Modul AjarBab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 2 Bab 2: Menjaga Kesehatan

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Bahasa Indonesia kelas 2 untuk Bab 2 "Menjaga Kesehatan", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 2 Bab 2: Menjaga Kesehatan

Bahasa Indonesia - Kelas 2

Bab 2

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Bab 2 — Menjaga Kesehatan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikBab 2 — Menjaga Kesehatan
Alokasi Waktu34 JP (34 x 35 menit = 1190 menit)
Jumlah Pertemuan17
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 2.2.1 Menyebutkan informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang kesehatan mata
  2. TP 2.2.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang kesehatan
  3. TP 2.2.3 Menemukan informasi tersurat untuk memahami isi bacaan tentang kesehatan
  4. TP 2.2.4 Merespons dengan bertanya tentang sesuatu dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang kesehatan
  5. TP 2.2.5 Menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca tentang kesehatan
  6. TP 2.2.6 Menulis berbagai tipe teks sederhana tentang diri dengan beberapa kalimat sederhana

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan✓
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang kamu rasakan pada matamu jika terlalu lama menatap layar gawai?
  2. Pernahkah kamu mendengar tentang Aturan 20-20-20 untuk menjaga kesehatan mata?
  3. Apa yang kamu rasakan jika terlalu lama menatap layar gawai atau buku?
  4. Bagaimana caramu mengistirahatkan mata saat terasa lelah?
  5. Berapa jauh jarak mata kita saat membaca buku agar mata tidak cepat lelah?
  6. Mengapa kita tidak boleh membaca di tempat yang gelap atau remang-remang?
  7. Kata apa saja yang biasa kamu lihat saat membaca cerita tentang menjaga kesehatan mata?
  8. Bagaimana caramu membunyikan kata-kata bertema kesehatan secara lancar dan jelas tanpa mengeja?
  9. Kata apa saja tentang kesehatan mata yang sudah kalian kenal?
  10. Bagaimana caramu membantu teman saat membaca kata bersama pasanganmu?
  11. Kata apa saja tentang kesehatan mata yang sudah kamu kenali dan bisa kamu baca langsung tanpa mengeja?
  12. Bagaimana caramu agar bisa membaca kata sederhana dengan cepat, lancar, dan tepat?
  13. Siapa nama anak dalam cerita yang matanya terasa buram?
  14. Apa masalah penglihatan yang dialami anak tersebut saat membaca?
  15. Apa alat yang disarankan dokter saat mata Kadek mulai buram?
  16. Bagaimana penglihatan Kadek setelah ia memakai kacamata?
  17. Kebiasaan sehat apa saja yang tertulis di dalam teks cerita tentang Kadek?
  18. Bagaimana caramu menemukan kalimat dalam bacaan yang memberitahukan cara menjaga kesehatan mata?
  19. Bagaimana caramu bertanya jika ingin mengetahui jenis olahraga yang disukai temanmu?
  20. Kata tanya apa yang kamu gunakan untuk menanyakan orang yang suka berolahraga?
  21. Kata tanya apa yang kita pakai jika ingin menanyakan tempat kita bermain bulu tangkis?
  22. Kata tanya apa yang kita gunakan jika ingin tahu waktu teman kita berenang?
  23. Kata apa yang kita ucapkan jika ingin tahu alasan teman suka berolahraga?
  24. Bagaimana cara bertanya yang santun jika kita ingin tahu cara merawat mata?
  25. Siapa tokoh yang ada di awal cerita 'Kacamata Kadek'?
  26. Apa kebiasaan Kadek saat membaca buku pada bagian awal cerita?
  27. Apa yang terjadi pada Kadek setelah ia sering membaca sambil berbaring dan bermain gawai?
  28. Bagaimana cara Kadek mengatasi masalah matanya pada akhir cerita?
  29. Siapakah pelaku dalam kalimat saat kita menceritakan kegiatan diri sendiri?
  30. Bagaimana urutan kata yang tepat agar kalimat tentang kegiatanmu memiliki pelaku, tindakan, dan benda yang dikenai tindakan?
  31. Apa kegiatan sehat yang sering kamu lakukan untuk dirimu sendiri?
  32. Bagaimana cara merangkai kalimat berpola Subjek, Predikat, dan Objek menjadi cerita pendek tentang dirimu?
  33. Apa saja kebiasaan baik untuk menjaga kesehatan mata dan tubuh yang sudah kita pelajari?
  34. Bagaimana cara kita menunjukkan kemampuan membaca, menyimak, bertanya, menceritakan kembali, dan menulis kalimat kesehatan hari ini?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menyebutkan Informasi Aturan 20-20-20 dari Teks Nonsastra Aural tentang Kesehatan Mata — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.1 Menyebutkan informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang kesehatan mata

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen awal lisan: membacakan 1 kalimat singkat 'Mata yang lelah perlu diistirahatkan setelah bermain gawai' lalu meminta murid menyebutkan informasi apa yang baru saja didengar (acuan jawaban benar: mata lelah perlu istirahat / istirahat setelah main gawai) untuk memetakan kesiapan menyimak informasi aural (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimak teks yang dibacakan guru tentang Aturan 20-20-20 dan menyebutkan informasi aturan tersebut (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mendengarkan dengan saksama saat guru membacakan teks aural nonsastra 'Aturan 20-20-20' (isi teks: Berapa lama kamu melihat layar gawai setiap hari? Terlalu lama menatap layar gawai bisa membuat mata lelah. Coba lakukan Aturan 20-20-20. Berhentilah melihat gawai setiap 20 menit. Carilah sesuatu yang berjarak 20 kaki darimu. Tatap benda tersebut selama 20 detik. Dengan begitu, matamu bisa beristirahat) sambil menutup buku masing-masing (7 menit).
  • Guru membacakan kembali teks tersebut untuk kedua kalinya guna memperkuat tangkapan informasi murid (5 menit).
  • Guru melakukan tanya jawab terpandu untuk menggali pemahaman informasi: menanyakan penyebab mata lelah dan tiga angka utama yang disebutkan dalam teks (acuan jawaban: penyebab lelah = terlalu lama menatap layar gawai; tiga angka = 20 menit, 20 kaki, 20 detik) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid diajak melakukan permainan menggembirakan 'Tantangan Detektif 20': murid berdiri, menghitung bersama 1 sampai 20 detik sambil memandang ke luar jendela/titik jauh sejauh 20 kaki untuk merasakan langsung durasi istirahat mata yang disebutkan dalam teks (7 menit).
  • Guru membagikan lembar cek informasi yang memuat 3 pertanyaan lisan/tertulis sederhana tentang Aturan 20-20-20: (1) Berapa menit sekali harus berhenti melihat gawai? (2) Berapa jarak benda yang harus dilihat? (3) Berapa detik menatap benda tersebut? (acuan kunci jawaban: 1. 20 menit; 2. 20 kaki; 3. 20 detik) (10 menit).
  • Murid secara mandiri menyebutkan/menuliskan jawaban ketiga informasi aturan tersebut pada lembar kerja masing-masing (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid mencocokkan jawaban secara klasikal, memeriksa ketepatan informasi yang berhasil ditangkap dari teks aural (acuan: 20 menit berhenti, 20 kaki jarak pandang, 20 detik durasi tatap) (5 menit).
  • Murid menyimpulkan intisari aturan: istirahat mata dilakukan tiap 20 menit, melihat jarak 20 kaki, selama 20 detik agar mata tidak lelah (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap ketepatan murid dalam menangkap dan menyebutkan informasi dari teks aural (3 menit).
  • Guru bersama murid melakukan refleksi singkat mengenai pentingnya menerapkan aturan menyimak dan menjaga kesehatan mata dalam kehidupan sehari-hari (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, guru membacakan ulang bagian teks yang memuat angka aturan secara perlahan dengan penekanan intonasi.
  • Proses: Murid cepat diminta langsung menyebutkan ketiga informasi secara lengkap tanpa jeda; murid lambat dibimbing menyebutkan informasi satu per satu.
  • Produk: Murid dapat menyebutkan informasi secara lisan langsung kepada guru atau menuliskannya dalam bentuk angka/frasa singkat pada lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru memperdengarkan 1 kalimat lisan: 'Mata yang lelah perlu diistirahatkan setelah bermain gawai.' Murid diminta menyebutkan informasi yang didengar. Acuan jawaban benar: mata lelah harus istirahat / istirahat setelah main gawai.

Proses:

  • Pengamatan saat murid menjawab 3 butir pertanyaan informasi Aturan 20-20-20 dari teks aural nonsastra yang dibacakan: (1) Kapan waktu berhenti melihat gawai? (acuan: setiap 20 menit); (2) Berapa jarak benda yang ditatap? (acuan: 20 kaki); (3) Berapa lama menatap benda itu? (acuan: 20 detik). Kriteria: tepat menyebutkan minimal 2 dari 3 informasi aturan secara benar.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: murid menyebutkan kembali kepanjangan makna tiga angka pada 'Aturan 20-20-20' (acuan jawaban: 20 menit berhenti melihat gawai, 20 kaki jarak benda yang dilihat, 20 detik menatap benda).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai isi kalimat aural sederhana
  • Penilaian unjuk kerja menyebutkan 3 informasi Aturan 20-20-20 dari teks aural menggunakan lembar cek informasi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan informasi aturan 20-20-20 dari teks auralBelum mampu menyebutkan informasi aturan 20-20-20 dari teks aural (0 informasi tepat dari 3 acuan: 20 menit, 20 kaki, 20 detik) meski telah dibimbing.Mampu menyebutkan 1 dari 3 informasi aturan 20-20-20 dari teks aural secara tepat (acuan: 20 menit, 20 kaki, atau 20 detik) dengan bimbingan guru.Mampu menyebutkan 2 dari 3 informasi aturan 20-20-20 dari teks aural secara tepat (acuan: 20 menit, 20 kaki, 20 detik) secara mandiri.Mampu menyebutkan seluruh (3 dari 3) informasi aturan 20-20-20 dari teks aural secara lengkap dan tepat (acuan: 20 menit berhenti melihat gawai, 20 kaki jarak pandang, 20 detik menatap) secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks aural yang dibacakan terdengar jelas oleh seluruh murid di kelas?
  • Berapa banyak murid yang mampu menyebutkan ketiga rincian angka Aturan 20-20-20 secara mandiri?

Murid:

  • Bagian mana dari Aturan 20-20-20 yang paling mudah kamu ingat?
  • Apakah kamu akan mencoba Aturan 20-20-20 saat menggunakan gawai di rumah?

Pertemuan 2 — Menyebutkan Rincian Cara Istirahat Mata dari Teks Nonsastra Aural tentang Kesehatan Mata — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.1 Menyebutkan informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang kesehatan mata

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan membacakan teks mini: 'Mata kita perlu istirahat. Jangan menatap layar terus-menerus.' lalu bertanya: 'Mengapa kita tidak boleh menatap layar terus-menerus?' (acuan jawaban: agar mata beristirahat / tidak lelah) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimak teks aural dan menyebutkan rincian cara mengistirahatkan mata (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan teks nonsastra aural berjudul 'Cara Istirahat Mata': 'Mata kita bisa lelah jika terus melihat gawai atau membaca. Ada tiga cara mudah mengistirahatkan mata. Pertama, berkedip beberapa kali agar mata basah. Kedua, memejamkan mata sejenak saat lelah. Ketiga, melihat pohon hijau yang jauh dari jendela.' sambil meminta murid menyimak informasi rincian cara istirahat mata dengan seksama (10 menit).
  • Guru membimbing murid mengidentifikasi 3 rincian cara istirahat mata dari teks yang baru didengar melalui tanya jawab lisan terbimbing (acuan 3 cara: 1. Berkedip beberapa kali, 2. Memejamkan mata sejenak, 3. Melihat pohon hijau yang jauh) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid memainkan 'Tantangan Bisik Berantai Detektif Mata' secara berkelompok gembira, di mana murid membisikkan dan menyebutkan kembali satu rincian cara istirahat mata yang didengar dari guru kepada teman kelompoknya hingga anak terakhir menyebutkannya dengan benar (12 menit).
  • Setiap murid secara mandiri mengerjakan lembar ceklis lisan/tulis dengan mencentang 3 pernyataan rincian cara istirahat mata yang sesuai dengan teks yang dibacakan guru dari 4 pilihan yang disajikan: (1) Berkedip beberapa kali, (2) Memejamkan mata sejenak, (3) Menggosok mata keras-keras, (4) Melihat pohon hijau yang jauh (acuan jawaban benar: pernyataan 1, 2, dan 4) (13 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid memeriksa bersama hasil ceklis dan mengonfirmasi kembali ketiga rincian cara mengistirahatkan mata yang tepat sesuai teks nonsastra yang diperdengarkan (acuan: berkedip, memejamkan mata, melihat pohon hijau yang jauh) (8 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan asesmen akhir cek pemahaman cepat dengan menunjuk beberapa murid untuk menyebutkan kembali 3 rincian cara istirahat mata dari teks aural (acuan: berkedip beberapa kali, memejamkan mata sejenak, melihat pohon hijau yang jauh) (4 menit).
  • Guru memberikan penguatan atas keberhasilan murid menyimak informasi dan menutup pelajaran dengan doa bersama (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pengulangan pembacaan teks dengan penekanan intonasi pada kata kunci cara istirahat mata, sedangkan murid yang sudah mahir menyimak teks dengan kecepatan normal.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibantu mencentang lembar tugas dengan pembacaan ulang opsi butir per butir, sedangkan murid mahir langsung menentukan 3 rincian cara istirahat mata secara mandiri.
  • Produk: Murid boleh menyebutkan rincian cara istirahat mata secara lisan langsung kepada guru atau dengan memberi tanda centang pada kartu pilihan gambar/kata yang disediakan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat terhadap teks mini: 'Mata kita perlu istirahat. Jangan menatap layar terus-menerus.' Pertanyaan: 'Mengapa kita tidak boleh menatap layar terus-menerus?' (acuan jawaban: agar mata beristirahat / agar mata tidak lelah/sakit).

