Modul AjarPertemuan 7Bab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 2: Menceritakan Kembali Isi Teks Fiksi Tentang Perasaan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 2 dengan topik "Menceritakan Kembali Isi Teks Fiksi Tentang Perasaan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 2: Menceritakan Kembali Isi Teks Fiksi Tentang Perasaan

Bahasa Indonesia - Kelas 2

Bab 1 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Menceritakan Kembali Isi Teks Fiksi Tentang Perasaan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMenceritakan Kembali Isi Teks Fiksi Tentang Perasaan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menceritakan kembali isi teks fiksi sederhana tentang perasaan dengan bantuan gambar berseri menggunakan kata-kata sendiri secara lisan
  2. Murid dapat mengaitkan pesan cerita dalam teks fiksi tentang perasaan dengan pengalaman pribadi secara lisan dengan bantuan gambar

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mendengar cerita tentang seseorang yang sedang marah atau sedih? Bagaimana perasaan kalian saat mendengarnya?
  2. Apa yang kalian lakukan ketika merasa marah atau sedih seperti tokoh dalam cerita?
  3. Bagaimana cara kalian menceritakan pengalaman kalian kepada teman atau keluarga?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid untuk belajar
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Siapa yang masih ingat cerita Mimi Marah yang pernah kita baca?' dan meminta 2-3 murid menyebutkan perasaan apa saja yang mereka ketahui
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar menceritakan kembali cerita tentang perasaan dengan kata-kata sendiri dan menghubungkannya dengan pengalaman kita
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian merasa marah seperti Mimi? Apa yang kalian lakukan untuk menenangkan diri?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menunjukkan gambar berseri dari cerita 'Mimi Marah' dan meminta murid mengamati setiap gambar dengan penuh perhatian
  • Guru membacakan kembali cerita 'Mimi Marah' dengan intonasi yang ekspresif sambil menunjuk gambar yang sesuai
  • Guru mengajak murid berdiskusi tentang isi cerita dengan pertanyaan: 'Apa yang terjadi dengan Mimi?', 'Mengapa Mimi marah?', 'Bagaimana akhir ceritanya?'
  • Guru mengurutkan gambar berseri bersama murid untuk memastikan pemahaman alur cerita
  • Murid diminta mengidentifikasi perasaan tokoh di setiap gambar dan menghubungkannya dengan kejadian dalam cerita

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (3-4 anak) dan memberikan set gambar berseri 'Mimi Marah' kepada setiap kelompok
  • Setiap kelompok berlatih menceritakan kembali cerita menggunakan gambar berseri dengan bahasa sendiri, saling bergantian menceritakan
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan dan umpan balik selama murid berlatih dalam kelompok
  • Setiap kelompok menunjuk 1 perwakilan untuk menceritakan kembali cerita 'Mimi Marah' di depan kelas dengan bantuan gambar berseri
  • Murid lain mendengarkan dengan penuh perhatian dan memberikan tepuk tangan setelah teman selesai bercerita
  • Guru meminta murid mengaitkan cerita dengan pengalaman pribadi: 'Pernahkah kalian merasa marah seperti Mimi? Ceritakan pengalamanmu!'
  • Murid secara sukarela menceritakan pengalaman pribadi mereka tentang perasaan marah atau cara menenangkan diri

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid merefleksikan proses belajar: 'Bagaimana perasaan kalian setelah menceritakan kembali cerita Mimi?'
  • Murid diminta menyebutkan satu hal yang mereka pelajari dari cerita Mimi tentang cara mengelola perasaan marah
  • Guru meminta murid merefleksikan: 'Apa yang akan kalian lakukan berbeda jika kalian merasa marah seperti Mimi?'
  • Murid menuliskan atau menggambar satu cara menenangkan diri yang bisa mereka lakukan ketika marah
  • Guru memberikan penguatan positif dan mendorong murid untuk terus berlatih mengungkapkan perasaan dengan baik

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-4 murid secara acak menceritakan kembali sebagian cerita Mimi atau mengaitkannya dengan pengalaman pribadi
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: kita bisa menceritakan kembali cerita dengan kata-kata sendiri dan menghubungkannya dengan pengalaman kita
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas keberanian mereka bercerita di depan kelas
  • Guru meminta murid mengisi lembar refleksi sederhana dengan mencentang emotikon sesuai perasaan mereka selama belajar hari ini
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca dapat menggunakan gambar berseri saja tanpa teks tertulis. Murid yang sudah lancar dapat diberikan teks cerita tambahan untuk dibaca mandiri
  • Proses: Murid yang belum percaya diri dapat bercerita dalam kelompok kecil terlebih dahulu dengan bimbingan guru sebelum tampil di depan kelas. Murid yang sudah percaya diri dapat langsung menceritakan tanpa membaca gambar terlebih dahulu
  • Produk: Murid yang belum lancar berbicara dapat menggunakan gambar dan menunjuk urutan kejadian sambil bercerita dengan kalimat sederhana. Murid yang sudah lancar dapat menceritakan dengan detail dan menambahkan ekspresi serta intonasi yang sesuai

