh tanpa penanda warna.
  • Proses: Murid yang memerlukan perancah diberi panduan 3 kata kunci pengingat urutan (Awal: ke taman/4T; Tengah: Davi diingatkan; Akhir: lampu hijau menyeberang); murid mahir menceritakan kembali secara langsung tanpa kata kunci bantuan.
  • Produk: Semua murid menceritakan kembali secara lisan; murid yang memerlukan bimbingan menceritakan dengan menyebutkan minimal 2 bagian isi, sedangkan murid mahir menceritakan ketiga bagian alur secara lengkap dan runtut secara mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: Guru menanyakan urutan kejadian sebelum dan sesudah menyeberang jalan berdasarkan pengalaman menyimak teks sebelumnya (acuan: sebelum menyeberang menerapkan 4T/tengok kanan-kiri; sesudah lampu hijau pejalan kaki menyala baru melangkah melintasi jalan).

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja menceritakan kembali isi teks bacaan: Guru mengamati kelengkapan 3 bagian isi teks (awal: rencana ke taman & aturan 4T; tengah: Davi tergesa-gesa lalu diingatkan Anton dan Ami; akhir: lampu hijau menyala dan murid menyeberang aman) serta kemandirian penceritaan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta murid menyebutkan 3 peristiwa pokok teks bacaan 'Menyeberang Jalan' secara runtut (acuan jawaban: 1. Murid akan ke taman dan belajar cara 4T; 2. Davi diingatkan teman untuk menerapkan 4T dan tidak terburu-buru; 3. Murid menyeberang dengan selamat saat lampu menyala hijau).

Formatif:

  • Unjuk kerja lisan menceritakan kembali isi teks bacaan 'Menyeberang Jalan' secara mandiri dan runtut (bagian awal, tengah, akhir).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan dan Keruntutan Isi Teks yang Diceritakan KembaliHanya menceritakan 1 bagian isi teks bacaan (hanya awal, tengah, atau akhir saja) dan alur belum berurutan.Menceritakan 2 dari 3 bagian isi teks bacaan (misalnya awal dan tengah saja, atau tengah dan akhir saja) dengan urutan yang sesuai.Menceritakan seluruh 3 bagian isi teks bacaan (awal: rencana ke taman & 4T; tengah: Davi diingatkan teman; akhir: menyeberang aman saat lampu hijau) secara runtut.Menceritakan seluruh 3 bagian isi teks bacaan secara lengkap, runtut dari awal hingga akhir, serta menambahkan rincian dialog/tindakan tokoh secara tepat.
Kemandirian Menceritakan KembaliMenceritakan kembali isi teks hanya jika terus dipandu pertanyaan penuntun pada setiap bagian cerita.Menceritakan kembali isi teks dengan sesekali memerlukan dorongan atau petunjuk guru pada bagian tengah atau akhir cerita.Menceritakan kembali seluruh isi teks bacaan secara mandiri dari awal hingga akhir tanpa bantuan petunjuk guru.Menceritakan kembali seluruh isi teks bacaan secara mandiri, lancar, dan percaya diri tanpa jeda ragu atau bantuan sama sekali.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mampu mengingat dan merangkai alur awal, tengah, dan akhir teks bacaan secara mandiri?
  • Bagian isi cerita mana yang paling sering terlewat oleh murid saat menceritakan kembali?

Murid:

  • Bagian mana dari cerita 'Menyeberang Jalan' yang paling kamu ingat saat bercerita tadi?
  • Apakah kamu merasa terbantu dengan mengingat urutan awal, tengah, dan akhir cerita?