Proses:

  • Pengamatan ketercapaian saat lembar ceklis mandiri berisi 4 butir: (1) Berkedip beberapa kali, (2) Memejamkan mata sejenak, (3) Menggosok mata keras-keras, (4) Melihat pohon hijau yang jauh (acuan jawaban benar: memilih nomor 1, 2, dan 4).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir: menyebutkan 3 rincian cara mengistirahatkan mata dari teks aural yang telah disimak (seluruh target acuan: 1. Berkedip beberapa kali, 2. Memejamkan mata sejenak, 3. Melihat pohon hijau yang jauh).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan pemahaman isi teks aural 'Cara Istirahat Mata'
  • Lembar ceklis rincian cara istirahat mata berdasarkan teks nonsastra yang didengar

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan rincian cara istirahat mata dari teks nonsastra aural (acuan: 1. Berkedip beberapa kali, 2. Memejamkan mata sejenak, 3. Melihat pohon hijau yang jauh)Belum mampu menyebutkan rincian cara istirahat mata dari teks aural atau jawaban tidak sesuai dengan isi teks sama sekali.Menyebutkan tepat 1 dari 3 rincian cara istirahat mata dari teks aural dengan bantuan bimbingan guru.Menyebutkan tepat 2 atau 3 rincian cara istirahat mata dari teks aural secara benar dengan sedikit arahan.Menyebutkan seluruh (3) rincian cara istirahat mata dari teks aural secara lengkap dan tepat secara mandiri tanpa bantuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks aural yang dibacakan dapat didengar dengan jelas oleh seluruh murid?
  • Bagaimana ketercapaian murid dalam menangkap rincian informasi cara istirahat mata dari teks yang disimak?

Murid:

  • Apa saja cara mengistirahatkan mata yang sudah kamu ketahui dari bacaan tadi?
  • Bagian mana dari kegiatan menyimak hari ini yang paling kamu sukai?

Pertemuan 3 — Menyebutkan Panduan Jarak dan Pencahayaan dari Teks Nonsastra Aural tentang Kesehatan Mata — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.1 Menyebutkan informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang kesehatan mata

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid merapikan posisi duduk, dan menyampaikan tujuan belajar hari ini yaitu menyimak teks yang dibacakan guru lalu menyebutkan panduan jarak serta pencahayaan untuk menjaga kesehatan mata (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: guru membacakan 1 kalimat stimulus aural: 'Mata kita perlu dijaga dengan membaca di tempat terang dan menjaga jarak baca sekitar 30 sentimeter.' Kemudian guru bertanya: 'Berapa sentimeter jarak baca yang baik menurut kalimat tadi?' dan meminta murid menjawab lisan (acuan jawaban benar: 30 sentimeter / sekitar 30 sentimeter / sepanjang satu penggaris) (6 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan teks nonsastra aural berjudul 'Panduan Membaca Sehat untuk Mata': 'Mata adalah organ tubuh yang sangat berharga. Saat membaca buku atau melihat gawai, kita harus menjaga jarak aman. Jarak membaca buku yang baik adalah sekitar 30 sentimeter atau sepanjang satu penggaris. Jangan membaca terlalu dekat karena membuat otot mata tegang. Selain jarak, perhatikan juga pencahayaan ruangan. Bacalah di ruangan yang terang benderang. Jangan membaca di tempat yang gelap atau remang-remang. Lampu belajar sebaiknya menerangi halaman buku, bukan menyilaukan mata. Menjaga jarak dan pencahayaan membuat mata kita tetap sehat dan tidak cepat lelah.' Murid menyimak pembacaan teks ini dengan saksama (10 menit).
  • Guru memandu pemahaman dengan mengajukan 3 pertanyaan lisan secara interaktif mengenai isi teks: (1) 'Berapa jarak aman yang dianjurkan saat membaca buku?' (acuan: sekitar 30 sentimeter / sepanjang satu penggaris), (2) 'Bagaimana keadaan cahaya ruangan yang baik saat kita membaca?' (acuan: terang benderang / tidak gelap / cukup terang), (3) 'Di mana sebaiknya cahaya lampu belajar diarahkan?' (acuan: menerangi halaman buku / tidak menyilaukan mata). Murid menyebutkan jawaban secara bergantian (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengadakan kuis permainan aural menggembirakan 'Gema Informasi Mata': Guru membacakan kembali 4 potongan kalimat fakta dari teks satu per satu. Setiap selesai 1 kalimat dibacakan, murid secara berpasangan berbisik cepat untuk mencocokkan ingatan, lalu satu perwakilan pasangan menyebutkan kembali informasi kunci jarak atau pencahayaannya dengan lantang dan ceria (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan lembar tugas simak berisi 3 butir pertanyaan isian singkat/lisan yang dibacakan guru dari teks: Butir 1: 'Berapa jarak membaca buku yang baik?' (acuan: 30 sentimeter / sepanjang satu penggaris); Butir 2: 'Tempat seperti apa yang dilarang saat membaca?' (acuan: tempat gelap / remang-remang); Butir 3: 'Ke mana arah lampu belajar yang benar?' (acuan: menerangi halaman buku / tidak menyilaukan mata) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid memeriksa bersama hasil jawaban lembar simak dengan memverifikasi kembali 3 informasi inti (jarak 30 cm, tempat terang/tidak gelap, arah lampu ke buku) agar murid menyadari ketepatan informasi yang berhasil mereka tangkap dari teks aural (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan cepat acak kepada murid untuk menyebutkan 2 panduan utama kesehatan mata yang disimak (acuan: jarak baca 30 cm dan ruangan terang/lampu menerangi buku) (3 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bahwa menyimak informasi tentang jarak baca dan pencahayaan sangat penting untuk kebiasaan membaca sehari-hari, kemudian menutup sesi dengan doa dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, guru membacakan ulang kalimat kunci dengan penekanan intonasi lambat pada kata '30 sentimeter' dan 'terang'. Untuk murid yang cepat paham, teks dibacakan dalam kecepatan normal tanpa pengulangan berlebih.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diperbolehkan menjawab secara lisan langsung kepada guru dengan bantuan pemantik visual penggaris 30 cm, sedangkan murid yang mandiri langsung menuliskan atau menyebutkan rincian jawaban.
  • Produk: Tingkat kemandirian dalam menyebutkan informasi: murid reguler menyebutkan 3 informasi secara mandiri, murid berkebutuhan pendampingan menyebutkan minimal 2 informasi dengan panduan bimbingan kata kunci.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik setelah mendengar 1 kalimat stimulus guru ('Mata kita perlu dijaga dengan membaca di tempat terang dan menjaga jarak baca sekitar 30 sentimeter'): 'Berapa sentimeter jarak baca yang baik menurut kalimat tadi?' (acuan jawaban: 30 sentimeter / sepanjang satu penggaris).

Proses:

  • Penilaian lembar cek simak mandiri (3 butir) berdasarkan teks yang dibacakan guru: Butir 1: jarak membaca buku yang baik (acuan: 30 sentimeter / sepanjang penggaris); Butir 2: tempat yang dilarang saat membaca (acuan: tempat gelap / remang-remang); Butir 3: arah cahaya lampu belajar yang benar (acuan: menerangi halaman buku / tidak menyilaukan mata).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Murid menyebutkan 2 panduan utama kesehatan mata saat membaca berdasarkan teks aural yang telah disimak (acuan: jarak baca sekitar 30 cm dan pencahayaan terang/lampu mengarah ke buku).

Formatif:

  • Tes lisan dan lembar cek simak individu mengenai informasi jarak dan pencahayaan dari teks aural yang dibacakan guru.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan informasi panduan jarak dan pencahayaan dari teks aural kesehatan mataBelum mampu menyebutkan informasi jarak maupun pencahayaan dari teks aural yang dibacakan guru secara tepat (0 informasi tepat dari 3 butir acuan: jarak 30 cm, tempat terang/tidak gelap, arah lampu ke buku).Mampu menyebutkan 1 dari 3 informasi (jarak 30 cm, tempat terang/tidak gelap, atau arah lampu ke buku) dari teks aural dengan bimbingan penuh guru.Mampu menyebutkan 2 dari 3 informasi (jarak 30 cm, tempat terang/tidak gelap, atau arah lampu ke buku) dari teks aural secara tepat dengan sedikit arahan.Mampu menyebutkan seluruh 3 informasi (jarak 30 cm, tempat terang/tidak gelap, dan arah lampu ke buku) dari teks aural secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah artikulasi dan intonasi pembacaan teks nonsastra aural cukup jelas untuk disimak seluruh murid?
  • Bagaimana respons dan kesiapan murid dalam menangkap rincian informasi angka dan kondisi pencahayaan dari teks lisan?

Murid:

  • Informasi baru apa yang kamu dengar hari ini tentang cara menjaga kesehatan mata saat membaca?
  • Bagaimana caramu mengatur lampu dan buku saat membaca di rumah nanti?

Pertemuan 4 — Membaca Terbimbing Kata-Kata Sederhana dari Bacaan tentang Kesehatan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang kesehatan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak berdoa singkat, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca terbimbing kata-kata sederhana dari teks tentang kesehatan dengan fasih tanpa terbata-bata (2 menit).
  • Asesmen Awal: Guru memperlihatkan 3 kartu kata awal di papan tulis: (1) mata, (2) buku, (3) lelah. Guru menunjuk kartu tersebut secara acak dan meminta 3 orang perwakilan murid membaca nyaring satu per satu secara langsung tanpa mengeja (acuan ketepatan: kata 1 dibaca /ma-ta/, kata 2 dibaca /bu-ku/, kata 3 dibaca /le-lah/) untuk memetakan kesiapan membaca lancar (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru menyajikan teks bacaan sederhana 'Kacamata Kadek' di papan tulis dan memodelkan membaca terbimbing untuk 5 kata target bertema kesehatan: (1) gawai, (2) lelah, (3) kabur, (4) rawat, (5) sehat (acuan lafal baku: /ga-wai/, /le-lah/, /ka-bur/, /ra-wat/, /se-hat/) dengan artikulasi jelas dan tanpa mengeja (7 menit).
  • Guru membimbing seluruh murid menirukan membaca kelima kata target secara bersama-sama, memperhatikan kelancaran pengucapan suku kata secara utuh tanpa jeda ragu (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan membaca menggembirakan 'Kereta Kata Sehat': guru membagikan kartu kata berisi 5 kata target yang sama ((1) gawai, (2) lelah, (3) kabur, (4) rawat, (5) sehat) kepada kelompok kecil, lalu murid bergiliran membaca satu kartu kata yang diangkat guru secara cepat dan fasih tanpa mengeja (15 menit).
  • Guru melakukan pendampingan membaca terbimbing per meja: setiap murid diminta membaca langsung kelima kata target pada lembar bacaan sederhana yang disediakan guru ((1) gawai, (2) lelah, (3) kabur, (4) rawat, (5) sehat) sambil guru mencatat kefasihan membaca masing-masing anak (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid diajak merefleksikan proses belajarnya dengan mengangkat jempol ke atas bila sudah bisa membaca kelima kata tanpa mengeja atau jempol mendatar bila masih perlu mengeja suku kata (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kelancaran murid dalam membaca kata-kata sederhana tentang kesehatan (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa melatih membaca kata secara utuh membuat membaca cerita kesehatan menjadi lebih lancar, kemudian menutup pertemuan dengan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu kata dengan pemenggalan warna suku kata berbeda pada 5 kata target, sedangkan murid yang sudah mahir diberikan kartu tambahan berisi kata sederhana bertema kesehatan yang lebih bervariasi (misalnya: kacamata, dokter).
  • Proses: Murid yang belum lancar mendapatkan bimbingan intensif dan pemodelan berulang dari guru secara langsung saat membaca terbimbing, sementara murid yang fasih membaca mandiri lebih dahulu.
  • Produk: Seluruh murid tetap menunjukkan unjuk kerja membaca nyaring kelima kata target secara lisan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes membaca cepat lisan diagnostik menggunakan 3 kartu kata: (1) mata, (2) buku, (3) lelah. Acuan ketepatan: murid membaca kata secara utuh tanpa mengeja huruf per huruf (/ma-ta/, /bu-ku/, /le-lah/).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja membaca terbimbing pada tahap aplikasi: guru menyimak setiap murid membaca 5 kata target ((1) gawai, (2) lelah, (3) kabur, (4) rawat, (5) sehat). Acuan penskoran: dinilai fasih jika dibaca langsung, tepat pelafalan, tanpa mengeja suku kata terputus-putus, dan tanpa mengulang.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman membaca lisan di akhir sesi: murid membaca secara acak 2 kata yang ditunjuk guru dari daftar 5 kata target ((1) gawai, (2) lelah, (3) kabur, (4) rawat, (5) sehat) untuk memastikan murid membaca dengan fasih tanpa mengeja (acuan: terbaca tepat dan langsung tanpa jeda mengeja).

Formatif:

  • Unjuk kerja membaca nyaring terbimbing 5 kata target bertema kesehatan menggunakan lembar observasi kefasihan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kefasihan membaca kata sederhana tentang kesehatanMembaca 1–2 dari 5 kata target ((1) gawai, (2) lelah, (3) kabur, (4) rawat, (5) sehat) dengan masih mengeja per huruf dan membutuhkan bantuan penuh guru.Membaca 3–4 dari 5 kata target ((1) gawai, (2) lelah, (3) kabur, (4) rawat, (5) sehat) dengan mengeja suku kata secara terbata-bata dengan bimbingan guru.Membaca seluruh (5) kata target ((1) gawai, (2) lelah, (3) kabur, (4) rawat, (5) sehat) dengan fasih tanpa mengeja melalui bimbingan guru.Membaca seluruh (5) kata target ((1) gawai, (2) lelah, (3) kabur, (4) rawat, (5) sehat) secara langsung dengan sangat fasih, lancar tanpa jeda ragu, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pemodelan membaca terbimbing yang saya berikan cukup jelas membantu murid yang masih mengeja?
  • Berapa banyak murid yang telah mencapai tingkat kefasihan membaca kata target tanpa jeda ragu?

Murid:

  • Kata tentang kesehatan mana yang paling mudah kamu baca hari ini?
  • Apakah kamu masih harus mengeja saat membaca kata gawai, lelah, kabur, rawat, dan sehat?

