Modul AjarPertemuan 8Bab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 2: Cara Menenangkan Diri dari Perasaan Tertentu

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 2 dengan topik "Cara Menenangkan Diri dari Perasaan Tertentu". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 2: Cara Menenangkan Diri dari Perasaan Tertentu

Bahasa Indonesia - Kelas 2

Bab 1 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Cara Menenangkan Diri dari Perasaan Tertentu

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikCara Menenangkan Diri dari Perasaan Tertentu
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat memilih cara menenangkan diri dari perasaan tertentu (marah, sedih, takut) berdasarkan pengalaman pribadi dengan bantuan gambar.
  2. Murid dapat mendiskusikan cara menenangkan diri dari perasaan tertentu bersama teman sebangku menggunakan intonasi dan volume suara yang tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian merasa marah, sedih, atau takut?
  2. Apa yang kalian lakukan saat merasa tidak nyaman dengan perasaan itu?
  3. Bagaimana cara kalian menenangkan diri agar perasaan itu lebih baik?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa bersama.
  • Guru mengajak murid bernyanyi atau melakukan gerakan ringan untuk menciptakan suasana yang menyenangkan.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid tentang perasaan marah, sedih, atau takut yang pernah mereka alami.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar memilih dan mendiskusikan cara menenangkan diri dari perasaan tertentu.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar berbagai ekspresi perasaan (marah, sedih, takut, senang) dan mengajak murid mengamati dengan penuh perhatian.
  • Guru meminta murid mengidentifikasi perasaan apa yang tampak pada setiap gambar dengan berbicara bergantian.
  • Guru menunjukkan gambar 'Berbagai Cara Menenangkan Diri' (menarik napas dalam-dalam, bermain ayunan, melukis, bersepeda, menyendiri, mendengarkan lagu).
  • Guru menjelaskan setiap cara menenangkan diri dengan bahasa sederhana dan memberikan contoh kapan cara tersebut bisa digunakan.
  • Guru mengajak murid merenung sejenak: cara mana yang pernah mereka lakukan atau ingin mereka coba?

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid berpasangan dengan teman sebangku.
  • Setiap murid memilih satu perasaan (marah, sedih, atau takut) yang pernah dialami.
  • Murid menceritakan pengalaman pribadi terkait perasaan yang dipilih kepada teman sebangku dengan volume suara yang cukup terdengar.
  • Setelah bercerita, setiap murid memilih satu cara menenangkan diri dari gambar atau cara lain berdasarkan pengalaman mereka.
  • Murid mendiskusikan bersama teman sebangku: mengapa mereka memilih cara tersebut? Apakah cara itu membantu mereka merasa lebih baik?
  • Guru berkeliling memantau diskusi, memberikan bimbingan terkait penggunaan intonasi dan volume suara yang tepat, serta memastikan setiap murid aktif berbicara.
  • Beberapa pasangan diminta mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas dengan percaya diri.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi murid untuk mengevaluasi: Apakah cara yang kamu pilih mudah dilakukan? Apakah cara itu cocok untukmu?
  • Murid diminta merefleksikan: Apa yang kamu pelajari hari ini tentang cara menenangkan diri?
  • Murid berbagi perasaan mereka setelah mendiskusikan cara menenangkan diri: apakah mereka merasa lebih paham dan siap mencoba cara tersebut?
  • Guru mengajak murid memikirkan: Kapan kamu akan menggunakan cara ini lagi di kehidupan sehari-hari?

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: ada berbagai cara menenangkan diri yang bisa kita pilih sesuai dengan perasaan dan kondisi kita.
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta beberapa murid menyebutkan satu cara menenangkan diri yang akan mereka gunakan saat merasa marah, sedih, atau takut.
  • Guru memberikan penguatan positif dan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi aktif mereka.
  • Guru mengajak murid melakukan refleksi diri dengan menjawab pertanyaan refleksi murid.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar berbicara diberikan gambar ekspresi dan cara menenangkan diri yang lebih sederhana dengan label tulisan untuk memudahkan pemahaman.
  • Proses: Murid yang kesulitan berdiskusi didampingi guru secara langsung dan diberikan pertanyaan pancingan sederhana. Murid yang cepat memahami diminta menceritakan lebih dari satu pengalaman atau mengajukan cara menenangkan diri versi mereka sendiri.
  • Produk: Murid yang sudah mahir diminta menggambar atau menuliskan satu kalimat sederhana tentang cara menenangkan diri pilihan mereka. Murid yang masih berkembang cukup menyebutkan secara lisan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan kepada murid: 'Siapa yang pernah merasa marah? Sedih? Takut? Apa yang kalian lakukan saat itu?' untuk mengidentifikasi pengalaman awal murid terkait pengelolaan emosi.