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan pemahaman murid tentang cerita 'Mimi Marah' yang pernah dibaca sebelumnya
  • Guru meminta murid menyebutkan jenis-jenis perasaan yang mereka ketahui untuk mengecek kesiapan

Proses:

  • Observasi saat murid mengamati dan berdiskusi tentang gambar berseri
  • Pengamatan saat murid berlatih menceritakan dalam kelompok kecil
  • Penilaian kinerja saat murid menceritakan kembali di depan kelas
  • Mendengarkan bagaimana murid mengaitkan cerita dengan pengalaman pribadi mereka

Akhir:

  • Guru meminta 3-4 murid secara acak menceritakan kembali sebagian cerita untuk mengukur pemahaman
  • Penilaian akhir menggunakan rubrik untuk kedua tujuan pembelajaran
  • Murid mengisi lembar refleksi sederhana tentang proses belajar mereka

Formatif:

  • Observasi saat murid berdiskusi dalam kelompok tentang isi cerita
  • Penilaian kinerja saat murid menceritakan kembali cerita di depan kelas menggunakan rubrik
  • Catatan anekdot selama murid mengaitkan cerita dengan pengalaman pribadi

Sumatif:

  • Penilaian kemampuan menceritakan kembali cerita secara lisan menggunakan rubrik 4 level
  • Penilaian kemampuan mengaitkan pesan cerita dengan pengalaman pribadi secara lisan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan kembali isi cerita dengan bantuan gambarMurid belum mampu menceritakan kembali cerita meskipun dengan bantuan gambar dan bimbingan guruMurid dapat menceritakan sebagian kecil isi cerita dengan bantuan gambar dan banyak bimbingan dari guru, urutan cerita belum runtutMurid dapat menceritakan kembali sebagian besar isi cerita dengan bantuan gambar menggunakan kata-kata sendiri, urutan cerita cukup runtut dengan sedikit bimbinganMurid dapat menceritakan kembali seluruh isi cerita dengan bantuan gambar menggunakan kata-kata sendiri secara runtut, lancar, dan ekspresif tanpa bimbingan
Mengaitkan pesan cerita dengan pengalaman pribadiMurid belum mampu mengaitkan pesan cerita dengan pengalaman pribadi meskipun diberi pertanyaan pemantikMurid dapat menyebutkan pengalaman pribadi tetapi belum relevan atau belum terkait dengan pesan ceritaMurid dapat mengaitkan pesan cerita dengan pengalaman pribadi yang relevan dengan sedikit bimbingan dari guruMurid dapat mengaitkan pesan cerita dengan pengalaman pribadi yang relevan secara jelas dan detail, menunjukkan pemahaman mendalam tentang perasaan tokoh
Keberanian dan kepercayaan diri berbicaraMurid belum berani berbicara di depan kelas meskipun sudah diberi motivasi dan dukunganMurid berani berbicara di depan kelas tetapi dengan suara sangat pelan, terlihat gugup, dan perlu banyak doronganMurid berani berbicara di depan kelas dengan suara cukup jelas, cukup percaya diri meskipun sesekali terlihat gugupMurid berani dan percaya diri berbicara di depan kelas dengan suara jelas, kontak mata baik, dan terlihat nyaman

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan untuk berlatih menceritakan kembali cerita?
  • Apakah strategi pengelompokan dan penggunaan gambar berseri efektif membantu murid memahami dan menceritakan kembali cerita?
  • Murid mana yang masih memerlukan bimbingan lebih lanjut dalam menceritakan kembali cerita?
  • Apakah waktu yang dialokasikan cukup untuk semua tahapan pembelajaran?
  • Apa yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah menceritakan kembali cerita Mimi di depan teman-teman?
  • Apa yang paling kamu suka dari pembelajaran hari ini?
  • Apa yang menurutmu masih sulit saat menceritakan kembali cerita?
  • Apa yang kamu pelajari dari cerita Mimi tentang cara mengelola perasaan marah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 2: Keluargaku Unik (Edisi Revisi), Bab 1 Mengenal Perasaan
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas 2: Keluargaku Unik (Edisi Revisi)
  3. Gambar berseri cerita 'Mimi Marah' (dapat diperbesar atau dicetak)
  4. Lembar refleksi sederhana dengan emotikon untuk murid
  5. Kertas gambar dan alat tulis untuk kegiatan refleksi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.