Pertemuan 5 — Membaca Berpasangan Kata-Kata Sederhana dari Bacaan tentang Kesehatan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang kesehatan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berlatih membaca berpasangan kata-kata sederhana tentang kesehatan dengan fasih dan lancar (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta 3 murid membaca secara bergantian kartu kata di papan: 'mata', 'kacamata', 'buram' (acuan kefasihan: dibaca langsung tanpa mengeja suku kata 'ma-ta', 'ka-ca-ma-ta', 'bu-ram') (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru memperlihatkan 6 kartu kata sederhana bertema kesehatan yang diambil dari bacaan 'Kacamata Kadek': (1) lelah, (2) klinik, (3) dokter, (4) gawai, (5) buram, (6) periksa (5 menit).
  • Guru mencontohkan cara membaca keenam kata tersebut secara fasih dan langsung tanpa mengeja huruf satu per satu, kemudian seluruh murid menirukan bersama-sama (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi berpasangan (teman sebangku) dan membagikan set berisi 6 kartu kata yang sama: (1) lelah, (2) klinik, (3) dokter, (4) gawai, (5) buram, (6) periksa (3 menit).
  • Permainan Berpasangan 'Tunjuk dan Baca': Murid A memegang kartu dan menunjuk satu kata secara bergantian, sementara Murid B membaca kata tersebut secara langsung dan fasih; jika ragu, Murid A menyimak dan guru berkeliling memberi bimbingan (10 menit).
  • Kedua murid bertukar peran, Murid B menunjuk kartu kata dan Murid A membaca keenam kata tersebut hingga keduanya selesai membaca semua kata target (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap pasangan melakukan cek mandiri berpasangan dengan saling memberi tanda centang pada lembar kartu baca untuk kata yang berhasil dibaca tanpa mengeja (5 menit).
  • Guru mengajak murid mengenali kata mana yang terasa paling mudah dibaca langsung dan kata mana yang masih membutuhkan latihan tambahan bersama pasangan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara membaca kata-kata sederhana secara fasih tanpa mengeja (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kerja sama berpasangan hari ini, mengingatkan latihan membaca kata di rumah, dan menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu kata berukuran huruf besar dengan penanda warna suku kata bagi pasangan yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Pasangan yang masih mengeja didampingi guru dengan bimbingan membaca bertahap, sedangkan pasangan yang sudah lancar membaca kata secara berurutan dengan tempo lebih cepat.
  • Produk: Pasangan yang berkembang membaca 6 kata target tanpa jeda, sedangkan pasangan yang membutuhkan bimbingan membaca minimal 3-4 kata target secara fasih.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik membaca lisan 3 kata contoh: 'mata', 'kacamata', 'buram' di papan tulis untuk memetakan murid yang membaca langsung vs masih mengeja (acuan: membaca lancar tanpa mengeja fonem/suku kata).

Proses:

  • Pengamatan formatif saat aktivitas membaca berpasangan terhadap 6 kata target: (1) lelah, (2) klinik, (3) dokter, (4) gawai, (5) buram, (6) periksa (acuan ketercapaian: kata dibaca utuh, tepat, dan tanpa mengeja suku kata).

Akhir Pertemuan:

  • Cek kefasihan membaca berpasangan di akhir sesi: murid membaca acak 3 dari 6 kata target di depan guru atau pasangan (daftar target: lelah, klinik, dokter, gawai, buram, periksa; acuan: dibaca tepat dan fasih tanpa mengeja).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja membaca berpasangan menggunakan lembar amatan kefasihan membaca kata sederhana

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kefasihan Membaca Kata SederhanaMembaca kurang dari 3 kata target dan masih mengeja seluruh suku kata terbata-bata.Membaca 3 sampai 4 kata target dengan fasih tanpa mengeja, namun masih mengeja pada kata lainnya.Membaca 5 sampai 6 kata target dengan fasih tanpa mengeja secara berpasangan.Membaca seluruh 6 kata target (lelah, klinik, dokter, gawai, buram, periksa) dengan sangat fasih, tepat, dan lancar secara mandiri maupun berpasangan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu membaca berpasangan cukup memberikan kesempatan berlatih bagi setiap murid?
  • Bagaimana respons dan keaktifan murid saat melakukan aktivitas membaca kartu berpasangan?

Murid:

  • Kata mana dari kartu tadi yang paling mudah kamu baca langsung?
  • Apakah kamu merasa senang membaca kartu kata bersama pasanganmu?

Pertemuan 6 — Membaca Mandiri Kata-Kata Sederhana dengan Fasih dari Bacaan tentang Kesehatan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang kesehatan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca kata-kata sederhana tentang kesehatan secara mandiri dengan fasih tanpa mengeja (2 menit).
  • Asesmen Awal: Guru menunjukkan 2 kartu kata di papan tulis, yaitu (1) mata dan (2) lelah, lalu meminta 3 murid bergantian membacanya secara langsung tanpa mengeja (acuan ketepatan membaca langsung tanpa mengeja: mata, lelah) untuk memetakan kesiapan membaca cepat mandiri (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru memperlihatkan 5 kartu kata sederhana bertema kesehatan dari bacaan: (1) mata, (2) kaca, (3) lelah, (4) layar, (5) gawai (5 menit).
  • Guru memodelkan cara membaca kelima kata tersebut dengan fasih (sekali lihat langsung diucapkan, tanpa mengeja huruf satu per satu, tanpa jeda ragu, dan tanpa mengulang) lalu murid menirukan bersama-sama (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Permainan 'Tantangan Bintang Kata': Murid secara mandiri mengambil amplop berisi 5 kartu kata target: (1) mata, (2) kaca, (3) lelah, (4) layar, (5) gawai (5 menit).
  • Secara bergiliran di meja guru atau di hadapan guru, setiap murid membaca mandiri kelima kata target tersebut secara langsung dan fasih; guru mencatat ketercapaian membaca fasih (indikator: tanpa mengeja suku kata, tanpa jeda ragu lebih dari 3 detik, tepat membaca kelima kata: mata, kaca, lelah, layar, gawai) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menandai kartu kata yang berhasil mereka baca langsung dengan cepat tanpa mengeja menggunakan stiker bintang mandiri (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap kemajuan kelancaran membaca mandiri murid dan mengingatkan pentingnya terus berlatih membaca kata-kata kesehatan (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan hari ini dan menutup pelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, disediakan kartu kata berukuran lebih besar dengan pemisahan warna antar-suku kata (misal: ma-ta, le-lah) sebelum membaca utuh; bagi murid yang sudah sangat lancar, disediakan kartu kata tambahan: dokter, periksa, rabun.
  • Proses: Murid yang belum lancar membaca kata secara mandiri diberi kesempatan mencoba 2 kali kesempatan jeda, sedangkan murid yang sudah mahir langsung membaca 5 kata sekaligus secara cepat.
  • Produk: Semua murid menunjukkan unjuk kerja membaca lisan mandiri 5 kata target tentang kesehatan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes membaca lisan singkat pada tahap pendahuluan menggunakan 2 kartu kata: (1) mata, (2) lelah. Acuan ketepatan: murid membaca kata 'mata' dan 'lelah' secara utuh dan benar tanpa mengeja huruf per huruf.

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja membaca mandiri 5 kata target pada amplop baca: (1) mata, (2) kaca, (3) lelah, (4) layar, (5) gawai. Acuan ketepatan dan kefasihan: membaca tepat kelima kata tanpa mengeja, tanpa jeda ragu, dan tanpa pengulangan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi melalui penandaan kartu bintang: murid membaca ulang secara acak 1 kata dari 5 kata target yang ditunjuk guru (acuan: tepat melafalkan kata yang ditunjuk dari daftar: mata, kaca, lelah, layar, gawai secara langsung).

Formatif:

  • Unjuk kerja membaca mandiri 5 kata sederhana bertema kesehatan secara lisan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kefasihan Membaca Mandiri Kata Sederhana tentang KesehatanMembaca mandiri kurang dari 2 dari 5 kata target (mata, kaca, lelah, layar, gawai) dengan benar, masih mengeja huruf demi huruf secara terbata-bata.Membaca mandiri 2 sampai 3 dari 5 kata target (mata, kaca, lelah, layar, gawai) dengan benar, namun masih sesekali mengeja suku kata atau berhenti lama.Membaca mandiri 4 dari 5 kata target (mata, kaca, lelah, layar, gawai) secara tepat dan fasih tanpa mengeja.Membaca mandiri seluruh 5 kata target (mata, kaca, lelah, layar, gawai) secara tepat, lancar seketika tanpa mengeja, tanpa jeda ragu, dan tanpa pengulangan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Berapa banyak murid yang sudah mampu membaca mandiri kelima kata target secara fasih tanpa mengeja?
  • Strategi latihan mandiri apa yang paling efektif membantu murid yang masih mengeja suku kata?

Murid:

  • Kata mana dari kelima kata tadi yang paling mudah kamu baca langsung?
  • Apakah kamu merasa membaca mandiri hari ini lebih lancar daripada pertemuan sebelumnya?

Pertemuan 7 — Menemukan Informasi Tersurat Tokoh dan Masalah Penglihatan pada Bacaan tentang Kesehatan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.3 Menemukan informasi tersurat untuk memahami isi bacaan tentang kesehatan

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menemukan informasi tersurat tentang tokoh dan masalah penglihatan dari teks bacaan tentang kesehatan (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan membacakan satu kalimat pendek di papan tulis: 'Mata Doni perih karena terkena debu.' lalu mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Siapa tokoh dalam kalimat tadi?' (acuan jawaban benar: Doni); (2) 'Apa masalah mata yang dialami?' (acuan jawaban benar: perih/mata Doni perih) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak dan membaca bersama teks 'Kacamata Kadek' yang ditampilkan di papan tulis: 'Kadek suka membaca buku. Namun, dia sering membaca sambil berbaring. Kadek juga sering bermain gawai. Sekarang Kadek kesulitan membaca dan melihat. Tulisan terlihat buram.' (8 menit).
  • Guru membimbing murid menemukan letak kalimat tersurat yang memuat nama tokoh ('Kadek') dan kalimat tersurat yang memuat masalah penglihatan ('kesulitan membaca dan melihat' atau 'tulisan terlihat buram') langsung pada baris teks dengan teknik menggarisbawahi kata kunci (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan detektif kata secara berpasangan untuk menemukan kartu informasi tersurat yang tersebar di meja kerja sesuai teks 'Kacamata Kadek' (10 menit).
  • Murid secara mandiri melengkapi Lembar Menemukan Informasi Tersurat yang berisi 2 pertanyaan: (1) Siapa tokoh yang dibahas dalam teks bacaan? (acuan jawaban: Kadek); (2) Apa masalah penglihatan yang dialami tokoh dalam teks? (acuan jawaban: kesulitan membaca dan melihat / tulisan terlihat buram) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil jawaban dengan merujuk langsung pada bukti kalimat tersurat dalam teks bacaan (10 menit).

Penutup:

  • Murid melakukan asesmen akhir singkat dengan menjawab 2 pertanyaan cek pemahaman secara lisan atau ceklis: (1) Tokoh dalam teks: Kadek; (2) Masalah penglihatan: kesulitan melihat/membaca atau tulisan buram (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap keberhasilan menemukan informasi tersurat dan menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Teks bacaan disediakan dengan ukuran huruf lebih besar dan penandaan warna pada baris kalimat bagi murid yang memerlukan dukungan visual.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dengan menunjuk langsung baris teks ke-1 dan ke-4, sedangkan murid yang sudah mahir langsung menemukan bukti kalimat secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan jawaban dengan menuliskan kata atau melingkari kata jawaban langsung pada teks.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemahaman informasi tersurat melalui kalimat stimulus: 'Mata Doni perih karena terkena debu.' Pertanyaan: (1) Siapa tokoh dalam kalimat? (acuan: Doni); (2) Apa masalah mata yang dialaminya? (acuan: perih/mata perih).

Proses:

  • Observasi formatif saat murid mengerjakan Lembar Menemukan Informasi Tersurat berdasarkan teks Kacamata Kadek: Butir 1 menentukan tokoh (acuan: Kadek), Butir 2 menentukan masalah penglihatan (acuan: kesulitan membaca dan melihat / tulisan buram).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir sesi: murid menyebutkan kembali 2 fakta tersurat dari teks: (1) Nama tokoh (acuan: Kadek); (2) Masalah penglihatan yang dialami (acuan: kesulitan melihat/membaca atau tulisan buram).

Formatif:

  • Penilaian kinerja berupa lembar menemukan informasi tersurat (tokoh dan masalah penglihatan) dari teks Kacamata Kadek.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan Informasi Tersurat TokohBelum mampu menemukan tokoh dalam teks bacaan meskipun dengan bimbingan penuh guru.Mampu menemukan tokoh dalam teks bacaan (Kadek) dengan bantuan arahan dan petunjuk baris oleh guru.Mampu menemukan tokoh dalam teks bacaan (Kadek) secara tepat dan mandiri.Mampu menemukan tokoh dalam teks bacaan (Kadek) secara cepat, tepat, mandiri, serta dapat menunjukkan letak persis kalimatnya dalam teks.
Menemukan Informasi Tersurat Masalah PenglihatanBelum mampu menemukan masalah penglihatan dalam teks bacaan meskipun dibimbing guru.Mampu menemukan masalah penglihatan dalam teks bacaan (kesulitan melihat/buram) dengan bantuan arahan guru.Mampu menemukan masalah penglihatan dalam teks bacaan (kesulitan membaca dan melihat / tulisan terlihat buram) secara tepat dan mandiri.Mampu menemukan masalah penglihatan dalam teks bacaan secara tepat dan lengkap (kesulitan membaca dan melihat serta tulisan buram) secara mandiri dan menunjukkan bukti kalimatnya.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat menemukan kata kunci nama tokoh dan masalah penglihatan langsung dari baris kalimat teks?
  • Bagian mana dari langkah bimbingan membaca tersurat yang perlu disederhanakan pada pertemuan berikutnya?

Murid:

  • Apakah kamu dapat menemukan nama Kadek dan masalah matanya pada bacaan tadi?
  • Kalimat mana dalam cerita yang paling mudah kamu temukan jawabannya?