Pertemuan 16 — Menulis Kalimat Sederhana tentang Aturan Menyeberang Jalan Menggunakan Huruf Kapital dan Tanda Titik dengan Bimbingan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.3.6 Menulis berbagai tipe teks sederhana tentang lingkungan sekitar dengan beberapa kalimat sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menuliskan 1 kalimat tanpa kapital dan tanda titik di papan tulis: 'kita menyeberang di zebra cross' lalu meminta murid menunjukkan letak kesalahan penulisan (acuan perbaikan: huruf 'k' awal harus kapital 'Kita' dan di akhir kalimat harus diberi tanda titik '.') (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menulis kalimat sederhana tentang aturan menyeberang jalan menggunakan huruf kapital di awal dan tanda titik di akhir dengan bimbingan (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memodelkan cara menulis 2 kalimat aturan menyeberang jalan di papan tulis dengan menekankan huruf kapital di awal kalimat dan tanda titik di akhir: (1) 'Kita harus menengok ke kanan dan kiri.' dan (2) 'Gunakan jembatan penyeberangan agar aman.' (8 menit).
  • Murid bersama guru mencermati letak huruf kapital pada huruf pertama kata awal dan letak tanda titik di akhir kalimat tersebut melalui tanya jawab terbimbing (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar kerja berisi permainan 'Detektif Kalimat' di mana murid memperbaiki 3 kalimat aturan menyeberang yang huruf kapital dan tanda titiknya belum tepat: (1) 'berhentilah di pinggir jalan' -> perbaikan acuan: 'Berhentilah di pinggir jalan.', (2) 'tengok kanan dan kiri sebelum melangkah' -> perbaikan acuan: 'Tengok kanan dan kiri sebelum melangkah.', (3) 'menyeberanglah saat kendaraan berhenti' -> perbaikan acuan: 'Menyeberanglah saat kendaraan berhenti.' secara ceria dan bersemangat (12 menit).
  • Dengan bimbingan guru (bimbingan model menulis di papan tulis dan scaffolding kata kunci: 'Zebra cross', 'Trotoar', 'Bergandengan'), setiap murid menulis 2 kalimat sederhana tentang aturan menyeberang jalan di buku tulis masing-masing menggunakan huruf kapital dan tanda titik yang tepat (12 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali tulisan masing-masing dengan mencocokkan checklist refleksi diri sederhana pada lembar kerja: (a) Apakah huruf pertama kalimat sudah berhuruf kapital? (b) Apakah akhir kalimat sudah diberi tanda titik? (6 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan aturan dasar penulisan kalimat sederhana (huruf kapital di awal kalimat dan tanda titik di akhir kalimat) (7 menit).
  • Guru memberikan penguatan positif atas usaha murid dalam menulis dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (8 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu kata kunci berpola kapital awal (misal: 'Tengok', 'Zebra cross'), sedangkan murid yang cepat menulis disediakan pilihan kosakata aturan lalu lintas yang lebih beragam.
  • Proses: Bimbingan individual intensif dan penuntunan penebalan garis bantu bagi murid yang masih kesulitan membentuk huruf kapital dan meletakkan titik, sedangkan murid mandiri langsung menyusun kalimat mandiri terbimbing.
  • Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan menulis 2 kalimat berpola panduan langsung; murid yang mahir menulis 3 kalimat sederhana aturan menyeberang jalan dengan kapital dan titik yang tepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik perbaikan 1 kalimat tidak baku di papan tulis: 'kita menyeberang di zebra cross' (acuan kunci perbaikan: huruf awal 'k' diganti huruf kapital 'K' menjadi 'Kita' dan akhir kalimat dibubuhi tanda titik '.'). Kriteria kesiapan: murid mampu mengenali letak huruf awal dan akhir kalimat yang perlu diperbaiki.

Proses:

  • Formatif perbaikan 3 kalimat Detektif Kalimat: (1) 'berhentilah di pinggir jalan' -> acuan: 'Berhentilah di pinggir jalan.'; (2) 'tengok kanan dan kiri sebelum melangkah' -> acuan: 'Tengok kanan dan kiri sebelum melangkah.'; (3) 'menyeberanglah saat kendaraan berhenti' -> acuan: 'Menyeberanglah saat kendaraan berhenti.'. Penskoran: ketepatan mengubah huruf pertama menjadi kapital dan membubuhi tanda titik di akhir kalimat.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis: menulis 2 kalimat sederhana buatan sendiri tentang aturan menyeberang jalan dengan bimbingan. Kriteria penerimaan operasional: (1) Kalimat bertema aturan menyeberang jalan (memuat konteks menyeberang/jalan/zebra cross/trotoar), (2) Huruf pertama pada awal kalimat menggunakan huruf kapital, (3) Diakhiri dengan tanda baca titik (.).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja tertulis menulis kalimat sederhana aturan menyeberang dengan huruf kapital dan tanda titik melalui lembar kerja latihan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penulisan Huruf Kapital pada Awal Kalimat SederhanaBelum menggunakan huruf kapital pada huruf pertama di awal kalimat pada kedua kalimat yang ditulis meski dengan bimbingan penuh guru.Menggunakan huruf kapital pada awal kalimat pada 1 dari 2 kalimat yang ditulis dengan bimbingan guru.Menggunakan huruf kapital pada awal kalimat pada kedua kalimat yang ditulis dengan bimbingan minimal guru.Menggunakan huruf kapital pada awal kalimat pada seluruh kalimat (2 kalimat atau lebih) secara tepat dan mandiri tanpa diingatkan.
Penulisan Tanda Titik pada Akhir Kalimat SederhanaBelum membubuhkan tanda titik di akhir kalimat pada kedua kalimat yang ditulis meski dengan bimbingan penuh guru.Membubuhkan tanda titik di akhir kalimat pada 1 dari 2 kalimat yang ditulis dengan bimbingan guru.Membubuhkan tanda titik di akhir kalimat pada kedua kalimat yang ditulis dengan bimbingan minimal guru.Membubuhkan tanda titik di akhir kalimat pada seluruh kalimat (2 kalimat atau lebih) secara tepat dan mandiri tanpa diingatkan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi dan pemodelan penulisan huruf kapital serta tanda titik mudah dipahami oleh murid?
  • Bagian mana dari bimbingan menulis kalimat yang masih membutuhkan perbaikan pada pertemuan selanjutnya?

Murid:

  • Apakah aku sudah ingat memberi huruf besar di awal kalimat dan titik di akhir kalimat?
  • Bagian mana yang paling aku sukai saat belajar menulis kalimat hari ini?

Pertemuan 17 — Menulis Teks Sederhana Tiga Kalimat tentang Pengalaman Menjaga Keselamatan di Lingkungan Sekitar secara Mandiri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.3.6 Menulis berbagai tipe teks sederhana tentang lingkungan sekitar dengan beberapa kalimat sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa singkat bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menulis teks sederhana sebanyak tiga kalimat tentang pengalaman menjaga keselamatan di lingkungan sekitar secara mandiri (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menyebutkan urutan isi cerita pengalaman keselamatan: apa yang dilakukan mula-mula, apa tindakan kehati-hatiannya, dan bagaimana hasilnya (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak contoh teks tiga kalimat di papan tulis: (1) Saya berjalan di trotoar saat pulang sekolah. (2) Saya menengok ke kanan dan kiri sebelum menyeberang jalan. (3) Saya sampai di rumah dengan selamat dan aman (7 menit).
  • Murid bersama guru menelaah susunan 3 kalimat tersebut berdasarkan panduan alur pengalaman keselamatan: kalimat 1 menceritakan kegiatan di lingkungan sekitar, kalimat 2 menceritakan tindakan berhati-hati/menjaga keselamatan, dan kalimat 3 menceritakan kondisi akhir yang dialami (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan pemanasan menulis 'Tantangan Tiga Langkah': murid memilih salah satu konteks lingkungan sekitar dari 3 pilihan yang disediakan guru, yaitu (A) Menyeberang jalan di depan sekolah, (B) Berjalan kaki di trotoar jalan raya, atau (C) Bersepeda di jalan dekat rumah (10 menit).
  • Murid secara mandiri menulis teks sederhana berisi tepat tiga kalimat tentang pengalaman menjaga keselamatan di buku tulis masing-masing berdasarkan konteks yang dipilih sesuai panduan alur 3 kalimat (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil tulisannya secara mandiri untuk memastikan teks terdiri atas tepat tiga kalimat dan menceritakan pengalaman menjaga keselamatan di lingkungan sekitar (10 menit).