Proses:

  • Observasi selama diskusi berpasangan: guru mencatat partisipasi murid, kemampuan menceritakan pengalaman, memilih cara menenangkan diri, dan berkomunikasi dengan teman.
  • Guru memberikan umpan balik langsung kepada pasangan yang masih kesulitan menggunakan volume suara atau intonasi yang tepat.

Akhir:

  • Guru meminta beberapa murid menyebutkan satu cara menenangkan diri yang akan mereka gunakan dan menjelaskan alasannya.
  • Guru menilai kemampuan murid merefleksikan pembelajaran dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.

Formatif:

  • Observasi selama diskusi berpasangan: guru mencatat kemampuan murid memilih cara menenangkan diri dan berbicara dengan intonasi serta volume yang tepat.
  • Tanya jawab saat kegiatan Memahami untuk memeriksa pemahaman murid tentang jenis perasaan dan cara menenangkan diri.

Sumatif:

  • Presentasi hasil diskusi pasangan di depan kelas: guru menilai kemampuan murid menceritakan pengalaman dan menjelaskan pilihan cara menenangkan diri.
  • Penilaian kinerja saat murid menjawab pertanyaan refleksi di akhir pembelajaran.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Memilih cara menenangkan diri dari perasaan tertentuMurid belum dapat memilih cara menenangkan diri meskipun dengan bantuan gambar dan bimbingan guru.Murid dapat memilih cara menenangkan diri dengan bantuan gambar dan bimbingan intensif dari guru.Murid dapat memilih cara menenangkan diri dari gambar dan menghubungkannya dengan pengalaman pribadi dengan sedikit bantuan guru.Murid dapat memilih cara menenangkan diri secara mandiri, menjelaskan alasannya, dan mengaitkan dengan pengalaman pribadi secara rinci.
Mendiskusikan cara menenangkan diri dengan teman menggunakan intonasi dan volume suara yang tepatMurid belum dapat berdiskusi dengan teman, berbicara terlalu pelan atau keras, dan intonasi tidak sesuai.Murid dapat berdiskusi dengan teman namun masih perlu diingatkan berulang kali tentang volume suara dan intonasi yang tepat.Murid dapat berdiskusi dengan teman menggunakan volume suara yang cukup terdengar dan intonasi yang cukup tepat dengan sedikit bimbingan.Murid dapat berdiskusi dengan teman secara aktif, menggunakan volume suara dan intonasi yang tepat, serta menunjukkan sikap menghargai pendapat teman.
Menceritakan pengalaman pribadi terkait perasaan tertentuMurid belum dapat menceritakan pengalaman terkait perasaan yang dialami.Murid dapat menyebutkan perasaan yang pernah dialami namun kesulitan menceritakan pengalamannya.Murid dapat menceritakan pengalaman terkait perasaan yang dialami dengan kalimat sederhana.Murid dapat menceritakan pengalaman terkait perasaan dengan rinci, jelas, dan menggunakan kalimat yang runtut.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam diskusi berpasangan?
  • Apakah metode yang saya gunakan sudah memfasilitasi murid untuk memahami dan mengaplikasikan cara menenangkan diri?
  • Apa tantangan yang saya hadapi selama pembelajaran dan bagaimana saya akan memperbaikinya di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang cara menenangkan diri?
  • Cara mana yang paling ingin kamu coba saat merasa marah, sedih, atau takut?
  • Bagaimana perasaanmu setelah berdiskusi dengan teman tentang cara menenangkan diri?
  • Apa yang masih sulit untukmu hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 2: Keluargaku Unik (Edisi Revisi), halaman 10-11
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas 2: Keluargaku Unik (Edisi Revisi)
  3. Gambar ekspresi perasaan (marah, sedih, takut, senang)
  4. Gambar berbagai cara menenangkan diri (menarik napas dalam-dalam, bermain ayunan, melukis, bersepeda, menyendiri, mendengarkan lagu)
  5. Papan tulis dan spidol
  6. Kertas dan pensil warna (opsional untuk diferensiasi produk)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.