Pertemuan 8 — Menemukan Informasi Tersurat Solusi Kacamata pada Bacaan tentang Kesehatan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.3 Menemukan informasi tersurat untuk memahami isi bacaan tentang kesehatan

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru mengaitkan pembelajaran sebelumnya tentang masalah mata Kadek dengan topik hari ini mengenai solusi kacamata (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menemukan informasi tersurat tentang solusi kacamata dari kelanjutan teks bacaan 'Kacamata Kadek' (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menanyakan 1 pertanyaan tersurat: 'Siapa yang memeriksa mata Kadek saat diajak ibu ke klinik?' (acuan jawaban: dokter) untuk memetakan kesiapan murid menemukan informasi tertulis dalam teks (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak dan membaca bersama teks kelanjutan cerita 'Kacamata Kadek' pada buku siswa: 'Ibu mengajak Kadek ke klinik mata. Dokter memeriksa mata Kadek. Kata dokter, Kadek harus memakai kacamata. Kadek takut ditertawakan teman-temannya. Dia tidak mau memakai kacamatanya. Kadek menyimpan kacamatanya. Kadek membaca tulisan di papan tulis. "Uh, tulisan terlihat buram!" "Apa yang harus aku lakukan?" Kadek memakai kacamatanya. "Wah, semua jadi terlihat lebih jelas!" Ternyata Kadek memang perlu memakai kacamata.' (7 menit).
  • Guru memodelkan cara menemukan kalimat persis di teks yang menunjukkan solusi masalah penglihatan Kadek, yaitu kalimat 'Kata dokter, Kadek harus memakai kacamata' dan 'Kadek memakai kacamatanya. "Wah, semua jadi terlihat lebih jelas!"' (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain permainan pencarian bukti 'Detektif Kalimat Solusi': secara mandiri murid membaca teks di lembar bacaan dan menandai kalimat persis yang menjawab 3 pertanyaan tersurat tentang solusi kacamata: (1) 'Apa saran dokter agar Kadek bisa melihat dengan baik?', (2) 'Mengapa Kadek awalnya menyimpan kacamatanya?', dan (3) 'Bagaimana tulisan di papan tulis saat Kadek memakai kacamata?' (13 menit).
  • Murid menuliskan jawaban tersurat pada lembar kerja berisi 3 pertanyaan tersebut (acuan kunci jawaban: 1. Harus memakai kacamata; 2. Takut ditertawakan teman-temannya; 3. Terlihat lebih jelas) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa ketepatan jawaban masing-masing dengan mencocokkan kata demi kata pada kalimat teks yang ditampilkan guru di papan tulis (acuan: butir 1 merujuk kata 'harus memakai kacamata', butir 2 merujuk 'takut ditertawakan teman-temannya', butir 3 merujuk 'terlihat lebih jelas') (5 menit).
  • Murid menyimpulkan bahwa kacamata adalah solusi yang membantu mata buram melihat dengan jelas berdasarkan isi teks (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman singkat tentang cara menemukan informasi tersurat mengenai solusi kacamata langsung dari kalimat di dalam teks (4 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 1 pertanyaan cek pemahaman singkat lisan: 'Berdasarkan teks tadi, apakah Kadek akhirnya memakai kacamatanya?' (acuan jawaban: Ya/Kadek memakai kacamatanya) (2 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas ketelitian murid, menyampaikan topik pertemuan berikutnya tentang rincian perilaku sehat, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks cetak dengan huruf lebih besar dan kalimat kunci yang diberi penanda batas baris.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan membaca dibimbing secara individual untuk menunjuk langsung baris kalimat jawaban, sedangkan murid yang sudah mahir menemukan bukti jawaban pada 3 butir secara mandiri.
  • Produk: Murid yang belum lancar menulis diperbolehkan menggarisbawahi kalimat jawaban langsung pada teks lembar kerja, sedangkan murid yang sudah lancar menuliskan salinan kalimat jawabannya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: Guru bertanya, 'Siapa yang memeriksa mata Kadek saat diajak ibu ke klinik?' Acuan jawaban benar: dokter (atau dokter mata).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri 'Detektif Kalimat Solusi' berisi 3 butir pertanyaan tersurat: (1) 'Apa saran dokter agar Kadek bisa melihat dengan baik?' (Acuan jawaban: Memakai kacamata / harus memakai kacamata); (2) 'Mengapa Kadek awalnya menyimpan kacamatanya?' (Acuan jawaban: Takut ditertawakan teman-temannya); (3) 'Bagaimana tulisan di papan tulis saat Kadek memakai kacamata?' (Acuan jawaban: Terlihat lebih jelas / semua jadi terlihat lebih jelas).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: Guru menanyakan pertanyaan tersurat penutup, 'Berdasarkan teks, apakah Kadek akhirnya memakai kacamatanya?' Acuan jawaban benar: Ya / Kadek memakai kacamatanya.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal melalui tanya jawab lisan 1 butir informasi tersurat
  • Penilaian kinerja menemukan 3 informasi tersurat solusi kacamata pada lembar kerja mandiri

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan informasi tersurat solusi kacamata pada bacaanBelum mampu menemukan 3 informasi tersurat solusi kacamata dari teks (menemukan 0 jawaban benar sesuai acuan).Menemukan 1 dari 3 informasi tersurat solusi kacamata dari teks secara tepat sesuai acuan (acuan: [1] harus memakai kacamata, [2] takut ditertawakan teman-temannya, [3] terlihat lebih jelas).Menemukan 2 dari 3 informasi tersurat solusi kacamata dari teks secara tepat sesuai acuan (acuan: [1] harus memakai kacamata, [2] takut ditertawakan teman-temannya, [3] terlihat lebih jelas).Menemukan seluruh (3 dari 3) informasi tersurat solusi kacamata dari teks secara tepat dan mandiri sesuai acuan (acuan: [1] harus memakai kacamata, [2] takut ditertawakan teman-temannya, [3] terlihat lebih jelas).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat menemukan kalimat jawaban tersurat di dalam teks tanpa kesulitan?
  • Bagian mana dari bacaan 'Kacamata Kadek' yang paling cepat dipahami murid terkait solusi kacamata?

Murid:

  • Apakah kamu berhasil menemukan jawaban di bacaan tentang alasan Kadek memakai kacamata?
  • Kata apa di bacaan yang menunjukkan bahwa kacamata membuat tulisan terlihat jelas?

Pertemuan 9 — Menemukan Informasi Tersurat Rincian Perilaku Sehat pada Bacaan tentang Kesehatan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.3 Menemukan informasi tersurat untuk memahami isi bacaan tentang kesehatan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca teks dan menemukan kalimat-kalimat tersurat yang berisi rincian perilaku sehat menjaga mata (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 1 kalimat sederhana di papan tulis: 'Budi membaca buku di tempat terang.' Guru bertanya: 'Perilaku sehat apa yang tertulis langsung pada kalimat tersebut?' Murid menjawab secara lisan (acuan: membaca di tempat terang) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama guru mencermati teks pendek berjudul 'Merawat Mata Sehat' yang ditampilkan di layar/papan tulis: 'Kadek rajin merawat mata. Pertama, Kadek selalu membaca buku dengan posisi duduk tegak. Kedua, Kadek membaca di ruangan yang terang benderang. Ketiga, Kadek membatasi waktu bermain gawai paling lama tiga puluh menit sehari. Keempat, Kadek rajin makan sayur wortel dan buah segar.' (6 menit).
  • Guru memodelkan cara menandai kata kunci perilaku sehat yang tertulis persis (tersurat) pada teks menggunakan stabilo atau garis bawah (misal: 'posisi duduk tegak' dan 'ruangan yang terang benderang') (6 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid mengikuti permainan 'Detektif Kalimat Sehat' (Menggembirakan): murid menerima lembar bacaan dan bertugas menemukan serta melingkari 4 rincian perilaku sehat yang tertulis persis di dalam teks bacaan 'Merawat Mata Sehat' (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyalin atau mencocokkan 4 rincian perilaku sehat yang ditemukan ke dalam tabel ceklis lembar kerja: (1) posisi duduk tegak saat membaca buku, (2) membaca di ruangan yang terang benderang, (3) membatasi bermain gawai paling lama 30 menit sehari, (4) rajin makan sayur wortel dan buah segar (12 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mencocokkan hasil temuannya bersama guru berdasarkan teks bacaan untuk memastikan seluruh rincian perilaku sehat ditemukan tepat pada teks secara tersurat (8 menit).
  • Murid mengidentifikasi langkah pencarian yang membantunya menemukan kalimat informasi tersurat dengan cepat, seperti melihat kata kerja atau kata tindakan di dalam teks (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan cara menemukan rincian perilaku sehat dengan membaca teliti kalimat yang tertulis di dalam teks (4 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas ketepatan murid menemukan informasi tersurat dan menutup pertemuan dengan doa bersama serta salam (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks dengan kalimat yang sudah diberi cetak tebal pada kata perilaku sehat, sedangkan murid mahir membaca teks versi utuh tanpa bantuan visual tebal.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing langsung oleh guru dalam menelusuri kalimat demi kalimat, sedangkan murid yang mandiri mencari dan menandai informasi tersurat secara perorangan.
  • Produk: Murid yang masih berkembang dapat menandai langsung dengan melingkari 4 rincian teks, sedangkan murid yang berkembang cepat menuliskan kembali 4 rincian kalimat perilaku sehat tersebut ke lembar kerja secara mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik membaca terbimbing: Guru menampilkan satu kalimat 'Budi membaca buku di tempat terang.' Murid diminta menunjukkan kata/frasa yang menyebutkan perilaku sehat yang tertulis di kalimat tersebut. Acuan jawaban benar: 'membaca di tempat terang' atau 'tempat terang'.

Proses:

  • Observasi formatif saat murid menemukan 4 rincian informasi tersurat pada teks 'Merawat Mata Sehat'. Daftar acuan target rincian perilaku sehat: (1) membaca buku dengan posisi duduk tegak, (2) membaca di ruangan yang terang benderang, (3) membatasi waktu bermain gawai paling lama 30 menit sehari, (4) rajin makan sayur wortel dan buah segar.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: Murid menjawab pertanyaan tertulis pada lembar refleksi: 'Sebutkan 2 makanan sehat untuk mata yang tertulis di teks cerita tadi!' Acuan jawaban tepat: sayur wortel dan buah segar.

Formatif:

  • Penilaian kinerja berupa ketepatan menandai dan menemukan 4 rincian informasi tersurat tentang perilaku sehat dari bacaan 'Merawat Mata Sehat' pada lembar kerja murid.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan informasi tersurat rincian perilaku sehat pada bacaanMenemukan 1 rincian perilaku sehat yang tertulis pada teks dengan pendampingan penuh guru (acuan: salah satu dari 4 rincian perilaku sehat).Menemukan 2 rincian perilaku sehat yang tertulis pada teks dengan sedikit arahan guru (acuan: 2 dari 4 rincian: posisi duduk tegak, ruangan terang benderang, membatasi bermain gawai 30 menit, makan sayur wortel dan buah).Menemukan 3 hingga 4 rincian perilaku sehat yang tertulis pada teks secara tepat dan mandiri (acuan: memenuhi 3-4 butir target perilaku sehat).Menemukan seluruh 4 rincian perilaku sehat yang tertulis pada teks secara tepat, mandiri, dan mampu menunjukkan letak kalimat persisnya pada teks tanpa kesalahan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan rincian perilaku sehat yang tertulis nyata (tersurat) dalam teks dengan perkiraan pribadi?
  • Apakah alokasi waktu pada tahap Mengaplikasi cukup memfasilitasi murid berlatih menemukan informasi tersurat secara mandiri?

Murid:

  • Apakah aku bisa menemukan kalimat tentang kebiasaan sehat di dalam bacaan?
  • Bagian mana dari bacaan tadi yang paling mudah aku temukan?

Pertemuan 10 — Merespons dengan Bertanya tentang Olahraga Menggunakan Kata Tanya Apa dan Siapa dalam Percakapan tentang Kesehatan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.4 Merespons dengan bertanya tentang sesuatu dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang kesehatan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu merespons percakapan tentang olahraga kesehatan dengan bertanya menggunakan kata tanya 'apa' dan 'siapa' secara santun (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan memberikan pernyataan: 'Setiap pagi ada orang yang berolahraga lari di lapangan.' Guru meminta 2-3 perwakilan murid bertanya balik menggunakan kata tanya 'apa' atau 'siapa' (acuan respons tepat: 'Apa olahraga yang dilakukan setiap pagi?' atau 'Siapa yang berolahraga lari?') (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak contoh percakapan singkat tentang olahraga kesehatan yang diperagakan guru: 'Kadek berolahraga bulu tangkis agar tubuhnya bugar.' Guru menjelaskan fungsi kata tanya 'apa' untuk menanyakan benda/kegiatan olahraga dan 'siapa' untuk menanyakan orang/pelaku olahraga (7 menit).
  • Murid mengidentifikasi 2 kalimat tanya model di papan tulis: (1) 'Apa olahraga kesukaanmu?' dan (2) 'Siapa yang mengajakmu bersepeda?', serta mengamati kata tanya dan penggunaan sapaan yang santun (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Lempar Bola Tanya Olahraga' secara bergantian: satu murid menyebutkan sebuah pernyataan tentang olahraga kesehatan, lalu pasangannya langsung merespons dengan bertanya santun menggunakan kata 'apa' atau 'siapa' (10 menit).
  • Setiap pasangan murid mempraktikkan percakapan saling merespons menggunakan 4 kartu stimulus pernyataan yang dibagikan guru: (1) 'Setiap Minggu pagi, Ayah berenang di kolam renang' (acuan respons tanya: 'Apa yang dilakukan Ayah setiap Minggu pagi?' atau 'Siapa yang berenang di kolam renang?'); (2) 'Edo membawa raket untuk bermain bulu tangkis' (acuan respons tanya: 'Apa yang dibawa Edo?' atau 'Siapa yang membawa raket?'); (3) 'Dokter menyarankan senam agar jantung kita sehat' (acuan respons tanya: 'Apa saran dokter agar jantung kita sehat?' atau 'Siapa yang menyarankan senam?'); (4) 'Siti suka senam irama bersama teman-teman' (acuan respons tanya: 'Apa olahraga kesukaan Siti?' atau 'Siapa yang senam irama bersama teman-teman?'). Guru melakukan observasi formatif proses (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama guru mengevaluasi ketepatan penggunaan kata tanya 'apa' untuk jenis olahraga dan 'siapa' untuk orang yang berolahraga dalam latihan percakapan tadi (5 menit).
  • Murid menceritakan bagaimana perasaan mereka dan menyadari pentingnya bertanya secara santun saat berbicara tentang kebiasaan olahraga kesehatan bersama teman (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 butir kuis lisan cepat: merespons pernyataan 'Rani berlari pagi' dengan pertanyaan menggunakan 'apa' dan 'siapa' (acuan: 'Apa yang dilakukan Rani?' dan 'Siapa yang berlari pagi?') (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini, mengingatkan materi berikutnya mengenai kata tanya 'di mana' dan 'kapan', lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu bantuan bertuliskan kata kunci 'Apa: menanyakan olahraga' dan 'Siapa: menanyakan orang'.
  • Proses: Murid yang sudah mahir merespons dengan kalimat tanya kompleks secara mandiri dan cepat, sedangkan murid yang masih berkembang didampingi dengan pemodelan langsung oleh guru.
  • Produk: Murid menghasilkan respons bertanya lisan langsung dalam percakapan berpasangan sesuai tingkat kelancaran masing-masing.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik lisan sebelum kegiatan inti: Murid merespons pernyataan 'Setiap pagi ada orang yang berolahraga lari di lapangan' dengan satu pertanyaan kata tanya 'apa' atau 'siapa' (acuan respons tepat: 'Apa olahraga yang dilakukan setiap pagi?' atau 'Siapa yang berolahraga lari?').