Penutup:

  • Murid mengumpulkan buku tulis hasil tulisan tiga kalimat sederhana kepada guru (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bahwa pengalaman menjaga keselamatan dapat dituliskan dengan runtut dalam tiga kalimat sederhana, lalu menutup kelas dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan kata kunci pembantu bagi murid yang membutuhkan inspirasi topik lingkungan sekitar.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan struktur kalimat rumpang satu per satu, sedangkan murid yang sudah mahir diarahkan langsung menulis 3 kalimat secara mandiri.
  • Produk: Murid yang cepat selesai dapat menambahkan 1 kalimat pelengkap yang memperjelas suasana pengalaman keselamatan tersebut.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: Guru menanyakan kepada 3 perwakilan murid mengenai rancangan 3 ide kalimat tentang pengalaman menyeberang/berjalan di sekitar sekolah. (Acuan ketercapaian: murid mampu menyebutkan secara lisan: (1) aktivitas di jalan/lingkungan sekitar, (2) tindakan menjaga keselamatan seperti menengok/memegang tangan orang dewasa/berjalan di trotoar, dan (3) kondisi selamat tiba di tujuan).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid menulis mandiri di buku tulis. (Acuan penilaian: teks memuat tepat 3 kalimat bertema keselamatan di lingkungan sekitar, dengan kriteria: Kalimat 1 memuat situasi/lokasi di lingkungan sekitar, Kalimat 2 memuat tindakan kehati-hatian/keselamatan, Kalimat 3 memuat hasil akhir keadaan selamat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek lembar tulisan mandiri murid pada buku tulis. (Kriteria penerimaan operasional: Teks terdiri atas 3 kalimat lengkap yang saling bertautan mengenai pengalaman menjaga keselamatan di lingkungan sekitar, ditulis mandiri tanpa menyalin utuh contoh guru).

Formatif:

  • Penilaian kinerja unjuk kerja menulis teks mandiri 3 kalimat menggunakan rubrik analitis ketercapaian teks sederhana lingkungan sekitar.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penulisan Teks Sederhana Tiga Kalimat tentang Pengalaman Menjaga KeselamatanMenulis kurang dari 2 kalimat atau isi tulisan belum memuat pengalaman menjaga keselamatan di lingkungan sekitar.Menulis 2 kalimat tentang pengalaman menjaga keselamatan di lingkungan sekitar dengan bimbingan guru.Menulis teks sederhana tepat 3 kalimat tentang pengalaman menjaga keselamatan di lingkungan sekitar secara mandiri.Menulis teks sederhana tepat 3 kalimat tentang pengalaman menjaga keselamatan di lingkungan sekitar secara mandiri dengan kepaduan gagasan antar-kalimat yang sangat runtut dan jelas.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu menulis mandiri cukup bagi seluruh murid kelas 2 untuk menyelesaikan tiga kalimat sederhana?
  • Bagian mana dari panduan alur 3 kalimat yang paling mudah dan paling menantang bagi murid saat menuangkan pengalaman nyatanya?

Murid:

  • Apakah kamu berhasil menuliskan tiga kalimat pengalaman keselamatanmu sendiri di buku tulis?
  • Kalimat nomor berapa yang paling kamu sukai dari ceritamu?