Proses:

  • Observasi formatif saat latihan berpasangan pada 4 kartu stimulus pernyataan: murid merespons lisan dengan mengajukan pertanyaan menggunakan 'apa' dan 'siapa' secara santun (acuan kartu: 1. 'Apa yang dilakukan Ayah setiap Minggu pagi?' / 'Siapa yang berenang di kolam renang?'; 2. 'Apa yang dibawa Edo?' / 'Siapa yang membawa raket?'; 3. 'Apa saran dokter agar jantung kita sehat?' / 'Siapa yang menyarankan senam?'; 4. 'Apa olahraga kesukaan Siti?' / 'Siapa yang senam irama bersama teman-teman?').

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Merespons pernyataan 'Rani berlari pagi' menjadi 2 kalimat tanya lisan yang tepat dan santun (acuan: tepat jika menyebutkan 'Apa yang dilakukan Rani?' dan 'Siapa yang berlari pagi?').

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja berpasangan: ketepatan merespons dengan bertanya menggunakan kata tanya 'apa' dan 'siapa' secara santun dalam percakapan tentang olahraga kesehatan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Merespons dengan Bertanya Menggunakan Kata Tanya Apa dan Siapa dalam Percakapan tentang Olahraga KesehatanBelum mampu merespons dengan pertanyaan yang menggunakan kata tanya 'apa' maupun 'siapa' sesuai topik olahraga kesehatan meski telah diberi contoh langsung.Mampu merespons dengan bertanya menggunakan salah satu kata tanya ('apa' atau 'siapa') secara tepat pada 1-2 kartu stimulus, namun masih memerlukan bimbingan guru.Mampu merespons dengan bertanya menggunakan kata tanya 'apa' dan 'siapa' secara tepat dan santun pada minimal 3 dari 4 kartu stimulus secara mandiri.Mampu merespons dengan bertanya menggunakan kata tanya 'apa' dan 'siapa' secara tepat, santun, dan konsisten pada seluruh (4 dari 4) kartu stimulus secara mandiri dan lancar.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah dapat membedakan fungsi kata tanya 'apa' dan 'siapa' saat merespons percakapan?
  • Bagian kegiatan mana yang paling membantu murid berbicara dengan santun saat bertanya kepada temannya?

Murid:

  • Kata tanya apa yang kamu gunakan jika ingin menanyakan jenis olahraga temanmu?
  • Apakah kamu merasa senang saat berlatih bertanya tentang olahraga bersama pasanganmu?

Pertemuan 11 — Merespons dengan Bertanya tentang Grafik Olahraga Menggunakan Kata Tanya Di Mana dan Kapan dalam Percakapan tentang Kesehatan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.4 Merespons dengan bertanya tentang sesuatu dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang kesehatan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan topik percakapan kesehatan mengenai tempat dan waktu olahraga (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal lisan: guru menunjukkan 2 kartu kata tanya ('Di mana' dan 'Kapan') lalu membacakan 2 kalimat pernyataan rumpang kesehatan: (1) '... Nina berenang? Nina berenang di kolam renang.' (acuan jawaban: Di mana); (2) '... Made bersepeda? Made bersepeda pada sore hari.' (acuan jawaban: Kapan) (6 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati gambar grafik olahraga batang di papan tulis yang memuat informasi 5 olahraga untuk menjaga kesehatan (Sepak Bola: 5 siswa, Bulu Tangkis: 3 siswa, Bersepeda: 4 siswa, Berenang: 2 siswa, Senam: 6 siswa) dan mendengarkan penjelasan guru mengenai fungsi kata tanya 'Di mana' untuk menanyakan tempat berolahraga serta 'Kapan' untuk menanyakan waktu pelaksanaan olahraga (8 menit).
  • Murid menyimak peragaan percakapan santun antara guru dan seorang model murid: Murid model bertanya, 'Di mana kamu biasanya berenang agar tubuh bugar?' dan dijawab 'Saya berenang di kolam renang umum.' Lalu guru memodelkan pertanyaan, 'Kapan kamu berolahraga senam?' dan dijawab 'Saya bersenam setiap hari Minggu pagi.' (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Permainan Berpasangan 'Lempar Bola Tanya Sehat': Murid dibagi berpasangan, menerima 1 kartu peran bergambar salah satu cabang olahraga dari grafik (kartu 1: Bersepeda di taman pada hari Minggu; kartu 2: Bermain bulu tangkis di lapangan pada sore hari; kartu 3: Berenang di kolam renang pada pagi hari; kartu 4: Senam di halaman sekolah pada hari Jumat; kartu 5: Sepak bola di lapangan bola pada hari Sabtu). Murid secara bergantian merespons gambar pasangannya dengan mengajukan pertanyaan santun menggunakan kata tanya 'Di mana' dan 'Kapan' (25 menit).
  • Guru berkeliling mengamati percakapan setiap pasangan dan memberikan kartu bintang apresiasi langsung bagi murid yang berhasil mengajukan pertanyaan santun menggunakan kata tanya 'Di mana' dan 'Kapan' secara tepat sesuai gambar konteks olahraga (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan pengalaman merespons percakapan: mengidentifikasi kapan kata 'Di mana' dan 'Kapan' digunakan serta bagaimana cara bertanya yang santun kepada teman saat membicarakan kebiasaan olahraga kesehatan (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan bersama fungsi kata tanya 'Di mana' (menanyakan tempat olahraga) dan 'Kapan' (menanyakan waktu olahraga) dalam percakapan menjaga kesehatan (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir lisan kilat kepada 2 murid secara acak dan menutup kegiatan pembelajaran dengan doa penutup serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar olahraga yang dilengkapi ikon tempat (gedung/taman/kolam) dan ikon waktu (matahari pagi/bulan malam) untuk murid yang membutuhkan visualisasi konkret.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu kalimat rumpang panduan tanya ('Di mana kamu ...?' dan 'Kapan kamu ...?'), sedangkan murid yang sudah lancar ditantang merespons dengan 2 pertanyaan beruntun (tempat sekaligus waktu) pada 2 kartu olahraga berbeda secara mandiri.
  • Produk: Respons lisan berupa pertanyaan santun berpasangan dengan minimal 1 pertanyaan tepat ('Di mana' atau 'Kapan') bagi murid berproses, dan minimal 2 pertanyaan lengkap ('Di mana' dan 'Kapan') bagi murid yang sudah mahir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik melengkapi 2 kalimat tanya rumpang menggunakan kartu kata tanya: (1) '... Nina berenang? Nina berenang di kolam renang.' (acuan jawaban tepat: Di mana); (2) '... Made bersepeda? Made bersepeda pada sore hari.' (acuan jawaban tepat: Kapan).

Proses:

  • Pengamatan performa berbicara murid dalam percakapan berpasangan menggunakan lembar ceklis: (1) Mengajukan pertanyaan menggunakan kata tanya 'Di mana' untuk menanyakan tempat olahraga (acuan: memuat kata tanya 'di mana' dan objek tempat, misal: 'Di mana kamu bermain bulu tangkis?'); (2) Mengajukan pertanyaan menggunakan kata tanya 'Kapan' untuk menanyakan waktu olahraga (acuan: memuat kata tanya 'kapan' dan unsur waktu, misal: 'Kapan kamu bersepeda?'); (3) Menggunakan kata/sikap bertanya yang santun (mengawali/menyapa teman secara sopan tanpa memotong pembicaraan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru memberikan 2 stimulus pernyataan kesehatan: (1) 'Budi berlatih senam di gedung olahraga.' -> Murid merespons dengan pertanyaan tempat (acuan jawaban benar: 'Di mana Budi berlatih senam?'); (2) 'Siti jogging setiap hari Minggu pagi.' -> Murid merespons dengan pertanyaan waktu (acuan jawaban benar: 'Kapan Siti jogging?').

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja percakapan lisan berpasangan saat murid merespons dengan bertanya menggunakan kata tanya 'Di mana' dan 'Kapan' tentang tempat dan waktu berolahraga sesuai kartu peran grafik kesehatan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Merespons dengan Bertanya (Di Mana dan Kapan)Belum mampu menyusun kalimat tanya menggunakan kata tanya 'Di mana' maupun 'Kapan' dalam percakapan tentang olahraga meskipun telah diberikan contoh panduan oleh guru.Mampu merespons dengan mengajukan 1 pertanyaan tepat menggunakan kata tanya 'Di mana' atau 'Kapan' dalam percakapan tentang olahraga dengan bimbingan guru.Mampu merespons dengan mengajukan 2 pertanyaan tepat menggunakan kata tanya 'Di mana' (menanyakan tempat) dan 'Kapan' (menanyakan waktu) secara santun dalam percakapan tentang olahraga sesuai kartu stimulus secara mandiri.Mampu merespons dengan mengajukan lebih dari 2 pertanyaan tepat menggunakan kata tanya 'Di mana' dan 'Kapan' secara santun dan lancar dalam percakapan tentang variasi olahraga menjaga kesehatan tanpa ragu dan tanpa bimbingan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan kartu visual cabang olahraga dari grafik mempermudah murid menemukan ide bertanya tentang tempat dan waktu berolahraga?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang pemalu saat kegiatan percakapan berpasangan lempar bola tanya sehat?

Murid:

  • Kata tanya apa yang sekarang kamu gunakan jika ingin menanyakan tempat temanmu berolahraga?
  • Bagaimana perasaanmu saat bertanya dan menjawab pertanyaan teman tentang olahraga kesukaan tadi?

Pertemuan 12 — Merespons dengan Bertanya Santun Menggunakan Kata Tanya Mengapa dan Bagaimana dalam Percakapan tentang Kesehatan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.4 Merespons dengan bertanya tentang sesuatu dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang kesehatan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal berupa tes diagnostik lisan singkat dengan membacakan 2 pernyataan tentang kesehatan: (1) 'Beni beristirahat setelah bermain gawai' (murid diminta memilih kata tanya yang tepat untuk menanyakan alasan: mengapa atau bagaimana; acuan: 'mengapa') dan (2) 'Siti mencuci tangan dengan sabun' (murid diminta memilih kata tanya yang tepat untuk menanyakan cara: mengapa atau bagaimana; acuan: 'bagaimana') serta mengingatkan penggunaan kata santun 'permisi' atau 'tolong' (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu merespons tuturan teman dengan bertanya santun memakai kata tanya 'mengapa' dan 'bagaimana' dalam percakapan tentang kesehatan (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan dan contoh permodelan dari guru mengenai fungsi kata tanya 'mengapa' (menanyakan alasan/sebab) dan 'bagaimana' (menanyakan cara/keadaan) serta ungkapan santun pembuka seperti 'Permisi, bolehkah saya bertanya...' atau 'Maaf, ...' dalam percakapan kesehatan (7 menit).
  • Guru membacakan 2 kalimat rintisan bertema kesehatan: (1) 'Kadek memakai kacamata' dan (2) 'Edo melakukan aturan 20-20-20', lalu murid bersama-sama mengidentifikasi respon tanya santun yang tepat: kalimat (1) direspons dengan menanyakan alasan menggunakan 'mengapa' (acuan: 'Permisi, mengapa Kadek memakai kacamata?') dan kalimat (2) direspons dengan menanyakan cara menggunakan 'bagaimana' (acuan: 'Bolehkah saya bertanya, bagaimana Edo melakukan aturan 20-20-20?') (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi berpasangan untuk memainkan permainan peran interaktif 'Kartu Detektif Sehat', di mana setiap pasangan menerima 2 kartu situasi kesehatan: Kartu A berisi pernyataan 'Rani rajin makan wortel' dan Kartu B berisi pernyataan 'Budi membersihkan matanya yang terkena debu' (5 menit).
  • Setiap pasangan secara bergantian mempraktikkan percakapan: Murid 1 membacakan situasi dan Murid 2 merespons dengan bertanya santun memakai 'mengapa' pada Kartu A (acuan: 'Permisi, mengapa Rani rajin makan wortel?') dan memakai 'bagaimana' pada Kartu B (acuan: 'Maaf, bagaimana Budi membersihkan matanya?'), lalu bertukar peran sehingga kedua murid mempraktikkan bertanya santun (10 menit).
  • Guru berkeliling mengamati dan menilai kemampuan tiap murid merespons percakapan menggunakan kata tanya 'mengapa' dan 'bagaimana' serta kesantunan tuturan sesuai kriteria pengamatan formatif (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Beberapa murid menyampaikan refleksi terbimbing mengenai pengalaman memilih kata tanya 'mengapa' untuk menanyakan alasan dan 'bagaimana' untuk menanyakan cara dalam percakapan kesehatan (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap keberhasilan murid menggunakan kata santun dan ketepatan fungsi kata tanya selama latihan berpasangan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali fungsi kata tanya 'mengapa' (alasan) dan 'bagaimana' (cara) serta pembiasaan bertutur santun dalam percakapan sehari-hari tentang kesehatan (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen akhir singkat (cek pemahaman lisan) dengan membacakan 1 pernyataan: 'Dayu beristirahat sejenak saat menatap layar', lalu murid serempak merespons dengan kalimat tanya santun (acuan: mengandung kata pembuka santun 'maaf/permisi' dan kata tanya 'mengapa' atau 'bagaimana' seperti 'Permisi, mengapa Dayu beristirahat?' atau 'Maaf, bagaimana cara Dayu beristirahat?'), kemudian kelas ditutup dengan salam dan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu situasi kesehatan dengan kalimat rintisan yang sangat sederhana bagi murid yang membutuhkan bimbingan, serta kartu situasi berisi dua kondisi kesehatan sekaligus bagi murid yang berpencapaian tinggi.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan frasa pemantik di kartu ('Permisi, mengapa...?' atau 'Maaf, bagaimana...?'), sedangkan murid berpencapaian tinggi menyusun pertanyaan santun secara mandiri tanpa pola tertulis.
  • Produk: Semua murid menghasilkan respons bertanya secara lisan dalam percakapan; murid yang lebih mahir memperluas respons dengan mengajukan pertanyaan lanjutan menggunakan kata 'mengapa' dan 'bagaimana' sekaligus.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik lisan memilih kata tanya tepat dan kata santun: Guru membacakan 2 butir pernyataan: (1) 'Beni beristirahat setelah bermain gawai' (acuan kata tanya tepat untuk menanyakan alasan: 'mengapa') dan (2) 'Siti mencuci tangan dengan sabun' (acuan kata tanya tepat untuk menanyakan cara: 'bagaimana'), serta menyebutkan 1 kata santun (acuan: 'permisi', 'maaf', atau 'tolong').

Proses:

  • Pengamatan formatif percakapan 'Kartu Detektif Sehat' saat murid merespons 2 kartu situasi: Kartu A 'Rani rajin makan wortel' (acuan respons tepat: menggunakan kata santun 'permisi/maaf' dan kata tanya 'mengapa' menanyakan alasan) dan Kartu B 'Budi membersihkan matanya yang terkena debu' (acuan respons tepat: menggunakan kata santun 'permisi/maaf' dan kata tanya 'bagaimana' menanyakan cara).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir sesi: Murid merespons pernyataan 'Dayu beristirahat sejenak saat menatap layar' dengan kalimat tanya santun (acuan: memuat kata santun 'maaf'/'permisi' dan menggunakan kata tanya 'mengapa' atau 'bagaimana' secara tepat sesuai konteks kesehatan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja percakapan berpasangan menggunakan lembar amatan kesesuaian kata tanya (mengapa dan bagaimana) dan kesantunan berbahasa.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Penggunaan Kata Tanya (Mengapa dan Bagaimana)Belum mampu menggunakan kata tanya mengapa dan bagaimana untuk merespons pernyataan kesehatan.Mampu menggunakan salah satu kata tanya (mengapa atau bagaimana) secara tepat sesuai fungsi dengan bimbingan penuh guru.Mampu menggunakan kedua kata tanya (mengapa untuk menanyakan alasan dan bagaimana untuk menanyakan cara) secara tepat sesuai konteks tuturan kesehatan.Mampu menggunakan kedua kata tanya (mengapa dan bagaimana) secara tepat, luwes, dan mandiri pada berbagai konteks pernyataan kesehatan tanpa ragu.
Kesantunan Bertanya dalam PercakapanBelum menggunakan kata atau ungkapan santun saat mengajukan pertanyaan dalam percakapan.Menggunakan kata santun (permisi/maaf/tolong) hanya saat diingatkan atau diberi contoh oleh guru.Menggunakan kata santun (permisi/maaf/tolong) secara konsisten saat mengajukan pertanyaan kepada teman.Menggunakan kata dan ungkapan santun secara wajar, konsisten, dan mandiri di setiap pergantian giliran berbicara dalam percakapan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur bermain peran 'Kartu Detektif Sehat' efektif melatih keberanian murid bertanya secara santun?
  • Apakah murid dapat membedakan penggunaan kata tanya 'mengapa' untuk alasan dan 'bagaimana' untuk cara dengan jelas?

Murid:

  • Kapan kamu menggunakan kata tanya 'mengapa' dan 'bagaimana' saat berbicara dengan teman?
  • Kata santun apa yang paling kamu sukai saat memulai bertanya kepada teman?

Pertemuan 13 — Menceritakan Kembali Bagian Awal Isi Teks Fiksi yang Dibaca tentang Kesehatan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.5 Menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca tentang kesehatan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan kembali peristiwa pada bagian awal isi teks cerita 'Kacamata Kadek' (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 1 pertanyaan: 'Siapakah nama anak yang ada pada awal cerita bacaan kita sebelumnya?' (acuan jawaban: Kadek) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak kembali pembacaan teks fiksi bagian awal cerita 'Kacamata Kadek': 'Kadek suka membaca buku. Namun, dia sering membaca sambil berbaring. Kadek juga sering bermain gawai.' (5 menit).
  • Murid bersama guru membedah 3 unsur kejadian di bagian awal teks: (1) Tokoh utama adalah Kadek yang gemar membaca buku; (2) Kebiasaan membaca sambil berbaring; (3) Kebiasaan sering bermain gawai (acuan: teks bagian awal 'Kacamata Kadek') (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan berpasangan 'Tebak Kartu Awal Cerita': murid berpasangan mengambil kartu gambar petunjuk (Kartu 1: Kadek pegang buku; Kartu 2: Kadek membaca telentang/berbaring; Kartu 3: Kadek menatap layar gawai), lalu secara bergantian menceritakan isi gambar tersebut secara lisan kepada pasangannya (15 menit).
  • Secara mandiri atau berpasangan, murid berlatih menceritakan kembali bagian awal teks cerita 'Kacamata Kadek' secara utuh mencakup ketiga unsur peristiwa di depan guru/kelompoknya (acuan cerita lengkap: Kadek suka membaca buku, dia sering membaca sambil berbaring, dan dia juga sering bermain gawai) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengecek kelengkapan ceritanya bersama guru dengan memeriksa apakah 3 hal utama di bagian awal (nama tokoh Kadek, membaca sambil berbaring, bermain gawai) sudah terucap dalam penceritaannya (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali isi bagian awal cerita 'Kacamata Kadek' yang telah diceritakan (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap capaian belajar hari ini dan menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan menceritakan bagian tengah dan akhir cerita (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan media kartu visual bertahap berisi 3 kejadian awal cerita untuk murid yang membutuhkan bantuan visual konkrit.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pertanyaan penuntun per gambar, sedangkan murid yang sudah mahir menceritakan langsung seluruh bagian awal secara mandiri tanpa jeda bantuan.
  • Produk: Semua murid menceritakan kembali secara lisan bagian awal isi teks fiksi sesuai tingkat kelengkapan unsurnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat: 'Siapakah nama tokoh anak dalam cerita yang kita baca?' (acuan: Kadek; menerima jika murid menjawab Kadek).

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja menceritakan kembali bagian awal teks 'Kacamata Kadek'. Indikator yang dinilai: menyebutkan 3 rincian isi bagian awal: (1) Tokoh Kadek suka membaca buku, (2) Membaca sambil berbaring, (3) Sering bermain gawai.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan singkat: 'Sebutkan 2 kebiasaan Kadek pada awal cerita yang kurang baik bagi mata!' (acuan: membaca sambil berbaring dan sering bermain gawai; tepat bila menyebut keduanya).

Formatif:

  • Unjuk kerja lisan menceritakan kembali bagian awal teks fiksi 'Kacamata Kadek'.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan Kembali Bagian Awal Isi Teks FiksiBelum mampu menceritakan isi bagian awal teks, atau hanya menyebutkan 1 unsur peristiwa dengan bimbingan penuh guru (acuan 3 unsur: Kadek suka baca buku, membaca sambil berbaring, bermain gawai).Mampu menceritakan kembali 1-2 unsur peristiwa bagian awal teks dengan bantuan pertanyaan pemandu guru (acuan: Kadek suka baca buku, membaca sambil berbaring, bermain gawai).Mampu menceritakan kembali seluruh 3 unsur peristiwa bagian awal teks secara tepat secara mandiri (acuan: Kadek suka membaca buku, membaca sambil berbaring, dan sering bermain gawai).Mampu menceritakan kembali seluruh 3 unsur peristiwa bagian awal teks secara mandiri, lengkap, dan runtut tanpa ada rincian isi awal yang terlewat (acuan: Kadek suka membaca buku, membaca sambil berbaring, dan sering bermain gawai).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan kartu alur gambar mempermudah murid menceritakan kembali bagian awal cerita secara runtut?
  • Berapa persen murid yang sudah mampu menceritakan ketiga kejadian di bagian awal secara mandiri?

Murid:

  • Apakah kamu bisa menceritakan apa yang dilakukan Kadek di awal cerita?
  • Bagian mana dari cerita Kadek yang paling kamu ingat?

Pertemuan 14 — Menceritakan Kembali Bagian Tengah dan Akhir Isi Teks Fiksi yang Dibaca tentang Kesehatan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.5 Menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca tentang kesehatan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan menyapa murid dan mengecek kesiapan belajar (2 menit).
  • Guru bersama murid mengingat kembali awal cerita 'Kacamata Kadek' yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan singkat dengan menanyakan peristiwa lanjutan setelah Kadek membaca sambil berbaring (acuan peristiwa tengah: Kadek mulai kesulitan melihat papan tulis atau membaca buku; acuan akhir: Kadek diperiksa dokter mata dan memakai kacamata baru) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca ulang teks fiksi 'Kacamata Kadek' bersama guru dengan memusatkan perhatian pada bagian tengah (masalah penglihatan Kadek) dan bagian akhir (solusi kacamata) (10 menit).
  • Guru memandu murid mengidentifikasi 2 peristiwa bagian tengah dan 2 peristiwa bagian akhir teks melalui tanya jawab terarah: Peristiwa tengah: (1) Mata Kadek terasa buram/kabur saat melihat papan tulis, (2) Ibu mengajak Kadek memeriksakan mata ke dokter. Peristiwa akhir: (3) Dokter memeriksa mata Kadek dan memberi resep, (4) Kadek memakai kacamata sehingga dapat melihat jelas kembali (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Dalam permainan berpasangan 'Estafet Cerita Sehat', secara bergantian Murid A menceritakan kembali peristiwa bagian tengah dan Murid B menceritakan kembali bagian akhir cerita teks 'Kacamata Kadek' kepada pasangannya menggunakan panduan 4 kartu alur: Kartu 1: Kadek kesulitan membaca tulisan buram; Kartu 2: Ibu membawa Kadek ke dokter mata; Kartu 3: Dokter memeriksa mata Kadek; Kartu 4: Kadek memakai kacamata baru dan melihat jelas (15 menit).
  • Secara bergantian, setiap murid menceritakan kembali isi bagian tengah dan akhir teks fiksi 'Kacamata Kadek' secara utuh di depan guru/kelas sesuai acuan peristiwa (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan kelengkapan peristiwa bagian tengah dan akhir yang berhasil diceritakan kembali (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan isi peristiwa bagian tengah (masalah mata kabur dan periksa dokter) serta bagian akhir (solusi kacamata) dari teks fiksi 'Kacamata Kadek' (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas penyampaian cerita murid dan menutup sesi pembelajaran (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan panduan 4 kartu gambar berseri teks 'Kacamata Kadek' untuk murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pertanyaan pemantik per bagian peristiwa; murid yang sudah mahir menceritakan langsung seluruh bagian tengah dan akhir secara mandiri tanpa jeda bantuan.
  • Produk: Menceritakan kembali isi cerita secara lisan dengan runtutan peristiwa bagian tengah dan akhir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Setelah Kadek sering bermain gawai dan membaca sambil berbaring, apa yang terjadi pada matanya dan apa yang dilakukan ibunya?' (Acuan jawaban benar: Mata Kadek buram/kabur/kesulitan membaca dan Ibu membawanya ke dokter mata untuk diperiksa).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja menceritakan kembali bagian tengah dan akhir teks 'Kacamata Kadek' saat sesi unjuk kerja lisan. Target acuan memuat 4 peristiwa: (1) Mata Kadek buram/kesulitan melihat tulisan di kelas; (2) Ibu membawa Kadek ke dokter mata; (3) Dokter memeriksa mata Kadek; (4) Kadek memakai kacamata dan dapat melihat dengan jelas kembali.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan lisan pemahaman di akhir sesi: 'Sebutkan 1 kejadian di bagian tengah dan 1 kejadian di akhir cerita Kadek!' (Acuan jawaban: Kejadian tengah = mata Kadek kabur/ibu membawa ke dokter; Kejadian akhir = Kadek diperiksa dokter/Kadek memakai kacamata sehingga melihat jelas).

Formatif:

  • Unjuk kerja lisan menceritakan kembali bagian tengah dan akhir teks fiksi 'Kacamata Kadek' menggunakan lembar observasi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Peristiwa Bagian Tengah dan Akhir Teks Fiksi (Acuan 4 peristiwa: 1. Mata Kadek buram; 2. Dibawa ke dokter; 3. Diperiksa dokter; 4. Memakai kacamata dan melihat jelas)Menceritakan kembali hanya 1 dari 4 peristiwa acuan bagian tengah dan akhir teks fiksi secara lisan.Menceritakan kembali 2 dari 4 peristiwa acuan bagian tengah dan akhir teks fiksi secara lisan.Menceritakan kembali 3 dari 4 peristiwa acuan bagian tengah dan akhir teks fiksi secara lisan.Menceritakan kembali seluruh (4 dari 4) peristiwa acuan bagian tengah dan akhir teks fiksi secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur peristiwa tengah dan akhir teks fiksi dapat dipahami dan diceritakan kembali oleh seluruh murid?
  • Apakah media kartu alur membantu murid menceritakan kembali peristiwa secara berurutan?