Pertemuan 18 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.3.1 Mengidentifikasi pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang keselamatan menyeberang jalan di lingkungan sekitar
  • TP 2.3.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar
  • TP 2.3.3 Menemukan isi bacaan tentang lingkungan sekitar
  • TP 2.3.4 Merespons dengan bertanya tentang sesuatu dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang lingkungan sekitar
  • TP 2.3.5 Menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca tentang lingkungan sekitar
  • TP 2.3.6 Menulis berbagai tipe teks sederhana tentang lingkungan sekitar dengan beberapa kalimat sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan bahwa hari ini adalah asesmen sumatif akhir Bab 3 untuk menunjukkan kemampuan menyimak, membaca, menemukan isi, bertanya santun, menceritakan kembali, serta menulis (3 menit).
  • Guru membacakan aturan ketertiban asesmen, membagikan Lembar Kerja Asesmen Tertulis kepada seluruh murid, dan membagi 28 murid menjadi 14 pasangan berurutan untuk penilaian unjuk kerja percakapan (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan petunjuk teknis pelaksanaan Bagian 1 (tes tertulis dan menyimak serentak selama 35 menit) serta tata tertib Bagian 2 (unjuk kerja percakapan berpasangan di meja guru selama 35 menit) secara tenang dan berkesadaran (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid mengerjakan Tugas 1 (Tes Tertulis dan Menyimak Serentak, total 32 menit): (a) Menyimak fabel aural pendek 'Kancil Menyeberang Sungai Kecil' yang dibacakan guru: 'Kancil hendak menyeberangi jembatan bambu di atas sungai deras. Ia berhenti sejenak, melihat ke depan, dan tidak tergesa-gesa agar tidak terpeleset jatuh.' lalu murid memilih pesan keselamatan pada lembar kerja (acuan kunci: menyeberang tidak boleh tergesa-gesa / berhati-hati saat menyeberang); (b) Membaca teks ilustrasi 'Aturan 4T di Jalan Raya' lalu menuliskan 2 aturan menyeberang jalan (acuan kunci: tunggu sejenak, tengok kanan, tengok kiri, atau tengok kanan lagi); (c) Menuliskan secara mandiri 3 kalimat sederhana tentang pengalaman/aturan menyeberang jalan menggunakan huruf kapital di awal kalimat dan tanda titik di akhir kalimat (32 menit).
  • Secara paralel dengan pengerjaan tertulis di kelas, guru memanggil 14 pasangan secara bergantian ke meja asesmen untuk Tugas 2 (Unjuk Kerja Percakapan dan Membaca Berpasangan, 14 pasang @ 2,5 menit = 35 menit): Murid A membaca nyaring 1 kartu kata (pilihan kartu: 'penyeberangan', 'pejalan', 'melintasi', 'aman') lalu menanyakan 1 hal cara aman menyeberang secara santun menggunakan kata tanya (misal: 'Bagaimana cara kita menyeberang jalan dengan aman, B?'). Murid B merespons dengan menceritakan kembali 2-3 urutan langkah menyeberang (acuan: berhenti/tunggu sejenak, tengok kanan dan kiri, menyeberang saat aman). Peran kemudian bertukar: Murid B membaca 1 kartu kata lain lalu bertanya santun, Murid A menceritakan langkah menyeberang secara lisan. Guru mencatat ketercapaian pada lembar observasi biner (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memandu murid mengheningkan cipta sejenak dan mengecek kembali kelengkapan nama serta nomor pada lembar kerja mereka secara teliti dan jujur (2 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh Lembar Kerja Asesmen Tertulis dari meja murid secara tertib (2 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas ketertiban, kemandirian, dan kejujuran seluruh murid selama menyelesaikan asesmen sumatif Bab 3 serta menutup sesi dengan doa bersama (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi format: kartu kata bagi unjuk kerja dicetak dengan huruf berukuran besar dan kontras bagi murid dengan hambatan penglihatan tanpa mengubah daftar kata yang diujikan.
  • Proses: Akomodasi akses: teks aural fabel pada Bagian 1 dibacakan guru sebanyak 2 kali dengan artikulasi lambat dan jeda teratur agar dapat disimak dengan jelas oleh seluruh tingkat kesiapan.
  • Produk: Akomodasi bentuk respons: lembar kerja menyediakan panduan baris bergaris tiga bagi murid yang memerlukan bantuan kerapian penulisan huruf kapital dan tanda titik.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan psikologis dan pemahaman tata tertib asesmen sumatif melalui 1 pertanyaan lisan guru: 'Apakah semua sudah siap duduk mandiri dan menyimak instruksi dengan tenang?' (acuan kesiapan: seluruh murid mengonfirmasi siap dan meja bersih dari buku catatan).

Proses:

  • Observasi keterlibatan dan kepatuhan terhadap instruksi selama pengerjaan serentak tes tertulis dan giliran unjuk kerja berpasangan menggunakan catatan anekdot guru.