Murid:

  • Apakah kamu dapat menceritakan apa yang terjadi pada mata Kadek dan bagaimana dokter menolongnya?
  • Bagian cerita mana yang paling mudah kamu ceritakan kepada teman?

Pertemuan 15 — Menulis Subjek, Predikat, dan Objek pada Kalimat Berpola SPO tentang Diri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.6 Menulis berbagai tipe teks sederhana tentang diri dengan beberapa kalimat sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar menuliskan bagian subjek (pelaku), predikat (tindakan), dan objek (benda/penerima tindakan) dalam kalimat tentang diri sendiri (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan: menampilkan kalimat 'Saya minum air' lalu bertanya, 'Siapa yang melakukan? Apa tindakannya? Apa yang diminum?' untuk mengecek kesiapan murid membedakan unsur pelaku, tindakan, dan objek (acuan: Subjek = Saya, Predikat = minum, Objek = air) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui pemodelan di papan tulis mengenai pola kalimat SPO: Subjek (pelaku: Saya/Aku/nama diri), Predikat (tindakan yang dilakukan), dan Objek (benda yang dikenai tindakan) menggunakan contoh kegiatan menjaga kesehatan diri (10 menit).
  • Murid bersama guru membedah 3 kalimat panduan di papan tulis: (1) 'Saya mencuci tangan' (Subjek: Saya, Predikat: mencuci, Objek: tangan); (2) 'Aku merapikan tempat tidur' (Subjek: Aku, Predikat: merapikan, Objek: tempat tidur); (3) 'Kadek memakai kacamata' (Subjek: Kadek, Predikat: memakai, Objek: kacamata) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain tantangan menggembirakan 'Kotak Kata SPO': murid mengambil 1 kartu kata kerja acak dari wadah predikat (pilihan kata kerja: memotong, mengelap, menyikat, membersihkan), lalu menyusun dan menuliskan secara lisan dan tertulis di papan mini satu kalimat berpola SPO tentang diri (contoh: 'Saya memotong kuku') (10 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan menulis SPO, yaitu melengkapi tabel pemilahan dan menuliskan 3 kalimat berpola SPO tentang kegiatan diri sendiri menjaga kebersihan/kesehatan tubuh berdasarkan 3 pasangan kata kerja dan benda yang disediakan: (1) kata 'menyikat' & 'gigi' -> target kalimat: 'Saya menyikat gigi' (S: Saya, P: menyikat, O: gigi); (2) kata 'mencuci' & 'kaki' -> target kalimat: 'Aku mencuci kaki' (S: Aku, P: mencuci, O: kaki); (3) kata 'makan' & 'buah' -> target kalimat: 'Saya makan buah' (S: Saya/Aku, P: makan, O: buah) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil tulisan kalimatnya dengan mencentang lembar periksa mandiri: menandai apakah kata pertama merupakan pelaku (S), kata kedua merupakan tindakan (P), dan kata ketiga merupakan benda penerima (O) (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan cara menulis kalimat berpola SPO tentang diri (urutan: siapa yang melakukan, apa yang dilakukan, apa bendanya) (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja mandiri murid dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bantu berkode warna untuk unsur kata (Subjek = merah, Predikat = kuning, Objek = hijau) bagi murid yang membutuhkan bantuan visual pola.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan bimbingan langsung dalam menentukan kata tindakan terlebih dahulu sebelum menentukan pelaku dan bendanya; bagi murid yang cepat selesai, diberikan tantangan menulis 1 kalimat SPO tambahan tentang kegiatan olahraga diri.
  • Produk: Murid menuliskan kalimat berpola SPO pada lembar kerja berkolom pemilah Subjek-Predikat-Objek atau langsung dalam baris kalimat berurutan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik identifikasi unsur kalimat lisan: Murid mendengarkan kalimat 'Saya minum air', lalu menjawab 3 pertanyaan panduan guru: (1) 'Siapa yang melakukan?' (acuan: Saya/Subjek); (2) 'Apa tindakannya?' (acuan: minum/Predikat); (3) 'Apa yang diminum?' (acuan: air/Objek).

Proses:

  • Formatif latihan terbimbing: Memeriksa ketepatan murid menyusun kartu kata acak menjadi kalimat berurutan S-P-O saat aktivitas 'Kotak Kata SPO'.
  • Formatif tugas mandiri: Penilaian lembar kerja menulis 3 kalimat berpola SPO tentang diri dengan acuan: (1) Kalimat 1 memuat S (Saya/Aku/nama sendiri), P (menyikat), O (gigi); (2) Kalimat 2 memuat S (Saya/Aku/nama sendiri), P (mencuci), O (kaki); (3) Kalimat 3 memuat S (Saya/Aku/nama sendiri), P (makan), O (buah).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri: Murid menunjukkan dan membacakan 1 kalimat SPO tentang diri yang paling tepat ditulisnya, lalu menyebutkan bagian yang menjadi Subjek, Predikat, dan Objeknya (kriteria penerimaan: kalimat secara tepat memuat pelaku diri sendiri sebagai S, kata kerja aktif sebagai P, dan kata benda sebagai O).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik penentuan pelaku, tindakan, dan objek pada kalimat sederhana di awal pembelajaran.
  • Observasi unjuk kerja saat permainan 'Kotak Kata SPO' dan penulisan mandiri 3 kalimat berpola SPO tentang diri pada lembar kerja.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menulis Kalimat Berpola Subjek, Predikat, dan Objek (SPO) tentang DiriBelum mampu menulis kalimat berpola SPO tentang diri (unsur kata yang ditulis acak atau kurang dari 2 unsur tanpa struktur).Menulis 1 kalimat berpola SPO tentang diri secara tepat dengan urutan Subjek, Predikat, dan Objek yang benar, atau masih membutuhkan bantuan penuh guru.Menulis 2 dari 3 target kalimat berpola SPO tentang diri secara mandiri dan tepat sesuai urutan Subjek (pelaku diri), Predikat (tindakan), dan Objek (benda).Menulis seluruh 3 target kalimat berpola SPO tentang diri secara mandiri dan tepat sesuai urutan Subjek, Predikat, dan Objek sesuai acuan tugas.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pemodelan pemilahan Subjek, Predikat, dan Objek melalui pertanyaan penuntun (Siapa? Apa yang dilakukan? Apa bendanya?) efektif mempermudah pemahaman murid?
  • Bagian mana dari unsur SPO yang paling sering tertukar atau dihilangkan oleh murid saat menulis mandiri?

Murid:

  • Kata apa yang kamu tulis untuk menunjukkan tindakan dalam kalimatmu?
  • Apakah kamu sudah bisa membedakan mana orang yang melakukan dan mana benda yang dikenai tindakan?

Pertemuan 16 — Menulis Teks Sederhana tentang Diri Berupa Beberapa Kalimat Berpola SPO — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.6 Menulis berbagai tipe teks sederhana tentang diri dengan beberapa kalimat sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan menanyakan kesiapan murid untuk belajar menulis cerita tentang diri sendiri (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menulis teks sederhana tentang diri yang terdiri dari beberapa kalimat berpola Subjek-Predikat-Objek (SPO) (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid diminta melengkapi 1 kalimat berpola SPO di papan tulis: 'Saya meminum ______' (acuan kata pelengkap objek yang tepat bertema kesehatan: 'air' / 'susu' / 'jus') (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menunjukkan contoh teks sederhana tentang diri berisi 3 kalimat berpola SPO di papan tulis: '1. Saya meminum susu. 2. Saya mencuci tangan. 3. Saya memakai kacamata.' (5 menit).
  • Guru bersama murid membedah struktur tiap kalimat menjadi Subjek (siapa yang melakukan: 'Saya'), Predikat (tindakan: 'meminum', 'mencuci', 'memakai'), dan Objek (benda: 'susu', 'tangan', 'kacamata') (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan kartu kata bergambar 'Rangkai Ceritaku': murid secara berpasangan menyusun 3 kalimat berpola SPO dari kartu acak berisi Subjek ('Saya', 'Aku'), Predikat ('memotong', 'memakan', 'membersihkan'), dan Objek ('kuku', 'buah', 'telinga') menjadi susunan bermakna (acuan kombinasi benar: 1. 'Saya memotong kuku', 2. 'Saya memakan buah', 3. 'Saya membersihkan telinga') (10 menit).
  • Setiap murid secara mandiri menulis teks sederhana tentang kebiasaan sehat dirinya yang terdiri dari 3 kalimat berpola SPO pada lembar kerja masing-masing (kriteria: memuat minimal 3 kalimat, setiap kalimat berurutan Subjek - Predikat - Objek bertema diri) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil tulisannya secara mandiri menggunakan daftar cek sederhana di meja masing-masing: memastikan apakah dalam 3 kalimat sudah ada Subjek (pelaku diri), Predikat (kata kerja), dan Objek (benda) (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap teks sederhana berpola SPO yang sudah ditulis oleh murid (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa teks sederhana tentang diri dapat disusun dari gabungan beberapa kalimat yang memiliki unsur Subjek, Predikat, dan Objek (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kerja/predikat (contoh: 'mencuci', 'memakan', 'meminum') dan objek gambar, sedangkan murid yang mahir langsung merangkai kata secara mandiri tanpa kartu bantuan.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan menulis kalimat berpola lengkap didampingi guru dengan scaffolding berupa pengisian kata per bagian (S, P, lalu O), sedangkan murid yang cepat menulis secara mandiri.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menulis teks sederhana minimal 2 kalimat berpola SPO tentang diri, sedangkan murid yang mahir dapat menulis 4 kalimat berpola SPO tentang diri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes lisan/tulis singkat melengkapi 1 kalimat berpola SPO: 'Saya meminum ______'. Kriteria penilaian: tepat melengkapi dengan kata benda objek yang sesuai konteks kesehatan diri (acuan kunci jawaban yang diterima: 'air' / 'air putih' / 'susu' / 'jus' / 'vitamin').

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan murid dalam menyusun kartu kata berpola SPO pada permainan 'Rangkai Ceritaku' (acuan kunci pasangan: 1. 'Saya memotong kuku', 2. 'Saya memakan buah', 3. 'Saya membersihkan telinga').
  • Pemeriksaan draf tulisan teks sederhana tentang diri pada lembar kerja murid untuk memastikan terpenuhinya unsur Subjek, Predikat, dan Objek pada tiap kalimat.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan teks sederhana buatan murid berupa 3 kalimat berpola SPO tentang diri sendiri. Kriteria penerimaan operasional: teks memuat minimal 3 kalimat utuh yang masing-masing memiliki unsur Subjek (berupa kata ganti diri: 'Saya' atau 'Aku'), Predikat (tindakan kesehatan: misal 'memakan', 'meminum', 'mencuci', 'menggosok'), dan Objek (benda yang dikenai tindakan: misal 'buah', 'susu', 'tangan', 'gigi').

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja menulis teks sederhana tentang diri berisi 3 kalimat berpola SPO menggunakan rubrik analitis

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kesesuaian Pola Kalimat SPO dalam Teks DiriBelum mampu menulis kalimat berpola SPO secara utuh tentang diri (unsur kalimat masih berupa 1-2 kata acak tanpa pola SPO).Menulis teks sederhana tentang diri tetapi hanya 1 kalimat yang berpola SPO secara tepat dengan bimbingan guru.Menulis teks sederhana tentang diri yang memuat 2 sampai 3 kalimat berpola SPO secara tepat dan mandiri.Menulis teks sederhana tentang diri yang memuat lebih dari 3 kalimat berpola SPO secara tepat, runtut, dan mandiri.
Kelengkapan Unsur Teks Sederhana tentang DiriBelum memuat informasi tindakan diri dalam kalimat yang ditulis.Memuat kalimat tentang diri namun hanya menyebutkan subjek dan predikat tanpa objek sasaran.Memuat teks sederhana tentang diri yang lengkap dengan subjek diri, predikat tindakan, dan objek sasaran pada setiap kalimat.Memuat teks sederhana tentang diri dengan variasi predikat tindakan dan objek kesehatan yang lengkap serta tepat pada seluruh kalimat secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi perangkaian kalimat SPO menjadi teks sederhana dapat dipahami murid dengan mudah?
  • Berapa persen murid yang sudah mampu menuliskan minimal 3 kalimat berpola SPO secara mandiri?

Murid:

  • Apakah kamu sudah bisa menuliskan kegiatan sehat dirimu dalam kalimat berpola Subjek, Predikat, dan Objek?
  • Bagian mana dari kegiatan menulis cerita diri hari ini yang paling kamu sukai?