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis-menyimak serentak dan unjuk kerja terpadu lisan-tulis berpasangan: lembar kerja tertulis serentak (jawaban pesan fabel aural, pemahaman teks, dan tiga kalimat mandiri) serta rekaman lembar observasi percakapan berpasangan (membaca kata, bertanya santun, dan menceritakan alur secara bergantian)
  • tes tertulis dan menyimak serentak: lembar kerja murid berisi: (1) pilihan jawaban pesan keselamatan dari fabel aural pendek yang dibacakan guru, (2) jawaban isian singkat menemukan 2 aturan menyeberang jalan dari teks bacaan berilustrasi, dan (3) tulisan mandiri 3 kalimat sederhana pengalaman/aturan menyeberang jalan dengan huruf kapital dan tanda titik (35 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban menyimak-membaca dan rubrik analitik menulis kalimat sederhana (kriteria: kesesuaian isi, struktur kalimat, huruf kapital, tanda titik))
  • unjuk kerja percakapan dan membaca berpasangan: penilaian unjuk kerja interaksi berpasangan (14 pasang @ 2,5 menit = 35 menit) di mana murid A dan B bergantian: murid A membaca lancar 1 kartu kata keselamatan lalu menanyakan 1 hal cara aman menyeberang dengan santun, murid B menanggapi dengan menceritakan kembali 2-3 urutan langkah menyeberang jalan dari teks bacaan secara lisan; peran kemudian bertukar secara terpadu (35 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi ketercapaian berpasangan dengan skala biner (tercapai/belum) untuk kelancaran membaca kata, kesantunan bertanya, dan keruntutan menceritakan kembali alur)

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis-menyimak serentak dan unjuk kerja terpadu lisan-tulis berpasangan: lembar kerja tertulis serentak (jawaban pesan fabel aural, pemahaman teks, dan tiga kalimat mandiri) serta rekaman lembar observasi percakapan berpasangan (membaca kata, bertanya santun, dan menceritakan alur secara bergantian)
  • tes tertulis dan menyimak serentak: lembar kerja murid berisi: (1) pilihan jawaban pesan keselamatan dari fabel aural pendek yang dibacakan guru, (2) jawaban isian singkat menemukan 2 aturan menyeberang jalan dari teks bacaan berilustrasi, dan (3) tulisan mandiri 3 kalimat sederhana pengalaman/aturan menyeberang jalan dengan huruf kapital dan tanda titik (35 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban menyimak-membaca dan rubrik analitik menulis kalimat sederhana (kriteria: kesesuaian isi, struktur kalimat, huruf kapital, tanda titik))
  • unjuk kerja percakapan dan membaca berpasangan: penilaian unjuk kerja interaksi berpasangan (14 pasang @ 2,5 menit = 35 menit) di mana murid A dan B bergantian: murid A membaca lancar 1 kartu kata keselamatan lalu menanyakan 1 hal cara aman menyeberang dengan santun, murid B menanggapi dengan menceritakan kembali 2-3 urutan langkah menyeberang jalan dari teks bacaan secara lisan; peran kemudian bertukar secara terpadu (35 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi ketercapaian berpasangan dengan skala biner (tercapai/belum) untuk kelancaran membaca kata, kesantunan bertanya, dan keruntutan menceritakan kembali alur)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi pesan fabel aural (TP 2.3.1)Belum dapat memilih opsi jawaban pesan keselamatan yang tepat dari fabel aural 'Kancil Menyeberang Sungai Kecil'.Memilih jawaban yang mendekati latar cerita fabel tetapi pesan kehati-hatian/keselamatan belum tepat.Tepat mengidentifikasi pesan keselamatan dari fabel aural (acuan: menyeberang tidak boleh tergesa-gesa / berhati-hati saat menyeberang).Tepat mengidentifikasi pesan keselamatan fabel aural secara mandiri dan cepat pada pembacaan pertama.
Membaca kata sederhana (TP 2.3.2)Mengeja terbata-bata lebih dari 2 suku kata saat membaca 1 kartu kata target ('penyeberangan', 'pejalan', 'melintasi', 'aman').Membaca 1 kartu kata target dengan mengeja 1 kali lalu membetulkannya sendiri.Membaca fasih 1 kartu kata target tanpa mengeja, tanpa mengulang, dan tanpa jeda ragu.Membaca fasih seluruh 4 pilihan kartu kata target ('penyeberangan', 'pejalan', 'melintasi', 'aman') secara langsung dan lancar.
Menemukan isi bacaan aturan menyeberang (TP 2.3.3)Belum mampu menemukan aturan menyeberang jalan dari teks bacaan berilustrasi (0 aturan tepat).Menemukan 1 dari 4 pilihan aturan menyeberang 4T secara tepat (pilihan acuan: tunggu sejenak, tengok kanan, tengok kiri, tengok kanan lagi).Menemukan 2 aturan menyeberang 4T secara tepat sesuai isi bacaan (pilihan acuan: tunggu sejenak, tengok kanan, tengok kiri, tengok kanan lagi).Menemukan lebih dari 2 aturan menyeberang 4T (minimal 3 aturan) secara tepat dan lengkap sesuai bacaan.
Merespons dengan bertanya secara santun (TP 2.3.4)Belum mampu menyusun kalimat tanya tentang tata cara menyeberang jalan.Menanyakan tata cara menyeberang namun belum menggunakan kata tanya yang tepat atau intonasi belum santun.Mengajukan 1 pertanyaan tentang tata cara menyeberang jalan menggunakan kata tanya yang sesuai secara santun dan jelas kepada pasangan.Mengajukan pertanyaan tata cara menyeberang jalan secara santun, terstruktur jelas, dan penuh percaya diri tanpa ragu.
Menceritakan kembali isi teks (TP 2.3.5)Belum mampu menceritakan langkah menyeberang jalan secara lisan.Menceritakan kembali hanya 1 langkah menyeberang jalan secara terputus-putus.Menceritakan kembali 2-3 urutan langkah menyeberang jalan (acuan: berhenti/tunggu sejenak, tengok kanan dan kiri, menyeberang saat aman) secara runtut.Menceritakan kembali seluruh 4 langkah aturan menyeberang 4T secara runtut, lengkap, dan lancar tanpa bantuan.
Menulis teks sederhana (TP 2.3.6)Menulis kurang dari 2 kalimat atau isi tidak sesuai topik keselamatan menyeberang jalan.Menulis 3 kalimat tentang keselamatan menyeberang jalan tetapi belum menerapkan huruf kapital dan tanda titik dengan benar.Menulis 3 kalimat sederhana tentang pengalaman/aturan menyeberang jalan dengan seluruh kalimat diawali huruf kapital dan diakhiri tanda titik secara tepat.Menulis lebih dari 3 kalimat sederhana tentang keselamatan menyeberang jalan dengan penggunaan huruf kapital dan tanda titik yang konsisten dan tepat di semua kalimat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 35 menit untuk tes tertulis dan 35 menit untuk unjuk kerja berpasangan (14 pasang @ 2,5 menit) berjalan efektif dan tertib?
  • Bagaimana capaian murid secara keseluruhan pada keenam TP Bab 3, dan aspek mana yang paling membutuhkan tindak lanjut penguatan?

Murid:

  • Bagian mana dari tugas hari ini (menyimak, membaca kata, menjawab soal, bercerita, atau menulis) yang paling mudah kamu selesaikan?
  • Bagaimana perasaanmu setelah menyelesaikan seluruh kegiatan dan tantangan di Bab 3 ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SD Kelas II (Edisi Revisi 2024)
  2. Buku Siswa Bahasa Indonesia SD Kelas II (Edisi Revisi 2024)
  3. Teks dongeng fabel 'Kiki Kelinci Belajar Menyeberang' dan kutipan cerita Kancil
  4. Kartu respon warna hijau dan merah untuk permainan interaktif
  5. Lembar kerja identifikasi pesan keselamatan
  6. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024), Bab 3 'Berhati-hati di Mana Saja'.
  7. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024).
  8. Teks fabel bergambar aural 'Langkah Cici di Jalan Raya' beserta lembar kartu bergambar tanda penyeberangan jalan.
  9. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas II Revisi 2024 (Bab 3: Berhati-hati di Mana Saja)
  10. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas II Revisi 2024
  11. Naskah fabel aural 'Kancil dan Zebra Penyeberang Jalan'
  12. Kartu respon 'Aman' dan 'Bahaya'
  13. Lembar Kerja Mandiri identifikasi pesan aural
  14. Buku Guru Bahasa Indonesia Fase A Kelas 2 (Edisi Revisi 2024)
  15. Buku Siswa Bahasa Indonesia Fase A Kelas 2 Bab 3 (Edisi Revisi 2024)
  16. Kartu kata keselamatan jalan raya (aman, jalan, rambu, lampu, henti)
  17. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2024)
  18. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2024) Bab 3
  19. Kartu kata dan kartu gambar tempat menyeberang (trotoar, zebra cross, jembatan, penyeberangan, jalan)
  20. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SD Kelas II (Kemendikbudristek 2024)
  21. Buku Siswa Bahasa Indonesia SD Kelas II Bab 3 'Berhati-hati di Mana Saja'
  22. Kartu kata bertuliskan: rambu, helm, jalan, trotoar, aman, lampu, seberang, tertib
  23. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024)
  24. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024)
  25. Teks bacaan berilustrasi 'Menyeberang Bersama Bu Guru'
  26. Lembar Kerja Murid (LKM) 'Detektif Bacaan'
  27. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024)
  28. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024) Bab 3 Halaman 42-43
  29. Papan tulis dan spidol penanda
  30. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Puskurbuk 2024)
  31. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II Bab 3 (Puskurbuk 2024)
  32. Lembar kerja bacaan mandiri 'Aturan Aman di Jalan Raya'
  33. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II Bab 3
  34. Kartu kata tanya sederhana (Apa, Di Mana, Siapa)
  35. Bola kain untuk permainan Lembar Bola Tanya
  36. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024), Kemendikbudristek
  37. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024), Kemendikbudristek, Bab 3
  38. Kartu situasi percakapan menyeberang jalan (Kartu A dan Kartu B)
  39. Gambar rambu penyeberangan jalan/lampu lalu lintas pejalan kaki sebagai media pemantik konteks
  40. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2024) Bab 3 'Berhati-hati di Mana Saja'
  41. Kartu situasi lalu lintas (Kartu A, Kartu B, dan Kartu C) bertema keselamatan di lingkungan sekitar
  42. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas II SD (Edisi Revisi 2024)
  43. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas II SD Bab 3 'Berhati-hati di Mana Saja'
  44. Set kartu gambar seri 3 peristiwa keselamatan menyeberang jalan (Gambar 1: Menunggu di trotoar; Gambar 2: Menerapkan 4T/tengok kanan-kiri; Gambar 3: Menyeberang di zebra cross)
  45. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II, Bab 3 Berhati-hati di Mana Saja, teks bacaan 'Menyeberang Jalan' halaman 42-43.
  46. Kartu teks kata kunci 4T (Tunggu sejenak, Tengok kanan, Tengok kiri, Tengok kanan lagi, Lampu hijau).
  47. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik Kelas II (Edisi Revisi 2024), Bab 3 Halaman 42-43 Teks 'Menyeberang Jalan'.
  48. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik Kelas II (Edisi Revisi 2024), Bab 3 Halaman 82-88.
  49. Kartu alur peristiwa teks 'Menyeberang Jalan' untuk papan tulis.
  50. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas II SD (Keluargaku Unik, Edisi Revisi 2024)
  51. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas II SD (Bab 3: Berhati-hati di Mana Saja)
  52. Lembar Kerja Murid 'Detektif Kalimat' dan papan tulis bergaris
  53. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024
  54. Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024
  55. Papan tulis dan spidol untuk pemodelan kalimat
  56. Buku tulis murid
  57. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2021
  58. Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2021
  59. Lembar Kerja Asesmen Sumatif Tertulis Bab 3 (Teks Fabel Aural 'Kancil Menyeberang Sungai Kecil', Teks Ilustrasi 'Aturan 4T', dan Lembar Menulis Bergaris)
  60. Set Kartu Kata Keselamatan ('penyeberangan', 'pejalan', 'melintasi', 'aman')
  61. Format Lembar Observasi Unjuk Kerja Berpasangan Guru

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.