Pertemuan 17 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.1 Menyebutkan informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang kesehatan mata
  • TP 2.2.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang kesehatan
  • TP 2.2.3 Menemukan informasi tersurat untuk memahami isi bacaan tentang kesehatan
  • TP 2.2.4 Merespons dengan bertanya tentang sesuatu dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang kesehatan
  • TP 2.2.5 Menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca tentang kesehatan
  • TP 2.2.6 Menulis berbagai tipe teks sederhana tentang diri dengan beberapa kalimat sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi dengan salam, mengajak murid berdoa singkat, dan mengecek kesiapan fisik serta alat tulis murid di meja masing-masing (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 2 untuk melihat capaian belajar menyimak, membaca, menemukan informasi, bertanya santun, bercerita, dan menulis kalimat sederhana secara mandiri dan jujur (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar tes tertulis sumatif kepada seluruh 28 murid dan menjelaskan tata tertib pengerjaan: tugas 1 menyimak aturan mata, tugas 2 menemukan informasi tersurat, dan tugas 3 menulis 3 kalimat berpola SPO (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid secara serentak mengerjakan Bagian 1 Tes Tertulis: (1) Guru membacakan teks aural 'Aturan 20-20-20' sebanyak 2 kali ('Berhentilah melihat layar gawai setiap 20 menit. Carilah sesuatu yang berjarak 20 kaki darimu. Tatap benda tersebut selama 20 detik agar matamu beristirahat.'), murid menuliskan 3 aturan mata tersebut [acuan jawaban: 20 menit berhenti melihat gawai, 20 kaki jarak benda yang dilihat, 20 detik waktu menatap benda]; (2) Murid membaca teks fiksi singkat 'Kacamata Kadek' pada lembar soal lalu mengisi 3 isian rumpang informasi tersurat [butir a: Tokoh yang membaca sambil berbaring adalah ... (acuan: Kadek); butir b: Masalah yang dialami tokoh adalah ... (acuan: kesulitan melihat/membaca); butir c: Solusi yang dipakai tokoh untuk membantu penglihatan adalah ... (acuan: kacamata)]; (3) Murid menuliskan mandiri 3 kalimat sederhana berpola SPO bertema kegiatan olahraga diri [acuan: 3 kalimat berpola Subjek-Predikat-Objek seperti 'Saya melempar bola', 'Kadek menendang bola', 'Nina memegang raket'] (30 menit).
  • Pelaksanaan unjuk kerja lisan kelompok di meja guru secara paralel/bergiliran untuk 7 kelompok (masing-masing 4 murid, 5 menit per kelompok, total 35 menit): (1) Tiap murid membaca nyaring 1 kartu kata kesehatan secara fasih tanpa mengeja dari 4 kartu yang disediakan: 'istirahat', 'kacamata', 'olahraga', 'penglihatan'; (2) Dua pasang murid saling bertanya santun tentang grafik olahraga kesukaan kelas (Murid A bertanya memakai kata tanya 'Di mana' atau 'Kapan' dan Murid B merespons, bergantian); (3) Tiap murid secara bergiliran menceritakan 1 bagian alur isi cerita Kacamata Kadek (bagian awal: kebiasaan Kadek membaca sambil berbaring; bagian tengah: Kadek kesulitan melihat tulisan di papan tulis; bagian akhir: Kadek periksa ke dokter dan memakai kacamata baru) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja murid dan mengonfirmasi bahwa seluruh 28 murid telah menyelesaikan tugas tertulis serta asesmen kinerja lisan kelompok (3 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid melakukan refleksi singkat mengenai pengalaman mengerjakan asesmen sumatif bab secara jujur, tertib, dan mandiri (1 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh murid selama Bab 2 Menjaga Kesehatan, menyampaikan tindak lanjut, dan menutup sesi dengan doa penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: teks aural dibacakan dengan artikulasi jelas dan volume cukup; kartu kata menggunakan ukuran huruf besar dan terbaca jelas tanpa mengubah teks/kata yang diuji.
  • Proses: Akomodasi akses: murid yang membutuhkan penyesuaian posisi duduk ditempatkan dekat meja guru saat menyimak teks aural; waktu transisi antarkelompok lisan dikelola efisien tanpa mengubah durasi uji 5 menit per kelompok.
  • Produk: Akomodasi akses: murid yang memiliki hambatan motorik halus menulis diberi ruang baris lebih lebar pada lembar jawaban untuk menuliskan 3 kalimat berpola SPO tanpa menurunkan standar kelengkapan unsur SPO.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis-menyimak serentak dan unjuk kerja terintegrasi berkelompok: lembar kerja tertulis murid berisi jawaban menyimak aturan mata, rincian bacaan kesehatan, dan 3 kalimat sederhana kegiatan olahraga, serta rekaman observasi unjuk kerja berbicara dan membaca dalam kelompok kecil
  • tes tertulis serentak: lembar asesmen tertulis yang dikerjakan 28 murid secara serentak, memuat: (1) penulisan 3 aturan menjaga kesehatan mata dari teks yang dibacakan guru, (2) isian informasi tersurat tokoh, masalah penglihatan, dan solusi pada bacaan fiksi kesehatan, serta (3) penulisan mandiri 3 kalimat sederhana berpola SPO bertema kegiatan olahraga diri dengan huruf kapital dan tanda titik yang tepat (35 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban, panduan penskoran, dan rubrik penilaian menulis kalimat sederhana)
  • unjuk kerja terintegrasi berkelompok: kinerja lisan 7 kelompok (4 murid per kelompok) secara bergiliran selama 5 menit per kelompok (7 kelompok x 5 menit = 35 menit) dengan alur terfokus: tiap murid membaca nyaring 1 kartu kata kesehatan dengan fasih (TP 2), 2 pasang murid bergantian saling mengajukan 1 pertanyaan santun tentang grafik olahraga (TP 4), dan tiap murid bergantian menceritakan 1 bagian alur (awal, tengah, atau akhir) dari teks fiksi kesehatan yang telah dibaca (TP 5) (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik observasi analitik kinerja lisan (kriteria kefasihan pelafalan kata, kesantunan bertanya, dan keruntutan cerita))

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis-menyimak serentak dan unjuk kerja terintegrasi berkelompok: lembar kerja tertulis murid berisi jawaban menyimak aturan mata, rincian bacaan kesehatan, dan 3 kalimat sederhana kegiatan olahraga, serta rekaman observasi unjuk kerja berbicara dan membaca dalam kelompok kecil
  • tes tertulis serentak: lembar asesmen tertulis yang dikerjakan 28 murid secara serentak, memuat: (1) penulisan 3 aturan menjaga kesehatan mata dari teks yang dibacakan guru, (2) isian informasi tersurat tokoh, masalah penglihatan, dan solusi pada bacaan fiksi kesehatan, serta (3) penulisan mandiri 3 kalimat sederhana berpola SPO bertema kegiatan olahraga diri dengan huruf kapital dan tanda titik yang tepat (35 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban, panduan penskoran, dan rubrik penilaian menulis kalimat sederhana)
  • unjuk kerja terintegrasi berkelompok: kinerja lisan 7 kelompok (4 murid per kelompok) secara bergiliran selama 5 menit per kelompok (7 kelompok x 5 menit = 35 menit) dengan alur terfokus: tiap murid membaca nyaring 1 kartu kata kesehatan dengan fasih (TP 2), 2 pasang murid bergantian saling mengajukan 1 pertanyaan santun tentang grafik olahraga (TP 4), dan tiap murid bergantian menceritakan 1 bagian alur (awal, tengah, atau akhir) dari teks fiksi kesehatan yang telah dibaca (TP 5) (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik observasi analitik kinerja lisan (kriteria kefasihan pelafalan kata, kesantunan bertanya, dan keruntutan cerita))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan informasi teks aural aturan mata (TP 1)Belum mampu menuliskan aturan 20-20-20 dengan tepat (0 aturan benar dari acuan: 20 menit istirahat, 20 kaki jarak pandang, 20 detik durasi melihat).Menuliskan 1 aturan secara tepat dari 3 aturan acuan teks aural.Menuliskan 2 aturan secara tepat dari 3 aturan acuan teks aural.Menuliskan seluruh 3 aturan (20 menit istirahat dari gawai, 20 kaki jarak pandang, 20 detik waktu menatap) secara lengkap dan tepat.
Membaca kata-kata sederhana kesehatan (TP 2)Mengeja terbata-bata atau salah melafalkan kartu kata yang dibaca ('istirahat', 'kacamata', 'olahraga', atau 'penglihatan').Membaca kartu kata dengan mengeja suku kata terlebih dahulu sebelum menyebutkan kata utuh.Membaca kartu kata secara langsung dengan lancar, namun masih ada keraguan/jeda singkat.Membaca kartu kata yang ditentukan secara langsung, fasih, tanpa mengeja, dan tanpa jeda ragu.
Menemukan informasi tersurat bacaan kesehatan (TP 3)Belum menemukan informasi tersurat dengan tepat (0 isian tepat dari acuan: Kadek, kesulitan melihat/membaca, kacamata).Menemukan 1 informasi tersurat secara tepat dari 3 butir isian acuan.Menemukan 2 informasi tersurat secara tepat dari 3 butir isian acuan.Menemukan seluruh 3 informasi tersurat (tokoh Kadek, masalah kesulitan melihat, solusi kacamata) secara tepat sesuai acuan teks.
Bertanya santun dalam percakapan grafik olahraga (TP 4)Belum mampu merespons percakapan dengan kalimat tanya.Mengajukan pertanyaan namun belum menggunakan kata tanya yang ditentukan ('di mana' atau 'kapan').Mengajukan pertanyaan menggunakan kata tanya yang ditentukan ('di mana' atau 'kapan') sesuai konteks grafik olahraga.Mengajukan pertanyaan menggunakan kata tanya 'di mana' atau 'kapan' tentang grafik olahraga secara tepat dan dengan tutur kata santun.
Menceritakan kembali isi teks fiksi kesehatan (TP 5)Belum dapat menceritakan bagian alur cerita yang diminta atau isi tidak sesuai cerita Kacamata Kadek.Menceritakan bagian alur dengan bantuan pancingan guru, isi sebagian belum sesuai alur cerita.Menceritakan bagian alur (awal, tengah, atau akhir) secara mandiri sesuai peristiwa utama dalam teks.Menceritakan bagian alur (awal, tengah, atau akhir) secara runtut, lengkap peristiwanya, dan tepat sesuai isi teks bacaan.
Menulis teks sederhana berpola SPO tentang diri (TP 6)Belum menuliskan kalimat yang memiliki struktur subjek, predikat, dan objek yang jelas.Menulis 1 kalimat berpola SPO tentang diri bertema olahraga dengan tepat.Menulis 2 kalimat berpola SPO tentang diri bertema olahraga dengan tepat.Menulis seluruh 3 kalimat berpola Subjek, Predikat, dan Objek tentang diri bertema kegiatan olahraga secara lengkap dan tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Bagaimana ketercapaian murid kelas 2 pada keenam tujuan pembelajaran Bab Menjaga Kesehatan berdasarkan hasil asesmen tertulis dan unjuk kerja terintegrasi?
  • Tujuan pembelajaran mana yang paling banyak membutuhkan program tindak lanjut/remedial bagi murid sebelum memasuki bab berikutnya?

Murid:

  • Bagian tugas mana yang paling mudah dan paling menantang bagiku hari ini?
  • Kebiasaan sehat apa yang sudah dan akan terus aku lakukan untuk menjaga kesehatan mata serta tubuhku?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024), Penulis: Eni Priyanti & Widjati Hartiningtyas, Hal. 58-62
  2. Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024), Hal. 21
  3. Lembar Cek Informasi Murid
  4. Stopwatch/Jam dinding kelas untuk menghitung durasi 20 detik
  5. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024)
  6. Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024)
  7. Teks nonsastra aural buatan guru 'Cara Istirahat Mata'
  8. Lembar kerja ceklis rincian cara istirahat mata
  9. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kemendikbudristek 2024
  10. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kemendikbudristek 2024
  11. Teks nonsastra aural 'Panduan Membaca Sehat untuk Mata'
  12. Alat peraga penggaris 30 cm dan lampu meja/senter kelas
  13. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik Kelas II SD (Kemendikbudristek 2024)
  14. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik Kelas II SD Bab 2 'Menjaga Kesehatan'
  15. Kartu kata bertema kesehatan mata: gawai, lelah, kabur, rawat, sehat
  16. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas II SD: Keluargaku Unik (Edisi Revisi 2024), Bab 2 Menjaga Kesehatan
  17. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas II SD (Edisi Revisi 2024)
  18. Kartu kata sederhana bertema kesehatan mata (lelah, klinik, dokter, gawai, buram, periksa)
  19. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik Kelas II SD (Kemendikbudristek, 2024)
  20. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik Kelas II SD Bab 2 (Kemendikbudristek, 2024)
  21. Set kartu kata bertema kesehatan: mata, kaca, lelah, layar, gawai
  22. Stiker bintang penanda kemandirian membaca
  23. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas II SD: Keluargaku Unik (Edisi Revisi 2024), Bab 2 Menjaga Kesehatan, teks 'Kacamata Kadek' halaman 22-26.
  24. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas II SD (Edisi Revisi 2024).
  25. Lembar kerja menemukan informasi tersurat dan kartu kata.
  26. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II, Bab 2 Menjaga Kesehatan, Halaman 23-26, Kemendikbudristek 2024
  27. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II, Kemendikbudristek 2024
  28. Lembar teks bacaan cerita 'Kacamata Kadek' bagian kedua dan lembar kerja 'Detektif Kalimat Solusi'
  29. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2024)
  30. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II Bab 2 Menjaga Kesehatan (Kemendikbudristek, 2024)
  31. Teks bacaan 'Merawat Mata Sehat' cetak besar/kartu bacaan
  32. Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Detektif Kalimat Sehat'
  33. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SD Kelas II: Keluargaku Unik (2024)
  34. Buku Siswa Bahasa Indonesia SD Kelas II: Keluargaku Unik (2024) Bab 2
  35. 4 Kartu stimulus percakapan tentang olahraga kesehatan
  36. Bola karet/plastik kecil untuk permainan tanya jawab
  37. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024)
  38. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024), Bab 2 Menjaga Kesehatan
  39. Bagan Grafik Batang 'Olahraga Kesukaan Siswa Kelas 2'
  40. Kartu Kata Tanya ('Di mana', 'Kapan') dan Kartu Peran Aktivitas Olahraga
  41. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024)
  42. Kartu situasi bergambar 'Kartu Detektif Sehat' bertema kesehatan
  43. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2024)
  44. Buku Siswa Bahasa Indonesia SD Kelas II Bab 2 'Menjaga Kesehatan' (teks 'Kacamata Kadek', hlm. 22)
  45. Kartu gambar seri bagian awal cerita 'Kacamata Kadek'
  46. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi 2024), teks 'Kacamata Kadek'
  47. Kartu gambar berseri alur cerita 'Kacamata Kadek'
  48. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi, 2024), Bab 2: Menjaga Kesehatan, materi Bahas Bahasa Halaman 69 & 72-73.
  49. Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi, 2024), Bab 2 Halaman 29-30.
  50. Kartu kata berpola warna (Subjek, Predikat, Objek) dan lembar kerja pemilahan kalimat SPO.
  51. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), 2024
  52. Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), 2024, Halaman 30-33
  53. Set kartu kata berpola SPO (kartu Subjek, Predikat, dan Objek)
  54. Lembar kerja menulis murid
  55. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2024 (Bab 2 Menjaga Kesehatan, hlm. 58-65).
  56. Buku Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2024 (hlm. 20-34).
  57. Lembar Asesmen Sumatif Tertulis Bab 2.
  58. Set Kartu Kata Kesehatan ('istirahat', 'kacamata', 'olahraga', 'penglihatan').
  59. Media Grafik Olahraga Kesukaan Siswa Kelas 2 dan Teks Cerita Kacamata Kadek.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.